The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by internetamokoginta, 2023-11-01 04:19:54

99a6899b188a821c8804ec8507166a29

99a6899b188a821c8804ec8507166a29

Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 139 Contoh : memberikan penghargaan kepada orang yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan. PROSES DAUR ULANG LIMBAH ORGANIK Daur ulang dapat diartikan sebagai proses untuk menjadikan bahan yang tak terpakai menjadi sesuatu bahan baru yang bermanfaat. Daur ulang mempunyai banyak kegunaan. Proses ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan sampah. Sampah yang menimbulkan banyak masalah, seperti menimbulkan penyakit, dirubah menjadi sesuatu yang berguna. Begitu juga dengan limbah peternakan. Dengan daur ulang, limbah peternakan yang merupakan sisa-sisa kegiatan pemeliharaan ternak dimanfaatkan menjadi bahan yang ada manfaatnya. Namun, tidak semua limbah peternakan bisa didaur ulang. Limbah peternakan yang bisa didaur ulang biasanya adalah kotoran ternak dan sisa-sisa pakan. Limbah ini masih mengandung unsur hara seperti N, P, K, Ca, Mg dan S yang bermanfaat bagi tumbuhan sebagi pupuk kendang. berdasarkan bentuknya terdapat dua macam pupuk kandang yang berasal dari limbah peternakan, yaitu pupuk kandang padat dan cair. Pupuk kandang padat diperoleh dari kotoran ternak (feces) sedangkan pupuk cair diambil dari air kencing (urine). Di lapangan, apabila tidak ada tujuan perlakuan khusus, biasanya keadaan limbah kotoran ini tidak murni berupa kotoran saja, namun sudah bercampur dengan urine atau dengan campuran alas kandang seperti sekam dan jerami. a) Kotoran sapi Pupuk kandang dari kotoran sapi memiliki kandungan serat yang tinggi dan mengandung banyak air. Serat atau selulosa merupakan senyawa rantai karbon yang akan mengalami proses dekomposisi lebih lanjut. Proses dekomposisi senyawa tersebut memerlukan unsur N yang terdapat dalam kotoran. Oleh karena itu, sebelum digunakan menjadi pupuk tanaman, kotoran sapi ini perlu dikompokan terlebih dahulu. b) Kotoran ayam Ayam yang pemeliharaannya mengunakan alas sekam, kotorannya dibersihkan pada akhir masa pemeliharaan, yaitu sekitar 30 harian. Kotoran ini sudah tercampur dengan alas sekam padi, sehingga diambil dalam keadaan mengandung sekam padi yang turut memperkaya kandungan unsur hara pupuk kandang. c) Kotoran domba/kambing


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 140 Kotoran domba atau kambing berbentuk butiran bulat-bulat kecil yang sukar. Sebelum digunakan sebagai pupuk, kotoran ini perlu dikomposkan terlebih dahulu . d) Penyimpanan pupuk kandang Pupuk kandang bila belum dipakai harus disimpan, tujuan penyimpanan ini yaitu untuk mencegah penguapan NH3 dan pencucian oleh air hujan. Penyimpanan pupuk padat harus ditempatkan pada ruangan yang lantai dan dindingnya kedap air dan beratap. Untuk penyimpanan pupuk cair dilakukan dengan memasukkan pupuk ke dalam tangki yang tidak bocor dan ditutup rapat. Bila menggunakan bak maka bak harus kedap air supaya tidak bocor dan harus diberi penutup. 1) Kompos Kompos merupakan zat akhir suatu proses fermentasi tumpukan limbah organik. Cara pembuatan kompos, yaitu : Limbah peternakan (kotoran ternak, sisa-sisa pakan ternak dll ) ditumpuk sampai tinggi 50 Cm atau lebih. Setelah beberapa hari temperatur mencapai 50 – 60oC, temperatur ini bisa mematikan kuman-kuman pengganggu serta biji- biji tanaman pengganggu. Kemudian diinjak-injak hingga menjadi padat dan anaerob, tujuannya untuk mencegah kehilangan N yang terus menerus, selanjutnya ditambahkan bahan-bahan mentah hingga tumpukan mencapai sekitar 80 cm, demikian seterusnya perlakuan penambahan dilakukan sampai tumpukan mencapai tinggi sekitar 1,5 meter. Biasanya cara ini dilakukan dalamlubang dalam tanah, maka setelah mencapai tinggi 1,5 meter tumpukan harus ditutup dengan lapisan tanah bagian atasnya, perlakuan ini untuk mencegah kehilangan N yang berkelanjutan dan juga melindungi kompos dari pengaruh teriknya sinar matahari. Setelah 3 bulan biasanya kompos telahg matang dan dapat digunakan. Syarat pembuatan kompos adalah sebagai berikut : a) Campuran kompos harus homogen agar kadar N dan kecepatan fermentasi dapat merata dan tetap, oleh karena itu bahan-bahan mentah perlu dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil. b) Temperatur awal harus tinggi untuk membunuh patogen, biji ruput, lalat / larva dan penyakit (cendawan).


