i
ii KEANEKARAGAMAN KEPITING (Decapoda: Brachyura) DI PANTAI TELUK PACITAN ©2023 oleh Ananda Mukhlis Ramadhan Hak cipta yang dilindungi Undang-undang ada pada Penulis. Dilarang menggandakan sebagian maupun seluruh isi buku dengan cara apapun tanpa ijin tertulis. Penyusun : Ananda Mukhlis Ramadhan Suratno Vendi Eko Susilo Editor : BigBoss Design Cetakan, Mei 2023 Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Jember 2023
iii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang Maha Besar & Maha Penyayang atas Karunia & Rahmat-Nya, penulis berhasill menyelesaikan buku yang berjudul “Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan” dengan baik. Tujuan penyusunan buku ilmiah populer ini untuk memberikan informasi tentang keanekaragaman jenis kepiting yang ada di Pantai Teluk Pacitan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis. Harapan dari kami penulis yaitu Buku Ilmiah Populer ini dapat membantu menambah wawasan yang berkaitan dengan keanekaragaman jenis kepiting yang ada di Pantai Teluk Pacitan, serta dalam membantu pengelola daerah setempat dalam hal konservasi kawasan wisata. Kami dari pihak penulis mengharapkan adanya kritik maupun saran dari pembaca yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan serta untuk menyempurnakan buku ini yang bisa disampaikan melalui email: [email protected] Jember, Mei 2022 Penulis
iv DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.........................................................i IDENTITAS BUKU .........................................................ii KATA PENGANTAR......................................................iii DAFTAR ISI....................................................................iv FITUR BUKU...................................................................v BAB 1. PENDAHULUAN ...............................................1 BAB 2. KEPITING PANTAI...........................................4 2.1 Klasifikasi Kepiting ........................................5 2.2 Morfologi Kepiting.........................................6 2.3 Siklus Hidup Kepiting ....................................8 2.4 Habitat Kepiting..............................................9 2.5 Keanekaragaman Kepiting............................10 2.6 Faktor yang Mempengaruhi Keberadaan Kepiting ........................................................ 11 2.7 Cara Menangkap Kepiting Pantai................. 11 BAB 3. PANTAI TELUK PACITAN............................13 BAB 4. KEANEKARAGAMAN KEPITING DI PANTAI TELUK PACITAN....................................15 BAB 5. PENUTUP..........................................................42 DAFTAR PUSTAKA......................................................44 GLOSARIUM ................................................................48 INDEKS ..........................................................................50
v FITUR BUKU QR Code merupakan fitur yang dapat pembaca gunakan pada buku ini. QR Code yang ada pada buku ini berisi informasi tambahan terkait materi yang ada dalam buku. Fitur ini memudahkan pengguna mengakses informasi tanpa menulis alamat website secara manual. Cara menggunakan fitur ini adalah sebagai berikut: 1. Download aplikasi QR Code Scanner pada gawai melalui Google Play Store maupun Apps Store lainnya 2. Lakukan Scan pada QR Code yang tersedia di dalam buku
Sumber: Dokumentasi pribadi PENDAHULUAN 01
2 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Ekosistem pesisir dan laut mencakup ekosistem, perairan pantai, selat, teluk, gugusan terumbu karang, gugusan pulau kecil, pesisir, muara atau estuari dan delta, ada juga rumput taut, hutan bakau (mangrove), dan daerah pasang surut. Ekosistem pesisir menjadi sumber daya yang sangat potensial untuk perikanan, pertambangan, terumbu karang, pertanian dan kehutanan pantai, perhubungan, dan pariwisata (Rahardjo, 2016). Pesisir berbeda dengan pantai, dimana pantai adalah daerah tepi perairan yang dipengaruhi air pasang tertinggi maupun air surut terendah (Triadmodjo, 1999). Wilayah pantai memiliki suatu zona yang disebut dengan zona intertidal yang merupakan zona memanjang pada pantai yang lebarnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut (Basith, 2014). Zona intertidal pantai terletak antara wilayah pasang tertinggi dan surut terendah. Zona ini memiliki variasi faktor lingkungan yang besar. Oleh sebab itu potensi keragaman organisme sangat besar. (Katili, 2011). Organisme yang ada pada zona ini umumnya adalah organisme bahari (Supratman et al., 2018). Salah satu organisme dari berbagai jenis invertebrate yang ada di zona intertidal ini adalah kepiting (Subono et al., 2016). Kepiting termasuk dalam infraordo Brachyura, ordo Decapoda karena memiliki lima pasang kaki dan merupakan organisme kunci yang keberadaanya mempengaruhi keberadan organisme lainnya (Anggraeni et al., 2015). Kepiting banyak digunakan sebagai indikator dalam beberapa studi penelitian untuk menilai kesehatan ekosistem tertentu. Jika terdapat variabel masalah yang mempengaruhi kepiting, dapat memberi efek terhadap ekosistem (Arya et al., 2014).
