The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Diktat Agama Katolik Universitas Kaltara

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by YB Prih Muji Darmawan, 2024-05-06 00:47:24

Diktat Agama Katolik Universitas Kaltara

Diktat Agama Katolik Universitas Kaltara

i DIKTAT KULIAH PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Disunting oleh: YB Prih Muji Darmawan, S.Psi


ii Universitas Kaltara - 2020 KATA PENGANTAR Perguruan Tinggi Umum menyelengarakan Pendidikan Agama Katolik untuk membentuk mahasiswa menjadi Sarjana yang beriman kepada Allah menurut pola Yesus Kristus dengan senantiasa mempertanggungjawabkan imannya dalam hidup menggereja dan bermasyarakat. Sebagai seorang sarjana yang beragama Katolik, seorang mahasiswa diharapkan mampu memiliki kualifikasi yang dibutuhkan. Ia harus unggul secara intelektual, anggun secara moral, berkompeten di bidangnya, menguasai IPTEK, memiliki komitmen yang tinggi untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai peran sosial yang ada di masyarakat. Dalam buku ajar ini disajikan materi-materi pokok yang berisi tentang berbagai persoalan dasar yang dihadapi manusia dan berusaha untuk memecahkannya dalam rangka membangun hidup yang bermartabat, makna agama dan persoalannya dalam kehidupan, hidup dan karya Yesus Kristus yang dituliskan dalam Kitab Suci dan diwartakan oleh Gereja, wajah Gereja Indonesia sejarah, hakikat dan sifat-sifat Gereja serta situasi kehidupan masyarakat masa kini dengan berbagai persoalannya dan tanggungjawabnya sebagai umat beriman. Materi-materi dalam buku ajar ini diambil dari berbagai sumber untuk dijadikan sebagai bahan ajar dalam Pendidikan Agama Katolik di Universitas Kaltara. Besar harapan kami semoga bahan ajar ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam menggumuli berbagai persoalan yang berkaitan dengan hidup dan imannya, dan pada akhirnya mampu mewujudkan imannya dalam kehidupan menggereja dan memasyarakat. Penulis


iv RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) Capaian Pembelajaran (CP) Prodi: 1. Mampu menguasai konsep tentang asal-usul, hakekat dan tujuan hidup manusia, hidup beragama, hidup dan karya Yesus Kristus, Gereja dan karya perutusannya serta mewujudkan iman yang memasyarakat (Penguasaan Materi/ Kognitif). a. Mempertanyakan asal-usul, hakekat dan tujuan hidup manusia. b. Menganalisis makna hidup beragama dan membangun kerjasama dengan umat beragama lain untuk menanggapi masalah-masalah aktual dewasa ini. c. Mengenal dan memahami hidup dan karya Yesus Kristus yang ditulis dalam Kitab suci dan diwartakan oleh Gereja. d. Menganalisis gambaran Gereja universal dan Gereja Indonesia (lokal) dan menanggapi masalah-masalah aktual dewasa ini. 2. Mampu menerapkan tujuan dari Pendidikan Agama Katolik (Kemampuan kerja/ Psikomotor). a. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nurani. b. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta caracara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. d. Memiliki kemampuan untuk memaknai setiap peristiwa dan pengalaman religious untuk membangun hidup yang lebih baik. e. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan iman di tengah masyarakat/dunia 3. Mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung-jawab (Kemampuan Manajerial). a. Menjadikan nilai-nilai kekatolikan sebagai dasar perilaku dalam kehidupan seharihari. b. Bertanggung-jawab dalam mewujudkan iman di masyarakat. 4. Bersikap dengan berlandaskan pada ajaran-ajaran Yesus Kristus (religius, etis, humanis, toleransi, kreatif, komunikatif, kerjasama, dll) (sikap dan tata nilai/ afektif). a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religious. b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika. c. Berjiwa toleransi/ menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi keadilan. d. Disiplin dalam menganalisis dan menyajikan tugas terkait Pendidikan Agama Katolik.


v e. Bekerjasama dalam melakukan analisis terkait kehidupan/pembangunan di Indonesia. f. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. g. Komunitatif dalam penyajian hasil analisis terkait masalah-masalah sosial. h. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan dibidang keahliannya secara mandiri. i. Menerapkan ajaran iman dan moral Katolik dalam kehidupan sehari-hari (di keluarga, kampus dan masyarakat luas). Capaian Pembelajaran M.K : Memahami dirinya dari segi asal-usul dan tujuan hidupnya sebagai citra Allah yang beragama dan beriman akan Yesus Kristus serta sebagai Gereja diutus untuk melanjutkan karya keselamatan di tengah masyarakat Deskripsi Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik sebagai Mata Kuliah Dasar Umum yang bersifat wajib bagi mahasiswa merupakan bagian atau cabang ilmu yang mengajarkan tentang ajaran iman serta bagaimana mewujudkan iman di tengah dunia/masyarakat. Penekanannya adalah pada penerapan nilai-nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan profesi mahasiswa, termasuk bersikap dalam kehidupan sosial, dan dalam berbagai lini kehidupan.


M a t Pertemuan ke Kemampuan akhir yang diharapkan Indikator Bahan kajian 1 Memahami dan sepakat tentang kontrak kuliah, memahami arti menjadi mahasiswa katolik dan memiliki sikap yang sesuai dengan ciri khas kekatolikan 1. Kontrak Kuliah 2. Dokumen Pembelajaran (RPS, RTM, LKM, LPHB, Kontrak Kuliah 3. Ketepatan penjelasan tentang arti kata Katolik 4. Komunikasi lisan dalam menyampaikan sharing 1. Silabus, RPS,RTM, LKM, LPHP, dan Kontrak Kuliah 2. Tujuan Pendidika n Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum 3. Menjadi Katolik


e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | vi Metode Pembelajaran Tugas Mahasiswa Metode Penilaian Bobot Penilaian Penjelasan, diskusi dan sharing 1. Mempelajari kontrak kuliah dan dokumen pembelajaran 2. Memilih dan membaca sebuah naskah yang berjudul “Diberi Nama atau Tidak?” atau 3. “Memakai Identitas Katolik atau Tidak?” 4. Masuk dalam kelompok pilihan yang sama, 5. mengumpulkan alasan mengapa memilih tokoh cerita yang satu dan bukan yang lain 6. Menyusun argumen Untuk memperdebatkan pilihan-pilihan itu.. - Tes lisan - Tes Tulis 10 %


M a t Pertemuan ke Kemampuan akhir yang diharapkan Indikator Bahan kajian 2-4 Mampu mempertanyakan asal- usul, hakekat dan tujuan hidup manusia sehingga dapat membangun hidup yang lebih bermartabat. Ketepatan penjelasan Komunikasi secara tertulis dan lisan kemampuan menemukan problem solving 1. Beberapa pandangan tentang asalusul manusia. 2. Martabat manusia. 3. Relasi Manusiadengan Diri Sendiri, SesamaLingkungan daTuhan


e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | vii Metode Pembelajaran Tugas Mahasiswa Metode Penilaian Bobot Penilaian a, n Discovery Learning Cooperative Learning 1. Mencari, mengumpulkan dan menyusun informasi tentang asal-usul, hakekat dan tujuan hidup manusia. 2. Mengkritisi beberapa pandangan tentang penciptaan manusiadan membandingkan antara Sains dan iman 3. Menjelaskan bahwa sains dan iman tidak bertentangan 4. Membuat paper tentang Manusia 5. Membahas dan mengkritisi berbagai masalah yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap martabat manusia dalam kehidupan sehari-hari. 6. mereflesikan dan mencari landasan manusia dengan diri dan sesamanya Tes lisan Lembar Observasi Laporan tertulis Presentasi Tugas 10 %


M a t Pertemuan ke Kemampuan akhir yang diharapkan Indikator Bahan kajian 5-7 Mampu menganalisis makna hidup beragama dan membangun kerjasama dengan umat beragama lain untuk menanggapi masalah-masalah dalam kerangka kerukunan umat beragama 1. Kerjasama 2. Menghargai pendapat orang lain 3. Ketepatan penjelasan 4. Komunikasi (tertulis dan lisan) 1. Pluralitas Agama. 2. Dialog AntUmat beragam3. Kerjasama antarumat beragama Indonesia untumembangun persaudaraan sejati 8 UJIAN TENGAH S9 - 12 Mampu mengenal dan memahami hidup dan karya Yesus Kristus yang ditulis dalam Kitab suci dan 1. Kemamuan menemukan sumber-sumber dalam Kitab suci tentang Yesus secara tepat 2. Kemampuan menganalisis dan menemukan makna bagi dirinya dan 1. Kitab Suci sebagai sumbeuntuk mengenal Yesus Kristus. 2. Yesus Kristus mewartakan Kerajaan Allah


e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | viii Metode Pembelajaran Tugas Mahasiswa Metode Penilaian Bobot Penilaian tar ma di uk Small Group Discussion 1. Membentuk kelompok kelompok kecil, (4-6 orang) 2. Memilih bahan diskusi tentang pluralitas dan kerukunan antar umat beragama. 3. Membuat video tentang pluralisme agama yang ada di Indonesia. 4. Mempresentasikan video tersebut melalui youtube Tes lisan Tes Tulis 20 % SEMESTER (UTS) er Contextual Instruction 1. Menelusuri sumbersumber berbicara tentang Yesus Kristus 2. Menemukan alasan munculnya harapan mesianis dan membandingkan dengan konsep ratu adil di Indonesia Tes tertulis Lembar Observasi 20 %


M a t Pertemuan ke Kemampuan akhir yang diharapkan Indikator Bahan kajian sesama 3. Kemampuan menarik relevansi materi bagi hidupnya 4. Kemampuan menemukan problem solving 3. Sengsara, Wafdan KebangkitaYesus Kristus. 4. Makna hiduYesus Kristbagi manusia. 5. Allah Tritungga (Bapa, Putera dan Roh kudu13- 15 Mampu menganalisis gambaran Gereja universal dan Gereja Indonesia (lokal) sehingga memiliki empati dan melibatkan diri di dalamnya serta mengambil bagian dalam tugas 1. Kemampuan menggali dan menemukan informasi 2. kemampuan mengidentifikasi masalah sosial serta menemukan problem solvingnya. 3. Kerjasama 1. Gereja 2. Gambaran Gereja dan perutusannya3. Masalahmasalah sosia


e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | ix Metode Pembelajaran Tugas Mahasiswa Metode Penilaian Bobot Penilaian fat an up us al us) 3. Menganalisis warta kabar baik Yesus Kristus dan interpretasinya untuk konteks Indonesia 4. Menguraikan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus dan menginterpretasikan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus 5. Menemukan makna hidup Yesus bagi manusia dewasa ini khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia 6. Membahas konsep Allah Tritunggal dan perannya serta relevansinya bagi hidup manusia saat ini a al Problem Based Learning Small Group Discussion 1. Menggali dan mencari informasi tentang Gereja dan karya perutusannya di dunia 2. Menemukan masalahmasalah sosial aktual dewasa ini yang berkaitan dengan kejujuran dan keadilan. 3. Mencari dan menemukan solusi bagi masalah-masalah sosial Tes lisan Presentasi Tugas Lembar Observasi Laporan Tertulis 20 %


