The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Training Operation PT Darma Henwa Tbk - Bengalon Coal Project

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ptdhtraining, 2021-09-23 21:59:51

MINE TRAFFIC RULES

Training Operation PT Darma Henwa Tbk - Bengalon Coal Project

Keywords: MTR PTDH

GENERAL TRAFFIC
RULES

TELEPON BANTUAN DARURAT KPC BENGALON
(0549) 524614 / (0549) 524616
TELEPON BANTUAN DARURAT DARMA HENWA
08125434443

SATUAN PENGAMANAN (SATPAM) KPC
 Bengalon 081350908475
SATUAN PENGAMANAN (SATPAM) DH
 Bengalon 081251310218

SOS INTERNATIONAL/KLINIK KESEHATAN AREA
BENGALON
• (0549) 524614
• (0549) 524616

KLINIK RASUNA BCP
• 0811533295

Chanel Radio Emergency untuk Wilayah Bengalon

PERATURAN LALU LINTAS UMUM KPC

PENDAHULUAN

Peraturan ini berlaku bagi:
1. SEMUA kendaraan KPC (milik KPC, leasing, atau rental) dimanapun kendaraan tersebut

dioperasikan setiap saat.
2. Kendaraan kontraktor yang dicomissioning, dioperasikan di wilayah operasional dan wilayah

infrastruktur KPC yang ditandai dengan pos pemeriksaaan pengamanan KPC perimeter
terluar, contoh: Pos Ulin/M16, Pos Tango Delta, Pos Suwandi, Pos Pelangi, Pos Pit Jupiter, Pos
Green Road, Pos Ulin I Ch. 14,000
Dalam peraturan ini, istilah “kendaraan” berarti semua jenis kendaraan ringan maupun alat
berat dan semua jenis peralatan tambang atau peralatan konstruksi yang bergerak, kecuali jika
disebutkan lain dalam peraturan ini.
Aturan-aturan ini harus dipahami sebagai aturan yang berkaitan dengan Aturan Baku KPC,
beberapa diantaranya diterapkan pada kondisi dan pengoperasian kendaraan. Aturan ini
memperlihatkan bahaya umum dalam pengoperasian kendaraan, seperti dijabarkan dalam
tabel berikut ini.
Untuk lalu lintas di wilayah operasional tambang diterapkan Peraturan Lalu Lintas Tambang
KPC.



1.0 PERIZINAN

Setiap orang yang mengendarai atau yang mengoperasikan kendaraan jenis apapun di dalam
daerah kontrak karya KPC harus memiliki dan selalu dapat memperlihatkan KIMPER KPC yang
sesuai dan masih berlaku
Pemegang KIMPER In-Pit (tidak memiliki SIM Polisi) tidak diperkenankan untuk mengoperasikan
kendaraan ke luar dari areal tambang.
Perhatikan bahwa memiliki KIMPER yang sesuai saat mengoperasikan kendaraan di daerah
kontrak karya KPC adalah persyaratan Aturan Baku, dengan sanksi pemutusan hubungan kerja.
Tidak diijinkan seseorang mengemudikan di jalan umum dengan hanya memiliki KIMPER KPC.
SIM polisi yang sesuai dan berlaku atau SIM internasional yang masih berlaku harus dimiliki oleh
setiap pengemudi tersebut.
Klasifikasi SIM adalah sebagai berikut:

Contoh KIMPER KPC area Bengalon yang sesuai dan berlaku

SEMUA OPERATOR / DRIVER WAJIB MEMILIKI KIMPER UNTUK MENGOPERASIKAN ALAT
ATAU KENDARAAN
KEKECUALIAN: Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa manusia dan atau selama
pelatihan di bawah pengarahan seorang Trainer.

2.0 JALAN MASUK DAN POS PEMERIKSAAN
2.1 Pengemudi kendaraan yang akan memasuki areal kontrak karya atau infrastruktur harus
selalu melewati jalan masuk atau pos pemeriksaan yang ditetapkan KPC.
2.2 Papan rambu persyaratan kendaraan dan mengoperasikan kendaraan dipasang pada
setiap pos pemeriksaan.

