F. Kegunaan Penelitian.
1. Manfaat Teoritis
a. Memberikan sumbangan pemikiran secara ilmiah, menambah dan
memperluas cakrawala pengetahuan khususnya di bidang
pembelajaran.
b. Sebagai salah satu sumber acuan bagi peneliti lain yang akan
mengadakan penelitian lebih lanjut.
2. Manfaat Praktis
a. Sebagai bahan kajian dan acuan dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran.
b. Mengembangkan pemanfaatan media pembelajaran sesuai
dengan kondisi
lingkungan belajar siswa dan karakteristik siswa.
c. Bagi siswa diharapkan dapat menimbulkan minat belajar siswa
sehingga meningkatkan kemandirian belajar dan pada akhirnya
meningkatkan hasil belajar siswa.
d. Sebagai masukan bagi guru, untuk memanfaatkan media
pembelajaran khususnya media lingkungan sebagai penunjang
proses pembelajaran, khususnya pelajaran matematik dan mata
pelajaran yang lain pada umumnya.
e. Sebagai masukan bagi kepala sekolah, untuk mengambil
kebijakan tentang pemanfaatan berbagai model dan
pendekatan.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pendidikan
2.1.1 pengertian Pendidikan.
Pendidikan merupakan bagian terpenting dari dunia. Indonesia salah satu
negara yang masih terus mencoba untuk memperbaiki kualitas pendidikan
yang ada. hal ini bisa dibuktikan dengan adanya upaya dari pemerintah dalam
melakukan proses penanganan pendidikan di semua daerah di indonesia.
Pemerintah terus mengupayakan pemerataan pendidikan di indonesia berdasarkan
kualitas serta kuantitas. Sistem pemerataan pendidikan diupayakan dengan
menggunakan fasilitas yang mampu menunjang keberhasilan dalam belajar.
Contohnya, pemerintah terus melakukan upaya melalui bantuan teknologi yang
ada saat ini. Seperti sistem pembelajaran jarak jauh ataupun teknologi berbasis
smartphone.
2.2 Pengertian belajar.
Menurut Whittaker (dalam Aunurrahman 2012:35), belajar adalah proses
dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
Aqib (2016:66) belajar adalah upaya sistematis yang dilakukan guru untuk
mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai
dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Belajar merupakan kegiatan penting setiap orang, termasuk didalamnya
belajar bagaimana seharusnya belajar. Sebuah survey memperlihatkan bahwa 82%
anak-anak yang masuk sekolah pada usia 5 atau 6 tahun memiliki citra diri yang
positif tentang kemampuan belajar mereka sendiri. Tetapi angka tinggi tersebut
menurun drastis menjadi hanya 18% waktu mereka berusia 16 tahun.
Konsekuensinya, 4 dari 5 remaja dan orang dewasa memulai pengalaman
belajarnya yang baru dengan perasaan ketidaknyamanan (Nichol, dalam
Aunurrahman 2012:33)
2.2.1 Ciri-Ciri Belajar
Ciri-ciri belajar yaitu; 1) belajar adalah perubahan tingkah laku, 2)
perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena latihan atau pengalaman, 3)
perubahan tingkah laku tersebut relatif permanen atau tetap ada untuk waktu yang
cukup lama (Aunurrahman, 2012:48). Penggolongan atau tingkatan jenis perilaku
belajar terdiri dari tiga ranah atau kawasan, yaitu; a) ranah kognitif (Bloom, dkk),
yang mencakup enam jenis perilaku antaranya pengetahuan, pemahaman,
penerapan, analisis, sintesis, evaluasi; b) ranah afektif (Krathwohl, Bloom dkk),
yang mencakup lima jenis perilaku antaranya penerimaan, partisipasi, penilaian,
organisasi, pembentukan pola hidup; c) ranah psikomotor (Simpson) yang terdiri
dari tujuh kemampuan psikomotorik yaitu persepsi, kesiapan, gerakan terbiasa,
gerakan komplek, penyesuaian, kreativitas.
