99 Inspiring Business
facebook.com/ lilikfauz instagram.com/yashintasulam
Lilik Fauziyatiningsih Yashinta Sulam
Kerajinan Bawa Lilik Jadi
Pengusaha yang Raup
Jutaan Rupiah per Bulan
Minat Lilik
Fauziyatiningsih pada
produk kerajinan
membawa berkah pada
kehidupannya. Minat
yang terus diasah sejak
kecil membawa Lilik
menjadi pengusaha
sukses di bidang
kerajinan sulam.
Lilik mulai merintis bisnis kerajinan Sebelum memulai bisnis ini, Lilik dilabeli Yashinta Sulam yang tak hanya
sulam sejak 2014 silam. Berbagai mengikuti berbagai pelatihan di bidang digandrungi masyarakat Surabaya, tapi
produk sudah dihasilkan, mulai kerajinan tangan mulai tingkat kelurahan juga kota-kota lain di Indonesia. Bahkan
kerudung, tas, baju, hingga sepatu. Dari hingga tingkat kota. Tak hanya itu, tak jarang pesanan datang dari luar
usaha ini, Lilik mampu meraup jutaan Lilik juga mengikuti pelatihan digital negeri.
Rupiah per bulannya. marketing di Pahlawan Ekonomi secara
periodik di Kaza City Mall Surabaya. Selain itu, Lilik juga aktif mengikuti
pameran atau bazar. Beberapa event di
Dari pelatihan itu, Lilik terus pusat perbelanjaan seperti di Tunjungan
mengembangkan usahanya. Dia menjadi Plaza, Grand City Mall, Royal Plaza,
lihai memasarkan produk-produk dan ITC juga pernah diikuti Lilik. Dia
buatannya di media sosial seperti juga beberapa kali melanglang buana
Facebook, Instagram, dan marketplace. ke berbagai pameran di kota-kota di
Indonesia.
Bagi Lilik, dunia digital memberikan
peluang besar untuk berkembang. Untuk memproduksi kerajinan sulam,
Sebab, dia bisa mengaktualisasikan diri Lilik dibantu dua orang tetangganya.
sekaligus mempromosikan usaha yang Produk-produknya kini sudah di-
digeluti. Lilik juga merasa jangkauan repacking dan rebranding.
promosi secara online membuka
peluang usaha semakin lebar. Itu
dibuktikan dari pembeli produk yang
99 Inspiring Business 51
99 Inspiring Business
facebook.com/ Cokibox-Surabaya-368787376828960 instagram.com/ cokibox.surabaya
Lilik Rahayu Coki Box
Coki Box: Coklat Asal
Surabaya yang Tembus
Pasar Antarpulau
Berbagai kreativitas dan
inovasi ditumbuhkan
Lilik Rahayu dalam
membuat coklat. Bukan
hanya terkait bentuk
coklat yang bisa dibuat
sesuai pesanan, tapi juga
packaging atau boks
coklat yang bisa dibentuk
sesuai selera. Dari usaha
rumahan ini, dia mampu
mendulang jutaan Rupiah.
Perempuan pelaku usaha ini dibeli di banyak tempat dengan biaya
mampu menjual produk relatif tidak mahal.
coklatnya dengan harga yang
lebih mahal lantaran telah masuk Coklat buatan Lilik tak pernah
kelas premium. Terlebih setelah dia melewatkan momen-momen spesial,
menjual produk di laman media sosial seperti Valentine Day’s, Lebaran,
Facebook dan Instagram, pelanggannya Hari Natal, Imlek, Hari Ibu, dan lain
bertambah. sebagainya.
Dari promosi di media sosial, Lilik pernah Setiap bulan untuk low season, Lilik
mendapat pesanan 5.000 coklat dari mampu meraih omzet Rp3-5 jutaan.
Samarinda, Kalimantan Timur. Dia juga Untuk hari besar, dia mendapatkan
mendapatkan pesanan coklat boks dari keuntungan dua kali lipat, misalnya untuk
Kantor BUMN, beberapa rumah sakit, pesanan coklat pernikahan dan Lebaran,
dan Pemerintah Kota Surabaya. dia dibantu dua pegawai.
Dalam membuat coklat yang diberi Keterampilan dan kerja keras Lilik
merek Coki Box itu, Lilik tidak membuat coklat membawa dirinya
membutuhkan waktu terlalu lama. dinobatkan menjadi Juara III Pahlawan
Peralatan yang dibutuhkan pun bisa Ekonomi Award 2015 untuk Kategori
Home Industry.
52 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/Orchidee-by-ULS-Collection-1125722744189879 instagram.com/uls_collection.sby
Lilik Solikati ULS Collection
Cermat Baca Peluang, Lilik
Berhasil Kirim Produknya
ke Jayapura
Cermat membaca Sejak suami tercintanya meninggal sudah ketinggalan zaman, maka akan
peluang. Itulah salah tahun 2001, Lilik harus merawat sangat sulit laku.
satu kunci sukses ketiga buah hatinya. Berbekal
pelaku usaha peraih keahlian memasak, dia memberanikan Lambat laun, bisnis Lilik mulai naik. Dia
mimpi seperti Lilik diri membuka usaha kuliner. mampu menciptakan baju kelas butik.
Solikati,pemilik ULS Produk-produk buatannya dipajang
Collection. Dia mampu Awal 2011, Lilik bergabung dengan di Facebook dan Instagram. Alhasil,
mengembangkan usaha Pahlawan Ekonomi. Kali ini dia pesanan pun mengalir.
jahitannya hingga terinspirasi untuk memulai tantangan
menembus pasar baru mengembangkan bisnis jahit Lilik juga menjahit seragam yang
antarpulau. menjahit dan konveksi. Dia banting dipasarkan ke Jayapura, Papua. Tiap
setir dan fokus untuk memulai usaha bulan, dia mengirimkan ribuan baju ke
menjahit. sana. Satu stel baju kemeja seragam
dibanderol Rp70-80 ribu. Untuk seragam
Lilik sadar, tidak gampang mengubah olahraga dijual Rp60-70 ribu satu stel.
pola pikir dan pola kerjanya dari sektor
kuliner menjadi sektor konveksi. Jika Untuk memenuhi permintaan pasar, Lilik
produk kuliner harus cepat laku, untuk dibantu anaknya dan merekrut empat
bisnis menjahit tidak terlalu diburu karyawan. Sebulan, dia mampu meraup
waktu kedarluarsa. Selain itu, di dunia omzet Rp15-20 jutaan. Jika musim tahun
fesyen, Lilik harus dapat memahami dan ajaran baru, pendapatannya meroket
membaca keinginan pasar. Jika produk menjadi Rp30-40 jutaan.
99 Inspiring Business 53
99 Inspiring Business
facebook.com/RhizomaMinuman instagram.com/rhizoma_minuman
Linah Utami Rhizoma
Berhenti Jadi Karyawan, Linah
Raup Rp6 Juta per Bulan dari
Bisnis Minuman Herbal
Keputusan Linah Utami
berhenti dari perusahaan
distributor farmasi bisa
dibilang sangat tepat. Dia
memutuskan berhenti
bekerja dan fokus
pada usaha minuman
herbal. Kini, usahanya
mampu mengumpulkan
pendapatan hingga Rp6
jutaan per bulan.
Usaha minuman herbal ini mulai kedelai. Satu hal yang membedakan tersebut dibanderol Rp7.000.
dirintis Linah sejak 2013 silam. dengan produk Linah dari yang lain
Kemudian dia memilih resign yaitu dia menambahkan serat dalam Dalam produksi, Linah dibantu oleh
dari perusahaan distributor farmasi minumannya sehingga kandungan nutrisi dua orang sekitar 40 persen kenaikan
pada 2018 setelah 16 tahun menjadi di minuman bertambah dan makin omzetnya dipasok dari penjualan online.
karyawan. menyehatkan.
Produk-produk minuman herbal yang Penjualan minuman kesehatan ini
diberi label Rhizoma itu cukup laris dijual dilakukan di beberapa Sentra UKM milik
di Facebook dan Instagram sejak tahun Pemerintah Kota Surabaya. Selain itu,
2018. Dari aktivitas online tersebut, dia juga rajin ikuti acara pameran di mal
nama produknya cepat menyebar dan seperti di Tunjungan Plaza, Grand City
menjangkau luas di berbagai kalangan Mal, Sutos, dan Royal Plaza, dan lainnya.
masyarakat.
Minuman herbal berserat ini makin
Linah kini mampu memproduksi tujuh banyak peminatnya. Pembelinya bukan
varian produk minuman herbal, yaitu hanya dari Surabaya, tapi juga kota-kota
sinom, kunyit asem, temulawak, beras lain di Jawa Timur. Dia pun kini melayani
kencur, sari bunga rosella original, sari penjualan eceran sampai grosir. Untuk
bunga rosella rasa mocca, dan susu satu kemasan, produk minuman herbal
54 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/SambalJengLucky instagram.com/sambaljenglucky
Lucky Handayani Lucky Food
Jualan Online, Sehari Lucky
Mampu Produksi 300 Botol
Sambal
Lucky Handayani
memulai usaha dari
nol. Dia ikut pelatihan
Pahlawan Ekonomi
pada tahun 2017. Berkat
pelatihan tersebut, dia
mulai memproduksi
produk unggulan berupa
sambal kemasan yang
dibuat dari bahan pilihan
dan menggunakan resep
khusus.
Dalam mengembangkan Lucky lantas berkonsultasi dengan Lucky lebih banyak menjual produknya
usahanya, Lucky mengalami mentor keuangan Pahlawan Ekonomi. melalui online di Facebook dan
hal yang tak akan pernah dia Hasilnya, ada banyak hal yang belum Instagram. Dalam produksinya, Lucky
lupakan. Pada awal memulai usahanya, dia perhitungkan. Contohnya, dalam dibantu tiga orang. Sehari, Lucky bisa
Lucky mengalami kerugian meski penetapan harga, dia tidak menghitung menjual 250-300 botol. Lucky keberatan
mendapatkan pesanan yang banyak. komponen listrik, air, dan transportasi. mengungkapkan berapa omzetnya
Waktu itu Lucky menjual produknya sebulan. Dengan rendah hati, dia hanya
dengan harga Rp10 ribu per botol. Dari konsultasi tersebut, Lucky mengungkapkan pendapatannya cukup
Meski telah berhasil menjual 10 ribu disarankan menaikkan harga jualnya untuk kebutuhan hidup.
botol, Lucky merasa tidak mendapatkan dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per
keuntungan. kemasan atau 100 persen. Tiga bulan
pertama, penjualannya turun. Dia
Pada saat membuat laporan keuangan, masih rugi jutaan rupiah karena banyak
Lucky menemukan bahwa terdapat reseller-nya yang kabur. Setelah lima
selisih biaya yang cukup besar, bahkan bulan, penjualan kembali, langganan dan
rugi jutaan Rupiah. Anggaran belanja reseller datang lagi.
bulanannya pun turut tergerus.
99 Inspiring Business 55
99 Inspiring Business
facebook.com/DapurLebah instagram.com/dapurlebah_
Luluk Ubaidah Dapur Lebah
Pakai Covert Selling,
Dongkrak Omzet 5 Kali Lipat
Luluk mulai belajar
promosi dan berjualan
secara online melalui
Facebook di 2014. Dia
menjajakan dagangannya,
yaitu makanan resep
rumahan yang terbuat
dari ikan, ayam, bebek,
dan daging, dengan
cara sederhana. Dia
mengunggah gambar
masakan disertai dengan
tulisan ajakan membeli.
Namun itu berubah setelah Luluk banged . memberikan like dan comment di status
mengenal metode convert selling. orang lain. Dengan tambahan kegiatan
Convert selling, sederhananya, adalah Tapi bener juga ya. Kalo ada makanan ini, Luluk mampu mendongkrak omzet
berjualan dengan cara terselubung yang nggak kita suka, bukan berarti hingga lima kali lipat dibanding promosi
untuk menarik pembeli. Jika dulu posting makanan itu nggak enak. Selera kita aja offline.
sederhana Luluk hanya mendapatkan yang beda.
like 2-3 orang dan tidak ada engagement
dengan pembaca, metode baru ini Nah, kalo ayam goreng lengkuas ini,
membuat produk Luluk semakin masuk ya mana? Enak ato uenak banged?
diminati.
Eh, udah mulai oleng nih, maksi dulu
yuk…”
Salah satu contoh posting yang dibuat Tak hanya berhenti di metode baru,
oleh Luluk dengan metode convert Luluk juga meningkatkan engagement
selling adalah seperti di bawah ini: dengan cara lain, antara lain
berpartisipasi komunitas-komunitas
“Pernah ada yang bilang, makanan itu online, lebih banyak berinteraksi melalui
jenisnya cuman dua. Enak dan uenak
56 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/Ayu-Cookies-Cake-558862274558307 instagram.com/ayu_cookies_sby
Maryana Fitriah Ayu Cookies
Distributor Kunjungi Rumah
Produksi Setelah Lihat
Instagram
Maryana Fitriah aktif di
media sosial sejak tahun
2017 untuk menjual kue
kering yang dilabeli
Ayu Cookies. Nama itu
dicomot dari huruf depan
nama anak-anaknya:
Aiman, Yasmine, dan
Usman (AYU). Produk
andalannya adalah roti
bagelen. Dia terinspirasi
dari banyaknya resep-
resep asli Nusantara
sebagai produk oleh-oleh.
