The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dwi Nila Andriani, 2023-03-20 00:15:08

ebook ekonomi mikro

ebook

Keywords: economy

i KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan rahmat, taufik, serta petunjuk-petunjuknya penulisan Bahan Ajar Pengantar Teori Ekonomi sebagai penunjang perkuliahan pada program studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Madiun ini dapat diselesaikan. Bahan ajar Pengantar Teori Ekonomi ini merupakan bahan kuliah yang diberikan kepada mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi. Bahan ajar ini bisa digunakan sebagai bahan belajar diantara demikian banyak bahan ajar yang lain yang dapat diperoleh atau diakses melalui berbagai sumber informasi yang tersedia. Penulis berharap bahan ajar ini dapat memberikan manfaat kepada para pembacanya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa bahan ajar ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan dalam pembuatan bahan ajar ini. Akhirnya, diharapkan buku ini dapat dibaca oleh para mahasiswa khususnya mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PGRI Madiun. Semoga buku ini akan dapat menambah wawasan pengetahuan maupun teori bagi para pembaca. Madiun, Penulis


ii DAFTAR ISI Kata Pengantar .........................................................i Daftar isi....................................................................ii Kosep Dasar Teori Ekonomi Mikro.............................1 Masalah Pokok Perekonomian ..................................6 Pola Kegiatan Perekonomian ....................................8 Permintaan, Penawaran dan Mekanisme Harga Pasar ....................................................................14 Elastisitas Permintaan dan Penawaran....................35 Teori Perilaku Konsumen ......................................56 Teori Produksi dan Kegiatan Perusahaan ...............78 Referensi ...............................................................92


1 KONSEP DASAR TEORI EKONOMI MIKRO Dalam literatur ekonomi, teori ekonomi dibedakan dalam dua bagian pokok yaitu: a. Teori Makro Ekonomi (Macro Economic Theory) b. Teori Mikro Ekonomi (Micro Economic Theory) Ekonomi mikro muncul pada abad 18 yang sering dinamakan teori harga (prices theory). Mikro berasal dari kata Yunani. Micros, artinya kecil. Teori mikro sama dengan tidak berarti bahwa teori harga itu kecil atau tidak penting. Teori ekonomi mikro sering mendapat perhatian yang lebih besar dari pada teori ekonomi makro. Teori mikro ekonomi mengadung pemecahan atau disagregasi dari variabel makro ekonomi seperti konsumsi, investasi dan tabungan. Juga dapat menjelaskan susunan (komposisi) dan alokasi dari total produksi. Sedangkan teori makro ekonomi menjelaskan tingkat produksi secara keseluruhan. Ekonomi mikro membicarakan unit-unit individu seperti perusahaan dan rumah tanggarumah tangga, misalnya bagaimana suatu rumah tangga mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang beranekaragam. Teori ini juga akan mempelajari ekonomi secara khusus maksudnya membahas aktivitas-aktivitas ekonomi dari suatu satuan ekonomi sebagai bahagian dari keseluruhan seperti konsumen, pemilik faktor-faktor produksi, tenaga kerja, perusahaan, industri dan lain sebagainya. Dalam teori ekonomi


2 mikro ini akan membahas tentang penentuan tingkat produksi suatu perusahaan agar dapat mencapai profit/ keuntungan yang maksimum karena laba merupakan salah satu tujuan penting bagi perusahaan. Contoh: misalnya kalau permintaan terhadap hasil industri meningkat maka mikro ekonomi akan mencoba mencari dampak dari kenaikan produksi itu terhadap tingkat harga produksi yang dihasilkan perusahaan tersebut. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi mikro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku individu dalam membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan aspek ekonomi. Individu dimaksud seperti konsumen, pemilik sumber-sumber daya dan perusahaan dalam perekonomian pasar bebas. Jadi teori mikro atau teori harga mempelajari arus barang dan jasa dari sektor rumah tangga, komposisi arus tersebut serta bagaimana hargaharga barang dan jasa ditentukan dalam arus tersebut. Juga mempelajari arus jasa sumbersumber ekonomi dari pemilik sumber-sumber daya ke perusahaan-perusahaan bisnis, kemana penggunaan sumber-sumber mengalir dan bagaimana harga sumber-sumber ditentukan. Ekonomi mikro atau price theory, juga akan membahas persoalan-persoalan yang tergolong kedalam dua jenis teori yaitu: a. Teori Nilai (Value Theory)


3 Teori nilai ini membahas persoalan konsumen dan produsen secara individu atau kelompokkelompok konsumen dan produsen yang dikenal sebagai pasar-pasar atau industriindustri. b. Teori Distribusi (Distribution Theory) Teori distribusi ini membahas faktor-faktor yang menentukan harga dari faktor-faktor produksi dan perubahan dari upah, sewa (rent) dan tingkat bunga (interest). Teori Ekonomi Mikro dapat bermanfaat: a. Sebagai dasar untuk membuat ramalan (basic for predicition), artinya bahwa teori harga dapat membuat ramalan bersyarat atau ramalan kondisional (conditional prediction). b. Sebagai alat untuk merumuskan kebijakan ekonomi (economi policy), artinya menganalisis bagaimana kegiatan pemerintah untuk mempengaruhi perekonomian. Dalam hal ini kita dapat mempelajari kebijakan pemerintah yang mempengaruhi harga dan upah, serta alokasi sumber daya. c. Untuk memeriksa syarat-syarat kemakmuran perekonomian (welfare economics). d. Sebagai alat dalam pengambilan keputusan manajemen.


