The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi menyusun Publikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai sumber informasi penting yang dapat digunakan dalam penyusunan perencanaan terkait pembangunan manusia di Kabupaten Melawi. Metode penyajian dilakukan dalam bentuk analisis deskriptif sederhana menggunakan pendekatan tabel dan grafik untuk mempermudah pengguna dalam memahami perkembangan capaian IPM. Data dan informasi
yang disajikan terdiri dari situasi pembangunan manusia dari hasil penghitungan besaran IPM beserta
indeks komponen-komponen penyusunnya serta perkembangannya.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by raisarizky, 2022-10-12 04:56:40

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi menyusun Publikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai sumber informasi penting yang dapat digunakan dalam penyusunan perencanaan terkait pembangunan manusia di Kabupaten Melawi. Metode penyajian dilakukan dalam bentuk analisis deskriptif sederhana menggunakan pendekatan tabel dan grafik untuk mempermudah pengguna dalam memahami perkembangan capaian IPM. Data dan informasi
yang disajikan terdiri dari situasi pembangunan manusia dari hasil penghitungan besaran IPM beserta
indeks komponen-komponen penyusunnya serta perkembangannya.

Keywords: ipmmelawi

Katalog: 4102002.6110

INDEKS
PEMBANGUNAN
MANUSIA
KABUPATEN
MELAWI

TAHUN 2021

BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN MELAWI



Katalog: 4102002.6110

TAHUN 2021

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
KABUPATEN MELAWI
TAHUN 2021

ISSN: -
No. Publikasi:
Katalog: 4102002.6110
Ukuran Buku: 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : ix + 57 hal.
Naskah:
Raisa Rizky Amelia Rahman, S.Tr.Stat.
Penyunting:
Hotmaria Elecktawati Lumbangaol, SST.
Gambar Kover:
Raisa Rizky Amelia Rahman, S.Tr.Stat.
.....
Diterbitkan oleh:
©BPS KABUPATEN MELAWI
.....

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan
sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersil tanpa izin tertulis
dari Badan Pusat Statistik.

TIM PENYUSUN

Pengarah
Yunita SST., M.Ec.Dev.
Penanggung Jawab
Yunita SST., M.Ec.Dev.

Penyunting
Hotmaria Elecktawati Lumbangaol, SST.
Pengolah Data dan Penulis Naskah

Raisa Rizky Amelia Rahman, S.Tr.Stat.
Penata Letak

Raisa Rizky Amelia Rahman, S.Tr.Stat.



KATA PENGANTAR

Indeks Pembangunan Manusia merupakan indikator capaian
pembangunan kualitas hidup masyarakat yang diukur berdasarkan tiga
dimensi dasar, yaitu dimensi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan,
dan standar hidup layak. Dimensi umur panjang dan hidup sehat
diwakili oleh indikator Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir. Dimensi
pengetahuan diwakili oleh indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan
Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Dimensi standar hidup layak diwakili oleh
indikator Pengeluaran Perkapita yang Disesuaikan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi menyusun Publikasi
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai sumber informasi
penting yang dapat digunakan dalam penyusunan perencanaan terkait
pembangunan manusia di Kabupaten Melawi. Metode penyajian
dilakukan dalam bentuk analisis deskriptif sederhana
menggunakan pendektana tabel dan grafik untuk
mempermudah pengguna dalam memahami
perkembangan capaian IPM. Data dan informasi
yang disajikan terdiri dari situasi pembangunan
manusia dari hasil penghitungan besaran IPM beserta
indeks komponen-komponen penyusunnya serta
perkembangannya.
Publikasi ini diharapkan dapat
menjadi monitoring dan evaluasi
Pemerintah Daerah atas pembangunan
yang telah dilakukan, sekaligus dapat
mengidentifikasi kebutuhan daerah
bagi pembangunan di masa yang
akan datang. Kepada semua pihak
yang telah berpartisipasi hingga terbitnya
publikasi ini, kami sampaikan terima kasih.
Kritik dan saran yang membangun sangat
kami harapkan guna perbaikan di masa
mendatang.

Kepala BPS Kabupaten Melawi

Yunita

i



DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar...........................................................................................i
Daftar Isi..................................................................................................iii
Daftar Tabel..............................................................................................v
Daftar Gambar........................................................................................vii
Ringkasan Eksekutif................................................................................ix
BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................1
Latar Belakang.............................................................................3
Tujuan...........................................................................................4
Ruang Lingkup dan Sumber Data................................................5
BAB 2 METODOLOGI............................................................................7
Pengertian Indeks Pembangunan Manusia..................................9
Metode Perhitungan Indeks Pembangunan Manusia..................11
BAB 3 ANALISIS KOMPONEN IPM..................................................15.

Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat..................................17
Dimensi Pengetahuan................................................................20.

Dimensi Standar Hidup Layak...................................................23
BAB 4 GAMBARAN UMUM IPM DI KABUPATEN MELAWI........25.

