The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2020-12-10 15:47:15

Melukis dengan Pensil 3

Melukis dengan Pensil 3

Keywords: melukis,dengan,pensil,3

Melukis dengan Pensil

Ikan, Unggas &

3Hewan Lain

Ian Wongkar & Patricia Linkan

PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Melukis dengan Pensil 3:
Ikan, Unggas & Hewan Lain
Oleh Ian Wongkar dan Patricia Linkan

GM 20601100005

Perwajahan isi: Ryan Pradana
Perwajahan sampul: Agus Purwanta

Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang.
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa

izin tertulis dari Penerbit.

ISBN 978-979-22-5302-3

Sanksi Pelanggaran Pasal 72
Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002

Tentang Hak Cipta
1. Barang siapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak me-

lakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat
(1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana
penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau
denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, menge-
darkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang
hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud
pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah).

Dicetak oleh percetakan PT Gramedia, Jakarta
Isi di luar tanggung jawab Percetakan

Kata Pengantar

MENGGAMBAR merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan
dapat dilakukan kapan saja. Gambar dapat bercerita lebih banyak da-
ripada kata-kata. Umumnya buku menyertakan banyak gambar supaya informa-
sinya menjadi lebih lengkap. Seorang anak juga bisa lebih kreatif menyampaikan
pendapat atau perasaan melalui gambar. Seorang seniman bisa mengekspresikan
perasaannya melalui lukisan. Selain itu belakangan ini film animasi sedang naik
daun. Untuk menghasilkan film animasi yang bagus membutuhkan seseorang
dengan keterampilan menggambar yang tinggi. Mengingat berbagai manfaat
menggambar tersebut, kami berharap buku ini dapat banyak membantu dan
mempermudah pelajaran menggambar di sekolah, serta pelajaran lainnya yang
membutuhkan gambar sebagai alat bantu. Buku ini diharapkan bisa menjem-
batani para orangtua dan guru, di rumah maupun di sekolah, saat membantu
anak-anaknya dalam bidang seni lukis.

Kami berusaha menyampaikan teknik menggambar yang sesederhana mung-
kin dalam buku ini. Mulai dengan mengenal objek yang akan kita gambar, menge-
nal bentuk dasarnya, mengatur posisi dan membentuknya pada bidang gambar,
kemudian memberikan kesan timbul atau kedalaman sehingga tampak seperti
yang terlihat oleh mata. Metodenya adalah melukis dengan cara berpikir visual
yaitu dengan cara meniru objek yang sebenarnya terlihat, dan bukan seperti
yang kita inginkan atau pikirkan.

Menggambar benda yang sering dijumpai akan lebih mudah, karena bentuk
benda itu seharusnya sudah sangat kita kenal. Buku ini membahas cara meng-
gambar ikan, unggas, dan hewan lain. Televisi bisa sangat membantu mengenal
dunia lingkungan kita, sehingga saat mengajar dan menggambar kita juga dapat
bercerita mengenai lingkungan hidup serta manfaatnya terhadap kehidupan
manusia.

Semakin banyak informasi yang kita sampaikan, terlebih pengetahuan yang
belum umum diketahui, anak-anak akan semakin terkesan dan lebih tertarik
untuk menyelesaikan gambar mereka. Bentuk-bentuk bidang datar seperti segi-
tiga, persegi, persegi panjang, poligonal, lingkaran, elips, serta bangun ruang
seperti balok, kubus, limas, kerucut, bola, dan bentuk istimewa lainnya yang

iii

sering kita dengar dari anak-anak saat mengerjakan tugas sekolah, dapat kita
manfaatkan pada waktu kita mengajari mereka menggambar. Beberapa istilah
simetri juga perlu kita kenal sehingga memudahkan kita berkomunikasi dengan
anak.

Kami sengaja menyertakan beberapa istilah yang mungkin akan terasa asing
bagi anak-anak dan orangtua. Dengan sering menggunakan kata-kata tersebut,
pasti kita akan terbiasa dan mudah mengerti makna serta penggunaannya. De-
ngan demikian selain anak-anak bisa belajar dan berlatih menggambar, orangtua
juga dapat belajar dari mereka tentang banyak hal. Diharapkan hubungan antara
anak dan orangtua pun semakin akrab.

Buku ini memberikan sebanyak mungkin contoh gambar untuk latihan, di-
sertai tahapan yang ringkas dan sederhana dengan hasil akhir sebaik mungkin.
Mulai dengan membayangkan gambar yang akan dihasilkan, membangun
bentuk dasar, dan menghasilkan sketsa awal. Menandai bagian yang akan
diberi bayang-bayang. Menciptakan kesan warna terang dan gelap secara wajar
dengan gradasi yang baik.

Besar harapan kami buku ini dapat sangat membantu anak-anak, tapi juga
orangtua dan guru dalam berkomunikasi dan menjalin kerja sama, sehingga
menghasilkan karya yang indah dan dapat kita nikmati bersama. Selain untuk
seni lukis itu sendiri, keterampilan menggambar juga sangat membantu anak-
anak dalam bidang desain grafis, arsitektur, biologi, dan banyak bidang lainnya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka yang membantu dan mendo-
rong agar buku panduan ini bisa diterbitkan dan dibaca umum. Kepada murid-
murid yang rajin bertanya dan giat berlatih, begitu juga para orangtua yang terus
membantu anak-anaknya supaya terus maju. Begitu juga kepada rekan-rekan
para pelukis serta guru gambar dan lukis yang sering berdiskusi guna kemajuan
seni lukis di Tanah Air. Kepada saudari Marleine Laura yang telah membantu
menghasilkan dan memberikan foto-foto untuk dijadikan bahan lukisan dalam
buku ini. Kepada mereka yang telah mengizinkan foto-fotonya kami gambar un-
tuk disertakan. Juga kepada istri dan anak yang telah membantu dengan sabar
selama buku ini dipersiapkan.

Sementara ini kami juga sedang mempersiapkan panduan menggambar
menggunakan warna. Serupa dengan buku ini, tetapi menggunakan media
krayon, cat air, dan cat minyak. Senang apabila bisa menerima berbagai tang-
gapan berupa pengalaman dan saran guna meningkatkan manfaat buku pan-
duan ini dan buku panduan yang akan datang bagi kita semua.

Penulis

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar............................................................................................ ii
I. Peralatan yang Digunakan ................................................................ 1
II. Unsur Gambar ..................................................................................... 7
III. Latihan Dasar..................................................................................... 13
IV. Menggambar dengan Bantuan Kisi-Kisi ......................................... 21
V. Membuat Sketsa................................................................................ 27
VI. Bayang-Bayang.................................................................................. 39
VII. Contoh Latihan .................................................................................. 47
Daftar Pustaka......................................................................................... 103
Tentang Penulis ....................................................................................... 105

v



I. Peralatan yang
Digunakan

BELAJAR menggambar hanya memerlukan peralatan yang seder-
hana dan relatif murah. Pada tahap awal, mulailah dengan buku
gambar biasa dengan beberapa batang pensil dan karet penghapus.
Apabila nanti sudah cukup mahir, maka kita bisa membeli atau meng-
gunakan perlengkapan yang mahal seperti para seniman.

Dalam hal mempersiapkan peralatan, kita perlu mempertimbang-
kan kemampuan dan perencanaan. Mungkin benar apa yang dikata-
kan bahwa harga yang dibayar sesuai dengan mutu yang didapat,
tetapi jangan sampai nilainya melebihi yang diharapkan dari hobi ini.
Sekotak perlengkapan gambar memang akan tampak menarik, har-
ganya relatif murah dibandingkan membeli satuan. Tetapi mungkin
dalam kotak tersebut terdapat banyak peralatan yang tidak dibutuh-
kan sama sekali oleh pemula.

l Pensil merupakan alat yang umum digunakan dengan harga
relatif murah dibanding alat tulis yang lain. Bagian hitam pensil
yang terbuat dari grafit (campuran arang dan kaolin) mempunyai
kekerasan atau kelunakan yang berbeda-beda, ditandai dengan
kode angka dan huruf pada kayu pembungkusnya. Dari yang
paling keras dengan kode 6H sampai H, lalu pensil berkode HB
yang umum kita gunakan untuk menulis, ke arah lunak mulai dari
kode B, lalu pensil dengan kode 2B yang umum kita dengar sering
digunakan untuk menandai jawaban soal yang menggunakan

1

komputer, hingga kode 8B yang paling lunak. Untuk menggambar
dan melukis sebaiknya kita gunakan yang lunak, karena memberi
kesan yang lebih hitam dan tidak perlu menekan terlalu keras
sehingga menggores kertas terlalu dalam. Selain itu ada juga
pensil berkode EE dan EB. Meskipun hasil goresan pensil jenis ini
tampak lebih hitam, kami tidak menggunakannya di sini. Di dalam
buku ini kami menggunakan pensil berkode 2B, 4B, 6B, dan 8B.
Pensil mekanik dengan diameter grafit 0,5 dan 0,7 mm dengan
kode 2B dan 4B bisa digunakan untuk menggambar bagian yang
halus.

