LAPORAN TAHUNAN 2021
1.10. Total area on campus covered in planted vegetation (SI.3)
Taman 1 Taman 2
Total luas vegetasi yang ditanam: 1240 m2 Total planted vegetation area: 1240 m2
Total Luas: 9649 m2 Total Area: 9649 m2
Persentase area: 12% Percentage area: 12%
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file): https://
bit.ly/ITTJIndikatorSI3
1.11. Total area on campus for water absorption besides the forest and planted vegetation (SI.4)
Gazebo Campus Main Street
Total luas penyerapan air: 5642 m2 Total water absorption area: 5642 m2
Persentase area: 53% Percentage area: 53%
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file): https://
bit.ly/ITTJIndikatorSI3
94
1.18. University budget for sustainability efforts (in US Dollars)
Anggaran universitas persentase rata-rata untuk The average percentage university budget for our
universitas kami adalah 4% university is 4%
1.20. Percentage of operation and maintenance activities of building during Covid-19 pandemic (SI.7)
Kegiatan operasional dan pemeliharaan selama Operation and maintenance activities during
pandemi Covid-19 di Institut Teknologi Telkom Ja- Covid-19 pandemic in Institut Teknologi Telkom
karta Jakarta
Laboratorium table (Campus B Halimun ITTelkom Jakarta) Build partition rack for lecturer on Campus A Daan
Mogot ITTelkom Jakarta
Build partition rack for a lecturer on Campus B Halimun Applied Peduli lindungi App for crowd controlling on
ITTelkom Jakarta Campus
ANNUAL REPORT 2021
95
LAPORAN TAHUNAN 2021
1. Total bangunan kampus seluas 3445 m2 1. Total campus buildings area 3445 m2
2. Total bangunan yang dioperasikan 1776 m2 2. Total operated building 1776 m2
Persentase bangunan yang beroperasi dan peme- Percentage building that operated and mainte-
liharaan 52% nanced 52%
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):
https://bit.ly/ITTJIndikatorSI4
1.21. Campus facilities for disabled, special needs and or maternity care (SI.8)
Disability parking (Institut Teknologi Telkom Jakarta) Accessible toilet (Institut Teknologi Telkom Jakarta)
Road access disability (Institut Teknologi Telkom Jakarta)
1. Parkir cacat bagi penyandang cacat untuk me- 1. Disabled parking for disabled people to park
markir mobil mereka yang terletak di gedung ru- their car which located at the nearest space build-
ang terdekat ing
2. Toilet yang dapat diakses untuk orang cacat 2. Accessible toilet for disabled people
3. Jalan yang dapat diakses untuk penyandang ca- 3. Accessible road to disabled enter the campus
cat memasuki kampus
1.22. Security and safety facilities (SI.9)
1. 22 CCTV point in Halimun Campus B 2. 8 Fire Extinguisher (Campus B ITTelkomJakarta, Indonesia)
96
3. Smoke Detector in Daan mogot Campus A ( ITTelkom 4. Smoke Detector in Halimun Campus B (ITTelkom Jakar-
Jakarta, indonesia) ta , Indonesia)
5. Fire Extinguiseher (ITTelkom Jakarta, Daan mogot Cam- 6. Professional Trained Security Officer
pus A)
1. 16 CCTV point in Daan Mogot Campus A ITTel- 1. 16 CCTV point in Daan Mogot Campus A ITTel-
kom Jakarta, and 22 CCTV point in Halimun Cam- kom Jakarta, and 22 CCTV point in Halimun Cam-
pus B ITTelkom Jakarta pus B ITTelkom Jakarta
2. 8 Fire Extinguisher at Halimun Campus B ITTel- 2. 8 Fire Extinguisher at Halimun Campus B ITTel-
kom Jakarta kom Jakarta
3. Smoke Detector in sever room Daan Mogot 3. Smoke Detector in sever room Daan Mogot Cam-
Campus A ITTelkom Jakarta Smoke Detector in pus A ITTelkom Jakarta Smoke Detector in server
server room Halimun Campus B ITTelkom Jakarta room Halimun Campus B ITTelkom Jakarta
4. 9 Fire Extinguisher at Daan Mogot Campus A IT- 4. 9 Fire Extinguisher at Daan Mogot Campus A IT-
Telkom Jakarta Telkom Jakarta
5. Professional Trained Security Officer (PT Treng- 5. Professional Trained Security Officer (PT Treng-
ginas Jaya) ginas Jaya)
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):
-https://www.youtube.com/watch?v=8A9nB6jeXrI-https://bit.ly/ITTJIndikatorSI5
ANNUAL REPORT 2021
97
LAPORAN TAHUNAN 2021
1.23. Health infrastructure facilities for students, academics and administrative staff’s wellbeing (SI.10)
