The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Aufa Rafiqi, Grandeza Wasis Saputro, NAnda Sudarman

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2024-01-10 02:24:01

Belajar Algoritma Pemrograman dengan Python

Aufa Rafiqi, Grandeza Wasis Saputro, NAnda Sudarman

Keywords: belajar,algoritma,python,pemrograman

1


i KATA PENGANTAR Pertama-tama kami panjatkan rasa syukur atas ke hadirat Allah Subhanallah Wata’la bahwasannya penyusunn buku dengan berjudul “Belajar Algoritma Pemograman Dengan Python” ini dapat diselesaikan. Kerja keras dalam penulisan ini telah membuahkan hasil dengan baik. Buku ini sangat berarti bagi kami untuk mendapatkan nilai dari dosen, semoga buku ini bisa diterima dengan baik oleh dosen. Buku ini sangat dianjurkan untuk kalian yang ingin belajar bahasa pemograman Python. Di dalam pembahasan buku ini kami tidak menggunakan Python tapi menggunakan Google Colab karena bagi yang devicenya tidak ada Python bisa menggunakan Google colab untuk praktek atau percobaan kode. Jangan khawatir, penggunaan kode Python pada Google colab tidak ada perbedaanya. Selain itu, dengan ditulisnya buku ini, berharap akan menambahkan wawasan bagi pembaca tentang algoritman pemograman dan bahasa pemograman python. Dan dalam kesempatan ini kami kami ucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya disampaikan kepada para tim penulis buku ini dan para konstributor materi, akhirnya kami persembahkan buku ini kepada kalian semua. Dan kami juga berterima kasih ke pada dosen yang telah memberika tugas ini kepada kami sehingga dapat melatih kami dan mengasah ke kreatifan kami. Apapun hasil yang telah dicapai merupakan perwujudan kerja keras yang hasilnya bersama-sama dapat kita lihat dan kita nikmati. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita sekalian. Tim Penulis


ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR…………………………………………i DARTAR ISI…………………………………………………ii BAB 1 DASAR ALGORITMA………………………………1 1. Sejarah Algoritma…………………………………..1 2. Definisi Algoritma………………………………….2 3. Perbedaan Algoritma Dan Pemograman……….…..3 4. Algoritma Jantung Ilmu Informatika……….………4 5. Mekanisme Pelaksanan Algoritma Oleh Pemroses...5 6. Penyajian Algoritma………………..………………9 BAB 2 DASAR PEMOGRAMAN………………………….16 7. Sejarah Bahasa Pemograman……………………...16 8. Definisi Pemograman……………………………..18 9. Jenis-Jenis Pemograman Komputer……………….19 10. Fungsi-Fungsi Bahasa Pemograman………………21 BAB 3 BAHASA PEMOGRAMAN PYTHON……………22 11. Apa Itu Python…………………………………….22 12. Sejarah Python…………………………………….23 13. Keunggulan Bahasa Pemograman Python………...23 14. Install Python di Windows………………………...24 15. Install Python di Linux……………………………25 16. Mengenal Tipe Data di Python……………………26


iii 17. Operator Python…………………………………...27 18. Prioritas Eksekusi Operator Python……………….37 19. Pemilihan Kondisi di Python……………………...38 20. Menyusun Perulangan (For dan While)…………...43 BAB 4 VARIABEL DAN TIPE DATA DALAM PYTHON……………………………………………..51 21. Variabel……………………………………………51 22. Tipe Data………………………………………….53 BAB 5 INPUT DAN OUTPUT……………………………..57 23. Penjelasan Input Dan Output……………………...57 24. Penggunaan Input Dan Output Pada Python……...58 25. Cara Menampilkan Input………………………….59 26. Cara Memanggil Output…………………………..60 27. Menggunakan String Format Cara Lama…………61 BAB 6 STRUKTUR KONTROL PERCABANGAN……..62 28. Percabangan……………………………………….62 29. Perintah If…………………………………………63 30. Perintah If-Else……………………………………65 31. Perintah If-Elif-Else……………………………….66 32. Perintah If Bersarang (Nested If)………………….68 BAB 7 STRUKTUR KONTROL PERULANGAN………..71 33. Apa Itu Perulangan?................................................71 34. Perintah For……………………………………….71 35. Perintah While…………………………………….74 36. Apa Itu Array……………………………………...77


iv 37. List………………………………………………...77 38. Dictionary…………………………………………79 39. Tuple………………………………………………81 BAB 9 FUNGSI……………………………………………...83 40. Apa Itu Fungsi…………………………………….83 41. Membuat Fungsi Pada Python…………………….83 BAB 10 PYTHON LYBRARY……………………………..86 42. Pendahuluan……………………………………….86 43. Pustaka Dasar……………………………………...86 44. Pustaka Penanganan String………………………..89 BAB 11 PEMOSRESAN FILE……………………………..93 45. Pendahuluan……………………………………….93 46. Membaca File……………………………………..94 47. Menulis File Dengan Python……………………...96 DAFTAR PUSTAKA……………………………………….100


1 DASAR ALGORITMA 1. Sejarah Algoritma Ditinjau dari asal-usul katanya, kata algoritma mempunyai sejarah yang cukup aneh. Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan algorist jika Anda menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Asal kata ‘Algoritma’ muncul dari ‘Algoritmi’ bentuk latin dari al-Khwarizmi, matematikawan, ahli astronomi, dan ahli geografi dari Persia. Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-khuwarizmi, orang barat membaca nama Al-Khuwarizmi menjadi algorism. Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering keliru dengan arithmetic, sehingga akhiran-sm berubah menjadi-thm oleh orang barat. Al-Khuwarizmi juga menulis kitab al jabr w’al-muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra) yang di mana buku tersebut dibuat pada BAB 1