M a t Pertemuan ke Kemampuan akhir yang diharapkan Indikator Bahan kajian perutusan Gereja di tengah masyarakat/dunia. 4. Menghargai Pendapat orang lain 5. Ketepatan penjelasan Komunikasi lisan 4. Iman yanMemasyarakat 16 UJIAN AKHIR SE


e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | x Metode Pembelajaran Tugas Mahasiswa Metode Penilaian Bobot Penilaian ng Small Group Discussion tersebut. 4. Membuat laporan tentang masalahmasalah sosial yang telah ditemukan beserta dengan problem solvingnya. 1. Membentuk kelompok kelompok, (6-8 orang) 2. Mengidentifikasi masalah-masalah sosial di Indonesia 3. Mengambil bahan diskusitentang 3 masalah besar di Indonesia, yakni korupsi, kekerasan dan kerusakan lingkungan. 4. Membuat makalah tentang 3 masalah besar di Indonesia (setiap kelompok memilih 1 masalah). 5. Mempresentasikan makalah tentang 3 masalah besar di Indonesia dan mendiskusikan di dalam kelas Tes lisan Tes Tulis 20 % EMESTER (UAS)


ix M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | RANCANGAN TUGAS MAHASISWA (RTM ) RANCANGAN TUGAS MAHASISWA (RTM 1 ) Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik SKS : 2 SKS Program Studi : - Pertemuan : 2 Fakultas : - Komponen Tugas Rincian 1. Tujuan Tugas Mempertanyakan arti kata katolik sehingga memiliki sikap mendahulukan kepentingan umum. 2. Uraian Tugas a. Objek garapan Arti kata katolik, Perbedaan Gereja Katolik dengan Gereja Protestan, Konsekwensi menjadi orang katolik. b. Batasan yang harus dikerjakan 1. Mencari, mengumpulkan dan menyusun informasi tentang Arti kata katolik, Perbedaan Gereja Katolik dengan Gereja Protestan, Konsekwensi menjadi orang katolik. Sumber : a. Ismartono SJ, Pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum, Yogyakarta: Kanisius, b. www.katolisitas.org c. Hasil wawancara 2. Melakukan wawancara dengan Pastor, Suster, Bruder atau Guru Agama dan menganalisis informasiinformasi yang telah dikumpulkan. 3. Semua hasil analisis ditulis dan dibuat dalam bentuk laporan tertulis c. Metode dan cara pengerjaan, acuan yang digunakan d. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan Mengerjakan tugas sesuai LKM 1, membuat laporan tertulis dari hasil analisis. Laporan berisi tentang: 1) Sejarah Singkat Gereja Katolik, 3) Perbedaan pokok Gereja Katolik dengan Gereja Protestan, 4) Konsekwensi Menjadi Orang Katolik. 3. Kriteria penilaian 1. Ketepatan penjelasan 50 % 2. Komunikasi tertulis yang tertuang dalam hasil laporan 25 % 3. Komunikasi lisan melalui diskusi 25 %


x M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | 3.1 RANCANGAN TUGAS MAHASISWA (RTM 2 ) Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik SKS : 2 SKS Program Studi : - Pertemuan : 3 Fakultas : - Komponen Tugas Rincian 1. Tujuan Tugas Mempertanyakan asal-usul, hakekat dan tujuan hidup manusia sehingga dapat membangun hidup yang lebih bermartabat. 2. Uraian Tugas a. Objek garapan Beberapa pandangan tentang asal-usul manusia berdasarkan Sains dan Kitab Suci. b. Batasan yang harus dikerjakan 1. Mencari, mengumpulkan dan menyusun informasi tentang asal-usul, hakekat dan tujuan hidup manusia Sumber : a. Diktat Kuliah (Katarina, 2011) b. Alkitab Deutero-kanonika. Ende-Flores, NTT, 2001 c. Franz Dahler, Pijar Peradaban Manusia, Yogyakarta: Kanisius, 2000 d. Josef Bouman SVD, Telaah Pastoral Tentang Manusia. Jakarta Celesty Hironika, 2000, hal 184- 166 e. KWI, Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta, Obor, 1996 2. Menganalisis informasi-informasi yang telah dikumpulkan. 3. Hasil analisis ditulis dan dibuat dalam bentuk Paper c. Metode dan cara pengerjaan, acuan yang digunakan d. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan Mengerjakan tugas sesuai LKM 2, membuat paper dari hasil analisa Paper berisi tentang: 1) Pengertian manusia, 2) pandangan sains tentang asal-usul manusia, 3) Sains Vs Iman, 4) Pandangan Kitab Suci tentang asal-usul manusia, 5) Manusia Imago Dei. 3. Kriteria penilaian 1. Ketepatan penjelasan 50 % 2. Komunikasi tertulis yang tertuang dalam paper 50 %


xi M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | RANCANGAN TUGAS MAHASISWA (RTM 3 ) Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik SKS : 2 SKS Program Studi : - Pertemuan : 4 Fakultas : - Komponen Tugas Rincian 1. Tujuan Tugas Mempertanyakan asal-usul, hakekat dan tujuan hidup manusia sehingga dapat membangun hidup yang lebih bermartabat. 2. Uraian Tugas a. Objek garapan Pandangan martabat manusia menurut Kitab Suci dan Ajaran Gereja, dan berbagai masalah yang terjadi berkaitan dengan martabat manusia. b. Batasan yang harus dikerjakan 1. Membaca dan menganalisis beberapa ajaran dari Kitab Suci dan Ajaran Gereja berkaitan dengan martabat manusia. 2. Menganalisis berbagai masalah yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap martabat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Sumber : a. Diktat Kuliah (Katarina, 2011) b. Alkitab Deutero-kanonika. Ende-Flores, NTT, 2001 c. KWI, Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta, Obor, 1996 d. Kliping koran dan majalah tentang pelanggaran terhadap martabatmanusia 3. Mendiskusikan dan mengkritisi hasil analisis dalam diskusi kelompok. 4. Semua hasil diskusi ditulis dan dibuat dalam bentuk laporan tertulis dan dipresentasikan. c. Metode dan cara pengerjaan, acuan yang digunakan d. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan Mengerjakan tugas sesuai LKM 3, membuat laporan tertulis terkait hasil diskusi kelompok. laporan berisi tentang: 1) Ajaran Kitab Suci tentang Martabat Manusia, 2) Ajaran Gereja tentang Martabat Manusia, 3) Berbagai pelanggaran terhadap martabat manusia 4) Upaya dalam mengatasi masalah berkaitan dengan pelanggaran terhadap martabat manusia. 3. Kriteria penilaian 1. Ketepatan penjelasan 25 % 2. Komunikasi tertulis yang tertuang dalam laporan 25 % 3. Komunikasi lisan melalui diskusi 25 % 4. Komunikasi lisan melalui presentasi 25 %


xii M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | RANCANGAN TUGAS MAHASISWA (RTM 4) Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik SKS : 2 SKS Program Studi : Sistem Informasi Pertemuan : 5-6 Fakultas : - Komponen Tugas Rincian 1. Tujuan Tugas Menjelaskan tentang pluralitas agama yang ada di Indonesia dan upaya membangun kerukunan antar umat beragama. 2. Uraian Tugas a. Objek garapan Pluralitas agama dan kerukunan antar uman beragama b. Batasan yang harus dikerjakan 1. Mengumpulkan dan menemukan informasi tentang berbagai agama yang ada di Indonesia; menganalisis hubungan antara agam di Indonesia; upaya untuk membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Sumber : a) Diktat Kuliah Pendidikan Agama Katolik (Katarina, 2012) b) Kitab Suci: Efesus 4:1-6 c) Dokumen Konsili Vatikan II, Nostra Aetate, Dokpen KWI dan OBOR, Jakarta1996 d) Kliping koran dan majalah tentang kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia 2. Mendiskusikan informasi-informasi yang telah dikumpulkan. 3. Membuat 1 kegiatan tentang pentingnya PLURALISME di Indonesia yang melibatkan temanteman yang beragama lain. Kegiatan tersebut didokumentasikan dalam bentuk video. 4. Video yang sudah di buat di upload di Youtube. c. Metode dan cara pengerjaan, acuan yang digunakan d. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan Mengerjakan tugas sesuai LKM 4, membuat Video tentang kerukunan antar umat beragama dan mengupload lewat Youtube. Video berisi tentang: 1) kegiatan yang sedang dilaksanakan 2) macam-macam agama di Indonesia, 3) hubungan antar agama di Indonesia, 4) upaya membangun kerukunan antar umat. 3. Kriteria penilaian 1. Ketepatan penjelasan 50 % 2. Komunikasi tertulis yang tertuang dalam Video 30 % 3. Hasil upload Video lewat Youtube 20 %


xiii M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | 3.2 RANCANGAN TUGAS MAHASISWA (RTM 5) Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik SKS : 23 SKS Program Studi : - Pertemuan : 8-11 Fakultas : - Komponen Tugas Rincian 1. Tujuan Tugas Mengenal dan memahami hidup dan karya Yesus Kristus yang ditulis dalam Kitab suci dan diwartakan oleh Gereja sehingga mampu menghayati pola hidup Yesus Kristus dalam kehidupan nyata. 2. Uraian Tugas a. Objek garapan Yesus Kristus dan karya Penyelamatan-Nya b. Batasan yang harus dikerjakan 1. Menemukan teks-teks Kitab suci Perjanjian Lama tentang Yesus Kristus sebagai pemenuhan harapan mesianis. 2. Menemukan konsep tentang Kerajaan Allah. 3. Menganalisis makna sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus dalam hidup umat Kristiani. Sumber : a. Diktat Kuliah Pendidikan Agama Katolik (Katarina, 2012) b. Tom Jacobs SJ, Imanuel: Perubahan dan Perumusan Iman akan Yesus Kristus. Yogyakarta: Kanisius, 2000 c. Yos Lalu, Pr. Yesus Mewartakan Kabar Baik Kerajaan Allah. Jakarta: Komisi ateketik KWI, 2000 d. Leonardo Boff, Allah Persekutuan: Ajaran Tentang Allah Tritunggal. Ende: LPBAJ, Arnoldus, 1999 e. David Amfostis, SVD, Merenungkan Allah Tritunggal. Jakarta: Celesty Hieronika,2000 f. Kliping dari media tentang potret krisis multidimensi di Indonesia 4. Menganalisis situasi krisis masyarakat Indonesia saat ini 5. Menginterpretasikan makna hidup Yesus Kristus bagi masyarakat saat ini melalui observasi 6. Hasil observasi dianalisis untuk menemukan problem solving yang tepat dan dibuat dalam bentuk laporan individu. c. Metode dan cara pengerjaan, acuan yang digunakan Mengerjakan tugas sesuai LKM 5, melakukan observasi dan membuat laporan tertulis secara individu