Pilihlah merek dengan mutu yang baik, kelunakan dan kepekat-
an grafitnya merata serta tidak mudah patah. Pensil dengan mutu
rendah menghasilkan efek hitam yang tidak merata dan dengan
kekerasan yang berubah-ubah, sehingga bisa membuat kertas
cacat tergores. Perhatikan juga bentuk dan diameter pensil, gu-
nakan yang sesuai sehingga terasa nyaman saat digunakan dalam
waktu yang relatif lama.

l Peraut Pensil yang umum dijual di toko sudah cukup memadai.
Yaitu pisau peraut biasa atau pisau peraut yang berada dalam
kotak. Yang penting adalah pisau perautnya rata dan tajam,
sehingga hasil rautannya licin dan grafit pensil tidak mudah patah.

2

Terkadang kita juga memerlukan kertas amplas halus sebagai alat
bantu membentuk ujung grafit pensil guna menyesuaikan dengan
kebutuhan.

l Gulungan Kertas Berbentuk Pensil. Selain menggunakan jari ta-
ngan untuk menyebar dan meratakan arsir pensil dalam membentuk
bayang-bayang pada bidang yang luas, sepotong kertas atau
kain juga bisa digunakan. Selain itu dapat juga digunakan alat
bantu berupa gulungan kertas yang dibuat berbentuk pensil.
Alat ini dapat dibuat sendiri menggunakan kertas biasa, tapi bila
memungkinkan, belilah alat tersebut pada toko yang khusus
menjual perlengkapan menggambar atau melukis. Alat ini biasa
dijual dalam beberapa ukuran diameter. Dari yang berdiameter
paling kecil untuk meratakan terutama pada bagian-bagian yang
sempit atau bagian tepi yang butuh ketelitian tinggi. Sedangkan
yang besar untuk bidang yang lebih luas.

Alat ini dapat membantu menghasilkan tingkatan bayang-
bayang atau gradasi warna hitam pada bagian yang sudah ditandai
dengan arsir pensil.

Alat bantu sederhana yang terbuat dari kertas yang digulung
rapat berbentuk pensil. Kita bisa membuatnya sendiri menggu-
nakan kertas gambar atau kertas biasa. Dari selembar kertas biasa
berukuran A4, tandai pada ujung lebar sisi kanan kira-kira 4 cm,
begitu juga pada sisi kiri yang berlawanan. Hubungkan kedua
tanda tadi dengan mistar, lalu potong menjadi dua bagian berben-
tuk trapesium sama dan sebangun. Dengan kedua potong kertas
dapat dibuat dua buah alat tersebut.

Mulai dari sisi yang panjang gulunglah kertas serapat mungkin

ke arah sisi yang pendek. Untuk menghasilkan alat yang bagus,
maka perlu kesabaran dalam mengerjakannya. Setelah kertas ter-
gulung rapat, pegang erat, dan bila perlu dorong bagian tengah
gulungan dengan jarum sehingga gulungan kertas berbentuk
pensil. Supaya gulungan kertas tidak terbuka atau lepas lagi, ma-
ka rekatkan dengan plester. Kelebihan kertas bagian atas bisa di-
gunting, sedangkan bagian ujung bawah dibuat sedikit kasar de-
ngan menggosokkannya pada kertas amplas. Buatlah beberapa
buah dengan ukuran diameter yang berbeda, sehingga dapat di-
gunakan sesuai kebutuhan.

l Karet penghapus. Karet penghapus sangat berguna bukan hanya
untuk menghapus garis-garis yang tidak dibutuhkan lagi maupun
kesalahan yang dibuat, tetapi juga untuk menghasilkan banyak
efek lainnya. Kita sebaiknya tidak sering menggunakan penghapus
saat menggambar, karena dapat merusak serat kertas. Usahakan
karet penghapus hanya kita gunakan ketika gambar hampir selesai
atau ketika ingin memberi efek khusus seperti kesan mengilap
pada gambar benda dengan permukaan licin.

l Kertas gambar. Untuk taraf belajar kita tidak perlu menggunakan
kertas gambar khusus yang mahal harganya, karena kualitasnya
memang disesuaikan dengan kebutuhan seniman. Untuk langkah
awal cukup menggunakan buku gambar yang umum digunakan
anak-anak di sekolah. Begitu juga dengan dimensi atau ukuran
panjang dan lebar kertas. Gunakan saja kertas berkode ukuran
A4 (sekitar 21 cm x 30 cm) atau berkode ukuran A3 (sekitar 42 cm
x 30 cm) yang 2 kali lebih luas dari ukuran A4 yang banyak dijual
di toko buku.

l Papan penyangga. Apabila kegiatan menggambar dilakukan
di luar ruangan, dan kita merasa lebih leluasa menggunakan
lembaran kertas dibandingkan buku gambar, maka sebaiknya
sertakan juga papan penyangga. Gunakan papan penyangga dari
bahan kayu atau plastik yang ringan dengan permukaan yang
rata dan halus. Ukurannya sedikit lebih luas dari ukuran kertas
gambar yang dipakai. Lengkapi dengan penjepit kertas sehingga
kertas tidak mudah bergeser atau terbang tertiup angin ketika
digunakan.

4

Kuasai Perlengkapan Gambar

Sebagaimana olahraga perlu pemanasan dan pemeriksaan peralatan
guna menyesuaikan dengan materi latihan, begitu juga dengan
menggambar. Cobalah terlebih dahulu segala perlengkapan yang
ada, baik pensil maupun karet penghapus. Buatlah berbagai bentuk

5

garis, lurus, lengkung, zig-zag dengan tekanan yang berbeda-beda
dari setiap pensil yang akan digunakan. Buat arsir dan gradasi kepe-
katan warna hitam pensil dari terang ke gelap dan sebaliknya. Amati
kepekatan warna hitamnya, gelap atau mengilap. Kemudian sapukan
permukaan coret-coretan berwarna hitam tadi dengan karet pengha-
pus, perhatikan apakah mudah dihapus dan hasilnya bersih atau se-
baliknya.

Apakah meninggalkan bekas goresan yang terlalu jelas? Amati
dan buatlah catatan pada sebuah buku bila perlu, selanjutnya catatan
ini dapat digunakan untuk perbandingan dengan merek lainnya.
Mungkin hal ini terlihat terlalu berlebihan, tetapi bukankah saat ini
kita mulai melangkah menjadi seniman? Seniman selalu melakukan
uji coba dengan perlengkapannya, sehingga mereka menguasai dan
tahu kapan menggunakan peralatannya dengan tepat.

Semua hal ini sebaiknya kita lakukan, karena tujuannya adalah
untuk mengenal kualitas peralatan tersebut dan menyesuaikan diri
dengan merek yang dianggap memadai untuk menghasilkan lukisan
yang kita inginkan.

6

II. Unsur Gambar

SEBELUM menggambar atau melukiskan suatu bentuk yang
dihasilkan dari banyak garis pensil, ada baiknya kenalilah dahu-
lu unsur-unsur yang akan membentuk suatu gambar.

l Garis merupakan unsur dasar dari gambar. Sebuah garis me-
misahkan suatu bidang terhadap sisi bidang lain. Semakin
banyak garis dibuat, semakin rumit dan banyak bidang yang
dihasilkan. Kumpulan garis akan menghasilkan suatu daerah
menjadi lebih gelap, memisahkan bidang depan dari latar bela-
kang, membentuk bidang negatif dan positif. Garis bisa diben-
tuk dengan seragam pada ketebalan yang sama atau dengan
ketebalan yang bervariasi, sehingga menghasilkan beragam
efek.

l Bentuk dapat dibuat dari sebuah garis lengkung yang mem-
bentuk kurva tertutup, atau terbentuk dari beberapa garis lurus
yang membentuk kurva tertutup. Bentuk inilah yang mewakili
suatu objek yang akan kita gambar. Salah dalam membuat sua-
tu bentuk akan menghasilkan gambar yang tidak enak dilihat,
saat dibandingkan kembali dengan benda atau objek yang kita
gambar.

