The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Elektronik (E-book) Materi Sistem Saraf Berbasis Mind Map (Khoirunnisya Dalimunthe)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by khoirunnisyaisyah, 2022-03-18 22:57:55

Buku Elektronik (E-book) Materi Sistem Saraf Berbasis Mind Map (Khoirunnisya Dalimunthe)

Buku Elektronik (E-book) Materi Sistem Saraf Berbasis Mind Map (Khoirunnisya Dalimunthe)

Sistem Saraf Manusia 34

Gambar 11. Polarisasi
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 35

b. Tahap Depolarisasi
Jika neuron diberikan rangsangan, saluran Na+ akan terbuka dan ion Na+ masuk ke dalam sel. Hal

tersebut menyebabkan perubahan muatan listrik yaitu di bagian luar membran bermuatan negatif (-) dan di
bagian dalam membran menjadi bermuatan positif (+) (Depolarisasi Awal). Depolarisasi selanjutnya yaitu
depolarisasi akhir akan terjadi jika saluran tambahan Na+ terbuka, sedangkan saluran K+ tetap tertutup
(Gambar 12) (Gambar 13).

Gambar 12. Depolarisasi Awal Gambar 13. Depolarisasi Akhir
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 36
c. Tahap Repolarisasi

Saluran Na+ tertutup dan tidak aktif, sedangkan saluran K+ terbuka sehingga ion K+ keluar dan
menyebabkan bagian dalam membran menjadi bermuatan negatif (-). Jika saluran K+ tertutup relatif lambat
dan menyebabkan keadaan dala membran menjadi bermuatan lebih negatif, akan kembali ke tahap istirahat
(Gambar 14).

Gambar 14. Repolarisasi
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 37

Ion kalsium memainkan peranan penting dalam mengubah impuls listrik menjadi sinyal kimiawi.
Depolarisasi membran prasinaptik menyebabkan Ca2+ masuk secara cepat ke dalam neuron melalui saluran
bergerbang voltase. Peningkatan konsentrasi Ca2+ sitosilik secara mendadak merangsang vesikula sinaptik
menyatu dengan membran prasinaptik dan melepaskan neurotransmitter ke dalam celah sinaptik melalui
eksositosis. Neurotransmitter berdifusi melewati jarak pendek dari membran prasinaptik sampai ke membran
pascasinaptik, yaitu membran plasma badan sel atau dendrit pada sisi lain sinapsis (Campbell dkk.,2004).

Membran pascasinaptik dikhususkan untuk menerima pesan kimawi. Penjuluran permukaan ekstraseluler
membran itu adalah protein yang berfungsi sebagai reseptor spesifik untuk neurotransmitter. Reseptor tersebut
merupakan bagian dari saluran ion selektif yang membuka dan menutup, yang mengontrol pergerakan ion
melewati membran pascasinaptik. Reseptor tertentu dapat dikenali oleh jenis neurotransmitter tertentu dan ketika
berikatan dengan zat kimia ini, gerbang saluran ion akan membuka dan mengalirkan ion spesifik, seperti Na+, K+
atau Cl- yang melewati membran tersebut (Campbell dkk.,2004).

Sistem Saraf Manusia 38
Mind Map 7. Jenis-Jenis Sistem Saraf

Sistem Saraf Manusia 39
Mind Map 8. Sistem Saraf Pusat Bagian Otak

Sistem Saraf Manusia 40
Central Nervous System (Sistem Saraf Pusat/SSP) Otak

Istilah Penting

1. Cerebrum 5. Input 9. Lobus
2. Cerebellum 6. Output 10. Fisura
3. Desencephalon 7. Meninges 11. Sulkus
4. Mesencephalon 8. Hemisfer 12. Korpus/Corpus

Sistem Saraf Manusia 41

Sistem saraf manusia terdiri dari dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi (perifier) (Mind
Map 7). Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang. Kedua sistem saraf ini dilindungi oleh selaput
yang terdiri dari jaringan pengikat yang disebut meninges. Meninges terdiri atas tiga lapis dari luar ke dalam,
yaitu durameter, arakhnoid dan piameter. Diantara piameter dan arakhnoid terdapat rongga subarakhnoid
yang berisi cairan cerebrospinal (Mind Map 8).

