The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2020-12-10 06:21:24

Melukis dengan Pensil 1

Melukis dengan Pensil 1

Keywords: melukis,dengan,pensil,1

Sedangkan ilustrasi ketiga menggambarkan sinar yang datang da­
ri segala arah, tetapi tetap arah sinar yang berasal dari kanan-atas
yang paling kuat intensitasnya.

Dengan mempelajari efek bayang-bayang dan banyak berlatih,
maka hal ini akan memudahkan dalam menghasilkan gambar dan
lukisan selanjutnya. Berbagai contoh pada lembar-lembar selanjutnya
dapat digunakan sebagai panduan berlatih sehingga lebih mahir
lagi.

43

44

VII. Contoh Latihan

BELAJAR menggambar akan lebih lancar bila kita banyak be­r­
l­a­tih serta membantu anak melakukan hal yang sama se­ba­
nyak mungkin. Sebaiknya awali latihan dengan menyesuaikan mi­nat
seseorang, baru meningkatkan latihan kepada bentuk-bentuk lain
yang semakin beragam. Anak lelaki juga harus belajar menggambar ta­
nam­an dan aneka bunga, begitu juga dengan anak perempuan yang
di­la­tih menggambar berbagai jenis kendaraan. Cobalah menggambar
se­ba­nyak mungkin variasi baik benda mati maupun makhluk hidup.
Apa­bila memungkinkan, gunakan benda asli, sehingga kita terbiasa
meng­gambar benda sesungguhnya dengan cahaya dan bayang-ba­
yang alami. Oleh karena itu menggambar di luar ruangan sangat di­
an­jurkan.

l Benda

Banyak perabotan di lingkungan dalam dan luar rumah yang dapat
di­gu­na­kan sebagai alat bantu berlatih menggambar. Pintu, jendela,
beragam bu­ku, lantai, mempunyai bentuk bidang datar persegi dan
per­segi pan­jang. Bentuk lainnya yang teratur merupakan bidang
po­li­go­nal, ya­itu bidang datar yang memiliki banyak sudut. Bentuk
de­mikian se­ring kita jumpai, mulai dari segitiga, segi empat, segi li­
ma, dan se­te­rus­nya. Kemudian bentuk istimewanya seperti segitiga

45

siku-siku, segitiga samakaki, trapesium, jajaran genjang, dan lain­
nya. Cakram ber­ben­tuk lingkaran sempurna bila dilihat dari atas, saat
diamati de­ngan mengubah sudut pandang dengan cara me­miring­
kannya, ma­ka akan tampak sebagai elips. Dari bentuk elips yang
gemuk terus men­jadi kurus, dan sebaliknya. Apabila lingkaran dibagi
oleh garis-ga­ris lurus, akan membentuk bidang yang dikenal sebagai
juring. Ben­tuk bulan sabit dapat dihasilkan dari dua buah lingkaran
yang saling me­mo­tong.

Usahakan untuk tidak menggunakan mistar atau penggaris dalam
mem­buat setiap bentuk bangun datar. Dengan demikian tangan
akan terlatih menghasilkan garis-garis lurus dan garis-garis se­ja­jar,
meskipun pada awalnya akan terasa sulit dan hasilnya kurang me­
muas­kan. Begitu juga ketika akan membentuk lingkaran dan bangun
da­tar bersudut tertentu. Untuk membuat lingkaran, buatlah bidang
da­tar berupa persegi terlebih dulu, kemudian dengan garis lengkung
hu­bungkan keempat sisi dalam persegi sampai terbentuk lingkaran.
Se­dangkan bentuk elips dihasilkan dari bentuk awal persegi panjang,
ke­mu­dian membuat garis lengkung yang menyinggung keempat sisi
ba­gian dalam persegi panjang.

46

Berdasarkan bangun bidang datar istimewa demikian dapat di­ha­
sil­kan bentuk-bentuk bangun ruang istimewa seperti kubus, balok,
si­lin­der, bola, kerucut, kubah, serta limas.