4 Dalam hal ini metode yang dikembangkan dalam analisis permintaan dan analisis biaya yang digunakan dalam linear programming. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro Dalam melihat kehidupan ekonomi dapat ditinjau dari dua sudut pandang, pertama kehidupan ekonomi itu dipandang sebagai sistem keseluruhan, dan kedua dipandang sebagai kehidupan ekonomi yang dipandang sebagai bagian kecil dari sistem keseluruhan/unit. Ilmu ekonomi mikro mempelajari aktivitas-aktivitas unit-unit ekonomi seperti individu, baik individu oleh seorang, individu rumah tangga, individu perusahaan maupun individu industri. Aktivitasaktivitas unit-unit ekonomi yang dikaji oleh ekonomi mikro tersebut diantaranya: a. Mempelajari bagaimana perilaku seseorang sebagai konsumen, sebagai pemilik sumber ekonomi dan sebagai produsen. b. Mempelajari bagaimana arus perputaran barang dan jasa mulai dari produsen hingga sampai pada konsumen. c. Mempelajari bagaimana harga-harga barang dan jasa dapat terbentuk. d. Mempelajari bagaimana produsen dalam menentukan tingkat produksi agar tercapai keuntungan yang maksimum.


5 e. Mempelajari bagaimana konsumen atau rumah tangga mengalokasikan pendapatannya yang sangat terbatas untuk barang dan jasa yang dibutuhkan sehingga tercapai kepuasan yang maksimum. Dapat disimpulkan bahwa ekonomi mikro memusatkan perhatian pada analisis bagaimana konsumen akan mengalokasikan pendapatannya yang terbatas terhadap sekian macam barang dan jasa yang dibutuhkan, sehingga ia akan memperoleh kepuasan maksimum. Selain itu juga menganalisis bagaimana produsen dengan anggaran yang sudah ditetapkan, ia akan memperoleh keuntungan yang maksimum. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Apa yang dimaksud dengan ilmu ekonomi mikro! 2. Jelaskan ruang lingkup dari teori ekonomi mikro? 3. Jelaskan manfaat mempelajari ilmu ekonomi mikro! 4. Apakah perbedaan dari teori nilai dan teori distribusi? 5. Berikan contoh kasus yang berkaitan dengan teori ekonomi mikro!


6 MASALAH POKOK PEREKONOMIAN Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan yang bersifat ekonomi, yaitu persoalan yang menghendaki seseorang atau perusahaan atau masyarakat untuk membuat keputusan tentang cara terbaik melakukan kegiatan ekonomi. Disatu pihak kegiatan ekonomi meliputi usaha individu, perusahaan dan perekonomian secara keseluruhan untuk memproduksikan barang dan jasa yang mereka butuhkan. Di lain pihak, kegiatan ekonomi meliputi pula kegiatan untuk menggunakan barang dan jasa yang diproduksikan dalam perekonomian. Kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat. Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh barang dan jasa. Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau kekurangan sebagai akibat dari ketidak seimbangnya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas. Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan. Sehingga masalah ekonomi dapat dibagi tiga persoalan pokok, yaitu :


7 a. Menentukan barang dan jasa apa yang harus diproduksi dan berapa jumlah yang harus diproduksi (what). b. Menentukan bagaimana faktor produksi yang tersedia harus diolah untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan (how). c. Menentukan untuk siapa barang-barang dan jasa diproduksi (for whom). Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Apakah yang dimaksud dengan biaya peluang? 2. Sebutkan dan jelaskan 3 masalah pokok modern? 3. Bandingkan masalah pokok ekonomi klasik dan modern? 4. Masalah apakah yang ingin dipecahkan oleh pertanyaan what? 5. Bagaimana cara mengatasi masalah pokok ekonomi?jelaskan pendapat anda!


8 POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN A. Pelaku-Pelaku Kegiatan Ekonomi Di dunia ini setiap orang melakukan kegiatan ekonomi yang berbeda dengan seorang lainnya. Dalam analisis ekonomi tidak mungkin untuk menyebutkan kegiatan mereka secara satu per satu dan sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan. Yang perlu dijelaskan adalah garis besar dari corak kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini cukuplah apabila pelaku-pelaku kegiatan ekonomi dibedakan menjadi tiga golongan yaitu, rumah tangga, perusahaan dan pemerintah. Masing-masing golongan ini mempunyai peran yang sangat berbeda dalam perekonomian. Berikut diuraikan peranan mereka dalam kegiatan ekonomi negara. 1. Rumah Tangga Rumah tangga adalah pemilik berbagai faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian, sektor ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan, barang-barang model, kekayaan alam dan harta tetap lainnya. 2. Perusahaan Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan


9 masyarakat. Kegiatan mereka dalam perekonomian ialah mengorganisasikan faktorfaktor produksi sedemikian rupa sehingga kebutuhan rumah tangga berupa barang dan jasa dapat diproduksi dengan sebaik-baiknya. 3. Pemerintah Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi, termasuk didalamnya adalah departemen pemerintah, badan yang mengatur penanaman modal, bank sentral, pemerintah daerah, angkatan bersenjata dan sebagainya. Gambar 1.Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah. Anak panah yang menuju ke kotak pemerintah berarti penerimaan pemerintah. Penerimaan pemerintah tersebut berupa pajak, misalnya pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, serta pajak