2 sekitar tahun 825 M. karena menghitung dengan Bahasa arab sudah menjadi hal yang biasa, maka perlahan kata algorithm berubah secara berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum yang mengakibatkan kehilangan makna kata aslinya. Dalam Bahasa Indonesia kata algorithm diartikan dan diserap menjadi algoritma. 2. Definisi Algoritma “Algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah pemograman komputer yang di urutkan secara logis dan sistematis yang berarti algoritma harus mengikuti urutan tertentu tidak boleh melompat-lompat”. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai benar atau salah, serta kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan yang memiliki langkah untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dengan langkah yang logis. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan (input) yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma tersebut, kalau memberikan keluaran yang salah, berarti algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik dan tidak logis. Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah


3 yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya memiliki pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya. Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan hasil atau keluaran yang cepat dan tepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin buruklah algoritma tersebut. Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang samadan tpat. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat. 3. Perbedaan Algoritm Dan Pemograman Program merupakan sekumpulan pernyataan komputer, sedangkan algoritma merupakan metode tahapan sistematis dengan logis dalam program tersebut. Program ditulis atau dibuat dengan menggunakan Bahasa pemograman. Jadi kesimpulannya bisa disebut bahwa pemograman adalah suatu implementasi dari bahasa pemograman. Wirth (1997) menyatakan dalam bukunya: Algoritma + Struktur Data = Program


4 Struktur data dan algoritma memiliki hubungan yang sangat erat pada sebuah program. Meskipun algoritma terlihat baik namuntidak memiliki struktur data yang tepat maka pemograman tersebut akan menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya. 4. Algoritma Jantung Ilmu Informatika Algoritma merupakan jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu komputer yang mengarah ke dalam terminology algoritma. Pada kenyataannya tidak, jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-hari juga memiliki proses algoritma. Langkah-langkah atau cara pembuatan kue atau masakan yang dituangkan kedalam resep juga disebut dengan algoritma. Pada setiap resep pasti memiliki urutan langkah-langkah pembuatan masakan. Ketika langkah-langkah atau cara pembuatan tersebut tidak logis, maka tidak masakan yang diinginkan tidak ada hasilnya. Seseorang akan mencoba suatu resep masakan maka dia akan membaca resep tersebut dengan satu per satu langkahlangkah pembuatan tersebut lalu ia mengerjakan proses masakan tersebut sesuai apa yang ia baca. Secara umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut dengan pemroses (processor). Pemroses tersebur berupa manusia, robot, komputer atau alat-alat elektronik lainnya. Pemroses akan melakukan suatu proses dengan nengeksekusi algoritma yang menjabarkan proses tersebut dengan teratur dan baik. Algoritma adalah deskripsi dari suatu pola tingkahlaku yang menyatakan secara primitive yaitu


5 aksi-aksi yang didefinisikan sebelumnya dan akan diberi nama dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi dapat bekerja sehingga dapat menyebabkan kejadian yang dapat menyelesaikan. Membuat algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam algoritma tersebut, pemroses mengerjakan proses seusai dengan algoritma yang diberikan kepadanya dengan logis dan teratur. Seorang koki atau juru masak membuat kue berdasarkan resep kue tersebut berdasarkan apa yang diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu berdasarkan papan not balok yang diberikan. Karena itu suatu algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang mudah dipahami dan dimengerti oleh pemroses. Jadi kesimpulannya pemroses harus mengerti setiap langkah-langkah dalam algoritma yang diberikan dan mengerjakan operasi yang bersusunan atau teratur dengan langkah tersebut. 5. Mekanisme Pelaksanaan Algoritma Oleh Pemroses Komputer merupakan alat untuk pemroses algoritma, agar algoritma dapat dilaksanakan oleh komputer maka dari itu algoritma harus ditulis dalam notasi Bahasa pemograman sehingga dinamakan program. Algoritma memiliki ciri-ciri, hal ini dikemukakan oleh Donald E. Knuth, seorang penulis beberapa buku algoritma abad XX, menyatakan bahwa ada beberapa ciriciei algoritma, sebagai berikut:


6 1. Algoritma mempunyai awal dan akhir. Suatu algoritma harus berhenti setelah mengerjakan serangkaian tugas atau dengan kata lain suatu algoritma memiliki langkah yang terbatas. 2. Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat sehingga tidak memiliki arti ganda (not ambiguous). 3. Memiliki masukan (input) atau kondisi awal. 4. Memiliki keluaran (output) atau kondisi akhir. 5. Algoritma harus efektif; bila diikuti benar-benar akan menyelesaikan persoalan. Sifat Algoritma berdasarkan ciri algoritma yang dipaparkan oleh Donald Knuth dan definisi Algoritma maka dapat disimpulkan sifat utama suatu algoritma, sebagai berikut: 1. input: Suatu algoritma memiliki input atau kondisi awal sebelum algoritma dilaksanakan dan bisa berupa nilai-nilai pengubah yang diambil dari himpunan khusus. 2. output: Suatu algoritma akan menghasilkan output atau keluaran setelah dilaksanakan, algoritma akan mengubah kondisi awal menjadi kondisi akhir, di mana nilai output diperoleh dari nilai input yang telah diproses melalui algoritma. 3. Definiteness: Langkah-langkah yang dibuat dalam algoritma terdefinisi dengan jelas dan teratur dengan logis sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna algoritma atau user. 4. Finiteness: Suatu algoritma harus menghasilkan kondisi akhir atau output setelah melakukan sejumlah langkah


7 yang terbatas jumlahnya untuk setiap kondisi awal atau input yang diberikan. 5. Effectiveness: Setiap langkah dalam algoritma akan dilaksanakan dalam beberapa waktu tertentu sehingga pada akhirnya algoritma tersebut memberikan solusi atau output sesuai yang diharapkan oleh pengguna algoritma. 6. Generality: Langkah-langkah algoritma berlaku untuk setiap himpunan input yang sesuai dengan persoalan yang akan diberikan, tidak hanya untuk himpunan tertentu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma: Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik. Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum. Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan


