The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2020-12-10 15:47:15

Melukis dengan Pensil 3

Melukis dengan Pensil 3

Keywords: melukis,dengan,pensil,3

Sedangkan ilustrasi ketiga menggambarkan sinar yang datang da-
ri segala arah, tetapi tetap arah sinar yang berasal dari kanan-atas
yang paling kuat intensitasnya.

Dengan mempelajari efek bayang-bayang dan banyak berlatih,
kita akan lebih mudah menghasilkan gambar dan lukisan selanjutnya.
Berbagai contoh dalam lembar-lembar selanjutnya dapat digunakan
sebagai panduan berlatih agar lebih mahir.

45

46

VII. Contoh Latihan

l Ikan dan Mamalia Air

Semakin banyak mengetahui dan memahami jenis ikan, maka akan
semakin mudah menggambarnya. Pengetahuan mengenai beragam
jenis ikan dengan bentuknya yang bervariasi dapat diperoleh dari mu-
seum dan internet. Sebisa mungkin kumpulkan banyak gambar ikan
dan bacalah keterangannya baik di buku maupun melalui internet. Per-
kenalkanlah anak dengan berbagai jenis ikan yang hidup di air tawar
maupun di laut. Bentuk ikan yang hidup di danau dan sungai sangat
beragam. Akan lebih banyak lagi contoh yang dapat kita gunakan
sehubungan dengan ikan-ikan di perairan pantai yang berterumbu
karang, laut luas yang masih terpapar sinar matahari, atau bahkan
di laut dalam yang tidak terjangkau sinar matahari. Melalui pelajaran
menggambar, kita juga dapat menjelaskan betapa banyaknya karya
ciptaan Allah yang indah dan bermanfaat bagi manusia untuk hidup
selamanya di bumi.

47

48

49

Selain bentuk, ukuran dan warna ikan juga sangat beragam. Selain
melatih menggambar dengan bentuk yang sudah umum, sangatlah
berguna untuk melatih menggambar bentuk-bentuk lainnya, ter-
masuk bentuk yang tidak lazim. Dalam buku ini kami berusaha mem-
berikan banyak contoh variasi bentuk ikan yang sesuai dengan yang
ada di alam.

Menggambar juga akan merangsang rasa ingin tahu akan ilmu
pengetahuan lainnya. Berdasarkan bentuk tubuh ikan, kita bisa
menjelaskan mengenai tingkah laku dan habitat mereka. Manfaat
keragaman jenis dan fungsi ikan di dalam ekosistem bumi. Ada ikan
yang bernapas selain dengan insang, yaitu bernapas dengan paru-
paru atau alat bantu lainnya. Beberapa jenis ikan dapat bertahan
hidup di danau atau sungai kering, bahkan beberapa jenis ikan dapat
“berjalan” di tanah untuk berpindah ke sungai atau danau yang masih
ada airnya.

Beraneka ragam bentuk dan penampilan ikan kadang kala tera-
sa aneh saat awal terlihat, tetapi perlu juga sebagai bahan latihan
menggambar. Hingga bila suatu waktu kita melihat ikan itu dalam
kehidupan nyata, kita tidak akan merasa aneh atau bahkan terpenga-
ruh dan mengaitkannya dengan hal-hal gaib.

Banyak situs di internet yang dapat dikunjungi untuk memperoleh
beragam foto atau gambar ikan, serta keterangan tentangnya. Guna-
kan situs dengan informasi yang dapat dipercaya dari pihak pemerin-
tah atau perguruan tinggi. Pada daftar lampiran di bagian akhir buku
ini kami tuliskan beberapa situs yang layak dicermati.

Sebelum menggambar ikan, kenalilah bentuk yang paling umum.
Buatlah sketsa bentuk ikan dan buatlah catatan seperlunya yang men-
jelaskan bagian dan fungsi tubuh ikan. Bagi guru ataupun orangtua
akan sangat menyenangkan bila bisa mengajarkan menggambar se-
kaligus memberikan sebanyak mungkin informasi serta melakukan
diskusi dengan para murid atau anak kita.