xiv M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | d. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan Laporan berisi tentang: 1) situasi krisis masyarakat dalam bidang ekonomi dan sosial, 2) penyebab masalahmasalah tersebut, 3) upaya untuk mengatasinya, 3) tindakan konkret yang dilakukan mahasiswa 3. Kriteria penilaian 1. Ketajaman menganalisis 25 % 2. Ketrampilan menganalisisis 30 % 3. Kemampuan menemukan problem solving 30 % 3. Komunikasi tertulis dalambentuk laporan 15 % RANCANGAN TUGAS MAHASISWA (RTM 6) Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Katolik SKS : 2 SKS Program Studi : - Pertemuan : 12-15 Fakultas : - Komponen Tugas Rincian 1. Tujuan Tugas Menganalisis gambaran Gereja universal dan Gereja Indonesia (lokal) sehingga memiliki empati dan melibatkan diri di dalamnya serta mengambil bagian dalam tugas perutusan Gereja di tengah masyarakat/dunia. 2. Uraian Tugas a. Objek garapan Gereja dan karya Perutusannya b. Batasan yang harus dikerjakan 1. Menganalisis Ajaran Sosial Gereja 2. Mengidentifikasi masalah-masalah sosial aktual dewasa ini sebagai peluang dalam pembangunan masyarakat 3. Menganalisis tiga masalah besar yang terjadi di Indonesia berdasarkan Nota Pastoral KWI 2004 Sumber : a. Tom Jacobs, SJ. Gereja Menurut Konsili Vatikan II. Yogyakarta: Kanisius, 1987 b. Franz Magnis Suseno, SJ. Gereja Katolik Indonesia Menjelang Tahun 2000. Tantangan dan Harapan, dalam Spektrum XXVIII: 2 (2000)) 75 c. Al. Andang. Agama Yang Berpijak dan Berpihak. Yogyakarta: Kanisius, 1998 d. B. Kieser, SJ. Solidaritas 100 Tahun Ajaran Sosial Gereja. Yogyakarta: Kanisius, 1992 e. Nota Pastoral KWI 2006, Habitus Baru dan Kesejahteraan Bersama. f. www.vatican.va. tentang Ajaran Sosial Gereja. 4. Berdasarkan hasil analisa, mahasiswa membangun wacana untuk melibatkan diri mengatasi masalahmasalah sosial


xv M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | c. Metode dan cara pengerjaan, acuan yang digunakan d. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan 5. Membuat proyek untuk mengatasi masalah masalah sosial aktual masyarakat (memilih 1 dari 3 masalah yang telah dianalisa) Mengerjakan tugas sesuai LK 6, membuat sebuah proyek yang akan dilakukan secara tertulis dan kelompok, dan membuat laporan tertulis tentang hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Rancangan proyek berisi tentang: 1) Latar belakang dan alasan pemilihan masalah, 2) Kajian pustaka 3) analisa tentang masalah tersebut, 3) langkah-langkah konret yang dilakukan, 4) Penutup: evaluasi, saran dan kritik kegiatan.


xvi M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | 3. Kriteria penilaian 1. Ketajaman menganalisis 25 % 2. Ketrampilan menganalisis30 % 2. Kemampuan menemukanproblem solving 30 % 3. Komunikasi tertulis dalam bentuk laporan 15 %


xvii M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | LEMBAR KERJA MAHASISIWA (LKM) LEMBAR KERJA MAHASISIWA (LKM 1): Menjadi Katolik Petunjuk Pelaksanaan Tugas: 1. Cari berbagai informasi dengan membaca literature baik dari buku maupun internet dan melakukan wawancara dengan Pastor, Suster, Bruder atau Guru Agama tentang arti kata katolik, sejarah singkat Gereja Katolik (berkaitan dengan waktu penggunaan istilah katolik dan pencetusnya), perbedaan hakiki antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan, dan konsekwensi menjadi orang katolik. 2. Hasil wawancara dan informasi dari literature dianalisis, ditulis dan dibuat dalam bentuk laporan tertulis, dengan pengetikan font Times New Roman/Arial 11/Calibri dengan spasi 1,5 pada kertas ukuran A4 seberat 70 gram maksimal 3 halaman. Laporan diketik menggunakan bahasa Indonesia yang baku, mengikuti kaidah penulisan ilmiah yang berlaku, dijilid rapi dan dikumpulkan pada pertemuan ke-2. 3. Laporan dibuat secara pribadi. LEMBAR KERJA MAHASISIWA (LKM 2): Manusia Petunjuk Pelaksanaan Tugas: 1. Cari beberapa pandangan tentang asal-usul manusia menurut sains. 2. Kritisi pandangan-pandangan (teori) tersebut berkaitan dengan asal-usul manusia 3. Uraikan bahwa teori evolusi tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar hidup manusia. 4. Cari perikop Kitab Suci tentang penciptaan manusia. 5. Buat analisa tentang penciptaan manusia berdasarkan perikop KitabSuci. 6. Membuat perbandingan antara sains dan iman (Kitab Suci) tentang asal-usul manusia dan menjelaskan bahwa keduanya bertentangan atau tidak. 7. Temukan dan jelaskan maksud dari “Manusia Imago Dei”. 8. Tarik implikasi manusia sebagai citra Allah bagi kehidupan bersama. 9. Temukan unsur-unsur konstitutif manusia sebagai citra Allah. 10. Semua hasil telaah (1-9) dimuat dalam laporan tertulis dengan pengetikan font Times New Roman/Arial 11/Calibri dengan spasi 1,5 pada kertas ukuran A4 seberat 70 gram maksimal 7 halaman. Laporan diketik menggunakan bahasa Indonesia yang baku, mengikuti kaidah penulisan ilmiah yang berlaku, dijilid rapi dan dikumpulkan pada pertemuan ke-4. 11. Laporan dibuat berkelompok, per kelompok terdiri dari 5 orang.


xviii M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | LEMBAR KERJA MAHASISIWA (LKM) : Martabat Manusia Petunjuk Pelaksanaan Tugas: 1. Baca dan buat analisis mengenai pandangan Kitab Suci (Kej 1:1-2:7; Mazmur 8:1-10; Kitab Yesus Bin Sirakh 17:1-11) berkaitan dengan martabat manusia 2. Baca dan buatlah analisis mengenai Ajaran Gereja (Konsili Vatikan II- Gaudium et Spes art. 12) berkaitan dengan martabat manusia. 3. Temukan dan analisis berbagai masalah yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap martabat manusia dalam kehidupan sehari-hari. 4. Temukan penyebab terjadinyaa pelanggaran terhadap martabat manusia. 5. Temukan upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi berbagai pelanggaran terhadap martabat manusia. 4. Hasil diskusi dibuat dalam bentuk laporan tertulis dengan pengetikan font: Times New Roman/Arial 11/Calibri dengan spasi 1,5 pada kertas ukuran A4 seberat 70 gram maksimal 5 halaman. Laporan diketik menggunakan bahasa Indonesia yang baku, mengikuti kaidah penulisan ilmiah yang berlaku, dijilid rapi dan dikumpulkan pada pertemuan ke-5. 5. Laporan dibuat berkelompok, per kelompok terdiri dari 5 orang. LEMBAR KERJA MAHASISIWA (LKM 4): Pluralitas Agama Dan Kerukunan Antar Umat Beragama Petunjuk Pelaksanaan Tugas: 1. Temukan informasi tentang berbagai agama yang ada di Indonesia; 2. Temukah kekhasan dari masing-masing agama (Kitab Suci, hari raya, ajaran khas, dan sebagainya) serta semua yang berkaitan dengan agama tersebut. 3. Buat analisa tentang hubungan antara agama di Indonesia. 4. Temukan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia. 5. Buatlah 1 kegiatan di sekolah baik SD maupun SMP (Katolik atau Kristen) tentang PENTINGNYA PLURASLISME DI INDONESIA. Libatkan teman-teman yang tidak seagama dalam kegiatan tersebut. 6. Semua hasil analisa dan diskusi (1-5) di buat dalam bentuk Video dengan tema utama: “PENTINGNYA PLURASLISME DI INDONESIA”. Sedangkan judul video dapat ditentukan sendiri berdasarkan tema. Video tersebut berdurasi maksimal 15 menit. Video harus dibuat secara menarik dan di upload di Youtube. Hasil uplod dilaporkan pada pertemuan ke-7. 7. Video dibuat berkelompok, per kelompok terdiri dari 10 orang.


xix M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | LEMBAR KERJA MAHASISIWA (LKM 5): Yesus Kristus Petunjuk Pelaksanaan Tugas: 1. Buat identifikasi/analisa/deskripsi tentang situasi krisis masyarakat Indonesia saat ini. 2. Temukan 1 situasi krisis (Ekonomi dan sosial) yang sangat memprihatinkan masyarakat saat ini 3. Kajilah secara lebih mendalam penyebab dan akibatnya dari situasi krisis tersebut. 4. Lakukan observasi mendalam tentang masalah yang anda pilih. Nilai-nilai Kerajaan Allah yang mana yang kurang dihayati sehingga terjadi masalah tersebut. 5. Hasil observasi dianalisis untuk menemukan problem solving yang tepat (sebutkan bentuk konkret dari problem solvingnya). 6. Hasil analisis (1-6) dibuat dalam bentuk laporan tertulis dengan pengetikan font: Times New Roman/Arial 11/Calibri dengan spasi 1,5 pada kertas ukuran A4 seberat 70 gram maksimal 6 halaman. Laporan diketik menggunakan bahasa Indonesia yang baku, mengikuti kaidah penulisan ilmiah yang berlaku, dijilid rapi dan dikumpulkan pada pertemuan ke-12. 7. Hasilnya dibuat dalam bentuk laporan Kelompok yang beranggotakan 5 orang. LEMBAR KERJA MAHASISIWA (LKM 6): Gereja dan Karya Perutusan-Nya Petunjuk Pelaksanaan Tugas: 1. Baca Nota Pastoral KWI 2004: “Keadaban Publik Menuju Habitus Baru Bangsa” dan Ajaran Sosial Gereja. 2. Buat analisa tentang tiga masalah besar di Indonesia berdasarkan Nota Pastoral KWI 2004. 3. Buat analisa tentang masalah-masalah sosial lokal yang sedang terjadi dan sangat memprihatinkan masyarakat. 4. Deskripsikan 10 kata kunci Ajaran Sosial Gereja 5. Deskripsikan masalah-masalah sosial tersebut sebagai peluang dalam pembangunan masyarakat.