8 oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocode dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi mesin yang menjalannya. Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman. Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman. Dalam pembuatan algoritma juga mempunyai banyak keuntungan, yaitu: Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya. Notasi algoritma juga dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman. Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama karena algoritmanya sama. Dalam kenyataannya setiap orang bisa membuat algoritma dengan cara yang berbeda untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupunterjadi perbedaan dalam menyusun


9 algoritma yang pastinya kita mengharapkan hasil dan keluaran yang sama. Maka dari itu carilah algoritma yang paling efisien dan cepat. Perhatikan algoritma sederhana berikut: Jika kita ingin memasak nasi goreng langkah yang harus dilakukan adalah : 1. Panaskan margarin sampai leleh, masak telur orak-arik lalu sisihkan. 2. Tambahkan minyak goreng dan bumbu halus, aduk rata, masak hingga harum. 3. Masukkan nasi ke dalam adonan telur dan bumbu, aduk rata. Tambahkan daun bawang, aduk kembali. 4. Sajikan bersama topping tomat ceri dan kerupuk juga sedikit hiasan daun seledri juga irisan cabai merah. Algoritma menghitung luas persegi Panjang : 1. Masukkan panjang (P) 2. Masukkan Lebar (L) 3. Luas P * L 4. Tulis luas 6.Penyajian Algoritma Algoritma dapat disajikan dengan du acara atau Teknik yaitu Teknik tulisan dan teknik gambar. Teknik tilisan biasanya


10 munggunakan metode structure English dan pseudocode, sedangkan teknik gambar menggunakan diagram alir (flow chart). Structure English merupakan alat yang cukup efisien untuk membuat atau menggambarkan algoritma. Basis dari structure English adalah Bahasa inggris, tetapi juga dapat digunakan Bahasa Indonesia, sedangkan pseudocode merupakan kode yang mirip dengan kode pemograman yang sebenarnya. Pseudocode dibagi menjadi dua bagian yaitu pseudo dan code, pseudo yang berarti imitasi/mirip/menyerupai dan code yang berarti program. Pseudocode berbasis pada kode pemograman yang sebenarnya seperti Python, C, C++, Pascal, dll. Flowchart memiliki terjemahan ke Bahasa Indonesia yang berarti diagram alir, dari dua kata ini dapat kita bayangkan bahwa flowchart itu memiliki bentuk diagram yang di mana bentuknya seperti dapat mengalirkan sesuatu. Hal ini memanglah benar flowchart memang menggambarkan suatu aliran kegiatan dari awal hingga akhir mengenai suatu langkah-langkah dalam penyelesaian suatu masalah. Masalah tersebut bisa bermacammacam, mulai dari masalah yang sederhana sampai yang kompleks. Masalah yang kita pelajari tentu saja masalah pemrograman dengan menggunakan komputer, tetapi secara logika dapat kita awali dengan mengamati permasalahan dalam kehidupan sehari-hari kita. Contoh sederhananya adalah masalah menambal ban sepeda yang bocor. Dalam menambal ban sepeda yang bocor, tentu saja diperlukan langkah-langkah yang berurutan agar hasilnya dapat sesuai dengan apa yang kita inginkan. Demikian halnya dalam memprogram, diperlukan suatu algoritma (urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis) agar program yang kita buat dapat


11 berjalan dan memberikan hasil yang valid. Maka dari itu, untuk merepresentasikan algoritma itulah kita gunakan flowchart. Flowchart biasanya dipelajari pada saat kita mulai mempelajari pemrograman. Mengapa demikian? Hal ini tak lain karena dengan mempelajari flowchart, kita diharapkan dapat berfikir secara logis, dapat menentukan komponen program (input dan output), serta memahami alur program. Flowchart merupakan teknik yang memudahkan kita dalam memprogram, dalam hal ini memudahkan dalam arti mengantisipasi agar tak ada komponen program yang tertinggal. Berikut merupakan beberapa contoh simbol flowchart yang disepakati oleh dunia pemrograman: Simbol Input Simbol input digambarkan dengan bangun jajar genjang. Simbol ini digunakan untuk melambangkan kegiatan penerimaan input. Dalam simbol ini, kita dapat menuliskan input yang diperlukan pada suatu waktu secara satu per satu maupun secara keseluruhan, tetapi biasanya input yang dimasukkan pada suatu waktu, dituliskan bersamaan secara keseluruhan dengan tujuan efisiensi ruang gambar. Simbol Proses Simbol proses digambarkan dengan bangun persegi panjang. Simbol ini digunakan untuk melambangkan kegiatan pemrosesan


12 input. Dalam simbol ini, kita dapat menuliskan operasi-operasi yang dikenakan pada input, maupun operasi lainnya. Sama seperti aturan pada simbol input, penulisan dapat dilakukan secara satu per satu maupun secara keseluruhan. Simbol Output Simbol ini digunakan untuk melambangkan kegiatan penampilan output. Dalam simbol ini, kita dapat menuliskan semua output yang harus ditampilkan oleh program. Sama seperti aturan pada dua simbol sebelumnya, penulisan dapat dilakukan secara satu per satu maupun secara keseluruhan. Simbol Percabangan Simbol percabangan digambarkan dengan bangun belah ketupat. Simbol ini digunakan untuk melambangkan percabangan, yaitu pemeriksaan terhadap suatu kondisi. Dalam simbol ini, kita menuliskan keadaan yang harus dipenuhi. Hasil dari pemeriksaan dalam simbol ini adalah “YES” atau “NO”. Jika pemeriksaan menghasilkan keadaan benar, maka jalur yang harus dipilih adalah jalur yang berlabel Yes, sedangkan jika pemeriksaan menghasilkan keadaan salah, maka jalur yang harus dipilih


13 adalah jalur yang berlabel No. Berbeda dengan aturan pada tiga simbol sebelumnya, penulisan keadaan dilakukan secara satu per satu. Simbol Garis Alir Simbol garis alir atau flow lines digambarkan dengan anak panah. simbol ini digunakan untuk menghubungkan setiap langkah dalam flowchart dan menunjukkan kemana arah aliran diagram. Anak panah ini harus mempunyai arah dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Simbol Terminator Terminator berfungsi untuk menandai awal dan akhir dari suatu flowchart. Simbol ini biasanya diberi label START untuk menandai awal dari flowchart, dan label STOP untuk menandai akhir dari flowchart. Jadi dalam sebuah flowchart pasti terdapat sepasang terminator yaitu terminator start dan stop. Simbol Konektor


