The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KTI Studi Kasus_Gamaliel Tegar Dewantara_P17230191041-12_6_53

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shunnarirescue, 2022-11-01 22:55:19

KTI Studi Kasus_Gamaliel Tegar Dewantara_P17230191041-12_6_53

KTI Studi Kasus_Gamaliel Tegar Dewantara_P17230191041-12_6_53

PENGARUH SEDUHAN KAYU MANIS DAN JAHE TERHADAP
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

KARYA TULIS ILMIAH

OLEH :
GAMALIEL TEGAR DEWANTARA

NIM. P17230191041

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR
JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MALANG
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2022



PENGARUH SEDUHAN KAYU MANIS DAN JAHE TERHADAP
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI
KARYA TULIS ILMIAH
STUDI KASUS

OLEH :
GAMALIEL TEGAR DEWANTARA

NIM. P17230191041
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR

JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MALANG

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2022
i

PENGARUH SEDUHAN KAYU MANIS DAN JAHE TERHADAP
TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI

Karya Tulis Ilmiah Ini Disusun Sebagai Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan
Program Pendidikan Diploma III Keperawatan Blitar Jurusan Keperawatan
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang

OLEH :
GAMALIEL TEGAR DEWANTARA

NIM. P17230191041

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN BLITAR
JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MALANG
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2022

i

ii

iii

iv

ABSTRAK

Dewantara, Gamaliel Tegar (2022) Pengaruh Seduhan Kayu Manis dan Jahe
terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Karya Tulis Ilmiah
Studi Kasus. Program Studi D3 Keperawatan Blitar, Jurusan Keperawatan,
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing : Ns. M. Miftachul
Ulum, S.Kep., SST., S.Sos., M.Kes.
Peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan

darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pemeriksaan dalam waktu
kurang lebih lima menit dan dengan keaadan yang tenang atau cukup beristirahat,
disebut hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan
mendeskripsikan perubahan tekanan darah setelah mengkonsumsi seduhan kayu
manis dan jahe. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif
yang bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai perubahan tekanan darah setelah
mengonsumsi seduhan kayu manis dan jahe terhadap 5 partisipan. Fokus studi
kasus tertuju adanya perubahan tekanan darah pada pederita hipertensi yang telah
mengkonsumsi seduhan kayu manis dan jahe selama 4 minggu. Dengan indikator
meliputi pengalaman penderita hipertensi, frekuensi, cara pengolahan dan
pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi seduhan kayu
manis dan jahe selama kurang lebih 4 minggu. Hasil tekanan darah setelah
mendapat perlakuan pemberian seduhan kayu manis dan jahe serta didukung
dengan aktifitas olahraga dan diet hipertensi mendapat hasil rentang penurunan
tekanan darah. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, mendapat hasil
penurunan tekanan darah sistolik mencapai 10-30 mmHg dan penurunan tekanan
darah diastolic 10-20 mmHg.

v

ABSTRACT

Dewantara, Gamaliel Tegar (2022) Effect of Cinnamon and Ginger Stew on
Blood Pressure in Hypertensive Patients. Case Study Scientific
Writing. Blitar Nursing D3 Study Program, Department of Nursing,
Health Ministry Polytechnic of Malang. Advisor : Ns. M. Miftachul
Ulum, S.Kep., SST., S.Sos., M.Kes.
An increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and

diastolic blood pressure of more than 90 mmHg on two examinations in
approximately five minutes and in a calm or rested state is called
hypertension. The purpose of this study was to identify and describe changes
in blood pressure after consuming cinnamon and ginger steeping. The
research method used is a descriptive approach that aims to describe changes
in blood pressure after consuming cinnamon and ginger steeping for 5
participants. The focus of the case study was on changes in blood pressure in
hypertensive patients who had consumed steeped cinnamon and ginger for 4
weeks. The indicators include the experience of hypertension sufferers,
frequency, processing method and blood pressure measurement before and
after consuming cinnamon and ginger steeping for approximately 4 weeks.
The results of blood pressure after receiving treatment with cinnamon and
ginger steeping and supported by sports activities and a hypertension diet got
results in the range of lowering blood pressure. The conclusion of the
research conducted, the results of a decrease in systolic blood pressure
reached 10-30 mmHg and a decrease in diastolic blood pressure of 10-20
mmHg.

vi

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun
Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus dengan judul “Pengaruh Seduhan Kayu Manis
dan Jahe terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi”. sebagai salah satu
syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Program Studi D-III Keperawatan
Blitar Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis tidak lepas dari bantuan
dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Budi Susatia, S.Kp., M. Kes., selaku Direktur Politeknik Kesehatan
Kementerian Kesehatan Malang.
2. Bapak Imam Subekti, S.Kp., M. Kep., Sp. Kom., selaku Ketua Jurusan
Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang.
3. Ibu Dr. Ns. Sri Mugianti, M. Kep., selaku Ketua Program Studi Diploma 3
Keperawatan Blitar Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang
4. Bapak Ns. M. Miftachul Ulum, S.Kep., SST., S.Sos., M.Kes, selaku Dosen
Pembimbing Karya Tulis Ilmiah yang telah banyak memberikan arahan
dalam penyusunan Studi Kasus ini.
5. Bapak Andy Hayyun Abiddin, SST., M.Sc., selaku Dosen Penguji Karya
Tulis Ilmiah yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam
penyusunan Penelitian Studi Kasus.
6. Seluruh dosen dan staf pegawai Program Studi DIII Keperawatan Blitar yang
telah memberikan ilmu dan bantuannya.

vii

7. Orang tua dan teman-teman yang telah memberikan dukungan, dorongan
semangat baik materil maupun spiritual.

8. Subjek studi kasus yang telah bersedia ikut serta dalam penyusunan studi
kasus ini.

9. Serta semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam
penyelesaian Studi Kasus
Penulis menyadari didalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus ini

masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus ini, sehingga
bermanfaat bagi semua pihak.

