The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KTI Studi Kasus_Nabela Nurul Maharani_P17230193052-13_40_3

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shunnarirescue, 2022-11-07 20:14:00

KTI Studi Kasus_Nabela Nurul Maharani_P17230193052-13_40_3

KTI Studi Kasus_Nabela Nurul Maharani_P17230193052-13_40_3

PEMBELAJARAN SUPPLEMENT COVID-19 BERBASIS HERBAL PADA
MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR
POLTEKKES KEMENKES MALANG
KARYA TULIS ILMIAH
STUDI KASUS

NABELA NURUL MAHARANI
P17230193052

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR
2022

KARYA TULIS ILMIAH
PEMBELAJARAN SUPPLEMENT COVID-19 BERBASIS HERBAL PADA

MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR
POLTEKKES KEMENKES MALANG
STUDI KASUS

NABELA NURUL MAHARANI
P17230193052

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR
2022

PEMBELAJARAN SUPPLEMENT COVID-19 BERBASIS HERBAL
PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN

BLITAR POLTEKKES KEMENKES MALANG

Karya Tulis Ilmiah ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan
Program Studi Diploma III Keperawatan Blitar Jurusan Keperawatan
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

NABELA NURUL MAHARANI
P17230193052

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
BLITAR 2022
i

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Nabela Nurul Maharani

NIM : P17230193052

Institusi : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi D-III

Keperawatan Blitar

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Karya Tulis Ilmiah yang saya tulis

ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil

alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau

pikiran saya sendiri.

Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan penelitian ini hasil

pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain, saya bersedia menerima sanksi

atas perbuatan tersebut.

ii

LEMBAR PERSETUJUAN
Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus dengan judul “Pembelajaran Supplement
Covid-19 Berbasis Herbal Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan
Blitar Poltekkes Kemenkes Malang” oleh Nabela Nurul Maharani, NIM
P17230193052, telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan pada tanggal 3 Juni
2022.

iii

LEMBAR PENGESAHAN
Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus dengan judul “ Pembelajaran Supplement
Covid-19 Berbasis Herbal Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan
Blitar Poltekkes Kemenkes Malang” oleh Nabela Nurul Maharani, NIM
P17230193052, telah diseminarkan di depan dewan penguji pada tanggal 3 Juni
2022.

Dewan Penguji,

iv

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Pembelajaran Supplement
Covid-19 Berbasis Herbal Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan
Blitar Poltekkes Kemenkes Malang” sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan di Program Studi D-III Keperawatan Blitar Jurusan
Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.

Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis tidak lepas dari bantuan
dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Budi Susatia, S.Kp.,M.Kes., selaku Direktur Politeknik Kesehatan

Kementrian Kesehatan Malang.
2. Imam Subekti, S.Kp.,M.Kep., Sp.Kom., selaku Ketua Jurusan Keperawatan

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang.
3. Dr.Ns.Sri Mugianti, M.Kep., selaku Ketua Program Studi D-III Keperawatan

Blitar Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang.
4. Ns. Agus Khoirul Anam, S.ST., M.Kep, selaku Dosen Pembimbing Karya

Tulis Ilmiah yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
5. Andi Hayyun Abiddin, SST., M.Sc., selaku Dosen Penguji yang berkenan
memberikan saran dan dukungan kepada penulis dalam memperbaiki
penyusunan Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus ini.
6. Seluruh dosen dan staf pegawai Program Studi D-III Keperawatan Blitar yang
telah memberikan ilmu dan bantuannya.
7. Sukarlan dan Sunaerti selaku orang tua yang selalu memberikan motivasi,
dukungan dan semangat.
8. Sahabat sahabat saya yang telah mendukung dan memberikan semangat untuk
menyelesaikan Karya Tulis Imiah Ini.

v

9. Teman-teman seperjuangan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes
Malang Program Studi D-III Keperawatan Blitar yang telah sama-sama
berjuang untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

10. Dan semua pihak yang telah memberikan dorongan dan bantuannya selama
pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari dalam penyusunan dan penulisan Karya Tulis Ilmiah masih
jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini, semoga Karya Tulis Ilmiah ini bermanfaat
bagi semua pihak.

Blitar, 30 Mei 2022
Penulis

Nabela Nurul Maharani
NIM P17230193052

vi

ABSTRAK
Maharani, Nabela Nurul (2022). Pembelajaran Supplement Covid-19 Berbasis

Herbal Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Blitar
Poltekkes Kemenkes Malang Karya Tulis Ilmiah, Program Studi D-III
Keperawatan Blitar, Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan
Kemenkes Malang. Pembimbing Ns. Agus Khoirul Anam, S.ST., M.Kep.
Penyebaran Covid-19 dapat dicegah dengan membiasakan hidup sehat, selain itu
mengonsumsi tanaman herbal yang diramu menjadi suplemen herbal digunakan
sebagai alternatif peningkatan daya tahan tubuh dan dapat meminimalisir efek
samping berbahaya penggunaan obat kimia. Calon perawat khususnya mahasiswa
keperawatan harus mengetahui hal tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk
mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan mahasiswa ssebelum
pembelajaran dan setelah pembelajaran suplemen covid-19 berbasis herbal.
Penelitian ini menggunalan metode deskriptif kuantitaif dengan jumlah populasi
107, sampel 22 responden dengan menggunakan teknik proporsional random
sampling. Pengumpulan data menggunakan kouesioner google form dan
observasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan data sebelum dilakukan
pembelajaran sebagian besar pengetahuan responden tentang suplemen herbal
dalam kategori cukup dan baik dengan masing-masing skor cukup 73% dan baik
23% kemudian setelah dilakukan pembelajaran meningkat dengan skor baik 55%
dan cukup 45%. Keterampilan yang mampu dicapai oleh responden dalam
membuat suplement covid-19 berbasis herbal dalam kategori terampil dengan skor
82%. Adanya peningkatan pengetahuan maka dapat mempengaruhi keterampilan
yang akan dilakukan . keterampilan responden yang didapatkan karena adanya
pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi.

Kata kunci : pembelajaran, suplemen, covid-19, herbal

vii

ABSTRACT
Maharani, Nabela Nurul (2022). Herbal-Based Covid-19 Supplement Learning

for Blitar Nursing D-III Study Program Students, Ministry of Health
Health Polytechnic of Malang Scientific Writing, Blitar Nursing D-III
Study Program, Nursing Department, Health Polytechnic of the Ministry
of Health Malang. Advisor Ns. Agus Khoirul Anam, S.ST., M.Kep.
The spread of Covid-19 can be prevented by getting used to living a healthy life,
besides consuming herbal plants that are mixed into herbal supplements, it is used
as an alternative to increase endurance and can minimize the harmful side effects
of using chemical drugs. Prospective nurses, especially nursing students, must
know this. The purpose of this study was to identify the knowledge and skills of
students before and after learning herbal-based covid-19 supplements. This study
uses a quantitative descriptive method with a population of 107, a sample of 22
respondents using a proportional random sampling technique. Collecting data
using google form questionnaires and observations. From the results of this study,
it was found that before learning, most of the respondents' knowledge of herbal
supplements in the sufficient and good categories with 73% and 23% good scores
respectively, then after learning increased with a good score of 55% and 45%
enough. The skills that respondents were able to achieve in making herbal-based
covid-19 supplements were in the skilled category with a score of 82%. An
increase in knowledge can affect the skills to be carried out. respondents' skills
obtained because of learning to develop competence.
Keywords: learning, supplements, covid-19, herbs

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL............................................................................................i
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.......................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................ iii
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................iv
KATA PENGANTAR............................................................................................v
ABSTRAK ........................................................................................................... vii
ABSTRACT ......................................................................................................... viii
DAFTAR ISI......................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL................................................................................................ xii
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................xiv
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................4
1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................................4
1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................................4

1.4.1 Manfaat Teoritis.......................................................................................4
1.4.2 Manfaat Praktis ........................................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................6
2.1 Konsep Pembelajaran Pada Mahasiswa .............................................................6
2.1.1 Pembelajaran............................................................................................6
2.1.2 Mahasiswa................................................................................................6
2.2 Konsep Suplement Herbal..................................................................................6
2.2.1 Pengertian Suplement Herbal...................................................................6
2.2.2 Macam Macam Suplement Herbal...........................................................7
2.2.3 Manfaat Suplement Herbal ....................................................................14
2.3 Konsep Pandemi Covid-19 ..............................................................................22
2.3.1 Pengertian Covid-19 ..............................................................................22