50

Mulailah melatih dengan menggambar bentuk yang umum dan
sederhana. Sebagai contoh adalah ikan selar (Caranx sp.). Pertama, se-
perti halnya pada pelajaran membuat sketsa, perhatikan bentuk dasar-
nya yang sederhana. Perbandingan antara panjang badan terhadap
tingginya, pada contoh ikan selar ini sekitar 2 banding 1 (ujung sirip
punggung ke ujung sirip) atau 4 banding 1 (tinggi badan). Dengan
bantuan garis kemiringan sebagai sumbu badan ikan, bentuklah sepa-
sang garis setangkup untuk badan. Perhatikan titik temu untuk posisi
mulut berada di bawah garis sumbu. Tetapkan bentuk segitiga untuk
posisi ekor pada garis sumbu. Berdasarkan keempat garis vertikal
yang membagi badan sama panjang, letakkan empat segitiga yang
kemiringannya disesuaikan dengan sirip-sirip yang diwakilinya, sirip
punggung pertama dan kedua, sirip perut, dan sirip anal. Berikan ga-
ris batas tambahan untuk sirip punggung kedua dan sirip anal, beru-
pa garis lengkung. Begitu juga untuk posisi sirip dadanya.

51

Kedua, perhatikan bahwa membuat lengkungan sirip akan lebih
mudah dengan mengacu bentuk-bentuk dasar yang telah dibuat.
Bila kita menggunakan pensil lunak dan tidak menekannya dengan
kuat, maka garis bantu ataupun kesalahan yang dibuat tidak perlu
dihapus saat ini. Perjelas lengkungan penutup insang, celah mulut,
dan lingkaran mata.

Pada tahap ketiga, tandai bagian-bagian yang akan diberi bayang-
bayang dan pola warna dengan mengarsir tipis bidang tersebut se-
cara bertahap. Jangan tergesa-gesa. Untuk bagian yang perlu lebih
hitam, arsirlah dengan lebih lama atau dengan melakukan sedikit pe-
nekanan pensil hingga derajat hitamnya sesuai keinginan. Amati dan
analisis keseluruhan gambar ikan, perbaiki hingga badannya terlihat
cembung.

Tahap akhir adalah melakukan pelembutan dari garis arsir dengan
menggunakan gulungan kertas berbentuk pensil, tujuannya meng-
isi bagian yang kurang hitam dan merapikan transisi gradasi hitam.
Penyelesaian gambar dengan merapikan garis tepi dengan memberi
aksen hitam pada bagian tertentu yang diinginkan, seperti mata,
celah insang, garis celah mulut, sisi punggung, dan sisi depan sirip.

52

Hapuslah semua garis bantu yang tidak dibutuhkan lagi, lalu berikan
efek kilauan dengan menghapus daerah tertentu di bagian kepala
dan punggung.

Ikutilah tahapan dengan benar dan sabar, pasti gambar yang diha-
silkan akan memuaskan. Bila contoh ikan selar ini masih terasa sulit,
cobalah lagi dengan prosedur yang relatif sama untuk ikan hiu yang
lebih ramping.

53

Jenis ikan kupu-kupu yang hidup di daerah terumbu karang baik
digunakan untuk melatih meniru bentuk dan pola gradasi warna. Ben-
tuk dan pola warna terlihat bagus dari sisi kanan atau kiri. Tentukan
batas bawah dan atas, serta beberapa posisi kemiringan dari bentuk
dasar ikan. Tambahkan dua segitiga sebagai sirip ekor dan sirip dada.
Bila bentuk dan posisinya sudah benar, maka lanjutkan dengan me-
nandai pola warna hitam. Latihlah membuat arsir dengan tekanan
berbeda sehingga menghasilkan perbedaan kepekatan yang nyata.
Perhalus gradasi, hapus semua garis bantu yang tidak dibutuhkan la-
gi, dan terakhir perjelas beberapa bagian yang penting.

