Sistem Saraf Manusia 84
Reseptor adrenergik adalah reseptor dimana norepinefrin atau epinefrin terikat dan terletak di
membran plasma efektor yang dipersarafi oleh divisi simpatis. Reseptor adrenergik dikelompokkan lagi ke dalam
dua kategori utama yaitu reseptor alfa dan reseptor beta. Epinefrin memiliki efek lebih besar daripada norepinefrin
pada sebagian besar reseptor alfa dan beta. Reseptor adrenergik dapat dirangsang dalam dua cara yaitu sistem
saraf atau oleh epinefrin dan noreponefrin yang dilepaskan dari kelenjar adrenal. Neuron pascaganglion simpatis
melepaskan norepinefrin yang menstimulasi reseptor adrenergik dalam sinaps. Epinefrin dan norepinefrin
dilepaskan dari kelenjar adrenal dan dibawa ke efektor oleh darah yang kemudian terikat ke reseptor adrenergik
yang terletak di membran plasma sel yang tidak terlibat dalam sinapsis (Chalik, 2016).
Sistem Saraf Manusia 85
Mind Map 16. Sistem Saraf Parasimpatis
Sistem Saraf Manusia 86
Saraf Parasimpatis
Istilah Penting
1. Sakrum 5. Serar Koligernik
2. Pascaganglion 6. Gerak Peristaltik
3. Praganglion 7. Saraf Parasimpatik
4. Asetilkolin
Sistem Saraf Manusia 87
Saraf parasimpatis berasal dari area kranial (otak) dan sakrum (di bagian bawah medula spinalis).
Serat praganglion lebih panjang karena tidak mencapai ganglion terminal di dalam atau di dekat organ efektor.
Serat pascaganglion sangat pendek dan berakhir di sel-sel organ. Serat praganglion dan pascaganglion
mengeluarkan neurotransmitter yang sama, yaitu asetilkolin sehingga disebut serat kolinergik (Gambar 33) (Mind
Map 16) (Irnaningtyas, 2014).
Sistem saraf parasimpatis menyesuaikan tubuh kita untuk konservasi energi, mengaktifkan aktivitas
istirahat. Saraf ini memperlambat kerja sistem kadriovaskuler, mengalihkan darah dari otot dan meningkatkan
gerak peristaltik dan sekresi kelenjar (Gambar 34) (Widowati dan Rinata, 2020).
Sistem Saraf Manusia 88
Gambar 33. Mekanisme Penjalaran Reseptor Kolinergik
(Sumber : Saladin, 2018)
Sistem Saraf Manusia 89
Reseptor kolinergik adalah reseptor dimana asetilkolin terikat dan dikelompokkan sebagai reseptor
nikotinik atau muskarinik. Reseptor nikotinik terletak di membran sari semua neuron pascaganglion di
ganglia otonom dan membran dari sel otot rangka. Reseptor muskarinik terletak di membran sel efektor yang
merespon terhadap pelepasan asetilkolin dari neuron pascaganglion. Asetilkolin mengikat reseptor nikotinik
efek eksitatori karena menghasilkan pembukaan langsung kanal Na+ dan menghasilkan potensial aksi
(Chalik, 2016).