Pada gambar selanjutnya adalah gambar bidang-bidang datar yang
te­lah ditambahkan beberapa garis sejajar. Dengan menambahkan se­
dikit bayang-bayang, gambar akan tampak sebagai bangun ruang.
Ba­ngun yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi dikenal se­
bagai bangun tiga dimensi. Pikiran kitalah yang menghasilkan ilu­si
bangun ruang, sementara kita menggambar pada bidang datar be­ru­
pa kertas gambar yang mempunyai dua dimensi, panjang dan lebar.

47

Tu­juan kita menggambar dengan efek tiga dimensi adalah supaya
gam­bar atau lukisan kita mempunyai kesan kedalaman atau timbul.

48

Perabot rumah tangga yang sering kita jumpai terbuat berdasarkan
ben­tuk-bentuk yang istimewa demikian. Beberapa bentuk lainnya
me­ru­pakan bangun ruang istimewa yang terpotong, seperti limas
dan kerucut terpotong. Setelah terbiasa melihat bangun ruang yang
de­mi­kian, maka akan lebih mudah membayangkan bentuk-bentuk
ruang lain yang merupakan kombinasi dari beberapa bentuk ruang
ter­sebut.

Cobalah menggambar beberapa bentuk kombinasi dari gabungan
dua buah bangun ruang dahulu. Tanpa bayang-bayang, anggaplah
se­mua bangun ruang tersebut terbuat dari kaca tembus pandang.
Se­mua garis yang mungkin ada dapat dilihat. Mulailah dari bangun
se­der­hana seperti gabungan dua buah balok, begitu juga dengan ga­
bung­an silinder atau tabung. Selanjutnya, cobalah gabungkan dua
buah bangun yang berbeda, baik bentuk maupun ukurannya.

49

Bentuk perabotan rumah tangga umumnya terdiri atas beberapa
kom­bi­nasi bangun ruang. Pelajari bentuknya dan cobalah bayangkan
ga­bungan bentuk dasarnya. Untuk menggambar bentuk yang kom­
pleks tentu akan lebih mudah membuatnya dari gabungan bentuk-
ben­tuk yang sudah dimengerti. Bila ada, tentukan garis simetri untuk
me­ne­tapkan acuan jarak kiri-kanan ataupun atas-bawahnya.

50

Perhatikan contoh yang diberikan. Dengan mengacu bentuk-ben­
tuk istimewa bangun datar dan bangun ruang serta ilusi yang di­ha­
silkan inilah, maka perabotan rumah tangga yang tampak rumit se­ka­
li­pun menjadi lebih mudah digambar.

Beragam benda berbentuk balok dan kubus seperti lemari, televisi,
ko­tak permen, kemasan cokelat, sabun, pasta gigi, dan lainnya dapat
di­gu­nakan sebagai alat bantu. Untuk menggambar benda berbentuk
bo­la dengan tekstur berbeda dapat digunakan berbagai jenis bola
yang diletakan di atas meja. Selain perabotan yang berukuran besar,
be­be­rapa peralatan kecil dapat kita jadikan sebagai contoh untuk la­
tih­an seperti sekrup, mur, baut, per, dan lain-lain.

Amati dan pelajari bayang-bayang yang terjadi pada saat kita me­ng­
u­bah, memutar, atau memindahkan benda terhadap sumber cahaya.
Usa­ha­kan menggambar benda atau perabotan yang ada tanpa ban­
tuan alat penggaris atau jangka. Gunakan hanya pensil hitam yang
lem­but dengan sedikit penekanan sehingga gambar tampak samar,
bi­la sudah yakin benar barulah gambar diperjelas.

Perhatikan pula bahwa bayang-bayang yang dihasilkan ben­da
transparan atau tembus pandang akan berbeda dengan benda pa­
dat. Perhatikan bayang-bayang yang terbentuk pada benda peraga.
Umumnya benda-benda yang terbuat dari plastik dan kaca transparan
ber­warna lebih terang daripada benda-benda yang terbuat dari bahan
tak tembus pandang. Bayang-bayangnya pun tidak terlalu hitam.

Selain itu benda yang licin akan banyak memantulkan cahaya

51

yang kontras, sehingga terlihat kilauan berupa garis putih. Untuk
meng­gambarnya bisa menggunakan karet penghapus pada bagian
per­mukaan yang telah sedikit dihitamkan.

