TUMBUHAN BERBIJI
Deskripsi
Cemara Gunung merupakan salah satu jenis
tanaman fast growing (cepat tumbuh). Kegunaan
lain dari tanaman ini yaitu sebagai sumber energi,
khususnya kayu bakar. Kayu ini merupakan sumber
energi dominan bagi masyarakat pedesaan yang
pada umumnya berpenghasilan rendah (Prakosa
dkk, 2018).
Kayu cemara gunung (Casuarina
junghuhniana) merupakan salah satu jenis kayu
yang relatif cepat tumbuh dan belum komersial
(less-commercial) yang berpotensi untuk
dikembangkan saat ini. Tanaman cemara gunung
merupakan tanaman pionir pada kondisi tanah yang
mudah longsor dan pada kondisi tanah dengan
asam sulfat yang rendah seperti di Asia Tenggara
dan Australia, dimana tanaman tersebut mampu
tumbuh dengan baik. Tanaman cemara gunung
banyak tumbuh di hutan rakyat terutama daerah
dataran tinggi dan di sekitar kaki gunung Sumbing
dan Sindoro dengan dominasi terbanyak rata-rata
kurang lebih 60-80% (Putra dan Tomy, 2021).
SPERMATOPHYTA 41
TUMBUHAN BERBIJI
Casuarina equisetifoli
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Casuarinales
Familia : Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Spesies : Casuarina
equisetifolia
Gambar 3.4. Tanaman Cemara Laut Deskripsi
Casuarina equisetifolia Cemara laut (Casuarina equisetifolia)
(Sumber :Pribadi) merupakan tanaman dengan banyak manfaat
(multi purpose). Sebagai tanaman hias, tanaman
ini memiliki nilai ekonomi dan estetika yang
tinggi. Selain itu, tanaman ini merupakan
tanaman yang potensial untuk dikembangkan
dalam upaya konservasi kawasan pesisir,
sebagai penahan angin dan abrasi air laut
seperti di kawasan konservasi Taman Wisata
Pantai Panjang Bengkulu. Umumnya cemara laut
berkembang biak secara generatif
menggunakan biji. Biji berukuran sangat kecil
dan dibungkus oleh selaput tipis, sehingga
mudah diterbangkan oleh angin. Biji cemara laut
memiliki embrio dengan daya kecambah yang
rendah (Jamilah, 2020).
SPERMATOPHYTA 42
TUMBUHAN BERBIJI
2. Ordo Caryophyllales
a. Famili Nyctaginaceae
Nyctaginaceae berbentuk pohon, perdu, atau memanjat, berdaun
tunggal serta ada yang memiliki daun pelindung berwarna hijau atau
berwarna lain. Contohnya, Bougainvillea spectabilis, Bougainvillea glabra
dan Mirabilis jalapa (Irnaningtyas, 2016).
Bougainvillea glabra
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Familia : Nyctaginaceae
Genus : Bougainvillea
Spesies : Bougainvillea
galabra
Gambar 3.5. Tanaman Kertas (Bougainvillea galabra)
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 43
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.6. Bunga Kertas (Bougainvillea galabra) Deskripsi
(Sumber : Pribadi) Tanaman Bugenvil merupakan tanaman
tropis yang berasal dari Brazil telah dikenal
dan banyak digunakan dalam penataan lanskap.
Tanaman ini memiliki beragam warna braktea
seperti ungu, orange, merah dan putih. Sebagai
elemen lanskap jalan, bugenvil dapat berfungsi
memperbaiki kualitas lingkungan jalan dengan
mengurangi polusi udara, penahan silau lampu,
peredam kebisingan dan meningkatkan
estetika jalan. Bentuknya berupa pohon kecil
yang sukar tumbuh tegak. Keindahannya
berasal dari seludang bunganya yang berwarna
cerah dan menarik perhatian karena tumbuh
dengan rimbunnya.
Bugenvil memerlukan persyaratan
lingkungan tumbuh yang unik untuk
pembungaan. Pada kondisi lembab tanaman
tidak akan berbunga, tetapi memerlukan
kondisi kering atau stres air untuk
menstimulasi pembungaannya (Nasrullah,
2012).
SPERMATOPHYTA 44
TUMBUHAN BERBIJI
Mirabilis jalapa
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Familia : Nyctaginaceae
Genus : Mirabilis
Spesies : Mirabilis jalapa
Gambar 3.7. Tanaman Pukul Empat (Mirabilis Deskripsi
jalapa) Bunga pukul empat termasuk jenis
tanaman yang memeliki akar tunggang.
(Sumber : Fahira, 2020) Batang tanaman ini termasuk dalam
golongan batang basah (herbaceous).
Gambar 3.8. Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) Batang yang tegak dengan tinggi sekitar
(Sumber : Salsabila, 2020) 20 cm-80 cm, berbentuk bulat bercabang
dengan permukaan luar yang licin dan
berbuku-buku disetiap buku- buku memiliki
tunas daun.
Daun bunga menyirip dengan
memiliki bentuk seperti jantung, pangkal
daun membulat dan di sekitar tepi yang
daun rata, ujung daunnya meruncing. Bunga
tergolong bunga tunggal yang terletak
diujung batang serta mempunyai daun
pelindung yang saling menyatu. Bunga
termasuk kedalam bunga banci (Fahira,
2020)
SPERMATOPHYTA 45
TUMBUHAN BERBIJI
3. Ordo Fabales
a. Famili Fabaceae
Fabaceae berbentuk perdu atau pohon ada pula yang memanjat.
Fabaceae memiliki daun buah memanjang yang akan berkembang menjadi
polong (legume). Sebagian besar fabaceae memiliki bintil-bintil pada akar
yang merupakan bentuk simbiosis dengan bakteri penambat nitrogen
(Rhizobium sp). Fabaceae terdiri atas tiga subfamili yaitu:
1. Subfamili Mimosoceae
Mimosaceae merupakan tumbuhan tinggi yang terdiri semak, perdu
atau pohon, kadang-kadang berduri dan memanjat. Daun majemuk,
kerapkali sempurna menyirip rangkap. Bunga berkelamin dua dengan
kelopak yang bergigi, berlekuk atau berbagi. Terdapat mahkota yang
beraturan, memiliki benang sari yang berjumlah empat atau lebih. Bakal
buah hampir selalu menumpang, biasanya satu atau lebih. Pada akar terjadi
simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen untuk membantu dalam proses
penyuburan tanah yang membentuk nodula. Tumbuhan dari Mimosaceae
juga mengandung asam amino non protein yang terdapat pada biji dan
banyak mengandung tannin.
Tumbuhan dari familia Mimosaceae merupakan kelompok
tumbuhan yang sering bersimbiosis dengan bakteri pengikat N dan
merupakan ciri khas dari tanaman polong-polongan dengan jumlah lebih
dari 90% dari anggota Mimosaceae. Kelebihan yang dimiliki oleh tumbuhan
pengikat N adalah kemampuan untuk tumbuh pada tanah miskin hara,
mampu bersaing dengan rumput yang umumnya tumbuh dominan pada area
yang rusak, mampu tumbuh pada kondisi musim kemarau panjang dan
serasahnya dapat memperkaya unsur hara tanah (Hidriya dkk, 2016).