10 bumi dan bangunan. Selain itu, pemerintah juga menggunakan faktor produksi dan barang serta jasa yang dibutuhkan untuk kegiatan ekonomi pemerintahan. Anak panah yang menuju ke rumah tangga, pasar faktor produksi, perusahaan, serta pasar barang dan jasa berarti pengeluaran pemerintah. Pengeluaran pemerintah tersebut dapat berupa gaji, pembuatan prasarana, subsidi, serta pembelian barang dan jasa. Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi didasari oleh motif mencari keuntungan sekaligus memenuhi kepentingan umum. Dorongan mencari keuntungan ini tidak terlepas dari kebutuhan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara. Dengan kondisi penerimaan yang semakin baik, pemerintah akan memiliki sumber dana untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Selain 3 pelaku ekonomi yang telah dijelaskan di atas, ada satu lagi pelaku ekonomi yang tidak kalah penting, yaitu masyarakat luar negeri atau dikenal dengan model perekonomian terbuka. Model perekonomian selanjutnya adalah yang paling sesuai dengan kenyataan, yaitu bentuk perekonomian terbuka. Ciri perekonomian terbuka adalah adanya kegiatan masyarakat luar negeri dalam bentuk ekspor impor dan pertukaran faktor produksi. Kegiatan ekspor dan impor itu kemudian memunculkan istilah perdagangan internasional. Untuk mengukur seberapa besar nilai ekspor atau impor dapat diketahui dengan melihat neraca perdagangannya.


11 Hasil dari perdagangan internasional itu berupa devisa. Apabila neraca perdagangan suatu negara itu defisit, berarti impor negara tersebut lebih besar dibanding ekspornya. Sebaliknya, suatu negara disebut surplus pada neraca perdagangan bila ekspor lebih besar dari impornya. Dalam perekonomian empat sektor kita akan melihat dua kelompok pelaku ekonomi, yaitu masyarakat luar negeri dan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri. Dalam masyarakat luar negeri terdapat rumah tangga konsumsi, perusahaan (rumah tangga produksi), dan pemerintah. Kegiatan kelompok pelaku ekonomi masyarakat luar negeri tersebut membentuk sistem arus perputaran kegiatan ekonomi. Kelompok pelaku ekonomi dalam negeri juga membentuk sistem perputaran kegiatan ekonomi. Jadi, masyarakat luar negeri maupun pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri terdiri atas rumah tangga konsumsi, perusahaan (rumah tangga produksi), dan pemerintah. Mereka saling berinteraksi, sehingga membentuk sistem perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara masyarakat luar negeri dengan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri.


12 Gambar 2. Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara masyarakat luar negeri dengan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri. Dari gambar 2. Anda dapat melihat bahwa sudah tidak ada lagi negara yang tertutup sama sekali untuk melakukan hubungan perdagangan dengan negara lain. Di dalam perdagangan internasional tersebut terdapat dua macam kegiatan, yaitu ekspor dan impor. Pembayaran dari kegiatan tersebut dilakukan menggunakan uang atau valuta asing (devisa). Peran pelaku ekonomi dalam kegiatan perekonomian nasional akan saling berkaitan dan saling memengaruhi sehingga akan membentuk satu kesatuan dan sistem. Kemacetan dalam salah satu sektor dapat segera menjalar ke arus uang dan barang. Tugas menjaga kestabilan arus uang dan barang memang tidak mudah. Dalam ilmu ekonomi, arus perputaran uang dan barang/jasa digambarkan dalam suatu lingkaran kegiatan ekonomi seperti yang telah diuraikan di atas. Nah, lingkaran arus kegiatan ekonomi akan memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi dalam perekonomian nasional.


13 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perekonomian 2, dan 3 sektor? 2. Sebutkan pelaku-pelaku ekonomi beserta tugasnya! 3. Gambarkan alur kegiatan ekonomi 2 sektor dan 3 sektor, berilah penjelasan! 4. Bagaimana peran pemerintah dalam alur kegiatan ekonomi? 5. Bagaimana peran masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi 4 sektor!


14 PERMINTAAN DAN PENAWARAN SERTA MEKANISME PEMBENTUKAN HARGA PASAR (ADANYA PAJAK DAN SUBSIDI) A. Konsep Permintaan dan Penawaran Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain. 1. Permintaan Permintaan (Demand) adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Teori permintaan menjelaskan sifat para pembeli dalam permintaan suatu barang. Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Kecenderungan permintaan akan suatu barang atau jasa oleh konsumen bersifat tidak terbatas. Teori permintaan yang menjelaskan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang dan harganya dikenal dengan hukum permintaan yang berbunyi: “ makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta ; sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta”.


15 Kurva permintaan adalah kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang yang diminta pembeli. Dengan menggunakan skedul permintaan, besarnya permintaan barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dapat diketahui dengan mudah. Kurva Permintaan Penjelasan : P : Price (Harga) , Q : Quantitas (Jumlah Brang yang di minta), D : Demand (Permintaan) Sedikit Penjelasan dari table di atas, saat Harga di titik 700 permintaan akan barang dan jasa berada di titik 400, kemudian ketika Harga di turunkan ke titik 600 maka permintaan akan barang bertambah di 500, ini berlaku seterusnya. Yang sampaikan di atas adalah hukum Permintaan di pasar, Perubahan permintaan di pasar di pengaruhi oleh tingkat harga.


16 2. Penawaran Penawaran (Supply) dalam ilmu ekonomi adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Teori penawaran menjelaskan sifat para penjual dalam penawaran suatu barang. Teori penawaran yang yang menjelaskan sifat hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dan harganya dikenal dengan hukum penawaran yang berbunyi : “ makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual; sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan”. Dengan menghubungkan permintaan pembeli dan penawaran penjual akan dapat ditentukan harga pasar dan jumlah barang yang dijual-belikan. Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga sesuatu barang tertentu dengan jumlah barang yang ditawarkan. Dalam kurva penawaran perlu dibedakan antara dua pengertian yaitu penawaran dan jumlah barang yang ditawarkan. Penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran. Adapun jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah


17 barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu. Kurva Penawaran Penjelasan : P : Price (Harga) , Q : Quantitas (Jumlah Brang yang di minta), S : Supply (Penawaran) Jika dalam kurva Permintaan antara harga dengan permintaan berbanding terbalik, didalam Kurva menawaran justru harga dan penawaran selalu beriringan, coba anda lihat kurva, ketika harga barang di titik 200 maka penawaran (dijual) akan barang tersebut 300, saat harga barang mengalami kenaikan di titik 300 maka penawaran (dijual) akan barang tersebut naik menjadi 400, itu berlalu seterusnya. B. Fungsi Permintaan dan Penawaran 1. Fungsi Permintaan Fungsi Permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah


18 suatu barang yang diminta dengan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Fungsi permintaan adalah suatu kajian matematis yang digunakan untuk menganalisa perilaku konsumen dan harga. Fungsi permintaan mengikuti hukum permintaan yaitu apabila harga suatu barang naik maka permintaan akan barang tersebut juga menurun dan sebaliknya apabila harga barang turun maka permintaan akan barang tersebut meningkat. Jadi hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta memiliki hubungan yang terbalik, sehingga gradien dari fungsi permintaan (b) akan selalu negatif. Bentuk umum fungsi permintaan dengan dua variabel adalah sebagai berikut : Qd = a - bPd atau Pd = -1/b ( -a + Qd) Dimana : a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai negatif b = ∆Qd / ∆Pd Pd = adalah harga barang per unit yang diminta Qd = adalah banyaknya unit barang yang diminta Syarat, P ≥ 0, Q ≥ 0, serta dPd / dQ < 0 Untuk lebih memahami tentang fungsi permintaan, dibawah ini disajikan soal dan pembahasan tentang fungsi permintaan.


19 Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 per Kg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak 1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi 600Kg, buatlah fungsi permntaannya ? Pembahasan : Diketahui : P1 = Rp. 5.000 Q1 = 1000 Kg P2 = Rp. 7.000 Q2 = 600 Kg untuk menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni : y - y1 x - x1 ------ = -------- y2 - y1 x2 - x1 dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat, P - P1 Q - Q1 ------- = -------- P2 - P1 Q2 - Q1 mari kita masukan data diatas kedalam rumus :


20 P - 5.000 Q - 1000 ----------------------- = ---------------- 7.000 - 5.000 600 - 1000 P - 5.000 Q - 1000 ----------------------- = ---------------- 2.000 -400 P - 5.000 (-400) = 2.000 (Q - 1000) -400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000 2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P) Q = 2000 - 0,2P Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P 2. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga barang di pasar dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Fungsi penawaran digunakan oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan2 banyak barang yang akan diproduksi. Menurut hukum penawaran bila harga barang naik, dengan asumsi cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun jumlah barang yang ditawarkan juga


21 menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara harga barang dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan posifit, karenanya gradien (b) dari fungsi penawaran selalu positif. Bentuk umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut: Qs = a + bPs Dimana : a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif b = ∆Qs/ ∆Ps Ps = adalah harga barang per unit yang ditawarkan Qs = adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan Ps≥ 0, Qs≥ 0, serta dPs/ dQs > 0 Contoh Soal! Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ? Pembahasan : dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :


22 P1 = 3.000 Q1 = 100 buah P2 = 4.000 Q2 = 200 buah Langkah selanjutnya, kita memasukan datadata diatas kedalam rumus persamaan linear a: P-P1 Q-Q1 -------- = --------- P2 - P1 Q2 - Q1 P - 3.000 Q - 100 -------------- = ------------- 4.000 - 3.000 200 - 100 P - 3.000 Q - 100 -------------- = ------------- 1.0 100 (P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000) 100P - 300.000 = 1.000Q - 100.000 1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P 1.000Q = -200.000 + 100P Q = 1/1000 (-200.000 + 100P ) Q = -200 + 0.1P Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 +0,1Pd C. Keseimbangan Harga Harga keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan suatu komoditi ditentukan oleh permintaan dan


23 penawaran pasar dari komoditi yang bersangkutan dalam suatu sistem bebas usaha. Harga keseimbangan adalah tingkat harga dimana jumlah suatu komoditi yang ingin dibeli oleh konsumen dalam suatu saat tertentu sama dengan jumlah penawaran yang ingin ditawarkan oleh para produsen. Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi keseimbangan harga merupakan kesepakatan-kesepakatan antara produsen dan konsumen dipasar. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini : Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar untuk fungsi permintaan Qd = 10 - 0,6Pd dan fungsi penawaran Qs = - 20 + 0,4Ps. Jawab: Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi


24 10 - 0,6Pd = -20 + 0,4Ps 0,4P + 0,6P = 10 + 20 P = 30 Setelah diketahui nilai P, kita masukan nilai tersebut kedalam salah satu fungsi tersebut: Q = 10 - 0,2(30) Q = 10 - 6 Q = 4, Jadi keseimbangan pasar terjadi pada saat harga (P)=30 dan jumlah barang (Q) = 4. D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu komoditi adalah sebagai berikut : 1) Harga barang itu sendiri 2) Harga barang substitusi (pengganti) 3) Harga barang komplementer (pelengkap) 4) Pendapatan konsumen 5) Cita rasa atau selera konsumen 6) Intensitas kebutuhan manusia 7) Jumlah penduduk 8) Periklanan (advertising) 9) Feature atau atribut 10) Ekspektasi (harapan) konsumen