Seperti layaknya pelaku usaha yang Maryana dapat melebarkan sayapnya Maryana dibantu oleh tiga karyawan
aktif menjual secara online, dia ke toko ritel modern melalui distributor yang tinggal di tempat tinggalnya. Dalam
mengunggah produk-produknya tersebut. sebulan, dia mampu meraup omzet
di Facebook dan Instagram. Tampilan sebesar Rp20 juta dan bisa mencapai
produk Ayu Cookies semakin terlihat Tak hanya itu, sebelumnya, produk Ayu dua kali lipat pada puncaknya.
unik karena Maryana pernah belajar Cookies telah menembus personel
desain secara otodidak sewaktu dia Istana Negara. Terjadi di Maret 2018, Prestasi Maryana ini membawanya
bekerja lima tahun di perusahaan desain salah satu staf protokol Pemkot menjadi Juara II Pahlawan Ekonomi
grafis. Surabaya menghubungi Maryana Award 2016 untuk Kategori Home
untuk membeli bagelen, sus keju, dan Industry dan dinobatkan sebagai Best
Berkat lapaknya di Instagram, Maryana pangsit untuk suguhan tamu di Kantor of The Best Category Home Industry
pernah didatangi perwakilan distributor Sekretaris Kabinet (Seskab) di Jakarta. Pahlawan Ekonomi 2017.
makanan. Dari kunjungan tersebut,
Untuk memenuhi pesanan yang ada,
99 Inspiring Business 57
99 Inspiring Business
facebook.com/hibrandsouvenir instagram.com/hibrandsouvenir
Maulinda Sapura Hibrand Souvenir
Hibrand Soevenir: Jual
Produk Lebih Berkelas
Setelah Ubah Packaging
Akhir tahun 2015,
Maulindah Saputra
mundur dari perusahaan
konveksi di Surabaya.
Alasannya, dia ingin
punya waktu lebih banyak
buat keluarga. Untuk
menyambung hidup, dia
menerima jasa jahit dan
desain tas. Ada yang
melalui offline, ada juga
yang online.
Setahun menjalani usaha, berbasis komunitas tersebut, semangat
Maulindah merasakan banyak usaha Maulindah makin berkobar.
tantangan dan hambatan. Pengetahuannya pun bertambah luas.
Ternyata, mengelola usaha tak semudah Dia juga makin terampil membuat
yang dibayangkan. Kejadian paling pahit produk-produk handicraft.
adalah dia sempat merugi Rp8 juta. Hal
ini menyusul adanya 400 buah pesanan Tak hanya itu, melalui program Tatarupa, Instragam, beberapa produk buatan
gagal produksi. packaging produknya diubah lebih keren. Maulinda dengan label Hibrand Soevenir
Sebelumnya, dia pakai plastik bening, dipajang. Di antaranya ransel, tas
Di tahun 2016, Linda bergabung dengan lalu diganti dengan menggunakan art selempang, hand bag, dan goodie bag.
Pahlawan Ekonomi. Awalnya, dia sering paper. Desainnya juga lebih kekinian. Ini Sebulan, dia mampu meraup omzet
browsing, mencari referensi usaha dan yang membuat produknya naik kelas dan sedikitnya Rp15 jutaan.
produk di dunia digital. Kemudian dia mampu menembus pasar lebih tinggi.
menemukan info pelatihan gratis di
Pahlawan Ekonomi yang diadakan rutin Di Pahlawan Ekonomi, dia juga dibekali
setiap Sabtu dan Minggu di Kaza City pengetahuan manajemen keuangan,
Mall. branding, dan digital marketing. Semua
legalitas usaha juga terpenuhi tanpa
Setelah bergabung di gerakan bayar alias gratis.
pemberdayaan ekonomi perempuan
Di laman media sosial Facebook dan
58 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/fancycraftsurabaya instagram.com/ fancycraftsurabaya
Mintakul Heni Fancy Craft
Fancy Craft: Ketelatenan
yang Buahkan Kesuksesan
Tekun dan mau belajar
menjadi salah satu
kunci sukses berbisnis.
Membesarkan usaha
butuh keuletan,
ketelatenan dan kerja
keras. Hal ini dibuktikan
Mintakul Heni.
Mintakul Heni adalah seorang Heni makin percaya diri saat produk karyawan. Di rumahnya, Heni
ibu rumah tangga yang buatannya yang diberi merek Fancy menampung ibu-ibu yang ingin belajar
merintis usaha dari nol. Craft dipromosikan secara online menjahit.
Keterampilan dan kemampuannya di Facebook dan Instagram. Produk
terasah setelah dia bergabung menjadi tersebut laku terjual dan diserbu Selain online, Heni juga menjual produk-
anggota Pahlawan Ekonomi pada 2016 pelanggan baru. produknya secara offline kepada peritel.
silam. Tiap pekan, dia rajin dan aktif Banyak peritel mengambil produk
mengikuti pelatihan di Kaza City Mall. Dia Kini, berbagai kerajinan tangan lahir dari buatannya untuk dijual ke luar pulau.
tergabung di cluster creative industry. tangannya. Paling utama yaitu kerajinan Pada momen tertentu seperti Lebaran,
dari bahan flanel seperti kreasi boneka, dia bisa meraup Rp30 jutaan sebulan.
Pada awalnya, Heni belajar teknik miniatur buah, dan bros. Usahanya terus
menjahit. Dia sangat tekun dan tak berkembang dengan pembuatan produk Ketika pandemi Covid-19, Heni tak patah
pernah absen ikut pelatihan selama mukena, taplak meja, dan kerudung. arang. Dia mampu menggerakkan kaum
tiga bulan untuk membuat satu produk perempuan untuk memproduksi masker.
jahitan. Dia merasa sangat terbantu Dalam menjalankan proses produksi, Barang-barang tersebut sebagian besar
karena semua bahan disediakan secara Heni tidak sendiri. Dia menggandeng laku dijual secara online.
cuma-cuma alias gratis selama pelatihan. beberapa orang tetangganya menjadi
99 Inspiring Business 59
99 Inspiring Business
facebook.com/monica.harijati instagram.com/Mjobakery
Monica Harijati Hariboent MJ Bakery
Sempat Putus Asa,
Dagangan Bu Monic Laris
di Facebook
Lama berjualan di jalur
konvensional, Monica
Harijati Hariboentoro
merasa belum puas. Dia
pun memperluas jaringan
pemasaran roti untuk
meningkatkan omzetnya.
Sebelumnya, dia
mengandalkan penjualan
offline, yaitu melalui
pameran, berjualan di
mal, dan mendekati
komunitas.
Bu Monic, begitu dia karib disapa, melihat produknya. terbeli. Di setiap pengiriman barang, Bu
ikut pelatihan digital marketing Monic selalu mengemasnya dengan rapi.
Pahlawan Ekonomi di Kaza Kejutan didapati di hari kedua. Produk Itu untuk memberi nilai tambah. Pembeli
City Mall. Dia mendapat pelajaran tips cookies gluten menarik minat pembeli. puas kemudian repeat order.
dan trik jualan online. Awalnya dia agak Ada empat kali transaksi sekaligus. Wow!
meragukan kemanjuran penjualan online Tak perlu menunggu hitungan minggu
untuk meningkatkan omzetnya. rupanya! Dua hari setelah memposting
produk, Bu Monic sudah mendapat hasil.
Bu Monic kemudian mencoba. Dia Itu benar-benar di luar perkiraan dia.
meng-upload foto-foto produk berikut
penjelasan gambaran singkat produk Rasa skeptisnya pun berubah menjadi
yang ditawarkan di Facebook. Hari optimistis. Bu Monic makin keranjingan
pertama, tak satupun transaksi masuk. jualan online. Dia sangat antusias dan
Dia kembali melihat produk-produk makin rajin meng-upload produk di
yang sudah diposting dan melihat media sosial seperti Facebook dan
kemungkinan ada kekeliruan kata atau Instagram, dan e-commerce.
gambar yang kurang pas. Dia juga
melihat berapa banyak orang yang telah Digital marketing mendorong bisnisnya
makin maju. Satu demi satu produknya
60 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/denilpuding instagram.com/denil_puding_surabaya
Nila Kristiana Denil Pudding
Bikin Produk Baru, 80
Persen Penjualan di
Facebook, Instagram, dan
WhatsApp
Sebelumnya, usaha
puding yang dirintis
sejak 2014 itu berjalan
biasa-biasa saja. Tidak
ada yang spesial.
Namun, ketika aktif
ikut pelatihan Pahlawan
Ekonomi, tahun 2016, Nila
Kristiana mendapatkan Hal itu bermula dari membuat juga dapat menikmatinya, sebab minum
banyak manfaat. Banyak produk baru selain puding. kopi dingin lebih aman untuk lambung
mendapat ilmu dalam Namun, dari data statistik, dibanding kopi panas.
mengembangkan usaha. produk baru biasanya mencapai
kegagalan hingga 72% atau hanya Tak butuh waktu lama, setelah disebar
tiga dari 10 produk baru mendapat ke media sosial, produk baru miliknya
tanggapan positif dari pasar. Tiga banyak diminati. Pembeli pun terus
peringkat teratas penyebab kegagalan mengalir. Sebagian malah tertarik
menurut survei, membuat produk tanpa menjadi reseller. Lama kelamaan,
kebutuhan pasar (36%), mempekerjakan omzetnya juga meningkat tajam, yaitu
orang yang salah (18%), dan kurang dari Rp3 juta kemudian melesat menjadi
fokus (13%). Rp30 juta sebulan.
Di tahun 2017, berdasarkan data Sekarang, dia lebih mengandalkan
tersebut, dia menetapkan hati membuat pemasaran menggunakan Facebook,
produk baru yang masih terkait dengan Instagram, dan WhatsApp. Sekitar 80
puding yaitu koppi jelly. Produk ini persen pesanan didapat dari online.
diilhami dari banyaknya orang yang ingin Strategi pemasaran juga dijaga dengan
minum kopi namun mempunyai toleransi mem-posting secara rutin, memberikan
kafein dalam lambung yang rendah. promo gratis ongkir, beli 2 gratis 1,
Produk ini lebih soft dan segar sehingga hadiah dengan minimum pembelian, dan
peminum kopi dengan lambung lemah mempermudah pembayaran dengan
berbagai alternatif mekanisme.
99 Inspiring Business 61
99 Inspiring Business
facebook.com/ Ning-Nina-Collection-689436011212236 instagram.com/ ningnina_collection
Nina Mariansyah Ning Nina Collection
Kepercayaan Customer
Tinggi Setelah Pasang Iklan
di IG
Sebelum membuka usaha,
Nina Mariansyah pernah
bekerja di apotek selama
enam tahun. Setelah itu,
dia pindah kerja di pabrik
kaos tangan selama satu
tahun tahun.
Tahun 2015, Nina mulai serius dan bangga dengan warisan Indonesia. Jakarta, Surabaya Fashion Week,
menekuni bisnisnya. Produk Surabaya Fashion Festival, Surabaya
unggulannya yaitu pakaian Nina awalnya menjual batiknya ke Great Expo, Jatim Fair, Surabaya Batik,
batik dengan model yang selalu berbeda rekan, teman dan keluarga saja. Namun dan Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.
alias hanya ada satu model untuk setiap kemudian berkembang hingga ke Dalam produksinya, Nina dibantu dua
bajunya. Surabaya dan daerah-daerah lain di karyawan. Dalam sebulan, omzetnya bisa
Jawa Timur. mencapai Rp10 jutaan.
Bagi dia, fashion adalah passion.
Karenanya, untuk menemukan produk Di Pahlawan Ekonomi, Nina belajar
unggulan, Ning Nina melakukan riset dan digital marketing. Dia kemudian
mencari inspirasi seperti mengetahui memasarkan produknya secara online.
tren pasar dan kebutuhan konsumen. Nina memasang iklan melalui Instagram
dan WhatsApp. Dampaknya ternyata
Selain itu, melalui produknya, Nina ingin sangat positif karena meningkatkan
melestarikan budaya bangsa. Pasalnya, kepercayaan pelanggan untuk memesan
di zaman sekarang masih banyak orang produk.
menganggap batik sebagai sesuatu yang
kuno. Hanya dipakai orang tua. Nina Sebelum pandemi COVID-19, Nina
ingin semua kalangan bisa memakai batik sering mengikuti pameran dan bazar.
Di antaranya Pameran Inacraft di
62 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ Batik Sidorame instagram.com/batik_sidorame
Noer Cholifah Batik Sidorame
Pamer Karya Inovasi Batik
Ecoprint Lewat Media Sosial
Menjadi pelaku usaha
butuh ketekunan dan
kesabaran. Terlebih
pada awal merintis
usaha. Jika semua bisa
diatasi, peluang sukses
pasti terbuka. Hal itu
dibuktikan Noer Cholifah,
pemilik Batik Sidorame.