Contoh Mimosaceae yaitu Mimosa pudica (Putri Malu), Leucaena
leucocephala (Petai cina), Parkia trimoriana (Kedawung).
SPERMATOPHYTA 46
TUMBUHAN BERBIJI
Mimosa pudica
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Mimosa
Spesies : Mimosa pudica
Gambar 3.9.Tanaman Mimosa pudica Deskripsi
(Sumber : Pribadi)
Putri malu atau dalam bahasa latin
disebut Mimosa pudica adalah tumbuhan
dengan ciri daun yang dapat menutup
dengan sendirinya saat disentuh dan
membuka kembali setelah beberapa lama.
Tanaman berduri ini termasuk dalam
tanaman berbiji tertutup
(angiospermae) dan terdapat pada
kelompok tumbuhan berkeping dua atau
dikotil.
SPERMATOPHYTA 47
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.10. Bunga Putri Malu (Mimosa pudica) Daun berupa majemuk menyirip
(Sumber : Pribadi) berganda dua yang sempurna. Jumlah anak
daun setiap sirip 5 - 26 pasang. Helaian
anak daun berbentuk memanjang sampai
lanset, ujung runcing, pangkal membundar,
tepi rata, permukaan atas dan bawah licin,
panjang 6 – 16 mm, lebar 1 - 3 mm, bewarna
hijau, umumnya tepi daun berwarna ungu.
Jika daun tersentuh akan melipatkan diri,
menyirip rangkap. Batang bulat, berambut
dan berduri temple. Batang dengan rambut
sikat yang mengarah miring ke bawah.
Akar berupa akar pena yang kuat.
Bunga berbentuk bulat seperti bola,
bertangkai, berwarna ungu/merah. Kelopak
sangat kecil, bergigi empat, seperti
selaput putih. Tabung mahkota kecil,
bertaju empat, seperti selaput putih (Haq,
2009).
SPERMATOPHYTA 48
TUMBUHAN BERBIJI
Leucaena leucocephala
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Leucaena
Spesies : Leucaena
leucocephala
Gambar 3.11. Tanaman Petai Cina Deskripsi
(Leucaena leucocephala) Petai cina adalah pohon dengan nama
(Sumber : Pribadi) botani Leucaena leucocephala. Petai cina
merupakan salah satu jenis polong-
polongan serbaguna yang paling banyak
ditanam dalam pola pertanaman campuran.
Perakaran Petai cina memiliki nodul– nodul
akar tempat mengikat nitrogem dan
banyak menghasilkan daun sebagai sumber
organik.
Pohon petai cina memiliki tinggi
hingga 20 m tetapi kebanyakan sekitar 2-
10 m. Percabangannya rendah dan banyak
pepagan berwarna kecokelatan atau keabu
abuan, berbintil-bintil dan berlentisel.
SPERMATOPHYTA 49
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.12. Bunga Petai Cina (Leucaena Ranting-rantingnya berbentuk bulat
leucocephala) torak, dengan ujung yang berambut rapat.
Daunnya majemuk dan berbentuk menyirip
(Sumber : Rivai, 2021) rangkap, siripnya berjumlah 3-10 pasang,
Bunganya majemuk berupa bongkol
Gambar 3.13. Buah Petai Cina (Leucaena bertangkai panjang yang berkumpul dalam
leucocephala) malai berisi 2-6 bongkol; tiap-tiap bongkol
tersusun dari 100-180 kuntum bunga,
(Sumber : Rivai, 2021) membentuk bola berwarna putih atau
kekuningan berdiameter 12–21 mm, di atas
tangkai sepanjang 2-5 cm. Bunga kecil-
kecil, berbilangan 5; tabung kelopak
bentuk lonceng bergigi pendek. Benangsari
10 helai, lebih kurang 1 cm, lepas-lepas.
Buahnya polong berbentuk pita lurus, pipih
dan tipis dengan sekat-sekat di antara
biji, hijau dan akhirnya cokelat kehijauan
atau coklat tua apabila kering jika masak,
memecah sendiri sepanjang kampuhnya.
Buah Petai cina mengandung 15-30 biji
yang terletak melintang dalam polongan,
berbentuk bulat telur sungsang atau
bundar telur
Manfaat petai cina secara
farmakologi sebagai antibakteri,
antidiabetes, antiinflamasi, antikanker,
anthelmintik, antioksidan dan larvasida.
Berguna sebagai obat cacing, melancarkan
buang air besar, mengobati patah tulang,
susah tidur, bengkak, radang ginjal,
diabetes dan melancarkan datang bulan
(Rivai, 2021).
SPERMATOPHYTA 50
TUMBUHAN BERBIJI
Parkia trimoriana
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Parkia
Spesies : Parkia trimoriana
Gambar 3.14. Tanaman Kedawung (Parkia
trimoriana)
(Sumber :
https://rempahku.co.id/kedawung-raja-
tumbuhan-obat-obatan-hutan/ )
SPERMATOPHYTA 51
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.15. Buah Kedawung (Parkia Deskripsi
trimoriana)
Kedawung termasuk dalam famili
(Sumber : Rugayah, 2014) Fabaceae yang merupakan anggota dari
genus Parkia. Hampir semua bagian dari
pohon kedawung dapat dimanfaatkan untuk
dikonsumsi, bunga, polong, serta biji
merupakan sumber protein, lemak,
karbohidrat, vitamin, serta mineral yang
baik dibandingkan jenis tanaman legume
yang lain. Bagian buah kedawung
dimanfaatkan oleh masyarakat India
sebagai sayuran. Batang kedawung
digunakan untuk mengobati demam, obat
sakit gigi, mengobati luka, eksim, gangguan
pencernaan, dan diabetes.
Bagian buah kedawung digunakan
untuk mengobati gangguan ginjal, infeksi
saluran kemih, hipertensi, sakit kepala,
sakit perut, kusta, bahan lotion, penyakit
kulit, serta untuk bahan makanan. Bagian
daun dari kedawung dapat dimanfaatkan
untuk mengobati diare dan disentri
(Hidayati dkk, 2020).
Daun dan pepagannya dapat dipakai
sebagai obat luar untuk bisul dan luka.
Pemanfaatan biji Kedawung sebagai obat
tradisional oleh masyarakat Jawa sangat
beragam dan pada umumnya sebagai bahan
campuran untuk pengobatan yang terkait
dengan pencernaan (Rugayah dkk, 2014).