Sistem Saraf Manusia 90
Gambar 34. Saraf Parasimpatis
(Sumber : Saladin, 2018)
Sistem Saraf Manusia 91
Tabel 2. Perbedaan Saraf Simpatis dan Parasimpatis
N0 Perbedaan Saraf Simpatis Saraf Parasimpatis
1 Distribusi Sebagian besar tubuh, kulit, kelenjar Terbatas, utamanya ke kepala dan visera
keringat, jaringan adiposa, otot polos toraks, abdomen dan pelvis, beberapa
pembuluh darah pembuluh darah
2 Lokasi Saraf Lateral dari gray mater Batang otak dan bagian lateral dari
Praganglion Badan sumsum tulang belakang (T1-L2) substansi abu-abu sumsum tulang
Sel belakang (S2-S4)
3 Aliran Keluar dari Saraf Spinal Saraf kranial
SSP Saraf Simpatis Saraf splanknik pelvis
Saraf Splanknik
4 Ganglia Ganglia rantai simpatis sepanjang Ganglia terminal dekat atau pada organ
sumsum tulang belakang untuk saraf efektor
spinal dan simpatis, ganglia kolateral
untuk saraf
5 Jumlah Neuron Banyak perbedaan Sedikit perbedaan
Pascaganglion
Sistem Saraf Manusia 92
untuk setiap Praganglion pendek Praganglion panjang
Neuron Pascaganglion panjang Pascaganglion pendek
Praganglion Neuron praganglion melepaskan Neuron praganglion melepaskan Ach,
6 Panjang Relatif asetilkolin yang bersifat eksitatori yang bersifat eksitatori dan merangsang
dari Neuron dan merangsang neuron neuron pascaganglion.
7 Neurotransmitter pascaganglion. Sebagain besar
neuron pascaganglion melepaskan Aktivitas “Rest and Digest”
8 Efek Fisiologi norepinefrin. Neuron pascaganglion
(Sumber : Chalik, 2016) yang mempersarafi sebagian besar
kelenjar keringat dan beberapa
pembuluh darah di otot rangka
Respon “Fight or Flight”
Sistem Saraf Manusia 93
Mind Map 17. Gerak Sadar
Sistem Saraf Manusia 94
Mekanisme Gerak Sadar
Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya
gerakan. Gerakan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gerak sadar dan gerak refleks (Mind Map 17). Gerak
sadar adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Contohnya, gerakan memegang buku saat belajar,
mengambil pensil saat ingin menulis. Penjalaran impuls pada gerak sadar relatif lama, melewati jalur panjang
melalui otak. Gerak sadar berpusat pada sistem saraf pusat yaitu otak. Gerak sadar merupakan gerak yang secara
sadar dilakukan oleh manusia.Adapun skema penjalaran impuls gerak sadar yaitu (Gambar 35):
Impuls Reseptor Saraf Sensoris Otak Saraf Motoris
Alat Indra Otot Efektor
Gambar 35. Skema Penjalaran Impuls Gerak Sadar
(Sumber: Pribadi)
Sistem Saraf Manusia 95
Mind Map 18. Gerak Refleks
Sistem Saraf Manusia 96
Mekanisme Gerak Refleks
Gerak refleks (gerak tidak sadar) adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Gerak
refleks memiliki sifat diatur oleh sumsum tulang belakang dan jalur penjalaran impuls cepat dan pendek (Mind
Map 18). Penjalaran impuls pada gerak refleks berlangsung cepat, melewati jalur pendek dan tidak melalui otak,
tetapi melalui sumsum tulang belakang (Gambar 36). Contohnya terangkatnya kaki saat menginjak paku, kelopak
mata ketika benda asing masuk ke mata (Gambar 37).
Impuls Reseptor Saraf Sensoris Sumsum Saraf
Tulang Motoris
Alat Indra Belakang
Efektor
Otot
Gambar 36. Skema Penjalaran Impuls Gerak Refleks
(Sumber: Pribadi)
Sistem Saraf Manusia 97
Serat Aferen
Otot Kuadrisep
Gambar 37. Mekanisme Impuls Gerak Refleks Ketika Lutut Terkena Palu
(Sumber : Saladin, 2018)
Sistem Saraf Manusia 98
Misalnya gerakan kaki ketika lutut dipukul dengan palu yang merupakan gerakan refleks sumsum tulang
belakang. Beberapa saat kemudian, barulah kaki merasakan sakit akibat terkena palu. Hal ini disebabkan karena
impuls yang melalui sinaps pada sumsum tulang belakang diteruskan ke otak. Karena perjalanan impuls lebih
jauh, setelah beberapa saat kita baru merasa sakit. Ada kemungkinan teriakan mengaduh merupakan aktivitas yang
disadari (Yusa dan Manickam, 2016).