3 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Habitat dari kepiting memiliki variasi yang beragam (Eprilurahman et al., 2015). Menurut Poupin & Juncker (2010), pada pantai dengan karakteristik berbatu, dapat ditemukan kepiting dari beberapa falimi seperti, Eriphiidae, Oziidae, Pseudoziidae, Xanthidae, Grapsidae, dan Plagusiidae. Untuk daerah dengan karakteristik pantai berpasir umumnya ada dari famili Ocypodidae, Calappidae, Leucosiidae, Portunidae, dan Varunidae. Dan pada pantai dekat muara dengan karakteristik pasir berlumpur, dapat ditemukan famili Varunidae, Parthenopidae, Pilumnidae, Portunidae, Sesarmidae, Macrophthalmidae, dan Ocypodidae. Perairan Kabupaten Pacitan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, memiliki dasar perairan yang berkarang dengan ombak yang besar. Perairan Kabupaten Pacitan memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Panjang pantai yang dimiliki yaitu 70,709 km dan luas wilayah kewenangan perairan laut 523,82 km2 (Auliya et al., 2017). Teluk Pacitan menjadi salah satu pusat pariwisata dan kawasannya meliputi Pantai Teleng Ria dan Pantai Pancer Door. Wilayah pesisir Teluk Pacitan sangat beragam, mencakup, pantai, muara pada sebelah timur, dan area berbatu pada wilayah sebelah barat (Utami & Luthfi, 2019).
4 KEPITING PANTAI 02 Sumber: Dokumentasi pribadi
5 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan 2.1 Klasifikasi Kepiting Kepiting masuk dalam filum Arthropoda, subfilum Crustacea, kelas Malacostraca, dan ordo Decapoda. Klasifikasi dari kepiting (true crabs) adalah sebagai berikut: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Subphilum : Crustacea Superclass : Multicrustacea Class : Malacostraca Subclass : Eumalacostraca Superorder : Eucarida Order : Decapoda Suborder : Pleocyemata Infraorder : Brachyura Superfamily : Calappoidea Milne Edwards, 1837 Grapsoidea MacLeay, 1838 Majoidea Samouelle, 1819 – spider crabs Ocypodoidea Rafinesque, 1815 Portunoidea Rafinesque, 1815 Xanthoidea MacLeay, 1838 Family : Calappidae Milne Edwards, 1837 Hepatidae Stimpson, 1871 Gecarnidae MacLeay, 1838 Glyptograpsidae Schubart, 2002 Grapsidae MacLeay, 1838 Plagusiidae Dana, 1851 Sesarmidae Dana, 1851 Varunidae Milne Edward, 1853 Epialtidae MacLeay, 1838 Inachidae MacLeay, 1838
6 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Inachoididae Dana, 1851 Majidae Samouelle, 1819 Mithracidae Balss, 1929 Oregoniidae Garth,1958 Pisidae Dana, 1851 Tychidae Dana, 1851 Camptandriidae Stimpson, 1858 Mictyridae Dana, 1851 Ocypodidae Rafinesque, 1815 Palicidae Bouvier, 1898 Geryonidae Colosi, 1923 Portunidae Rafinesque, 1815 Trichodactylidae Milne Edwards, 1853 Panopeidae Ortmann, 1893 Xanthidae MacLeay, 1838 (www.itis,gov diakses pada tanggal 2 November 2021) 2.2 Morfologi Kepiting Brachyurans dapat ditemukan di berbagai jenis habitat, hal ini menyebabkan adanya variasi morfologi. Secara umum, kepiting adalah memiliki eksoskeleton tebal yang terbuat dari kalsium karbonat dan sepasang chelae (penjepit). Pada eksoskeletonnya, terdapat lapisan kutikula yang merupakan polisakarida dari kitin, protein, lemak dan mineral (Sibarani et al., 2020). Tubuh kepiting ditutupi oleh cangkang atau carapax yang besar, umumnya cangkang ini melebar dan menonjol. Seperti nama ordonya, kepiting memiliki 5 pasang kaki. Kepiting memiliki capit yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Chela dan Cheliped dengan analogi Chela adalah tangan, dan Cheliped merupakan lengannya. Beberapa cheliped memiliki