First Aid Box Ambulance Car
Healthcare Room Cooperation with Puskemas Kecamatan Cengkareng
1.24. Conservation: plant, animal and wildlife, genetic resources for food and agriculture secured in either
medium or long-term conservation facilities (SI.11)
Konservasi: tumbuhan, hewan, dan satwa liar, Conservation: plant, animal, and wildlife, genetic
sumber daya genetik untuk makanan dan perta- resources for food and agriculture secured in ei-
nian yang diamankan baik di fasilitas konservasi ther medium or long-term conservation facilities
jangka menengah atau panjang
Hydroponic (Halimun Campus) Hydroponic (Daan Mogot Campus)
98
Institut Teknologi Telkom Jakarta memiliki 2 in- Institut Teknologi Telkom Jakarta has 2 hydro-
stalasi hidroponik: hidroponik dengan sistem DFT ponic installations: hydroponics with a DFT sys-
yang terletak di Kampus A Daan Mogot dan memi- tem located on Campus A Daan Mogot and has
liki 80 lubang tanam. Sementara itu, di kampus B 80 planting holes. Meanwhile, on-campus B Hali-
Halimun menempatkan sistem hidroponik NFT mun placed an NFT hydroponic system that has
yang memiliki 120 lubang tanam. Instalasi hidro- 120 planting holes. This hydroponics installation
ponik ini digunakan untuk menanam selada dan is used for growing lettuce and for seeding is once
untuk penyemaian sebulan sekali. Selain konser- a month. In addition to conservation, this hy-
vasi, instalasi hidroponik ini juga digunakan untuk droponic installation is also used for Internet of
penelitian Internet of Things. Things research.
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):
https://bit.ly/ITTJIndikatorSI7
ANNUAL REPORT 2021
99
LAPORAN TAHUNAN 2021
research
Dengan adanya tambahan Kampus B sebagai Ge- With the addition of Campus B as Telkom Jakarta's
IT operational building, completeness is needed
dung operasional ITTelkom Jakarta maka diperlu- to meet the assessment on the Setting and Infra-
structure (SI) indicator. The research conducted
kan kelengkapan-kelengkapan untuk memenuhi pe- by the Ui Green Metric Setting and Infrastructure
Team of Telkom Jakarta Institute of Technology is:
nilaian pada indikator Setting and Infrastructure (SI).
1. Procurement of ITTJ Campus Disability Facilities
Penelitian yang dilakukan Tim Setting and In-
2. Procurement of Security Posts and ITTJ Campus
frastructure UI Green Metric Institut Te- Security Facilities
knologi Telkom Jakarta adalah : 3. Utilization of Campus B Roof Area as Roof Gar-
den
1. Pengadaan Fasilitas Disabilitas Kampus ITTJ
2. Pengadaan Pos Security dan Fasilitas Keamanan 1. Procurement of ITTJ Campus Disability Facil-
Kampus ITTJ ities
3. Pemanfaatan Area Atap Kampus B sebagai Roof
Garden There are 2 indicators in Setting and Infrastruc-
ture (SI) that are a concern on Campus B, namely
1. Pengadaan Fasilitas Disabilitas Kampus ITTJ on indicator 1.22 related to security and security
facilities 1.21 regarding campus facilities for dis-
Terdapat 2 indikator pada Setting and Infrastructure ability. This is because there are a number of cam-
(SI) yang menjadi concern di Kampus B, yaitu pada pus points that are often passed by students and
indikator 1.22 yang berhubungan dengan keamanan used for the public that are still inadequate. Based
dan fasilitas keamanan 1.21 mengenai fasilitas kam- on this, it will be carried out the procurement of
pus untuk disabilitas. Hal ini dikarenakan terdapat security facilities such as security posts and se-
sejumlah titik kampus yang sering dilalui oleh maha- curity facilities that serve as support in terms of
siswa dan dipergunakan untuk umum yang masih be- security, in addition, disability facilities are also
lum memadai. Berdasarkan hal tersebut maka akan needed in the ITTJ campus environment to facili-
dilakukan pengadaan fasilitas keamanan seperti pos tate users in activities.
keamanan dan fasilitas keamanan yang berfungsi
sebagai penunjang dalam segi keamanan, selain itu
juga fasilitas disabilitas juga dibutuhkan di lingkungan
kampus ITTJ untuk memudahkan pengguna dalam
beraktifitas.
