The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi menyusun Publikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai sumber informasi penting yang dapat digunakan dalam penyusunan perencanaan terkait pembangunan manusia di Kabupaten Melawi. Metode penyajian dilakukan dalam bentuk analisis deskriptif sederhana menggunakan pendekatan tabel dan grafik untuk mempermudah pengguna dalam memahami perkembangan capaian IPM. Data dan informasi
yang disajikan terdiri dari situasi pembangunan manusia dari hasil penghitungan besaran IPM beserta
indeks komponen-komponen penyusunnya serta perkembangannya.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by raisarizky, 2022-10-12 04:56:40

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi menyusun Publikasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai sumber informasi penting yang dapat digunakan dalam penyusunan perencanaan terkait pembangunan manusia di Kabupaten Melawi. Metode penyajian dilakukan dalam bentuk analisis deskriptif sederhana menggunakan pendekatan tabel dan grafik untuk mempermudah pengguna dalam memahami perkembangan capaian IPM. Data dan informasi
yang disajikan terdiri dari situasi pembangunan manusia dari hasil penghitungan besaran IPM beserta
indeks komponen-komponen penyusunnya serta perkembangannya.

Keywords: ipmmelawi

Tujuan utama pembangunan manusia adalah untuk
memastikan manusia dapat memperluas pilihan-pilhan yang dimiliki.
Hal ini tentunya dapat terwujud apabila manusia berumur panjang
dan sehat, memiliki pengetahuan dan keterampilan, serta dapat
memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya dalam kegiatan yang
produktif. Hal tersebut sekaligus merupakan tujuan utama dari
pembangunan yaitu untuk menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas.
Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan aset
kekayaan bangsa sekaligus sebagai modal dasar pembangunan. Untuk
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, pendidikan
dan kesehatan merupakan modal utama yang harus dimiliki manusia
agar mampu meningkatkan potensinya dan berkontribusi dalam
pembangunan. Pada umumnya, semakin tinggi kapabilitas dasar yang
dimiliki suatu bangsa, semakin tinggi peluang untuk meningkatkan
potensi bangsa itu.
Pembangunan manusia di Indonesia hingga saat ini mencatat
perkembangan yang menggembirakan. Hal-hal yang mendasar
dalam peningkatan kualitas manusia semakin meningkat. Namun,
terdapat beberapa persoalan dasar yang harus diselesaikan pada masa
mendatang agar kualitas manusia Indonesia meningkat (BPS, 2016).

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 35

Capaian & Tantangan

C A PA IA N D A N TA N TA N G A N B ID A N G P EN D ID IK A N
Setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh
pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang
dimilikinya, tanpa kecuali. Hak memperoleh pendidikan bagi setiap
warga negara tidak memandang status sosial, status ekonomi, suku,
etnis, agama, dan gender. Hal ini telah dicanangkan dan tercantum
dalam UUD 1945 pasal 31. Berdasarkan UUD tersebut maka pemenuhan
hak warga negara harus direncanakan dan dijalankan dengan sebaik
mungkin. Pemenuhan atas hak untuk mendapatkan pendidikan dasar
yang layak dan bermutu merupakan ukuran keadilan dan pemerataan
atas hasil pembangunan. Hal tersebut juga menjadi investasi sumber
daya manusia yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan
pembangunan bangsa.
Kualitas sumber daya manusia dapat juga dilihat dari
keahlian atau keterampilan serta ilmu pengetahuan yang dimilikinya
yang dapat digambarkan dari tingkat Pendidikan tertinggi yang
ditamatkan. Seseorang yang menamatkan pendidikannya hingga
jenjang pendidikan tinggi, cenderung mempunyai pengetahuan yang
luas serta keterampilan atau keahlian yang tinggi. Dengan semakin
meningkatnya keterampilan atau keahlian, akan semakin mudah
mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Indikator tingkat pendidikan
yang ditamatkan juga dapat digunakan untuk mengetahui capaian
program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) & Angka Partisipasi Murni (APM)
Tingkat partispasi sekolah merupakan salah satu indikator
yang dapat mengukur partipasi masyarakat dalam mengikuti

