1 dMeneglaunkPeisnsil
PEMANBDEANNDGAA&N
Ian Wongkar & Patricia Linkan
Melukis dengan Pensil
Benda &
1Pemandangan
Ian Wongkar & Patricia Linkan
PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Melukis dengan Pensil 1:
Benda & Pemandangan
Oleh Ian Wongkar dan Patricia Linkan
GM 20601100003
Perwajahan isi: Ryan Pradana
Perwajahan sampul: Agus Purwanta
Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang.
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa
izin tertulis dari Penerbit.
ISBN 978-979-22-5293-4
Sanksi Pelanggaran Pasal 72
Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002
Tentang Hak Cipta
1. Barang siapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak me
lakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat
(1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana
penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau
denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, menge
darkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang
hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud
pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah).
Dicetak oleh percetakan PT Gramedia, Jakarta
Isi di luar tanggung jawab Percetakan
Kata Pengantar
MENGGAMBAR merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan
dapat dilakukan kapan saja. Gambar dapat bercerita lebih banyak
daripada kata-kata. Umumnya buku menyertakan banyak gambar supaya infor
masinya menjadi lebih lengkap. Seorang anak juga bisa lebih kreatif menyam
paikan pendapat atau perasaan melalui gambar. Seorang seniman bisa meng
ekspresikan perasaannya melalui lukisan. Selain itu belakangan ini film animasi
sedang naik daun. Untuk menghasilkan film animasi yang bagus membutuhkan
seseorang dengan keterampilan menggambar yang tinggi. Mengingat berbagai
manfaat menggambar tersebut, kami berharap buku ini dapat banyak membantu
dan mempermudah pelajaran menggambar di sekolah, serta pelajaran lainnya
yang membutuhkan gambar sebagai alat bantu. Buku ini diharapkan bisa men
jembatani para orangtua dan guru di rumah maupun di sekolah, saat membantu
anak-anaknya dalam bidang seni lukis.
Kami berusaha menyampaikan teknik menggambar yang sesederhana mung
kin dalam buku ini. Mulai dengan mengenal objek yang akan kita gambar, menge
nal bentuk dasarnya, mengatur posisi dan membentuknya pada bidang gambar,
kemudian memberikan kesan timbul atau kedalaman sehingga tampak seperti
yang terlihat oleh mata. Metodenya adalah melukis dengan cara berpikir visual
yaitu dengan cara meniru objek yang sebenarnya terlihat, dan bukan seperti
yang kita inginkan atau pikirkan.
Menggambar benda yang sering dijumpai akan lebih mudah, karena bentuk
benda itu seharusnya sudah sangat kita kenal. Buku ini membahas cara meng
gambar benda dan pemandangan. Televisi bisa sangat membantu mengenal du
nia lingkungan kita, sehingga saat mengajar dan menggambar kita juga dapat
bercerita mengenai lingkungan hidup serta manfaatnya terhadap kehidupan
manusia.
Semakin banyak informasi yang kita sampaikan, terlebih pengetahuan yang
belum umum diketahui, anak-anak akan semakin terkesan dan lebih tertarik un
tuk menyelesaikan gambar mereka. Bentuk-bentuk bidang datar seperti segitiga,
persegi, persegi panjang, poligonal, lingkaran, elips, serta bangun ruang seperti
balok, kubus, limas, kerucut, bola, dan bentuk istimewa lainnya yang sering kita
iii
dengar dari anak-anak saat mengerjakan tugas sekolah, dapat kita manfaatkan
pada waktu kita mengajari mereka menggambar. Beberapa istilah simetri juga
perlu kita kenal sehingga memudahkan kita berkomunikasi dengan anak.
Karena pelajaran menggambar ini mencakup bentuk datar dan bangun ruang
seperti pada pelajaran matematika, kami sengaja menyertakan beberapa istilah
yang mungkin akan terasa asing bagi beberapa orangtua. Dengan sering meng
gunakan kata-kata tersebut pasti kita akan terbiasa dan mudah mengerti makna
serta penggunaannya. Dengan demikian, selain anak-anak bisa belajar dan ber
latih menggambar, orangtua juga dapat belajar dari mereka tentang banyak hal.
Diharapkan hubungan antara anak dan orangtua pun semakin akrab.
Buku ini memberikan sebanyak mungkin contoh gambar untuk latihan, di
sertai tahapan yang ringkas dan sederhana dengan hasil akhir sebaik mungkin.
Mulai dengan membayangkan gambar yang akan dihasilkan, membangun
bentuk dasar, dan menghasilkan sketsa awal. Menandai bagian yang akan di
beri bayang-bayang. Menciptakan kesan warna terang dan gelap secara wajar
dengan gradasi yang baik.
Besar harapan kami buku ini dapat sangat membantu anak-anak, juga orang
tua dan guru, dalam berkomunikasi dan menjalin kerja sama, sehingga meng
hasilkan karya yang indah dan dapat kita nikmati bersama. Selain untuk seni
lukis itu sendiri, keterampilan menggambar juga sangat membantu anak-anak
dalam bidang desain grafis, arsitektur, biologi, dan banyak bidang lainnya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka yang membantu dan men
dorong agar buku panduan ini bisa diterbitkan dan dibaca umum. Kepada
murid-murid yang rajin bertanya dan giat berlatih, begitu juga para orangtua
yang terus membantu anak-anaknya supaya terus maju. Begitu juga kepada re
kan-rekan para pelukis serta guru gambar dan lukis yang sering berdiskusi gu
na kemajuan seni lukis di Tanah Air. Kepada saudari Marleine Laura yang telah
membantu menghasilkan dan memberikan foto-foto untuk dijadikan bahan
lukisan dalam buku ini. Kepada mereka yang telah mengizinkan foto-fotonya
kami gambar untuk disertakan. Juga kepada istri dan anak yang telah membantu
dengan sabar selama buku ini dipersiapkan.
Sementara ini kami juga sedang mempersiapkan panduan menggambar
menggunakan warna. Serupa dengan buku ini, tetapi menggunakan media
krayon, cat air, dan cat minyak. Senang apabila bisa menerima berbagai tang
gapan berupa pengalaman dan saran guna meningkatkan manfaat buku pan
duan ini dan buku panduan yang akan datang bagi kita semua.
Penulis
iv
Daftar Isi
Kata Pengantar............................................................................................ iii
I. Peralatan yang Digunakan ................................................................ 1
II. Unsur Gambar...................................................................................... 7
III. Latihan Dasar..................................................................................... 13
IV. Menggambar dengan Bantuan Kisi-Kisi.......................................... 21
V. Membuat Sketsa................................................................................ 27
VI. Bayang-Bayang.................................................................................. 37
VII. Contoh Latihan................................................................................... 45
Daftar Pustaka............................................................................................ 81
Tentang Penulis.......................................................................................... 82
I. Peralatan yang
Digunakan
BELAJAR menggambar hanya memerlukan peralatan yang seder
hana dan relatif murah. Pada tahap awal, mulailah dengan buku
gambar biasa dengan beberapa batang pensil dan karet penghapus.
Apabila nanti sudah cukup mahir, maka kita bisa membeli atau meng
gunakan perlengkapan yang mahal seperti para seniman.
Dalam hal mempersiapkan peralatan, kita perlu mempertim
bangkan kemampuan dan perencanaan. Mungkin benar apa yang
dikatakan bahwa harga yang dibayar sesuai dengan mutu yang
didapat, tetapi jangan sampai nilainya melebihi yang diharapkan
dari hobi ini. Sekotak perlengkapan gambar memang akan tampak
menarik, harganya relatif murah dibandingkan membeli satuan.