xix M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | 6. Bangun sebuah wacana dalam melibatkan diri untuk mengatasi masalah-masalah social yang sudah dianalisa. 7. Buat 1 proyek konkret untuk mengatasi masalah-masalah aktual sosial masyarakat dewasa ini. 8. Membuat laporan tentang proyek yang telah dilaksanakan. Laporan tersebut diketik secara rapi dengan menggunakan kertas A4/70 gram, font Times New Roman/Aria 11 dengan spasi 1,5 maksimal 8 halaman. Laporan tersebut dimpulkan ke dosen terkait 1 minggu setelah pelaksanaan kegiatan. KONTRAK PERKULIAHAN 1. MANFAAT MATA KULIAH Dengan menerima pendidikan Agama Katolik, mahasiswa memperoleh bekal pengetahuan dan pengalaman belajar tentang menjadi orang katolik yang memahami nilai-nilai luhur martabat manusia, membangun hubungan dan dialog antar agama, mengenal hidup dan karya Yesus dan dapat mewujukan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab umat beriman sebagai anggota Gereja 2. DESKRIPSI MATERI Pendidikan Agama Katolik merupakan bagian atau cabang ilmu yang terkait dengan keyakinan yang melandasi manusia dalam bertindak dan bersikap. Penekanannya adalah pada penerapan nilai-nilai kehidupan beragama yang diterapkan dalam melaksanakan profesi mahasiswa, termasuk bersikap dalam kehidupan sosial dan dalam berbagai lini kehidupan. 3. CAPAIAN PEMBELAJARAN 1. Mampu menguasai konsep tentang manusia dan martabatnya, hidup beragama, hidup dan karya Yesus Kristus, Gereja dan karya perutusannya (Penguasaan Materi/ Kognitif). a. Mempertanyakan tentang manusia dan martabatnya.


xx M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | b. Menganalisis makna hidup beragama, membangun kerjasama dengan umat beragama lain dan menanggapi masalah-masalah aktual dewasa ini. c. Mengenal dan memahami hidup dan karya Yesus Kristus d. Menganalisis gambaran hidup Gereja dan karya perutusannya. 5. Mampu menerapkan tujuan dari Pendidikan Agama Katolik (Kemampuan kerja/ Psikomotor). a. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nurani. b. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. c. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. d. Memiliki kemampuan untuk memaknai setiap peristiwa dan pengalaman religious untuk membangun hidup yang lebih baik. e. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan iman di tengah masyarakat/dunia f. Mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung-jawab (Kemampuan Manajerial). c. Menjadikan nilai-nilai kekatolikan sebagai dasar perilaku dalam kehidupan sehari-hari. d. Bertanggung-jawab dalam mewujudkan iman di masyarakat. 6. Bersikap dengan berlandaskan pada ajaran-ajaran Yesus Kristus (religius, etis, humanis, toleransi, kreatif, komunikatif, kerjasama, dll) (sikap dan tata nilai/ afektif). a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religious b. Menjunjung tinggi nilkai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral danetika. c. Berjiwa toleransi/ menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi keadilan. d. Disiplin dalam menganalisis dan menyajikan tugas terkait Pendidikan Agama Katolik. e. Bekerjasama dalam melakukan analisis terkait kehidupan/ pembangunan di Indonesia.


xxi M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | f. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. g. Komunitatif dalam penyajian hasil analisis terkait masalah-masalah sosial. h. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan dibidang keahliannya secara mandiri. i. Menerapkan ajaran iman dan moral Katolik dalam kehidupan sehari-hari (di keluarga, kampus dan masyarakatluas). 4. ORGANISASI MATERI Gereja dan Karya Perutusannya Iman Yang Memasyarakat Hidup dan Karya Yesus Allah Tri Tunggal YESUS KRISTUS DAN KARYA PENYELAMATANNYA Pluralitas Agama Kerukunan Antar Umat Beragama AGAMA SEBAGAI JALAN HIDUP MANUSIA MENUJU KEBAHAGIAAN Pandangan Tentang Asal-usul Manusia Martabat Manusia MENJADI ORANG KATOLIK MANUSIA GEREJA


xxii M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | 5. STRATEGI PERKULIAHAN a. Metode: SCL (Penjelasan, sharing, Discovery Learning, Cooperaative Learning, Small Group Discussion, Contextual Instruction, Problem Based Learning) b. Media: LCD Proyektor 6. MATERI/BACAAN PERKULIAHAN 1. Alkitab Deutero-kanonika. Ende-Flores, NTT, 2001 2. Franz Dahler, Pijar Peradaban Manusia, Yogyakarta: Kanisius, 2000 3. Josef Bouman SVD, Telaah Pastoral Tentang Manusia. Jakarta Celesty Hironika, 2000, hal 184-166 4. KWI, Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta, Obor, 1996 5. Alfra Siauwarjaya, Th. Huber SJ. Mengena Iman Katolik. Jakarta, Obor, 1987 6. KWI, Iman Katolik Buku informasi dan Referensi. Jakarta: Obor dan Yogyakarta: Kanisius, 1996, hal 1-17 7. Tom Jacobs SJ, Imanuel: Perubahan dan Perumusan Iman akan Yesus Kristus. Yogyakarta: Kanisius, 2000 8. Yos Lalu ,Pr. Yesus Mewartakan Kabar Baik Kerajaan Allah. Jakarta: Komisi ateketik KWI, 2000 9. Leonardo Boff, Allah Persekutuan: Ajaran Tentang Allah Tritunggal. Ende: LPBAJ, Arnoldus, 1999 10. David Amfostis, SVD, Merenungkan Allah Tritunggal. Jakarta: Celesty Hieronika, 2000 11. Tom Jacobs, SJ. Gereja Menurut Konsili Vatikan II. Yogyakarta: Kanisius, 1987 12. Franz Magnis Suseno, SJ. Gereja Katolik Indonesia Menjelang Tahun 2000. Tantangan dan Harapan, dalam Spektrum XXVIII: 2 (2000)) 75 13. Al. Andang. Agama Yang Berpijak dan Berpihak. Yogyakarta: Kanisius, 1998 14. Nota Pastoral KWI 2004: “Keadaban Publik Menuju Habitus Baru Bangsa” 15. www.vatican.va. Tentang Ajaran Sosial Gereja. 16. B. Kieser, SJ. Solidaritas 100 Tahun Ajaran Sosial Gereja. Yogyakarta: Kanisius, 1992


xxiii M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | 7. TUGAS MATA KULIAH Diskusi, laporan hasil diskusi, paper/makalah, presentasi, argumentasi, pengamalan iman Katolik. 8. KRITERIA PENILAIAN MATA KULIAH a. Evaluasi perkuliahan diperoleh dari evaluasi proses perkuliahan dan evaluasi akhir perkuliahan berdasarkan penugasan individual dan/atau berkelompok, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan observasi kinerja mahasiswa melalui performance lisan dan tertulis. b. Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan menggunakan kriteria yang telah ditentukan oleh pihak universitas sebagai berikut: Nilai dalam huruf Point Rentang skor A 4,0 80-100 B 3,0 70-74 C 2,0 60-64 D 1,0 50-54 E 0 00-49 c. Pembobotan nilai adalah sebagai berikut: Nilai Tugas : 30% UTS : 25% UAS : 30% Keaktifan : 10% d. Keterlambatan dalam pengumpulan tugas akan mengurangi point penilaian sesuai dengsn kesepakatan bersama e. Apabila mahasiswa menunjukkan gerak-gerik mencurigakan selama UTS dan UAS tersebut, atau ditemukan mencontek/memberikan contekan, akan mendapatkan akan memperoleh nilai D pada mata kuliah Sistem Operasi sesuai kesepakatan bersama diawal perkuliahan.


xxv M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | f. Mahasiswa diharuskan mengikuti tatatertib perkuliahan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh universitas berpakaian rapi, sopan, bersepatu, disiplin dan datang tepat waktu. g. JADWAL PERKULIAHAN No. Hari/ Tanggal Topik Referensi 1. 1. Kontrak Kuliah 2. Pendidikan Agama Katolik di PTU 3. Menjadi Orang Katolik I.Ismartono,SJ. Kuliah Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Obor, 1993 2. Pandangan tentang asal-usul manusia 1. Diktat Kuliah 2. I.Ismartono,SJ. Kuliah Agama Katolik di Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Obor, 1993 3. Franz Dahler, Pijar Peradaban Manusia, Yogyakarta: Kanisius, 2000 4. Josef Bouman SVD, Telaah Pastoral Tentang Manusia. Jakarta Celesty Hironika, 2000, hal 184-166 3. Martabat Manusia 4. Relasi Manusia dengan diri sendiri, Sesama, Lingkungan dan Tuhan 5. Pluralitas Agama 1. Diktat Kuliah 2. Alkitab Deutero-kanonika. Ende-Flores, NTT, 2001 3. KWI, Dokumen Konsili Vatikan II, Nostra Aetate &Dignitatis Humanae. Jakarta, Obor, 1996 4. Kliping koran dan majalah tentang kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia 6. Pluralitas Agama II 7 Membangun dialog dan kerjasama Antarumat Beragama


xxvi M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K A L T A R A | 8. UTS 9. Sumber Untuk Mengenal Yesus Kristus 1. Diktat Kuliah 2. Alkitab Deutero-kanonika. Ende-Flores, NTT, 2001 3. Tom Jacobs SJ, Imanuel: Perubahan dan Perumusan Iman akan Yesus Kristus. Yogyakarta: Kanisius, 2000 4. Yos Lalu ,Pr. Yesus Mewartakan Kabar Baik Kerajaan Allah. Jakarta: Komisi Kateketik KWI, 2000 5. Kliping dari media tentang potret krisis multidimensi di Indonesia 10. Hakekat dan Makna Kerajaan Allah 11. Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus 12. Makna Allah Tritunggal Mahakudus 1. Diktat Kuliah 2. Leonardo Boff, Allah Persekutuan: Ajaran Tentang Allah Tritunggal. Ende: LPBAJ, Arnoldus, 1999 3. David Amfostis, SVD, Merenungkan Allah Tritunggal. Jakarta: Celesty Hieronika, 2000 13. Gereja 1. Tom Jacobs, SJ. Gereja Menurut Konsili Vatikan II. Yogyakarta: Kanisius, 1987 2. Franz Magnis Suseno, SJ. Gereja Katolik Indonesia Menjelang Tahun 2000. Tantangan dan Harapan, dalam Spektrum XXVIII: 2 (2000)) KWI, Iman Katolik Buku informasi dan Referensi. Jakarta: Obor dan Yogyakarta: Kanisius, 1996, 14. Iman yang Memasyarakat 2. www.vatican.va. Tentang Ajaran Sosial Gereja. 3. B. Kieser, SJ. Solidaritas 100 Tahun Ajaran Sosial Gereja. Yogyakarta: Kanisius, 1992 15. Review – Kisi Kisi UAN 16. UAN Tanjung Selor, Menyetujui, Dosen Pengampu Mahasiswa Mengetahui, Jurusan/Program Studi Ketua


