LAPORAN AKTUALISASI
“PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN
KETERAMPILAN PETANI DALAM
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SECARA
TERPADU PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI
SAWAH DI KECAMATAN KALIORANG”
DISUSUN OLEH:
GIYANTI, S.P
19860911 202012 2 007
PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN
DINAS PERTANIAN
PELATIHAN DASAR CPNS ANGKATAN XXXIX
KABUPATEN KUTAI TIMUR
BPSDM PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN
“PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN PETANI
DALAM PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT
SECARA TERPADU PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH
DI KECAMATAN KALIORANG”
Oleh:
NAMA: GIYANTI,SP
NIP:198609112020122007
JABATAN: AHLI PERTAMA PENYULUH PERTANIAN
INSTANSI: DINAS PERTANIAN KABUPATEN KUTAI TIMUR
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Kalimantan Timur
Samarinda, 23 September 2021
Penguji,
Dr. Hernawaty, SE, MM
NIP.19780404 201101 2 001
Mentor, Coach,
NorAzizah, SPi,M.P Yoyok Setyo Langgeng, M.Si
NIP:197704262006042004 NIP. 19840914 201503 1 001
i
KATA PENGANTAR
Alhamdhulillah segala puji syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan
Aktualisasi tepat pada waktunya. Kegiatan aktualisasi merupakan bagian dari
Latihan diklat dasar Calon PNS untuk mengimplementasikan materi yang
diperoleh selama kegiatan on campus ( Zoom) menjadi kegiatan yang nyata.
Dalam pelaksanaan kegiatan Aktualisasi tidak semudah yang dibayangkan oleh
penulis, tentunya ada hambatan dan halangan yang menjadi kendala pada saat
kegiatan aktualisasi dilapangan. Namun berkat bimbingan, masukan dan kerja
sama dari berbagai pihak sehingga kegiatan aktualisasi dapat terselesaikan dan
penyusunan laporan kegiatan aktualisasi selesai tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimaksih kepada pihak
– pihak yang turut terlibat dalam kegiatan aktualisasi:
1. Ibu DR. Hernawaty, SE. M.M selaku Narasumber/penguji yang telah
memberi saran dan masukan untuk perbaikan kegiatan aktualisasi.
2. Bapak Yoyok Setyo Langgeng, M.Si Selaku Coach yang telah sabar
Penulismemberikan bimbingan dan arahan untuk kegiatan aktualisasi, ,
3. Ibu Nor Azizah, S.Pi, M.P selaku Mentor sekaligus Kepala UPT. PPPP
Kaliorang yang telah banyak memberi arahan dan membantu melancarkan
Giyanti SPselama kegiatan Aktualisasi,
,
4. Seluruh Widyasuara yang telah memberikan banyak ilmu yang bermanfaat
yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan sehari – hari sebagai ASN,
5. Seluruh panitia penyelenggara Diklat Dasar Calon PNS yang telah
memberikan fasilitas selama kegiatan Diklat,
6. Seluruh pegawai UPT.PPPP Kaliorang yang telah memberi dukungan,
semangat, serta kerjasamanya selama kegiatan Aktualisasi,
7. Orang tua dan Keluarga yang selalu mendoakan agar, mendukung dan
menjadi sumber semangat dan motifasi selama kegiatan aktualisasi,
8. Kepala Desa Bangun Jaya yang turut mensuport kelompok tani di tengah –
tengan pandemi Covid19,
9. Kelompok Tani Desa Bangun Jaya Kecamatan Kaliorang Yang mendukung
sehingga kegiatan-kegiatan penulis terlaksana,
10.Dan seluruh sahabat keluarga besar Calon PNS angkatan XXXVII,XXXVIII
dan XXXIX Kabupaten Kutai Timur atas persahabatan yang terjalin selama
ini.
ii
Penulis menyadari bahwa Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini
karena keterbatan kemampuan penulis sebagai manusia biasa yang tidak
lepas dari kesalahan dan kekurangan. Penulis berharap Laporan Aktualisasi
ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.
Penulis
Giyanti, S.P
NIP: 19860911 202012 2 007
iii
DATA DIRI RIWAYAT PENDIDIKAN :
NAMA : GIYANTI, SP SD Negri 054 Sangakulirang
NIP: 19860911 202012 2 007 Tahun 1999
PENYULUH PERTANIAN – AHLI PERTAMA
SMP Yayasan Karya Bhakti
DINAS PERTANIAN KAB. KUTAI TIMUR
Kaliorang tahun 2002
Status:
SMA Negeri 1 Sangkulirang
Menikah dengan Ferdiyanto,Amd, Kep
Tahun 2005
Memiliki seorang putra bernama:
Rakha Yudistyra Kautsar. Universitas Mulawarman
Alamat : Jl. Poros Maloy Desa Bangun Jaya Fakultas Pertanian Tahun
Kecamatana Kaliorang Kabupaten 2010
Kutai Timur
PENGALAMAN KERJA :
Hp :0821 5988 7695
Email : [email protected] 2012-2013
IG : Giyanti977 Badan Ketahanan Pangan dan
Fb : Giyanti Rakha Penyuluhan Kabupaten Kutai
Timur
2014-2016
Badan Penyuluhan Kabupaten
Kutai Timur
2017-2021
Dinas Pertanian Kabupaten Kutai
Timur
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN...................................................................................... ii
KATA PENGANTAR............................................................................................... iii
BIODATA PENULIS................................................................................................ iv
DAFTAR ISI.......................................................................................................... v
DAFTAR TABEL.................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR................................................................................................. vii
BAB. I PROFIL UMUM............................................................................................ 1
A. VISI DAN MISI KABUPATEN KUTAI TIMUR.................................................... 1
B. PROFIL UPT.PENYULUHAN PERTANIAN PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN 2
KECAMATAN KALIORANG.......................................................................... 4
5
C. STRUKTUR
ORGANISASI..............................................................................................
BAB. II PENDAHULUAN.........................................................................................
A. LATAR BELAKANG..................................................................................... 5
B. IDENTIFIKASI ISU....................................................................................... 6
C. PENETAPAN ISU......................................................................................... 11
D. TUJUAN DAN MANFAAT AKTUALISASI....................................................... 12
BAB. III PEMBAHASAN.......................................................................................... 13
A. KEGIATAN AKTUALISASI............................................................................ 14
B. JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI............................................................... 19
BAB. IV PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI................................................... 20
A. KEGIATAN 1. MELAKUKAN BIMBINGAN TEKNIS PENGENDALIAN HAMA 21
DAN PENYAKIT TANAMAN PADI SECARA TERPADU…………………………….
33
B. KEGIATAN II. MEMBUAT BOOKLET PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 40
TANAMAN PADI SECARA TERPADU DAN MEMBAGIKAN KE PETANI…………
C. KEGIATAN III. MELAKUKAN DEMCAR PEMBUATAN PESTISIDA NABATI………
D. KEGIATAN IV. MEMBUAT MATERI PENYULUHAN DALAM BENTUK E-BOOK 50
DAN SOUND SLIDE DAN MEMBAGIKAN DI MEDIA SOSIAL MELALUI AKUN
UPT.PPPP KALIORANG………………………………………………………………… 59
67
E. KEGIATAN V. ENTERY E-RDKK PUPUK BERSUBSIDI KEBUTUHAN TAHUN
2022……………………………………………………………………………………….
BAB. V KESIMPULAN.............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 68
LAMPIRAN............................................................................................................ 69
V
DAFTARTABEL
TABEL. 1 PENETAPAN ISU..................................................................................... 10
TABEL.2 ANALISIS USG........................................................................................ 11
TABEL.3 KEGIATAN I. MELAKUKAN BIMBINGAN TEKNIS PENGENDALIAN 14
TABEL.4 KEGIATAN II. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI SECARA
TABEL.5 KEGIATAN III. TERPADU………………………………………………………… 15
MEMBUAT BOOKLET PENGENDALIAN HAMA DAN 16
PENYAKIT TANAMAN PADI SECARA TERPADU DAN
MEMBAGIKAN KE PETANI…………………………………….