Menurut Wragg (dalam Aunurrahman 2012:36) ciri-ciri umum dari
kegiatan belajar yaitu: 1) belajar terjadi karena disadari atau disengaja; 2) belajar
terjadi karena interaksi antara individu dan lingkungannya; 3) belajar ditandai
dengan adanya perubahan, yang ditandai dengan adanya perubahan dari segi
tingkah laku, afektif, kognitif, verbal, dan moral
2.2.2 Prinsip Belajar
Davies (dalam Aunurrahman 2012:113-114) mengingatkan beberapa hal
yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan prinsip-prinsip belajar
dalam proses pembelajaran, yaitu :
1). Hal apapun yang dipelajari murid, maka ia harus mempelajarinya sendiri.
Tidak seorangpun yang dapat melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya. 2).
Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatannya) sendiri dan untuk setiap
kelompok umur, terdapat variasi dalam kecepatan belajar. 3). Seorang murid
belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan
(reinforcement) 4). Penguasaan secara penuh dari setiap langkah-langkah
pembelajaran, memungkinkan murid belajar secara lebih berarti. 5). Apabila
murid diberikan tanggung jawab untuk mempelajari sendiri, maka ia lebih
memotivasi untuk belajar, dan ia akan dan mengingat lebih baik.
Menurut Gestalt (dalam Djamarah 2011:20) prinsip belajar meliputi 1)
belajar berdasarkan keseluruhan 2) belajar adalah suatu proses perkembangan 3)
anak didik sebagai organisme keseluruhan 3) terjadi transfer 4) belajar adalah
organisasi keseluruhan 5) belajar harus dengan insight 6) belajar harus berhasil
bila berhubungan dengan minat, keinginan, dan tujuan 7) belajar berlangsung
terus menerus.
Menurut Gage & berliner (dalam Hosnan 2014:8) prinsip-prinsip belajar
siswa yang dapat dipakai oleh guru dalam meningkatkan kreativitas belajar yang
mungkin dapat digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajar, antara
lain meliputi prinsip-prinsip 1) Pemberian perhatian dan motivasi siswa;
2)Mendorong dan memotivasi keaktifan siswa ; 3)Keterlibatan langsung siswa; 4)
Pemberian Pengulangan; 5) Pemberian tantangan; 6) Umpan balik dan Penguatan;
7) Memperhatikan perbedaan individual siswa
Menurut Bruce Weil (dalam Rusman 2013:100) ada tiga prinsip penting
dalam proses pembelajaran 1) perhatian dan motivasi 2)keaktifan 3)keterlibatan
langsung 4)pengulangan 5)tantangan 6) balik dan penguatan 7)perbedaan individu
2.2.3 Tujuan Belajar
Melalui belajar diharapkan peserta didik dapat melakukan perbuatan
belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang
baru, yang diharapkan tercapai oleh peserta didik (Hamalik 2011:73)
Belajar pada hakikatnya merupakan proses kegiatan secara berkelanjutan
dalam rangka perubahan perilaku peserta didik secara konstruktif. Hal ini sejalan
dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003
menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan,, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
2.3 Pengertian Model Pembelajaran
Menurut Mangkuprawira (dalam Aunurrahman 2012:142) Model
pembelajaran adalah kebebasan individu dalam berfikir secara sistematis dalam
merencanakan aktivitas belajar mengajar Jenis-jenis Model Pembelajaran.
2.3.1 Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Guru dituntut dapat memilih model pembelajaran yang dapat memacu
semangat setiap siswa untuk secara aktif dan ikut terlibat dalam pengalaman
belajarnya. Salah satu alternatif model pembelajaran yang memungkinkan di
kembangkannya keterampilan berpikir siswa (Penalaran, komunikasi, dan
koneksi) dalam memecahkan masalah
Menurut Tan (dalam Rusman 2011:229-230) Pembelajaran Berbasis
Masalah inovasi dalam pembelajaran (PBL) kemampuan berpikir siswa betul-
betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis,
sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan
kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.