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 1 Bab I PANDANGAN TENTANG ASAL USUL MANUSIA Pengantar Setiap orang baik yang beriman maupun yang tidak beriman sepakat bahwa segala sesuatu di dunia ini diarahkan kepada manusia sebagai pusat dan puncak ciptaan. Apakah manusia itu? Dahulu dan sekarang terdapat banyak pandangan dan pendapat yang sama maupun bertentangan. Manusia seringkali menyanjung dirinya sebagai tolak ukur yang mutlak, atau merendahkan dirinya hingga sampai pada ambang keputusasaan; dan sebagai akibatnya ia merasa bimbang dan gelisah. Berbagai kesulitan yang dialami manusia turut pula dirasakan oleh Gereja. Berkat karya Allah yang mewahyukan diri, Gereja diterangi sehingga mampu menjawab persoalanpersoalan seputar manusia, melukiskan keadaan manusia yang sesungguhnya, menjelaskan kelemahan serta martabat dan panggilannya. Kitab Suci mengajarkan bahwa manusia diciptakan menurut “gambar dan rupa Allah” artinya manusia secitra dengan Allah. Karena itu ia mampu mengenal dan mengasihi penciptanya. Sejak diciptakan, manusia telah ditetapkan sebagai “tuan” atas ciptaan lain (Kej 1:26; Keb 2:33), untuk menguasai dan menggunakannya sambil meluhurkan Allah (Sir 17:3-10). Penulis Kitab Mazmur melukiskan dengan indahnya tentang manusia: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau menjadikannya berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya” (Mzm8:5-7) A. PANDANGAN SAINS TENTANG ASAL USUL MANUSIA. Apakah Anda menyadari bahwa pertanyaan tentang siapa manusia merupakan pertanyaan pokok dalam setiap agama. Ada banyak definisi atau pandangan tentang manusia, antara lain: makhluk yang berbicara (animal loquens), hewan yang memiliki akal budi (animal rationale), makhluk simbolik (a symbolic animal), makhluk yang beretika (ethical being), makhluk yang memiliki rasa estetis (an aesthetical being); makhluk religius (a religious being) (Tarigan, 2013) dan masih banyak definisi lain.


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 2 Paham atau definisi tersebut memberikan gambaran tentang manusia dari sudut pandang tertentu. Sadar akan keterbatasan setiap definisi, Anda dapat memahami bahwa manusia itu adalah pribadi (persona). Siapa manusia dan bagaimana Anda memaknai kehidupan merupakan pertanyaan eksistensial dalam diri setiap manusia. 1. Teori Evolusi Persoalan itu telah dicoba dijawab dengan tegas oleh begitu banyak ahli pikir. Ada berbagai pendapat dan teori tentang manusia. Misalnya, teori evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusi Charles Darwin dijelaskan bahwa seluruh makhluk hidup termasuk manusia berasal dari nenek moyang yang sama. Teori ini mengulas tentang bagaimana asal-usul manusia yang terus berevolusi dari tingkatan yang paling rendah sampai pada tingkatan yang paling tinggi. Pertanyaan besar yang selalu mengganggu pikiran manusia dari abad ke abad adalah pertanyaan mengenai asal-usul manusia. Seratus lima puluh puluh tahun sesudah Charles Darwin mempublikasikan “The Origin of Species by Means of Natural Selection”, masalah evolusi masih panas diperdebatkan. Teori Darwin kelihatan bertentangan total dengan apa yang dipercayai dunia Kristiani tentang asal-usul dunia dengan segala isinya, tentang penciptaan, sebagaimana ditulis dalam dua bab pertama Kitab Kejadian, yaitu bahwa “langit dan bumi” dengan segala isinya diciptakan langsung oleh Allah dalam waktu enam hari dan bahwa ciptaan terakhir adalah manusia, Adam dan Hawa, yang ditempatkan dalam taman firdaus. Waktu itu, orang memperkirakan bahwa penciptaan itu terjadi kurang dari 10.000 tahun lalu. Keyakinan ini merupakan dasar pandangan dunia Kristiani. Buku Darwin seakan-akan meruntuhkannya. Ada tiga teori pokok mengenai asal-usul alam raya dan organisme hidup, yaitu Darwinisme, Creationism dan teori Inteligent design (Suseno, S.J., F.M., 2014, hal. 152-169). Gambar: 1.1. Gambar manusia dalam teori Evolusi Darwin Sumber: http://freedesignfile.com/


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 3 Melalui pembuktian-pembuktian dilakukan, para ahli penganut teori evolusi agama bersikap kompromi. Kompromi tersebut dikenal dengan “teori evolusi terbatas” yang bersifat moderat. Pandangan pokoknya adalah bahwa tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia selama ribuan tahun benar-benar mengalami mutasi (perubahan) yang tidak sedikit. Namun mereka menolak mengakui adanya penyeberangan antara tingkatan mahluk yang satu menuju tingkatan mahluk yang lain. Jadi mutasi benda tak berhayat menuju tumbuh-tumbuhan, dan tumbuh-tumbuhan menuju binatang, dan dari binatang menuju manusia tetaplah disangkal dengan kerasnya. Yang terutama ditolak adalah gagasan bahwa manusia seluruhnya, jiwa dan badan, berasal dari binatang. Hal ini karena pihak ilmu pengetahuan pun belum bisa membuktikan secara meyakinkan dengan teori “missing link”nya. 2. Pandangan filosofis Menghadapi permasalahan hidup seperti tersebut di atas, manusia berusaha dengan berbagai kemampuannya untuk mengatasinya. Pertanyaan besar yang selalu mengganggu pikiran manusia adalah mengenai asal-usulnya. Menurut Frans Dahler, usaha untuk menjawab hal ini menjadi pangkal lahirnya mitos-mitos, dongengdongeng kuno, berbagai macam filsafat dan agama-agama. Sejak ribuan tahun lamanya, manusia menciptakan gambaran akan asal-usulnya sendiri. Dengan segala kemampuannya, ia berusaha memuaskan nafsu dan kehausan untuk mengetahui asalusulnya sendiri. Dari manakah manusia berasal? Bagaimana ia diciptakan? Bagaimanakah manusia berkembang sehingga memiliki daya rohani yang agung sekaligus yang membedakannya dengan binatang? Bangsa-bangsa primitif di Afrika, Asia dan Australia bicara tentang semacam “Tuhan purba” yang menciptakan manusia. Sedangkan agama-agama polytheis dari jaman kuno maupun jaman modern membayangkan adanya “Tuhan jamak”, dewa-dewi yang menciptakan dunia dan manusia. Sebaliknya ada aliran filsafat yang pengaruhnya terasa pada agama Hindu dan Buddha yang justru menyangkal adanya “ciptaan”. Manusia dalam pandangan itu dikatakan merupakan unsur dalam “Dunia Ilahi” yang sudah selalu ada. Alam semesta bersama manusia di dalamnya merupakan kenyataan ilahi, dan alam ini berputar tanpa henti-hentinya dalam lingkaran reinkarnasi, lingkaran tertutup, dari kekal sampai kekal. Demikian pula berdasarkan pengalaman eksistensi manusia yang selalu berhadapan dengan “baik” dan “buruk” maka berkembanglah aliran filsafat dualisme yang menyatakan bahwa asal dunia ini dari dua prinsip, dua sumber yaitu sumber kebaikan (Allah) dan sumber kejahatan (Iblis, setan dsb).


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 4 1) Pandangan filosofis Kristen, Islam, Yahudi tentang manusia Tuhan menciptakan Manusia berkembang, berjalan menuju tujuan akhir, yaitu Akhirat. 2) Pandangan filosofis timur yang mempengaruhi agama Hindu dan Budha 3) Pandangan filosofis Dualisme tentang manusia. JIWA ROH nafsu-nafsu


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 5 B. SAINS DAN IMAN Apakah teori evolusi ini bertentangan dengan iman? Pertama-tama kita harus memegang bahwa karena iman dan akal itu sama-sama berasal dari Allah, maka kita percaya bahwa seharusnya tidak ada pertentangan antara iman dan akal ( reason) dan science yang menjadi hasil dari akal tersebut untuk mencapai kebenaran, asalkan pencarian kebenaran tersebut dilakukan dengan tulus tanpa memasukkan ide-ide pribadi yang kemudian dianggap sebagai kebenaran. Teori Evolusi yang kita kenal sebenarnya merupakan suatu hipotesa, yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, agar dapat dikatakan sebagai kebenaran. Sementara ini, bukti ilmiah belum dapat dikatakan mendukung hipotesa tersebut. Ada dua inti besar teori Evolusi- yang dikenal sebagai "Macroevolution/ evolusi makro" yang dipelopori oleh Darwin: a. Semua mahluk hidup berasal dari mahluk sederhana yang terdiri dari satu sel atau lebih, yang terbentuk secara kebetulan. b. Species baru terbentuk dari species lain melalui seleksi alam, dengan melibatkan kemungkinan variasi, di mana variasi tersebut dapat bertahan dan berkembang biak. Dalam abad ke-20, hal ini diperjelas dengan memberi penekanan pada kemungkinan mutasi sebagai cara pembentukan variasi. Posisi ini dikenal sebagai Neo- Darwinism. Bagaimana pandangan Gereja mengenai hal evolusi? Berikut ini adalah beberapa penjelasan yang dirumuskan dalam beberapa point: e. Kita percaya bahwa jiwa manusia diciptakan secara langsung oleh Allah, dari yang tadinya tidak ada jadi ada. Jiwa manusia bukan berasal dari produk evolusi. Dalam surat ensiklik Humani Generis (1950), Paus Pius XII menolak ide evolusi total (yang menyangkut tubuh dan jiwa) manusia dari kera (primate). Dalam Humani Generis 36, Paus Pius XII mengajarkan bahwa meskipun dalam hal asal usul tubuh manusia, masih dapat diselidiki apakah terjadi dari proses evolusi, namun yang harus dipegang adalah: semua jiwa manusia adalah diciptakan langsung oleh Tuhan. Namun demikian mengenai evolusi tubuh manusia itu sendiri, masih harus diadakan penyelidikan yang cermat, dan tidak begitu saja disimpulkan bahwa manusia yang terbentuk dari 'pre-existing matter' tersebut sebagai sesuatu yang definitif. f. Mengenai penciptaan tubuh manusia dari materi yang sudah ada sebenarnya tidak bertentangan dengan sabda Tuhan yang menciptakan tubuh Adam dari tanah/debu, yang kemudian dihembusi oleh kehidupan, yang menjadi jiwa manusia (Kejadian 2:7). Namun hal ini tidak bertentangan dengan penciptaan manusia seturut