MELAKUKAN DEMCAR PEMBUATAN PESTISIDA NABATI
TABEL.6 KEGIATAN IV MEMBUAT MATERI PENYULUHAN DALAM BENTUK 17
E-BOOK DAN SOUND SLIDE DAN MEMBAGIKAN DI 18
TABEL.7 MEDIA SOSIAL MELALUI AKUN UPT.PPPP
TABEL.8 KALIORANG……………………………………………………… 19
KEGIATAN V. ENTERY E-RDKK PUPUK BERSUBSIDI KEBUTUHAN
TAHUN 2022…………………………………………………….
JADWAL KEGIATAN...............................................................................
TABEL.9 NILAI EVALUASI KEGIATAN BIMTEK ………............................................ 29
TABEL.10 NILAI EVALUASI KEGIATAN DEMCAR .................................................... 46
Vi
DAFTARGAMBAR
KEGIATAN 1( Melaksanakan BimbinganTeknis Pengendalian hama dan penyakit 21
tanaman padi secara terpadu.............................................................................
1.1 Koordinasi dengan Pimpinan Upt.PPPP Kaliorang........................................... 21
1.2 Mencari referensi materi kegiatan Bimtek Pengendalian Hama dan Penyakit 23
Padi sawah secara Terpadu.................................................................................
1.3 Berkoordinasi dengan PPL WKPP dan cek lokasi kegiatan.............................. 24
1.4 Menyediakan Perlengkapan Bimtek .............................................................. 25
1.5 Pelaksanaan Bimbingan Teknis..................................................................... 27
1.6 Evaluasi kegiatan Bimbingan Teknis............................................................. 30
1.7 Output Kegiatan 1........................................................................................ 31
KEGIATAN 2 ( Membuat BOOKLET Pengendalian Hama terpadu )......................... 33
2.1. Menyediakan referensi Prinsip pengendalian hama terpadu......................... 33
2.2. Memilih beberapa Contoh serangan hama dan penyakit tanaman padi........ 34
2.3. Menyusun Materi dalam bentuk BOOKLET.................................................... 35
2.4. Mencetak BOOKLET..................................................................................... 36
2.5.Membagikan Booklet kepada petani.............................................................. 37
2.6. Output Kegiatan 2....................................................................................... 38
KEGIATAN 3.( Melaksanakan Kegiatan Demontrasi cara Pembuatan Pesnab)....... 40
3.1 Mencari referensi cara pembuatan pestisida nabati....................................... 40
3.2 Memilih jenis bahan yang akan di guanakan untuk pembuatan Pesnab......... 41
3.3 Berkoordinasi dengan PPL WKPP Untuk menentuakan jadwal kegiatan.......... 42
3.4 Menyiapkan bahan-bahan kegiatan Demcar................................................. 43
3.5 Demontrasi cara pembuatan pestisida nabati................................................ 44
3.6 Evaluasi kegiatan ......................................................................................... 47
3.7 Output Kegiatan 3........................................................................................ 48
KEGIATAN 4 ( Membuat materi penyuluhan dan mempublikasikan)..................... 50
4.1Mencari referensi materi penyuluhan Pertanian............................................. 50
4.2 Menyusun Materi dalam bentuk E-BOOK dan Sound Slide............................. 51
4.3 Konsultasi kepada mentor sebelum memepublikasikan materi penyuluhan.. 53
4.4 Mempublikasikan materi penyuluhan di akun media sosial UPT.PPPP............ 55
4.5 Output Kegiatan 4........................................................................................ 57
KEGIATAN 5( Melakukan Entery E-RDKK Pupuk bersubsidi)................................. 59
5.1Mengumpulkan data dari tingkat etani........................................................ 59
5.2 Bekerja sama dengan Tim RDKK Kecamtan untuk merekap data................... 61
5.3 Merekap data petani yang suidah valid kedalam format templet CSV............ 62
5.4 Melakukan Entery data ke web.E-RDKK.Pertanian.go.id................................ 63
5.5Output Kegiatan ke 5................................................................................... 65
Vii
VISI DAN MISI
KABUPATEN KUTAI TIMUR
VISI
MENATA KUTAI TIMUR SEJAHTERA
1. Kutim sejahtera adalah kondisikutai timur
dalam keadaan baik, Makmur, sehat, damai
dan dapat mengakses semua infra
setruktur pelayanan dasar.
2. Menata untuk semua adalah kondisi
masyarakat kutai timur dengan tata
Kelola pemerintah yang baik, sehingga
tercipta perubahan lenih positif dan
produktif (ontinoues improvement) dalam
mengelola sumber daya guna
meningkatkan taraf hidup disemua
lapisan masyarakat.
MISI
1. Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulai, berbudaya dan Bersatu,
2. Mewujudkan daya saing ekonomi masyarakat berbasis secto rpertanian,
3. Mewujudkan pelayanan dasar masyarakat yang proporsional dan merata,
4. Mewujudkan pemerintah yang partisipasif berbasis penegakan hukum dan teknologi
informasi,
5. Mewujudkan sinergi pengembangan wilayah dan integritas pembangunan yang
berwawasan lingkungan.
1
PROFIL UNIT PELAKSANA TEKNIS PENYULUH
PERTANIAN PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN
(UPT.PPPP) KECAMATAN KALIORANG
Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan atau sekarang disebut sebagai UPT-PPPP
merupakan salah satu unit pelaksana teknis operasional Dinas Pertanian Kabupaten
Kutai Timur dalam rangka memudahkan pelayanan terhadap masyarakat
(pelakuutama). Menurut Keputusan Menteri Pertanian
Nomor03/KPTS/SM.200/I/05/2019 tentang Pengelolaan Balai Penyuluhan
Pertanian, bahwa BPP berfungsi sebagai tempat pertemuan para penyuluh
pertanian, pelaku utama, dan pelaku usaha yang dipimpin oleh koordinator
penyuluh pertanian.
Undang-undang Nomor 16 tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian,
perikanan dan kehutanan (SP3K) pasal 8 ayat (2) huruf d dan pasal 15memberi
makna balai penyuluhan di tingkat kecamatan atau balai penyuluhan pertanian,
perikanan dan kehutanan memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan
pembangunan pertanian dalam arti luas. Balai Penyuluhan Pertanian bertujuan untuk
memperkuat pembangunan pertanian yang maju dan modern diwilayah kerja Balai
Penyuluhan Pertanian dalam peningkatan kemampuan, penumbuhan motivasi,
pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan kesadaran dan
pendampingan serta fasilitasi.
2
Balai Penyuluhan Kaliorang didirikan pada tahun 2007,dengan luas areal 20.000 M2
terletak di jalan poros Kaliorang Kaubun Kecamatan Kaliorang Kabupaten
Kutai Timur mempunyai tugas sebagaimana yang tertuang dalam undang- undang
nomor: 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan
kehutanan adalah sebagai berikut:
Menyusun programa penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan
programa penyuluhan kabupaten/kota;
Melaksanakan penyuluhan berdasarkan programa penyuluhan;
menyediakan dan menyebarkan informasi teknologi, sarana produksi,
pembiayaan, dan pasar
memfasilitasi pengembangan kelembagaan dan kemitraan pelaku utama dan
pelaku usaha;
memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh PNS, penyuluh swadaya, dan
penyuluh swasta melalui proses pembelajaran secara berkelanjutan
melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan dan pengembangan
model usahatani bagi pelaku utama dan pelaku usaha.
