Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Banjir Untuk SD/MI
Tujuan : Memberikan keterampilan pada anak untuk membuat
Kegiatan tenda sehingga jika terjadi bencana banjir anak dapat
membantu membuat tenda darurat yang dapat
digunakan untuk mengungsi para korban bencana
banjir
: Mintalah anak untuk membuat tenda.
Cara membuat tenda adalah:
1. Letakkan tenda dengan punggungnya di atas:
Pasanglah tiang tenda belakang lalu
pasanglah patok-patok pada [pintu tenda dan ditiap sudutnya
2. Tegakkan tongkat belakang dan ikatlah pada patok
3. Tegakkan tiang depan dan ikatlah talinya
4. Ikatkan pada patok tali-tali sudut tenda itu, kemudian tali tengah dan
akhirnya tali-tali dinding. Hati-hatilah pada waktu memasukkan paku tiang
pada lobang atap tenda
Kegiatan 6
Judul kegiatan : SIMULASI MENOLONG KORBAN DG PERAHU KARET
Tujuan :
1. Umum : Kegiatan ini bertujuan untuk memberi keterampilan
bagi anak untuk dapat menolong korban pada saat
terjadi bencana banjir
2. Khusus : Tujuan khusus kegiatan ini adalah untuk melakukan
percobaan memanfaatkan perahu karet untuk
menolong korban
Kegiatan : Kegiatan ini dilakukan di kolam renang, dan dengan
menggunakan perahu karet anak mencoba untuk
melakukan evekuasi korban, sehingga diperoleh
keterampilan bagaimana cara menaiki perahu karet,
83
Pengintegrasian Materi Pokok Pengurangan Risiko Banjir
ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar (SD/MI)
berapa jumlah orang yang dapat dievakuasi pada
sebiah perahu karet.
Kegiatan 7
Judul kegiatan : BERMAIN PENYELAMATAN TERHADAP BANJIR
Tujuan :
1. Umum : Kegiatan ini bertujuan untuk memberi keterampilan
bagi anak untuk melakukan penyelamatan diri karena
adanya bencana banjir.
2. Khusus : Tujuan khusus kegiatan ini adalah untuk melakukjan
latihan untuk mengungsi
Kegiatan : 1.Pembina Pramuka berdiskusi dengan anak jika ada
banjir apa yang akan dilakukan anak
2. Meminta pendapat anak, jalur evakuasi mana yang
akan dilakukan oleh anak jika terjadi banjir
3. Mencoba berbagai alternatif jalur evakuasi yang
disarankan anak
4. Menyimpulkan jalur evakuasi yang terbaik yang akan
dimanfaatkan jika terjadi banjir
Kegiatan 8
Judul kegiatan : BERCERITA
Tujuan
1. Umum :
Kegiatan : Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan
bagi anak untuk mengenal dan melakukan
penyelamatan diri karena adanya bencana banjir.
: Bacakanlah cerita di bawah ini pada sekelompok anak:
Aku Tahu Apa itu Banjir
1. Teman-teman namaku Adil, aku tinggal di Kota… yah di daerah pinggiran.
Sayang sekali daerahku adalah daerah langganan banjir setiap musim
penghujan. Saat ini rumahku sedang kebanjiran, buku-buku dan pakaianku
semua terendam air rusak bahkan ada yang hancur. Aku sangat sedih,
karena hampir setiap tahun banjir. Aku ingin pindah rumah yang bebas
banjir.
2. Kebetulan pamanku tinggal di daerah dataran tinggi. Maka aku
minta untuk pindah sekolah dan tinggal di rumah pamanku. Setalah
dipertimbangkan masak-masak akhirnya ayahku mengijinkan.
Alhamdulillah, didearah paman indah sekali dan sejuk serta bebas banjir…..
3. Selang beberapa bulan aku tingga di sana. Ada kejadian yang tidak pernah
dibayangkan sebelumnya. Aku sedang enak-enak di kamarku sambil
membaca, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang datang dari arah bukit.
Aku sangat bingung dan cemas, suara apa ini, suara apa ini, longsor, atau
84
Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Banjir Untuk SD/MI
apa…..kok sangat gaduh..?