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 141 c) Pada awal pembuatan kompos itu diperlukan air yang cukup banyak untuk mengimbangi penguapan dan untuk mengaktifkan mikroorganisme Ciri-ciri Kompos yang baik : a) Berwarna coklat b) Bertektur remah c) Berkonsistensi gembur d) Berbau tidak busuk 2) Biogas Pengolahan Limbah peternakan menjadi biogas sebagai sumber energi. Pengolahan ini merupakan meningkatkan manfaat dari limbah peternakan menjadi sumber energi yang baik yang akan mengurangi pemanfaatan BBM yang sifatnya tidak dapat diperbarui. Biogas ini juga merupakan energi yang ramah lingkungan karena hasil pembakaranya sempurna dan tidak menimbulkan asap yang berlebihan. Sampai saat ini limbah pertanian hanya digunakan sebagai pupuk. Pemanfaatan limbah peternakan ini sebagai sumber bahan bakar melalui suatu proses perubahan bahan organik menjadi gas yang mudah terbakar yang dikenal sebagai biogas. Biogas dihasilkan oleh aktifitas mikroba dari bahan organik secara fermentasi dalam keadaan temperatur, kelembaban, keasaman tertentu pada ruangan kedap udara atau anaerob. Gas utama dalam biogas adalah gas metan (CH4). Gas metan ini sering terbentuk di danau, rawa dan tumpukan kotoran atau sampah yang banyak mengandung bahan organik yang sedang membusuk. Gelembung-gelembung yang timbul dari timbunan ini mengandung biogas yang mudah terbakar. Secara kimiawi biogas merupakan campuran CH4 ( 60 – 90%), dan sisanya merupakan campuran CO2, H2S, N2, H2, CO dan senyawa karbon lainnya. Pembakaran sempurna 1 M3 metana dapat menaikkan temperatur sampai 1.400oC dan melepaskan 9.500 kkal panas. Dalam pembakaran sempurna 1 M3 biogas dapat menghasilkan panas sebesar 6.500 kkal. Gasbio dapat digunakan sebagai bahan bakar berkualitas tinggi dapat digunakan untuk memasak maupun penerangan. Biogas akan terbentuk bila bahan organik seperti sampah, kotoran hewan, kotoran manusia dan lainsebagainya terendam air dan kedap udara. Dalam proses pembuatan biogas limbah ternak dicampu air dibuat seperti bubur disebut Slurry dan setelah menghasilkan biogas lumpur sisanya disebut Sludge. Sisa hasil pembuatan biogas (sludge) dapat dibuang atau disalurkan ke ladang tanaman hijauan pakan ternak / rumput sebagai pupuk. Penggunaan sludge untuk


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 142 pupuk sangat baik karena sludge merupakan pupuk kandang yang sudah jadi atau sudah dingin.


