Sajian Utama
GERAK KOMDIK KWI:
BERKREASI MEWUJUDKAN
IMAJINASI
“Jangan berputus asa
dengan tantangan pendidikan
saat ini! Mendidik bukanlah
sebuah pekerjaan, melainkan
suatu sikap, cara berada ma-
nusia. Agar dapat mendidik,
setiap pribadi harus keluar
dari dirinya sendiri untuk men-
ciptakan kondisi yang ramah
bagi orang-orang muda. Ber-
ilah mereka hati yang aman,
harapan yang kokoh untuk
RP. TB. Gandhi Hartono, SJ perjalanan mereka. Ajarlah
mereka melihat keindahan,
Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan
Konferensi Waligereja Indonesia
Konteks Pendidikan dan kebaikan ciptaan dan ma-
Dalam pesannya diha- nusia. Dan terutama berilah
dapan para Pendidik hati Anda sebagai bentuk ke-
dan Lembaga Pendi- saksian nyata atas apa yang
dikan Katolik (LPK) di Ital- Anda sampaikan”.
ia dan Albania (2013), Bapa
Suci Fransiskus menegaskan
bahwa,
Sajian Utama
Paus Fransiskus menyapa umat di Albania https://www.suara.com/
news/2014/09/19/143315/terima-ancaman-dari-isis-paus-tetap-berkunjung-ke-alba-
nia
Pesan yang jelas dan te- dan identitas Lembaga Pen-
gas dari Bapa Suci untuk para didikan Katolik (LPK) sebagai
pendidik. Setiap pribadi pendi- sarana kesaksian kehadiran
dik perlu menyampaikan nilai- Gereja. Gereja perlu terus
nilai kehidupan, pengetahuan hadir mengembangkan orang
bukan hanya dengan kata-ka- muda untuk tumbuh berkem-
ta saja tetapi lebih pada tinda- bang secara utuh. Maka per-
kaan nyata. Tindakan inilah an pendidikan di jaman ini
keteladanan dan keteladanan pertama-tama adalah meng-
itu yang menentukan kualitas hadirkan wajah Gereja yang
kesaksian pendidikan. Dalam menumbuhkan harapan dan
Pleno Kongregasi Pendidikan keselamatan.
di Vatikan (2017), Bapa Suci Pandemi masih menan-
mengingatkan kembali peran capkan luka yang dalam dan
2
Sajian Utama
menyingkapkan kerapuhan lain yang perlu dibenahi?
kita. Dunia pendidikan mer- Komisi Pendidikan Kon-
upakan salah satu yang ter- ferensi Waligereja Indone-
kena dampak dari kondisi sia (Komdik KWI) dalam
pandemi ini. Apakah seko- pertemuan pengurus baru
lah kita hanya mau merata- periode 2021 – 2024 pada
pi dan menyerah kalah atau bulan Agustus 2021 mere-
memandangnya sebagai pi- fleksikan bahwa pandemi
jakan untuk bergerak, ber- menjadi peluang besar bagi
benah agar berbuah? Meng- para pelaku pendidikan untuk
hadapi gerak perubahan ini berbenah, bertransformasi
para pelaku pendidikan diun- dan berinovasi dalam bidang
dang oleh realitas jaman un- pendidikan. Pandemi selain
tuk menumbuhkan semangat memunculkan beban yang
gerak yang kreatif dan ter- tidak mudah bagi pembela-
barukan. Gerak perubahan jaran, namun juga memberi-
kini kedepan membutuhkan kan stimulus perubahan bagi
kedalaman merasa, ketaja- Lembaga Pendidikan Katolik
man berpikir dan keberanian (LPK).
untuk membangun langkah Berbagai macam tantan-
yang solutif. gan perlu dicari jawaban yang
Pandemi, membuka ru- sesuai dengan kondisi pendi-
ang kreativitas pembelaja- dikan ini. Fakta masih ban-
ran dari ruang manual men- yak sekali sekolah terkendala
jadi ruang virtual. Bahkan fasilitas dalam pelaksanaan
penguasaan kemampuan pembelajaran online. Se-
teknologi dianggap satu-sa- lain sekolah, para murid juga
tunya keberhasilan dalam tenaga pendidik dan orang
proses pembelajaran saat ini. tua murid kesulitan baik da-
Apakah memang demikian lam menyediakan perangkat
atau ada ruang kebebasan belajar seperti ponsel dan
3
Sajian Utama
laptop maupun pulsa untuk masa pendemi kini menjadi
koneksi internet. semakin melebar. Beberapa
Sistem pembelajaran on- masukan data Komdik yang
line ini secara tidak langsung perlu dicari jawaban atas situ-
membuat kesenjangan dan asi yang terjadi adalah :
ketertinggalan pendidikan di
Peta Peserta didik dan kondisi Pendidik di LPK
4
Sajian Utama
Refleksi : Tantangan dan ing berkolerasi dan menjadi
Dari data-data di atas tanda kedaruratan yang per-
LPK sedang dihadapkan tan- lu terus dijawab dan disikapi
tangan perubahan yang ti- secara serius dalam memaju-
dak mudah. Pengembangan kan Pendidikan Katolik di In-
yang perlu terus dicari adalah donesia.
menjawab pertanyaan men- Pandemi yang terjadi
gapa 68% peserta didik Ka- menjadi stimulus dan akseler-
tolik tidak sekolah di sekolah asi LPK untuk berbenah, beru-
Katolik (LPK)? Bagaimana bah agar berbuah. Perubahan
meningkatkan Tatakelola se- cara memandang dan men-
kolah agar mampu mening- gelola mendesak dilakukan
katkan keterampilan dan oleh para LPK dengan fokus
kesejahteraan para pendidik. penguatan dan peningkatan
Dan bagaimana LPK mem- kualitas SDM, Tatakelola dan
punyai kekhasan pendidikan design pembelajaran. Kondisi
yang mengedepankan karak- Pendidikan di Indonesia san-
ter jatidiri manusia Indone- gat kompleks karena kondisi
sia. Ketiga data di atas sal- kepulauan dengan karakter
5
Sajian Utama
yang berbeda. Pandemi se- lam kondisi pandemi ini gerak
makin menegasi perbedaan Komisi Pendidikan sebenarn-
dan kesenjangan pendidikan ya menjadi peluang besar
dan LPK. Perlu kesadaran bagi para pelaku pendidikan
semua pihak khususnya para untuk berbenah, bertransfor-
pelaku pendidikan dalam me- masi dan berinovasi dalam
metaan kondisi sekolah dan bidang pendidikan.
melakukan perubahan dalam Bapa Suci Fransiskus
meningkatkan gerak pengem- mengundang kita bersama
bangan LPK kini dan ke de-
pan dengan semangat yang Pandemi yang terjadi
terus diperbaharui.
menjadi stimulus dan
Arah dan Program akselerasi LPK untuk
Komdik KWI
Menghadapi gerak pe- berbenah, berubah
rubahan, para pelaku pendi-
dikan diundang oleh realitas agar berbuah. Peru-
jaman untuk menumbuhkan bahan cara meman-
semangat yang kreatif dan dang dan mengelola
terbarukan. Gerak perubahan
kini ke depan dibutuhkan cara mendesak dilakukan
berpikir yang antisipatif dan
solutif. Pembelajaran dar- oleh para LPK dengan
ing mengubah ruang manual fokus penguatan dan
menjadi ruang virtual dengan
kelemahan dan kekuatannya. peningkatan kualitas
Bahkan kemampuan teknolo-
gi dianggap satu-satunya SDM, Tatakelola dan
keberhasilan dalam proses design pembelajaran.
pembelajaran saat ini. Da-
6
Sajian Utama
untuk mengembangkan kes- gerak Komisi Pendidikan kini
adaran identitas sekolah Ka- ke depan memprioritaskan
tolik dengan cara mengko- pada Pengembangan SDM,
munikasikan dirinya dengan Tatakelola dan Design Seko-
lebih baik, benar dan kontek- lah Unggul Kebangsaan den-
stual dalam pengajaran. Dari gan program berikut :
situasi dan kondisi ini maka
Dinamika Proses Gereja perlu terus had-
Pendalaman Kader ir mengembangkan pelajar,
guru dan para pelaku pendi-
Rapat Virtual Pengurus Komdik KWI, dikan untuk tumbuh berkem-
26 Agustus 2021. EDUCARE - Celtos bang secara utuh. Proses
gerak akan disesuaikan den-
gan gerak kebutuhan konteks
perubahan jaman. Selain
perkembangan teknologi ger-
ak kedalaman SDM, Tatakelo-
la dan Design Pedagogi men-
7
Sajian Utama
jadi pilihan yang melekat lokal dan Identitas iman Ge-
dalam design Pendidikan kini reja.
dan ke depan. Maka peran Gereja
Komdik KWI pertama-tama perlu terus hadir
adalah menghadirkan wajah
Gereja yang menumbuhkan mengembang-
harapan akan masa depan.
Komdik KWI akan melan- kan pelajar,
jutkan kehadirannya se-
bagai media pewartaan kabar guru dan para
gembira yang unggul (kedala- pelaku
man dan ketajaman) dan ber-
pihak pada yang lemah (Nota pendidikan
Pastoral 2008). Untuk mewu- untuk tumbuh
judkan gerak program ber- berkembang
sama, Komdik berperan se-
bagai Animator (pelayanan) secara utuh.
pendidikan. Kehadiran Kom- Proses ger-
dik akan semakin dirasakan
lewat kerjasama yang siner- ak akan dise-
gis dan berkelanjutan (pem- suaikan dengan
bentukan kader Pendidikan)
di tingkat LPK, MPK, Komdik gerak
Keuskupan maupun Mitra.
Semoga dengan keberani- kebutuhan
an kita untuk berkomitmen konteks
membangun strategi akan
mewujudkan mimpi dan ima- perubahan
jinasi hadirnya sekolah-seko- jaman.
lah model unggulan berbasis
karakter Pancasila, kearifan
8
SUARA Guru
TANTANGAN DAN PELUANG
PENDIDIKAN
atau mengakses berbagai in-
formasi yang disediakan oleh
perkembangan digitalisasi.
Selain itu, banjirnya in-
formasi di media sosial yang
terkadang belum tentu kebe-
narannya menjadi konsumsi
generasi muda saat ini, bah-
kan jaringan terorisme dan
radikalisme pun memanfat-
kan media sosial untuk mer-
usak karakter generasi muda
bangsa ini. Dari konteks ini,
generasi muda harus diber-
dayakan agar memiliki keter-
ampilan dalam memahami,
Antonius Agus Sulistyono, S.IP., S.Pd. mengolah dan menelaah in-
Seminari Menengah St. Petrus Canisius formasi sehingga mampu ber-
Mertoyudan tindak secara bijak dan positif
dari berbagai arus informasi
Perkembangan zaman, yang begitu pesat.
digitalisasi dan global-
isasi memberikan tanta- Tantangan semakin
ngan sekaligus peluang bagi kompleks seiring ce-
pendidikan di abad 21. Tanta-
ngan semakin kompleks sei- patnya laju informasi
ring cepatnya laju informasi
dan komunikasi lintas negara dan komunikasi lintas
yang menuntut manusia ha- negara yang menuntut
rus berpikir dengan cepat dan
efisien. Saat ini anak-anak manusia harus ber-
usia 3 tahun ke atas pun su- pikir dengan cepat dan
dah mahir mengoperasikan
gadgetnya, entah untuk game efisien.
