The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shunnarirescue, 2022-11-01 22:51:07

FILE KTI BELLA ZULFADIA AILSARAY_P

FILE KTI BELLA ZULFADIA AILSARAY_P

KARYA TULIS ILMIAH
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU HIDUP

BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH

STUDI KASUS
BELLA ZULFADIA AILSARAY

P17230191032

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN BLITAR
2022

PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU HIDUP
BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH

Karya Tulis Ilmiah Ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan
Pendidikan pada Progam Studi Diploma 3 Keperawatan Blitar Jurusan Keperawatan

Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

BELLA ZULFADIA AILSARAY
P17230191032

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN BLITAR
2022

ii

iii

iv

ABSTRAK

Ailsaray, Bella Zulfadia (2022) Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak Usia Sekolah. Karya Tulis Ilmiah, Program
Studi D3 Keperawatan Blitar, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan
Kemenkes Malang, Pembimbing Dr.Suprajitno, S.Kp.,M.Kes.

Perilaku hidup bersih dan sehat sangat baik diterapkan sedini mungkin, karena anak
usia sekolah sangatlah rawan terhadap berbagai penyakit terutama berhubungan
dengan perut seperti diare, typus, dan cacingan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup bersih
dan sehat pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
korelasi. Besar sampel sebanyak 34 responden yang diambil dengan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian diperoleh,
yaitu: pengetahuan baik meningkat dari 65% (22 anak) menjadi 88% (30 anak), sikap
positif meningkat dari 71% (24 anak) menjadi 74% (25 anak), tindakan baik meningkat
dari 0% (0 anak) menjadi 71% (24 anak). Pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap
pengetahuan, sikap dan tindakan pada anak usia sekolah. Tenaga pendidik diharapkan
dapat mempertahankan kebiasaan anak agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat
melalui kegiatan edukasi di sekolah.
Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Perilaku hidup bersih dan sehat, Usia anak sekolah.

v

ABSTRACK

Ailsaray, Bella Zulfadia (2022) Health Education Against Behavior Change Clean and
Healthy Life in School Age Children. scientific papers, Blitar Nursing D3 Study
Program, Nursing Department of Health Polytechnic, Ministry of Health
Malang, Supervisor Dr. Suprajitno, S.Kp., M.Kes.

Clean and healthy living behaviors are very well applied as early as possible, through
health education is a learning process and helps individuals take a wise attitude towards
their health and quality of life because school-age children are very prone to various
diseases, especially related to the stomach such as diarrhea, typus, and worms. This
study aims to determine the effect of health education on changes in clean and healthy
living behaviors in school-age children. This study used a correlation descriptive
method. A large sample of 34 respondents was taken with purposive sampling
techniques. Data collection using questionnaires. The results of the study were
obtained, namely: good knowledge increased from 65% (22 children) to 88% (30
children), Students who had a positive attitude increased from 71% (24 children) to
74% (25 children), Students who had good actions increased from 0% (0 children) to
71% (24 children), It can be concluded that health education affects knowledge,
attitudes and actions in school-age children. Educators are expected to be facilitators
of students in programmatic Health Education education activities related to PHBS
material and Educational Institutions are expected to be additional knowledge in the
learning process and development of Community nursing science.
Keywords: Health Education, Clean and healthy living behavior, School age children.

vi

KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun Karya Tulis
Ilmiah dengan judul “Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat Pada Anak Usia Sekolah” sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan di Program Studi D-III Keperawatan Blitar Jurusan
Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis tidak lepas dari bantuan dan
dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih kepada bapak dan ibu:
1. Budi Susatia, S.Kp.,M.Kes., Direktur Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan
Malang.
2. Imam Subekti, S.Kp.,M.Kep., Sp.Kom., Ketua Jurusan Keperawatan Politeknik
Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang.
3. Dr.Ns.Sri Mugianti, M.Kep., Ketua Program Studi Diploma III Keperawatan
Blitar Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang.
4. Dr.Suprajitno, S.Kp.,M.Kes. Dosen Pembimbing Karya Tulis Ilmiah yang telah
memberikan pengarahan dan bimbingan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
5. Mujito, A.Per.Pen., M.Kes. Dosen Penguji yang berkenan memberikan saran dan
dukungan kepada penulis dalam memperbaiki penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Studi Kasus ini.
6. Seluruh dosen dan staf pegawai Program Studi D-III Keperawatan Blitar yang
telah memberikan ilmu dan bantuannya.

vii

7. Agus Sumardiono dan Rodikyah, Orang tua yang selalu memberikan motivasi,
dukungan dan semangat.

8. Mochammad Fernanda Jarwoko, teman dekat yang selalu memberikan motivasi,
semangat dan dukungan.

9. Ferina, Adinda, Vindy, Nora, Eviana, Izha, Citra, Destri, Lala, Sahabat yang telah
mendukung dan memberikan semangat untuk menyelesaikan Karya Tulis Imiah.

10. Teman-teman seperjuangan pada Program Studi D3 Keperawatan Blitar Jurusan
Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang yang telah sama-sama berjuang untuk
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

11. Dan semua pihak yang telah memberikan dorongan dan bantuannya selama
pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari dalam penyusunan dan penulisan Karya Tulis Ilmiah masih jauh
dari sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini, semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat bagi
semua pihak.