Selain itu UPT. PPPP Kaliorang berfungsi pula sebagai tempat pertemuan
parapenyuluh, pelakuutama, dan pelakuusaha, dalam menjalan kantugas dan
fungsinya bertanggung jawab kepada Dinas Pertanian dan Peternakan
Kabupaten KutaiTimur.
Penyuluh mempunyai peran sangat penting dimasyarakat dalam melaksanakan
program pembangunan pertanian dan sebagai pilar terdepan yang berhadapan
langsung dengan petani, sekaligus penyuluh berfungsi sebagai pendidik
nonformal,yang dapat menampilkan diri sebagai penasehat, kunikator, motivator,
fasilitator serta eksekutor dalam rangka proses alih teknologi untuk merubah
prilaku pelaku utama dan pelaku usaha dari petani sub sistem menjadi petani yang
tangguh produktif, dan dinamis yang memiliki keterampilan dalam menerapkant
eknologi, maupun meningkatkan tarap hidup, pendapatan dan kesejahteraan yang
layak sejajar dengan profesi lain.
3
STRUKTUR ORGANISASI 4
UPT. PPPP KECAMATAN KALIORANG
KEPALA UPT.PPPP
NOR AZIZAH, S.Pi, M.P
KEPALA UPT.PPPP
MISNAH, S.P
KJF. SUPERVISI UPT.PPPP KEPALA UPT.PPPP
ANDIK YULIANTO, S.P MARIO, S.P
NUR HAILILIA, SP
M.BAH ROWY
KJF. PROGRAMER UPT.PPPP
AGUSTINA, S.P
KJF. SUPERVISI UPT.PPPP 4
ANDIK YULIANTO, S.P
AGUSTINA, SP.
ABDUL RAHMAN,SP
GIYANTI,SP
JAHIRA S, SP
DJOHANIS SALIANAN,SP
M.MAHCMUD,S.PKP
IWAYAN MURDANA, SP
LUKAS PAKOMBONG, SP
KADEK SRIYASA,SP
GAPPAR
ZULKIPLI
II.PENDAHULUAN
1.1. LATARBELAKANG
Kaliorang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kutai Timur yang
cukup giat dalam pengembangan pertanian, hampir 90% penduduknya
merupakan petani, baik sebagai petani tanaman pangan, perkebunan, sayuran,
hortikultura maupun nelayan. Pembangunan pertanian diharapkan mampu
menciptakan pertanian yang tangguh, modern dan efisien,sehingga dapat
mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan petani lebih baik. Agar tujuan
pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan dapat dipercepat pencapaiannya
maka cara yang ditempuh dengan memperkuat posisis atau kedudukan petani dan
keluarganya sebagai subyek pembangunan dan merupakan bagian dari
masyarakat yang membangun serta peran aktif petani dan keluarganya sebagai
pelaksana utama pembangunan pertanian.
Namun pada keyataannya petani yang mengusahakan budidaya padi
sawah selalu dihadapkan pada permaslahan-permasalahan yang dapat mengancam
gagal panen, Salah satunya adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Hama
penyakitpada tanaman padi adalah hal yang tidak bisa terpisahkan dari petani,
kejadian atau serangan akan selalu muncul setiap musim tanam dengan berbagai
macamj enis serangan sama ataupun berbeda. Namun petani seringkali
melakukankesalahan dalam melakukan identivakasi serangan dan salah dalam
menentukan Tindakan pengendalian. Sebagai penyuluh pertanian lapangan
berkewajiban memberikan pembinaan, bimbinganteknis, penyediaan informasi,
peningkatan kemampuan, dan penyediaan berbagai pelayanan teknis dilapangan.
Semua organismen yang dapat merusak, mengganggu kehidupan
ataumenyebabkan kematian pada tanaman, termasuk di dalamnya adalah
hama,penyakit, gulma, dan virus disebut OPT. Jika dalam penanganan tidak
cepat dantepat maka dapat berisiko kehilangan hasil. Kesalahan dalam
mengidentivikasi gejala dan tanda serangan menjadi salah satu faktor yang
menyebabkan kekeliruan dalam mengambil tindakan pengendalian ditingkat
petani, meskipun telah dilakukan pendampingan yang maksimal dan intensif oleh
PPL dilapangan.
5
1.2.IDENTIFIKASI ISU
1.Belum optimalnya pengajuan Rencana
Definitif Kebutuhan Kelompok
(RDKK) pupuk bersubsidi
menyebabkan ketersediaan pupuk
bersubsidi di kios resmi tidak
mencukupi kebutuhan petani
sehingga petani tidak meakukan
pemupukan berimbang
(PelayananPublik).
Secara umum, pupuk berfungsi sebagai sumber zat hara untuk mencukupi
kebutuhan nutrisi tanaman dan memperbaiki struktur tanah. Pemberian pupuk secar
berimbang pada media tanam dapat meningkatkan kadar hara dan kesuburan. Namun
pada kenyataannya petani- petani belum menerapkan pemupukan berimbang
dikarenakan ketersediaan pupuk bersubsidi yang masih sering terjadi kelangkaan,
salah satu faktonya adalah belum optimalnya pengajuaan RDKK secara online.
2. Kurangnya pemahaman dan
keterampilan petani dalam
penerapan pengendalian hama dan
penyakit secara terpadu dalam
budidaya tanaman padi di
Kecamatan Kaliorang (Pelayanan
Publik)
6
Penegendalian Hama Secara Terpadu (PHT) sangat jarang dilakukan oleh petani
bahkan dapat dikatakan tidak dilakukan oleh petani. Petani menerapkan system
pengendalian yang praktis dalam teknik budidaya, hal ini dikarenakan pemahaman dan
keterampilan petani dalam pengendalian secara terpadu masih kurang. Kebiasaan peraktis
yang sering diterapkan yaitu seperti pengendalian OPT dengan cara kimiawi yang sangat
mudah dan dianggap ampuh dalam mengendalikan OPT.
Kenyataan hal tersebut tidak mampu mengatasi permasalahan hama, tetapi
sebaliknya menciptakan permasalahan baru yang lebih rumit dan kompleks.
Permasalahan yang berdampak negatif karena hama dapat berkembang dengan
baik untuk bertahan dari pestisida yang diberikan.
Sedangkan pengandalian terpadu menggunakan prinsip-prinsip ramah
lingkungan yang proses dan hasilnya tidak bisa secara langsung dilihat namun
aman secara berkelanjutan. Petani kebanyakan hanya fokus kepada keamanan
tanaman dari serangan OPT dan peningkatan hasil produksi tanpa memikirkan
residu yang tersimpan dalam produk yang dihasilkan. Maka hal ini menjadi
tugas penting yangharus kami selsaikan bersama petani untuk merubah pola
pikir petani budidayatanaman padi agar tidak hanya berfikir kuantitas namun
juga pentingnya kualitasproduk. Oleh kareana itu perlunya membuka
kesadaran petaniakan pentingnya kualitas beras yang rendah residu, Sehingga
produk pertanian terjamin keamanannya untuk di konsumsi keluarga petani
sendiri ataupun di pasarkan secara luas dan mampu bersaing dipasaran.
7
3. Kurang bijaknya petani dalam
pengendalian OPT budidaya padi
sawah dengan menggunakan
pestisida kimia secara berlebihan
(PelayananPublik).
Sebagai Penyuluh pertanian
lapngan terus berupaya menghimbau
petani untuk mengurangi penggunaan
pestisida secara berlebihan.
Sebab, dampak penggunaan pestisida sudah mulai berpengaruh terhadap kerusakan
tanah serta organisme pengganggu tanaman yang kiantidak bisa dikendalikan.