Sistem Saraf Manusia 99
Gangguan Pada Sistem Saraf Manusia
Tabel 3. Gangguan Yang Menyerang Sistem Saraf Manusia
NO Nama Penyakit Pengertian Penyebab Ciri-Ciri Cara Pencegahan
1 Alzeimher Penyakit otak - Penumpukan - Menyerang orang - Belum ada
yang protein abnormal
lanjut usia metode untuk
menyebabkan yang menggangu - Gangguan daya penyembuhan
penurunan daya kinerja sel-sel saraf ingat bersifat - Akan tetapi, obat
ingat, kemampuan di otak ringan (tidak rivastigmine bisa
berpikir dan - Faktor genetik, mengingat nama memperlambat
berbicara serta Pola Hidup dan benda, perburukan
perubahan Lingkungan percakapan atau gejala
perilaku peristiwa yang - Melakukan
belum lama psikoterapi yaitu
terjadi) terapi stimulasi
- Kesulitan dalam kognitif
Sistem Saraf Manusia 100
berkomunikasi - Tidak merokok
- Kesulitan - Berolahraga
mengenali orang - Mengkonsumsi
di sekitarnya makanan bergizi
- Depresi atau seimbang
Delusi
- Linglung
- Cemas
- Curiga terhadap
orang lain
2 Hidrosefalus - Penumpukan - Ketidakseimbangan Pada bayi : - Operasi
cairan di
rongga otak, antara produksi dan - Lingkat kepala pemasangan
sehingga
meningkatnya penyerapan cairan yang cepat shunt
tekanan pada
otak di dalam otak. membesar - Endoscopic
- Cairan di dalam - Muncul benjolan Third
otak terlalu banyak yang terasa lunak Ventriculostomy
dan membuat di ubun-ubun (ETV)
Sistem Saraf Manusia 101
- Pada bayi dan tekanan dalam kepala - Lakukan
anak-anak, kepala meningkat
hidrosefalus - Aliran cairan otak - Rewel pemeriksaan
membuat tersumbat
ukuran kepala - Produksi cairan - Mudah kehamilan secara
membesar. otak yang lebih
cepat dibanding mengantuk rutin
- Pada orang penyerapannya
dewasa - Penyakit atau - Tidak mau - Kenakan sabuk
menimbulkan cedera pada otak
sakit kepala menyusu pengaman saat
hebat
- Muntah berkendara
- Pertumbuhan - Gunakan helm
lambat saat bersepeda
- Kejang atau mengenderai
Pada anak-anak, motor
dewasa dan lansia :
- Sakit kepala
- Penurunan daya
ingat dan
konsentrasi
- Mual dan muntah
Sistem Saraf Manusia 102
- Gangguan
penglihatan
- Gangguan
koordinasi tubuh
- Gangguan
kesimbangan
- Kesulitan
menahan buang
air kecil
- Pembesaran
kepala
3 Meningitis Peradangan yang - Infeksi Bakteri - Flu - Gaya hidup sehat
- Demam - Menghindari
(Radang terjadi pada - Virus - Sakit kepala
Selaput Otak) meningen, yaitu - Jamur - Adanya kondisi yang
lapisan pelindung - Parasit dapat memicu
yang menyelimuti - Melemahnya sistem kekakuan pada penyebaran
otak dan saraf imun (Autoimun) leher infeksi
Sistem Saraf Manusia 103
tulang belakang - Efek samping obat - Penurunan - Vaksin PCV
kesadaran - Vaksin
dan operasi otak
- Muntah meningitis
- Penyakit Kanker - Kejang
- Kejang secara - Mengkonsumsi
dan Lupus makanan bergizi
berulang pada seimbang
4 Epilepsi Gangguan pada - Cedera kepala sebagian atau
5 Parkinson seluruh tubuh - Berolahraga
sistem saraf pusat - Meningitis - Tidak merokok
- Menyerang - Operasi
akibat pola - Cerebral Palsy orang tua atau - Terapi
dewasa - Operasi
aktivitas listrik - Riwayat Epilepsi - Pemberian obat-