Blitar, 06 Juli 2022
Penulis

Bella Zulfadia Ailsaray
NIM P17230191032

viii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ..................Error! Bookmark not defined.
LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................Error! Bookmark not defined.
LEMBAR PENGESAHAN .........................................................Error! Bookmark not defined.
ABSTRAK................................................................................................................................ v
ABSTRACK ............................................................................................................................ vi
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ vii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ ix
DAFTAR TABEL................................................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. xiii
DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................................... xiv
BAB 1 ....................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah ..................................................................................................... 4
1.3 Tujuan penelitian ...................................................................................................... 4

1.3.1 Tujuan umum .................................................................................................... 4
1.3.2 Tujuan khusus ................................................................................................... 5
1.4 Manfaat penelitian .................................................................................................... 5
1.4.1 Manfaat Teoritis................................................................................................ 5
1.4.2 Manfaat praktis ................................................................................................. 5
BAB 2 ....................................................................................................................................... 6
TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................................... 6
2.1 Konsep Pendidikan Kesehatan.................................................................................. 6
2.1.1 Pengertian Pendidikan Kesehatan ..................................................................... 6
2.1.2 Tujuan Pendidikan Kesehatan........................................................................... 6
2.1.3 Pendidikan Kesehatan Sebagai Proses Perubahan Perilaku.............................. 7
2.1.4 Metode Pendidikan Kesehatan pada Anak Usia sekolah .................................. 7
2.2 Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ................................................... 8
2.2.1 Pengertian PHBS............................................................................................... 8
2.2.2 Tujuan PHBS .................................................................................................... 9

ix

2.2.3 Manfaat PHBS .................................................................................................. 9
2.2.4 Macam-macam PHBS..................................................................................... 10
2.2.5 Sasaran PHBS ................................................................................................. 10
2.2.6 Kriteria (Indikator) PHBS Di Sekolah ............................................................ 11
2.3 Konsep Tumbuh Kembang Anak............................................................................ 12
2.3.1 Definisi Anak Usia Sekolah ............................................................................ 12
2.3.2 Perkembangan Pada Anak Usia Sekolah ........................................................ 12
2.3.3 Masalah Pada Anak Usia Sekolah................................................................... 13
2.4 Konsep Pengetahuan ............................................................................................... 13
2.4.1 Pengertian pengetahuan .................................................................................. 13
2.4.2 Jenis pengetahuan ........................................................................................... 13
2.4.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ............................................ 14
2.4.4 Tahapan pengetahuan...................................................................................... 15
2.4.5 Pengukuran tingkat pengetahuan .................................................................... 16
2.5 Konsep Sikap .......................................................................................................... 17
2.5.1 Pengertian sikap .............................................................................................. 17
2.5.2 Komponen sikap ............................................................................................. 17
2.5.3 Faktor yang mempengaruhi sikap ................................................................... 17
2.5.4 Tahapan sikap ................................................................................................. 17
2.5.5 Pengukuran sikap ............................................................................................ 18
2.6 Kerangka Konseptual.............................................................................................. 20
BAB 3 ..................................................................................................................................... 21
METODE PENELITIAN..................................................................................................... 21
3.1 Desain Penelitian .................................................................................................... 21
3.2 Kerangka kerja ........................................................................................................ 22
3.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling................................................................. 23
3.3.1 Populasi Penelitian.......................................................................................... 23
3.3.2 Sampel............................................................................................................. 23
3.3.3 Sampling ......................................................................................................... 23
3.4 Tempat dan Waktu Penelitian ................................................................................. 23
3.4.1 Tempat Penelitian ........................................................................................... 23
3.4.2 Waktu Penelitian ............................................................................................. 23
3.5 Variabel Penelitian.................................................................................................. 24

x

3.6 Definisi Operasional ............................................................................................... 25
3.7 Metode Pengumpulan Data..................................................................................... 28

3.7.1 Instrumen pengumpulan data .......................................................................... 28
3.7.2 Prosedur Pengumpulan data............................................................................ 28
3.8 Pengolahan Data, Analisis Data Dan Penyajian Data ............................................. 29
3.8.1 Pengolahan Data ............................................................................................. 29
3.8.2 Analisis Data ................................................................................................... 30
3.8.3 Penyajian Data ................................................................................................ 31
3.9 Etika penelitian ....................................................................................................... 31
BAB 4 ..................................................................................................................................... 32
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................................... 32
4.1 Deskripsi Area Penelitian........................................................................................ 32
4.3.1 Karakteristik Responden Menurut Umur ........................................................ 35
4.4 Data Khusus ............................................................................................................ 36
4.4.1 Data Pengetahuan Hasil Pretest dan Posttest ................................................. 36
4.4.2 Data Sikap Hasil Pretest Posttest.................................................................... 36
4.4.3 Data Tindakan Hasil Pretest Posttest.............................................................. 37
4.5 Pembahasan............................................................................................................. 37
4.5.1 Pengetahuan .................................................................................................... 38
4.5.2 Sikap ............................................................................................................... 40
4.5.3 Tindakan CTPS............................................................................................... 41
BAB 5 ..................................................................................................................................... 44
KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................................. 44
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 44
5.2 Saran ....................................................................................................................... 44
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 46

xi

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Definisi Operasional………………………………………………………25
Tabel 4.1 Karakter Responden Menurut Umur……………………………………...35
Tabel 4.2 Data Pengetahuan Siswa Sebelum dan Sesudah Intervensi……………….36
Tabel 4.3 Data Sikap Siswa Tentang PHBS Sebelum dan Sesudah Intervensi……...36
Tabel 4.4 Data Tindakan Siswa Tentang PHBS Sebelum dan Sesudah Intervensi ....37

xii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual………………………………………………….20
Gambar 3.1 Kerangka kerja…………………………………………………………22

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar SAP………………………………………….…..…………......48
Lampiran 2 Materi PHBS……………...………………………….…..…………......52
Lampiran 3 Lembar Informed Consent….……………………….…..………….......55
Lampiran 4 Kisi-Kisi Penyusunan Kuisioner Pengetahuan …………..…………......56
Lampiran 5 Kisi-Kisi Penyusunan Kuisioner Sikap……....…………..…………......57
Lampiran 6 Kisi-Kisi Penyusunan Ceklis Kemampuan…..…………..…………......58
Lampiran 7 Lembar Kuisioner………..….……………………….…..………….......59
Lampiran 8 Lembar Kunci Jawaban….….……………………….…..………….......63
Lampiran 9 Tabulasi Data Pretest………..……………………….…..………….......66
Lampiran 10 Tabulasi Data Posttest……..……………………….…..………….......69
Lampiran 11 Surat Studi Pendahuluan……..……………………….…..…………...72
Lampiran 12 Surat Studi Penelitian….……..……………………….…..…………...73
Lampiran 13 Surat Keterangan Penelitian…..……..……………….…..…………....74
Lampiran 14 Dokumentasi Penelitian ……..……………………….…..…………...75

xiv

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku

yang mempraktikan sesuatu atas dasar kesadaran dari hasil pembelajaran yang
menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dalam bidang
kesehatan dan dapat berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat
(Proverawati & Rahmawati 2016). Upaya meningkatkan derajat kesehatan
disekolah dengan menerapkan PHBS disekolah sangatlah penting karena factor dari
lingkungan yang memudahkan timbulnya penyakit atau mempengaruhi derajat
kesehatan anak (Aulina 2018).

Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sangat baik jika diterapkan
sedini mungkin kepada anak-anak sebagai penyalur perubahan PHBS di
lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Anak usia sekolah merupakan fase
pada tahap perkembangan seseorang dan termasuk ke dalam kelompok usia yang
kritis, karena pada usia tersebut seorang anak rentan terhadap masalah kesehatan.
Selain itu, anak usia sekolah juga berada pada kondisi yang sangat peka terhadap
stimulus sehingga mudah dibimbing, diarahkan, dan ditanamkan kebiasaan-
kebiasaan yang baik, termasuk kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Tujuan PHBS secara umum yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat
agar menjalankan hidup bersih dan sehat setiap harinya. Dengan demikian,
masyarakat bisa mencegah dan dapat mengatasi masalah kesehatan tertentu

1

(Pengabdian Kesehatan Masyarakat JPKM et al., 2020). Tujuan dari PHBS
disekolah, dalam jurnal penelitian Taryatman (2016) adalah meningkatkan
pengetahuan serta aktif tentang PHBS bagi setiap peserta didik, guru, dan
masyarakat lingkungan sekolah. PHBS merupakan wujud operasional program
promosi kesehatan yang dilakukan dengan upaya memandirikan setiap peserta
didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah untuk mempraktikkan PHBS.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan sekolah merupakan
salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya masalah-masalah
kesehatan pada anak usia sekolah, melalui UKS (usaha kesehatan sekolah) sebagai
hasil pembelajaran sehingga bisa melakukan pencegahan penyakit, meningkatkan
kesehatan individu dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat
(Kemenkes RI, 2018). Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses perubahan
perilaku yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu, kelompok dan
masyarakat secara sadar menuju hal-hal yang positif secara terencana melalui
proses belajar dan membantu agar orang mengambil sikap yang bijaksana terhadap
kesehatan dan kualitas hidup mereka (Sari, 2013).

Menurut Cahyaningsih, DS (2011:73), anak usia sekolah merupakan masa
yang diawali dengan masuknya anak kesekolah pada usia 6-12 tahun, hal ini
memerlukan pengawasan agar dalam prosesnya tidak terjadi penyimpangan.
Menurut Dermawan, D (2012), anak usia sekolah merupakan usia yang sangatlah
berbeda dengan usia dewasa, karena pada masa ini banyak permasalahan kesehatan
yang umum maupun khusus seperti gangguan perkembangan, gangguan perilaku,
dan gangguan dalam belajar. Disekolah anak tidak hanya belajar, tetapi banyak

2

kegiatan seperti bermain, bersentuhan, ataupun bertukar barang-barang dengan
temannya. Kuman yang ada pada alat tulis, buku, dan benda lain akan sangat mudah
berpindah dari tangan satu anak ke anak lainnya, sehingga penyakitpun akan sangat
mudah menular (Anugerah et al., 2019).

Periode anak usia sekolah sangatlah rawan terhadap berbagai penyakit,
terutama berhubungan dengan perut seperti diare, typus, dan cacingan. Delapan
indikator PHBS disekolah harus diterapkan dalam lingkungan sekolah (Tabi’in,
2020) yakni berupa aktivitas sehat seperti mengkonsumsi makanan atau jajanan
sehat, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir (hand hygiene),
dan memotong kuku dengan teratur, membuang sampah pada tempatnya, BAB dan
BAK dengan penggunaan jamban dan kamar mandi.yang bersih, penimbangan
berat badan, pengukuran tinggi badan setiap satu bulan atau secara rutin, dan
membiasakan berolahraga merupakan cara untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi, dan dapat menurunkan angka
ketidakhadiran pada kelas dan penyakit menular seperti diare (Maulida et al.,
2019).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Megaria di SD GMIM 2 Lansot
Semarang ada 93.2% anak sekolah dasar yang memiliki perilaku baik mencuci
tangan pakai sabun, 6.8% anak sekolah dasar yang kurang memilki perilaku yang
baik dalam mencuci tangan, dan mengatakan pernah mengalami diare. Pentingnya
mencuci sebagai pencegahan penyakit sudah diketahui oleh sebagian anak-anak,
tetapi masih banyak yang belum membiasakan untuk mencuci tangan dengan
menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. (Rompas et al., 2013).

3

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, siswa yang berada di
SD Negeri Penataran 03 berjumlah 95 siswa, didapati beberapa siswa tidak
mencuci tangan sebelum makan dikarenakan menganggap tangan responden masih
bersih dari kuman., makanan yang reponden konsumsi kebanyakan termasuk
kedalam makanan yang tidak sehat seperti lidi lidian, cilok dan cimol yang
menggunakan bumbu berwarna merah pekat, dan lain lain, selain itu ada beberapa
responden tidak membuang sampah pada tempatnya, dan juga didapati responden
setelah melakukan kegiatan olahraga tidak membersihkan diri seperti mencuci
tangan memakai air mengalir.