2.3.2 Gejala Covid-19 .....................................................................................22
2.3.3 Pencegahan covid-19 .............................................................................22
2.4 Konsep Obat Kimia..........................................................................................26

ix

2.4.1 Obat Kimia.............................................................................................26
2.4.2 Macam-macam Obat Kimia Covid-19 ...................................................26
2.4.3 Efek Samping Obat Kimia Covid-19 .....................................................26
2.5 Kerangka Konseptual .......................................................................................31
BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................32
3.1 Desain Penelitian..............................................................................................32
3.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling..........................................................32
3.2.1 Populasi Penelitian.................................................................................32
3.2.2 Sampel....................................................................................................33
3.2.3 Teknik Sampling....................................................................................33
3.3 Lokasi Dan Waktu Pengumpulan Data............................................................33
3.3.1 Tempat Penelitian ..................................................................................33
3.3.2 Waktu .....................................................................................................34
3.4 Variabel Penelitian ...........................................................................................34
3.5 Definisi Operasional.........................................................................................34
3.6 Teknik Pengumpulan Data...............................................................................36
3.6.1 Instrumen Pengumpulan Data................................................................36
3.6.2 Metode Pengumpulan Data....................................................................36
3.7 Pengolahan Data, Analisis Data Dan Penyajian Data......................................38
2.2.3 Pengolahan Data ....................................................................................38
3.7.2 Analisa Data...........................................................................................38
3.7.3 Penyajian Data .......................................................................................38
3.8 Etika Penelitian ................................................................................................39
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................................40
4.1 Hasil Penelitian ................................................................................................40
4.2 Gambaran Tempat Penelitian...........................................................................41
4.2.1 Data Umum .............................................................................................41

4.2.2 Data Khusus ............................................................................................41
4.3 Pembahasan......................................................................................................43

4.3.1 Data Umum ............................................................................................43
4.3.2 Data Khusus ............................................................................................45
4.5 Keterbatasan Penelitian....................................................................................46
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................................47
5.1 Kesimpulan .......................................x...............................................................47

5.2 Saran.................................................................................................................47
5.2.1 Bagi Responden .....................................................................................47
5.2.2 Bagi Tempat Peneliti..............................................................................47
5.2.3 Bagi Peneliti Lain ..................................................................................47

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................49

xi

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Definisi Operasional ........................................................................... 35
Tabel 4.1 Gambaran Distribusi Frekuensi Pengetahuan Mahasiswa Program

Studi D-III Keperawatan Blitar Poltekkes Malang tentang
Supplement Covid-19 Berbasis Herbal bulan Mei 2022 (n = 22). ..... 42
Tabel 4.2 Gambaran Distribusi Frekuensi Pengetahuan Mahasiswa Program
Studi D-III Keperawatan Blitar Poltekkes Malang tentang
Supplement Covid-19 Berbasis Herbal bulan Mei 2022 (n = 22). ..... 42
Tabel 4.3 Gambaran Distribusi Frekuensi Keterampilan Mahasiswa Program

Studi D-III Keperawatan Blitar Poltekkes Malang Membuat
Supplement Covid-19 Berbasis Herbal bulan Mei 2022 (n = 22). ..... 43

xii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 karakteristik responden berdasarkan Usia..........................................34

xiii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I Lembar Kisi – Kisi Kuesioner...........................................................51
Lampiran II Lembar Kuesioner.............................................................................52
Lampiran III Lembar Jawaban Kuesioner..............................................................54
Lampiran IV Checklist Penelitian..........................................................................56
Lampiran V Surat Permohonan Izin Penelitian .....................................................57
Lampiran VI Surat Izin Peminjaman Properti .......................................................58
Lampiran VII Informed Consent............................................................................59
Lampiran VIII Kuesioner.......................................................................................60
Lampiran IX Dokumentasi.....................................................................................61
Lampiran X Tabulasi Data Pre Test.......................................................................66
Lampiran XI Tabulasi Data Post Test....................................................................67
Lampiran XII Tabulasi Data Keterampilan............................................................68

xiv

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Covid-19 adalah infeksi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. WHO
menetapkan penyakit Covid-19 menjadi pandemi yang menyarang, paru-paru
adalah organ yang utama terkait dalam Covid-19, selain itu ginjal dan hati
termasuk dalam organ penting yang terlibat, karena dapat mempengaruhi
metabolisme ekskresi obat-obatan yang dikonsumsi khususnya pada penyakit
Covid-19 (Saleha et al., 2021). Insiden kelainan hati meningkat secara signifikan
setelah terinfeksi Covid-19 dan selama perjalanan penyakit, yang mungkin
menunjukkan efek SARS-CoV-2 pada hati atau efek samping obat yang
digunakan (Saleha et al., 2021).
Saat ini terapi obat untuk pasien Covid-19 belum spesifik, obat-obatan
yang digunakan merupakan repurposing drug dan sebagian besar obat-obatan
dimetabolisme pada hati dan diekskresi oleh ginjal (Saleha et al., 2021).
Gangguan pada hati dan ginjal dapat mengganggu metabolisme,ekskresi, dan
konsentrasi obat yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan risiko toksisitas
dan mengurangi efikasi, sehingga terdapat pertimbangan pada manajemen terapi
obat kimia (Saleha et al., 2021).
Sebagaimana telah diketahui bahwa virus corona menyerang kekebalan
tubuh sehingga tubuh tidak mampu menghadapi virus lagi (Mustofa & Suhartatik,
2020). Dengan demikian kekebalan tubuh menjadi faktor utama dalam
menghadapi virus tersebut. (Mustofa & Suhartatik, 2020).

1

2

Pandemic Covid-19 menjadi kebiasaan baru mengingat Covid-19 semakin
meningkat. Maka dapat diupayakan dengan cara mencegah dan mengendalikan
penyebaran Covid-19 (Marliani et al., 2021). Khususnya dalam memanfaatkan
supplement dari sumber daya alam yang ada disekitar sebagai alternative dalam
meningkatkan daya tahan tubuh selain membiasakan hidup sehat, makan dengan
nutrisi yang baik dan menggunakan supplement berbasis herbal (Marliani et al.,
2021). Tanaman herbal yang diramu menjadi obat herbal dapat digunakan dan
dikembangkan sebagai alternative meningkatkan daya tahan tubuh (Marliani et al.,
2021).

Covid-19 merupakan penyakit yang penularannya melalui droplet ketika
manusia batuk,bersin atau berbicara sehingga untuk mencegah penularannya maka
harus dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, selain itu
manusia juga harus meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat dilakukan dengan
mengonsumsi supplement berbasis herbal (Meilina et al., 2020). Supplement
herbal dapat diambil dari tumbuhan yang biasanya digunakan untuk pengobatan
selain harganya yang murah suplemen herbal juga memiliki keunggulan yaitu
tidak mengandung efek samping (Meilina et al., 2020). Tanaman herbal seperti
kunyit, jahe, lengkuas dll, sangat mudah didapatkan disekitar kita serta diyakini
masyarakat dapat menjaga daya tahan tubuh (Meilina et al., 2020).

Saat ini isolasi mandiri, perawatan suportif yang optimal dan umum,
pencegahan dan pengendalian infeksi masih menjadi manajemen pengobatan
Covid-19 yang utama (Anggraeni et al., 2021). Masyarakat juga melakukan
istirahat dan berbagai perawatan suportif (Anggraeni et al., 2021). Dalam situasi
saat ini banyak masyarakat yang melakukan terapi obat herbal dengan

3

dikombinasi pengobatan modern untuk mengobati Covid-19 (Anggraeni et al.,
2021). Untuk mempersingkat waktu perawatan, selain melakukan terapi obat
modern mereka juga menggunakan terapi obat herbal (Anggraeni et al., 2021).
Curcumin adalah zat penghambat potensial yang mampu menghambat interaksi
virus-host (Anggraeni et al., 2021).