7

l Proporsi dan Perspektif. Proporsi merupakan hubungan per-
bandingan ukuran suatu unsur gambar terhadap ukuran unsur
gambar lainnya. Sebagai contoh, perhatikan perbandingan
antara panjang setiap sirip terhadap panjang tubuh ikan, antara
tinggi dan panjang tubuh ikan. Juga amati perbandingan
panjang paruh, leher, kaki, dan ekor terhadap panjang tubuh
burung. Setiap jenis hewan memiliki perbandingan yang tetap
sehingga kita dapat mengenali jenis hewan tersebut. Proporsi
sangat penting dalam melukiskan sesuatu dengan baik. Apa-
bila proporsi yang dibuat salah, gambar akan terlihat janggal.

8

Perspektif merupakan alat bantu untuk mempermudah kita meng-
gambar atau melukis, sehingga menghasilkan efek atau ilusi benda
yang berada pada kejauhan akan semakin kecil. Benda-benda yang
besarnya sama harus digambar lebih besar bila berada pada posisi
yang lebih dekat atau sebaliknya. Proporsi dan perspektif biasa digu-
nakan bersamaan untuk membentuk gambar yang wajar.

l Terang dan Gelap. Benda yang kita lihat di alam mempunyai ba-
yang-bayang akibat adanya cahaya. Maka gambar akan terlihat
datar dua dimensi apabila dibuat tanpa bayang-bayang. Selain
timbulnya kesan kedalaman atau tiga dimensi, bayang-bayang
juga menghasilkan efek perspektif, karena memberi kesan ada-
nya perbedaan jarak. Untuk menghasilkan gambar yang baik
dibutuhkan bayang-bayang dengan tingkat kegelapan yang
bervariasi dan menempatkan efek terang dan gelap yang be-
nar sehingga keberadaan dan lingkungannya tampak wajar.

l Citra Gambar Keseluruhan. Ketika kita mulai menggambar,
sebenarnya pikiran secara dinamis menempatkan semua un-
sur gambar tersebut ke atas bidang gambar. Otomatis menem-

9

patkan objek gambar keseluruhan untuk tidak keluar dari bi-
dang gambar. Mulai membatasi, menandai, dan menempatkan
bagian paling kiri dan kanan, juga bagian teratas dan terbawah
dari objek gambar ke dalam bidang gambar. Saat terus meng-
atur proporsi dan dimensi serta menyesuaikan bentuk objek
terhadap komposisi, pikiran kita terus menganalisis bentuk dan
keselarasan gambar secara keseluruhan. Jadi sebenarnya se-
cara bawah sadar, otak kita juga membuat citra gambar secara
keseluruhan.

Mulai Menggambar

Saat mulai menggambar sesuatu, pikiran menuntun dengan mengha-
silkan citra pada otak mengenai apa yang akan digambar. Kemudian
mengekspresikan gambaran yang ada dalam pikiran ke atas suatu me-
dia. Setiap orang berbeda dalam menyampaikan pesan yang ada da-
lam pikirannya. Secara umum cara penyampaian pesan dalam pikiran
ini dapat dibedakan menjadi dua cara berpikir. Pertama menggambar
dengan cara berpikir simbolik, dan yang kedua, menggambar dengan
cara berpikir visual.

Menggambar dengan cara berpikir simbolik merupakan cara
menggambar dengan lambang atau simbol untuk mewakili apa
yang diamati. Banyak dari kita dan juga anak-anak lebih sering meng-
gambar dengan cara berpikir simbolik. Sebagai contoh, secara ba-
wah sadar kita sudah terbiasa menggambar pemandangan dengan
dua buah gunung lancip dengan sebuah matahari di antaranya, sa-
wah berkotak-kotak, sebuah jalan lurus terdiri atas dua garis ke arah
gunung, pohon yang terdiri atas dua buah garis lurus dengan de-
daunan berupa kurva bergelombang. Menggambar kepala dengan
lingkaran yang diisi dengan dua buah titik mewakili mata dan sebuah
garis lengkung untuk mulut, dua garis lengkung kecil untuk telinga.
Goresan-geresan pendek menandai rambut lelaki dan panjang untuk
rambut perempuan. Seperti inilah saat otak memberi persepsi ten-
tang gambaran simbol dari apa yang dimaksud.

Menggambar dengan cara berpikir visual adalah cara meng-
gambar dengan meniru objek yang sebenarnya terlihat. Cara inilah
yang banyak digunakan para seniman, sehingga disebut juga ca-
ra berpikir artistik. Ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal
berikut sebelum kita mulai menggambar. Karena meskipun otak
sudah mengetahuinya secara bawah sadar apa yang akan digambar,
dan ingin segera menyelesaikannya, kita perlu melatih pikiran sadar

10

untuk mengembangkan keterampilan menggambar dengan sabar.
Keterampilan ataupun konsep yang akan kita jelajahi adalah menge-
nai garis, bentuk, proporsi dan perspektif, cahaya dan bayangan,
sampai ke tahap menganalisis keseluruhan gambar. Unsur-unsur ini
secara bertahap akan terekam ke dalam pikiran seraya kita meng-
gambar, hingga pada saatnya semua aktivitas terasa dilakukan
hampir bersamaan atau otomatis bekerja. Dengan mengerti dan
semakin terampil, maka saat-saat menggambar akan menyenangkan.
Keterampilan seni ini saling memengaruhi persepsi dan pemahaman.
Mulai dengan garis-garis yang membimbing ke arah pengertian
bentuk. Secara alami akan membawa kita ke dalam pengertian
akan penggunaan cahaya dan bayangan, yang menghasilkan efek
kedalaman. Menilai dan membentuk keseimbangan proporsi, melihat
gambar secara menyeluruh terhadap keseimbangan komposisi.
Sampai pada akhirnya memiliki kepekaan terhadap penilaian
keseluruhan dari lukisan yang dihasilkan.

Penjelasan menggambar dengan cara berpikir visual memang ter-
lihat rumit, tetapi sebenarnya tidak serumit itu. Kita dapat mengana-
logikannya seperti saat seseorang belajar mengemudikan kendaraan.
Bila ia harus menjelaskan bagaimana koordinasi mata, tangan, kaki,
keseimbangan, perasaannya saat itu dengan kata-kata, maka akan
terasa sangat rumit. Sebenarnya keadaannya tidak serumit itu saat ia
melakukannya, karena semua berjalan dengan otomatis. Begitu juga
dengan menggambar, cobalah untuk menggambar apa saja yang
kita senangi mulai dengan unsur-unsur gambar dengan cara berpikir
visual. Usahakan selalu menggambar sambil mengamati objek yang
menjadi contoh.

Dalam buku ini kami mengarahkan untuk menggambar dengan
cara berpikir visual. Jadi bukan menggambar tentang apa yang kita
pikirkan, melainkan menggambar akan apa yang kita lihat mengenai
objek tersebut.

Meskipun kecenderungan untuk menggambar secara simbolik
cukup besar, mulai halaman ini usahakan untuk terus melukis dengan
cara visual.

11

12

III. Latihan Dasar

Menggenggam Pensil Saat Menggambar

BANYAK gaya dan cara orang memegang pensil, sesuai kebiasaan dan
kegemarannya masing-masing. Ada beberapa metode yang mungkin
lebih baik daripada yang lainnya, terutama saat akan membuat sketsa
atau menggambar. Berikut beberapa contoh yang paling umum digu-
nakan.

l Genggaman tiga jari—jarak pendek

Umumnya setiap orang menggenggam pensil untuk menggambar
selayaknya seperti saat mereka menulis, yaitu dengan genggaman
tiga jari menekan pensil. Jempol, telunjuk, dan jari tengah memben-
tuk segi tiga mengelilingi pensil. Ketiganya sangat dominan dalam
menggerakkan pensil. Meskipun tidak menempel pada pensil, jari
manis dan kelingking ikut menunjang sehingga gerakan pensil dapat
dengan mudah dikendalikan. Genggaman ini sangat baik saat meng-
gambar dengan detail halus. Dengan posisi pensil yang tegak mem-
berikan ketepatan dalam membuat bayang-bayang dengan ujung
runcing, daripada dengan sisi lebar pensil.

