99 Inspiring Business
facebook.com/ edenbakerycake instagram.com/ edenbakerycake
Umi Kulsum Eden Bakery & Cake
Produksi Putu dari Resep
Kuno Asal Belanda
Tak sia-sia Umi Kulsum
mengeksplorasi resep
kuno asal Belanda.
Pasalnya, dia kini
menikmati buah usahanya
dengan berjualan putu
Belanda Smakelijk. Dari
usaha yang dirintis
sejak tahun 2013 itu, dia
mendapatkan puluhan
juta Rupiah setiap
bulannya.
Umi mengaku membuka usaha dia juga kenalkan produknya langsung Dalam sehari, dia memproduksi rata-
dengan modal Rp30 ribu. Dia kepada konsumen dengan memberikan rata mencapai 100 boks, di luar pesanan
sengaja memilih putu Belanda tester. Usaha tersebut membuahkan konsumen. Bila dihitung, dalam sebulan,
sebagai produk andalan lantaran ingin hasil karena pembeli terus kembali total produksinya mencapai 3.000 boks.
membawa kembali kenangan zaman memesan. Umi menjual putu Belanda Smakelijk
kolonial di mana, kue ini menjadi teman dengan harga Rp70 ribu per boks.
minum teh pada sore hari. Umi juga memanfaatkan media sosial
untuk jualan. Melalui Facebook dan
Mulanya, Umi mencoba resep sendiri Instagram, dia memajang foto-foto
dan ikut dalam pelatihan Pahlawan produk yang membuat calon pembeli
Ekonomi. Di sana dia mendapatkan menelan ludah. Banyak pesanan datang
banyak ilmu untuk memulai usahanya. dari akun media sosialnya, termasuk
Awalnya, dia sempat merasa tidak pasar pelanggan di kalangan milenial.
percaya diri dengan resep yang
dibuatnya. Selain dari promosi online dan offline,
putu Belanda buatannya juga diburu
Saat mulai memasarkan produknya, sebagai buah tangan. Bahkan, banyak
Umi rajin ikut pameran dan bazar. Dia wisatawan asing asal Dubai, Malaysia
juga menitipkan produknya di koperasi dan negara lainnya yang membawa putu
kantor-kantor pemerintah. Langkah itu Belanda ini menjadi oleh-oleh.
sekaligus menjadi promosinya. Selain itu,
99 Inspiring Business 101
99 Inspiring Business
facebook.com/ riensstarcraft instagram.com/ riens.craft
Wahyu Rini Marhaeni Rien’s Craft
Rien’s Craft: Jual Produk
Sulaman Sampai ke
Malaysia dan Belanda
Wahyu Rini Marhaeni
mempunyai produk
sulaman yang
dikombinasikan dengan
lukisan. Dia mengaku
usaha yang ditekuni
ini merupakan suatu
keberuntungan yang tak
terduga, bahkan bisa
sampai Malaysia dan
Belanda.
Tahun 2008 Rini mencoba Rini mendapat banyak pengetahuan pelaku usaha maupun orang awam
membuat aksesoris dari baru. Di sana, dia diajarkan banyak hal yang ingin belajar sulam kepadanya.
sulaman. Hasil kreasinya itu soal motif, desain, manajemen keuangan, Ini merupakan bentuk imbalan dirinya
dipasarkan di kalangan RW dia saja. digital marketing, dan sebagainya. Rini terhadap Pahlawan Ekonomi yang
Tak dinyana, responsnya cukup positif. juga memaksimalkan Facebook dan mengajarkan untuk tumbuh dan sukses
Banyak warga yang suka. Akhirnya, dia Instagram untuk berjualan. bersama. Jadi dia juga ingin berbagi
bertekad untuk serius menggeluti bisnis ilmu kepada mereka yang ingin belajar
ini dan mengikuti program Pahlawan Produk yang diberi label Rien’s Craft ini menyulam.
Ekonomi. sudah tersebar di seluruh sentra UKM
se-Surabaya. Bahkan, produknya dijual Rini juga menjadi mentor para
Produk-produk yang dibuat cukup sampai ke Malaysia dan Belanda. Dalam perempuan Papua yang belajar
bervariatif. Mulai dari taplak meja, sapu sebulan, Rini mampu meraup rata-rata membuat sulam pita. Dia mengajarkan
tangan, tas wanita, kalun, gelang, hingga sekitar Rp 30 juta. teknik sulam pita dengan simpul batang
busana muslim wanita dengan corak dengan tusuk rantai, simpul kuncup, dan
kreatif dan inovatif. Kendati usahanya terbilang cukup lain sebagainya.