25 Dalam menawarkan barang atau jasa di pasar, penjual biasanya akan memperhatikan beberapa faktor, diantaranya : 1) Biaya produksi Harga bahan baku yang mahal akan mengakibatkan tingginya biaya produksi dan menyebabkan produsen menawarkan barang dalam jumlah terbatas untuk menghindari kerugian karena takut tidak laku. 2) Teknologi Adanya kemajuan teknologi akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya produksi dan produsen dapat menawarkan barang dalam jumlah yang lebih besar lagi. 3) Harga barang pelengkap dan pengganti Apabila harga barang pengganti mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak lagi karena berasumsi konsumen akan beralih ke barang pengganti karena harganya lebih murah. 4) Pajak Semakin tinggi tarif pajak yang dikenakan akan berakibat naiknya harga barang dan jasa yang akan membawa dampak pada rendahnya permintaan konsumen dan berkurangnya jumlah barang yang ditawarkan. 5) Perkiraan harga barang di masa datang Apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik, maka


26 produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain. 6) Tujuan dari perusahaan Bila perusahaan berorientasi untuk dapat menguasai pasar, maka dia harus mampu menekan harga terhadap barang dan jasa yang ditawarkan sehingga keuntungan yang diperoleh kecil. Bila orientasinya pada keuntungan maksimal maka perusahaan menetapkan harga yang tinggi terhadap barang dan jasa yang ditawarkannya. E. Pergerakan dan Pergeseran dalam Kurva Permintaan, Kurva Penawaran, dan Keseimbangan Pasar 1. Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan Pergerakan yang dimaksud di sini adalah pergerakan titik di sepanjang kurva permintaan, sedangkan Pergeseran adalah pergeseran kurva permintaan ke kanan maupun ke kiri. Pergerakan kurva permintaan merupakan pergerakan yang terjadi di sepanjang kurva permintaan yang diakibatkan oleh berubahnya jumlah produk yang diminta


27 konsumen sebagai akibat dari perubahan harga produk tersebut. Jadi, jelas bahwa yang menyebabkan adanya pergerakan di sepanjang kurva permintaan adalah karena perubahan harga produk yang bersangkutan. Pergerakan ini sejalan dengan Hukum Permintaan, yaitu ketika harga barang naik, maka jumlah permintaan akan turun, sehingga titik pada kurva permintaan akan bergerak ke kiri. Selain pergerakan, kurva permintaan juga bisa mengalami pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri. Pergeseran permintaan adalah perubahan jumlah barang/jasa yang dibeli lebih banyak/lebih sedikit yang terjadi sebagai akibat pengaruh berbagai faktor lain selain harga. Kenaikan permintaan adalah maningkatnya jumlah barang/jasa yang dibeli sebagai akibat turunnya harga, sedangkan penurunan permintaan adalah penurunan pembelian akibat kenaikan harga. Pergeseran ini terjadi karena berubahnya jumlah produk yang diminta konsumen sebagai akibat dari berbagai faktor kecuali faktor harga produk tersebut. Berbagai faktor yang dimaksud diantaranya adalah pendapatan konsumen, harga produk lain, selera, harapan, dan jumlah pembeli.


28 2. Pergerakan dan Pergeseran Kurva Penawaran Pergerakan kurva penawaran merupakan pergerakan yang terjadi di sepanjang kurva penawaran yang diakibatkan oleh berubahnya jumlah produk yang ditawarkan produsen sebagai akibat dari perubahan harga produk tersebut. Jadi, jelas bahwa yang menyebabkan adanya pergerakan di sepanjang kurva penawaran adalah karena perubahan harga produk yang bersangkutan. Pergerakan ini sejalan dengan Hukum Penawaran, yaitu ketika harga barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah, sehingga titik pada kurva penawaran akan bergerak ke kanan. Selain pergerakan, kurva penawaran juga bisa mengalami pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri. Pergeseran penawaran adalah perubahan kuantitas barang/jasa yang ditawarkan / dijual, ber (+) / ber (-) , sebagai akibat pengaruh faktor-faktor lain selain


29 harga. Kenaikan penawaran adalah bertambahnya jumlah barang/jasa yang dijual sebagai akibat penurunan harga. Pergeseran ini terjadi karena berubahnya jumlah produk yang ditawarkan produsen sebagai akibat dari berbagai faktor kecuali faktor harga produk tersebut. Berbagai faktor yang dimaksud diantaranya adalah harga input, teknologi, harapan (ekspektasi), dan jumlah penjual Pergeseran kurva penawaran F. Pengaruh Pajak dan Subsidi pada Keseimbangan Harga Pasar Terciptanya keseimbangan harga pasar disebabkan karena adanya interaksi antara rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen. Sekarang bagaimana jika ada sektor


30 lain yang ikut berinteraksi dalam terciptanya harga keseimbangan tersebut, yaitu sektor pemerintah melalui pengenaan pajak dan subsidi ? Pengenaan pajak oleh pemerintah akan mempengaruhi keseimbangan harga pasar yaitu akan menggeser kurva penewaran ke kiri sehingga harga akan naik dan jumlah barang yang diminta konsumen berkurang. Demikian juga jika pemerintah memberikan subsidi juga akan mempengaruhi harga keseimbang pasar yaitu menggeser kurva penawaran ke kanan sehingga harga akan turun dan jumlah barang yang diminta konsumen bertambah. Mengapa yang bergeser kurva penawaran bukan kurva permintaan ? Karena pengaruh pengenaan pajak dan subsidi pada harga terletak pada penentuan harga pada produsen sebagai sektor yang mengusahakan barang dan jasa. Penjelasan pengaruh pajak dan subsidi terhadap harga keseimbangan pasar dapat dijelaskan lebih mudah melalui pendekatan matematis seperti dibawah ini. Secara matematis kurva permintaan memiliki persamaan sebagai berikut : Qd = a – b Pd atau Pd = (a/b) - (1/b)Qd


