Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 39 Bagaimana Respon Masyarakat Sekitar Dengan Berdirinya Usaha Peternakan Dengan Pemukiman: Apa Saja Jenis Produk Yang Dihasilkan: Bagaimana Proses Penjualan Produk: PERTANYAAN TAMBAHAN DARI MASING- MASINGKELOMPOK : ……………………………………………………………………………………………….? B. DENAH INDUSTRI PETERNAKAN
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 40 C. DENAH KANDANG DAN UKURANNYA D. TERNAK NO BANGSA TERNAK CIRI- CIRI FISIK JUMLAH E. ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTALINGKUNGAN HIDUP PADA BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 41 Aspek K3 Aspek lingkungan hidup: 2). Penugasan mencari informasi tentang industri peternakan yang dibuat menjadi makalah individu (2 x 45 menit) 3). Mengamati tentang industry melalui audio visual kemudian buatah rangkuman mengenai industry tersebut (2 x 45 menit) 4). Diskusi: pengembangan produknya,pasar, omset, jenis pekerjaan yang menarik (2 x 45 menit) 5. Persentasi (2 x 45 menit)
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 42 INDUSTRI PETERNAKAN A. Pertanian Berkelanjutan Pertanian Berkelanjutan Hasil Sensus Penduduk (SP2020) pada September 2020 mencatat jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa. Jumlah penduduk hasil SP2020 bertambah 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil SP2010. Dengan luas daratan Indonesia sebesar 1,9 juta km2, maka kepadatan penduduk Indonesia sebanyak 141 jiwa per km2. Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun selama 2010-2020 rata-rata sebesar 1,25 persen, melambat dibandingkan periode 2000-2010 yang sebesar 1,49 persen. Seiring dengan kenaikan jumlah penduduk maka kebutuhan akan pangan juga ikut meningkat. Hal ini ditunjukan dengan hasil secara agregat, permintaan beras pada tahun 2020 diperkirakan sekitar 16,1 juta ton, sedangkan untuk terigu, kedelai dan gula pasir masingmasing sekitar 2,1 juta ton; 1,9 juta ton dan 2,6 juta ton. Untuk minyak goreng sekitar 3,0 juta ton dan daging sapi diperkirakan sekitar 90,2 ribu ton. Perlu diingatkan lagi bahwa permintaan pangan ini adalah permintaan pangan untuk rumah tangga biasa, dengan kata lain tidak termasuk permintaan hotel, restaurant, catering dan industri. Upaya pemenuhan kebutuhan pangan berhubungan dengan sektor pertanian didalamnya juga termasuk peternakan. Pertanian berkelanjutan secara umum berarti bahwa pemanfaatan sumberdaya lahan, air dan bahan tanaman untuk usaha produksi bersifat lestari menghasilkan produk pertanian secara ekonomis dan menguntungkan. Pertanian berkelanjutan berarti usaha pertanian dapat dilaksanakan pada sumberdaya lahan yang bersangkutan secara terus-menerus dan menguntungkan. Namun pemaknaan yang demikian baru ditinjau dari segi agronomis produksi. Ahli lingkungan mungkin menghendaki pertanian berkelanjutan dengan menekankan kepada kelestarian mutu lingkungan, keseimbangan agroekosistem dan kelestarian keanekaragaman hayati. Pada pihak lain, para pelaku industri pengolahan, supplier produk pertanian dan pelaku pasar, mungkin memaknai pertanian berkelanjutan sebagai usaha pertanian yang mampu memasok produk bermutu tinggi, aman konsumsi, stabil dan kontiyu sepanjang masa. Bagi petani, sebagai pelaku utama usaha pertanian, memaknai usaha pertanian berkelanjutan sebagai usaha produksi yang mampu menghasilkan produk secara stabil dan optimal, dengan masukan sarana produksi yang relatif rendah serta hasil jual produk memberikan keuntungan ekonomis yang layak bagi kehidupan keluarga ( Sudaryanto dkk, 2018).
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 43 Di negara yang telah maju, praktek pertanian berkelanjutan ditekankan pada kinerja jangka panjang, karena aspek lingkungan dan produktivitas masa kini telah dapat dicapai secara optimal. Di Amerika Serikat, pertanian berkelanjutan seperti yang didefinisikan oleh American Society of Agronomy (1989) adalah “usaha pertanian yang dalam jangka panjang mampu memperbaiki kualitas lingkungan dan sumberdaya pertanian, mencukupi kebutuhan pangan, pakan dan serat bagi kehidupan manusia, dan memberikan kesejahteraan bagi pelaku usaha”. Francis and Youngberg (1990) mendefinisikan pertanian berkelanjutan sebagai filosofi berdasarkan sasaran dan pemahaman dampak jangka panjang dari peningkatan produktivitas sumberdaya lahan dan pemeliharaan mutu lingkungan; tujuan usaha pertanian perlu mencakup upaya mempertahankan produktivitas tetap tinggi, diperolehnya pertumbuhan ekonomi jangka pendek dan jangka panjang, stabilitas kehidupan masyarakat perdesaan dan peningkatan kualitas hidup petani, serta peminimalisasian kerusakan lingkungan”. Definisi pertanian berkelanjutan untuk Indonesia disarankan sebagai: “Usaha pertanian yang mampu memberikan hasil panen secara optimal dari segi kuantitas dan kualitas, disertai upaya pelestarian mutu sumberdaya pertanian dan lingkungan agar sumberdaya pertanian tetap produktif dan mutu lingkungan terjaga bagi kehidupan generasi mendatang”. Aspek ekonomi dan kesejahteraan petani tidak secara eksplisit dimasukkan dalam definisi, tetapi secara implisit terwadahi oleh “hasil panen yang optimal dari segi kuantitas dan kualitasnya”. Berdasarkan definisi tersebut dapat dijabarkan komponen operasional dan tindak lanjut yang perlu dilakukan yang meliputi: 1. proses produksi dilakukan secara tepat dan efisien untuk memperoleh hasil panen yang tinggi dan kualitas produk yang prima; 2. tindakan yang harus dilakukan bersamaan dengan proses produksi, untuk melestarikan/meningkatkan kualitas sumberdaya lahan dan air, dan mutu lingkungan; 3. Penyediaan panduan teknologi konservasi mutu sumberdaya pertanian dan lingkungan; 4. penataran penyuluh lapang untuk pemahaman pertanian berkelanjutan dari aspek pelestarian mutu sumberdaya pertanian dan lingkungan; 5. penyuluhan kepada petani untuk penyadaran dan pemahaman tentang pentingnya pertanian berkelanjutan; 6. pengadopsian kebijakan tentang pertanian berkelanjutan dalam programpembangunan pertanian;
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 44 7. peningkatan kesadaran pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat, guna menjamin keberlangsungan kehidupan seluruh warga bangsa Indonesia; 8. perlunya Pemerintah merintis penerapan sistem sertifikasi proses produksi komoditas pertanian, seperti Good Agriculture Practices (GAP), Green Agriculture dan sejenisnya yang mempunyai fungsi dan tujuan ganda termasuk kuantitas dan kualitas produk, keuntungan ekonomi dan keberlanjutan produksi. Karakteristik utama dari suatu pola pertanian yang berkelanjutan sesuai dengan Dankelman and Davidson (1988) yaitu: 1. Mampu mempertahankan kehilangan tanah dengan laju dibawah laju pembentukan tanah, atau pada tingkat kehilangan tanah yang diperbolehkan (tolerable soil loss). 2. Mampu meningkatkan pendapatan petani. 3. Dapat diterima masyarakat dan mampu untuk mengulangi penerapan teknologi (replicable) secara terus menerus tanpa ketergantungan. 4. Pengembangan pola tanam, metoda pengolahan bahan makanan, dan metoda penyimpanan persediaan bahan makanan. 5. Meningkatkan tingkat diversivikasi guna menjamin keluwesan pola tanam. 6. Merpertahankan kesuburan tanah melalui pendauran bahan organik. 7. Pemanfaatan sumber air dan sumber energi setepat mungkin.