36 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

pendidikan dari berbagai jenjang pendidikan dan kelompok umur.
Tingkat partisipasi sekolah yang dapat diukur, yaitu Angka Partisipasi
Sekolah (APS) dan Angka Partisipasi Murni (APM). APS menjadi
indikator ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk
usia sekolah. APS merupakan proporsi anak sekolah pada usia jenjang
pendidikan tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jejang
pendidikan tersebut, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM)
merupakan proporsi penduduk kelompok usia sekolah tertentu yang
masih bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan
kelompok usianya terhadap jumlah penduduk pada kelompok usia
sekolah tersebut.
Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-12 tahun dari hasil
Susenas Maret tahun 2021 sebesar 96,72 persen. Nilai ini menunjukkan
bahwa sebanyak 96,72 persen penduduk usia 7-12 tahun sedang
bersekolah. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan
tahun 2020 yang sebesar 96,98 persen. Untuk usia 13-15 tahun, APS
Kabupaten Melawi sebesar 87,05 persen di tahun 2021 atau naik
sebesar 0,41 persen dibanding tahun 2020 yang sebesar 86,64 persen.
Tingginya APS pada kedua kelompok umur, 7-12 tahun dan 13-15,
dalam bersekolah bisa jadi sebagai dampak positif adanya kebijakan
pemerintah tentang wajib belajar sembilan tahun yang sudah
dilaksanakan selama dua dekade terakhir.
Berbeda dengan APS jenjang umur 7-12 dan 13-15 tahun,
APS untuk kelompok umur 16-18 tahun naik sebesar 0,12 persen,
dari 57,87 persen di tahun 2020 menjadi 57,99 persen di tahun 2021.
Walaupun belum sebesar APS 7-15 tahun, namun hal ini menunjukkan
bahwa akses pendidikan, sampai dengan pendidikan menengah

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 37

Capaian & Tantangan

ke atas semakin dapat dinikmati dan dijangkau oleh sebagian
besar masyarakat, namun masih butuh kerja ekstra dari pemangku
kebijakan terutama pada akses terhadap pendidikan menengah atas
agar partisipasi sekolah untuk anak di umur 16-18 tahun semakin
meningkat.
Jika dicermati, semakin tinggi kelompok umur, maka APS akan
semakin mengecil. Melalui fenomena ini juga terlihat bagaimana umur
sebagai salah satu karakteristik demografis ternyata dapat memberikan
pengaruh yang cukup signifikan terhadap partisipasi penduduk dalam
memanfaatkan fasilitas pendidikan. Hal ini terjadi karena semakin
meningkatnya umur penduduk, maka kesempatan untuk mengenyam
pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi semakin terbatas, baik
dalam hal biaya, akses, maupun kemampuan akademis.

Tabel 5.1
Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Usia Sekolah di Kabupaten Melawi,

2020-2021

Kelompok Umur Angka Partisipasi Sekolah
2020 2021

(1) (2) (3)

7-12 96.98 96.72

13-15 86.64 87.05

16-18 57.87 57.99

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Sementara itu, APM untuk jenjang pendidikan SD tahun
2021 mencapai 95,27 persen. Hal ini berarti bahwa terdapat 95,27
persen penduduk Kabupaten Melawi kelompok usia 7-12 tahun
yang bersekolah di SD/MI/Paket A. Dibandingkan kondisi 2020, APM

38 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

Kabupaten Melawi 2021 untuk jenjang pendidikan tersebut mengalami
penurunan sebesar 0,59 persen, dari yang semula 95,86 persen. Kendati
demikian, jika disandingkan dengan sasaran yang ingin dicapai dalam
Program Indonesia Pintar melalui pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun,
yaitu target 94,8 persen APM SD/sederajat pada 2021, maka capaian
APM untuk Kabupaten Melawi sudah melampaui target.