sukses, dalam hal ilmu, Rini tak pernah
Sejak ikut program Pahlawan Ekonomi, pelit untuk berbagi kepada sesama
102 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ wiant.d.azka instagram.com/ wiantazka
Wiant Dalilla Azka Chahna
Chahna: Bisnis yang
Keterusan Setelah Iseng
Jual Baju di Facebook
Wiant Dalilla Azka
mendapat kesempatan
emas belajar serius di
dunia fesyen. Dia adalah
satu dari tiga orang yang
mendapat beasiswa
dari Wali Kota Surabaya
Tri Rismaharini untuk
sekolah di Lembaga
Pengajaran Tata Busana
(LPTB) Susan Budihardjo
Perempuan pelaku usaha ini beasiswa belajar di LPTB Susan Surabaya.
mulai merintis usaha sejak tahun Budihardjo. Para mentor memilih
2016. Dia memiliki keterampilan Wiant lantaran mendapat nilai menjahit
menjahit. Mulanya dia iseng untuk terbaik. Setelah lulus, karyanya yang
menjahit kain yang dibelinya. Setelah dilabeli Chahna memikat hati banyak
jadi, produknya dipajang di Facebook kalangan. Salah satunya, karyanya
dan ditawarkan ke teman-temannya digunakan Finalis Program Pencarian
dengan harga Rp100 ribuan. Ternyata, Bakat Dangdut Akademi Indosiar 2018.
banyak temannya yang berminat untuk
membelinya. Akhir 2018, Wiant mengikuti pameran
busana di Pakuwon City Mall. Waktu itu,
Tahun 2017 Wiant bergabung dengan salah satu busana karyanya juga dibeli
program Pahlawan Ekonomi. Dia waktu pengusaha travel ternama di Surabaya
itu diajak oleh salah seorang teman yang dengan harga Rp3,5 juta.
tergabung dalam komunitas rajut di
Facebook. Di pelatihan yang diadakan Kini, untuk produksi, Wiant dibantu dua
di Kaza City mall setiap akhir pekan itu, orang pegawai. Untuk satu produk baju
Wiant mendapat banyak ilmu, wawasan, buatannya dibanderol Rp1,5 juta sampai
dan teman-teman baru. Rp2,5 juta. Wiant juga aktif menawarkan
produk di Facebook, Instagram, dan
Beberapa bulan bergabung, karir marketplace.
Wiant makin bersinar. Wiant mendapat
99 Inspiring Business 103
99 Inspiring Business
facebook.com/ Wiwit-Collection-1972049506339833 instagram.com/ witrove_
Wiwit Manfaati Witrove
Jadi Jujugan Pelatihan usai
Ceritakan Pengalaman di
Medsos
Wiwit merintis usaha Setelah hampir 14 tahun dia mengirim ratusan barang kepada
sejak tahun 2006 menggeluti bisnis ini, Wiwit mereka.
dengan menjadi kader merasakan hasilnya. Melalui
lingkungan. Di situ, Witrove, label miliknya, Wiwit Wiwit juga aktif menceritakan
dia belajar banyak hal, menjangkau pembeli tidak hanya di pengalamannya di akun Facebook dan
termasuk keterampilan Surabaya saja, melainkan seluruh Instagram. Dia juga kerap membagi
memanfaatkan limbah. Indonesia hingga mancanegara. tips dan trik membuat kerajinan eceng
Pelatihan tersebut gondok. Aktivitas di medsos tersebut
diterapkan ketika Ketika Surabaya jadi tuan rumah The memantik keinginan banyak orang untuk
melihat rimbunnya Third Preparatory Committee United belajar darinya.
eceng gondok di waduk Nations for Habitat (Prepcom 3) pada
belakang rumahnya. Dia 25-27 Juli 2016, Wiwit menuai berkah. Di rumahnya yang berlokasi di
mengumpulkan eceng Sebanyak 4.000 kerajinan eceng gondok Perumahan Kebraon Indah, Surabaya,
gondok, menyisihkan buatan Witrove dipakai sebagai cendera acap kali jadi jujugan tamu dari berbagai
batangnya, lantas mata peserta konvensi. daerah-daerah di Indonesia. Mereka
mengeringkannya. belajar membuat kerajinan eceng
Lantas, eceng gondok Wiwit juga sempat ikut sebuah pameran gondok. Beberapa BUMN juga sering
tersebut dibuat menjadi di Seoul, Korea Selatan, 2019. Di mengirim pegawai yang akan purna
kerajinan yang dapat pameran tersebut, dia bertemu dengan tugas untuk belajar bisnis di rumah
dijual. pembeli dari Mexico, Jepang, Ecuador Wiwit.
dan Korea Selatan. Secara periodik
104 99 Inspiring Business
99 Inspiring Business
facebook.com/ Chawatysby-244978025997421 instagram.com/ Chawatysby
Wulan Setyasih Chawati
Banting Setir, Kerudung
Lukis Chawati Bisa
“Terbang” ke Eropa
Setelah meninggalkan
pekerjaannya sebagai
penjaga toko di sebuah
koperasi, Wulan harus
menjalani hidup mandiri.