Otak merupakan pusat pengendali sistem saraf. Otak terletak di dalam rongga kepala dan terlindungi
oleh tulang tengkorak (cranium), selaput otak (meninges) dan cairan cerebrospinal. Permukaan otak tidak
rata karena adanya belahan-belahan otak (lobus), gelang-gelang otak (garis), alur-alur otak (fisura) dan parit-
parit otak (sulkus) (Gambar 15). Bagian utama otak terbagi menjadi otak besar (cerebrum), otak tengah
(mesencephalon), otak depan (diencephalon) dan otak kecil (cerebellum) (Mind Map 9). Hemisfer pada otak
terdiri dari dua bagian yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Setiap hemisfer terdiri atas empat lobus, yaitu
lobus frontalis, lobus parietalis, lobus oksipitalis dan lobus temporalis (Mind Map 10) (Gambar 16).

Sistem Saraf Manusia 42

Gambar 15. Struktur Otak
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 43

Gambar 16. Bagian Utama Otak
(Sumber : Campbell dkk., 2004)

Sistem Saraf Manusia 44

Kiri Terbagi Kanan Kumpulan Ganglion
pada dasar
2 Hemisfer
Mesencephalon
Terdiri
Terdapat
Cerebrum
Mesencephalon
Bagian
utama otak Bagian
utama
Diencephalon Bagian utama otak otak

Membentuk Bagian
utama
Talamus Hipotalamus otak

Cerebellum

Terdapat

Jembatan Varol

Mind map 9. Bagian Utama Otak

Sistem Saraf Manusia 45

1. Otak Besar (Cerebrum)
Pusat integratif yang paling kompleks di Sistem Saraf Pusat (SSP), berkembang dari telensefalon

embrionik. Cerebrum adalah bagian terbesar otak dan berada di fossa cranial tengah dan interior. Cerebrum
dibagi oleh suatu celah yang disebut fissura cerebri longitudinal menjadi hemisfer kiri dan kanan. Setiap
hemisfer berisi satu ventrikel lateral. Di otak bagian dalam hemisfer dihubungkan oleh masa substansi
albikan (serat saraf) yang disebut Corpus Callosum. Bagian superfisial cerebrum terdiri dari badan sel dan
subtansi grissea yang membentuk korteks cerebri (Widowati dan Rinata, 2020).

Hemisfer terbagi menjadi lobus-lobus yang dipisahkan oleh celah yang disebut sulkus. Setiap
hemisfer terdiri atas empat lobus, yaitu (Mind Map 9):
a. Lobus Frontal

- Bagian terdepat otak yang terletak tepat di belakang dahi
- Pada gerakan sadar (Volunter) otot rangka
- Kemampuan berbicara
- Kemampuan intelektual, kepribadian, penilaian dan perilaku yang lebih tinggi (Chalik, 2016)

Sistem Saraf Manusia 46

b. Lobus Pareitalis
- Pusat pengaturan kulit dan otot yang berhubungan dengan rangsangan

c. Lobus Oksipitalis
- Terletak di bawah lobus parietalis
- Pusat penglihatan

d. Lobus Temporalis
- Terletak di bawah lobus frontal dan lobus parietalis
- Berhubungan dengan pusat pendengaran (Yusa dan Manickam, 2016)

Sistem Saraf Manusia 47

Pengendali aktivitas Lobus Frontalis Lobus Parietalis
mental dan gerakan otot
Pusat
Lobus Temporalis Pengaturan Kulit

Berhubungan dengan dan otot
Pusat Pendengaran
Lobus Oksipitalis
Medula Oblongata
Pusat
Gerak Pengendalian Penglihatan
Refleks frekuensi
Cerebellum
denyut jantung
Pusat
Pengendalian Pengendalian Keseimbangan
frekuensi tekanan frekuensi dan koordinasi

darah pernapasan gerak otot

Mind Map 10. Jenis-Jenis Lobus Pada Cerebrum

Sistem Saraf Manusia 48

2. Otak Tengah (Mesencephalon)
Bagian terbesar dari otak tengah adalah lobus optikus yang berhubungan dengan gerak refleks

mata. Pada dasar otak tengah terdapat kumpulan ganglion yang berfungsi dalam pengontrolan gerakan dan
kedudukan, terutama untuk mencegah kontraksi yang berlebihan (Yusa dan Manickam, 2016). Otak tengah
adalah bagian otak pendek yang menghubungkan pons dan cerebellum dengan cerebrum. Otak tengah, pons
dan medula oblongata disebut batang otak (brainstem) (Gambar 17) (Irnaningtyas, 2014).