Genggaman tiga jari memudahkan jari mengendalikan pensil,
dan pada saat membuat garis-garis yang halus atau bentuk dengan
ketelitian tinggi, tangan dapat bersandar pada media gambar. Kita
dapat menggunakan selembar kertas untuk alas tangan sehingga

13

kertas kerja kita tidak terganggu oleh keringat dan gesekan tangan.
Apabila ada lebih banyak gerakan yang perlu dilakukan tangan, maka
sebaiknya lengan bawah atau siku saja yang disandarkan pada tepi
media gambar atau meja.

l Genggaman tiga jari—jarak panjang

Perbedaan genggaman tiga jari ini dengan yang pertama adalah letak
pegangan ketiga jari lebih jauh dari ujung pensil. Dengan posisi jari
seperti ini, ujung pensil akan bergerak lebih jauh akibat sedikit saja
gerakan jari. Menggengam pensil dengan cara ini lebih enak pada
saat membuat sketsa. Genggaman pada pensil lebih santai sehingga
tidak membuat tangan cepat lelah.

l Genggaman mendatar

Pensil dipegang dengan ringan pada satu sisi dengan jempol searah
ujung pensil, sehingga memudahkan mengatur posisi pensil mende-
kati sejajar terhadap kertas gambar. Genggaman jari ringan dan san-
tai sehingga jari-jari tangan tidak cepat lelah.

Pegangan pensil dengan genggaman mendatar ini sangat baik pa-
da saat membuat sketsa dengan sisi lebar pensil. Hal ini untuk meng-
hasilkan sketsa yang berukuran besar dengan goresan pensil yang
relatif lebar. Pada keadaan duduk maupun berdiri dan lengan bebas
bergerak tidak bersandar pada media gambar, maka kita bisa lebih
ekspresif membuat sketsa.

Menggunakan Pensil

Meskipun kita biasa menggunakan pensil setiap hari, ada baiknya
kita biasakan juga menggunakannya untuk menggambar. Awalnya
buatlah coretan-coretan ringan pada kertas gambar dengan santai,
rasakan perubahan tekanan pensil dan amati hasil coretan. Hal ini
mungkin kelihatannya sepele, tetapi untuk beberapa orang hal ini
terasa penting untuk mengawali latihan menggambar. Lalu cobalah
beberapa garis lurus dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, dan se-
baliknya. Penuhi satu kotak kecil kira-kira berukuran 10 cm x 10 cm
dengan lingkaran-lingkaran kecil yang dibuat terus-menerus tanpa
mengangkat pensil dari permukaan kertas. Buat banyak sudut kecil
dan garis-garis lengkung. Setelah terbiasa, lakukan lagi, tetapi de-
ngan tekanan pensil lebih besar pada saat membuat garis ke arah
bawah sehingga membentuk garis yang tebal, dan tekanan lemah

14

saat membentuk garis ke arah atas. Latih membuat gradasi warna
hitam pensil dari terang ke gelap dan sebaliknya. Kemudian buat-
lah lingkaran-lingkaran berdiameter sekitar 10 cm dengan satu ta-
rikan garis membentuk satu lingkaran penuh. Buatlah gradasi hitam
pada sebuah lingkaran sehingga tampak seperti bola pejal. Gam-
barlah dua buah apel berdekatan dengan ukuran berbeda, lalu beri
bayang-bayang sehingga memberi kesan jarak. Perhatikan cara ta-
ngan memegang pensil yang nyaman atau menghasilkan garis atau
gambar yang diinginkan, ingatlah efek yang ditimbulkan pada ker-
tas gambar. Latihan-latihan tadi memberikan gambaran mengenai
semua unsur gambar.

Latihan Menggambar Kawat

Suatu bentuk latihan menggambar yang baik bagi pemula. Dapat di-
lakukan dari segala tingkat usia. Banyak pakar berpendapat bahwa
latihan ini sangat berguna untuk mengeratkan hubungan kerja
sama antara mata dan tangan. Pengerjaannya sederhana, mudah,
dan tidak membebani sehingga dapat dilakukan dengan santai dan
menyenangkan.

Teknik ini merupakan salah satu bentuk latihan menggambar ting-
kat awal, tidak memaksa siswa ke arah suatu bentuk nyata dalam pikir-
an karena bentuk kawat yang terjadi abstrak. Ini merupakan latihan
yang sangat baik untuk melatih koordinasi antara mata dan tangan.

15

Karena bentuk kawat yang digunakan tidak mewakili suatu bentuk
objek yang dapat kita kenali, maka kita dapat leluasa melatih mata
untuk mengikuti bentuk dari kawat itu sendiri.

Perlengkapan yang dibutuhkan juga sederhana, hanya kawat bia-
sa yang tidak terpakai lagi dan mudah dibengkokan. Gunakan kertas
gambar biasa dan pensil umum.

Bengkokkan kawat menjadi bentuk-bentuk tiga dimensi acak
yang tidak mewakili suatu bentuk tertentu, letakkkan dengan posisi
yang stabil sebagai model.

Gambarlah bentuk kawat tersebut, tetapi jangan menggambarnya
dengan realistis. Tidak perlu memikirkan bayang-bayangnya ataupun
posisi kawat bagian depan atau belakang terhadap sesamanya. Cukup
menggambar garis dengan arah dan panjang yang disesuaikan de-
ngan arah dan panjang kawat secara proporsional. Tujuan kita hanya
menggambar bentuk yang dihasilkan kawat tersebut.

Usahakan menjaga garis yang dihasilkan berupa garis yang ber-
kesinambungan dengan gerakan tangan yang santai. Jangan meng-
gambar dengan garis pendek yang terputus-putus. Latihlah meng-
gambar beberapa kali dalam selembar kertas hingga terbiasa. Tidak
perlu merisaukan hasilnya, ini hanya latihan untuk mengatur kerja
sama antara pikiran dan tangan.

16

Latihan Menggambar Kontur Buta

Latihan menggambar yang menyenangkan dan sangat bermanfaat, ka-
rena meningkatkan komunikasi antara mata dan tangan. Menggambar
kontur adalah menggambar sketsa atau bagan. Sedangkan meng-
gambar kontur buta maksudnya adalah menggambar suatu objek
tanpa melihat hasilnya pada saat bersamaan.

Yang penting dalam latihan ini adalah kehati-hatian pengamatan
terhadap objek, serta perasaan akan hasil yang sedang digambar. Se-
dangkan hasil gambar bukan hal terpenting.

Cobalah menggambar bola, sepatu, rumah, atau perabotan lain
yang sederhana tanpa melihat ke kertas gambar. Mulai dari satu titik
tertentu, lalu membuat garis secara perlahan dan mantap mengikuti
bentuk objek. Usahakan tekanan pensil ringan dengan gerakan
pensil lembut. Jangan mengangkat pensil dari permukaan kertas,
karena bisa membuat kehilangan orientasi posisi pensil. Juga jangan
mengintip untuk melihat gambar yang dihasilkan. Bila menemui garis
yang tumpang tindih, ikuti terus garis-garis yang belum tergambar.
Tidak perlu terburu-buru. Usahakan tetap fokus dan konsentrasi
dalam mengamati setiap rincian yang ada.

Setelah merasa selesai menjelahi dan menggambar suatu objek,
berhentilah dan lihat hasilnya. Mungkin terlihat lucu, tetapi perhatikan
pada beberapa tempat akan terlihat akurasi yang tinggi. Tentu saja pa-
da beberapa tempat tampak tidak proporsional. Menggambar tanpa
melihat hasil, berarti melatih koordinasi antara mata dan tangan su-
paya lebih baik. Dengan harapan pada waktu menggambar biasa, ma-
ka hasilnya akan jauh lebih baik.

Tangan merupakan objek yang baik, lakukan lagi dengan berbagai
posisi tangan. Kemudian dengan tangan yang sedang menggenggam
atau memegang sesuatu.

Coba juga menggambar bentuk-bentuk binatang lainnya meng-
gunakan cara ini, pasti menyenangkan bila dilakukan dengan santai.
Usahakan untuk lebih berpresisi bila menggambar objek dengan
bentuk sederhana.

Kita juga dapat melakukan latihan ini dengan objek lain. Seperti
seekor ikan, sekuntum bunga, buah, serta bentuk-bentuk daun juga
sangat baik digunakan untuk latihan.