KPC area bengalon memiliki pos pemeriksaan hanya di pos pemeriksaan Ulin I CH 14000

Sebuah papan rambu dipasang pada setiap pos pemeriksaan jalan masuk tambang,

AKSES MASUK AREA PIT DAN PERBATASAN PIT NON PIT
Perbatasan Area Pit dan Non Pit KPC area Bengalon di Pit A CH 19
PERBATASAN PIT ACCES

JALUR PLR

AKSES MASUK AREA PIT DAN PERBATASAN PIT NON PIT

Perbatasan Area Pit dan Non Pit KPC area Bengalon di Pit A

PIT ACCES SIMPANG EMPAT ROMPAD PIT A SELATAN

PIT ACCES

JALUR NON PIT

AKSES MASUK AREA PIT DAN PERBATASAN PIT NON PIT
Perbatasan Area Pit dan Non Pit KPC area bengalon Pit B di CH 23

JALUR PLR

3.0 DAERAH TERBATAS

3.1 Umum
Daerah terbatas tertutup untuk umum dan hanya dapat diijinkan untuk dimasuki
kendaraan tertentu.

• Semua daerah Tambang, ROM dan eksplorasi
• Daerah Peledakan dan Pengeboran
• Daerah Penggalian Aktif
• Daerah Longsoran
• Daerah Pengisian Bahan Bakar Truk
• Daerah Demarkasi yang dibatasi dengan tanggul, patok, safety cone dan pita.
• Pelabuhan, jetty, dan area Pengapalan

3.2 Daerah Terbatas untuk Sepeda Motor
Sepeda Motor dilarang dioperasikan di seluruh wilayah operasi KPC Bengalon

4.0 KONDISI KENDARAAN
Kendaraan yang akan masuk ke daerah operasi KPC Bengalon harus dilengkapi :
• stiker layak jalan yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh KPC untuk semua kendaraan
label nomor lambung sesuai ukuran yang dipersyaratkan
• sabuk pengaman yang wajib dipakai oleh pengemudi dan penumpangnya setiap saat
• lampu dan alarm tanda mundur
• untuk kendaraan yang dilengkapi dengan towing-hitch harus dilengkapi dengan pin
pengaman
• segi tiga pengaman
• perlengkapan P3K
• kendaraan dan alat bergerak yang dipakai untuk membawa penumpang harus dirancang
oleh pabrik untuk tujuan tersebut.
• diperiksa kelayakan kendaraannya oleh pengemudi atau operator sebelum dioperasikan
• semua kendaraan yang tingginya kurang dari 4.5 meter wajib dipasangi tiang dan
bendera merah pada ujungnya yang ditempeli pita reflektor berselang-seling dan setinggi
4,5 meter di atas tanah; tiang dan bendera merah dipasang di bagian depan kiri atau
bagian tengah kanan kendaraan.

4.0 KONDISI KENDARAAN
Kendaraan yang akan masuk ke daerah operasi KPC Bengalon harus dilengkapi :
• dilengkapi dengan radio komunikasi atau pengemudinya harus mempunyai radio
komunikasi genggam
• dilengkapi dengan lampu flashing berwarna kuning yang harus selalu dinyalakan di
daerah tambang, tidak berlaku untuk kendaraan/alat yang mempunyai tinggi lebih dari
4m
• dilengkapi dengan alarm mundur dan lampu tanda mundur
• kendaraan kontraktor harus terdaftar dan diperiksa layak jalannya oleh Tim Komisioning
KPC setiap 6 bulan untuk kendaraan ringan dan truk ringan. Kendaraan harus ditempeli
stiker layak jalan yang masih berlaku oleh KPC.
• kendaraan ringan dilarang memasuki daerah jalan masuk tambang bila menggandeng
trailer jenis apapun, yaitu mesin las portabel, kompresor yang mudah bergerak, sarana-
sarana penerangan, dsb.
• kendaraan ringan maupun truk ringan kapasitas < 20 ton HARUS berwarna putih, kuning
atau merah (khusus kendaraan emergency saja).
• Truck ringan dengan kapasitas 20 ton keatas harus berwana putih atau terang.
• setiap kendaraan wajib ditandai dengan nomor pada setiap sisinya dan bagian lainnya
yang mudah dilihat dan dikenali dari jarak 30 meter baik pada siang maupun malam hari.