Tabel 5.2
Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan di

Kabupaten Melawi, 2020-2021

Kelompok Umur Angka Partisipasi Murni
2020 2021

(1) (2) (3)

SD/sederajat 95.86 95.27

SMP/sederajat 64.93 65.25

SMA/sederajat 42.11 42.69

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Berbeda dengan APM SD/sederajat, APM Kabupaten Melawi
tahun 2021 untuk jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/
sederajat justru mengalami kenaikan jika dibandingkan kondisi 2020.
Tercatat APM SMP/sederajat naik 0,32 persen dari 64,93 persen di
tahun 2020 menjadi 65,25 persen di tahun 2021. Begitu juga APM SMA/
sederajat naik 0,58 persen dari 42,11 persen di tahun 2020 menjadi
42,69 persen di tahun 2021.
Keadaan ekonomi rumah tangga memiliki andil cukup besar
dalam menentukan keberlanjutan pendidikan anggota rumah tangga.
Stigma yang terlanjur berkembang di masyarakat adalah semakin
tinggi tingkat pendidikan maka biaya akan semakin mahal. Hal ini tentu

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 39

Capaian & Tantangan

bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah terkait pembangunan
pendidikan yang sudah dirancang maupun yang sebagian sudah
dilaksanakan, demi mengejar ketertinggalan.

C A PA IA N D A N TA N TA N G A N B ID A N G K ESEH ATA N
Kualitas Rumah Tinggal di Kabupaten Melawi Setahun Terakhir
Kualitas lingkungan rumah tinggal tentunya berpengaruh
terhadap status kesehatan penghuninya. Kualitas rumah tinggal yang
baik dalam lingkungan sehat, aman, lestari dan berkelanjutan menurut
Kepmen (1999) diartikan sebagai suatu kondisi rumah yang memenuhi
standar minimal dari segi kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, dan
kualitas teknis.
Rumah dan kelengkapannya merupakan kebutuhan dasar
dan juga merupakan salah satu faktor penentu indikator kesejahteraan
rakyat. Rumah mempunyai pengaruh terhadap pembinaan watak dan
kepribadian serta merupakan faktor penting terhadap produktivitas
kerja dan kreativitas kerja seseorang. Selain itu, rumah juga mempunyai
fungsi strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian
budaya, dan peningkatan kualitas generasi yang akan datang. Dengan
meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat
melalui pemenuhan kebutuhan papan, diharapkan dapat terwujud
kesejahteraan rakyat.
Secara umum perumahan didefinisikan sebagai kumpulan
rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun
perdesaan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan fasilitas
umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni.
Selain sebagai tempat tinggal, rumah seringkali menunjukkan status

40 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

sosial seseorang. Status sosial seseorang berhubungan positif dengan
kualitas/kondisi rumah. Semakin tinggi status sosial seseorang semakin
besar peluang untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal
dengan kualitas yang lebih baik.


Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 5.1
Persentase Rumah Tangga Menurut Indikator Kualitas Perumahan di

Kabupaten Melawi, 2021


Salah satu dari sekian banyak fasilitas yang dapat
mencerminkan kesejahteraan rumah tangga adalah kualitas material
seperti jenis atap, dinding, dan lantai terluas yang digunakan, termasuk
juga fasilitas penunjang lain yang meliputi luas lantai hunian, sumber
air minum, fasilitas tempat buang air besar, dan sumber penerangan.
Kualitas perumahan yang baik dan penggunaan fasilitas perumahan
yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
Rumah tinggal yang dapat dikategorikan ke dalam rumah
yang layak huni sebagai tempat tinggal harus memenuhi beberapa
kriteria kualitas rumah tempat tinggal. Beberapa diantaranya yaitu