Blitar, 20 Mei 2022
Penulis

Gamaliel Tegar Dewantara
P17230191041

viii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISANError! Bookmark not defined.
LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... iii
ABSTRAK ............................................................................................................. iv
ABSTRACT........................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL................................................................................................. xii
DAFTAR BAGAN............................................................................................... xiii
DAFTAR GRAFIK .............................................................................................. xiv
DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 3
1.3 Tujuan ............................................................................................................... 4
1.4 Manfaat ............................................................................................................. 4

1.4.1 Subjek Penelitian........................................................................................4
1.4.2 Institusi Pendidikan ....................................................................................4
1.4.3 Institusi Kesehatan .....................................................................................4
1.4.4 Peneliti .......................................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................5
2.1 Konsep Tekanan Darah ..................................................................................... 5
2.1.1 Definisi Tekanan Darah..............................................................................5
2.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah ...................................6
2.1.3 Pengukuran Tekanan Darah .......................................................................6
2.2 Konsep Hipertensi............................................................................................. 7
2.2.1 Definisi Hipertensi .....................................................................................7
2.2.2 Etiologi Hipertensi .....................................................................................8
2.2.3 Klasifikasi Hipertensi .................................................................................9
2.2.4 Mekanisme Hipertensi..............................................................................10

ix

2.2.5 Komplikasi pada Hipertensi .....................................................................11
2.2.6 Penatalaksanaan Hipertensi ......................................................................12
2.3 Konsep Kayu Manis dan Jahe ......................................................................... 13
2.3.1 Morfologi Tanaman..................................................................................13
2.3.2 Kandungan Kayu manis dan Jahe ............................................................16
2.3.3 Mekanisme Kayu Manis dan Jahe sebagai Antihipertensi .......................17
2.4 Cara Pengolahan.............................................................................................. 18
2.5 Kerangka Konseptual ...................................................................................... 19
BAB 3 METODE STUDI KASUS ........................................................................20
3.1 Rancangan Studi Kasus................................................................................... 20
3.2 Subjek Studi Kasus ......................................................................................... 20
3.3 Fokus Studi Kasus dan Definisi Operasional.................................................. 20
3.3.1 Fokus Studi Kasus ....................................................................................20
3.3.2 Definisi Operasional Fokus Studi.............................................................21
3.4 Teknik Pengumpulan Data.............................................................................. 22
3.5 Cara Konsumsi ................................................................................................ 22
3.6 Alat Pegumpulan Data .................................................................................... 22
3.7 Waktu dan Lokasi Penelitian .......................................................................... 22
3.8 Analisa Data .................................................................................................... 23
3.9 Etika Penelitian ............................................................................................... 23
3.9.1 Prinsip menghormati martabat manusia dan hak masyarakat ..................23
3.9.2 Prinsip berbuat baik (beneficence)............................................................23
3.9.3 Prinsip keadilan ........................................................................................23
3.9.4 Prinsip integritas keilmuan.......................................................................23
3.9.5 Prinsip kepercayaan dan tanggunngjawab ...............................................24
BAB 4 HASIL STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN.......................................25
4.1 Hasil Studi Kasus ............................................................................................ 25
4.1.1 Data Umum Partisipan .............................................................................25
4.1.2 Pemaparan Hasil Wawancara dan Observasi Studi Kasus .......................25
4.2 Pembahasan..................................................................................................... 31
4.3 Keterbatasan Studi Kasus................................................................................ 34
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................35

x

5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 35
5.2 Saran................................................................................................................ 35

5.2.1 Penderita Hipertensi .................................................................................35
5.2.2 Institusi Kesehatan ...................................................................................35
5.2.3 Institusi Pendidikan ..................................................................................35
5.2.4 Peneliti Selanjutnya ..................................................................................36
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................37

xi

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Klasifikasi derajat hipertensi secara klinis....................................... 8
Tabel 3.1 Operasional fokus studi.................................................................... 18
Tabel 4.1 Pola kehidupan dan aktifitas olahraga ............................................. 23
Tabel 4.2 Diet menurunkan hipertensi ............................................................. 23
Tabel 4.3 Konsumsi obat atau seduhan herbal................................................. 24
Tabel 4.4 Rentang penurunan tekanan darah ................................................... 27

xii

DAFTAR BAGAN
Bagan 2.1 Kerangka Konseptual Penelitian..................................................... 16

xiii

DAFTAR GRAFIK
Grafik 4.1 Tekanan Darah Ny. P...................................................................... 25
Grafik 4.2 Tekanan Darah Ny. M ................................................................... 25
Grafik 4.3 Tekanan Darah Tn. SS.................................................................... 26
Grafik 4.4 Tekanan Darah Ny. S...................................................................... 26
Grafik 4.5 Tekanan Darah Ny. WL.................................................................. 27

xiv

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Informed Concent ......................................................................... 45
Lampiran 2 Lembar Panduan Wawancara ....................................................... 51
Lampiran 3 Lembar Observasi 1...................................................................... 52
Lampiran 4 Lembar Observasi 2...................................................................... 56
Lampiran 5 Surat Rekomendasi Penelitian ...................................................... 57
Lampiran 6 Dokumentasi Penelitian................................................................ 58
Lampiran 7 Lembar Konsultasi........................................................................ 60
Lampiran 8 Daftar Riwayat Hidup................................................................... 63

xv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan

darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pemeriksaan dalam waktu

kurang lebih lima menit dan dengan keaadan yang tenang atau cukup beristirahat,

disebut hipertensi (Kuswarhani, 2006). Penyakit ini menjadi masalah kesehatan

yang berbahaya di dunia termasuk Indonesia (Saputra & Anam, 2016). Hipertensi

juga disebut sebagai silent killer dikarenakan kondisi yang dialami penderita

umunya tidak memiliki gejala dan muncul ketika kondisi sudah memburuk

(Saputra & Anam, 2016). Tanpa disadari, penyakit ini sudah banyak terjadi

dikalangan masyarakat. Saat ini hipertensi merupakan penyakit yang berbahaya di

dunia (WHO, 2021). Saat ini WHO menyampaikan bahwa prevalensi

hipertensi secara global sebesar 22% dari penduduk diseluruh dunia (WHO,

2021). Dari sejumlah tersebut, hanya kurang dari seperlima yang telah

mengerti dan melakukan penanganan mengenai penyakit hipertensi (Hidayah &

Daulay, 2020).

Hipertensi tergolong penyakit yang berbahaya karena tanpa tanda-tanda

yang spesifik. Dengan begitu, banyak orang yang tidak begitu memahami

bagaimana berbahayanya hipertensi (Kementerian Kesehatan RI, 2014). Di

Indonesia sendiri, prevalensi hipertensi mencapai 31,7% dan sekitar 60% berakhir

pada stroke (Kementerian Kesehatan RI, 2014). Hipertensi disebabkan oleh

beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya faktor genetik dan faktor

lingkungan seperti obesitas, stres, konsumsi garam berlebih, merokok, dan

alkohol (Yonata & Pratama, 2016). Persentase penyakit hipertensi pada provinsi

1

jawa timur terbilang cukup tinggi, hingga mencapai sekitar 20,43% atau
1.828.669 penduduk. Jika disesuaikan dengan jenis kelamin, persentase penyakit
hipertensi pada laki-laki sebesar 20,83% atau 825.412 penduduk dan pada
perempuan sebesar 20,11% atau 1.003.257 penduduk (Kemenkes, 2019).

