The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by uyi511, 2024-04-21 15:20:42

SENI RUPA

KELAS 1 SEMESTER 2

Belajar Tanpa Tekanan SDI Hidayatullah Taman Hudaya Gesit Muji Rahayu, S.S.. SENI RUPA Semester 2 Kurikulum Merdeka


Di akhir kelas 1, siswa mampu : Di akhir fase A, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, merespon dan mengekspresikan pengalaman kesehariannya secara visual dalam karya 2 atau 3 dimensi dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris yang menunjukkan konsep bentuk yang jelas. CAPAIAN PEMBELAJARAN


Mengalami(Experiencing) Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengamati elemen-elemen rupa di lingkungan kesehariannya dan menuangkan pengalaman kesehariannya secara visual dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris. Peserta didik mengeksplorasi alat dan bahan dasar dalam berkarya seperti kertas, alat menggambar, mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat. CAPAIAN PER ELEMEN Merefleksikan (Reflecting) Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut.


Menciptakan (Making/Creating) Pada akhir fase A, peserta didik mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk dan warna. CAPAIAN PER ELEMEN Berpikir dan Bekerja Artistik(Thinking and WorkingArtistically) Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali dan membiasakan diri dengan berbagai prosedur dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar. Peserta didik mengetahui dan memahami keutamaan faktor keselamatan dalam bekerja. Berdampak (Impacting) Pada akhir fase A, peserta didik mampu menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan perasaan atau minatnya.


Bentuk Besar Kecil Bentuk Besar Kecil Dalam Arsitektur UNIT 1


Peserta didik mampu mengenali dan menyebutkan bentuk geometri pada bangunan besar kecil dalam arsitektur. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat membuat rumah 3 dimensi sederhana dari kardus bekas


Bentuk Bentuk Kecil


Bentuk Bentuk Besar


Bentuk Geometris Lihatlah gambar bangunan di atas.. Apakah kamu bisa menemukan bentukbentuk geometris berikut?


Model Bangunan Membuat Model Bangunan Rumah merupakan bangunan. Bangunan adalah struktur buatan manusia yang terdiri dari dinding dan atap yang didirikan secara permanen.


Membuat Replika Bangunan dari Kerdus bekas T/R


https://youtu.be/NIHcESwl9yM?si=Wg7M2LNGz4_QhTR3


Rumah Adat Rumah Adat Indonesia dan Bangunan Hijau


Bangunan hijau adalah bangunan yang aspek konstruksi, desain dan operasinya berbasis lingkungan. Tujuan utama dari konsep ini adalah keamanan lingkungan dan alam.


Manfaat Bangunan Hijau Bagi Lingkungan 1. Meningkatkan Hidup yang Berkualitas Meningkatkan kualitas hidup menjadi manfaat dan tujuan dari pembangunan bangunan hijau. Lingkungan menjadi aspek vital yang memiliki dampak pada kesehatan. 2. Menghemat Sumber Air Jika bangunan hijau ramah lingkungan, sudah pasti akses sumber air lebih efisien. Contohnya adalah penggunaan toilet dengan sistem vakum akan lebih menghemat air daripada toilet pada bangunan tidak ramah lingkungan. 3. Mengurangi Biaya Operasional Manfaat paling penting dari konsep bangunan hijau adalah mengurangi biaya operasional. Bangunan yang tidak memiliki konsep bangunan hijau akan jauh lebih lama dan tinggi biaya operasional pemeliharaannya.


Bangunan hijau merupakan istilah untuk perencanaan bangunan yang bertujuan membuat hidup lebih baik melalui perhatian pada faktor kelestarian alam, kesehatan, dan juga sosial. Konsep Bangunan Hijau (Green Building) mencoba melakukan efisiensi pada empat hal : 1. Efisiensi Energi Desain bangunan hijau sangat mempertimbangkan penghematan energi seperti udara, cahaya/listrik dan air. Contohnya : bangunan yang memiliki banyak bukaan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan penerangan alami cenderung menghasilkan energi pembuangan lebih rendah ketimbang bangunan yang menggunakan pendingin suhu ruangan. 2. Efisiensi Air Dengan meningkatnya jumlah populasi dan semakin berkurangnya lahan hijau di dunia, ketersediaan air bersih merupakan masalah tersendiri. Bangunan Hijau sangat memerhatikan efisiensi penggunaan air, termasuk bagaimana mendapatkan air dan mengelolanya dengan cara yang ramah lingkungan. Misalnya dengan pembangunan sumur resapan, tendon tadah hujan dan sistem drainase yang efektif. 3. Efisiensi Material Material penyusun bangunan menggunakan ketersediaan material bebas racun di lingkungan tanpa merusak alam sekitar dengan tetap mempertimbangkan efisiensi rancangan struktur bangunan, energi dan dana pembangunan


Dengan efisiensi pada keempat hal tersebut, diharapkan Bangunan Hijau dapat memberikan dampak positif berupa : 1. Penghematan Bangunan Hijau sangat membantu menghemat biaya pembangunan dan energi (seperti listrik dan air). 2. Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Hidup Dengan berada pada bangunan yang memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang cukup dan memiliki ketersediaan air bersih tentunya mempengaruhi kesehatan seseorang secara fisik maupun mental. Bangunan hijau dan gaya hidup sehat sangat mendorong meningkatnya kualitas hidup karena kebahagiaan seseorang sangat menentukan produktivitas dan kualitas dirinya. Jika ditilik dari konteks Bangunan Hijau yang sangat memperhatikan keberlanjutan, penghematan energi dan biaya, serta keramahan terhadap lingkungan, umumnya rumah adat Indonesia memiliki semua aspek tersebut dengan sangat baik.