Tetapi mungkin dalam kotak tersebut terdapat banyak peralatan
yang tidak dibutuhkan sama sekali oleh pemula.
l Pensil merupakan alat yang umum digunakan dengan harga
relatif murah dibanding alat tulis yang lain. Bagian hitam pensil
yang terbuat dari grafit (campuran arang dan kaolin) mempunyai
kekerasan atau kelunakan yang berbeda-beda, ditandai dengan
kode angka dan huruf pada kayu pembungkusnya. Dari yang
paling keras dengan kode 6H sampai H, lalu pensil berkode HB
yang umum kita gunakan untuk menulis, ke arah lunak mulai dari
kode B, lalu pensil dengan kode 2B yang umum kita dengar sering
digunakan untuk menandai jawaban soal yang menggunakan
komputer, hingga kode 8B yang paling lunak. Untuk menggambar
dan melukis sebaiknya kita gunakan yang lunak, karena memberi
kesan yang lebih hitam dan tidak perlu menekan terlalu keras
sehingga menggores kertas terlalu dalam. Selain itu ada juga
pensil berkode EE dan EB. Meskipun hasil goresan pensil jenis ini
tampak lebih hitam, kami tidak menggunakannya di sini. Di dalam
buku ini kami menggunakan pensil berkode 2B, 4B, 6B, dan 8B.
Pensil mekanik dengan diameter grafit 0,5 dan 0,7 mm dengan
kode 2B dan 4B bisa digunakan untuk menggambar bagian yang
halus.
Pilihlah merek dengan mutu yang baik, kelunakan dan kepekatan
grafitnya merata, serta tidak mudah patah. Pensil dengan mutu
rendah menghasilkan efek hitam yang tidak merata dan dengan
kekerasan yang berubah-ubah, sehingga bisa membuat kertas
cacat tergores. Perhatikan juga bentuk dan diameter pensil,
gunakan yang sesuai sehingga terasa nyaman saat digunakan
dalam waktu yang relatif lama.
l Peraut Pensil yang umum dijual di toko sudah cukup memadai.
Yaitu pisau peraut biasa atau pisau peraut yang berada dalam
kotak. Yang penting adalah pisau perautnya rata dan tajam,
sehingga hasil rautannya licin dan grafit pensil tidak mudah patah.
Terkadang kita juga memerlukan kertas amplas halus sebagai alat
bantu membentuk ujung grafit pensil guna menyesuaikan dengan
kebutuhan.
l Gulungan Kertas Berbentuk Pensil. Selain menggunakan jari ta
ngan untuk menyebar dan meratakan arsir pensil dalam membentuk
bayang-bayang pada bidang yang luas, sepotong kertas atau
kain juga bisa digunakan. Selain itu dapat juga digunakan alat
bantu berupa gulungan kertas yang dibuat berbentuk pensil.
Alat ini dapat dibuat sendiri menggunakan kertas biasa, tapi bila
memungkinkan, belilah alat tersebut pada toko yang khusus
menjual perlengkapan menggambar atau melukis. Alat ini biasa
dijual dalam beberapa ukuran diameter. Dari yang berdiameter
paling kecil untuk meratakan terutama pada bagian-bagian yang
sempit atau bagian tepi yang butuh ketelitian tinggi. Sedangkan
yang besar untuk bidang yang lebih luas.
Alat ini dapat membantu menghasilkan tingkatan bayang-bayang
atau gradasi warna hitam pada bagian yang sudah ditandai dengan
arsir pensil.
Alat bantu sederhana yang terbuat dari kertas yang digulung ra
pat berbentuk pensil. Kita bisa membuatnya sendiri menggunakan
kertas gambar atau kertas biasa. Dari selembar kertas biasa berukuran
A4, tandai pada ujung lebar sisi kanan kira-kira 4 cm, begitu juga pa
da sisi kiri yang berlawanan. Hubungkan kedua tanda tadi dengan
mistar, lalu potong menjadi dua bagian berbentuk trapesium sama
dan sebangun. Dengan kedua potong kertas dapat dibuat dua buah
alat tersebut.
Mulai dari sisi yang panjang gulunglah kertas serapat mungkin ke
arah sisi yang pendek. Untuk menghasilkan alat yang bagus, maka
perlu kesabaran dalam mengerjakannya. Setelah kertas tergulung
rapat, pegang erat, dan bila perlu dorong bagian tengah gulungan
dengan jarum sehingga gulungan kertas berbentuk pensil. Supaya
gulungan kertas tidak terbuka atau lepas lagi, maka rekatkan dengan
plester. Kelebihan kertas bagian atas bisa digunting, sedangkan ba
gian ujung bawah dibuat sedikit kasar dengan menggosokkannya pa
da kertas amplas. Buatlah beberapa buah dengan ukuran diameter
yang berbeda, sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan.
l Karet penghapus. Karet penghapus sangat berguna bukan hanya
untuk menghapus garis-garis yang tidak dibutuhkan lagi maupun
kesalahan yang dibuat, tetapi juga untuk menghasilkan banyak
efek lainnya. Kita sebaiknya tidak sering menggunakan penghapus
saat menggambar, karena dapat merusak serat kertas. Usahakan
karet penghapus hanya kita gunakan ketika gambar hampir selesai
atau ketika ingin memberi efek khusus seperti kesan mengilap
pada gambar benda dengan permukaan licin.
l Kertas gambar. Untuk taraf belajar kita tidak perlu menggunakan
kertas gambar khusus yang mahal harganya, karena kualitasnya
memang disesuaikan dengan kebutuhan seniman. Untuk langkah
awal cukup menggunakan buku gambar yang umum digunakan
anak-anak di sekolah. Begitu juga dengan dimensi atau ukuran
panjang dan lebar kertas. Gunakan saja kertas berkode ukuran
A4 (sekitar 21 cm x 30 cm) atau berkode ukuran A3 (sekitar 42 cm x
30 cm) yang 2 kali lebih luas dari ukuran A4 yang banyak dijual di
toko buku.
l Papan penyangga. Apabila kegiatan menggambar dilakukan
di luar ruangan, dan kita merasa lebih leluasa menggunakan
lembaran kertas dibandingkan buku gambar, maka sebaiknya
sertakan juga papan penyangga. Gunakan papan penyangga dari
bahan kayu atau plastik yang ringan dengan permukaan yang
rata dan halus. Ukurannya sedikit lebih luas dari ukuran kertas
gambar yang dipakai. Lengkapi dengan penjepit kertas sehingga
kertas tidak mudah bergeser atau terbang tertiup angin ketika
digunakan.
Kuasai Perlengkapan Gambar
Sebagaimana olahraga perlu pemanasan dan pemeriksaan peralatan
guna menyesuaikan dengan materi latihan, begitu juga dengan
menggambar. Cobalah terlebih dahulu segala perlengkapan yang
ada, baik pensil maupun karet penghapus. Buatlah berbagai bentuk
garis, lurus, lengkung, zig-zag dengan tekanan yang berbeda-beda
dari setiap pensil yang akan digunakan. Buat arsir dan gradasi kepe
katan warna hitam pensil dari terang ke gelap dan sebaliknya. Amati
kepekatan warna hitamnya, gelap atau mengilap. Kemudian sapukan
permukaan coret-coretan berwarna hitam tadi dengan karet pengha
pus, perhatikan apakah mudah dihapus dan hasilnya bersih atau se
baliknya.
Apakah meninggalkan bekas goresan yang terlalu jelas? Amati
dan buatlah catatan pada sebuah buku bila perlu, selanjutnya catatan
ini dapat digunakan untuk perbandingan dengan merek lainnya.
Mungkin hal ini terlihat terlalu berlebihan, tetapi bukankah saat ini
kita mulai melangkah menjadi seniman? Seniman selalu melakukan
uji coba dengan perlengkapannya, sehingga mereka menguasai dan
tahu kapan menggunakan peralatannya dengan tepat.
Semua hal ini sebaiknya kita lakukan, karena tujuannya adalah
untuk mengenal kualitas peralatan tersebut dan menyesuaikan diri
dengan merek yang dianggap memadai untuk menghasilkan lukisan
yang kita inginkan.