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 6 gambaran Allah, sebab yang dimaksudkan di sini adalah manusia sebagai mahluk rohani yang berakal dan memiliki kehendak bebas. g. Jadi diperbolehkan jika orang berpikir bahwa kemungkinan tubuh kera dapat berkembang mendekati tubuh manusia dan pada titik tertentu (di tengah jalan), Tuhan menghembusi jiwa manusia ke dalam tubuh manusia itu yang kemudian terus berevolusi (evolusi mikro) sampai menjadi manusia yang kita ketahui sekarang. St. Thomas Aquinas I, q.76, a.5, menyebutkan bahwa teori yang menyebutkan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari kera (evolusi makro), harus kita tolak. Tubuh Adam haruslah merupakan hasil dari campur tangan Tuhan untuk mengubah materi apapun yang sudah ada (pre-existing matter) dan menjadikannya layak sebagai tubuh yang dapat menerima jiwa manusia. Campur tangan ini mungkin saja luput dari pengamatan ilmiah, seperti yang diakui sendiri oleh Monod, saat mengatakan bahwa asal usul hidup manusia adalah suatu teka- teki. Tidak mungkin bahwa dalam satu tubuh dapat terdapat dua macam jiwa, yang satu adalah rational (manusia) dan yang kedua, irrational (kera), sebab terdapat perbedaan yang teramat besar, yang tidak terjembatani antara jiwa kera dan jiwa manusia. Lagipula tubuh kera bersifat spesifik yang diadaptasikan dengan lingkungan hidup yang tertentu. Jadi tidak mungkin bahwa tubuh manusia merupakan hasil dari perubahan-perubahan ‘kebetulan’ dari tubuh kera. Kemungkinan yang lebih masuk akal adalah, jika manusia diciptakan melalui ‘pre- existing matter’ seperti dari tubuh kera sekalipun, terdapat campur tangan Tuhan untuk mengubah tubuh tersebut menjadi tubuh manusia, yang tidak merupakan kelanjutan dari tubuh kera tersebut, seperti halnya terdapat campur tangan Tuhan untuk menghembuskan jiwa manusia ke dalam tubuh manusia itu, yang bukan merupakan kelanjutan dari jiwa kera. Inilah yang secara ilmiah dikenal sebagai ‘lompatan genetik’, namun bedanya, ilmuwan mengatakan itu disebabkan karena kebetulan semata, sedangkan oleh Gereja dikatakan sebagai sesuatu yang disebabkan oleh campur tangan Tuhan. h. Cardinal Schonborn dalam artikel di New York Times tgl 7 Juli 2005 menjelaskan bahwa pengamatan pada mahluk hidup yang telah menunjukkan ciri-ciri yang final menyebabkan kita terkagum dan mengarahkan pandangan kepada Sang Pencipta. Membicarakan bahwa alam semesta yang kompleks dan terdiri dari mahluk-mahluk yang ciri-cirinya sudah final ini, sebagai suatu hasil ‘kebetulan’, sama saja dengan ‘menyerah’ untuk menyelidiki dunia lebih lanjut. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa akibat terjadi tanpa sebab. Ini tentu saja seperti membuang pemikiran akal manusia yang selalu mencari solusi dari masalah." i. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa, akal sehat manusia pasti dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan yang menyangkut asal usul manusia. Keberadaan Tuhan Pencipta dapat diketahui secara pasti melalui karya-karya


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 7 ciptaan-Nya, dengan terang akal budi manusia… KGK no 295 mengatakan, "Kita percaya bahwa Allah menciptakan dunia menurut kebijaksanaan-Nya. Dunia bukan merupakan hasil dari kebutuhan apapun juga, ataupun takdir yang buta atau kebetulan." C. SIAPAKAH MANUSIA DALAM KITAB SUCI Apakah Anda menyadari bahwa hidup manusia amat berharga dari bukti sikap manusia yang selalu berusaha mempertahankan hidupnya? Jika ia sakit, ia akan berusaha untuk sembuh. Manusia tidak akan menyia-nyiakannya atau mempertukarkan hidupnya dengan hal-hal yang kurang berarti. Tema tentang manusia ditempatkan sebagai tema sentral oleh agama- agama di samping ajaran tentang Allah dalam dogmatika. Agama Katolik juga demikian, hal ini tampak dalam permulaan Kitab Suci yakni kitab Kejadian yang menempatkan kisah mengenai penciptaan. Tuhan menciptakan segala sesuatu untuk manusia, dan manusia itu diciptakan untuk melayani Allah, untuk mencintai-Nya dan untuk mempersembahkan seluruh ciptaan kepada- Nya. Tidak ada makhluk yang diciptakan dengan martabat yang luhur seperti manusia. Pada bagian ini Anda akan masuk pada pembahasan tentang siapa manusia dalam pandangan Kitab Suci. Sumber utama untuk mengenal siapa manusia adalah Kitab Suci. Dalam Kitab Kejadian 1: 26-31, Allah menciptakan manusia secitra dan segambar dengan Allah. Anda diharapkan mengenal diri sebagai pribadi, Citra Allah dan dipanggil agar mampu hidup sebagai Citra Allah yang bersyukur atas keberadaan dirinya, menghargai hak azasi manusia, dan mampu bekerjasama dengan sesama, menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mampu berelasi dengan Tuhan sebagai pencipta kehidupan. Setelah mempelajari siapakah manusia dalam Kitab Suci, Anda diharapkan memahami asal-usul, hakikat, panggilan, tugas dan perutusan manusia sebagai citra Allah, sehingga dapat membangun hidup yang lebih bermartabat; semakin peduli dan tanggap terhadap situasi sosial masyarakat sebagai bagian dari panggilan hidup manusia sebagai Citra Allah. Sikap dan perilaku yang jujur dan terbuka dalam membangun relasi dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan merupakan harapan yang ingin dibangun dalam proses pembelajaran pada bagian ini. Proses Mengamati (Studi Kasus) Sebelum masuk pada pokok bahasan ini, Anda diminta mengamati terlebih dahulu beberapa gambar di berikut ini:


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 8 Gambar 1.5. Isi rumah yang terbakar Mengamati: Cermatilah kasus di bawah ini ! Anda diminta setelah mengamati gambar di atas dapat menjawab pertanyaan dengan jujur dan terbuka apa adanya. Apa pun jawaban Anda tidak mempengaruhi penilaian dan pandangan dosen terhadap diri Anda. Kejujuran dan keterbukaan Anda yang paling penting dalam menjawab pertanyaan ini. 1. Apa yang akan Anda lakukan jika kebakaran terjadi sebagaimana dilukiskan dalam kasus di atas ? 2. Mengapa Anda memilih untuk melakukan hal tersebut ? 3. Dalam situasi genting seperti dalam kasus kebakaran tersebut Anda diminta bertindak cepat untuk menyelamatkan harta yang paling berharga dalam rumah itu, apa yang Anda selamatkan ? Dan mengapa Anda memilih menyelamatkan hal tersebut ? Suatu ketika terjadi kebakaran di rumah Anda, dan Anda berada di dalam rumah tersebut. Akibat arus pendek, rumah Anda terbakar dan dengan cepat api menyebar. Hanya hitungan detik Anda diminta untuk bertindak cepat, menyelamatkan barang berharga yang ada dalam rumah tersebut agar tidak hangus dilalap si jago merah. Anda harus melakukan sesuatu dengan cepat dan jangan menunggu orang lain bertindak. Situasinya sangat genting, Anda harus menyelamatkan diri Anda dan isi rumah yang sangat penting dan berharga. Waktunya sangat singkat hanya hitungan detik, bila Anda lalai sijago merah akan melalap Anda dengan seluruh isi rumah sampai hangus. Dibutuhkan sikap yang bijak dan tindakan yang cepat dan tepat.


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 9 Diskusi singkat ini dimaksudkan untuk menggali pemahaman dan pengalaman Anda tentang paham dan skala nilai dalam hidup Anda. Latar belakang kondisi sosial, arus materialisme dan budaya masyarakat modern tentu ikut mempengaruhi paham dan setiap pilihan Anda. Apakah Anda memandang manusia sebagai makhluk yang paling berharga? Atau, mungkin saja paham materialisme yang mengutamakan uang dan harta yang lebih bernilai dalam hidup Anda. Apa pun jawaban Anda bukan untuk menentukan penilaian melainkan sebagai gambaran, apersepsi mengenai skala nilai dan pemahaman Anda tentang suatu masalah, dan bagaimana Anda memandang manusia. Kitab Kejadian (Kej 1:27). menuliskan kisah penciptaan menekankan bagaimana Allah menempatkan manusia sebagai ciptaan-Nya yang khusus. Manusia disebut sebagai gambar Allah (imago Dei) yang mewakili Allah di dunia. Artinya, keberadaan manusia menunjukkan bahwa Allah ada. Manusia menjadi begitu sangat penting dan berarti karena segala sesuatu di dunia ini harus diarahkan kepada manusia sebagai pusat dan puncaknya. Ia dipanggil untuk mewujudnyatakan kepenuhan citra Allah tersebut. “Secitra dengan Allah” berarti pribadi manusia diciptakan dalam wujud jasmani dan rohani yang tidak terpisahdan merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam kisah penciptaan manusia, dikisahkan tentang Allah yang menciptakan manusia dari debu tanah lalu menghembuskan nafas kehidupan (Roh) dalam dirinya, sehingga manusia menjadi utuh (bdk. Kej 2:7). Beberapa ungkapan yang dipakai untuk menyatakan nafas hidup antara lain: Nefes atau Nous yang berarti nyawa, nafas, pernapasan (dalam arti: nafas yang keluar dari tenggorokan sebagai tanda kehidupan). Ada juga ungkapan lain yaitu Ruah (roh) yang berarti nafas kehidupan yang menunjukkan keutuhan makhluk. Bahkan Kitab Kejadian menceritakan bahwa manusia pertama yang ciptakan Allah adalah Adam dan Hawa. Adam berarti tanah (manusia yang dibentuk dari debu tanah). Sedangkan Hawa berarti kehidupan (Kej 2:20). Apa yang diberikan Tuhan Allah bukanlah suatu bagian yang dimasukkan kedalam tubuh tetapi merupakan daya kekuatan yang menciptakan dan memberi hidup. Dari semua ciptaan yang ada, manusialah satu-satunya yang “mampu mengenal dan mencintai penciptaNya” (GS art. 12). Hanya manusialah yang dipanggil supaya dalam pengertian dan kehendaknya mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri. Untuk tujuan inilah manusia diciptakan dan inilah yang menjadi dasar dari martabanya yang sungguh luhur dan mulia. Mengapa Allah memberikan keistimewaan kepada manusia dengan mengangkatnya ke dalam martabat yang begitu mulia? Apa maksudnya? Keluhuran dan keagungan manusia sebagai ciptaan tertinggi merupakan cinta yang tak ternilai dari Sang Penciptanya. Karena cinta-Nya, Allah menganugerahkan keinginan dalam kodrat kemanusiaan kita suatu keinginan dan kerinduan terdalam untuk berelasi