4. Tanpa kusadari, tiba-tiba suara gemuruh itu makin mendekat dan seketika
menerjang rumahku, aku terpental dan terbawa arus air, dan tergulung-
gulungan. Aku masih ingat aku hanyut terbawa air bah air banjir besar.
Alhamdulillah aku tersengkut di cabang dan ranting pepohonan beberapa
ratus meter di bagian hilir.
5. Air surut cepat sekali, dengan tenaga sisa aku mulai turun dari pohon
dan melangkah kembali kerumahku. Namun rumahku sudah tidak ada
bekasnya, semua tersapu air , pemandangan sangat memilukan, semua
yang ada dialur banjir pinggir sungai hanyut terbawa air bah. Akhirnya
aku ditemukan regu penyelamat dan dibawa ke Puskesmas. Disana aku
bertemu dengan paman, bibi dan saudara sepupuku, alhamdulillah mereka
selamat juga,
6. Belum selesai aku trauma terhadap banjir-banjir yang menimpaku, aku
punya pengalaman buruk juga saat aku bermain di rumah temanku di
dekat pantai, tiba-tiba air laut merayap masuk kerumah, tas dan sepatuku
basah semua. Aku mulai bingung kok tidak ada hujan air laut bisa naik, …
apa tsunami lagi ya,,?. Kata ibu temanku banjir seperti itu namanya banjir
Rob, karena air pasang, banjir itu yang tidak berbahaya.
7. Oh… banjir Rob, .. ? Ketika aku bingung penuh tanda-tanya dan ketakutan
kalau akan terjadi banjir bandang, Ibu temanku menjelaskan “tidak apa-apa
tidak bahaya,nanti sore juga surut lagi”. Benar, air tersebut surut kembali
pada malam hari. Tapi air yang masuk ke rumah ternyata air kotor, sehingga
kita harus membersihkan setelah banjir rob surut. Yah alhamdulillah di
rumah kakakku tidak terjadi rob.
8. Setelah beberapa waktu aku tinggal dirumah kakakku, terjadilah peristiwa
yang sangat dasyat. Diawali dengan gempa bumi besar, yang merusak
sebagian besar rumah warga. Selang setengah jam disusul dengan
tsunami.
9. Suara gemuruh terdengar dari arah laut. Tiba-tiba rumah kakakku
bergoyang-goyang dan miring untung tidak roboh. Saat itu aku di lantai
2. Keadaan kota itu porak-poranda, hancur lebur, tinggal puing-puing. Aku
lihat gelombang tsunami memang luar biasa dasyatnya. Banyak anak-anak,
remaja dan orang tua meninggal dunia bergelimpangan di jalan, taman dll.
Termasuk sahabatku sekelas…oh aku sangat sedih sekali kehilangan orang
yang penuh persahabatan.
10. Setalah tenang sekitar 30 menit, tiba-tiba terdengar orang-orang
berteriak-teriak “ air – air”, tsunami-tsunami, lari-lari,……”Tidak lama
kemudian terdengar suara gemuruh dari arah pantai dan teriakan yang
memilukan. Sesaat kemudian air mulai datang dengan cepat menerjang
dan menyapu rumah, kendaraan, lapak kaki lima, jembatan, baleho dan
segala yang dilaluinya. Saat itu aku berada di lantai dua, aku melihat jelas
apa yang sedang terjadi,.. Ya Allah laut mengamuk seram sekali, rumah
yang aku diami hampir runtuh, alhamdulillah aku masih diberi Allah SWT
keselamatan.
85
Pengintegrasian Materi Pokok Pengurangan Risiko Banjir
ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar (SD/MI)
11. Ya Allah, pemandangan setelah tsunami sungguh sangat memilukan;
banyak mayat-mayat bergelimpangan, banyak rumah, baleho pertokoan
yang hancul lebur. Bahkan kapal-kapal kecil dan besar terhempas terbawa
gelombang tsunami masuk sampai beberpa kilometer ke daratan. Aku
sangat syok dan takut sekali akan kejadian tersebut apalagi banyak
tetanggaku menjadi korban Perasaan takut dan panik menyelimutiku, aku
tidak bisa berbuat apa-apa.