Berdasarkan fenomena yang terjadi dalam uraian diatas, penulis ingin
melakukan sebuah penelitian tentang “Pendidikan kesehatan terhadap perubahan
perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah”.
1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah disampaikan, peneliti
ingin mengetahui bagaimana pendidikan kesehatan terhadap perubahan perilaku
hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah?
1.3 Tujuan penelitian
1.3.1 Tujuan umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan
kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia
sekolah

4

1.3.2 Tujuan khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :

1. Mengidentifikasi pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat
sebelum dan setelah dilakukan Pendidikan kesehatan

2. Mengidentifikasi sikap siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat sebelum
dan setelah dilakukan Pendidikan kesehatan.

3. Mengidentifikasi tindakan siswa terhadap perilaku hidup bersih dan sehat
sebelum dan setelah dilakukan Pendidikan kesehatan.

1.4 Manfaat penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan kajian ilmu keperawatan serta
referensi atau masukan pengembangan ilmu keperawatan komunitas,
khususnya penelitian Perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah.
1.4.2 Manfaat praktis
a. Bagi Institusi Pendidikan

Digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat pada anak usia
sekolah dasar
b. Bagi Institusi Kesehatan
Dapat dijadikan sebagai acuan guna meningkatkan pengetahuan dan
kesadaran akan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat terkait dengan
pencegahan penyakit Diare, Demam Typoid

5

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Pendidikan Kesehatan
2.1.1 Pengertian Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah membantu agar orang
mengambil sikap yang bijaksana terhadap kesehatan dan kualitas hidup
mereka (WHO, 1988). Pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan
pendidikan dalam bidang kesehatan. Secara operasional pendidikan
kesehatan adalah semua kegiatan untuk memberikan dan meningkatkan
pengetahuan, sikap, praktek baik dari individu, kelompok atau masyarakat
dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri
(Notoatmodjo, 2012).
2.1.2 Tujuan Pendidikan Kesehatan
Tujuan dari dilakukannya pendidikan kesehatan dibagi menjadi dua bagian
yaitu:
1. Berdasarkan WHO (1954) tujuan dari pendidikan kesehatan adalah

mengubah perilaku orang atau masyarakat dari perilaku yang tidak sehat
atau belum sehat menjadi berperilaku lebih sehat.
2. Memberikan pengetahuan tentang prinsip dasar hidup sehat agar
menimbulkan sikap dan perilaku hidup sehat, dan membentuk kebiasaan
hidup sehat (Apriany et al., 2012)

6

2.1.3 Pendidikan Kesehatan Sebagai Proses Perubahan Perilaku
Tujuan Pendidikan kesehatan adalah untuk mengubah perilaku

individu, kelompok, dan masyarakat menuju hal-hal yang positif secara
terencana melalui proses belajar. Pengubahan perilaku mencangkup tiga
ranah perilaku, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui proses
pendidikan kesehatan. Hasil perubahan perilaku yang diharapkan melelui
proses pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah perilaku sehat.
Perilaku sehat dapat berupa emosi, pengetahuan, fikiran, keinginan,
tindakan nyata dan berupa individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
2.1.4 Metode Pendidikan Kesehatan pada Anak Usia sekolah

Notoadmodjo (2010) mengatakan ceramah dapat digunakan pada
sasaran dewasa maupun anak-anak. Kelebihan metode ceramah adalah
mudah mengulang kembali jika ada materi yang kurang jelas ditangkap oleh
responden dari pada proses membaca sendiri. Selain menggunakan metode
ceramah, metode lain yang dapat digunakan yaitu media. Media juga
mempengaruhi dalam proses penyampaian informasi. Film pendek
merupakan bagian dari audiovisual yang melibatkan indra pendengaran dan
indra penglihatan sehingga minat, perhatian, dan konsentrasi anak menjadi
lebih terfokus. Ceramah dengan media film pendek yang digunakan peneliti
dalam perosesan informasi melibatkan indera dengar dan indera pandang

7

2.2 Konsep Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
2.2.1 Pengertian PHBS

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang
dilakukan secara sadar oleh individu dan masyarakat sebagai salah satu
upaya preventif (pencegahan terhadap suatu penyakit atau masalah
kesehatan) dan promotive (peningkatan derajat kesehatan) pada seseorang,
Perilaku tersebut diharapkan dapat diterapkan pada semua golongan
masyarakat termasuk anak usia sekolah dan juga mampu menolong dirinya
sendiri dibidang kesehatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi
perilaku hidup bersih dan sehat seperti kebiasaan dirumah, lingkungan
masyarakat, sekolah, guru yang kurang memberikan contoh teladan atau
memperagakan dan anak itu sendiri (Julianti et al., 2018).

Menurut Kemenkes RI (2018), perilaku hidup bersih sehat pada
dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai
pola hidup sehat melalui individu, kelompok, ataupun masyarakat luas
dengan jalur-jalur komunikasi sebagai media berbagai informasi. (Subqi et
al., 2016). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat disekolah yaitu upaya untuk
memberdayakan peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah
agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam
mewujudkan sekolah sehat sehingga dapat belajar, tumbuh dan berkembang
sehingga diharapkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas
(Tabi’in, 2020).

8

2.2.2 Tujuan PHBS
Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah untuk meningkatkan kualitas

kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi
individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang
bersih dan sehat (Kemenkes RI, 2018), Sedangkan tujuan dari PHBS di
sekolah dalam jurnal penelitian Taryatman (2016) yaitu:
a. Meningkatkan pengetahuan tentang PHBS bagi setiap peserta didik,

guru, dan masyarakat lingkungan sekolah
b. Meningkatkan peran serta aktif setiap peserta didik, guru, dan

masyarakat lingkungan sekolah untuk mempraktikkan PHBS disekolah.
c. Memandirikan setiap peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan

sekolah untuk mempraktikkan PHBS.
2.2.3 Manfaat PHBS

Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tatanan sekolah antara lain :
1. Manfaat bagi peserta didik
a) Meningkatkan kesehatan pesdik.
b) Meningkatkan semangat belajar.
c) Meningkatkan produktivitas belajar.
d) Menurunkan angka absensi karena sakit.
2. Manfaat bagi warga sekolah
a) Meningkatnya semangat belajar peserta didik berdampak positif
terhadap pencapaian target dan tujuan.
b) Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan orang tua .
9

c) Meningkatkan citra sekolah yang positif.
3. Manfaat bagi sekolah

a) Adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan PHBS
dilingkungan sekolah.

b) Adanya dukungan buku pedoman dan media promosi PHBS di
sekolah.