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 10 dengan Allah. Kitapun turut mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri. Kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan agar kita tetap berada dalam hubungan dengan Allah. Inilah yang menjadi kunci kebahagiaan manusia itu sendiri. D. USAHA MANUSIA DALAM MENJAWAB PERSOALAN DASAR KEHIDUPANNYA Berbagai persoalan dasar yang muncul dalam kehidupan manusia menimbulkan pertanyaan serius tentang dirinya. Manusia mulai memikirkan dan merefleksikan pengalamannya dalam dinamika perjalanan hidupnya. Dalam keterbatasan, manusia berusaha mengetahui asal, tujuan dan makna hidupnya. Refleksi terhadap pengalaman hidupnya membawa manusia pada sebuah kesadaran bahwa ia diciptakan oleh Allah dan terarah kepada-Nya. Manusia makin menyadari bahwa Allah terus menariknya ke dalam pelukan-Nya, karena itu muncul kesadaran dalam diri manusia bahwa hanya dalam Allahlah manusia dapat menemukan kebenaran dan kebahagiaan yang secara terus menerus dicarinya ( KGK art 28). Allah adalah sumber kehidupan dan hanya pada Allah saja manusia dapat menemukan identitas dirinya. Hal ini ditegaskan dalam pernyataan berikut: “Makna paling luhur martabat manusia terletak pada panggilannya untuk memasuki persekutuan dengan Allah. Sudah sejak awal mula manusia diundang untuk berwawancara dengan Allah. Sebab manusia hanyalah hidup, karena ia diciptakan Allah dalam cinta kasih-Nya. Dan manusia tidak sepenuhnya hidup menurut kebenaran, bila tidak dengan sukarela mengakui cinta kasih itu, serta menyerahkan diri kepada pencipta-Nya.” (GS art 19). Untuk bisa menjawab persoalan-persoalan dasar yang dihadapinya, manusia berusaha menemukan Allah dalam kehidupannya. Beberapa usaha yang dilakukan misalnya: doa, kurban, upacara, meditasi, dll. Hal ini mau menunjukkan bahwa inti kebahagiaan manusia terletak dalam persatuannya dengan Allah dalam relasi yang mesra. Namun dalam kenyataannya, manusia seringkali mengingkari bahkan menolak hal tersebut karena berbagai sebab. Beberapa penolakan yang dilakukan manusia misalnya: protes terhadap kejahatan yang ada di dunia ini, ketidakpahaman atau ketidakpedulian religious, kesusahan hidup, godaan harta, hawa nafsu, teladan hidup yang kurang baik dari orang beriman, kesombongan manusia yang berdosa sehingga menyembunyikan diri dari Allah karena rasa takut, dsbnya. Walau demikian Tuhan senantiasa memanggil manusia untuk kembali kepadaNya; Tuhan berharap agar manusia tidak pernah berhenti mencari-Nya sehingga dapat mengalami kebahagiaan bersama Dia.


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 11 Tuhan selalu membuka jalan bagi manusia untuk mengenal-Nya secara lebih dekat. Manusia dapat menempuh berbagai jalan untuk dapat mencapai pengenalannya akan Allah. Jalan-jalan itu disebut juga sebagai “pembuktian Allah”. Jalan-jalan pengenalan menuju Allah bertitik tolak dari adanya dunia dan segala isinya serta keberadaan manusia itu sendiri. Melalui jalan-jalan itulah manusia dapat menemukan Allah. 1. Dunia Dalam diri manusia muncul pertanyaan ketika melihat dunia dengan segala isinya yang begitu menakjubkan. Manusia bertanya tentang asal-usul dunia dan keteraturan yang terjadi di alam semesta juga tentang siapa yang berada dibalik semuanya itu. Melalui berbagai pertanyaan tersebut, manusia dihantar untuk mengenal Allah melalui dunia ini. Dengan melihat gerak dan perkembangan, tatanan dan keindahan dunia ini, manusia dituntun untuk mengenal Allah sebagai sumber dan tujuan alam semesta (KGK, 32). Dunia dapat mengenalkan manusia pada Allah yang adalah sang “Arsitek Agung”. Dialah yang merancang dunia dan segala isinya sedemikian rupa sehingga manusia dapat mengagumi keindahannya. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak manusi bermuara pada satu jawaban yang pasti, yakni adanya “Sang Pencipta” yang menciptakan dunia. Dialah yang disebut Allah. 2. Manusia Dengan keterbukaannya kepada keindahan dunia dan kenyataan akan adanya alam semesta dengan segala isinya; dengan pengertiannya akan kebaikan moral, kebebasan, suara hati; serta dengan kerinduannya akan ketidakterbatasan dan akan kebahagiaan, manusia terus bertanya-tanya akan adanya Allah. Dalam semuanya itu manusia menemukan dalam dirinya adanya tanda-tanda jiwa rohani. Karena benih keabadian yang ia bawa dalam dirinya tidak dapat dijelaskan hanya dengan asal dalam materi saja (GS 18,1),maka jiwanya hanya dapat mempunyai Tuhan sebagai sumber. Manusia dapat sampai kepada realitas yang merupakan Causa Prima (Sebab Pertama) dan Causa Finita (Tujuan Akhir) dari segala sesuatu. Realitas itulah yang dinamakan Allah. Manusia dengan keberadaannya mampu menghantarnya untuk mencari dan menemukan Allah dalam hidupnya. 3. Hidup Manusia Sangat Bernilai, Indah, namun Terbatas dan Penuh Misteri a. Hidup Manusia Sangat Berharga Sepanjang hidupnya manusia terus berusaha untuk menggapai kebadian. Ia ingin terus hidup karena bagi manusia hidup itu sangat berarti dan bernilai. Bagaimanapun


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 12 juga manusia senantiasa berusaha untuk mempertahankan hidupnya. Berbagai cara akan dilakukannya, misalnya: apabila sakit manusia akan berobat atau dengan perawatan; ketika nyawanya teracam karena berbagai sebab ia akan mempertahankannya, jika perlu dengan senjata. Karena hidup itu sangat berharga, masyarakat kita sangat menjunjug tinggi kehidupan. Mereka berusaha mengamankan hidupnya dengan menjaga hubungan yang selaras dengan sesama, alam/lingkungan dan dengan dunia adikodrati. Manusia juga melanggengkan hidupnya melalui keturunan. Kehidupan itu sungguh sangat bernilai. Manusia tidak akan menukarkannya dengan apapun atau menyia-nyiakan hidupnya. Kitab Suci mengatakan, “apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Mrk 8:36). Apapun yang ada di dunia ini tidak sebanding dengan hidup. Maka Ayub mengatakan: “orang akan memberikan segala yang dipunyainya sebagai ganti nyawanya” (Ayb 2:4). Hidup memang sangat bernilai, dan karena itu harus diselamatkan. b. Hidup Manusia Indah Dan Mengagumkan Hidup tidak hanya bernilai tetapi juga indah. Manusia bisa saja mengatakan bahwa hidup ini terasa pahit karena penderitaan dan tantangan yang dialami. Namun hal ini tidak akan mengaburkan kenyataan yang sesungguhnya bahwa hidup kita indah dan sungguh mengagumkan. Pada saat manusia berada dalam kondisi normal, ia cenderung tidak menyadari keindahan hidup itu. Baru pada saat saat mengalami cobaan, penderitaan, sakit dan mendapat vonis bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, manusia mulai berpikir tentang mutu hidupnya. Pada saat ini segala sesuatu yang dilakukan manusia mempunyai sisi yang lebih tajam dan mereka seakan melihat makna hidup. Bila kita cermati, kita akan menemukan bahwa ternyata sebagian orang tidak pernah menjadi manusia yang sungguh-sungguh utuh sebelum mengetahui bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Berhadapan dengan kematian, manusiabaru menyadari betapai indah dan bernilainya hidup ini. Hidup manusia memang sungguh mengagumkan! c. Hidup Manusia Terbatas Sekalipun hidup manusia itu berharga dan indah, namun manusia tidak berkuasa atasnya. Manusia akan selalu dihadang oleh berbagai tantangan dan penderitaan, bahkan berakhir dengan kematian. Betapapun kerasnya usaha manusia untuk mencapai keabadian, ia harus menerima kenyataan kalau pada akhirnya ia akan menghadapi maut. Mengapa harus ada penderitaan dan kematian? Apa


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 13 maknanya?Dari dirinya sendiri, manusia tidak dapat memberi jawaban atas pertanyaan yang sangat mendasar itu. Mungkin karena itu pula, banyak orang yang menjalani hidupnya dengan pesimis, sehingga pada akhirnya mautlah yang berkuasa. Beberapa penyair seperti Chairil Anwar pernah menuliskan bahwa: “Hidup hanya menunda kekalahan!”Begitu pula dengan WS Rendra yang mengungkapkan, “Kelahiran dan kematian adalah keniscayaan. Namun bagi yang hidup, wafat kerabat adalah kehilangan. Selalu menimbulkan kesedihan.” Dalam Kitab Ayub 14:1-2, Ayub menuturkan bahwa: “Manusia lahir dari perempuan, singkat umurnya. Ia hilang, lenyap, dan tidak dapat bertahan”. Serta dalam Mazmur 90:5-6,10, dikatakan:“Hidup manusia hilang lenyap seperti mimpi, seperti rumput yang disabit. Pagi-pagi berkembang dan berbunga, waktu sore layu dan kering. Batas umur manusia tujuh puluh tahun, atau delapan puluh jika kuat.” Sebagai orang beriman, kita dapat belajar dari Yesus yang tidak lari dari penderitaan yang menghadang-Nya. Bagi Yesus seberat apapun penderitaan yang akan Ia tanggung, Ia harus berani menghadapi-Nya sampai akhir. Yesus tidak menjelaskan secara gamblang arti dan makna penderitaan dan maut, tetapi dari Salib dan kebangkitan kita dapat melihat dan menemukan tawaran yang memberi arti pada penderitaan dan maut tersebut. Bagi orang lain, salib adalah kebodohan, namun bagi kita orang Kristen, salib adalah kekutan Allah (bdk. 1Kor 1:18). Bagi kebanyakan orang, Yesus “mati konyol disalib”. Tetapi ternyata tidak! Terbukti bahwa Allah membangkitkan Dia dari alam maut. Kebangkitan inilah yang memberi arti dari penderitaan dan kematian itu sendiri. Juga menjelaskan bahwa Allah hadir didalam setiap penderitaan yang dialami manusia. Melalui penderitaan dan wafat Yesus, kita diajar untuk menemukan keselamatan dalam penderitaan dan kematiaan yang kita alami. Karena itu kita boleh berharap dan percaya bahwa: Dalam setiap penderitaan, kegagalan, kekecewaan, dan keputusasaan, kita dapat bertemu dengan Allah karena ia senantiasa ada didekat kita Allah ikut menderita bersama dengan kita. Ia solider dengan kita. Setiap keberhasilan dan kesuksesan yang kita capai belum tentu memiliki makna bagi Allah, namun sebaliknya justru dalam penderitaan, kegagalan, kehinaan, ketidakberdayaan dan kematianlah kita dirangkul oleh kasih setia Allah. Dengan demikian, kita tidak dibebaskan dari penderitaan dan maut. Derita dan maut adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita dan pasti akan kita lalui. Namun kita dapat menerima bahwa derita dan maut bukanlah akhir dari segala-galanya; bukan juga malapetaka yang harus dihindari. Melalui penderitaan kita boleh berharap