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 45 Tujuan Parr et al., (1990) mengutarakan bahwa pertanian berkelanjutan bertujuan untuk: 1. Menjaga atau dan meningkatkan keutuhan sumber daya alam lahan dan melindungi lingkungan. 2. Menjamin penghasilan petani. 3. Mengkonservasi energi. 4. Meningkatkan produktivitas. 5. Meningkatkan kwalitas dan keamanan bahan makanan. 6. Menciptakan keserasian antara pertanian dengan faktor social ekonomi umum lainnya. Kendala Pertanian Berkelanjutan Pertanian berklanjutan tidak dapat terwujud dikarenakan beberapa factor diantaranya: 1. Kerusakan Alam Kerusakan yang terjadi pada tanah ini jenisnya ada bermacam-macam. Kerusakan yang bermacam-macam ini pula maka terlihat kondisi tanah yang berbeda. Berikut kerusakana pada tanah: A. Erosi Tanah Erosi tanah peristiwa terangkatnya bagian tanah, lapisan atas tanah di endapkan ke tempat lain. Erosi jenis kerusakan pada tanah dan jenis-jenis erosi antara laian: Ablasi Erosi tanah yang dilakukan oleh tenaga air disebut dengan ablasi sehingga tanah terkikis akibat adanya aliran air. Di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi biasanya ablasi sering terjadi. Biasanya bentuk lahan yang miring ikut mempengaruhi dan mempermudah ablasi. Deflasi peristiwa erosi tanah yang disebabkan karena tanah disebut deflasi atau juga biasa disebut korasi. Partikel-paretikel tanah terangkat dengan tiupan
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 46 angin yang sangat kencang sehingga terjadi erosi. Biasanya di daerah gurun atau daerah yang kering biasanya terjadi deflasi. Eksarasi Erosi tanah yang disebabkan oleh gletser adalah jenis erosi yang disebut dengan eksrasi. Kikisan dari massa salju yang bergerak menuruni lereng disebut gletser. Gletser biasanya ada di daerah bersalju sehingga eksarasi terjadi di daerah yang bersalju.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 47 Abrasi Erosi tanah yang disebabkan oleh kekuatan gelombang laut disebut abrasi. Abrasi adalah jenis erosi yang sering terdengar. Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga gelombang laut yang menyebabkan pengikisan pada tanah. Gelombang laut maka abrasi terjadi di sekitar laut. B. Lahan Kritis Lahan kritis adalah bentuk kerusakan tanah lainnya. Kondisi tanah yang telah kehilangan kesuburuannya sehingga mengakibatkan penurunan fungsi sebagai sarana pendukung kehidupan. Lahan kritis timbul karena beberapa hal, yaitu: Kerusakan hutan Manusia mempunyai banyak aktivitas yang dapat menyebabkan kerusakan hutan. Karena kerusakan hutan meruoakan penyebab lahan kritis yang pertama. Pemanfaatan hutan tidak dibarengi dengan upaya pelestarian hutan akan berakibat kerusakan pada hutan. Kerusakan hutan pada akhirnya lahan kritis disebabkan oleh kebakaran hutan, penebangan liar, dan pertanian dengan sistem lading perpindah. Kegiatan pertambangan Kegiatan pertambangan penyebab lahan kritis selanjutnya. Barang tambnag biasanya dengan menggali tanah, jika tidak hati-hati akan menyebabkan lahan kritis. Pengelolaan lingkungan yang tidak baik akan mengakibatkan kerusakan tanah, hilangnya vegetasi penutup lahan, perubahan topografi dan juga perubahan struktur lapisan tanah adalah penyebab dari lahan kritis. C. Pencemaran Tanah Gangguan keseimbangan pada tanah yang diakibatkan oleh polutan hasil kegiatan manusia merupakan jenis kerusakan tanah yang disebut pencemaran. Bahan atau benda yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Tidak dapat diurai oleh bakteri pengurai sehingga tidak dapat menyatu dengan tanah merupakan sifat polutan. Jenis-jenis polutan tanah adalah sebagai berikut:
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 48 Limbah domestik Benda atau bahan tidak diapakai yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga disebut limbah domestik. Berupa limbah padat, gas dan juga cair. Contoh limbah domestik yaitu air bekas cucian, bungkus makanan, bungkus deterjen dan lain-lain. Limbah industri Kegiatan produksi suatu industri menghasilkan limbah. Tidak jauh berbeda dengan limbah domestik bisa dalam bentuk padat, gas dan cair. Sifatnya keras dan jumlahnya lebih banyak, sehingga lebih berbahaya limbah industry dibandingkan dengan limbah domestik. Limbah pertanian Limbah pertanian adalah polutan selanjutnya, dari namanya limbah pertanian dihasilkan dari kegiatan petanian. Pupuk bahan kimia yang digunakan dalam kegiatan pertanian merupakan sumber limbah pertanian. Pemupukan yang dilakukan dalam jangka waktu panjang dan berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada tanah. Permasalahan dan Peluang Pemnbangunan Peternakan Berkelanjutan di Indonesia Sistem produksi peternakan memerlukan sumber daya lahan dan air yang cukup, di mana sekitar 33% dari lahan yang dapat ditanami tanaman pangan dipergunakan untuk pakan ternak (feedcrops) atau secara keseluruhan sekitar 70%dari lahan pertanian di dunia dipergunakan untuk peternakan (Bahri , S dan Bess T, 2021). Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki 17.499 pulau dengan luas total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta km2. Dari total luas wilayah tersebut, 3,25 juta km2 adalah lautan dan 2,55 juta km2 adalah Zona Ekonomi Eksklusif. Hanya sekitar 2,01 juta km2 yang berupa daratan. Sementara lahan untuk peternakan tidak tersedia secara khusus sehingga peternakan tidak memiliki kawasan khusus seperti padang rumput yang luas (pastura) untuk penggembalaan atau untuk tanaman pakan ternak. Akibatnya pemeliharaan ternak menjadi tersebar dan dikembangkan secara terintegrasi dengan berbagai tanaman yang ada. Secara umum produk ternak mempunyai kandungan air virtual lebih tinggi daripada produk tanaman, karena ternak merupakan rantai
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 49 pangan yang lebih tinggi tingkatannya daripada tanaman. Untuk memproduksi 1 kg daging sapi tanpa tulang diperlukan sekitar 6,5 kg bijibijian, 36 kg hijauan, dan 155 liter air untuk minum sapi, sedangkan untuk menghasilkan bahan pakan tersebut dibutuhkan air 15.340 liter. Dengan cara perhitungan seperti ini maka untuk menghasilkan 1 ton daging ayam, 1 ton daging babi, dan 1 ton daging sapi diperlukan air virtual masing-masing 3.900 m3, 4.900 m3, dan 15.500 m3 (Hoekstra dan Chapagain 2006). Banyaknya lahan yang dialih fungsikan sehingga banyak berkurang jumlah lahan untuk pertanian dan peternakan juga menjadi permasalahan karena peternakan dan pertanian membutuhkan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan dalam membangun peternakan berkelanjutan adalah: 1. ketersedian lahan berkurang 2. kebutuhan ternak yang besar 3. lahan yang dialih fungsikan Upaya Pengembangan Peternakan Berkelanjutan Sumber daya alam yang di eksploitasi dapat dicirikan dengan penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Salah satu upaya meningkatkan produksi pertanian dengan penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik dapat menyebabkan lahan pertanian menjadi tidak subur. Tenaga kerja sector pertanian khususnya usaha tani musiman seperti jagung dan padi, sedangkan kebutuhan keluarga sepanajang waktu. Sehingga pada waktu tertentu banyak tenaga kerja yang menganggur. Memelihara ternak sapi pada umumnya masih sebagai usaha sampingan, tujuannya sebagai tabungan dan manajemen masih secara konvensional. Kendala utama dihadapi petani yang belum memadukan usaha ini dengan tanaman adalah tidak tersedianya pakan secara memadai terutama pada musim kemarau (Muzani, et al. 2004). Konsekuensinya banyak petani yang terpaksa menjual ternaknya walaupun dengan harga relatif murah (Ilham dkk, 2001). Upaya mengatasi permasalahan tersebut, petani di beberapa lokasi di Indonesia sejak dulu telah mengembangkan sistem integrasi tanaman ternak (Crops Livestock System, CLS). Menurut Fagi dkk. (2004) CLS pada umumnya telah berkembang di daerah dimana terdapat perbedaan nyata antara musim hujan (MH) dan musim kemarau (MK) dengan bulan kering lebih dari 3 bulan berturutturut. Konsep Integrasi Tanaman Ternak