WHO mengatakan pandemic yang menyerang dunia saat ini belum
tersedia pengobatan khusus untuk mencegah mitigasi Covid-19 (Anggraeni et al.,
2021). Berita dunia juga dipenuhi dengan perkembangan terbaru seputar Covid-
19. Termasuk berita di media Indonesia dalam enam bulan terakhir yang
mengangkat banyak tema serupa (Anggraeni et al., 2021). Di Indonesia, platform
media online terkemuka seperti detikcom, kompas.com, liputan6, tribunnews, dan
republika.co.id tidak dapat dipisahkan dari penunjukan masalah yang sama yang
melaporkan penggunaan obat-obatan tradisional sebagai penangkal Covid-19
(Anggraeni et al., 2021). Beberapa topik dominan yang terkait dengan tema berita
termasuk Covid-19, jamu, BPOM, kekebalan tubuh, curcumin, vitamin, jahe
merah, kunyit, jamu tradisional, daun kelor, jamu, dan buah delima (Anggraeni et
al., 2021).

Namun, tidak ada pengobatan yang efektif untuk pasien yang terinfeksi
Covid-19 yang telah diidentifikasi atau disetujui saat ini (Anggraeni et al., 2021).
Dari perspektif pengobatan Tiongkok tradisional (TCM), Covid-19 dapat
dianggap sebagai "wabah" TCM telah memainkan peran penting dalam
pencegahan dan pengendalian wabah di Cina (Anggraeni et al., 2021). Sepanjang
sejarah memerangi wabah, TCM secara bertahap membentuk sistem yang unik
dan lengkap dengan pengalaman tak ternilai pada tingkat perawatan (Anggraeni et

4

al., 2021). Dalam sejarah baru-baru ini, TCM telah memberikan pengobatan
alternatif untuk pencegahan dan pengendalian infeksi pernapasan akut baru yang
efektif di seluruh dunia (Anggraeni et al., 2021).

Dengan adanya permasalahan tentang efek samping berbahaya
penggunaan obat kimia khususnya dapat mengakibatkan gangguan pada hati dan
gangguan pada ginjal maka dapat dilakukan pencegahan virus Covid-19
menggunakan minuman herbal sehingga mahasiswa keperawatan penting untuk
mengetahui tentang supplement herbal. Dari Latar Belakang tersebut penulis
tertarik melakukan studi kasus dengan masalah “Pembelajaran Supplement Covid-
19 Berbasis Herbal pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi
D-III Keperawatan Blitar”.
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan isi latar belakang yang telah diuraikan,maka penelitian ini
akan diarahkan untuk menjawab permasalahan mengenai “pembelajaran
supplement Covid-19 berbasis herbal pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes
Malang Program Studi D-III Keperawatan Blitar”.
1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan
keterampilan mahasiswa ssebelum pembelajaran dan setelah pembelajaran
supplement Covid-19 berbasis herbal.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk
mengembangkan penelitian selanjutnya tentang pembelajaran supplement Covid-

5

19 berbasis herbal pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi
D-III Keperawatan Blitar.
1.4.2 Manfaat Praktis
A. Bagi Ilmu Pendidikan

Dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam memahami
supplement Covid-19 berbasis herbal.
B. Bagi Masyarakat

Dapat digunakan sebagai pengetahuan dalam memahami supplement
Covid-19 berbasis herbal.
C. Bagi Penulis

Dapat menambah pengetahuan mengenai pembelajaran supplement
Covid-19 berbasis herbal pada mahasiswa.
D. Bagi Responden

Dapat digunakan sebagai acuan dalam memahami dan membuat
supplement Covid-19 berbasis herbal.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Pembelajaran Pada Mahasiswa
2.1.1 Pembelajaran
Belajar adalah proses memperoleh pengetahuan (Astuti et al., 2015).
Pembelajaran merupakan proses terjadinya penyaluran pesan dari pengirim
kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
minat serta perhatian peserta didik dengan alat bantu media pembelajaran serta
komunikasi dalam rangka penyampaian informasi (Astuti et al., 2015).
2.1.2 Mahasiswa
Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang Perguruan Tinggi, Mahasiswa
mempunyai peran penting dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional,
selain itu Perguruan Tinggi merupakan lembaga pendidikan yang secara formal
diserahi tugas dan tanggung jawab mempersiapkan mahasiswa sesuai dengan
tujuan pendidikan tinggi. (Wulan & Abdullah, 2014).
2.2 Konsep Suplement Herbal
2.2.1 Pengertian Suplement Herbal
Suplemen Kesehatan merupakan produk yang digunakan untuk
melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki
fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu
atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan
tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan.

6

7

Herbal merupakan bahan atau produk dari tumbuhan dengan manfaatnya
dalam pengobatan atau kesehatan manusia lainnya yang mengandung bahan
mentah atau olahan dari satu atau lebih tanaman.

Obat Herbal merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan
tumbuhan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan
tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat (RI, 2020).

Minuman herbal alami merupakan warisan budaya bangsa Indonesia,
berupa ramuan bahan tumbuhan obat yang sudah digunakan secara turun temurun
dan terbukti aman serta mempunyai manfaat untuk kesehatan. (Mujito et al.,
2021).
2.2.2 Macam Macam Suplement Herbal
A. Kencur

Tanaman terna tahunan dengan batang basal dengan tinggi lebih kurang
20cm, tumbuh dalam rumpun, daun tunggal berwarna hijau dengan pinggir merah
kecoklatan bergelombang (Mujito et al., 2021). Bentuk daun jorong lebar sampai
bundar, ujung runcing, pangkal berlekuk, dan tepinya rata, permukaan daun
bagian atas tidak berbulu dan bagian bawah berbulu halus, tangkai daun pendek,
pelepah terbenam dalam tanah berwarna putih, bunga tunggal, bentuk terompet,
benang sari panjang berwarna kuning, putiknya berwarna putih keunguan, akar
serabut berwarna coklat kekuningan, rimpang pendek berwarna coklat, berbentuk
jari dan tumpul, bagian luarnya seperti bersisik, daging rimpang tidak keras,
rapuh, mudah patah dan bergetah, berbau harum dengan rasa pedas yang khas
(Mujito et al., 2021).

8

B. Kunyit
Tanaman semak dengan tinggi 70 cm sampai 1 m, batang semu, tegak,

bulat, membentuk rimpang, warnanya hijau kekuningan, berdaun tunggal, lanset
memanjang, helai daun tiga sampai delapan, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,
panjang 20-40 cm, lebar 8-12,5 cm, pertulungan menyirip, hijau pucat, bunga
majemuk, berambut, bersisik, tangkai panjang 16-40 cm, mahkota panjang 3 cm,
lebar 1,5 cm, kuning, kelopak silindris, bercangap tiga, tipis, ungu, pangkal daun
pelindung putih, ungu dan akar serabut, coklat muda (Mujito et al., 2021).
C. Lidah buaya

Merupakan habitus semak, tahunan, tingginya 30-50 cm, batangnya bulat
dan tidak berkayu, putih, daunnya tunggal dengan ujung runcing, pangkal tumpul,
tepinya bergerigi, panjang 30-50 cm, lebar 3-5 cm, berdaging tebal, bergetah
kuning, hujau, bunganya majemuk berbentuk malai, ujung batang, daun pelindung
panjangnya 8-15 mm, benang sari enam, putih menyembul keluar atau melekat
pada pangkal kepalasari, tangkai putiknya berbentuk benang, kepala putik kecil,
hiasan bunga panjang 2,5 sampai 3,5 cm, tabung pendek, ujung tajuk melebar,
jingga atau merah, buah kotak, panjangnya 14-22 cm, berkatup, hijau keputih-
putihan, bujinya kecil berwarna hitam, akar serabut, kuning (Mujito et al., 2021).
D. Pandan

Adalah semak yang tegak dengan tinggi 3-7 m, bercabang, kadang-kadang
batang berduri, dengan akar tunjang sekitar pangkal batang, daun umumnya besar,
panjang 1-3 m, lebar 8-12 cm, ujung daun segitiga lancip, tepi daun dan ibu tulang
daun bagian bawah berduri, tekstur daun berlilin, berwarna hijau muda-hijau tua,

9

buah letaknya terminal atau lateral, soliter atau berbentuk bulir atau malai yang
besar (Mujito et al., 2021).
E. Pare