Contoh selanjutnya adalah ikan mas. Ikan ini hidup di air tawar.
Banyak dijual di pasar. Carilah yang tubuhnya cukup besar sebagai
model gambar. Taruhlah ikan mas ini di dalam akuarium, sehingga
mudah memperhatikan bentuk dan bagian-bagiannya.

Garis bantu pertama adalah garis mendatar sebagai acuan kemi-
ringan atau arah badan ikan. Buatlah bentuk dasar badannya setang-
kup dengan bagian atas lebih membulat. Pangkal ekor berupa bidang
persegi panjang, serta bentuk sirip ekor berupa segitiga proporsional
dengan contoh ikan yang ada.

54

Perhatikan dan bandingkan serta sesuaikan letak, kemiringan, dan
besarnya bagian-bagian ikan. Tempatkan sirip lainnya pada tempat-
nya dengan bantuan garis acuan vertikal. Posisikan letak dan besar-
nya lingkaran mata.

Setelah bentuk kasar terbentuk, barulah kita merapikan sudut-su-
dut tajam menjadi lengkungan, sekaligus meletakkan arsir untuk da-
erah yang berwarna gelap atau hitam.

Seraya memberikan bayang-bayang, amati lagi bentuk keseluruhan
dan perbaiki kesalahan yang mungkin baru terlihat. Bila sudah tampak
baik, maka lanjutkan dengan tahap akhir.

55

Hapus semua garis bantu, rapikan gradasi warna, perjelas garis-
garis terutama bagian badan atas dan mata yang berwarna gelap,
lengkapi dengan garis-garis lengkung kecil membentuk pola sisik.

Ada juga bentuk ikan yang gepeng yang dikenal sebagai ikan
sandal atau ikan sebelah, serta berbagai jenis ikan pari. Bentuknya
unik dan menarik perhatian, menyenangkan untuk menggambarnya.
Ambil informasi dan gambarnya melalui internet. Pelajari sifat dan
habitat hidupnya sehubungan dengan bentuk badan demikian, juga
pelajari bagian-bagian badannya. Dengan demikian akan jauh lebih
mudah menggambarnya.

Berikut contoh penampilan beberapa jenis pari yang tampak dari
atas, samping, juga bawah. Teknik dasarnya sama saja. Perhatikan ben-
tuk secara garis besar dulu. Tentukan garis acuan arah ikan, selesaikan
sketsa bentuk utama. Selanjutnya baru tentukan garis yang lebih detail,
dilanjutkan dengan menentukan letak bayang-bayang sehingga tampak
timbul. Akhirnya bila dirasa perlu, maka gambar dapat dihaluskan.

56

57

Setelah memahami ciri-ciri ikan dan berbagai bentuk dari beragam
jenis ikan, kemudian menggambarnya dari beberapa arah, kita dapat
melanjutkan dengan melatih menggambar ikan dengan posisi yang
lebih dinamis. Amati gerakan seekor ikan. Perhatikan tingkah lakunya
lalu buatlah sketsa awal dari gerakan-gerakan tadi. Berlatihlah dengan
membuat banyak sketsa ikan.

Berikut adalah contoh sketsa dengan peletakan bayang-bayang se-
cara kasar yang dibuat berdasarkan video tentang ikan lumba-lumba.
Apabila memperoleh bentuk gerakan yang diinginkan, maka gambar
itu bisa diselesaikan.

58

Selanjutnya gambar dengan gerakan ikan yang lebih atraktif se-
perti pada contoh gambar ikan paus pembunuh serta ikan marlin.
Pilih sketsa yang mencerminkan gerakan yang indah, atau dapat ber-
cerita, kemudian selesaikan hingga menghasilkan lukisan yang enak
dipandang.