12. Kesesokan harinya Ayahku mencari aku dan keluarga kakakku. Ayah
menemukan aku di tenda pengungsian karena rumah kakakku tidak bisa
dihuni lagi. Kemudain kami dibawa ayahku kembali ke rumah ayah di kota
yang dulu aku tinggalkan karena sering banjir.
13. Setelah traumaku agak reda, maka aku mulai berfikir kenapa aku
mengalami langganan banjir, banjir bandang, banjir rob dan banjir
stunami. Seakan-akan Allah memberikan pelajaran langsung tetang semua
jenis banjir kepada aku.
14. Aku mulai bertanya “ apa sih penyebab banjir-banjir tersebut”?. Bagaimana
aku bisa tahu dan bisa menyelamatkan diri dari banjir itu. Aku harus tahu,
aku harus tahu agar aku dan juga teman-temanku selamat meskipun hidup
di daerah banjir. Aku harus tahu…..
15. Aku bertanya pada pak Guru dan Bu Guru, namun jawabannya kurang
memuaskanku. Kemudian aku ke perpustakaan sekolah dan perpustakaan
kota, ternyata hanya beberapa buku tentang banjir yang ada, umumnya
buku untuk mahasiswa. Wah kemana aku harus mencari informasi ini. Oh
ya…aku ingat….katanya orang bisa cari informasi di Internet di warnet,
maka aku putuskan untuk ke warnet.
16. Aku mulai bertanya “ apa sih penyebab banjir-banjir tersebut”?. Bagaimana
aku bisa tahu dan bisa menyelamatkan diri dari banjir itu. Aku harus tahu,
aku harus tahu agar aku dan juga teman-temanku selamat meskipun hidup
di daerah banjir. Aku harus tahu…..
17. Ternyata di Warnet orang harus membayar Rp. 3000/jam. Ah.. jadi uang
jajanku habis untuk mencari Informasi di Internet. Setelah aku diberitahu
cara pemakaian internet termasuk cara mencari topik, maka aku makin giat
buka-buka di Internet karena aku bisa mencari berbagai hal disana dengan
leluasa. Oh hebat ..
18. Di internet aku bisa mendapatkan vidio saat banjir, foto-foto banjir,
mendapatkan ketenganan penyebab banjir, tsunami, banjir rob dan
banjir bandang serta cara-cara menyelamatkan diri saat terjadi banjir
tersebut. Pokoknya sangat lengkap. Nah teman-teman aku akan mencoba
menjelaskan semuanya secara mudah, terus dibaca ya….
19. Banjir lokal langganan; itu disebabkan lokasi daerah tersebut terlalu
rendah dibanding lainnya dan selokan-selokan tidak lancar, sehingga
air mengarah ke lokasi tersebut. Langganan banjir lokal ini tidak bahaya,
namun cukup meresahkan karena terjadi setiap tahun.
20. Ada banjir kecil di daerah bantaran sungai, hal ini disebabkan karena
86
Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Banjir Untuk SD/MI
sungai meluap sehingga menggenangi daerah bantaran. Masuyarakat
yang tinggal di bantaran sungai akan terkena banjir. Penyebabnya hujan
deras di hulu sungai dan kerusakan hutan bagian hulu, air mengalir ke hilir
dengan cepat dan debit besar, sehingga penampang sungai tidak mampu
menampung debir air.
21. Cara mengatasinya adalah dengan menyiapkan alat-alat yang berguna
misal, “planggrangan” untuk barang-barang penting, pelampung, ban
bekas, ember besar, tangga kayu atau bambu, dan persiapan lampu batrei.
22. Cara menyelamatkan diri, hindari kawasan pinggir sungai, hindari tempat
cekungan-cekungan, jika rumah di pinggir sungai harus mengungsi karena
arus air sungai biasanya deras. Setelah banjir surut dapat kembali, namun
tetap harus waspada karena bisa saja air meluap lagi, tergantung hujan di
bagian hulu.
