Visi SD Penataran 03, yaitu: “Unggul dalam prestasi berwawasan iptek
dan imtaq dengan Misi, yaitu: (1) Menciptakan suasana sekolah yang kondusif
dengan pola MBS. (2) Menumbuh kembangkan iklim kompetensi yang sehat. (3)
Menanakan nilai-nilai kemanusiaan hak asasi manusia dan demokrasi. (4)
Mengembangkan sekolah sebagai pusat Pendidikan kebudayaan dan pembinaan
nilai agama. (5) Menanamkan konsep dasar IPTEK untuk Pendidikan lebih lanjut
Kegiatan pembelajaran hari Senin-Kamis dilaksanakan pada pukul
07.00-11.00 wib dan hari Jumat-Sabtu dilaksanakan pukul 07.00-10.00 wib. Setiap
hari Senin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan kegiatan upacara bendera,
dan Selasa-Jumat sebelum kegiatan pembelajaran diadakan kegiatan senam
kesegaran jasmani.
Jumlah siswa di SDN Penataran 03 pada tahun ajaran 2021/2022 yaitu,
kelas 1 sebanyak 12 siswa, kelas 2 sebanyak 15 siswa, kelas 3 sebanyak 15 siswa,
kelas 4 sebanyak 17 siswa, kelas 5 sebanyak 17 siswa, kelas 6 sebanyak 19 siswa.
Dan total keseluruhan siswa yaitu sebanyak 95 siswa.
4.2 Deskripsi Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Untuk memperoleh data penelitian pada variable Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat, maka prosedur treatment yang dilakukan meliputi tiga tahapan yaitu
pretest, perlakuan dan posttest.
Sebelum pelaksanaan perlakuan, peneliti mengajukan inform consent
kepada calon responden untuk menjadi responden penelitian yang sebelumnya
diberikan penjelasan tentang keikutsertaan sebagai responden. Langkah
33
berikutnya sebelum treatment responden diberikan pre-test menggunakan metode
wawancara melalui ceramah didepan kelas.
Proses pelaksanaan treatment dalam penelitian ini dengan melakukan
implementasi edukasi dengan menampilkan PPT penjelasan tentang PHBS dan
video animasi PHBS karya Mizzu Gunn (link youtube: https://youtu.be/mIM-i-
KGgPk) kepada responden, dan sebelum pelaksanaan edukasi dimulai, responden
diberikan handsanitizer dan sabun cuci tangan pada masing-masing responden
guna untuk melakukan tindakan cuci tangan pakai sabun. Posttest dilakukan
setelah pelaksanaan treatment dengan menggunakan metode wawancara melalui
ceramah. Strategi pelaksanaan edukasi yang telah dilakukan dalam proses
treatment, meliputi:
1. Melakukan persiapan.
Sebelum pelaksanaan perlakuan yang perlu disiapkan, yaitu: (a)
Melakukan kontrak waktu dengan walikelas dan siswa (b) mempersiapkan LCD
Proyektor dan speaker.
2. Melakukan edukasi melalui ceramah dengan media Video animasi
Kegiatan pendahuluan, hal yang dilakukan fasilitator selama 5 menit
meliputi: (1) Mengucapkan salam. (2) Memperkenalkan diri. (3) Menyampaikan
tujuan edukasi. (4) Melakukan apersepsi tentang PHBS pada responden.
Kegiatan Inti, langkah yang dilakukan fasilitator selama 20 menit, yaitu:
(1) menyampaikan materi pada PPT tentang PHBS, meliputi: (a) menjelaskan
pengertian PHBS secara umum. (b) menyebutkan macam-macam PHBS dan
tatanan PHBS yang ada disekolah. (c) Menjelaskan manfaat PHBS.
34
(d) Menjelaskan tujuan PHBS (e) Menyebutkan Kriteria atau indicator yang ada
disekolah (2) Menampilkan video animasi PHBS disekolah. (3) Melakukan tanya
jawab.
Kegiatan penutup, hal yang dilakukan fasilitator selama 5 menit,
meliputi: (1) Mengajukan pertanyaan kepada responden terhadap keyakinan
terhadap PHBS. (2) Melihat respon responden tentang PHBS (respon keyakinan)
(3) Membuat kesimpulan terhadap materi yang telah dibahas Bersama (4)
Menyampaikan pesan tentang vaksiasi covid-19 kepada responden untuk diikuti (5)
Mengucapkan Terimakasih, Permohonan maaf, dan salam penutup.
4.3 Deskripsi Responden Penelitian
Subyek penelitian ini diambil secara nonrandom ditetapkan dengan
memperhatikan saran Notoadmodjo (2010) yaitu dengan menggunakan tehnik
purposive sampling sebanyak 34 responden yang meliputi siswa kelas 4 dan 5
tahun pelajaran 2021/2022, yang datang ke sekolah pada saat penelitian
berlangsung, dan bersedia menjadi responden penelitian. Adapun karakteristik
responden dalam penelitian ini dapat dijelaskan, sebagai berikut :
4.3.1 Karakteristik Responden Menurut Umur
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Menurut Umur
No. Umur F%
1. 9 tahun 00
2. 10 tahun 11 32
3. 11 tahun 20 59
4. 12 tahun 39
Jumlah 34 100
Sesuai Tabel 4.1 diketahui mayoritas umur responden adalah berusia
11 tahun Sebanyak 59% (20 reponden)
35
4.4 Data Khusus
4.4.1 Data Pengetahuan Hasil Pretest dan Posttest
Tabel 4.2 Tabel silang pengetahuan siswa tentang Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat sebelum dan sesudah diberikan intervensi, Mei 2022 (n=34)
No. Pengetahuan Pengetahuan Posttest Total
Pretest Baik Cukup Kurang
f % f %F% f%
1. Baik 22 65 22 65
2. Cukup 8 23 3 9 11 32
3. Kurang 13
13 34 100
Jumlah 30 88 4 12 - -
Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa pengetahuan hasil pretest
didapatkan 3% (1 anak) kurang, 32% (11 anak) cukup dan 65% (22 anak)
baik, setelah intervensi hasil posttest dari 3% (1 anak) kurang meningkat
menjadi cukup, dari 32% (11 anak) cukup meningkat menjadi 23% (8 anak)
baik dan 9% (3 anak) tetap cukup, dan dari 65% (22 anak) tetap baik,
sehingga total menjadi 12% (4 anak) cukup dan 88% (30 anak) baik.
4.4.2 Data Sikap Hasil Pretest Posttest
Tabel 4.3 Tabel silang sikap siswa tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat sebelum dan sesudah diberikan intervensi, Mei 2022. Mei 2022 (n=34)
No. Sikap Sikap Posttest Total
Pretest
Positif Negative f%
1. Positif 24 71
2. Negatif f% f % 10 29
34 100
Jumlah 24 71
1 3 9 26
25 74 9 26
Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa sikap sebelum
intervensi/pretest didapatkan 71% (24 anak) positif dan 29% (10 anak)
negative, setelah intervensi/posttest dari 29% (10 anak) negative,
36
meningkat 3% (1 anak) menjadi positive dan 26% (9 anak) tetap negative
dan 71% (24 anak) tetap positif. Sehingga total posttest menjadi 74% (25
anak) positif dan 26% (9 anak) negative.
4.4.3 Data Tindakan Hasil Pretest Posttest
Tabel 4.4 Tabel silang tindakan siswa Tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat sebelum dan sesudah diberikan intervensi, Mei 2022 (n=34)
No. Tindakan Tindakan Posttest Total
Pretest Baik Cukup Kurang
f % f %F% f%
1. Baik
2. Cukup 15 44 - - 15 44
3. Kurang 9 27 10 29 19 56
24 71 10 29 34 100
Jumlah
Berdasarkan tabel 4.4 diatas diketahui Tindakan sebelum
intervensi/pretest didapatkan 44% (15 anak) cukup dan 56% (19 anak)
kurang, setelah dilakukan intervensi/posttest dari 56% (19 anak) dengan
hasil kurang, meningkat menjadi 29% (10 anak) cukup dan 27% (9 anak)
baik, dan 44% (15 anak) cukup, meningkat menjadi 44% (15 anak) baik.