Hapuslah garis-garis yang tidak dibutuhkan lagi, lalu perbaiki ba­
yang-bayang pada tempat yang terhapus. Dengan menggunakan tek­
nik penempatan yang baik dan efek bayang-bayang yang tepat, maka
gam­bar akan terlihat sebagai lukisan yang wajar dan enak dilihat.

Semakin banyak berlatih, maka tangan semakin terbiasa mem­be­da­
kan tekanan pensil yang akan menghasilkan perbedaan gradasi yang
ha­lus, serta semakin luwes dalam menempatkan kepekatan warna hi­
tam pada kertas. Sampai pada akhirnya terasa semakin mudah da­lam
menilai bentuk serta kedalaman efek tiga dimensi, sehingga pe­la­jar­
an menggambar akan jadi semakin lancar saja.

Aturlah beberapa benda yang mewakili beberapa bentuk ruang,
ter­masuk yang tembus pandang. Gambarkan sketsa dari bentuk-ben­
tuk dasar setiap benda, dengan memperhatikan proporsi masing-ma­
sing benda satu sama lain. Perhatikan dan tempatkan ba­yang-bayang
sesuai tempat dan kepekatannya, sampai timbul kesan per­bedaan

52

jarak antarbenda. Setelah terasa benar, maka gradasi war­na hitam
dapat diperhalus sehingga semakin terlihat perbedaan jarak an­tar­
benda. Gunakan karet penghapus untuk efek kilauan.

Kembangkan dan gunakan imajinasi untuk menggambarkan ben­
da-benda lain yang lebih kompleks. Perhatikan bahwa benda ter­diri
atas beberapa rangkaian bangun ruang. Lihatlah setiap benda se­cara
sederhana dan bentuklah dari bangun yang sederhana pula, se­hingga
benda yang awalnya terlihat sulit akan menjadi mudah me­lu­kisnya.

53

54

55

56

l Pemandangan Alam

Saat menggambar pemandangan alam perhatikan beberapa ke­lom­
pok besar yang dapat dibedakan. Pertama adalah yang paling mu­dah
yaitu awan. Meskipun bentuknya sangat bervariasi, tetapi po­la­nya
sederhana sehingga memudahkan untuk berimajinasi. Untuk mu­dah­
nya anggaplah awan terbentuk dari arsiran tipis berlapis-lapis terang-
ge­lap lurus atau sedikit melengkung. Dan ada juga yang terbentuk
se­perti gumpalan-gumpalan asap. Untuk menggambar awan ber­arti
melatih mengombinasikan kedua bentuk tersebut sehingga me­nye­ru­
pai awan sesungguhnya. Beberapa contoh selanjutnya dapat di­gu­na­
kan sebagai pelajaran awal. Gumpalan awan putih, asap putih, serta
asap hitam hasil pembakaran pada contoh berikut memiliki cara dan
lang­kah menggambar yang sama.

57

1. Tentukan dahulu bentuk umum yang akan menjadi model
awan.

2. Berikan arsir tipis dengan tekanan pensil yang lembut di ba­gian
yang gelap. Pada bagian yang lebih gelap lagi cu­kup meng­ulang
arsir lembut di bagian yang telah diarsir se­be­lum­nya.

3. Bila sudah terlihat perbedaan jarak antara kelompok awan dan
ke­san kedalaman yang wajar, maka ratakan arsir tadi dengan
ja­ri tangan. Dapat juga menggunakan selembar kain kecil atau
gu­lungan kertas bentuk pensil. Dengan tekanan yang berubah-
ubah akan menghasilkan bentuk awan yang baik.

4. Gunakan karet penghapus untuk mengembalikan warna putih
ker­tas, sehingga tampak semakin alami.

Dengan cara dan teknik serupa, cobalah untuk meniru contoh-con­
toh gambar berikut. Sketsa awan di atas dan sekitar pegunungan ini
menggunakan pensil tumpul dengan tekanan kecil.

58

Untuk menyebar warna hitam dengan cepat sebaiknya meng­gu­
nakan pensil tumpul dengan genggaman mendatar, kemudian sa­
pukan jari dengan ringan. Untuk mewarnai daerah tanah dan bukit
ba­tu, gunakan alat bantu gulungan kertas bentuk pensil.