9
SUARA Guru
Tantangan Pendidikan zona nyaman pendidikan, un-
tuk berani berpikir out of the
Inilah tantangan pendi- box dalam kerangka men-
dikan kontekstual saat ini, ciptakan model dan metode
pendidikan ditantang untuk pembelajaran kreatif yang
memampukan peserta didik memampukan peserta didik
berkembang dalam literasi menjadi problem solver atas
digital agar mampu menga- kompleksitas permasalahan
nalisis dan mengolah informa- hidup yang muncul.
si sehingga menjadi berman- Guru tidak lagi menje-
faat bagi bonum commune. jalkan berbagai materi pada
Pendidikan harus mampu peserta didik bahkan teacher
memberdayakan peserta di- centre learning, tetapi saat ini
diknya agar kontekstual den- guru juga harus mampu mem-
gan perkembangan dan tan- bangun pembelajaran yang
tangan zaman sehingga tidak memampukan peserta didi-
memunculkan keprihatinan knya dalam mengolah rasa,
baru bangsa ini. Bagaimana mengolah hati, mengolah
pendidikan memampukan pe- pikir, dan mengolah kehen-
serta didiknya berdaya dalam dak dari pembelajaran yang
literasi baca tulis, literasi dig- disuguhkan sehingga tercip-
ital, numerasi, literasi sains, ta generasi penerus bangsa
literasi finansial dan literasi yang berkarakter positif bagi
budaya ? Inilah pekerjaan ru- bangsa ini.
mah yang harus menjadi per-
hatian pendidikan Indonesia,
termasuk di dalamnya para Pembelajaran Kreatif-Inovatif
guru sebagai pendidik anak
bangsa. Dalam kerangka mem-
Membangun guru se- bangun pembelajaran yang
bagai tenaga pendidik yang kreatif, inovatif dan mam-
kreatif, kritis dan mampu pu memberdayakan peser-
memberdayakan peserta didi- ta didiknya, maka empat hal
knya dalam menyikapi zaman yang perlu diperhatikan para
menjadi tantangan sekaligus guru yaitu mendesign pem-
peluang untuk pendidikan. Ini belajaran berbasis backward
adalah tantangan bagi para design, paradigma pedagogi
guru untuk berani keluar dari reflektif, HOTS (Higher Order
10
SUARA Guru
Thinking Skills), dan yang ti- dipelajari sekaligus mampu
dak kalah pentingnya pembe- mengolah nilai-nilai karakter
lajaran harus berbasis pada 4 yang akan didapat dari se-
C’s (Creative, Critical Think- buah pembelajaran.
ing, Collaboration dan Com- Contohnya dalam pem-
munication). belajaran PPKN dengan
Pembelajaran berbasis materi kearifan lokal un-
backward design ini penting tuk membangun persatuan
agar dalam proses pembela- dan kesatuan bangsa dalam
jaran peserta didik memaha- menangkal ancaman bangsa.
mi dan mengetahui secara Guru harus menyampaikan
eksplisit tujuan pembelaja- tujuan pembelajaran secara
ran dan dapat menemukan jelas dan sistematis yaitu tu-
nilai-nilai keutamaan hidup juan mempelajari materi ke-
dari setiap proses pembela- arifan lokal adalah peserta
jaran yang diikuti. Dengan didik mampu menganalisis
menyampaikan tujuan pem- kearifan lokal di suatu daer-
belajaran tersebut maka pe- ah dan menemukan nilai-nilai
serta didik mempunyai arah keutamaan hidup yang ada di
dan kerangka berpikir yang dalamnya.
jelas dan tepat terhadap ma- Tujuan aplikatif-esensial
teri pembelajaran yang akan dari materi kearifan lokal ada-
Warga bergotong royong mengangkat dan memindahkan rumah. 11
https://www.youtube.com/watch?v=kvkqXWwWzOQ
SUARA Guru
lah dengan mengetahui, me- peserta didik memahami kon-
mahami dan memaknai se- teks situasi dan permasalah-
cara mendalam kearifan lokal an yang ada, mengolah pen-
di sebuah daerah maka pe- galaman hidup peserta didik
serta didik dapat menghargai, baik secara langsung mau-
menghormati dan menjun- pun tidak langsung, melatih
jung tinggi nilai kearifan lokal peserta didik untuk berefleksi
tersebut sebagai aset persat- dalam kerangka menemukan
uan dan kesatuan bangsa. nilai keutamaan yang Tuhan
Selain itu, guru juga harus ajarkan dari pengalaman dan
mampu mengajak peserta proses pembelajaran, men-
didiknya mengolah rasa dan golah kehendak dan aksi nya-
aspek kognitifnya untuk men- ta apa yang akan dilakukan,
emukan nilai keutamaan hid- kemudian mengevaluasi aksi
up, misalnya nilai keutamaan tersebut untuk perbaikan se-
yang dapat dipetik dari materi lanjutnya dan sebagai pen-
kearifan lokal adalah peser- galaman yang harus dire-
ta didik mampu menghargai fleksikan oleh peserta didik.
budaya lokal dan kearifann- Secara sederhana, PPR ini
ya, menghormati dan men- mengarah pada pemahaman
junjung tinggi kearifan lokal konteks, pengalaman, re-
daerahnya sendiri maupun fleksi, aksi dan evaluasi dari
daerah lain, sehingga terba- pembelajaran yang sedang
ngun semangat menjunjung ditelaah.
tinggi persatuan dan kesatu- Contoh implementa-
an bangsa. si PPR dalam pembelajaran
Di sisi lain, backward de- PPKN tentang kearifan lokal
sign harus diperkuat dengan dan ancaman bangsa, pe-
paradigma pedagogi reflektif serta didik diajak memahami
agar pembelajaran terhadap konteks zaman saat ini yaitu
suatu materi semakin menda- globalisasi, digitalisasi, se-
lam dan peserta didik terolah makin lunturnya kearifan lokal
aspek IQ, SQ dan EQ nya. bangsa Indonesia, setelah itu
Paradigma pedagogi reflektif guru menanyangkan sebuah
(PPR) adalah sebuah peda- video pendek kearifan lo-
gogi yang fokusnya adalah kal di Flores yaitu bergotong
bagaimana memampukan royong angkat rumah. Dari
12
SUARA Guru
pengalaman tidak langsung, 6. Bagaimana strategi men-
mengamati secara saksama gantisipasi agar kearifan lokal
tayangan video kemudian pe- masyarakat di daerah anda
serta didik diberi pertanyaan tetap terjaga ? (OLAH PIKIR)
stimulus untuk menemukan - CREATE
nilai-nilai keutamaan yang 7. Sebagai warga mas-
dapat ditemukan dari keari- yarakat dan warga gereja, tin-
fan lokal di Flores. Selanjut- dakan apa yang akan anda
nya, guru mengajak peserta lakukan untuk melestarikan
didik mengolah, mencerma- kearifan lokal sebagai aset
ti kearifan lokal di daerahn- bangsa di daerahnya mas-
ya masing-masing dengan ing-masing ? (OLAH KEHEN-
pertanyaan stimulus sebagai DAK) – AKSI
berikut : 8. Bagaimana evaluasi ter-
1. Apa kearifan lokal di hadap kegiatan atau aksi
daerahmu ? Bagaimana ke- yang telah dilakukan untuk
arifan lokal yang ada di daer- melestarikan kearifan lokal
ahmu sampai saat ini ? di daerah masing-masing ?
2. Bagaimana perasaanmu (EVALUASI)
dengan konteks kearifan lo- Dalam proses pembe-
kal yang ada di daerahmu ? lajaran, di atas, guru harus
(OLAH RASA) mampu mengantar peserta
3. Jika mulai bergeser atau didiknya sampai pada reflek-
luntur, apa yang menyebab- si dari sebuah pengalaman,
kan luntur kearifan lokal itu ? aksi dan evaluasi untuk men-
(OLAH PIKIR) emukan solusi terbaik dalam
4. Mengapa lunturnya ke- kerangka pelestarian kear-
arifan lokal bisa menjadi an- ifan lokal sebagai aset nilai
caman dari dalam negeri terh- keutamaan dan spirit bangsa
adap persatuan dan kesatuan melawan tantangan nilai-nilai
bangsa ? (OLAH PIKIR – MEN- superfisialitas yang ditawar-
GANALISIS) kan digitalisasi dan globalisa-
5. Apa nilai keutamaan si saat ini.
dari kearifan lokal yang ada Selain itu, guru harus
di daerah anda ? (OLAH RA- memampukan peserta didi-
SA-OLAH PIKIR) - REFLEK- knya untuk berpikir pada ta-
SI taran HOTS yaitu mampu
13
SUARA Guru
menganalisis, mengevaluasi kan wawancara dengan
dan membuat program / aksi narasumber, mengeksplor-
/ strategi untuk memberikan asi data sekunder dan me-
solusi terhadap permasalah- wawancarai orang tua serta
an yang terjadi dengan per- mendiskusikan kearifan lokal
tanyaan stimulus seperti yang bersama orang tua sehing-
telah dicontohkan sebelumn- ga tercipta kolaborasi antara
ya. anak dan orang tua sebagai
Backward design, PPR sarana pemberdayaan kelu-
dan pengembangan ke- arga dalam pendidikan.
mampuan HOTS sungguh Setelah wawancara dan
mengembangkan guru dan diskusi, maka peserta didik di-
peserta didik semakin ber- minta untuk mengolah, men-
daya dan terampil dalam men- ganalisis, mengevaluasi dan
yikapi berbagai tantangan membuat strategi berdasar-
dan permasalahan kontek- kan pertanyaan stimulus
stual saat ini. Untuk semakin yang diberikan guru. Langkah
memperkuat pembelajaran terakhir adalah peserta didik
sesuai dengan tuntutan abad diminta mengkomunikasikan
21, maka para guru juga ha- hasilnya kepada peserta didik
rus mengembangkan pem- yang lain sehingga memam-
belajaran berbasis 4 C’s yai- pukan peserta didik memiliki
tu creative, critical thinking, keterampilan kolaborasi, di-
communication dan collabo- skusi dan komunikasi yang
ration. Bagaimana mengim- baik dengan orang lain, seka-
plementasikan pembelajaran ligus mampu memperdalam
berbasis 4C’s ? Pertanyaan esensi pembelajaran untuk
stimulus di atas menjadi ba- memajukan pendidikan di In-
gian penting dalam proses donesia.
membangun pembelajaran
yang kreatif untuk memban-
gun creative dan critical think- Pendidikan harus mampu member-
ing peserta didik. dayakan peserta didiknya agar kon-
Dalam proses pembela- tekstual dengan perkembangan dan
jaran kearifan lokal dan an- tantangan zaman sehingga tidak me-
caman bangsa, guru meminta munculkan keprihatinan baru bangsa
peserta didik untuk melaku-
ini.
14
SUARA Guru
MENYIKAPI BANJIR WEBINAR
GURU DI MASA PANDEMI
Sejak merebaknya pandemi
covid-19, dunia maya dibanjiri
oleh berbagai even webinar dan
pelatihan. Tema-tema yang di-
tawarkan sangat menggiurkan.
Perubahan dinamika kehidupan
yang sangat signifikan men-
dorong masyarakat untuk mem-
buru pengetahuan baru supaya
dapat beradaptasi dengan peru-
bahan. Tak terkecuali, berbagai
webinar bagi profesi guru pun
bertaburan.
Dionisius Riandika
Guru Bahasa Indonesia SD, SMA Marsudirini,
dan Seminari Menengah Stella Maris Bogor
Menanggapi dengan Baik yang diselenggarakan
Bijak oleh dinas pemerintah mau-
pun dari perseorangan.