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 50 Pertanian terintegrasi (integrasi tanaman-ternak) adalah suatu sistem pertanian yang dicirikan oleh keterkaitan yang erat antara komponen tanaman dan ternak dalam suatu usahatani atau dalam suatu wilayah. Adapun ciri keterkaitan tersebut antara lain adanya penggunaan sumberdaya yang beragam seperti hijauan, residu tanaman, dan pupuk organik yang dihasilkan ternak dalam suatu proses produksi. Hal terpenting yang perlu dipahami dari konsep integrasi tanaman-ternak di mana hal ini diharapkan dapat menghentikan akibat dari praktek-praktek pertanian yang merusak sumberdaya lahan dan menurunkan produktivitas pertanian. Diharapkan petani dapat secara perlahan keluar dari jerat kemiskinan (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, 2011) Ketahanan pangan merupakan suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi rumahtangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik dalamjumlah, mutu, aman, merata dan terjangkau. Demikian juga tanaman-ternak, diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan, selain itu integrasi tanamanternak dalam kerangka konsep yang lebih luas bertujuan untuk (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, 2011): 1. Melindungi dan memperbaharui kesuburan lahan 2. Pemanfaatan sumberdaya on farm 3. Menyediakan alternatif sumber pendapatan bagi petani 4. Memberi peluang kesempatan kerja di sektor pertanian
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 51 Potensi Pengembangan Integrasi Tanaman-Ternak Beberapa potensi yang ada berdasarkan uraian diatas dan dapat digunakan untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong terintegrasi di Indonesia menurut Dwiyanto dkk 2007 antara lain: 1) adanya pasar domestik yang potensial, 2) daya dukung lahan/alam untuk menyediakan pakan ternak sangat besar dan relatif murah, 3) sumberdaya manusia dan kelembagaan relatif tersedia, 4) sumberdaya genetik ternak, dan 5) tersedianya inovasi teknologi pola integrasi. Secara umum, keuntungan sistem integrasi tanaman ternak adalah: 1) diversifikasi penggunaan sumber daya, 2) mengurangi resiko usaha, 3) efisiensi penggunaan tenaga kerja, 4) efisiensi penggunaan input produksi, Contoh Program Sistem Integrasi Tanaman-Ternak Program SIPT (Sistem Integrasi Padi-Ternak) merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan produksi padi, daging, susu, dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani . Badan Litbang Pertanian telah meneliti dan mengkaji SistemIntegrasi Padi-Ternak (SIPT) dengan pendekatan Zero waste. Yang dimaksud Zero waste adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal seperti pemanfaatan jerami sebagai pakan ternak dan kotoran ternak sapi untuk diproses menjadi pupuk organik. Artinya memperbaiki unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga tidak ada limbah yang terbuang (Dirjen Bina Produksi Peternakan, 2002). Ada tiga komponen teknologi utama dalam SIPT yaitu: a. Teknologi budidaya ternak, b. teknologi budidaya padi, c. teknologi pengolahan jerami dan kompos. Ketiga komponen teknologi tersebut dapat diintegrasikan secara sinergis, maka pengembangan SIPT ini dilaksanakan dengan pendekatan kelembagaan. Yang
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 52 dimaksud pendekatan kelembagaan disini adalah kelompok ternak dan kepemilikan lahan sawah tetap ada, dimana kelompok ternak tetap menjamin kepemilikan secara individu, namun kegiatan individu merupakan satu kesatuan dari kegiatan kelompok seperti pengumpulan jerami padi, pengadaan saprodi dan pemasaran hasil. Program SIPT dilaksanakan sejak tahun 2002 dilokasi yang merupakan lahan sawah irigasi, dan petaninya juga memelihara ternak sapi. Kegiatan SIPT ini merupakan bagian dari kegiatan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu), realisasi awal pengembangan adalah dilaksanakan pada lahan seluas 50 ha dan didistribusikan 80 ekor ternak sapi untuk 2 kelompok petani, di 11 Provinsi serta di 20 kabupaten. Dari 20 kabupaten tersebut juga dialokasikan dana dalam bentuk BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) guna pengadaan ternak sapi, bantuan kandang, pakan penguat, tempat pemrosesan jerami, tempat pemrosesan kompos dan bantuan obat-obatan serta vaksin Sistem integrasi sapi kelapa sawit (SISKA) Sistem pemanfaatan lingkungan perkebunan sawit serta menjaga penggunaan obat dan pupuk kimia. Pengembangan kelapa sawit mempunyai nilai negatif karena lahan hijauan dirubah menjadi jahan tanam tahunan. Tanaman lainnya atau disebut tumpang sari tidak bisa dilakukan. Selain itu dampak negatif terhadap lingkungan dan konflik sosial. SISKA yaitu Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara sektor peternakan dan perkebunan. Peluang yang dapat dikembangkan dengan optimal untuk menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan adalah simbiosis mutualisme. Ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi, lingkungan hidup dan sosial. Akan tetapi pelaku usaha hanya cenderung mempertimbangkan aspek ekonomi saja. Tolak ukur menjadikan penghasilan bagi masyarakat yang mempunyai lahan kelapa sawit biasanya termasuk aspek ekonomi. Untuk menjamin dan menjaga kelangsungan hidup antara masyarakat dan juga lingkungan termasuk aspek sosial. Sedangkan cakupan kesejahteraan masyrakat dengan menjaga atau memberikan suatu permasalahan sosial dengan rusaknya lingkungan. Gambar 1 intergrasi sapi kelapa sawit Sumber : lintangnews.com
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 53 Manfaat Pengembalaan Ekstensive Sapi SISKA Manfaat pengembalaan sapi SISKA menurut Panji 2021 ada 3 yaitu : 1. Manfaat bagi peternakan a. Pakan Hijauan adlibitum b. Penerapan Kesejahterawan hewan lebih maksimal 2. Manfaat bagi perkebunan a. Pemanfaatan limbah perkebunan sebagai Pakan b. Peningkatan keuntungan seperti: Pengurangan pengunaan bahan kimia dalam weeding control, peningkatan TBS dll 3. Manfaat lainnya a. Pengurangan tenaga kerja b. Sistem rotasi mampu menumbuhkan kembali rumput sebelum sapi masuk