59

Menggambar awan atau kabut sangat menyenangkan. Gunakan
te­kanan pensil lembut untuk mengarsir bagian-bagian yang perlu.
Ke­mudian bentuk pola awan pada daerah kabut dengan bantuan se­
lembar kain kecil dan gulungan kertas bentuk pensil. Sedangkan un­
tuk bagian terang gunakan karet penghapus, sehingga warna pu­tih
kertas muncul kembali.

Kelompok kedua adalah air. Pemandangan yang didominasi
oleh air yang tenang pastilah lebih mudah menggambarnya bi­la
dibandingkan dengan permukaan air yang berombak atau ber­ge­lom­
bang besar. Air yang tenang akan terlihat sederhana. Gambar de­ngan
objek air bergerak akan lebih terlihat dinamis dan sangat me­nantang
untuk dilukiskan.

Cobalah berlatih seperti beberapa contoh berikut. Dengan teknik
yang sederhana pasti terasa semakin mudah. Tahapannya juga sama
se­perti saat menggambar awan.

1. Terlebih dahulu tetapkan garis-garis utama pembentuk ge­lom­
bang secara keseluruhan.

60

2. Buatlah bayang-bayang dengan arsir secara bertahap sehingga
ben­tuk gelombang menjadi semakin jelas.

3. Lembutkan arsir pensil dengan jari tangan atau menggunakan
se­lembar kain kecil serta gulungan kertas bentuk pensil. Ben­
tuklah perubahan gradasi sambil melakukan tekanan yang
ber­ubah-ubah guna menghasilkan bentuk yang wajar dari ge­
lombang air.

4. Bila perlu gunakan karet penghapus untuk menghapus bagian
yang memperlihatkan buih-buih yang berwarna terang.

Perhatikan: Dua buah garis acuan berupa garis gelombang me­
leng­kung dan melingkar tidak perlu terlalu nyata dibuat. Arah arsir
usa­hakan sesuai arah gelombang air.

61

Perhatikan: Beberapa garis bantu utama dapat dibuat lebih tebal
di­ban­ding dengan garis bantu pelengkap.

62

Perhatikan: Untuk mempercepat bayang-bayang terbentuk meluas
dan merata, sebaiknya condongkan pensil sehingga grafit pensil le­
bar mengenai bidang kertas gambar. Arah arsir pensil memberikan
efek arah dan gerak.

63

Kelompok ketiga adalah bebatuan. Bebatuan juga memiliki pola
yang bagus untuk dilukis. Dengan mengikuti polanya yang sering
me­nun­jukkan keunikan tersendiri, maka lukisan akan terlihat alami.
Ka­dang-kadang perlu juga mengubah pencahayaan atau terang-ge­
lap­nya retakan bebatuan guna menghasilkan karya yang indah.

Lukisan daerah bebatuan dengan awan yang tipis dan datar akan
mem­per­lihatkan kesan yang tenang, sepi, dan tandus. Tetapi bila me­
nam­bahkan awan yang cukup kontras akan menghasilkan kesan
yang lebih dinamis seperti contoh berikut ini.

64

Kombinasi air dan bebatuan sangat menarik untuk melatih ke­
te­ram­pilan tangan. Dengan cara yang baik lukisan yang dihasilkan
akan indah meskipun hanya dengan pensil. Tirulah dan jangan ter­
gesa-gesa untuk menyelesaikan lukisan seperti contoh berikut ini.

65

Meskipun contohnya sederhana, butuh kesabaran dan ke­te­li­tian
untuk memperoleh hasil yang baik. Bersabarlah dan nikmati ira­ma
goresan pensil di atas kertas.

66

Cepat-lambat gerakan tangan serta tekanan yang kuat dan lembut
pen­sil ke atas kertas, merupakan irama yang dapat dinikmati. Hasilnya
ter­lihat pada kertas gambar. Baik atau buruknya hasil latihan menjadi
peng­ingat yang berguna di kemudian hari. Rekaman perasaan dan
ingat­an akan hasil goresan pensil ini akan digunakan kembali ketika
me­lu­kis karya yang lain. Semakin lama tentu akan semakin baik ha­
sil­nya.