II. Unsur Gambar
SEBELUM menggambar atau melukiskan suatu bentuk yang
dihasilkan dari banyak garis pensil, ada baiknya kenalilah dahu
lu unsur-unsur yang akan membentuk suatu gambar.
l Garis merupakan unsur dasar dari gambar. Sebuah garis me
misahkan suatu bidang terhadap sisi bidang lain. Semakin
banyak garis dibuat, semakin rumit dan banyak bidang yang
dihasilkan. Kumpulan garis akan menghasilkan suatu daerah
menjadi lebih gelap, memisahkan bidang depan dari latar bela
kang, membentuk bidang negatif dan positif. Garis bisa diben
tuk dengan seragam pada ketebalan yang sama atau dengan
ketebalan yang bervariasi, sehingga menghasilkan beragam
efek.
l Bentuk dapat dibuat dari sebuah garis lengkung yang mem
bentuk kurva tertutup, atau terbentuk dari beberapa garis lurus
yang membentuk kurva tertutup. Bentuk inilah yang mewakili
suatu objek yang akan kita gambar. Salah dalam membuat sua
tu bentuk akan menghasilkan gambar yang tidak enak dilihat,
saat dibandingkan kembali dengan benda atau objek yang kita
gambar.
l Proporsi dan Perspektif. Proporsi merupakan hubungan per
bandingan ukuran suatu unsur gambar terhadap ukuran unsur
gambar lainnya. Sebagai contoh, perhatikan perbandingan
antara tinggi dan lebar rumah, meja, kursi, serta beberapa
perabotan lainnya. Setiap benda memiliki perbandingan
tertentu sehingga terlihat pendek dan lebar atau tinggi dan
ramping. Dalam melukis kita harus memperhatikan proporsi
tersebut agar lukisan kita tampak serupa dengan benda yang
dijadikan contoh. Apabila proporsi yang dibuat salah, maka
gambar akan terlihat janggal.
Perspektif merupakan alat bantu untuk mempermudah kita meng
gambar atau melukis, sehingga menghasilkan efek atau ilusi benda
yang berada pada kejauhan akan semakin kecil. Benda-benda yang
besarnya sama harus digambar lebih besar bila berada pada posisi
yang lebih dekat atau sebaliknya. Proporsi dan perspektif biasa digu
nakan bersamaan untuk membentuk gambar yang wajar.
l Terang dan Gelap. Benda yang kita lihat di alam mempunyai ba
yang-bayang akibat adanya cahaya. Maka gambar akan terlihat
datar dua dimensi apabila dibuat tanpa bayang-bayang. Selain
timbulnya kesan kedalaman atau tiga dimensi, bayang-bayang
juga menghasilkan efek perspektif, karena memberi kesan ada
nya perbedaan jarak. Untuk menghasilkan gambar yang baik
dibutuhkan bayang-bayang dengan tingkat kegelapan yang
bervariasi dan menempatkan efek terang dan gelap yang be
nar sehingga keberadaan dan lingkungannya tampak wajar.
l Citra Gambar Keseluruhan. Ketika kita mulai menggambar,
sebenarnya pikiran secara dinamis menempatkan semua un
sur gambar tersebut ke atas bidang gambar. Otomatis menem
patkan objek gambar keseluruhan untuk tidak keluar dari bi
dang gambar. Mulai membatasi, menandai, dan menempatkan
bagian paling kiri dan kanan, juga bagian teratas dan terbawah
dari objek gambar ke dalam bidang gambar. Saat terus meng
atur proporsi dan dimensi serta menyesuaikan bentuk objek
terhadap komposisi, pikiran kita terus menganalisis bentuk dan
keselarasan gambar secara keseluruhan. Jadi sebenarnya se
cara bawah sadar, otak kita juga membuat citra gambar secara
keseluruhan.
Mulai Menggambar
Saat mulai menggambar sesuatu, pikiran menuntun dengan mengha
silkan citra pada otak mengenai apa yang akan digambar. Kemudian
mengekspresikan gambaran yang ada dalam pikiran ke atas suatu
media. Setiap orang berbeda dalam menyampaikan pesan yang ada
dalam pikirannya. Secara umum cara penyampaian pesan dalam
pikiran ini dapat dibedakan menjadi dua cara berpikir. Pertama meng
gambar dengan cara berpikir simbolik, dan yang kedua, menggambar
dengan cara berpikir visual.
Menggambar dengan cara berpikir simbolik merupakan cara
menggambar dengan lambang atau simbol untuk mewakili apa
yang diamati. Banyak dari kita dan juga anak-anak lebih sering meng
gambar dengan cara berpikir simbolik. Sebagai contoh, secara ba
wah sadar kita sudah terbiasa menggambar pemandangan dengan
dua buah gunung lancip dengan sebuah matahari di antaranya, sa
wah berkotak-kotak, sebuah jalan lurus terdiri atas dua garis ke arah
gunung, pohon yang terdiri atas dua buah garis lurus dengan de
daunan berupa kurva bergelombang. Menggambar kepala dengan
lingkaran yang diisi dengan dua buah titik mewakili mata dan sebuah
garis lengkung untuk mulut, dua garis lengkung kecil untuk telinga.
Goresan-geresan pendek menandai rambut lelaki dan dan panjang
untuk rambut perempuan. Seperti inilah saat otak memberi persepsi
tentang gambaran simbol dari apa yang dimaksud.
Menggambar dengan cara berpikir visual adalah cara meng
gambar dengan meniru objek yang sebenarnya terlihat. Cara inilah
yang banyak digunakan para seniman, sehingga disebut juga ca
ra berpikir artistik. Ada baiknya untuk mengetahui beberapa hal
berikut sebelum kita mulai menggambar. Karena meskipun otak
sudah mengetahuinya secara bawah sadar apa yang akan digambar,
dan ingin segera menyelesaikannya, kita perlu melatih pikiran sadar
10
untuk mengembangkan keterampilan menggambar dengan sabar.
Keterampilan ataupun konsep yang akan kita jelajahi adalah menge
nai garis, bentuk, proporsi dan perspektif, cahaya dan bayangan,
sampai ke tahap menganalisis keseluruhan gambar. Unsur-unsur ini
secara bertahap akan terekam ke dalam pikiran seraya kita meng
gambar, hingga pada saatnya semua aktivitas terasa dilakukan
hampir bersamaan atau otomatis bekerja. Dengan mengerti dan
semakin terampil, maka saat-saat menggambar akan menyenangkan.
Keterampilan seni ini saling memengaruhi persepsi dan pemahaman.
Mulai dengan garis-garis yang membimbing ke arah pengertian
bentuk. Secara alami akan membawa kita ke dalam pengertian
akan penggunaan cahaya dan bayangan, yang menghasilkan efek
kedalaman. Menilai dan membentuk keseimbangan proporsi, melihat
gambar secara menyeluruh terhadap keseimbangan komposisi.
Sampai pada akhirnya memiliki kepekaan terhadap penilaian ke
seluruhan dari lukisan yang dihasilkan.
Penjelasan menggambar dengan cara berpikir visual memang ter
lihat rumit, tetapi sebenarnya tidak serumit itu. Kita dapat mengana
logikannya seperti saat seseorang belajar mengemudikan kendaraan.
Bila ia harus menjelaskan bagaimana koordinasi mata, tangan, kaki,
keseimbangan, perasaannya saat itu dengan kata-kata, maka akan
terasa sangat rumit. Sebenarnya keadaannya tidak serumit itu saat ia
melakukannya, karena semua berjalan dengan otomatis. Begitu juga
dengan menggambar, cobalah untuk menggambar apa saja yang
kita senangi mulai dengan unsur-unsur gambar dengan cara berpikir
visual. Usahakan selalu menggambar sambil mengamati objek yang
menjadi contoh.
Dalam buku ini kami mengarahkan untuk menggambar dengan
cara berpikir visual. Jadi bukan menggambar tentang apa yang kita
pikirkan, melainkan menggambar akan apa yang kita lihat mengenai
objek tersebut.