4. Manfaat bagi masyarakat
a) Mempunyai lingkungan sekolah yang sehat.
b) Dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang
diterapkan oleh sekolah (Studi et al., 2016).

2.2.4 Macam-macam PHBS
Setiap tatanan dalam PHBS merupakan tempat masyarakat melakukan

aktivitas sehari-hari. Berikut adalah 5 tatanan PHBS menurut Kemenkes RI
(2018) yang dapat menjadi simpul-simpul untuk memulai proses
penyadartahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat :
1. PHBS ditatanan rumah tangga
2. PHBS ditatanan sekolah
3. PHBS ditatanan tempat kerja
4. PHBS ditatanan sasaran kesehatan
5. PHBS ditatanan tempat umum
2.2.5 Sasaran PHBS

Didalam setiap tatanan terdapat masyarakat yang mempunyai peranan
masing-masing. Oleh karena itu pada masing-masing tatanan dapat dijumpai

10

tiga kelompok besar sebagai sasaran pembinaan PHBS yaitu sasaran primer,
sekunder dan tersier. Sasaran primer pada pembinaan PHBS di sekolah
adalah siswa SD, Sasaran sekunder adalah guru, dimana seorang guru adalah
panutan dari para siswa. Sasaran tersier adalah orang yang berfungsi untuk
mengambil keputusan formal, seperti komite sekolah, kepala desa, lurah,
camat, dinas pendidikan,puskesmas dan sebagainya. Mereka dapat
memberikan dukungan, pendanaan dalam proses pembinaan PHBS yang
akan diberikan kepada siswa sekolah (Studi et al., 2016).
2.2.6 Kriteria (Indikator) PHBS Di Sekolah

Menurut Proverawati & Rahmawati (2012) dalam jurnal peneitian
(Julianti et al., 2018) terdapat delapan kriteria PHBS ditatanan sekolah
diantaranya:
1. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.
3. Menjaga kebersihan tangan dan kuku
4. Membuang sampah pada tempatnya
5. Olahraga secara teratur dan terukur.
6. Tidak merokok di lingkungan sekolah.
7. BAB BAK pada tempatnya dengan menggunakan kamar mandi dan

jamban yang bersih
8. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap enam bulan

11

2.3 Konsep Tumbuh Kembang Anak
Menurut Hidayat (2009) Pertumbuhan (growth) adalah perubahan

secara berangsur-angsur dan bertambah sempurna fungsi alat tubuh, meningkat
serta meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan atau
kedewasaan (maturation) dan pembelajaran (learning). Pertumbuhan dan
perkembangan merupakan proses yang berkelanjutan yang dipengaruhi faktor
maturasi, lingkungan, dan genetic (Purnama, 2019).
2.3.1 Definisi Anak Usia Sekolah

Anak sekolah menurut WHO (World Health Organization) adalah anak
usia antara 7-15 tahun, sedangkan di Indonesia disebut anak yang berusia 7-12
tahun. Menurut Gunarsa (2008), masa anak usia sekolah adalah masa tenang
atau masa latent dimana apa yang telah terjadi dan dipupuk pada masa-masa
sebelumnya akan berlangsung terus untuk masa- masa selanjutnya. Tahap usia
ini disebut juga sebagai usia kelompok dimana anak mulai mengalihkan
perhatian dan hubungan intim dalam keluarga kerjasama antar teman dan sikap-
sikap terhadap kerja atau belajar (Pemilihan et al., 2017).
2.3.2 Perkembangan Pada Anak Usia Sekolah

Dalam perkembangannya seseorang mempunyai tugas perkembangan
yang harus terlewati pada tahapannya. Agar setiap tahapan tugas perkembangan
dapat dilalui dengan sesuai maka perlu adanya pengawasan yang baik
khususnya pada tahap tugas perkembangan anak usia sekolah.

12

2.3.3 Masalah Pada Anak Usia Sekolah
Masalah yang sering timbul pada anak usia sekolah adalah gangguan

perilaku, gangguan perkembangan fisiologis hingga gangguan dalam belajar
dan juga masalah kesehatan umum seperti diare, Infeksi Saluran Pernapasan,
Flu Burung (H1N1), dan cacingan (Prasetyo et al., 2014)
2.4 Konsep Pengetahuan
2.4.1 Pengertian pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (2003) Pengetahuan merupakan hasil dari tahu
dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek
tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), pengetahuan adalah
sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses belajar
ini dipengaruhi berbagai faktor dari dalam, seperti motivasi dan faktor luar
berupa sarana informasi yang tersedia, serta keadaan sosial budaya. Dalam
Wikipedia, pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau
disadari oleh seseorang. Pengetahuan adalah sebagai suatu pembentukan yang
terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena
adanya pemahaman-pemahaman baru.
2.4.2 Jenis pengetahuan
1. Pengetahuan implisit.

Pengetahuan implisit adalah pengetahuan yang masih tertanam dalam
bentuk pengalaman seseorang dan berisi faktor-faktor yang tidak bersifat
nyata seperti keyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip.

13

2. Pengetahuan eksplisit.
Pengetahuan eksplisit adalah pengetahuan yang telah didokumentasikan
atau disimpan dalam wujud nyata, bisa dalam wujud perilaku kesehatan.

2.4.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
1. Pendidikan.
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan
kemampuan di dalam dan di luar sekolah (baik formal maupun nonformal),
berlangsung seumur hidup.
2. Informasi/media massa.
Informasi adalah suatu Teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan,
menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisis, dan
menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu (Undang-Undang
Teknologi Informasi).
3. Sosial, budaya, dan ekonomi.
Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui penalaran
apakah yang dilakukan baik atau buruk.
4. Lingkungan
Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam
individu yang berada dalam lingkungan tersebut. Hal ini terjadi karena
adanya interaksi timbal balik ataupun tidak, yang akan direspons sebagai
pengetahuan oleh setiap individu.