67

Cobalah terus berlatih menggunakan air sebagai objek. Urutannya
se­la­lu sama, yaitu mengatur tata letak objek sehingga baik pada me­
dia gambar, buat sketsa sederhana lalu beri bayang-bayang me­nye­

68

luruh secara garis besar. Perhatikan keseimbangan terang dan gelap.
Se­cara bertahap perhalus gradasi bayang-bayang sampai lukisan ter­
li­hat indah.

Kelompok keempat adalah tumbuhan Menggambar tumbuhan
dalam melukiskan pemandangan alam seharusnya lebih mudah di­ban­
ding melukiskan tumbuhan sebelumnya. Tumbuhan di sini hanya ter­
lihat sebagai kelompok tumbuhan dari kejauhan. Kelompok tumbuhan
ter­tentu hanya akan terlihat apabila memiliki perbedaan yang nyata
se­cara individu terhadap kelompok tumbuhan yang lain. Misalnya
se­perti kelompok tumbuhan kelapa terhadap kelompok tumbuhan
pi­nus ataupun kelompok rerumputan. Untuk ini dapat diperhatikan
da­ri beberapa contoh lukisan dengan pensil selanjutnya.

Setelah banyak memahami betapa menyenangkan melukis dengan
pen­sil, langkah selanjutnya adalah berlatih melukiskan pemandangan
yang indah selama perjalanan. Terutama di saat liburan sekolah, anak-
anak banyak yang melakukan rekreasi ke luar kota. Melewati ja­lan-
jalan besar yang panjang, daerah pegunungan dengan jalannya yang
be­rkelok-kelok, menikmati pemandangan persawahan, perkebunan,
hu­tan, dan pegunungan. Selain itu juga ada yang ke daerah pantai
yang landai berpasir, berbatu, atau yang bertebing terjal. Di situ
anak-anak dapat mengamati pasang dan surut air laut, batas garis
pan­tai, pepohonan sekitar, tebing yang curam serta gelombang air
laut. Selain itu bentuk dan warna awan pada saat-saat tertentu tam­
pak mengagumkan. Banyak sekali jenis pemandangan yang dapat di­
re­kam melalui alat elektronik yang umum dibawa anak-anak se­masa
liburan. Dengan demikian lebih mudahlah bagi mereka untuk meng­
gambarkan kembali pemandangan yang telah dinikmati tadi ke atas
kertas gambar. Ketika mengajarkan menggambar kita juga dapat
me­latih daya ingat anak-anak akan lingkungan yang telah diamati
se­pan­jang liburan.

Misalnya dalam perjalanan menuju Pantai Pelabuhan Ratu dari
Ja­karta, kita bisa mengamati banyak pemandangan yang indah. Be­
be­rapa lokasi mungkin sempat diabadikan dengan kamera foto. Be­
berapa tempat pembakaran kapur yang terlihat sederhana mungkin
bi­sa menghasilkan gambar yang menarik, seandainya menggunakan
su­dut dan pencahayaan yang tepat. Yang perlu diperhatikan adalah
ti­dak perlu menggambar dengan jelas secara keseluruhan, fokuskan
pa­da bagian tertentu yang perlu mendapat perhatian. Pada gambar
be­ri­kut hanya lokasi kompleks pembakaran kapur dengan beberapa
po­hon yang dibuat lebih jelas, dengan warna hitam lebih pekat se­
bagai fokus gambar.

69

Sedangkan rerumputan di latar depan dan pepohonan pada pe­gu­
nung­an di latar belakang tidak rinci dengan warna yang agak samar.
Se­cara keseluruhan gambar terlihat berpusat hanya pada kompleks
pem­ba­karan kapur.