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 54 B. Industri Peternakan Salah satu industri yang sedang berkembang adalah industri peternakan. Konsumsi masyarakat semakin tinggi, apalagi konsumsi protein hewani semakin tinggi. Daya beli masyarakat masih terbatas pada telur dan daging khususnya daging ayam. Daging ayam merupakan sumber protein alternative pada masyarakat saat ini. Sebelum tahun 1970 peternak memelihara ternak sebagai sambilan dan sebagian kecil saja yang menjadi produsen. Indonesia pernah swasembada samapai mampu mengekspor sapid an kerbau ke beberapa negara. Fingsi ternak tidak semata-mata sebagai pengahsil panagan tetapi berperan sebagai: 1) Suransi dan mengakumulasi asset. 2) Keperluan sosial budaya dan agama, meningkatkan status sosial pemilik 3) Tenaga kerja di sawah sebagai penarik pedati 4) Keperluan olahraga, hobi dan hewan kesayangan. Perkembangan ekonomi dan arus global telah mendorong masyarakat mengonsumsi daging, telur, dan susu lebih banyak. Peluang ini oleh perusahaan multinasional telah direbut dengan memasukkan produk (susu dan daging), inovasi (industri ayam ras, industri pengolahan susu), dan bibit (ayam ras, babi, sapi) Kusuma Dwiyanto dan Atien Priyanti (2010). Kondisi ini menyebabkan perkembangan industri peternakan sangat bergantung pada impor bibit dan bakalan (ayam 100%, feeder cattle 400.000 ekor/ tahun), pakan (kedelai, jagung, tepung ikan, MBM), maupun teknologi pengolahan dan pemasaran (susu). Hal ini berdampak pada: (1) langsung maupun tidak langsung perkembangan usaha peternakan rakyat secara perlahan tapi pasti terhambat atau tergusur peranannya; (2) usaha peternakan semakin tidak mandiri dan rentan terhadap perubahan global; serta (3) margin per satuan unit usaha ternak semakin kecil. Inovasi impor dan efisiensi menuntut ketersediaan modal dan peningkatan skala usaha, yang ternyata sulit digapai oleh peternak kecil atau petani tradisional yang biasanya miskin. Subekti (2008) menyatakan bahwa Peternakan mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan setidak-tidaknya dalam 4 hal strategis yaitu : Gambar 2 Sapi ternak Sumber : cdn.abiresearch.co
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 55 1.Peternakan untuk menyediakan pangan terutama untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan protein hewani, 2.Peternakan untuk sumber pendapatan dan kesempatan kerja, 3.Peternakan untuk usaha pertanian yang berkelanjutan dan perbaikan lingkungan hidup, 4.Peternakan untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan Pengertian istilah Usaha Tani dan Usaha Peternakan Menurut Soeharto Prawiro Kusumo (1990) dalam bukunya Ilmu Usaha Tani yang dimaksud Ilmu Usaha Tani adalah suatu ilmu terapan yang membahas dan mempelajari atau membahas tentang bagaimana membuat atau menggunakan sumberdaya pertanian secara efektif dan efisien. Dalam ilmu usaha tani menerapkan teori-teori yang universal, prinsip-prinsip ekonomi pertanian, teori marginal, anggaran dan analisa-analisa bidang pertanian. Secara umum bidang Pertanian menyangkut : Budidaya tanaman Pertanian, Budidaya Peternakan, Budidaya Perikanan, Budidaya Perkebunan, Kehutanan dan lain-lain yang berorientasi pada makhluk hidup seperti Biologi, Bioteknologi. Sedangkan Istilah Usaha Peternakan akan lebih jelas tertera Pada Undang- Undang Pokok kehewanan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada Bab I Pasal 1, dikemukakan beberapa Istilah diantaranya : 1. Ternak adalah Hewan piara yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembang biakan serta manfaatnya diatur dan diawasi oleh manusia dan dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup manusia. 2. Peternak adalah orang atau badan hukum dan atau buruh peternakan yang mata pencaharian nya sebagian atau seluruhnya bersumber kepada peternakan. 3. Peternakan / Usaha Peternakan adalah pengusahaan /pembudidayaan/ pemeliharaan ternak dengan segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak. 4. Peternakan murni adalah cara peternakan dimana perkembangbiakan ternakternaknya dilakukan dengan jalan pemacekan antara ternak/hewan yang termasuk dalam satu rumpun. 5. Perusahaan peternakan adalah usaha peternakan yang dilakukan pada tempat tertentu serta perkembang biakannya dan manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 56 6. Kelas Ternak adalah sekumpulan atau sekelompok bangsa-bangsa ternak yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula disuatu daerah tertentu. 7. Bangsa Ternak (Breed) adalah Suatu kelompok dari ternak yang memiliki persamaan dalam bentuk morphologis, sifat-sifat fisiologis ddan bentuk anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan ini dapat diturunkan pada generasi selanjutnya. Arti dari istilah tersebut dikemukakan terlebih dahulu untuk menghindarkan salah pengertian sekaligus untuk membedakan pengertian “TERNAK” dengan “HEWAN” yang sering salah dalam penggunaan sehari-hari. Tidak semua hewan tergolong ternak dan dengan sendirinya tidak semua hewan dapat diusahakan sebagai ternak. Hewan adalah semua binatang yang hidup di darat baik yang dipelihara maupun yang hidup secara liar. Jadi bisa dikatakan bahwa hewan adalah ternak dalam arti luas. Ada Istilah Animal Husbandry dan Animal Breeding. DalamBahasa Indonesia keduanya memiliki arti yang sama yaitu “ BETERNAK”, namun sebenarnya ada perbedaan makna diantara keduanya : 1. Animal Husbandry adalah Beternak dalam arti luas meliputi komponen memelihara, merawat, mengatur kehidupan, mengatur perkawinan, mengatur kelahiran, penjagaan kesehatan serta mengambil manfaatnya. 2. Animal Breeding adalah Beternak dalam arti sempit yang hanya menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran. 3. Cross Breeding adalah Perkawinan antara hewan/ternak yang berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni. 4. Grading Up adalah suatu sistem breeding dimana pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina lokal. Sesudah itu keturunannya yang betina dikawinkan pula dengan pejantan murni itu. Hasil- hasil anakan yang jantan terus disingkirkan sampai pada titik tingkat genetik tertentu, sehingga hasil akhir akan diperoleh betina dan pejantan Unggul. Nama yang umum dimasyarakat kalau masih dalam taraf grading up adalah Peranakan. 5. Close Breeding / Inbreeding adalah Sistem perkawinan antar individu yang masih erat hubungan kekeluargaannya. 6. Line Breeding adalah In Breeding yang diarahkan pada suatu sifat Individu yang disukai.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 57 7. Line-crossing adalah persilangan antara lines baik dalam bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda. Karakteristik Peternakan Industri yang dikendalikan oleh manusia mencakup 4 macam yaitu; manusia sebagai subjek, ternak sebagai objek, tanah sebagai basis ekologi dan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Karakteristik sistem usaha terdiri dari sistemekstensif (modal dan teknologi sedikit dengan tenaga kerja yang banyak) sedangkan sistem intensif (modal dan teknologi tinggi dengan tenaga kerja sedikit) untuk sistem ekstensif respon supply tinggi dan intetensif sebaliknya yaitu rendah. Karakteristik ternak berdasarkan pakan yaitu Ternak Ruminansia (Berperut Ganda) dan Non Ruminansia (Berperut Tunggal) Dengan demikian ternak-ternak yang dibudidayakan oleh manusia dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu: 1. Ternak Unggas (Class Aves biasanya Meat type dan Egg type) antara lain Ayam (Gallus domesticus), Itik (Anas planthyrynchos), Entog (Cairina moschata), Angsa (Anser anser) dan Kalkun (Melegris galopavo). 2. Ternak Potong (Class Mamalia biasanya Meat type) antara lain Ternak Potong Besar : Sapi (Bos species), Kerbau (Buballus bubalis), Kuda (Equs caballus), Keledai (Equs asinus), Zebra (Equs hipotigris) dan Unta (Camell dromedarius). Ternak Potong Kecil : Kambing (Capra species), Domba (Ovis species), Babi (sus species). 