Perkembangan IPM Kabupaten Melawi....................................27
Pencapaian Kapabilitas..............................................................28
Capaian IPM Kabupaten Melawi dalam Pembangunan
Kalimantan Barat........................................................................29
Perbandingan IPM Kabupaten Melawi dengan Kabupaten
Sekitarnya...................................................................................31
BAB 5 CAPAIAN DAN TANTANGAN................................................33
Capaian dan Tantangan Bidang Pendidikan...............................36
Capaian dan Tantangan Bidang Kesehatan................................40
Capaian dan Tantangan Bidang Ekonomi & Ketenagakerjaan..51
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................55

iii



DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1 Perbandingan Penghitungan IPM Metode Lama
dan Metode Baru.....................................................................12
Tabel 2.2 Nilai Minimum dan Maksimum Penghitungan IPM
Metode Baru...........................................................................14
Tabel 3.1 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Melawi, 2021.......18
Tabel 3.2 Indikator Kualitas Perumahan Kabupaten Melawi, 2021.......20
Tabel 3.3 Angka Partisipasi Sekolah menurut Kelompok Umur
di Kabupaten Melawi, 2021....................................................22
Tabel 4.1 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi
Menurut Komponen, 2017-2021.............................................29
Tabel 4.2 Komponen Pembentuk IPM Kabupten Melawi
dan Sekitarnya.........................................................................32
Tabel 5.1 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Usia Sekolah
di Kabupaten Melawi, 2020-2021............................................38
Tabel 5.2 Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat
Pendidikan di Kabupaten Melawi, 2020-2021........................39
Tabel 5.3 Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Menurut
Tempat Berobat di Kabupaten Melawi, 2020-2021 (%).........50

v



DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1 Umur Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Melawi,
2010-2021............................................................................18
Gambar 3.2 Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah
Kabupaten Melawi, 2010-2021...........................................21
Gambar 3.3 Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Keatas menurut
Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan................................23
Gambar 3.4 Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan Kabupaten Melawi
(Rp 000), 2010-2021...........................................................24
Gambar 4.1 IPM dan Pertumbuhan IPM Kabupaten Melawi Tahun
2010-2021............................................................................27
Gambar 4.2 Indeks Pembangunan Manusia Kabupten/Kota
se-Provinsi Kalimantan Barat.............................................30
Gambar 4.3 Peta IPM Kabupten/Kota se-Provinsi Kalimantan
Barat....................................................................................30
Gambar 4.4 IPM Kabupaten Melawi dan Kabupaten di Sekitarnya.......31
Gambar 5.1 Persentase Rumah Tangga Menurut Indikator Kualitas
Perumahan di Kabupaten Melawi, 2021.............................41
Gambar 5.2 Persentase Rumah Tangga Menurut Luas Lantai
Perkapita di Kabupaten Melawi, 2021...............................43
Gambar 5.3 Persentase Fasilitas Rumah Tinggal di Kabupaten Melawi,
2021....................................................................................45
Gambar 5.4 Angka Kesakitan Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten
Melawi, 2021......................................................................47
Gambar 5.5 Persentase Penduduk yang Mengalami Keluhan
Kesehatan dalam Sebulan Terakhir dan Berobat Jalan
Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Melawi,
2020-2021...........................................................................49
Gambar 5.6 Persentase Penduduk Miskin dan Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten Melawi, 2017-2021...........................................51

vii



RINGKASAN EKSEKUTIF

Pembangunan manusia di Kabupaten Melawi pada tahun
2021 mengalami kemajuan, ditandai dengan meningkatnya Indeks
Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2021, IPM Kabupaten Melawi
mencapai 65,87 poin. Angka ini meningkat 0,32 poin dibandingkan IPM
Kabupaten Melawi pada tahun 2020 yang besarnya 65,55 poin. Nilai
IPM tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di
Kabupaten Melawi berada pada kelompok status kategori “sedang” (60
< IPM < 70).
Peningkatan IPM pada tahun 2021 sejalan dengan
meningkatnya nilai seluruh komponen pembentuk IPM, yaitu dimensi
umur panjang dan hidup sehat yang dicerminkan dari umur harapan
hidup saat lahir (UHH), dimensi pengetahuan terdiri dari harapan lama
sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS), serta dimensi standar
hidup layak yang dilihat dari pengeluaran perkapita per tahun yang
disesuaikan.
Capaian pembangunan kesehatan. Angka harapan hidup
Kabupaten Melawi mencapai 72,98 tahun menunjukkan bahwa bayi
yang lahir tahun 2021 memiliki peluang untuk hidup hingga 72-73
tahun.
Capaian pembangunan pendidikan. Pada tahun 2021
rata-rata lama sekolah menunjukkan angka 6,91 tahun dan harapan
lama sekolah 11,17 tahun. Hal ini berarti bahwa anak usia 7 tahun
memiliki peluang untuk bersekolah selama 11,17 tahun. Sementara
itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh
pendidikan selama 6,91 tahun.
Capaian pembangunan perekonomian. Pengeluaran per
kapita disesuaikan masyarakat telah mencapai 8,42 juta rupiah pada

tahun 2021, naik 100 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.

ix



INDEKS
PEMBANGUNAN
MANUSIA

(IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan
dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM menjelaskan
bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam
memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.