Dengan penggunaan pestisida hasil panen akan meningkat, Akan tetapi, penggunaan
pestisida secaraterus-menerus dapat memberikan dampak negatif, salah satunya
kerusakan pada lahan pertanian.
Formula senyawa kandungan pestisida ternyata juga merupakan polutan atau
bahkan racun bagi keselamatan kelangsungan ekosistem lingkungan manusia,
termasuk menjadi polutan dan racun bagi tanah dan lingkungan hidupnya. Maka dalam
hal ini PPL tidak bosan-bosannya bersama petugas POPT di kecamatan Kaliorang
untuk memberikan pembinaan dan bimbingan agar petani kedepanya lebih bijak lagi
dalam penggunaan pestisidakimia, dan secara perlahan mau mengubah kebiasaan
penggunaan pestisida kimia berganti menggunakan pestisida nabati yang ramah
lingkungan.
8
1.3. ANALISIS DAN PENETAPAN ISU
Urgency, Seriousness, Growth (USG) adalah salah satu alat untuk
menyusun urutan prioritas isu yang hasrus diselesaikan. Caranya
dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan isu
dengan menentukan skala nilai 1-5. Isu yang memiliki total skor tertinggi
merupakan isu prioritas. Untuk lebih jelasnya, pengertian urgency,
seriousness, dan growth dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan
waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut
untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.
b. Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat
yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan
isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau
masalah penyebab isu tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa
dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang dapat menimbulkan
masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu
masalah lain yang berdiri sendiri.
c. Growt
Seberapa kemungkinan-kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang
dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk
kalau dibiarkan. Metode USG merupakan salah satu cara menetap
kanurutan prioritas masalah dengan metode teknik scoring. Proses
untukmetode USG dilaksanakan dengan memperhatikan urgensi dari
masalah, keseriusan masalah yang dihadapi, serta kemungkinan
berkembanganya masalah tersebut semakin besar. Hal tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut:
9
Urgency atau urgensi, yang dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidaknya
masalah tersebut dilaksanakan.
Seriousnessa tautingkat keseriusan darimasalah, yakni dengan melihat dampak
masalah tersebut terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan,
membahayakan sistem atau tidak.
Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni apakah masalah tersebut
Berkembang sedemikian rupa sehingga sulit dicegah
TABEL1ANALISIISU
ANALISISISU KRITERIAN JUMLAH RANGKING
U SG
ISU1. BELUM OPTIMALNYA PENGAJUAN 44 3 11 3
ISU2. RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN 14 1
KELOMPOK ( RDKK) PUPUK BERSUBSIDI
MENYEBABKAN KETERSEDIAAN PUPUK
BERSUBSIDI DI KIOS RESMI TIDAK
MENCUKUPI KEBUTUHAN PETANI
SEHINGGA PETANI TIDAK MELAKUKAN
PEMUPUKAN BERIMBANG
(PELAYANANPUBLIK).
KURANGNYA PEMAHAMAN DAN 5 54
KETERAMPILAN PETANI DALAM
PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA
DAN PENYAKIT TERPADU DALAM
BUDIDAYA TANAMAN PADI DI
KECAMATANKALIORANG
(PELAYANANPUBLIK)
KURANG BIJAKNYA PETANI DALAM
PENGENDALIAN OPT BUDIDAYA PADI
I S U 3. 5 4 4 13 2SAWAH DENGAN MENGGUNAKAN
PESTISIDA KIMIA SECARA
BERLEBIHAN (PELAYANANPUBLIK).
10
URGENCY(U) TABEL.2 GROWTH(G)
5=SangatPenting KRITERIAPENILAIAN: 5=SangatCepat
4=Penting 4=Cepat
SERIOUSNESS (S)
3=CukupPenting 3=CukupCepat
2=KurangPenting1 5=Sangat 2=KurangCepat
Gawat4=Ga 1=TidakCepat
=TidakPenting wat
3=CukupGawat
2=Kurang
Gawat1=TidakG
awat
Berdasarkan hasil analisi USG yang telah dilakukan, maka saya menetapkan bahwa
“Kurangnya pemahaman dan keterampilan petani dalam Pengendalian Hama dan Penyakit
Secara Terpadu pada budidaya tanaman padi sawah diKecamatan Kaliorang” sebagai isu
utama. Penentuan angka bobot pada isu saya berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan
keluhan petani dilapangan.
Pertimbangan di angkatnya isu tersebut karena akan membawa dampakbaik
untuk petani. Karena Pengendalian secara terpadu adalah suatu konsep ataucara berpikir
dalam upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan hamadengan menerapkan
berbagai teknik pengendalian yang dipadukan dalam satukesatuan untuk mencegah
kerusakan tanaman dan timbulnya kerugian secaraekonomis serta mencegah kerusakan
lingkungan dan ekosistem. dengan katalain, pengendalian hama terpadu adalah
pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan pendekatan ekologi yang bersifat
multi-disiplin untuk mengelola populasi hama dan penyakit dengan menerapkan berbagai
teknik pengendalian. Sehingga dapat terut serta berkontribusi dalam misi pembangunan
Kabupaten Kutai Timur yaitu “ Mewujudkan daya saing ekonomi masyarakat berbasis
sector pertanian“.
11
TUJUAN DAN MANFAAT AKTUALISASI
TUJUAN
Tujuan dilakukannya kegiatan Aktualisasi untuk meningkatkan pemahaman
petani mengenai pentingnya pengendalian Hama dan Penyakit pada
tanaman padi sawah secara tepat dan terpadu dimana hal tersebut
memerlukan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani atau pelaku utama
dalam pengendalian. Selain itu dengan memahami pentingnya pengendalian
hama dan penyakit tanaman padi secara terpadu diharapkan kerugian
dan kegagalan petani sebagai dampak dari serangan hama dan penyakit
tanampada budidaya padi sawah dapat ditekan dan produktifitas meningkat,
serta menghasilkan produk yang berkualitas rendah residu.
MANFAAT
Manfaat adanya kegiatan aktualisasi ini adalah:
1. Petani lebih memahami cara pengendalian hama dan penyakit pada
tanaman padi dengan prinsip pengendalian hama terpadu;
2. Petani memahami manfaat dari pengendalian hama dan penyakit pada
tanaman padi sawah secara terpadu dan dapat mengaplikasikan cara
pengendalian hama da npenyakit secara terpadu pada kegiatan
budidayanya
3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan
pestisida nabati (pesnab) secara mandiri dan dapat diaplikasikan dalam
kegiatan budidayanya,
4. Petani dapat mengetahui dampak dari pengendalian hama dan penyakit
yang tidak tepat dan dampak penggunaan pestisida secara berlebihan,
5. Denagan menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu petani dapat
menekan kerugian akibat gagal panen karena serangan hama dan
penyakit tanaman padi dapat dikendalikan dengan baik.
12
BAB. III
PEMBAHASAN
A. KEGIATAN AKTUALISASI
UNIT KERJA: UPT.PPPP KECAMATAN KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR.
Terhitung mulai Tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan Tanggal 20
Sepetember 2021.
B. IDENTIFIKASI ISU
1. Belum optimalnya pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok
( RDKK) pupuk bersubsidi menyebabkan ketersediaan pupuk
bersubsidi di kios resmi tidak mencukupi kebutuhan petani sehingga
petani tidak meakukan pemupukan berimbang( Pelayanan Publik).
2. Kurangnya pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan
pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dalam budidaya
tanaman padi di Kecamatan Kaliorang (Pelayanan Publik)
3. Kurang bijaknya petani dalam pengendalian OPT budidaya padi
sawah dengan menggunakan pestisida kimia secara
berlebihan(Pelayanan Publik).