7 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan ornamentasi yang dapat diamati secara kasat mata untuk dasar klasifikasi. Karakter utama morfologi tersebut menjadi bagian yang umumnya diidentifikasi untuk menentukan jenis suatu kepiting (Yudha et al., 2021). Gambar 2.1 Morfologi Umum Brachyura (Hayward & Ryland, 2017) Terdapat 2 pasang antena, yaitu antena pertama (antennules) dan antena kedua (antennae). Fungsi danri antena ini adalah untuk organ penciuman dan juga sebagai kemosensor. Pereiopods atau kaki jalan yang merupakan satu kesatuan dari tujuh segmen, yaitu coxa, basis, ischium, merus, carpus, propodus, dan dactylus. Untuk cheliped, propodus nya memanjang membentuk palm (telapak tangan) dan immovable finger (jari tak gerak), dactylus membentuk jari yang dapat bergerak. Dua pasang atau sepasang periopods terakhir terkadang juga termodifikasi untuk fungsi tertentu, seperti menjadi kaki untuk berenang, untuk membawa benda, bahkan bisa tereduksi pada famili tertentu (Naderloo, 2017). Kepiting jantan dan kepiting betina dapat dibedakan dari segi morfologinya. Perbedaan morfologi utama terletak
8 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan pada abdomen atau perut, dimana pada kepiting jantan umumnya berbentuk sempit dan meruncing, sedangkan kepiting betina memiliki perut yang lebih lebar berbentuk menyerupai cangkir atau setengah lingkaran. Bentuk perut kepiting betina tersebut memungkinkan mereka untuk bisa membawa telur dalam jumlah yang cukup besar. (Thatje & Calcagno, 2014). Gambar 2.2 Perbedaan bentuk abdomen Brachyura jantan (kiri) dan betina (kanan) (Thatje & Calcagno, 2014) 2.3 Siklus Siklus hidup kepiting secara umum dimulai dari telur, zoea, megalopa, juvenile (remaja), dan terakhir kepiting dewasa. Salah satu fase metamorfosis yang berlangsung pada Crustacea adalah antara fase zoeal dan fase decapodid. Perkembangan dekapoda pleocyematan secara kasar dapat dibagi menjadi dua fase: (1) fase zoeal awal di mana torakopoda (maksiliped dan pereopoda) digunakan untuk penggerak dan makan, dan (2) fase dekapodid kemudian di mana pleopoda telah menjadi anggota badan yang digunakan untuk bergerak. Fase kedua ini sering digambarkan sebagai fase transisi antara zoea planktonik dan fase juvenile atau fase remaja (Olesen, 2018).
9 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Gambar 2.3 Fase dekapoid Brachyura (Olesen, 2018) 2.4 Habitat Kepiting Kepiting termasuk dalam kelompok hewan arthropoda dengan karakternya memiliki cangkang keras. Umumnya memiliki struktur tubuh yang terdiri dari cepalothorax dan juga abdomen. Sebagian besar crustacea hidup di perairan laut, dan beberapa diantaranya juga mampu bertahan hidup di perairan air tawar (Faqih, 2013). Beberapa crustacea seperti kelompok dari brachyurans memiliki persebaran luas di habitat laut dan air tawar. Tidak sedikit dari spesies tersebut yang mampu untuk mentolerir perubahan salinitas dari laut ke tawar (Thiel & Watling, 2015). Kepiting yang hidup di habitat berpasir beradaptasi dengan cara meliangkan dirinya ke dalam pasir untuk bertahan hidup akibat tekanan lingkungan seperti ombak, pengaruh pasang surut dan juga predator (Muzammil et al., 2015).
2.5 Keanekaragaman Kepiting Kepiting (Brachyuran) di seluruh dunia saat ini yang telah diketahui adalah sebanyak 7.746 spesies. Terdiri dari 20 subgenus, 1.549 genus, 127 subfamili, 114 famili, dan 40 superfamili (Davie & Ng Kee Lin, 2022). Dari sekian ribu spesies kepiting, sebagian besar hidup di perairan laut, sekitar 1.200 spesies hidup di air tawar, dan kurang dari 100 spesies terestrial maupun semi terestrial. Gambar 2.4 Kepiting Epixanthus frontalis (Sumber: Dokumentasi pribadi) Brachyura merupakan kelompok yang paling beragam dibandingkan dengan kelompok Decapoda lainnya. Dari sebagian besar famili kepiting yang hidup di laut, delapan di antaranya merupakan kepiting air tawar. Dari 8 famili tersebut, 3 diantaranya, yaitu Parathelpusidae, Gecarcinudae, dan Potamidae dapat ditemukan dan tersebar di wilayah Asia Tenggara. Sedangkan untuk famili kepiting bukan air tawar, terdapat setidaknya 40 famili yang dapat ditemukan dan tersebar di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, dan Kepulauan Pasifik (Yudha et al., 2021).