LATAR BELAK AN G
Ide dasar pembangunan manusia adalah memposisikan
manusia sebagai aset bangsa yang sesungguhnya dan menciptakan
pertumbuhan dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan
lingkungan yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan pemikiran ini, tujuan utama dari pembangunan manusia
adalah mampu menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi
masyarakat untuk memiliki umur panjang, sehat, dan menjalankan
kehidupan yang produktif (Human Development Report 1990).
Konsep pembangunan manusia sendiri diukur dengan
menggunakan pendekatan tiga dimensi dasar manusia, yaitu umur
panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup yang layak.
Dimensi umur panjang dan hidup sehat diwakili oleh indikator harapan
hidup saat lahir. Dimensi pengetahuan diwakili oleh indikator harapan
lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, sedangkan dimensi standar
hidup layak diwakili oleh pengeluaran per kapita. Ketiga dimensi ini
terangkum dalam suatu indeks komposit yang membentuk IPM.
Isu mengenai pembangunan manusia menjadi salah satu
poin penting dalam agenda pemerintah. Hal ini menunjukkan
bahwa perhatian pemerintah Indonesia akan isu perkembangan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2022 3

Pendahuluan

pembangunan manusia kini semakin baik. Butir pertama visi dan misi
Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah akan
memprioritaskan peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia.
Dalam Ringkasan Eksekutif RPJMN 2020-2024, peningkatan kualitas
hidup manusia dilaksanakan melalui 3 strategi, yaitu:

a. Layanan dasar dan perlindungan sosial
b. Produktivitas
c. Pembangunan karakter
Indeks pembangunan manusia dijadikan sebagai salah satu
alokator Dana Alokasi Umum (DAU) untuk mengatasi kesenjangan
antarwilayah (fiscal gap) dan memacu pembangunan di daerah.
Alokator lain yang digunakan dalam mendistribusikan DAU adalah
luas wilayah, jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB), dan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). Dengan adanya DAU
diharapkan nantinya daerah dengan capaian IPM rendah mampu
untuk mengejar ketertinggalannya dari daerah lain dengan capaian
IPM lebih baik karena memperoleh alokasi dana yang lebih. Namun,
hal ini tergantung pada kebijakan dan strategi pembangunan tiap-tiap
daerah apakah mampu memanfaatkan kucuran dana yang ada untuk
mencapai hasil pembangunan khususnya pembangunan manusia
secara lebih baik.
Publikasi “Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi
Tahun 2021” ini diharapkan mampu memberikan gambaran tentang
kondisi, posisi, perkembangan pembangunan manusia di Kabupaten
Melawi, serta data IPM yang dihasilkan oleh BPS Kabupaten Melawi
dapat menjadi indikator strategis yang mampu memenuhi kebutuhan
organisasi pembuat kebijakan;

4 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Pendahuluan

T U JU A N
Secara umum maksud penyusunan Publikasi Indeks
Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 bertujuan
untuk:

1. Melihat perkembangan pembangunan manusia di Kabupaten
Melawi secara lengkap beserta dengan komponen-komponen
pembentuknya;

2. Memberikan gambaran tentang seberapa besar kemajuan IPM
di Kabupaten Melawi selama periode 2010-2021;

3. Sebagai dasar perencanaan pada tingkat makro, terutama terkait
dengan masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat.

R U A N G LIN G K U P D A N SU M B ER D ATA
Perencanaan bagi program-program pelaksanaan
pembangunan memerlukan informasi yang dapat menyajikan
gambaran sebenarnya di lapangan (represent reality). Semua
informasi yang ada tersebut berguna sebagai penunjang bagi analisis,
monitoring, dan evaluasi suatu kebijakan. Dengan demikian dapat
dilihat pentingnya pemanfaatan data yang relevan dengan kualitas
data yang baik dan dari sumber yang terpercaya sehingga konsistensi
data sangat diperlukan untuk mencegah kekeliruan kesimpulan.
Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini
didasarkan pada hasil Proyeksi Penduduk dan Survei Sosial Ekonomi
Nasional (SUSENAS) yang dilakukan oleh BPS secara sampel di wilayah
Kabupaten Melawi dan digunakan pula berbagai data sekunder
lainnya.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 5



METODOLOGI

indikator pengukuran IPM

1 Dimensi umur panjang
dan hidup sehat
umur harapan hidup pada
saat lahir

2 Dimensi pengetahuan
harapan lama sekolah dan
rata-rata lama sekolah

Dimensi kehidupan

3 yang layak
pengeluaran per kapita yang
disesuaikan

≥IPM 80 : Sangat Tinggi

≤70 IPM < 80 : Tinggi

≤60 IPM < 70 : Sedang

IPM < 60 : Rendah



P E N G E R T IA N IN D E K S P E M B A N G U N A N M A N U S IA (IP M )
Dalam sistem pengukuran dan monitoring pembangunan
manusia, idealnya mencakup banyak variabel untuk mendapatkan
gambaran yang komprehensif. Namun, terlalu banyak indikator
akan memberikan gambaran yang membingungkan. Isu ini menjadi
perhatian penting dalam pengukuran pembangunan manusia. Pada
tahun 1990, UNDP memperkenalkan sebuah gagasan baru dalam
pengukuran pembangunan manusia yang disebut sebagai Indeks
Pembangunan Manusia (IPM). Sejak saat itu, IPM dipublikasikan
secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report
(HDR). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses
hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan,
pendidikan, dan sebagainya.
Menurut UNDP, Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah
komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM
dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut
mencakup umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar
hidup layak. Setiap dimensi tersebut diwakili oleh indikator.
Pertama, usia panjang dan hidup sehat (a long and healthy
life). Dimensi ini diwakili oleh indikator umur harapan hidup pada