59

Hal ini dapat dilakukan dengan menambah detail yang penting
serta merapikan dan memperhalus bagian-bagian utama dari ikan
yang digambar. Menggambar tidak perlu sampai terlihat seperti
foto, ini bisa menghilangkan keindahan gambar yang dibuat tangan.
Karena penilaian suatu gambar adalah relatif untuk setiap orang,
maka gambar sudah selesai apabila kita sudah merasa baik.

60

l Berbagai Jenis Unggas

Burung merupakan hewan yang memiliki sayap dan penutup badan
yang kita kenal sebagai bulu. Hampir semua jenis burung dapat ter-
bang, kecuali beberapa jenis burung seperti penguin, kiwi, dan bu-
rung unta. Ukuran badan burung sangat bervariasi dari burung yang
kecil seperti jenis kolibri yang berukuran hanya sekitar 6 cm dari
paruh sampai ekor, hingga burung unta yang tingginya mencapai
2,5 meter saat berdiri.

Rentangan sayap burung ada yang panjang dan ada pula yang pen-
dek, bagian ujungnya ada yang meruncing serta ada yang tumpul.
Bentuk sayapnya memengaruhi gaya terbang burung dengan cara me-
ngepak-ngepak dan melayang dengan mengembangkan sayapnya.
Sedangkan ekornya berguna sebagai alat keseimbangan dan untuk
menentukan arah terbang serta pengendalian saat mendarat. Bentuk
ujung ekornya lebih bervariasi dari bentuk sayapnya, ada yang rata,
membulat, runcing, atau bercabang. Dari bentuk sayap ketika ter-
bang dan pola warna bulu burung, unggas ini dapat dikenali dari
kejauhan.

61

Burung memiliki sepasang kaki, bagian kaki bawah yang paling
sering terlihat disebut tarsus. Pada umumnya burung memiliki empat
jari pada tiap kaki. Jari kaki pertama atau ibu jarinya disebut hallux,
bentuknya mengarah ke belakang. Jari kaki dari berbagai jenis bu-
rung berguna untuk mengais, mendaki, berenang, menangkap mang-
sa, mencengkeram, dan mengoyak mangsa. Jenis burung bangau
memiliki kaki yang panjang untuk berjalan dan mencari makan di
perairan dangkal berlumpur. Beberapa jenis burung tertentu memiliki
jari yang ekstra panjang untuk meredam bobot tubuh, sehingga
memungkinkannya berjalan di atas permukaan daun tumbuhan air.
Sedangkan kaki penguin sangat pendek dan gemuk. Banyak burung
perenang dan penyelam tangguh memiliki selaput di antara jari-
jari kakinya untuk membantu mempercepat gerakan di air. Bentuk,
ukuran, serta warna kaki unggas dapat digunakan untuk lebih
mengenal kelompok jenisnya, termasuk mengetahui jenis kelamin.

62

Burung tidak memiliki gigi, tetapi mempunyai rahang yang dikenal
sebagai paruh. Bentuk dan ukurannya sangat beragam mencerminkan
jenis makanannya. Jenis yang memanfaatkan nektar bunga tanaman
memiliki paruh yang ramping panjang. Burung pemakan daging
berparuh bengkok yang kuat untuk mengoyak mangsa. Banyak bu-
rung pemakan ikan memiliki paruh bergerigi yang membantu saat
mencengkeram makanannya yang licin. Paruh kuat dan pendek dari
burung jenis betet sangat berguna untuk menghancurkan biji-bijian
makanannya. Paruh jenis burung pelatuk berguna sebagai pahat
untuk melubangi batang pohon guna mendapatkan makanan dan
membuat sarang.

63

Habitat burung tersebar luas di permukaan bumi. Mereka dapat ter-
bang melebihi ketinggian gunung tertinggi di dunia, bahkan di atas
permukaan kutub utara dan selatan, menyelam dalam air mencapai
kedalaman lebih dari 250 meter, mendiami habitat cuaca paling eks-
trem mencakup dataran tundra di wilayah kutub dan Padang Pasir
Sahara.