11 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan 2.6 Faktor yang mempengaruhi keberadaan kepiting Faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya keberhasilan bertahan hidup pada organisme adalah faktor abiotik maupun biotik. Faktor abiotik perairan antara lain adalah faktor fisika, kimia air suatu perairan atau juga disebut dengan kualitas air. Kualitas air yang baik akan menyebabkan proses fisiologi dalam tubuh biota (Fuady et al., 2013). Faktor abiotik mempengaruhi variabilitas karakteristik kualitas air dan juga keragaman invertrebata air. Populasi organisme hidup di dalam keragaman lingkungan, oleh karenanya perubahan populasi suatu organisme terpengaruh oleh dinamika faktor lingkungannya (Dhuru et al., 2015). 2.7 Cara Menangkap Kepiting Pantai Menangkap kepiting di pantai umumnya hanya menggunakan tangan kosong saja. Pengambilan dilakukan dengan tangan kosong (hand collecting) atau juga dapat menggunakan bantuan alat seperti jaring dan sekop untuk menggali pasir yang dimungkinkan terdapat kepiting. Untuk pengambilan kepiting dalam rangka untuk keperluan penelitian umumnya kepiting yang berhasil ditangkap diawetkan dalam alkohol 70%. Gambar 2.4 Kepiting Epixanthus frontalis (Sumber: Dokumentasi pribadi)
12 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Kepiting pantai lebih cenderung aktif di malam hari. Nelayan di Pantai Teluk Pacitan umumnya menangkap kepiting pantai pada malam hari dengan bantuan lampu senter. Caranya dengan mengarahkan cahaya senter ke ke kepiting yang ada di permukaan pasir pantai. Cahaya senter harus tetap fokus ke arah kepiting sambil penangkap mendekati kepiting kemudian menangkapnya. Cara lain juga dapat dengan langsung menggali liang atau lubang tempat kepiting bersembunyi. Namun, cara tersebut kurang efektif karena kepiting mampu menggali lubang cukup dalam ke dalam pasir pantai. Kepiting pantai dapat menggali lubang hingga 1 meter ke dalam pasir. Warnanya yang mirip dengan pasir juga menyamarkan keberadaannya. Untuk menangkapnya perlu menggali cukup dalam Info Menarik!!
PANTAI TELUK PACITAN 03 Sumber: Dokumentasi pribadi
14 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Kabupaten Pacitan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur. Memiliki batas wilayah bagian selatan yaitu Teluk Pacitan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia (Utami & Luthfi, 2019). Menurut (Satriadi, 2004) dalam (Wahyuningsih et al., 2013) menyatakan bahwa Teluk Pacitan berdasarkan posisinya merupakan perairan terbuka (open sea), karena berhadapan langsung dengan Samudera HIndia. Oleh karena itu, dinamika panta dipengaruhi energi gelombang besar yang menuju wilayah pantai. Gambar 3.1 Pantai Teluk Pacitan (Sumber: Dokumentasi pribadi) Teluk Pacitan menjadi salah satu pusat pariwisata dan kawasannya meliputi Pantai Teleng Ria dan Pantai Pancer Door. Wilayah pesisir Teluk Pacitan sangat beragam, mencakup, pantai, muara pada sebelah timur, dan area berbatu pada wilayah sebelah barat (Utami & Luthfi, 2019). Kawasan tersebut memiliki potensi keanekaragaman biota laut maupun pantai, tak terkecuali kepiting.
KEANEKARAGAMAN KEPITING DI PANTAI TELUK PACITAN 04 Sumber: Dokumentasi pribadi
16 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan a. Grapsus albolineatus Gambar 4.1 Grapsus albolineatus dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Grapsidae Genus : Grapsus Spesies : Grapsus albolineatus (Sumber: World Register of Marine Species, 2021)
17 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Grapsus albolineatus memiliki karakteristik karapas berbentuk cembung melingkar, permukaan dorsal karapas kasar, muka karapas lebar tanpa gerigi atau duri di bagian tepian, terdapat satu gigi di belakang sudut luar orbit, tepi lateral tanpa gerigi atau duri, septum interantenul cembung, tepi anterolateral dengan satu lekukan cembung. Pada maksiliped, sudut dalam anterior maksiliped ketiga tidak melintang. Pada bagian anterior di antara mata terdapat 4 lobus hijau kehitaman.Memiliki sepasang capit sangat pendek dibandingkan keempat pasang kaki lainnya, capit berwarna keunguan dengan ujung capit berwarna cokelat, bagian ujung capit berbentuk sisir lebar yang lebar secara longitudinal. Kaki berjalan memiliki pola bulat acak berwarna hitam jingga kehijauan atau hitam jingga kemerahan, periopoda terdiri dari dactylus, propodus, carpus, merus dan iskium, merus berbentuk pipih dengan duri diujungnya, pada merus muncul lingkaran jingga dan bagian kaki berbintik-bintik coklat kehijauan. (Murniati et al., 2022) (Saadah et al., 2019). Grapsus albolineatus merupakan kepiting yang hidup pada pesisir pantai yang terdapat bebatuan. Kepiting ini biasa muncul pada permukaan batu yang dekat dengan deburan air. Kepiting ini sering terlihat memakan sisa-sisa organisme yang terjebak di bebatuan Info Menarik!!