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 9

Metodologi

waktu lahir. Pertimbangannya adalah umur harapan hidup yang tinggi
mencerminkan tingkat kesehatan dan gizi yang baik. Umur harapan
hidup pada waktu lahir diukur dengan tahun.
Kedua, pengetahuan (knowledge). Dimensi ini diwakili
oleh indikator harapan lama sekolah yang mencerminkan harapan
bagi penduduk usia 7 tahun untuk merasakan bangku pendidikan
dan indikator rata-rata lama sekolah yang mencerminkan lamanya
penduduk usia 25 tahun ke atas telah mengenyam bangku sekolah.
Ketiga, kehidupan yang layak (a decent standard of living).
Dimensi ini diwakili oleh indikator pendapatan perkapita. Namun agar
dapat diperbandingkan antarnegara, angka pendapatan perkapita
tersebut perlu disesuaikan daya belinya melalui konsep yang disebut
“purchasing power parity” (PPP) atau daya beli yang disesuaikan.
Penyesuaian perlu dilakukan untuk mencerminkan adanya“diminishing
return of the income utility”.
Adapun manfaat dari IPM adalah sebagai berikut:
1. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan

upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/
penduduk);
2. IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu
wilayah/negara;
3. Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain
sebagai ukuran kinerja pemerintah, IPM juga digunakan sebagai
salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

10 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Metodologi

M ETO D E P EN G H IT U N G A N IPM
Secara berkala UNDP melakukan penyempurnaan dalam
penghitungan IPM. Pada tahun 2010, UNDP merubah metodologi
penghitungan IPM. UNDP menyebut perubahan yang dilakukan pada
penghitungan IPM tersebut sebagai metode baru. Beberapa indikator
diganti menjadi lebih relevan. Indikator Angka Partisipasi Kasar
gabungan (Combine Gross Enrollment Ratio) diganti dengan indikator
Harapan Lama Sekolah (Expected Years of Schooling). Indikator Produk
Domestik Bruto (PDB) per kapita diganti dengan Produk Nasional Bruto
(PNB) per kapita. Selain itu, cara penghitungan juga ikut berubah.
Metode rata-rata aritmatik diganti menjadi rata-rata geometrik untuk
menghitung indeks komposit.
Indonesia juga turut ambil bagian dalam mengaplikasikan
penghitungan metode baru. Dengan melihat secara mendalam tentang
kelemahan pada penghitungan metode lama, Indonesia merasa perlu
memperbarui penghitungan untuk menjawab tantangan masyarakat
internasional. Pada tahun 2016, Indonesia secara resmi melakukan
penghitungan IPM dengan metode baru. Untuk mengaplikasikan
metode baru, sumber data yang tersedia di Indonesia antara lain:
1. Umur harapan hidup saat lahir;
2. Angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah (Survei

Sosial dan Ekonomi Nasional/SUSENAS);
3. PNB per kapita tidak tersedia pada tingkat provinsi dan

kabupaten/ kota, sehingga diproksi dengan pengeluaran per
kapita disesuaikan menggunakan data SUSENAS.
Indonesia melakukan beberapa penyesuaian terhadap
metode baru. Penyesuaian ini dilakukan pada indikator PNB per

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 11

Metodologi

kapita karena masalah ketersediaan data. Dari empat indikator yang
digunakan dalam penghitungan IPM metode baru, tiga diantaranya
sama persis dengan UNDP. Khusus untuk PNB per kapita, indikator ini
diproksi dengan pengeluaran per kapita.

Tabel 2.1
Perbandingan Penghitungan IPM Metode Lama dan Metode Baru

Dimensi Metode Lama Metode Baru

(1) (2) (3)
Kesehatan Angka Harapan Angka Harapan
Pengetahuan Hidup saat lahir Hidup saat lahir
(AHH) (AHH)
Standar Hidup Layak Angka Melek Huruf Harapan Lama Se-
Agregasi (AMH), kolah (HLS),
Rata-rata Lama Se- Rata-rata Lama Se-
kolah (RLS) kolah (RLS)
Pengeluaran per Pengeluaran per
Kapita yang disesuai- Kapita yang disesuai-
kan (Rp) kan (Rp)
Rata-rata Aritmatika Rata-rata Geometrik

Penghitungan Masing-masing Indikator
Dimensi Kesehatan

Ikeseha tan = AHH − AHHmin
AHHmaks − AHHmin
Keterangan:
: Indeks Kesehatan
Ikeseha tan : Angka Harapan Hidup Saat Lahir
AHH : Angka Harapan Hidup Saat Lahir Minimum
AHHmin : Angka Harapan Hidup Saat Lahir Maksimum
AHHmaks