100
Survei dilakukan di Gedung B dan A kampus ITTJ den- The survey was conducted at Building B and A
gan melihat kondisi kampus B. Berdasarkan hasil pen- campus ITTJ by looking at the condition of cam-
gamatan yang di dapat baik di kampus A maupun B pus B. Based on the results of observations that
didapatkan beberapa titik yang memenuhi syarat un- can be obtained both on campus A and B ob-
tuk dipasang fasilitas disabilitas . tained several points that are qualified to be in-
stalled disability facilities.
Sesuai dengan ketentuan dari Green metric dan fasil-
itas umum lainya bahwa gedung perkantoran, seko- In accordance with the provisions of green met-
lah, kampus sampai dengan tempat perbelanjaan ric and other public facilities that office build-
wajib memiliki fasilitas yang dikhususkan untuk mem- ings, schools, campuses to shopping places
bantu penyandang disabilitas agar dapat berinteraksi must have facilities devoted to helping peo-
secara normal tanpa hambatan. oleh karena itu di da- ple with disabilities to interact normally with-
lam point 1.21 greenmetric maka fasilitas disabilitas out obstacles. Therefore, in point 1.21 green-
di kampus ITTJ wajib menerapkanya. fasilitas yang metric, disability facilities on the ITTJ campus
dimaksud berupa : must apply it. The facilities in question are:
- Special Parking
- Parkiran Khusus
- Special Toilet
- Toilet Khusus
- Wheelchair lanes
- Jalur kursi roda
- lactation corner
- pojok laktasi
- disability path
- jalur disabilitas
- Special classes
- Kelas khusus
- etc.
- dll
Among the points above the ITTJ campus has
Diantara point-point yang berada di atas kampus implemented one of its facilities, namely disabil-
ITTJ telah menerapkan salah satu fasilitasnya yaitu ity-specific parking on campus A while campus B
parkiran khusus disabilitas yang ada di kampus A se- does not have it.
dangkan kampus B belum memilikinya.
2. Pengadaan Pos Security & Fasilitas Keamanan 2. Procurement of Security Post & ITTJ Campus
Kampus ITTJ Security Facility
Pengadaan fasilitas keamanan sperti pos keaman- Procurement of security facilities such as security
an dan fasilitas keamanan yang berfungsi sebagai posts and security facilities that serve as support
penunjang dalam segi keamanan, selain itu juga fasil- in terms of security, in addition, disability facilities
itas disabilitas juga dibutuhkan di lingkungan kampus are also needed in the ITTJ campus environment
ITTJ untuk memudahkan pengguna dalam beraktifit- to facilitate users in activities.
as.
Penentuan titik pos security gedung A dan B ANNUAL REPORT 2021
101
LAPORAN TAHUNAN 2021
Penentuan titik sudut pemasangan CCTV pada lorong, ruangan kelas dan area parkir
Survei dilakukan di Gedung B dan A kampus ITTJ The survey was conducted at Building B and A of
dengan melihat kondisi kampus B. Berdasarkan THE ITTJ campus by looking at the condition of
hasil pengamatan yang di dapat baik di kampus campus B. Based on the results of observations
A maupun B didapatkan beberapa titik yang me- that can be obtained both on campus A and B
menuhi syarat untuk dipasang fasilitas keamanan obtained several points that are qualified to be
maupun fasilitas disabilitas. installed security facilities and disability facilities.
Gedung kampus A memiliki fasilitas Pos keaman- Campus building A has security post facilities that
an yang keamanan yang telah di install CCTV, have been installed CCTV, therefore the construc-
oleh karena itu pembangunan Pos keamanan tion of security posts will be focused on campus
akan difokuskan di kampus B ITTJ . Kamera cctv B ITTJ. CCTV cameras have been created for se-
sejak awalnya memang dibuat untuk keperlu- curity surveillance systems for the anticipation
an pengawasan keamanan (security surveil- of criminal acts, robbery theft, and many other
lance system) untuk antisipasi tindak kejahatan things in connection with crimes and unwanted
kriminal (crime action), pencurian perampokan, activities. CCTV will be installed on campus B as
dan banyak hal lainnya sehubungan dengan tin- a security deterrent directly through the camera
dak kejahatan dan kegiatan kegiatan yang tidak that will be monitored by security.