Menurut Arends (dalam Hosnan 2014:295) Model Pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) adalah Model Pembelajaran dengan pendekatan
pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun
pengetahuanya sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan yang lebih tinggi
dan inquiry, memandirikan siswa dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri
Pembelajaran Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang
bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan mengarahkan
diri. Ibrahim (dalam Hosnan 2014:295)
2.3.2 Langkah – langkah Pembelajaran berbasis Masalah
Menurut Fogarty (2011:243) PBL dimulai dengan masalah yang tidak
terstruktur atau sesuatu yang kacau. Dari kekacauan ini siswa menggunakan
berbagai kecerdasannya melalui diskusi dan penelitian untuk menentukan isu
nyata yang ada.
Langkah-langkah yang harus disiapkan dalam PBL
1)Menemukan masalah, 2) mendefinisikan masalah, 3) mengumpulkan fakta
dengan KND, 4) Pembuatan hipotesis, 5) penelitian, 6) Rephrasing masalah, 7)
menyuguhkan masalah, 8 Mengusulkan solusi
Fase Indikator Tingkah Laku
Guru
1 Orientasi Siswa Menjelaskan tujuan
Pada masalah pembelajaran, dan
memotivasi siswa
terlibat pada
aktivitas pemecahan
masalah.
2 Mengorganisasi Membantu siswa
siswa untuk mendefinisikan
Belajar tugas belajar yang
berhubungan
dengan maslah
tersebut.
3 Membimbing Mendorong siswa
pengalaman untuk
individu / mengumpulkan
kelompok informasi yang
sesuai,
melaksanakan
eksperimen untuk
mendapatkan
penjelasan dan
pemecahan maslah.
4 Mengembangkan Membantu siswa
dan menyajikan dalam
hasil karya. merencanakan dan
menyiapkan karya
yang sesuai
sepertilaporan, dan
membantu mereka
untuk berbagi tugas
dengan temannya.
5 Menganalisis dan Membantu siswa
mengevaluasi untuk melakukan
proses pemecahan refleksi atau
masalah. evaluasi terhadap
penyelidikan
mereka dan proses
yang mereka
gunakan.
Ciri-ciri PBL
a. Pengajuan masalah atau pertanyaan
b. Keterkaitan dengan berbagai masalah disiplin ilmu
c. Penyelidikan yang autentik
d. Menghasilkan dan memamerkan Hasil/karya
e. Kolaborasi
Prinsip-prinsip Problem Based Learning
1. Pemilihan atau penentuan masalah nyata
2. Masalah diselesaikan secara langsung
3. Masalah bersifat terbuka
4. Dapat menarik perhatian siswa
5. Proses pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien.
2.3.5 Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Learning (PBL )
a) Kelebihan
1. Peserta didik didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan
masalah yang nyata
2. Peserta didik memiliki kemampuan membangun pengetahuannya
sendiri melalui aktivitas belajar.
3. Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada
hubungannya tidak perlu dipelajari oleh peserta didik
4. Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok
5. Peserta didik terbiasa menggunakan sumber – sumber pengetahuan,
baik dari perpustakaan, internet, wawancara, dan observasi
6. Peserta didik memiliki kemampuan menilai kemajuan belajarnya
sendiri
7. Peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi
ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka
8. Kesulitan belajar peserta didik secara individual dapat diatasi melalui
kerja kelompok dalam bentuk peer teaching.
b) Kekurangan
1. PBL tidak dapat diterapkan pada semua materi pembelajaran. Ada
bagian guru aktif dalam menyajikan materi PBL lebih cocok untuk
pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya
dengan pemecahan masalah
2. Dalam satu kelas yang memilki keragaman siswa yang tinggi akan
terjadi kesulitan dalam pembagian tugas
2.4 Pendekatan STEM
STEM merupakan pembelajaran baru dalam dunia pendidikan. Beberapa
tahun ini STEM menjadi topik utama diskusi dan perencanaan pembelajaran di
Amerika Serikat karena Amerika Serikat berpendapat bahwa daya saing negara
tergantung pada program pendidikan yang kuat dalam mempersiapkan para
ilmuwan dan insinyur yang inovatif yang akan memberikan inovasi penting untuk
ekonomi yang berkembang di era teknologi ini. Tantangan seorang pendidik
adalah menyediakan sebuah sistem pendidikan yang menciptakan kesempatan
kepada peserta didik untuk menghubungkan antara pengetahuan dan ketrampilan
sehingga menjadi familiar bagi setiap peserta didik.