Meskipun kecenderungan untuk menggambar secara simbolik
cukup besar, mulai halaman ini usahakan untuk terus melukis dengan
cara visual.
11
12
III. Latihan Dasar
Menggenggam Pensil Saat Menggambar
BANYAK gaya dan cara orang memegang pensil, sesuai kebiasaan dan
kegemarannya masing-masing. Ada beberapa metode yang mungkin
lebih baik daripada yang lainnya terutama saat akan membuat sketsa
atau menggambar. Berikut beberapa contoh yang paling umum digu
nakan.
l Genggaman tiga jari—jarak pendek
Umumnya setiap orang menggenggam pensil untuk menggambar
selayaknya seperti saat mereka menulis, yaitu dengan genggaman
tiga jari menekan pensil. Jempol, telunjuk, dan jari tengah memben
tuk segitiga mengelilingi pensil. Ketiganya sangat dominan dalam
menggerakkan pensil. Meskipun tidak menempel pada pensil, jari
manis dan kelingking ikut menunjang sehingga gerakan pensil dapat
dengan mudah dikendalikan. Genggaman ini sangat baik saat meng
gambar dengan detail halus. Dengan posisi pensil yang tegak mem
berikan ketepatan dalam membuat bayang-bayang dengan ujung
runcing, daripada dengan sisi lebar pensil.
Genggaman tiga jari memudahkan jari mengendalikan pensil, dan
pada saat membuat garis-garis yang halus atau bentuk dengan kete
litian tinggi, tangan dapat bersandar pada media gambar. Kita dapat
menggunakan selembar kertas untuk alas tangan sehingga kertas
13
kerja kita tidak terganggu keringat dan gesekan tangan. Apabila ada
lebih banyak gerakan yang perlu dilakukan tangan, maka sebaiknya
lengan bawah atau siku saja yang disandarkan pada tepi media
gambar atau meja.
l Genggaman tiga jari—jarak panjang
Perbedaan genggaman tiga jari ini dengan yang pertama adalah letak
pegangan ketiga jari lebih jauh dari ujung pensil. Dengan posisi jari
seperti ini, ujung pensil akan bergerak lebih jauh akibat sedikit saja
gerakan jari. Menggengam pensil dengan cara ini lebih enak pada
saat membuat sketsa. Genggaman pada pensil lebih santai sehingga
tidak membuat tangan cepat lelah.
l Genggaman mendatar
Pensil dipegang dengan ringan pada satu sisi dengan jempol searah
ujung pensil, sehingga memudahkan mengatur posisi pensil mende
kati sejajar terhadap kertas gambar. Genggaman jari ringan dan san
tai sehingga jari-jari tangan tidak cepat lelah.
Pegangan pensil dengan genggaman mendatar ini sangat baik pa
da saat membuat sketsa dengan sisi lebar pensil. Hal ini untuk meng
hasilkan sketsa yang berukuran besar dengan goresan pensil yang
relatif lebar. Pada keadaan duduk maupun berdiri dan lengan bebas
bergerak tidak bersandar pada media gambar, maka kita bisa lebih
ekspresif membuat sketsa.
Menggunakan Pensil
Meskipun kita biasa menggunakan pensil setiap hari, ada baiknya
kita biasakan juga menggunakannya untuk menggambar. Awalnya
buatlah coretan-coretan ringan pada kertas gambar dengan santai,
rasakan perubahan tekanan pensil dan amati hasil coretan. Hal ini
mungkin kelihatannya sepele, tetapi untuk beberapa orang hal ini
terasa penting untuk mengawali latihan menggambar. Lalu cobalah
beberapa garis lurus dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, dan se
baliknya. Penuhi satu kotak kecil kira-kira berukuran 10 cm x 10 cm
dengan lingkaran-lingkaran kecil yang dibuat terus-menerus tanpa
mengangkat pensil dari permukaan kertas. Buat banyak sudut kecil
dan garis-garis lengkung. Setelah terbiasa, lakukan lagi, tetapi de
ngan tekanan pensil lebih besar pada saat membuat garis ke arah
bawah sehingga membentuk garis yang tebal, dan tekanan lemah
14
saat membentuk garis ke arah atas. Latih membuat gradasi warna
hitam pensil dari terang ke gelap dan sebaliknya. Kemudian buat
lah lingkaran-lingkaran berdiameter sekitar 10 cm dengan satu ta
rikan garis membentuk satu lingkaran penuh. Buatlah gradasi hitam
pada sebuah lingkaran sehingga tampak seperti bola pejal. Gam
barlah dua buah apel berdekatan dengan ukuran berbeda, lalu beri
bayang-bayang sehingga memberi kesan jarak. Perhatikan cara ta
ngan memegang pensil yang nyaman atau menghasilkan garis atau
gambar yang diinginkan, ingatlah efek yang ditimbulkan pada ker
tas gambar. Latihan-latihan tadi memberikan gambaran mengenai
semua unsur gambar.
Latihan Menggambar Kawat
Suatu bentuk latihan menggambar yang baik bagi pemula. Dapat di
lakukan dari segala tingkat usia. Banyak pakar berpendapat bahwa
latihan ini sangat berguna untuk mengeratkan hubungan kerja
sama antara mata dan tangan. Pengerjaannya sederhana, mudah,
dan tidak membebani sehingga dapat dilakukan dengan santai dan
menyenangkan.
15
Teknik ini merupakan salah satu bentuk latihan menggambar ting
kat awal, tidak memaksa siswa ke arah suatu bentuk nyata dalam pikir
an karena bentuk kawat yang terjadi abstrak. Ini merupakan latihan
yang sangat baik untuk melatih koordinasi antara mata dan tangan.
Karena bentuk kawat yang digunakan tidak mewakili suatu bentuk
objek yang dapat kita kenali, maka kita dapat leluasa melatih mata
untuk mengikuti bentuk dari kawat itu sendiri.
Perlengkapan yang dibutuhkan juga sederhana, hanya kawat bia
sa yang tidak terpakai lagi dan mudah dibengkokan. Gunakan kertas
gambar biasa dan pensil umum.
Bengkokkan kawat menjadi bentuk-bentuk tiga dimensi acak
yang tidak mewakili suatu bentuk tertentu, letakkkan dengan posisi
yang stabil sebagai model.
Gambarlah bentuk kawat tersebut, tetapi jangan menggambarnya
dengan realistik. Tidak perlu memikirkan bayang-bayangnya ataupun
posisi kawat bagian depan atau belakang terhadap sesamanya. Cukup
menggambar garis dengan arah dan panjang yang disesuaikan de
ngan arah dan panjang kawat secara proporsional. Tujuan kita hanya
menggambar bentuk yang dihasilkan kawat tersebut.
Usahakan menjaga garis yang dihasilkan berupa garis yang ber
16
kesinambungan dengan gerakan tangan yang santai. Jangan meng
gambar dengan garis pendek yang terputus-putus. Latihlah meng
gambar beberapa kali dalam selembar kertas hingga terbiasa. Tidak
perlu merisaukan hasilnya, ini hanya latihan untuk mengatur kerja
sama antara pikiran dan tangan.
Latihan Menggambar Kontur Buta
Latihan menggambar yang menyenangkan dan sangat bermanfaat, ka
rena meningkatkan komunikasi antara mata dan tangan. Menggambar
kontur adalah menggambar sketsa atau bagan. Sedangkan meng
gambar kontur buta maksudnya adalah menggambar suatu objek
tanpa melihat hasilnya pada saat bersamaan.
Yang penting dalam latihan ini adalah kehati-hatian pengamatan
terhadap objek, serta perasaan akan hasil yang sedang digambar. Se
dangkan hasil gambar bukan hal terpenting.