Adalah tanaman semak merupakan tumbuhan yang menjalar atau
memanjat, dan berbau tidak enak, batangnya mempunyai 5 rusuk dengan panjang
2-5m, batang muda memiliki rambut yang rapat, daunnya tunggal berbentuk
membulat dengan pangkalnya bentuk jantung, garis tengah 4-7 cm, bunga pare
dibedakan menjadi bunga jantan dan bunga betina, bunga jantan mempunyai
benang sari berjumlah 3, kepala sari warnanya oranye semula bergandeng menjadi
satu tetapi kemudian lepas, ruang sari berbentuk seperti huruf S, bunga betina
bentuknya sepertisisik, bakal buah berparuh panjang, durinya halus, dan berambut
panjang, putik jumlahnya ada 3 buah berlekuk 2 kedalam dan satu diantaranya
utuh, buah tipe peppo (seperti ketimun) memanjang, berbenjol tidak beraturan
dengan 3 katup yang panjangnya 5-7 cm, panjang buahnya dapat mencapai 30 cm,
bijinya berwarna coklat kekuningan pucat memanjang (Mujito et al., 2021).
F. Rosella

Adalah tanaman herba tegak, satu tahunan, dengan tinggi 5 m, batang
membulat, warna keseluruhan hijau atau dengan bercak kemerahan, merah
seluruhnya, daunnya berseling, panjang 5-13 mm, tangkai daun 0,3-12cm dengan
warna hijau hingga merah, helaian daun 2-15cm x 2-15cm dengan pangkal daun
tumpul atau meruncing, semi gundul hingga berambut dengan rambut sederhana,
pada ibu tulang daun dibagian permukaan bawah terdapat banyak kelenjar
mucilaginous, bunga soliter, aksiler dan biseksual terbagi menjadi 5, panjang
pedicel 5-20mm, calyx persistent, menggenta, bercaping 5, cuping triangular

10

hingga bulat telur, pada buah panjang mencapai 2,2 cm, menyerupai kulit dan
berbulu rata atau berdaging dan gundul, nektar inconspicuous, hijau, merah, atau
keputihan, mahkotanya berbentuk bell yanag terdapat 5 patela bebas, patela bulat
telur terbalik berbentuk asimetrik, 3cm – 2cm dengan pangkal dangkal, berdaging,
ujungnya bulat, gundul dan berambut, warnanya kuning atau kuning kemerahan
dibagian tengah dalam, terdapat benang sari yang tersusun dalam kolam 7-20mm
long, berwarna kekuningan-hijau hingga merah muda atau merah, panjang filamen
1mm, pistil dengan superior, oyarium bulat telur hingga membulat dengan
diameter 4-6 mm, berambut sutra lebat, stilus dalam kolam staminal, dengan
cabang 5, berambut, stigma berwarna merah atau kuning. Buah seperti kapsul,
bulat telur,13-22 mm x 11-20 mm, setiap buah berisi 30-40 biji. Biji
subrenniform, 3-5mm x 2-4 mm, berwarna coklat kemerahan dengan banyak titik
kecil coklat kekuningan, hilum coklat kemerahan (Mujito et al., 2021).
G. Sirih

Merupakan tanaman rambat dengan tinggi 15m, mempunyai batang sirih
berwarna coklat kehijauan dengan bentuk bulat, beruas dan merupakan tempat
keluarnya akar, daun tunggal berbentuk jantung, ujungnya runcing, tumbuh
selang-seling, bertangkai dan apabila diremas akan mengeluarkan bau yang sedap,
panjangnya sekitar 5-8 cm dan lebarnya 2-5 cm. bunganya majemuk dengan bulir
dan terdapat daun pelindung lebih kurang 1mm yang berbentuk panjang, bulir
jantan memiliki panjang 1,5-3 cm dan memiliki 2 benang sari pendek sedang,
sedangkan bulir betinaa memiliki panjang 1,5-6 cm yang terdapat tiga sampai
lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan, terdapat buah buni yang

11

berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan, memiliki akar tunggang, bulat
dengan warna coklat kekuningan (Mujito et al., 2021).
H. Suji

Adalah habitusnya perdu dengan tinggi 6-8 m, batang tegak, berkayu,
beralur melintang, daun tunggal berseling, lanset, ujungnya runcing, pangkal
memeluk batang, tepinya rata, memiliki panjang 16-20 cm, lebar 3-4 cm, tulang
sejajar, berwarna hijau tua, bunga majemuk, terletak di ujung cabang, bentuk
tandan, putih keunguan, memiliki buah bulat berdiameter lebih kurang 1 cm
dengan warna hijau, bijinya bulat, putih bening, memiliki akar tunggang (Mujito
et al., 2021).
I. Tapak liman

Merupakan terna tegak dengan rimpang yang menjalar, memiliki tinggi 10
cm sampai 80 cm, batangnya bercabang, kaku, berambut dan rapat, memiliki daun
yang berkumpul di bawah membentuk roset, bentuk daunnya jorong, memiliki
panjang 3-38 cm dan lebar 1-6 cm, permukaan daun agak berambut, memiliki
bunga berupa tonggol, bergabung banyak, berbentuk bulat telur dan sangat tajam,
panjang mahkota bunga 7mm – 9 mm, bentuknya tabung dengan warna bervariasi
yaitu putih, ungu, merah dan ungu pucat, memiliki bunga longkah yang
panjangnya 4 mm (Mujito et al., 2021).
J. Urang aring

Merupakan terna semusim, memiliki batang tegak bercabang hingga 0,8
m. batangnya bulat pejal, sering keunguan dan berambut putih, daunnya
berhadapan, duduk, lanset memanjang atau bundar telur memanjang, 2-12,5 x 0,5-
3,5, dengan pangkal menyempit dan ujungnya runcing, tepi daunnya bergerigi

12

atau merata, permukaannya berambut, bunganya tergabung dalam bongkol bunga
majemuk bertangkai panjang, 2-3 bongkol bunga berkumpul di ujung, daun
berbalut dalam 2 lingkaran, panjang 5 mm, berbentuk mangkok, tepi bunga seperti
mahkota bentuk pita sempit, bergigi dua, bunga cakram berbentuk tabung,
berwarna putih, buah keras memanjang dan serupa beji pendek 2 mm, berbintil-
bintil (Mujito et al., 2021).
K. Srikaya

Merupakan tanaman berupa perdu hingga pohon dan tanaman berumah
satu, daun berbentuk elips, bunga tunggal, buahnya majemuk agregat berbentuk
bulat membengkok di ujung pada waktu masak sedikit atau banyak melepaskan
diri satu dengan yang lainnya, daging bunganya berwarna putih keabuabuan, biji
dalam satu buah agregat banyak hitam mengkilat (Mujito et al., 2021).
L. Wijayakusuma

Memiliki batang yang terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan
mengecil, bentuk batang induknya silinder, tinggi batang 2-3 meter, daunnya 13-
15 cm, helai daunnya berbentuk pipih dengan warna hijau permukaan halus tidak
seperti kaktus, tepian daun terdapat lekukan dengan tunas daun dan bunga,
diameter bunga 10 cm, warna putih dan mekar saat malam hari, bentuk buahnya
bulart dengan warna merah dan memiliki biji berwarna hitam, berkembang biak
dengan biji (Mujito et al., 2021).
M. Kenanga

Merupakan tanaman habitus perdu dengan akar tanggung, daunnya
bersusun berseling, manunggal, tidak berdaun penumpu, berbentuk bulat telur,
bertulang menyirip, sisi rata, ujung runcing, bundar, panjang, halus, berkilau,

13

memiliki bunga berbentuk seperti bintang, baunya harum dan menyebar berupa
bunga-bunga tunggal atau berkelompok pada tangkai bunga, jumlahnya 3-5,
kelopak berbentuk lidah jumlahnya ada 3, berbulu, warna hijau kemudian kuning
kehitaman, mahkota ada 6 sampai 9 dengan bentuk seperti pita, berdaging,
terpisah satu dengan yang lain dan tersusun 2 lingkaran masing-masing jumlahnya
3, dasar bunga bentuknya pipih dan cembung. buah oval dan dagingnya tebal,
warna hijau, hitam, umumnya mengelopak 6-10 buah pada 1 tangkai utama,
bijinya berjumlah 8-12 pada setiap buah, tersusun dalam 2 baris, bentuk bundar,
pipih, dan berkulit keras warna cokelat (Mujito et al., 2021).
N. Pacar air

Adalah tanaman habitus herba dengan tinggi 30-80 cm, batangnya basah,
daun tunggal, bentuknya lanset memanjang, pinggir daun bergerigi dengan ujung
runcing, warna daunnya hijau muda tanpa daun penumpu, panjang 6-15 cm dan
lebar 2-3 cm bunga 1-3, daun kelopak bentuknya corong miring, daun mahkota
jumlahnya 5, buah pacar air berupa buah kendaga (Mujito et al., 2021).
O. Pala

Dikenal pohon jantran dan pohon betina dengan daun berbentuk elips
langsing, buahnya lonjong seperti lemon, warna kuning, berdaging dengan aroma
yang khas karena pada daging buahnya mengandung minyak atsiri, ketika
buahnya masak kulit dan daging buah akan membuka dan bijinya terlihat
terbungkus fuli yang warnanya merah. Satu buah menghasilkan satu biji dengan
warna coklat (Mujito et al., 2021).