Melalui Batik Sidorame, Pahlawan Ekonomi di Balai Kota
Noer memproduksi Surabaya. Ketika itu, dia ketemu Wali
batik ecoprint. Di awal Kota Risma lagi. Kali ini Risma memuji
usahanya, dia sempat dikritik oleh Wali dan membeli batik buatan Noer yang
Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma nilainya mencapai Rp 10 jutaan.
mengatakan meski pilihan warna batik
bagus, tapi motifnya jelek. Noer sempat Noer memasarkan semua produknya
patah arang karenanya. Namun dia di Facebook, Instagram dan sejumlah
lantas sadar dia masih perlu banyak marketplace. Tak hanya itu, dia juga
belajar. melakukan inovasi produk. Untuk
mencari inspirasi, dia beberapa kali ikut
Noer tidak patah semangat. Dia pelatihan batik ecoprint di tahun 2018.
semakin penasaran. Dia juga lebih
bersemangat mengikuti pelatihan Kini, Noer dapat mengumpulkan omzet
di Pahlawan Ekonomi di mana Noer sekitar Rp5-11 juta sebulan. Untuk satu
mendapatkan ilmu bermanfaat. Di situ produk batik ecoprint, dia mematok
dia mendapatkan pengetahuan teknik- harga Rp250 ribu sampai Rp1 juta,
teknik baru dan membuat batik dengan tergantung bahan dan tingkat kesulitan.
motif yang diminati pasar. Produk berbahan sutra dibanderol
Rp700 ribu sampai Rp1,25 juta. Untuk
Semakin hari, Noer semakin terampil. bahan kain katun, harganya di sekitar
Produknya juga semakin baik. Tahun Rp250 ribu.
2015, Noer terpilih ikut Penghargaan
99 Inspiring Business 63
99 Inspiring Business
facebook.com/nr.purwaningsih instagram.com/viracouplewear
Novita Rahayu Puwanin Vira Couplewear
Dari Bisnis Fesyen, Novita
Banting Setir Garap APD
Selama Pandemi Covid-19
Novita Rahayu
Purwaningsih tak
pernah menyangka bakal
mengalami guncangan
hebat. Bisnis fesyen yang
dirintisnya sejak tahun
2015 itu tiba-tiba rontok.
Hal ini menyusul adanya
pandemi COVID-19 pada
Maret 2020.
Vira, begitu dia karib disapa, memulai dengan membuat masker
merasakan omzet usahanya dengan jumlah puluhan. Dia kemudian
melorot drastis. Para penjahit mengunggah produknya di laman
yang membantunya terpaksa pulang Facebook dan Instagram miliknya.
kampung. Mereka tak bisa kembali Ternyata banyak yang membeli produk
lantaran pemberlakuan pengetatan maskernya.
melalui Pembatasan Sosial Berskala
Besar (PSBB) di beberapa daerah, tak Selain membuat masker, Vira mendapat
terkecuali di Surabaya. pesanan untuk memproduksi APD.
Sebagian besar bahan baku pembuatan
Bulan pertama di masa pandemi, Vira APD dipasok oleh pelanggannya, dia
tak tahu harus berbuat apa. Dia bingung hanya mematok harga jasa pembuatan.
untuk memperoleh pendapatan bulanan
karena bisnis fesyennya tidak lagi Aktivitas bisnis baru ini mendongkrak
menjanjikan di masa pandemi. pemasukan. Bahkan, dua bulan di
masa pandemi, pemenang Pemenang
Vira lantas berpikir untuk tidak Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda
larut dalam kesedihan. Di tengah Award 2018 untuk Kategori Creative
kelangkaan masker dan Alat Pelindung Industry itu bisa merasakan kenaikan
Diri (APD), dia berpikir untuk mulai omzet bulanan yang melebihi omzetnya
memproduksinya. Di tahap awal, dia sebelum pandemi.
64 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/dupak.bersama instagram.com/ dupak_makmur_bersama
Nur Aini Dupak Makmur Bersama
Dupak Makmur Bersama:
Sulap Lokalisasi Jadi Pusat
Produksi Udang Crispy
Nur Aini awalnya
menciptakan usaha
katering di kawasan
lokalisasi Bangunsari,
Surabaya, untuk
mengangkat taraf hidup
beberapa mantan Pekerja
Seks Komersial (PSK) di
daerah tersebut. Pada
akhirnya, produk yang
dihasilkan di luar dugaan
dan laris dijajakan melalui
online.
Pada saat memulai usaha di Jalan Bangunsari IV, Surabaya. Dia melakukan promosi. Salah satu produk
katering, produk yang dihasilkan berhasrat besar ingin ikut mengentas unggulan udang crispy laris manis dijual
oleh Dupak Makmur Bersama masyarakat di sekitar tempat tinggalnya online. Setiap kemasan udang crispy
(DMB) hanya menjual kue kering, kue dari kabut kelam lokalisasi. dibanderol Rp25 ribu per bungkusnya.
basah, dan nasi kotak. Pesanan pun
hanya datang dari kegiatan hajatan Untungnya, usaha menyewa wisma
warga sekitar. Lambat laun, DMB berjalan mulus. Nur Aini kemudian
turut dipesan untuk kebutuhan acara menyulap wisma tersebut menjadi
di Pemerintah Kota Surabaya dan rumah produksi. Dia kemudian mengajak
beberapa instansi swasta. beberapa orang mantan pekerja wisma
tersebut untuk berwirausaha. Saat ini
Awal tahun 2012, Pemkot Surabaya terdapat 10 orang mantan PSK yang
merencanakan menutup lokalisasi bergabung.
Bangunsari. Saat itu, Nur Aini yang sudah
mulai mengembangkan usaha berinisiatif Kisah Nur Aini banyak diberitakan di
menyewa satu wisma yang tempatnya media massa dan media sosial. Dia
berdekatan dengan tempat tinggalnya menyadari hal itu sangat membantu
99 Inspiring Business 65
99 Inspiring Business
facebook.com/Capellas-Salad-331858030653720 instagram.com/salad.capella
Nur Aini Sulastri Capella Salad & Pudding
Capella Salad & Pudding:
Usaha Salad Buah yang Raup
Omzet Rp11 Juta per Bulan
Nur Aini Sulastri tak
menyangka usaha
saladnya bisa laku keras
dan meraup omzet hingga
Rp11 juta per bulan.
Usaha salad Nur Aini
maju pesat setelah dia
bergabung di pelatihan
Pahlawan Ekonomi sejak
2014. Di program ini,
dia mendapat banyak
pelajaran seperti
pengetahuan manajemen
serta digital marketing.
Pada mulanya, Aini menjual salad membuat salad original, leci, stroberi, dalam satu bulan, naik menjadi Rp11 juta
dengan cara konvensional. mangga, dan pedas. per bulan. Lebih dari setengah pesanan
Namun, setelah mengenal datang dari media sosial Facebook dan
marketing online dan packaging di Kreativitasnya tak berhenti di situ. Instagram.
pelatihan tersebut, dia bisa menjual Dengan melihat warga Surabaya suka
produk unggulan dengan harga lebih makanan pedas, dia membuat salad
mahal dan bahan lebih efisien. pedas dengan menggunakan saus
mayonaise pedas. Rasanya hampir sama
Tak hanya masalah pemasaran, program dengan rujak buah. Dengan kata lain,
Pahlawan Ekonomi juga membuka produk yang dilabeli Capella Salad &
pikiran Nur Aini untuk mengembangkan Pudding ini seperti rujak buah dengan
produk salad dalam beberapa varian. model dan rasa modern.
Dari hanya salad buah rumahan
dengan bumbu mayonaise original, Dari bertambahnya varian ini, Nur
Aini mengembangkan produk dengan sukses menaikkan omzet bulanan
usahanya dari Rp3 juta hingga Rp5 juta
66 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/yanataste instagram.com/Yana_Taste
Nur Yana Rahmayanti Yana Taste
Gunakan Teknologi, Yana
Jualan Nasi Bakar di
Medsos dan Blog
Pelaku usaha wajib melek
teknologi. Begitulah
semangat Nur Yana
Rahmayanti. Perempuan
pelaku usaha yang
mendulang Rupiah dari
berjualan nasi bakar.
Yana sangat antusias manakala Pahlawan Ekonomi menyakinkan jika Page miliknya. Dari situ, dia juga tahu
belajar digital marketing di bermedia sosial tidak boleh baperan. usia, jenis kelamin, lokasi, dari calon
pelatihan Pahlawan Ekonomi Harus tetap ramah melayani pertanyaan, pelanggan. Sesekali dia juga memasang
di 2013 silam. Ini lantaran dia bisa kritis, bahkan caci maki, juga harus iklan di sana.
mempromosikan produk buatannya menanggapi dengan cepat.
tanpa harus mengeluarkan biaya. Selain Tak hanya Facebook, Yana juga
itu, produknya bisa dilihat khalayak yang Pelan tapi pasti, Yana mulai percaya menggunakan Instagram dan blog untuk
lebih luas. diri. Terlebih nasi bakar yang dilabeli promosi. Dengan konvergensi media itu,
Yana Taste ada yang membeli. Beberapa brand Yana Taste makin dikenal. Hal itu
Kali pertama melakukan promosi di bahkan memesan dalam jumlah tertentu terbukti setelah banyak customer tahu
Facebook Page, Yana mengaku cemas. meskipun dia hanya melayani pengiriman nasi bakar buatannya dari postingan di
Pasalnya, dia tak percaya diri dengan wilayah Surabaya Raya, yaitu mencakup media sosial.
produk nasi bakar buatannya. Dia Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
juga takut akan mendapat cibiran dan
cemoohan. Beruntung banyak mentor Yana juga rajin mengundang orang
untuk dapat berinteraksi di Facebook
99 Inspiring Business 67
99 Inspiring Business
facebook.com/arpal.creatif instagram.com/bangkitnuma
Nurmayanti Arpa Home Creative
Arpa Home Creative:
Ekspansi Bisnis Katering
Lewat Media Sosial
Bisnis kuliner memang
gak ada matinya.
Peluangnya juga terus
membesar. Hal itu
disadari Nurmayanti,
pemilik Arpa Home
Creative. Perempuan ini
merintis usaha dari nol di
tahun 2011. Kini, mampu
mendulang Rupiah dari
jualan makanan resep
rumahan.
Awalnya, Nurmayanti hanya Surabaya, nasi kuning, nasi tumpeng, berjualan di dunia digital. Melalui akun
menjual nasi bungkus. dan menu inovatif nasi tumpeng mini Facebooknya, dia bisa mendapat banyak
Jualannya dititipkan warkop (tumini). pelanggan. Bahkan, hampir 60 persen
alias warung kopi. Setiap hari, nasi order yang dia dapatkan berasal dari
bungkusnya selalu ludes terjual. Dari situ Dia membanderol pesanan nasi media sosial.
dia mendapatkan pesanan nasi kotak tumpeng di sekitar Rp400-800 per
yang kian hari terus bertambah. paket. Sedangkan untuk nasi kotak, nasi Berkat keuletan dan ketekunan,
kuning mini, dibanderol Rp15-30 ribu Nurmayanti telah mampu meraup omzet
Di akhir tahun 2011, Nurmayanti per porsinya. Namun, paket tersebut hingga Rp60 juta per bulan. Jika masuk
mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi. bergantung pada variasi lauk, jika bulan puasa, pesanan bisa meningkat
Keterampilan pun bertambah. lauknya semakin banyak, maka harganya hingga dua kali lipat. Untuk memenuhi
Kemampuannya untuk memasak juga semakin mahal. permintaan pasar dia dibantu enam
semakin meningkat, beberapa menu orang karyawan.
tambahan dengan lihai dipraktikannya, Selain keterampilan kuliner, di program
di antaranya nasi bakar, nasi uduk khas Pahlawan Ekonomi, Nurmayanti juga
merasakan betapa besar manfaat
68 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/Prima-Crispy-198377023913748 instagram.com/Primacrispy
Nurul Hidayati Prima Crispy
Lewat Media Sosial, Nurul
Gaet Pelanggan Jangkang di
Perumahan Elit
Suatu hari, Nurul Hidayati
memasak kepiting kecil
lunak atau biasa disebut
jangkang untuk diolah
menjadi pepes dan
digoreng. Dengan iseng,
Nurul mengunggah
gambar jangkang mentah
dan hasil masakannya
ke Facebook. Dari situ,
ternyata banyak yang
berminat untuk memesan
jangkang mentah.
Tak mau membuang kesempatan di tahun 2016, dia merasa bahwa
tersebut, Nurul pun melayani pemasaran melalui online sangat
pembeli yang berminat. Karena berguna. Dari situ, 50 persen dari
jangkang jumlahnya terbatas dan pelanggannya beralih ke online.
musiman, maka tidak sampai satu jam,
jangkang yang tersedia langsung habis. Dengan potensi pasar yang besar di
dunia virtual, Nurul mengembangkan
Hari berikutnya dia juga melakukan hal usahanya dengan memproduksi kerupuk
serupa. Dalam jangka waktu lima hari, teripang yang dilabeli Fish-Q. Lantaran
Nurul meraup omzet jutaan Rupiah. teripang juga musiman, maka Nurul juga
Bahkan, beberapa pelanggannya adalah mulai menjual cheese stick, donat, dan
penghuni kawasan perumahan elite di katering.
Surabaya. Mereka biasanya langsung
memesan dan meminta diantar langsung Selain melalui media sosial, Nurul juga
tanpa melihat penawaran di Facebook. memiliki pelanggan di beberapa rumah
makan ternama dan 30 kantor instansi
Sejak bergabung dengan program swasta dan negeri di Surabaya.