Gambar 3.16. Biji Kedawung (Parkia trimoriana)
(Sumber : Rugayah, 2014)
SPERMATOPHYTA 52
TUMBUHAN BERBIJI
Bauhinia purpurea
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Caesalpiniaceae
Genus : Bauhinia
Spesies : Bauhinia purpurea
Gambar 3.17. Daun Kupu-Kupu (Bauhinia purpurea) Deskripsi
(Sumber : Sari, 2017) Tanaman Bauhinia purpurea banyak
dijumpai tumbuh di daerah beriklim tropis
dan subtropis. Masyarakat luas di
Indonesia mengenal jenis ini dengan nama
bunga kupu-kupu. Bunga kupu-kupu banyak
ditanam dan dimanfaatkan sebagai tanaman
penghijauan di tepi jalan, sebagai pagar
hidup, maupun ditemukan tumbuh liar di
semak-semak. Tanaman ini dapat
dikembangbiakan secara generatif dengan
menggunakan biji ataupun dengan stek dan
cangkok. Bunga kupu kupu juga dapat
dimanfaatkan sebagai tanaman obat
(Karyati dan Muhammad, 2018).
Gambar 3.18. Bunga Kupu-Kupu (Bauhinia purpurea)
(Sumber : Sari, 2017)
SPERMATOPHYTA 53
TUMBUHAN BERBIJI
2. Subfamili Caesalpiniaceae
Caesalpiniaceae merupakan suku tumbuhan yang beberapa
marganya memiliki karakteristik pemoposan daun yang menghasilkan
dedaunan sangat khas, yang dikenal dengan sebutan tumbuhan “daun
saputangan”. Kelompok tumbuhan ini banyak dimanfaatkan sebagai
tanaman hias dan juga peneduh jalan (Marista dan Alex, 2019). Contoh
Caesalpinioideae yaitu Caesalpina pulcherrima (bunga merak), Delonix
regia (flamboyan), Bauhinia purpurea (bunga kupu-kupu).
Caesalpina pulcherrima
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Caesalpiniaceae
Genus : Caesalpina
Spesies : Caesalpina
pulcherrima
Gambar 3.19.Tanaman Kembang Merak (Caesalpina
pulcherrima)
(Sumber : Wahdina, 2017)
SPERMATOPHYTA 54
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.20. Bunga Kembang Merak (Caesalpina Deskripsi
pulcherrima) Kembang merak adalah salah satu
tanaman hias popular yang biasanya
(Sumber : Oktafiani dkk, 2020) ditanam di pekarangan dengan bunga
berwarna merah kekuningan yang cerah.
Bunga kembang merak mengandung
senyawa flavonoid dan saponin yang
berkhasiat sebagai antibakteri. Kembang
merak berupa semak atau pohon kecil yang
tingginya bisamencapai 5 meter (Mustapa
dan Ningsih, 2016).
Di Indonesia, kembang merak
adalah tanaman hias introduksi yang cukup
dikenal dan telah tersebar luas, karena
memiliki warna bunga yang cerah dan dapat
berbunga sepanjang tahun. Caesalpina
pulcherrima juga menunjukkan beberapa
khasiat obat dan memiliki kandungan bahan
kimia cukup beragam (Wahdina, 2017).
SPERMATOPHYTA 55
TUMBUHAN BERBIJI
Delonix regia
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Caesalpiniaceae
Genus : Delonix
Spesies : Delonix regia
Gambar 3.21. Bunga Flamboyan (Delonix regia ) Deskripsi
(Sumber : Oktafiani dkk, 2020) Flamboyan merupakan jenis tanaman
yang mudah tumbuh dan membutuhkan
pencahayaan matahari untuk tumbuh
dengan baik. Salah satu tanaman yang
berperan sebagai imunostimulan adalah
tanaman flamboyan (Delonix regia).
Beberapa peneliti melaporkan bahwa
tanaman flamboyan memiliki kandungan
fitokimia yang bermanfaat untuk
kesehatan. Flamboyan mengandung senyawa
metabolit sekunder, seperti alkaloid,
flavonoid, terpenoid dan tanin yang
bermanfaat sebagai bahan obat. Adanya
kandungan senyawa tersebut menyebabkan
tanaman ini berkhasiat sebagai
imunostimulan (Rosnizar, 2017).
SPERMATOPHYTA 56
TUMBUHAN BERBIJI
3. Subfamili Papilionaceae
Papilionaceae merupakan tanaman penghasil komoditi yang
berharga sebagai bahan pangan dengan nilai gizi yang tinggi karena
kandungannya akan protein, lemak, dan vitamin-vitamin dalam bijinya.
Polong yang muda, demikian pula daun-daun muda jenis-jenis tertentu
banyak yang dimakan sebagai sayuran. Tanaman dari suku Papilionaceae
ini sering ditanam di pekarangan atau di ladang para penduduk.
Suku Papilionaceaee (kacang-kacangan), yang mempunyai ciri-ciri
semak, perdu, atau pohon kerapkali memanjat. Daun berseling atau tersebar,
tunggal atau majemuk. Daun penumpu ada. Bunga berkelamin dua, kelopak
bersatu. Mahkota berbentuk kupu-kupu terdiri atas lima, dua yang terbawah
bersama-sama membentuk tunas, kerapkali berlekatan satu dengan yang
lainnya. Bakal buah menumpang, beruang satu (Taufiq, 2010). Contoh
papilionaceae yaitu Arachis hypogaea (kacang tanah), Crotalaria juncea
(orok-orok).
Arachis hypogaea
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogaea
Gambar 3.22. Daun Kacang Tanah (Arachis hypogaea )
(Sumber : Fauzi, 2010)
SPERMATOPHYTA 57
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.23. Bunga Kacang Tanah (Arachis Deskripsi
hypogaea )
Kacang tanah (Arachis hypogaea)
(Sumber : Fauzi, 2010) berasal dari Brazilia (Amerika Selatan)
yang saat ini telah menyebar keberbagai
Gambar 3.24. Biji Kacang Tanah (Arachis penjuru dunia yang beriklim tropis dan
hypogaea ) sub tropis. Kacang tanah termasuk
komoditas yang multi fungsi dan dapat
(Sumber : Fauzi, 2010) disebut sebagai bioindustri disebabkan
karena kacang tanah selain dapat
dikonsumsi langsung dalam bentuk biji
segar, dapat juga digunakan sebagai
bahan baku industri berbagai jenis
makanan olahan dan minyak nabati, serta
bungkilnya untuk pakan ternak. Biji
kacang tanah mengandung protein
berkisar 17–32,8% (Samosir dkk, 2019).
Bunga kacang tanah berbentuk
seperti kupu-kupu, terdiri dari kelopak
(calyx), tajuk atau mahkota bunga,
benang sari dan kepala putik. Mahkota
bunga kacang tanah berwarna kuning
terdiri dari 5 helaian yang berbentuk
helaian satu sama lainnya. Helaian yang
paling bersar disebut bendera, pada
bagian kanan dan kiri terdapat sayap
yang sebelah bawah bersatu membentuk
cakar, didalamnya terdapat kepala putik
yang berwarna hijau muda. Kelopak bunga
kacang tanah berbentuk tabung sempit
sejak dari pangkal yang dsebut hipatium
(Fauzi, 2010).