Hampir setiap hari, di Sekolah-sekolah dan
media sosial ramai para guru pun menyikapi
dengan undangan-un- dengan beragam tanggapan.
dangan untuk mengikuti webi- Mulai menjadi agen penyebar
nar maupun pelatihan-pelati- atau penerus informasi seh-
han. Mulai dari yang berbiaya ingga menjadi informasi be-
mahal hingga yang gratisan. rantai. Hingga menjadi koor-
15
SUARA Guru
dinator atau penggerak untuk berapa kali. Pada umumnya,
mendaftarkan diri secara ser- berbiaya cukup tinggi.
entak. Kasus lain, banyak we-
Menimba ilmu pengeta- binar dan pelatihan yang di-
huan serta keterampilan demi manfaatkan untuk berjualan.
meningkatkan kompetensi Mulai berjualan buku, berag-
mutlak selalu dilakukan. Sep- am aplikasi, serta berbagai
erti ungkapan, “Belajar dari aplikasi.
buaian hingga ke kuburan”. Akhirnya, ilmu pengeta-
Menggali sebanyak-banyak- huan atau keterampilan yang
nya informasi lewat berbagai diharapkan urung dimiliki.
webinar dan pelatihan men- Sebagai guru, perlu bijak da-
jadi kesempatan emas di ten- lam menanggapi banjir webi-
gah pandemi. nar maupun pelatihan. Selain
Namun, menjadi kurang selektif, tentu saja harus pan-
bijak andai sebagai guru ter- dai memilih yang sesuai ke-
lalu latah dalam menanggapi. butuhan. Dengan demikian,
Karena semua webinar dan efektivitas sekaligus manfaat-
pelatihan memasang jud- nya dapat sungguh dirasakan
ul menggiurkan, serta merta dan dapat diimplementasikan.
diikuti tanpa terlebih dahulu
menggali informasi. Dampa- Pemetaan Keahlian
knya, banyak guru yang ter- Banyak kelatahan da-
jebak dalam webinar ataupun lam mengikuti webinar mau-
pelatihan yang ujung-ujungn- pun pelatihan secara “sem-
ya hanya promosi. barangan” disebabkan tidak
Artinya, materi yang dis- adanya pemetaan keahlian.
ampaikan hanya kulit luarn- Penyelenggara sekolah me-
ya. Untuk mendalami, peser- megang peran sentral untuk
ta harus mengikuti webinar memetakan kebutuhan guru
atau pelatihan selama be- menyesuaikan bidang keah-
16
SUARA Guru
lian masing-masing. Dengan selalu menembus ratusan.
demikian, webinar atau pela- Tak mengherankan jika
tihan yang diikuti menjadi setiap guru berbondong-bon-
efektif dan tepat sasaran. dong mengikuti. Alasannya
Hasil yang diperoleh dari tentu untuk menambah kom-
webinar maupun pelatihan petensi baru. Meskipun ha-
yang efektif dan tepat sasa- rus diakui bahwa sebenarn-
ran akan melahirkan guru ya banyak kompetensi lama
yang kompeten dalam bidang yang dibuat seakan baru lagi.
keahlian khusus. Dengan kata Selain itu, di masa pan-
lain, sekolah akan memiliki gu- demi sekarang ini sangat mu-
ru-guru dengan profesionali- dah untuk mengikuti berbagai
tas di bidang masing-masing. webinar maupun pelatihan.
Profesionalitas sesuai bidang Cukup daftar via aplikasi lalu
keahlian ini akan menjadi pi- bisa mengikuti dari mana saja
lar penyangga kualitas pe- lewat gawai atau laptop tan-
layanan sekolah. Hal ini tentu pa perlu pergi menuju lokasi
lebih bermanfaat dibanding- pelaksanaan. Biaya akomo-
kan seluruh guru mengikuti dasi serta kerepotann beper-
semua webinar serta pelati- gian tak lagi diperlukan.
han yang sama. Persoalan yang muncul
Implementasi Ilmu kemudian adalah kurangnya
dalam Pelayanan implementasi ilmu serta kom-
petensi. Kebanyakan guru ter-
Jika dicermati, hampir se- lalu sibuk mengikuti webinar
tiap hari ada webinar maupun serta pelatihan-pelatihan. Se-
pelatihan. Atau setidaknya mentara implementasi dalam
seminggu sekali acara-aca- pelayanan sering terabaikan.
ra tersebut diselenggarakan. Padahal, esensi tugas
Jumlah pesertanya tak perlu guru adalah melayani peserta
diragukan. Angkanya hampir didik berdasarkan kompeten-
17
SUARA Guru
si yang dimiliki serta terus me- Guru yang hebat ada-
nerus dikembangkan. Maka,
setiap kali mengikuti webinar lah guru yang memiliki
maupun pelatihan setiap guru keluasan ilmu serta kom-
perlu melakukan refleksi, pen- petensi yang mumpuni.
gendapan, dan yang terpent- Namun, guru yang luar
ing adalah melakukan aksi. biasa adalah guru yang
Guru yang hebat adalah
guru yang memiliki keluasan dapat mengimplementa-
ilmu serta kompetensi yang
mumpuni. Namun, guru yang sikan setiap ilmu serta
luar biasa adalah guru yang kompetensi-kompetensi
dapat mengimplementasikan yang dimilikinya dalam
setiap ilmu serta kompeten-
si-kompetensi yang dimilik- pelayanan nyata kepada
inya dalam pelayanan nyata para peserta
kepada para peserta didik. didik.
https://pixabay.com/id/illustrations/webinar-video-conference-skype-5363819/
18
SUARA Guru
BELAJAR DARI COVID 19:
SEBUAH TRANSFORMASI PENDIDIKAN
Pandemi Covid 19 yang
melanda dunia saat ini men-
jadikan sebuah tragedi bagi
kehidupan umat manusia. Tra-
gedi ini membawa konsekuen-
si tersendiri dimana semua
tatanan kehidupan, baik tatan-
an sosial, ekonomi, tatanan
politik bahkan tatanan adat
istiadat di masyarakat ikut
terdampak. Dunia terkapar
dihantam derasnya pandemi
yang meluluhlantakkan sen-
Martinus Ekonugroho., M.Pd di sosial dan perekonomian
Guru SMP Santa Maria Surabaya masyarakat dunia. Begitu juga
dengan dunia pendidikan, se-
Keresahan yang Terberkati kolah sangat terpukul dengan
Dunia pendidikan di- adanya wabah ini. Fondasi
paksa untuk mem- pendidikan yang sudah ter-
buat proses belajar tanam puluhan tahun harus
mengajar di rumah akibat tersungkur dengan adanya
adanya pandemi Covid 19. wabah ini.
Banyak sekolah di Indone-
sia dan orang tua juga turut Seluruh sektor lumpuh
merasakan imbas dari Covid dengan serangan wabah ini
yang penularannya begitu ce-
pat. Kondidi ini juga dialami
19 ini. Sekolah harus mem- sektor pendidikan di Indone-
buat sebuah proses bela- sia. Pemerintah terpaksa me-
jar mengajar dengan pola nutup sekolah dan mengganti
baru, sistem belajar yang sistem pembelajaran secara
mengandalkan teknologi dan daring dari rumah.
19
SUARA Guru
media secara virtual. Alhasil gle form, google docs dan
banyak sekolah yang merom- sebagainya secara tiba-ti-
bak dirinya dalam member- ba harus menyesuaikan diri
ikan pembelajaran melalui dengan itu semua. Hasilnya
aplikasi-aplikasi virtual. Guru sungguh luar biasa dari yang
dipaksa untuk menyiapkan buta teknologi menjadi leb-
materi ajarnya dan dipaksa ih terampil dan familiar da-
untuk belajar teknologi yang lam memanfaatkan teknologi
berbasis internet dan aplikasi yang sebenarnya teknologi
di laptop. itu sangat dekat dan dibutuh-
Para siswa pun juga ha- kan pada masa kini dan akan
rus dipaksa untuk familiar datang. Kreativitas guru dan
dengan beberapa aplikasi murid selalu diuji dengan se-
baru baik yang berbasis pada gala kendala di lapangan baik
google maupn aplikasi lainn- kendala jaringan, pengua-
ya. Siswa dan guru yang se- saan teknologi dan kendala
belum adanya covid kurang lain yang tak kalah merepot-
paham dengan zoom meet- kan dan itu semua dapat ter-
ing, class room, moodle, goo- atasi dengan baik.
Peserta didik mengikuti pembelajaran secara virtual. Dok. Pribadi.
20
SUARA Guru
Kondisi pandemi ini yang berkelompok secara vir-
menjadi sebuah keresahan tual, belajar kontekstual dari
yang terberkati, pola belajar persoalan yang sungguh di-
daring akhirnya menjadi se- hadapi, siswa-siswi melatih
buah pola belajar baru pada diri untuk terus berkolaborasi
saat ini. Inilah transforama- dan membangun komunikasi
si dunia pendidikan kita dan yang baik secara virtual.
selayaknya kita semua patut Tentunya ini menjadikan
bersyukur dengan Covid 19 pola baru dengan pendekat-
yang dengan cepat memak- an yang lebih kreatif-inovatif
sa orang untuk selalu kreatif dan kooperatif. Siswa akan
dan inovatif khususnya dalam lebih leluasa mengembang-
proses pembelajaran. Kere- kan cara berpikirnya, nalarn-
sahan yang terberkati inilah ya, daya ktitis-imajinatifnya,
yang membawa pendidikan kemampuan problem solving
di Indonesia memasuki fase dan kolaboratifnya sehingga
baru yaitu fase pemanfaatan belajar tidak lagi hanya melu-
teknologi yang tepat guna un- lu pada pencapaian kurikulum
tuk proses belajar mengajar. belaka, numerical belaka atau
Transformasi pendidikan hanya konseptual belaka, tapi
nampak pada pola penga- lebih jauh dari pada itu semua
jaran yang tidak dilakukan sebagai sebuah pengemban-
melalui tatap muka tetapi se- gan diri dan karakter baiknya.
cara virtual, model belajar Dengan pembelajaran ja-
yang lebih aplikatif dan fak- rak jauh (daring) secara virtual
tual dengan memanfaatkan sebenarnya menjadi sebuah
teknologi dan informasi. Guru pola pendidikan karakter
dan siswa tidak lagi gamang bagi siswa menjadi lebih
dengan pembelajaran berba- baik lagi. Di sekolah yang
sis proyek, model pembelaja- mungkin kesulitan mena-
ran kooperatif dengan teman namkam karakter yang baik,
21
SUARA Guru
dengan adanya pembelaja- Inilah berkah dari pandemi
ran jarak jauh siswa akan leb- yang harus kita sikapi sebagai
ih punya banyak waktu untuk
mempraktekkan habitus-hab- sebuah bentuk baru sistem
itus baiknya, misalkan: mem- pembelajaran di sekolah khu-
bersihkan rumah, membantu susnya di Indonesia. Tentun-
orang tua, olahraga terarur, ya kalau kita mau mengakui
menjaga pola makan dan
hidup sehat dan sebagainya. bahwa sekolah mempunyai
Sebenarnya inilah dampak kesulitan dalam membat-
sesungguhnya bagi perkem- inkan pendidikan nilai di se-
bangan siswa dimana dengan kolah, sejak ada pandemi ini
penuh kesadaran anak-anak
akan melakukan hal-hal baik, justru semua sudah terjawab
habitus-habitus baik tanpa secara gampang. Sekolah
harus takut dengan nilai dan tinggal membuat rubrik dan
aturan dari sekolah. Dengan penilaian tentang pendidikan
stay at home siswa akan pu-
nya banyak waktu luang un- nilai dan semua sudah ter-
tuk membantu orang tua dan jawab dengan sendirinya.
mengembangkan kebaikan Sungguh covid 19 ini meng-
dalam lingkup keluarga. gugah kesadaran sekolah
Disinilah pendidikan bahwa alam semesta telah
karakter yang sebenarnya
yang berbasis pada keluar- menyiapkan semua untuk
ga. Peran sekolah menjadi belajarnya anak bangsa, ibu
sebuah sistem kontrol un- pertiwi telah memberikan wa-
tuk pelaksanaan pendidikan
karakter, dalam hal ini seko- dah untuk anak-anak bangsa
lah harus bekerjasama se- supaya terus belajar untuk
cara masif dengan keluarga. masa depannya.