Pahlawan Ekonomi dari Facebook
99 Inspiring Business 69
99 Inspiring Business
facebook.com/LebihDariLapisKukus instagram.com/Cen_Da
Okvlielyne Sinaga Cenda
Tak Kalah Oleh Pandemi,
Ayen Kendalikan Bisnis
Cendol via Online
Pandemi Covid-19 Ayen, begitu dia karib disapa,
benar-benar membuat harus bertindak. Apalagi
Okvlielyne Sinaga setelah dia memikirkan
berpikir keras mencari usahanya yang seharusnya tidak
alternatif usaha. boleh berhenti. Dari pada dia bosan
Pasalnya, kondisi krisis menganggur di rumah dan pikirannya
tersebut membuat dirinya melayang tak tentu, dia memilih
tak bisa beraktivitas di melakukan sesuatu yang bermanfaat.
luar rumah, ke mana-
mana susah. Telebih Ayen lantas mencari kesibukan. Dia
setelah diberlakukannya demo memasak di rumah. Resepnya
pun terus berganti. Aktivitas memasak
itu kemudian diposting di Facebook dan
Instagram. Ayen tak mengira banyak
yang mengomentari tayangannya. Dia
pun makin bersemangat untuk membuat
konten-konten lain.
Pembatasan Sosial Pada satu sesi, dia memposting cara berdatangan. Terlebih pada bulan puasa
Berskala Besar (PSBB). membuat cendol dawet. Nama produk Ramadan. Pemesan bukan hanya dari
tersebut familiar di masyarakat karena Surabaya, ada juga dari Tangerang
sama dengan lagu Pamer Bojo (Cendol Selatan, Jakarta Timur, Bogor, Bali dan
Dawet) yang booming dibawakan Didi masih banyak lagi.
Kempot. Kebetulan label yang dipakai
juga Cenda yang bisa diartikan cendol Ayen juga rajin memposting pengiriman
dawet. bahan baku cendol dawet berikut nota
pembayaran sebagai tanda barangnya
Kali ini, reponsnya cukup besar. Cendol laku. Dia juga memberi diskon dan
dawet kemasan gelas dan botol dikirim hadiah untuk pembelian tertentu. Dua
melalui jasa pengiriman online. Bukan bulan dia pun bisa menggaet puluhan
hanya membeli cendol dawet, banyak reseller. Hampir seratus persen
juga pemirsa yang ingin membeli bisnisnya dilakukan secara online selama
bahannya lantaran pengiriman cendol pandemi.
dawet di luar Surabaya risikonya cukup
besar. Karena usahanya, Ayen dinobatkan
sebagai Juara Pertama Pahlawan
Melihat peluang itu, Ayen kemudian Ekonomi Award 2019 Kategori Home
membuat bahan cendol dawet Industry.
dalam bentuk kemasan. Pesanan pun
70 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/elmaracraft instagram.com/retno_elmara
Retno Andayani Elmara Craft
Pesanan Online Membanjir,
Retno Tambah Tenaga
Lepas
Merintis bisnis
butuh kesabaran dan
ketelatenan untuk
mendapatkan hasil besar.
Karena di situlah proses
membangun usaha akan
diuji. Jika kuat menjalani,
tentu bisa terus berdiri.
Namun, jika tidak kuat,
bisa rontok di tengah
jalan. Hal itulah diyakini Retno sosial Facebook dan Instagram, dia bisa
Andayani dalam merajut memperkenalkan produk-produknya
bisnis hantaran pernikahan. dengan lebih luas. Tidak hanya di
Setelah bertahun-tahun membuat Surabaya, tapi juga di Indonesia, bahkan
kreasi hantaran, diapun menuai hasil. dunia serta menjangkau konsumen dari
Aktivitasnya makin meningkat. Sudah berbagai usia.
berbagai produk kreasi hantaran
pernikahan dibuatnya. Itu terbukti dari banyaknya pesanan
yang didapatnya dari promosi secara
Setelah sekian tahun, Retno sadar online. Kondisi ini membuat Retno
bisnisnya harus terus berkembang. kewalahan. Untuk menyelesaikan
Tahun 2011, Retno bergabung di produksi, dia dibantu lima orang
Pahlawan Ekonomi. Keterampilan dan karyawan. Terkadang, bila pesanan
pengetahuannya bertambah. Dulu, banyak, dirinya menambah tenaga lepas
Retno yang hanya bisa bikin hantaran hingga delapan orang.
pernikahan, kemudian berkembang
dengan membuat home decoration Selain online, produk-produk buatan
seperti tudung saji, tutup gelas, mukena, Retno dengan brand Elmara Craft juga
dan mahar. dijual di Darmo Trade Center (DTC).
Ada juga yang dijual di toko di Tuban,
Tak hanya itu, Retno juga mampu Jawa Timur. Saban bulan, Retno mampu
menambah jaringan. Melalui akun media meraup omzet Rp10 jutaan.
99 Inspiring Business 71
99 Inspiring Business
facebook.com/flafinoque instagram.com/ retnoazza_flafino
Retno Suwanti Flafino
Kisah Retno Suwanti sulap
Kain Flanel Murahan jadi
Produk Souvenir Asian Games
Kreativitas dan kejelian
menjahit tangan Retno
Suwanti patut diacungi
jempol. Dari tangan
perempuan ini, kain
flanel yang menurut
kebanyakan orang
murahan disulap menjadi
karya bernilai tinggi,
yaitu boneka flanel.
Pembuatan boneka flanel sama boneka adat Nusantara dalam waktu Surabaya dan Malang.
sekali tidak memanfaatkan satu minggu. Semua boneka ini berbasis
mesin maupun rekayasa kain flanel, termasuk boneka flanel Tak berhenti di situ, pemesanan juga
teknologi. Semua dikerjakan dengan berupa Cak dan Ning Surabaya. datang dari Dinas Pendidikan Jawa Barat
jahitan tangan. hingga wisatawan asing dari kapal pesiar
Setiap hari, souvenir boneka dari kain yang memborong boneka flanel yang
Namun demikian, kualitas boneka flanel buatannya dalam bentuk pak diberi merek Flafino tersebut.
buatan Retno tak asal-asalan. Boneka plastik rapi dikirim ke luar Jawa. Salah
flanel tersebut bahkan dipercaya satu langganannya berada di Jawa
menjadi souvenir resmi Asian Games Tengah dan Jakarta. Produk buatan
2018 oleh Kementerian Pemuda dan Retno juga laris manis dijual secara
Olahraga (Kemenpora). Dia diminta online, baik di Facebook, Instagram,
mengirim 100 souvenir untuk para tamu maupun marketplace.
kehormatan perhelatan pesta olahraga
se-Asia tersebut. Masing-masing Pesanan terbanyak saat ini yaitu boneka
souvenir dibeli dengan harga Rp126.000. polisi, TNI, dokter, tukang tambang, dan
tokoh haji. Dari berjualan online, Retno
Meski demikian, Retno hanya sanggup juga mendapat pesanan untuk acara
mengerjakan 36 souvenir pasangan wisuda dari kampus-kampus terkenal di
72 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ rizzcrochetID instagram.com/ rizz_id
Richa Agus Rifianti Rizz
Gaet Pelanggan Dompet
Rajut, Richa Manfaatkan
FB Ads
Richa Agus Rifianti memanfaatkan media sosial. Dia
menjadi bertemu teman baru sesama
memulai bisnisnya perajut dengan berbagai karakter, dia
bertambah ilmu dari teman baru kendati
sejak tahun 2015. Dia tidak pernah bertatap muka.
menjual tas dan dompet Untuk membuat tas dan dompet rajut,
Richa membutuhkan ide dan mood yang
rajut untuk berbagai besar. Karenanya, proses pengerjaan tas
dan dompet rajut membutuhkan waktu
kalangan. Namun yang lumayan lama, kurang lebih 3-4
minggu.
yang paling banyak
Bila ada pesanan yang sudah ditentukan
memesan dari segmen oleh pelanggan, waktu yang dibutuhkan
untuk membuat produknya kurang lebih
remaja atau anak muda. 2 minggu. Untuk proses produksi, Richa
dibantu satu karyawan. Dalam sebulan,
Untuk mendongkrak dia bisa meraup omzet jutaan Rupiah.
penjualannya, Richi 99 Inspiring Business
memanfaatkan
Facebook Ads.
Sejak bergabung di pelatihan
Pahlawan Ekonomi, Richa
belajar digital marketing. Dari
situ, dia mendapatkan inspirasi untuk
mengoptimalkan instrumen digital
untuk promosi produknya. Dua media
sosial yang menjadi andalannya adalah
Facebook dan Instagram.
Untuk menggaet pembeli secara
online, Richa menggunakan FB Ads
dan memposting produk baru yang
mengikuti tren pasar. Dari aktivitas itu,
dia bisa menggaet pelanggan baru dari
berbagai daerah, di antaranya Jakarta,
Bali, dan Jawa Tengah.
Selain menaikkan penjualan, dia juga
mendapatkan pengalaman lain dari
73
99 Inspiring Business
facebook.com/ richaefrania.parasayu instagram.com/ richaefrania
Richa Efrania Parasayu Doyan jajan
Kebab Lazito: Gaet
Pelanggan Anak Muda dari
Instagram
Usaha kebab menjadi
salah satu pilihan untuk
menambah pundi-pundi
pendapatan. Pasalnya, Sebelum sangat efektif untuk mendongkrak
omzet penjualan. Pasalnya, saban hari,
makanan nikmat yang memasarkan, Richa puluhan bahkan ratusan kebab terjual.
berasal dari Turki itu meminta orang-orang terdekatnya untuk Sebelum pandemi COVID-19, Richa
juga sering mengikuti beberapa acara,
digandrungi semua mencoba. Setelah menemukan resep di antaranya, Mlaku-Mlaku Nang
Tunjungan, bazar di Sekolah At Taqwa,
kalangan, yang pas, dia berani untuk menjualnya ke bazar Sekolah Al Falah, bazar Sekolah
Muhammadiyah, dan bazar Siti Khodijah.
dari anak- pasar yang lebih luas.
Di tempat produksinya di Jalan Deles
anak sampai Dalam promosi online, Richa IV/8, Surabaya, Richa dibantu dua
memanfaatkan WhatsApps, Facebook karyawan. Dalam sebulan, Richa mampu
orang tua. Selain dan Instagram. Dari beberapa kali mendulang pendapatan Rp15 jutaan.
unggahan, banyak pembeli yang
menyehatkan, jajanan memesan kebabnya. Dia bahkan
berhasil menggaet pelanggan baru
ini juga terkenal dengan yang mayoritas berusia muda dari
Instagram.
kehalalannya.
Richa juga membuka gerai di beberapa
Peluang bisnis tersebut disadari sekolah. Keberadaan gerai tersebut
Richa Efrania Parasayu.
Perempuan pelaku usaha
anggota Pahlawan Ekonomi itu memilih
kebab sebagai produk unggulan.
Tepatnya tahun 2014, Richa mulai serius
menjual kebab. Dia belajar dengan
sungguh-sungguh dari meracik semua
bahan yang dibutuhkan hingga proses
memasak sekaligus pengemasannya.
Richa kemudian memberi label
produknya Kebab Lazito. Ada beberapa
varian yang dibuat, di antaranya kebab
original, kebab Mozarella, kebab super
keju, dan kebab beef telor.
74 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ say.nut.56 instagram.com/ say.nut
Satomah Cangseng
Berkat Media Sosial,
Cangseng Punya Pelanggan
Kacang Sengon dari Jakarta
dan Medan
Tidak gampang
memproduksi kacang
sengon goreng siap saji.
Bahkan bagi sebagian
orang yang sudah ahli,
proses pembuatan
kacang sengon goreng
masih terasa sulit. Betapa
tidak, cara menggoreng Seperti yang diungkapkan bersyukur karena mendapatkan banyak
kacang sengon agar Satomah, perempuan pelaku ilmu. Semula, dia hanya memproduksi
siap dikonsumsi butuh usaha ini bisa dibilang punya rasa original saja, kemudian bertambah
perlengkapan tahan kemauan dan pekerja keras. Pasalnya, menjadi beberapa varian rasa, di
panas dari percikan saban hari dia harus memakai helm, antaranya sambal balado dan coklat.
minyak goreng. kaos tangan kulit, dan helm teropong
agar terhindar dari percikan minyak Dalam memasarkan produknya Satomah
panas saat menggoreng kacang sengon. sangat terbantu dengan keberadaan
media sosial. Dia menggunakan
Bukan hanya cara menggoreng yang Facebook dan Instagram untuk promosi
butuh usaha lebih, untuk mendapat biji dan berjualan. Di media sosial, produk
kacang sengon ini juga tidak mudah. Satomah dilabeli Cangseng (kacang
Satomah mendapat biji kacang sengon sengon goreng). Pelan tapi pasti,
dari sekitar Citraland Surabaya, Malang, Satomah bisa menggaet pelanggan.
dan Tuban. Beberapa kali dia mengirim produk yang
berkhasiat untuk menurunkan kolesterol
Kacang sengon goreng sendiri dan diabetes itu ke Jakarta, Balikpapan,
memerlukan perlakuan khusus untuk dan Medan.
memproduksinya. Untuk khasiat kacang
sengon goreng sendiri, selain sebagai Satomah bisa menikmati hasil jerih
makanan ringan juga dapat digunakan payah usaha. Bukan hanya untuk
sebagai obat kolesterol dan diabetes. kebutuhan sehari-hari, dia juga mampu
membeli mobil Xenia dari bisnis ini.