14

P. Kenikir
Adalah tanaman habitus perdu, tingginya 75-100 cm, baunya khas. Batang

tegak, segi empat, beralur membujur, bercabang banyak, muda berbutu, beruas,
hijau kaunguan, daun majemuk, bersilang berhadapan, menyirip, ujung runcing,
tepi rata, panjang 15-25 cm, hijau, bunga majemuk, buah keras, akar tanggung
(Mujito et al., 2021).
Q. Kumis kucing

Adalah tanaman terna tumbuh tegak, tinggi 2m. batang beralur bersegi
empat, helai daun berbentuk bundar telur lonjong, lanset, lancip atau tumpul pada
bagian ujung, kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek jarang
sedangkan bagian atas gundul, bunga bibir, mahkota berwarna ungu pucat dan
putih, benang sari lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga
bagian atas. (Mujito et al., 2021).
2.2.3 Manfaat Suplement Herbal
A. Kencur

Rimpang dapat digunakan sebagai obat gosok pada bengkak yang
disebabkan oleh terkilir atau terpukul benda tumpul, dan untuk encok atau
rematik, juga dapat digunakan mengobati masuk angina, radang lambung, kejang
perut, mual, diare, penawar racun, serta sebagai obat batuk, selain itu dapat
dipakai untuk mengobati infeksi telinga, sakit kulit, bisul, dan sebagai roboransia
(Mujito et al., 2021).
B. Kunyit

Rimpang kunyit memiliki manfaat sebagai antikoagulan, menurunkan
tekanan darah, obat cacing, obat asma, penambah darah, usus buntu dan rematik,

15

selain itu, kunyitdapat dimanfaatkan untuk mencegah Alzheimer atau penyakin
pikun (Mujito et al., 2021).
C. Lidah Buaya

Getah daun yang keluar bila dipotong, berasa pahit dan kental secara
tradisional biasanya digunakan untuk pemeliharaan rambut, penyembuhan luka
dan sebagainya, bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam
daun setelah eskudat dikeluarkan, bersifat mendinginkan dan mudah rusak karena
oksidasi sehingga dibutuhkan proses pengolahan lebih lanjut agar diperoleh gel
yang stabil dan tahan lama, gel lidah buaya mengandung karbohidrat tercerna,
dapat digunakan sebagai minuman diet (Mujito et al., 2021). Gel lidah buaya
tersusun oleh 96 persen air dan 4 persen padatan yang terdiri dari 75 komponen
senyawa berkhasiat, khasiat hebat yang dimiliki aloevera sangat terkait dengan 75
komponen tersebut secara sinergis, lidah buaya juga berkhasiat untuk mengobati
sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung (Mujito et
al., 2021).
D. Pandan

Daun pandan berkhasiat untuk penambah nafsu makan (amara), sebagai
obat lemah saraf (neurasthenia), rematik dan pegal linu, penenang, rambut
rontok, menghitamkan rambut, dan ketombe, mengatasi gelisah menjelang tidur,
menurunkan tekanan darah tinggi (Mujito et al., 2021).
E. Pare

Dapat digunakan sebagai obat gangguan pencernaan, minuman penambah
semangat, obat pencahar dan perangsang muntah, bahkan telah diekstrak dan
dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal/jamu, peria dapat merangsang nafsu

16

makan, menyembuhkan penyakit kuning, memperlancar pencernaan, dan sebagai
obat malaria (Mujito et al., 2021). Selain itu, peria juga mengandung beta-
karotena dua kali lebih besar daripada brokoli sehingga berpotensi mampu
mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi risiko serangan jantung
ataupun inveksi virus, daun peria juga bermanfaat untuk menyembuhkan mencret
pada bayi, membersihkan darah bagi wanita yang baru saja melahirkan,
menurunkan demam, mengeluarkan cacing kremi, serta dapat menyembuhkan
batuk (Mujito et al., 2021). Ekstrak biji peria selain digunakan sebagai bahan obat,
ternyata juga dapat digunakan sebagai pembasmi larva alami yang merugikan
seperti larva Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue
atau DBD (Mujito et al., 2021).
F. Rosella

Kelopak rosella mengandung antioksidan yang dapat menghambat
terakumulasinya radikal bebas penyebab penyakit kronis, seperti kerusakan ginjal,
diabetes, jantung koroner, dan kanker (darah). Zat aktif yang berperan dalam
kelopak bunga Rosella meliputi: Gossypetin, Antosianin, dan Glucoside hibiscin,
manfaat bunga rosella adalah mencegah sariawan dan panas dalam, membantu
melangsingkan tubuh, mencegah penyakit flu dan batuk, mencegah penyakit asam
urat (Mujito et al., 2021).
G. Sirih

Daun sirih bermanfaat untuk mengobati keputihan, obat batuk, obat
mimisan, mengurangi bau napas, dapat memperlancar haid dengan cara meminum
air rebusan dari daun sirih, bisa untuk mengobati asma, mengobati penyakit
radang tenggorokan, menghilangkan gatal pada kulit, caranya tumbuk daun sirih

17

kemudian balurkan kebagian tubuh yang gatal, mengobati demam berdarah
(Mujito et al., 2021).
H. Suji

Akar tanaman suji digunakan untuk mengatasi gonorhoe, daunnya
digunakan sebagai obat luar untuk mengatasi beri-beri dan getah daun digunakan
untuk menebalkan rambut, disentri bisa diobati menggunakan daun suji,
kandungan saponin yang ada dalam daun suji bermanfaat untuk bisa mengobati
disentri, meredakan nyeri saat haid, menghilangkan batuk berdarah, kandungan
zat saponin dalam daun suji bermanfaat untuk menurunkan kolesterol jahat, zat
tanin yang ada dalam daun suji bermanfaat untuk melancarkan pergerakan
makanan di dalam usus, meredakan sakit gigi, melancarkan aliran darah (Mujito et
al., 2021).
I. Tapak Liman

Tanaman ini diakui dapat menangani sebagian tipe penyakit, di antaranya
yaitu: menyembuhkan radang, kurang darah (anemia), akar tapak liman dapat
menangani hepatitis, cacar air, menyembuhkan nyeri haid, kurangi keputihan
(Mujito et al., 2021).
J. Urang-aring

Dapat mengobati gangguan lambung, menyembuhkan berbagai macam
penyakit kulit, menyembuhkan dan mengatasi sengatan dari hewan berbisa, dapat
mengobati gangguan hati (Mujito et al., 2021).
K. Srikaya

Buah dan kulit batang srikaya berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur,
diare, disentri akut, luka berdarah gangguan pencernaan, serta efektif melawan

18

jenis mematikan kutu kepala dan serangga. Ekstrak organic dan ekstrak air biji
buah srikaya dapat menginduksi apoptosis sel tumor MCF-7 dan K-562 (Mujito et
al., 2021).
L. Wijayakusuma

Untuk meredam rasa sakit dan mampu menetralisir pembekuan darah,
wijayakusuma juga memiliki daya yang dapat mempercepat masaknya luka abses,
sayangnya komposisi kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan ini belum
ada penelitian, selain itu dapat mengbati pendarahan rahim, sesak napas, TB paru
dengan batuk dan dahak berdarah, bagian tanaman yang bisa digunakan sebagai
obat adalah bunga dan batangnya, sedangkan pemakaiannya dalam bentuk segar,
bunga ini bisa dikeringkan untuk proses penyimpanan, dapat mengobati bisul
cukup menempelkan bungannya pada bisul tersebut sebelum tidur dan
melakukannya secara teratur (Mujito et al., 2021).
M. Kenanga

Memiliki manfaat antara lain: pemakaian luar (demam, rematik, kudis,
digigit serangga), pemakaian dalam (sakit kepala, mengatasi perasaan gelisah,
malaria, sesak napas (asma), radang saluran napas (bronchitis), batuk, mencegah
dan mengatasi hepatitis, mencegah dan mengatasi bau badan, keputihan, dan
radang saluran kencing), ekstrak kembang kenangan yang memiliki warna hijau
kekuning-kuningan biasanya dapat mengatasi kulit kerin, membantu
menyembuhkan penyakit kuning, kembang kenang untuk mengobati sakit kepala
(Mujito et al., 2021).