14 Simbol konektor digunakan untuk menghubungkan suatu langkah dengan langkah lain dalam sebuah flowchart dengan keadaan on page atau off page. On page connectordigunakan untuk menghubungkan suatu langkah dengan langkah lain dari flowchart dalam satu halaman, sedangkan off page connector digunakan untuk menghubungkan suatu langkah dengan langkah lain dari flowchart dalam halaman yang berbeda. Connector ini biasanya dipakai saat media yang kita gunakan untuk menggambar flowchart tidak cukup luas untuk memuat gambar secara utuh, jadi perlu dipisahpisahkan. Dalam sepasang connector biasanya diberi label tertentu yang sama agar lebih mudah diketahui pasangannya. Contoh menghitung luas segitiga menggunaan flowchart -Membaca data dengan menginputkan secara tidak langsung


15 -Membaca data dengan menginputkan secara tidak langsung


16 DASAR PEMOGRAMAN 7. Sejarah Bahasa Pemograman Dibuat Kita pasti sudah tau bahwa sebuah aplikasi diciptakan dari codingan seorang programmer dengan menggunakan bahasa pemograman. Layaknya seperti filsuf yang bertanya akan alam semesta, pasti kalian berfikir darimana terciptanya atau datangnya bahasa pemograman? Terciptanya bahasa pemograman bersamaan dengan sejarah terciptanya mesin dan komputer. Pada awal mulanya bahasa pemograman bermulai dari Antikythera. Antikythera merupakan kalkulator yang berasal dari Yunani kuno yang bekerja menggunakan tuas dan konfigurasi untuk menjalankannya. Ismail Al-jazari, seorang ilmuan muslim yang membangun sebuah mesin bernama Automata pada tahun 1200an, yaitu sebuah robot burung merak yang cara kerjanya bergerak menggunakan hydropower(aliran air). Pada tahun 1822 merupakan munculnya pertama kali bahasa pemograman, mesin yang bernama Difference Engine merupakan mesin yang diciptakan oleh Charles Babbage, yaitu seorang mahasiswa yang berasal dari universitas Cambridge Inggris. Namun mesin yang bernama Difference Engine hanya dapat mengeluarkan output saja. Pada tahun 1849, setelah 10 tahun mesin itu dibuat Charles mengembangkan mesin pengolah data itu menjadi versi kedua BAB 2


17 kemudian hasli yang dicapai oleh Charles diteruskan oleh anaknya yang bernama Henry Prevost. Ia hanya membuat kopian dari hasil apa yang diperhitungkan algoritma mesin tersebut dan mengiirim ke berbagai institusi di dunia. Dan kemudian George Boole menemukan system logika pada tahun 1854 yang dimana logika ini mampu menyatakan hubungan-hubungan yang lebih besar, lebih kecil, sama dengan dan tidak sama dengan. Pengembangan logika itu terus menerus samakin berkembang dari tahun ketahun sehingga pada tahun 1935 seorang ilmuan yang berasal dari jerman yang bernama Konrad Zuse membuat sebuah mesin kalkulator biner yang bernama Z-1. Dan disusul pada tahun 1939 Zuse dipanggil untuk mengapdi di kemiliteran untuk membuat Z-2, Z-3 kemudian dilanjutkan Z-4. Kemudian Zuse melakukan penelitian lagi dan pada tahun 1945 ia menciptakan bahasa pemograman tingkat tinggi pertama di dunia yaitu Plankalkul (plan kulkulus). Dengan hal itu terbukti bisa menciptakan mesin catur komputer pertama di dunia. Masih banyak lagi sejarah perkembangan logika itu atau bahasa pemograman, bahasa pemograman akan terus berevolusi menjadi semakin mudah untuk digunakan seiring perkembangan jaman. 8. Definisi Pemograman Pemograman didefinisikan sebagai proses yang lengkap, dimulai dari menulis kode pemograman, menguji sebuah kode program, hingga dapat memperbaiki debug yang muncul pada


18 saat pemograman, serta memelihara kode pemograman yang telah dibagun melalui sebuah system update software. Tujuan utama dari pemograman yaitu untuk membuat sebuah program atau arahan dari user yang bisa dicerna oleh komputer, sehingga perangkat komputer dapat melakukan sebuah perhitungan serta menyelesaikan pekerjaan lain sesuai apa yang diinginkan oleh user. Biasanya untuk melakukan aktivitas pemograman atau coding ini, kita akan dituntut untuk mempunyai keterampilan yang kuat dan mendalam untuk menguasai bidang-bidang tertentu, seperti menguasai bahsa pemograman, algoritma, pengetahuan matematika seta logika. Hal itulah yang harus anda kuasai dan menyimbangkan pengetahuan tersebut dalam benak dan diri anda terlebih dahulu untuk mempelajari bahasa pemrograman komputer. 9. Jenis-Jenis Pemograman Komputer Setelah memahami tentang perkembangan dan pengertian pemograman, kalian juga harus memahami apa saja jenis-jenis pemograman yang sering digunakan untuk menyusun sebuah system komputer. Ada banyak sekali jenis pemograman komputer, setiap jenis-jenis pemograman memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Memahami jenis-jenis pemograman komputer akan memberikan anda gambaran langsung terkain pekerjaan umum seorang programmer.