Sehingga total posttest menjadi 71% (24 baik) dan 29% (10 anak) cukup.
4.5 Pembahasan
Berdasarkan tabel hasil data pengetahuan, sikap dan tindakan,
didapatkan hasil bahwa Pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap perilaku
hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah. Hal ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Jimkesmas, 2017), didapatkan perbedaan sebelum dan
sesudah Pendidikan kesehatan
37
4.5.1 Pengetahuan
Berdasarkan hasil penelitian pada 34 responden yang merupakan siswa
kelas 4 dan 5 di SDN Penataran 03 yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2022,
diketahui mayoritas siswa berusia 11 tahun dengan tingkat pengetahuan diketahui
bahwa sebelum intervensi/pretest didapatkan 3% (1 anak) kurang, 32% (11 anak)
cukup dan 65% (22 anak) baik, setelah intervensi/posttest dari 3% (1 anak) kurang
meningkat menjadi cukup, dari 32% (11 anak) cukup meningkat menjadi 23% (8
anak) baik dan 9% (3 anak) tetap cukup, dan dari 65% (22 anak) tetap baik,
sehingga total menjadi 12% (4 anak) cukup dan 88% (30 anak) baik.
Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pemberi informasi
agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan
kemahiran, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada penerima informasi.
Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu seseorang agar
dapat belajar dengan baik (Djamaluddin & Wardana, 2019). Tingkat pengetahuan
seseorang mencerminkan seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki orang
tersebut. Pengetahuan yang mencakup dalam domain kognitif mempunyai 6
tingkatan. (1) Tahu (know) artinya kemampuan mengingat suatu materi yang
sudah dipelajari, (2) memahami (comprehension) artinya kemampuan
menjelaskan secara benar tentang yang diketahui, (3) aplikasi (application) artinya
kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari. (4) analisis (analysis)
artinya kemampuan menjabarkan materi dalam suatu komponen, (5) sintetis
(synthetic) artinya kemampuan menghubungkan bagian dalam bentuk keseluruhan
38
yang baru, (6) dan evaluasi(evaluation) artinya kemampuan melakukan penelitian
suatu materi (Notoatmodjo, 2012).
Menurut peneliti bahwa Pengetahuan merupakan hal yang penting
dalam pembentukan tindakan seseorang, karena pengetahuan diperlukan sebagai
dorongan psikis dalam menumbuhkan sikap dan perilaku. Pengetahuan menjadi
dasar dari seseorang untuk melakukan suatu perilaku tertentu. Tingkatan
pengetahuan dapat menentukan sejauh mana tingkat kemampuan seseorang
dalam memahami segala sesuatu yang diketahuinya. Pembelajaran mempengaruhi
kemampuan responden dalam mengingat dan memahami informasi. Pengetahuan
PHBS siswa sebelum dan sudah diintervensi mayoritas hasil cukup baik,
Kurangnya penyuluhan dan pembahasan dapat mempengaruhi perkembangan
pengetahuan responden mengenal PHBS, dan setelah dilakukan intervensi dengan
Pendidikan kesehatan meningkat menjadi mayoritas baik, dengan kesimpulan
Pendidikan kesehatan yang sudah dilakukan mempengaruhi ranah pengetahuan
siswa.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan
oleh (Jimkesmas, 2017) yaitu pada siswa SD Negeri 12 poasia Kota Kendari
bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberi intervensi edukasi PHBS
terhadap pengetahuan responden. Hasil paparan diatas dapat memberikan
gambaran yang jelas bahwa terjadi peningkatan pengetahuan PHBS pada siswa.
Kondisi demikian menandakan bahwa intervensi dalam bentuk Pendidikan
kesehatan dalam bentuk ceramah dan Video animasi memberikan pengaruh
39
terhadap peningkatan dan perbedaan yang bermakna pada pengetahuan PHBS di
SDN Penataran 3.
4.5.2 Sikap
Berdasarkan hasil penelitian pada 34 responden yang merupakan siswa
kelas 4 dan 5 di SDN Penataran 03 yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2022,
diketahui mayoritas siswa berusia 11 tahun dengan sikap diketahui bahwa sebelum
intervensi/pretest didapatkan 71% (24 anak) positif dan 29% (10 anak) negative,
setelah intervensi/posttest dari 29% (10 anak) negative, meningkat 3% (1 anak)
menjadi positive dan 26% (9 anak) tetap negative dan 71% (24 anak) tetap positif.
Sehingga total posttest menjadi 74% (25 anak) positif dan 26% (9 anak) negative.
Menurut (Notoatmodjo, 2012), sikap adalah reaksi atau respon yang
masih tertutup dari seseorang atau individu terhadap suatu stimulus atau objek.
Menurut Newcomb sikap adalah kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan
bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap adalah kesiapan untuk
melakukan reaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan
terhadap objek. Proses terbentuknya sikap dan reaksi. Sikap terdiri dari tiga
komponen utama: Komponen kognitif (pengetahuan), sikap mengandung suatu
pemikiran atau kepercayaan terhadap seseorang atau suatu objek. Komponen
afektif (perasaan), komponen ini berhubungan dengan perasaan emosi tentang
seseorang atau sesuatu. Komponen konatif (perilaku/kecenderungan), sikap
terbentuk dari tingkah laku seseorang dan perilakunya
Menurut peneliti sikap adalah peranan penting dari terbentuknya
perilaku karena sikap siswa sangat dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki,
40
sehingga diharapkan siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang PHBS.
Sikap siswa sebelum diberikan intervensi mayoritas positif dan setelah diberikan
intervensi mayoritas tetap positif, pada kuisioner sikap ini hanya ada 1 sikap siswa
saja yang meningkat.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan
oleh (Jimkesmas, 2017) yaitu pada siswa SD Negeri 12 poasia Kota Kendari
bahwa Hasil pre test respoden yang memiliki sikap negatif berubah menjadi positif
setelah diberi intervensi menggunakan metode demonstrasi dengan bantuan media
poster dan diukur saat post test. Hal ini, bermakna secara statistik sehingga
diperoleh, bahwa pendidikan kesehatan dengan menggunakan demonstrasi
berpengaruh terhadap peningkatan sikap responden tentang PHBS sebelum dan
sesudah intervensi. Hasil paparan diatas dapat memberikan gambaran yang jelas
bahwa terjadi peningkatan sikap PHBS pada siswa. Kondisi demikian menandakan
bahwa intervensi dalam bentuk Pendidikan kesehatan dalam bentuk ceramah dan
Video animasi memberikan pengaruh terhadap peningkatan dan perbedaan yang
bermakna pada sikap PHBS di SDN Penataran 3.
4.5.3 Tindakan CTPS
Berdasarkan hasil penelitian pada 34 responden yang merupakan siswa
kelas 4 dan 5 di SDN Penataran 03 yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2022,
diketahui mayoritas siswa berusia 11 tahun dengan tingkat tindakan CTPS
diketahui sebelum intervensi/pretest didapatkan 44% (15 anak) cukup dan 56%
(19 anak) kurang, setelah dilakukan intervensi/posttest dari 56% (19 anak) dengan
hasil kurang, meningkat menjadi 29% (10 anak) cukup dan 27% (9 anak) baik, dan
41
44% (15 anak) cukup, meningkat menjadi 44% (15 anak) baik. Sehingga total
posttest menjadi 71% (24 baik) dan 29% (10 anak) cukup.