3. Ternak Perah (Class Mamalia biasanya Milk type) antara lain Sapi Perah, Kerbau Perah, Kuda Perah, Kambing Perah dan Unta Perah. 4. Aneka Ternak adalah ternak-ternak yang tidak dalam satu class antara lain : Kelinci (Lepus cuniculus), Lebah (Apis species), Puyuh (Coturnix coturnix), Bekicot, Walet, Kodok dll.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 58 Ruang Lingkup Usaha Peternakan Di bidang peternakan output yang utama adalah air susu bagi usaha ternak sapi perah, daging bagi usaha ternak sapi pedaging dan telur bagi usaha unggas lainya. Kegiatan ekonomi di bidang produksi peternakan, dimulai dari adanya kegiatan input dan diakhiri stelah output keluar. Untuk input di bidang peternakan adalah bibit ternak, lahan, obat-obatan, lahan, bahan nakar, peralatan, modal banguanan, uang dan tenaka kerja. Jenis-jenis Usaha Peternakan di Indonesia Teknologi yang dioakai, tingkat jumlah produksi, hasil produksi yang dipasarkan maka macam usaha peternakan di Indonesia terdiri dari: 1. Peternakan Tradisional dengan ciri-ciri Jumlah ternak sedikit, Input teknologi rendah, Tenaga kerja Keluarga dan profit rendah (sebagai tabungan).Jumlah ternak sedikit, tenaga kerja keluarga, teknologi rendah dan profit rendah di sebut peternakan tradisional. 2. Peternakan Backyard dengan ciri-ciri Jumlah ternak sedikit, Input teknologi mulai tinggi, Tenaga kerja Keluarga dan profit sedang. Diwakili peternak ayam ras dan sapi perah Jumlah ternak sedikit, tenaga kerja keluarga, teknologi rendah, profit sedang disebut peternakan backyard. 3. Peternakan Modern dengan ciri-ciri Jumlah ternak banyak, Input teknologi tinggi, Tenaga kerja spesifik bidang peternakan dan profit tinggi. Jumlah ternak banyak, tegana kerja spesifik bidang peternakan, teknologi tinggi dan profit tinggi disebut peternakan modern. Berdasarkan macam output suatu usaha peternakan, maka dapat dibedakan menjadi : 1. Usaha Peternakan Pembibitan (Breeding Farm) 2. Usaha Peternakan Penggemukkan (Feed Lot) 3. Usaha makanan Ternak 4. Usaha Pengolahan Hasil peternakan 5. Usaha Mesin-mesin Peternakan 6. Usaha Pemasaran Hasil Peternakan
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 59 Kontribusi industry peternakan Indonesia Tolak ukur suatu bangsa dikatakan sejahtera biasanya didasarkan pada perekonomian yang maju serta kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Indonesia masih belum memenuhi kriteria tersebut, namun, bukan tidak mungkin untuk Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera dengan tolok ukur perekonomian dan kebutuhan pangan. Hal ini dapat dicapai dengan kemandirian dan kemauan bangsa Indonesia. Sangatlah penting kemandirian suatu negara untuk memproduksi hasil bumi sendiri apalagi kita Indonesia memiliki keanekaragaman hayati ternak lokal yang melimpah seperti sapi bali, sapi madura, domba garut, kambing kacang, ayamkampung dan itik (Usman, 2016). Produktivitas suatu bangsa ditentukan dari kemampuan masyarakat dalam mengolah dan mengelola potensi sumber daya yang tersedia. Sektor peternakan memiliki peranan penting dalam mewujudkan bangsa yang sejahtera dalam bidang perekonomian dan ketahanan pangan. Kebutuhan pangan dapat tercukupi salah satunya dengan sumber hewani atau hasil ternak. Di Indonesia, hasil ternak menjadi kebutuhan yang mendasar yang belum tercukupi secara mandiri. Hingga saat ini harga produk peternakan belum dapat dijangkau masyarakat secara keseluruhan karena masih mahal. Masyarakat kelas menengah kebawah kerap kali kesulitan untuk membeli dan menikmati karena harga produk yang tinggi. ( Istifari, 2018).
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 60 Kontribusi Industry Peternakan Terhadap Ketersediaan Pangan Menurut Subekti (2008) Peternakan mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan setidak-tidaknya dalam 4 hal strategis yaitu : a. Peternakan untuk menyediakan pangan terutama untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan protein hewani, b. Peternakan untuk sumber pendapatan dan kesempatan kerja, c. Peternakan untuk usaha pertanian yang berkelanjutan dan perbaikan lingkungan hidup, d. Peternakan untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata konsumsi per kapita per hari kalori dan protein sudah di atas standar kecukupan konsumsi protein harian. Ratarata konsumsi kalori per kapita per hari penduduk Indonesia pada Maret 2020 adalah 2.112,06 kkal. Sementara protein 61,98 gram. Pemenuhan standar dipenuhi oleh ketersediaan pangan sumber protein hewani hasil produksi peternakan yaitu daging telur dan susu.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 61 Konsumsi Pangan Hasil Produksi Peternakan Indonesia. 1. Daging Ayam Survei Konsumsi Bahan Pokok (VKBP) tahun 2017 dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019 yang dilaksanakan BPS RI, konsumsi daging ayamras adalah sebesar 12,79 kg/kapita/tahun. Kebutuhan daging ayam ras sampai bulan Mei 2020 diperkirakan sebesar 1.450.715 Ton. Sementara berdasarkan potensi produksi daging ayam ras sampai bulan Mei 2020, diperkirakan sebesar 1.721.609 Ton. diperkirakan terdapat surplus daging ayam ras sebesar 270.894 Ton, atau ratarata surplus sebesar 54.179 Ton/bulan. Berdasarkan Pernyataan diatas maka dapat disimpukan bahwa produksi daging ayam sudah memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. 2. Daging Sapi Daging sapi merupakan produk ternak yang merupakan sumber protein hewani. Daging sapi merupakan bahan pangan yang mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk pertumbuhan dan Kesehatan. Komposisi daging sapi terdiri dari 19% protein, 5% lemak, 70% air, 3,5% zat-zat non protein, dan 2,5% mineral. Kebutuhan daging sapi/kerbau sampai bulan Mei 2020 diperkirakan sebesar 302.300 Ton. Adapun ketersediaan daging sapi/kerbau sampai Mei 2020 berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 165.478 Ton. Berdasarkan data tersebut, masih diperlukan tambahan sebanyak 136.822 Ton yang akan dipenuhi melalui impor daging sapi/kerbau sebesar 103.043 Ton dan sapi bakalan 252.810 ekor atau setara 56.659 Ton daging. Hal tersebut berdasarkan kondisi realisasi impor sampai dengan tanggal 5 Maret 2020. 3. Telur Telur ayam merupakan komoditas pangan hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, selain daging ayam, daging sapi dan susu. Telur banyak digemari masyarakat karena kendungan nutrisi lengkap dan mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh serta harganya terjangkau. Telur mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap, karena telur mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan tubuh, hanya vitamin C saja yang tidak ada. Kompisisi zat gizi dalam100 gram Telur Ayam Segar, adalah:
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 62 4. Susu Pertumbuhan produksi susu sapi dalam negeri pada kisaran 2% per tahun, sedangkan pertumbuhan kebutuhan susu sapi lebih dari 5% per tahun. Kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri (SSDN) mencapai 3,8 juta ton per tahun. Angka ini belum mencukupi pasokan bahan baku SSDN yang hanya mencapai 21%atau 798 ribu ton per tahun pada tahun 2015. Sisanya sebanyak 79% masih harus diimpor dalam bentuk skim milk powder, anhydrous milk fat, dan butter milk powder dari berbagai negara. Misalnya, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa (Tempo 2016). Selain sebagai sumber pangan Sektor peternakan juga berperan penting bagi proses pembangunan, terutama di daerah pedesaan. Dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kontribusi sektor peternakan sebesar 1,57%terhadap PDB Nasional Tahun 2017. Peningkatan produksi mendongkrak PDB sektor peternakan 2017 sebesar Rp. 148,5 Triliun naik Rp. 23,2 Triliun dari 2013 sebesar Rp. 125,3Triliun.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 63 AKTIVITAS PEMBELAJARAN Tokoh Bidang Peternakan 1). Obserasi Industri Uraian kegiatan: Membuat makalah biografi mengenai tokoh bidang peternakan yang dilakukan di perpustakaan atau Laboratorium Komputer yang ada di sekolah. Pengerjaan dilakukan berkelompok namun penilaian individu. Tujuan : Setelah melaksanakan aktivitas pembelajaran ini siswa diharapkan dapat memahami peluang jenjang karier di bidang industri peternakan Waktu : 4 JP x 45 menit Urutan kerja dan Tata cara Aktifitas Pembelajaran a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang ditentukan oleh guru mata pelajaran b. Siapkan peralatan yang dibutuhkan berupa alat tulis dan pc computer atau laptop untuk mencari sumber informasi makalah c. Seluruh siswa bersiap melakukan pengarahan dari guru mata pelajaran sebelum berangkat menuju perpustakaan/ Laboratorium yang dituju d. Keberangkatan dilakukan dengan didampingi guru mata pelajaran e. Melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kelompok yang dibagikan f. Mengisi kuisioner secara lengkap berdasarkan waktu yang telah diberikan yaitu selama 2x45 menit A. Struktur Penulisan Makalah Isi makalah membahas satu komoditas tertentu yang sudah ditentukan oleh guru mata pelajaran ditambahkan dengan profil tokoh bidang peternakan yang sesuai denga isi makalah. Struktur makalah sebagai berikut: 1. Cover / Bagian Sampul Makalah.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 64 2. Kata Pengantar 3. Daftar Isi 4. BAB I Pendahuluan Adapun struktur pada BAB I ini meliputi: 1. Latar Belakang. 2. Rumusan Masalah, 3. Maksud dan Tujuan, 5. BAB II Pembahasan 6. BAB III Penutup 7. Daftar Pustaka 8. Lampiran B. Pemaparan Setelah makalah selesai dibuat masing- masing kelompok memaparkan isi makalah di hadapan guru mata pelajaran dan kelompok lain dan selanjutkan diadakan diskusi serta tanya jawab. C .Lembar Diskusi Kelompok Anggota kelompok
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 65 Jenis komoditi Tokoh bidang peternakan Pertanyaan: Jawaban: Kesimpulan:
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 66 2). Penugasan mencari informasi tentang tokoh bidang peternakan lainnya dan dibuat menjadi artikel (2 x 45 menit) 3). Mengamati tentang tokoh melalui audio visual kemudian buatlah rangkuman mengenai tohok dalam video (2 JP x 45 menit) 4). Diskusi: tokoh yang paling inspiratif, perjalanan hidup, tokoh mana yang paling disukai (2 JP x 45 menit) 5). Persentasi (2 JP x 45 menit)
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 67 MENGENAL PROFESI DIINDUSTRI PETERNAKAN Jadi 3 pilihan ketika menyelesaikan sekolah di SMK. Pertama yaitu bekerja, karena SMK mencetak lulusan siap kerja. Yang kedua melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, sangat mungkin anak SMK melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedangkan yang ketiga yaitu berwirausaha, wirausaha di bidang peternakan. Berikut jenis- jenis pekerjaan di bidang peternakan: Warehouse staff (staf gudang) Pekerjaan warehouse staff atau pergudangan, merupakan pekerjaan yang terkait dengan penyimpanan barang untuk produksi atau hasil produksi dalamjumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. pekerjaannya tergolong lebih mudah tapi memerlukan kesehatan fisik yang baik. Karena ruang lingkup pekerjaannya seperti memindahkan barang dari kendaraan atau ke kendaraan, memindahkan barang ke lokasi yang sudah ditentukan, mem-packing barang, dll. Technician poultry equipment (teknisi peralatan unggas) Seseorang yang menguasai dan memahami bidang teknologi tertentu. Jenis teknisi yang banyak kita temukan dalam peralatan peternakan. . Untuk bisa menjadi seorang Teknisi handal, maka dibutuhkan ketelitian, kesabaran, keahlian dan jamterbang yang tinggi. Pekerjaan seorang Teknisi bisa dibilang cukup rumit, namun tidak semua seperti itu, ada beberapa bidang yang sangat menyenangkan untuk dijalankan karena didalamnya terdapat banyak sekali tantangan dan pengalaman yang akan didapatkan. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, maka akan meningkatkan nilai dari seorang teknisi tersebut. Caretaker (anak kandang) Anak kandang sebagai tenaga kerja yang berada di bagian produksi, bertugas menjalankan sistem manajemen ayam baik di broiler (ayam pedaging) maupun layer (ayam petelur) secara baik dan benar dengan sasaran menghasilkan performa yang diharapkan. Tugas dari anak kandang antara lain menjaga kebersihan kandang dari saat kandang masih kosong hingga pasca panen, memberikan pakan berikut obat/vitamin serta vaksin sesuai jadwal yang ditetapkan serta memonitor kesehatan ayam. Head farm kepala kandang
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 68 kepala kandang atau farm manager yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan manajemen ayam secara keseluruhan. Ada juga yang bertindak sebagai pemberi pakan dan obat/vitamin, sebagai vaksinator, sebagai pencatat data/administrasi, dan lain-lain. Vaccinator Orang yang memberikan vaksin ke ternak sesuai dengan aturan yang berlaku. Vaksinator banyak ditemukan di perusahaan peternakan. Pekerjaan utamanya menvaksi ternak ke setiap kandang. Kandang yang bekerjasama dengan perusahaan ternak atau kandang dari perusahaan tersebut.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 69 TOKOH BIDANG PETERNAKAN Berikut merupakan tokoh-tokoh di bidang peternakan, pengalaman tokohtokoh tersebut bisa menjadi sebuah inspirasi untuk menjadi lebih baik dalamkehidupan. Ada 2 tokoh dari berbagai macam generasi, yaitu: Bob Sadino Gambar 3 Bob Sadino Sumber : jurnalasia.com/wp-content/uploads/2015/01/Bob-sadino.jp Bob sadino lahir di Lampung tanggal 9 Maret 1933, dan beliau wafat pada tanggal 19 januari 2015. Om bob adalah sebutan yang akrab ketika memanggil beliau. Salah satu poengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Beliau pemilik dari jaringan Kemfood dan Kemchick. Ciri khas beliau sering memakai celana pendek. Lahir disebuah keluarga berkecukupan dan ia dalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orantuanya meninggal om bob yang waktu itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh kekayaan keluarganya karena saudara yang lainnya sudah dianggap mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 70 Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed. Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa. Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing. Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek. Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 71 jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob. Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional. Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik- baiknya. Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan. Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya.”