31 Qd = Jumlah barang atau jasa yang diminta Pd = Harga permintaan Secara matematis kurva penawaran memiliki persamaan sebagai berikut : Qs = a + b Ps atau Ps = -(a/b) + (1/b)Qs Qs = Jumlah barang atau jasa yang ditawarkan Ps = Harga penawaran Keseimbangan harga tercapai jika : Qd = Qs dan Pd = Ps Fungsi Penawaran dengan adanya Pengenaan Pajak ( Tx) dan Subsidi ( Sb) : Ps = -(a/b) + (1/b)Qs + Tx (Implikasi Pajak menaikan harga) Ps = -(a/b) + (1/b)Qs - Sb (Implikasi Subsidi menurunkan harga) Contoh Kasus : Diberikan fungsi Permintaan Qd = 10 – Pd dan fungsi penawaran Qs = 2 + Ps Jika Pajak Tx= 6 atau


32 subsidi Sb = 4. Tentukan keseimbangan harga sebelum dan sesudah pajak atau subsidi ! Jawab : Pada saat keseimbangan tercapai maka Qd = Qs dan Pd = Ps 10 – Pd = 2 + Ps atau 10 – P = 2 + P -P-P=2 - 10 -2P = -8 P = -8/-2 P = 4 Qd = 10 – Pd atau Q = 10 – P Q = 10 -(4) Q =6 Keseimbangan sebelum pajak dan subsidi tercapai pada titik Eq( 6 , 4 ) Pengaruh Pajak : Pd = 10 – Qd Ps = -2 + Qs + Tx atau Ps = -2 + Qs + 6 Pada saat keseimbangan tercapai maka Pd = Ps 10 – Qd = -2 + Qs + 6 atau 10 – Q = -2 + Q + 6 -Q – Q = -10 -2 + 6 -2Q = -12 + 6 -2Q = -6 Q = -6/-2 Q = 3 Q = 10 – P 3 = 10 -P


33 P = 10 – 3 P = 7 Keseimbangan harga setelah adanya pajak Eq( 3 , 7) Pengaruh subsidi : Pd = 10 – Qd Ps = -2 + Qs – Sb atau Ps = -2 + Qs - 4 Pada saat keseimbangan tercapai maka Pd = Ps 10 – Qd = -2 + Qs - 4 atau 10 – Q = -2 + Q - 4 -Q – Q = -10 – 2 - 4 -2Q = -16 -2Q = - 16 Q = -16/-2 Q = 8 Q = 10 – P 8 = 10 – P P = 10 -8 P = 2 Keseimbangan harga setelah adanya subsidi Eq( 8 , 2) Dari soal kasus di atas dapat disimpulkan bahwa keseimbangan harga awal pada tingkat harga Rp.4,00 dengan jumlah komoditas diminta atau komoditas yang ditawarkan baik oleh konsumen maupun produsen sebesar 6 unit. Keseimbangan harga dengan adanya pengenaan pajak sebesar Rp. 6,00 per unit maka keseimbangan bergeser pada titik harga Rp. 7,00 dengan jumlah komoditas baik yang diminta atau ditawarkan sebesar 3 unit. Sedangkan


34 jika dikenakan subsidi sebesar Rp.4,00 per unit maka keseimbangan akan bergeser pada tingkat harga Rp.2,00 dengan jumlah komoditas yang diminta atau ditawarkan sebesar 8 unit. Jelas dengan adanya pengenakaan pajak mengakibatkan tingkat harga naik dan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan turun, sedangkan jika pengenakan subsidi mengakibat tingkat harga turun dan jumlah komoditas diminta atau ditawarkan naik. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran! 2. Bagaimana bunyi hukum permintaan dan penawaran? 3. Jelaskan terjadinya pergeseran titik keseimbangan pasar akibat bertambahnya pendapatan. Gambarkan grafikya! 4. Jelaskan proses terbentuknya harga keseimbangan! gambarkan grafiknya! 5. Bagaimana pengaruh pajak dan subsidi terhadap kurva permintaan dan penawaran!


35 ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN A. Derajat Kepekaan Permintaan (Elastisitas Permintaan) Pengertian Elastisitas permintaan menggambarkan derajat kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan yang terjadi pada variabel-variabel yang mempengaruhinya.Untuk menghitung sejauh mana permintaan dan penawaran barang atau jasa itu bereaksi terhadap harga barang atau jasa, para ekonom menggunakan konsep elastisitas. Pemahaman tentang elastisitas ini sangat penting bagi para pengambil keputusan, antara lain bagi produsen atau pemerintah. Bagi produsen, sebelum ia memutuskan menurunkan harga suatu barang produksi, ia harus memastikan terlebih dahulu apakah penurunan harga jual barang tersebut juga akan meningkatkan permintaan dengan perbandingan yang sama. Begitu pula bagi pemerintah, pemahaman tentang elastisitas sangat penting terutama dalam penentuan besarnya pajak dan subsidi. Pemerintah harus memperhitungkan apakah kenaikan cukai berpotensi untuk menurunkan penjualan rokok atau tidak. Dalam hal penentuan subsidi, misalnya, pemerintah harus menganalisis