14

5. Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk
memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang Kembali
pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi
masa lalu.

6. Usia
Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan
pola pikirnya sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.

2.4.4 Tahapan pengetahuan
1. Tahu (know)
Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, defnisi,
fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan sebagainya.
2. Memahami (comprehension).
Suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang
diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.
3. Aplikasi (application).
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi tersebut
secara benar.
4. Analisis (analysis).
Suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam
komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan
masih ada kaitannya satu sama lain.

15

5. Sintesis (synthesis).
Suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di
dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

6. Evaluasi (evaluation).
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifkasi
atau penilaian terhadap suatu materi atau objek

2.4.5 Pengukuran tingkat pengetahuan
Menurut Skinner, bila seseorang mampu menjawab mengenai materi

tertentu baik secara lisan maupun tulisan, maka seseorang tersebut mengetahui
bidang tersebut. Sekumpulan jawaban yang diberikan tersebut dinamakan
pengetahuan. Pengukuran bobot pengetahuan seseorang ditetapkan menurut
hal-hal sebagai berikut.
1. Bobot I: tahap tahu dan pemahaman.
2. Bobot II: tahap tahu, pemahaman, aplikasi, dan analisis.
3. Bobot III: tahap tahu, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Menurut (Hayati, 2020) kategori tingkat pengetahuan seseorang
menjadi tiga tingkatan yang didasarkan pada nilai persentase yaitu sebagai
berikut.
1. Tingkat pengetahuan kategori Baik jika nilainya ≥ 75%.
2. Tingkat pengetahuan kategori Cukup jika nilainya 56–74%.
3. Tingkat pengetahuan kategori Kurang jika nilainya < 55%.

16

2.5 Konsep Sikap
2.5.1 Pengertian sikap

Ellis menjelaskan sikap adalah adanya perasaan atau emosi,
kecenderungan terhadap perbuatan yang berhubungan dengan pengetahuan,
sikap melibatkan pengetahuan tentang sesuatu termasuk situasi. Hal ini dapat
digambarkan sebagai suatu objek pada akhirnya akan mempengaruhi perasaan
atau emosi dan kemudian memungkinkan munculnya reaksi atau respons atau
kecenderungan untuk berbuat (Kartika et al., 2019)
2.5.2 Komponen sikap
Komponen utama sikap adalah sebagai berikut.
1. Kesadaran.
2. Perasaan.
3. Perilaku.
2.5.3 Faktor yang mempengaruhi sikap
1. Pengalaman pribadi.
2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting.
3. Pengaruh budaya.
4. Media massa.
5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama.
6. Pengaruh faktor emosional
2.5.4 Tahapan sikap
1. Menerima.

Tahap sikap menerima adalah kepekaan seseorang dalam menerima
17

rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk
masalah, situasi, gejala, dan lain-lain.
2. Menanggapi.
Tahap sikap menanggapi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang
untuk mengikutsertakan dirinya secara aktif dalam fenomena tertentu dan
membuat reaksi terhadapnya salah satu cara.
3. Menilai.
Tahap sikap menilai adalah memberikan nilai atau memberikan
penghargaan terhadap suatu kegiatan atau objek, sehingga apabila
kegiatan itu tidak dikerjakan, dirasakan akan membawa kerugian atau
penyesalan.
4. Mengelola.
Tahap sikap mengelola adalah mempertemukan perbedaan nilai sehingga
terbentuk nilai baru yang universal, yang membawa pada perbaikan
umum.
5. Menghayati.
Tahap sikap menghayati adalah keterpaduan semua sistem nilai yang
telah dimiliki oleh seseorang, yang memengaruhi pola kepribadian dan
tingkah lakunya.
2.5.5 Pengukuran sikap

Hasil pengukuran berupa kategori sikap, yakni mendukung (positif),
menolak (negatif), dan netral. Sikap pada hakikatnya adalah kecenderungan
berperilaku pada seseorang. Skala sikap dinyatakan dalam bentuk pernyataan

18

untuk dinilai oleh responden, apakah pernyataan itu didukung atau ditolak
melalui rentangan nilai tertentu. Pernyataan yang diajukan dibagi ke dalam dua
kategori, yakni pernyataan positif dan pernyataan negatif. Salah satu skala sikap
yang sering digunakan adalah skala Likert. Dalam skala Likert, pernyataan-
pernyataan yang diajukan, baik pernyataan positif maupun negatif, dinilai oleh
subjek dengan sangat setuju, setuju, tidak punya pendapat, tidak setuju, sangat
tidak setuju.

19

2.6 Kerangka Konseptual Proses Out Put
In Put
Anak usia sekolah
Anak usia Pendidikan umur 9-11 tahun
sekolah umur 9- kesehatan
tentang PHBS ber PHBS di
11 tahun di di sekolah Sekolah Dasar
Sekolah Dasar

Faktor yang 1. Pengetahuan: Konsep PHBS
mempengaruhi Baik
Perilaku: Cukup
Internal: Kurang
Umur
Jenis kelamin 2. Sikap: Kriteria PHBS
Kecerdasan Sikap Positif
Sikap Negatif

3. Tindakan: CTPS
Baik
Cukup
Kurang

Keterangan:

= diteliti = Tidak diteliti

Gambar 2.1 Kerangka Konsep Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat Pada Anak Usia Sekolah

20

BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam

perencanaan dan pelaksanaan penelitian, yang membantu penelitian dalam
pengumpulan dan menganalisis data.

Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan
rancangan Pra Eksperimental one group pretest-posttest design. Menurut
Babbie E dalam Nursalam, (2003), yaitu desain penelitian yang terdapat
pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberikan perlakuan,
kemudian dibandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakukan
(Notoatmodjo, 2012).