Apabila kita mengamati bentuk-bentuk umum rumah adat dari berbagai suku di Indonesia, biasanya jendela diletakkan pada posisi yang berhadapan atau saling silang tanpa sekat sehingga mengurangi kelembapan udara dalam ruangan dan membuat suhu terasa lebih sejuk. Contoh lain, pada banyak rumah adat dibuat berbentuk panggung dan menyisakan ruang di kolong bangunan. Rancangan demikian sangat berguna untuk menghindari luapan air pasang dan menghindari binatang buas. Fungsi lainnya, ruang yang ada dapat digunakan untuk bekerja dan mengawasi rumah. Selain itu, rumah tidak mudah kotor dan aman bagi penghuninya.


Namaku Novita. Umurku 7 tahun Aku tinggal di desa Babane, Kalimantan Barat. Rumahku berbentuk panggung rumah suku dayak. Kami menyebutnya rumah panggung. Rumah Panjang sering ditandai dengan jumlah anak tangga yang ganjil dan berukuran lebar. Terdapat tiga tangga rumah utama. Rumah Panjang punya makna persatuan dan kesatuan antar penghuni yang harus selalu dijaga. Tidak heran kalau Rumah Panjang jadi simbol persatuan masyarakat Dayak dalam NKRI. Seperti apa bentuk rumahmu?


Alat dan Bahan Kardus yang tebal dan kaku Cat air, akrilik, cat tembok, atau cat jenis lain sesuai selera Pensil untuk menggambar pola Lem kayu atau lem tembak Cutter untuk memotong kardus Gunting untuk memotong kardus Penggaris Karton yang kaku untuk jendela dan pintu Membuat rumah dari kardus bekas


LKPD 1 (Projek Kelompok) Membuat rumah dari kardus


LKPD 1 (Individu) Temukan gambar geometris pada bangun dibawah ini dengan menggambarkan bentuknya


Gambarlah bangun geometri pembentuk bangunan besar kecil tersebut diatas.


LKPD 2 (Individu) Yuk urutkan gedung di bawah dari yang paling kecil hingga yang paling besar. MENGURUTKAN UKURAN Nama : Kelas :


Gambarlah garis dari objek kehidupan nyata ke bentuk 2D yang diwakilinya. Membandingkan Bentuk 2D dengan Objek di Kehidupan Nyata LKPD 3 (Individu)


Kota Membuat Model Kota UNIT 2


Siswa mampu mengatur model-model 3 dimensional sebuah bangunan menjadi model sebuah lingkungan kota Tujuan Pembelajaran


Alat dan Bahan Kertas bergambar gedung dan rumah yang tebal dan kaku Lem kertas Cutter untuk memotong Gunting untuk memotong Kardus bekas sebagai alas maket Membuat maket model kota


Replika Kota Maket Model Kota


LKPD 1 (Projek Kelompok) Gedung Paper Craft E UL G GLUE GLUE Cetak,guntinggarisluarnya, lalurakitgedung PIECE 1


GLUE GLUE P I E C E 2


Gedung Paper Craft E UL G GLUE GLUE Cetak,guntinggarisluarnya, lalurakitgedung PIECE 1 LKPD 1 (Projek Kelompok)


GLUE GLUE P I E C E 2


Gedung Paper Craft E UL G Cetak,guntinggarisluarnya, lalurakitgedung PIECE 1


E UL G P I E C E 2


Gedung Paper Craft E UL G Cetak,guntinggarisluarnya, lalurakitgedung PIECE 1


E UL G P I E C E 2


Gedung Paper Craft E UL G Cetak,guntinggarisluarnya, lalurakitgedung PIECE 1


E UL G P I E C E 2


Gedung Paper Craft E UL G Cetak,guntinggarisluarnya, lalurakitgedung PIECE 1


Gedung Paper Craft E UL G Cetak,guntinggarisluarnya, lalurakitgedung PIECE 2


LKPD 1 (Projek Kelompok) Membuat maket model kota


LKPD 2 (Individual) Mewarnai kota


Garis Lebih Jauh Tentang Garis UNIT 3 Garis adalah bentuk geometri yang dilukiskan oleh sebuah titik yang bergerak. Dimensi yang dimiliki oleh garis hanya satu, yaitu panjang. Jenis garis antara lain garis lurus, garis lengkung datar dan garis lengkung ruang. Garis digunakan dalam teknik mengggambar, melukis dan ilusi mata. Aliran seni rupa yang memanfaatkan garis ialah neoplastisisme, futurisme dan kubisme. Keindahan dari garis dapat tampak pada perpaduan warna hitam dan putih.


Peserta didik mampu menciptakan karya menggunakan garis lengkung dan garis lurus. Tujuan Pembelajaran


Click to View FlipBook Version