diinginkan. CCTV akan di pasang di kampus B se-
bagai alat pemnatau keamanan secara langsung Panic button is a device connected to a loud-
melalui kamera yang akan di awasi oleh security. speaker that is used for emergencies such as
fires, earthquakes etc. Panic button will be placed
Panic button adalah sebuah perangkat yang ter- at several points that are often passed by peo-
hubung dengan pengeras suara yang difungsikan ple. The goal is that if there is an event that is an
untuk dalam keadaan darurat seperti kebakaran, emergency can be reached easily and notify all
gempa bumi dll. Panic button ini nantinya akan di- residents of the building related to the emergen-
tempatkan di beberapa titik yang sering dilewati cy situation. Hydrant or light fire extinguisher, is
oleh orang. tujuannya agar jika ditemui suatu ke- a first aid tool in the event of a fire or electrical
jadian yang sifatnya darurat dapat dijangkau den- short circuit that has the potential for a large fire.
gan mudah dan memberitahukan kepada seluruh This hydrant will be placed in rooms that contain
penghuni gedung terkait situasi darurat. Hydrant flammable objects such as libraries, laboratories,
atau alat pemadam api ringan, merupakan alat parking lots and classrooms.
pertolongan pertama jika terjadi kebakaran atau
korsleting listrik yang berpotensi terjadinya keba-
karan besar. Hydrant ini nantinya akan ditempat-
kan diruangan -ruangan yang terdapat benda yang
mudah terbakar seperti perpustakaan, Laboratori-
um, Parkiran dan ruang kelas.
102
Instalasi pemasangan Fire Hydrant di Kampus ITTelkom Jakarta
3. Pemanfaatan Area Atap Kampus B Sebagai Roof 3. Utilization of Campus B Roof Area as Roof
Garden Garden
Terdapat 2 indikator pada Setting and Infra- There are 2 indicators in Setting and Infrastruc-
structure (SI) yang menjadi concern di Kampus ture (SI) that are a concern on Campus B, namely
B, yaitu pada indicator 1.10 yang berhubungan on indicator 1.10 related to the park area and 1.24
dengan area taman dan 1.24 mengenai konser- regarding the conservation of food such as vege-
vasi makanan seperti sayuran dan hewan. Hal tables and animals. This is due to land limitations
ini dikarenakan keterbatasan lahan sehingga ti- so that there is no remaining space as the use of
dak adanya sisa ruang sebagai pemanfaatan park areas, where open land other than parking
area taman, dimana lahan terbuka selain area areas is only found in the roof area of the building.
parkir hanya terdapat pada area atap gedung.
Based on this, it will be done the use of the roof
Berdasarkan hal tersebut maka akan dilakukan pe- area of the building as a garden area or roof gar-
manfaatan area atap gedung sebagai area taman den. In addition to functioning as a roof area park
atau roof garden. Selain difungsikan sebagai taman will also be used as a hydroponic area for vegeta-
area atap tersebut juga akan digunakan sebagai ble conservation, so this can complement 2 indi-
area hidroponik untuk konservasi sayuran, sehing- cators at once. The roof garden is also expected
ga hal ini dapat melengkapi 2 indikator sekaligus. to be an open laboratory for students who will
Peruntukan roof garden ini juga diharapkan dapat take internet of things research, precission farm-
menjadi laboratorium terbuka untuk mahasiswa ing, and hydroponic automation. With the roof
yang akan mengambil penelitian Internet of Things, garden, it is expected to add value to the Setting
103 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021 and Infrastructure (SI) indicator, especially in in-
dicators 1.10 and 1.24. Roof gardens can also be
Precission Farming, dan Hydroponic Automation. used for open laboratories, especially in the fields
Dengan adanya roof garden, diharapkan dapat mem- of Internet of Things, Precission Farming, and Hy-
berikan nilai tambah pada indicator Setting and Infra- droponic Automation.
structure (SI) terutama pada indicator 1.10 dan 1.24.
Roof garden yang dibuat juga dapat digunakan untuk
laboratorium terbuka khususnya pada bidang Inter-
net of Things, Precission Farming, dan Hydroponic
Automation.
Survey & Pengukuran Lahan Survey & Land Measurement
Survey dilakukan di Gedung B dengan meli- On the front area has a size of 22 m x 10 m / 220
hat kondisi atap dan melakukan pengukuran. m2, which can be utilized, while for the rear area
Berdasarkan bentuk Gedung B yang memiliki 9 m x 18 m / 162 m2.
bentuk “L” maka terdapat dua area atap terp- Looking from the security factor, when viewed
isah, dimana pada area depan yang dapat di- from the door to the roof area in figure 3, the door
lihat pada gambar 2 ditandai warna merah directly covers access to the front area where for
dan area belakang yang ditandai warna hijau. access must cross the sewer high enough (figures
4 and 5) and in the front area there are many ca-
The survey was conducted in Building B by looking bles and other electrical panels then this program
at the condition of the roof and taking measure- will be made in the back area.
ments. Based on the shape of Building B which has
the shape of "L" then there are two separate roof
areas, where in the front area that can be seen
in figure 2 marked red and the back area marked
green.