Menurut (Notoatmodjo, 2012), tindakan adalah mekanisme dari suatu
pengamatan yang muncul dari persepsi sehingga ada respon untuk melakukan
suatu tindakan. Jadi, tindakan adalah sebuah perbuatan yang merupakan respon
dari hasil pengamatan yang memunculkan persepsi. Saat seseorang melihat
sesuatu atau mendengarkan sesuatu. Maka akan membangun suatu persepsi,
contohnya suatu penilaian apakah suka dengan hal tersebut atau sebaliknya.
Apakah membutuhkan hal tersebut atau tidak, dan seterusnya. Hasil persepsi ini
kemudian memunculkan aksi, aksi inilah yang disebut sebagai tindakan.
Sehingga perbuatan apapun yang merupakan bentuk reaksi seseorang terhadap
suatu hal. Maka reaksi inilah yang disebut sebagai tindakan. Tindakan ini bisa
hanya diam saja, berlari, tertawa, dan lain-lain.
Menurut peneliti, tindakan siswa sebelum diberikan intervensi
mayoritas kurang, dan setelah dilakukan intervensi meningkat menjadi mayoritas
baik karena kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dari kemauan siswa atau
sikap siswa sendiri, serta dari Pendidikan kesehatan CTPS yang mereka dapatkan.
Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan
oleh (Jimkesmas, 2017) yaitu pada siswa SD Negeri 12 poasia Kota Kendari
bahwa ada perbedaan yang bermakna tindakan responden sesudah diberikan
edukasi lebih baik dari sebelum diberikan edukasi pada kelompok intervensi,
Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap
peningkatan tindakan responden tentang PHBS. Hasil paparan diatas dapat
42
memberikan gambaran yang jelas bahwa terjadi peningkatan tindakan PHBS pada
siswa. Kondisi demikian menandakan bahwa intervensi dalam bentuk Pendidikan
kesehatan dalam bentuk ceramah dan Video animasi memberikan pengaruh
terhadap peningkatan dan perbedaan yang bermakna pada tindakan PHBS di SDN
Penataran 3.
43
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan dibahas kesimpulan dan saran tentang pendidikan
kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia dasar
di SDN Penataran 03 Nglegok Blitar
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan serta pembahasan yang telah peneliti
lakukan di bab 4, maka dapat disimpulkan dengan Pendidikan kesehatan
berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan pada anak usia sekolah,
dengan hasil nilai yang diperoleh yaitu :
1. Siswa yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 65% (22 responden)
menjadi 88% (30 responden).
2. Siswa yang memiliki sikap positif meningkat dari 71% (24 responden) menjadi
74% (25 responden).
3. Siswa yang memiliki tindakan CTPS baik meningkat dari 0% (0 responden)
menjadi 71% (24 responden).
5.2 Saran
1. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan tenaga pendidik mengaplikasikan program Pendidikan
Kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa dan dilanjutkan selalu
44
menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari hari misalnya di sekolah maupun
di rumah.
2. Bagi Institusi Kesehatan
Diharapkan dapat menjadi ilmu tambahan dalam proses pembelajaran
dan pengembangan ilmu keperawatan komunitas.
45
DAFTAR PUSTAKA
Anugerah, M. F., . H., Yulianti, W., & Juariah, S. (2019). PENYULUHAN CUCI
TANGAN PAKAI SABUN DI SDN 128 PEKANBARU KELURAHAN
RANTAU PANJANG PEKANBARU. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Multidisiplin, 3(1), 29–35. https://doi.org/10.36341/JPM.V3I1.980
Apriany, D., Tinggi, S., Kesehatan, I., Achmad, J., Cimahi, Y., & Barat, J. (2012).
Perbedaan Perilaku Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Diberikan
Pendidikan Kesehatan Pada Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Keperawatan
Soedirman, 7(2), 60–66. https://doi.org/10.20884/1.JKS.2012.7.2.357
Djamaluddin, A., & Wardana. (2019). Belajar Dan Pembelajaran. CV Kaaffah
Learning Center.
Hayati, R. (2020). Pengertian Purposive Sampling, Teknik Pengambilan, dan
Contohnya. Penelitianilmiah.Com.
Henri. (2018). METODE PENELITIAN. Angewandte Chemie International Edition,
6(11), 951–952., 71–91.
Hidayat. (2016). METODE PENELITIAN A . Jenis dan Desain Penelitian Jenis
penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan
terhadap sekumpulan objek yang bertujuan untuk melihat gambaran fenomena (
termasuk kesehatan ) yang terjadi di dalam suatu. 21–30.
Jimkesmas. (2017). Hidup, Perilaku Dan, Bersih Murid, Sehat Sekolah, Kelas V
Negeri, Dasar. 2(5), 1–9.
Julianti, R., Nasirun, M., & Wembrayarli, W. (2018). PELAKSANAAN PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI LINGKUNGAN SEKOLAH.
Jurnal Ilmiah Potensia, 3(2), 76–82. https://doi.org/10.33369/JIP.3.2.76-82
Kartika, S., Husni, H., & Millah, S. (2019). Pengaruh Kualitas Sarana dan Prasarana
terhadap Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 7(1), 113.
https://doi.org/10.36667/JPPI.V7I1.360
Maulida, D. Y., Ernyasih, E., & Andriyani, A. (2019). EDUKASI DAN
PENDAMPINGAN PRAKTEK CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)
PADA ANAK-ANAK DI TK AL-KHOIROT KELURAHAN PONDOK
JAGUNG TIMUR. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM
UMJ, 0(0). https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat/article/view/5423
Nasution, S. (2017). Variabel penelitian. Raudhah, 05(02), 1–9.
46
Notoatmodjo, S. (2012a). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012b). PROMOSI KESEHATAN DAN PERIAKU KESEHATAN
(cetakan pe). PT Rineka Cipta, Jakarta.
Pemilihan, G., Jajanan, M., Anak, P., & Sekolah Dasar, U. (2017). Gambaran
Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal
Keperawatan BSI, 5(1). https://doi.org/10.31311/.V5I1.1774
Pengabdian Kesehatan Masyarakat JPKM, J., Rofia Nurfadillah, A., & Studi
Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo, P. (2020). PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH PADA MASA ADAPTASI
KEBIASAAN BARU (NEW NORMAL). JPKM : Jurnal Pengabdian
Kesehatan Masyarakat, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.37905/.V1I1.7676
Prasetyo, Y. B., Hudha, A. M., & Mayangsari, W. T. (2014). Pelaksanaan Program
Usaha Kesehatan Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Pada
Anak Usia Sekolah Dasar di Lombok Timur. Jurnal Kedokteran YARSI, 22(2),
102–113. https://doi.org/10.33476/JKY.V22I2.306
Purnama, L. A. (2019). Sleep Hygiene Dengan Gangguan Tidur Remaja. Jurnal
Keperawatan, 8(1), 30–36. https://doi.org/10.47560/KEP.V8I1.80
Rompas, M., Tuda, J., & Ponidjan, T. (2013). HUBUNGAN ANTARA PERILAKU
CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN TERJADINYA DIARE PADA
ANAK USIA SEKOLAH DI SD GMIM DUA KECAMATAN TARERAN.
JURNAL KEPERAWATAN, 1(1).