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 41

Capaian & Tantangan

rumah yang memiliki dinding terluas yang terbuat dari tembok atau
kayu, dengan beratapkan beton, genteng, sirap, seng maupun asbes,
dan memiliki lantai terluas bukan tanah.
Berdasarkan data Susenas, persentase rumah tangga di
Kabupaten Melawi yang bertempat tinggal di rumah dengan lantai
bukan tanah pada tahun 2021 menunjukkan angka yang tinggi. Pada
tahun 2021 tercatat masyarakat Kabupaten Melawi telah memiliki
dinding terluas tembok dan kayu sebesar 36,22 persen telah memiliki
tembok sebagai dinding terluas dan 10,57 persen memiliki kayu
sebagai dinding terluasnya. Kondisi tersebut menggambarkan tempat
tinggal penduduk Kabupaten Melawi sudah cukup baik.
Indikator lain yang digunakan untuk melihat kualitas
perumahan untuk rumah tinggal adalah penggunaan atap terluas.
Dari hasil Susenas 2021 diperoleh bahwa 90,34 persen rumah tinggal
di Kabupaten Melawi sudah memenuhi kriteria atap yang layak, yaitu
atap terluasnya terbuat dari beton genteng, sirap, seng, ataupun asbes.
Indikator lain yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas
perumahan adalah luas lantai perkapita. Luas lantai rumah seringkali
dianggap sebagai gambaran untuk menilai kemampuan sosial ekonomi
masyarakat. Selain itu, luas lantai juga menentukan tingkat kesehatan
penghuninya. Luas lantai yang sempit dapat mengurangi konsumsi
oksigen penghuni rumah serta mempercepat proses penularan
penyakit. Luas lantai rumah perkapita adalah rata-rata luas lantai untuk
setiap anggota rumah tangga. Menurut Badan Pusat Statistik, ukuran
luas lantai yang ideal/layak digunakan per orang minimal adalah 7,2
meter persegi (sufficient living space).

42 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 5.2
Persentase Rumah Tangga Menurut Luas Lantai Perkapita

di Kabupaten Melawi, 2021

Menurut hasil Susenas tahun 2021, sebagian besar rumah
tangga di Kabupaten Melawi bertempat tinggal di rumah dengan luas
lantai perkapita 7,2 meter persegi ke atas. Hal ini memberi indikasi
positif, karena persentase rumah tangga yang bertempat tinggal
dengan luasan perkapita dibawah 7,2 meter persegi terbilang sedikit.
Secara umum, dapat dikatakan bahwa pada tahun 2021, berdasarkan
kriteria yang disyaratkan oleh BPS terdapat 89,60 persen rumah tangga
di Kabupaten Melawi tinggal di rumah dengan luas lantai perkapita
yang ideal atau layak.

Fasilitas Rumah Tinggal
Kualitas dan kenyamanan rumah tinggal dapat ditentukan
dari kelengkapan fasilitas suatu rumah tinggal. Termasuk dalam
kelengkapan fasilitas tersebut adalah tersedianya air bersih, sanitasi
yang layak, serta penerangan yang baik. Air bersih merupakan
kebutuhan yang sangat penting bagi rumah tangga dalam kehidupan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 43

Capaian & Tantangan

sehari-hari. Ketersediaan dalam jumlah yang cukup terutama untuk
keperluan minum dan masak merupakan tujuan dari program
penyediaan air bersih yang terus menerus diupayakan pemerintah.
Pada 2021, rumah tangga di Kabupaten Melawi yang
menggunakan air kemasan, air isi ulang, dan air leding sebagai sumber
air minum dan masak mencapai 31,38 persen. Penyediaan sarana
jamban merupakan bagian dari usaha sanitasi yang cukup penting
peranannya dalam menunjang kesehatan. Jika ditinjau dari sudut
kesehatan lingkungan, pembuangan kotoran manusia yang tidak
saniter akan mencemari lingkungan terutama tanah dan sumber air.
Selain itu juga akan menyebabkan berbagai macam penyakit seperti
thypus, disentri, kolera, dan sebagainya.
Untuk mencegah dan mengurangi kontaminasi terhadap
lingkungan maka pembuangan kotoran manusia harus dikelola
dengan baik sesuai dengan ketentuan jamban yang sehat. Fasilitas
rumah tinggal yang berkaitan dengan hal tersebut adalah ketersediaan
jamban sendiri dengan tangki septik. Pada 2021, persentase rumah
tinggal dengan jamban sendiri sebanyak 80,46 persen. Sedangkan
rumah tangga yang menggunakan pembuangan akhir tinja dengan
tangki septik atau IPAL adalah sebesar 35,23 persen.
Fasilitas perumahan lainnya yang tidak kalah penting adalah
penerangan. Sumber penerangan yang ideal adalah yang berasal
dari listrik, karena cahaya listrik lebih terang dibandingkan sumber
penerangan lainnya. Untuk saat ini listrik PLN merupakan sumber
penerangan yang paling konsisten untuk dapat digunakan oleh
masyarakat. Berdasarkan hasil Susenas tahun 2021 sebanyak 74,16
persen masyarakat Kabupaten Melawi telah menikmati listrik PLN.