STEM merupakan intregasi antara empat disiplin ilmu yaitu ilmu
pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam pendekatan
interdisipliner dan diterapkan berdasarkan konteks dunia nyata dan pembelajran
berbasis masalah. Pembelajran STEM meliputi proses berfikir kritis, analisis, dan
kolaborasi dimana siswa mengintregasikan proses dan konsep dalam konteks
dunia nyata dari ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika
mendorong pengembangan ketrampilan dan kompetensi untuk kuliah, karir, dan
kehidupan. Pfeiffer, Ignatov, dan Poelmans (2013) menyatakan bahwa dalam
pembelajaran STEM ketrampilan serta pengetahuan dipelajari secara bersamaan
oleh peserta didik. Hal yang berbeda dari aspek STEM akan membutuhkan sebuah
garis penghubung yang membuat keempat disiplin ilmu tersebut dapat dipelajari
serta diterapkan secara bersamaan dalam pembelajaran.
Bybee (2010) menyatakan: “STEM had its origins in the 1990s at the
National Science Foundation (NSF) and has been used as a generic label for any
event, policy, program, or practice that involves one or several of the STEM
disciplines .” Pernyataan tersebut berarti karakter dalam pembelajaran STEM
adalah kemampuan peserta didik mengenali sebuah konsep atau pengetahuan
dalam sebuah kasus. Sebagaimana dalam pembelajaran Dasar Listrik dan
Elektronika, maka STEM membantu peserta didik untuk menggunakan sains dan
merangkai sebuah percobaan yang dapat membuktikan sebuah hukum atau konsep
Dasar Listrik dan Elektronika.
a. Konsep Pembelajaran STEM Pendidikan STEM bermakna memberi
penguatan praktis pendidikan dalam bidang-bidang STEM secara terpisah,
sekaligus mengembangkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan
sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, dengan memfokuskan proses
pendidikan pada pemecahan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari
atau kehidupan profesi (National Education Center, 2014) .
b. Pendidikan STEM memberi pendidik peluang untuk menunjukkan kepada
peserta didik mengenai konsep, prinsip, dan teknik dari sains, teknologi,
rekayasa, dan matematika yang diterapkan secara terintegrasi dalam
pengembangan produk, proses, dan sistem yang digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.
c. Pembelajaran berbasis STEM peserta didik menggunakan sains, teknologi,
rekayasa, dan matematika dalam konteks nyata yang menghubungkan
antara sekolah, dunia kerja, serta dunia global, guna mengembangkan
literasi STEM yang diharapkan peserta didik mampu bersaing dalam era
ekonomi baru yang berbasis pengetahuan.
d. Engineering merupakan pengetahuan dan keterampilan untuk memperoleh
serta mengaplikasikan pengetahuan ilmiah, ekonomi, sosial, serta
mendesain dan mengkonstruksi mesin, peralatan, sistem, material, dan
proses yang bermanfaat bagi manusia secara ekonomis dan ramah
lingkungan.
e. Pendidikan integrasi STEM tidak hanya fokus mengembangkan
kemampuan peserta didik di bidang sains, teknologi, rekayasa/desain dan
matematika, akan tetapi juga berupaya menumbuhkan soft skill seperti
penemuan inovasi baru dalam bidang teknologi untuk memecahkan suatu
masalah.
Ciri-Ciri Pengajaran dan Pembelajaran STEM
Pelaksanaan pembelajaran STEM pendidik harus dapat mengintegrasikan
pengetahuan, keterampilan dan nilai ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan
matematika untuk dapat menyelesaikan sebuah masalah yang berhubungan
dengan pembelajaran dalam konteks kehidupan sehari-hari.
c. Pelaksanaan STEM
Pendidikan STEM merupakan pendidikan yang mengintregasikan ilmu
pengetahuan, teknologi, rekayasa dan matematika secara formal berdasarkan
kurikulum.
Pendidikan STEM juga dapat dilaksanakan secara non formal melalui
aktivitas nonakademik dan nonkurikulum.