Begitu juga ketika sudah sampai di tepi pantai. Mungkin pe­man­
dang­an pantai sudah terlalu umum, kelihatannya kurang menarik.
Se­perti biasanya ada beberapa perahu nelayan yang tertambat
saat tidak di­gu­nakan. Pada hari libur perahu-perahu itu terlihat
digunakan beberapa anak un­tuk duduk mengobrol sambil menikmati
pemandangan ke arah laut yang banyak dikunjungi wisatawan lokal.
Meskipun demikian, co­ba­lah berlatih dengan objek yang sederhana,
atur dan tempatkan pe­ra­hu sedikit ke kiri seakan mengarah ke laut
lepas. Gambarkan anak-anak yang berada di dalamnya menengok
ke arah yang sama, se­hing­ga komposisi gambar tidak berat di kiri.
Bila kurang seimbang ma­ka tambahkan helaian daun kelapa di
sudut kanan atas, ini akan mem­bantu mengisi kosongnya ruang
kanan. Beberapa perahu, batas tepi pan­tai, dan pegunungan di latar
belakang digambar secara samar, mem­beri kesan masih berkabut.
Bentuk orang-orang juga tidak perlu jelas sekali.

Gambar yang melukiskan pemandangan alam seperti ini dapat
men­jadi bahan lukisan berwarna nantinya. Ketika kita sudah belajar

70

me­lu­kis dengan menggunakan cat, baik cat air, cat akrilik, maupun
cat minyak, maka hasil gambar-gambar dengan pensil ini dapat men­
jadi bahan acuan.

Setiap harinya kita melihat banyak sekali pemandangan sehingga
ob­jek yang menarik kadang terlihat sederhana. Cobalah untuk mem­
per­hatikan garis-garis yang terjadi pada objek tertentu. Dengan
meng­ubah sudut pandang, kita dapat memperoleh komposisi yang
me­narik.

Gambar berikut ini juga merupakan pemandangan yang lazim ter­
lihat dalam suatu perjalanan ke luar kota. Pemandangan menjelang
Pa­da­larang, Bandung, Jawa Barat. Pada papan di kiri gambar tertera
ke­te­rangan jarak menuju Padalarang masih 7,7 km.

Sebagai fokus gambar adalah papan yang bertuliskan suatu ke­te­
rang­an, tempat tambal ban yang tercirikan dengan dua buah ban
be­kas, beberapa kendaraan dan beberapa rumah di seberang jalan
ser­ta jalan yang halus. Gambar memperlihatkan jalan raya yang le­bar
dan mulus, dengan sedikit kendaraan yang melewatinya. Tidak ada­
nya gambar orang, memberikan kesan sepi.

Latar belakang berupa pepohonan dan pegunungan digambar de­
ngan samar, sehingga memberi kesan jarak antara latar depan se­ba­

71

gai fokus lukisan dan latar belakang yang lebih jauh. Hal ini penting
un­tuk membuat lukisan secara keseluruhan tidak berkesan padat.

Meskipun objeknya sederhana, penempatan sudut pandang yang
te­pat serta pembentukan cahaya yang baik memungkinkan lukisan
men­jadi enak dipandang.

Pemandangan daerah pantai memang kurang banyak variasi, te­
tapi objek ini baik juga sebagai bahan latihan menggambar. Cobalah
un­tuk melatih menempatkan objek-objek gambar sehingga ter­li­hat
seimbang dalam kertas gambar. Perhatikan pola bebatuan, per­mu­ka­

72

an air laut yang berombak, dan awan yang terbentuk. Masing-ma­sing
pola memiliki keseragaman yang mewakili ciri masing-masing.

Bagian bebatuan pada pemandangan pantai berbatu karang bisa di­
buat lebih gelap, sedangkan ombak yang dinamis dibuat lebih te­rang.
Gunakan karet penghapus untuk membentuk efek buih om­bak.

73

Pada bagian air dan awan yang tidak memerlukan warna yang ge­
lap, gunakan kain untuk menyebarkan tipis warna hitam grafit pen­sil.
Gunakan karet penghapus untuk menampilkan buih ombak dan ka­
but maupun awan.

74

Bebatuan dan karang daerah pantai mempunyai pola tertentu. Be­
gitu juga bebatuan yang membentuk pegunungan. Perhatikan dan
ikuti polanya. Fokuskan hanya pada daerah yang ingin ditonjolkan,
de­ngan memberi warna yang lebih gelap dan garis tepi yang lebih
ta­jam.