44 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 5.2
Persentase Fasilitas Rumah Tinggal di Kabupaten Melawi, 2021

Derajat dan Status Kesehatan Penduduk
Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam
mencapai kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang memiliki
kesehatan fisik dan mental yang baik, dapat melakukan aktivitas
secara produktif dalam proses pembangunan nasional. Apabila angka
kesakitan pada penduduk terutama golongan usia produktif di suatu
wilayah tinggi, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas sumber daya
manusia di wilayah tersebut.
Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
telah dilakukan oleh pemerintah melalui program pembangunan,
di antaranya meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas
kesehatan, menyediakan sumber daya kesehatan yang kompeten,
mendistribusikan tenaga kesehatan secara merata ke seluruh wilayah,
meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan melalui pembangunan
puskesmas, rumah sakit, polindes dan posyandu, serta menyediakan
obat-obatan yang terjangkau oleh masyarakat.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 45

Capaian & Tantangan

Kondisi sehat secara holistik bukan saja kondisi sehat secara
fisik melainkan juga spiritual dan sosial dalam bermasyarakat. Untuk
menciptakan kondisi sehat seperti ini diperlukan suatu keharmonisan
dalam menjaga kesehatan tubuh. Menurut Hendrik L. Blum, seorang
profesor emeritus administrasi kesehatan dan perencanaan di University
of California, terdapat 4 faktor determinan munculnya masalah
kesehatan, yaitu: faktor perilaku/gaya hidup (lifestyle), faktor lingkungan
(sosial, ekonomi, politik, budaya), faktor pelayanan kesehatan (jenis
cakupan dan kualitasnya) dan faktor genetik (keturunan). Keempat
faktor tersebut saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan
perorangan dan derajat kesehatan masyarakat (Notoatmodjo, 1997).
Di antara keempat faktor tersebut, faktor keturunan
merupakan faktor yang paling sulit untuk diatasi. Oleh karena itu, yang
terbaik adalah pencegahan, yang dapat dilakukan sebelum penyakit
secara keturunan ini muncul. Sementara itu, tiga faktor lain masih
dapat diupayakan oleh pemerintah dan masyarakat, seperti: semakin
memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi semua kelompok
masyarakat, meningkatkan kesadaran untuk berperilaku hidup sehat di
kalangan masyarakat luas, serta memberikan dukungan peningkatan
kesehatan lingkungan.
Merujuk pada konsep yang diterapkan oleh BPS dalam
Susenas, morbiditas (angka kesakitan) menunjukkan adanya
gangguan/keluhan kesehatan yang mengakibatkan terganggunya
aktivitas sehari-hari, baik dalam melakukan pekerjaan, bersekolah,
mengurus rumah tangga maupun melakukan aktivitas lainnya. Pada
umumnya keluhan kesehatan yang mengindikasikan adanya suatu
penyakit yang biasa dialami oleh penduduk adalah panas, batuk, pilek,

46 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

asma/napas sesak, diare, sakit kepala berulang, sakit gigi, campak, dan
beberapa penyakit lain. Semakin banyak penduduk yang mengalami
gangguan kesehatan berarti semakin rendah derajat kesehatan di
wilayah tersebut dan menunjukkan angka kesakitan yang tinggi di
wilayah tersebut (penduduknya banyak yang mengalami sakit).