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 14 Allah selalu bersama kita. “Allah sendiri akan hidup dengan mereka dan akan menjadi Allah mereka. Ia akan menyeka air mata dari pipi mereka. Kematianpun tidak ada lagi. Sebab segala sesuatu yang lama telah berlalu” (Why 21:4) d. Hidup Manusia Penuh Misteri Kita telah melihat bahwa hidup manusia itu sangat bernilai, indah namun terbatas. Ketika kita membicarakannya, kita merasakan bahwa masih banyak hal yang tersembunyi dan tidak bisa dimengerti secara tuntas. Hidup manusia memang penuh dengan misteri dan akan tetap menjadi misteri yang tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia. Akal pikiran dapat merumuskan banyak pengetahuan tentang manusia, tetapi “keseluruhan” manusia tidak pernah bisa diselesaikan dengan tuntas oleh ilmu pengetahuan. Misteri tetap ada didalamnya dan bahkan semakin lama semakin “besar” untuk disadari. Seorang filsuf dan orang kudus jaman ini yakni Edith Stein pernah mengatakan: “Manusia selalu ingin mengerti dirinya. Sejarah peradaban manusia merupakan sejarah ide-ide tentang dirinya. Betapa banyak pengetahuan manusia tentang dirinya dalam kurun sejarah. Namun sampai kini tetap merupakan misteri, rahasia terselubung yang mahabesar. Ia menjadi teka-teki bagi dirinya sendiri. Karena dalam diri manusia memang terkandung banyak keajaiban.” Bahwa manusia dapat hidup, bernafas, bergerak, melihat dan merasakan, mendengar, berbicara dan berkomunikasi, berteman, mencintai….dsbnya, merupakan hal-hal yang sangat mengagumkan dan sangat ajaib. Maka hidup manusia sunguh-sungguh penuh dengan misteri.


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 15 Bab II MARTABAT MANUSIA Pengantar Apakah Anda menyadari bahwa martabat manusia adalah dasar hak-hak asasi manusia yang tidak diberikan oleh orang lain ataupun oleh pemerintah, dan negara? Martabat manusia lahir secara kodrati bersamanya dan terlepas dari lingkungan kebudayaannya. Martabat ini, tidak dapat dirampas oleh orang lain, dan hanya dapat dicemarkan oleh manusia itu sendiri. Orang yang tidak mau menghormati martabat orang lain sebagai manusia, ia mencemari martabatnya sendiri sebagai manusia. Bila Anda memberikan perhatian mengenai penghargaan kepada martabat manusia dewasa ini, seringkali Anda terancam oleh berbagai hal persoalan yang dihadapi manusia, antara lain: kemiskinan struktural, pengangguran, bisnis narkotika, aborsi, kekerasan dan pencemaran lingkungan. Manusia kerapkali dihargai bukan karena dia pribadi yang unik sebagai ciptaan Allah, tetapi tidak jarang manusia diukur dan dihargai kemanusiaannya berdasarkan apa yang melekat dalam dirinya seperti; harta, kekayaan, pangkat dan jabatan. Gereja Katolik menegaskan keluhuran martabat manusia adalah citra Allah. “baiklah Kita menjadikan manusia itu menurut gambag ran rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi (Kej. 1:26). Sumber yang lengkap untuk memahami hakikat manusia ada dalam Kitab Suci (PL, PB) dijelaskan bahwa martabat manusia sebagai Ciptaan Allah, Martabat Manusia sebagai Anak Allah dan martabat manusia sebagai Pribadi Sosial. A. MARTABAT MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH Berdasarkan Kej 1:26-28; dan Kej 2:7-8, 15-18, 21-25 dapat dikatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah Sang Pencipta pada hari ke-6 dengan bersabda dan bertindak. Dalam kisah penciptaan itu manusia diciptakan dalam proses yang terakhir setelah semua yang ada di alam semesta di ciptakan. Hal itu dapat pula berarti bahwa manusia diciptakan sebagai puncak ciptaan Allah. Sebagai puncak ciptaan. manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, dengan karunia istimewa yaitu: akal-budi,


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 16 hati/perasaan, dan kehendak bebas (bdk. Kejadian 1:26). Adanya karunia akal-budi menjadikan manusia bisa atau memiliki kemampuan untuk memilih, karunia hati/perasaan menjadikan manusia bisa merasakan dan mencintai, dan karunia kehendak bebas menjadikan manusia mampu membangun niat-niat. Karunia-karunia itulah yang menjadikan manusia sebagai mahluk hidup yang memiliki kesadaran dan kebebasan. Gambar 2.1 Kodrat/jatidiri manusia sebagai citra Allah. Sumber: Waruwu, Membaun Budaya Berbasis Nilai, hal. 165. Adapun Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya. Sebagai citra Allah, ia mampu mengenal dan mengasihi Penciptanya; oleh Allah manusia ditetapkan sebagai tuan atas semua mahluk di dunia ini (Kej 1:26; Keb 2:23), untuk menguasainya dan menggunakannya sambil meluhurkan Allah (Sir 17:3-10). “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau menjadikannya berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya” (Mzm 8:5-7) Selanjutnya Kitab Suci menuliskan bahwa: “menurut citra-Nya diciptakan-Nya dia: lakilaki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej 1:27). Allah tidak menciptakan manusia seorang diri: sebab sejak awal mula Allah mencipatakan pria dan wanita. Rukun


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 17 hidup mereka merupakan bentuk pertama persekutuan antar pribadi. Sebab dari kodratnya yang terdalam manusia bersifat sosial dan tanpa berhubungan dengan sesama ia tidak dapat hidup atau mengembangkan bakat-pembawaannya. Maka, seperti kita baca pula dalam Kitab Suci, Allah melihat “segala sesuatu yang telah dibuat-Nya, dan itu semua amat baiklah adanya” (Kej 1:31) Allah menempatkan martabat manusia di atas ciptaan yang lain. Hanya manusia yang secitra dengan Allah. “Manusia memiliki martabat sebagai pribadi; ia bukan sesuatu melainkan seseorang. Dari segala ciptaan yang kelihatan, hanya manusia "mampu mengenal dan mencintai Penciptanya dan oleh Allah manusia ditetapkan sebagai tuan atas semua makhluk di dunia ini, untuk menguasainya dan menggunakannya sambil meluhurkan Allah" (GS 12,3). Lebih tegas lagi para Bapa Konsili menyatakan bahwa “Allah sebagai Bapa memelihara semua orang, menghendaki agar mereka merupakan satu keluarga, dan saling menghargai dengan sikap persaudaraan. Sebab mereka semua diciptakan menurut gambar Allah, yang menghendaki segenap bangsa manusia dari satu asal mendiami muka bumi (Kis 17:26). Mereka semua dipanggil untuk satu tujuan, yakni Allah sendiri” (GS 24,1). Manusia merupakan satu-satunya makhluk, yang Allah kehendaki demi dirinya sendiri (bdk. GS 24,3). Martabat manusia itu mulia karena hidupnya tergantung pada Allah. Asal mula dan sumber kehidupan manusia adalah Allah, yang menjadi pemberi dan penopang kehidupan. Karena martabat manusia sangat mulia dan luhur, kehidupan manusia harus dilindungi sejak pembuahan dalam kandungan. “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur 13 kepada-Mu oleh karena kejadianku dasyat dan ajaib; ajaib apa yang kamu buat dan jiwaku benar-benar menyadarinya” (Mzm. 139; 13 – 14). Gambar 2.2.Janin bayi dalam kandungan ibunya berumur 39 minggu. Sumber: http://images.agoramedia.com/


M a t e r i K u l i a h P e n d i d i k a n A g a m a K a t o l i k - U n i v e r s i t a s K a l t a r a | 18 Martabat manusia sebagai citra Allah merupakan landasan penghargaan terhadap hak azasi manusia. Semua hak azasi berakar dalam kodrat kemanusiaan yang lahir bersamaan dengan manusia. Nilai-nilai kemanusiaan itu berasal dari Tuhan, pencipta alam semesta. Setiap manusia memperkembangkan kepribadiannya dalam hubungannya dengan sesama atas dasar nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Setiap diskriminasi, dan paksaan dalam hal agama, misalnya, selalu bertentangan dengan kemanusiaan dan ke-Tuhan-an. Oleh karena itu, para pemeluk agama harus menjadi pelopor dalam menegakkan hak-hak asasi manusia. Hak asasi manusia merupakan syarat mutlak untuk perkembangan demokrasi yang sehat. Setiap penganut agama harus menjunjung tinggi hak-hak asasi karena itu berasal dari Tuhan sendiri (Jacobus Tarigan, 2013). B. MARTABAT MANUSIA SEBAGAI ANAK ALLAH Dalam iman kristiani, martabat manusia baru dikenal sebenarnya di dalam Yesus, putra sulung di antara banyak saudara. Kebenaran tentang manusia hanya dikenal di dalam Yesus Kristus. Karena martabat luhur manusia hanya diakui dalam iman akan Allah sebagai Sang Pencipta dan dalam diri Yesus Kristus, Putera Allah yang tunggal. Tujuan hidup manusia sangat mempengaruhi martabat manusia. Tujuan hidup manusia itu pada dasarnya di luar segala daya pemikiran manusia, di luar segala perhitungan manusia bahkan di luar pengertian manusia itu sendiri. Tujuan hidup manusia pada dasarnya bersifat transcendental (bersifat ilahi dan mengatasi segalagalanya), yaitu memenuhi kerinduan manusia mencapai kesempurnaan dalam segalagalanya, yaitu suatu kebahagiaan abadi berupa kehidupan kekal. (Lihat Yoh 17:1-3; 1 Yoh 3:2; 1 Kor 2:9) Dalam teks tersebut dilukiskan bahwan tujuan hidup manusia masingmasing adalah persatuan dengan hidup Allah Tritunggal untuk selama-lamanya. Pandangan Katolik berbeda dengan Yahudi dan Islam yaitu bahwa martabat luhur manusia dilihat dari segi tujuan hidup menjadi jelas (mendapatkan makna definitif) dalam diri Yesus Kristus. (lih. GS. 22). Sebagai anak Allah, manusia terpanggil untuk hidup bersatu dengan Bapa-Nya sesuai dengan rencana Allah. Martabat manusia sebagai anak Allah merupakan kunci untuk memahami sebenarnya siapa manusia. Tujuan hidup manusia mengandaikan juga tugas-tugas hidup yang mesti dijalankan oleh manusia, yaitu “memperkembangkan martabatnya”. Tugas hidup itu adalah mencapai kesempurnaan dalam panggilan hidup sebagai anak-anak Allah. Hal ini berarti berkembang dalam Yesus Kristus, mengejar persamaan dengan martabat Yesus Kristus.


Click to View FlipBook Version