36 apakah pengurangan subsidi pupuk berpengaruh pada pendapatan petani atau tidak. B. Elastisitas Permintaan Hukum permintaan menyatakan bahwa penurunan harga suatu barang, ceteris paribus, akan menaikkan kuantitas atau tingkat permintaan barang tersebut. Elastisitas permintaan (pemuluran permintaan) terhadap harga mengukur seberapa banyak kuantitas permintaan atas suatu barang berubah mengikuti perubahan harga barang tersebut. Dapat pula dikatakan bahwa elastisitas permintaan mengukur seberapa peka jumlah permintaan barang tertentu apabila harga barang tersebut berubah-ubah. Nilai elastisitas permintaan itu selalu negatif mengingat hukum permintaan menunjukkan hubungan negatif atau berbanding terbalik antara harga dan jumlah permintaan. Jumlah pembeli yang berkumpul di toko pakaian pada saat “cuci gudang” misalnya, menunjukkan kepekaan permintaan barang tersebut terhadap perubahan harga. Begitu pula dengan merosotnya permintaan TV merek tertentu akibat kenaikan harga, menunjukkan kepekaan produk ter sebut terhadap perubahaan harga. Sementara itu, tetap stabilnya permintaaan beras, meskipun harga dinaikkan menunjukkan tidak pekanya barang kebutuhan pokok tersebut terhadap perubahan harga. Implikasi apakah


37 yang dapat kita tarik dari contoh-contoh di atas? Contoh-contoh di atas memperlihatkan pengaruh perubahan harga terhadap tingkat permintaan atau pembelian. Begitu juga sebaliknya. Elastisitas permintaan berarti menunjukkan perbandingan antara perubahan relatif antara jumlah barang atau jasa yang dibeli (D q) dengan perubahan relatif harga (D p). Hasil perbandingan tersebut lazim dinamakan koefisien elastisitas permintaan. Secara sederhana koefisien elastistas permintaan ( Ed) dapat dirumuskan sebagai berikut. Dalam simbol akan menjadi: Keterangan: q = jumlah permintaan awal P = harga awal q = perubahan jumlah permintaan p = perubahan harga Dari berbagai koefisien elastistas permintaan sebagaimana dihasilkan oleh rumus di atas, dapat


38 kita rincikan macam-macam elastistas permintaan sebagai berikut. Permintaan Elastis ( Ed > 1). Suatu permintaan dikatakan elastis jika permintaan tersebut memiliki koefisien elastisitas permintaan lebih besar daripada 1. Keadaan ini terjadi apabila persentase perubahan permintaan lebih besar daripada persentase perubahan harga. Sebagai contoh, harga celana jeans di suatu toko turun dari Rp 50.000 menjadi Rp 49.000 sementara kuantitas permintaan melonjak dari 5.000 menjadi 6.000. Elastisitas permintaan berdasarkan rumus di atas dapat dihitung sebagai berikut. Kurva permintaan elastis Kurva permitaan elastis


39 Dari kurva diatas terlihat bahwa perubahan harga dari P0 ke P1 mengakibatkan perubahan permintaan dari Q0 ke Q1. Kenyataan bahwa garis Q0 Q1 > P0 P1 menunjukkan bahwa permintaan tersebut bersifat mulur (elastis), E > 1. Jadi permintaaan elastis adalah permintaan yang mudah dipengaruhi oleh perubahan harga. Jika harga berubah sedikit saja maka akan diikuti oleh perubahan permintaan lebih besar. Permintaan elastis umumnya berlaku untuk barang-barang mewah. Permintaan Inelastis ( Ed < 1). Suatu permintaan dikatakan inelastis jika permintaan tersebut memiliki koefisien elastisitas lebih kecil daripada 1. Keadaan ini terjadi apabila persentase perubahan permintaan lebih kecil daripada persentase perubahan harga. Sebagai contoh, jumlah permintaan kue bolu di suatu toko makanan merosot dari 25.000 menjadi 24.500. Gejala itu merupakan akibat dari kenaikan harga kue bolu dari Rp 250 menjadi Rp 300. Elastisitas permintaan kue bolu tersebut dengan demikian dapat dihitung sebagai berikut.


40 Kurv permintaan inelastis Permintaan di atas dengan demikian adalah inelastis. Dari kurva diatas terlihat bahwa perubahan harga dari P0 ke P1 diikuti oleh perubahan permintaan dari Q0 ke Q1, dan besar perubahan kuantitas barang diminta ternyata lebih kecil dari perubahan harga barang tersebut, Q0Q1 < P0 P1. Hal ini menunjukkan permintaan barang bersifat tidak elastis (inelastis) karena Ed < 1. Jadi permintaan inelastis adalah permintaan yang tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan harga. Permintaan inelastis umumnya berlaku pada bahan makanan dan bahan kebutuhan pokok.


41 Permintaan Elastis Uniter ( Ed = 1). Suatu permintaan dikatakan elastis uniter jika permintaan tersebut memiliki koefisien elastisitas permintaan sama dengan 1. Keadaan ini terjadi apabila persentase perubahan permintaan sama dengan persentase perubahan harga. Sebagai contoh, harga seperangkat komputer turun d_XÒ Rp 3.000.000 menjadi Rp 2.800.000. Gejala ini diikuti dengan kenaikan permintaan dari 6.000 unit menjadi 6.400 unit. Pada kasus ini, elastisitas permintaan dapat dihitung sebagai berikut. Dari kurva di atas terlihat bahwa perubahan harga dari P0 ke P1 diikuti oleh perubahan


42 permintaan dari Q0 ke Q1, dan besar perubahan kuantitas barang diminta sama dengan perubahan harga barang tersebut, Q0 Q1 = P0 P1. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan itu elastis uniter. Permintaan Elastis Sempurna ( Ed = ~ ( tak terhingga terhingga). Suatu permintaan dikatakan elastis sempurna jika permintaan tersebut memiliki koefisien elastisitas permintaan sama dengan tidak terhingga. Keadaan ini terjadi apabila pada harga yang tetap, besarnya permintaan tidak terhingga. Dengan kata lain, pada harga tetap, berapa pun banyaknya suatu barang tersedia akan habis dibeli. Contoh paling jelas adalah BBM (Bahan Bakar Minyak). Dalam keadaan harga tetap, permintaan BBM terus mengalir. Kurva permintaan elastis sempurna