Ketika mengikuti pelatihan program
Pahlawan Ekonomi tahun 2010, Satomah
99 Inspiring Business 75
99 Inspiring Business
facebook.com/ Istana-batik-1464701900211838 instagram.com/ wilisandverda
Siti Ma’rifah Istana Collection
Istana Collection: Gaet
Pembeli Lewat Showroom
Digital Batik Jumputan
Bisnis batik jumputan
atau batik celup Siti
Ma’rifah telah dirintis
sejak tahun 2010. Kala
itu dia belum mandiri,
melainkan menjadi bagian
dari komunitas Warna
Ayu. Dia juga msdih
belum menggunakan
instrumen online untuk
berjualan. Di tahun 2015, Ifa belajar digital label, pesanan mulai meningkat. Harga
marketing di pelatihan program produk juga bisa dijual lebih mahal.
Ifa, begitu dia akrab disapa, menjual Pahlawan Ekonomi. Dia belajar Dari sebelumnya di bawah Rp100 ribu
produk buatannya di arena bazar bagaimana meningkatkan omzet melalui per lembar menjadi Rp150 ribu hingga
dan pameran. Acara tersebut penjualan online. Dia menangkap Rp500 ribu per lembar. Dalam sebulan,
diadakan cenderung tidak pasti. peluang baru untuk mengembangkan dia bisa mendapat pendapatan Rp 5
Seringnya, dia diajak untuk mewakili usaha. Untuk itu, beberapa tips dan trik jutaan.
kecamatan dan mengikuti event yang dipraktikkan.
digelar oleh Pemerintah Kota Surabaya. Akibat keuletannya, Ifa dinobatkan
Lambat laun, dia berhasil menjual sebagai Juara I Pahlawan Ekonomi
batik ikat jumputan secara online. Dia Surabaya & Pejuang Muda 2018 Kategori
membuat showroom digital di Facebook, Creative Industry. Batik jumputan
Instagram, dan beberapa marketplace. karyanya kini makin diakui banyak
Showroom digital itu diberi label Istana kalangan. Bukan hanya di Surabaya, tapi
Collection. Isinya berbagai macam karya juga daerah-daerah lain di Indonesia.
batik jumputan. Akibat acara tersebut,
banyak produknya yang terjual.
Produk Istana Collection juga telah di-
rebranding dan di-repackaging melalui
program Tatarupa dan diubah menjadi
label Wilis & Verda. Setelah ganti
76 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ Bengkel-Kriya-Daun-9996-373696396300880 instagram.com/ bengkelkriyadaun
Siti Retnanik Bengkel Kriya Daun 9996
Dari Sampah Daun, Siti
Retnanik Mampu Daur Ulang
dan Ekspor ke Luar Negeri
Ibu Daun, begitu julukan
Siti Retnanik alias Nanik
Heri. Perempuan pelaku
usaha ini sukses membuat
produk daur ulang. Daun-
daun yang dianggap tidak
dipakai “disulap” menjadi
kerajinan yang bermutu
tinggi.
Dalam produksinya, Nanik Rectangle dan Daisy Coffin. Dari pasar
Heri bekerja sama dengan tersebut, dia bisa meraup omzet sekitar
petugas kebersihan di tiga Rp 50-75 juta dalam sebulan.
daerah di Jawa Timur. Sebulan, dia bisa
mengumpulkan lima karung daun kering Semua produk Nanik juga dipasarkan
dari Jember, dua karung Jombang, dan via Facebook dan Instagram. Semua
tiga karung dari Surabaya. produk dibandrol dengan harga pas alias
tak bisa ditawar karena Nanik berani
Berbagai produk daur ulang yang dilabeli menjamin kualitas produknya. Nanik
Bengkel Kriya Daun 9996 itu, antara lain mengolah produknya dengan sepenuh
berupa pigura, lampu hias, wadah tisu, hati karena membutuhkan ketelitian dan
kipas, sampul Al-Qur’an, keranjang, guci, kreativitas tinggi.
tempelan magnet kulkas, dan kotak abu
jenazah. Kesibukan Nanik Hari kini semakin
padat. Selain berbisnis, dia juga menjadi
Produk tersebut tidak hanya dipasarkan instruktur di berbagai pelatihan
di dalam negeri, tetapi juga dikirim wirausaha. Banyak anak buahnya yang
ke Singapura, Malaysia, dan Inggris. kini bisa mengikuti jejaknya sebagai
Lebih 10 tahun dia memenuhi pesanan perajin daur ulang.
pembeli di London, Inggris untuk produk
abu jenazah. Sedikitnya 1.500 kotak
abu jenazah tersebut dikirim ke Double
99 Inspiring Business 77
99 Inspiring Business
facebook.com/ sanicha_kuliner instagram.com/ sanicha_kuliner
Siti Solicha Sanicha Kuliner
Tinggalkan Usaha
Aksesoris, Solicha Sukses
Jual Martabak Mini
Memulai sebuah
usaha membutuhkan
keberanian. Apalagi,
usaha yang digeluti
berbeda dengan
produk yang sudah ada
sebelumnya. Hal inilah
yang dilakoni Siti Solicha.
Solicha nekat membuat martabak sejak tahun 2014. Dia memutuskan secara online melalui Facebook dan
yang berbeda dengan yang dijual membuka usaha setelah melihat warga Instagram. Solicha sering mengunggah
kebanyakan orang. Martabak Surabaya yang suka makan makanan produknya dan cara meracik martabak
buatan Solicha terbilang mini dan khas Timur Tengah tersebut. Ukuran mini tersebut. Banyak yang merespons
terbuat dari bahan kulit pangsit, telur, martabak yang dibuat Solicha juga dan menilai produk buatan Solicha
daun bawang, bawang putih, bawang mini karena menurut dia martabak bentuknya lucu dan menarik. Selain itu,
merah, dan rempah-rempah pilihan. ukuran besar membuat masyarakat pemirsa juga kerap menanyakan bahan-
kekenyangan. bahan yang digunakan.
Sebelumnya, Solicha pernah mencoba
peruntungan berusaha di bidang Solicha menamai usaha martabaknya, Solicha juga aktif mengikuti pameran di
pembuatan aksesoris dan sudah banyak Sanicha Kuliner. Nama itu dicomot dari pusat perbelanjaan ternama di Surabaya,
produk yang dibuat. Namun usaha nama belakang anaknya, Nurzzahrah seperti Tunjungan Plaza dan Grand City
tersebut tak bertahan lama. Solicha Sanicha. Di pasaran, harga martabak Mall. Rata-rata setiap pameran bisa
memutuskan tak melanjutkan usaha mini buatan Solicha dipatok Rp8.000- menjual martabak mini sedikitnya 200
tersebut dan nekat berusaha martabak 10.000, harga yang menurutnya masih porsi.
mini. terjangkau.
Solicha menekuni bisnis martabak mini Martabak mini buatan Solicha dijual
78 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ suryagallery1 instagram.com/ surya_galleryofficial
Siti Suryanti Surya Gallery
Diedorse Wali Kota Risma,
Usaha Surya Gallery Diburu
Konsumen
Membuat sebuah produk
yang digandrungi
tokoh terkenal atau
pejabat menjadi satu
kebanggan tersendiri.
Hal ini dirasakan Siti
Suryanti. Kreasi batik
bermotif bulu merak yang
dikombinasikan dengan
songket buatannya
memikat hati Wali Kota Risma, sapaan akrab orang batik bulu burung merak yang berukuran
Surabaya Tri Rismaharini. nomor satu di Surabaya 1,15 meter kali 2 meter.
tersebut bahkan memamerkan
batik bulu merak karya Suryani kepada Suryani bercerita bahwa motif bulu
para awak media. Wali Kota Risma merak ini sulit untuk dibuatkan baju.
mengaku senang memakai batik buatan Namun dia tak berputus asa dan
pelaku UKM Surabaya. menemukan ide untuk membuat kerah
yang tegak untuk mengkamuflase leher
Suryani mengerjakan batik bulu merak agar terlihat lebih jenjang. Ide ini dia
tersebut selama satu bulan. Untuk dapat karena melihat Wali Kota Risma
desainnya, dia menyelesaikan bersama yang biasanya pakai kerudung yang
mentor creative industry Pahlawan dimasukkan ke baju. Setelah desain
Ekonomi, Atiek Dasar Sumarhadi. jadi, akhirnya baju tersebut dijahit
Suryani mengerjakan baju tersebut dan ditambah kombinasi dengan kain
setelah mendapat ukuran baju yang songket.
biasa dipakai wali kota perempuan
pertama di Surabaya itu. Seperti mendapat berkah, label usaha
Surya Gallery yang dipakai Suryani
Dia menceritakan, sebelum membuat makin dikenal. Follower di Facebook dan
baju untuk Wali Kota Risma, dia Instagram-nya bertambah signifikan. Dia
diberikan kain batik coklat produk Ari juga mendapat banyak customer baru.
Bintarti, pemilik Batik Alsier, pelaku Bukan hanya dari Surabaya, tapi juga
usaha Pahlawan Ekonomi. Bentuknya, kota-kota lain di Indonesia.
99 Inspiring Business 79
99 Inspiring Business
facebook.com/ sandalpariwisata instagram.com/ pabriksandaljepit
Siti Towiyah PJT Collection
Tinggalkan Door to Door,
Siti Towiyah Dapat Order
Kodian dari Online
Sebelumnya, Siti Towiyah
adalah seorang bidan.
Setelah menikah, dia
memutuskan menjadi
ibu rumah tangga dan
mengasuh anaknya.
Siti tidak tinggal diam. Dengan produk. Dia belajar manajemen usaha. mempunyai produk sandal premium
bantuan sang kakak, dia mulai Dia mulai cari distributor bahan karet bertuliskan “I Love Surabaya” dan
merintis usaha membuat sandal sandal dari luar daerah Surabaya supaya mengusung label PJT Collection.
sejak tahun 2016. Modalnya Rp2 juta harganya lebih murah.
yang diambil dari tabungan. Uang Penjualan produk sandal premium
tersebut digunakan untuk membeli alat Ketika bergabung di Program Pahlawan tersebut mengalami peningkatan,
cetak sandal dan bahan. Ekonomi, Siti merasa mendapat terutama di Facebook, Instagram, dan
cakrawala pengetahuan baru. Dia WhatsApp. Penjualan menggunakan
Awal merintis usaha, dia mendapatkan makin berhasrat meningkatkan kualitas sistem partai. Satu kodi (20 pasang)
order 100 pasang sandal jepit. Bulan produksi. Caranya dengan membuat dijual dengan harga Rp175.000.
pertama, Siti bingung karena masih produk sandal premium. Produk ini
merugi meski ada pesanan. Bahkan, bisa digunakan untuk cendera mata Kota Di akhir 2017, dia sudah memiliki empat
dibilang minus dari total jumlah modal Surabaya. agen di Lombok, Bali, Makassar, dan
dan pemasukan. Jogjakarta. Dia juga sudah meninggalkan
Setelah setahun, usaha Siti makin jualan door to door dan mendapat order
Dari situ, Siti mulai berbenah diri. Dia berkembang. Dia sering ikut berbagai kodian dari penjualan online.
lebih berhati-hati menentukan harga acara pameran dan bazar. Dia juga sudah
80 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ instagram.com/
Sri Budi Utami Andyni Collection
Berawal Hobi Jahit, Sri
Utami Sukses Usaha
Aksesori Batik
Pengusaha sukses kerap
mengatakan: mulailah
berbisnis dengan hal
yang disukai. Maka, tidak
heran banyak orang
sukses berbisnis karena
menekuni hobi. Hal ini
juga yang dialami Sri Budi
Utami.
Sri punya hobi menjahit sejak Untuk mengerjakannya, pemilik label Atas dedikasinya, dia memperoleh
sekolah. Dia terus menekuni hobi Andyni Collection itu kini dibantu berbagai penghargaan. Di antaranya,
tersebut dengan memilih jurusan 4-10 karyawan. Sebagian besar Juara III Pahlawan Ekonomi Award 2011
tata busana sejak masuk SMK. Hobinya karyawannya adalah warga sekitar yang untuk Kategori Handicraft dan Juara
itu kemudian menjadi jembatan untuk diberdayakan. Dia ingin berbagi ilmu III Karya Cipta Adi Nugraha 2019 dari
merintis usaha. Dimulai dari menjahit dan memberdayakan masyarakat sekitar Dinas Perindustrian dan Perdagangan
baju satuan hingga grosir. agar lebih terampil. Surabaya.
Bisnis Sri berkembang mulai tahun 2010 Sri juga menggunakan instrumen
silam, saat ini dia mengembangkan digital untuk mendongkrak penjualan
kreativitasnya. Melihat motif batik yang produknya. Dia memanfaatkan platform
indah, dia ingin membuat aksesoris dari digital seperti Facebook, Instagram,
batik. Biasanya, kain batik digunakan dan beberapa marketplace lainnya.
untuk busana, tetapi dia mencoba Hasilnya cukup signifikan. Dia mendapat
membuatnya menjadi motif di tas dan banyak pelanggan baru dari Surabaya
dompet. dan kota-kota lain di Indonesia. Dia juga
aktif mengikuti pameran dan memberi
Sri tak menyangka, kreasinya itu diminati pelatihan di dalam maupun luar kota.
banyak orang. Pesanan satuan hingga
ratusan terus berdatangan, khususnya
untuk souvenir. Menurut dia, pesanan
souvenir hajatan seperti umrah, haji, dan
pernikahan bisa mencapai 200−800 per
pesanan.