C. ISU YANG DI ANGKAT
Kurangnya pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan
pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dalam budidaya tanaman
padi di Kecamatan Kaliorang (Pelayanan Publik)
D. GAGASAN PEMECAHAN ISU
“PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN PETANI DALAM
PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT SECARA TERPADU PADA
BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN KALIORANG”
13
6. k Tabel 3
Manfaat adanya kegiatan aktualisasi ini adalah :
1. Petani lebih memahami cara Mpenegenndgalaiadn haamkaadnan bpeinmyakbit piandga taannamtanepkadni disengpanepnringsiep npedngaenldiaali
2. Petani memahami manfaat dari pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi sawah secara terpadu d
pa
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN OU
Mengadakan bimbingan 1. Berkoordinasi dengan Terlaksa
1 teknis pengendalian Pimpinan UPT.PPPP sebelum kegiatan
hama dan penyakit melakukan kegiatan bimbing
secara terpadu pada Aktualisasi teknis k
budidaya padi sawah dan
2. Menyediakan referensi dari dapat m
sumber yang dapat manfaat
dipertanggung jawabkan petani
3. Berkoordinasi dengan PPL
WKPP dan melihat lokasi
untuk kegiatan berpakaian
rapi dan sopan
4. Menyiapkan ATK dan bahan
baca untuk peserta bimtek
5. Melaksanakan bimbingan
teknis ke petani
6. Melakukan Evaluasi
bimbinganteknis yang
dilakukan.
3. KEGIATAN 1
aiann hhamaamterapaddu;an penyakit secara terpadu pada budidaya
dan dapat mengaplikasikan cara pengendalian hama dan
adi sawah
KONTRIBUSI
UTPUT KETERKAITAN DENGAN MATA DIKLAT TERHADAP VISI DAN
MISI KABUPATEN
KUTAI TIMUR
ananya 1. Etika Publi Mewujudkan daya
n Di tunjukkan dengan Berkoordinasi pada saing ekonomi
gan Pimpinan UPT.PPPP Sebelum melakukan masyarakat
kepetani kegiatan Aktualisasi dengan berpakain rapi Berbasis sector
dan memakai atribut lengkap. Pertanian.
menberi 2. Akuntabilitas pertanian
t untuk
Referensi yang saya gunakan dalam
pembuatan bahan persentasi dari sumber
yang diPertanggung Jawabkan
3. Etika Publik
Berkoordiansi kepada PPL WKPP sebelum
pelaksanakan kegiatan dengan
menggunakan pakaian yang rapi dan sopan
4. Nasionalisme
Saya rela memakai uang pribadi untuk
menyiapkan ATK dan bahan baca leflet
serta poster secara mandiri.
5. Akuntabilitas, Komitmen mutu, Etika Publik,
Anti Korupsi
Bertanggung jawab terhadap kegiatan
bimbingan, saya menyampaikan materi
secara Akurat sesuai dengan literatur,
Bekerja sama dengan petugas POPT dan
berpakaian yang Sopan, serta mandiri.
6. Komitmen mutu,
Saya bersikap teliti dalam mengoreksi
jawaban dan memberi nilai yang akurat
berdasarkan hasil perolehan petani.
14
Tabel 3. KEGIATAN AKTUALISASI
Tabel 4.Mengadakan bimbingan teknis pengendalian hama dan penyakit secara terpadu pada budidaya padi sawah
Membuat Booklet Pengenda
22 Membuat Booklet 1. Menyediakan referensi Terbentuk
Pengendalian Hama tentang prisip materi eny
dan Penyakit Terpadu pengendalian Hama dalam ben
dan Penyakit Terpadu booklet da
dari sumber yang tersampai
dapat di pertanggung petani
jawabkan
2. Memilih beberapa
jenis contoh serangan
hama dan penyakit
tanaman padi sawah
3. Menyusun materi
kedalam Booklet
dengan kreatif
4. Mencetak dan
menggandakan Booklet
secara mandiri
5. membagikan Booklet
kepada petani
. KEGIATAN II
alian Hama dan Penyakit Terpadu
knya 1. Akuntabilitas Mewujudkan daya
yuluhan Referensi yang saya gunakan dalam saing ekonomi
ntuk pembuatan bahan persentasi ini masyarakat
an berasal dari sumber yang dapat berbasis sector
ikan ke dipertanggung jawabkan. pertanian,
2. Komitmen Mutu
Jenis serangan dan cara pengendalian
yang akan dilakukan harus Akurat
3. Nasionalisme dan Komitmen Mutu
Saya gunakan adalah Bahasa Indonesia
yang baik dan Booklet Saya membuat
dengan Kreatif agar petani tertarik
untuk membaca booklet.
4. Anti Korupsi
Saya mencetak Booklet dan
menggandakan secaramandiri dengan
menggunakan uang pribadi.
5. Etika Publik
Saya bersikap Ramah dan
tersenyumsaat membagikan BOOKLET
kepada petani
15
Tabel
Melaksanakan kegiatan Demonstrasi cara
3 Melaksanakan kegiatan 1. Mencari referensi Terlaksananya ke
3 Demonstrasi cara (Dem
tentang cara pembutan Demonstrasi Car
Cara) pembuatan pestisida nabati yang (Demcar) pembu
pestisida nabati ( mudah dari sumber pestisida nabati
Pesnab ) yang dapat (Pesnab). Dan da
dipertanggung menambah keter
jawabkan untuk petani dal
2. Memilih jenis-jenis membaut pestida
bahan yang mudah dan mandiri yang am
terjangkau oleh petani terjangkau
dan menyusun dalam
brosur untuk petani
3. Berkoordinasi dengan
PPL WKPP untuk
menentukan kapan
kegiatan akan dilakukan
4. Menyiapkan Alat dan
Bahan Demontrasi
5. Melaksanakan Demcar
pembuatan pestisida
nabati
6. Evaluasi kegiatan
Demcar
5. KEGIATAN III
(Dem Cara) pembuatan pestisida nabati ( Pesnab )
egiatan 1. Akuntabilitas Mewujudkan daya
ra Referensi yang saya gunakan dalam saing ekonomi
uatan pembuatan Pestisida Nabati dari sumber masyarakat
yang dapat dipertanggung jawabkan berbasis sector
apat pertanian
rampilan
lam 2. Komitmen Mutu
a secara jenis pestisida nabati yang bahan
man dan pembuatannya mudah di dapatkan.Efektif
dan efisien cara pembuatannyasehingga
petani mencobanya.
Efektif dan Efisien
3. Etika Publik
Berkoordinasi kepada PPL WKPP ntuk
menentukan kapan kegiatan dapat
dilaksanakan
4. Nasionalisme
Saya rela berkorban menggunakan uang
pribadi untuk menyiapkan bahan-bahan yang
di butuh kanuntuk kegiatan desmontrasi cara
pembuatan pestisida nabati
5. Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Anti Korupsi
Bertanggung jawab terhadap kegiatan
demontrasi,Bersemangat, berpakaian Sopan
dan menyediakan kelengkapan kegiatan
secara mandiri (memakai uang pribadi) untuk
terlaksananya kegiatan.
6. Nasionalisme
Anti diskriminasi/ saya tidak membeda-
bedakan dalam memberi nilai.Nilai saya
berikan berdasarkan hasil kerja peserta.
16
Tabel 6
Membuat materi penyuluhan dalam bentuk E-BO
penyuluhan dengan memanfaatkan akun group
Membuat materi penyuluhan 1. Mencari referensi Terbentunya m
4
dalam bentuk E-BOOK dan materi penyuluhan yang penyuluhan da
SOUND SLIDE akan dibuat dalam E-BOOK dan So
KemudianMempublikasikan bentuk Video Sound serta Terpublik
materi penyuluhan dengan Slide dan E-Book WA dan FB, dan
memanfaatkan akun group menjangkau pa
media social (WA dan FB) 2. Menyusun Materi Dalam yang tidak dap
bentuk Video dan E- secara tatap m
milik UPT.PPPP Kec.Kaliorang BOOK perorangan ata
kelompok.