Hasil pengukuran tekanan darah di Kota Blitar pada tahun 2018 diketahui
38% atau 2.097 orang mengidap penyakit hipertensi (Laporan Riskesdas 2018
dalam Kemenkes RI, 2019). Hipertensi bisa diatasi dengan cara farmakologis
ataupun non farmakologis. Farmakologis merupakan suatu tindakan dengan
pemberian obat antihipertensi dan untuk non farmakologis yaitu dengan mengolah
gaya hidup, pola makan, serta diet sehat. Sama halnya dengan obat-obatan
lainnya, obat antihipertensi juga mempunyai efek samping. Macam-macam obat
antihipertensi seperti Captopril, Lisinopril, Candesartan Cilexetil, Beta Blocker,
Amplodipine, Nifedipin. Obat antihipertensi juga harus didiberika seumur hidup,
karena penghentian beberapa hari saja akan menaikkan kembali tekanan darah
(Yulanda & Lisiswanti, 2017). Maka dari itu, pemberian dengan cara non
farmakologis sangat membantu para penderita hipertensi untuk menurunkan
tekanan darah.

Cara yang diberikan dengan non farmakologis yaitu menggunakan
seduhan kayu manis dan jahe (Cinnamomum verum and Zingiber officinale)
karena kayu manis memiliki efek relaksasi yang dapat memperlancar peredaran
darah (Ayu Prahasti & Hidajati, 2019). Uji dari fitokimia, ekstrak etanol kayu
manis memberikan hasil positif mengandung senyawa flavonoid dan antioksidan
yang baik untuk menurunkan tekanan darah (Ayu Prahasti & Hidajati, 2019).
Sedangkan jahe mengandung senyawa yang juga dapat menurunkan tekanan

2

darah pada penderita hipertensi. Jahe dikenal dengan sensasi menghangatkan dan
juga dapat memberikan efek rileks pada pembuluh darah yang nantinya juga
berdampak pada tekanan darah. Hasil studi literatur menunjukan bahwa senyawa
yang terkandung dalam jahe memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah
bagi penderita hipertensi (Ayu Prahasti & Hidajati, 2019). Senyawa yang
terkandung dalam jahe memiliki mekanisme yang mampu menghambat aktivitas
angiostensin-converting enzyme (ACE). Jahe memiliki manfaat dalam sistem
kardiovaskular yaitu dapat menurunkan tekanan darah melalui blokade saluran
kalsium voltage dependen (Nadia, 2020).

Lingkungan RT. 01/ RW. 03 Kelurahan Bendogerit, Kecamatan
Sananwetan, Kota Blitar tanpa diketahui ternyata banyak yang mengidap
hipertensi tetapi belum sepenuhnya mengetahui cara mengatasi secara
farmakologis dan non farmakologis. Saat peneliti melakukan pemeriksaan tekanan
darah, didapati responden mengalami hipertensi dan belum tau cara mengatasinya.
Berdasarkan uraian diatas, peniliti tertarik melakukan penelitian dan
membuktikan mengenai “Pengaruh seduhan kayu manis dan jahe terhadap
tekanan darah pada penderita hipertensi”.

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran perubahan tekanan darah setelah mengkonsumsi

seduhan kayu manis dan jahe ?

3

1.3 Tujuan
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan perubahan tekanan darah setelah

mengkonsumsi seduhan kayu manis dan jahe.
1.4 Manfaat
1.4.1 Subjek Penelitian

Seduhan kayu manis dan jahe digunakan sebagai antihipertensi yang
berguna untuk menurunkan tekanan darah yang masih diatas normal
1.4.2 Institusi Pendidikan

Penelitian mengenai pengaruh seduhan kayu manis dan jahe terhadap
tekanan darah pada penderita hipertensi dapat menjadi sumber bacaan bagi
mahasiswa.
1.4.3 Institusi Kesehatan

Menjadi dasar dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang
khususnya penderita hipertensi dan menjadi salah satu alternatif untuk
menurunkan tekanan darah yang masih diatas normal
1.4.4 Peneliti

Karya tulis ilmiah ini dapat menjadikan wawasan tambahan mengenai
seduhan kayu manis dan jahe terhadap masyarakat penderita hipertensi.

4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Tekanan Darah
2.1.1 Definisi Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan penggerak sirkulasi darah sistemik untuk
mensuplai organ tubuh dengan darah segar yang mengandung oksigen dan nutrisi.
(Amirudin et al., 2015). Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan oleh
mengedarkan darah ke dinding arteri tubuh, pembuluh darah utama dalam tubuh
(WHO , 2021). Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah saat jantung
memompa darah melalui pembuluh darah, dan tekanan darah diastolik adalah
tekanan darah saat jantung berelaksasi antara dua atau dua detak (Fitriani, 2019).
Setiap orang memiliki tekanan darah yang bervariasi setiap harinya. Disaat
melakukan aktivitas yang berat seperti berolahraga, tekanan darah seseorang akan
naik. Begitu pula saat beristirahat ataupun tidur, tekanan darah akan perlahan
menurun dan normal kembali. Pada tubuh manusia, tekanan darah diastolik 100-
140 mmHg dan tekanan sistolik mencapai 60-90 mmHg (Fitriani, 2019). Tekanan
sistolik menunjukkan fase darah saat dipompa oleh jantung, sedangkan tekanan
diastolik menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung pada saat relaksasi
arteri (Andryani Lidya, 2009). Jadi, seseorang dapat dinyatakan menderita
tekanan darah tinggi atau hipertensi apabaila tekanan darah menunjukan angka
diatas 140/90 mmHg.

5

2.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah
Menurut (Kementerian Kesehatan RI, 2020) ada 2 faktor risiko yang

terjadi yaitu faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat
dirubah
2.1.2.1 Faktor risiko yang tidak dapat dirubah
a. Umur
b. Jenis kelamin
c. Genetik
2.1.2.2 Faktor risiko yang dapat dirubah
a. Merokok
b. Konsumsi garam berlebih
c. Kurang aktivitas fisik
d. Stres
e. Berat badan berlebih
f. Konsumsi alkohol
2.1.3 Pengukuran Tekanan Darah

Tekanan darah dapat diukur menggunakan tensimeter digital maupun
manual. Pengukuran tekanan darah tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.
Letak dan pengukuran dapat mempengaruhi hasil tekanan darah (Marhaendra et
al., 2016). Cara pengukuran tekanan darah yang baik dan benar sangat diperlukan
bagi seorang tenaga kesehatan dalam mengukur tekanan darah seorang pasien,
menurut JNC 7 posisi tubuh yang benar dalam pengukuran tekanan darah adalah
dalam posisi duduk atau berbaring, dengan lengan dan tensimeter sejajar dengan
letak jantung (Marhaendra et al., 2016).