Pada area depan memiliki ukuran 22 m x 10 m / 220
m2, yang dapat dimanfaatkan, sedangkan untuk area
belakang 9 m x 18 m / 162 m2 .
Melihat dari factor keamanan, jika dilihat dari pintu
menuju area atap pada gambar 3, pintu langsung
menutupi akses ke area depan dimana untuk akses
tersebut harus menyebrangi selokan yang cukup ting-
gi (gambar 4 dan 5) dan pada area depan banyak ter-
dapat kabel dan panel kelistrikan lainnya maka pro-
gram ini akan dibuat di area belakang.
104
Desain Taman Garden Design
To design the garden it is necessary to pay atten-
Untuk mendesain taman perlu diperhatikan tion to the initial condition of the rear roof that
kondisi awal atap bagian belakang yang akan will be used. The first thing to note is the safe-
digunakan. Yang pertama perlu diperhatikan ty factor, where it is necessary to make a fence
adalah factor keamanan, dimana diperlukan around the area, the plan will be made a living
pembuatan pagar mengelilingi area tersebut, ren- fence by making short wall pots and planted
cananya akan dibuat pagar hidup dengan mem- tea-tehan plants or other tall plants. Next is the
buat pot dinding pendek dan ditanam tanaman utilization of existing area parts that can be seen
teh-tehan atau tanaman tinggi lainnya. Selan- in figure as chairs.
jutnya adalah pemanfaatan bagian area existing
yang dapat dilihat pada gambar sebagai kursi. For hydroponic areas will be made in addition
to access to the ata. In this hydroponic area it is
Untuk area hidroponik akan dibuat disamping ak- planned that there will be 2 NFT / DFT hydroponic
ses ke ata. Pada area hidroponik ini direncanakan kits with each length of 2.5 m and a width of 1.5
akan ada 2 kit hidroponik NFT / DFT dengan mas- m.
ing-masing panjang 2,5 m dan lebar 1,5 m
Kit 120 LT
Kit IOT
105 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
Konservasi: tumbuhan, hewan dan satwa liar, sumber Conservation: plant, animal and wildlife, genetic re-
daya genetik untuk makanan dan pertanian yang dia- sources for food and agriculture secured in either medi-
mankan baik di fasilitas konservasi jangka menengah um or long-term conservation facilities
atau panjang
Penambahan Tanaman dan Pot (asoka dan Pucuk Addition of Plants and Pots (asoka and Red Shoots)
Merah)
106
ENERGY AND
CLIMATE CHANGE
https://greenmetric.ittelkom-jkt.ac.id/in- Perhatian sebuah universitas terhadap penggu-
dicators/energy-and-climate-change-ec/
naan energi dan perubahan iklim adalah indikator
Tim Penyusun : dengan bobot tertinggi dalam pemeringkatan. Di
Nurwan Reza Fachrur Rozi, S.T., M.T. dalam kuesioner terdapat beberapa indikator yang
Ade Nurhayati, S.T, M.T. mendefinisikan penggunaan peralatan hemat ener-
Akbar Sidqi, S.Kom., M.T. gi, penerapan Smart Building , kebijakan penggu-
Lia Hafiza, S.T., M.T. naan energi terbarukan, penggunaan listrik secara
Aisyah Novitri, ST.,MT total, program konservasi energi, Green Building,
adaptasi perubahan iklim dan program mitigasi, ke-
bijakan pengurangan emisi gas rumah kaca, dan je-
jak karbon. Dalam indikator ini, universitas dihara-
pkan untuk meningkatkan upaya dalam melakukan
efisiensi energi pada bangunan serta untuk lebih
peduli pada sumber daya alam dan energi.
A university's attention to energy use and climate change is the highest weighted indicator in rankings. In the
questionnaire there are several indicators that define the use of energy-efficient equipment, the implemen-
tation of Smart Building, renewable energy use policies, total electricity use, energy conservation programs,
Green Building, climate change adaptation and mitigation programs, greenhouse gas emission reduction poli-
cies, and carbon footprint. In this indicator, the university is expected to increase efforts in conducting energy
efficiency in buildings as well as to be more concerned with natural resources and energy.