19

N. Pacar air
Bijinya dapat mengobati penyakit sebagai berikut: Peluruh haid

(emenagog), terlambat datang haid (amenorrhea), mempermudah persalinan
(parturifasien), kanker saluran pencernaan bagian atas (Mujito et al., 2021). Bunga
dapat mengobati penyakit sebagai berikut: peluruh haid (emenagog), tekanan
darah tinggi (hipertensi), pembengkakan akibat terpukul (hematoma), bisul
(furunculus), rematik sendi, gigitan ular tidak berbisa, dan radang kulit (Mujito et
al., 2021). Akarnya dapat mengobati penyakit sebagai berikut: Peluruh haid
(emenagog), antiinflamasi (antiflogistik=antiradang), rematik, kaku leher, kaku
pinggang, sakit pinggang (lumbago) (Mujito et al., 2021). Daunnya dapat penyakit
sebagai berikut: keputihan (leucorrhoea), nyeri haid (dysmenorrhoea), radang usus
buntu kronois (cronic appendicitis); Antiradang (antiinflamasi), tulang patah atau
retak (fraktur), mengurangi rasa nyeri (analgesik), bisul (furunculus), radang kulit
(dermatitis) (Mujito et al., 2021).
O. Pala

Menyingkirkan racun dari tubuh bila dikonsumsi, buah pala bisa berguna
untuk membuang racun-racun tersebut agar tidak menumpuk (Mujito et al., 2021).
Selain itu, buah pala juga dapat mencegah sekaligus menghancurkan batu ginjal
(Mujito et al., 2021). Mengatasi gangguan pencernaan, khasiat buah pala dapat
digunakan untuk menyembuhkan diare, sembelit, gas, perut kembung, dan
masalah pencernaan lainnya (Mujito et al., 2021). Biasanya minyak pala yang
dimanfaatkan untuk meredakan sakit perut dengan menyingkirkan gas berlebih
dari dalam organ pencernaan (Mujito et al., 2021). Menjaga kepintaran otak, buah
pala mengandung sejumlah minyak esensial, misalnya macelignan dan myristicin,

20

kedua komponen minyak esensial ini dibuktikan sanggup menekan proses
degradasi fungsi kognitif serta jalur saraf yang seringkali dialami oleh pengidap
deminsa atau penyakit Alzheimer (Mujito et al., 2021). Mengatasi bau mulut,
khasiat buah pala yang satu ini berkaitan erat dengan fungsinya sebagai
antibakteri (Mujito et al., 2021). Penyebab utama dari bau mulut seringkali ialah
bakteri yang menumpuk didalam mulut sehingga menimbulkan bau tak sedap,
sebagai antibakteri, buah pala mampu membersihkan mulut dari bakteri-bakteri,
meredakan Nyeri, buah pala punya kandungan senyawa yang menyerupai mentol
(Mujito et al., 2021). Karena itu, buah pala juga dapat digunakan untuk membantu
mengurangi rasa nyeri akibat cidera, luka, atau radang sendi artritis, mengatasi
kesulitan tidur, buah pala sering direkomendasikan sebagai insomnia alami. Jika
kerap mengalami susah tidur, cobalah minum segelas susu hangat yang
ditambahkan sejumput bubuk pala di malam hari sebelum tidur (Mujito et al.,
2021). Kandungan magnesium dalam buah pala dapat mengurangi ketegangan
saraf, serta mendorong prokduksi serotonin untuk memberikan efek rileks pada
tubuh (Mujito et al., 2021).
P. Kenikir

Memiliki manfaat sebagai obat maag dan lemah lambung, daun kenikir
memiliki kandungan tokoferol, polifenol, dan hidroksieugenol yang bermanfaat
untuk menetralkan asam lambung (Mujito et al., 2021). Zat ini juga dapat
menguatkan otot sphingter lambung, yang bekerja untuk menerima berbagai
asupan makanan tanpa membahayakan lambung (Mujito et al., 2021). Untuk
mengkonsumsi daun kenikir, dapat merebusnya dengan menambahkan garam
kemudian memakannya dalam bentuk lalapan (Mujito et al., 2021). Obat lemah

21

jantung, daun kenikir mengandung manfaat antioksidan dan flavonoid yang
berperan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak (Mujito et al., 2021). Jika di area
jantung, senyawa flavonoid ini akan bermanfaat untuk untuk memperlancar aliran
darah dengan cara memperkuat otot jantung dan pembuluh darah untuk mengalir
darah (Mujito et al., 2021). Anda dapat merebus 5 lembar daun kenikir dengan
250ml air, kemudian meminum air rebusannya 2 kali sehari. Obat kanker, daun
kenikir dengan kandungan senyawa saponin, terpenoid, flavonoid dan
antiokksidan yang mampu melawan kanker, seperti kanker payudara, kanker
lambung dan kanker hati, untuk menanggulangi penyakit kanker dapat
mengkonsumsi rebusan daun kenikir sesering mungkin namun tetap
mengkonsumsi air putih yang berfungsi untuk pelarut zat agar mudah terbawa
oleh darah. Obat gondongan, obat kenikir dengan senyawa polifenol dan tokoferol
bermanfaat meredakan peradangan akibat gondongan, obat payudara bengkak,
senyawa terpenoid dan anti inflamasi yang dimilikinya akan meredakan
pembengkakan yang terjadi (Mujito et al., 2021). Obat cuci darah, daun kenikir
memiliki kandungan manfaat vitamin E, antioksidan, dan flavonoid yang dapat
menetralkan racun yang terbawa darah (Mujito et al., 2021).
Q. Kumis kucing

Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat-
obatan, di Indonesia daun kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang
memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk
mengobati rematik, masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat
tradisioanal sebagai upaya penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit,
disamping itu daun tanaman ini juga beranfaat untuk pengobatan radang ginjal,

22

batu ginjal, kencing manis albuminuria, dan penyakit syphilis (Mujito et al.,
2021).
2.3 Konsep Pandemi Covid-19
2.3.1 Pengertian Covid-19

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menimbulkan
penyakit pada manusia dan hewan, pada manusia biasanya menyebabkan penyakit
infeksi saluran pernapasan, seperti flu biasa hingga penyakit yang serius seperti
Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), coronavirus jenis baru yang
ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada
Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-
2019 (Covid-19) (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020b).
2.3.2 Gejala Covid-19

Gejala umum yang terjadi di awal penyakit adalah demam, kelelahan atau
myalgia, batuk kering, serta beberapa organ yang terlibat seperti pernapasan
(batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, hemoptisis atau batuk darah, nyeri dada),
gastrointestinal (diare,mual,muntah), neurologis (kebingungan dan sakit kepala).
Namun tanda dan gejala yang sering dijumpai adalah demam, batuk, dan sesak
napas atau dyspnea. (Levani et al., 2021).
2.3.3 Pencegahan Covid-19
A. Pencegahan Level Individu

 Upaya Kebersihan Personal dan Rumah dengan menjaga kebersihan
diri/personal dan rumah dengan cara, mencuci tangan lebih sering dengan