18 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan b. Metopograpsus oceanicus Gambar 4.3 Pachygrapsus crassipes dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Grapsidae Genus : Metopograpsus Spesies : Metopograpsus oceanicus (Sumber: World Register of Marine Species, 2022)
19 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Karapas berbentuk segi empat, ukuran lebar karapas lebih besar dibandingkan panjang karapas; tepi lateral dengan satu gigi di belakang sudut luar orbit. Bagian depan lebar, sangat jelas, pipih, lurus, dan dilengkapi dengan tonjolantonjolan pada bagian tepinya. Lekukan cervical dalam, di daerah hepatik karapas sebelum lekukan cervical terdapat satu tonjolan memanjang transversal. Gigi suborbital tajam dan melekuk. Sepasang capit dengan bentuk dan ukuran yang tidak sama. Capit kiri lebih besar dan gembung, daktilus melengkung mulai dari bagian tengah hingga ujung; gigi pada jari-jari capit sangat kecil. Capit kanan lebih kecil dengan jarijari capit lebih ramping dan dilengkapi dengan beberapa gigi yang tampak jelas. Permukaan posterior propodus tiga kaki jalan pertama dilengkapi dengan barisan lurus setae halus. Gambar 4.4 tepi lateral dengan satu gigi di belakang sudut luar orbit (a), capit kiri lebih besar dibanding capit sebelah kanan (b), Permukaan posterior propodus tiga kaki jalan pertama dilengkapi dengan barisan lurus setae halus (c).
20 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan c. Epixanthus frontalis Gambar 4.5 Epixanthus frontalis dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Oziidae Genus : Epixanthus Spesies : Epixanthus frontalis (Sumber: World Register of Marine Species, 2022)
21 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Karapas berbentuk oval melintang, lebih lebar dari panjang, permukaan punggung bertemu, diratakan secara melintang dan sedikit cembung memanjang, Margin posterior menyempit. Margin depan karapas bergelombang (Gambar 4.6(a)). Margin antero-lateral dan daerah subhepatik karapas berbutir. Permukaan punggung berwarna coklat dengan semburat ungu, lebih menonjol ke arah bagian anterior; permukaan ventral sternum dan perut berwarna coklat muda. Chelipeds (pasangan pereiopoda pertama) tidak seimbang dimana cheliped kanan (mayor) lebih besar, lebih kokoh, lebih panjang dari cheliped sebelahnya. Ujung capit runcing, dactylus agak melengkung, menyisakan celah lebar di antara capit. Pollex (jari tetap) lurus dengan ujung tumpul sedikit ditekuk. Pereiopoda 2–5 ramping, lebih pendek dari cheliped besar, ditutupi dengan setae yang tersebar, lebih padat pada propodi dan dactyli. Pereiopoda 2, 3 panjangnya tidak sama, pereiopod 4 sedikit lebih panjang, pereiopod 5 terpendek (Gambar 4.6(c)). permukaan atas karpus dan tepi atas propodus halus Menurut World Register of Marine Species, keberadaa Epixanthus frontalis tersebar luas di perairan laut seluruh Indonesia. Hidup di peraiarn laut yang dangkal dan sering dijumpai di bawah bebatuan. Info Menarik!!
22 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan d. Ocypode ceratophthalmus Gambar 4.7 Ocypode ceratophthalmus dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Ocypodidae Genus : Ocypode Spesies : Ocypode ceratophthalmus (Sumber: World Register of Marine Species, 2021)
23 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Karapas kira-kira berbentuk trapesium, lebih lebar dari panjangnyaa. Permukaan punggung cembung memanjang, ditutupi dengan butiran halus yang tersusun rapat, Bagian depan (front) sangat sempit. Batang mata (eyestalk) sangat panjang, dengan tambahan seperti stylus di luar kornea, seperti mata bertanduk. Stylus jantan lebih panjang dari betina. Kepiting jantan berwarna merah ceri pada bagian punggung anterior dan karapas ventral. Pada cheliped berwarna merah ceri pada permukaan atas dactylus, propodus, seluruh permukaan segmen lainnya, sedangkan bagian yang lain berwarna putih hingga abu-abu kusam. Gambar 4.8 Mata dengan perpanjangan pada luar kornea (a), abdomen jantan(b), stridulating ridge jantan (C) Abdomen jantan berbentuk sub-silindris, sempit, beruas-7. Ruas 6 lebih panjang dari 5. Telson segitiga tumpul, sepanjang lebar. Perut betina berbentuk sub-oval, beruas-ruas. Segmen 4 terluas, segmen 6 terpanjang. Telson segitiga sepanjang lebar. Cheliped memiliki perbedaan ukuran, dengan cheliped mayor dua kali lebih besar dari
24 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan ukuran cheliped minor. Pada bagian dactylus maupun pollex terdapat butiran-butiran, begitu pula pada propodi, karpi dan meri. Pada jantan, stridulating ridge terdiri dari 7 tuberkel bulat yang diselingi, 12 striae tebal dan 25-27 striae yang berjarak dekat. Pereiopod memiliki ciri pipih dan panjang, pada pereipod ke 2 dan 3 terdapat setae.