12 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Metodologi

Dimensi Pengetahuan

I HLS = HLS − HLSmin
HLSmaks − HLSmin

I RLS = RLS − RLSmin
RLSmaks − RLSmin

I pegetahuan = I HLS − IRLS
2

Keterangan: : Indeks Harapan Lama Sekolah
: Harapan Lama Sekolah
I HLS : Harapan Lama Sekolah Minimum
HLS : Harapan Lama Sekolah Maksimum
HLSmin : Indeks Rata-rata Lama Sekolah
HLSmaks : Rata-rata Lama Sekolah
IRLS : Rata-rata Lama Sekolah Minimum
RLS : Rata-rata Lama Sekolah Maksimum
RLSmin : Indeks Pengetahuan
RLSmaks
I pegetahuan

Dimensi Standar Hidup Layak

I pengeluaran = ln ( pengeluaran) − ln ( pengeluaranmin ) )
ln ( pengeluaranmaks ) − ln ( pengeluaranmin

Keterangan:

I pengeluaran : Indeks Pengeluaran

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 13

Metodologi

Setelah diketahui nilai dari masing-masing indikator, Langkah
selanjutnya adalah menghitung agregasi atau nilai IPM dengan rata-
rata geometri.

IPM = I × I × I3 pengeluaran
keseha tan
pegetahuan

Tabel 2.2
Nilai Minimum dan Maksimum Penghitungan IPM Metode Baru

Indikator Satuan Minimum Maksimum
(1) (2) (3) (4)
20 85
Angka Harapan Tahun
Hidup saat lahir 0 18
(AHH) Tahun 0 15
Harapan Lama Tahun 1.007.436* 26.572.352**
Sekolah (HLS) Rupiah
Rata-rata Lama
Sekolah (RLS)
Pengeluaran Per
Kapita Disesuaikan

Keterangan:

* Daya beli minimum merupakan garis kemiskinan terendah
kabupaten tahun 2010 (data empiris) yaitu di Tolikara-Papua.

** Daya beli maksimum merupakan nilai tertinggi kabupaten
yang diproyeksikan hingga 2025 (akhir RPJPN) yaitu perkiraan
pengeluaran per kapita Jakarta Selatan tahun 2025.

Nilai IPM berkisar antara 0 sampai dengan 100. Semakin tinggi nilai
IPM menunjukkan bahwa capaian pembangunan manusia di wilayah
tersebut semakin baik. IPM dapat dikelompokkan menjadi empat
kategori. Pengelompokan ini bertujuan untuk mengorganisasikan
seluruh wilayah menjadi kelompok-kelompok yang sama dalam hal
pembangunan manusia. Kategori IPM tersebut dibagi sebagai berikut:

a. IPM ≥ 80 : Sangat Tinggi
b. 70 ≤ IPM < 80 : Tinggi
c. 60 ≤ IPM < 70 : Sedang
d. IPM < 60 : Rendah

14 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

ANALISIS KOMPONEN IPM
KABUPATEN MELAWI

Dimensi Kesehatan

Dari 2017 hingga 2021, UHH tumbuh
rata-rata 0,2 persen per tahun. Pada
tahun 2018, UHH saat lahir di
Kabupaten Melawi adalah 72,56 tahun,
meningkat menjadi 72,98 tahun pada
tahun 2021.

Dimensi Standar
Hidup Layak

Pada tahun 2021, pengeluaran per
kapita masyarakat di Kabupaten Melawi
mencapai 8,42 juta rupiah per tahun.
Selama sepuluh tahun terakhir,
pengeluaran per kapita masyarakat
meningkat sekitar 1,13 juta rupiah.

Dimensi
Pengetahuan

RLS Kabupaten Melawi terus
meningkat. Hingga tahun 2021, rata-
rata penduduk Kabupaten Melawi
usia 25 tahun ke atas telah
mengenyam pendidikan hingga 6,91
tahun atau kelas VII (SMP kelas I).



D IM EN SI U M U R P A N JA N G D A N H ID U P SEH AT
Salah satu tujuan pembangunan bidang kesehatan

adalah untuk menjamin akses pelayanan kesehatan yang mudah,
terjangkau dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui upaya
pembangunan kesehatan, diharapkan tingkat kesehatan masyarakat
yang lebih baik dapat dicapai.

Indikator yang membentuk IPM dimensi kesehatan adalah
Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH). Tujuan UHH adalah untuk
mengukur kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada
khususnya. Jika UHH suatu daerah rendah, program pembangunan
kesehatan dan program sosial lainnya seperti kebersihan lingkungan,
nutrisi dan asupan kalori, termasuk pengentasan kemiskinan, harus
dilaksanakan.
Mulai tahun 2010 hingga 2017, UHH di Kabupaten Melawi
cenderung stagnan di bawah 72,5 tahun. Akan tetapi, sejak tahun 2018,
Kabupaten Melawi berhasil meningkatkan Umur Harapan Hidup saat
lahir sebesar 0,59 tahun. Dari 2018 hingga 2021, UHH tumbuh rata-rata
0,2 persen per tahun. Pada tahun 2018, UHH saat lahir di Kabupaten
Melawi adalah 72,56 tahun, meningkat menjadi 72,98 tahun pada
tahun 2021.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 17