Latihlah sebanyak mungkin variasi gambar pemandangan. Se­lain
menggambar daerah pantai dan pegunungan, biasakan juga meng­
gam­bar jalan, jembatan dengan beberapa bangunan lainnya. Gambar
yang memiliki bangun berbentuk balok, prisma, dan bentuk bangun
ruang lainnya perlu memperhatikan teknik menggambar dengan
pers­pek­tif.

75

Untuk menggambar pemandangan yang ditumbuhi po­hon atau
pepohonan, sangat penting menggunakan cara berpikir vi­sual, yaitu
menggambar yang terlihat oleh mata. Usahakan tidak de­ngan cara
berpikir simbolik. Sebagai contoh yaitu penggambaran gu­nung
dengan sebuah atau dua buah kurva lengkung, matahari de­ngan
lingkaran yang dikelilingi beberapa garis yang memencar di se­ki­
tarnya. Beberapa pohon terbentuk dari sepasang garis sejajar ke atas
dengan bagian atas berupa kurva keriting mewakili dedaunan, dan
seterusnya.

Perhatikan kedua contoh berikut, gambar ulang lukisan karya
Claude Monet tahun 1865, pohon atau pepohonan tidak dibentuk
da­ri garis-garis yang sangat teratur, melainkan digambar seperti apa
yang tampak oleh mata. Batang pohon terbentuk dari pola bayang-
ba­yang mengarah ke atas dengan sedikit percabangan di bagian
atas. Garis tidak perlu selalu tegas, bahkan ranting dan dedaunan
ha­nya berupa bayang-bayang lembut hasil penghalusan grafit pen­
sil dengan gulungan kertas. Cobalah membiasakan anak-anak meng­
gam­bar dengan cara seperti ini. Apabila memungkinkan, sesekali ajak­
lah mereka menggambar di luar ruangan untuk langsung mengamati
pe­man­dangan yang ada.

76

Jangan ragu untuk mereproduksi atau menggambar ulang hasil
kar­ya seseorang yang kita anggap baik. Dengan begitu kita bisa be­
la­jar menggambar dengan meniru komposisi atau tata letak serta
pen­ca­hayaan yang baik dari karya seseorang. Perhatikan kedua
con­toh lukisan ulang karya Monet ini, objeknya sederhana dengan
pen­ca­hayaan baik. Peletakan titik lenyap perspektif, komposisi, serta
pen­ca­hayaan yang tepat menghasilkan suatu lukisan yang indah di­
pan­dang.

Belajar menggambar dan melukis adalah dengan meniru ciptaan
Allah yang Maha Kuasa. Selain itu kita juga mencontoh hasil karya
orang lain, tentu saja karya yang baik. Tujuannya adalah menambah
ke­te­ram­pilan dengan mencontoh gaya seseorang yang sesuai dengan
se­lera pribadi. Kita semua bisa menguasai seni menggambar atau
me­lukis. Seni merupakan suatu keterampilan yang dapat dikuasai de­
ngan mengamati dan disertai banyak latihan.

Kita dapat memanfaatkan internet, yang menyediakan beragam
foto, untuk mencari bahan latihan menggambar. Ambillah fo­to-foto
yang cukup kontras dengan pencahayaan yang baik.

77

Setelah menguasai teknik menggambar dengan contoh yang re­la­
tif tenang, maka untuk berlanjut ke gambar-gambar yang lebih di­na­
mis akan terasa lebih mudah.

Supaya daya pengamatan kita terhadap suatu objek gam­bar atau
lukisan menjadi lebih baik, serta teknik menggambar bertambah
banyak, ada baiknya kita juga menguasai teknik perspektif. Teknik
perspektif mem­bantu dalam menggambarkan kesan kedalaman
ruang dan per­bedaan jarak benda-benda, posisi benda yang lebih
dekat akan ter­lihat lebih besar daripada benda yang letaknya lebih
jauh dari seorang peng­amat. Sebagai contoh perhatikan gambar
berikut yang dibuat meng­gunakan teknik perspektif. Semua objek
yang menjauhi pelukis tam­pak semakin kecil dan menghilang pada
suatu titik tertentu yang ter­letak pada garis cakrawala. Semua garis
sejajar yang juga sejajar bi­dang datar permukaan bumi akan berakhir
pada garis cakrawala ju­ga. Dengan menggunakan teknik demikian
maka gambar atau lu­kis­an yang dihasilkan akan terlihat wajar.