Perlu diketahui bahwa burung dapat digunakan sebagai indikator
kualitas lingkungan hidup, karena kesehatan populasi burung men-
cerminkan kesehatan lingkungan hidup kita. Penyusutan yang drastis
dari populasi burung di lingkungan kita perlu mendapat perhatian
serius.

Sama halnya saat mengajar menggambar bunga, buah, dan ikan,
kita perlu menyertakan banyak keterangan yang menarik tentang du-
nia hewan ini kepada anak kita. Lagi pula, semakin kita mengenal ob-
jek yang akan digambar, maka menggambarnya akan terasa semakin
mudah.

Bentuk dan jenis burung sangat banyak, warna dan gerakannya

64

menawan, sangat indah ketika terbang, begitu juga suara mereka sa-
ngat merdu. Meskipun banyak keindahan warna burung yang dapat
kita ceritakan, tetapi sementara ini variasi warna tersebut kita batasi
karena kita hanya menggambarnya dalam gradasi warna hitam. Ja-
di sebaiknya saat menggambar, kita menonjolkan fungsi mereka
dalam ekosistem bumi ini. Banyak sekali manfaat burung di alam
liar dibandingkan bila hanya hidup dan dipelihara dalam kandang.
Semua hewan diciptakan dengan tujuan tertentu. Jadi, meskipun
pengetahuan kita terbatas, kita yakin mereka pasti mempunyai fung-
si tertentu di alam bebas. Salah satu fungsi mereka di alam adalah
menjaga keseimbangan populasi mahkluk hidup lainnya, baik hewan
maupun tumbuhan. Beberapa jenis burung jelas membantu penyer-
bukan bunga, sehingga dapat melangsungkan keturunan tumbuhan
yang kita manfaatkan madunya. Selain itu burung juga membantu
penyebaran benih tanaman, karena kotoran dari berbagai jenis
burung yang tersebar ke berbagai wilayah mengandung biji-bijian
dari buah yang dimakannya. Beberapa jenis burung hantu pemakan
tikus yang hidup di alam bebas berfungsi sebagai pengendali jumlah
populasi tikus. Dengan demikian kita bisa mengajari anak untuk tidak
membunuh hewan hanya untuk kesenangan atau menganggap he-
wan tersebut tidak berguna atau karena takut akan nama maupun
penampilannya.

Sebelum menggambar badan burung secara keseluruhan, senang
juga untuk berlatih menggambar berbagai bentuk mulut dan kaki
dari burung. Hal ini akan membantu kita mengerti kebiasaan makan
dan tempat mereka hidup, sehingga membantu kita untuk semakin
tepat bila menggambar jenis burung tertentu.

Untuk menggambar burung, awalnya perhatikan bentuk burung
keseluruhan lalu tentukan dan buatlah garis pandu arah dan ke-
miringan badannya. Lanjutkan dengan bentuk-bentuk dasar yang di-
letakkan sesuai garis pandu. Bentuk elips untuk bagian badan diletak-
kan di atas garis mendatar untuk tempat kaki, sedangkan elips kedua
yang lebih kecil untuk kepala, keduanya menempel di sebelah kanan
garis kemiringan. Tambahkan sebagian bentuk persegi panjang se-
bagai ekor, dan untuk paruh bentuk segitiga lancip yang ramping.
Perhatikan bentuk dan proporsi semua bentuk tadi terhadap bentuk
burung keseluruhan. Abaikan hal-hal yang kecil. Seperti pada contoh
menggambar burung raja udang berikut, tambahkan bayang-bayang
dan pewarnaan sesuai dengan warna burung. Tidak perlu tergesa-ge-
sa memberi warna yang paling gelap, lakukan secara bertahap sam-
bil memeriksa keseimbangan warna.