Cobalah menggambar bola, sepatu, rumah, atau perabotan lain
yang sederhana tanpa melihat ke kertas gambar. Mulai dari satu titik
tertentu, lalu membuat garis secara perlahan dan mantap mengikuti
bentuk objek. Usahakan tekanan pensil ringan dengan gerakan pensil
lembut. Jangan mengangkat pensil dari permukaan kertas, karena bisa
membuat kehilangan orientasi posisi pensil. Juga jangan mengintip
untuk melihat gambar yang dihasilkan. Bila menemukan garis yang
tumpang tindih, ikuti terus garis-garis yang belum tergambar. Tidak
perlu terburu-buru. Usahakan tetap fokus dan berkonsentrasi dalam
mengamati setiap rincian yang ada.
Setelah merasa selesai menjelahi dan menggambar suatu objek,
berhentilah dan lihat hasilnya. Mungkin terlihat lucu, tetapi perhatikan
pada beberapa tempat akan terlihat akurasi yang tinggi. Tentu saja pa
da beberapa tempat tampak tidak proporsional. Menggambar tanpa
melihat hasil berarti melatih koordinasi antara mata dan tangan su
paya lebih baik. Dengan harapan pada waktu menggambar biasa,
maka hasilnya akan jauh lebih baik.
Coba juga menggambar bentuk-bentuk tumbuhan lainnya meng
gunakan cara ini, pasti menyenangkan bila dilakukan dengan santai.
Usahakan untuk lebih berpresisi bila menggambar objek dengan
bentuk sederhana.
17
Menggambar dengan Garis
Biasanya saat menggambar suatu benda, yang dilakukan adalah meng
gambar garis terluar suatu objek, yaitu menggambar batas tepi dari
suatu objek. Garis yang membentuk gambar demikian disebut garis
bentuk atau garis kontur. Fokusnya ada pada bagian tepi atau garis
terluar objek juga garis yang dihasilkan dari suatu lipatan. Sedang
kan garis-garis yang berada di bagian dalam objek yang membantu
membentuk kedalaman atau ketinggian objek, disebut garis kontur
silang. Garis yang dibuat tebal dan gelap maupun garis tipis dan te
rang akan memberi kesan perbedaan jarak. Gunakan sifat-sifat ini un
tuk memberi kesan kedalaman pada gambar.
Ketika mengamati suatu objek, bentuk yang tampak akan bervariasi
bergantung sudut pandang kita. Bentuk sebuah cangkir yang dilihat
dari samping akan berubah bila titik pandang kita berpindah perlahan
menuju ke atas cangkir. Jadi pada waktu menggambar usahakan po
sisi relatif tetap pada suatu titik pandang, begitu juga dengan objek
gambarnya. Dengan demikian bentuk yang diamati stabil dan mudah
digambar.
Mulailah dengan menggambar benda yang sederhana. Gunakan
benda-benda yang sudah biasa dilihat dan mudah didapat, seperti
perangkat dapur, peralatan di gudang, buah, atau tanaman. Bila ben
danya kecil, maka dapat diletakkan dekat dengan kertas gambar. Se
baliknya bila cukup besar maka taruhlah agak jauh. Tentukan suatu
titik dekat sudut kertas gambar sebagai titik acuan awal gambar ter
hadap keseluruhan objek gambar. Tetapkan batas paling kiri dan ka
nan, serta batas teratas dan terbawah dari perkiraan gambar yang
akan dihasilkan, hal ini untuk mencegah gambar melampaui bidang
kertas. Buatlah garis dari titik acuan gambar tadi terus mengikuti ben
tuk objek yang dilihat mata untuk menggambar garis bentuk benda.
Meletakkan garis pada posisi dan jarak relatif dengan benar, serta
kemiringan yang tepat akan menghasilkan bentuk yang baik. Perhati
kan kemiringan garis dan posisi garis-garis kontur silang lainnya yang
paling nyata sebagai panduan.
Tidak perlu terlalu kuatir dengan bentuk yang kurang sempurna.
Anggaplah sebagai pemanasan. Pada tahap ini tidak ada istilah salah
atau benar, yang dibutuhkan hanya banyak berlatih sehingga mata
dan tangan terbiasa bekerja sama, serta menilai bentuk dan ukuran.
Setelah selesai membuat satu gambar dan mata cukup beristirahat
dengan melihat beberapa menit ke arah lain yang jauh, kemudian pe
riksa kembali gambar tadi. Bandingkan gambar yang dihasilkan de
18
ngan benda yang menjadi objek gambar. Biasakan mengamati dari
hal yang besar dahulu. Amati kemiripan bentuk umumnya, perhatikan
proporsi panjang garis dan kemiringan. Kemudian barulah amati
detail lainnya, apakah sudah sesuai tempatnya. Nilai hasilnya, bila
kurang memuaskan ulangi lagi atau perbaiki yang sudah ada.
l Garis Kontur Murni
Gambar menggunakan garis kontur murni merupakan bentuk paling
sederhana dari ekspresi linier. Garis mencerminkan bagian tepi objek.
Bila pilihan objek dan posisinya baik, maka gambar kontur tersebut
akan memiliki kekuatan dari kesederhanaannya. Detail permukaannya
dan bayang-bayang dapat diabaikan. Gambar tecermin dari garis tepi
yang nyata. Bentuk demikian banyak digunakan sebagai gambar peri
ngatan, karena harus sederhana dan jelas.
l Garis Putus-Putus
Ketika hendak memperlihatkan bidang yang melengkung pada ba
gian dalam gambar dengan garis kontur, maka garis kontur murni
kurang berfungsi. Mulai dari bagian awal hingga akhir, garis kontur
harus tampak nyata dan tegas. Untuk memperlihatkan permukaan
suatu bidang lengkung, memiliki suatu sudut atau tepian yang kurang
jelas, maka perlu menggunakan beragam bentuk akhir dari garis. Se
lain harus mempertimbangkan kesan bentuk yang tidak patah, juga
harus menggambarkan kesan perubahan atau lengkungan yang ber
tahap, maka kita perlu menggunakan garis putus-putus. Gunakan
garis putus dengan panjang yang bervariasi bahkan sampai terlihat
sebagai titik-titik.
l Menggambar dengan Garis Kontur Silang
Garis kontur silang pada permukaan gambar yang kompleks, seperti
halnya garis kontur pada peta, bertujuan untuk memperlihatkan to
pografi atau perbedaan kedalaman suatu permukaan bumi. Garis
19
kontur silang juga membantu membentuk kesan kedalaman suatu
permukaan gambar. Garis demikian juga dapat digunakan untuk
membantu membentuk kedalaman gambar suatu objek. Garis kontur
silang menghasilkan kesan tiga dimensi pada permukaan kertas gam
bar yang datar.
l Penggunaan Gabungan Garis yang Kompleks
Objek yang sederhana akan memberikan kesan tiga dimensi yang mis
kin dalam bentuk, sedangkan objek yang mempunyai bentuk semakin
kompleks akan memberikan banyak detail, sehingga memberikan
beragam tampilan kedalaman. Gambar sebuah lingkaran sebagai
contoh, karena miskin kesan tiga dimensinya, maka bisa diartikan
sebagai bola pejal, atau cakram yang datar, bahkan juga bisa berarti
sebuah bentuk cincin. Kurangnya informasi gambaran yang ada di
dalam lingkaran inilah yang membuat interpretasi gambar bisa salah.
Itulah sebabnya gambar bisa terlihat janggal.
Dengan menambahkan detail pada gambar dengan garis kontur
murni akan memberi lebih banyak informasi ke dalam bentuk suatu
gambar. Berbagai variasi garis baik tipis-tebal maupun garis putus da
pat dipakai untuk melengkapi bentuk tajam, patah, atau lengkung
yang lembut.
Manfaatkan pengetahuan akan bentuk-bentuk garis dan efek yang
ditimbulkan untuk melukiskan sesuatu pada media gambar. Gunakan
segala bentuk garis dengan kombinasi tipis-tebal dan terang-gelap, se
hingga menghasilkan bentuk dengan efek dimensi yang diinginkan.
Gambar yang indah memberikan kesan yang wajar akan objek yang
digambar, sehingga otak akan menilainya alami dan enak dilihat. Ini
lah tujuan pelajaran menggambar ini.