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/2201
Sari, I. P. T. P. (2013). PENDIDIKAN KESEHATAN SEKOLAH SEBAGAI
PROSES PERUBAHAN PERILAKU SISWA. Jurnal Pendidikan Jasmani
Indonesia, 9(2). https://doi.org/10.21831/JPJI.V9I2.3017
Studi, P., Guru, P., & Dasar, S. (2016). BUDAYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI
SEKOLAH DASAR UNTUK MEMBANGUN GENERSI MUDA YANG
BERKARAKTER. TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 3(1).
https://doi.org/10.30738/TRIHAYU.V3I1.731
Subqi, I., Pengembangan, D., Islam, M., & Salatiga, I. (2016). POLA KOMUNIKASI
KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK. INJECT
(Interdisciplinary Journal of Communication), 1(2), 165–180.
https://doi.org/10.18326/INJECT.V1I2.165-180
Tabi’in, A. (2020). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Usia Dini
sebagai Upaya Pencegahan Covid 19. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 6(1), 58–73.
https://doi.org/10.18592/JEA.V6I1.3620
47
Lampiran 1. Lembar SAP
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok pembahasan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Sasaran : siswa kelas 4 dan 5
Hari/Tanggal : Senin, 23 Mei 2022
Penyuluh : Bella Zulfadia Ailsaray, Mahasiswa Poltekkes
Kemenkes Malang
Waktu : 60 Menit
Tempat : Ruang Kelas 4 dan 5 di SDN Penataran 03 Nglegok Blitar
A. Latar Belakang
Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, siswa yang
berada di SD Negeri Penataran 03 berjumlah 95 siswa, didapati beberapa siswa
tidak mencuci tangan sebelum makan dikarenakan menganggap tangan
responden masih bersih dari kuman., makanan yang mereka konsumsi
kebanyakan termasuk kedalam makanan yang tidak sehat seperti lidi lidian,
cilok dan cimol yang menggunakan bumbu berwarna merah pekat, dan lain lain,
selain itu ada beberapa siswa yang tidak membuang sampah pada tempatnya,
adapula beberapa siswa setelah melakukan kegiatan olahraga tidak
membersihkan diri seperti mencuci tangan memakai air mengalir.
Penelitian ini mengambil sampel dari total sampling yang berjumlah 34
anak yang terdiri dari kelas 4 dan 5 SD
B. Tujuan Pembelajaran
Tujuan yang ditetapkan sebagai arah dalam proses pembelajaran meliputi :
48
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan tanya
jawab selama 30 menit, klien mampu memahami tentang perilaku hidup bersih dan
sehat disekolah
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan tanya
jawab selama 30 menit, reponden mampu :
a. Menjelaskan Pengertian PHBS secara umum dengan kata kata sendiri
b. Menyebutkan apa saja macam macam dari PHBS dengan tepat
c. Menjelaskan manfaat PHBS dengan benar
d. Menjelaskan tujuan PHBS dengan benar
e. Menyebutkan kriteria (indicator) PHBS yang ada disekolah dengan tepat
C. Materi belajar
Penatalaksanaan PHBS disekolah, meliputi:
3. Pengertian PHBS secara umum
4. Macam macam PHBS
5. Manfaat PHBS
6. Tujuan PHBS
7. Kriteria (indicator) PHBS disekolah
D. Strategi Pembelajaran
1. Model: Paedagogi
2. Strategi: Group Teaching Method
3. Teknik: Ceramah dan Tanya Jawab
4. Langkah-langkah proses pembelajaran
a. Pendahuluan (5 Menit)
1) Mengucapkan salam
2) Mengkaji kesiapan audiens untuk belajar
3) Memberikan sugesti positif
4) Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran
5) Membukan file dalam otak klien melalui apersepsi
49
b. Kegiatan inti (20 Menit)
Tujuan belajar Aktivitas pendidik/fasilitator
Menjelaskan a. Meminta audiens untuk menjelaskan dengan
Pengertian PHBS pengertiannya sendiri
secara umum dengan b. Mengkaitkan pendapat audiens, dilanjutkan
kata kata sendiri dengan menjelaskan dan memberikan
reinforcement
Menyebutkan apa saja a. Menyebutkan macam-macam PHBS
macam macam dari b. Meminta audiens untuk menyebutkan Kembali
PHBS dengan tepat macam-macam PHBS
c. Memberikan reinforcement
Menjelaskan manfaat a. Menjelaskan manfaat PHBS
PHBS dengan benar b. Memberikan kesempatan bertanya pada
audiens
c. Menjawab pertanyaan audiens memberikan
reinforcement
Menjelaskan tujuan a. Menjelaskan tujuan PHBS
PHBS dengan benar b. Meminta audiens untuk menjelaskan kembali
c. Memberikan reinforcement
Menyebutkan kriteria a. Meminta audiens untuk menyebutkan Kembali
(indicator) PHBS yang kriteria (indicator) PHBS yang ada disekolah
ada disekolah dengan b. Membuat kesimpulan dan memberikan
tepat reinforcement
c. Penutup
1) Memberikan pertanyaan sebagai tes formatif
2) Merangkum materi yang telah dibahas bersama
3) Memberikan tugas kepada audiens untuk mencoba menerapkan PHBS
setiap harinya
4) Mengucapkan mohon maaf dan terimakasih
50
E. Media
Media: PPT, Video Animasi
F. Evaluasi Belajar
Evaluasi belajar dilakukan selama awal pembelajaran dan pada akhir
pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan pada klien,
meliputi:
1. PHBS sebagai upaya pencegahan terhadap suatu penyakit atau masalah
kesehatan (Benar/Salah)
2. Macam macam PHBS ada 5 tatanan (Benar/Salah)
3. Meningkatkan semangat belajar merupakan salah satu manfaat bagi peserta
didik (Benar/Salah)
4. Salah satu tujuan dari PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan dan
pengetahuan tentang PHBS bagi setiap peserta didik, guru, dan masyarakat
lingkungan sekolah (Benar/Salah)
5. Tidak merokok di lingkungan sekolah adalah salah satu kriteria PHBS
disekolah (Benar/Salah)
51
Lampiran 2. Materi PHBS
A. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang
dilakukan secara sadar oleh anggota masyarakat sebagai salah satu upaya
preventif (pencegahan terhadap suatu penyakit atau masalah kesehatan) dan
promotive (peningkatan derajat kesehatan) pada seseorang, Perilaku tersebut
diharapkan dapat diterapkan sejak dini pada semua golongan masyarakat
termasuk anak usia sekolah dan mampu menolong dirinya sendiri dibidang
kesehatan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan sekolah adalah
salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya masalah-
masalah kesehatan pada anak usia sekolah. PHBS disekolah adalah semua
perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran oleh peserta didik, guru dan
masyarakat lingkungan sekolah melalui UKS (usaha kesehatan sekolah)
sebagai hasil pembelajaran sehingga bisa melakukan pencegahan penyakit,
meningkatkan kesehatan individu dan berperan aktif dalam mewujudkan
lingkungan yang sehat
Periode anak usia sekolah sangatlah rawan dan mudah terserang
berbagai penyakit terutama berhubungan dengan perut seperti diare, typus, dan
cacingan, karena disekolah tidak hanya belajar akan tetapi banyak kegiatan
seperti bermain, bersentuhan, ataupun bertukar barang dengan teman,. Perilaku
hidup bersih dan sehat yang sederhana dalam mengatasi kuman yaitu seperti
kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir (hand hygiene),
dan memotong kuku dengan teratur merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi,
dan dapat menurunkan angka ketidakhadiran pada kelas.
52
B. Macam macam PHBS
Setiap tatanan dalam PHBS merupakan tempat masyarakat melakukan
aktivitas sehari-hari, dengan memperdayakan masyarakat, siswa dan guru agar
tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dilingkungan sekitarnya
dan selalu berperan aktif untuk menwujudkan lingkungan yang bersih dan
sehat. Berikut 5 tatanan PHBS menurut Kemenkes RI (2018) yaitu :
1. PHBS di tatanan rumah tangga.
2. PHBS di tatanan sekolah.
3. PHBS di tempat kerja.
4. PHBS di sarana kesehatan
5. PHBS di tempat umum.
C. Manfaat PHBS
Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tatanan sekolah diantaranya:
1. Manfaat bagi peserta didik
a. Meningkatkan kesehatan peserta didik.
b. Meningkatkan semangat belajar.
c. Meningkatkan produktivitas belajar.
d. Menurunkan angka absensi karena sakit.