99 Inspiring Business 81
99 Inspiring Business
facebook.com/ darwati84 instagram.com/ dapur_pelangi_adiba_fashion
Sri Darwati Dapur Pelangi
Berawal Dari Facebook,
Jajanan Pasar Sri Bisa
Dinikmati oleh Jokowi
Sri Darwati akhir tahun
2017 lalu menuai berkah
yang tidak disangka-
sangka. Dari yang
awalnya hanya menjual
jajan pasar lewat media
sosial, pada akhirnya
jajanan pasarnya bisa
dinikmati oleh Presiden
Jokowi.
Suatu hari di akhir tahun 2017, Setelah dikirimkan, beberapa hari
Sri mendapatkan pesanan yang kemudian vendor tersebut mengirimkan
berlokasi di Jakarta. Vendor foto ke Sri melalui WhatsApp. Di situ
tersebut mengaku melihat unggahan terlihat jajanan pasar hasil produksi Sri
jajanan tradisional milik Sri Darwati yang yang dinikmati oleh Presiden Jokowi saat
dibeli oleh Dapur Pelangi di Facebook. sebuah acara di Istana Negara. Tak ayal,
Dari situ, vendor tersebut memesan hati Sri turut bungah produk dia turut
jajanan pasar yang berupa tiwul, getuk, dinikmati oleh pemimpin negara.
dan gatot.
Sri Darwati mengaku bangga dan
Tak seperti pemesanan lain, vendor berterima kasih kepada pelatihan yang
tersebut menanyakan hal yang lebih rinci diadakan oleh Program Pahlawan
seperti komposisi bahan, pewarnaan, Ekonomi di Surabaya. Pasalnya, dari
ukuran, dan mekanisme pengirimannya. pelatihan tersebut, Sri belajar untuk
Tak menaruh curiga, Sri menjelaskan meracik makanannya dari bahan-bahan
dengan gamblang bahwa jajanan pasar alami. Contohnya adalah menggunakan
buatan dia memakai bahan-bahan alami, warna alami seperti daun pandan untuk
produknya bersih dan steril dari bahan warna hijau dan buah naga untuk warna
pengawet. merah. Hal tersebut menjadikan jajanan
pasar Sri sehat dan aman dikonsumsi.
82 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ Ting-ting-handycraft-103564481038603 instagram.com/
Sri Marilin Ting-Ting Handicraft
Ting-Ting Handicraft:
Omzet Bulanan Naik 40
Persen dari Jualan Online
Sri Marilin mengundurkan
diri sebagai pegawai di
toko kue tahun 2014. Dia
kemudian merintis usaha
produk kerajinan tangan
berupa aksesoris, sandal
hias, hand bucket, tas,
dan dompet. Dari usaha
itu, dia bisa meraup
pendapatan jutaan
Rupiah per bulannya.
Marilin menjual produknya di sentra-sentra UKM milik Pemerintah
dengan harga bervariasi. Kota Surabaya. Di antaranya adalah di
Untuk dompet koin, Sentra UKM Siola di Jalan Tunjungan,
misalnya, harganya Rp8.000 per buah. dan Sentra UKM Kebun Binatang
Yang paling mahal adalah tas lukis, Surabaya (KBS).
harganya Rp400 ribu per buah. Barang-
barang itu terjual melalui media sosial Pada Februari 2020, beberapa produk
seperti Facebook dan Instagram serta Ting-Ting Handicraft lolos seleksi dan
marketplace. boleh dipasarkan di Mirota Batik, salah
satu gerai ternama di Kota Surabaya.
Biasanya, Marilin memposting produk
yang berkarakter atau model yang unik. Marilin seperti menemukan berkah dan
Dari situ, lantas ada yang merespons lebih nyaman menjadi pelaku usaha. Dia
dan berakhir dengan membelinya. Dari merasa lebih banyak punya waktu buat
aktivitas online tersebut, rata-rata per keluarga ketimbang semasa menjadi
bulan dia mendapat kenaikan omzet pegawai dulu. Selain itu, perusahaan
sebesar 40 persen dibanding berjualan tempat bekerjanya dulu malah
dengan cara konvensional. memberikan proyek kepadanya untuk
membuat kue tart.
Produk-produk buatan Marilin yang
dilabeli Ting-Ting Handicraft juga dijual
99 Inspiring Business 83
99 Inspiring Business
facebook.com/ yayuk.surat instagram.com/ knrcollection.sby
Sri Rahayu KNR Collection
Pakai Medsos, Omzet Bisnis
Handicraft Naik 100 Persen
Bisnis dengan
memanfaatkan
instrumen digital makin
menjanjikan. Hal ini
dirasakan Sri Rahayu
(Yayuk), pemilik Ken dan
Roma (KNR) Collection.
Perempuan pelaku usaha
ini merasakan banyak
pesanan handicraft
datang dari aktivitas
promosi dan pemasaran
digital yang dilakukan.
Yayuk mengisahkan, hanya mengandalkan penjualan offline terus mengikuti perkembangan mode
pada Februari 2018, dia melalui pameran, bazar, dan sebagainya. terbaru. Banyak referensi yang bisa
mendapatkan pesanan 1.700 Melalui penjualan offline, Yayuk berhasil dicari. Karenanya, selain posting produk,
buah produk aksesoris berupa tas dan meraup sekitar Rp5-10 juta. Dengan Yayuk juga selalu memberi tambahan
dompet yang dia banderol Rp20 ribu per menjual secara online, omzet KNR bisa informasi dan wawasan.
buahnya. mencapai Rp20 juta per bulan atau naik
100 persen.
Menurut Yayuk, dalam satu kali transaksi,
dirinya dapat meraup pemasukan rata- Yayuk mengaku menggunakan media
rata Rp1 juta. Sebagian besar pesanan sosial dan situs e-commerce untuk
online berasal dari luar Kota Surabaya, di menawarkan produk kreatif buatannya.
antaranya dari Jakarta dan Jawa Barat. Selain Facebook, Instagram dan
Setelah ditanyakan, pembeli tersebut WhatsApp, dia juga menawarkan
tahu produk-produk KNR dari Facebook. produknya di beberapa marketplace.
Sebelumnya, Yayuk kurang Bagi Yayuk, berjualan online harus selalu
mengoptimalisasi penjualan digital. Dia update, tidak boleh monoton. Dia harus
84 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ nena.namo.3 instagram.com/ nena_namo21
Sri Sulatiningsih Nena Namo
Nena Namo: Bikin
Pelanggan Tak Merasa Beli
Produk Pasaran
Sri Sulatiningsih memulai
usahanya di usia yang
sudah tidak muda lagi,
yaitu pada umur 58 tahun.
Perempuan dengan
lima anak ini membuat
kerajinan tas lukis dengan
modal awal hanya Rp1
juta yang seluruhnya
dipakai untuk membeli
bahan baku.
Untuk membuat kerajinan tas, satu hingga tiga buah saja. Hal ini karena
Sri menggunakan kain perca dia ingin menjaga eksklusivitas dan agar
sisa hasil jahitan dari penjahit produknya bisa naik kelas. Selain itu,
di sekitar rumahnya. Setelah kain perca para pelanggan juga tidak khawatir jika
itu dijahit menjadi tas, lalu dia melukis di tas yang mereka beli terkesan pasaran.
tas tersebut.
Sri menjajakan barangnya di beberapa
Selain kain perca, Sri juga membuat mal di Kota Surabaya, yakni di Royal
tas lukis dari bahan kain kanvas, sarung Plaza dan ITC Mega Grosir. Selebihnya
bantal dari karung goni dan eceng di beberapa Sentra UKM milik Pemkot
gondok. Proses pengerjaan sepenuhnya Surabaya.
dengan tangan. Untuk produksi, Sri
dibantu tujuh tim, masing-masing tim Untuk setiap produk, Sri membandrol
beranggotakan 2-3 orang. Perharinya, harga Rp40 ribu hingga Rp400 ribu,
Sri bisa memproduksi sekitar 30-40 tas. sesuai detail produksi dan tingkat
kesulitan mode dan karya lukis. Sebulan,
Dalam memasarkan produknya Sri Sri mampu mengumpulkan pendapatan
yang melabeli produknya Nena Namo sekitar Rp25 juta.
ini memaksimalkan Facebook dan
Instagram. Produk yang dijual dibatasi
99 Inspiring Business 85
99 Inspiring Business
facebook.com/ aiasnack instagram.com/ aiasnack
Sri Wangunati AIA Catering
AIA Catering: Bisnis
Makanan Rumahan yang
Terdongkrak Promosi
Online
Awalnya, bisnis
makanan milik Sri
Wanguwati untuk
mengisi waktu luang
sekaligus menyalurkan
hobi. Kegiatan ini
dilakukan Sri setelah
dia mengundurkan
diri dari perusahaan
pengolahan ikan dan
ingin fokus mendidik
dan membesarkan anak-
anaknya.
Sri menjual kue basah seperti di Kaza City Mall setiap akhir pekan. Dengan perkembangan usahanya yang
getuk, lemper, arem-arem dan cepat, Sri makin tertantang dalam
jajanan tradisional lainnya. Pada Motivasi Sri untuk mengembangkan memasarkan produknya ke jangkauan
saat memulai usaha, jumlah pembelinya usahanya tumbuh setelah ikut beberapa yang lebih luas dan mempertahankan
tidak banyak. Mayoritas pembeli adalah kali pelatihan. Dengan memulai AIA kualitas produknya sehingga pelanggan
tetangga, kerabat, dan sahabatnya.Sri Catering, Sri bukan hanya membuat kue yang sudah ada, tidak beralih ke produk
mengaku cukup puas meski jumlah kue basah, tapi juga ingin melayani katering lain.
yang dipesan terbatas. dengan produk unggulan nasi bakar.
Puncaknya, bisnis makanan resep
Setelah dua tahun Sri melakoni Tidak hanya terbatas penambahan rumahan AIA Catering dinobatkan
usaha tersebut, dia berpikir untuk produk, Sri juga menambah metode sebagai Juara 1 Kategori Culinary
membesarkan bisnisnya. Pada tahun penjualan produknya melalui Facebook Business Awarding Pahlawan Ekonomi
2015, Sri diajak sahabatnya untuk dan Instagram. Cara promosi ini terbukti Surabaya & Pejuang Muda Surabaya
mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi dapat mendongkrak omzet AIA Catering 2018.
hingga 50 persen.
86 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ eggrollrenya instagram.com/
Sudarwi Yuli Ningsih Citra Rasa Alami
Citra Rasa Alami: Berjuang
Pasarkan Egg Roll dari
Media Sosial
Mengawali usahanya
dengan berjualan dari
mulut ke mulut, Sudarwi
Yuli Ningsih bergabung
di program Pahlawan
Ekonomi di tahun
2014. Dari serangkaian
pelatihan yang diikuti, dia
mampu membuat produk
unggulan berupa egg roll
yang dipasarkan melalui
online.
Sudarwi menggantungkan asa online, bahkan masuk di komunitas dan omzet sekitar Rp25 - 30 juta sebulan
yang besar di bisnis pembuatan instansi. Sejak tahun 2015 Yuli gencar dengan kenaikan 20-30 persen di saat
egg roll ini sejak perekonomian melakukan promosi secara online. Dia liburan keagamaan seperti Lebaran dan
rumah tangganya membutuhkan memanfaatkan Facebook dan Instagram Natal.
pendapatan tambahan selain pemasukan untuk meraup pelanggan secara online.
dari suaminya. Suami Sudarwi, Winarso, Untuk memperluas usahanya, Yuli
yang bekerja sebagai pegawai di sekolah Berkat keuletan Yuli, kini produk menciptakan beberapa produk
swasta di Surabaya, hanya bisa menutupi egg roll berlabel Citra Rasa Alami tambahan, yaitu brownies kering, keripik
kebutuhan sehari-hari keluarga. sudah menghiasi 50 toko oleh-oleh di usus, kacang bawang, dan kacang pedas
Kebutuhan semakin meningkat terutama Surabaya. Produk ini juga pernah dikirim balado.
saat anak kembarnya lahir prematur ke Amerika Serikat dan Korea Selatan.
yang memaksanya untuk mencari Bahkan, produk ini dapat ditemui di Kerja keras Yuli membuahkan hasil, di
pinjaman. Jatim Mart di Singapura. tahun 2017, Yuli dinobatkan sebagai
Juara Pertama Pahlawan Ekonomi
Dari usaha egg roll ini, Yuli Dalam menjalankan produksi, Yuli Award untuk Kategori Home Industry.
mengembangkan sayapnya melalui dibantu oleh beberapa karyawan di
penjualan langsung maupun secara lingkungan sekitar rumahnya. Dari
kegiatan tersebut, Yuli mampu meraup
99 Inspiring Business 87
99 Inspiring Business
facebook.com/ sukma.trilaksasih.3 instagram.com/ bonekasukma
Sukma Trilaksasi Dian Collection
Jual Boneka Adat, 90 Persen
Order dari Online
Sukma mempunyai usaha
berjualan boneka adat
yang biasanya dipakai
untuk cendera mata,
dekorasi rumah, maupun
oleh-oleh. Tak hanya
mengeluarkan produk
dengan berbagai ukuran,
Sukma juga menerima
pesanan khusus dari
pelanggan.
Produk boneka yang dilabeli Dian dibantu oleh puluhan karyawannya.