17

Menggambar dengan Garis

Biasanya saat menggambar suatu benda, yang dilakukan adalah meng-
gambar garis terluar suatu objek, yaitu menggambar batas tepi dari
suatu objek. Garis yang membentuk gambar demikian disebut garis
bentuk atau garis kontur. Fokusnya ada pada bagian tepi atau garis
terluar objek juga garis yang dihasilkan dari suatu lipatan. Sedang-
kan garis-garis yang berada di bagian dalam objek yang membantu
membentuk kedalaman atau ketinggian objek, disebut garis kontur
silang. Garis yang dibuat tebal dan gelap maupun garis tipis dan te-
rang akan memberi kesan perbedaan jarak. Gunakan sifat-sifat ini un-
tuk memberi kesan kedalaman pada gambar.

Ketika mengamati suatu objek, bentuk yang tampak akan bervariasi
bergantung sudut pandang kita. Bentuk sebuah cangkir yang dilihat
dari samping akan berubah bila titik pandang kita berpindah perlahan
menuju ke atas cangkir. Jadi pada waktu menggambar usahakan po-
sisi relatif tetap pada suatu titik pandang, begitu juga dengan objek
gambarnya. Dengan demikian bentuk yang diamati stabil dan mudah
digambar.

Mulailah dengan menggambar benda yang sederhana. Gunakan
benda-benda yang sudah biasa dilihat dan mudah didapat, seperti
perangkat dapur, peralatan di gudang, buah, atau tanaman. Bila ben-
danya kecil, maka dapat diletakkan dekat dengan kertas gambar. Se-
baliknya bila cukup besar maka taruhlah agak jauh. Tentukan suatu
titik dekat sudut kertas gambar sebagai titik acuan awal gambar ter-
hadap keseluruhan objek gambar. Tetapkan batas paling kiri dan ka-
nan, serta batas teratas dan terbawah dari perkiraan gambar yang
akan dihasilkan, hal ini untuk mencegah gambar melampaui bidang
kertas. Buatlah garis dari titik acuan gambar tadi terus mengikuti ben-
tuk objek yang dilihat mata untuk menggambar garis bentuk benda.
Meletakkan garis pada posisi dan jarak relatif dengan benar, serta
kemiringan yang tepat akan menghasilkan bentuk yang baik. Perhati-
kan kemiringan garis dan posisi garis-garis kontur silang lainnya yang
paling nyata sebagai panduan.

Tidak perlu terlalu kuatir dengan bentuk yang kurang sempurna.
Anggaplah sebagai pemanasan. Pada tahap ini tidak ada istilah salah
atau benar, yang dibutuhkan hanya banyak berlatih sehingga mata
dan tangan terbiasa bekerja sama, serta menilai bentuk dan ukuran.

Setelah selesai membuat satu gambar dan mata cukup beristirahat
dengan melihat beberapa menit ke arah lain yang jauh, kemudian pe-
riksa kembali gambar tadi. Bandingkan gambar yang dihasilkan de-

18

ngan benda yang menjadi objek gambar. Biasakan mengamati dari
hal yang besar dahulu. Amati kemiripan bentuk umumnya, perhatikan
proporsi panjang garis dan kemiringan. Kemudian barulah amati
detail lainnya, apakah sudah sesuai tempatnya. Nilai hasilnya, bila
kurang memuaskan ulangi lagi atau perbaiki yang sudah ada.

l Garis Kontur Murni

Gambar menggunakan garis kontur murni merupakan bentuk paling
sederhana dari ekspresi linier. Garis mencerminkan bagian tepi objek.
Bila pilihan objek dan posisinya baik, maka gambar kontur tersebut
akan memiliki kekuatan dari kesederhanaannya. Detail permukaannya
dan bayang-bayang dapat diabaikan. Gambar tecermin dari garis tepi
yang nyata. Bentuk demikian banyak digunakan sebagai gambar peri-
ngatan, karena harus sederhana dan jelas

l Garis Putus-Putus

Ketika hendak memperlihatkan bidang yang melengkung pada ba-
gian dalam gambar dengan garis kontur, maka garis kontur murni
kurang berfungsi. Mulai dari bagian awal hingga akhir, garis kontur
harus tampak nyata dan tegas. Untuk memperlihatkan permukaan
suatu bidang lengkung, memiliki suatu sudut atau tepian yang kurang
jelas, maka perlu menggunakan beragam bentuk akhir dari garis. Se-
lain harus mempertimbangkan kesan bentuk yang tidak patah, juga
harus menggambarkan kesan perubahan atau lengkungan yang ber-
tahap, maka kita perlu menggunakan garis putus-putus. Gunakan
garis putus dengan panjang yang bervariasi bahkan sampai terlihat
sebagai titik-titik.

l Menggambar dengan Garis Kontur Silang

Garis kontur silang pada permukaan gambar yang kompleks, seperti
halnya garis kontur pada peta, bertujuan untuk memperlihatkan to-
pografi atau perbedaan kedalaman suatu permukaan bumi. Garis

19

kontur silang juga membantu membentuk kesan kedalaman suatu
permukaan gambar. Garis demikian juga dapat digunakan untuk
membantu membentuk kedalaman gambar suatu objek. Garis kontur
silang menghasilkan kesan tiga dimensi pada permukaan kertas gam-
bar yang datar.

l Penggunaan Gabungan Garis yang Kompleks

Objek yang sederhana akan memberikan kesan tiga dimensi yang mis-
kin dalam bentuk, sedangkan objek yang mempunyai bentuk semakin
kompleks akan memberikan banyak detail, sehingga memberikan
beragam tampilan kedalaman. Gambar sebuah lingkaran sebagai
contoh, karena miskin kesan tiga dimensinya, maka bisa diartikan
sebagai bola pejal, atau cakram yang datar, bahkan juga bisa berarti
sebuah bentuk cincin. Kurangnya informasi gambaran yang ada di
dalam lingkaran inilah yang membuat interpretasi gambar bisa salah.
Itulah sebabnya gambar bisa terlihat janggal.

Dengan menambahkan detail pada gambar dengan garis kontur
murni akan memberi lebih banyak informasi ke dalam bentuk suatu
gambar. Berbagai variasi garis baik tipis-tebal maupun garis putus da-
pat dipakai untuk melengkapi bentuk tajam, patah, atau lengkung
yang lembut.

Manfaatkan pengetahuan akan bentuk-bentuk garis dan efek yang
ditimbulkan untuk melukiskan sesuatu pada media gambar. Gunakan
segala bentuk garis dengan kombinasi tipis-tebal dan terang-gelap, se-
hingga menghasilkan bentuk dengan efek dimensi yang diinginkan.
Gambar yang indah memberikan kesan yang wajar akan objek yang
digambar, sehingga otak akan menilainya alami dan enak dilihat. Ini-
lah tujuan pelajaran menggambar ini.

20

IV. Menggambar
dengan Bantuan

Kisi-Kisi

Kisi-Kisi Persegi atau Persegi Panjang

Untuk memudahkan meniru bentuk suatu objek atau gambar se-
hingga menghasilkan reproduksi yang tepat, bantuan kisi-kisi per-
segi atau persegi panjang dapat digunakan. Asalkan bantuan kisi-
kisi pada gambar contoh sama dengan pada kertas gambar. Bila
menggunakan bentuk persegi panjang pada gambar contoh, pada
kertas gambar pun harus menggunakan bentuk yang sama. Tetapi
perbandingan besar persegi boleh sama besar, lebih kecil, atau lebih
besar terhadap persegi pada kertas gambar. Hasil gambar juga akan
mengikuti perbandingan besar persegi tersebut.

Abaikan saja bila ada yang menganggap cara ini tidak baik atau
bahkan curang. Sebab cara ini sangat bagus untuk melatih perban-
dingan jarak relatif dari suatu titik terhadap titik lainnya. Tujuannya
adalah melatih membiasakan menggambar dengan membandingkan
antara objek gambar terhadap hasil gambar.

Pada akhirnya nanti setelah terbiasa dengan prinsip dasar repro-
duksi ini, maka kisi-kisi ini hanya akan kita imajinasikan saja dalam pi-
kiran saat menggambar. Prinsip reproduksi ini sangat mendasar dan
kisi-kisi ini merupakan alat yang sangat efektif. Sangat membantu
berkenaan masalah dalam menggambar, yaitu perspektif, proporsi,
dan hubungan keduanya. Pada masa lalu para pakar seni lukis juga
menggunakan metode ini. Metode ini bahkan dianggap rahasia.