6

Pengukuran tak langsung ini menggunakan dua cara, yaitu palpasi dan
auskultasi. Palpasi yang mengukur tekanan sistolik dan auskultasi yang dapat
mengukur tekanan sistolik dan diastolik.Metode tak langsung ini memerlukan alat
stetoskop. Metode pengukuran tekanan darah di klinik gigi sering digunakan yaitu
metode tidak langsung (Susan, 2012 dalam (Saputri, 2019)). Cara palpasi
(Palpatory method) cara ini hanya dapat mengukur tekanan darah sistol saja tanpa
tekanan darah diastol.
2.2 Konsep Hipertensi
2.2.1 Definisi Hipertensi

Tekanan darah tinggi, atau tekanan darah tinggi, adalah suatu kondisi di
mana tekanan darah di arteri meningkat secara signifikan. (Nurasri Praptini,
2021). Hipertensi merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Karena itu,
hipertensi bisa disebut sebagai “silent killer”. Tanpa gejala yang spesifik,
membuat hipertensi dapat membunuh sesorang dengan tak terduga (Kementerian
Kesehatan RI, 2019).

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah abnormal yang dapat
menjadi penyebab utama timbulnya penyakit kardiovaskuler. Oleh karena
prevalensi hipertensi yang masih cukup tinggi di Indonesia, maka pemerintah
mencanangkan program deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) yakni
posbindu guna mengendalikan faktor risiko yang ada (Ansar J, Dwinata I, 2019).
Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur
paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Seseorang dianggap mengalami
hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 mmHg (Nurarif &
Kusuma, 2016).

7

2.2.2 Etiologi Hipertensi
Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi menjadi 2 golongan (Ardiansyah

M., 2012 dalam (Nurarif & Kusuma, 2016)).
2.2.2.1 Hipertensi primer (esensial)

Hipertensi primer adalah hipertensi esensial atau hipertensi yang 90%
tidak diketahui penyebabnya. Beberapa faktor yang diduga berkaitan dengan
berkembangnya hipertensi esensial diantaranya :
a. Genetik

Individu dengan keluarga hipertensi memiliki potensi lebih tinggi
mendapatkan penyakit hipertensi.
b. Jenis kelamin dan usia

Lelaki berusia 35-50 tahun dan wanita yang telah menopause berisiko tinggi
mengalami penyakit hipertensi.
c. Diit konsumsi tinggi garam atau kandungan lemak.

Konsumsi garam yang tinggi atau konsumsi makanan dengan kandungan
lemak yang tinggi secara langsung berkaitan dengan berkembangnya penyakit
hipertensi.
d. Berat badan obesitas

Berat badan yang 25% melebihi berat badan ideal sering dikaitkan dengan
berkembangnya hipertensi.
e. Gaya hidup merokok dan konsumsi alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol sering dikaitkan dengan berkembangnya
hipertensi karena reaksi bahan atau zat yang terkandung dalam keduanya.

8

2.2.2.2 Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang diketahui penyebabnya.

Hipertensi sekunder disebabkan oleh beberapa penyakit, yaitu :
a. Coarctationaorta

Coarctationaorta, yaitu penyempitan aorta congenital yang mungkin terjadi
beberapa tingkat pada aorta toraksi atau aorta abdominal. Penyembitan pada aorta
tersebut dapat menghambat aliran darah sehingga terjadi peningkatan tekanan
darah diatas area kontriksi.
b. Penyakit parenkim dan vaskular ginjal.

Penyakit ini merupakan penyakit utama penyebab hipertensi sekunder.
Hipertensi renovaskuler berhubungan dengan penyempitan satu atau lebih arteri
besar, yang secara langsung membawa darah ke ginjal. Sekitar 90% lesi arteri
renal pada pasien dengan hipertensi disebabkan oleh aterosklerosis atau fibrous
dyplasia (pertumbuhan abnormal jaringan fibrous). Penyakit parenkim ginjal
terkait dengan infeksi, inflamasi, serta perubahan struktur serta fungsi ginjal.
c. Penggunanaan kontrasepsi hormonal (esterogen).

Kontrasepsi secara oral yang memiliki kandungan esterogen dapat
menyebabkan terjadinya hipertensi melalui mekanisme renin-aldosteron-mediate
volume expantion. Pada hipertensi ini, tekanan darah akan kembali normal setelah
beberapa bulan penghentian oral kontrasepsi.
2.2.3 Klasifikasi Hipertensi

Menurut (Tambayong dalam (Nurarif & Kusuma, 2016)), klasifikasi
hipertensi klinis berdasarkan tekanan darah sistolik dan diastolik yaitu :

9

Tabel 2.1 Klasifikasi derajat hipertensi secara klinis

No. Kategori Sistolik Diastolik
(mmHg) (mmHg)

1. Optimal <120 <80
80-84
2. Normal 120-129 85-89

3. High Normal 130-139 90-99
100-109
4. Hipertensi 110-119

5. Grade 1 (ringan) 140-159 >120

6. Grade 2 (sedang) 160-179

7. Grade 3 (berat) 180-209

8. Grade 4 (sangat berat >210

Sumber : Tambayong dalam (Nurarif & Kusuma, 2016).

Menurut WHO dalam (Nurarif & Kusuma, 2016) klasifikasi dalam

hipertensi adalah :

a. Tekanan darah normal yaitu bila sistolik kurang atau sama dengan 140

mmHg dan diastolik kurang atau sama dengan 90 mmHg.

b. Tekanan darah perbatasan (border line) yaitu bila sistolik 141-149 mmHg dan

diastolik 91-94 mmHg.

c. Tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu bila sistolik lebih besar atau sama

dengan 160 mmHg dan diastolik lebih besar atau sama dengan 95 mmHg.

2.2.4 Mekanisme Hipertensi
Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin

II dari angiotensin I oleh Angiostencin Converting Enzyme (ACE). ACE
memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah
mengandung angiostensinogen yang diprodoksi di hati. Selanjutnya oleh hormon,
renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiostensin I. Oleh ACE
yang terdapat di paru-paru, angiostensin I diubah menjadi angiostensin II.
Angiostensi II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan
darah melalui dua aksi utama (Noviyanti, 2015 dalam (Wahyu, 2015)).

10

Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH)
dan rasa haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitary) dan bekerja
pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya
ADH, sangat sedikit urin yang diekskresikan keluar tubuh (antidiuresis), sehingga
menjadi pekat dan tinggi osmolitasnya. Untuk mengencerkannya, volume cairan
ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian
intraseluler. Akibatnya, volume darah meningkat yang pada akhirnya akan
meningkatkan tekanan darah.

Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.
Aldosteron merupakan hormone steroid yang memiliki peranan penting pada
ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi
ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya
konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume
cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan
darah (Wahyu, 2015).
2.2.5 Komplikasi pada Hipertensi

Komplikasi, dalam kedokteran adalah sebuah perubahan tak diinginkan
dari sebuah penyakit, kondisi kesehatan atau terapi. Penyakit dapat menjadi
memburuk atau menunjukkan jumlah gejala yang lebih besar atau
perubahan patologi, yang menyebar ke seluruh tubuh atau berdampak pada sistem
organ lainnya. Sebuah penyakit baru juga dapat muncul sebagai sebuah
komplikasi dari penyakit yang telah ada sebelumnya. Pengobatan medis,
seperti obat-obatan dan pembedahan dapat menyebabkan efek samping dan/atau
menyebabkan masalah kesehatan baru dari penyakit itu sendiri (KBBI, 2020).

11

Hiperetnsi juga berpotensi untuk terjadi komplikasi, sama halnya dengan penyakit
lain.

Menurut (Kementerian Kesehatan RI, 2019) jika hipertensi tidak
terkontrol, dapat menyebabkan hipertensi seperti :
a. Penyakit Jantung Koroner (PJK)

PJK adalah penyakit yang di sebabkan adanya plak yang menumpuk di dalam
arteri koroner yang mensuplai oksigen ke otot jantung (Jeini E Nelwan et al.,
2018).
b. Stroke

Definisi menurut WHO dalam (Kementerian Kesehatan RI, 2018), Stroke
adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang
cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan
berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan
kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.
c. Penyakit ginjal

Gagal jantung merupakan suatu kegagalan jantung untuk memompa darah
(TEDJAMULIA, 2018). Jantung mempunyai fungsi untuk memompa darah ke
seluruh tubuh. Pada gagal jantung klasik dimana fungsi jantung turun
(kemampuan pompanya) jantung memiliki penurunan kemampuan memompakan
darah ke seluruh tubuh.
2.2.6 Penatalaksanaan Hipertensi

Tatalaksana hipertensi meliputi tindakan farmakologis dan non
farmakologis. Tindakan farmakologis umumnya dilakukan dengan memberikan
obat antihipertensi. Sedangkan tindakan non farmakologis meliputi modifikasi

12

gaya hidup, karena dengan ini dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan
ketergantungan mengkonsumsin obat-obatan.

Tindakan non farmakologis, pola hidup sehat dapat dilakukan untuk
mencegah dan mengontrol hipertensi, seperti :
a. Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam, dan lemak
b. Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal
c. Gaya hidup sehat dan aktif, serta rajin berolahraga
d. Stop merokok
e. Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum)

Tindakan farmakologis pada umumnya menggunakan obat antihipertensi.
Penanganan hipertensi dengan farmakologis bertujuan untuk mengendalikan
angka kesakitan, komplikasi, dan kematian akibat hipertensi. Berbagai penelitian
klinik membuktikan bahwa, pemberian obat antihipertensi dengan tepat waktu
dapat menurunkan kejadian stroke hingga 35-40%, infark miokard 20-25%, dan
gagal jantung hingga lebih dari 50% (Kemenkes RI, 2016).
2.3 Konsep Kayu Manis dan Jahe
2.3.1 Morfologi Tanaman

Kayu manis (cinnamon verum) merupakan salah satu jenis rempah-rempah
yang menjadi komoditi perdagangan penting pada saat ini. Indonesia merupakan
penghasil kayu manis terbesar di dunia, sehingga kayu manis menjadi salah satu
rempah yang mempunyai harga pasa yang baik. Dalam bentuk gulungan kulit
kayu manis (quill), eskpor yang dilakukan Indonesia masih memiliki harga jual
yang rendah dibandingkan dengan mengubahnya dalam bentuk minyak astiri atau
oleoresin (Yuliarto, 2012). Kayu Manis yang dalam bahasa Latin

13

disebut Cinnamomum zeylanicum dan C burmanni merupakan jenis tanaman
berumur panjang penghasil kulit kayu yang di manfaatkan sebagai rempah
(spices). Kayu manis termasuk genus Cinnamomum yang termasuk dari famili
Lauraceae yang meliputi tumbuhan berkayu dengan bentuk daun tunggal, ordo
Polycarpicae dan termasuk kelas Dicotyledoneae. Daun kayu manis duduknya
berseling atau dalam rangkaian spiral dan bersifat liat. Panjang daun sekitar 9-12
cm dan lebar 3,4-5,4 cm (tergantung jenisnya), warna pucuk kemerahan dan daun
tuanya bewarna hijaua tua. Warna bunga kuning, berkelamin dua atau sempurna
dengan ukuran kecil. Bunga tidak bertajuk, benangsari berjumlah 12 helai yang
terangkai dalam 4 kelompok. Kelompok benangsari yang berada didalam
umumnya mandul. Kotak sari beruang empat, persarian berlangsung dengan
bantuan serangga (sejenis lalat). Buahnya adalah buah buni berbiji satu dan
berdaging, berbentuk bulat memanjang (panjang buah sekitar 1,3-1,6 cm dengan
diameter 0,35-0,75), buah muda berwarna hijau tua dan bila sudah tua berwarna.
Kulit batang pokok, cabang dan ranting mengandung minyak atsiri yang
merupakan komoditas ekspor.

Kayu manis dapat digunakan untuk bumbu makanan, juga dimanfaatkan
sebagai antiseptik karena atsiri mempunyai daya bunuh terhadap mikroorganisme
(Yusarman, 2016). Dari hasil penelitian minyak atsiri kayu manis dapat
membunuh baksil thypus hanya dalam waktu 12 menit, sedang minyak cengkeh
waktunya mencapai 25 menit. Minyak atsiri dapat dijadikan obat penyakit
disentri, penyembuh reumatik, mencret, pilek, sakit usus, jantung, pinggang dan
darah tinggi(Yusarman, 2016). Manfaat lain dari minyak kayu manis adalah

14

memiliki efek untuk mengeluarkan angin dan membangkitkan selera atau
menguatkan lambung (Yusarman, 2016).

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Jahe juga sangat
sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bumbu masak, pemberi
aroma dan rasa pada makanan dan minuman (Putri, 2018). Pada industri obat,
minyak wangi dan jamu tradisional jahe menjadi pilihan untuk memproduksi
produk tersebut. Jahe dapat memberi efek rasa hangat dalam perut, sehingga perut
menjadi nyaman. Maka jahe juga digunakan sebagai bahan minuman herbal dan
khas (Nadia, 2020). Jahe merupakan tanaman herbal juga termasuk rempah-
rempah yang berguna bagi tubuh (Agrotek, 2020). Jahe, adalah tumbuhan yang
rimpangnya sering digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan baku
pengobatan tradisional. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di
ruas-ruas tengah. Rimpang sendiri merupakan modifikasi dari batang lalu menjadi
umbi untuk menyimpan cadangan makanan. Rimpang juga digunakan untuk
memperbanyak tanaman jahe. Dari rimpang ini tunas dan akar akan tumbuh
menjadi tanaman baru. Warna dan ukuran rimpang jahe berbeda-beda tergantung
pada kultivarnya. Umumnya yang sering kita temui, rimpang jahe bentuknya
berbuku-buku, agak pipih dan menyebar kesegala arah. Kulit luarnya berwarna
coklat muda dan dagingnya berwarna kuning muda.