- Tremor
yang berlebihan di - Stroke - Kaku otot obat
- Gangguan - Rutin
otak - Demensia
koordinasi berolahraga
Penyakit pada - Kerusakan atau - Melakukan
sistem saraf yang kematial sel-sel
menggangu saraf di otak
kemampuan tubuh - Paparan senyawa
dalam mengontrol kimia
gerakan dan
keseimbangan
Sistem Saraf Manusia 104
- Ekspresi wajah senam otak
datar - Mengkonsumsi
- Lengan tidak makanan sehat
berayun saat
berjalan
- Suara menjadi
lebih kecil
6 Sindrom Reye Kondisi serius - Infeksi virus pada - Menyerang - Untuk
yang dapat hati dan
menyebabkan menyebabkan anak-anak dan penyembuhan
kerusakan pada penurunan gula
organ hati dan darah dan remaja belum ada
otak penumpukan
amonia dalam - Jarang terjadi metode
darah. Kemudian,
akan berdampak pada orang penyembuhan
pada otak, yaitu
dewasa - Harus dirawat di
- Pada anak ICU
berusia di bawah - Jangan memberi
2 tahun akan aspirin pada anak
menimbulkan yang sedang sakit
Sistem Saraf Manusia 105
kejang dan hilang diare dan napas akibat infeksi
kesadaran tersengal-sengal virus
- Mitokondria dalam - Pada anak-anak
sitoplasma rusak di atas 2 tahun
dan membuat hati akan
tidak bisa menimbulkan
membuang racun lesu, mudah
dari dalam darah mengantuk,
- Penggunaan aspirin muntah terus
pada anak yang menerus
terinfeksi virus
- Penggunaan aspirin
pada remaja yang
memiliki gangguan
oksidasi asam
lemak
7 Ensefalitis Peradangan yang - Infeksi virus - Sering terjadi - Vaksinasi MMR
Sistem Saraf Manusia 106
(Radang Otak) terjadi pada - Infeksi bakteri pada anak-anak (campak,
dan lansia gondongan dan
jaringan otak yang - Infeksi jamur
dapat - Penurunan rubella)
menyebabkan kesadaran - Rajin mencuci
gejala gangguan - Kejang tangan
saraf - Gangguan dalam - Tidak berbagi
bergerak penggunaan alat
- Sistem kekebalan makan dengan
tubuh yang lemah orang lain
- Flu - Mencegah
- Demam gigitan nyamuk
- Sakit kepala
- Muntah
- Tubuh terasa lelah
- Nyeri otot
- Halusinasi
8 Abses Otak Penumpukan - Infeksi bakteri atau - Sakit kepala yang - Melakukan
Sistem Saraf Manusia 107
(Abses nanak akibat jamur di otak berat pemeriksaan dan
Serebri) infeksi otak - Cedera kepala - Demam pengobatan
menyebabkan - Infeksi di jaringan - Kejang sampai tuntas
pembengkakan - Muntah jika memiliki
pada otak tubuh lain yang - Leher terasa kaku penyakit infeksi
menyebar ke otak - Gelisah atau - Menjaga
kesehatan dan
linglung kebersihan gigi
- Gangguan dan mulut
- Menggunakan
penglihatan alat pengaman
- Gangguan ketika
berkendara
kesadaran - Menjalani gaya
hidup sehat
- Tidak
mengkonsumsi
Sistem Saraf Manusia 108
obat-obatan
secara
sembarangan
9 Vertigo Kondisi yang - Cedera pada kepala - Merupakan - Tidak banyak
membuat atau leher gejalan dari bergerak
penderitanya - Tumor penyakit atau - Duduk atau
mengalami pusing - Multiple sclerosis kondisi lain berbaring ketika
hingga merasa - Penyakit meniere - Sensasi seperti vertigo terjadi
dirinya atau berputar yang - Tidak mengubah
sekelilingnya biasa dipicu oleh posisi tubuh
berputar gerakan atau secara tiba-tiba
perubahan posisi - Tidak membaca