21

Saat memilih suatu gambar sebagai contoh, pastikan bahwa gam-
bar cukup besar dan jelas. Gambar yang jelas dan besar akan me-
mudahkan kita dalam menelusuri garisnya. Lakukan pembesaran de-
ngan mesin fotokopi atau cetak komputer.

Penentuan ukuran kisi disesuaikan dengan kemampuan pribadi
masing-masing. Bila kisi-kisi terlalu besar, akan sulit memperkirakan
posisi garis yang ada dalam persegi. Bila kisi terlalu kecil, akan banyak
garis yang harus dihapus nantinya. Tidak ada aturan baku dalam hal
ini, sesuaikan saja dengan bentuk dan kerumitan gambar yang akan
dicontoh.

Untuk membuat kisi-kisi, sebaiknya menggunakan warna tinta
yang kontras dengan gambar contoh. Pada gambar hasil fotokopi,
gunakan tinta terang.

22

Bagi pemula, buatlah kisi-kisi pada kertas gambar yang sama de-
ngan ukuran pada gambar contoh. Bila sudah terbiasa, untuk selan-
jutnya kisi-kisi bisa dibuat dengan perbandingan yang disesuaikan
dengan keinginan. Garis kisi-kisi pada kertas gambar dibuat meng-
gunakan pensil lunak dengan tekanan kecil sehingga nanti semua
garis bantu ini mudah dihapus dan tidak meninggalkan bekas.

Mengisi Persegi

Bila gambar terasa terlalu besar atau terlihat rumit karena banyaknya
persegi, pusatkan perhatian pada beberapa persegi saja. Tentukan dan
tempatkan dahulu posisi contoh gambar terhadap persegi tempat tu-
juan gambar. Gunakan kertas untuk menutupi bidang persegi yang
belum dibutuhkan sehingga kita bisa fokus pada beberapa bidang
persegi saja. Letakkan gambar dan kertas gambar berdampingan un-
tuk memudahkan kita melakukan perbandingan. Selanjutnya secara
bertahap selesaikan bagian yang lainnya sampai selesai.

23

Menggunakan Bidang Negatif

Garis kisi dipakai sebagai garis referensi guna membantu menempat-
kan suatu titik pada posisi yang benar dalam bidang persegi. Pada
contoh berikut, perhatikan batas antara objek dan latar belakang
berupa garis kontur benda. Kemudian amati titik perpotongan garis
kontur dan bentuk benda terhadap garis-garis kisi. Inilah titik acuan
yang akan digunakan untuk membentuk gambar pada kertas gambar.
Titik perpotongan ini jangan diukur menggunakan mistar, cukup de-
ngan memperkirakan letak relatifnya saja (misalnya: di tengah, seper-
tiga dari kiri, seperempat jarak dari atas, dan seterusnya). Posisikan
titik tersebut pada kisi dalam kertas gambar, lalu ikuti kemiringan
garis untuk membentuk garis bentuk yang sama dengan objek sam-
pai memotong garis kisi selanjutnya.

Bidang yang terbentuk antara tepi objek dan garis-garis kisi disebut
bidang negatif. Amati bidang-bidang negatif tersebut, kemudian se-
derhanakan bentuknya (dalam contoh ini segitiga dan persegi pan-
jang abu-abu). Bidang sederhana ini memudahkan kita memandang
dan membuat garis objek yang digambar selanjutnya.

Penyelesaian

Kisi-kisi memudahkan kita meletakkan posisi gambar dengan lebih te-
pat. Selain itu, proses menggambar dapat dengan cepat dilakukan se-
cara keseluruhan. Perhatikan dan gambarlah hanya garis-garis utama
pembentuk objek, dengan meletakkannya secara relatif terhadap ga-

24

ris kisi dalam bidang persegi. Sementara itu, hal-hal yang kecil atau
kurang penting dapat diabaikan untuk sementara.

Apabila merasa perlu untuk melihat bentuk yang lebih baik,
bayang-bayang utama dapat disertakan pada tahap ini sambil meme-
riksa dan memperbaiki bentuk keseluruhan. Perhatikan arah datang
cahaya dari atas agak kanan yang menimbulkan bayang-bayang
di bagian bawah kiri. Sementara itu warna gelap pada bagian atas
tubuh dan kepala akibat warna hitam bulu hewan.

Setelah gambar terlihat baik, langkah selanjutnya adalah mera-
pikan dan melengkapi bagian yang lebih mendetail. Untuk itu, seba-
iknya hapus terlebih dahulu garis kisi-kisinya. Perhalus gradasi war-
na hitam dan berikan sentuhan akhir berupa kilauan warna putih
dengan karet penghapus bersih.

25

Contoh gambar ini memiliki bentuk-bentuk dasar sederhana yang
sangat teratur sehingga mudah ditiru. Untuk objek gambar yang
memiliki bentuk rumit, lihatlah secara sederhana juga. Jika dianggap
sebagai bentuk yang mudah, kita bisa meniru bentuk keseluruhan
dengan benar dan proporsional. Setelah bentuk kasar terlihat benar,
barulah perhatikan hal-hal yang lebih kecil. Secara bertahap teruskan
ke bagian yang lebih mendetail lagi. Perhatikan dan perbaiki pula
kesalahan secara keseluruhan sampai terbentuk sketsa yang tepat.

Penyelesaian lukisan hanya tinggal melengkapi detail dan me-
rapikan tingkat gradasi. Lakukan hal ini bertahap dan tidak terburu-
buru.

26

V. Membuat Sketsa

Latihan Membuat Sketsa

Tujuan utama membuat sketsa adalah menghasilkan bentuk dasar
objek lukisan dengan posisi yang benar. Perhatikan bentuk umum
bahan yang akan digambar. Amati bentuk-bentuk utama yang mewa-
kili objek keseluruhan, posisi, kemiringan, serta garis-garis utama ob-
jek secara proporsional. Dengan pensil lunak dan tekanan yang kecil,
gambarlah garis besarnya saja. Tentukan terlebih dahulu batas-batas
paling atas, bawah, kiri, dan kanan, sehingga gambar tidak melebihi
bidang kertas gambar. Secara bersamaan penentuan batas ini juga
mengatur komposisi supaya nantinya gambar terlihat seimbang di
dalam media lukisan. Beberapa contoh berikut memperlihatkan
cara membentuk sketsa. Tujuannya adalah membentuk sketsa
dengan benar terlebih dahulu tanpa menyelesaikan gambar. Sketsa
sangat penting sebagai dasar untuk menghasilkan gambar yang
baik maupun untuk menjadikannya lukisan yang wajar. Sedangkan
kelanjutan sketsa sampai selesai dapat dilihat pada bab VII yaitu
“Contoh Latihan”.

27

l Garis Arah dan Kemiringan Tubuh Ikan

1. Tetapkan sebuah garis sebagai acuan kemiringan dan arah ikan.
Lengkapi dengan beberapa tanda batas panjang bagian tubuh
ikan pada garis tersebut untuk membantu memperkirakan letak
dan jarak anggota tubuh. Pada contoh, garis dibagi 4 bagian.

2. Gambarlah bentuk utama tubuh ikan dengan dua garis leng-
kung yang setangkup mengikuti arah garis kemiringan. Per-
hatikan proporsi tingggi terhadap panjang tubuh.

28

3. Mengacu pada garis kemiringan yang terbagi 4 ini, tempatkan
beberapa bentuk segitiga sesuai bentuk dasar sirip-sirip ikan
tuna. Perhatian hanya ditujukan pada posisi, bentuk, dan ke-
miringan segitiga, bukan detail sirip.

4. Selanjutnya, ikuti dan sesuaikan alur bentuk ikan secara lebih
terinci berdasarkan bentuk segitiga tadi. Perbaiki sampai pe-
nampilan gambar semakin menyerupai ikan sebenarnya. Arsir
pola warna ikan dan alur jari-jari sirip.

