Kewajiban Untuk Memberi Jalan
Diagram Simpang Tiga – Dengan Rambu
Diagram Simpang Empat – Dengan Rambu
Aturan Prioritas kendaraan di semua persimpangan jalan yang tidak dibatasi rambu
Lalu Lintas
Ketika berada di persimpangan tanpa rambu, maka berlaku aturan sebagai berikut :
kendaraan ringan/truk ringan HARUS memberikan prioritas kepada alat berat
alat berat yang tidak bermuatan HARUS memberikan prioritas kepada alat berat
bermuatan.
Mundur
Contoh Area Blind spot Untuk Dump Truck
Mendekati Alat Bergerak
- Kendaraan berhenti ditempat aman di jarak Min 50
Meter dengan alat yang akan didekati
- Pastikan channel sesuai dengan area kerja operasi
- Lakukan komunikasi 2 arah dengan operator
- Kendaraan dilarang mendekati sebelum ada jawaban
dari operator tersebut
- Aturan dituangkan dalam DEWA-OPS-SWI-11-R00
Mundur
Contoh Area Blind spot Untuk Dump Truck
Mundur
Contoh Area Blind spot Untuk Buldozer
Mundur
Dump Truck (rigid maupun articulated) DILARANG mundur di areal tambang
kecuali :
Daerah Pemuatan, yaitu ketika mundur untuk mengatur posisi
pemuatan,
Daerah Pembuangan (dump), stockpile atau crusher, yaitu ketika
mundur untuk mengatur posisi penuangan muatan
Operator atau Driver diperbolehkan memundurkan Dump Truck bila
seorang supervisor ( Pengawas ) telah memberi izin untuk memundurkan
haul truck.
Dengan catatan harus ada seorang spotter yang akan memberikan
panduan arah yang aman.
Jika ingin memundurkan unit, Ingat kembali aturan
mundur :
1. Perhatikan keadaan sekitar saat akan bergerak mundur
2. Bunyikan klakson 3X
3. Gunakan kaca spion Kanan dan Kiri
4. Bergeraklah perlahan
5. Usahakan mundur dan bergerak lurus
Catatan :
1. Dilarang mundur atau maju di workshop, washpad atau service bay
tanpa spotter
2. Dilarang mundur jika anda belum memeriksa apa yang ada di
belakang alat anda
3. Dilarang mundur saat dalam antrian atau pada drive trough parking
area
Jarak Antar Kendaraan yang Aman
KPC & KONTRAKTORNYA
Jarak aman antara kendaraan saat beroperasi :
30 Meter
Kendaraan yang bergerak dengan kecepatan diatas 30 kph maka harus menjaga jarak
sesuai dengan kecepatannya. Jika kecepatan 40kph maka jarak yang harus di
pertahankan adalah 40 meter, demikian seterusnya jarak antar kendaraan di
sesuaikan dengan kecepatan.
Jarak Antar Kendaraan yang Aman
DH & SUB KONTRAKTORNYA
Jarak aman antara kendaraan saat beroperasi :
50 Meter
DEWA-OPS-SWI-14- R02 JARAK AMAN
Pada rambu STOP dan GIVE WAY:
minimum 10 m
DEWA-OPS-SWI-14- R02 JARAK AMAN
Pada rambu STOP dan GIVE WAY:
Jarak minimun 10 m
Kendaraan yang dibelakang harus dapat melihat
dengan jelas lampu belakang dari setiap kendaraan
yang lebih kecil yang berada didepannya
DEWA-OPS-SWI-14- R02 JARAK AMAN
Parkir
Prosedur Parkir Sesuai dengan materi General Traffic Rules
Alat Berat Bergerak atau Kendaraan Ringan “Dilarang Parkir” Berlaku di
Tempat-Tempat Berikut :
DILARANG diparkir di areal yang miring, kecuali benar-benar diperlukan. Bila tidak
ada pilihan lain dan parkir di areal yang miring dilakukan, ganjal roda HARUS
digunakan untuk Alat Bergerak. Kendaraan Ringan HARUS menggunakan gigi
transmisi gigi 1 atau R (manual) atau P (otomatis).
DILARANG PARKIR dalam jarak 50 meter dari persimpangan atau berseberangan
dengan kendaraan yang diparkir pada sisi jalan lain atau di tempat yang tidak
terlihat oleh kendaraan lain seperti di tikungan jalan yang tajam atau dalam jarak 10
meter dari kaki atau puncak dinding tinggi.
DILARANG PARKIR atau BERHENTI di jalan utama, kecuali bila ada kerusakan atau
sedang mengerjaan tugas pengambilan data, misalnya mobil survey yang sedang
mengambil data.
Penggunaan Telepon Genggam (HP)
Pengemudi kendaraan ringan (termasuk truk ringan dan bus) DILARANG menggunakan
telepon genggam (HP) termasuk perlengkapan ”hands free” selama
mengoperasikan/mengemudikan kendaraan.
Pengemudi kendaraan ringan harus berhenti di tempat yang aman apabila akan
menggunakan HP.
Semua operator alat berat DILARANG membawa HP atau gadget lainnya ke dalam areal
tambang
Pemegang KIMPER alat berat, selain operator alat berat, DILARANG membawa
handphone (HP) atau gadget pribadi lainnya ke dalam kabin alat berat di areal operasi
tambang.
TANDA PERINGATAN
Operator kendaraan berat harus memberikan tanda bunyi klakson yang sesuai, sebagai
berikut.
• Sebelum menghidupkan mesin - membunyikan klakson satu kali
• Sebelum bergerak maju - membunyikan klakson dua kali
• Sebelum mundur - membunyikan klakson tiga kali
• Untuk memberi tanda bahaya/ - membunyikan klakson satu keadaan darurat kali
panjang untuk keadaan darurat.
Setelah membunyikan klakson tanda peringatan “menghidupkan mesin, maju
atau mundur”, pengemudi/operator harus menunggu 10 detik sebelum
menghidupkan mesin atau menggerakkan kendaraan.
Tanda bunyi klakson ini tidak berlaku untuk alat yang beroperasi dalam siklus
produksi normal yakni loading, hauling dan dumping.
Dilarang mengendarai kendaraan melintasi daerah yang dibatasi safety
cones / safety line tanpa izin
be excellent employee