78

79

80

Daftar Pustaka

Moranz, John. Mastery of Drawing. Richard S Smith Publ. Inc. New York (1950)
410 hlm.

Beberapa situs internet yang menyediakan pelajaran menggambar, membuat
sketsa, serta melukis secara gratis maupun komersial:
http://www.learn-to-draw.com
www.ArtGraphica.net
www.ConceptArt.org
http://figure-drawings.com/How-to-Draw-Proportions.html
http://www.geocities.com/Hollywood/Studio/9830/drawing/draw.htm
http://www.portrait-artist.org/

Beberapa situs internet yang menyediakan banyak informasi dan foto me­
ngenai hewan dan tumbuhan:
* www.animaldiversity.ummz.umich.edu.
Situs edukasi beragam hewan.
* http://plants.usda.gov/
National Database. Departemen Agrikultur Amerika Serikat yang
menyediakan informasi dan database tentang tumbuhan. Disertai
peta dan banyak foto.
* http://www.flowerbase.com/
Flowerbase. Suatu database yang menawarkan lebih dari 7.000 gam­
bar bunga dan tanaman.
* http://www.ucmp.berkeley.edu/plants/plantae.html
Introduction to the Plantae. Informasi yang disediakan oleh The
University of California at Berkeley Museum of Paleontology mengenai
tumbuhan.
* http://www.birdcare.com/birdon/
Bird On! Situs komersil ini menyediakan panduan mengenal unggas,
termasuk profil, gambar, dan kamus unggas.
* http://www.austmus.gov.au/fishes/
Australian Museum Fish Site. Situs ini banyak menyediakan informasi
mengenai ikan termasuk foto dan video.
* http://www.insecta.com/
Class: insecta. Banyak sekali informasi mengenai berbagai jenis
se­rangga yang disediakan oleh Museum Serangga Spencer pada
University of British Columbia.
* http://www.ucmp.berkeley.edu/mammal/mammal.html
Phylogeny of the Mammals. Situs yang menyediakan banyak informasi
mengenai mamalia, termasuk fosilnya.
* http://nmml.afsc.noaa.gov/education/
The National Marine Mammal Laboratory’s Education Website
* http://elib.cs.berkeley.edu/aw/
AmphibiaWeb. Merupakan sumber data yang bagus untuk biologi
dan konservasi amfibi, disertai foto-foto yang bagus.

81

Tentang
Penulis

Ian Wongkar lahir pada 1959, menetap di Jakarta hing­
ga menyelesaikan Perguruan Tinggi. Beberapa tahun ia
meng­ajar di Universitas Cenderawasih, Manokwari, Papua.
Sementara itu, sejak 1990 hingga 2006 ia mengajar di SMP
dan SMA di Jakarta. Saat ini aktif mengajar lukis untuk
anak-anak dan orang tua dengan beragam media lu­kis.

Bersama beberapa rekan pelukis nasional ikut pa­
meran lukisan di Jakarta dan sekitarnya sejak 2004, saat
ini ia sedang menyusun beberapa buku pelajaran me­lu­kis
dengan media pensil warna, krayon, cat akrilik, dan cat mi­
nyak. Kini, ia bertempat tinggal di Ciledug-Tangerang.

Patricia Linkan lahir pada 1992 dan hingga saat ini ber­
tempat tinggal di daerah Ciledug-Tangerang. Ma­sih
mengikuti pendidikan setingkat Sekolah Menengah Atas,
ia menjadi pengajar anak-anak prasekolah pada sebuah
se­kolah swasta.

Bersama Ian Wongkar, ia sedang me­nyu­sun beberapa
buku pelajaran melukis dengan media pen­sil warna, kra­
yon, cat akrilik, dan cat minyak.

82



1 dMengealnuPkenissil

PEMBAENNDDAAN&GAN

HOBI/KESENIAN


Click to View FlipBook Version