19 Berikut ini merupakan jenis-jenis pemograman system komputer yang biasa dilakukan oleh seorang programmer: Pemograman web Tahukah kalian bahwa website dibentuk menggunakan sistem pemograman? Kebanyakan orang awam mungkin tidak pernah menyadari bahwa website yang sering mereka kunjungi dibuat dari beragam jalinan saintaks bahasa pemograman yang berbeda-beda. Dibalik tampilan cantik dan kemudahan sebuah website, ada beraneka bahasa pemograman web yang harus kalian kuasai jika kalian tertarik untuk menjadi seorang programmer website. Pemograman Aplikasi Jenis pemograman aplikasi ini lebih berfokus pada hasil untuk menyusun sebuah aplikasi yang dapaat digunakan. Para developer yang bekerja dibidang pengembangan atau pembuatan aplikasi akan selalu berorientasi pada sistem terbaik yang bisa digunakan untuk menciptakan aplikasi yang baik dengan daya kegunaaan yang tinggi. Sehingga produk ciptaan para developer bisa mengatasi beragam pekerjaan ataupun masalah lainnya. Maka dari itu pemograman aplikasi hanya berfokus pada satu tujuan saja. Misalanya aplikasi WhatsApp hanya berfokus pada aplikasi untuk komunikasi.


20 Pemograman Sistem operasi (OS) Pemograman sitem komputer bisa dikatakan sebagai komponen yang sangat penring karena digunakan sebagai jenis pemograman yang akan membentuk sebuah perangkat pada komputer. Sistem operasi harus di instalasi dulu pada sebuah perangkat komputer bertujuan untuk, agar sistem operasi bisa berfungsi dengan baik. Jika tidak ada sistem operasi pada sebuah komputer maka seluruh perangkat tidak bisa memiliki fungsi apapun. Contoh sistem operasi yang sering digunakan adalah: windows, Android, iOS, Linux, dan lain-lain. Untuk pada personal computer (PC) sistem operator adalah Windows karena banyak sekali jenis komputer dan PC yang menggunakan sistem operasi bawaan Windows. Sedangkan sistem operasi untuk smartphone yang sering digunakan atau paling popular saat ini adalah Android dan iOS. Pemograman Game Pemograman game merupakan jenis pemograman yang paling sulit karena kita harus menggabungkasn antara desain visual dan juga sintaks untuk menjalankan algoritmanya. Game harus memiliki alur cerita yang menarik serta jelas terkait bagaimana proses permainan, apa saja karakter dalam sebuah game, dan apa saja jenis tantangan yang disajikan dalam sebuah game.


21 10. Fungsi-Fungsi Bahasa pemograman Secara umum fungsi dari bahasa pemograman adalah sebagai media untuk menyalurkan perintah dari seorang programmer untuk memproses data. Perintah yang diberikan oleh seorang programmer harus sesuai dan bisa dimengerti oleh mesin. Itulah fungsi utama bahasa pemograman. Namun masih ada fungsi lainnya dari bahasa pemograman yaitu sebagai media penyusun untuk mengembangkan sebuah sistem dan untuk media komunikasi antara programmer dengan komputer.


22 BAHASA PEMOGRAMAN PYTHON 11. Apa Itu Python? Python adalah bahasa pemograman interpreatif yang dianggap mudah dipelajari serta berfokus pada keterbacaan kode. Dengan kata lain python diklaim sebagai bahasa pemograman yang memiliki kode-kode pemograman yang sangat jelas dan mudah dipahami, lengkap, dan mudah. Python secara umum berbentuk pemograman berorientasi objek, pemograman imperetatif, dan pemograman fungsional. Python juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi. Dan juga python memiliki lisensi yang dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas oleh siapapun, bahkan untuk para developer yang menggunakan bahasa ini untuk kepentingan komersial. 12. Sejarah Python Python dikembangkan oleh Guido Van Rossum pada tahun 1990 di CWI Amsterdam, yaitu seorang programmer BAB 3


23 berkelahiran belanda. Python merupakan kelanjutan dari bahasa pemograman ABC. Nama python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaannya pada acara televisi Monty Python’s Flying Circus. Dan pada saat ini pengembangan python terus dilakukan oleh sekelompok programmer yang dikoordinasi oleh Guido dan Python Software Foundation. 13. Keunggulan Bahasa Pemograman Python Keunggulan yang dimiliki bahasa pemograman python sehingga bahasa pemograman python banyak digunakan dibandingkan bahasa pemograman yang lainnya, adalah: Python mempunyai konsep desainnya yang sangat sederhana dan bagus, bahasa pemograman ini berfokus dengan kemudahan penggunanya. Kode dalam pemograman Python dirancang semudah mungkin supaya lebih mudah membacanya dan mempelajarinya. Dan kelebihan bahasa pemograman Python adalah, Python bisa mendukung berbagai pemograman yang berorientasi kepada objek serta pempograman secara fungsional. Python juga meningkatkan segala produktivitas dan juga menghemat waktu untuk para programmer. Program yang tertulis menggunakan bahasa python bisa di jalankan pada semua jenis sistem operasi seperti Windows, Unix, Mac OS x, dan lain sebagainya. Dan bahasa pemograman Python bisa digunakan untuk peranglat-perangkat di mobile. Python juga mempunyai berbagai dukungan pustaka dan dikembangkan serta dirancang oleh pihak ketiga, contohnya seperti para pustaka dengan kegunaan pengembangan web, sera pengembangan aplikasi


24 secara visual basis GUI, melakukan pengembangan permainan komputer atau game, dan juga banyak yang lainnya. Bahasa pemograman juga memiliki sifat gratis atau bisa didapatkan secara bebas atau free juga open source, walaupun bahasa pemograman python digunakan dalam kepentingan secara komersial. 14. Install python di Windows http://www.python.org/download masuk ke link tersebut kemudian unduh python untuk windows. Setelah selesai atau berhasil mengunduh, klik dua kali installer tersebut dan ikuti alurnya sampai selesai. Setelah berhasil biasanya hasil instalasi Python disimpan di direktori C:/PythonX.X dimana X.X adalah versi dari python yang digunakan. Kemudian agar python bisa dieksekusi di cmd, akses Control Panel → System → Advanced → Environment Variables → Klik variabel yang dinamakan PATH di bagian System Variables kemudian pilih dan edit, tambahkan ;C\PythonX.X tanpa tanda petik. Kemudian tekan OK, dan siap dijalankan di cmd.