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 5.3
Angka Kesakitan Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Melawi, 2021

Berdasarkan jenis kelamin, hasil Susenas 2021 menunjukkan
angka kesakitan penduduk laki-laki di Kabupaten Melawi naik 0,38
persen dibandingkan 2020, yaitu dari 12,48 persen menjadi 12,86
persen. Sebaliknya, angka kesakitan penduduk perempuan turun
sebesar 3,47 persen dari 14,95 persen menjadi 11,48 persen. Sejalan
dengan keadaan kesakitan penduduk perempuan, angka kesakitan
total penduduk juga menunjukkan penurunan dari 13,70 persen
menjadi 12,18 persen atau turun sebesar 1,52 persen. Turunnya angka
kesakitan ini diduga dikarenakan pada tahun 2021 pandemi COVID 19
bergeser menjadi endemi dikarenakan progess penanganan COVID-19
dengan kebijakan vaksinasi.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 47

Capaian & Tantangan

Pemanfaatan Fasilitas Tenaga Kesehatan
Akses penduduk dalam memanfaatkan tenaga kesehatan
dapat dilihat dari ketersediaan/kemudahan mencapai fasilitas/tempat
dan tenaga kesehatan sebagai rujukan penduduk, jika mengalami
keluhan sakit dan berobat. Dari informasi tersebut dapat teridentifikasi
berbagai masalah yang dihadapi penduduk dalam mengakses dan
memanfaatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Beberapa faktor
yang menjadi pertimbangan penduduk dalam mengakses dan
memanfaatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan tersebut adalah jarak
tempat tinggal dengan letak sarana pelayanan kesehatan, kualitas
pelayanan, sosial-ekonomi penduduk (kemampuan penduduk untuk
membiayai pengobatannya) serta jenis pelayanan kesehatan.
Salah satu indikator pemanfaatan fasilitas dan pelayanan
kesehatan adalah banyaknya penduduk yang mengalami keluhan
kesehatan dan berobat ke fasilitas kesehatan. Berdasarkan data
Susenas 2021 terdapat 34,71 persen penduduk Kabupaten Melawi
yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat jalan. Angka ini
sedikit meningkat dari angka keluhan kesehatan dan berobat jalan
tahun 2020. Seiring dengan memburuknya pandemi COVID-19 di
Kabupaten Melawi, data keluhan kesehatan dan yang berobat jalan
untuk laki-laki dan perempuan mengalami peningkatan. Sebesar 29,46
persen laki-laki di tahun 2020 mengalami keluhan kesehatan dan
berobat jalan, naik menjadi 32,27 persen di tahun 2021. Begitu pula
dengan perempuan yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat
jalan yang naik dari 36,17 persen di tahun 2020 menjadi 37,16 persen
di tahun 2021.

48 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 5.4
Persentase Penduduk yang Mengalami Keluhan Kesehatan dalam Sebulan
Terakhir dan Berobat Jalan Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Melawi,

2020-2021

Penjaminan kesehatan masyarakat melalui BPJS per Januari
2014, pada dasarnya diharapkan mampu membuka akses dan
peluang yang lebih besar kepada masyarakat secara umum untuk
mendapatkan haknya guna memperoleh pelayanan kesehatan gratis
dengan melakukan pembayaran premi yang terjangkau. Di sisi lain,
Rumah Sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan dengan fasilitas
kesehatan yang lengkap dan tenaga ahli/spesialis di bidangnya
seringkali memberikan stigma bahwa berobat itu mahal, walaupun
beberapa biaya pengobatan sudah dicukupi oleh BPJS.
Preferensi pemanfaatan fasilitas kesehatan yang dipilih
penduduk yang mengalami keluhan kesehatan untuk berobat di
tahun 2020 dan tahun 2021 menunjukkan perubahan. Persentase
penduduk yang mengalami keluhan kesehatan dan berobat jalan ke
praktek dokter/bidan meningkat cukup signifikan dibanding tahun

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 49

Capaian & Tantangan

sebelumnya. Pada tahun 2021 sebanyak 62,45 persen penduduk yang
sakit berobat jalan ke praktek dokter/bidan, lebih tinggi dari tahun
sebelumnya yang hanya sebesar 40,95 persen. Sedangkan untuk
rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta sebanyak 5,73 persen
dan 4,30 persen, turun dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak
5,86 persen dan 10,56 persen. Perubahan cukup signifikan juga terjadi
di preferensi berobat jalan di UKBM, tahun sebelumnya sebesar 23,23
menurun 12,04 persen menjadi 1,19 persen. Tahun 2021 tercatat
masyarakat hanya sedikit yang menggunakan pengobatan tradisional/
alternatif pengobatan lainnya sebagai pilihan berobat, mereka beralih
ke fasilitas kesehatan yang lain.