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras,”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.” Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 72 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar. ”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram.”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob. Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam. Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya. Setelah sempat dirawat selama dua bulan, pengusaha nyentrik Bob Sadino akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta pada hari Senin, tanggal 19 januari 2015 setelah berjuang dengan penyakitnya yaitu infeksi saluran pernafasan kronis. Bob Sadino dikatakan sudah tak sadar dalam 2-3 minggu. Penyakitnya terkait dengan usianya yang sudah lanjut serta kondisinya yang makin menurun setelah istrinya meninggal dunia pada Juli 2014.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 73 Reza Abdul Jabbar Gambar 4 Reza Abdul Jabbar Sumber : pontianak.tribunnews.com/2019/04/15/RezaAbdulJabbar Indonesia memiliki seorang pengusaha yang sukses beternak sapi di Selandia Baru. Namanya Reza Abdul Jabbar. Pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat ini memiliki lebih dari 4.000 ekor sapi perah. Reza Abdul Jabbar adalah pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, pada 1975 silam. Darah bisnis memang sudah mengalir dari sang ayah. Ayah Reza adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang farmasi, tekstil dan konstruksi infrastruktur. Reza kecil pun bercita-cita menjadi seorang petani. Mendengar putranya yang kala itu baru berusia 7 tahun mengungkapkan cita-citanya tersebut, ayahnya pun berupaya membantunya. Hal itu diwujudkan dengan menyiapkan pendidikan yang baik bagi Reza. Usai mengenyam pendidikan beberapa kali di Singapura, Reza pun akhirnya melanjutkan pendidikan tahun terakhirnya di Glenfield College Auckland. Selanjutnya, ia mempelajari ilmu pertanian di Massey University sebelum akhirnya menyelesaikan gelar masternya dan menjadi asisten manager di peternakan sapi perah di luar Hamilton. Nasib baik rupanya mulai berpihak padanya. Dalam waktu beberapa bulan pasca menjadi asisten manager, Reza lantas dipromosikan sebagai manager pertanian. Kala itu, usianya masih cukup muda, yaitu 22 tahun. Di tempat inilah ia kemudian bertemu dengan Silvia - yang dikemudian hari ia nikahi. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai 5 orang anak.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 74 Bersama dengan istrinya, Reza berupaya mewujudkan mimpinya menjadi peternak sukses. Bukan tanpa alasan Reza memilih Selandia Baru sebagai tempatnya mengadu nasib dan akhirnya mewujudkan mimpinya menjadi seorang petani atau peternak sapi perah. Reza menyebut Kalimantan Barat mirip dengan Auckland puluhan tahun silam. "Kalimantan Barat lebih mirip seperti salah satu kota di Selandia Baru, Auckland 20 tahun yang lalu, yang akhirnya memberi awal yang baik bagi (saya) untuk (memulai usaha) pertanian," tandasnya seperti pernah dilansir New Zealand Herald pertengahan tahun pertama 2018 silam. Pasangan itu pun lantas memutuskan membeli 185 hektar tanah di Timur laut Invercargill pada 2007 silam. Ia kemudian juga membeli properti tetangga dan kini mengoperasikan dua peternakan sapi perah dan tiga blok pendukung. Di dalam peternakan tersebut dipelihara lebih dari 1.000 ekor sapi perah yang setiap hari diambil susunya. Capaian ini membuat Reza dan istrinya menjadi sosok yang cukup diperhitungkan di wilayahnya - yang sebenarnya cukup konservatif. Reza menjadi anggota dewan pengurus Gorge Road School. Bersama istrinya, Reza pun menjadi penerjemah untuk kepolisian setempat dan menjadi konsulat jenderal untuk RI di wilayah tersebut. Meski telah menjadi peternak sapi perah yang sukses, Reza tetap meluangkan waktunya untuk mengajar di sekolah dan organisasi-organisasi. Alasanya, meski dari peternakan mampu menghasilkan uang, tetapi tidak ada yang lebih berharga dari pada melayani orang lain. "Ya kami sibuk, semua orang sibuk, tapi anda harus memberikan sesuatu (terhadap orang lain), (peternakan) ini memang bagus untuk bisnis dan menghasilkan uang, namun tidak ada yang lebih berharga daripada melayani orang lain," paparnya.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 75 Selain dikenal sebagai peternak sukses dan aktif di berbagai organisasi, Reza pun dikenal sebagai sosok yang religius. Pria berjenggot lebat itu pun biasa mengisi khotbah Jumat di masjid di Invercargill. Sisi lain yang bisa dilihat dari seorang Reza ialah sangat bersahabat dengan hewan. Sebagai peternak memang bukan hal mengejutkan jika menyayangi ternak-ternaknya. Namun, Reza juga memiliki kebiasaan unik lainnya, yaitu berjalan-jalan dengan orang utan peliharaannya.
Bab I |Dasar-dasar Peternakan | 76 REFLEKSI Bacalah kembali tujuan pembelajaran mengenai inudustri dan industri peternakan. Manakah di antara tujuan pembelajaran tersebut yang belum kalian capai? Jadi, sebelum melanjutkan pada bab berikutnya, kalian harus memahami bab ini dengan saksama. ASSESMEN Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Berdasarkan prinsip dan asumsi yang berbeda dan memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri, ada lima jenis perencanaan produksi, sebutkan dan jelaskan! 2. Sebutkan dan jelaskan 12 tahapan proses membawa sebuah produuk ke pasaran! 3. Fungsi manajemen sumber daya manusia yang membuat pengelolaan karyawan menjadi lebih mudah. Manajemen SDM memiliki beberapa fungsi, sebutkan dan jelaskan! 4. Pertanian berkleanjutan tidak dapat terwujud dikarenakan beberapa faktor, sebutkan dan jelaskan! 5. Apa perbedaan dari animal husbandry dengan animal breeding?jelaskan. PENGAYAAN https://www.youtube.com/watch?v=Bq5MVByCYrw
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 77
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 78 PROSES PEMBELAJARAN APERSEPSI Dari tahun ke tahun jumlah penduduk di dunia, dan juga di Indonesia, mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya permintaan kebutuhan pangan, termasuk produk yang berasal dari peternakan, yaitu daging, telur dan susu. Dari sisi ekonomi, peningkatan kebutuhan produk peternakan, mendorong peningkatan jumlah peternakan dan industrinya. Selain itu, peningkatan kebutuhan produk peternakan mendorong peningkatan jumlah produksi ternak melalui perbaikan pembibitan (breeding), pakan (feeding) dan tata laksana atau pengelolaan pemeliharaan ternak (mangement). Teknologi yang berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kemajuan zaman berpengaruh besar terhadap peningkatan produksi ternak. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang mendukung kemajuan bidang peternakan adalah penerapan bioteknologi dan otomatisasi dalam peralatan kandang. Seiring perkembangan peradaban, munculnya isu-isu global turut mempengaruhi arah perkembangan agribisnis peternakan beserta industrinya. Isuisu tersebut antara lain adalah pemanasan global, perubahan iklim, pertanian berkelanjutan, penanganan limbah dan lain sebagainya. Untuk lebih memahami bagaimana teknologi dan isu-isu global mengalami perkembangan dan berpengaruh terhadap agribisnis dan industri peternakan mari kita lanjutkan pada kegiatan aktivitas pembelajaran.