25 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan e. Ocypode kuhlii Gambar 4.9 Ocypode kuhlii dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Ocypodidae Genus : Ocypode Spesies : Ocypode kuhlii (Sumber: World Register of Marine Species, 2022)
26 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Karapas berbentuk persegi, tepi lateral tanpa ornamen. Permukaan dorsal karapas halus. Ujung kornea mata tanpa penandukan. Sepasang capit berukuran tidak sama. Pada sepasang capit ini permukaan luar merus dan karpus tertutup bintil-bintil; tepi anterior dan posterior propodus bergerigi tumpul. Pada capit yang lebih besar, telapak capit bergerigi di tepi ventral, permukaan dalam telapak capit dengan organ stridulating ridge yang terdiri dari 10 bintil-bintil, permukaan luar telapak tertutup seluruhnya oleh bintil-bintil besar, tepi pemotong jari capit dilengkapi dengan gerigi besar. Capit kecil dengan kedua jari berujung runcing. Permukaan anterior dan posterior kaki 1—4 tanpa setae. Gambar 4.10 Stridulating ridge (a), cheliped Ocypode kuhlii (b) Kepiting Genus Ocypode hidup pada pantai berpasir. Kepiting ini dapat bergerak dengan cepat dan sering terlihat berlarian pada pantai. Kepiting ini juga sering disebut dengan “Kepiting Hantu”, karna keberadaan mereka sering tersamarkan oleh pasir dimana ia bersembunyi Info Menarik!!
27 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan f. Austruca annulipes Gambar 4.11 Austruca annulipes dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Ocypodidae Genus : Austruca Spesies : Austruca annulipes (Sumber: World Register of Marine Species, 2022)
28 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Bagian muka karapas lebar, tepi anterolateral tampak jelas, sudut luar orbit tidak menukik, lebar karapas mendekati dua kali panjang karapas. Ukuran karapas jantan dewasa sampai dengan ± 40 mm. Permukaan manus capit besar halus tanpa bintil-bintil berukuran besar; tidak ada alur pada permukaan luar poleks dan daktilus, daktilus lebih lebar dibandingkan poleks, bentuk lunas kecil di ujung poleks, di bagian tengah poleks dan daktilus terdapat masing-masing satu gigi yang besar. Tidak ada gigi pada jari-jari capit kecil, posterior merus tanpa barisan bintil-bintil yang tersusun vertikal. Karapas berwarna hitam dengan corak putih. Merus hingga manus dari capit besar berwarna merah, poleks dan daktilus berwarna putih. Gambar 4.12 Capit mayor Austruca annulipes, muka karapas lebar (b)
29 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan g. Austruca triangularis Gambar 4.13 Austruca triangularis dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Ocypodidae Genus : Austruca Spesies : Austruca triangularis (Sumber: World Register of Marine Species, 2022)
30 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Bagian muka karapas lebar. Tepi anterolateral karapas sangat miring, sudut luar orbit runcing. Permukaan manus capit besar halus tanpa bintil-bintil berukuran besar. Tidak ada alur pada permukaan luar poleks dan daktilus. Daktilus dan poleks silindris. Bagian posterior merus dari capit kecil datar dengan sebaris bintil-bintil di sepanjang permukaan bawah, dekat tepi ventral, bintil-bintil di bagian pangkal merus berbelok ke atas. Karapas berwarna hitam dengan corak putih, kaki ber- warna putih dengan garis-garis hitam. Poleks dan daktilus capit besar berwarna putih, manus berwarna putih dengan bintik- bintik hitam. Ukuran karapas jantan dewasa sampai dengan ± 30 mm. Gambar 4.14 Sudut orbit sangat menukik (a), Capit mayor A. triangularis (b)
31 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan h. Austruca coarctata Gambar 4.15 Tubuca coarctata dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Ocypodidae Genus : Tubuca Spesies : Tubuca coarctata (Sumber: World Register of Marine Species, 2021)
32 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Bagian muka karapas sempit, orbit pada karapas jantan dewasa tidak menukik, di daerah orbit terdapat deretan pendek bintil-bintil, tepi anterolateral pendek tidak mencapai tepi posterior, sudut anterolateral tajam. Permukaan luar manus pada capit besar mempunyai bintil-bintil besar, terbesar dekat dasar poleks, ujung daktilus berbentuk kait, ujung poleks ramping dan bagian tengah tanpa struktur berbentuk segitiga. Jari-jari capit kecil dilengkapi gigi, tepi dorsal poleks dan daktilus ditum- buhi setae. Karapas berwarna biru gelap dengan bulatan kecil ber- warna biru muda. Seluruh kaki berwarna biru muda. Merus hingga manus dari capit besar berwarna biru gelap seperti karapas, dasar manus berwarna kemerahan, poleks dan daktilus berwarna putih. Ukuran karapas jantan dewasa sampai dengan ± 50 mm. Habitat: substrat lumpur. Sebaran: seluruh pesisir Indonesia, Papua Nugini, pesisir timur laut Australia, Filipina, dan Taiwan. Kepiting Uca sering disebut dengan “Kepiting Biola”. Hal ini karena pada kepiting jantan tersebut salah satu capitnya memiliki ukuran yang lebih besar dan bentuk yang berbeda tergantung spesiesnya. Info Menarik!!