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 143 PENANGANAN LIMBAH ANORGANIK Sanitary Landfill, Sanitary Landfill adalah membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah. Metode ini dapat menghilangkan polusi udara. Incineration (pembakaran sampah) metode ini merupakan penghancuran limbah organik dengan melalui pembakaran dalam suatu sistem yang terkontrol dan terisolir dari lingkungan sekitarnya. Pulverisation (penghancuran sampah) Pulverisation adalah proses pengolahan sampah anorganik padat dengan cara menghancurkannya di dalam mobil sampah yang dilengkapi dengan alat pelumat sampah. Melalui proses ini, sampah bisa hancur menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimanfaatkan untuk menimbun tanah yang cekung atau letaknya rendah.


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 144 REFLEKSI Bacalah kembali tujuan pembelajaran mengenai bioteknologi, isu-isu global, kelembagaan, perubahan iklim, penanganan limbah 8R, otomatisasi, ketersediaan pangan dan proses daur ulang. Manakah di antara tujuan pembelajaran tersebut yang belum kalian capai? Jadi, sebelum melanjutkan pada bab berikutnya, kalian harus memahami bab ini dengan saksama. ASSEMEN Jawablah pertanyaan berikut! 1. Bioteknologi dalam bidang peternakan sangat berpengaruh untuk memajukan didang peternakan tersebut, meningkatkan kualitas hasil produksi dan manajemen pemeliharaannya, sebutkan dan jelaskan! 2. Apa perbedaan dari IoT dengan Digitalisasi? 3. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari kelompok ternak! 4. Apa yang kalian ketahui tentang pemanasan global? 5. Sebutkan dan jelaskan mengenai 8R! PENGAYAAN https://www.youtube.com/watch?v=Uygp7mcux7M https://www.youtube.com/watch?v=ZkE064fc6LY


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 145 GLOSARIUM Supply Chain : Rantai pasok adalah suatu sistem terkoordinasi suatu produk atau jasa secara fisik atau maya (virtual) dari produsen ke konsumen Produksi : kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat Routing: Penyusunan alur dan penjadwalan yaitu dua langkah yang berhubungan dengan perencanaan produksi Follow-Up: Peninjauan ulang adalah sebuah alat pengendalia dan berkaitan dengan evaluasi hasil CAD : Computer-aided design, desain dengan bantuan computer CAM: Computer-aided manufacturing. Proses ini membantu melihat prototipr fisik sebuah produk yang dikerjakan oleh computer Prototipe: pengujian sebuah produk secara menyeluruh dan kritis Logistic: usaha yang berkaitan dengan pengadaan barang, jasa dan transportasi Human Resource: bertanggung jawab untuk mengurus berbagai kebutuhan perusahaan yang terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) Recruitment: penarikan tenaga kerja yang sesuai dengan posisi yang sedang kosong K3LH: Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup Observasi: pengamatan suatu objek INDUSTRI: suatu bidang atau kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pengolahan bahan baku atau pembuatan barang jadi di pabrik Fisiologis: cabang dari biologi yang fokus pada fungsi-fungsi normal organisme hidup serta bagian-bagian


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 146 AnimalBreeding:mengatur perkembangbiakan seperti mengatur perkawinan, pemilihan bibit,menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran Cross Breeding : Perkawinan antara hewan/ternak yang berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni. Grading Up : suatu sistem breeding dimana pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina lokal. Close Breeding: Sistem perkawinan antar individu yang masih erat hubungan kekeluargaannya Line Breeding : In Breeding yang diarahkan pada suatu sifat Individu yang disukai. Line-Crossing : persilangan antara lines baik dalam bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda. Fragile: mudah pecah secara fisik Perishable: mudah rusak secara kimiawi dan biologi Quality Variation: Tingkat Variasi yang tinggi dalam kualitas produk Bulky: Nilai ekonomis hasil samping berlawanan dengan hasil utama Feed Lot: Usaha Peternakan Penggemukkan Tolerable Soil Loss: Usaha Peternakan Penggemukkan Erosi: merupakan peristiwa terangkatnya bagian- bagian tanah, terutama lapisan teratas pada tanah dan diendapkan ke tempat lain Ablasi: erosi tanah yang dilakukan oleh tenaga air. Jadi tanah terkikis akibat adanya aliran air Deflasi: merupakan peristiwa erosi tanah yang disebabkan karena angin. Eksarasi: merupakan erosi tanah yang disebabkan oleh gletser Gletser: kikisan dari massa salju yang bergerak menuruni lereng