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu proses
menemukan data berupa angka sebagai alat untuk menganalisis keterangan
mengenai suatu fenomena atau kejadian masa sekarang yang ingin diketahui.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Pendidikan kesehatan
terhadap perubahan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah di
SD Negeri Penataran 03.

21

3.2 Kerangka kerja
Populasi:

Siswa SD Penataran 03
berjumlah total 95 siswa

Purposive Sampling
Sampel:
Siswa SD Penataran 03 berjumlah 34 Orang
Pengumpulan Data:
Kuesioner dan Centang
Pengolahan Data

Menyusun laporan hasil penelitian

Gambar 3.1 Kerangka kerja Pendidikan kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat Pada Anak Usia Sekolah

22

3.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
3.3.1 Populasi Penelitian

Menurut Sugiyono (2018) populasi merupakan wilayah generalisasi
yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi yang dijadikan objek penelitian ini adalah siswa yang
bersekolah di SD Negeri Penataran 03 jumlah keseluruhan sebanyak 95 siswa.
3.3.2 Sampel

Sampel terdiri dari sebagian populasi yang dapat digunakan sebagai
subjek penelitian. Di dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai sampel adalah
siswa siswi yang berjumlah 34 responden.
3.3.3 Sampling

Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Purposive sampling yaitu
Teknik pengambilan sampel dimana peneliti mengandalkan penilaiannya
sendiri ketika memilih anggota populasi untuk berpartisipasi dalam penelitian.
(Hayati, 2020)
3.4 Tempat dan Waktu Penelitian
3.4.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SDN Penataran 03 yang terletak di Dusun
Candi Sewu Rt.1/17 Kecamatan ngelegok Kabupaten Blitar.
3.4.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei Tahun 2022.

23

3.5 Variabel Penelitian
Variabel merupakan variasi dari sesuatu yang menjadi sasaran penelitian

(Nasution, 2017).
Variabel penelitian ini yaitu:
a. Variabel dependent:

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Sub variable:
1) Pengetahuan
2) Sikap
3) Tindakan Mencuci tangan pakai sabun
b. Variabel independent:
Pendidikan kesehatan

24

3.6 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah suatu defini

karakteristik-karakteristik variabel tersebut yang da

Tabel 3.1 De

Variabel Definisi P
Operasional
Pendidikan Teknik penyuluhan Subjek m
kesehatan kesehatan yang 1. Penge
(penyuluhan) dipakai dalam 2. Maca
penyampaian materi 3. Manf
PHBS dengan 4. Tujua
metode ceramah 5. Kriter
dan tanya jawab,
menggunakan
media ppt dan video
animasi karya
MizzuGunn dan
demonstrasi
mencuci tangan
yang dilaksanakan
dengan 1 kali
pertemuan

isi mengenai suatu variabel yang dirumuskan berdasarkan

apat diamati (Henri, 2018)

efinisi Operasional

Parameter Alat skala skoring
Ukur
mengetahui: SAP
ertian PHBS
am macam PHBS
faat PHBS
an PHBS
ria PHBS disekolah

25

Perilaku Hidup Perilaku Hidup
Bersih dan
Sehat: Bersih Sehat

1. Pengetahuan Merupakan bentuk
PHBS di
sekolah praktik penerapan

perilaku hidup

bersih dan sehat

(PHBS) yang sesuai

d1en. gan indikator

PHBS pada tatanan

sekolah

Kemampuan Konsep P

kognitif anak 1. Penger

tentang PHBS yang 2. Macam

diukur menggunakan 3. Manfa

kuesioner dengan 4. Tujuan

pilihan jawaban 5. Kriteri

benar-salah, meliputi

respon tahu dan

paham

2. Sikap Kemampuan 2. Kriteri
terhadap evaluatif meliputi a. Me
PHBS di respon kognitif, den
sekolah afektif dan konatif me
terhadap PHBS me
yang diukur

PHBS: Kuesioner Ordinal Jawaban
rtian PHBS pilihan Benar, skor 1
m macam PHBS tunggal Salah, skor 0
aat PHBS Kategori data
n PHBS pengetahuan:
ia PHBS disekolah 1. Baik, 76%-100%
2. Cukup, 56%-75%
3. Kurang, 40%-55%
(Hayati, 2020)

ia PHBS disekolah Kuesioner Ordinal a. Skor jawaban
encuci tangan dengan kuesioner favorable:
ngan sabun dan air skala • Setuju, skor 3
engalir dengan Likert • Ragu-ragu, skor 2
etode 6 langkah. • Tidak setuju, skor 1

26

3. Tindakan menggunakan b. Ko
mencuci kuesioner skala yan
tangan pakai Likert meliputi sek
sabun pernyataan
favorable: S: 3, R:2, c. Me
TS: 1, pernyataan ber
Unfavorable: S: 1,
R: 2, TS: 3 d. Ola
ter
Kemampuan
mempraktikan e. Tid
ketrampilan dil
prosedur mencuci
tangan pakai sabun f. Me
pad

g. Me
bad
tin

h. Me
nya

3. Mencu
sabun
dengan
langka

onsumsi jajanan Ceklis Ordinal b. Skor jawaban
ng sehat dikantin Kemamp kuesioner unfavorable:
kolah. uan • Setuju, skor 1
enggunakan jamban • Ragu-ragu, skor 2
rsih dan sehat. • Tidak setuju, skor 3
ahraga secara
ratur dan terukur. Kategori data sikap:
dak merokok a) Positif, bila > mean
lingkungan sekolah. b) Negatif, bila < mean
embuang sampah
da tempatnya. Tindakan
enimbang berat Benar, skor 1
dan dan mengukur Salah, skor 0
nggi badan. Kategori data tindakan:
emberantas jentik a. Baik, 76%-100%
amuk b. Cukup, 56%-75%
uci tangan dengan c. Kurang, 40%-55%
dan air mengalir (Hayati, 2020)
n metode 6
ah.