25 15. Install Python di Linux http://www.python.org/download masuk ke link tersebut kemudian unduh python untuk Unix/Linux. Unduh source code Python yang dibungkus oleh zip dan ikuti alur pengunduhannya. Setelah diunduh kemudian ekstrak installer tersebut. Kemudian masuk kedirektori installer Python. Jika ada pengaturan khusus yang diinginkan, edit file Modules/Setup pada installer. Jika pengaturan sudah sesuai jalankan perintah ./configure. Hal ini dilakukan untuk konfigurasi installer Python pada sistem operasi kita. Setelah konfigurasi beres, jalankan perintah make untuk meng-compile installer Python. Setelah itu baru jalankan perintah make install untuk memulai proses instalasi. File ekskeusi Python akan diinstall di /usr/local/bin dan library nya diinstall di /usr/local/bin/pythonX.X. Kemudian jangan lupa untuk lakukan pengaturan path agar bisa 2 dieksekusi di shell. Berikut adalah beberapa pengaturan path pada beberapa shell : • Pengaturan path di shell bash : export PATH = “$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter • Pengaturan path di shell csh : setenv PATH = “$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter • Pengaturan path di shell ksh : PATH = “$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter Selain menggunakan source code Python dan penginstallan secara manual seperti cara diatas. Kamu juga bisa menginstall


26 Python melalui packet manager jika sistem operasi yang anda gunakan mendukung fitur tersebut seperti Ubuntu, dan Fedora. 16. Mengenal Tipe Data di Python Dalam bahasa pemograman Python, terdapat beberapa tipe data yang unik bila dibandingkan dengan bahasa pemograman yang lainnya seperti Java,C,C++,C#, dan lainnya. Tiipe data pada bahasa pemograman Python adalah sebagai berikut: • Booelan, contohnya seperti True and False • Complex, pasangan angka real dan imajiner misalnya 2+8j • Date, bilangan yang dapat dikonversi menjadi format tanggal, misalnya 31-12-2020 • Float, bilangan yang mempunyai koma, misalnya 3.14, 6,13, 7,19 • Hexadecimal, bilangan dalam format heksa, misalnya 8b, 2d4 • Integer, bilangan bulat, misalnya 10, 20, 30, 15 • Long, bilangan bulat yang panjang, misal 123456789123456789L • None, data yang tidak terdefinisi tipe data apapun • String, data yang berisi kalimat. Bisa dibentuk dengan diapit tanda ' dan ', atau diapit “ dan “, atau diapit “”” dan “”” untuk membentuk paragraf.


27 • List, sebuah data berupa untaian yang menyimpan berbagai tipe data dan isinya bisa diubah • Tuple, sebuah data berupa untaian yang menyimpan berbagai tipe data tapi isinya tidak bisa diubah • Dictionary, sebuah data berupa untaian yang menyimpan berbagai tipe data berupa pasangan penunjuk dan nilai • Objek, sebuah data yang berisi atribut dan method 17. Operato Python Selain tipe data diatas, terdapat juga beberapa operator untuk pemrosesan data di bahasa pemograman Python. Berikut merupakan operator yang ada di Python : 1. Aritmatika Operator Penjelasan Contoh + Penjumlahan, menambahkan dua buah operator a, b = 15, 7 hasil = a+b # hasil akan 22 Print “hasil” : “, hasil - Pengurangan, mengurangkan operan disebelah kiri operator dengan operan di sebelah kanan operator a, b = 15-5 hasil = a-b #hasil akan 10 Print “hasil : “, hasil


28 * Perkalian, menghasilkan operan di sebalah kiri dengan operan di sebelah kanan operator a, b = 7*5 hasil = a*b #hasil akan 35 print “hasil : ‘, hasil / Pembagian, membagi operan di sebelah kiri dengan operan disebelah kanan operator a, b = 10, 2 hasil = a / b # hasil akan 5 print “hasil : “, hasil % Modulus, mendapatkan sisa pembagian dari operan di sebelah kiri operator ketika dibagi oleh operan di sebelah kanan a, b = 11, 2 hasil = a % b # hasil akan 1 print “hasil : “, hasil ** Pemangkatan, memangkatkan operan disebelah kiri operator dengan operan di sebelah kanan operator a, b = 11, 2 hasil = a ** b # hasil akan 121 print “hasil : “, hasil // Pembagian bulat, prosesnya sama seperti pembagian. Hanya saja angka dibelakang koma dihilangkan a, b = 11, 2 hasil = a // b # hasil akan 5 print “hasil : “, hasil 2. Perbandingan Operator Penjelasan Contoh Memeriksa apakah kedua nilai yang dibandingkan a, b,= 6, 5


29 != sama atau tidak. Jika tidak sama akan dikembalikan nilai True jika sama akan dikembalikan nilai False. # hasil akan True print “hasil : “, a != b c = 6 # hasil akan False print “hasil : “, a != c <> Fungsinya sama dengan operator != a, b,= 9, 8 # hasil akan True print “hasil : “, a <> b c = 9 # hasil akan False print “hasil : “, a <> c >= Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri operator lebih besar dari nilai di sebelah kanan operator atau memiliki nilai yang sama a, b = 10, 2 c = 10 # hasil akan True print “hasil : “, a >= b # hasil akan True print “hasil : “, a >=c # hasil akan False print “hasil : “, b >= a


30 <= Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri operator lebih kecil dari nilai di sebelah kanan operator atau memiliki nilai yang sama a, b = 8, 7 c = 8 # hasil akan False print “hasil : “, a <= b # hasil akan True print “hasil : “, a <= c # hasil akan True print “hasil : “, b <=a > Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri operator lebih besar dari nilai di sebelah kanan operator a, b = 10, 5 # hasil akan True print “hasil : “, a > b < Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri operator lebih kecil dari nilai di sebelah kanan operator a, b = 3, 6 # hasil akan True print “hasil : “, a < b 3. Penugasan Operator Penjelasan Contoh = Mengisikan nilai di sebelah kanan operator ke nilai di sebelah kiri operator a = 15 # hasil akan 15 print a b = 20 # hasil akan 20 print b