22
SUARA Guru
faktor penentu dengan adan-
ya sistem pembelajaran ja-
rak jauh, baik guru maupun
siswa/orang tua siswa. Men-
jadi alasan klasik manaka-
la guru disuruh membuat
metode belajar yang berba-
sis teknologi, memanfaatkan
laptop dan windows office,
banyak alasan yang selalu
Materi pembelajaran online. Dok. Pribadi. muncul semisal susah, sudah
berumur jadi sulit mengikuti
Menuju Transformasi Pendi- dan sebagainya. Akan teta-
dikan pi dengan situasi pandemi
Untuk sebuah hasil yang Covid 19 ini, apakah alasan
maksimal dalam pembela- tersebut masih bisa dikemu-
jaran di era pandemi saat kakan? Tentu tidak, karena
ini tentunya banyak tanta- guru dipacu dan “dipaksa” un-
ngan yang harus dihada- tuk membuat pembelajaran
pi dan diselesaikan dengan virtual yang tentunya berba-
baik. Tidak bisa dipungkiri sis teknologi tersebut. Siswa
bahwa dengan adanya pan- tentunya akan lebih cepat
demi ini sekolah dan orang menyesuaikan apalagi anak-
tua juga terengah-engah un- anak jaman sekarang lebih
tuk menyesuaikan keadaan, dekat dengan teknologi yang
akan tetapi semua dapat ada.
diselesaikan dengan baik. Kedua; kepemilikan sa-
Faktor-faktor yang menjadi rana penunjang dalam pem-
hambatan antara lain: belajaran. Faktor ini menja-
Pertama ; penguasaan di penting manakala kondisi
teknologi. Faktor ini menjadi pandemi ini banyak orang
23
SUARA Guru
tua siswa yang juga terimbas tuk membuat pembelajaran
dengan adanya pandemi ini, jarak jauh. Memang di lapa-
kepemilikan laptop dan smart- ngan ada siswa yang tidak
phone menjadi kendala yang memiliki smartphone tetapi
segera diatasi. Saat ini smart- orang tuanya memilikinya,
phone bukan lagi menjadi ke- jadi bukan menjadi kendala
butuhan kemewahan, akan dalam pembelajaran virtual.
tetapi menjadi sebuah kebu- Dengan kebijakan dan komu-
tuhan utama demi menun- nikasi yang intensif masalah
jang aktivitas kesehariaann- pemilikan alat atau sarana
ya. Banyak orang dari lapisan dapat diatasi dengan baik,
bawah sampai lapisan atas, asal sekolah dan keluarga
dari masyarakat desa sampai juga harus mau berjuang un-
perkotaan, dari yang masih tuk mencari solusi yang ter-
sangat muda sampai orang baik.
tua sudah memanfaatkan Ketiga; kemauan untuk
smartphone dalam aktivitas selalu berjuang. Faktor ini
kesehariannya. Masyarakat juga menjadi faktor penen-
sekarang sudah disatukan tu yang cukup krusial karena
dengan media sosial dalam sarana ada, penguasaan te-
berinteraksi sehari-harinya, knologi bisa dikatakan siap,
misalnya ucapan ulang tahun, akan tetapi kala tidak ada
hari raya, belasungkawa, se- kemauan untuk terus bela-
lamat atas kesuksesan dan jar maka semua akan sia-sia
sebaginya sudah ditempuh saja. Kemauan untuk selalu
menggunakan media sosial. berjuang baik dari guru mau-
Hal ini bisa dikatakan bahwa pun siswa akan menentukan
masyarakat saat ini sudah jalannya pembelajaran ja-
menggunakan dan memiliki rak jauh ini. Jika ditinjua dari
smartphone. Ini sebenarnya segi siswa tentunya sekolah
modal dasar bagi sekolah un- akan lebih mudah mengar-
24
SUARA Guru
ahkan sekaligus mengelola buah model pembelajaran
siswanya dengan tahapan jarak jauh. Disaat sekolah
pembelajaran yang terukur lain mungkin masih kebin-
dengan baik, metode belajar gungan dengan pola belajar
yang mengasikkan dan as- jarak jauh SMP Santa Maria
sesment yang tepat. Dari segi Surabaya sudah membuat
guru tentunya sekolah hars pola pembelajaran berbasis
mengembalikan pada spiritu- pendidikan karakter dengan
alitas dan pendagogiknya se- mengaplikasinyanya dengan
bagai guru. Dengan pendeka- teknologi.
tan dan kebijakan yang lebih Maka dari itu jadilah
persuasif dan program kerja pembelajaran virtal yang bisa
sekolah yang bisa dimaknai diikuti oleh semua anak-anak
dengan baik oleh seluruh didik dari kelas 7-9. Pem-
guru dan warga sekolah tentu belajaran mapel dilakukan
persoalan ini dapat diatasi. disebuah web rumah belajar
Respon Cepat yang dikelola oleh guru-gu-
ru mapel. Pembelajaran se-
SMP Santa Maria Sura- cara terjadwal dengan rapi
baya salah satu sekolah yang dengan tetap memperhatikan
merespon dengan cepat pola hidup sehat anak. Setiap
adanya pandemi Covid 19 ini. pagi para siswa harus menjal-
Dengan adanya keputusan ani habitus-habitus yang su-
dari pemerintah yang meng- dah ditetapkan oleh sekolah
haruskan siswa-siswanya misalnya; berolah raga dan
belajar dari rumah agar tidak berjemur dan harus dilapor-
tertular virus Covid 19, maka kan kepada wali kelas mas-
SMP Santa Maria Surabaya ing-masing. Wali kelas setiap
membuat sebuah keputusan pagi selalu memantau pelak-
yang cepat, tepat, akurat dan sanaan habitus siswa-sis-
terukur dalam membuat se- winya melalui media sosial.
25
SUARA Guru
Setelah berolah raga dan akhirnya guru bisa member-
berjemur maka dilanjutkan ikan pembelajaran yang ber-
pembelajaran sesuai dengan makna dan bermanfaat bagi
jadwal, guru mapel mengajar anak didiknya.
melalui zoom meeting dan Sebuah upaya yang san-
siswa-siswi mengerjakan tu- gat solutif dan bisa menjadi
gas setiap hari melalui google sebuah inspirasi bagi seko-
doc, google form atau class lah-sekolah dalam memprak-
room. tekkan pembelajaran karak-
Selain itu, siswa juga ha- ter berbasis teknologi secara
rus melaporkan menu makan virtual.
sehat pada hari tersebut, Bergerak Menyemai Ke-
melaporkan kegiatan mem- baikan
bantu orang tua dan berdoa Masyarakat harus tetap
pada hari tersebut. Semua menjalankan roda ekonomi
itu dilaporkan melaui google dan sosial kemasyarakatan
drive guru wali kelasnya dan termasuk pendidikan dengan
semua anak wajib mengup- pola baru, protokol keseha-
load foto-foto habitusnya se- tan yang baru yang berbeda
tiap hari. Kebijakan pembela- dengan sebelum adanya
jaran secara virtual awalnya virus ini. Dampak dari new
memang menjadi persoalan normal ini juga mempen-
kami para guru di SMP Santa garuhi sistem pembelajaran
Maria Surabaya, akan tetapi di sekolah, maka pembelaja-
dengan kegigihan para guru
maka pembelajaran dapat ran yang paling tepat pada
dilakukan dengan baik. Sung- masa new normal ini ada-
guh ini sebuah upaya sekolah lah pembelajaran jarak jauh,
kami di saat pandemi ini, di pembelajaran yang berbasis
tengah kebingungan dan ter- aplikasi teknologi. Guru harus
paan kegamangan teknologi mengembangkan pembela-
26
SUARA Guru
jaran jarak jauh yang sudah Akhirnya harus diakui
dirancangnya dengan beber- bahwa pandemi ini memba-
apa inovasi yang lebih baik wa berkah bagi sekolah-se-
lagi. Untuk itu sekolah harus
membaut web atau platform kolah di dunia khususnya
E-learning dengan memasuk- di Indonesia. Sebuah situ-
kan model-model pembelaja- asi yang selalu dikhawatir-
ran yang tentunya lebih diter- kan oleh semua manusia di
ima dan dapat diaplikasikan bumi ini ternyata secara tidak
secara virtual. langsung membawa keberka-
Dari sinilah transformasi han bagi sekolah dan pembe-
pendidikan di Indonesia dapat
terjadi dengan baik, pembela- lajaran anak-anak didik. Men-
jaran yang berbasis pada dig- jadi sebuah keresahan yang
italisasi yang dapat diterima terberkati dimana semesta
pada masa revolusi industri alam sedang mendaur ulang
4.0 dan siap menyongsong dirinya dan umat manusia di-
society 5.0. Transformasi pen- paksa mengikuti siklus dan
didikan yang ditunggu-tunggu ritus dari alam semesta. Mari
yang sebelumnya juga disu-
arakan sebelum adanya pan- selalu bergerak untuk men-
demi Covid 19 ini, tapi apa ciptakan suatu kondisi baru
daya sebelum pandemi ini dalam menyemai kebaikan
tidak ada sebuah kekuatan dan menjalankan spiritualitas
yang mampu memaksa untuk panggilan sebagai guru. Alam
sebuah perubahan. Covid 19 semesta adalah guru dan kita
inilah yang akhirnya memak-
sa sekolah untuk merubah semua berguru pada alam se-
dirinya menjadi sebuah seko- mesta tak terkecuali sekolah
lah yang siap bertarung di era juga berguru pada alam
global saat ini. semesta.
27
SUARA Guru
Referensi
1. Lickona, Thomas. 2012. Character Matters: Persoalan
Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara.
2. Gunawan. 2012. Pendidikan Karakter Konsep dan Imple-
mentasi. Bandung: Alfabeta
3. Koesoema, Doni. 2011. Pendidikan Karakter: Strategi Men
didik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.
4. Munthe, Bermawi. 2010. Desain Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Insan.
5. Wena,Made. 2011.Strategi Pembelajaran Inovatif Kontem-
porer. Jakarta. Bumi Aksara.
6. https://www.inews.id/lifestyle/health/3-saran-who-agar-ti-
dak-cemas-hadapi-pandemicovid-19
7. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200312075307-4-
144247/who-nyatakanwabah-covid-19-jadi-pandemi-apa-mak-
sudnya
8. https://www.alodokter.com/virus-corona
9. https://news.detik.com/berita/d-4943950/latar-belakang-vi
rus-corona-perkembanganhingga-isu- terkini
https://ugm.ac.id/id/berita/19480-mempertahankan-semangat-belajar-selama-pandemi-covid-19
28
Tokoh Inpiratif
Dr. Sri Prihartini Yulia
Menjadi Garam dan Terang
dalam Dunia Pendidikan
Rabu 8 Desember 2021 merupakah
hari bersejarah bagi Sri Prihartini
Yulia. Pemaparan disertasinya da-
lam Sidang Ujian Terbuka Program
Doktor Universitas Negeri Yogyakarta
tentang Pengembangan Sistem Pen-
gawasan untuk Peningkatan Mutu Se-
kolah dilakukan dengan sangat mey-
akinkan dan disusul dengan tanya
jawab oleh para penguji dan promotor.