SPERMATOPHYTA 58
TUMBUHAN BERBIJI
Crotalaria juncea
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Crotalaria
Spesies : Crotalaria juncea
Gambar 3.25. Tanaman Orok-orok (Crotalaria juncea ) Deskripsi
(Sumber : Setyawati dkk, 2015) Tanaman orok-orok atau Crotalaria
juncea adalah tanaman leguminosa yang
termasuk ke dalam keluarga perdu dan
semak yang dapat dimanfaatkan sebagai
pakan ternak dan berpotensi sebagai
pupuk hijau.
Tanaman orok-orok memiliki ciri
batang berbentuk silindris dan daun
berbentuk runcing sampai lonjong yang
tumbuh mengelilingi batang, serta bunga
berwarna kuning. Bentuk biji tanaman ini
menyerupai ginjal dengan ukuran kecil
(Djalil dkk, 2017).
Gambar 3.26. Bunga Orok-orok (Crotalaria
juncea )
(Sumber : Setyawati dkk, 2015)
SPERMATOPHYTA 59
TUMBUHAN BERBIJI
Biji orok-orok mengandung 12,6 %
minyak dengan 46,8 % asam
linoleat, 4,6 % asam linolenat,28,3 % asam
oleat dan 20,3% asam jenuh (Seta dkk,
2019).
Gambar 3.27. Buah Orok-orok (Crotalaria
juncea )
(Sumber : Setyawati dkk, 2015)
Phaseolus vulgaris
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Familia : Fabaceae
Genus : Phaseolus
Spesies : Phaseolus
vulgaris
Gambar 3.28. Daun Buncis (Phaseolus vulgaris )
(Sumber : Trisnawati dkk, 2018)
SPERMATOPHYTA 60
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.29. Buah Buncis (Phaseolus vulgaris ) Deskripsi
(Sumber : Pribadi) Buncis (Phaseolus vulgaris L.) ialah
satu dari komoditi sayuran yang diminati
masyarakat. Buncis merupakan sumber
protein, vitamin, mineral, serta mengandung
zat-zat lain yang berkhasiat untuk obat yang
dapat dikonsumsi dalam keadaan muda
atau dikonsumsi bijinya (Larassati dan Mudji,
2019).
Tanaman buncis berakar tunggang dan
berakar serabut. Batang tanaman buncis
berbengkok-bengkok berbentuk bulat,
berbulu. Daun tanaman buncis berbentuk
bulat lonjong, ujung daun runcing, berbulu
atau berambut snagat halus dan memiliki
tulang daun menyirip. Bunga berbentuk bulat
panjang. Polong buncis ada yang berbentuk
pipih dan lebar.
SPERMATOPHYTA 61
TUMBUHAN BERBIJI
4. Ordo Gentianales
a. Famili Apocynaceae
Ciri-ciri umum famili Apocynaceae merupakan pohon, perdu atau
semak, sering memanjat, sering bergetah. Daun tunggal, seluruhnya
berhadapan, tanpa daun penumpu, bertepi rata. Bunga dalam anak payung,
malai rata, jarang berdiri sendiri, beraturan, berkelamin dua, kebanyakan
berbilangan lima. Pada umumnya Apocynaceae memiliki bunga dengan warna
mencolok, berukuran besar dan berbau harum. Contoh Apocynaceae yaitu
Catharanthus roseus (tapak dara), Allamanda cathartica (allamanda) dan
Plumeria acuminate (kamboja) (Sukma, 2021).
Catharanthus roseus
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Dicotyledone
Ordo : Gentianales
Familia : Apocynaceae
Genus : Catharanthus
Spesies : Catharanthus
roseus
Gambar 3.30. Tanaman Tapak Dara
(Catharanthus roseus )
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 62
TUMBUHAN BERBIJI
Deskripsi
Tanaman tapak dara (Catharanthus
roseus) merupakan tanaman yang banyak
tumbuh di Indonesia. Tanaman ini tumbuh
liar maupun dibudidayakan sebagai tanaman
hias (Purbosari dan Etika, 2018).
Daun dari tanaman ini berbentuk
bulat telur, memiliki warna hijau, daunnya
tersusun menyirip berselingan dan
diklasifikasikan sebagai daun tunggal.
Bunga dari tanaman ini aksial atau bunga
muncul dari ketiak daun. Untuk kelopak
bunga terlihat kecil, dan berbentuk paku.
Mahkota bunga tanaman tapak dara
ini berbentuk seperti terompet dengan
mempunyai permukaan yang berbulu halus.
Allamanda cathartica
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Dicotyledone
Ordo : Gentianales
Familia : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Spesies : Allamanda
cathartica
Gambar 3.30. Bunga Allamanda (Allamanda
cathartica )
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 63
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.31. Daun Allamanda (Allamanda Deskripsi
cathartica )
Allamanda cathartica merupakan
(Sumber : Pribadi) tanaman hias yang secara empiris digunakan
untuk pengobatan berbagai penyakit, yang
dalam dosis kecil memiliki khasiat sebagai
obat penangkal keracunan, anti muntah, dan
cuci perut (Gunawan dkk, 2019).
Senyawa yang berkhasiat sebagai
antimikroba dari daun alamanda adalah
Plumerisin. Plumerisin memiliki aktivitas
antijamur dan antibakteri dengan spektrum
kerja yang luas terhadap mikroorganisme
secara in vitro
Plumeria acuminata
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Dicotyledone
Ordo : Gentianales
Familia : Apocynaceae
Genus : Plumeria
Spesies : Plumeria
acuminata
Gambar 3.32. Tanaman Kamboja (Plumeria SPERMATOPHYTA 64
acuminata )
(Sumber : Pribadi)
TUMBUHAN BERBIJI
Deskripsi
Kamboja atau semboja merupakan
sekelompok tanaman dalam marga plumeria,
tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah.
Kamboja merupakan salah satu jenis bunga
yang banyak ditanam di Indonesia,
khususnya pulau Jawa dan Bali cukup banyak
ditemukan pohon kamboja. Bunga kamboja
merupakan bunga yang berbau sangat harum
dan cukup awet. Bunga kamboja yang diolah
menjadi ekstrak bunga kamboja digunakan
sebagai bahan tambahan pembuatan lulur
tradisional berbahan dasar tepung kedelai
(Megasari, 2019).