31 -= Mengurangi operan sebelah kiri operator dengan operan sebelah kanan operator kemudian hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri a, b,= 10, 8 # hasil akan 2 sma dgn a = a – b a -= b print “hasil : “, a += Menambahkan operan sebelah kiri operator dengan operan sebelah kanan operator kemudian hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri a, b,= 13+2 # hasil akan 15 sma dgn a = a + b a += b print “hasil : “, a *= Mengalikan operan sebelah kiri sebelah kanan operator kemudian hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri operator dengan operan a, b,= 10, 3 # hasil akan 30 sma dgn a = a * b a *= b print “hasil : “, a /= Membagi operan sebelah kiri operator dengan operan sebelah kanan operator kemudian hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri a, b,= 9, 3 # hasil akan 3 sma dgn a = a / b a /= b print “hasil : “, a Mengambil sisa bagi dari operan sebelah kiri operator dengan operan sebelah kanan a, b,= 10, 4


32 %= operator kemudian hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri # hasil akan 2 sma dgn a = a % b a %= b print “hasil : “, a **= Memangkatkan operan sebelah kiri operator dengan operator sebelah kanan operator kemudian hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri a, b=10, 2 #hasilnya akan 100 sma dgn a=a ** b a ** =b print “hasil : :, a //= Membagi bulat operan sebelah kiri operator dengan operan sebelah kanan operator kemudian hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri a, b,= 10, 4 # hasil akan 2 sma dgn a = a // b a //= b print “hasil : “, a 4. Biner Operator Penjelasan Contoh & Operator biner AND, memeriksa apakah operan di sebelah kiri dan operan sebelah kanan mempunyai angka biner 1 di setiap bit. Jika keduanya bernilai 1 a, b = 13, 37 # a akan bernilai '0000 1101' # b akan bernilai '0010 0101'


33 maka bit hasil operasi akan bernilai 1 c = a & b # c akan bernilai 5 = '0000 0101' print c | Operator biner OR, memeriksa apakah operan di sebelah kiri dan operan sebelah kanan mempunyai angka biner 1 di setiap bit. Jika salah satunya bernilai 1 maka bit hasil operasi akan bernilai 1 a, b = 13, 37 # a akan bernilai '0000 1101' # b akan bernilai '0010 0101' c = a | b # c akan bernilai 45 = '0010 1101' print c ^ Operator biner XOR, memeriksa apakah operan di sebelah kiri dan operan sebelah kanan mempunyai angka biner 1 di setiap bit. Jika keduanya bernilai 1 maka bit hasil operasi akan bernilai 0 a, b = 13, 37 # a akan bernilai '0000 1101' # b akan bernilai '0010 0101' c = a ^ b # c akan bernilai 40 = '0010 1000' print c


34 ~ Operator biner Negative, membalik nilai bit. Misal dari 1 menjadi 0, dari 0 menjadi 1 I 1 a, b = 13, 37 # a akan bernilai ‘0000 1101 # b akan bernilai ‘0010 0101’ << Operator penggeser biner ke kiri, deret bit akan digeser ke kiri sebanyak n kali a, b = 13, 37 # a akan bernilai ‘0000 1101’ # b akan bernilai ‘0010 0101’ # hasil bernilai 52 = ‘’0011 0100’ print a << 2 # hasil bernilai 148 = ‘1001 0100’ print b << 2 >> Operator penggeser biner ke kanan, deret bit akan digeser ke kanan sebanyak satu kali a, b = 13, 37 # a akan bernilai '0000 1101' # b akan bernilai '0010 0101'


35 # hasil bernilai 3 = '0000 0011' print a >> 2 # hasil bernilai 9 = '0000 1001' print b >> 2 5. Logika Operator Penjelasan Contoh and Jika kedua operan bernilai True, maka kondisi akan bernilai True. Selain kondisi tadi maka akan bernilai False a, b = True, True # hasil akan True print a and b or Jika salah satu atau kedua operan bernilai True maka kondisi akan bernilai True. Jika keduanya False maka kondisi akan bernilai False a, b = True, False # hasil akan True print a or b print b or a print a or a # hasil akan False print b or b not Membalikan nilai kebenaran pada operan missal jika asalnya true akan menjadi false dan begitupun sebaliknya a, b = True, False #hasil akan True Print not a Print not b


36 6. Keanggotaan Operator Penjelasan Contoh in Memeriksa apakah nilai yang dicari berada pada list atau struktur data python lainnya. Jika nilai tersebut ada maka kondisi akan bernilai True sebuah_list = [1, 2, 3,4 ,5] print 5 in sebuah_list not in Memeriksa apakah nilai yang dicari tidak ada pada list atau struktur data python lainnya. Jika nilai tersebut tidak ada maka kondisi akan bernilai True sebuah_list = [1, 2, 3,4 ,5] print 10 not in sebuah_list 7. Identitas Operator Penjelasan Contoh is Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri operan memiliki identitas memori yang sama dengan nilai di sebelah kanan operan. Jika sama maka kondisi bernilai True a, b = 10, 10 # hasil akan True print a is b Is not Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri operan memiliki identitas memori yang berbeda dengan nilai di sebelah kanan operan. Jika berbeda maka kondisi bernilai True a, b = 10, 5 # hasil akan True print a is not b


37 18. Prioritas Eksekusi Operator Dari sekian banyak operator yang telah dijelaskan di atas, masing-masing operator tersebut memiliki prioritas ketika dieksekusi. Prioritas tersebut makin ke bawah makin akhir untuk dieksekusi ketika dijalankan. Paling atas akan didahulukan dari pada operator lain ketika dieksekusi, sedangkan yang paling bawah akan terakhir ketika dieksekusi: Operator Keterangan ** Aritmatika ~, +, - Bitwise *, /, %, // Aritmatika +, - Aritmatika >>, << Bitwise & Bitwise ^, | Bitwise <=, , >= Perbandingan <>, ==, != Perbandingan =, %=, /=, //=, -=, +=, *=, **= Penugasan is, is not identitas in, not in membership not, or, and logika