a. Pons
- Bahasa latin dari jembatan
- Menghubungkan kortekss serebral dengan medulla oblongata
- Membantu menyalurkan pesan saraf dari berbagai bagian otak dan medulla spinalis
- Muara dari beberapa saraf kranialis yaitu, trigeminus, fascialis, abducens, vestibulocochlearis
(Gambar 18).

b. Medula Oblongata
- Pusat refleks untuk batuk, bersin, menelan dan muntah
- Mengatur pergerakan saluran pencernaan

Sistem Saraf Manusia 49

Gambar 17. Struktur Brainstem
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 50

Gambar 18. Struktur Pons
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 51

3. Otak Depan (Diencephalon)
Diencephalon menghubungkan cerebrum dan mesencephalon. Diencephalon embrionik

berkembang menjadi tiga wilayah otak dewasa, yaitu epitalamus, thalamus dan hipotalamus. Diencephalon
terdiri dari beberapa struktur yang terletak disekitar ventrikel ketiga yaitu terdapat thalamus dan
hipotalamus.

a. Thalamus
Terdiri dari dua massa sel saraf dan serat yang berada di hemisfer serebri tepat di bawah corpus

callosum masing-masing satu sisi ventrikel ketiga. Thalamus merupakan pusat input informasi sensoris
utama menuju ke cerebrum dan merupakan pusat output untuk informasi motoris yang meninggalkan
cerebrum. Thalamus banyak mengandung nukleus yang berbeda. Masing-masing nukleus berfungsi
untuk jenis informasi sensoris tertentu. Informasi yang masuk dari semua indera diseleksi dalam
thalamus dan dikirimkan ke pusat otak bagian atas untuk interpretasi dan integrasi lebih lanjut.
Thalamus juga menerima input dari cerebrum dan dari bagian-bagian otak yang mengatur emosi dan
kesiagaan (dalam keadaan bangun) (Campbell dkk.,2004).

Sistem Saraf Manusia 52

b. Hipotalamus
Terdiri dari sejumlah kelompok sel saraf. Hipotalamus berada di bawah dan di depan talamus di

atas kelenjar hipofisis. Melalui serat saraf, hipotalamus dapat berhubungan dengan lobus posterior
kelenjar hipofisis. Sedangkan dengan lobus anterior melalui sistem pembuluh darah yang kompleks.
Dengan adanya hubungan ini, hipotalamus dapat mengendalikan pengeluaran hormon dari lobus
kelenjar. Fungsi lain hipotalamus adalah mengendalikan sistem saraf otonom (Widowati dan Rinata,
2020).

4. Otak Kecil (Cerebellum)
Cerebellum berada dibelakang ponds dan di bawah bagian posterior cerebrum yang ditempati fossa

cranial posterior. Cerebellum berbentuk oval dan memiliki dua hemisfer yang dipisahkan oleh suatu garis
tengah yang sempit disebut vermis. Cerebellum berfungsi dalam koordinsi gerakan otot volunter, postur dan
keseimbangan. Cerebellum juga terlibat dalam proses bahasa dan belajar. Kerusakan area ini menyebabkan
gerakan otot yang tidak terkoordinasi, kikuk dan gaya berjalan di seret (Widowati dan Rinata, 2020).