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 147 Abrasi: erosi tanah yang disebabkan karena kekuatan gelombang laut Bioteknologi: merupakan suatu teknik modern dalam mengolah atau mengemas suatu bahan menjadi produk yang lebih bagus dan inovatif Embrio Transfer : salah satu rangkayan dari proses bayi tabung yang dilakukan dengan cara mencairkan embrio yang telah dibekukan Kriopreservasi Embrio: sebuah proses pemberhentian untuk sementara kegiatan hidup suatu sel, dimana proses hidup dapat bekembang setelah pembekuan Sexing Sperma: sebuah teknologi pemisahan jenis kelaminjantan dan betina yang diharapkan dapat mendaptkan keturunan dengan jenis kelamin yang diinginkan Embrio Clouning: teknis medis yang memproduksi dua atau lebih monozigot yang bertujuan menghasilakan mahkluk hidup sama persis satu dan yang lainnya. Otomatis: penggunaan peralatan canggih yang meminimalkan campur tangan manusia untuk menghemat tenaga dan biaya oprasional Digitalisasi: proses membuat atau memperbaiki proses bisnis dengan menggunakan teknologi dan data digital Iklim: rata-rata cuaca yang juga menjadi penanda keadaan atmosfer dalamsuatu kurun waktu tertentu


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 148 DAFTAR PUSTAKA Adijaya, I. N. dan Kertawirawan, P. A. (2010). Respon Jagung (Zea mays L.) Terhadap Pemupukan Bio Urin Sapi di Lahan Kering. (laporan). Denpasar: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Denpasar. Anoraga, Panji. 2002. Koperasi Kewirausahaan dan Usaha Kecil. Jakarta: Rineka Cipta. Aryani M., dan Hermanto. 2015. Dinamika Konsumsi Pangan . Artikel. Badan Pengembangan dan Penelitian Pertanian. Bogor Atakusumah J. 1988. Definisi serta Ruang Lingkup Tata Niaga Peternakan. Modul Kuliah. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Cotton dan Wilkinson. 1976. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI Pres Dankclman, I dan Davidson. 1988. Womem and Environmentt in the Third World, Earthsean Publ. Ltd, London. Diniari E B. 2018. Taukah Kamu Cara mengolah Limbah. Artikel : www.ruangguru.com. Publikasi : 25 April 2018. Dirjen Bina Produksi Peternakan, 2002. Direktorat Jenderal Peternakan Deptan RI, Jakarta Dwiyanto, Agus dkk, 2007. Kinerja Tata Pemerintahan Daerah di Indonesia, Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Dwiyanto K, dan Atien P. 2009. Pengembangan Industri Peternakan Berbasis. Pengembangan Inovasi Pertanian 2(3), 2009: 208-228. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Jalan Raya Pajajaran Kav. E-59, Bogor 16143. Dwiyanto, Agus. Dkk. 2017 Reformasi Birokrasi Publik Indonesia, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan. Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta.