43 Dari di atas terlihat kurva permintaan DD membentuk garis horizontal setinggi harga. Pada tingkat harga yang sama, permintaan terus bertambah. Permintaan Inelastis Sempurna ( Ed= 0 ). Suatu permintaan dikatakan inelastis sempurna jika permintaan tersebut memiliki koefisien elastisitas permintaan sama dengan 0. Keadaan ini terjadi apabila pada tingkat harga yang berbeda-beda, besarnya permintaan tidak berubah. Dengan kata lain, berapapun besarnya harga suatu barang sama sekali tidak berpengaruh pada jumlah barang yang diminta. Sebagai contoh, kenaikan harga garam dapur dari Rp 450 menjadi Rp 500 atau turun menjadi Rp 400 sama sekali tidak berpengaruh terhadap besarnya permintaan garam. Meskipun keadaan harga berubah-ubah, jumlah permintaan garam tetap. Kurva permintaan elastis Sempurna


44 Kurva di atas menunjukkan bahwa kurva permintaan berbentuk vertikal (tegak lurus) pada Q. Hal ini menunjukkan bahwa berapa pun tingkat harganya, jumlah permintaannya tetap. Dari penjelasan di atas, paling tidak ada 4 faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan. Keempat faktor itu adalah sebagai berikut. 1. Tingkat Besar Kecilnya Intensitas Kebutuhan Atas Benda Itu. Jika kebutuhan akan benda itu sangat besar, maka pengaruh kenaikan harga terhadap permintaan sedikit sekali. Jumlah permintaan itu tetap atau sedikit sekali berkurang. Itulah mengapa angka elastisitas permintaan semacam itu kecil. 2. Keberadaan Benda Substitusi yang Dapat Menggantikan Benda Tersebut. Mentega, misalnya. Mentega merupakan pengganti margarine. Jika harga mentega naik maka orang tidak akan lagi membeli mentega tetapi akan menggantinya dengan margarine yang lebih murah harganya. Dalam hal itu angka permintaan


45 sangat besar. Jika suatu benda tidak ada substitusinya, maka angka elastisitasnya kecil, berarti perubahan harga sedikit pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. 3. Besar Kecilnya Penghasilan Konsumen. Konsumen yang memiliki penghasilan yang tinggi tidak akan banyak mengurangi jumlah permintaannya atas suatu benda meskipun harga benda tersebut naik. Sebaliknya, konsumen yang tingkat penghasilannya rendah akan banyak mengurangi jumlah permintaannya. Jadi, konsumen yang penghasilannya tinggi memiliki angka elastisitas permintaan yang kecil, sementara konsumen yang penghasilannya rendah memiliki angka elastisitas yang besar. 4. Bagian dari Pendapatan yang Dibelanjakan untuk Suatu Barang atau Perbandingan Pendapatan dan Harga. Apabila jumlah pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu barang tidak begitu besar, maka peningkatan harga barang tersebut kemungkinan tidak akan mempengaruhi permintaan. Sebagai contoh, apabila sekantong plastik garam meja hanya berharga Rp 100, maka kenaikan harga menjadi Rp 125 tidak akan mempengaruhi jumlah permintaan. Contoh lain, apabila orang tidak membeli suatu produk dengan frekuensi yang tinggi (misalnya jas hujan atau payung), maka kenaikan harga produk tersebut kemungkinan


46 hanya memberi pengaruh yang kecil terhadap permintaan. Elastisitas Penawaran Dari pengertian kita mengenai elastisitas permintaan, maka dengan mudah kita dapat mengartikan elastisitas penawaran penawaran. Selain itu, kita pun telah mengetahui hukum penawaran di mana pada hukum itu dikatakan bahwa kenaikan harga suatu barang akan menaikkan kuantitas atau tingkat penawarannya. Itulah mengapa elastisitas penawaran itu selalu memiliki nilai positif, sebab kenaikan harga barang berbanding lurus dengan kenaikan jumlah barang yang ditawarkan. Elastisitas penawaran mengukur seberapa banyak kuantitas penawaran atas suatu barang berubah mengikuti perubahan harga barang tersebut. Dapat pula dikatakan bahwa elastisitas penawaran merupakan kepekaan penawaran terhadap perubahan harga. Kenaikan harga kendaraan bermotor di Eropa, misalnya. Kenaikan harga kendaraan bermotor tersebut menggugah industri otomotif di Amerika Serikat dan Jepang untuk meningkatkan pemasaran produknya. Gejala ini menunjukkan kepekaan penawaran barang tersebut terhadap perubahan harga. Begitu pula dengan melorotnya persediaan tekstil di pasar akibat naiknya harga benang juga menunjukkan kepekaan produk tersebut terhadap perubahan harga.


47 Implikasi apakah yang dapat kita tarik dari kedua contoh di atas? Dari kedua contoh tersebut dapat kita lihat pengaruh perubahan harga terhadap tingkat penawaran. Begitu juga sebaliknya. Elastisitas penawaran berarti menunjukkan perbandingan antara perubahan relatif jumlah barang atau jasa yang ditawarkan (D q) dengan perubahan harga (D p). Hasil perbandingan tersebut lazim disebut sebagai koefisien elastisitas penawaran. Secara sederhana, koefisien elastisitas penawaran (Es) dapat dirumuskan sebagai berikut. Koefisien Elastistas Penawaran = % Perubahan Penawaran % Perubahan Harga dan dalam simbol akan menjadi: Keterangan: Es = elastisitas penawaran q = jumlah penawaran p = harga awal q = perubahan jumlah penawaran p = perubahan harga Dari berbagai koefisien elastistas penawaran sebagaimana dihasilkan dari rumus di atas, dapat kita


Click to View FlipBook Version