2. Manfaat bagi warga sekolah
a. Meningkatnya semangat belajar peserta didik berdampak positif
terhadap pencapaian target dan tujuan.
b. Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan orang tua .
c. Meningkatkan citra sekolah yang positif.
3. Manfaat bagi sekolah
a. Adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan PHBS dilingkungan
sekolah.
b. Adanya dukungan buku pedoman dan media promosi PHBS di sekolah.
4. Manfaat bagi masyarakat
a. Mempunyai lingkungan sekolah yang sehat.
53
b. Dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh
sekolah (Studi et al., 2016).
D. Tujuan PHBS
Tujuan utama dari gerakan PHBS yaitu untuk meningkatkan kualitas
kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi
individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih
dan sehat (Kemenkes RI, 2018), Sedangkan tujuan dari PHBS di sekolah dalam
jurnal penelitian Taryatman (2016) yaitu:
1. Meningkatkan pengetahuan tentang PHBS bagi setiap peserta didik, guru,
dan masyarakat lingkungan sekolah.
2. Meningkatkan peran serta aktif setiap peserta didik, guru, dan masyarakat
lingkungan sekolah untuk mempraktikkan PHBS disekolah.
3. Memandirikan setiap peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan
sekolah untuk mempraktikkan PHBS
E. Kriteria (indicator) PHBS disekolah
Terdapat delapan kriteria PHBS ditatanan sekolah diantaranya :
1. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.
3. Membrantas jentik nyamuk.
4. Membuang sampah pada tempatnya.
5. Olahraga secara teratur dan terukur.
6. Tidak merokok di lingkungan sekolah.
7. BAB BAK pada tempatnya dengan menggunakan kamar mandi dan jamban
yang bersih.
8. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6
bulan sekali
54
Lampiran 3. Lembar Informed Consent
INFORMED CONSENT
(Lembar Persetujuan Partisipan)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
Setelah mendapat keterangan serta mengetahui manfaat dan tujuan penelitian
yang berjudul “Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat” (*setuju/tidak setuju) diikut sertakan dalam penelitian dengan catatan apabila
sewaktu-waktu dirugikan dalam bentuk apapun berhak membatalkan persetujuan ini.
Demikian surat pernyataan ini saya buat tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Peneliti Blitar,……….……….2022
Responden
Bella Zulfadia Ailsaray ()
P17230191032
*) Coret yang tidak perlu.
55
Lampiran 4. Kisi-Kisi Pemyusunan Kuesioner Pengetahuan
KISI-KISI PENYUSUNAN KUESIONER PENGETAHUAN
Jenis Institusi : SD Negeri Penataran 3
Alokasi Waktu : 10 Menit
Jumlah Soal :5
Bentuk Soal : Pilihan Tunggal
INDIKATOR NO. KUESIONER
Pengertian PHBS 1 (C2)
Macam macam PHBS 2 (C1)
Manfaat PHBS 3 (C2)
Tujuan PHBS 4 (C2)
Kriteria PHBS disekolah 5 (C1)
56
Lampiran 5. Kisi-Kisi Pemyusunan Kuesioner sikap
KISI-KISI PENYUSUNAN KUESIONER SIKAP
Jenis Institusi : SD Negeri Penataran 3
Alokasi Waktu : 15 Menit
Jumlah Soal : 15
Bentuk Soal : Non-Tes
INDIKATOR NO. KUESIONER
Mencuci tangan dengan Favorable Unfavorable
sabun dan air mengalir
dengan metode 6 langkah. (Positif) (Negatif)
Kognitif afektif Konatif Kognitif afektif Konatif
1
Mengkonsumsi jajanan 2
yang sehat dikantin sekolah.
Menggunakan jamban 3
bersih dan sehat.
Olahraga secara teratur dan 4
terukur.
Tidak merokok 5 5
dilingkungan sekolah.
Membuang sampah pada 6
tempatnya.
Menimbang berat badan dan 7
mengukur tinggi badan.
Memberantas jentik 8
nyamuk.
57
Lampiran 6. Kisi-Kisi Pemyusunan ceklis kemampuan
KISI-KISI PENYUSUNAN CEKLIS KEMAMPUAN
Jenis Institusi : SD Negeri Penataran 3
Alokasi Waktu : 15 Menit
Jumlah Soal : 10
Bentuk Soal : Tindakan kemampuan mencuci tangan
INDIKATOR NO. TINDAKAN
Membasahi tangan sampai lengan bawah 1
Menaruh sabun antiseptic secukupnya 2
Menggosok kedua tangan telapak tangan selama 4 3
hitungan
Menggosok punggung tangan secara bergantian 4
Menggosok sela-sela jari secara bergantian 5
Menggosok buku-buku jari secara bergantian 6
Menggosok ibu jari secara bergantian 7
Menggosok ujung-ujung jari secara bergantian 8
Membilas lengan dan tangan dengan air bersih yang 9
mengalir
Menutup kran menggunakan tisu dan mengeringkan 10
tangan dengan tisu
58
Lampiran 7. Lembar Kuesioner
LEMBAR KUESIONER
Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada
Anak Usia Sekolah
Nomor Responden :…………………. Tanggal :……………………..
A. Data Umum
Petunjuk : Jawablah pertanyaan dibawah ini sesuai kondisi saudara/i saat ini
dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf didepan jawaban yang dipilih.
1. Nama (inisial) :
2. Kelas :
3. Umur :
a. 9 tahun c. 11 tahun
b. 10 tahun d. 12 tahun
4. Jenis kelamin :
a. Laki-laki
b. Perempuan
5. Tinggal bersama :
a. Orang tua
b. Ayah dan anggota keluarga lain (nenek/kakek/paman/bibi)
c. Ibu dan anggota keluarga lain (nenek/kakek/paman/bibi)
d. Lainnya : ………………………
6. Pernah mendapat informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat?
a. Ya
b. Tidak
7. Informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat anda peroleh dari?
a. Guru c. Media sosial
b. Petugas kesehatan d. Media cetak (buku/brosur/koran/majalah)
59
B. Pengetahuan
Petunjuk: Jawablah pertanyaan dengan memilih satu jawaban yang paling benar,
dengan memberikan tanda (X) pada huruf di depan pilihan jawaban anda.
No. Pertanyaan Skor
1. PHBS sebagai upaya pencegahan terhadap suatu penyakit atau
masalah kesehatan
a. Benar
b. Salah
2. Setiap tatanan dalam PHBS merupakan tempat masyarakat
melakukan aktivitas sehari-hari. Apakah tananan disekolah adalah
salah satunya?
a. Benar
b. Salah
3. Manfaat dari PHBS bagi peserta didik yaitu untuk meningkatkan
semangat belajar
a. Benar
b. Salah
4. Tujuan PHBS yaitu meningkatkan kualitas kesehatan dan
pengetahuan tentang PHBS bagi setiap peserta didik, guru, dan
masyarakat lingkungan sekolah
a. Benar
b. Salah
5. Menerapkan PHBS adalah salah satu gaya hidup yang memiliki
banyak manfaat, apakah membuang sampah pada tempatnya
adalah salah satunya?
a. Benar
b. Salah
Keterangan: Pengetahuan
Benar, skor 1
Salah, skor 0
Kategori data pengetahuan :
a. Baik, 76%-100%
b. Cukup, 56%-75%
c. Kurang, 40%-55%
60
C. Sikap
Petunjuk: Di bawah ini ada 8 pernyataan. Baca dan pahami, kemudian silahkan
memilih satu jawaban sesuai pendapat anda, dengan memberikan tanda (X) pada
huruf didepan pilihan jawaban anda.