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 149 Fagi A.M., I.G. Ismail dan S. Kartaatmadja. 2004. Evaluasi Pendahuluan Kelembagaan Sistem Usahatani Tanaman-ternak di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Prosiding Lokakarya Sistem dan Kelembagaan Usahatani TanamanTernak. Badan Litbang Pertanian. Jakarta. Firman A. 2017. Kajian Kelembagaan Dinas/Subdinas Peternak Di Jawa Barat Bagian Timur. Penelitian Mandiri. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Bandung Francis. C.A. and Youngberg, G. 1990. Sustainable Agriculture- an Overview. In Sustainable Agricultur in Temperate Zones. John Wiley and Sons, New York, pp. 1-23. Guritno A D., Meirahi H. 2019. Manajemen Rantai Pasok : Modul 1. Universitas Terbuka. Tangerang. Handfield, R.B. & Nichols, E.L. (2002). Supply Chain Redesign: Transforming Supply Chains into Integrated Value Systems. London : Prentice Hall Handfield, R.B. & Nichols, E.L. (2002). Supply Chain Redesign: Transforming Supply Chains into Integrated Value Systems. London : Prentice Hall. Hoekstra, A. Y. and A. K. Chapagain. (2005). Water Footprints of Nations: Water Use by People as a Function of Their Consumption Pattern. Water Resour Manage Ilham N.2001. Analisis Penawaran dan Permintaan Daging Sapi di Indonesia, Prosiding Seminar Teknologi Peternakan dan Veteriner.17-18 September 2001 Bogor,Puslitbangnak Balitbangtan.Deptan Ilham N., K. Kariyasa, B. Wiryono, M. N. A. Kriom, dan S. Hastuti. 2001. Analisis Penawaran dan Permintaan Komoditas Peternakan Unggulan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 150 Ismara I K. et all. 2014. Buku Modul K3 Fakultas Teknik. Universitas Negeri Yogyakarta. DI Yogyakarta. Juariah, E. 2013. Dasar-Dasar Pemeliharaan : Keahlian Kesehatan Hewan. Karyasa K. 2005. Sistem Integrasi Tanaman-Ternak Dalam Perspektif Reorientasi Kebijakan Subsidi Pupuk Dan Peningkatan Pendapatan Petani. Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 3 No. 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. Kementrian Perdagangan. 2013. Laporan Akhir Analisis Dinamika Konsumsi Pangan Masyarakat Indonesia Khotijah S., Ine V. 2018. Pengaturan Baku Mutu Bioteknologi. Buku. Lingkar Media. Bantul. DI Yogyakarta Muslim C. 2006. Pengembangan Sistem Integrasi Padi-Ternak Dalam Upaya Pencapaian Swasembada Daging Di Indonesia: Suatu Tinjauan Evaluasi. Pusat Analisi Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor. Muzani A., Y. G. Bulu, K. Puspadi dan T.S. Penjaitan, 2004. Potensi Pakan dalamSistem Integrasi Tanaman-Ternak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Prosiding Lokakarya Sistem dan Kelembagaan Usahatani Tanaman-Ternak. Badan Litbang Pertanian. Jakarta Nurcahyo H. 2011. Diktat Bioteknologi. Diktat. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta. DI Yogyakarta Panji A. 2021. Pengelolaan Kesehatan Ternak Model Pembiakan Siska Di PT KAL (Medcoagro). Seminar Nasional RMCA. Daring. 27 Februari 2021. Parr , J.F. et al., 1990. "Sustainable Agriculture in the United States," in Sustainable Agricultural Systems, ed. by Clive A. Edwards et al. Ankeny IA: Soil and Water Conservation Society