Gambar 3.33. Bunga Kamboja (Plumeria acuminata )
(Sumber : Pribadi)
b. Famili Asteraceae
Famili Asteraceae merupakan anggota famili terbesar kedua dalam
sistem kingdom plantae. ecara morfologi anggota dari famili Asteraceae
memiliki ciri daun tersebar atau berhadapan, tunggal. Bunga dalam bongkol
kecil dengan daun pembalut, sering dalam satu bongkol yang sama terdapat
dua macam bunga yaitu bunga cakram berbentuk tabung dan bunga tepi
berbentuk pita, termasuk ke dalam gulma berdaun lebar, hidup. Secara
terresterial, termasuk kedalam dicotyledoneae, berkembangbiak secara
simple perennial. Daun pelindung dari bunga tersendiri kadang-kadang
seperti sisik jerami. Bunga beraturan atau setangkup tunggal dengan
kelopak yang umumnya sangat tidak jelas. Mahkota berdaun lepas, benang
sari dalam tabung mahkota, bakal buah tenggelam dengan satu bakal biji,
tangkai putik satu, kebanyakan dengan dua kepala putik. Buah keras berbiji
satu, biji umumnya tumbuh bersatu dengan kulit buah (Simanjuntak, 2017).
Contoh Astaraceae yaitu Helianthus annus (bunga matahari).
SPERMATOPHYTA 65
TUMBUHAN BERBIJI
Helianthus annus
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Dicotyledone
Ordo : Asterales
Familia : Asteraceae
Genus : Helianthus
Spesies : Helianthus annus
Gambar 3.34. Bunga Matahari (Helianthus annus )
(Sumber : Oktafiani dkk, 2020)
Deskripsi
Ciri-ciri dari bunga matahari adalah
kelopak bunga yang berwarna kuning terang,
daun lebar, memiliki tangkai panjang,
batang dan daun berbulu. Bunga matahari
terbagi menjadi dua macam yaitu bunga pita
dan bunga tabung. Bunga pita merupakan
bagian bunga di sepanjang tepi cawan yang
membentuk pita sedangkan bunga tabung
adalah bunga-bunga fertil (benang sari dan
putik) yang biasanya menghasikan buah.
Penyerbukan bunga matahari
memanfaatkan polinator lebah madu untuk
terjadinya proses pembuahan putik (bunga
betina) oleh sari (bunga jantan) dan
mengahasilkan biji berkualitas. Akar bunga
matahai berbentuk sera but serta memiliki
lima rambut-rambut akar (Oktafiani dkk,
2020).
SPERMATOPHYTA 66
TUMBUHAN BERBIJI
5. Ordo Magnoliales
a. Famili Magnoliaceae
Magnoliaceae berbentuk pohon atau perdu. Daunnya tunggal dan
pada saat rontok meninggalkan bekas berbentuk cincin pada ranting.
Kelopak dan mahkota tidak selalu dapat dibedakan dengan jelas. Contohnya
Michelia champaca (cempaka) (Irnaningtyas, 2016).
Michelia champaca
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Dicotyledone
Ordo : Magnoliales
Familia : Magnoliaceae
Genus : Michelia
Spesies : Michelia
champaca
Gambar 3.35. Bunga Cempaka (Michelia
champaca)
(Sumber : Oktafiani dkk, 2020)
SPERMATOPHYTA 67
TUMBUHAN BERBIJI
Deskripsi
Bekas tempat daun peindung terlihat
melihat batang lebih. Bunganya wangi,
berwarna kuning, berbentuk laksa na bunga
tulip (dari negeri Belanda). Putik terpisah
oleh internodium yang panjang (Semacam
benjol) yang memisahkan) dari perhiasan
bunga lain. Buah dalam pertum buhannya
menjadi bulir panjang, terdiri atas buah
kecil-kecil berbentuk jantung dan pecah di
belakang. Biji pahit, kulit yang masih segar
berwarna cokelat (biasanya hijau-kelabu
karena lumut) di bagian luar. Jika dibelah:
kuning muda terbelah, pahit. adstringens,
wangi sedikit. (Oktafiani dkk, 2020).
6. Ordo Malvales
a. Famili Malvaceae
Malvaceae berbentuk perdu atau pohon. Daunnya tunggal dan menjari
di bagian pangkal. Bunganya memiliki lima daun kelopak dan lima daun
mahkota, berkelamin dua, benang sari banyak, tangkai sari Bersatu dan tangkai
putik berada diatasnya. Contohnya, kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis),
kapas (Gossypium hirsutum), waru (Hibiscus tiliaceus).
SPERMATOPHYTA 68
TUMBUHAN BERBIJI
Hibiscus rosasinensis
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus
rosasinensis
Gambar 3.36. Tanaman Kembang Sepatu
Hibiscus rosasinensis
(Sumber : Pribadi)
Gambar 3.37. Daun Kembang Sepatu ( Hibiscus
rosasinensis)
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 69
TUMBUHAN BERBIJI
Deskripsi
Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
merupakan tanaman semak kelompok
Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan
banyak dimanfaatkan sebagai pagar hidup
maupun tanaman hias di daerah subtropis dan
tropis. Bunga sepatu yang memiliki bunga
berwarna merah, selain sebagai tanaman hias,
bunga sepatu dimanfaatkan oleh masyarakat
sebagai obat untuk batuk, sariawan, demam,
dan juga digunakan untuk bahan pewarna
(Mutoharoh dkk, 2020).
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis
L) merupakan tanaman perdu, tahunan, dengan
Gambar 3.38. Bunga Kembag Sepatu (Hibiscus rosasinensis) tinggi tanaman ±3 m. Batangnya bulat,
(Sumber : Pribadi ) berkayu, keras dan berdiameter ±9 cm.
Daun tunggal, tepi beringgit, ujung
runcing, pangkal tumpul, panjangnya 10-16 cm,
lebar 5-1 cm, hijau muda. Bunga tunggal,
bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak
bentuk lonceng, mahkota terdiri dari lima
belas sampai dua puluh daun mahkota, merah
muda, benang sari banyak, tangkai sari merah,
kepala sari kuning, dan putik bentuk tabung.
Sedangkan akarnya tunggang dan
berwarna coklat muda. Buahnya kecil dan
lonjong, dengan diameter ±4 mm, masih muda
putih setelah tua berwarna coklat. Sedangkan
bijinya pipih dan berwarna putih.
.
SPERMATOPHYTA 70
TUMBUHAN BERBIJI
Gossypium hirsutum
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Gossypium
Spesies : Gossypium
hirsutum
Gambar 3.39. Tanaman Kapas (Gossypium hirsutum)
(Sumber : Oktafiani dkk, 2020)
Deskripsi
Tanaman kapas (Gossypium hirsutum.)
termasuk keluarga Malvaceae. Tanaman
kapas (Gossypium hirsutum) adalah tanaman
yang berupa semak. (Sari dkk, 2017).
Kapas (Gossypium hirsutum)
merupakan salah satu bahan baku penting
untuk mendukung perkembangan industri
tekstil dan produk tektil (TPT), termasuk
industri kreatif (Razaq dkk, 2018).