20
IV. Menggambar
dengan Bantuan
Kisi-Kisi
Kisi-Kisi Persegi atau Persegi Panjang
Untuk memudahkan meniru bentuk suatu objek atau gambar se
hingga menghasilkan reproduksi yang tepat, bantuan kisi-kisi persegi
atau persegi panjang dapat digunakan. Asalkan bantuan kisi-kisi
pada gambar contoh sama dengan pada kertas gambar. Bila meng
gunakan bentuk persegi panjang pada gambar contoh, pada kertas
gambar pun kita harus menggunakan bentuk yang sama. Tetapi per
bandingan besar persegi boleh sama besar, lebih kecil, atau lebih
besar terhadap persegi pada kertas gambar. Hasil gambar juga akan
mengikuti perbandingan besar persegi tersebut.
Abaikan saja bila ada yang menganggap cara ini tidak baik atau
bahkan curang. Sebab cara ini sangat bagus untuk melatih perban
dingan jarak relatif dari suatu titik terhadap titik lainnya. Tujuannya
adalah melatih membiasakan menggambar dengan membandingkan
antara objek gambar terhadap hasil gambar.
Pada akhirnya nanti setelah terbiasa dengan prinsip dasar repro
duksi ini, maka kisi-kisi ini hanya akan kita imajinasikan saja dalam pi
kiran saat menggambar. Prinsip reproduksi ini sangat mendasar dan
kisi-kisi ini merupakan alat yang sangat efektif. Sangat membantu
berkenaan masalah dalam menggambar, yaitu perspektif, proporsi,
dan hubungan keduanya. Pada masa lalu para pakar seni lukis juga
menggunakan metode ini. Metode ini bahkan dianggap rahasia.
21
Saat memilih suatu gambar sebagai contoh, pastikan bahwa gam
bar cukup besar dan jelas. Gambar yang jelas dan besar akan memu
dahkan dalam penelusuran garisnya. Lakukan pembesaran dengan
mesin fotokopi atau mencetak melalui komputer.
Penentuan ukuran kisi disesuaikan dengan kemampuan pribadi
masing-masing. Bila kisi-kisi terlalu besar berarti akan sulit memper
kirakan posisi garis yang ada di dalam persegi, bila kisi terlalu kecil
maka akan banyak garis yang harus dihapus nantinya. Tidak ada
aturan baku dalam hal ini, sesuaikan saja dengan bentuk dan keru
mitan gambar yang akan dicontoh.
Untuk membuat kisi-kisi sebaiknya menggunakan warna tinta
yang kontras dengan gambar contoh. Pada gambar hasil fotokopi gu
nakan tinta terang.
22
Bagi pemula buatlah ukuran kisi-kisi pada kertas gambar sama
dengan ukuran pada gambar contoh. Bila sudah terbiasa maka
selanjutnya kisi-kisi bisa dibuat dengan perbandingan yang dise
suaikan dengan keinginan. Garis kisi-kisi pada kertas gambar dibuat
menggunakan pensil yang lunak dengan tekanan yang kecil, sehingga
nanti semua garis bantu ini mudah dihapus dan tidak meninggalkan
bekas.
Mengisi Persegi
Bila gambar terasa terlalu besar dan terganggu karena banyaknya per
segi, maka pusatkan perhatian pada beberapa persegi saja. Tentukan
dan tempatkan dahulu posisi contoh gambar terhadap persegi tempat
tujuan gambar. Gunakan kertas untuk menutup bidang persegi yang
belum dibutuhkan, sehingga kita bisa fokus pada beberapa bidang
persegi saja. Letakkan gambar dan kertas gambar berdampingan un
23
tuk memudahkan memperbandingkan sesamanya. Selanjutnya seca
ra bertahap selesaikan bagian yang lainnya sampai selesai.
Menggunakan Bidang Negatif
Garis kisi dipakai sebagai garis referensi guna membantu menempatkan
suatu titik pada posisi yang benar dalam bidang persegi. Pada contoh
berikut, perhatikan batas antara objek dan latar belakang berupa ga
ris kontur benda. Kemudian amati titik perpotongan garis kontur,
dan bentuk benda terhadap garis-garis kisi, inilah titik acuan yang
akan digunakan untuk membentuk gambar pada kertas gambar. Titik
perpotongan ini jangan diukur menggunakan mistar, tetapi cukup
dengan memperkirakan letak relatifnya saja (misalnya: di tengah,
sepertiga dari kiri, seperempat jarak dari atas, dst). Posisikan titik
tersebut pada kisi dalam kertas gambar lalu ikuti kemiringan garis
untuk membentuk garis bentuk yang sama dengan objek hingga me
motong garis kisi selanjutnya.
Bidang yang terbentuk antara tepi objek dan garis-garis kisi disebut
bidang negatif. Amati bidang-bidang negatif tersebut, kemudian se
derhanakan bentuknya (dalam contoh ini segitiga dan persegi pan
jang warna abu-abu). Bidang sederhana ini memudahkan meman
dang dan membuat garis objek yang digambar selanjutnya.
24
Penyelesaian
Kisi-kisi memudahkan kita meletakkan posisi gambar dengan lebih te
pat. Selain itu proses menggambar dapat dengan cepat dilakukan se
cara keseluruhan. Perhatikan dan gambarlah hanya garis-garis utama
pembentuk objek, dengan meletakkannya secara relatif terhadap ga
ris kisi dalam bidang persegi. Sedangkan hal-hal yang kecil atau ku
rang penting dapat diabaikan untuk sementara.
Apabila merasa perlu untuk melihat bentuk yang lebih baik, ma
ka bayang-bayang utama dapat disertakan pada tahap ini sambil me
meriksa dan memperbaiki bentuk keseluruhan. Perhatikan bentuk si
metri kiri dan kanan baik cangkir maupun teko. Bidang kiri dan kanan
harus terlihat sebagai bayangan cermin.
Setelah gambar terlihat baik, maka langkah selanjutnya adalah
merapikan dan melengkapi bagian yang lebih mendetail. Untuk itu
25
sebaiknya terlebih dahulu menghapus garis kisi-kisi. Perhalus gradasi
warna hitam dan berikan sentuhan akhir berupa kilauan warna putih
menggunakan karet penghapus bersih.
Contoh gambar ini memiliki bentuk-bentuk dasar sederhana
yang sangat teratur, sehingga mudah untuk ditiru. Oleh karena itu
untuk objek gambar yang memiliki bentuk yang rumit, juga harus
dilihat secara sederhana. Artinya harus dianggap sebagai bentuk
yang mudah dahulu, kemudian menirunya untuk membentuk gam
bar keseluruhan dengan benar secara proporsi. Setelah bentuk kasar
terlihat benar, barulah memperhatikan hal-hal yang lebih kecil. Se
cara bertahap teruskan kepada bagian yang lebih kecil lagi, sambil
memperhatikan dan memperbaiki kesalahan secara keseluruhan
sampai terbentuk sketsa yang tepat juga. Artinya, ini harus dianggap
sebagai bentuk yang mudah. Setelah itu, tirulah bentuk keseluruhan
dengan benar dan proporsional. Setelah bentuk kasar terlihat
benar, barulah perhatikan hal-hal yang lebih kecil. Secara bertahap
teruskan ke bagian yang lebih mendetail, sambil memperhatikan dan
memperbaiki kesalahan secara keseluruhan sehingga terbentuk sket
sa yang tepat.
Penyelesaian lukisan hanya tinggal melengkapi detail dan me
rapikan tingkat gradasi. Lakukan hal ini bertahap dan tidak terburu-
buru.