23. Banjir besar: disebabkan hujan sangat lebat di bagian hulu dan tengan
dengan merata. Hutan dan tanaman di bagian hulu dan tengah sudah
banyak ditebangi. Sistim darinase kota tidak lancar dan sedikit sekali air
diresapkan atau ditampung di daerah hulu dan tengah. Sampah-sampah
menyubat sungai dan rumah dan bangunan mengambil daerah badan
sungai.
24. Cara menyelamatkan diri adalah: jika masih sempat mengungsi , haruslah
mengungsi. Jika terjebak banjir dan berbahaya segera naik ke atap dengan
tangga, minta tolong, jika tidak pandai berenang jangan coba-coba
berenang karena arus banjir bisa dangat deras.Pindahkan barang-barang
penting dan berharga ke planggrangat atau lantai atas. Harus selalu
optimis, tidak pesimis dan jangan panik menghadapi banjir.
25. Sebelum kejadian; mempersiapkan alat evakuasi sederhana banjir,
pelampung, rakit bambu, tangga, tali untuk menyeberang, lampu batrei
untuk malam hari. Setelah banjir: dapat kembali dan bersih-bersih rumah,
barang basah segera dikeringkan, barang elektronik dan mesin-mesin
dikeringkan atau direparasikan, Gotong royong untuk memperbaiki
fasilitas umum.
26. Banjir Bandang disebabkan oleh akumulasi volume air di daerah hulu
oleh pembendungan longsoran tebing sungai atau pembendungan alami
oleh tumbuhan dan kayu-kayu mati. Hujan deras dapat menyebabkan
pembendungan ini jebol dan menjebol pembendungan dibawahnya dan
terus mengalir ke bagian hilir menyebabkan banjir Bandang.
27. Banjir bandang juga dapat terjadi karena Bendungan besar jebol, maka air
tampungan dibendungan teresebut dalam waktu singkat mengalir ke hilir.
Atau banjir Bandang karena dua buah muara sungai bersatu dan keduanya
pada saat bersamaan sedang banjir.
28. Banjir bandang umumnya berlangsing sangat singkat (sekitar 30 menit- 60
menit) tapi debitnya sangat besar, sehingga membawa kerusakan dasyat.
29. Cara menyelamatkan diri dari banjir bandang adalah, jika terjadi suara
87
Pengintegrasian Materi Pokok Pengurangan Risiko Banjir
ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar (SD/MI)
gemuruh dari atas, segera menjauhi alur sungai. Jika hujan di atas sangat
deras, bagi yang tinggal di bantaran sungai harus waspada.
30. Nah kalau banjir Rob, itu disebabkan terjadinya kenaikan muka air laut
atau penuruan permukaan tanah. Cara menyelematkan diri adalah dengan
menhindari daerah pantai yang landai. Banjir Rob tidak berbahaya,
datangnya pelan dan surutnya pelan.
31. Banjir Tsunami terjadi karena gempa yang menimpbulkan “pelantingan”
lempeng bumi di tengah laut, sehingga menimbulkan gelombang
permukaan air laut yang menjalar ke segala penjuru. Ciri sebelum tsunami
adalah air laut surut dan banyak ikan dipantai. Setengah jam berikutnya
akan terjadi gelombang arus banlik yang menghantam semua yang
dilewatinya dengan sangat dasyat.
32. Cara menyelamatkan diri adalah jika ada tanda-tanda air laut surut setelah
ada kejadian gempa, maka segera lari meninggalkan pantai sejauh jauhnya
tanpa panik.
33. Itulah rekan-rekan hasil kerjaku mengumpulkan bahan-bahan banjir untuk
kalian semua, semoga kalian juga tertarik untuk membuat cerita serupa
dengan berbagai topik menarik lainnya.
34. Cara menyelamtakan diri adalah jika ada tanda-tanda air laut surut setelah
ada kejadian gempa, maka segera lari meninggalkan pantai sejauh jauhnya
tanpa panik.
35. Cara menyelamtakan diri adalah jika ada tanda-tanda air laut surut setelah
ada kejadian gempa, maka segera lari meninggalkan pantai sejauh jauhnya
tanpa panik.