Sistem Saraf Manusia 53

Cerebellum berkembang dari bagian mesencephalon. Cerebellum menerima informasi sensoris
mengenai posisi persendian dan panjang otot, juga informasi dari sistem pendengaran dan penglihatan.
Cerebellum juga menerima input dari jalur motoris, yang memberitahunya tindakan mana yang
diperintahkan oleh Cerebrum. Cerebellum menggunakan informasi ini untuk menghasilkan koordinasi
otomatis atas pergerakan dan keseimbangan. Jika salah satu bagian tubuh digerakkan, cerebellum akan
mengkoordinasikan bagian tubuh lainnya untuk menghasilkan pergerakan yang mulus dan pemeliharaan
keseimbangan. Cerebellum juga memainkan peranan dalam pembelajaran dan pengingatan respons motoris.
Koordinasi tangan dan mata merupakan salah satu contoh fungsi cerebellum. Jika cerebellum rusak, mata
dapat mengikuti objek yang bergerak, akan tetapu mata tidak akan berhenti bergerak pada tempat yang sama
ketika objek tersebut berhenti (Gambar 19) (Gambar 20) (Campbell dkk.,2004).

Sistem Saraf Manusia 54

Gambar 19. Anterior Cerebellum
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 55

Gambar 20. Posterior Cerebellum
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 56
Mind Map 11. Sistem Saraf Pusat Bagian Sumsum Tulang

Sistem Saraf Manusia 57
Central Nervous System (Sistem Saraf Pusat/SSP) Sumsum Tulang

Istilah Penting

1. Meningen 6. Descentent
2. Cairan Cerebrospinal 7. Sendi
3. Refleks 8. Otot
4. Ascendent 9. Medula Oblongata
5. Medula Spinalis 10. Tanduk Abu-Abu

Sistem Saraf Manusia 58

Sumsum tulang terbagi menjadi dua bagian, yaitu sumsum tulang belakang (medula spinalis) dan
sumsum lanjutan (medula oblongata) (Mind Map 11).
a. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Bagian sistem saraf yang berbentuk silinder yang terdapat di saluran vertebra serta dikelilingi oleh
meningen dan cairan cerebrospinal. Medula spinalis berbentuk silinder langsing yang memanjang dari
batang otak medula oblongata hingga ruas ke-2 tulang pinggang. Panjang medula spinalis sekitar 45 cm
dengan diameter 2 cm dengan fungsi sebagai pengendali berbagai aktivitas refleks di dalam tubuh,
komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh serta menghantarkan rangsangan koordinasi antara
otot dan sendi ke cerebellum.

Medula spinalis berbentuk seperti huruf H dengan bagian luar berwarna putih , sedangkan bagian
dalam berwarna abu-abu. Struktur bagian dalam (substansi abu-abu) medula spinalis banyak mengandung
badan sel, dendrit asosiasi, neuron eferen dan akson tidak bermyelin. Struktur bagian dalam terdiri dari
(Gambar 22) (Gambar 23):
- Tanduk Abu-Abu Posterior (Dorsal) : mengandung badan sel yang menerima impuls melalui

saraf spinal dari neuron sensoris.
- Tanduk Abu-Abu Anterior (Ventral) : mengandung neuron motoris yang aksonnya

mengirimkan impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar.

Sistem Saraf Manusia 59

- Tanduk Lateral Substansi Abu-Abu : mengandung badan sel neuron sistem saraf otonom.
- Komisura Abu-Abu : menghubungkan substansi abu-abu sisi kiri dan kanan medula spinalis.

Struktur bagian luar (substansi putih) medula spinalis tersusun dari akson yang bermyelin. Bagian ini
terbagi menjadi:
- Funikulus (Columna) Anterior (Ventral)
- Funikulus (Columna) Posterior
- Ventrolateral
- Lateral

Pada Funikulus terdapat traktus (fasikulus) spinal, yaitu:
- Trakstus Sensor (Asenden) : berperan dalam penyampaian informasi dari tubuh ke otak.
- Traktus Motor (Desenden) : berperan membawa impuls motor dari otak ke medula spinalis dan

dari saraf spinal menuju ke tubuh (Gambar 21).