Penerbitan Stiker Kelaikan Jalan/Pre-comissioning
Stiker kelayakan jalan/pre-comissioning diterbitkan oleh KPC setelah kendaraan
lulus dari inspeksi kelayakan jalan/pre-commissioning yang dilakukan oleh tim
KPC.
Ada tiga tipe stiker kelayakan jalan, yaitu:

STIKER KELAYAKAN JALAN BERLAKU 6 BULAN. TES ULANG KELAYAKAN AKAN
DILAKUKAN SETIAP ENAM BULAN



5.0 PENUMPANG
Jumlah penumpang yang diangkut tidak boleh melebihi kapasitas sabuk pengaman yang
tersedia pada kendaraan. Semua orang di dalam peralatan bergerak/kendaraan harus terus
mengenakan sabuk pengaman pada waktu peralatan tersebut dioperasikan, kecuali untuk
trainer selama menjalankan kegiatan pelatihan untuk tipe alat tertentu yang telah dibuat
pengecualiannya oleh KPC.
Pengemudi bertanggung jawab memastikan semua penumpang menggunakan sabuk
pengaman (kecuali pengemudi bus-bus perusahaan).

Tidak seorangpun boleh menumpang di kabin alat tambang atau kendaraan konstruksi, kecuali
 Trainer berwenang bersama trainee,
 Pelatihan yang diawasi oleh orang yang diberi otorisasi,
 Petugas perawatan yang diberi otorisasi untuk melakukan pengetesan dan pengambilan

data,
 Petugas tambang yang diberi otorisasi untuk melakukan pengetesan dan pengambilan data,
 Pengawas tambang yang diberi otorisasi dan memiliki sertifikat POP/POM/POU
 Assisten tow haul

Penumpang diluar ketentuan tersebut di atas harus mendapatkan ijin tertulis dari Manager
CMD KPC

6.0 PERATURAN LALU LINTAS
6.1 Batas Kecepatan
 Pengemudi atau Operator harus mengemudikan kendaraan ( Unit ) dengan
kecepatan yang sesuai dengan rambu lalu lintas disepanjang jalan.

 Di wilayah jalan tambang yang tidak terdapat rambu-rambu batas kecepatan
maka kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan..

6.2 Mendahului

Semua Alat dan Kendaraan

100 m
dilarang
mendahului

Dilarang mendahului dijarak 100 meter sebelum persimpangan

Semua kendaraan Dilarang mendahului diarea
rambu dilarang mendahului, kecuali :

1.Alat yang sedang memperbaiki jalan (grader, compactor,
excavator dan dozer kecil)
2.Alat yang bergerak dengan track

Semua kendaraan Diperbolehkan mendahului alat atau

kendaraan lain hanya jika aman dilakukan:

Telah memasuki rambu batas akhir dilarang
mendahului

Catatan : Khusus Untuk Kendaraan Truk pengangkut batubara double vessel atau B-Double
tidak boleh didahului dalam kondisi apapun

6.3 Kewajiban Untuk Memberi Jalan
Diagram Simpang Tiga – Dengan Rambu

Diagram Simpang Empat – Dengan Rambu

Aturan Prioritas kendaraan di semua persimpangan jalan yang tidak dibatasi rambu
Lalu Lintas