36. Cara menyelamtakan diri adalah jika ada tanda-tanda air laut surut setelah
ada kejadian gempa, maka segera lari meninggalkan pantai sejauh jauhnya
tanpa panik.
88
Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Banjir Untuk SD/MI
DAFTAR ISTILAH
Pengurangan Risiko Bencana
Pengurangan risiko bencana adalah konsep dan praktik mengurangi risiko bencana
melalui upaya sistematis untuk menganalisa dan mengelola faktor-faktor penyebab
dari bencana termasuk dengan dikuranginya paparan terhadap ancaman,
penurunan kerentanan manusia dan properti, pengelolaan lahan dan lingkungan
yang bijaksana, serta meningkatkan kesiapsiagaanan terhadap kejadian yang
merugikan.
Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat dan Negara
Pengarusutamaan PRB
Proses dimana pertimbangan-pertimbangan pengurangan risiko bencana
dikedepankan oleh organisasi/individu yang terlibat di dalam pengambilan
keputusan dalam pembangunan ekonomi, fisik, politik, sosial-budaya suatu negara
pada level nasional, wilayah daerah dan/atau lokal; serta proses-proses dimana
pengurangan risiko bencana dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan
tersebut
Pendidikan Siaga Bencana
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kecakapan hidup dalam mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian
dan langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
Komite Sekolah
Organisasi mandiri yang dibentuk dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan,
dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan. Ia menjadi ruang bagi
orangtua, masyarakat, dan pihak sekolah menyampaikan aspirasi dan merumuskan
kebijakan bagi peningkatan pendidikan di sekolah. Ia merupakan badan independen
yang tidak memiliki hubungan hirarkis dengan Kepala Sekolah. Ia menjadi mitra
kepala sekolah dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam memajukan
sekolah.
KTSP
Kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan
pendidikan. Sekolah dan kepala sekolah mengembangkan KTSP dan silabus
berdasarkan a). Kerangka dasar kurikulum, b). Standar kompetensi, dibawah
supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Provinsi.
Kurikulum
Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahanpelajaran serta
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
89
Daftar istilah
Ekstra kurikuler
adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk
membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat
dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh
pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan
di sekolah/madrasah.
Standar Kompetensi
ukuran kompetensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti
suatuproses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu.
Kompetensi
kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai
perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik.
Standar Nasional Pendidikan
Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan
di seluruh wilayah hukum NKRI. Lingkup standar nasional pendidikan meliputi: a.
standar isi, b. standar proses, c. standar kompetensi lulusan, d. standar pendidik
dan tenaga kependidikan, e. standar sarana dan prasarana, f. standar pengelolaan,
g. standar pembiayaan, h. standar penilaian pendidikan.
Sumber/bahan belajar
adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan
pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa media cetak dan elektronik, nara
sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
Standar isi
adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam
kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata
pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada
jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar proses
adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi
lulusan.
Standar kompetensi lulusan
adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
Standar pendidik dan tenaga kependidikan
adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta
pendidikan dalam jabatan.
Standar sarana dan prasarana
adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal
tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan,
laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi,
90
Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Banjir Untuk SD/MI
serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran,
termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Standar pengelolaan
adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan,
kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan.
Standar pembiayaan
adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan
pendidikan yang berlaku selama satu tahun; dan
Standar penilaian pendidikan
adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur,
dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
Bencana
adalah suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam atau ulah manusia, yang
dapat terjadi secara tibatiba atau perlahan-lahan, yang menyebabkan hilangnya
jiwa manusia, kerusakan harta benda dan lingkungan, di mana masyarakat
setempat dengan segala kemampuan dan sumberdayanya tidak mampu untuk
menanggulanginya.
Bahaya
adalah situasi, kondisi, atau karakteristik biologis, geografis, sosial, ekonomi, politik,
budaya dan teknologi suatu masyarakat di suatu wilayah untuk jangka waktu
tertentu yang berpotensi menimbulkan korban dan kerusakan.
Kerentanan
adalah tingkat kekurangan kemampuan suatu masyarakat untuk mencegah,
menjinakkan, mencapai kesiapan, dan menanggapi dampak bahaya tertentu.