Sistem Saraf Manusia 60

Gambar 21. Struktur Medula Spinalis
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 61

Gambar 22. Anterior Medula Spinalis
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 62

Gambar 23. Posterior Medula Spinalis
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 63

b. Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata)
Sumsum lanjutan disebut juga batang otak yaitu bagian otak yang menghubungkan otak dengan

sumsum tulang belakang (Yusa dan Manickam, 2016). Medula oblongata yaitu bagian yang menjulur dari
pons hingga medula spinalis dengan panjang sekitar 2,5 cm. Medula oblongata berfungsi dalam
pengendalian frekuensi denyut jantung, tekanan darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan serta
mengatur gerak refleks di dalam tubuh (Gambar 24) (Gambar 25) (Irnaningtyas, 2014).

Sistem Saraf Manusia 64

Gambar 24. Medula Oblongata
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 65

Gambar 25. Struktur Medula Oblongata
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 66
Mind Map 12. Sistem Saraf Tepi Bagian Saraf Kranial

Sistem Saraf Manusia 67
Peripheral Nervous System (Sistem Saraf Tepi/SST) Saraf Kranial

Istilah Penting

1. Hipoglosus 7. Trigeminal 13. Saraf Aferen
2. Aksesorius 8. Vestibulokoklear 14. Saraf Eferen
3. Vagus 9. Glosofaring 15. Saraf Somatik
4. Fasialis 10. Okumolotor 16. Saraf Otonom
5. Olfaktorius 11. Troklear 17. Saraf Simpatis
6. Optikus 12. Abdusen 18. Saraf Parasimpatis

Sistem Saraf Manusia 68

Sistem saraf tepi terbagi menjadi dua sistem yaitu sistem saraf kranial dan spinal. Sistem saraf tepi
(sistem saraf perifer) terdiri atas jaringan saraf yang berada di luar otak dan di luar medula spinalis. Pada sistem
saraf tepi terdapat ganglion yaitu stuktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel glia yang ditunjang
oleh jaringan ikat. Berdasarkan arah impuls yang dibawanya, sistem saraf tepi terbagi menjadi divisi aferen dan
eferen. Aferen membawa informasi dari reseptor yang terletak pada bagian eksternal tubuh. Eferen membawa
instruksi dari sistem saraf pusat ke organ efektor otot. Sistem saraf eferen terbagi menjadi sistem saraf somatik
dan sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya, yaitu sistem
saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.

Saraf saraf somatik mengkonduksikan impuls dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot rangka.
Sehingga menyebabkan kita untuk merespon terhadap perubahan lingkungan eksternal kita. Sistem saraf otonom
melakukan impuls dari otak dan sumsum tulang belakang ke jaringan otot polos, otot jantung dan kelenjar. Sistem
saraf otonom mempertahankan homeostatis tubuh dengan mengatur berbagai aktivitas meliputi laju jantung, laju
pernapasan, suhu tubuh, proses pencernaan dan fungsi urinaria. Saraf otonom dianggap saraf tak sadar
(Involunteer). Organ yang menerima serabut saraf dari dua divisi yaitu saraf simpatis dan parasimpatis (Chalik,
2016).

Saraf kranial (CN/Cranial nerve) adalah saraf tepi yang muncul dari inti saraf kranial batang otak
dan sumsum tulang belakang dan terdiri dari 12 pasang saraf yang keluar dari otak. Sebagian besar tersusun dari

Sistem Saraf Manusia 69

serabut sensori dan motor, tetapi beberapa saraf hanya tersusun dari serabut sensori (Mind Map 12). Urat saraf
otak dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Saraf I, II dan VIII terdiri data sel saraf sensorik
2. Saraf III, IV, VI, XI dan XII terdiri atas sel saraf motorik
3. Saraf V, VII, IX dan X terdiri atas gabungan sel saraf sensorik dan motorik (Mind Map 13) (Yusa dan

Manickam, 2016).