kepala secara tulisan apapun
mendadak - Menghindari
- Dapat berlangsung sinar yang terlalu
selama beberapa terang
menit atau jam
Sistem Saraf Manusia 109
- Mual
- Muntah
- Gerakan bola
mata tidak normal
(nistagmus)
10 Lumpuh Otak Penyakit yang - Gangguan - Penyakit - melakukan
(Cerebral menyebabkan
Palsy) gangguan pada perkembangan otak permanen perencaan
otot, geraj dan
koordinasi tubuh pada anak yang - Dapat terjadi pada kehamilan secara
menyebabkan masa kehamilan, keseluruhan
gangguan persalinan atau - melakukan
pergerakan dan tahun pertama pemeriksaan
postur tubuh setelah kelahiran kehamilan secara
- Gangguan pada - Kecenderungan berkala
masa kehamilan menggunakan satu - menggunakan
(perubahan gen, sisi tubuh alat pengaman
infeksi, gangguan - Kesulitan ketika
aliran darah ke otak melakukan berkendara
Sistem Saraf Manusia 110
janin, perbedaan gerakan yang - menghindari
golongan darah tepat kebiasaan
rhesus) - Gaya berjalan merokok dan
- Gangguan pasca tidak normal minuman
persalinan - Otot kaku atau beralkohol ketika
(kurngnya suplai sangat lunglai hamil
oksigen, kelahiran - Sendi kaku
sungsang, penyakit - Tremor pada
kuning, ensefalitis, wajak
cedera parah pada - Gerakan
kepala) menggeliat tidak
terkontrol
- Gangguan
berbicara
- Kesulitan dalam
menelan,
mengunyah dan
Sistem Saraf Manusia 111
11 Stroke Kondisi yang - Gumpalan darah mengisap - Menerapkan pola
terjadi ketika pada pembuluh - Terus menerus makan yang
pasokan darah ke darah di otak sehat
otak berkurang mengeluarkan air
akibat - Pembuluh darah di liur - Berolahraga
penyumbatan otak pecah - kelumpuhan secara rutin
(Stroke iskemik) - Salah satu atau
atau pecahnya - Tekanan darah kedua lengan - Menghindari
pembuluh darah tinggi terasa lemah rokok dan
(stroke hingga tidak bisa alkohol
hemoragik) - Pengaruh obat- digerakkan
obatan pengencer - Kesulitan
darah berbicara
- Salah satu sisi
wajah terlihat
menurun
- Kesemutan
- Kesulitan
Sistem Saraf Manusia 112
mengenal wajah
12 Multiple Gangguan saraf - Autoimun - Sering terjadi - Obat-obatan
Sclerosis pada otak, mata
(Sklerosis dan tulang - Faktor genetik pada wanita untuk
Ganda) belakang
- Kebiasaan merokok - Mati rasa pada sisi mengurangi
- Kurang mendapat tubuh tertentu gejalan
paparan sinar - Sulit berjalan dan - Fisioterapi
matahari menjada
keseimbangan
- Sensasi seperti
tersengat listrik
yang terjadi akibat
gerakan leher
- Tremor
- Kehilangan
sebagian atau
seluruh
kemampuan
Sistem Saraf Manusia 113
penglihatan
- Pusing
- Lemas
- Sulit bicara
- Gangguan
komunikasi antara
otak dan seluruh
tubuh
- Penurunan atau
kerusakan saraf
permanen
13 Bell’s Palsy Kelumpuhan pada - Secara tiba-tiba - Sering terjadi - Pulih dalam
otot wajah yang - Namun biasanya pada orang waktu 6 bulan
menyebabkan tidak bersifat berusia 15-60 - Terapi
salah satu sis permanen tahun
wajah tampak - Infeksi virus - Kelumpuhan pada
melorot salah satu sisi
Sistem Saraf Manusia 114
wajah
- Perubahan bentuk
wajah
- Mata berair
- Mengeluarkan air
liur