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 79 AKTIVITAS PEMBELAJARAN IDENTIFIKASI OTOMATISASI PERALATAN PETERNAKAN Uraian kegiatan: Observasi peralatan yang ada disekolah dengan cara membuat dokumentasi alat dan jelaskan bagaimana cara mengoperasikan alat serta golongkan peralatan sesuai dengan jenisnya Tujuan : Memahami teknologi peternakan melalui identifikasi otomatisasi peralatan peternakan Waktu: 4 JP x 45 menit Urutan kerja dan Tata cara Aktifitas Pembelajaran a. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang ditentukan oleh guru mata pelajaran b. Siapkan peralatan yang dibutuhkan berupa alat tulis, kamera atau telfon genggam untuk dokumentasi, dan pc computer atau laptop untuk mencari sumber informasi ide. c. Seluruh siswa bersiap melakukan pengarahan dari guru mata pelajaran sebelum berangkat menuju Gudang peralatan/ Laboratorium yang dituju d. Keberangkatan dilakukan dengan didampingi guru mata pelajaran e. Melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kelompok yang dibagikan f. Mengisi lembar wawancara secara lengkap berdasarkan waktu yang telah diberikan yaitu selama 2x45 menit A. KLASIFIKASI ALAT NO NAMA ALAT JENIS ALAT FUNGSI ALAT
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 80 B. CARA MENGOPERASIKAN ALAT NO NAMA ALAT FOTO ALAT CARA MENGOPERASIKANALAT
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 81
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 82 C. KESIMPULAN Jenis peralatan otomatis: Jenis peralatan semi otomatis: Jennis peralatan manual:
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 83 2). Penugasan mencari informasi tentang peralatan peternakan yang dibuat menjadi makalah individu (2 x 45 menit) 3). Mengamati tentang peralatan industry peternakan melalui audio visual kemudian buatah rangkuman mengenai industry tersebut (2 x 45 menit) 4). Diskusi : pengembangan produknya,pasar, omset, jenis pekerjaan yang menarik (2 x 45 menit) 5. Persentasi (2 x 45 menit) ………………………………,…………………..20……KETUA KELOMPOK GURU MAPEL NAMA NAMA NIS. NIP.
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 84 PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN PERALATAN Penggunaan alat biasnya berpacu terhadap kegunaan alat yang akan dipergunakan, penggunaan alat yang tepat dapat menimbulkan hasil yang maksimal dan memuaskan. Dalam segala bisnis penggunaan alat sangat lah penting karena dengan menggunakan alat dapat mengurangi biaya serta mempersingkat waktu produksi, penggunaan alat dalam dunia peternakan sangat banyak sekali dan mencakup terhadap beberapa aspek seperti pembuatan pakan, pemerahan susu, pembersihan kandang. Penggunaan peralatan biasanya melihat pada panduan tuntunan penggunaan alat yang telah ada, dengan melihat pada panduan yang telah ada biasanya penggunaan alat akan semakin optimal dan maksimal. Kadang banyak orang yang menyepelekan aturan dalam penggunaan pelatan yang berakibat kepada kegagalan dalam memproduksi, serta tidak sedikit kecelakaan yang terjadi pada pekerja yang menyebabkan kerugian. Pada setiap penggunaan peralatan yang mengandung resiko kecelakaan yang tinggi biasanya sering diawasi oleh petugas yang telah ahli dalam pengoprasian alat agar mengurangi kegagalan dalam produksi serta kecelakaan ketika penggunaan. Panduan penggunaan dan pemeliharaan alat dan mesin. ALAT DAN MESIN PRODUKSI 1. Chopper Chopper merupakan mesin yang digunakan untuk meranjang rumpuk yang dijadikan sebagai bahan pakan bagi ternak, selain rumput chopper juga bisa digunakan untuk merajang atau memotong daun dan jerami padai. Gambar 5 Chopper Sumber : medium.com
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 85 Penggunaan Sebelum menggunakan mesin chopper harus memperhatikan keadaan mesin, lingkungan dan fungsi dari mesin tersebut. - Pilih mesin chopper yang sesuai dengan kebutuhan - Pastikan mesin chopper dapat bekerja dengan maksimal - Periksa setiap bagian dari mesin chopper - Lihat mesin tersebut masih layak atau tidak untuk digunakan - Jauhkan mesin dari jangkauan anak-anak - Periksa pisau pemotong sebelum digunakan - Sebelum anda beristirahat hendaknya mematikan mesin chopper kemudian simpan - kembali di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak Pemeliharaan - bersihkan mesin chopper dari sisa rumput yang menempel pada mesin. - Periksa mesin secara berkala - Pastikan setiap bagian mesin dapat berfungsi dengan baik - Cuci mesin menggunakan air hingga besih - Simpan di tempat yang aman, kering serta terhindar dari jangkauan anak- anak
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 86 Tujuan penggunaan alat Tujuan pengunaan mesin chopper yaitu untuk memotong rumput agar mudah ketika akan diolah, mudah untuk dimasukan kedalam tempat penyimpanan, mudah diberikan kepada ternak, dan memudahkan ternak dalam memakan rerumputan. 2. Penggiling Penggiling adalah mesin yang berfungsi untuk memecah atau menghaluskan bahan pakan, mesin penggiling biasanya digunakan pada jagung, beras, jenis kacang, dan bahan lainnya. Mesin penggiling memiliki beberapa ukuran sesuai dengan kebutuhan. Gambar 6 Penggiling Sumber : Juaolo.com Penggunaan - Pastiakan mesin berjalan dengan baik - Periksa setiap bagia mesin - Baca tata cara penggunaan mesin dengan baik - Pastikan bahan yang akan di giling sesuai dengan ukuran mesin - Tanyakan kepada petugas yang lebih ahli jika terjadi kerusakan Pemeliharaan - Periksa mesin secara berkala - Periksa setiap bagaian mesin
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 87 - Pastikan setiap bagian mesin berfungsi - Bersihkan mesin setelah penggunaan. Tujuan penggunaan mesin Mendapatkan pakan berbentuk lebih halus yang bertujuan untuk dicampurkan dengan bahan pakan lainnya ataupun untuk diberikan langsung kepada ternak. 3. Mixer Mixer mrupakan alat yang digunakan untuk mengaduk atau mencampur bahan makanan, biasanya mixer digunakan untuk mengaduk bahan pembutan kue. Dalamdunia peternakan mixer digunakan sebagai pencampur pakan agar bahan tercampur dengan merata. Pengunaan - Pilih mesin mixer yang sesuai dengan kapasitas atau sesuai jengan jumlah bahan yang akan digunakan - Patikan mesin yang akan digunakan berjalan dengan baik - Cek setiap bagian mesin - Baca tutorial penggunaan mesin dengan baik dan benar - Amati setiap bagian mesin ketika mesin berjalan Pemeliharaan - Cek mesin secara berkala Gambar 7 Mixer pakan ternak Sumber : Argisatwa.com
Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 88 - Cuci mesin setelah penggunaan - Periksa setiap bagian mesin - Pastikan setiap bagian mesin bekerja dengan baik - Buat laporan pengunaan mesin Tujuan penggunaan alat Mencampurkan beberpa jenis bahan pakan yang akan diolah menjadi bakan inti, dengan menggunakan mixer pencamuran semakin merata. PENGOPRASIAN ALAT 1. Chopper a. Persiapkan bahan baku kompos yang akan dicacah. Pastikan bahan baku yang akan dicacah sudah terbebas dari bahan atau benda –benda keras karena hal ini bisa berdampak fatal bagi komponen mesin pencacah kompos. b. Siapkan tempat atau wadah penamping hasil cacah di corong keluarnya mesin pencacah kompos. c. Hidupkan mesin pencacah kompos. Biasanya mesin pencacah kompos ada yang menggunakan mesin berpenggerak listrik dan mesin berpenggerak diesel. d. Masukan bahan baku kompos yang mau dicacah kedalam corong masukan secara bertahap. e. Jika proses pencacahan bahan baku kompos telah selesai pastikan untuk segera mematikan mesin. 2. Penggiling a. Persiapkan mesin terlebih dahulu yang akan digunakan. Pastikan mesin sudah d bersihkan terlebih dahulu. b. Siapkan wadah atau tempat untuk menampung hasil penggilingan yang keluar dari corong penggilingan c. Nyalakan mesin penggiling kemudian masukan bahan yang akan digiling secara perlahan pada corong bagian atas.