3. Konsultasi Kepada
Mentor Hasil Pembuatan
Video Dan E-BOOK
sebelum di
publukasikan.
4. Mempublikasikan materi
penyuluhan secara online
(melalui akun media
social WA dan FB)
6. KEGIATAN IV
OOK dan SOUND SLIDE KemudianMempublikasikan materi
media social (WA dan FB) milik UPT.PPPP Kec.Kaliorang
materi 1. Komitmen Mutu Mewujudkan
alam bentuk
oud Slide, Materi yang dipilih tentunya harus daya saing
kasi malalui
n dapat Bermutu dan dibutuhkan oleh petani ekonomi
ara petani
pat di temui yaitu Pengendalian Hama dan Penyakit masyarakat
muka Tanaman Padi secara Terpadu dan cara berbasis
aupun
pembuatan Pestisida Nabati yang mudah. sector
2. Komitmen Mutu pertanian
Menyusun materi penyuluhan dengan
Kreatif agar pembaca tertarik dan tidak
jenuh
3. Etika Publik
Berkonsultasi terlebih dahulu kepada
mentor sebelum mempublikasikan hasil
pembuatan media penyuluhan video dan
E-BOOK ke media sosial. Dengan
Komunikasi yang baik.
4. Nasionalisme
Mempublikasikan dengan menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik agar mudah
dipahami
17
T
Melakukan kegiatan
5 Melakukan kegiatan 1. Koordinasi kepada rekan – Terinputnya pen
Entery data E-RDKK rekan PPL WKPP agar RDKK secara onl
pupuk besubsidi segera mengumpulkan data dalam system
pengajuan E-RDKK erdkk.pertanian.
2. Mengumpulkan data dari
tingkat kelompok tani
3. Bekerja sama dengan Tim
RDKK Kecamatan Kaliorang
untuk merekap data
pengajuan RDKK
4. Merekap data petani yang
sudah valid kedalam
Templet CVS agar
memudahkan proses
Uploud.
5. Melakukan Entery
pangajuan E-RDKK di
E-RDKK.Pertanian.go.id
Tabel. 7 KEGIATAN V
n Entery data E-RDKK pupuk besubsidi
ngajuan E- 1. Etika Publik Mewujudkan daya
line di Saya menyampaikan agar rekan-rekan saing ekonomi
.go.id segera mengumpulkan data pengajuan masyarakat
E-RDKK dengan berpakaian rapi dan berbasis sector
2. sopan pada saat rapat koordinasi pertanian
UPT.PPPP
Nasionalisme
Bermusyawarah kepada kelompok atau
petani untuk menentukan jumlah
kebutuhan kelompok terkait pupuk
bersubsidi.
3. Nasionalisme
Bekerja sama dengan Tim petugas
RDKK Kecamatan Kaliorang dalam
Singkronisasi data masing-masing
Desa
4. Komitmen Mutu
Dengan teliti merekap data petani
yang sudah valid kedalam Templet CVS
agar memudahkan proses Uploud e-
RDKK pupuk bersubsidi.
5. Akuntabilitas , Etika Publik
Kegiatan entery dengan penuh
tanggung jawab dan menjaga
kerahasiaan data.
18
T
JADWAL KEGI
No Kegiatan Tahapan Agustus 2021
16 18 19 20 23 24 25 26 2
1 Melaksanakan Tahapan 1
Bimtek PHT Tahapan 2
Tahapan 3
Tahapan 4
Tahapan 5 Mengikuti Seminar Penyuluhan Pertanian Secara Virtual
Tahapan 6
2 Membuat Booklet Tahapan 1
PHT tanaman padi Tahapan 2
Tahapan 3
Tahapan 4
Tahapan 5
3 Melaksanakan Tahapan 1
Demcar Tahapan 2
Pembuatan Tahapan 3
Pesnab Tahapan 4
Tahapan 5
Tahapan 6
4 Menyusun dan Tahapan 1
Mempublikasikan Tahapan 2
materi Tahapan 3
penyuluhan di Tahapan 4
akun UPT.PPPP
5 Melakukan Entery Tahapan 1
data e-RDKK Tahapan 2
Pupuk Bersubsidi Tahapan 3
tahun 2022 Tahapan 4
Tahapan 5
Tabel 8 Mengikuti Bimtek Online
IATAN AKTUALISASI
September 2021
27 30 31 1 2 3 6 7 8 9 10 13 14 15 16 17 20
19
BAB IV. PELAKSANA
AKTUAL
HASIL DAN BUKTI – B
AKTUALISASI CPNS ANGKATAN XXX
KUTAI TIMURTAHUN 2021
AAN KEGIATAN
LISASI
BUKTI KEGIATAN
XIX DINAS PERTANIAN KABUPATEN
20
KEGIATAN 1 Melaksanakan Bimbingan Teknis
Pengendalian Hama dan
TAHAPAN 1 Penyakit Secara terpadu
Berkoordinasi dengan Pimpinan UPT.PPPP untuk
menentukan lokasi bimbingan teknis.
Pada hari senin tanggal 16 Agustus 2021 saya berkoordinasi dengan Pimpinan
UPT.PPPP ibu Nor Azizah, S.Pi, M.P, untuk membantu menentukan wilayah yang
memiliki serangan OPT sesuai dengan tema kegiatan. Berdasarkan pada laporan
petugas lapangan maka saya direkomendasikan untuk melaksanakan kegiatan di Desa
Bangun Jaya Kecamatan Kaliorang,
Gambar 1.1 Koordinasi Kepada
Pimpinan UPT.PPPP Kaliorang
21
Berkoordinasi dengan Pimpinan UPT.PPPP untuk membantu menentukan wilayah yang memiliki serangan OPT sesuai dengan tema kegiatan berdasarkan pada laporan petugas
lapangan yang ada di Kecamatan Kaliorang
Nilai dasar ANEKA yang diterapkan yaitu saya
ETIKA PUBLIK : BERKOORDINASI dengan Kepala
UPT.PPPP untuk membantu menentukan wilayah yang
memiliki serangan OPT sesuai dengan tema kegiatan
berdasarkan pada laporan petugas lapangan yang ada
di Kecamatan Kaliorang.
ANALISIS DAMPAK
ETIKA PUBLIK
Positif: Dengan berkoordinasi saya mendapatkan arahan dan
rekomendasi tempat pelaksanaan kegiatan aktualisasi, sehingga
kegiatan saya bisa terarah.
Negatif : jika saya tidak melakukan koordinasi, tidak ada yang
memberi arahan tempat berkegiatan dan tidak mendapat
rekomendasi dari pimpinan.
22
TAHAPAN 2 Menyediakan referensi untuk
membuat bahan persentasi ke
petani
Tahap selanjutnya yaitu pada Hari kamis,
tanggal 19 sampai dengan tanggal 20 agustus
2021 bertempat di rumah penulis, saya
berusaha mencari referensi tentang konsep
PHT dalam mengendalikan OPT pada tanaman
padi.
Nilai dasar ANEKA yang diterapkan https://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/index.
Akuntabilitas = Dalam pencarian http://cybex.pertanian.go.id/artikel/87628/pengendalia
referensi dan pembuatan bahan n-hama-dan-penyakit-padi-sawah
persentasi ini menggunakan referensi
Gambar 1.2. Proses pencarian referensi
dari sumber yang dapat di
PERTANGGUNGJAWABKAN.