Analisis Komponen

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 3.1
Umur Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Melawi, 2010-2021

Derajat kesehatan masyarakat yang baik mencerminkan
kinerja pembangunan sektor kesehatan yang baik. Keberadaan fasilitas
kesehatan memegang peranan penting dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Semakin mudah masyarakat menjangkau
fasilitas kesehatan yang tersedia, maka diharapkan tingkat kesakitan
(morbiditas) akan semakin turun

Tabel 3.1
Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Melawi, 2021

Fasilitas Kesehatan Jumlah

Polindes 75

Poskesdes 49

Posyandu 305

Puskesmas 11

Puskesmas Pembantu 70

Rumah Sakit 4

JUMLAH 514

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

18 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Analisis Komponen

Peningkatan derajat kesehatan juga dapat dicapai dengan
meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan yang mendukung hidup
sehat, termasuk kualitas dan kenyamanan perumahan. Tolak ukur
indikator kualitas Kesehatan adalah ketersediaan air bersih, sanitasi
yang memadai, dan penerangan yang baik.

Berdasarkan hasil Susenas 2021 tercatat 65,56 persen rumah
tangga di Kabupaten Melawi menggunakan sumur/mata air/air
permukaan untuk minum. Selain itu 25,24 persen menggunakan air
minum kemasan/isi ulang bermerek. Di sisi lain, rumah tangga yang
menggunakan air leding dan air hujan masing-masing adalah 6,14
persen dan 3,06 persen.

Selain sumber air minum, fasilitas buang air besar dan
jamban juga sangat penting bagi rumah tangga. Untuk menghindari
kontaminasi, tempat pembuangan harus dikelola dengan baik sesuai
dengan peraturan jamban yang sehat. Pada tahun 2021 tercatat 80,46
persen rumah tangga di Kabupaten Melawi sudah memiliki fasilitas
buang air besar sendiri.

Disamping fasilitas sumber air dan tempat pembuangan akhir
yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, fasilitas penerangan
juga sangat diperlukan dalam kehidupan rumah tangga. Sumber
penerangan yang ideal berasal dari listrik baik PLN maupun non PLN.
Hasil Susenas tahun 2021 menunjukkan bahwa tiga perempat dari
seluruh rumah tangga di Kabupaten Melawi menggunakan listrik PLN
sebesar 74,16 persen dan sisanya 20,33 persen tidak menggunakan
listrik PLN.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 19

Analisis Komponen

Tabel 3.2
Indikator Kualitas Perumahan Kabupaten Melawi, 2021

Indikator Kualitas Perumahan Persentase

(1) (2)

Sumber Air Minum

Air Kemasan Bermerk/Air Isi Ulang 25,24

Leding 6,14

Sumur/Mata Air/Air Permukaan 65,56

Air Hujan 3,06

Fasilitas Tempat Buang Air Besar

Sendiri 80,46

Ada, di MCK Umum/Siapapun Menggunakan 18,52

Tidak Ada Fasilitas 1,02

Fasilitas Penerangan

Listrik PLN 74,16

Listrik Non PLN 20,33

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

DIMENSI PENGETAHUAN
Pendidikan ataupun pengetahuan merupakan komponen

yang sangat berpengaruh dalam pembangunan manusia. Kinerja
pembangunan sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ataupun
pengetahuan dari manusia tersebut. Dimensi pengetahuan pada IPM
dibentuk oleh dua indikator, yaitu harapan lama sekolah dan rata-rata
lama sekolah. Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun
di Kabupaten Melawi. Selama periode 2010 hingga 2021, Harapan
Lama Sekolah meningkat sebesar 1,02 tahun, sementara Rata-rata
Lama Sekolah meningkat 1,45 tahun.

20 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Analisis Komponen

Selama periode 2010 hingga 2021, Harapan Lama Sekolah
secara rata-rata tumbuh sebesar 10,05 persen per tahun. Meningkatnya
Harapan Lama Sekolah menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak
penduduk yang bersekolah. Di tahun 2021, Harapan Lama Sekolah di
Kabupaten Melawi sebesar 11,17 tahun yang berarti bahwa anak-anak
usia 7 tahun memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan mereka
hingga sekolah menengah atas (SMA kelas 2).

Sementara Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Melawi
tumbuh 0,12 persen per tahun selama periode 2016 hingga 2021.
Pertumbuhan yang positif ini merupakan modal penting dalam
membangun kualitas manusia di Kabupaten Melawi yang lebih baik.
Hingga tahun 2021, rata-rata penduduk Kabupaten Melawi usia 25
tahun ke atas telah mengenyam pendidikan hingga 6,91 tahun atau
kelas VII (SMP kelas I).

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 3.2
Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah

Kabupaten Melawi, 2010-2021

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 21

Analisis Komponen

Untuk mengetahui seberapa banyak penduduk usia sekolah
yang telah memanfaatkan fasilitas pendidikan dapat dilihat dari
penduduk yang masih sekolah pada umur tertentu yang biasa disebut
dengan Angka Partisipasi Sekolah (APS). Peningkatan APS menunjukkan
adanya keberhasilan di bidang pembangunan, khususnya berkaitan
dengan upaya memperluas jangkauan pelayanan pendidikan.