Pendidikan STEM diharapkan membentuk sumber daya manusia yang
memiliki keahlian yang tinggi sesuai bidangnya sehingga dapat memberikan
inovasi baru. Gambar 2. Pelaksanaan STEM Sumber: (Kementrian Pendidikan
Malaysia, 2016: 12) Berdasarkan Gambar 2, fokus pendidikan STEM di setiap
tingkatan pendidikan memiliki perbedaan yang disesuaikan dengan kemampuan
berpikir kognitifnya. Fokus pendidikan STEM pada tingkat pendidikan awal
adalah mencetuskan dan memupuk minat peserta didik melalui aktivitas-aktivitas
yang dapat merangsang rasa ingin tahu peserta didik. Langkah awal ini
memberikan pembelajaran berbasis masalah terstruktur dan berkaitan dengan
dunia nyata yang menghubungkan keempat aspek STEM.
Tingkat pendidikan rendah pada penerapan pendidikan STEM fokus dalam
mempelajari asas-asas pengetahuan STEM kemudian mengaitkan pengetahuan
peserta didik dengan kondisi di dunia nyata/kehidupan sehari-hari melalui
aktivitas pembelajaran. Sementara pada tingkat menengah rendah, fokus dalam
meningkatkan potensi peserta didik melalui pembinaan dan pembangunan skill
STEM melalui aktivitas analisis menyelesaikan masalah isu-isu lokal maupun
global.
Pada tingkat menengah atas pembelajaran STEM memfokuskan pada
aktivitas memperkuat dan meningkatkan keahlian STEM melalui aktivitas
pembelajaran yang dapat mendemonstrasikan konsep STEM. Pada tingkat tersier,
pendidikan STEM mengajarkan peserta didik dalam menghadapi tantangan karir
STEM, sehingga diharapkan pada tingkat komunitas atau industri para peserta
didik mampu memberikan inovasi untuk pembangunan negara. Penelitian yang
dilakukan penulis yaitu fokus integrasi pembelajaran
STEM pada tingkat tersier, penulis melakukan penelitian pada siswa
SMK. Implementasi pembelajaran teknik berbasis STEM menuntut pergeseran
modus pembelajaran dari pembelajaran berpusat pendidik ke pembelajaran
berpusat pada peserta didik. Integrasi pendidikan STEM dalam Teknik dapat
dilakukan melalui pembiasaan bertahap terkait pembelajarannya, dapat dimulai
dari penekanan pembiasaan bertanya, melalui model latihan inkuiri, scientific
inquiry dengan scientific prosesnya hingga penerapan literasi sains, literasi
teknologi, literasi.
2.5. Power Point Online
Media power point online merupakan media yang paling efisien digunkan
dalam proses penyampaian media belajar terhadap peserta didik. Dengan adanya
media power point online peserta didik mampu mengembangkan apa yang akan
mereka kembangkan dengan baik dan juga benar. Hal ini di lakukan uji coba
terhadap pembelajaran matematika berbasis online terhadap tindakan penelitian
yang dirancang.
DAFTAR PUSTAKA
Akhiruddin, dkk. 2019. Belajar dan Pembelajaran. CV Cahaya Bintang
Cemerlang.
Afiq, Fikri. 2018. Sumbangan Paradigma Thomas S. Kuhn Dalam Ilmu
Dan Pendidikan (Penerapan Metode Problem Based Learning Dan
Discovery Learning). Yogyakarta: UIN Sunan Kali Jaga.
Indrawati.2019. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
(Pbl) Disertai Media Cd Interaktif Terhadap Hasil Belajar Dan Aktivitas
Belajar Siswa Pada Pembelajaran Fisika Sma Di Kabupaten
Bondowoso. Jember : kencana
Kukuh. 2017. Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik)
Sebagai Wujud Inovasi Sumber Belajar Di Sekolah Dasar. Jakarta: ELSE
Marhamah, Saleh. 2013. Strategi Pembelajaran Fiqh Dengan Problem-
Based Learning. Jakarta: Didaktika.