Tahun 1998, Wulan
memulai usahanya
untuk lebih tegap dalam
kemandiriannya.
Tergabung di program Pahlawan souvenir, dia menggunakan ikon Kota mengembangkan usahanya. Bukan
Ekonomi, Wulan Setyasih Surabaya seperti ayam bekisar, Suro dan hanya melukis kerudung, tapi juga
awalnya belajar membuat Boyo. membuat baju dan tas. Belakangan,
manik-manik yang kemudian diproduksi souvenir udeng dan gantungan kunci
menjadi gelang dan kalung untuk Wulan kemudian mempromosikan juga laris manis di pasaran,
dijual. Sayangnya, usaha perempuan produknya di Facebook, Instagram,
single parent itu hanya berjalan landai, WhatsApp, dan marketplace. Wulan Bapak Startup Indonesia Yansen Kamto
sangat jauh dari pendapatan yang senang karena tak butuh waktu lama juga kepincut produk Chawati. Saat
dibutuhkannya dan anak-anaknya. produknya bisa terjual. Berikutnya, berkunjung ke Eropa, dia memborong
Wulan mendapat kontak dari beberapa 20 selendang scarf sutra Chawati untuk
Dari situ, Wulan berpikir untuk banting konsumen yang ingin memesan dengan diberikan kepada para petinggi startup
setir dan membuat produk baru yang preferensinya. Wulan tak keberatan. dunia.
pasarnya lebih menjanjikan. Lalu, Mekanismenya, Wulan mengirimkan
muncullah ide membuat lukisan di desain awal, kemudian konsumen bisa Ketika bisnisnya sudah menghasilkan,
kerudung. dia hanya bermodal cat memberikan koreksi hingga approval. Wulan ikut membantu memberdayakan
acrylic dengan berbagai warna, kuas, warga eks lokalisasi Dolly. Dia ingin
triplek, dan kaca. Dia sangat terbantu Pesanan pun mengalir. Sedikitnya memberi sepotong ilmunya untuk turut
dengan kemampuan melukisnya yang 15 lukisan kerudung diselesaikan membantu warga terdampak agar bisa
dipelajari secara otodidak. per harinya. Wulan kemudian mencari uang yang halal.
Wulan berhasil mewujudkan mimpinya.
Beberapa kerudung lukis yang dilabeli
Chawati diselesaikan. Karena dia
berkeinginan produk ini menjadi
99 Inspiring Business 105
99 Inspiring Business
facebook.com/ Rumah-Sehat-Ala-Herbal-Ainun-110962229607804 instagram.com/ glodak.sby
Yuli Hestiningsih Bumbu Pecel Glodak
Bumbu Pecel Glodak:
Makin Laris Dengan
Penampilan Beda
Yuli Hestiningsih
menginginkan bumbu
pecel buatannya menjadi
sebuah produk yang
berkarakter. Perempuan
anggota program
Pahlawan Ekonomi ini
menginginkan bumbu
pecelnya berbeda dari
bumbu pecel yang dibuat
oleh kota-kota lain di
Indonesia. Dia memberi nama Bumbu dan Instagram. Yuli mendapat banyak
Pecel Glodak. Nama itu pembeli baru berkat kemasannya
dipilih karena dia terinspirasi yang menarik itu. Di Instagram, Yuli
beberapa orang yang mencicipi mendapatkan pelanggan yang sebagian
produknya langsung gibas-gibas atau besar adalah pecinta kuliner dari
kepedasan. Yuli membuat bumbu pecel kalangan anak muda. Dari promosi
dengan tiga pilihan varian rasa, yakni online, ada juga yang memesan Bumbu
manis, pedas dan ekstra pedas. Pecel Glodak dalam jumlah ratusan botol
dari Batam.
Di tahun 2016, produk Bumbu Pecel
Glodak dikemas kembali dengan desain Dari usaha ini, Yuli mampu mendukung
yang lebih menarik melalui program perekonomian keluarga. Hasil jerih
Tatarupa. Program ini melibatkan para payahnya itu juga untuk membeli
desainer muda Kreavi yang berasal dari peralatan guna mendukung produksi.
beberapa kota di Indonesia. Jadinya, Dalam sebulan, Yuli bisa mengumpulkan
kemasan produk Bumbu Pecel Glodak pendapatan sebesar Rp10 juta. Dia juga
menjadi lebih kece. bisa mempekerjakan dua karyawan
untuk membantunya dalam urusan
Kemasan baru ini juga berdampak produksi Bumbu Pecel Glodak.
pada penjualan, khususnya yang
dipasarkan secara online di Facebook
106 99 Inspiring Business
facebook.com/pahlawanekonomi
instagram.com/pahlawanekonomi
pahlawanekonomi.com