Akhirnya, para penguji pun memutus-
kan promovenda Sri Prihartini Yulia lu-
lus dengan predikat Cum Laude.
Siapakah sebenarnya Sri Prihartini
Yulia, apa kiprahnya selama ini, dan
Prof. Anita Lie, Ed.D apa harapannya terhadap pendidikan
Katolik?
Unika Widya Mandala Surabaya
Dr. Sri Prihartini Yulia memaparkan disertasinya dalam Sidang Ujian Terbuka Program Doktor
Universitas Negeri Yogyakarta. Dok. Pribadi.
29
Tokoh Inpiratif
Benih Baik di Lahan dari kertas semen dan di da-
yang Baik lamnya ada sepeda jadi bisa
Yulia lahir dari seorang untuk dinaiki anak-anak kelil-
ibu yang memiliki jiwa ing kampung. Kertas tersebut
kewirausahaan yang Bapak minta dari toko mate-
kuat, pantang menyerah, dan rial atau orang yang sedang
komitmen anak-anak harus membangun. Bapak membeli
sekolah, harus pintar, harus sendiri catnya karena Bapak
bisa kerja, karena tidak bisa memang suka melukis, dind-
mewariskan yang lain. Ayah ing stasiun pun dilukis kereta
Yulia adalah orang kedua di diesel. Sementara itu, Sang
Stasiun Kereta Api Tuntang, Ibunda adalah pendoa yang
karyawan PJKA purna tugas luar biasa; beliau selalu ber-
tahun 1970an dengan gaji doa di tengah malam di teritis
sangat kecil sehingga ibu se- depan rumah dengan Baha-
lalu berdagang. Yulia anak sa Jawa, seperti orang ber-
ke-6 dari enam bersaudara cakap-cakap dengan Tuhan.
tetapi harus membantu ibu Hal ini selalu ia lakukan
ketika ada permohonan be-
berdagang sejak kecil.
Dalam kesederhanaan sar. Ketika warung mau tut-
mereka, nilai-nilai Katolisitas up, belum cukup uang tunai
menjadi landasan pendidikan untuk modal esok hari dan
di keluarga ini. Integritas, de- uang saku dua kakak Yulia,
dikasi, mengandalkan Tu- yang mesti ke sekolah naik
han, dan komitmen berbagi bis, ia berdoa membuat tan-
menjadi nilai-nilai keutamaan da salib, memohon, lalu men-
yang diajarkan dan dipraktik- getuk meja 3 kali. Puji Tuhan
kan dalam masa pertumbu- ada pembeli yang datang dan
han. Ketika Yulia masih kecil, warung pun bisa ditutup.
Sang Bapak selalu membuat Semangat berbagi juga mem-
karya kreatif seperti kereta buat keluarga ini membuka
30
Tokoh Inpiratif
pintu rumah mereka bagi yang nilai ijazah Yulia 10.
sedang dilanda kesulitan. Se-
jak G30S PKI, banyak orang perjalanan panggilan guru
yang ikut pada keluarga mer- Ketika ditanya apa yang
eka, meskipun masa sulit na- mendorong Yulia menja-
mun tetap mereka ditampung. di pendidik, dia menjawab
“Mereka bantu-bantu yang “Mengikuti garis tangan.”
penting bisa makan,” begitu Alm. Kakak ipar memintakan
kenang Yulia. Yulia pekerjaan pada dosen
Kerja keras dan tidak Universitas Sanata Dhar-
malu untuk pekerjaan halal, ma (alm. Pak Purba) karena
ibu pun mendidik Yulia dan orang tua tidak bisa mem-
saudara-saudaranya untuk biayai kuliah. Yulia disarank-
ikut membantu. Ketika Bapak an kuliah diploma, biar cepat
pensiun, usaha ibu membuat selesai, bisa bekerja, ada ika-
minyak kelapa tidak dapat tan dinas. Ketika kuliah, tidak
lagi ditampung di warung ada bayangan menjadi guru,
tetangga. Kemudian Ibu ha- baru setelah Praktik Pen-
rus beralih membuka warung galaman Lapangan (PPL),
gorengan. Karena Yulia seko- dia mendapat gambaran
lah siang, Yulia harus berjual- bagaimana membantu murid
an di pagi hari. Ketika sekolah belajar.
pagi, pulang sekolah harus Penempatan pertama
menggantikan jaga warung, sebagai CPNS tahun 1987
sambil belajar. Ketika SMA, di SMP St. Aloysius Sleman.
Yulia baru mulai merasakan Ada peluang untuk pengem-
bahwa untuk dapat nilai ba- bangan diri bagi Yulia, dia
gus, dia harus belajar. Sam- diberi kesempatan mengajar
bil menyapu lantai pun dia di sekolah negeri. Pada tahun
menghafal rumus Kimia, pe- 1992, Yulia dimutasi ke SMP
lajaran favorit Yulia sehingga Negeri 3 Sleman, pada 1998
31
Tokoh Inpiratif
menjadi instrukur Bahasa In- jadi trainer asesor akreditasi.
ggris. Selanjutnya pada ta- Pada tahun 2015, Yulia men-
hun 2005 dia mengikuti diklat jadi trainer pengawas
calon pengawas dan kemu- sekolah.
dian pada tahun 2010 diang-
kat menjadi pengawas. Se-
tahun kemudian, yakni pada
tahun 2011 menjadi master
trainer diklat Program Peny-
iapan Calon Kepala Sekolah
(PPCKS). Tahun 2013 men-
Pembinaan Kepala Sekolah. Dok. Pribadi. Berkebhinekaan global
membuat Yulia toleran dan
100% Pendidik menggunakan diksi-diksi
Profesional dan 100% Katolik yang sesuai dengan kelom-
bHaainky, agudreunKgaantomlikenbjaardui aamkaant pok mayoritas untuk memba-
diperhitungkan di lingkungan ngun jembatan persaudaraan
non-Katolik. dengan orang-orang dari
latar belakang yang berbeda.
32
Tokoh Inpiratif
Pernah pula Yulia didoakan reja itu termasuk bangunan
agar segera menjadi mualaf. yang selamat dari tsunami.
Teman widya iswara sesama Sejak saat itu Yulia tidak per-
pengajar diklat CKS mere- nah menggunakan salam se-
spon panitia lokal yang men- lain selamat pagi dan salam
yampaikan Yulia fasih meng- sejahtera. Ada pengalaman
gunakan ungkapan Bahasa rasialis lain yang dialami
Arab dan luwes berjilbab. Ke- Yulia. Pada tahun 1996 Yulia
tika memberikan diklat di mengikuti penyiapan pelati-
Aceh pada tahun 2012, Ketua han di DIY dan seharusnya
Kelas mengingatkan peserta akan dikirim mengikuti Train-
untuk tidak menjawab sapaan ing of Trainers (ToT) ke Ja-
Assalamualaikum Yulia agar karta, katanya. Dalam sehari
tidak berdosa, karena beliau 3x Yulia ditanya penanggung
sangat menghormati Yulia, jawab kegiatan, “Bu Yulia itu
dan mereka sangat mencintai Katolik?” Ketika sesi malam
Yulia. Begitu kata Ketua Ke- instruktur senior menanyai,
las. Yulia merasa sangat se- “lho Yulia, kok masih di sini?”
dih karena dia menyebabkan Bagaimana seorang guru
mereka berdosa meskipun Katolik bisa menjadi guru yang
banyak juga yang diam-diam 100% profesional dan 100%
mendekati Yulia dan men- Katolik, terutama para guru
jelaskan bahwa Ketua Kelas yang berkarya di lingkungan
tidak mewakili mereka. Bah- non-Katolik? Menurut Yulia,
kan mereka mempersilakan guru perlu mengagendakan
jika Yulia tidak ingin berjilbab. waktu, tenaga dan tidak ragu-
Yulia sangat sedih dan merin- ragu melakukan investasi
dukan gereja sehingga Yulia profesional termasuk men-
minta ijin tidak ber team-teach- galokasikan dana untuk pen-
ing untuk ke gereja sebentar. ingkatan kompetensi diri. Em-
Saat itu di Banda Aceh, ge- pat kompetensi guru harus
33
Tokoh Inpiratif
amat baik. Kalau hanya baik, (Juara I Pengawas Prestasi
semua kesempatan sudah di- Nasional SMP), Yulia men-
tempati kaum mayoritas. Ha- dengar ada beasiswa bagi
nya dengan menjadi amat peraih juara. Ketika mendaft-
baik, guru Katolik baru akan ar di UNY dan diterima, bea-
diperhitungkan di lingkungan siswa hilang. Situasi ini tidak
non-Katolik. Seorang guru menyurutkan langkahnya un-
Katolik harus memiliki ideal- tuk meraih gelar S3. Yulia di-
isme dan setia memperjuang- dorong oleh anaknya untuk
kannya. Selain itu, profesional melanjutkan rencana studi
Katolik juga perlu mengelola dengan menggunakan tun-
jejaring dan menunjukkan diri jangan profesi. Harapannya
sebagai pribadi yang akunta- dapat memotivasi guru bah-
bel. wa tunjangan profesi itu juga
Pernyataan tersebut su- ada yang dialokasikan untuk
dah dibuktikan oleh Yulia da- pengembangan diri. Yulia
lam rekam jejak karirnya. Dan sering diminta menjadi kon-
kriteria “amat baik” itu pun sultan (salah satunya oleh
terus dikejar dan ditingkatkan Prof. Anita Lie, dan Yulia ber-
oleh Yulia sampai pada Si- janji akan belajar dulu) teta-
dang Ujian Terbuka dan pen- pi belum merasa memiliki il-
ganugerahan gelar Doktor munya. Maka dari itu, Yulia
dengan predikat Cum Laude bertekad menempuh studi S3
nya. Karena sudah jarang dan di Desember 2021 yang
melatih guru Bahasa Inggris penuh berkat ini, gelar Doktor
sesuai background S2, Yulia dengan predikat Cum Laude
pun ingin belajar Manajemen diraihnya.
Pendidikan. Tahun 2016 ke- Yulia ingin memiliki al-
tika mengikuti short course ternatif pilihan profesi bukan
di Jepang sebagai hadiah sekedar pengawas dan train-
prestasinnya pada tahun 2014 er, Yulia juga ingin memba-
34
Tokoh Inpiratif
gi ilmu pada calon pendidik gungan, kebesaran dan bam-
muda agar mereka kompeten bu. Pemilihan nama tersebut
dan memiliki role model dari diharapkan akan menguak
praktisi. Yulia ingin mendapat kebesaran dunia pendidikan
kesempatan menjadi konsul- dan seperti bambu yang meli-
tan lagi agar dapat memban- uk namun tidak patah. Sistem
tu Yayasan mengembangkan pengawasan ini memiliki
sekolah. kelenturan namun tetap men-
Fokus Studi Doktor: Fungsi capai tujuan.
Pengawasan Sistem pengawasan
yang sudah ada dikaji be-
untuk Profesionalisme Guru lum berhasil meningkatkan
Disertasi Yulia melapor- mutu sekolah. Oleh karena
kan studinya tentang pen- itu, dilakukan pengembangan
gawasan untuk peningkatan Sistem Pengawasan untuk
mutu sekolah dengan sistem Peningkatan Mutu Sekolah.