65

Contoh selanjutnya pada prinsipnya sama saja. Langkah awal
yang terpenting adalah menentukan besar gambar keseluruhan ha-
rus masuk ke bidang kertas gambar. Tentukan batas teratas, bawah,
kiri, dan kanan, seraya menandai garis kemiringan badan dan batas
tempat kaki bertengger. Kemudian letakkan beberapa bentuk dasar
berupa elips dengan perbandingan yang proporsional, akhirnya letak-
kan bentuk segitiga untuk paruh dan persegi panjang untuk ekor.
Secara bertahap hubungkan semua bentuk dasar tadi sehingga men-
jadi bentuk burung yang sedang bertengger pada ranting pohon.
Periksa dan perbaiki kembali proporsi serta kemiringan, kemudian
berikan bayang-bayang dan pewarnaan dengan arsir pensil lunak se-
cara bertahap dengan ringan. Untuk bagian yang lebih gelap, cukup
mengulangi arsir pensil pada tempat tersebut tanpa terlalu menekan
pensil. Tahap terakhir buat gradasi yang lebih halus menggunakan
ujung gulungan kertas bentuk pensil. Gunakan karet penghapus
yang lunak dan lembut untuk menghilangkan garis-garis bantu
yang tidak diperlukan lagi, begitu juga untuk membersihkan bagian
yang seharusnya berwarna putih. Lakukan penyelesaian dari gambar
secara keseluruhan seraya bertahap ke bagian yang kecil, jangan
melakukannya dengan terbalik dari yang hal-hal kecil ke arah kese-
luruhan.

66

Perhatian pada hal-hal yang lebih detail hanya kita lakukan setelah
sketsa yang terbentuk sudah terasa benar. Apabila sketsa belum men-
cerminkan bentuk burung dengan proporsi yang baik, maka sia-sia
saja gambar yang telah rapi kita arsir dan gradasi dengan halus. Sket-
sa dengan berbagai posisi dari burung jalak Bali berikut, baru akan
diberi bayang-bayang dan pewarnaan bila proporsinya sudah benar.
Sehingga tahap akhir untuk menghaluskan gambar, bila dirasa perlu,
dapat dilakukan tanpa ragu.

67

68

Sketsa sebagai dasar untuk gambar selanjutnya sangat penting, di sini
kita bisa melatih keterampilan koordinasi mata dan tangan untuk meng-
hasilkan bentuk yang semakin mirip wujud asli. Latihlah terus membuat
banyak sketsa sampai tahap seperti beberapa contoh gambar burung
berikut, tanpa perlu merasa harus menyelesaikan hingga sempurna.

69

70

71

Bila sudah merasa cukup terampil, lanjutkan lagi ke tahap selan-
jutnya. Gunakan karet penghapus untuk menghilangkan semua garis
bantu. Lanjutkan dengan merapikan arsir dan menghaluskan gradasi
warna hitam dari grafit pensil. Jangan tergesa-gesa, lakukanlah de-
ngan sabar.

72

Gunakan sebanyak mungkin foto berbagai jenis burung sebagai
contoh untuk latihan. Gambar hitam-putih dari berbagai jenis burung
sangat ditentukan dari bentuk badan secara keseluruhan dan pola pe-
warnaannya.

Dalam satu jenis burung terdapat perbedaan variasi. Maka yang
perlu kita perhatikan adalah bentuk bagian tertentu saja dari suatu
jenis burung untuk membedakannya dengan variasi jenis yang lain.
Seperti contoh jenis burung hantu berikut, perbedaan utama variasi
adalah pada profil wajahnya saja.

73

Sedangkan tubuhnya relatif sama dan hanya perlu sedikit perubah-
an dari pola dan pewarnaan bulu di badannya. Sehingga yang perlu
diperhatikan lebih dulu adalah bentuk dasar dan bayang bayang se-
cara umum.