Berdasarkan data Susenas tahun 2021, APS penduduk 7–12
tahun mencapai 96,72 persen, ini berarti penduduk pada usia tersebut
yang bersekolah sebanyak 96,72 persen yang berarti bahwa masih
ada 3,28 persen penduduk berusia 7-12 tahun yang tidak bersekolah.
Sedangkan APS penduduk umur 13-15 tahun sebesar 87,05 persen
artinya masih ada 12,95 persen penduduk berusia 13-15 tahun yang
tidak bersekolah. Sementara APS penduduk umur 16-18 tahun sebesar
57,99 persen yang berarti masih ada 42,01 persen penduduk usia 16-18
tahun yang tidak bersekolah.

Tabel 3.3
Angka Partisipasi Sekolah menurut Kelompok Umur

di Kabupaten Melawi, 2021

Kelompok Umur Persentase

(1) (2)

7-12 96.72

13-15 87.05

16-18 57.99

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Pendidikan yang ditamatkan merupakan indikator
pokok kualitas pendidikan formal. Seseorang yang menamatkan
pendidikannya hingga jenjang pendidikannya yang tinggi dapat

22 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Analisis Komponen

mempunyai pengetahuan yang luas serta keterampilan/keahlian
yang tinggi. Berdasarkan hasil Susenas 2021, penduduk usia 15 tahun
ke atas di Kabupaten Melawi pada tahun 2021 yang paling banyak
memiliki ijazah sampai dengan SMA/MA/Paket C yaitu sebesar 27,92
persen. Untuk yang memiliki ijazah sampai dengan SMP/MTs/Paket B
sebesar 18,17 persen, yang ijazah tertingginya SD/MI/Paket A sebesar
27,47 persen. Sementara penduduk yang tidak memiliki ijazah masih
terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 26,44 persen.

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 3.3
Persentase Penduduk Usia 15 Tahun Keatas menurut

Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan

D IM EN SI STA N D A R H ID U P LAYA K
Dimensi terakhir yang mewakili kualitas hidup manusia

adalah standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 23

Analisis Komponen

per kapita disesuaikan. Pada tahun 2021, pengeluaran per kapita
masyarakat di Kabupaten Melawi mencapai 8,42 juta rupiah per tahun.
Selama sepuluh tahun terakhir, pengeluaran per kapita disesuaikan
masyarakat meningkat sekitar 1,13 juta rupiah.

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 3.4
Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan Kabupaten Melawi (Rp 000), 2010-2021

24 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

GAMBARAN UMUM IPM
KABUPATEN MELAWI

72,11
79,93

68,16

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi tahun 2021
sebesar 65,87 dan menduduki peringkat 11 dari 14
kabupaten/kota di Kalimantan Barat.



P E R K E M B A N G A N IP M K A B U P A T E N M E L A W I 2 0 1 0 -2 0 2 1

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan suatu ukuran
yang digunakan untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia
di suatu wilayah. Meskipun tidak mengukur semua dimensi dari
pembangunan manusia, namun IPM dinilai mampu mengukur dimensi
pokok dari pembangunan manusia. Sejak pertama kali digunakan IPM
metode baru yakni tahun 2015, hingga tahun ini Badan Pusat Statistik
(BPS) secara rutin melakukan penghitungan IPM level nasional, provinsi
maupun kabupaten/kota setiap tahun, termasuk Kabupaten Melawi.


Sumber: Susenas Maret 2021, BPS 27

Gambar 4.1
IPM dan Pertumbuhan IPM Kabupaten Melawi Tahun 2010-2021

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Gambaran Umum

Secara umum, pembangunan manusia Kabupaten Melawi
terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2021. IPM
Kabupaten Melawi meningkat dari 60,91 pada tahun 2010 menjadi
65,87 pada tahun 2021. Dengan nilai IPM tersebut, Kabupaten Melawi
termasuk dalam kategori wilayah IPM level sedang. Sementara jika
dilihat dari ranking se-provinsi Kalimantan Barat, IPM Kabupaten
Melawi menempati urutan ke-11 dari 14 kabupaten/kota.
Level capaian IPM memang penting untuk melihat kemajuan
pembangunan suatu wilayah. Namun, level saja tidak cukup untuk
mencatat kemajuan pembangunan manusia. Kecepatan pembangunan
manusia dapat melengkapi sudut pandang capaian pembangunan
manusia. Kecepatan lebih menunjukkan upaya yang telah dilakukan
untuk mencapai suatu level tertentu dalam pembangunan manusia.
Kecepatan pembangunan manusia diukur dengan pertumbuhan IPM.
Dilihat dari kecepatan pembangunan manusianya, selama tahun 2017
sampai dengan 2021 IPM Kabupaten Melawi rata-rata tumbuh sebesar
0,49 persen per tahun dengan tingkat pertumbuhan cenderung
menurun. Pertumbuhan IPM Kabupaten Melawi paling lambat terjadi
pada tahun 2020 yaitu hanya sebesar 0,015 persen.