Ketika berada di persimpangan tanpa rambu, maka berlaku aturan sebagai berikut :
 kendaraan ringan harus memberikan jalan kepada semua kendaraan berat yang

sedang beroperasi atau melintas
 Kendaraan harus mendekati pertigaan dengan hati-hati dan memberi jalan kepada

kendaraan yang sedang bergerak di jalan utama (Gambar A )
 Kendaraan sebelah kanan anda akan mendapatkan prioritas ( Gambar B )

Berikut adalah urutan kendaraan yang jadi prioritas:

1. Mobil Pemadam kebakaran
2. kendaraan rescue dalam kondisi emergency
3. Ambulance
4. Polisi
5. Water truck yang sedang dalam kondisi emergency

6.4 Mundur

jika ingin memundurkan unit, Ingat kembali aturan
mundur :

1. Perhatikan keadaan sekitar saat akan bergerak mundur
2. Bunyikan klakson 3X
3. Gunakan kaca spion Kanan dan Kiri
4. Bergeraklah perlahan
5. Usahakan mundur dan bergerak lurus

Catatan :

1. Dilarang mundur atau maju di workshop, washpad atau service bay
tanpa spotter

2. Dilarang mundur jika anda belum memeriksa apa yang ada di
belakang alat anda

3. Dilarang mundur saat dalam antrian atau pada drive trough parking
area

6.5 Jarak Antar Kendaraan yang Aman

KPC & KONTRAKTORNYA
Jarak aman antara kendaraan saat beroperasi :

30 Meter

Kendaraan yang bergerak dengan kecepatan diatas 30 kph maka harus menjaga jarak
sesuai dengan kecepatannya. Jika kecepatan 40kph maka jarak yang harus di
pertahankan adalah 40 meter, demikian seterusnya jarak antar kendaraan di
sesuaikan dengan kecepatan.

6.5 Jarak Antar Kendaraan yang Aman

DH & SUB KONTRAKTORNYA
Jarak aman antara kendaraan saat beroperasi :

50 Meter

Kendaraan yang bergerak dengan kecepatan diatas 50 kph maka harus menjaga jarak
sesuai dengan kecepatannya. Jika kecepatan 60kph maka jarak yang harus di
pertahankan adalah 60 meter, demikian seterusnya jarak antar kendaraan di
sesuaikan dengan kecepatan.

DEWA-OPS-SWI-14- R02 JARAK AMAN

Jarak aman antara kendaraan Single vessel dengan kendaraan lain saat
beroperasi:
50 Meter

Jarak aman antara kendaraan Double vessel dengan kendaraan lain saat
beroperasi:
100 Meter

PERATURAN LALU LINTAS PORT LINK ROAD (PLR)

Perpanjang jarak antar kendaraan pada kondisi di bawah ini

• jalanan licin
• Hujan
• jalan berdebu
• jalan berbatu lepas

6.6 Memutar ( Berbalik Arah )

Berbalik arah (pemutaran U) dilakukan hanya jika
benar-benar penting.

STOP
AMATI LALU
LINTAS

Lakukan aturan berikut sebelum berbalik arah:

1. Aktifkan sein kiri
2. Menepilah dengan aman kesisi kiri jalan
3. Perhatikan lalulintas, pastikan tidak ada lalulintas

pada jarak 500 meter
4. Jika kondisi aman, nyalakan sein kanan
5. Lakukan manuver
6. Lakukan pemutaran U yang sempurna

Jangan melakukan balik arah pemutaran U
di RAMP !!

Jangan malakukan balik arah di
persimpangan !!

 Semua kendaraan dan alat berat bergerak dilarang memutar dalam radius 100
meter di semua persimpangan.

 Pengecualian diberikan untuk alat alat pemeliharaan dan konstruksi jalan yang
sedang bekerja

 Prosedur memutar hanya boleh dilakukan bila tidak ada pilihan untuk
merubah arah tujuan perjalanan.