27

3.7 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subyek dan

proses pengumpulan karakteristik subyek yang diperlukan dalam suatu
penelitian. Pada penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan
menggunakan jenis kuesioner closed ended question. Peneliti memberikan
pernyataan kemudian peneliti mencantumkan alternatif jawaban yang tersedia
“benar” atau “salah” sehingga responden memilih salah satu jawaban tersebut.
Kuesioner dirumuskan oleh peneliti berdasarkan parameter yang telah
dirumuskan dalam definisi operasional
3.7.1 Instrumen pengumpulan data

Pengumpulan data merupakan kegiatan peneliatian untuk
mengumpulkan data. Sebelum melakukan pengumpulan data, perlu dilihat alat
ukur pengumpulan data agar memperkuat hasil penelitian. Alat ukur yang
digunakan pada pengumpulan data penelitian ini berupa kuisioner yang
diberikan kepada responden.
3.7.2 Prosedur Pengumpulan data
1. Sebelum melakukan penelitian, mengurus surat pengantar di Kampus D3

Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang
2. Setelah mendapatkan izin dari kampus, peneliti memberikan surat pengantar

diberikan ke SD Negeri Penataran 03
3. Mengambil sampel secara total sampling
4. Membina hubungan saling percaya dengan responden dan menjelaskan

maksud, tujuan, teknik pelaksanaan, kerahasiaan data, dan manfaat dari

28

penelitian dan Melakukan penanda tanganan informed consent Melakukan
kontrak waktu dengan responden.
5. Melakukan pengambilan data menggunakan kuesioner kepada responden
yang telah ditentukan.
6. Data yang telah terkumpul selanjutnya akan diolah dalam bentuk tabel dan
dianalisa.
3.8 Pengolahan Data, Analisis Data Dan Penyajian Data
3.8.1 Pengolahan Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan deskriptif kuantitatif, stelah
melakukan pengumpulan data, selanjutnya peneliti melakukan Langkah-langkah
dalam pengolahan data dengan cara sebagai berikut :
1. Persiapan
Mengecek dan merapikan data untuk mempermudah pengolahan lanjutan
dan menganalisis:
a) Memeriksa nama dan kelengkapan identitas responden
b) Memeriksa kelengkapan data
c) Memeriksa macam pengisian data untuk menghindari kekeliruan pengisian
oleh responden.
2. Editing (Penyuntingan data) peneliti melakukan pemeriksaan data yang
diperoleh dari jawaban responden, melihat adanya kekurangan atau
kekosongan data yang dikumpulkan. Hal ini dilakukan dilapangan.
Selanjutnya penulis dapat menganalisa data.

29

3. Scoring, pada tahap ini dilakukan dengan memberi nilai semua jawaban

responden untuk memudahkan pengolahan data.

4. Coding, peneliti memberikan kode pada kuesioner yang terpilih. Tujuan

pemberian kode untuk mengubah data berbentuk kalimat menjadi angka atau

bilangan.

5. Entry data, peneliti memasukkan atau memindahkan kode dari data yang ada

di kuesioner ke dalam program komputer yang digunakan

6. Tabulating, peneliti menyusun data dengan cara mengelompokkan data

sehingga mudah dijumlah dan disusun sesuai dengan yang diinginkan peneliti

(Hidayat, 2016)

3.8.2 Analisis Data

Analisis data merupakan penyusunan data secara sistematis dari hasil kuesioner

yang didapatkan. Dihitung dengan rumus yang dijelaskan oleh (Hayati, 2020)

Keterangan : P: Presentase
P = × 100% F: Jumlah jawaban benar

N: Jumlah Soal

Dengan hasil perhitungan diklasifikasikan :

a. Baik : 75-100%

b. Cukup : 56-75%

c. Kurang : >55%

30

3.8.3 Penyajian Data
Dari hasil pengolahan data, penyajian data akan dijelaskan secara diskriptif

dan ditulis dalam bentuk daftar tabel.
3.9 Etika penelitian

1. Penelitian yang bersifat sukarela artinya sebagai peneliti tidak melakukan
pemaksaan terhadap calon responden.

2. Terdapat lembar persetujuan yang berisi tentang penelitian yang akan dilakukan,
tujuan penelitian, tata cara penelitian, manfaat yang diperoleh responden, dan
resiko yang mungkin akan terjadi. Lembar pernyataan harus ditulis dengan jelas
supaya mudah dipahami oleh responden.

3. Peneliti akan menjaga kerahasiaan dengan tidak menuliskan nama asli responden
dan akan menggantinya dengan menuliskan kode (Hidayat, 2016)

31

BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Area Penelitian
UPT SD Negeri Penataran 03 Kabupaten Blitar merupakan institusi

pendidikan dasar yang terletak diwilayah pedesaan perkebunan Candi Sewu,
tepatnya di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Menuju lokasi
SDN Penataran 03 cukup sulit karena akses jalan menuju lokasi jauh dari
perkotaan dan masih banyak aspal yang rusak dan bolong. Adapun batas lokasi
SDN Penataran 03 yaitu: (1) sebelah timur berbatasan dengan jalan raya dan
pemukiman penduduk, (2) sebelah barat berbatasan dengan pertokoan dan
pemukiman penduduk, (3) sebelah selatan berbatasan dengan taman kanak kanak
dan pemukiman penduduk, (4) sebelah utara berbatasan dengan pemukiman
penduduk.

Sarana dan prasarana di sekolah yang resmi berdiri pada tahun 1956.
Saat ini telah memiliki fasilitas, yaitu: 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang kepala
sekolah, 1 ruang dapur, 1 ruang perpustakaan sekolah, 1 ruang UKS, 1 mushola
dan tempat wudhu, 2 kamar mandi siswa, 2 kamar mandi guru, 2 kantin, 1 gudang,
1 ruang tenis meja (Profil Sekolah th. 2022). SD juga dilengkapi dengan Radio
sekolah. Kelengkapan sarana dan prasarana sekolah tersebut mampu mendukung
proses pembelajaran, sehingga ketercapaian indikator dan tujuan pembelajaran
lebih mudah.

32


Click to View FlipBook Version