Gambar 3.40. Kapas (Gossypium hirsutum)
(Sumber : Oktafiani dkk, 2020)
SPERMATOPHYTA 71
TUMBUHAN BERBIJI
Hibiscus tiliaceus
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus tiliaceus
Deskripsi
Gambar 3.41. Tanaman Waru (Hibiscus tiliaceus ) Tanaman waru (hibiscus tiliaceus) suku
(Sumber : Pribadi) kapas-kapasan atau malvaceae, dikenal
sebagai waru laut atau pantai dan lama dikenal
Gambar 3.42. Daun Waru ( Hibiscus tiliaceus ) sebagai pohon peneduh tepi jalan atau tepi
(Sumber : Pribadi) sungai dan pematang serta pantai. Bunga waru
dapat dijadikan zat warna alami, karena pada
bunga waru, terdapat pigmen warna yaitu
antosianin. Antosianin dari berbagai tanaman
semakin banyak digunakan dalam industri
makanan dan obat-obatan karena warnanya
menarik dan aman bagi kesehatan
(Frantauansyah dkk, 2013).
Selain sebagai tanaman peneduh,
umumnya daun waru digunakan sebagai obat
tradisional untuk menyembuhkan penyakit
demam, batuk, infeksi telinga, sesak nafas,
diare, disentri, tipus, TBC, randang amandel,
peradangan usus, abses, penyubur rambut dan
bisul (Surahmaida dkk, 2020).
SPERMATOPHYTA 72
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.43. Bunga Waru ( Hibiscus tiliaceus )
(Sumber : Pribadi)
b. Famili Bombaceae
Tumbuhan berupa pohon diliputi rambut penutup dan rambut
bintang. Daun tunggal atau majemuk, letak tersebar. Bunga pada umumnya
besar, actinomorf bisexual. Buah capsua, kadang di bagian dalam terdapat
rambut. Biji dengan endosperm tipis (Oktafiani dkk, 2020). Contohnya
Durian (Durio zibethinus).
SPERMATOPHYTA 73
TUMBUHAN BERBIJI
Durio zibethinus
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia : Bombaceae
Genus : Durio
Spesies : Durio zibethinus
Gambar 3.44. Daun Durian ( Durio zibethinus)
(Sumber : Pribadi)
Deskripsi
Durian merupakan salah satu
jenis buah yang menjadi kuliner khas
dari kota Medan dengan cita rasanya
yang khas. urian nasional yang dihasilkan
berdasarkan preferensi konsumen saat ini
adalah ukuran buah sedang, aroma kuat,
daging tebal bertekstur lembut kering,
dan rasanya manis legit. Karakter lain
yang juga cukup penting untuk
diperhatikan adalah bentuk buah lonjong,
warna kulit hijau coklat, panjang duri
sedang, warna daging kuning, serta biji
berukuran kecil (Pratiwi dkk, 2018).
Gambar 3.45. Buah Durian ( Durio zibethinus)
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 74
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.46. Biji Durian ( Durio zibethinus)
(Sumber : Pribadi)
7. Ordo Myrtales
a. Famili Myrtaceae
Myrtaceae merupakan salah satu famili dari ordo Myrtales yang
tersebar di daerah tropis dan subtropis, famili ini memiliki kurang lebih
2.050 spesies yang tergabung dalam 137 genus. Genus utamanaya antara
lain Eugenia (600 spesies), Eucalyptus (500 spesies), Myrcia (300 spesies),
Syzygium (300 spesies), Psidium (100 spesies) , Melaleuca (100 spesies),
dan Callistemon (25 spesies).
Ciri morfologi utama dari famili Myrtaceae adalah: Habitus berupa
perdu atau pohon, Akar tunggang, bagian Batang berkayu, kulit batang
mudah terkelupas, bertanin. Daun tunggal, tidak memiliki stipula, letaknya
berhadapan, berseling, atau tersebar, tepi rata, mengandung kelenjar minyak
atsiri. Bunga bunga tunggal atau dalam karangan simosa, rasemosa,
biseksual, aktinomorf. Kelopak bunga berjumlah 4-5 bersatu meliputi
ovarium membentuk hypanthium. Sepal membentuk kaliptra dan mudah
jatuh atau tereduksi. Mahkota berjumlah 4-5, imbrikatus dan cepat luruh.
SPERMATOPHYTA 75
TUMBUHAN BERBIJI
Jambu biji (Psidium guajava), jambu air(Syszygium aqueum), jambu bol
(Syszygium malaccense) (Lutfiasari dan Dharmono, 2018).
Psidium guajava
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Familia : Myrtaceae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium guajava
Gambar 3.47. Daun Jambu Biji (Psidium guajava)
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 76
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.48. Buah Jambu Biji (Psidium guajava) Deskripsi
(Sumber : Pribadi)
Khasiat dari daun jambu biji sebagai
obat antara lain : (1) daun segar jambu biji
dapat digunakan untuk luka bakar maupun
luka yang melepuh dan untuk menanggulangi
maag, (2) daun jambu biji yang masih muda
dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi
masuk angin dan beser (sering kencing)
berlebihan), (3) daun jambu biji ditambah
kulit batang, jari akar dan kuntum bunga,
diambil sarinya digunakan sebagai obat
disentri dan (4) daun segar dari tanaman
dapat digunakan sebagai obat diare (Ariani
dkk, 2008).
Tanaman jambu biji memiliki habitus
berupa semak atau perdu, dengan tinggi
pohon dapat mencapai 9 meter. Tanaman
jambu biji memiliki batang muda berbentuk
segiempat, sedangkan batang tua berkayu
keras dengan warna cokelat. Permukaan
batang licin dengan lapisan kulit yang tipis
dan mudah terkelupas. Bila kulitnya
dikelupas akan terlihat bagian dalam batang
yang berwarna hijau. Arah tumbuh batang
tegak lurus dengan percabangan
simpodial.
Gambar 3.49. Bunga Jambu Biji (Psidium guajava)
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 77
TUMBUHAN BERBIJI
Syszygium aqueum
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Familia : Myrtaceae
Genus : Syszygium
Spesies : Syszygium aqueum
Gambar 3.50. Daun Jambu Air (Syszygium aqueum)
(Sumber : Pribadi)
Deskripsi
Syzygium aqueum merupakan
tanaman yang berasal dari suku jambu–
jambuan yang dikenal di Indonesia
sebagai jambu air. Buah dari Syzygium
aqueum sering dikonsumsi langsung
tanpa diolah. Kayunya keras kemerahan,
biasa digunakan untuk konstruksi atau
kerajinan. Serat pada jambu air juga
dapat mengenyangkan sehingga cocok
dikonsumsi bagi orang yang sedang diet
(Anggrawati dan Zelika, 2016).
Gambar 3.51. Buah Jambu Air (Syszygium aqueum)
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 78
TUMBUHAN BERBIJI
Gambar 3.52. Bunga Jambu Air (Syszygium aqueum) Bentuk daunnya bulat telur
(Sumber : Pribadi) sampai lonjong atau elips. Warna
daun yang muda merah, sedangkan
yang tua hijau. Mahkota bunganya
terdiri dari empat helai. Bunganya
berwarna putih kehijauan dan putih
kemerahan, dan berbenang sari
amat banyak berbentuk seperti
paku (Hanifah dan Sri, 2016).