6.7 Parkir
6.7.1. Umum

Pada waktu memarkir kendaraan, perhatikan peraturan berikut ini:

 Semua kendaraan harus parkir di tempat parkir yang telah didemarkasi. Jika tempat parkir
demikian belum tersedia, parkirlah di tempat yang aman dan pada posisi yang tidak
menimbulkan bahaya terhadap lalu lintas kendaraan lain.

 Parkir di tepi jalan (di tempat yang diizinkan) harus di sebelah kiri jalan dengan kendaraan
menghadap searah arus lalu lintas.

 Jika mungkin, kendaraan harus diparkir pada permukaan yang datar.
 Pengemudi DILARANG meninggalkan Kendaraan kecuali kendaraan telah diparkir, mesin

dimatikan, rem parkir ditarik penuh dan gigi transmisi dimasukkan ke 1 atau mundur
(manual) atau Parkir (otomatis).
 Langkah-langkah pengamanan harus dilakukan jika kendaraan harus diparkir dengan
mesin masih menyala, misalnya: dalam rangka perbaikan oleh mekanik, pengisian bahan
bakar dengan truk tangki, pengangkatan beban dengan crane yang terpasang pada
kendaraan, dll.

Langkah-langkah tersebut harus memastikan kendaraan aman dari kemungkinan pergerakan
tidak terkendali, misalnya: dengan memasang ganjal di depan dan di belakang salah satu roda
kendaraan, rem parkir ditarik penuh, out rigger difungsikan (jika terpasang di kendaraan
misalnya pada truk crane), dll.

6.7.2. Kerusakan
• Kendaraan yang diparkir pada jalan yang menanjak/menurun karena mengalami

kerusakan, roda-roda pada kedua sisi kendaraan itu harus diganjal, rem parkir harus
digunakan, dan roda depan harus diarahkan ke tepi jalan/trotoar, lampu bahaya
dinyalakan. Segitiga pengaman harus ditempatkan di belakang dan depan kendaraan
sehingga kendaraan yang mendekati mendapatkan peringatan secukupnya. Pada malam
hari, lampu parkir harus dinyalakan, kecuali kendaraan berada di tempat parkir.
• Untuk kendaraan dan truk ringan yang diparkir di tanjakan/turunan, harus digunakan gigi
yang tepat, yaitu:

‒ Gigi 1 pada jalan yang menanjak
‒ Gigi mundur pada jalan yang menurun
• Saat mekanik memperbaiki kendaraan yang rusak, posisi parkir harus di belakang
kendaraan yang rusak dijalan yang menurun, dan di depan kendaraan yang rusak pada
jalan yang mendaki.

6.7.3. Peraturan “Dilarang Parkir” berlaku di tempat berikut Ini:
 Dalam jarak 40 meter dari persimpangan jalan lalulintas, kecuali di dalam areal
parkir
 Berseberangan dengan kendaraan yang diparkir pada sisi jalan yang lain
 Tempat yang tidak terlihat oleh kendaraan yang lain, misalnya di tikungan,
tanjakan, turunan jalan yang tajam.

6.8 Penggunaan Telepon Genggam (HP)

Pengemudi kendaraan ringan (termasuk truk ringan dan bus) DILARANG menggunakan
telepon genggam (HP) termasuk perlengkapan ”hands free” selama
mengoperasikan/mengemudikan kendaraan.

Pengemudi kendaraan ringan harus berhenti di tempat yang aman apabila akan
menggunakan HP.

7.0 PEMAKAIAN LAMPU/KACA SPION

Semua lampu kendaraan, baik yang di depan maupun yang di belakang, harus dijaga
agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik.
Pastikan bahwa kaca spion untuk melihat belakang dan samping selalu dalam
keadaan bersih.