29

l Bentuk Oval pada Burung

1. Tentukan setidaknya dua buah garis bantu utama berupa garis
kemiringan tubuh dan garis batas pokok lain, misalnya batas
tempat kaki bertengger, tubuh, kepala, atau batas sayap yang
jelas. Garis-garis bantu pada contoh burung terbang berupa
garis mendatar sebagai batas letak kaki, dasar tubuh, leher, dan
kepala. Dua bentuk oval sebagai bentuk tubuh dan kepala yang
proporsional satu sama lain diletakkan pada garis kemiringan
ini. Garis selanjutnya dimanfaatkan sebagai batas tepi posisi
sayap. Sesuaikan dengan kemiringan kepakan sayap.

2. Selanjutnya dengan menggunakan garis-garis yang lebih
pendek, bentuk tempat untuk sayap, ekor, paruh, dan kaki.

3. Garis-garis pola arah bulu sayap dapat dipertegas untuk me-
nunjukkan rangkaian barisan bulu burung, terutama pada ba-
gian sayap.

30

4. Berikan sedikit arsir pada tempat bayang-bayang atau pola
warna pada tubuh, sampai terlihat kesan kedalaman yang
wajar.

l Garis lengkung pada Primata

1. Letakkan contoh gambar primata yang baik secara komposisi
dan kontras cahaya. Perhatikan garis-garis utama pembentuk
gambar primata tersebut. (Perhatikan contoh gambar dari je-
nis primata terkecil yang bertengger pada batang pohon di
samping).

2. Tentukan dahulu garis batang pohon sebagai acuan kemiringan
tubuh. Garis bantu kedua berupa garis mendatar sebagai batas
kaki. Perkirakan besar tubuh keseluruhan.

3. Bentuklah dua elips yang saling berpotongan sebagai acuan
bentuk badan dan kepala. Perhatikan proporsi keduanya
terhadap tinggi tubuh.

4. Selanjutnya dengan menggunakan garis-garis lengkung, te-
tapkan batas-batas untuk anggota tubuh sehingga membentuk
kesatuan antara tubuh, kepala, dan anggota tubuh lainnya.

5. Posisikan kedua elips untuk mata, yang kanan lebih bulat dan
besar karena menunjukkan letaknya lebih dekat dan datar
terhadap kita.

6. Berikan arsir sebagai tempat bayang-bayang sehingga tampak
perbedaan jarak antara anggota tubuh dan badannya. Amati
kejanggalan yang ada, lalu perbaiki sebelum kita melanjutkan
ke tahap penyelesaian.

31

Tahapan yang relatif sama bisa dipakai untuk membuat sketsa
bekantan. Cobalah buat lagi beberapa gambar primata untuk melatih
penggunaan garis-garis lengkung.

Biasakan membuat sketsa secara menyeluruh tanpa memperhatikan
datail. Sketsa wajah serta beberapa anggota tubuh lainnya dapat
digambar tersendiri. Hal ini sangat berguna untuk mempelajari ciri
tertentu dari hewan yang dilukis.

32

l Segitiga sebagai Bentuk Dasar Tubuh

1. Untuk menggambar katak atau kodok dengan posisi yang
relatif sama ini, dapat menggunakan tiga buah garis bantu
yang membentuk segitiga sebagai acuan bentuk tubuh.

2. Tambahkan beberapa garis lain sebagai pemandu bagian-
bagian yang lebih kecil. Gambarlah bagian yang besar dahulu
seperti posisi kaki, tangan dan jari serta mata.

3. Bila bentuk dasar yang besar sudah benar, maka membuat
bagian yang lebih kecil akan lebih mudah serta meminimalkan
kesalahan.

33

4. Sambil memeriksa kesalahan yang mungkin ada, lanjutkan de-
ngan menggelapkan tempat bayang-bayang.

l Gabungan Bentuk Segi Empat dan Segitiga

Serangga memilik ciri tubuh yang khas sehingga terlihat mudah
menggambarnya. Capung yang bertengger dapat digambar dengan
bantuan beberapa garis dasar yang memudahkan untuk membentuk
tubuh selajutnya. Sebuah persegi yang dibagi empat bagian, lalu tam-
bahkan sebuah garis mendatar sebagai kedudukan dan kemiringan
tubuhnya. Posisi sayap dibentuk dalam kedua persegi di sebelah kiri.
Dengan batas yang telah ditentukan, tahap menggambar selanjutnya
menjadi lebih mudah.

34

Pada gambar belalang rumput atau belalang gunting, karena an-
tenanya tampak seperti gunting, memiliki bentuk yang unik. Bentuk
acuan keseluruhan dapat dibuat seperti perahu, lalu posisikan garis-
garis bantu lainnya dengan kemiringan yang disesuaikan untuk me-
nempatkan kaki dan antenanya.

Contoh gambar belalang sembah seperti berikut dapat diawali de-
ngan membentuk segitiga siku-siku yang memiliki sudut kemiringan
yang disesuaikan dengan kemiringan badannya. Besar segitiga di-
sesuaikan dengan besarnya rencana gambar serangga yang akan
dibuat pada media kertas. Bila tepat membentuk segitiga awal ini
dengan memperhatikan perbandingan panjang dan kemiringan
sisinya, maka tahap selanjutnya akan lebih mudah.

Posisikan kepala pada ujung atas segitiga. Tentukan batas kepala-
dada terhadap bagian perut dengan perbandingan panjang sekitar
satu banding dua. Bagian perut atau abdomennya beruas-ruas, pi-
sahkan dengan garis memanjang sebagai sayapnya. Tandai dengan
garis-garis pendek untuk posisi kaki-kakinya yang beruas-ruas. Yang
perlu mendapat perhatian khusus adalah panjang kaki-kakinya ha-
rus proporsional terhadap panjang badan dari kepala hingga ujung
sayap. Segitiga awal sangat membantu untuk hal ini. Latihlah kerja
sama antara mata dan tangan dalam menentukan letak garis dan pan-
jangnya serta kemiringan garis-garis pembentuk kaki. Semakin peka
pengamatan dan perasaan terhadap proporsi garis, gambar yang di-
hasilkan semakin baik.

35

Tambahkan bayang-bayang secara kasar untuk menghasilkan efek
tiga dimensi sehingga mata lebih mudah melihat apabila terdapat
kesalahan pada sketsa dasar. Pada tahap pembuatan sketsa, jangan
tergesa-gesa menggunakan karet penghapus untuk menghilangkan
garis-garis yang tampaknya tidak dibutuhkan lagi.

Setelah mencoba membuat sketsa ketiga serangga terlebih
dulu, maka untuk menghasilkan sketsa belalang pedang berikut
ini tentunya sudah semakin mudah. Perhatikan garis-garis bantu
utamanya. Garis mendatar sebagai dasar badan, batas kiri dan
kanan untuk batas panjang badan serta garis kemiringan badan
bagian atas. Selanjutnya garis untuk menempatkan kaki-kakinya

36

dibuat berdasarkan perbandingan terhadap panjang badan. Dengan
memberikan bayang-bayang yang tepat, maka sketsa akan tampak
lebih nyata.

37

VI. Bayang-Bayang

BAYANG-BAYANG yang tepat akan menghasilkan kesan timbul
atau kedalaman pada gambar. Hal ini dilakukan dengan me-
nyamarkan garis kontur dan garis kontur silang dengan bentuk arsir
yang diperhalus. Berikut beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan
untuk memulai menghasilkan bayang-bayang. Langkah awal yang
penting agar baik hasilnya adalah mengendalikan gerak dan tekanan
pensil, sehingga menghasilkan efek yang diinginkan. Pastikan setiap
goresan yang terjadi pada kertas menghasilkan bayang-bayang de-
ngan bentuk yang kita inginkan. Teruslah lakukan latihan-latihan se-
derhana berikut sambil memperhatikan hasilnya, guna memperbaiki
pengendalian tangan sehingga menghasilkan bayang-bayang yang
dibutuhkan sesuai dengan bentuk gambar keseluruhan.