26
V. Membuat Sketsa
Latihan Membuat Sketsa
Tujuan utama membuat sketsa adalah menghasilkan bentuk dasar
objek lukisan dengan posisi yang benar. Perhatikan bentuk umum
bahan yang akan digambar. Amati bentuk-bentuk utama yang mewa
kili objek keseluruhan, posisi, kemiringan, serta garis-garis utama ob
jek secara proporsional. Dengan pensil lunak dan tekanan yang kecil,
gambarlah garis besarnya saja. Tentukan terlebih dahulu batas-batas
paling atas, bawah, kiri, dan
kanan, sehingga gambar tidak
melebihi bidang kertas gam
bar. Secara bersamaan penen
tuan batas ini juga mengatur
komposisi supaya nantinya
gambar terlihat seimbang
di dalam media lukisan. Be
berapa contoh berikut akan
memperlihatkan cara mem
bentuk sketsa. Tujuannya
adalah membentuk sketsa de
ngan benar terlebih dahulu
tanpa menyelesaikan gambar.
Sketsa sangat penting seba
27
gai dasar untuk menghasilkan gambar yang baik maupun untuk men
jadikannya lukisan yang wajar. Sedangkan kelanjutan sketsa sampai
selesai dapat dilihat pada bab VII yaitu “Contoh Latihan”.
l Garis-garis Bantu
1. Letakkan garis mendatar sebagai dasar untuk meletakkan benda.
Lanjutkan dengan beberapa garis sejajar lainnya sebagai batas
ketinggian piring, cangkir, teko, dan tutupnya. Perkirakan saja
ketinggiannya. Untuk tinggi cangkir, sekitar setengah tinggi
teko.
2. Dengan bantuan garis-garis sejajar untuk batas ketinggian,
gambarlah bentuk-bentuk dasar seperti setengah lingkaran,
elips, maupun garis lengkung lainnya untuk membentuk kedua
benda itu. Gunakan garis vertikal sebagai garis sumbu dan ba
tas jarak ke kiri dan kanannya. Hal ini memudahkan kita dalam
membuat bentuk yang simetris kiri dan kanan, untuk cangkir
maupun teko.
28
3. Perhatikan daerah bayang-bayang dan daerah terang, keduanya
memberi efek kedalaman dan kesan timbul. Berikan arsir untuk
daerah gelap sehingga benda terlihat timbul/cembung.
l Perhatikan Garis-garis Bantu
1. Gunakan benda atau pemandangan yang sederhana untuk ba
han latihan menentukan garis-garis bantu.
2. Perhatikan posisi beberapa garis lurus panjang yang membentuk
bangunan. Ini dapat dijadikan garis-garis bantu. Gambarkan ga
ris-garis itu sesuai posisi dan kemiringannya pada kertas gam
29
bar, sambil memperhatikan perbandingan antara tinggi dan
lebar bangunan.
3. Berdasarkan pola garis-garis ini, banyak garis lainnya dapat di
gambarkan pada tempatnya dengan lebih mudah.
30
4. Selanjutnya, lebih mudah bagi kita untuk menempatkan garis-
garis yang lebih kecil dan daerah gelap.
l Letak dan Kemiringan Garis
1. Posisi atau letak garis bantu ditentukan berdasarkan keperluan
atau perhatian utama yang akan dilukis. Air terjun sebagai ob
jek utama, pohon di kiri dan kanan, serta batu sebagai bing
kainya. Untuk lebih memfokuskan pada air terjun, orang harus
dihapus.
31
2. Tentukan dan letakkan garis-garis bantu untuk posisi dan batas
ketinggian air terjun. Perhatikan proporsi letak dan besar objek
terhadap bidang kertas gambar.
3. Berdasarkan garis-garis bantu, pertegas letak air tejun, tum
buhan di sekitarnya, dan bebatuan sebagai bingkai bawah .
32
4. Hapus garis-garis yang tidak perlu, juga bagian air terjun se
hingga tampak putih. Selanjutnya, tambahkan kerimbunan
dedaunan dan atur letak terang-gelapnya.
l Gunakan Teknik Perspektif
1. Pada foto terlihat garis mendatar yang memisahkan permu
kaan air laut dan langit. Garis ini disebut garis cakrawala dalam
perspektif.
33
2. Gambarkan garis cakrawala mendatar kira-kira 1/3 tinggi kertas. Per
kirakan posisi gumpalan awan di bagian atasnya. Buat garis bantu
permukaan bebatuan yang condong menuju sudut kanan kertas.
Gambarkan keempat bagian pada permukaan laut kian mengecil
mendekati garis cakrawala. Gelapkan awan pembawa hujan.
3. Serasikan gradasi warna hitam pensil pada awan. Berikan ba
yang-bayang dan garis-garis tebal pada bebatuan, serta garis-
garis tegas pada bagan terdekat. Dengan demikian, bagian ini
akan terlihat tajam. Gunakan karet penghapus untuk bagian
yang terang dan efek sinar matahari.
34
l Bangun Ruang Tiga Dimensi
Melukiskan bentuk benda yang teratur akan lebih mudah bila kita
memahami bentuk kubus, balok, piramida, prisma, dan sebagainya.
Foto candi ini mungkin terlihat sulit untuk dilukis. Supaya lebih
mudah, bayangkan bentuknya tersusun dari dua buah balok dan
sebuah piramida di bagian atas.
1. Buatlah beberapa garis bantu mendatar dan sejajar garis
cakrawala sebagai acuan pola bebatuan candi, sesuai
permukaan tanah. Garis-garis tegak lurus dimanfaatkan sebagai
acuan garis tegak candi.
2. Gambaran garis-garis selanjutnya, baik yang mendatar sejajar
cakrawala sesuai ketinggian maupun yang vertikal sesuai lebar
candi, dibuat dengan memperhatikan perbandingan antara
tinggi dan lebar bangunan.
3. Bentuklah sesuai pemikiran bahwa candi tertata dari bangun
ruang dua balok dan piramida di bagian atas. Tambahkan ba
ngun prisma sebagai acuan tangganya. Berdasarkan pola ba
ngun ini, detail candi dapat dilanjutkan dengan terang-gelap
dan letak bayang-bayang yang akan mempertegas kesan tiga
dimensi.
Perhatikan bahwa bidang depan candi dianggap frontal ter
hadap pemotret sehingga semua garis digambarkan sejajar ga
dengan garis cakrawala.
35
36
VI. Bayang-Bayang
BAYANG-BAYANG yang tepat akan menghasilkan kesan timbul
atau kedalaman pada gambar. Hal ini dilakukan dengan me
nyamarkan garis kontur dan garis kontur silang dengan bentuk arsir
yang diperhalus. Berikut beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan
untuk memulai menghasilkan bayang-bayang. Langkah awal yang
penting agar baik hasilnya adalah mengendalikan gerak dan tekanan
pensil, sehingga menghasilkan efek yang diinginkan. Pastikan setiap
goresan yang terjadi pada kertas menghasilkan bayang-bayang de
ngan bentuk yang kita inginkan. Teruslah lakukan latihan-latihan se
derhana berikut sambil memperhatikan hasilnya, guna memperbaiki
pengendalian tangan sehingga menghasilkan bayang-bayang yang
dibutuhkan sesuai dengan bentuk gambar keseluruhan.