107 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
questionaire
2.1. Energy efficient appliances usage (EC.1)
96.45
2.2. Total campus smart building area (m2)
1937 m2
2.3. Smart building implementation (EC.2)
42,75
2.4. Number of renewable energy sources on campus (EC.3)
2.5. Renewable energy sources and Its capacity (in kilowatt hour)
2.6. Electricity usage per year (in kilowatt hour)
2.7. Total electricity usage divided by total campus’ population (kWh per person) (EC.4)
≥ 2424 kWh
2.8. The ratio of renewable energy production divided by total energy usage per year (EC.5)
2.9. Elements of green building implementation as reflected in all construction and renovation policies (EC.6)
2.10. Greenhouse gas emission reduction program (EC.7)
2.11. Total carbon footprint (CO2 emission in the last 12 months, in metric tons)
2.12. Total carbon footprint divided by total campus’ population (metric tons per person) (EC.8)
2.13. Number of innovative program(s) during Covid-19 pandemic (EC.9)
More than 3 programs
2.14. Impactful university program(s) on climate change (EC.10)
Provide training, educational materials and activities for surrounding communities, at national, regional
108
EVIDENCE AND INDICATOR
2.1. Energy efficient appliances usage (EC.1)
Use of LED lighting in Campus B Halimun
Institut Teknologi Telkom Jakarta menggunakan Institut Teknologi Telkom Jakarta uses LED lamps
lampu LED dan Lampu Sensor agar lebih hemat and Sensor Lamps to be more energy-efficient
energi dibandingkan lampu biasa karena intensi- than ordinary lamps because the light intensity is
tas cahayanya lebih besar per 1 watt dibandingkan greater per 1 watt than ordinary lamps. LED lamps
lampu biasa. Lampu LED mengkonsumsi daya lebih consume less power than ordinary lamps and are
sedikit daripada lampu biasa dan ramah lingkun- environmentally friendly.
gan.
Use of LED lighting and lamps with light detection in Campus A Daan Mogot
109 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
110
2.3. Smart building implementation (EC.2)
111 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
Automation
B1 : Automatic Faucet B2 : Automatic handsanitizer and temperature checking
Safety
S1 : CCTV S2 : Smoke Detector
S3: Hydrant System S4 : Peduli Lindungi
112
Energy
E1 : Solar Panel E2: AC Monitoring Application
Water
A1: Sewage Disposal A2: Automatic faucet
Indoor Environments
I1 : AC Monitoring Application ANNUAL REPORT 2021
113
LAPORAN TAHUNAN 2021
Lighting
L1 : LED L2: Light Sensor
2.5. Renewable energy sources and Its capacity (in kilowatt hour)
Installation of Solar Panels for security room loads on campus A Daan Mogot
Pemanfaatan Energi Surya sebagai Alternatif Sum- Utilization of Solar Energy as an Alternative Elec-
ber Energi Listrik di Institut Teknologi Telkom Ja- trical Energy Source at the Institut Teknologi Tel-
karta. Lokasi pemasangan panel surya dipasang di kom Jakarta. The location for the installation of
area keamanan. Solar Panel 100 WP dengan bate- solar panels is installed in the security area. Solar
rai 50AH digunakan untuk mengurangi pembelian Panel 100 WP with baterai 50AH are used to re-
listrik, dapat digunakan untuk menyalakan pera- duce electricity purchases, can be used to power
latan yang ada di area keamanan kampus seperti existing equipment in campus security areas such
CCTV, TV, lampu, dan alat kebutuhan listrik lainnya. as CCTV, TV, lights, and other electricity-requiring
tools.
114
2.6. Electricity usage per year (in kilowatt hour)
Electricity Usage in per Year (Total kWh)
2.8. The ratio of renewable energy production divided by total energy usage per year (EC.5)
Electricity Usage in per Year (Total kWh)
• Penggunaan Listrik dalam Satu Tahun (Total kWh) • Electricity Usage in One Year (Total kWh) at
di Kampus Daan Mogot adalah 64754 kWh Daan Mogot Campus is 64754 kWh
• Panel Surya : 100 WP, Baterai 50AH • Solar Panel : 100 WP, Baterai 50AH
= (Total penggunaan panel KwH Solar 100 WP per = (Total use of KwH Solar panels 100 WP per year
tahun / total penggunaan energi per tahun) / total energy use per year)
= (365 KwH / 64754 KwH) x 100 % = (365 KwH / 64754 KwH) x 100 %
= 0,56 % = 0,56 %
115 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
2.9. Elements of green building implementation as reflected in all construction and renovation policies (EC.6)
More Efficient Energy Use Policy at Institut Teknologi Telkom Jakarta
Institut Teknologi Telkom Jakarta menerapkan ke- Institut Teknologi Telkom Jakarta implements
bijakan penggunaan energi yang lebih efisien yang policies more efficient use of energy set by the
ditetapkan oleh Rektor Institut Teknologi Telkom Rector of Institut Teknologi Telkom Jakarta. This
Jakarta. Prosedur ini bertujuan untuk menerapkan procedure aims to implement an energy-saving
program hemat energi yang dilakukan di kampus program carried out on campus as an initial form
sebagai bentuk awal manajemen yang dapat mem- of management that can help achieve a reduc-
bantu mencapai pengurangan penggunaan ener- tion in energy use in the building as a whole. En-
gi di gedung secara keseluruhan. Program hemat ergy-saving programs and even then can be done
energi dan bahkan kemudian dapat dilakukan den- by implementing an energy management system
gan menerapkan sistem manajemen energi yang that is implemented properly and under control.