No. Pernyataan Skor
1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan metode 6
langkah merupakan tindakan untuk mencegah penularan penyakit
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
2. Saya tidak suka beli jajanan kantin sekolah karena jajanan kantin
kurang menarik.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
3. Saya akan membersihkan jamban sekolah saat menjadi petugas uks
agar tidak menjadi tempat penularan penyakit.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
4. Saya selalu mengikuti kegiatan olahraga disekolah secara teratur dan
terukur agar tetap sehat dan bugar.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
5. Saya Tidak merokok dan membawa rokok dilingkungan sekolah
karena saya tahu merokok membahayakan bagi tubuh dan
menimbulkan banyak penyakit.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
6. Saya akan membuang sampah pada tempatnya agar terhindar dari
berbagai penyakit, dan juga mencegah banjir .
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
7. Saya tidak menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan
secara rutin karena tidak begitu penting.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
61
8. Saya tidak ikut membantu melakukan kegiatan memberantas jentik
nyamuk disekolah karena sudah ada petugas kebersihan yang
melakukannya.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
D. CEKLIS KEMAMPUAN MELAKUKAN CTPS
Petunjuk : dibawah ini ada 10 urutan untuk melakukan tindakan mencuci tangan,
kemudian lakukan satu-persatu secara bergantian.
(* harap tidak diisi dahulu, penilaian diisi oleh peneliti)
No. Keterampilan Skor
Benar Salah
1. Membasahi tangan sampai lengan bawah
2. Menaruh sabun antiseptic secukupnya
3. Menggosok kedua tangan telapak tangan selama 4 hitungan
4. Menggosok punggung tangan secara bergantian
5. Menggosok sela-sela jari secara bergantian
6. Menggosok buku-buku jari secara bergantian
7. Menggosok ibu jari secara bergantian
8. Menggosok ujung-ujung jari secara bergantian
9. Membilas lengan dan tangan dengan air bersih yang mengalir
10. Menutup kran menggunakan tisu dan mengeringkan tangan
dengan tisu
Keterangan: Tindakan
Benar, skor 1
Salah, skor 0
62
Lampiran 8. Lembar kunci jawaban
LEMBAR KUNCI JAWABAN
Pendidikan Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada
Anak Usia Sekolah
A. Pengetahuan
No. Pertanyaan Jawaban
1. PHBS sebagai upaya pencegahan terhadap Benar, PHBS adalah salah
suatu penyakit atau masalah kesehatan satu upaya pencegahan
a. Benar terhadap suatu penyakit atau
b. Salah masalah kesehatan
2. Setiap tatanan dalam PHBS merupakan Benar, tatanan ada 5 yakni
tempat masyarakat melakukan aktivitas dirumah tangga, sekolah,
sehari-hari. Apakah tananan disekolah ditempat kerja, sarana
adalah salah satunya? kesehatan dan ditempat
a. Benar umum
b. Salah
3. Manfaat dari PHBS bagi peserta didik yaitu Benar, manfaat bagi peserta
untuk meningkatkan semangat belajar didik yaitu meningkatkan
a. Benar kesehatan, semangat belajar,
b. Salah produktivitas belajar serta
menurunkan angka absensi
karena sakit.
4. Tujuan PHBS yaitu meningkatkan kualitas Benar, Tujuan dari PHBS
kesehatan dan pengetahuan tentang PHBS meningkatkan kualitas
bagi setiap peserta didik, guru, dan kesehatan dan pengetahuan
masyarakat lingkungan sekolah tentang PHBS bagi warga
a. Benar sekolah
b. Salah
5. Menerapkan PHBS adalah salah satu gaya Benar, membuang sampah
hidup yang memiliki banyak manfaat, pada tempatnya adalah salah
apakah membuang sampah pada tempatnya satu gaya hidup yang
adalah salah satunya? memiliki banyak manfaat
a. Benar misalnya mencegah banjir,
b. Salah dan lingkungan bersih
63
B. Sikap
No. Pernyataan Jawaban
1. Mencuci tangan dengan sabun dan air Setuju, CTPS adalah tindakan
mengalir dengan metode 6 langkah untuk mencegah penularan
merupakan tindakan untuk mencegah penyakit.
penularan penyakit
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
2. Saya tidak suka beli jajanan kantin Tidak Setuju, kantin sekolah
sekolah karena jajanan kantin kurang biasanya menyediakan jajanan
menarik. yang sehat dan menarik.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
3. Saya akan membersihkan jamban Setuju, selalu membersihkan
sekolah saat menjadi petugas uks agar jamban secara rutin bertujuan agar
tidak menjadi tempat penularan tidak menjadi tempat penularan
penyakit. penyakit.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
4. Saya selalu mengikuti kegiatan olahraga Setuju, karena dengan berolahraga
disekolah secara teratur dan terukur agar disekolah minimal 2x seminggu
tetap sehat dan bugar. secara teratur dan terukur
a. Setuju menjadikan badan tetap sehat dan
b. Ragu-ragu bugar.
c. Tidak setuju
5. Saya Tidak merokok dan membawa Setuju, Merokok dapat
rokok dilingkungan sekolah karena saya membahayakan bagi tubuh dan
tahu merokok membahayakan bagi menimbulkan banyak penyakit.
tubuh dan menimbulkan banyak
penyakit.
a. Setuju
b. Ragu-ragu
c. Tidak setuju
6. Saya akan membuang sampah pada Setuju, membuang sampah pada
tempatnya agar terhindar dari berbagai tempatnya bertujuan agar
penyakit, dan juga mencegah banjir. terhindar dari berbagai penyakit,
a. Setuju dan juga mencegah banjir, dan
b. Ragu-ragu membuat lingkungan sekitar
c. Tidak setuju menjadi bersih.
64
7. Saya tidak menimbang berat badan dan Tidak setuju, menimbang berat
mengukur tinggi badan secara rutin badan dan mengukur tinggi badan
karena tidak begitu penting. secara rutin sangat penting karena
a. Setuju untuk mengetahui masa
b. Ragu-ragu pertumbuhan kita setiap 3 bulan
c. Tidak setuju sekali, dan selalu mencatatnya.
8. Saya tidak ikut membantu melakukan Tidak setuju, meskipun disekolah
kegiatan memberantas jentik nyamuk sudah ada petugas kebersihan
disekolah karena sudah ada petugas yang melakukan kegiatan
kebersihan yang melakukannya. memberantas jentik nyamuk, kita
a. Setuju sebagai setiap peserta didik, guru,
b. Ragu-ragu dan masyarakat lingkungan
c. Tidak setuju sekolah harus ikut serta,
C. TINDAKAN Keterampilan Jawaban
No.