ANALISIS DAMPAK
AKUNTABILITAS
Positif: saya mencari referensi yang dapat dipertanggung jawabkan
kebenaranya agar bisa menjadi pedoman untuk petani.
Negatif: jika referensi yang saya pakai tidak dapat dipertanggung
jawabkan maka tidak bisa menjadi pedoman dan akan menyebabkan
penyebaran informasi penyuluhan yang salah.
23
TAHAPAN 3
Menghubungi petugas PPL atau POPT untuk ijin berkegiatan
bimbingan teknis di lokasi Poktan binaannya
Tahap ketiga yaitu pada hari senin tanggal 24 Agustus 2021 saya berkoorinasi
langsung kepada Ibu Agustina, S.P sebagai petugas PPL Desa Bangun Jaya untuk
melakukan kegiatan Bimbingan Teknis dan mengecek lokasi Kelompok tani Bukit
Indah sekaligus menentukan tanggal kegiatan. Setelah disepati tanggal kegiatan
26 agustus 2021, minta tolong kepada ibu Agustina untuk membantu
mengumpulkan petani untuk kegiatan tersebut.
Gambar 1.3. Berkoordinasi dan cek lokasi untuk kegiatan dengan PPL Desa bangun Jaya
Nilai dasar ANEKA yang diterapkan yaitu bersikap sopan
dan rapi dalam BERKOORDINASI dengan Petugas PPL
untuk meminta izin melaksanakan kegiatan bimbingan
teknis di wilayah binaanya yaitu Desa Bangun Jaya (Etika
Publik)
ANALISI DAMPAK
ETIKA PUBLIK
Positif: dengan berkoordimasi dengan PPL desa yang
direkomendasikan pimpinan, saya merasa terbantu
dalam berkegiatan.
Negatif: jika saya tidak berkoordinasi kemungkinan PPL
desa tidak mau membantu dalam kegiatan karena
merasa tidak dihargai.
24
TAHAPAN 4
Menyiapkan ATK dan bahan baca untuk peseta bimtek
Untuk memperlancar kegiatan Bimtek saya pada hari Rabu tanggal
25 Agustus 2021, menyiapkan ATK dan materi beruapa leaflet
dan poster untuk peserta bimtek.
Gambar 1.4. Perlengkapan Bimtek ANALISIS DAMPAK
NASIONALISME
Nilai dasar ANEKA yang diterapkan
yaitu bersikap rela berkorban ( Positif: Dengan rela berkorban
Nasionalisme) dalam uang pribadi, untuk
menyelenggarakan dan
memperlancar kegiatan yang
melaksanakan kegiatan bimbingan bermanfaat untuk petani.
teknis.
Negatif: jika tidak rela berkorban
uang pribadi terpakai untuk
kegiatan,maka penyelenggaraan
kegiatan terkesan tidak
maksimal.
25
TAHAPAN 5 Melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis
Pengendalian Hama dan penyakit secara
terpadu pada budidaya padi sawah
Tahap kelima yaitu pada Hari Kamis tanggal 26 Agustus 2021 bertempat di
Kelompok tani Bukit Indah Desa Bangun Jaya , saya bersama petugas POPT kec.
Kaliorang, petugas PPL setempat dan juga di hadiri kepala Desa Bangun Jaya,
melaksanakan bimbingan teknis kepada petani padi sawah dengan materi Konsep
Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Padi Sawah. Pelaksanaan ini dialam terbuk
agar dapat langsung melihat jenis serangan hama dan penyakit tanaman padi.
Saat sesi diskusi muncul pertanyaan-pertanyaan dari petani yang berkaitan
dengan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu sebagai berikut:
1..Bapak Badi. S
Pertanyaan : Bagaimana pengendalian penggerak batang? Karena padi saya saat
ini banyak yang terkena penggerek batang.
Jawab : Penggerek batang berawal dari persemaian yang tidak sehat, jadi perlu
perawatan yang ektra pada saat persemaian. Yaitu dengan penyemprotan
pestisida nabati secara rutin, pengamatan dan pemusnahan telur-telur klaper
yang akan menjadi penggerek batang.
2. Pak Sumari
Pertanyaan : Semenjak sekeliling sawah saya tanam serai alhamdhulilah padi saya
agak lumayan berkurang serangan hama penyakitnya. Apakah tanaman serai bisa
mengusir hama dan penyakit tanaman?
Jawab : Serai adalah tanaman yang tidak disukai oleh serangga pak, dan serai
juga merupakan tanaman refugia ( tanaman yang meyediakan makanan untuk
predator ) jadi sangat bagus di tanam untuk penegendalian hama penyakit
tanaman, selain itu juga bisa di manfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan
pestisida nabati.
3., Bapak Anto Risman
Pertanyaan : Kalau petani tidak disarankan untuk pengendalian hama dan
penyakit dengan racun lalu bagaimana caranya supaya tanaman padi aman?
Jawab: Nah ini pertanyaan yang sangat bagus pak, jadi dalam konsep
pengendalian hama dan penyakit terpadu ini, kita sebagai petani untuk merubah
cara pengendalian yang tadinya hanya menggunakan racun atau pestisida sintetis
saja untuk berubah menjadi petani yang memanfaatkan dan memperhatikan
ekosistem disekitar. Contohnya: Penggunaan benih unggul, menerapkan pola
tanam jajar legowo, penanaman tanaman pagar atau bunga-bungaan di
pematang sawah. Yang intinya kita tetap mengendalikan hama dan penyakit
tanaman tetapi menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
26
Gambar 1.5. Kegiatan Bimtek
Nilai dasar ANEKA yang diterapkan dalam kegiatan bimbingan teknis yang
telah saya buat dengan cara melaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah saya
buat BERTANGGUNGJAWAB (Akuntabilitas). Pada saat pelaksanaan bimbingan
teknis saya bekerja sama dengan PPL Desa dan POPT. Dalam menyampaikan
materi saya secara AKURAT sesuai dengan literatur yang telah saya pelajari
(Komitmen Mutu). Berpakaian sopan (Etika Publik) dan bembiayaan mandiri (
Nasionaslisme).
ANALISIS DAMPAK KEGIATAN BIMTEK
AKUNTABILITAS
Positif: Saya bertanggung jawab dalam melaksanakan Bimtek yaitu sesui jadwal yang
disepati saat berkoordinasi dengan PPL Desa setempat.
Negatif: Jika saya tidak bertanggung jawab maka kegiatan Bimtek tidak terlaksana
sesui dengan jadwal yang ditentukan, dan saya akan di nilai tidak profesinal waktu.
27
Terlaksananya KOMITMEN MUTU
kegiatan bimbingan
teknis kepetani dan Positif: saya menyampaikan materi Bimtek yang akurat, sehingga menjadi kegiatan
dapat menberi penyuluhan untuk mengubah pemahaman petani dalam konsep pengendalian hama
manfaat untuk dan penyakit padi sawah secara terpadu dengan baik dan benar.
petani
Negatif: Jika pada saat Bimtek saya menyampaikan informasi yang tidak akurat maka
akan menyebabkan keslahan pemahan petani dalam pengendalian hama dan
penyakit padi secara terpadu, dan merugikan petani, serta termasuk dalam kategori
penyebaran informasi yang salah ( salah suluh).
ETIKA PUBLIK
Positif: Dengan berpakaian sopan, maka petani menghargai dan proses kegiatan
akan semakin lancar, karena meskipun Penyuluh bertugasnya di lapangan tetap
sebagai pelayan publik yang harus menjaga etika.
Negatif: Jika tidak berpakian sopan maka tidak bisa di bedanya petani dan penyuluh,
dan akan timbul stigma buruk terhadap penyuluh sebagai pelanyan publik. Sehingga
proses kegiatan akan terganggu dan apa yang disampaikan tidak dapat terserap
oleh patani.