Sistem Saraf Manusia 70

Mensarafi otot bola mata, Mengerling I.Olfaktorius

III.Okumolotor II.Optikus

IV.Troklearis VI.Abdusen
s
V.Trigeminus
VII.Fasialis Mimik Muka
Merasakan sakit, VIII.Vestibulokoklear
pedas, panas, dingin,
tekanan, suhu IX.Glossofaringes
s
Sakit dan lapar
Menelan
Menelan, sekresi X.Vagus Keseimbangan
getah lambung,
Sensorik
bicara, jantung Motorik
XII.Hipoglosus

XI.Aksesorius

Menelan Menggerakkan Kepala

dan Leher Mind Map 13. Saraf Otak Pada SST

Sistem Saraf Manusia 71
Mind Map 14. Sistem Saraf Tepi Bagian Saraf Spinal

Sistem Saraf Manusia 72
Peripheral Nervous System (Sistem Saraf Tepi) Saraf Spinal

Istilah Penting 5. Saraf Sakrum
6. Saraf Lumbar
1. Radiks Dorsal 7. Saraf Cerviks
2. Radiks Ventral 8. Saraf Koksiks
3. Corda
4. Saraf Toraks

Sistem Saraf Manusia 73

Saraf spinal atau saraf tulang belakang terdiri dari 31 pasang saraf yang diberi nama sesuai dengan
lokasi pada sumsum tulang belakang. Setiap saraf spinal terdiri atas satu radiks dorsal (posterior) dan ventral
(anterior). Setiap radiks yang memasuki atau meninggalkan korda membentuk 7-10 cabang radiks (Mind Map 14).

Setiap saraf spinal terdiri atas komponen ventral (motorik) dan akar dorsal (sensorik). Fungsi saraf
spinal berhubungan dengan semua bagian tubuh di bawah leher. Saraf spinal terdiri dari (Gambar 26) :
1. Saraf Cerviks 8 pasang (C1-C8) (Gambar 27)
2. Saraf Toraks 12 pasang (T1-T12) (Gambar 28)
3. Saraf Lumbar 5 pasang (L1-L5) (Gambar 29)
4. Saraf Sakral 5 pasang (S1-S5) (Gambar 30)
5. Saraf Koksiks 1 pasang (K1) (Gambar 30) (Yusa dan Manickam, 2016).

Sistem Saraf Manusia 74

Gambar 26. Kelompok Saraf Spinal
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 75

Gambar 27. Kelompok Cerviks Saraf Spinal
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 76

Gambar 28. Kelompok Toraks Saraf Spinal
(Sumber : Saladin, 2016)

Sistem Saraf Manusia 77

Gambar 29. Kelompok Lumbar Saraf Spinal
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 78

Gambar 30. Kelompok Sakral dan Koksiks Saraf Spinal
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 79
Mind Map 15. Sistem Saraf Simpatis

Sistem Saraf Manusia 80
Saraf Simpatis

Istilah Penting

1. Toraks 5. Asetilkolin
2. Lumbar Medula Spinalis 6. Pascaganglion
3. Noradrenalin 7. Praganglion
4. Norepinefrin 8. Serat Adregernik

Sistem Saraf Manusia 81

Saraf simpatis berasal dari segmen toraks dan lumbar medula spinalis. Sebagian besar serat
praganglion sangat pendek, memiliki sinapsis dan memiliki badan sel neuron pascaganglion yang berada di dalam
ganglion pada rantai ganglion simpatis di sepanjang kedua sisi medula spinalis (Gambar 31). Serat pascaganglion
panjang, berasal dari rantai ganglion dan berakhir di organ efektor. Serat praganglion mengeluarkan
neurotransmitter, asetilkolin dan serat pascaganglion mengeluarkan noradrenalin (norepinefrin) sehingga disebut
serat adrenergik (Gambar 32) (Mind Map 15) (Irnaningtyas, 2014).

Sistem simpatis menyesuaikan tubuh kita untuk situasi peningkatan aktivitas fisik. Tindakannya
biasanya digambarkan sebagai respons karena rangsangan respons seperti pernapasan lebih cepat, detak jantung
meningkat, tekanan darah tinggi, pupil melebar dan pengalihan aliran darah dari kulit, ginjal, perut dan usus ke
jantung dan otot jika dibutuhkan (Widowati dan Rinata, 2020).

Sistem Saraf Manusia 82

Gambar 31. Saraf Simpatis
(Sumber : Saladin, 2018)

Sistem Saraf Manusia 83

Gambar 32. Mekanisme Penjalaran Reseptor Adrenergik
(Sumber : Saladin, 2018)


Click to View FlipBook Version