Collection ini berlokasi di Jalan
Rungkut Permai II, Surabaya. Uniknya, pemesanan boneka tersebut
Melalui kerajinan boneka ini, Sukma 90 persen didapatkan dari media sosial
mampu meraup omzet hingga puluhan seperti Facebook, Instagram, dan
juta Rupiah sebulan. WhatsApp. Dari situ, Sukma pernah
mendapatkan pesanan dalam partai
Dalam membuat produknya, Sukma besar senilai sekitar Rp75 juta.
mengutamakan kualitas sehingga
proses produksi menjadi penting. Untuk Mengembangkan produknya, Sukma
membuat sebuah boneka adat seperti kini sudah mampu memproduksi
Cak & Ning Surabaya, Sukma butuh boneka berbusana adat dari 34 provinsi
berbagai bahan yang dihias secara detail dari seluruh Indonesia. Sukma juga
agar terlihat seperti asli. Untuk busana mengembangkan produksi souvenir lain.
kebaya dan kain batik yang digunakan Salah satunya plakat dengan gambar
boneka Ning Surabaya, dia menjahit baju budaya Nusantara.
satu per satu agar terlihat nyata. Pun
dengan blangkon yang digunakan untuk
boneka Cak, harus membentuk dan
merekatkan dengan pinset jahit. Dalam
memproduksi boneka tersebut, Sukma
88 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ akwancake instagram.com/ fluffy_akwan_cake
Sumartin Akwan Cake
Akwan Cake Gaet 100
Reseller Berkat Jualan Kue
di Facebook dan Instagram
Dari pelatihan tersebut, usaha reseller dan beberapa langganan tetap Sumartin mulai
kue yang dirintis Sumartin dari berbagai instansi seperti BRI, Bank bergabung bersama
mengalami peningkatan. Jatim, dan Telkom yang secara periodik Pahlawan Ekonomi
Dia menjual berbagai makanan ringan memesan kue-kue buatannya. di tahun 2010. Waktu
yaitu kue basah baik menu modern itu, dia mengikuti
maupun tradisional seperti risoles mayo, Dalam produksi sehari-hari, Sumartin pelatihan di klaster home
risoles sayur, lemper, dan pastel basah. dibantu tiga karyawan. Jika menjelang industry. Dari situ, dia
Akhirnya, pundi-pundi Rupiah berhasil Lebaran dan perayaan Natal, pesanan mendapatkan banyak
dikumpulkan. kue naik menjadi dua kali lipat. hal positif sehingga dia
Biasanya, saat pesanan ramai, Sumartin mampu mempraktikkan
Selain dijual secara offline, Sumartin mengajak sedikitnya 15 orang untuk lebih dari 50 resep
juga menjajakan kue-kue buatannya membantunya. Mayoritas di antara kue yang berbeda dari
secara online. Memanfaatkan platform mereka adalah orang-orang di sekitar awalnya yang hanya
media sosial Facebook dan Instagram, rumahnya. mampu dua resep saja.
Sumartin rutin memposting produk-
produk buatannya yang dilabeli Akwan Dari bisnis kue, Sumartin mampu
Cake. mencukupi kebutuhan keluarga dan
juga untuk memenuhi kebutuhan biaya
Sumartin sangat bersyukur karena dari sekolah anak-anaknya. Saban bulan,
aktivitas online, usahanya makin maju. Sumartin bisa mendulang pendapatan
Usahanya mengalami peningkatan sekitar Rp30 jutaan.
signifikan. Dia kini telah memiliki 100
99 Inspiring Business 89
99 Inspiring Business
facebook.com/ kampungsemanggi instagram.com/ Kampung Semanggi
Sumini Larisma
Terapkan Formula 7+1+1,
Sumini Sukses Jual
Semanggi di Medsos
Sumini semula hanya Jarak Arum: Mampu Bangkit Meski
mengandalkan metode Terimbas Penutupan Lokalisasi
biasa saat menjajakan
dagangannya secara
online di media sosial.
Namun, hal itu berubah
saat dia mengikuti
pelatihan digital
marketing Pahlawan
Ekonomi yang bekerja
sama dengan Facebook.
Sumini yang mempunyai usaha bisa berbeda. Setelah itu, dia ulet dan sabar dalam melayani semua
makanan khas Surabaya mengunggah 1 testimoni pembeli untuk pertanyaan calon pembeli. Hal ini
dengan nama toko Larisma, tak meningkatkan kepercayaan. Pembeli merupakan kunci sukses lain dari Sumini.
akan pernah lupa pelajaran yang dia memberikan testimoni bahwa produk
dapat dari pelatihan digital marketing Sumini benar-benar enak, tidak pakai
Pahlawan Ekonomi. Formula 7+1+1 bahan pengawet, dan aman dikonsumsi.
adalah ilmu terpenting yang dia
dapat dari pelatihan itu. Formula itu Terakhir, dia memposting 1 kali kegiatan
mencerminkan 7 kali posting produk, 1 produksi untuk menjawab keingintahuan
kali posting testimoni, dan 1 kali posting calon pembeli mengenai proses
kegiatan produksi. produksi. Unggahan ini juga dapat
menguatkan kepercayaan calon pembeli
Dari situ, pemilik toko yang berada di bahwa penjualan produk murni dari
Sawo Beringin V, Surabaya ini mengubah tangan pertama dan bukan dari reseller
strategi pemasarannya di media sosial. atau dropshipper.
Sumini memajang foto produk yang
tidak sama sebanyak 7 kali. Produknya Dari strategi itu, Sumini merasakan
tetap semanggi, namun komposisinya manfaatnya, yaitu penjualan meningkat.
Tak hanya sampai di situ, Sumini juga
90 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ TREEG-629038433943941 instagram.com/ kacangovensurabaya
Suparti Kacang TreeG
Kacang TreeG: Produk
Mantan TKW yang
Dipercaya Citilink
Tak sanggup lagi bekerja
menjadi pembantu rumah
tangga di Malaysia,
Suparti memutuskan
untuk pulang ke Tanah Air
dan mulai merintis usaha
kacang goreng TreeG
hingga menjadi produk
andalan di Citilink.
Tahun 1999, Suparti Di tahun 2012, Suparti ikut pelatihan pesawat Citilink. Kini, rata-rata omzet
memutuskan untuk mengadu Pahlawan Ekonomi. Saat ikut bazar, bulanan mencapai Rp 25 juta sebulan.
nasib menjadi Tenaga Kerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wanita (TKW) di Malaysia. Dia bekerja sempat mencicipi kacang goreng buatan Kisah Suparti ini banyak ditulis di media.
kepada keluarga yang mempunyai lima Suparti. “Rasanya enak, tapi kemasannya Hingga suatu ketika, Nur Soraya, mantan
anak, tugasnyalah untuk mengasuh jelek,” komentar Bu Risma, panggilan majikannya di Malaysia, mengucapkan
kelima anak itu. Suparti mengalami karibnya. Bu Risma memintanya untuk selamat melalui akun Facebook-nya.
kehidupan yang pahit saat menjalani memperbaiki kemasan kacang goreng Rupanya Nur Suraya mengetahui bisnis
tugasnya. Dari tidak boleh tidur selama itu. Suparti melalui Galih, anak Suparti
pekerjaan belum selesai, hingga yang berteman dengan Nur Suraya di
makanan yang tidak memadai. Produk kacang goreng Suparti kemudian Facebook. Nur Soraya sangat apresiatif
diikutkan program Tatarupa yang dengan usaha Suparti. Dia mengucapkan
Di tahun 2011, dia sudah terlampau memfokuskan pada perbaikan kemasan selamat dan mendoakan agar usaha
rindu dengan anak-anaknya. Dia lalu dan branding produk UMKM. Dengan Suparti terus berkembang dan makin
memutuskan untuk kembali ke Tanah kemasan dan branding lebih baik, produk maju.
Air. Sejak itu, Suparti kemudian merintis kacang goreng buatan Suparti harganya
usaha kacang goreng. Awalnya, produk naik 200 persen namun menjangkau
kacang goreng hanya dititipkan di pasar lebih luas. Merk Kacang TreeG
warung-warung kopi dengan kemasan miliknya mampu menembus pasar
sederhana modern, bahkan sudah dijual di dalam
99 Inspiring Business 91
99 Inspiring Business
facebook.com/ supiyah.supiyah.37051 instagram.com/
Supiyah Fajar Catering
Fajar Catering: Biayai Sekolah
Anak Sampai Universitas dari
Bisnis Katering
Supiyah awalnya
membuka bisnis katering
dengan berjualan di
Pasar Krempyeng
Bongkaran. Menu yang
dijual beragam, dari
soto, rawon, nasi rames,
nasi pecel kare ayam,
hingga berbagai makanan
tradisional lainnya.
Sebagai single parent, dia harus manajemen keuangan, berjualan online, lulus perguruan tinggi. Sebulan, Supiyah
memenuhi kebutuhan periuk nasi dan lain sebagainya. Pelajaran kuliner bisa meraup pendapatan sebesar Rp 35
keluarga dan juga membiayai yang didapatnya dia gunakan untuk juta.
sekolah ketiga anaknya. Selain jualan di memperbaiki produk kulinernya agar
pasar, dia juga menerima pesanan nasi lebih lezat dan kemasannya pun semakin Dari aktivitas bisnis ini, Supiyah juga
kotak. menarik. mendapatkan penghargaan. Dia
dinobatkan sebagai Juara 1 Pahlawan
Pada Januari 2017, Supiyah mengikuti Supiyah mengaku senang karena tak Ekonomi Surabaya Award 2019 untuk
pelatihan Pahlawan Ekonomi, yaitu menyangka bisa mendulang Rupiah Kategori Culinary Business.
sebuah program pemberdayaan dari berjualan online. Menu-menu
perempuan yang digagas oleh Wali Kota makanan tradisional buatannya
Surabaya Tri Rismaharini. Sebelumnya, diunggah di Facebook dan WhatsApp.
Supiyah terpilih untuk mengikuti road Agar unggahannya menarik, dia
show di kecamatan tempat tinggalnya. meminta anak-anaknya untuk memfoto
Setelah itu, dia mengikuti pelatihan di masakannya agar lebih menarik.
Kaza City Mall. Sayangnya, saat ini Supiyah belum bisa
melayani pesanan dari luar Surabaya.
Setelah rutin ikut pelatihan, Supiyah
mendapat pengetahuan dan pengalaman Dari bisnis ini, Supiyah mampu
baru. Di situ, dia belajar kuliner, menyekolahkan ketiga anaknya hingga
92 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ susana.supiah instagram.com/
Susana Supiyah Sri Rejeki
Sri Rejeki: Bisnis Minuman
Segar yang Raup Rp4 Juta
per Bulan
Salah satu kunci sukses
berbisnis yaitu pintar
membaca keinginan
pasar. Hal inilah yang
ditekuni Susana Supiyah
yang merupakan pemilik
UMKM Sri Rejeki. Melihat
maraknya penjualan
minuman segar, dia mulai
membuat produk serupa
seperti lemon grass
kemangi jeruk, rosella
daun mint, kemangi serai Susana memulai usahanya Susana juga dijual dalam Online Bazaar
lemon, wedang pokak, pada Maret 2018 silam dan Pahlawan Ekonomi. Untuk offline, dia
dan minuman dari bahan memasarkan produknya di menjual di Citraland Fresh Market,
empon-empon. Facebook dan Whatsapp. Awalnya, dia pasar tradisional modern di kawasan
hanya memproduksi puluhan botol elit Surabaya Barat. Di pasar tersebut,
saja. Namun tak disangka, minuman semua produknya dijual lebih mahal,
kesehatan tanpa pengawet tersebut sekitar 30 persen. Dari bisnis ini, Susana
ternyata laku keras. Dia kemudian bisa meraup sekitar Rp4 jutaan per
memberanikan diri untuk memproduksi bulan.
ratusan botol.
Selain produk olahan minuman,
Untuk mendukung penjualan, pelaku Susana juga punya instalasi hidroponik
usaha asal Surabaya ini kemudian belajar di rumahnya. Dari aktivitas itu, dia
mengambil foto produk untuk promosi. bisa memanen sayur-sayuran seperti
Selain itu, dia juga belajar membuat samhong (sawi keriting), selada romaine,
konten kreatif yang bisa diunggah di sawi daging, dan kangkung sebulan dua
media sosial untuk membantu branding kali dengan metode rotasi.
dan promosi produk.