NASIONALISME
Positif: Pada saat kegiatan saya bekerja sama dengan PPL Desa dan POPT dalam
proses bimbingan kepatani, sehingga kegiatan terasa lebih mudah karena ada rekan
kerja yang membantu.
Negatif: Jika tidak bekerjasama maka kegiatan akan terasa berat dan menguras
tenaga karena semua harus dikerjakan sendiri.
ANTI KORUPSI
Positif: Saya menyelenggarakan kegiatan dengan bembiayaan secara mandiri, sehingga
proses kegiatan lebihcepat terlaksana dan tidak menimbulkan kecurangan dalam
penggunaan anggaran kegiatan
Negatif: Jika tidak melaksanakan kegiatan secara mandiri maka kegiatan tidak akan bisa
cepat terlaksana karena harus menunggu permohonan dana dari instansi untuk membianyai
kegiatan dan dapat menimbulkan tidakan kecurangan dalam pnggunaan anggaran kegiatan.
28
TAHAPAN 6
EVALUASI
Tahapan terakhir dalam kegiatan bimtek adalah Evaluasi. Pada hari yang
sama saat pelaksanaan bimtek yaitu kamis tanggal 26 Agustus 2021
saya melakukan Pretes dan Postes untuk mengetahui sejauh mana
pemahaman petani sebelum dan sesudah dilakukan bimtek tentang
pengendalian hama dan panyakit terpadu pada tanaman padi sawah.
Dan diperoleh nilai seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini
Tabel. 9
Rekapan hasil evaluasi
PRETES POSTES
No Nama
1 Anto Risman Nilai N0 Nama Nilai Peningkatan
2 Badi .S 80 20
3 Suker 50 1 Anto Risman 100 30
4 Damiri 60 10
5 Ponirah 40 2 Badi .S 80 30
6 Sumari 50 40
7 Ponijah 40 3 Suker 70 30
8 Sidah 50 20
9 Slamet Ahmadi 40 4 Damiri 70 40
10 Supanjen 60 30
11 Dermo 80 5 Ponirah 90 20
12 Agustina 50 20
13 Joko P 90 6 Sumari 70 10
14 Aman 100 0
15 Wardi 70 7 Ponijah 80 20
40 40
Rata-rata 8 Sidah 80
60 24,7
9 Slamet Ahmadi 90
10 Supanjen 100
11 Dermo 70
12 Agustina 100
13 Joko P 100
14 Aman 90
15 Wardi 80
Rata-rata 84,7
Rata – rata Peningkatan = 24,7 X 100= 29,3%
84,7
29
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pemahan petani
dari sebelum mendapatkan bimbingan dan setelah mendapatkan bimbingan. Soal
yang digunakan adalah keterkaitan penegendalian hama dan penyakit secara
terpadu, berjumlah 10 soal, dengan bobot nilai benar 10.
Gambar 1.6 Evaluasi (Pretest dan Postes)
Nilai dasar ANEKA yang ANALISIS DAMPAK
diterapkan dalam evaluasi KOMITMEN MUTU
kegiatan bimbingan teknis Positif: Saya mengoreksi
yang telah saya buat yaitu hasil evaluasi kegiatan
teliti dalam memberikan dengan teliti agar bisa
memberikan nilai tanpa
nilai hasil pretes dan
postes. ada kesalahan.
Negatif: Jika tidak teliti
dalam mengoreksi
hasilevaluasi maka saya
bisa salah dalam memberi
nilai evaluasi petani.
30
OUT PUT
KEGIATAN 1
Link Dokumen KEGIATAN : https://youtu.be/vmJ9CuXw1aU
Terlaksananya
kegiatan bimbingan
teknis kepetani dan
dapat menberi
manfaat untuk
petani
31
KEGIATAN I
KONTRIBUSI TERHADAP VISI DAN MISI KABUPATEN KUTAI
TIMUR
VISI
MENATA KUTAI TIMUR SEJAHTERA
MISI
Mewujudkan daya saing ekonomi masyarakat
berbasis sector pertanian
32
MEMBUAT BOOKLET PENGENDALIAN HAMA KEGIATAN 2
DAN PENYAKIT SECARA TERPADU PADA
TANAMAN PADI SAWAH
TAHAPAB 1 Menyediakan referensi tentang prisip
pengendalian Hama dan Penyakit
Terpadu
Tahap pertama Pada hari 16 dan 18 Agustus 2021 saya mencari referensi
untuk membuat Booklet tentang pengendalian Hama dan Penyakit Secara
Terpadu pada tanaman padi sawah.
PENGENDALIAN HAMA TERPADU (pertanian.go.id)
cybex.pertanian.go.id/artikel/59228/pengendalian-hama-terpadu-pht
Gambar 2.1 Mencari referensi
Nilai ANEKA yang terkandung yaitu :
Akuntabilitas = Dapat dipertanggung jawabkan
Referensi yang saya gunakan dalam pembuatan Booklet bersumber dari beberapa hasil
penelitian dan beberapa referensi lain sehingga informasi yang saya sampaikan dapat di
Pertanggung Jawabkan.
ANALISIS DAMPAK
AKUNTABILITAS
Positif: Referensi informasi yang saya sampaikan berasal
dari sumber yang dapat di Pertanggung Jawabkan
Negatif: Jika saya memilih referensi yang salah maka materi
Booklet saya tidak dapat di pertanggung jawabkan. Dan
menyebabkan salah suluh yang merugikan petani.
33
TAHAPAN 2 Memilih beberapa jenis contoh serangan
hama dan penyakit tanaman padi sawah
Tahapan selanjutnya Pada tanggal 19 Agustus 2021 saya memilih
beberapa jenis serangan Hama dan Penyakit tanaman padi sawah dan cara
pengendalian yang tepat.
Gambar 2.2 Memilih beberapa jenis serangan Hama dan Penyakit tanaman Padi
Nilai ANEKA yang terkandung yaitu :
Komitmen Mutu = Akurat
Dalam menentukan Jenis serangan dan cara
pengendalian yang akan dilakukan harus
tepat dan akurat sehingga petani pada saat
menerapkan penegndalian hama dan
penyakit akan berhasil.
ANALISIS DAMPAK
KOMITMEN MUTU:
Positif : Saya memberikan informasi pengendalian
hama dan penyakit yang akurat sehingga proses
pengendalian hama dan penyakit tanaman padi yang
dilakukan petani bisa berhasil.
Negatif: jika informasi yang di sajikan tidak akurat
maka petani akan melakuakan kesalahan
pengendalian dan proses pengendalian tidak berhasil.
34
TAHAPAN 3
Menyusun materi kedalam Booklet
Tahap selanjutnya pada hari
Kamis 20 sampai dengan tanggal
24 Agustus 2021 saya Menyusun
materi dalam bentuk BOOKLET di
rumah penulis.
Nilai ANEKA yang
terkandung yaitu :
Nasionalisme ( Menggunakan
Bahasa Indonesia) dan juga
Komitemen Mutu ( Inovatif).
Saya menyusun materi semenari
kmungkin agar petani berminat
membacanya
Gambar 2.3 Menyusun Materi
BOOKLET
ANALISIS DAMPAK:
NASIONALISME
Positif: Dalam menyusun Booklet saya menggunakan Bahasa Indonesia agar
semua petani dapat mudah membaca dan memahaminya.
Negatif : Jika tidak menggunakan Bahasa Indonesia maka petani akan sulit
membaca dan memahami karena petani berbeda-beda suku.
KOMITMEN MUTU
Positif: Booklet disusun menarik dan Inovatif agar petani tertarik
membacanya.
Negatif : Jika Booklet tidak menarik maka petani akan malas membacanya.
35