Jahe memiliki batang semu yang dapat tumbuh hingga 1 meter tumbuhnya
tegak dan tidak bercabang, berwarna hijau tua, bentuknya bulat serta dilapisi bulu-
bulu halus (Agrotek, 2020). Batang jahe memiliki jaringan yang lunak dan berair
(Agrotek, 2020). Batang ini juga merupakan pelepah-pelepah daun yang saling
membungkus (Agrotek, 2020).

15

Daun jahe merupakan tipe daun tunggal dan memiliki pelepah serta
seludang daun (Agrotek, 2020). Bentuk helai daunnya sempit dan panjangnya
sekitar 15-23 cm sedangkan lebarnya hanya sekitar 1,5 cm (Agrotek, 2020).
2.3.2 Kandungan Kayu manis dan Jahe

Kayu manis sangat berguna untuk berbagai macam penyakit, salah satunya
adalah hipertensi (Agrotek, 2020). Karena, kandungan dalam jahe seperti
sinamaldehid, eugenol, asam sinamat, katekin, epikatekin, dan senyawa polifenol
lain. Fitokimia merupakan senyawa yang menjadikan kayu manis potensial
sebagai antioksidan (Hastuti & Rustanti, 2014).

Zat yang terkandung dalam kayu manis dan jahe dapat diketahui dalam
penelitian dan hasil uji fitokimia. Didalam kayu manis dan jahe terdapat
kandungan flavonoid yang berguna untuk menurunkan tekanan darah.

Uji fitokimia ekstrak etanol kayu manis memberikan hasil positif
mengandung senyawa flavonoid , fenolik, tanin, dan triterpenoid, sedangkan
ekstrak etanol kayu manis memberikan hasil positif mengandung senyawa
flavonoid , saponin, fenolik, dan tanin (Ayu Prahasti & Hidajati, 2019).

Pada bidang kesehatan, jahe juga menjadi alternatif non farmakologis
karena kandungan yang terkandung sangat bermanfaat. Jahe banyak mengandung
berbagai fitokimia dan fitonutrien. Zat yang terkandung didalam jahe sangat
bermanfaat bagi tubuh seperti minyak atsiri, pati, oleoresin, damar, asam organik,
asam malat, asam oksalat, gingerin, gingeron, damar oil, flavonoid , polifenol,
alkaloid, & musilago (Erinda Trias Wardani, 2012). Zat yang terkandung didalam
jahe sangat bermanfaat bagi tubuh seperti minyak atsiri, pati, oleoresin, damar,

16

asam organik, asam malat, asam oksalat, gingerin, gingeron, minyak damar,
flavonoid , polifenol, alkaloid, dan musilago (Erinda Trias Wardani, 2012).

Flavonoid dan Alkaloid bermanfaat pada hipertensi karena memiliki sifat
angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) dan antioksidan, selain itu
flavonoid juga terbukti menunjukan efek diuretik (Xiao, 2005 dalam (Imam,
2013)).
2.3.3 Mekanisme Kayu Manis dan Jahe sebagai Antihipertensi

Zat yang terkandung pada kayu manis dan jahe angat beragam dan sangat
bermanfaat untuk tubuh, salah satunya adalah flavonoid . Flavonoid adalah
kelompok senyawa alam dengan variabel struktur fenolik dan dapat ditemukan
pada tumbuhan. Pada saat ini terdapat peningkatan minat pada potensi
teraputik tanaman obat yang kemungkinan berkaitan dengan gugus phenolnya,
khususnya flavonoid (Widiasari, 2018).

Flavonoid telah dikonsumsi oleh manusia sejak lama. Flavonoid
memiliki kemampuan biologi yang luas dalam menjaga kesehatan manusia
dan membantu mengurangi resiko berbagai penyakit (Widiasari, 2018).
Khususnya untuk efek anti hipertensi dari senyawa flovanol telah diteliti secara
luas. Senyawa ini menghasilkan kemampuan untuk mengurangi stres oksidatif,
menghambat aktifitas angiotensin converting enzim, meningkatkan relaksasi
endotel pembuluh darah, mengatur signaling sel dan ekspresi gen. Kemampuan
untuk menggunakan flavonoid sebagai ACE inhibitor dalam mengatur tekanan
darah telah diteliti sejak beberapa dekade yang lalu dan semua telah terbukti
efektif dalam menekan kerja ACE (Widiasari, 2018).

17

2.4 Cara Pengolahan
Kayu manis dan jahe dapat diolah dengan cara direbus bersamaan dengan

air. Bahan yang perlu disiapkan adalah 2 rimpang jahe yang sudah dimemarkan
atau digeprek. 1 batang kayu manis 30 gram Menurut (Utami & Ervira, 2013),
dengan cara pengolahan :
a. Siapkan wadah untuk merebus bahan minuman. Kemudian masukkan air ke

dalam wadah sebanyak 500ml lalu panaskan dengan api sedang.
b. Masukkan jahe, dan kayu manis ke dalam air. Masak semua bahan hingga

mendidih dan menyisakan air setara 200ml.
c. Jika sudah mendidih, saring air rebusan agar terpisah dari ampasnya.
d. Nikmati minuman yang baik bagi tubuh ini dengan suhu yang masih hangat.

18

2.5 Kerangka Konseptual

Faktor yang
mempengaruhi
tekanan darah :

Faktor risiko yang Faktor risiko yang dapat
tidak dapat dirubah dirubah
1. Umur 1. Merokok
2. Jenis kelamin 2. Konsumsi garam berlebih
3. Genetik 3. Kurang aktivitas fisik
4. Stres
5. Berat badan berlebih
6. Konsumsi alkohol

Penderita Hipertensi
Bagan 2.1 Kerangka Konseptual

Farmakologis : Obat-
obatan antihipertensi
Non Farmakologis :
1. Olahraga/ aktifitas rutin
2. Perencanaan diet
3. Seduhan obat herbal/obat

tradisional
- Kayu manis
- Jahe (Imam, 2013)

Tekanan darah membaik atau
kembali normal

19

BAB 3
METODE STUDI KASUS
3.1 Rancangan Studi Kasus
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif yang
bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai perubahan tekanan darah setelah
mengonsumsi seduhan kayu manis dan jahe.
3.2 Subjek Studi Kasus
Partisipan berjumlah 5 orang serta memilik riwayat hipertensi dengan
kriteria :
a. Warga RT. 01 RW. 03 Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota
Blitar
b. Mempunyai riwayat hipertensi lebih dari 6 bulan
c. Penderita hipertensi stadium 1 sampai dengan stadium 4 dengan tekanan
darah sistolik diatas 140 mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg
d. Tidak memiliki riwayat mengkonsumsi obat antihipertensi
e. Subjek bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed
consent.
f. Terdiagnosa hipertensi pada fasilitas kesehatan.
3.3 Fokus Studi Kasus dan Definisi Operasional
3.3.1 Fokus Studi Kasus
Fokus studi kasus tertuju adanya perubahan tekanan darah pada pederita
hipertensi yang telah mengkonsumsi seduhan kayu manis dan jahe selama 4
minggu. Indikator meliputi, pola kehidupan dan aktifitas olahraga, diet hipertensi
dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi seduhan kayu
manis dan jahe selama kurang lebih 4 minggu.