Tak hanya online, produk minuman
99 Inspiring Business 93
99 Inspiring Business
facebook.com/ sambaldedesatoe instagram.com/ dedesatoe
Susilaningsih Sambal Dede Satoe
Sambal Dede Satoe: Sambal
Surabaya yang Sampai
Amerika Serikat
Tak banyak yang tahu
jika perempuan pelaku
Usaha Mikro Kecil (UMK)
ini mampu menembus
pasar ekspor. Dia adalah
Susilaningsih, pemilik
Sambal Dede Satoe
(DD 1). Produknya sudah
ekspor ke Virginia,
Amerika Serikat sejak
tahun 2016. Nama DD 1
Susilaningsih berani memenuhi menyiapkan instrumen digital untuk atau Dede Sateos diambil
permintaan ekspor karena promosi melalui Facebook, Instagram, dari rumah produksi
sambal buatannya memang dan website. Dia juga memanfaatkan sambal di Jalan Tenggilis
berkualitas. Soal sortir bahan baku beberapa e-commerce untuk Timur VI/DD-1, Surabaya.
sambal, Susi paling jeli. Dia tak mau ada memasarkan sambalnya. Promosi secara
satu pun cabai atau bahan-bahan lain online ini juga memudahkan dirinya
yang busuk ataupun setengah busuk masuk pasar modern dan supermarket.
sekalipun. Produk sambal dia tidak
pakai bahan penyedap atau pewarna Berkat prestasinya, Susilaningsih
makanan, melainkan pewarna alami hasil telah meraih banyak penghargaan, di
pertanian. antaranya Pahlawan Ekonomi Award
2013 untuk Kategori Home Industry;
Selain itu, kandungan bahan pengawet penghargaan ISO tahun 2016; HACCP
yang dipakai untuk sambalnya hanya di di tahun 2017; SMESCO Award kategori
bawah 1 per mil atau di bawah standar Export Oriented 201;, dan Siddhakarya
yang ditetapkan. Karenanya, sambal tingkat nasional tahun 2019.
DD 1 bisa diterima di Amerika Serikat
setelah sempat tes PH sambal dan air
yang digunakan.
Jauh sebelumnya, Susilaningsih sudah
94 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ sutinem.sutinem.10 instagram.com/
Sutinem Ombe
Jualan di Facebook, Harga
Jamu Naik Tiga Kali Lipat
Sutinem tak penah
menyangka bisnis
jamu gendongnya bisa
menggeliat. Bermula
dari jualan keluar masuk
kampung, hingga kini
produknya bisa laris
manis dijajakan secara
online.
Sutinem melakoni profesi sebagai mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi. Ombe mencakup empat produk, yaitu
penjual jamu gendong sejak 1980. Dari pelatihan tersebut, Sutinem sinom, temulawak, beras kencur, dan
Semua bahannya diracik sendiri mendapatkan masukan bahwa packaging kunyit asam.
sesuai dengan warisan resep keluarga. produknya perlu diubah. Ini agar jamu
Saban hari, Sutinem menyisir kawasan buatannya bisa dijual di atas harga rata- Jamu Ombe ini lantas dipromosikan
Pasar Kembang untuk menjajakan jamu. rata. di laman Facebook Sutinem berikut
Sutinem mulanya menempati kos di foto dan packaging terbaru. Ternyata,
Wonorejo bersama suaminya, Sarno, Saat itu, Sutinem bertemu Timothy dari unggahan tersebut dia mendapat
yang berjualan bakso di Kampung Lee yang waktu itu kreator desain banyak respons yang bagus, terlihat dari
Malang Wetan. Di tempat kos itu, Kreavi. Timothy lalu memermak produk beberapa pemesanan yang muncul. Hal
mereka tinggal bersama empat anaknya. Sutinem. Awalnya, jamu Sutinem yang menggembirakan adalah Sutinem
diberi nama Seger Waras. Timothy lalu mampu menjual produk Ombe tiga kali
Tahun 2010, Sutinem ikut pelatihan menggantinya menjadi Ombe. Sepintas lipat dari harga jamu Seger Waras yang
Pahlawan Ekonomi di Kaza City seperti nama asing, padahal kata bahasa sebelumnya dijual.
Mall. Hampir setiap pekan Sutinem Jawa, yakni ombe (minuman). Produk
99 Inspiring Business 95
99 Inspiring Business
facebook.com/ syaninovita.saragih instagram.com/ jajanancoklat.id
Syani Novita Saragih Elan Coklat
Elan Coklat: Gandeng 50
Toko dari Aktivitas Online
Syani Novita Saragih
menjajakan coklat
buatannya sejak tahun
2009. Modalnya waktu
itu hanya Rp100 ribu.
Produknya pun hanya
dijual di beberapa toko,
warung, dan sekolah.
Lambat laun, produknya
berhasil dijual di
pusat perbelanjaan, di
antaranya Tunjungan
Plaza, Siola, dan Toko
Nam di Surabaya.
Ketika bergabung di Pahlawan jualnya meningkat signifikan. Selain itu, dan Papua.
Ekonomi, dia mendapat banyak perbaikan packaging membuat dia bisa
pengalaman dan pengetahuan mengirim coklat ke luar pulau. Produk Kinerja dan kualitas Elan Coklat juga
baru untuk mengembangkan bisnisnya. coklatnya bisa bertahan lama dan tidak membuahkan penghargaan. Dia
Setelah pelatihan tersebut, Syani mudah rusak karena mempunyai masa dinobatkan sebagai Juara 2 Pahlawan
mampu mengembangkan varian produk kedaluwarsa lebih lama. Ekonomi Award 2019 untuk Kategori
coklatnya menjadi 13 macam produk Home Industry.
coklat, yaitu: coklat polipop, coklat unyil, Dengan bekal tersebut, dia juga makin
coklat kemasan isi 4, coklat kemasan isi percaya diri untuk berjualan online.
9, coklat kodok, coklat berbentuk hati Melalui Facebook dan Instagram, coklat
kemasan isi 3, coklat kemasan toples, dengan label Elan Coklat dijajakannya.
kurma coklat, keripik singkong coklat, Tak sedikit calon pembeli berakhir
coklat kitty, coklat bar kecil, coklat bar dengan memesan dalam jumlah lumayan
besar, dan coklat crispy. banyak. Yang lebih menggembirakan,
dari aktivitas online tersebut, dia mampu
Tak hanya itu, produk-produknya juga meraup omzet Rp30-40 jutaan per
di-makeover menjadi lebih cantik dan bulan. Dia juga bermitra dengan 50 toko
elegan. Dengan kemasan baru, nilai di Surabaya, Sidoarjo, Malang, Sumatera,
96 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ tieck.zahana instagram.com/ flirtiehandycraft
Titik Ekowati Flirtie
Flirtie: Dari Facebook
Bisa Jangkau Pelanggan
Setia di Kalimantan
Bermula dari paksaan
untuk membuat souvenir
pernikahan adiknya
sebanyak 500 buah,
Titik Ekowati malah
keranjingan untuk
berjualan aksesoris
handmade. Menggunakan
label Flirtie, Titik gencar
berjualan melalui
Facebook hingga
menjangkau pembeli di
Kalimantan.
Dipandang menghasilkan free product yang berbeda dengan yang menawarkan ke rekan kerjanya dan
pendapatan, Titik makin dipesan pembeli. Hal ini cukup efektif juga tetangganya. Tak lama, dia datang
serius melakukan aktivitas karena bisa memancing pemesanan dengan pesanan yang tidak sedikit.
bisnis ini. Dia kemudian membuat berikutnya dengan model aksesoris yang Sampai sekarang, meski belum pernah
halaman bisnis di Facebook dan memulai berbeda. Dari penjualan online ini, dia bertemu orangnya, Titik mempunyai
jualan online sejak 2016. Menyusul bisa meningkatkan 10 persen dari omzet pelanggan setia di Kalimantan.
berikutnya membuat akun Instagram. bulanan.
Biasanya, sebelum posting aksesoris
buatannya, dia memilih foto terbaik yang Promo gencar melalui media sosial
sesuai dengan warna produk. tersebut membuahkan hasil. Dia
suatu hari mendapatkan pembeli
Di laman bisnis medsosnya, dia membuat dari Kalimantan yang tertarik dengan
program untuk menarik pembeli dengan produknya di Facebook Page. Pelanggan
memberi potongan harga untuk minimal tersebut menanyakan rincian produk
order tertentu. Dia juga memberikan Titik, dan meminta tenggat waktu untuk
99 Inspiring Business 97
99 Inspiring Business
facebook.com/ trikusumawati245 instagram.com/ batiktrismaratu
Tri Kusumawati Trisma Ratu
Trisma Ratu: Terinspirasi
Membatik Dari Rel Kereta Api
Pasar Turi
Tahun 2017, Tri
Kusumawati memulai
petualangannya dalam
mencari motif batik
yang memiliki karakter
Surabaya. Tercetuslah ide
membatik rel kereta api
dekat Pasar Turi sebagai
motif unggulan.
Alasan perempuan pemilik Trisma rel kereta api, Tri juga membuat batik
Ratu itu, motif batik tersebut belum motif Suro dan Boyo, semanggi, perahu
pernah ada yang membuat. Karenanya layar, suluran, bambu runcing, pasar
dia pantas mencobanya. Dalam proses loak, Jembatan Surabaya, dan Jembatan
pembuatannya, Tri meminta temannya Suramadu.
membantu menggambarkan motifnya,
kemudian dia mengikuti secara detail. Tri juga melakukan penjualan online
untuk produk batiknya. Yang paling
Tak disangka, banyak yang merespons laris dan jadi primadona adalah batik
ketika motif rel kereta api itu Suro dan Boyo. Motif ini bahkan sempat
diluncurkan, banyak yang menyebut dijadikan seragam Kantor Kecamatan
motifnya unik. Agar ciri khas Surabaya Krembangan. Pemkot Surabaya juga
tetap terlihat, Tri menambahkan ikon sempat memesan pesan 250 potong
Suro dan Boyo pada batik relnya sebagai kain untuk cendera mata. Sedangkan,
tumpal. batik motif bambu runcing buatannya
berhasil menyabet Juara 3 Lomba
Batik rel kereta api yang dibuat Tri Desain Batik Surabaya yang digelar Dinas
tidak terlalu banyak. Tetapi setiap kali Pariwisata Kota Surabaya.
memproduksinya, pasti langsung laku.
Dia menjual batiknya mulai Rp300-400
ribu per lembar. Sebelum membuat batik
98 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ omahdurensurabaya instagram.com/ omahduren_sby
Trisnawati Omah Duren
Jualan Online, Omzet Jus
Durian Naik 70 Persen
Awalnya, Trisnawati
tak pede menjual jus
durian karena merasa
produknya tak layak
jual. Namun dorongan
dan motivasi teman-
temannya di Pahlawan
Ekonomi membuat
dirinya termotivasi
hingga akhirnya dia bisa
mendulang jutaan rupiah
tiap bulannya.
Trisnawati seorang ibu rumah Trisnawati merasa mendapat ladang mengumpulkan omzet rata-rata Rp6,5
tangga. Dia memulai menjual baru. Beberapa customer baru didapat juta per bulan. Dia juga dinobatkan
jus durian dengan melayani dari laman media sosialnya. Bahkan, sebagai Juara I Kategori Culinary
acara tasyakuran dan arisan. Setelah secara periodik dia kemudian melayani Business Pahlawan Ekonomi Award 2017.
banyak yang memuji jus durian pelanggan di beberapa rumah sakit dan
buatannya, dia kemudian memasarkan di universitas di Kota Pahlawan dengan
beberapa tempat kuliner di Surabaya. menyediakan showcase sendiri.
Di Pahlawan Ekonomi, dia merasa Melalui jualan online, Trisnawati berhasil
bahagia karena mendapat banyak meningkatkan penjualan jus durian
tambahan ilmu dan pengalaman hingga 70 persen. Jus durian yang
baru. Ada pelatihan culinary business, dijual harganya berkisar Rp15-35 ribu
management financial, branding and per botol. Belakangan, dia mampu
packaging, digital marketing, dan masih menghasilkan berbagai varian produk
banyak lagi. baru, antara lain sup durian, ketan
durian, pancake durian, es salju durian,
Dalam pelatihan digital marketing dan es kelapa muda durian.
dia belajar cara memasarkan produk
lewat Facebook dan Instagram. Berkat kerja kerasnya, Trisnawati mampu
99 Inspiring Business 99
99 Inspiring Business
facebook.com/ 101TrueFashionEarth instagram.com/ 101TrueFashionEarth
Trully Nurul Evandiari 101 True Fashion Earth
Truly: Penjual Handicraft
Batu Alam ke Mancanegara
Melalui bisnisnya, 101
True Fashion Earth,
Trully Nurul Evandiari
mempunyai keleluasaan
dalam berinovasi dan
berkreativitas. Produknya
adalah cendera mata
dari bahan alam, seperti
kalung, gelang, cincin,
bros, manik-manik, dan
lainnya.
Bisnis yang digelutinya sejak tulang, dia menggunakan sampah
tahun 2010 ini telah mencapai organik dari pedagang kikil dan gulai.
mancanegara. Salah satu
pasar yang berhasil ditembus adalah Untuk mendongkrak penjualan,
Eropa dan Amerika. Di sana, konsumen Trully menyediakan bonus kepada
menyukai warna yang lembut, berlainan pembeli produknya. Selain itu, dia
dengan konsumen di Indonesia yang juga memperluas cakupannya dengan
lebih menyukai warna cerah. memajang produknya di Facebook dan
Instagram. Tiap bulan, dia meraup jutaan
Soal model, Trully juga selalu update rupiah dari penjualan online.
mengikuti tren agar tetap diminati pasar,
baik untuk konsumen domestik maupun Selain berbisnis, dia juga aktif
luar negeri. Yang jelas, persaingan di melakukan kegiatan berbagi ilmu.
bisnis handicraft ini sangat ketat. Selain Dengan memberikan edukasi dan
itu, tantangan yang dihadapi berkaitan melatih keterampilan kepada orang lain,
dengan ketersediaan bahan ketika ada sebagai sarana lain dalam berpromosi.
pesanan dalam jumlah besar. Untuk
bahan kayu, dia memanfaatkan kayu
bekas mebel. Sedangkan untuk bahan
100 99 Inspiring Business