Tinggi tanaman 3-10 m,
dengan batang pendek dan bengkok,
diameter batang 30-50 cm,
percabangan dekat permukaan
tanah, dengan bentuk tajuk tidak
beraturan. Daun berbentuk ellips
sampai oblong (memanjang). Buah
berwarna putih sampai merah,
mengandung banyak air dan
beraroma kuat.
SPERMATOPHYTA 79
TUMBUHAN BERBIJI
Syszygium malaccense
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Familia : Myrtaceae
Genus : Syszygium
Spesies : Syszygium
malaccense
Deskripsi
Gambar 3.53. Buah Jambu Bol (Syszygium malaccense) Syzygium malaccense yang
(Sumber : https://pin.it/4xTqtlF ) dikenal juga sebagai malay apple, atau
di Indonesia dikenal juga sebagai
jambu bol, termasuk dalam famili
myrtaceae sehingga memiliki peluang
digunakan sebagai tanaman obat
(Fauziah dkk, 2019).
Jambu bol (Syzygium
malaccense) merupakan tanaman buah
tahunan kerabat jambu-jambuan.
Buah jambu bol memiliki tekstur
daging yang lebih lembut dan lebih
padat dibandingkan dengan jambu-
jambuan lainnya. Pada saat buah
jambu bol masih muda warna kulit
buahnya merah cerah dan pada saat
matang warna tersebut akan menjadi
Gambar 3.54. Buah Jambu Bol (Syszygium merah yang sangat pekat mendekati
malaccense) ketika di belah hitam. Buah jambu bol ini memiliki
ukuran jumbo, dan rasa yang manis.
(Sumber : https://pin.it/4xTqtlF )
,
SPERMATOPHYTA 80
TUMBUHAN BERBIJI
Daunnya lebar, duduk saling
berhadapan dua-dua pada tangkai
bersama atau ranting.
Daunnya agak tebal seperti kulit,
berurat menyirip menonjol, warna
daun hijau tua. Daun (folium)
tergolong daun tunggal yang tidak
lengkap. Pertulangan daun menyirip.
Bunganya muncul sepanjang
cabang dan ranting dengan warna
merah jambu, berbentuk seperti
sapu. Bunganya adalah bunga
sempurna (hermaphroditus).
Buahnya berbentuk lonjong,
buah masak berwarna merah hingga
merah tua, daging buah tebal
Gambar 3.55. Bunga Jambu Bol (Syszygium berwarna putih, banyak mengandung
malaccense)
air. Biji berukuran besar, berbentuk
(Sumber : https://pin.it/3pQydUB )
bulat, dan penampakan kulit luar
berwarna cokelat.
8. Ordo Piperales
a. Famili Piperaceae
Piperaceae berbentuk perdu atau semak dan ada yang memanjat
dengan akar lekat. Daunnya memiliki bau aromatic atau rasa pedas. Suku
Piperaceae terdiri atas 13 marga dan diperkirakan mencapai sekitar 2.658
nama jenis yang valid. Suku Piperaceae termasuk anggota tumbuhan
berbunga berupa semak atau perdu, seringkali memanjat dengan
menggunakan akar lekat, mempunyai ciri khas yaitu daunnya kerap kali
berbau aromatis atau rasa pedas. Unganya majemuk, tersusun dalam
untaian, buah kecil, kering dan keras, tergolong buah batu. Jenis-jenis Piper
yang telah dibudidayakan di antaranya yaitu P. betle dan P. nigrum.
Contohnya, sirih (Piper betle), lada (Piper ningrum) (Munawaroh dan
Yuzammi, 2017).
SPERMATOPHYTA 81
TUMBUHAN BERBIJI
Piper betle
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Familia : Piparsceae
Genus : Piper
Spesies : Piper betle
Gambar 3.56. Tanaman Sirih (Piper betle ) Deskripsi
(Sumber : Pribadi) Daun sirih dimanfaatkan sebagai
anti sariawan, anti batuk, astrigent, dan
Gambar 3.57. Daun Sirih (Piper betle ) anti septik. Senyawa saponin dapat
(Sumber : Pribadi) bekerja sebagai anti mikroba. Daun sirih
mempunyai aroma yang khas karena
mengandung minyak astari 1-4, 2%, air,
protein, lemak, karbohidrat, kalsium,
fosfor, vitamin A, B, C, yodium, gula dan
pati (Carolia dan Wulan, 2016).
Sirih merupakan tanaman
merambat yang mencapai ketinggian
hingga 15 m dan mempunyai batang
berwarna coklat kehijauan yang beruas-
ruas sebagai tempat keluarnya akar.
Tanaman ini panjangnya mampu mencapai
puluhan meter. Bentuk daun seperti
jantung, tangkai daun panjang, tepi daun
rata, ujung daun meruncing, pangkal daun
berlekuk, tulang daun menyirip, dan
daging daun tipis. (Ningtias dkk, 2014).
SPERMATOPHYTA 82
TUMBUHAN BERBIJI
Piper ningrum
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Familia : Piparsceae
Genus : Piper
Spesies : Piper ningrum
Gambar 3.58. Daun Lada (Piper ningrum) Deskripsi
(Sumber : Novitasari 2014) Lada merupakan tanaman rempah
yang sudah lama ditanam di Indonesia.
Gambar 3.59. Buah Lada (Piper ningrum) Tanaman ini berasal dari Ghats-Malabar
(Sumber : https://pin.it/7s2geiJ ) India dan di negara asalnya terdapat tidak
kurang dari 600 jenis varietas, sementara
itu di Indonesia terdapat tidak kurang
dari 40 varietas. Kulit buah yang masih
muda berwarna hijau, sedangkan yang tua
berwarna kuning (Novitasari, 2014). Lada
merupakan tanaman yang buahnya
berfungsi sebagai bumbu masakan, obat
herbal, anti bakteri (Meilawati dkk, 2016).
Daun tunggal, daun terbentuk bulat
telur dan pada bagian ujung daun
meruncing. Bunga tanaman lada berada
pada butir-butir yang berbentuk spika
(tandan) dengan ujung apical yang
menggantung. (Ningrum, 2017).
SPERMATOPHYTA 83
TUMBUHAN BERBIJI
9. Ordo Rosales
a. Famili Rosaceae
Rosaceae merupakan kelompok mawar, berbentuk semak, tetapi ada
pula yang memanjat, berkayu, berduri tempel atau tidak berduri. Contohnya,
mawar (Rosa hybrida) (Irnaningtyas, 2016).