74

l Hewan Lainnya

Selain menyenangkan, menggunakan hewan sebagai contoh meng-
gambar juga sangat baik. Berbagai jenis kerang dapat berfungsi se-
bagai alat bantu mengerti bentuk tiga dimensi. Perhatikan beberapa
jenis kerang dan siput dari atas, bawah, maupun samping. Cobalah
melatih menggambar bentuknya, berikan bayang-bayang dan pola
warna yang ada pada permukaan cangkang sampai terlihat kesan
timbul. Latihan seperti ini baik untuk melatih koordinasi mata dan
tangan terhadap proporsi objek yang dilihat terhadap gambar yang
dihasilkan.

75

Kerang mudah diperoleh di daerah pantai, sedangkan berbagai
jenis siput banyak terdapat di persawahan dan sungai. Rumah hewan
ini memiliki bentuk dan warna yang bervariasi. Awali latihan dengan
bentuk-bentuk dan pola warna yang sederhana dahulu.

76

Selanjutnya lanjutkan latihan gambar dengan bentuk yang lebih
rumit, untuk melatih kesabaran dan ketelitian. Supaya tidak cepat je-
nuh dan bosan, alangkah baiknya bila latihan gambar disertai ber-
bagai pengetahuan umum mengenai jenis makluk tersebut. Latihlah
terus dengan lebih banyak variasi lagi hingga tangan semakin teram-
pil menghasilkan bentuk-bentuk yang ada.

77

Setelah terbiasa dengan bentuk cangkang, selanjutnya gambarlah
siput yang masih hidup dan beberapa hewan berkulit keras lainnya
yang memiliki bentuk serupa. Asahlah keterampilan sekaligus kelen-
turan jari tangan dalam menghasilkan garis-garis lengkung, yang
dilanjutkan penempatan arsir bayang-bayang. Gambar tidak perlu
sampai mendetail apalagi hingga bagian yang kecil-kecil. Begitu juga
dengan arsiran, tidak perlu halus. Yang terpenting adalah bentuk
yang dihasilkan proporsional dan bayang-bayangnya menghasilkan
efek tiga dimensi.

78

Meskipun hewan-hewan tampak rumit, perhatikan saja bentuk
keseluruhannya terlebih dulu. Gambarlah bentuk terluarnya dulu, se-
dangkan yang lebih terinci digambar kemudian. Buatlah sketsa de-
ngan cepat.

Untuk melatih menggambar hewan yang berkulit licin, cobalah
dengan hewan moluska. Hewan bertubuh lunak yang hidup di dalam
air. Arahkan perhatian pada permukaan kulit yang licin, berikan efek
mengilap dengan sapuan karet penghapus searah badan atau organ
hewan tersebut. Praktikkan teknik membuat bayang-bayang dengan
pensil dan gulungan kertas benbentuk pensil.

Reptilia merupakan binatang berkulit keras dan kasar, merupakan
contoh bagus untuk latihan menggambar tekstur kulit. Upayakan
gambar kita memperlihatkan kesan keras dan kasar permukaan kulit,
selayaknya permukaan kulit binatang tersebut. Aturlah tekanan pen-
sil silih berganti. Perhatikan arah arsir pensil yang sesuai dengan arah
lipatan-lipatan pada kulit.

79

80

Dengan banyak melatih menggambar pola teratur pada kulit pe-
nyu dan kura-kura, anak-anak akan dapat meningkatkan cara pan-
dang terhadap bentuk kubah secara tiga dimensi. Termasuk cara me-
letakkan bayang-bayang yang terjadi.

81

Untuk menggambar amfibia tak berekor, terlebih dulu perhatikan
bentuk umum dari hewan ini. Kepala dan badannya dihubungkan de-
ngan leher yang sangat pendek. Jari-jari tangannya masing-masing
berjumlah empat buah. Kaki katak lebih panjang dibandingkan de-
ngan jenis kodok yang hanya berjalan atau melompat pendek. Se-
dangkan jenis katak meloncat jauh.