TRIO DAE melalui kerangka Pengembangan ini menga-
Analysis, Design, Develop- cu pada Teori Management
ment, Implementation, and Control System (MCS). Kom-
Evaluation (ADDIE). Dalam ponen sistem yang sudah
fungsi pengawasan, per- ada ditata dengan sub sistem
an sebagai capacity build- pengawasan MCS dan dikem-
er dilakukan dengan teknik bangkan perannya sehingga
coaching dan mentoring pada dapat berjalan lebih efektif,
guru. Secara khusus, Yulia efisien, dan praktis.
mempromosikan sistem Pen- Sistem Pengawasan un-
gawasan Trio DAE sebagai tuk Peningkatan Mutu Seko-
sistem pengawasan untuk lah ini agar dapat dijadikan
peningkatan mutu sekolah acuan dalam memperbaiki ki-
ini. Kata DAE dalam Bahasa nerja sistem yang sudah ada.
Korea memiliki makna kea- Dengan sistem yang dilaku-
35
Tokoh Inpiratif
kan pemilihan dalam 3 peran: dapat dilakukan oleh penga-
Detektor, Asesor, Efektor, dan was sekolah dengan fung-
diharapkan terjadi peningka- si coaching dan mentoring
tan kinerja yang terhubung untuk meningkatkan kiner-
dengan TIK sehingga terjadi ja guru dan kepala sekolah.
pergerakan bersama. Peran executor dipilah da-
Peran Detektor dilakukan lam 3 fungsi, yakni provider
oleh kepala sekolah diban- (penyedia pemenuhan Stan-
tu oleh tim SPMI dan ase- dar PTK dan sarana prasara-
sor Penilaian Kinerja Guru na); peran rewarder (pemberi
(PKG), yang melakukan au- penghargaan pada sekolah,
dit mutu internal akademis kepala sekolah, guru yang
maupun manajemen. Peran berkinerja amat baik), dan
Asesor yang pertama dilaku- peran punisher (pemberi
kan oleh pemerintah daerah. sanksi). Akhirnya, peran Net-
Melalui pengawas di Dinas work Enhancer (mengelola
Pendidikan Provinsi/Kabu- jejaring dengan Dunia Usa-
paten/Kota untuk melakukan ha (DU), Dunia Industri (DI),
pengawasan eksternal dalam dan Perguruan Tinggi (PT)
bentuk pengawasan akade- untuk meningkatkan kinerja
mik dan manajerial. Peran sekolah, kepala sekolah, dan
asesor yang kedua dilakukan guru). Seluruh peran tersebut
oleh asesor akreditasi yang harus terhubung dengan me-
diturunkan oleh BAN S/M un- manfaatkan TIK dan platform
tuk melakukan visitasi seko- Bergerak Bersama agar ter-
lah yang kinerjanya menurun. jadi peningkatan mutu. Yulia
Peran Efektor dibagi dalam berharap bisa lebih banyak
3 peran: Capacity Builder, menjalankan peran Network
Executor, dan Network En- Enhancer dengan menjadi
hancer. dosen atau konsultan pendi-
Peran capacity builder dikan agar dapat berbagi prak-
36
Tokoh Inpiratif
tik baik dan membantu calon dikan. Hal ini diperlukan untuk
pendidik maupun lembaga pemenuhan standar layanan
pendidikan untuk meningkat- yang profesional.
kan kinerja sekolah, kepala Yayasan Pendidikan Ka-
Harapan terhadap Pendidikan tolik harus mengalokasikan
Katolik anggaran untuk peningkatan
kompetensi guru agar lebih
Walaupun Yulia lebih profesional. Yayasan dapat
banyak berkarya sebagai pen- menawarkan penghargaan
didik di lingkungan umum, dia untuk studi lanjut bagi guru
juga mempunyai harapan ter- yang memnuhi persyaratan.
hadap sekolah-sekolah Kato- Yayasan-yayasan Pendi-
lik. Pendidikan Katolik harus dikan Katolik harus berkolab-
terbuka dan menyesuaikan orasi saling dukung di segala
dengan regulasi agar tidak lini (belajar dari Yayasan Mu-
tertinggal. Pendidikan Katolik hammadyah yang mulai mer-
harus menawarkan hal yang apatkan barisan saling berba-
lebih agar survive and thrive. gi bahkan jumlah murid, kader
Cura personalis, pendidikan diberi beasiswa studi lanjut).
karakter, dan lulusan yang
diakui pemangku kepentin-
gan, harus diimbangi dengan
peningkatan layanan men-
jawab tantangan kodrat alam
dan jaman. Standar nasional
yang ada memang standar
minimal yang harus dipenuhi,
terutama Standar Pendidik
dan Tenaga Kependidikan.
Guru harus mengajar sesuai
dengan latar belakang pendi- Lokakarya PGP di Gianyar Bali. Dok. Pribadi
37
Dinamika Pedagogi
PENERAPAN
“CURA PERSONALIS”
DALAM LINGKUNGAN
PENDIDIKAN
Sebagai seorang pendidik, apakah kita
mengenali anak didik kita secara per-
sonal? Atau setidaknya mengetahui
latar belakang keluarga, pendidikan,
budaya, dan ekonominya? Atau pal-
ing tidak mengetahui cita-citanya? Jika
kita belum mengalami salah satu dari
ketiga hal di atas, sepertinya kita perlu
berefleksi diri sebagai seorang
pendidik.
Kritoforus Gustian, S.S, S.Pd
Kepala Sekolah SMA Katolik Santo
Fransiskus Assisi Samarinda
Mengutip kisah guru Rujisamorn, sapaan akrabn-
inspiratif dari Thai- ya, sering ditawari uang den-
land, M.R. Rujisamorn gan jumlah besar untuk men-
Sukhsvasti, seorang guru jual sekolah yang dindingnya
yang pada akhirnya diang- berkayu tersebut, namun ia
kat menjadi kepala sekolah dengan tegas menolak dan
Wannawit School di Bangkok, tetap melanjutkan sekolahn-
kiranya sebagai pendidik kita ya. Sekolah tersebut khusus
perlu berefleksi bagaimana menerima murid dari keluar-
menghayati profesi sebagai ga miskin. Rujisamorn tidak
seorang pendidik. Seko- menerima sepeser uang pun
lah tersebut terletak di lokasi dari muridnya.
yang strategis di pusat kota.
39
Dinamika Pedagogi
Awalnya murid di seko- dari persoalan hidupnya dan
lah tersebut hanya 8 orang, membimbing mereka den-
seiring berjalannya wak- gan tulus? Yah…jawabanya
tu jumlah murid bertambah
menjadi 514 orang. Perusa- adalah karena ia mengenal
haan properti sempat men- siswanya secara personal.
awarkan 1 miliar baht (sekitar Ketika mengenal maka sim-
433 Miliar Rupiah) kepada pati dan empati mengalir den-
Rujisamorn, namun ia sama gan sendirinya dan tentu saja
sekali tidak tertarik dengan memengaruhi perkembangan
tawaran menggiurkan itu. Da- fisik, sosial, psikologis, dan
lam 70 tahun pengalamannya spiritual muridnya.
mengajar, ia memberitahu-
kan kepada para guru bah-
wa tanggung jawab seorang Pentingnya
guru adalah mendidik murid “Cura Personalis”
agar mereka memiliki akhlak dalam dunia pendidikan
mulia.
Ada beberapa poin pent- Berbicara tentang cura
personalis tidak dapat dile-
ing dari kisah inspiratif di paskan dari dinamika Latihan
atas, yaitu kesetiaan, ketulu- Rohani Ignatian. Latihan ini
san, dan pengorbanan. Rujis- berbasis pada pengalaman
amorn setia pada panggilan Santo Ignatius sendiri yang
hidup sebagai seorang guru mengalami bahwa dalam pe-
ziarahan spiritualnya seseo-
hingga akhir hayatnya, tulus rang ternyata membutuhkan
mencintai muridnya, dan mau pendampingan dari orang
berkorban untuk membantu lain. Cura personalis ada-
siswa yang mengalami kes- lah sikap hormat dan penuh
ulitan baik secara ekonomi penghargaan bagi setiap
maupun pendidikan. Ada pribadi manusia dan menga-
satu pertanyaan reflektif dari kui kebaikan serta keluhuran
kisah ini; mengapa ia melaku- martabatnya. Kepedulian
kan tindakan mulia tersebut?
Apakah mungkin serta merta
ia membantu muridnya keluar
39
Dinamika Pedagogi
akan setiap pribadi, meman- wa setiap pribadi itu unik da-
dang setiap orang sebagai lam perkembangannya dan
insan yang dikenal, dipang- membutuhkan bantuan yang
gil, dan dicintai secara pribadi khusus pula. Maka pendidik
oleh Allah sendiri, serta men- perlu mengenal secara prib-
gakui bahwa setiap orang itu adi siswanya. Bentuk konk-
mempunyai rasa ikut memiliki retnya dapat beraneka rag-
(a sense of belonging), bah- am tergantung pribadi siswa
wa setiap orang itu sungguh yang dibimbing. Misalnya,
berarti dan karena itu seha- mendampingi, mendengar-
rusnya tak usah ia terpuruk kan, menanyai, berdialog,
jatuh dalam keretakan jiwa melihat kesulitannya dan me-
(falls through the cracks). nolongnya. Meski bentuknya
beraneka ragam, tetapi intin-
ya sama yaitu penghargaan,
penerimaan siswa sebagai
pribadi manusia yang ber-
harga dan keinginan untuk
membantu mereka sesuai
dengan kebutuhan mereka.
Cura personalis merupakan
salah satu wujud dari se-
mangat kasih Tuhan. Kasih
Penulis melakukan pendampingan siswa kepada siswa jelas menuntut
secara virtual. Dok. Pribadi. perhatian secara pribadi terh-
adap mereka. Siswa tidak di-
Dalam hubungan den- anggap sebagai obyek, teta-
gan dunia pendidikan, cura pi sebagai subyek dengan
personalis merupakan suatu kekhasannya masing-mas-
proses yang khas berupa ing.
perhatian pada pribadi siswa. . Perhatian itu dilandasi
Hal ini menyangkut perhatian kesadaran bahwa setiap prib-
kepada siswa secara men- adi itu unik dalam perkemban-
dalam sebagai seorang prib- gannya dan membutuhkan
adi dengan segala situasinya bantuan yang khusus pula.
yang berlainan. . Perhatian Maka pendidik perlu men-
itu dilandasi kesadaran bah- genal secara pribadi siswan-
40
Dinamika Pedagogi
ya. Bentuk konkretnya dapat sakit atau cacat jasmaniah.
beraneka ragam tergantung Persoalan sosiologis: men-
pribadi siswa yang dibimb- galami hambatan hubungan
ing. Misalnya, mendampingi, dalam masyarakat, kemero-
mendengarkan, menanyai, sotan martabat atau memiliki
berdialog, melihat kesulitan- ketidakberdayaan di tengah
nya dan menolongnya. Mes- tuntutan masyarkat yang se-
ki bentuknya beraneka rag- makin kompleks. Persoalan
am, tetapi intinya sama yaitu psikologis: merasa bersalah,
penghargaan, penerimaan marah, benci, cemas, takut,
siswa sebagai pribadi manu- tidak aman dan frustrasi,
sia yang berharga dan keingi- dikhianati, ditinggalkan, dan
nan untuk membantu mere- ditelantarkan sendirian dalam
ka sesuai dengan kebutuhan kemalangan.