33 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan i. Perisesarma sp. Gambar 4.16 Perisesarma sp. dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Sesarmidae Genus : Perisesarma Spesies : Perisesarma sp. (Sumber: World Register of Marine Species, 2022)
34 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Karapas ditutupi dengan barisan granula melintang yang jarang dan jumbai setae kecil, terutama di daerah frontal dan membentuk striae di daerah cabang. Memiliki karakteristik karapas berbentuk persegi dengan alur-alur yang samar pada permukaan karapas. Perbatasan depan halus dan paralel. Daerah interorbital dibagi lagi menjadi empat lobus frontal menonjol yang ditutupi dengan deretan pendek granula transversal, lobus median lebih lebar dari lobus lateral. Cheliped sama dan dimorfik secara seksual. Chela jantan lebih besar dan lebih kuat dari betina. Mata berukuran besar dan kornea sampai melebihi panjang karapas. Abdomen jantan berbentuk seperti segitiga. Pereopod kedua dan ketiga memanjang. Pereopod dilengkapi dengan setae panjang yang tersusun renggang dan berwarna krem. Gambar 4.17 Mata berukuran besar dan kornea sampai melebihi panjang karapas (a) Kepiting Perisesarma sp. sering disebut dengan “Red Claws Crab” karena warna capitnya yang berwarna merah terang. Kepiting ini dapat bergerak dengan cepat untuk menghindari predatornya, dengan memanjat maupun bergerak di perairan dengan cepat. Info Menarik!!
35 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan j. Ilyoplax sp. Gambar 4.10 Ilyoplax sp. dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Dotillidae Genus : Ilyoplax Spesies : Ilyoplax sp. (Sumber: World Register of Marine Species, 2019)
36 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Karapas berbentuk sub-persegi panjang, daerah tidak terdefinisi dengan baik, permukaan punggung halus, atau butiran mikroskopis, dengan setae sangat pendek yang tersebar jarang di daerah postero-lateral. Permukaan bagian dalam chelipeds dengan setae pendek yang jarang, permukaan perut halus, permukaan luar dengan beberapa butiran yang tersebar. Chelae memanjang (panjang sekitar 2,5 x tinggi). Telapak tangan melebar ke arah distal, mengeras tajam di tepi atas. Permukaan luar telapak tangan halus, dengan bubungan berbutir berdekatan dengan tepi bawah memanjang hingga sekitar dua pertiga pollex. Kaki berjalan atau pereiopods pada pasangan ketiga terpanjang, pasangan kelima terpendek. Carpus dan propodus dari pasangan pertama dan kedua sangat tebal ditutupi dengan setae sederhana yang lembut. Pada pasangan terakhir, semua segmen tanpa setae.
37 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan k. Dotilla sp. Gambar 4.11 Dotilla sp. dorsal (kiri) dan ventral (kanan) (Sumber: Koleksi pribadi) Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Arthropoda Class : Malacostraca Order : Decapoda Family : Dotillidae Genus : Dotilla Spesies : Dotilla sp. (Sumber: World Register of Marine Species, 2021)
38 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Deskripsi: Karapas lonjong, hampir sama lebarnya dengan punggung. Permukaan punggung karapas memanjang dan cembung melintang, dengan butiran mikroskopis yang tersebar. Margin depan karapas sempit, unilobed, mengempis ke depan. ujungnya yang kempes memisahkan fossa antennular di kedua sisinya. Margin lateral karapas berbeda, berbutir di bagian anterior, dan memiliki lipatan memanjang di sepanjang panjangnya. Margin posterior karapas lurus, lebar. Antennules pendek, tersembunyi di bawah margin depan. Antena pendek, tipis dengan delapan ruas. Orbitnya lebar, menempati sekitar tiga perempat margin karapas anterior. Mata (kornea) memanjang, tangkai okular sedikit lebih panjang dari kornea. Chelipeds (P1) ramping, terkompresi, subequal dengan permukaan mengkilap. P2-P5 ramping, lebih pendek dari cheliped. Pewarnaan spesimen segar berwarna kuning kusam di bagian punggung dengan bitnik hitam kecoklatan yang tersebar. Dotilla sp. memiliki ukuran yang terbilang sangat kecil. Kepiting kecil ini disebut juga “Kepiting Bola Pasir”. Di sekitar lubang pasir yang dibuatnya biasa terlihat pola-pola bulat. Lukisan pasir ini dibentuk oleh kepiting ini disaat mereka mencari makan. Info Menarik!!