Novita Saharini.2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Geografi
Berbasis Peduli Ligkungan Untuk Meningkatkan Sikap Peduli
Lingkungan Siswa Pada Materi Sumber Daya Alam Di Kelas Xi Ips Sma
Bina Utama Pontianak. Pontianak: Geo Eco
Purwadinata. 1967. Psikologi Pendidikan dengan Pendidikan Baru.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suhirman, 2016. Eksistensi Teknologi Pendidikan Dalam Inovasi
Pembelajaran. Bengkulu: Nuansa.
Wahida, Amalia. 2018. The Implementation Of Learning Media Based On
Ict In Mathematical Learning Process In Elementary School. Jakarta:
Kencana.
LEMBAR VALIDASI MEDIA
DAN AHLI MATERI
Judul: Pengembangan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbasi
STEM pada mata pelajaran matematika di sekolah Dasar
PEMBUATAN MEDIA MATEMATIKA MENGGUNKAN PPT ONLINE
IDENTITAS AHLI
NAMA : Mia Handayani
NIM : 06032682024005
Petunjuk Pengisian:
1. Berilah tanda cek ( ) pada kolom yang paling sesuai dengan penilaian
anda.
Skala Penilaian/ Tanggapan
1234
Keterangan:
Skor 4 = Sangat Setuju
Skor 3 = Setuju
Skor 2 = Tidak Setuju
Skor 1 = Sangat Tidak Setuju
2. Jika menurut anda masih ada hal-hal atau komponen yang perlu
diperbaiki, mohon tuliskan pada tempat yang telah disediakan.
3. Komentar/ saran mohon tulis di kolom yang telah disediakan.
4. Pengisian lembar validasi ini bertujuan untuk mengukur kevalidan produk
yang dihasilkan. Kecermatan dalam penilaian sangat diharapkan.
Berilah tanda centang ( ) pada alternatif jawaban yang dianggap paling sesuai.
No Aspek Deskriptor Skor Komentar Saran
Penilaian 123 4
1 Relevansi Materi yang - -
sesuai
terhadap - -
kompetensi
peserta didik Gambar Sebaiknya
Kelengkapan materi data yang
materi sesuai belum digunakan
dengan disajikan mengandung
tingkat secara rinci validator
kepercayaan -
peserta didik -
Gambar pada
ilustrasi sudah
kontras
2. Keakuratan Materi yang
diberikan
sesuai dengan
apa yang
disajikan
Materi bisa di
pelajrai
sehari-hari.
Pengemasan
materi sudah
bisa di
pelajari oleh
anak kelas 1
3 Kelengkapan Didalam ppt
Sajian apakah
menyajikan
materi yang
lengkap.
4 Kesesuaian Apakah sesuai
sajian materi pada minat
dengan yang mampu
tuntutan mendorong
pembelajaran peserta didik
peserta didik dalam belajar
Sajian materi
telah berbasis
teknologi
Komentar dan saran :
Adapun saran dari saya, mungkin bisa diperhatikan lagi penulisan huruf besar dan
kecil dan juga kesesuaian warna huruf dengan warna wackgroun.
Kesimpulan:
□ Layak untuk diuji coba lapangan tanpa revisi
Layak untuk diuji coba lapangan dengan revisi sesuai saran
□ Tidak cocok untuk uji coba lapangan
Validator
Intan Triasari
NIM: 06032682024017
IDENTITAS AHLI
Nama : Mia Handayani
NIM : 06032682024005
Anggota Kelompok : Individu
Validator untuk kelompok : -
Petunjuk Pengisian:
1. Berilah tanda cek ( ) pada kolom yang paling sesuai dengan penilaian
anda.
Skala Penilaian/ Tanggapan
1234
Keterangan:
Skor 4 = Sangat Setuju
Skor 3 = Setuju
Skor 2 = Tidak Setuju
Skor 1 = Sangat Tidak Setuju
2. Jika menurut anda masih ada hal-hal atau komponen yang perlu
diperbaiki, mohon tuliskan pada tempat yang telah disediakan.
3. Komentar/ saran mohon tulis di kolom yang telah disediakan.
4. Pengisian lembar validasi ini bertujuan untuk mengukur kevalidan produk
yang dihasilkan. Kecermatan dalam penilaian sangat diharapkan.
A. Berilah tanda centang ( ) pada alternatif jawaban
yang dianggap paling sesuai.