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 151 Perdana T. 2020. Supply Chain & Value Chain Analysis Komoditas Peternakan. Diskusi Online Yayasan Cbc Indonesia Dan Indonesia Livestock Alliance Zoom, 14 April 2020. Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran. Bandung. Prambudi S. 2011. Manajemen Logistik Terpadu. Artikel Publikasi 06 Januari 2011. Ali.web.id. Kementrian Perdagangan RI. Jakarta Pusat. PT Medion Ardhi Bhakti. 2019. Mengenal Lebih Dalam Kandang Closed House. Artikel Publikasi 2 Agustus 2019. Medion.co.id. Bandung Rivai, Veithzal. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari teori Ke Praktik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Rivai, Veithzal. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Raja Grafindo Persada Saptana dan Eyak Ilham. 2017. Manajemen Rantai Pasok Komoditas Ternak Dan Daging Sapi. Analisis Kebijakan Pertanian, Vol. 15 No. 1. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor. Simchi-Levi. (2003). Desingning & Managing The Supply Chain : Concepts, Strategies & Case Studies. New York : McGraw-Hill. Soeharto, P. 1990. Ilmu Usaha Tani. Cetakan Kedua. BPFE. Yogyakarta. Suasta., Mahardika., dan Sudiastra IW. 2019. Evaluasi Produksi Ayam Broiler Yang Dipelihara Dengan Sistem Closed House . Majalah Ilmiah Peternakan. Volume 22 Nomor 1. Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Denpasar Subekti E. 2008. Peranan Bidang Peternakan Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Mediagro Vol 4. No 2, 2008: Hal 32 – 38. Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang. Sumber Daya LokalSiswono YH. 2004. Membangun Kemandirian Pangan. Yayasan Padamu Negeri. Jakarta


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 152 Suryana. 2014. Menuju Ketahanan Pangan Indonesia Berkelanjutan 2025: Tantangan Dan Penanganannya. FORUM PENELITIAN AGRO EKONOMI, Volume 32 No. 2. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor Susanti E D., Dahlan M., dan Wahyuningsih D. 2016. Perbandingan Produktivitas Ayam Broiler Terhadap Sistem Kandang Terbuka (Open House) Dan Kandang Tertutup (Closed House) Di Ud Sumber Makmur Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Islam Lamongan. Lamongan Sutarno. 2016. Rekayasa Genetik Dan Perkembangan Bioteknologi Di Bidang Peternakan. Proceeding. Biology Education Conference (ISSN: 2528- 5742), Vol 13(1) 2016: 23-27. Universitas Sebelas Maret. Solo Sutawi, 2007. Kapita Selekta Agribisnis Peternakan. UMM Press. Malang Freepik.com 2021


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 153 BIODATA PENULIS Nama Lengkap : Sirojul Maolani, S.Pt. Telepon /HP/WA : 081226699314 Email : [email protected] Alamat Kantor : SMKN 4 Garut Jl. Raya Karangpawitan, Kab. Garut Kompetensi Keahlian : Agribisnis Ternak Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir) 1. Guru SMKN 4 Garut (Tahun 2019 s.d sekarang) 2. Operator SLB Madhani (Tahun 2016 s.d sekarang) 3. Wirausaha Bidang Peternakan (Tahun 2011 s.d sekarang) 4. Supervisor Breeding Charoen Pokhpand (2011) Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. S1 Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman (Lulus Tahun 2010) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) 1. Agribisnis Ternak Ruminansia Perah Kelas XII (2019) Informasi Lain dari Penulis Tinggal di Cikoang Kulon RT 2 RW 13 Sindangsari, Leuwigoong Garut. Lahir di Garut, 14 Oktober 1986. Sekolah Dasar di SD N 5 Sindangsari dan SMP Negeri 1 Leuwigoong dan SMA N 1 Tarogong di Kabupaten Garut. Tahun 2004 kuliah di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, lulus tahun 2010. Menjadi guru di SMKN 4 Garut, dari tahun 2019 - sekarang.