39 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Data perhitungan Indeks Keanekaragaman kepiting yang ditemukan di Pantai Teluk Pacitan dapat dilihat pada Tabel 4.1 sebagai berikut: Table 4.2 Nilai Indeks Keanekaragaman kepiting pantai Berdasarkan Tabel 4.2 nilai Indeks Keanekaragaman kepiting di Pantai Teluk Pacitan tergolong sedang, dengan nilai H’ sebesar 1,024072 (1 < H’ < 3). Untuk persebaran lokasi ditemukannya spesies pada setiap stasiun dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:
40 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Berdasarkan gambar peta persebaran di atas, terdapat spesies kepiting dapat ditemukan pada tipe habitat yang berbeda-beda. Terdapat spesies yang hanya ditemukan pada 1 atau 2 tipe habitat. Tetapi juga terdapat spesies yang dapat ditemukan di semua tipe habitat. Spesies Ocypode kuhlii ditemukan mulai dari Stasiun 1 hingga Stasiun 9. Spesies Epixanthus frontalis dan Grapsus albolineatus hanya ditemukan di Stasiun 1. Spesies Perisesarma sp ditemukan pada Stasiun 1 dan 9. Spesies Austruca annulipes. ditemukan pada Stasiun 9. Spesies Austruca triangularis, ditemukan pada Stasiun 9. Tubuca coarctata ditemukan pada Stasiun 9. Spesies Ilyoplax sp. ditemukan pada Stasiun 9. Spesies Ocypode ceratophthalmus ditemukan pada stasiun 2 hingga stasiun 8. Spesies Dotilla sp. ditemukan pada stasiun 1 dan 9. Spesies Ilyoplax sp. ditemukan pada stasiun 9.
41 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Table 4.3 Kondisi abiotik Pantai Teluk Pacitan Berdasarkan Tabel 4.4 Intensitas cahaya di Pantai Teluk Pacitan ada pada rentang 1542 – 2085 ± 0.00 lux. Intensitas cahaya tertinggi yaitu pada Stasiun 4 sebesar 2085 ± 0.00 lux. Sedangkan yang terendah yaitu pada Stasiun 3 sebesar 1542 ± 0.00 lux. pH di Pantai Teluk Pacitan ada pada rentang 6,60– 7,00 ± 0.00. pH terendah ada pada Stasiun 8 yaitu sebesar 6,60± 0.00. pH tertinggi ada pada Stasiun 5 yaitu sebesar 7,00 ± 0.00. Kelembapan tanah pada Pantai Teluk Pacitan yaitu sebesar 8> ± 0.00%. Jenis substrat di Pantai Teluk Pacitan terdapat perbedaan di antara Stasiun penelitian. Pada stasiun 1 memiliki karakter substrat berpasir, lumpur, dan berbatu. Pada stasiun 2 hingga stasiun 8 memiliki karakter substrat berpasir. Pada Stasiun 9 memiliki karakter substrat berpasir dan berlumpur.
PENUTUP 05
43 Keanekaragaman Kepiting Pantai Teluk Keanekaragaman Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Pantai Teluk Pacitan Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) kepiting di Pantai Teluk Pacitan tergolong sedang, dengan nilai H’ sebesar 1,024072 (1 < H’ < 3). Spesies yang ditemukan meliputi Grapsus albolineatus, Pachygrapsus crassipes, Epixanthus frontalis, Ocypode kuhlii, Ocypode ceratophthalmus, Austruca annulipes, Austruca triangularis, Tubuca coarctata, Perisesarma sp., Ilyoplax sp., Dotilla sp. Kondisi abiotik di Pantai Teluk Pacitan ada pada rentang 1498 – 2310 ± 0.00 lux; pH di Pantai Teluk Pacitan ada pada rentang 4,8– 6,9 ± 0.00; nilai kelembapan tanah sebesar 8> ± 0.00%; pada stasiun 1 memiliki karakter substrat berpasir, lumpur, dan berbatu. Pada stasiun 2 hingga stasiun 8 memiliki karakter substrat berpasir. Pada Stasiun 9 memiliki karakter substrat berpasir dan berlumpur