14 Neuropati Penyakit akibat - Diabetes - Kedutan dan kram - Mengkonsumsi
Perifer
kerusakan pada - Infeksi bakteri otot makanan kaya
sistem saraf - Infeksi virus - Lemah otot nutrisi
perifer atau sistem - Autoimun hingga - Berolahraga
saraf tepi - Faktor genetik kelumpuhan secara rutin
- Kekurangan - Kaki lunglai dan - Menghindari hal
vitamin B1, B6, tampak jatuh saat yang dapat
B12 dan E berjalan menyebabkan
- Penyakit Liver - Penurunan massa cedera pada saraf
- Penyakit Ginjal otot
- Peradangan - Mudah merasa
Sistem Saraf Manusia 115
Pembuluh Darah sakit meski hanya
- Kanker Darah tersentuh sedikit
- Kecandual Alkohol - Nyeri seperti
- Tumor tertusuk atau
- Efek samping terasa panas pada
penggunaan obat- kaki
obatan dalam - Kesemutan di
jangka panjang seluruh bagian
tubuh
- Ketidakmampuan
merasakan nyeri
atau perubahan
suhu
- Gangguan
keseimbangan
tubuh
- Bell’s palsy
Sistem Saraf Manusia 116
- Mual
- Sering
bersendawa
15 Tumor Otak Penyakit yag - Perubahan atau - Sakit kepala - melakukan
16 Tremor pengecekan rutin
timbul akibat mutasi genetik di - Gangguan saraf ke dokter
tumbuhnya dalam sel otak - Kejang - Radioterapi
- Kemoterapi
jaringan abnormal - Usia
- Batasi atau
di otak, ada yang - Keturanan hindari konsumsi
kafein
bersifat jinak atau - Pernah menjalani
- Hentikan
ganas radioterapi kebiasaan
merokok dan
Gerakan gemetar - Gangguan di - Sering terjadi di alkohol
tidak terkendali bagian otak yang tangan
yang terjadi secara menyebabkan - Munculnya
berulang, tanpa kontraksi otot yang gerakan gemetar
disadari dan tidak terkendali yang tidak
terjadi di satu atau - Multiple Sclerosis terkendali
beberapa bagian - Parkinson - Muncul suara
Sistem Saraf Manusia 117
tubuh - Cedera kepala gemetar ketika
- Stroke berbicara
- Kadar gula darah - Kesulitan menulis
atau menggambar
rendah - Kesulitan
- Keracunana menggenggam
merkuri
- Konsumsi kafein
- Panik
- Efek samping obat
- Gagal ginjal
- Gagal hati
- Berusia lanjut
- Faktor genetik
Sistem Saraf Manusia 118
Daftar Pustaka
Campbell, N. A. , Reece, J. B & Mitchell, L. G. (2004). Biologi Edisi Kelima Jilid III. Jakarta : Erlangga.
Chalik, R. (2016). Anatomi Fisiologi Manusia. Modul Bahan Ajar Farmasi. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.
Clegg, C. J. (2014). Biology. London : Hachette UK Company.
Irnaningtyas. (2014). Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Jakarta :
Erlangga.
Jones, M. and Jones, G. (2014). Biology Coursebook Third Edition. United Kingdom : Cambridge University
Press.
Kemendikbud. (2016). Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku Yang Digunakan Oleh Satuan
Pendidikan.
Kirnanoro & Maryana. (2021). Anatomi Fisiologi. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.
Saladin, K. S. (2018). Anatomy & Physiology The Unity of Form and Function Eighth Edition. New York :
McGraw Hill Education.
Widowati, H. & Rinata, E. (2020). Buku Ajar Anatomi. Sidoarjo : UMSIDA Press.
Sistem Saraf Manusia 119
Yusa & Manickam, B. S. M. (2016). Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Biologi. Bandung : Grafindo.