82

Perhatikan tingkah lakunya, cara berdiri, merayap, dan melompat
ataupun pada saat mengeluarkan suaranya yang khas. Dengan mem-
pelajari ciri-ciri pembeda jenis amfibi tersebut, akan lebih mudah
menggambarnya.

Setelah mengerti bentuk badan binatang ini, gambarlah dalam po-
sisi tertentu. Batasi dan tandai dengan garis bantu untuk meletakkan
kerangka gambar. Buat sketsa dengan proporsi yang benar. Setelah
tampak wajar, barulah isi dengan bayang-bayang untuk membentuk
kedalaman dan pola warna serta tekstur badan.

83

Sertakan juga serangga kupu-kupu sebagai bahan latihan. Bentuk
kupu-kupu yang sedang mengembangkan sayap bagus untuk me-
latih mata membandingkan dua bagian yang simetri, kiri terhadap
kanan atau atas terhadap bawah. Gambarlah bentuk kupu-kupu
yang tampak dari atas. Latih tangan untuk menggambar bagian kiri
dan kanan sayap yang setangkup tanpa menggunakan alat bantu
penggaris maupun jangka. Asahlah keterampilan membedakan ka-
nan dan kiri dari suatu bentuk yang simetris. Awali dengan bentuk
huruf T, kemudian batasi kiri dan kanan dengan jarak yang sama dari
tengah.

84

85

Perhatikan perbedaan antara jenis kupu-kupu dan ngengat.
Supaya gambar kupu-kupu lebih baik lagi, ada baiknya perhatikan
pola pembuluh darah dan pola pewarnaan sayap.

86

Tentukan juga tinggi kupu-kupu. Selanjutnya perkirakan kemi-
ringan sayap kiri dan kanan. Setelah bentuk dasar selesai, maka po-
la sayap dapat dilengkapi. Gunakan kupu-kupu sebenarnya untuk
menggambar variasi bentuk dan pewarnaannya Meskipun bagian ki-
ri merupakan bayangan cermin dari bagian kanan, tidak perlu tepat
sama sekali polanya. Abaikan hal-hal yang tidak penting atau terlalu
kecil, konsentrasikan saja pada bentuk sayap dan pola warna yang
besar. Tidak perlu risau apabila hasilnya tidak setangkup benar.

Berbagai jenis kelelawar baik untuk latihan menggambar binatang
berbulu pendek. Permukaan tubuhnya tidak mengilap sebagaimana
binatang berkulit licin sehingga dapat diwarnai dengan arsir pensil ke-
seluruhan secara tipis dan merata. Sedangkan bagian gelapnya adalah
untuk memberikan efek kedalaman atau membentuk lengkungan
dan lipatan.

87

Demikian juga membuat gambar hewan mamalia berbulu pendek
lainnya. Awali dengan sketsa awal yang benar. Batasi dengan bebe-
rapa garis bantu. Lanjutkan dengan arsir untuk bagian bayang-ba-
yang sehingga membentuk kedalaman.

Ada kalanya kita tidak perlu menyelesaikan semua gambar, cukup
sampai sketsa saja. Buatlah sebanyak mungkin gambar hingga taraf
sketsa saja, lalu perhatikan keseimbangan bentuk dasarnya. Amati pro-
porsi antara kepala, badan, dan anggota geraknya. Tambahkan sedikit
coret-coret mewakili bayang-bayang, kemudian perhatikan lagi hal-
hal tadi. Bila tidak terlihat janggal, maka gambar bisa dilanjutkan ke
tahap selanjutnya.

Karena sketsa sangat penting, maka berlatihlah membuat seba-
nyak mungkin sketsa dengan cepat. Selanjutnya gambar-gambar be-
rikutnya merupakan hasil dari bentuk-bentuk latihan yang dapat kita
tiru.

88

89

90

91

92

93

94


Click to View FlipBook Version