mereka. Cura personalis mer- Permasalahan-perma-
upakan salah satu wujud dari salahan tersebut jika tidak
semangat kasih Tuhan. Kasih dibantu untuk diolah dapat
kepada siswa jelas menuntut menyebabkan siswa/i memi-
perhatian secara pribadi terh- liki konsep diri yang rendah.
adap mereka. Siswa tidak di- Konsep diri yang rendah
anggap sebagai obyek, teta- adalah pribadi yang memili-
pi sebagai subyek dengan ki konsep diri negatif sehing-
kekhasannya masing-mas- ga cenderung merasa tidak
ing. aman, tertekan, kurang per-
Selain mengajar, para caya diri, dan memiliki harga
pendidik meluangkan waktu diri yang terpuruk. Jika hal-hal
menjadi tempat curahan hati tersebut dialami siswa/i maka
siswa/i yang dilanda permas- akan menghambat perkem-
alahan hidup, yakni persoalan bangannya menjadi pribadi
eknomis, fisiologis, sosiolo- yang seutuhnya. Oleh karena
gis, dan psikologis. Persoalan itu, sebagai pendidik perlu
ekonomis misalnya: terlil- bersedia memberikan bimb-
it hutang, terjerat perjudian, ingan pribadi untuk memban-
terpepet uang sekolah dan tu siswa/i mengolah perma-
berbagai persoalan ekonomi salahan hidupnya supaya ia
lainnya. Persoalan fisiolo- menyadari bahwa hidup itu
gis: mengalami letih, lapar, memang penuh dengan per-
41
Dinamika Pedagogi
soalan tetapi selalu mempu- Sikap menerima dengan
nyai harapan dan kekuatan tulus keadaan dan memban-
untuk mengatasinya. gun pikiran yang positif men-
Hidup memang penuh galir dari perasaan bersyukur
dengan risiko dan tantan- bahwa Tuhan menyeleng-
gan, juga terdapat pelbagai garakan yang terbaik, pada
hambatan yang perlu diata- orang yang tepat, dan pada
si, namun dari semua pen- saat yang tepat. Gerakan
galaman itu merupakan pe- untuk menyapa satu sama
luang untuk berkembang ke lain sebagai saudara akan
arah yang positif dan kon- mencul ketika memiliki rasa
struktif. Bagaimana kita dapat syukur dalam diri. Karena itu
mengimplementasikan se- bersyukur dan saling menya-
mangat cura personalis di pa adalah dua hal yang saling
dalam karya pelayanan kita melengkapi dalam mencip-
sebagai pendidik?” takan suasana yang aman,
nyaman, saling membangun
Langkah konkret penerapan satu sama lain, dan berger-
cura personalis dalam ak bersama menatap masa
konteks sekolah
depan dengan positif. Ketika
situasi rasa syukur dan saling men-
1. Menciptakan
“Bersyukur dan Saling Men- yapa dilakukan, setiap pribadi
yapa di lingkungan sekolah” merasa bahwa mereka ber-
Lingkungan sekolah san- harga dan terdukung untuk
gat berpengaruh pada pem- melakukan hal terbaik dari di-
bentukan karakter seorang rinya.
siswa, pun pula seluruh warga
sekolah. Suasana hati yang 2. Mendata identitas dan
bersyukur akan memancar- latar belakang siswa
kan aura positif dan mengem-
bangkan satu sama lain kare- Menciptakan suasana
na walaupun mengalami yang aman, nyaman, saling
kendala dalam melakukan membangun perlu didukung
aktivitas sekolah, selalu ada oleh gerakan administratif
harapan untuk belajar men- yang konkret yaitu menda-
gevalusi dan memperbaikin- ta siswa, bukan hanya siswa
ya. bermasalah atau yang ber-
42
Dinamika Pedagogi
prestasi saja, namun semua Kegiatan Home Visit mer-
siswa tanpa terkecuali. Ke- upakan salah satu alternatif
cenderungan yang terja- bagaimana mengenali siswa
di di sekolah adalah hanya secara mendalam. Kadang
memperhatikan siswa yang di sekolah muncul berbagai
bermasalah dan berpresta- masalah, seperti bolos, suka
si, lupa dengan siswa yang bekelahi, murung, atau suka
biasa saja. Karena itu perlu melawan bapak/ibu guru dan
suatu gerakan konkret un- secara sepihak sekolah mem-
tuk mengetahui keluarganya, vonis siswa yang sepenuhnya
latar belakang pendidikan, bersalah. Melalui home vis-
ekonomi, budaya, sosial, dan it ini, informasi terkait siswa
informasi lain yang terkait lebih diperdalam sehingga
dengan siswa. Secara praktis bisa menjadi referensi dalam
bisa dibuat dalam satu buku menangani masalah siswa
khusus yang memuat semua dan tentu saja “kehadiran” ba-
informasi siswa sehingga da- pak/ibu guru akan memotiva-
lam proses bimbingan para si siswa untuk lebih baik dari
pendidik akan dengan mudah sebelumnya serta merasa
memahami dan mengena- diperhatikan dan didukung.
li siswanya. Bisa juga dido- 4. Empati
kumentasikan secara digital Lingkungan yang memi-
semua informasi yang ada liki sikap “empati” yang baik
sehingga memudahkan para akan mengasah kepekaan
pendidik dalam membimb- hati nurani seseorang kepada
ing siswa dalam belajar atau yang lain. Pengalaman ikut
menangani masalah yang di- merasakan dan mencari solu-
hadapi. si konkret atas persoalan yang
3. Home Visit
dihadapi akan membekas da-
lam pribadi siswa yang men-
galaminya dan membangun
citra positif tentang dirinya.
Apabila lingkungan empati ini
terjaga dengan baik di seko-
lah, maka akan tumbuh hab-
itus “saling mengasihi” dan
secara personal siswa mera-
Guru menyapa dan mengunjungi rumah 43
siswa. Dok. Pribadi.
Dinamika Pedagogi
sakan kehadiran yang lain da- dan menghidupkan di tengah
lam hidupnya. situasi kering hidup mereka.
5. Saling mendoakan Kiranya melalui kegia-
Hal yang mungkin ja- tan konkret dan sederhana
rang dilakukan oleh pendidik namun secara konsisten dan
adalah mendoakan siswanya
dan demikianpun siswa men- tulus dilakukan akan mencip-
dokan gurunya. Ini tindakan takan sekolah yang aman,
yang sepertinya sepele, na- nyaman, dan membangun
mun berpengaruh terhadap harapan yang cerah bagi
pengalaman spiritual seseo- semua siswa. Sebagaimana
rang bahwa teman dan ba- harapan yang terdapat dalam
pak/ibu guru adalah kado salah satu dokumen gere-
indah Tuhan dalam perjala- ja khusus pendidikan bahwa
nan hidupnya secara pribadi. pendidikan menitikberatkan
Pembiasaan saling mendo-
akan akan menyentuh aspek pada pembangunan manusia
rohani seseorang yang tentu seutuhnya, martabatnya se-
akan saling memberkati satu bagai manusia yang merupa-
sama lainnya. kan citra Allah sendiri (bdk.
Semua proses yang tel- Gravissimum Educationis
ah dipaparkan di atas berpen- Bg.Pendahuluan).
garuh pada gerak pikir, hati,
sikap, dan tindakan semua Cura personalis
warga sekolah. Dambaan
lingkungan sekolah yang di- adalah sikap hormat
rindukan akan mengakar dan penuh
pada setiap pribadi terutama
penghargaan bagi
siswa/i yang mengalami pros- setiap
es tersebut. Para pendidik di- pribadi manusia dan
harapkan menjadi “Yang Dir-
indukan Siswa”, bagian dari mengakui kebaikan
sejarah hidupnya yang istime- serta keluhuran
wa dimana mereka menemu-
kan oase yang menyegarkan martabatnya
44
Dinamika Pedagogi
GURU: SANG PEMBUAT
MUJIZAT
Samar-samar saya teringat
kembali sewaktu diajak oleh dua
orang sahabat yang lain mengunjungi
katedral milik Gereja Episkopal terse-
but. Ada ruang bawah-tanah di situ,
tidak jauh dari Kapel St. Joseph dari
Arimatea. Suasana sangat teduh, ten-
ang dan sakral. Tentu saja demikian,
karena di situ disimpan abu jenazah
pribadi-pribadi yang luar biasa. Tak
beda dengan makam.
Tanpa sengaja saya membaca plakat
perunggu kecil di dinding. Tertulis di
situ kata-kata lebih-kurang sebagai
berikut: “Helen Keller dan pendamp-
ing seumur hidupnya Anne Sullivan
Macy dikebumikan di kolumbarium di
Andreas Toto Subagyo, S.S., belakang kapel ini.” Ada juga huruf
Braille. Kemungkinan besar artinya
M.A. juga sama.
PeriplusTeacherAcademy,Trainer,Counselor, Sesaat saya terkesima. Sewak-
BookLovder tu di bangku sekolah dulu saya per-
Pada akhir Oktober 2021 yang nah membaca kisah mengenai Helen
lalu saya berkontak-kontakan Keller dan gurunya yang luar-biasa,
dengan seorang rekan lama. Anne Sullivan. Kisah itu menyentuh
Sekarang dia bertugas di Washington, hati saya. Dan tanpa direncana, tan-
D.C. (USA). Kami saling tukar kabar pa disangka, saat itu saya berziarah di
dan cerita. Dan entah kenapa, saya peristirahatan terakhir mereka. Saya
seolah dilemparkan ke masa lalu keti- memberikan hormat sedalamnya ke-
ka mengunjungi Washington National pada keduanya, selayaknya kepada
Cathedral, tak jauh dari residensinya. dua Orang Kudus.
45
Dinamika Pedagogi
“The Miracle Worker” Massachusetts. Sekolah tersebut pun
lalu mengirimkan seorang alumna
Helen Keller. terbaik mereka untuk menjadi guru
http://melodydihatiku.blogspot.com/2012/07/ Helen. Namanya Ms. Anne Sullivan
siapakah-hellen-killer.html (1866-1936). Kala itu usianya baru 20
tahun. Penglihatan Ms. Anne sendiri
Hellen Keller (1880-1968) men- tidak bagus maka dia bersekolah di
galami kebutaan karena demam tinggi Perkin. Justru karenanya Ms. Anne
yang dialaminya ketika masih berusia bisa memahami keadaan Helen, yang
19 bulan. Ketika semakin hari dia ber- frustasi karena ketidak-mampuannya
tumbuh, orangtuanya kadang kewala- berkomunikasi dengan dunia luar.
han menghadapi Helen kecil. Dia mu- Tidak serta merta semuanya
dah meledak dan tantrum. “She wants berjalan mulus sejak awal. Helen cuk-
to talk like you and me!” ratap Maman- up “liar” untuk dijinakkan. Acapkali
ya ketika bertengkar dengan suaminya Ms. Anne harus bertindak tegas dan
mengenai bagaimana mendidik dan keras. Kedua orangtua Helen pun ti-
mendisiplinkan Helen. Karena mere- dak serta merta memahami cara-cara
ka sama-sama tidak tahu persis mesti yang digunakannya. Mereka mesti
bagaimana. Cara efektif yang mereka belajar mengerti perbedaan antara
tahu ketika Helen mengamuk adalah cinta-kasih dan rasa-kasihan. Tidak
dengan memberikan camilan di mulut- jarang terjadi ketegangan di antara
nya. Biasanya dia menjadi lebih ten- mereka. Karena lingkungan keluarga
ang. sangat memengaruhi perkembangan
Maka mereka menghubungi Per- Helen, maka demi kebaikan Helen,
kin School for the Blind di Watertown, Ms. Anne menuntut: “I want complete
charge!” Mereka lalu tinggal di bangu-
nan yang berbeda.