38 19. Pemilihan Kondisi di Paython Penggunaan Operator logika (if) Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti selalu menentukan pilihan kita untuk memulai sebuah aksi. “jika siang ini tidak ada tugas maka saya akan tidur siang”, “jika siang ini ada tugas maka saya tidak biasa tidur siang”. Secara tidak sadar itu merupakan pengandaian atau kondisional sudah menjadi bagian dari hidup kalian secara otomatis saat melakukan sebuah tugas. Dalam sebuah pemograman pun demikian ada mekanisme dimana sebuah program akan menentukan aksi sesuai kondisi dari input yang diproses selama program dijalankan. Pemilihan kondisi dalam sebuah program membutuhkan nilai “True” jika aksi yang diinginkan dibawah kondisi tersebut dieksekusi. Jika nilainya “false” maka akan diperiksa lagi kondisi lain yang sesuai atau akan langsung ke bagian program yang tidak memeriksa kondsi. Di bahasa pemograman Pyhon, terdapat beberapa keyword untuk membuat sebuah pemilihan kondisi dlam sebuh program. Ada if, elif, else. Penggunaan if, elif, else tidak menggunakan kurung kurawalatau penutup blok. Sebuah statement akan dianggap blok if jika identitasnya lebih satu tab dari jumlah tab if diatasnya. Penggunaan if akan diawali titik dua baru di bawahnya terdapat kode program yang akan dieksekusi jika kondisi tersebut terpenuhi. Berikut ini merupakan contoh penggunaan if :


39 Ketika dieksekusi hasilnya akan seperti ini : Kondisi diatas adalah bernilai true / benar, dimana nilai x(1) lebih besar dari 0. Sekarang kita ubah kondisi seperti di bawah: Jika kita eksekusikan kode diatas maka python tidak akan menampilkan output apapun, karena kondisi diatas adalah bernilai false atau salah.


40 Penggunaan (else) pada (if) Fungsi else pada if untuk menampung berbagai konfisi yang berlawanan dengan kondisi pada if sebelumnya. Else selalu membutuhkan blok if atau elif diatasnya karena tanpa kedua keyword tadi, else tidak akan bisa digunakan. Berikut contoh penggunaanya : Jika kode tersebut dijalankan atau dieksekusi hasilnya akan seperti ini : Sebaliknya, mari kita ubah nilai x menjadi 15 :


41 Maka hasilnya akan seperti ini : Maka Python menjalankan statemen yang terdapat dalam blok else yang berarti bahwa kondisi tersebut bernilai false. Intinya jika kondisi bernilai true maka statemen didalam if akan dieksekusi dan jika bernilai false maka statemen yang dieksekusi adalah statemen didalam else. Penggunaan (elif) pada (if) Pengambilan keputusan kondisi if elif merupakan lanjutan/percabangan logika dari if. Dengan elif kita bisa membuat kode program yang akan menyeleksi beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Hampir sama dengan kondisi else, bedanya kondisi elif bisa banyak dan tidak hanya satu. Keyword elif ini berfungsi untuk membuat multi kondisional. Jadi jika kondisi di if paling atas tidak sesuai maka kondisi yang ada dibawahnya akan diperiksa dan jika cocok akan dieksekusi. Contoh penggunaan elif pada if sebagai berikut :


42 Maka hasilnya akan seperti ini jika dieksekusi : 20. Menyusun Pengulanga (for dan while) Mengenal pengulangan for dan while Python juga memiliki mekanisme pengulangan untuk menjalankan pekerjaan yang berulang. Pada umumnya pengulangan terdiri dari dua jenis ada pengulangan terbatas dan tidak terbatas. Pengulangan terbatas biasanya dimulai dari 1


43 hingga kesekian kali (n kali). Pengulangan terbatas menggunakan for. Sedangkan pengulangan tidak terbatas menggunakan while. Dalam pengulangan menggunakan while pengulangan akan terus dilakukan selama kondisional dalam perulangan while tetap dalam keadaan true jika dalam keadaan false maka pengulangan while akan berhenti. Penggunaanan (for) Pengulangan for melakukan pengulangan dengan mengiterasi elemen dari sebuah list. List merupakan kumpulan karakter, kumpulan string, angka dan kumpulan data yang lainnya. Berikut merupakan contoh penggunaan for : Maka hasil output nya akan seperti ini : Perhatikan pada program tadi, variabel kata tersebut dimana iterasi akan dilakukan. Pada iterasi ke-1 variabel kata akan diisi dengan huruf pertama pada string ‘Selamat pagi’ huruf pertamanya yaitu S. Pada iterasi ke-2 nilai yang ditampung adalah e begitu seterusnya iterasi akan berjalan hingga semua


44 karakter dalam string tersebut terambil. Mari kita coba contoh yang lainnya : Maka hasilnya akan seperti ini : Coba perhatikan pada program diatas saya membuat list dengan 4 elemen yaitu kucing, harimau, singa dan gajah. masingmasing elemen ini akan di ambil saat iterasi for dijalankan, sehinga program menghasilkan setiap nilai/elemen yang terdapat pada list tersebut. Perulangan For Dengan Fungsi Range


45 Fungsi range () memiliki fungsi untuk mengembalikan deret berurut pada range yang telah ditentukan dari star sampai stop. Contoh penggunaan fungsi range, sebagai berikut : Maka salilnya ketika dieksekusi akan menjadi seperti ini : Perhatikan pada program diatas, perulangan dengan jumlah perulangan sebanyak 10 kali. penggunaan fungsi range akan mengembalikan objek dengan range yang dimulai dari 0 itu sebabnya hasil output menunjukan nilai yang di cetak dari 0 sampai 9. Dan sekarang kita akan mencoba menetapkan nilai awal 1. Hasilnya sebagai berikut :


Click to View FlipBook Version