20

3.3.2 Definisi Operasional Fokus Studi

Tabel 3.1 Operasional Fokus Studi

Variabel Definisi

penderita hipertensi Seseorang warga yang
memilik tekanan darah
sistolik diatas 140 mmHg dan
diastolik diatas 90 mmHg
yang berada di RT. 01 RW.
03 Kelurahan Bendogerit,
Kecamatan Sananwetan, Kota

Blitar

Mengkonsumsi Seduhan Kayu Mengkonsumsi seduhan kayu
Manis dan Jahe manis dan jahe dikonsumsi
selama 4 minggu dengan
frekuensi 1 kali sehari dengan

takaran 200 ml

21

Indikator

1. Tekanan darah menunjukan sistolik mencapai angka

dibawah 140 mmHg dan diastolik pada angka kurang

n dari 90 mmHg
2. Mempunyai riwayat hipertensi selama lebih dari 6 bulan

3. Penderita hipertensi stadium 1 sampai 4 dengan tekanan

darah sistolik lebih dri 140 mmHg dan diastolik lebih

a dari 90 mmHg
4. Tidak memiliki riwayat mengkonsumsi obat anti

hipertensi

u

1. Tekanan darah menurun setelah mengkonsumsi rutin

selama 4 minggu

n 2. Lembar observasi terjadi penurunan

22

3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi,

dokumentasi. (terlampir)
3.5 Cara Konsumsi
a. Responden diberi seduhan yang sudah disiapkan oleh peneliti
b. Seduhan tersebut dikonsumsi 200ml dalam 1 hari. Dalam 200ml terdapat 2

rimpang jahe yang dimemarkan dan 2 batang kayu manis atau setara 30gram.
c. Seduhan tersebut dikonsumsi pagi atau siang hari
d. Seduhan diberikan dalam bentuk yang sudah diseduhkan oleh peneliti,

ditunggu sampai dengan diminum dengan jumlah 200ml
e. Rebusan kayu manis dan jahe dikonsumsi selama 4 minggu dengan frekuensi

1 kali sehari
3.6 Alat Pegumpulan Data

Instrumen yang akan digunakan untuk mendapatkan suatu data pada studi
kasus antara lain :
a. Handphone untuk merekam wawancara
b. Alat tulis untuk mencatat
c. Tensimeter
3.7 Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu penelitian dan pengumpulan data studi kasus ini adalah pada bulan
Januari 2022. Lokasi pengumpulan data pada studi kasus ini dilakukan dirumah
partisipan yang memiliki riwayat hipertensi di lingkungan RT 01 RW 03,
Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan yang pernah melakukan
pemeriksaan disemua layanan kesehatan.

3.8 Analisa Data
Analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif yang

mendeskripsikan suatu pengaruh atau perubahan setelah mendapat perlakuan
selama 28 hari. Pendekatan deskriptif adalah pendekatan yang digunakan untuk
mendeskripsikan penelitian yang dalam hal ini mendeskripsikan pengaruh
seduhan kayu manis dan jahe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.
3.9 Etika Penelitian

Etika penelitian adalah pertimbangan rasional mengenai kewajiban‐
kewajiban moral seorang peneliti atas apa yang dikerjakannya dalam penelitian,
publikasi, dan pengabdiannya kepada masyarakat.
3.9.1 Prinsip menghormati martabat manusia dan hak masyarakat

Manusia memiliki hak dan kebebasannya sendiri, maka dalam penelitian
ini tidak boleh melakukan paksaan apapun terhadap manusia yang juga selaku
partisipan dalam penelitian.
3.9.2 Prinsip berbuat baik (beneficence)

Prinsip berbuat baik merupakan suatu sikap yang harus dilakukan kepada
partisipan yang bertujuan untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalisir
kerugian.
3.9.3 Prinsip keadilan

Sikap peneliti harus adil dan fair terhadap partisipan dalam penelitiam dan
juga terhadap hasil yang didapatkan.
3.9.4 Prinsip integritas keilmuan

Integritas keilmuan yaitu sikap peneliti yang harus sesuai dengan keilmuan
yang telah didapat dan diberikan oleh institusi pendidikan. Peneliti harus bersikap

23

jujur dalam suatu penelitian dan tidak melanggar hak cipta suatu karya peneliti

lain.

3.9.5 Prinsip kepercayaan dan tanggunngjawab

Peneliti harus membangun rasa kepercayaan partisipan terhadap peneliti

dan penelitiannya. Peneliti juga harus tanggungjawab atas apa yang terjadi pada

partisipan yang berhubungan dengan penelitian.

24

BAB 4

HASIL STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN

Hasil studi kasus dan pembahasan akan diuraikan mengenai pengaruh

seduhan kayu manis dan jahe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di

Lingkungan RT 01/ RW 03 Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan, Kota

Blitar. Penelitian ini terdapat partisipan sejumlah 5 partisipan yang sudah sesuai

dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pengambilan data dilakukan dirumah

partisipan selama 4 minggu atau 28 hari dengan pertemuan setiap hari.

Hasil studi kasus diperoleh dari hasil wawancara dan observasi.

Pembahasan akan dibahas temuan-temuan studi kasus pada bagian pertama dan

keterkaitannya dengan teori. Bagian pembahasan juga terdapat pembahasan

mengenai keterbatasan dalam melakukan studi kasus. Berikut ini akan disajikan

mengenai hasil studi kasus dan pembahasan.

4.1 Hasil Studi Kasus

4.1.1 Data Umum Partisipan

Data Umum Partisipan

Nama 1 234 5
Usia Ny. P Ny. WL
Jenis 57 thn Ny. M Tn. SS Ny. S
Kelamin Perempuan 60
Alamat 66 60 58 Perempuan
Wirausaha
Pekerjaan Perempuan Laki - Perempuan Ibu Rumah
Tangga
Laki

Ibu Rumah Pensiunan Ibu Rumah

Tangga Tangga

4.1.2 Hasil Wawancara dan Observasi Studi Kasus

Penelitian ini memperoleh data yang teridentifikasi saat melakukan

wawancara dan observasi yang dilakukan pada masing-masing partisipan, yaitu:

a.) Bagaimana dengan pola hidup yang diterapakan seperti pola makan dan

25

26

aktifitas olahraga setiap hari, b.) Apakah pernah melakukan diet untuk

menurunkan tekanan darah, dan c) perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah

mengonsumsi seduhan kayu manis dan jahe.