Dengan jari-jemarinya Ms. Anne
mengajarkan bahasa isyarat kepada
Helen. Helen tidak serta-merta paham.
Karena kegigihan Ms. Anne, akhirnya
Helen mulai memahami kaitan antara
sebuah benda dengan sebuah baha-
sa (isyarat). Segala sesuatu ternyata
ada namanya. Kata “water” (air) yang
dieja Anne dengan jari-jemari di satu
telapak tangan Helen ketika telapak
46
Dinamika Pedagogi
yang lain basah oleh air ibarat kunci hun ke-50 atas pentas pertama “The
yang membukakan jendela baru bagi Miracle Worker” di Broadway, maka
Helen. Dia begitu haus untuk men- pada tahun 2010 drama tersebut
getahui lebih banyak lagi apa saja dipentaskan kembali dengan judul
yang ada di luar jendela sana: ground, yang sama.
pump, bush, flower, tree … mother, Ms. Anne membuat Helen yang
papa, teacher. Itu adalah hari enlight-
ment buat Helen! Hari itu dia belajar awalnya hidup dalam kegelapan yang
sekitar 30 kata baru. membuatnya terasing menjadi bisa
Ms. Anne mengajarinya ba- “melihat terangnya dunia” melalui
ca-tulis Braille, juga beberapa cara- Pendidikan dan cinta sejati. Hampir
cara berkomunikasi lainnya. Helen
yang memang cerdas dan begitu ulet secara harafiah kata-kata R.A. Kartini
lulus cum laude dari Radcliffe College “dari gelap terbitlah terang” bisa kita
pada usia 24 tahun. Ms. Anne mem- lihat terjadi dalam kehidupan Helen
bantunya mengakrabi kehidupan dan
bahkan memberikan kontribusinya Keller karena peran besar Ms. Anne.
yang unik. Sebagai tunanetra Helen
justru mencelikkan mata dunia. Sep-
Ms. Anne membuaterti kemudian kita tahu, Helen yang
buta menjadi penulis yang terkenal.
Helen yang awalnyaArtikel maupun kuliahnya berbobot.
Dia menjadi aktivis sosial. Helen ber-
hidup dalam kegela-temu dengan tokoh-tokoh kelas dun-
ia: Thomas Alva Edison, Graham Bell,
pan yang membuat-Mark Twain, Andrew Carnegie, mau-
pun para Presiden Amerika Serikat di
nya terasing menjadimasa hidupnya.
Itu semua bisa terjadi karena so-
bisa “melihat teran-sok Ms. Anne Sullivan. Kiranya tidak
berlebihan apabila dia dijuluki sebagai
gnya dunia” melalui“sang pembuat mujizat” sebagaimana
kisahnya kemudian difilmkan dengan
Pendidikan dan cintajudul “The Miracle Worker” (1962).
Dengan judul yang sama dibuat film sejati
yang ditayangkan pada tahun 1979
dan 2000. Untuk merayakan ulang-ta-
47
Dinamika Pedagogi
Juga dalam keseharian yang menyebutkan sosok guru yang telah
lumrah? turut membentuk kehidupan mereka.
Ada yang menyebutkan ibu atau tante
Kisah Helen Keller dan Ms. mereka sendiri, yang kebetulan juga
Anne Sullivan cukup spektakuler, berpofesi sebagai guru. Ada yang
apalagi ketika difilmkan atau dipentas- menyebutkan nama guru sewaktu di
kan di panggung. Saya tergoda untuk Sekolah Dasar, atau ketika di SMP/
membandingkannya dengan realitas SMA/SMK, atau dosen sewaktu di
keseharian yang lumrah. Apakah se- Perguruan Tinggi; bahkan ada yang
tiap sosok guru memang dianugerahi masih dengan bersemangat bercerita
kharisma seperti Ms. Anne Sullivan tentang sosok guru TK.
untuk “membuat mujizat”? Seperti apa Secara bagaimana dia telah
konkretnya? mengubah Anda? Itu pertanyaan saya
selanjutnya. Ada banyak ragam jawa-
Helen Keller bersama gurunya, Anne Sullivan. ban. Ada yang mengatakan bahwa dia
https://voi.id/berita/7918/helen-keller-dan-anne-sulli- tidak lagi menjadi pemalu untuk ber-
van-yang-berjuang-menerobos-keterbatasan diri di depan kelas (apalagi sekarang
dia sendiri telah menjadi guru). Ada
Menjelang Hari Guru Nasional yang mengatakan bahwa keyakinan
(25 November 2021) yang lalu, secara Ibu Guru terhadap dirinya membuat
random saya menanyakan kepada be- dia pun menjadi percaya akan ke-
berapa teman pertanyaan ini: adakah mampuan dia. Dia sekarang menjadi
sosok guru yang telah turut mengubah dokter. Ada yang terinspirasi oleh gu-
kehidupan Anda? runya yang selalu membacakan se-
Mungkin sekedar kebetulan buah buku cerita di kelas. Kisah-kisah
saya tidak tahu, tetapi hampir semua itu menginspirasinya menjadi penulis.
yang tanyai bisa dengan spontan Ada yang pada masa remajanya suka
ugal-ugalan dan nakal, lantas berubah
180° menjadi pribadi yang bijak dan
matang.
Singkatnya, dalam kehidupan
lumrah hal-hal tersebut memang ada,
meski tidak selalu diekspos oleh me-
dia. Banyak media lebih tertarik me-
wartakan berita yang bisa laku dijual.
Tetapi bukan berarti apa yang lumrah
itu kalah indah lho!
48
Dinamika Pedagogi
Menyingkapkan keindahan yang nutup keindahan sejati Helen Keller.
tersembunyi Faktor bawaan/alami (nature)
maupun upaya manusiawi (nurture)
Konon, seniman besar dari mesti saling melengkapi. Meskipun
Abad Renaisans, yaitu Michelangelo Helen secara alami adalah anak yang
(1475-1564) pernah berujar tentang cerdas, namun apabila berada di
patung-patung mahakaryanya yang lingkungan yang salah dengan mod-
begitu indah: “Dalam setiap bongkah el Pendidikan yang salah (dalam hal
marmer aku sudah melihat sebuah ini Orangtua terlalu memanjakan Hel-
patung yang indah sempurna. Tuga- en karena rasa kasihan), Helen tidak
sku sederhana saja, yaitu menyun- akan berkembang optimal.
gkil-hilangkan bagian-bagian yang
menyembunyikan keindahannya itu.” Ibarat tukang kebun yang baik,
Lebih dari sebongkah marmer, tiap
Anak adalah pribadi yang unik. Ms. Anne mengenali betul jenis tana-
Masing-masing memiliki potensi. Tu-
gas kita sebagai Guru/Orangtua ada- man dalam diri Helen. Jenis tanaman
lah mengenali talenta-talenta tersebut tertentu butuh lingkungan tertentu
serta membantu mengkondisikannya dan perawatan tertentu pula. Maka
sedemikian rupa agar berkembang dia menyesuaikan cara-cara merawat
secara lebih optimal. agar tanaman itu bisa bertumbuh den-
Ms. Anne Sullivan melakukan gan baik, subur dan akhirnya berbuah.
hal ini dengan sangat baik, lepas dari Selain ketulusan hati dan kesunggu-
aneka kesulitan yang dialaminya. Dia han, kesabaran dan ketekunan; dari
melihat potensi yang hebat dalam Ms. Anne kita belajar satu hal ini: sikap
diri Helen. “She is smart … and an- positif penuh harapan! Dia percaya
gry,” katanya dalam salah satu ver- akan potensi besar dalam diri Helen.
si film. Helen memang cerdas. Keti- Dia percaya bahwa “suatu saat” benih
dak-mampuannnya membuat koneksi itu akan bertunas. Dan benar adan-
dan komunikasi dengan “dunia luar” ya. Kekuatan harapan dalam diri Ms.
membuatnya frustasi dan marah. Anne pantas diacungi jempol.
Untunglah Ms. Anne tidak mau Kiranya Helen Keller pun men-
dikalahkan oleh kesulitan demi kesu- gakui di kedalaman hatinya akan per-
litan “yang menyembunyikan keinda- an besar gurunya yang luar biasa ini.
han” Helen kecil yang dia didik. Pel- Mereka selalu ada bersama-sama,
bagai cara dia pergunakan untuk bahkan ketika Ms. Anne kemudian
menyungkil dan menghilangkan ba- menikah. Ms. Anne menghembuskan
gian-bagian yang mengotori dan me- nafas terakhir pada tanggal 20 Okto-
ber 1936 didampingi Helen Keller, mu-
rid dan sahabatnya.
49
Dinamika Pedagogi
Gladi-diri: “Do you love dangi dia apa adanya.
her?”
• Biarkan Sang Guru bertanya se-
Dalam salah satu adegan (versi cara personal kepada kita: “Apakah en-
film) Mr. Keller ayah Helen bertanya gkau mengasihinya sebagaimana Aku
kepada Ms. Anne apakah dia mencin- selalu mengasihinya? Maukah engkau
tai Helen, Ms. Anne membalikkan per- memandang keindahan dalam dirinya
tanyaan itu: “Do you?” Dia mengajak sebagaimana Aku melihatnya?” Ulan-
ayah Helen untuk belajar membeda- gi dan cecapi pertanyaan ini beberapa
kan antara cinta-kasih sejati dengan kali.
sekedar rasa kasihan. Dia mengingat- • Lagi, tidak perlu buru-buru men-
kan agar tidak terperangkap oleh jeb- jawab formal. Jawab saja dengan ju-
akan mematikan itu. jur-tulus, juga ketika ternyata tidak
Kita diajak mawas diri untuk mudah bagi kita untuk mecintai “murid
menjawab dengan jujur, apakah kita tertentu” itu. Biarkan dialog jujur terja-
mencintai setiap dari anak-anak yang di apa adanya. Tuhan mendengarkan
Tuhan percayakan kepada kita se- dengan penuh perhatian. Ungkapkan
bagaimana Tuhan mencintai mereka? ada adanya.
Lagi, cinta-kasih dan kasihan adalah • Ada baiknya kita menuliskan da-
dua kutub yang berbeda. lam jurnal kita mengenai gladi-diri yang
Pertanyaan tadi juga tidak mem- kita jalankan.
butuhkan jawaban yang formal, sep- Gladi-diri ini bisa bisa disesuaikan
erti ketika Petrus ditanya oleh Yesus seturut kebutuhan dan konteks.
Yang Bangkit: “Apakah engkau men-
gasihi Aku?” Cara pandang, sikap, Kharisma Guru sebagai
tutur-kata dan perilaku kita terhadap Miracle Worker
anak-anak adalah cerminan jujur kual-
itas jawaban kita. Lepas dari aneka aspek profe-
Ada satu gladi-diri sederhana sionalisme yang melekat pada job-de-
yang saya ajakkan. Caranya sederha- scription pada seorang Guru, kiranya
na: tidak berlebihan apabila dengan sung-
• Alokasikan waktu untuk “Me guh-sungguh dan rendah hati menda-
Time” (saat teduh pribadi). Tidak ha- lami kharisma khusus panggilan hidup
rus berlama-lama. menjadi seorang Guru/Pendidik.
• Setelah menenangkan diri, had- Secara sederhana, kharisma
irkan seorang murid dalam hati. In- saya mengerti sebagai rahmat khusus
gat-ingat kapan perjumpaan terakhir. pada diri seseorang karena perannya
Hadirkan dia sehidup-hidupnya. Pan-
50