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 154 BIODATA PENELAAH Nama Lengkap : Elis Juariah, S.Pt., MP Telepon /HP/WA : 087878377200 Email : [email protected] Alamat Kantor : BBPPMPV Pertanian Jl. Jangari km 14 desa Sukajadi kecamatan Karangtengah Cianjur Jawa Barat Kompetensi Keahlian : Agribisnis Ternak Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir) 1. Widyaiswara (Tahun 2010 s.d sekarang) Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. S1 Peternakan, IPB (lulus tahun 2000) 2. S2 Produksi Ternak, UNPAD (lulus tahun 2007) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) 1. Buku Teks Bahan Ajar Siswa Paket Keahlian Kesehatan Hewan: Dasar-dasar Peternakan-1 (2013) 2. Buku Teks Bahan Ajar Siswa Paket Keahlian Kesehatan Hewan: Dasar-dasar Peternakan-2 (2013) 3. Buku Teks Bahan Ajar Siswa Paket Keahlian Agribisnis Aneka Ternak: Agribisnis Aneka Ternak Unggas Produksi-1 (2014)


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 155 BIODATA REVIEWER K. Udy Pramono, lahir di Kulon Progo , Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 27 Nopember 1964. Penulis menyelesaikan Pendidikan Dokter Hewandi Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor pada tahun 1988, Pendidikan Akta IV di IKIP Jakarta tahun 1990 dan pada tahun 1995menyelesaikan Pendidikan Program Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penulis telah mengikuti berbagai pelatihan baik didalam maupun luar negeri antara tahun 1990 sampai sekarang. Pada saat ini penulis bekerja sebagai Widyaiswara pada Balai Besar PengembanganPenjaminan Mutu Pendidikan Vokasi bidang Pertanian yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat. Penulis juga aktif sebagai Asesor, Auditor SMM ISO 9001dan Auditor Kesejahteraan Hewan.


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 156 BIODATA PENDAMPING PENULIS : Nama Lengkap : Muti Nurfathya, S.Pt Telepon /HP/WA : 085609096498 Email : [email protected] Alamat Kantor : SMKN 4 Garut Jl. Raya Karangpawitan, Kab. Garut Kompetensi Keahlian : Agrobisnis Ternak Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir) 1. Guru SMKN 4 Garut (Tahun 2019 s.d sekarang) Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. S1 Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman (Lulus Tahun 2019) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) 1. Agribisnis Ternak Ruminansia Perah Kelas XII (2019) Informasi Lain dari Penulis Tinggal di Komplek Pasbean 2 blok F no 10, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Gaurt. Lahir di Bandung, 12 Juni 1995. Sekolah Dasar di MI Al Zaytun dan MTs Al Zaytun serta MA Al Zaytun Indramayu . Tahun 2014 kuliah di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Fakultas Peternakan, Purwokerto, lulus tahun 2019. Menjadi guru di SMKN 4 Garut, dari tahun 2019 - sekarang .


Bab II | Dasar-dasar Peternakan | 157 BIODATA PENDAMPING PENULIS: Nama Lengkap : FAUZAN FAHRU, S.Pt Telepon /HP/WA : 082118025121 Email : [email protected] Akun Facebook : [email protected] Alamat Kantor : SMKN 4 Garut Jl Raya. Karangpawitan Kabupaten Garut Kompetensi Keahlian : Agrobisnis ternak Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir) 1. Guru SMKN 4 Garut (Tahun 2019 s.d sekarang) Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. D3 Institut Pertanian Bogor (Lulus Tahun 2014) 2. S1 Peternakan, Universitas Garut (Lulus Tahun 2017) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) 1. Agribisnis Ternak Ruminansia Perah Kelas XII (2019) Informasi Lain dari Penulis Tinggal Kp. Cigadog RT 02 RW 08 Desa Karyamekar, Kec. Cilawu, Kab. Garut. Lahir di Kab. Garut, 06 Desember 1992. Sekolah Dasar di SDN Karyamekar 1, MTS Darul Arqam dan MA Darul Arqam. Tahun 2011 kuliah di Institut Pertanian Bogor D3 Jurusan Teknologi dan Manajemen Ternak, lulus tahun 2014. Tahun 2014 Kulaih di Universitas Garut Jurusan Peternakan, lulus tahun 2017. Menjadi guru di SMKN 4 Garut, dari tahun 2019 - sekarang .


Click to View FlipBook Version