Tabel 5.3
Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Menurut Tempat Berobat di

Kabupaten Melawi, 2020-2021 (%)

Fasilitas Kesehatan 2020 2021

(1) (2) (3)

Rumah Sakit Pemerintah 5,86 5,73

Rumah Sakit Swasta 10,56 4,30

Praktek Dokter/Bidan 40,95 62,45

Klinik/Praktek Dokter Bersama 2,92 4,98

Puskesmas/Pustu 22,72 29,10

UKBM 23,23 1,19

Praktek Pengobatan Tradisional 0,43 0,50

Lainnya 0,00 0,00

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

50 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

C A PA IA N D A N TA N TA N G A N B ID A N G EKO N O M I D A N
K ET EN AG A K ER JA A N

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 5.5
Persentase Penduduk Miskin dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Melawi,

2017-2021

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Melawi tahun 2017-
2019 cenderung berfluktuasi. Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi
Kabupaten Melawi terkontraksi sebesar -1,11 persen, melambat dari
tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pandemi COVID-19 yang
berdampak pada menurunnya produksi yang hampir terjadi di seluruh
lapangan usaha. Memasuki masa endemi, ekonomi Kabupaten Melawi
bangkit naik menjadi 4,54 persen di tahun 2021.
Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah pertumbuhan
yang menciptakan pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan,
dan membuka kesempatan kerja yang luas. Akselerasi pertumbuhan
ekonomi harus juga dibarengi dengan akselerasi penurunan jumlah
penduduk miskin. Namun ada kalanya dunia dihadapkan pada kondisi

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 51

Capaian & Tantangan

ekstrim dan tak terduga, seperti COVID-19. Vaksinasi COVID-19 dapat
dikatakan berhasil meredam gejolak COVID-19 termasuk di Kabupaten
Melawi. Ekonomi bangkit, produksi mulai beraktifitas, industri baru
bermunculan, ekonomi kreatif semakin marak saat memasuki masa
endemi. Meskipun demikian, hal ini belum mampu menurunkan
angka kemiskinan secara signifikan. Hal ini tentu saja berdampak pada
pengangguran yang berkorelasi positif dengan kemiskinan dunia,
termasuk Kabupaten Melawi.

Sumber: Susenas Maret 2021, BPS

Gambar 5.6
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Melawi, 2017-2021

Tingkat PengangguranTerbuka (TPT) Kabupaten Melawi tahun
2017-2021 mengalami peningkatan meskipun tidak begitu signifikan,
semakin tinggi nilai indikator ini, semakin banyak persediaan tenaga
kerja yang belum termanfaatkan. TPT tahun 2018 meningkat drastis
sebesar 1,04 persen dibandingkan tahun 2017, menjadi 3,15 persen
dan turun 0,60 persen di tahun 2019 bila dibandingkan tahun 2018

52 Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021

Capaian & Tantangan

menjadi 2,45 persen. Fenomena COVID-19 ini mengharuskan seluruh
masyarakat dunia juga Kabupaten Melawi dari berbagai elemen untuk
bangkit dan menata kembali seluruh tatanan kehidupan agar segera
stabil.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 53



DAFTAR
PUSTAKA



DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kota Magelang. (2021). Indeks Pembangunan
Manusia Kota Magelang 2021.

Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. (2021). Indeks Pembangunan
Manusia Kota Surabaya 2021.

Nurul Afrah Syahrir. (2022). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Derajat
Kesehatan Masyarakat Menurut Hendrik L. Blum. Universitas Islam
Negeri Alauddin Makassar, 2–4.

Republik Indonesia. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional 2020-2024.

United Nations Development Programme. (1990). Human Development
Report 1990. Oxford University Press for the U.N.D.P.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Melawi Tahun 2021 57





BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN MELAWI
Jl. Juang KM 4 Komp Perumahan Dinas DPRD Kabupaten Melawi, Nanga Pinoh 79572

Telp.: (0568) 21841 Fax.: (0568) 21842

Homepage: http://melawikab.bps.go.id, E-mail: [email protected]


Click to View FlipBook Version