Pensil dengan Ujung Lancip atau Ujung Datar
Tentukan dahulu apakah akan membuat
bayang-bayang dengan ujung pensil yang
lancip atau menggunakan ujung pensil yang
datar. Pensil berujung lancip akan memberikan
goresan lebih nyata dibanding pensil datar
atau tumpul pada tekanan yang sama. Con
toh gambar kiri memperlihatkan bayang-ba
yang yang dihasilkan ujung pensil yang lancip,
37
sedangkan gambar kanan dengan ujung pensil yang datar. Peng
gunaan sisi pensil yang lebar dan datar akan mempercepat proses
menutupi bidang yang lebih luas dan perubahan bayang-bayang
yang terjadi tampak lebih lembut. Sedangkan penggunaan pensil
berujung lancip menghasilkan perubahan kepekatan hitam yang
cepat, sehingga perlu lebih hati-hati. Praktikkan juga dengan lebih
banyak jenis pensil dengan kelunakan grafit yang berbeda dan pada
beberapa jenis kertas, untuk melihat efek yang dihasilkan. Sifat-sifat
grafit pensil dan permukaan kertas ini dapat dimanfaatkan pada saat
yang tepat untuk menghasilkan efek yang diperlukan dalam gambar.
l Bayang-Bayang pada Suatu Bidang
Membuat bayang-bayang pada suatu bidang
yang relatif sempit, umumnya kita lakukan de
ngan gerakan pensil teratur kiri-kanan, berba
lik arah ketika sampai pada bagian tepi tanpa
kesulitan. Tetapi untuk menghasilkan bayang-
bayang yang merata pada suatu bidang yang
agak luas kita sering mengalami kesulitan, ka
rena terbentuknya beberapa kumpulan garis
yang terlalu gelap berupa pita bayang-bayang
yang mengganggu gambar secara keseluruhan.
l Bayang-Bayang Tidak Tetap
Untuk mencegah terjadinya pita gelap pada
daerah bayang-bayang yang luas, lakukan
tekanan pensil yang lembut terutama untuk
menghasilkan bayang-bayang yang redup
atau tipis. Buat panjang goresan pensil dengan
interval yang kurang teratur, kadang panjang,
kadang pendek. Lakukan goresan yang tum
pang-tindih bilamana perlu, sehingga kepe
katan yang dihasilkan menjadi seragam. Un
tuk bayang-bayang yang lebih gelap secara
keseluruhan, arsir dapat diulang pada bagian yang sama lebih lama.
Gambar kiri memperlihatkan efek dari hasil goresan-goresan awal,
sedangkan hasil akhirnya tampak pada gambar kanan.
38
l Bayang-Bayang dengan Gerakan Melingkar
Alternatif lain untuk menghasilkan bayang-
bayang yang merata adalah menggunakan
gerakan pensil melingkar halus. Tekanan pen
sil yang lembut dengan gerakan melingkar
halus yang saling menutupi menghasilkan
pola yang menutupi seluruh bidang secara
bertahap. Untuk bayang-bayang yang agak
terang, hati-hati, jangan terlalu menekan pen
sil sehingga dapat memperjelas bentuk ling
karan-lingkaran kecil yang dibuat.
l Arsiran dengan Arah yang Jelas
Pada saat tertentu kita butuh efek yang memperlihatkan perbedaan
dua bidang tertentu. Untuk mengarsir dua bidang dengan bayang-ba
yang yang mempunyai efek arah yang berbeda, lakukan dengan perbe
daan arah goresan yang jelas dari kedua bidang tersebut. Meskipun ba
yang-bayang dibuat agak samar, tetapi efek yang timbul tetap nyata.
Hal ini digunakan untuk memperjelas perbedaan atau perubahan dari
permukaan kedua bidang, terutama pada pertemuan kedua bagian
sisi bidang datar. Tetapi hati-hatilah untuk tidak membuat perubahan
perbedaan kerapatan dan kegelapan yang mencolok di daerah tengah
bidang arsir, karena dapat memberikan ilusi gelombang pada mata
sehingga mengganggu gambar keseluruhan.
l Tekanan Garis Saat Membuat Bayang-Bayang
Ketika membuat bayang-bayang dengan arah arsir yang jelas, per
bedaan tekanan pensil dapat menghasilkan efek terang dan gelap.
39
Mengatur tekanan pensil yang tepat saat
membuat garis-garis halus baik panjang
maupun pendek, akan memberikan efek
yang disesuaikan untuk gambar permukaan
bergelombang, serta permukaan dengan
tekstur tertentu seperti rambut atau rerum
putan.
l Bayang-Bayang Bidang Kontur
Memberikan bayang-bayang untuk meng
hasilkan efek kontur atau perbedaan ting
gi dan rendahnya suatu permukaan da
pat dilakukan dengan mengatur tekanan
pensil saat mengarsir. Perubahan terang
dan gelap pada suatu bidang akan meng
hasilkan efek kedalaman atau dimensi.
Perubahan kepekatan dan arah bayang-
bayang secara bertahap juga akan sangat
membantu menguatkan efek perspektif
pada suatu gambar.
l Bayang-Bayang pada Gambar Perspektif
Garis dengan arah dan ketebalan yang jelas
dalam membentuk bayang-bayang sangat mem
bantu dalam memberi kedalaman pada gambar
perspektif. Tetapi kesalahan penempatan ba
yang-bayang serta arah garis bisa memberikan
efek yang kurang baik.
Pada contoh gambar pertama terlihat efek
yang dihasilkan bayang-bayang dari arsir yang
kurang tepat pada gambar perspektif. Kesa
lahan umum para pemula adalah membuat
bayang-bayang mengikuti arah salah satu garis
sisi bidang perspektif, dan mengacu pada garis
itu untuk seluruh bidang sisi tersebut. Akibatnya
efek yang dihasilkan bertentangan dengan ilusi
perspektif. Sedangkan efek yang diharapkan
muncul atau kesan dimensi yang dibayangkan
menjadi sangat berkurang atau bahkan hilang.
40
Sebaiknya arah garis arsir bayang-bayang mengikuti pola perspek
tif, semua arah garis pada bidang tertentu mengarah ke suatu titik
lenyap atau mengarah vertikal pada bidang sisi tegak. Latihlah untuk
melakukan hal tersebut seperti tampak pada contoh gambar kedua.
Untuk memudahkan arah arsir terutama dalam bidang yang agak
luas, buatlah beberapa garis bantu ke arah titik lenyap. Arah arsir se
lain mengarah ke titik lenyap, juga bisa dengan arah vertikal ke atas
atau bawah. Selain bayang-bayang dengan arah perspektif, kita juga
dapat membuat bayang-bayang tanpa arah garis yang nyata, lakukan
dengan gerak pensil melingkar atau melembutkannya dengan gu
lungan kertas berbentuk pensil.
l Bidang Bersudut dan Lengkung
Benda berbentuk datar akan memantulkan cahaya yang hampir me
rata pada seluruh bidang. Sedangkan bila terdiri atas beberapa bi
dang datar yang membentuk sudut, maka setiap bidang datar tadi
akan memantulkan cahaya yang berbeda-beda tergantung sumber
cahaya dan tekstur benda tersebut. Perhatikan gambar ketiga lem
pengan bersudut banyak berikut, cobalah membuat arsir yang ber
beda tingkatan kepekatan warna hitam sehingga menghasilkan efek
yang baik.
Begitu juga bola dengan tekstur yang berbeda-beda akan meng
hasilkan bayang-bayang yang berbeda, meskipun sudut datang sinar
nya sama.
41
Latihlah mengendalikan tekanan pensil dan arah gerak agar lebih
baik, sehingga menghasilkan efek yang diinginkan. Juga rajinlah ber
latih untuk memberikan bayang-bayang dengan arsir baik secara
melingkar, ke suatu arah yang jelas, beberapa perubahan arah yang
nyata serta beberapa pola tekstur lainnya guna melatih tangan dan
mata dalam membuat dan melihat efek yang ditimbulkan.
Banyak berlatih dan mempelajari efek bayang-bayang akan me
mudahkan menghasilkan gambar dan lukisan selanjutnya. Berbagai
contoh pada lembar-lembar selanjutnya dapat digunakan sebagai
panduan berlatih sehingga lebih mahir lagi.
Arah dan besarnya intensitas cahaya yang jatuh pada benda me
mengaruhi lokasi dan bentuk bayang-bayang. Arah datang sinar akan
menentukan arah jatuhnya bayang-bayang. Arah sinar yang datang
dari atas-kanan akan menghasilkan bayang-bayang di bagian bawah-
kiri dari benda yang terkena sinar. Intensitas cahaya yang kuat akan
membuat bayang-bayang yang tajam atau kontras terhadap bidang
yang terang. Semakin lemah intensitas cahaya akan menghasilkan ba
yang-bayang yang semakin kurang kontras. Kedua hal ini dapat diilus
trasikan pada contoh pertama dan kedua gambar di bawah.
42