Jangan gunakan lampu tinggi/jauh saat:

1. Berkabut
2. Jarak 200 Meter terhadap alat atau kendaraan yang mengarah

ke anda

Lakukan hal Berikut:

1. Jaga agar lampu dan kaca spion tidak kotor
2. Inspeksi lampu dan spion saat pre start check
3. Laporkan kerusakan Lampu dan spion untuk segera diperbaiki

8.0 PEMBERHENTIAN PENGOPERASIAN DAN PERBAIKAN KENDARAAN
Pada beberapa kondisi tertentu, kendaraan atau peralatan bergerak harus dihentikan
pengoperasiannya sampai kondisi tersebut diperbaiki. Sementara pada kondisi lainnya,
kendaraan atau peralatan bergerak tidak perlu diberhentikan pengoperasiannya tetapi
harus segera diperbaiki.
Contoh :

• Alat peringatan kelelahan rusak. Alat peringatan kelelahan juga harus tetap
dihidupkan selama 24 jam

• Jika terjadi kerusakan pada kendaraan selama di wilayah tambang, misalnya,
lampu kilat/flashing, buggy whip, maka kendaraan harus keluar dari wilayah
tambang dengan cara di escort.

9.0 ESCORT
• Pengoperasian kendaraan “tidak normal” di non pit road harus mendapatkan
pengawalan (escorting)
• Truk/kendaraan yang mengangkut muatan yang melampaui batas lebar jalan harus
mendapat pengawalan (escorting)
• Pengawalan harus mematuhi persyaratan dan prosedur yang berlaku.

TANDA PERINGATAN
Operator kendaraan berat harus memberikan tanda bunyi klakson yang sesuai, sebagai
berikut.
• Sebelum menghidupkan mesin - membunyikan klakson satu kali
• Sebelum bergerak maju - membunyikan klakson dua kali
• Sebelum mundur - membunyikan klakson tiga kali
• Untuk memberi tanda bahaya/ - membunyikan klakson satu keadaan darurat kali

panjang untuk keadaan darurat.

10. TINDAKAN DARURAT/EMERGENCY

 Bila Terjadi Kebakaran
- Jangan PANIK, TENANGKAN DIRI DAN
PIKIRKAN kebakaran apa.
- Hentikan Unit dengan rem service.
- Netralkan Transmisi
- Pasang rem parkir dan matikan engine
- Cabut pin pungunci Fire Supression yang ada
di dalam kabin.
- Keluarlah dari kabin dan turun ke tanah, setelah mengaktifkan switch Fire
Supression kebakaran.
- Jika api menjadi besar ( belum padam ), mintalah bantuan orang lain. Atau
- Laporkan kepada pengawas atau emergancy call.
Pencegahan Kebakaran

• Bersihkan diseputaran engine dari kotoran yang mudah terbakar.
• Check fuel serta oil dari kebocoran, jika ada yang bocor segera perbaiki jika tidak bisa

terjadinya kebakaran.
• pastikan pemadam terpasang di unit.
• Jangan operasikan unit dekat dengan api.

DEWA-QHSE-SWI-30. Emergency kendaraan

 Bila Steering Tidak Berfungsi Dengan Baik

1. Jangan PANIK
2. Kurangi kecepatan dengan retarder brake.
3. Arahkan truck pada tempat yang aman dengan sisa-sisa tenaga

steering ke pinggir jalan dan dengan service brake hentikan truck
tersebut. Jika steering susah untuk digerakkan dan tidak
memungkinkan untuk mengarahkan truck, gunakan service brake
untuk menghentikan dengan segera.
4. Netralkan Transmisi.
5. Pasang rem parkir
6. Matikan engine
7. Ganjalah roda dengan wheel chock.
8. Laporkan pada pengawas.

DEWA-QHSE-SWI-30. Emergency kendaraan

 Bila Retarder Brake atau Service Brake Tidak Berfungsi
1. Truck / unit jangan digas.
2. Arahkan truck / unit ke tempat yang aman.
3. Gunakan Emergency brake
4. Netralkan transmisi
5. Pasang rem parkir.
6. Matikan engine
7. Ganjal roda dengan wheel chock
8. Lakukan check keliling.
9. Laporkan pada pengawas.