P EN C A PA IA N K A PA B ILITA S D A SA R
Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan
memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu umur panjang dan hidup
sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Sehingga, peningkatan
capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya.
Seiring dengan meningkatnya angka IPM, indeks masing-masing
komponen IPM juga menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun.

28 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Gambaran Umum

Tabel 4.1
Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Menurut Komponen,

2017-2021

Satuan 2017 2018 2019 2020 2021

Usia Harapan tahun 72,39 72,56 72,88 72,97 72,98
Hidup (UHH) tahun 11,12 11,13 11,15 11,16 11,17
Harapan Lama tahun 6,53 6,66 6,67 6,76 6,91
Sekolah (HLS) RP 000 7.922 8.202 8.465 8.322 8.415
Rata-Rata poin 64,43 65,05 65,54 65,55 65,87
Lama Sekolah
(RLS) (%) 0,28 0,96 0,75 0,02 0,49
Pengeluaran
Perkapita
Indeks
Pembangunan
Manusia
(IPM)
Pertumbuhan
IPM (persen)

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

C A PA IA N IPM K A B U PAT EN M ELAW I
D A LA M P EM B A N G U N A N K A LIM A N TA N B A R AT
Pada tahun 2021, pencapaian pembangunan manusia di
tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Barat cukup seragam. IPM pada
level kabupaten/kota berkisar antara 62,90 (Kabupaten Kayong Utara)
hingga 79,93 (Kota Pontianak). Kabupaten Melawi dengan IPM sebesar
65,87 menempati peringkat ke-11 di antara kabupaten dan kota se-
Kalimantan Barat. Nilai IPM tersebut juga berada di bawah nilai IPM
Kalimantan Barat yang nilainya sebesar 67,90.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 29

Gambaran Umum

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 4.2
Indeks Pembangunan Manusia Kabupten/Kota se-Provinsi Kalimantan Barat



Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 4.3
Peta IPM Kabupten/Kota se-Provinsi Kalimantan Barat


30 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Gambaran Umum

Jika dilihat menurut status pembangunan manusia, mayoritas
kabupaten/kota di Kalimantan Barat berada pada IPM dengan status
sedang. Wilayah dengan kategori IPM “tinggi” hanya sebanyak 2 kota
dan yang berkategori “sedang” sebanyak 12 kabupaten. Kabupaten
Melawi termasuk satu diantara 12 kabupaten dengan status IPM
sedang. Pada tahun 2021, 2 wilayah di Kalimantan Barat dengan IPM
pada level tinggi, yaitu Kota Pontianak dan Kota Singgkawang. Pada
tahun 2021, tidak ada satupun kabupaten/kota di Kalimantan Barat
yang status pembangunan manusianya berada pada level rendah.

P ER B A N D IN G A N IPM K A B U PAT EN M ELAW I T ER H A D A P
K A B U PAT EN SEK ITA R N YA
IPM Kabupaten Melawi berada di level cukup tinggi
dibandingkan kabupaten/kota lain di sekitarnya. IPM tertinggi adalah
Kabupaten Sintang sebesar 66,93 disusul Kabupaten Melawi dengan
IPM sebesar 65,87. Fakta tersebut merupakan cerminan angka indeks
pada tiga komponen yang menjadi indikator pengukuran kinerja
pembangunan manusia.

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS 31

Gambar 4.4
IPM Kabupaten Melawi dan Kabupaten di Sekitarnya

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Gambaran Umum

Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir
Kabupaten Melawi sebesar 72,98 tahun, paling tinggi di antara
tiga kabupaten lainnya. Begitu pula dengan komponen banyaknya
pengeluaran perkapita, Melawi sebagai salah satu pusat perekonomian
di bagian timur Kalimantan Barat berada di posisi nomor dua.
Sedangkan untuk Harapan Lama Sekolah dan Rata-Rata Lama Sekolah
Kabupaten Melawi berada di bawah kabupaten lainnya untuk tahun
2021.

Tabel 4.2
Komponen Pembentuk IPM Kabupten Melawi dan Sekitarnya

Kabupaten/Kota UHH HLS RLS Pengeluaran (000 rupiah)

Sekadau 72,05 11,89 6,85 7.462

Kapuas Hulu 72,53 12,08 7,53 7.168

Melawi 72,98 11,17 6,91 8.415

Sintang 71,84 12,04 7,08 8.708

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

32 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

CAPAIAN & TANTANGAN

APM SD/sederajat Kabupaten Persentase penduduk miskin
Melawi tahun 2021 sebesar Kabupaten Melawi tahun 2021

95,27% sebesar

APS umur 7-12 tahun di Kabupaten 12,01%
Melawi tahun 2021 sebesar
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten
96,72% Melawi tahun 2021 sebesar

4,54%

Persentase penduduk Kabupaten Angka Kesakitan penduduk
Melawi dalam sebulan terakhir yang Kabupaten Melawi tahun 2021
mengalami keluhan kesehatan dan
berobat jalan tahun 2021 sebesar sebesar

34,71% 11,90%

Pada tahun 2021, mayoritas penduduk Kabupaten Melawi
yang sakit melakukan berobat jalan di Praktik

62,45%Dokter/Bidan, yaitu sebesar


Click to View FlipBook Version