Benar Salah
1. Membasahi tangan sampai lengan bawah √
2. Menaruh sabun antiseptic secukupnya √
3. Menggosok kedua tangan telapak tangan selama 4 hitungan √
4. Menggosok punggung tangan secara bergantian √
5. Menggosok sela-sela jari secara bergantian √
6. Menggosok buku-buku jari secara bergantian √
7. Menggosok ibu jari secara bergantian √
8. Menggosok ujung-ujung jari secara bergantian √
9. Membilas lengan dan tangan dengan air bersih yang mengalir √
10. Menutup kran menggunakan tisu dan mengeringkan tangan √
dengan tisu
65
TABULASI DATA SEBELUM DIBERIKAN PEN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHA
Pernah Informasi PHBS
diperoleh dari
No. Kelas Umur P/L Tinggal bersama dapat
Guru
informasi Guru
Petugas Kes
1. 4 10 P Orang tua Ya Petugas Kes
2. 4 11 Petugas Kes
3. 4 11 P Orang tua Ya Guru
4. 4 10 Petugas Kes
5. 4 10 L Ayah, nenek Ya Petugas Kes
6. 4 10 Guru
7. 4 10 P Orang tua Ya Petugas Kes
8. 4 10 Guru
9. 4 10 L Orang tua Ya Petugas Kes
10. 4 11 Petugas Kes
11. 4 10 P Orang tua Ya Petugas Kes
12. 4 10 Guru
13. 4 10 P Orang tua Ya Guru
14. 4 11 Petugas Kes
15. 4 11 L Orang tua Ya Guru
16. 4 11 Guru
17. 4 11 P Orang tua Ya Petugas Kes
18. 5 11 Guru
19. 5 12 L Orang tua Ya Petugas Kes
20. 5 12 Guru
21. 5 11 P Orang tua Ya Petugas Kes
22. 5 11 Petugas Kes
23. 5 11 L Orang tua Ya Guru
24. 5 12 Guru
25. 5 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
26. 5 11 Petugas Kes
27. 5 11 L Orang tua Ya Guru
28. 5 11 Guru
29. 5 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
30. 5 10 Petugas Kes
31. 5 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
32. 5 11
33. 5 11 L Orang tua Ya
34. 5 11
Jumlah L Orang tua Ya
P Orang tua Ya
L Orang tua Ya
L Orang tua Ya
P Orang tua Ya
L Orang tua Ya
L Orang tua Ya
P Orang tua Ya
P Orang tua Ya
P Orang tua Ya
L Orang tua Ya
L Orang tua Ya
L Orang tua Ya
P Orang tua Ya
L Orang tua Ya
P Orang tua Ya
L Orang tua Ya
Lampiran 9. Tabulasi data Pretest
NDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN
AT PADA ANAK USIA SEKOLAH (PRETEST)
Skor Pernyataan Pengetahuan Skor Presentase Keterangan
S1 S2 S3 S4 S5 3 60 Cukup
10110 3 60 Cukup
10110 3 60 Cukup
11001 4 80 Baik
11011 4 80 Baik
11101 4 80 Baik
10111 4 80 Baik
11011 4 80 Baik
11110 4 80 Baik
01111 3 60 Cukup
10110 4 80 Baik
11011 4 80 Baik
11011 3 60 Cukup
10110 3 60 Cukup
11100 3 60 Cukup
01011 3 60 Cukup
00111 3 60 Cukup
10101 4 80 Baik
11101 5 100 Baik
11111 4 80 Baik
11011 4 80 Baik
11101 3 60 Cukup
10110 4 80 Baik
11011 4 80 Baik
10111 4 80 Baik
11101 4 80 Baik
11011 4 80 Baik
10111 4 80 Baik
01111 3 60 Cukup
10101 4 80 Baik
10111 4 80 Baik
11011 2 40 Kurang
01010 4 80 Baik
11011 4 80 Baik
10111 124
29 21 22 26 26
66
No. Skor Pernyataan Sikap
S1 S2 S3 S4 S5 S
1. 3 1 3 3 3
2. 3 2 2 3 3
3. 1 1 1 1 1
4. 3 2 3 3 3
5. 3 3 1 3 3
6. 3 1 3 3 3
7. 3 1 3 3 3
8. 3 2 3 2 3
9. 3 1 3 3 3
10. 3 2 2 3 3
11. 3 1 3 3 2
12. 3 1 2 3 3
13. 3 3 3 3 3
14. 3 2 3 2 3
15. 3 1 1 3 3
16. 3 1 1 3 3
17. 3 1 3 3 3
18. 3 1 3 3 3
19. 3 3 1 3 1
20. 3 2 2 3 1
21. 3 1 3 3 3
22. 3 3 2 2 3
23. 3 1 2 3 3
24. 3 2 1 3 3
25. 3 3 2 3 1
26. 3 3 3 2 3
27. 3 3 2 3 2
28. 1 1 1 3 2
29. 3 1 3 3 1
30. 3 1 3 2 2
31. 3 3 2 1 1
32. 3 2 3 2 2
33. 3 3 2 3 3
34. 3 1 2 2 3
total 98 60 77 91 85 8
Rata-rata
S6 S7 S8 Skor Presentase Keterangan
311
311 18 75 POSITIF
111 18 75 POSITIF
311 8 33 NEGATIF
322 19 79 POSITIF
311 20 83 POSITIF
222 18 75 POSITIF
323 19 79 POSITIF
322 21 88 POSITIF
321 20 83 POSITIF
213 19 79 POSITIF
332 18 75 POSITIF
222 20 83 POSITIF
311 21 88 POSITIF
311 18 75 POSITIF
113 16 67 NEGATIF
211 16 67 NEGATIF
321 17 71 NEGATIF
313 19 79 POSITIF
323 18 75 POSITIF
321 19 79 POSITIF
322 19 79 POSITIF
322 20 83 POSITIF
323 19 79 POSITIF
122 20 83 POSITIF
223 17 71 NEGATIF
331 21 88 POSITIF
111 20 83 POSITIF
111 11 46 NEGATIF
231 14 58 NEGATIF
222 17 71 NEGATIF
321 16 67 NEGATIF
311 18 75 POSITIF
311 19 79 POSITIF
85 56 57 16 67 NEGATIF
609
18
67
No. Skor Kemampuan Tindakan
S1 S2 S3 S4 S5 S6
1. 1 1 1 0 0 0
2. 1 1 0 1 0 0
3. 1 1 0 0 1 0
4. 1 1 1 0 1 0
5. 1 1 1 0 1 1
6. 1 1 0 0 0 1
7. 1 1 0 1 0 1
8. 1 1 0 0 1 1
9. 1 1 0 1 0 0
10. 1 1 1 0 1 0
11. 1 1 1 0 0 1
12. 1 1 0 1 1 0
13. 1 1 1 0 0 0
14. 1 1 1 0 0 1
15. 1 1 1 0 1 0
16. 1 1 0 1 0 1
17. 1 1 1 0 1 0
18. 1 1 1 0 1 0
19. 1 1 1 0 1 0
20. 1 1 1 0 1 0
21. 1 1 0 1 0 0
22. 1 1 0 1 1 0
23. 1 1 1 0 1 0
24. 1 1 1 0 0 1
25. 1 1 0 0 1 0
26. 1 1 0 1 0 0
27. 1 1 1 1 0 0
28. 1 1 0 1 0 0
29. 1 1 1 0 0 1
30. 1 1 1 0 1 0
31. 1 1 0 1 1 0
32. 1 1 1 0 0 0
33. 1 1 1 0 0 0
34. 1 1 1 0 0 0
Total 34 34 20 11 16 9
Skor Presentase Keterangan
S7 S8 S9 S10
0 0 1 0 4 40 Kurang
0 0 1 1 5 50 Kurang
0 1 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 0 6 60 Cukup
0 1 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 6 60 Cukup
1 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 1 1 0 6 60 Cukup
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 1 5 50 Kurang
0 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 5 50 Kurang
0 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 6 60 Cukup
1 0 1 0 5 50 Kurang
1 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 0 5 50 Kurang