Catatan : Jika emergency brake tidak berfungsi dengan baik maka untuk
menghentikan unit adalah Matikan engine ( kunci kontak OFF ) dan
menumburkan bumper depan pada safety berm hanya dilakukan jika
engine telah dimatikan namun truck masih meluncur.

DEWA-QHSE-SWI-30. Emergency kendaraan

 Ban Pecah / Meledak
1. Jangan panik
2. Kendalikan posisi stering
3. Kurangi kecepatan dan turunkan gigi trasmisi
4. Lakukan pengeriman secara perlahan
5. Berhenti, pasang rem parkir dan matikan engine
6. Lapor kepada pengawas

 Radio Komunikasi Mati
1. Menghentikan operasional di area pengawas terdekat.
2. Melapor kepengawas terhadap temuan kerusakan.
3. Parkir Unit diarea yang aman.

DEWA-QHSE-SWI-30. Emergency kendaraan

PIT TRAFFIC RULES

PERIZINAN

Setiap orang yang mengendarai atau yang mengoperasikan kendaraan jenis apapun di dalam
daerah kontrak karya KPC harus memiliki dan selalu dapat memperlihatkan KIMPER KPC yang
sesuai dan masih berlaku
Perhatikan bahwa memiliki KIMPER yang sesuai saat mengoperasikan kendaraan di daerah
kontrak karya KPC adalah persyaratan Aturan Baku, dengan sanksi pemutusan hubungan kerja.

Contoh KIMPER Khusus PIT KPC area Bengalon yang sesuai dan berlaku

KONDISI KENDARAAN
Kendaraan yang akan masuk ke daerah operasi KPC Bengalon harus dilengkapi :
• Sesuai dengan Kondisi Kendaraan Pada General Traffic Rules
• memiliki dan mengaktifkan sistem penggerak empat roda (4WD)
• truk ringan minimal enam roda, 2 di depan dan 4 di belakang, bila memiliki sistem
penggerak empat roda (4WD) wajib mengaktifkannya;
• semua kendaraan yang bergerak lambat seperti water truck, grader, compactor, low boy
wajib dilengkapi dengan lampu flashing berwarna biru

Penerbitan Stiker Kelaikan Jalan/Pre-comissioning
Stiker kelaikan jalan/pre-comissioning diterbitkan oleh KPC setelah kendaraan
Pit lulus dari inspeksi kelaikan jalan/pre-commissioning yang dilakukan oleh tim
KPC.

KERUSAKAN KENDARAAN
DILARANG MENGOPERASIKAN KENDARAAN dan atau ALAT tambang dan konstruksi
yang bergerak yang mengalami kerusakan seperti dijelaskan di bawah ini:

• kerusakan sistem rem (service brake, rem parkir, retarder, exhaust brake, emergency
brake, engine brake), kemudi atau sabuk pengaman

• Alat peringatan kelelahan rusak. Alat peringatan kelelahan juga harus tetap dihidupkan
selama 24 jam

• Jika terjadi kerusakan pada kendaraan selama di wilayah tambang, misalnya, lampu
kilat/flashing, buggy whip, maka kendaraan harus keluar dari wilayah tambang dengan
cara di escort.

PERATURAN LALU LINTAS

* Batas Kecepatan

 Pengemudi atau Operator harus mengemudikan kendaraan ( Unit ) dengan
kecepatan yang sesuai dengan aturan lalu lintas disepanjang jalan.

 Kecepatan yang di ijinkan pada jalan tambang ( PIT ) yang tidak terdapat
rambu-rambu batas kecepatan maksimal 60kpj untuk kendaraan ringan ( LV &
LT ) dan maksimal 40kpj selain daripada kendaraan ringan ( LV & LT ).

Mendahului

Semua kendaraan Dilarang mendahului diarea
PIT, kecuali :

1.Alat yang sedang memperbaiki jalan (grader, compactor,
excavator dan dozer kecil)
2.Alat yang bergerak dengan track
3.Alat rusak atau kendaraan yang sedang parkir


Click to View FlipBook Version