Pensil dengan Ujung Lancip atau Ujung Datar

Tentukan dahulu apakah akan membuat
bayang-bayang dengan ujung pensil yang
lancip atau menggunakan ujung pensil yang
datar. Pensil berujung lancip akan memberikan
goresan lebih nyata dibanding pensil datar
atau tumpul pada tekanan yang sama. Con-
toh gambar kiri memperlihatkan bayang-ba-
yang yang dihasilkan ujung pensil yang lancip,

39

sedangkan gambar kanan dengan ujung pensil yang datar. Penggu-
naan sisi pensil yang lebar dan datar akan mempercepat proses me-
nutupi bidang yang lebih luas dan perubahan bayang-bayang yang
terjadi tampak lebih lembut. Sedangkan penggunaan pensil ber-
ujung lancip menghasilkan perubahan kepekatan hitam yang cepat,
sehingga perlu lebih hati-hati. Praktikkan juga dengan lebih banyak
jenis pensil dengan kelunakan grafit yang berbeda dan pada bebe-
rapa jenis kertas, untuk melihat efek yang dihasilkan. Sifat-sifat grafit
pensil dan permukaan kertas ini dapat dimanfaatkan pada saat yang
tepat untuk menghasilkan efek yang diperlukan dalam gambar.

l Bayang-Bayang pada Suatu Bidang

Membuat bayang-bayang pada suatu bidang
yang relatif sempit, umumnya kita lakukan de-
ngan gerakan pensil teratur kiri-kanan, berba-
lik arah ketika sampai pada bagian tepi tanpa
kesulitan. Tetapi untuk menghasilkan bayang-
bayang yang merata pada suatu bidang yang
agak luas kita sering mengalami kesulitan, ka-
rena terbentuknya beberapa kumpulan garis
yang terlalu gelap berupa pita bayang-bayang
yang mengganggu gambar secara keseluruhan.

l Bayang-Bayang Tidak Tetap

Untuk mencegah terjadinya pita gelap pada
daerah bayang-bayang yang luas, lakukan
tekanan pensil yang lembut terutama untuk
menghasilkan bayang-bayang yang redup
atau tipis. Buat panjang goresan pensil dengan
interval yang kurang teratur, kadang panjang,
kadang pendek. Lakukan goresan yang tum-
pang-tindih bilamana perlu, sehingga kepe-
katan yang dihasilkan menjadi seragam. Un-
tuk bayang-bayang yang lebih gelap secara
keseluruhan, arsir dapat diulang pada bagian yang sama lebih lama.
Gambar kiri memperlihatkan efek dari hasil goresan-goresan awal, se-
dangkan hasil akhirnya tampak pada gambar kanan.

40

l Bayang-Bayang dengan Gerakan Melingkar

Alternatif lain untuk menghasilkan bayang-
bayang yang merata adalah menggunakan
gerakan pensil melingkar halus. Tekanan pen-
sil yang lembut dengan gerakan melingkar
halus yang saling menutupi menghasilkan
pola yang menutupi seluruh bidang secara
bertahap. Untuk bayang-bayang yang agak
terang, hati-hati, jangan terlalu menekan pen-
sil sehingga dapat memperjelas bentuk ling-
karan-lingkaran kecil yang dibuat.

l Arsiran dengan Arah yang Jelas

Pada saat tertentu kita butuh efek yang memperlihatkan perbedaan
dua bidang tertentu. Untuk mengarsir dua bidang dengan bayang-ba-
yang yang mempunyai efek arah yang berbeda, lakukan dengan perbe-
daan arah goresan yang jelas dari kedua bidang tersebut. Meskipun ba-
yang-bayang dibuat agak samar, tetapi efek yang timbul tetap nyata.
Hal ini digunakan untuk memperjelas perbedaan atau perubahan dari
permukaan kedua bidang, terutama pada pertemuan kedua bagian
sisi bidang datar. Tetapi hati-hatilah untuk tidak membuat perubahan
perbedaan kerapatan dan kegelapan yang mencolok di daerah tengah
bidang arsir, karena dapat memberikan ilusi gelombang pada mata
sehingga mengganggu gambar keseluruhan.

Tekanan Garis Saat Membuat Bayang-Bayang

Ketika membuat bayang-bayang dengan arah arsir yang jelas, per-
bedaan tekanan pensil dapat menghasilkan efek terang dan gelap.

41

Mengatur tekanan pensil yang tepat saat
membuat garis-garis halus baik panjang
maupun pendek, akan memberikan efek
yang disesuaikan untuk gambar permukaan
bergelombang, serta permukaan dengan
tekstur tertentu seperti rambut atau rerum-
putan.

l Bayang-Bayang Bidang Kontur

Memberikan bayang-bayang untuk meng-
hasilkan efek kontur atau perbedaan ting-
gi dan rendahnya suatu permukaan da-
pat dilakukan dengan mengatur tekanan
pensil saat mengarsir. Perubahan terang
dan gelap pada suatu bidang akan meng-
hasilkan efek kedalaman atau dimensi.
Perubahan kepekatan dan arah bayang-
bayang secara bertahap juga akan sangat
membantu menguatkan efek perspektif
pada suatu gambar.

l Bayang-Bayang pada Gambar Perspektif

Garis dengan arah dan ketebalan yang jelas
dalam membentuk bayang-bayang sangat mem-
bantu dalam memberi kedalaman pada gambar
perspektif. Tetapi kesalahan penempatan ba-
yang-bayang serta arah garis bisa memberikan
efek yang kurang baik.

Pada contoh gambar pertama terlihat efek
yang dihasilkan bayang-bayang dari arsir yang
kurang tepat pada gambar perspektif. Kesa-
lahan umum para pemula adalah membuat
bayang-bayang mengikuti arah salah satu garis
sisi bidang perspektif, dan mengacu pada garis
itu untuk seluruh bidang sisi tersebut. Akibatnya
efek yang dihasilkan bertentangan dengan ilusi
perspektif. Sedangkan efek yang diharapkan
muncul atau kesan dimensi yang dibayangkan
menjadi sangat berkurang atau bahkan hilang.

42

Sebaiknya arah garis arsir bayang-bayang mengikuti pola perspek-
tif, semua arah garis pada bidang tertentu mengarah ke suatu titik
lenyap atau mengarah vertikal pada bidang sisi tegak. Latihlah untuk
melakukan hal tersebut seperti tampak pada contoh gambar kedua.

Untuk memudahkan arah arsir terutama dalam bidang yang agak
luas, buatlah beberapa garis bantu ke arah titik lenyap. Arah arsir se-
lain mengarah ke titik lenyap, juga bisa dengan arah vertikal ke atas
atau ke bawah. Selain bayang-bayang dengan arah perspektif, kita
juga dapat membuat bayang-bayang tanpa arah garis yang nyata,
lakukan dengan gerak pensil melingkar atau melembutkannya
dengan gulungan kertas bentuk pensil.

Bidang Bersudut dan Lengkung

Benda berbentuk datar akan memantulkan cahaya yang hampir me-
rata pada seluruh bidang. Sedangkan bila terdiri atas beberapa bi-
dang datar yang membentuk sudut, maka setiap bidang datar tadi
akan memantulkan cahaya yang berbeda-beda tergantung sumber
cahaya dan tekstur benda tersebut. Perhatikan gambar ketiga lem-
pengan bersudut banyak berikut, cobalah membuat arsir yang ber-
beda tingkatan kepekatan warna hitam sehingga menghasilkan efek
yang baik.

Begitu juga bola dengan tekstur yang berbeda-beda akan meng-
hasilkan bayang-bayang yang berbeda, meskipun sudut datang sinar-
nya sama.

43

Latihlah mengendalikan tekanan pensil dan arah gerak agar lebih
baik, sehingga menghasilkan efek yang diinginkan. Juga rajinlah ber-
latih untuk memberikan bayang-bayang dengan arsir baik secara
melingkar, ke suatu arah yang jelas, beberapa perubahan arah yang
nyata serta beberapa pola tekstur lainnya guna melatih tangan dan
mata dalam membuat dan melihat efek yang ditimbulkan.

Banyak berlatih dan mempelajari efek bayang-bayang akan me-
mudahkan menghasilkan gambar dan lukisan selanjutnya. Berbagai
contoh pada lembar-lembar selanjutnya dapat digunakan sebagai
panduan berlatih sehingga lebih mahir lagi.

Arah dan besarnya intensitas cahaya yang jatuh pada benda me-
mengaruhi lokasi dan bentuk bayang-bayang. Arah datang sinar akan
menentukan arah jatuhnya bayang-bayang. Arah sinar yang datang
dari atas-kanan akan menghasilkan bayang-bayang di bagian bawah-
kiri dari benda yang terkena sinar. Intensitas cahaya yang kuat akan
membuat bayang-bayang yang tajam atau kontras terhadap bidang
yang terang. Semakin lemah intensitas cahaya akan menghasilkan ba-
yang-bayang yang semakin kurang kontras. Kedua hal ini dapat diilus-
trasikan pada contoh pertama dan kedua gambar di bawah.

44


Click to View FlipBook Version