diimplementasikan dengan benar dan terkendali. Monitoring is carried out by the Vice-Rector II,
Pemantauan dilakukan oleh Wakil Rektor II, Kepala Head of Logistics, Quality Assurance Unit, Head
Unit Logistik, Penjaminan Mutu, Kepala Tim Green of the Institut Teknologi Telkom Jakarta Green
metric Institut Teknologi Telkom Jakarta. Ada kartu metric Team. There is a control card in every
kontrol di setiap ruangan. room.
Kebijakan ini mengatur beberapa kategori, yaitu: This policy regulates several categories, namely:
1. Penggunaan dan tata letak listrik 1. Electricity usage and layout
2. Penggunaan perangkat elektronik 2. Use of electronic devices
3. Penggunaan Air 3. Water Usage
4. Penggunaan ATK 4. Use of ATK
5. Penghematan Sampah 5. Waste Saving
Implementasi kebijakan ini juga dievaluasi secara The implementation of this policy is also evaluat-
berkala, setidaknya sebulan sekali. Petugas logistik ed periodically, at least once a month. Logistics
membuat datadata dan melacak konsumsi listrik se- officers make data records and track electricity
tiap harinya. consumption every day.
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):
https://bit.ly/ITTJIndikatorEC1
116
2.10. Greenhouse gas emission reduction program (EC.7)
Installation of Solar Panels for security room loads on campus A Daan Mogot
Pemanfaatan Energi Surya sebagai Alternatif Sum- Utilization of Solar Energy as an Alternative Elec-
ber Energi Listrik di Institut Teknologi Telkom Ja- trical Energy Source at the Institut Teknologi Tel-
karta. Lokasi pemasangan panel surya dipasang di kom Jakarta. The location for the installation of
area keamanan. Solar Panel 100 WP dengan bate- solar panels is installed in the security area. Solar
rai 50AH digunakan untuk mengurangi pembelian Panel 100 WP with baterai 50AH are used to re-
listrik, dapat digunakan untuk menyalakan pera- duce electricity purchases, can be used to power
latan yang ada di area keamanan kampus seperti existing equipment in campus security areas such
CCTV, TV, lampu, dan alat kebutuhan listrik lainnya. as CCTV, TV, lights, and other electricity-requiring
tools.
2.11. Total carbon footprint (CO2 emission in the last 12 months, in metric tons)
Option 2: Recommended by UI GreenMetric
117 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
2.13. Number of innovative program(s) during Covid-19 pandemic (EC.9)
Selama pandemi COVID-19, strategi yang ditempuh During the COVID-19 pandemic, the strategy tak-
dalam menyediakan fasilitas protokol kesehatan di en in providing health protocol facilities in the
lingkungan kampus adalah menyediakan penyedia campus environment was to provide hand sani-
hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh secara tizer providers and automatic body temperature
otomatis. Pengukuran suhu tubuh diperlukan untuk measurements. Body temperature measurement
mendeteksi suhu tubuh mahasiswa atau karyawan is needed to detect the body temperature of stu-
di lingkungan kampus sebelum memasuki lingkun- dents or employees in the campus environment
gan kampus dengan batas suhu maksimal 28 C̊ . Jika before entering the campus environment with a
suhu di atas nilai ambang batas, maka orang tidak maximum temperature limit of 28 C̊ . If the tem-
Termometer Infrared Hand Sanitizer in front of Termometer Infrared Hand Sanitizer in front of Hand Sanitizer in front of classroom
Campus Area B (Halimun Campus) Rector Office (Daan Mogoit Campus)
Handwashing Facilities on the campus main gate Smoke Detector
118
diperbolehkan memasuki area kampus. Hand san- perature is above the threshold value, then peo-
itizer otomatis dipasang di beberapa titik di area ple are not allowed to enter the campus area.