Wawancara dilakukan saat partisipan belum dilakukan observasi untuk

mengetahui pengalaman partisipan sebelumnya, dilanjutkan dengan observasi

yang dilakukan selama empat minggu. Berikut pemaparan hasil studi kasus

berdasarkan tema sebagai berikut:

a. Pola kehidupan dan aktifitas olahraga

Pola kehidupan dan aktifitas olahraga ini mengarah ke kebiasaan setiap

partisipan setiap harinya untuk tetap beraktifitas dengan batas kemampuannya.

Tabel 4.1 Pola kehidupan dan aktifitas olahraga

Nama Partisipan Pernyataan
Ny. P “...kalau olahraga saya sudah tidak bisa. Kebiasaan beberes
Ny. M rumah itu sekitar 30 menit saya rasa sudah cukup...”
Tn. SS “...saya biasanya jalan kaki sekitar 10-15 menit...”
“...kadang masih bisa buat olahraga sebentar, seperti
Ny. S bulutangkis...”
“...dirumah sering pakai kayu bakar, jadi saya jalan kaki
Ny. WL buat cari kayu dan angkat-angkat kayu itu...”
“...masih sering jalan kaki sekitar rumah, biasanya pagi
sambil belanja sayur...”

Berdasarkan table 4.1 Pola kehidupan dan aktifitas olahraga diketahui 3

partisipan melakukan aktifitas seperti berjalan kaki disekitar rumah, 1 partisipan

melakukan aktifitas seperti beberes rumah, 1 partisipan melakukan aktifitas

seperti bulutangkis. Olahraga dan aktifitas disesuaikan dengan kemampuan setiap

partisipan.

27

b. Diet menurunkan hipertensi

Wawancara dilakukan untuk mengetahui apakah pernah menjalani diet

untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Tabel 4.2 Diet menurunkan hipertensi

Nama Partisipan Pernyataan
Ny. P “...saya hanya membatasi garam dan gula berlebih saja.
Ny. M Kadang sesekali juga lupa, kadang juga diingatkan anak...”
Tn. SS “...garam nya saya kurangi saat masak, juga mengurangi
Ny. S kebiasaan menghangatkan sayur bersantan...”
Ny. WL “...saya kalau untuk makan ya seperti biasa saja. Soalnya
saya gampang kepikiran kalau harus diet diet begitu...”
“...tidak pernah diet begitu, makan seadaanya yang ada
dirumah...”
“...mengurangi konsumsi garam dan makanan bersantan...”

Berdasarkan tabel 4.2 Diet untuk menurunkan hipertensi diketahui 3

partisipan melakukan diet garam dan mengurangi makanan bersantan, 1 partisipan

mengatakan tidak melakukan diet karena mudah befikir yang berlebihan terhadap

penyakit, 1 partisipan mengatakan tidak melakukan diet karena selalu makan

seadanya yang ada dirumah

c. Perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi seduhan

kayu manis dan jahe

Pengukuran tekanan darah ini dilakukan pada saat kunjungan pertama untuk

data awal, dan selanjutnya diobservasi lebih lanjut.

28

180
170
160
150
140
130
120
110
100

90
80
70
60
50
40
30
20
10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Sistolik Diastolik

Grafik 4.1 Tekanan Darah Ny. P

Berdasarkan grafik 4.1 Tekanan darah Ny. P diketahui bahwa tekanan

darah awal Ny. M yaitu 160/100 mmHg dan tekanan darah akhir 140/80 mmHg,

penurunan sistolik dan diastolic sebesar 20 mmHg

160
150
140
130
120
110
100

90
80
70
60
50
40
30
20
10

0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Sistolik Diastolik

Grafik 4.2 Tekanan darah Ny. M

Berdasarkan grafik 4.2 Tekanan darah Ny. M diketahui bahwa tekanan

darah awal Ny. M yaitu 150/100 mmHg dan tekanan darah akhir 130/90 mmHg.

Penurunan sistolik 20 mmHg dan diastolik 10 mmHg

29

170
160
150
140
130
120
110
100

90
80
70
60
50
40
30
20
10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Sistolik Diastolik

Grafik 4.3 Tekanan darah Tn. SS
Berdasarkan grafik 4.3 Tekanan darah Tn. SS diketahui bahwa tekanan

darah awal Tn. SS yaitu 150/100 mmHg dan tekanan darah akhir 140/90 mmHg.
Penurunan sistolik dan diastolik 10 mmHg

180
170
160
150
140
130
120
110
100

90
80
70
60
50
40
30
20
10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Sistolik Diastolik

Grafik 4.41 Tekanan Darah Ny. S
Berdasarkan grafik 4.4 Tekanan darah Ny. S diketahui bahwa tekanan

darah awal Ny. S yaitu 160/100 mmHg dan tekanan darah akhir 130/80 mmHg.

Penurunan sistolik 30 mmHg dan diastolik 20 mmHg

30

190
180
170
160
150
140
130
120
110
100

90
80
70
60
50
40
30
20
10

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Sistolik Diastolik

Grafik 4.5 Tekanan Darah Ny. WL
Berdasarkan grafik 4.5 Tekanan darah Ny. WL diketahui bahwa tekanan

darah awal Ny. WL yaitu 180/110 mmHg dan tekanan darah akhir 150/90 mmHg.

Penurunan sistoli 30 mmHg dan diastolik 20 mmHg

Tabel 4.4 Rentang penurunan tekanan darah setelah mengkonsumsi seduhan kayu

manis dan jahe selama 28 hari

Seduhan Olahraga dan Diet Rentang penurunan tekanan
Aktifitas Hipertensi darah

  Sistolik : 20-30 mmHg

Diastolik : 10-20 mmHg

 - Sistolik : 10-30 mmHg

Diastolik : 10-20 mmHg

Sistolik : 20 mmHg
 -

Diastolik : 20 mmHg

Berdasarkan Tabel 4.4 Rentang penurunan tekanan darah diketahui bahwa

seseorang yang mengkonsumsi seduhan kayu manis dan jahe yang didukung

dengan aktifitas olahraga dan diet hipertensi dapat menurunkan tekanan darah

sistolik 20-30 mmHg dan tekanan darah diastolik 10-20 mmHg. Seseorang yang

mengkonsumsi seduhan kayu manis dan jahe yang didukung dengan aktifitas


Click to View FlipBook Version