23

sabun dan air 20 detik atau menggunakan pembersih tangan berbasis
alkohol (hand sanitizer), serta mandi atau mencuci muka jika
memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah
membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau
mengantarkan makanan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
2020a). Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang
belum dicuci, jangan berjabat tangan, hindari interaksi fisik dekat dengan
orang yang memiliki gejala sakit, tutupi mulut saat batuk dan bersin
dengan lengan atas bagian dalam atau dengan tisu lalu langsung buang tisu
ke tempat sampah dan segera cuci tangan (Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia, 2020a). Segera mengganti baju/mandi sesampainya di
rumah setelah berpergian. Bersihkan dan berikan desinfektan secara
berkala pada benda-benda yang sering disentuh dan pada permukaan
rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain- lain), gagang pintu, dan lain-lain
(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).
 Peningkatan Imunitas Diri dan Mengendalikan Komorbid Dalam
Dalam melawan penyakit Covid-19, menjaga sistem imunitas diri
merupakan hal yang penting, terutama untuk mengendalikan penyakit
penyerta (komorbid). Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatan
imunitas diri pada orang yang terpapar Covid-19, yaitu sebagai berikut:
konsumsi gizi seimbang, aktifitas fisik/senam ringan, istirahat cukup,
suplemen vitamin, tidak merokok, mengendalikan komorbid (misal
diabetes mellitus, hipertensi, kanker) (Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 2020a).

24

B. Pencegahan Level Masyarakat
 Pembatasan Interaksi Fisik dan Pembatasan Sosial (Physical
Contact/Physical Distancing dan Social Distancing)
Contact/Physical Distancing dan Social Distancing) adalah pembatasan
kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah, pembatasan sosial ini
dilakukan oleh semua orang di wilayah yang diduga terinfeksi penyakit,
pembatasan sosial berskala besar bertujuan untuk mencegah meluasnya
penyebaran penyakit di wilayah tertentu, pembatasan sosial berskala besar
paling sedikit meliputi: meliburkan sekolah dan tempat kerja; pembatasan
kegiatan keagamaan; dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas
umum (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a). Selain itu,
pembatasan social juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk
mengurangi interaksi sosialnya dengan tetap tinggal di dalam rumah
maupun pembatasan penggunaan transportasi publik, pembatasan sosial
dalam hal ini adalah jaga jarak fisik (physical distancing), yang dapat
dilakukan dengan cara (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
2020).
 Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak
minimal 1 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman
(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020).
 Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot)
yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian
(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

25

 Bekerja dari rumah (Work From Home), jika memungkinkan dan kantor
memberlakukan ini (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

 Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum. Hindari
bepergian ke luar kota/luar negeri termasuk ke tempat-tempat wisata
(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

 Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk
berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama.
Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial (Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

 Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau
fasilitas lainnya (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

 Jika anda sakit, Dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika anda
tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung
dengan mereka (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

 Untuk sementara waktu, anak sebaiknya bermain sendiri di rumah. 10.
Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah
(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

 Menerapkan Etika Batuk dan Bersin Menerapkan, menerapkan etika batuk
dan bersin meliputi: Jika terpaksa harus bepergian, saat batuk dan bersin
gunakan tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci
tangan, jika tidak ada tisu, saat batuk dan bersin tutupi dengan lengan atas
bagian dalam.(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020a).

26

2.4 Konsep Obat Kimia
2.4.1 Obat Kimia

Obat kimia disebut juga dengan obat kimia sintetis, obat sintetis
diproduksi sepenuhnya oleh sintesis kimia, dan obat- obatan semisintetik
merupakan fusi dari dua, baik sebagai modifikasi kimia sintetik dari produk alam
yang ada atau sintesis sebuah molekul penting dari molekul prekursor sederhana
dari produk alami saat ini atau dari struktur terkait, obat kimia cenderung
memiliki efek samping (Rahmawati, 2014).
2.4.2 Macam-macam Obat Kimia Covid-19

Antivirus (lopinavir/ritonavir, favipiravir, remdesivir, oseltamivir),
antivirus pada penggunaan emergensi (klorokuin fosfat, hidroksiklorokuin sulfat),
antibiotik (azitromisin, levofloksasin, meropenem, sefotaksim), analgesik non-
opioid (parasetamol (asetaminofen)), agonis adrenoseptor beta-2 selektif
(salbutamol sulfat), obat sistem saraf pusat-golongan benzodiazepin (midazolam),
pengencer dahak (asetilsistein), vitamin (asam askorbat (vitamin c), alfa tokoferol
asetat (vitamin e) (BPOM, 2020).
2.4.3 Efek Samping Obat Kimia Covid-19
A. Antivirus

 Lovapir/ritonavir: diare, mual, muntah, hipertrigliserida,
hiperkolesterolemia, kelelahan termasuk astenia, nyeri abdomen, sakit
kepala, dispepsia, kembung, insomnia, parastesia, anoreksia, nyeri,
depresi, lipodistrofi, ruam, mialgia, penurunan berat badan, pembesaran
abdomen, penurunan libido, tinja yang abnormal, gangguan vaskular,

27

bronkitis, hipogonadisme pada pria, amenore, hipertensi, menggigil,
demam (BPOM, 2020).
 Favipiravir: hipersensiti vitas, hepatik, saluran cerna, hematologi,
gangguan metabolisme, saluran napas (BPOM, 2020).
 Remdesivir: gangguan gastrointestinal, hepatotoksik, Risiko terjadinya
efek pada susunan saraf pusat, pernapasan dan kardiovaskular rendah pada
perkiraan kadar terapi pada manusia, terjadi peningkatan ALT dan AST
derajat 1 atau 2 tanpa abnormalitas pada bilirubin total, fosfatase alkali
atau albumin, dan tidak ada efek pada fungsi ginjal (BPOM, 2020).
 Oseltamivir: mual, muntah, nyeri abdomen, epistaksis, ganguan
pendengaran, dan konjungtivitis (BPOM, 2020).
B. Antivirus pada penggunaan emergens
 Klorokuin fosfat: mata (kerusakan retina yang tidak reversibel, penglihatan
kabur, kesulitan untuk memfokuskan pandangan, dan penglihatan
berkabut), sistem saraf (kejang, psikosis, sakit kepala ringan sampai berat),
gastrointestinal (mual, muntah, diare dan kram abdominal) Reaksi
hipersensitisasi termasuk urtikaria dan angioderma, supresi sumsum
tulang, dermatologi (perubahan pigmen kulit, pruritis, kerontokan rambut,
erupsi kulit), blok atrioventikular; porfiria dan psoriasis pada individu
yang sensitif (BPOM, 2020).
 Hidroksiklorokuin sulfat: gangguan mata, gangguan jantung, gangguan
sistem imun, gangguan jaringan kulit dan subkutan, gangguan
gastrointestinal, gangguan sistem saraf, gangguan kejiwaan, gangguan
telinga dan labirin, gangguan jaringan ikat dan muskuloskeletal, kelainan

28

sistem darah dan limfatik, gangguan metabolisme dan gizi, gangguan
hepatobiliari (BPOM, 2020).
C. Antibiotika
 Azitromisin: mual, muntah, nyeri perut, diare; urtikaria, ruam dan reaksi
alergi lainnya; gangguan pendengaran yang reversibel pernah dilaporkan
setelah pemberian dosis besar; ikterus kolestatik dan gangguan jantung
(pemanjangan interval QT yang dapat berlanjut menjadi aritmia dan nyeri
dada), anoreksia, dispepsia, flatulens, konstipasi, pankreatitis, hepatitis,
pingsan, pusing, sakit kepala, mengantuk, agitasi, ansietas, hiperaktivitas,
astenia, paraesthesia, konvulsi, neutropenia ringan, trombositopenia,
interstisial nefritis, gagal ginjal akut, arthralgia, fotosensitivitas. Berikut
ini untuk efek samping yang jarang terjadi: gangguan pengecap, lidah
berwarna pucat, dan gagal hati (BPOM, 2020).
 Levofloksasin: mual, diare, sakit kepala, konstipasi, agitasi, anoreksia,
ansietas, artralgia, mulut kering, sesak napas, edema, kelelahan, demam,
gatal pada genital, peningkatan keringat, gugup, faringitis, rinitis, penyakit
kulit, somnolen, perubahan pengecapan, gagal jantung, hipertensi,
leukorea, infark miokard, myalgia, purpura, tinitus, tremor, urtikaria
(BPOM, 2020).
 Meropenem: reaksi lokal pada tempat suntikan (inflamasi, tromboflebitis,
nyeri pada tempat suntikan), reaksi kulit (ruam, pruritus, urtikaria), reaksi
alergi sistemik hipersensitivitas, reaksi saluran cerna (nyeri perut, mual,
muntah, diare, pseudomembranous colitis), darah (trombositemia,
eosinofilia, trombositopenia, leukopenia dan neutropenia), fungsi hati