Rosa hybrida
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Familia : Rosaceae
Genus : Rosa
Spesies : Rosa hybrida
Gambar 3.60. Tanaman Mawar (Rosa hybrida)
(Sumber : Pribadi)
SPERMATOPHYTA 84
TUMBUHAN BERBIJI
Deskripsi
Tanaman ini termasuk salah satu
komoditas tanaman hias yang banyak
dibudidayakan dan diusahakan di Indonesia
karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Berdasarkan kegunaannya, tanaman mawar
sering digunakan sebagai tanaman hias pot,
bunga potong, dan dapat digunakan sebagai
tanaman penghias taman, selain itu mawar
juga digunakan sebagai bunga tabur
(rampai) dan bahan industri kosmetik dan
pewangi. Mawar dapat ditanam di lapangan
maupun di rumah kaca (Suradinata dan
Wulansari, 2015).
Tanaman mawar umumnya merupakan
tanaman perdu, batangnya berduri dengan
tinggi tanaman antara 0.3 sampai 0.5 meter.
Berakar tunggang dengan banyak cabang
akar seperti serat dan akar rambut yang
menyerupai benang. Daun mawar merupakan
daun majemuk dengan 3 atau 5 berselang
dan bersirip ganjil. Bunga ada yang tunggal.
Warna bunga bervariasi dari putih, merah,
merah muda dan ungu muda.
SPERMATOPHYTA 85
TUMBUHAN BERBIJI
Malus sylvestris
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Familia : Rosaceae
Genus : Malus
Spesies : Malus
sylvestris
Gambar 3.61. Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris) Deskripsi
(Sumber : Abbas 2018). Apel Manalagi mempunyai rasa
manis walaupun masih muda dan
Gambar 3.62. Buah Apel Manalagi (Malus sylvestris) saat aromanya harum. Bentuk buahnya
di belah bulat dan kulit buahnya berpori putih.
Jika dibungkus kulit buahnya berwarna
(Sumber : Kristianto 2019). hijau muda kekuningan, sedangkan jika
dibiarkan terbuka warnanya akan
tetap hijau. Diameter buah berkisar
antara 5-7 cm dan berat 75-100
gram/buah (Hapsari dan Teti, 2015).
Salah satu buah yang baik
dikonsumsi adalah apel, karena apel
bebas lemak, sodium, dan kolesterol.
Apel banyak memiliki kandungan
vitamin, mineral serta unsur lain
seperti fitokimia, serat, tanin, baron,
asam tartat dan lainnya,(Ulfah dan
Luthfi, 2016).
SPERMATOPHYTA 86
TUMBUHAN BERBIJI
10. Ordo Sapindales
a. Famili Rutaceae
Rutaceae merupakan familia yang paling dikenal dengan salah satu
genusnya, Citrus. Hampir semua organ pada Citrus sp. atau tanaman jeruk
banyak dimanfaatkan oleh manusia, antara lain buahnya dikonsumsi
sebagai bahan pangan karena kaya vitamin C, folat, serat, kalium dan
antioksidan. Bunga, hesperidium dan kulit jeruk dijadikan wewangian atau
parfum serta madu dari bunga untuk dikonsumsi. Daunnya dijadikan
rempah-rempah, penyedap makanan, pestisida alami, herbasida,
antimikroba serta biji, batang dan akar jeruk dijadikan sebagai penawar
racun dan sebagai anti inflamasi Rutaceae berbentuk pohon atau perdu.
Daunnya memiliki kelenjar minyak. Contohnya, jeruk (Citrus sp) (Aziz,
2020).
Citrus sp
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Familia : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus sp
Gambar 3.63. Buah Jeruk (Citrus sp)
(Sumber : Oktafiani dkk, 2020)
SPERMATOPHYTA 87
TUMBUHAN BERBIJI
AB C Deskripsi
Tanaman jeruk memiliki akar
DE F tunggang dengan ujung akar terdiri dari
sel-sel muda yang senantiasa membelah
Gambar 3.64. Macam-macam daun Citrus dan merupakan titik tumbuh akar jeruk.
(A) Jeruk siam (Citrus nobilis), (B). Jeruk nipis Batang tanaman jeruk berbentuk bulat
(Citrus aurantifolia), (C). Jeruk purut dan mempunyai bermacam-macam warna
(Citrus hystrix), (D). Jeruk lemon (Limonia tergantung dari jensinya.
acidissima), (E). Jeruk bali (Citrus maxima), Daun tanaman jeruk berwarna
(F). Jeruk kingkit (Triphasia trifoliate) hijau tua dan terkesan tebal. Daun jeruk
(Sumber : Zufahmi dan Nurlaila 2018) terdiiri atas dua bagian, yaitu daun
lembaran kecil dan besar. Bentuk daun
bulat telur, tulang daun berbentuk
menyirip beraturan, tetapi ada juga
yang berselang seling seperti citrus
sinensis dan citrus paradise.
Bunga tanaman jeruk kebanyakan
berbentuk majemuk dalam satu tangkai
dan setiap kuntum bunga berkelamin
dua. Buah tanaman jeruk ada yang
berbentuk bulat, oval dan lonjong
sedikit memanjang. Kulit buah ada yang
tebal dan alot, tetapi ada juga yang tipis
dan mudah dikupas (Oktafiani dkk,
2020).
SPERMATOPHYTA 88
TUMBUHAN BERBIJI
Pada umumnya buah jeruk merupakan
sumber vitamin C yang berguna untuk
kesehatan manusia. Sari buah jeruk
mengandung 40-70 mg vitamin C per 100 g
bahan, tergantung jenisnya.
A BC Kandungan kulit jeruk memiliki
manfaat diantaranya mulai dari penenang,
penghalus kulit hingga obat anti
nyamuk.Jeruk selain berfungsi sebagai
sumber gizi, juga merupakan salah satu
komoditas hortikultura yang berfungsi
DE F sebagai sumber sumber devisa negara
(Adelina dkk, 2017).
Gambar 3.65. Macam-macam buah Citrus
(A). Jeruk siam (Citrus nobilis), (B). Jeruk nipis
(Citrus aurantifolia), (C). Jeruk purut
(Citrus hystrix), (D). Jeruk lemon (Limonia
acidissima), (E). Jeruk bali (Citrus maxima), (F).
Jeruk kingkit (Triphasia trifoliate).
(Sumber : Zufahmi dan Nurlaila 2018)
SPERMATOPHYTA 89
TUMBUHAN BERBIJI
b. Famili Anacardiaceae
Tumbuhan berkayu, di bagian kayu, daun tunggal atau majemuk.
Letaknya tersebar dengan stipula yang tidak jelas. Bunga majemuk.
Contohnya, manga (Mangifera indica) (Oktafiani dkk, 2020).
Mangifera indica
Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Familia : anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Gambar 3.66. Buah Mangga (Mangifera indica) Deskripsi
(Sumber : Pribadi)
Mangga adalah anggota kingdom
Plantae, Divisi Tracheophyta, klas
Magnoliopsida, ordo Sapindales, dan
famili Anacardiaceae. Mangga
merupakan tanaman berbuah musiman
yang berupa pohon dan berasal dari
India. Tanaman ini kemudian menyebar
ke wilayah Asia Tenggara termasuk
Indonesia.
SPERMATOPHYTA 90