Kerentanan dapat berupa kerentanan fisik, ekonomi, sosial dan tabiat, yang dapat
ditimbulkan oleh beragam penyebab.
Kemampuan
adalah penguasaan sumberdaya, cara, dan kekuatan yang dimiliki masyarakat,
yang memungkinkan mereka untuk, mempersiapkan diri, mencegah, menjinakkan,
menanggulangi, mempertahankan diri serta dengan cepat memulihkan diri dari
akibat bencana
Risiko
adalah kemungkinan timbulnya kerugian pada suatu wilayah dan kurun waktu
tertentu yang timbul karena suatu bahaya menjadi bencana. Risiko dapat berupa
kematian, luka, sakit, hilang, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi,
kerusakan atau kehilangan harta dan gangguan kegiatan masyarakat.
Pencegahan
adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana dan jika mungkin
dengan meniadakan bahaya.
91
Daftar istilah
Mitigasi
adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak bencana, baik secara
fisik struktural melalui pembuatan bangunan-bangunan fisik, maupun non fisik-
struktural melalui perundang-undangan dan pelatihan.
Kesiapsiagaan
adalah upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana, melalui
pengorganisasian langkah-langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
Peringatan Dini
adalah upaya untuk memberikan tanda peringatan bahwa bencana kemungkinan
akan segera terjadi, yang menjangkau masyarakat, segera, tegas tidak
membingungkan, resmi
Tanggap Darurat
adalah upaya yang dilakukan segera pada saat kejadian bencana, untuk
menanggulangi dampak yang ditimbulkan, terutama berupa penyelamatan korban
dan harta benda, evakuasi dan pengungsian.
Bantuan Darurat
merupakan upaya untuk memberikan bantuan berkaitan dengan pemenuhan
kebutuhan dasar berupa pangan, sandang, tempat tinggal sementara, perlindungan,
kesehatan, sanitasi dan air bersih
Pemulihan
adalah proses pengembalian kondisi masyarakat yang terkena bencana, dengan
memfungsikan kembali sarana dan prasarana pada keadaan semula dengan
melakukan upaya memperbaiki prasarana dan pelayanan dasar (jalan, listrik, air
bersih, pasar, puskesmas, dll).
Rehabilitasi
adalah upaya langkah yang dilakukan setelah kejadian bencana untuk membantu
masyarakat memperbaiki rumahnya, fasilitas umum dan fasilitas sosial penting, dan
menghidupkan kembali roda perekonomian.
Rekonstruksi
adalah program jangka menengah dan jangka panjang guna perbaikan fisik, sosial
dan ekonomi untuk mengembalikan kehidupan masyarakat pada kondisi yang
sama atau lebih baik dari sebelumnya.
Penanggulangan Bencana
adalah seluruh kegiatan yang meliputi aspek perencanaan dan penanggulangan
bencana, pada sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana, mencakup tanggap
darurat, pemulihan, pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan
92
Modul Ajar Pengintegrasian Pengurangan Risiko Banjir Untuk SD/MI
DAFTAR PUSTAKA
Maryono, Agus, Dr-Ing Ir, MENANGANI BANJIR, KEKERINGAN DAN LINGKUNGAN;
2005, Penerbit: Gama Press- Universitas Gajah Mada, 2005.
Maryono, Agus, Dr-Ing Ir, KLH, MEMANEN AIR HUJAN: KLH, Jakarta, 2007.
Maryono, Agus, Dr-Ing Ir, EKO-HIDRAULIK PEMBANGUNAN SUNGAI:
Magister Sistem Teknik, Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, 2002.
Maryono, Agus, Dr-Ing Ir, W. Muth dan Norbert Eisenhauer (Jerman), HIDROLIKA
TERAPAN, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 2002.
Maryono, Agus, Dr-Ing Ir PEMBANGUNAN SUNGAI, DAMPAK dan RESTORASI SUNGAI,
Gama Press- Universitas Gajah Mada, 2007.
Maryono, Agus, Dr-Ing Ir REKAYASA TANGGA IKAN (FISHWAY) : Gama Press-
Universitas Gajah Mada, 2007..
93