Aspek Kriteria Nilai Komentar Saran
1234
Gambar masih Masukan
terlalu gambar
sederhana jika yang
untuk anak menarik
Gambar yang disajikan sekolah dasar seperti
mampu memberikan kesan
yang menarik dan mudah di hewan-
pahami
hewan,
buah-
buahan
dan yang
memiliki
warna
terang
Background Alangka
masih terlalu h
polos baiknya
jika
Ketepatan pemilihan terapkan
Visual background
(gambar) backgrou
Tampilannya konsisten nd yang
disemua halaman slide
Kualitas tampilan gambar memiliki
pada slide
warna
Animasi yang digunakan
terang
Tampilan tiap
halaman slide
sudah konsisten
Kualitas slide
jernih
Animasi yang Coba
digunakan bisa
masih tergolong masukan
biasa animasi
bergerak
pada
slide
agar
terkesan
lebih
menarik
perhatian
peserta
didik
Tidak ada Alangka
petunjuk dalam h
media untuk baiknya
mengerjakan jika
soal tambahk
an
petunjuk
pengerja
Kejelasan petunjuk an agar
penggunaan multimedia
peserta
Design, dan perpaduan
gambar apakah cocok dengan didik
kalimat pada slide
bisa
Komposisi setiap gambar
pada bacgroun apa sesuai terarah
mau
bagaima
na pinta
soal
tersebut
Desain dan Alangka
perpaduan h
gambar terlihat baiknya
belum cocok jika
desain
slide
dibuat
menarik
diberikan
warna
atau
shapes
dan
tambahk
an
gambar
sesuai
tema
materi
pembelaj
aran
Belum terlihat Lebih
perhatika
n cara-
cara
mendesai
n slide
yang
cocok
dengan
backgrou
nd yang
anda
gunakan
Penempatan dan penggunaan Aplikasi slide Alangka
aplikasi pada toolbar apa
sesuai tidak bergerak h
Apakah slide bergerak sesuai dan tidak baiknya
adanya tombol- gunakan
tombol button tombol
untuk peserta button
didik gunakan agar
lebih
menarik
tidak
hanya
geser
slide
Penggunaan Alangka
media h
tergolong baiknya
mudah tetapi tambahk
Kemudahan penggunaan slide belum menarik an
apakah sudah menarik
animasi-
animasi
agar
terlihat
menarik
Pilihan huruf Alangka
sudah bisa h
dikatakan baiknya
sesuai karena kurangi
Grafis Pemilihan jenis huruf sesuai sudah terlihat penggun
(tulisan/
huruf) jelas namun aan huruf
tidak semua capslock
huruf harus
capslock
Pemilihan ukuran huruf Ukuran huruf
sesuai
sudah sesuai
dan bisa dilihat
dengan jelas
Teks dapat terbaca dengan Teks sudah
baik
terbaca dengan
Komposisi warna tulisan
(kontras atau tidak) baik
Efisiensi teks Warna tulisan Namun
Efisiensi penggunaan layer
sudah jelas alangkah
Apakah audionya terasa
menarik. baiknya
Audio jika
(sound
effect/ warna
back
sound/ tulisan
musik)
pilih
Apakah audionya terasa
sederhana. warna
yang
terang
Saya tidak Alangka
mendengarkan h
audio pada slide baiknya
instrume
Tidak ada audio n ini
yang disajikan dibuat
sesuai
dengan
kondisi
dan
kebutuha
n dari
media
anda
Alangka
h
baiknya
instrume
n ini
dibuat
sesuai
dengan
kondisi
dan
kebutuha
n dari
media
anda
Komentar dan saran :
Pemilihan huruf sudah bisa dikatakan baik dan ukurannya sudah terlihat jelas
namun masih harus dilakukannya revisi sebab mulai dari cover, background,
animasi, desain masih terlihat sederhana dan kurang menarik untuk anak SD
Kesimpulan:
□ Layak untuk diuji coba lapangan tanpa revisi
Layak untuk diuji coba lapangan dengan revisi sesuai saran
□ Tidak cocok untuk uji coba lapangan
Validator
Luluk Hanun Indarti
NIM:06032682024004
SISTEM PENCATATAN TESIS PADA PROGRAM STUDI MAGISTER
TEKNOLOGI PENDIDIKAN FKIP UNSRI BERBASIS APLIKASI
APPSHEET
PROPOSAL PENELITIAN
Oleh :
NOVI YANTI
06032682024024
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2021
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Arsip sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan suatu tata kelola administrasi.