1 0 1 0 5 50 Kurang
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 1 6 60 Cukup
0 0 1 0 4 40 Kurang
0 0 1 1 5 50 Kurang
0 0 1 0 4 40 Kurang
4 3 34 17 182
68
TABULASI DATA SESUDAH DIBERIKAN PEN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
No. Kelas Umur Pernah dapat Informasi PHBS
P/L Tinggal bersama informasi diperoleh dari
10
11 PHBS Guru
11 Guru
1. 4 10 P Orang tua Ya Petugas Kes
2. 4 10 P Orang tua Ya Petugas Kes
3. 4 10 L Ayah, nenek Ya Petugas Kes
4. 4 10 P Orang tua Ya Guru
5. 4 10 L Orang tua Ya Petugas Kes
6. 4 10 P Orang tua Ya Petugas Kes
7. 4 11 P Orang tua Ya Guru
8. 4 10 L Orang tua Ya Petugas Kes
9. 4 10 P Orang tua Ya Guru
10. 4 10 L Orang tua Ya Petugas Kes
11. 4 11 P Orang tua Ya Petugas Kes
12. 4 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
13. 4 11 L Orang tua Ya Guru
14. 4 11 L Orang tua Ya Guru
15. 4 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
16. 4 12 L Orang tua Ya Guru
17. 4 12 L Orang tua Ya Guru
18. 5 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
19. 5 11 P Orang tua Ya Guru
20. 5 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
21. 5 12 L Orang tua Ya Guru
22. 5 11 P Orang tua Ya Petugas Kes
23. 5 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
24. 5 11 L Orang tua Ya Guru
25. 5 11 P Orang tua Ya Guru
26. 5 11 P Orang tua Ya Petugas Kes
27. 5 10 P Orang tua Ya Petugas Kes
28. 5 11 L Orang tua Ya Guru
29. 5 11 L Orang tua Ya Guru
30. 5 11 L Orang tua Ya Petugas Kes
31. 5 11 P Orang tua Ya Petugas Kes
32. 5 L Orang tua Ya Petugas Kes
33. 5 P Orang tua Ya
34. 5 L Orang tua Ya
Jumlah
Lampiran 10. Tabulasi data Posttest
NDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN
T PADA ANAK USIA SEKOLAH (POSTTEST)
Skor Pernyataan Pengetahuan Skor Presentase Keterangan
S1 S2 S3 S4 S5
1 0 1 1 1 4 80 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 0 1 1 4 80 Baik
1 1 1 0 1 4 80 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 0 1 03 60 Cukup
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 0 1 1 1 4 80 Baik
1 0 1 1 03 60 Cukup
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 0 1 1 1 4 80 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
0 1 1 1 1 4 80 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 0 1 1 4 80 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 0 1 1 4 80 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 0 0 13 60 Cukup
1 1 0 1 1 4 80 Baik
1 0 1 1 1 4 80 Baik
1 0 1 0 13 60 Cukup
1 1 1 1 1 5 100 Baik
1 1 1 1 1 5 100 Baik
33 28 28 31 32 152
69
No. Skor Pernyataan Sikap
1. S1 S2 S3 S4 S5 S
2. 3 2 333 9
3. 3 3 333
4. 3 1 333
5. 3 3 333
6. 3 3 133
7. 3 3 233
8. 3 1 333
9. 3 1 333
10. 3 3 333
11. 3 3 133
12. 3 3 333
13. 3 3 333
14. 3 3 333
15. 3 2 333
16. 3 1 313
17. 3 1 133
18. 3 3 333
19. 3 2 323
20. 3 3 333
21. 3 3 333
22. 3 2 333
23. 3 3 233
24. 3 3 333
25. 3 1 333
26. 3 3 333
27. 3 3 333
28. 3 3 333
29. 3 3 332
30. 3 1 333
31. 3 3 133
32. 3 3 333
33. 3 1 333
34. 3 3 133
total 3 1 333
102 80 90 99 101
Rata-rata
S6 S7 S8 Skor Presentase Keterangan
332
332 22 92 POSITIF
331 23 96 POSITIF
133 20 83 NEGATIF
333 22 92 POSITIF
333 22 92 POSITIF
333 23 96 POSITIF
333 22 92 POSITIF
332 22 92 POSITIF
333 23 96 POSITIF
323 22 92 POSITIF
133 23 96 POSITIF
223 22 92 POSITIF
233 22 92 POSITIF
331 22 92 POSITIF
333 18 75 NEGATIF
311 20 83 NEGATIF
333 20 83 NEGATIF
333 22 92 POSITIF
333 24 100 POSITIF
332 24 100 POSITIF
333 22 92 POSITIF
333 23 96 POSITIF
333 24 100 POSITIF
313 22 92 POSITIF
333 22 92 POSITIF
333 24 100 POSITIF
313 24 100 POSITIF
331 21 88 NEGATIF
313 20 83 NEGATIF
311 20 83 NEGATIF
333 20 83 NEGATIF
333 22 92 POSITIF
313 22 92 POSITIF
96 88 88 20 83 NEGATIF
744
22
70
No. Skor Kemampuan Tindakan
S1 S2 S3 S4 S5 S6
1. 1 1 1 0 1 0
2. 1 1 1 0 1 1
3. 1 1 1 0 0 0
4. 1 1 1 1 1 1
5. 1 1 1 1 1 1
6. 1 1 1 0 1 1
7. 1 1 1 1 0 0
8. 1 1 1 0 1 1
9. 1 1 1 1 0 0
10. 1 1 1 1 1 1
11. 1 1 1 1 1 1
12. 1 1 1 1 0 0
13. 1 1 1 1 1 1
14. 1 1 1 0 0 1
15. 1 1 1 1 0 1
16. 1 1 1 1 0 0
17. 1 1 1 0 1 0
18. 1 1 1 1 0 0
19. 1 1 1 1 0 1
20. 1 1 1 1 1 0
21. 1 1 1 1 0 1
22. 1 1 1 0 0 1
23. 1 1 1 1 1 0
24. 1 1 1 0 1 1
25. 1 1 1 1 0 1
26. 1 1 1 1 1 0
27. 1 1 1 1 1 0
28. 1 1 1 1 1 0
29. 1 1 1 1 1 1
30. 1 1 1 1 1 1
31. 1 1 1 1 0 1
32. 1 1 0 1 0 1
33. 1 1 1 1 0 1
34. 1 1 1 1 1 1
Total 34 34 33 25 19 21
Skor Presentase Keterangan
S7 S8 S9 S10
0 1 1 1 7 70 Cukup
1 1 1 1 9 90 Baik
1 1 1 1 7 70 Cukup
1 0 1 1 9 90 Baik
1 0 1 1 9 90 Baik
0 0 1 1 7 70 Cukup
1 1 1 1 8 80 Baik
0 1 1 1 8 80 Baik
1 1 1 1 8 80 Baik
0 1 1 1 9 90 Baik
0 1 1 1 9 90 Baik
1 1 1 1 8 80 Baik
0 0 1 1 8 80 Baik
0 1 1 1 7 70 Cukup
0 1 1 1 8 80 Baik
1 1 1 1 8 80 Baik
0 1 1 1 7 70 Cukup
1 1 0 1 7 70 Cukup
1 1 1 1 9 90 Baik
0 1 0 1 7 70 Cukup
0 0 1 1 7 70 Cukup
1 1 1 1 8 80 Baik
1 0 1 1 8 80 Baik
1 1 1 1 9 90 Baik
1 1 1 1 9 90 Baik
0 1 1 1 8 80 Baik
0 0 1 1 7 70 Cukup
1 1 1 1 9 90 Baik
0 0 1 1 8 80 Baik
0 0 1 1 8 80 Baik
0 1 1 1 8 80 Baik
0 1 1 1 7 70 cukup
0 1 1 1 8 80 Baik
0 1 1 1 9 90 Baik
15 25 32 34 272
71
Lampiran 11. Surat Ijin Studi Pendahuluan
72
Lampiran 12. Surat Ijin Studi Penelitian
73
Lampiran 13. Surat Penelitian
74
DOKUMENTASI PENELITIAN
75
76