29

(peningkatan kadar serum bilirubin, transaminase, fosfatase alkali, dan
laktat dehidrogenase), sistem saraf pusat (sakit kepala, parestesia) (BPOM,
2020).
 Sefotaksim: gangguan saluran cerna, Perubahan hematologik, Reaksi
hipersensitivitas, syok anafilaksis, flebitis dan tromboflebitis, peningkatan
sementara kadar kreatinin serum dan/atau BUN, atau alanin
aminopeptidase dalam urin (merupakan indikasi adanya kerusakan
sementara dari tubular) (BPOM, 2020).
D. Analgesik non-opioid
Parasetamol (asetaminofen): penggunaan dosis tinggi dapat menimbulkan
kerusakan hati, reaksi hipersensitivitas seperti kemerahan atau gatal pada
kulit. Hentikan penggunaan obat dan segera hubungi dokter jika mengalami
efek samping (BPOM, 2020).
E. Agonis adrenoseptor beta-2 selektif
Salbutamol sulfat: tremor (terutama di tangan), ketegangan, sakit kepala,
kram otot, palpitasi, takikardi, aritmia, vasodilatasi perifer, gangguan tidur
dan tingkah laku, bronkospasme paradoksikal, urtikaria, angiodema,
hipotensi, kolaps, hipokalemi pada dosis tinggi, nyeri pada pemberian injeksi
intramuskular, hipoksemia, efek metabolik (peningkatan asam lemak bebas,
glukosa, laktat, piruvat, insulin) (BPOM, 2020).
F. Obat sistem saraf pusat-golongan benzodiazepin
Midazolam: sedikit menurunkan tekanan darah arteri, denyut nadi dan
pernapasan, kardiorespirasi berat, termasuk depresi pernapasan, apnea,
penghentian pernapasan/ jantung tiba-tiba, jarang terjadi (kejadian seperti ini

30

lebih mudah terjadi pada lansia dan pasien penderita insufisiensi pernapasan
atau gangguan fungsi jantung, terutama pada pemberian dosis tinggi), mual,
muntah, sakit kepala, pusing, mengantuk, ataksia, halusinasi, episode
amnesia, reaksi alergi seperti ruam, pruritus, benzodiazepin mengurangi
aliran darah otak dan metabolisme otak, tetapi lebih sedikit dibanding
barbiturat (BPOM, 2020).
G. Pengencer dahak
Asetilsistein: pirosis, mual, muntah, dan diare jarang terjadi. - Stomatitis,
pusing dan telinga berdengung (tinitus), reaksi alergi, seperti gatal, urtikaria,
cutaneous eruption (exanthema, rash), kesulitan bernapas (bronkospasme),
denyut jantung yang cepat dan turunnya tekanan darah, bronkospasme pada
pasien dengan bronkus yang hiper reaktif, disebut “Hyper Responder” (yaitu
pada pasien dengan peningkatan sensitivitas akibat berbagai stimuli) (BPOM,
2020).
H. Vitamin
 Asam askorbat (vitamin c): Pada dosis besar (pemberian oral

menimbulkan gangguan saluran cerna (mual, muntah, kram perut)),
pemberian IV menimbulkan asidosis, pemberian IV secara cepat
menyebabkan pusing dan pingsan sebentar, lelah, sakit kepala, insomnia,
kemerahan, rasa panas pada wajah dan leher (BPOM, 2020).
 Alfa tokoferol asetat (vitamin e): Diare dan sakit perut pada dosis lebih
dari 1000 mg tiap hari (BPOM, 2020).

2.5 Kerangka Konseptual Farmasi 31
Herbal
Pencegahan Covid-19 Pengetahuan tentang
Daya tahan tubuh supplement Covid-
19 berbasis herbal
Mengonsumsi gizi Keterampilan
seimbang membuat supplement
Covid-19 berbasis
Olahraga herbal
Istirahat cukup

Obat obatan

: Yang Diteliti

: : Yang Tidak Diteliti
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan makna rancangan kegiatan pengumpulan,
pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan
obyektif, yang bertujuan memecahkan persoalan atau menguji suatu hipotesis
untuk menjabarkan prinsip umum (Jeklin, 2016).
Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk
menggambarkan atau mengungkap fenomena yang terjadi. Penelitan kuantitatif
merupakan penelitian yang menyajikan hasilnya berbentuk angka yang diperoleh
dengan cara menghitung dan mengukur (Suprajitno, 2016).
Dengan itu penelitian Pembelajaran Supplement Covid-19 Berbasis Herbal
Pada Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes
Malang menggunakan penelitian metode deskriptif kuantitatif.
3.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
3.2.1 Populasi Penelitian
Menurut Abdullah (2015). Populasi adalah keseluruhan sasaran yang
seharusnya diteliti, dan pada populasi itulah akan muncul hasil penelitian. Dalam
penelitian ini, populasinya adalah mahasiswa Program Studi Keperawatan Blitar
Poltekkes Kemenkes Malang sebanyak 107 mahasiswa Tingkat 3 dengan kriteria
mahasiswa yang berminat mengikuti pembelajaran supplement Covid-19 berbasis
herbal.

32

33

3.2.2 Sampel
Menurut Abdullah(2015). Populasi adalah subyek dimana pengukuran

dilakukan, sebagian dari populasi yang terpilih ini disebut sampel. Apabila
jumlah responden kurang dari 100, sampel diambil semua sehingga penelitiannya
merupakan penelitian populasi. Sedangkan apabila jumlah responden lebih dari
100, maka pengambilan sampel 10% - 15% atau 20% -25% atau lebih dijelaskan
oleh Han et al (dalam Arikunto, 2002: 112).

Maka pengambilan sampel dalam penelitiaan ini adalah 20% dari populasi
yang ada, karena jumlah populasi melebihi 100 yaitu 107 siswa. Berarti 107 ×
20% / 100 = 22, jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 22
mahasiswa tingkat 3 Program Studi Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes
Malang dengan kriteria mahasiswa yang berminat mengikuti pembelajaran
supplement Covid-19 berbasis herbal.
3.2.3 Teknik Sampling

Menurut Suprajitno (2016). Sampling adalah suatu kegiatan (proses)
memilih sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel (teladan). Peneliti
menggunakan metode sampling acak dengan artian semua anggota mempunyai
kesempatan untuk dipilih menjadi sampel. Peneliti memberikan kuesioner kepada
mahasiswa dan ceklist untuk keterampilan yang dilakukan mahasiswa Program
Studi D-III Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang.
3.3 Lokasi Dan Waktu Pengumpulan Data
3.3.1 Tempat Penelitian

Tempat penelitian didalam ruangan dengan mengisi pre test sebelum
pembelajaran dan post test setelah pembelajaran melalui kuesioner online google

34

formulir. pembelajaran dengan media PPT dan penayangan video teknik
pembuatan suplement Covid-19 berbasis herbal, pengisian ceklist oleh peneliti
yang dilakukan secara langsung dilapangan ketika mahasiswa melakukan
keterampilan pembuatan supplement Covid-19 berbasis herbal.
3.3.2 Waktu

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022.
3.4 Variabel Penelitian

Variabel merupakan variasi dari sesuatu yang menjadi sasaran penelitian
(Nasution, 2017). Variabel penelitian ini mengambil variabel tunggal yaitu
Pembelajaran Supplement Covid-19 Berbasis Herbal Pada Mahasiswa Program
Studi D-III Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang.
3.5 Definisi Operasional

Definisi operasional adalah suatu definisi mengenai suatu variabel yang
dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik variabel tersebut yang dapat
diamati (Henri, 2018).


Click to View FlipBook Version