Terutama dalam pencatatan tesis mahasiswa S2 sebagai arsip program studi. Kebutuhan akan
arsip tesis merupakan salah satu bagian terpenting ketika akan diadakannya akreditasi maupun
sebagai bahan bacaan ataupun referensi bagi mahasiswa S2 yang akan memulai menulis tesis.
Banyak kendala yang dihadapi dalam pencatatan tesis, seperti halnya sarana dan prasarana
belum memadai bahkan mungkin tenaga administrasi yang merangkap itu menjadi kendala
yang ada.
Tesis merupakan hasil akhir dan bisa menjadi bukti bahwa telah selesainya mahasiswa
mengenyam pendidikan Magister. Sehingga tesis yang sudah dibuat oleh mahasiswa magister
tersebut perlu diarsipkan atau tercatat dengan rapi dan baik. Seperti saat sekarang selama
pandemi covid 19 sebagian besar kegiatan baik itu perkuliahan, bimbingan tesis dan bahkan
ujian sempro, semhas dan sidang dilakukan secara online. Bahkan pola pencatatan semua
kegiatan secara online.
Tesis juga penting sekali dicatat secara online sehingga memudahkan mahasiswa,
dosen, karyawan dan pimpinan dalam mengakses tesis. Khususnya tesis mahasiswa Program
Studi Magister Teknologi Pendidikan FKIP Unsri
2. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana menggunakan aplikasi Appsheet untuk pencatatan tesis pada Program Studi TP
yang efektif?
2. Bagaimana menggunakan aplikasi Appsheet untuk pencatatan tesis pada Program Studi TP
yang efisien?
3. Tujuan Penelitian
1. Membuat pencatatan tesis yang efektif pada program studi Magister Teknologi
Pendidikan FKIP Unsri
2. Membuat pencatatan tesis yang efisien pada program studi Magister Teknologi
Pendidikan FKIP Unsri
4. Manfaat Penelitian
a. Pagi peneliti
Dapat memperbaiki pencatatan arsip tesis dengan baik pada prodi Magister Teknologi
Pendidikan FKIP Unsri
b. Bagi alumni dan mahasiswa
Diharapkan dapat mempermudah dalam mencari arsip
c. Bagi lembaga
Mempermudah untuk kepentingan akreditasi
Model pengembangan yang digunakan adalah 4D yaitu Define (Pendefinisian), Design
(Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Metode dan model
pengembangan ini dipilih peneliti dengan tujuan dapat menghasilkan media yang Pop Up
(memiliki 3 dimensi yang unik, menarik, dan bermakna).
STORYBOARD SISTEM PENCATATAN TESIS PADA PROGRAM STUDI MAG
APPSHEET
No. Tampilan
1 Log in ke akun gog
2 Siapkan lembar ke
GISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN FKIP UNSRI BERBASIS APLIKASI
Teks Keterangan
ggle drive
Siapkan lembar kerja spreadsheet (Judul
Tesis) yang akan dijadikan sample.
erja spreadsheet • Spreadsheet terdiri dari Nomor,
Nama, NIM, Prodgram Studi dan
Judul Tesis.
• Appsheet ini juga membaca
kolom kesamping, karena jika
dibuat kebawah maka karakter
kolom tidak akan terbaca
3
Log in ke akun Ap
www.appsheet.co
4
Hasilnya Data yan
ppsheet. • Log in harus menggunakan akun
om yang sama dengan akun goggle
drive agar mudah tersinkronisasi.
ng sudah diisi
• Create a new app
• Buat judul aplikasinya
• Pilih kategori sesuai aplikasinya
• Lalu diisi source data Judul Tesis
yang ada
Hasil yang sudah diinput akan tersimpan
otomatis pada lembar kerja spreadsheet
yang semula kosong dan sudah terisi.