Sistem Saraf Manusia 120
Glosarium : Membran yang menutupi akson
- Aksolema : Cabang badan sel yang panjang dan berfungsi untuk menghantarkan impuls dari
- Akson atau Neurit
badan sel menuju ke neuron berikutnya
- Akson Hillock : Membangkitkan impuls yang akan dihantarkan menuju akson
- Asetilkolin : Satu-atunya neurotransmitter yang ditemukan di sinapsis dan otot
- Astrosit : Neuroglia yang mempunyai bentuk seperti bintang
- Badan Sel : Bagian utama neuron, menerima impuls dari dendrit
- Cairan Cerebrospinal : Cairan bening yang berada di dalam dan sekita otak sertasumsum tulang
- Celah Sinaps belakang
- Dendrit : Celah berisi cairan diantara membran prasinaptik dengan pascasinapstik
: Cabang-cabang badan sel yang panjang dan berfungsi untuk menghantarkan
- Efektor
- Homeostasis impuls dari neuron sebelumnya ke badan sel
: Sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan
: kecenderungan makhluk hidup untuk tetap mempertahankan kestabilan diri di
saat lingkungan mengalami perubahan
Sistem Saraf Manusia 121
- Impuls : Rangsangan
- Interneuron : Menghubungkan sel-sel saraf tepi atau menghubungkan ke sel saraf lainnya
yang ada di dalam sistem saraf pusat
- Membran Pascasinaptik : Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis
- Membran Prasinaptik : Membran neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis
- Meninges : Lapisan atau membran tipis yang berfungsi menutupi dan melindungi otak dan
saraf tulang belakang
- Mikroglia : Neuroglia yang merupakan bagian dari sistem imun bagi sistem saraf pusat
- Neurofibril : Bagian terdalam dari akson yang berupa serbut halus
- Neuroglia : Sel Penyokong
- Neuron : Sel Saraf
- Neuron Aferen : Menerima rangsang dari luar untuk dihantarkan menuju sel saraf berikutnya dan
meneruskan impuls ke pusart saraf
- Neuron Bipolar : Neuron yang badan selnya bercabang dua, yaitu dendrit dan akson
- Neuron Eferen : Menerima rangsang atau pesan dari pusat saraf dan meneruskan impulsnya ke
efektor
- Neuron Multipolar : Neuron yang badan selnya memiliki banyak cabang dendrit dan satu akson
- Neuron Unipolar Sistem Saraf Manusia 122
- Neurotansmitter
: Neuron yang badan selnya hanya bercabang satu
- Nodus Ranvier : Suatu zat kimia yang dapat melewatkan impuls dari neuron prasinaptik ke
- Norepinefrin pascasinaptik
- Oligodendrosit : Lekukan-lekukan di antara segmen selubung mielin atau bagian dari akson yang
- Pascaganglion
- Praganglion tidak tertutup selubung mielin
- Reseptor : Neurotransmitter yang banyak berpengaruh dalam pengaturan kondisi tubuh
: Berperan membentuk selubung mielin
- Sel Ependimal : Neuron yang berada di ganglion perifer
- Sel Satelitte : Neuron yang berada di dalam sistem saraf pusat
- Sel Schwann : Satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali
- Selubung Mielin
- Sinapsis Kimiawi rangsanan tertentu
- Sinapsis Listrik : Sel bersilia yang melapisi bagian dalam rongga yang berisi cairan serebrospinal
: Sel penyokong pada sel saraf tepi
: Sel-sel yang membungkus dan membentuk selubung mielin
: Selubung lemak yang membungkus akson
: Sinapsis yang dilalui oleh impuls kimia berupa neurotransmitter
: Sinapsis yang dilalui oleh impuls listrik
- Sinapsis Sistem Saraf Manusia 123
- Terminal Akson : Jarak terdekat antara neuron yang satu dengan yang lain dimana sinyal-sinyal
- Tombol Terminal kimiawi ditransmisikan. Sinapsis menyambungkan terminal button dari sel
- Vesikula Sinaptik pengirim ke bagian badan sel atau membran dendrit sel penerima.
: Tempat bertemunya sel saraf dengan sel saraf lainnya
: (Terminal Buttons) Bagian akhir dari akson yang berbentuk sebagai kancing
yang berfungsi melepaskan neurotransmitter ke sinapsis
: Tonjolan sinapsis yaitu membran kecil yang berisi neurotransmitter