kampus untuk memudahkan seseorang mencuci Automatic hand sanitizers are installed at several
tangan. Alat-alat ini menggunakan sistem otoma- points in the campus area to make it easier for
tis sehingga mereka tidak memerlukan kontak fisik someone to wash their hands. These tools use
pada bagian tubuh orang yang akan mengambil an automatic system so that they do not require
pengukuran suhu atau mencuci tangan mereka. physical contact on the body part of the person
Pemasangan detektor asap juga digunakan untuk who will take the temperature measurement or
mendeteksi dini dan cepat jika ada gumpalan asap wash their hands. The installation of smoke de-
yang berasal dari kerusakan mesin atau kebakaran tectors is also used to detect early and quickly if
untuk meminimalkan risiko bencana kebakaran there are plumes of smoke originating from en-
yang lebih besar. gine damage or fire to minimize the risk of a great-
er fire disaster.
2.14. Impactful university program(s) on climate change (EC.10)
Desa Pulokulon adalah salah satu desa di Keca- Pulokulon Village is one of the villages in the Pu-
matan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Provinsi lokulon District, Grobogan Regency, Central Java
Jawa Tengah, Indonesia. Desa Pulokulon memiliki Province, Indonesia. Pulokulon Village has an area
luas sekitar 6 kilometer persegi. Dengan jumlah of about 6 square kilometers. With the number
penduduk yang tinggal, menurut data terakhir of residents living, according to the latest data in
pada Juli 2017, sebanyak 10.798 orang. Dengan July 2017, as many as 10,798 people. With the ma-
mayoritas SUMBER DAYA MANUSIA Desa Puloku- jority of Pulokulon Village human resources work-
lon yang bekerja sebagai petani dan pedagang. ing as farmers and traders. The main problem
Masalah utama di Desa Pulokulon adalah air, in Pulokulon Village is water, Pulokulon Village
masyarakat Desa Pulokulon diminta menghemat people are required to save water to meet their
air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kare- daily needs. Because the water supplied from the
na air yang dipasok dari PDAM tidak cukup untuk PDAM is not sufficient to meet their needs, some
memenuhi kebutuhan mereka, beberapa mas- communities there use borehole water to meet
119 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
My Water, Smart Rainwater Storage System Based on IoT As a Drought Solution in Pulokulon Village, Grobogan Regency,
Central Java Province
yarakat di sana menggunakan air sumur bor untuk their water needs. Clean water is also a problem due
memenuhi kebutuhan air mereka. Air bersih juga to the limited distribution from PDAM so that they
menjadi masalah karena terbatasnya distribusi dari have to manage water for drinking and daily needs
PDAM sehingga harus mengelola air untuk minum properly. Apart from PDAM, the source of clean wa-
dan kebutuhan sehari-hari dengan baik. Selain ter also comes from the water source of Mlowokarang
PDAM, sumber air bersih juga berasal dari sum- Tarun Village, but the distance from Pulokulon Village
ber air Desa Mlowokarang Tarun, namun jarak dari to Mlowokarang Tarun Village is about 14 km or about
Desa Pulokulon ke Desa Mlowokarang Tarun seki- 25 minutes if you ride a motor vehicle. Difficult road
tar 14 km atau sekitar 25 menit jika anda naik kend- access is also an obstacle to getting clean water. In ad-
araan bermotor. Sulitnya akses jalan juga menjadi dition, human resources there are less able to utilize
kendala untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, clean water, this can be seen by the limited flow of
sumber daya manusia di sana kurang mampu me- water in every citizen's house.
manfaatkan air bersih, hal ini dapat dilihat dari ter-
batasnya aliran air di setiap rumah warga. Rainwater storage using traditional reservoirs or wa-
ter storage tanks is still not effective or efficient, be-
Penyimpanan air hujan menggunakan waduk tra- cause there is still a lot of water wasted in filling water
disional atau tangki penyimpanan air masih belum or there is no water level indicator. Therefore, it is nec-
efektif atau efisien, karena masih banyak air yang essary to make a water level controller in the reser-
terbuang dalam mengisi air atau tidak ada ind- voir which in this research is based on IoT (Internet of
ikator ketinggian air. Oleh karena itu, perlu untuk Things). This tool uses an ultrasonic sensor as a water
membuat pengontrol tingkat air di waduk yang level meter, NodeMCU ESP 8266 as a microcontroller,
dalam penelitian ini didasarkan pada IoT (Inter- and the MY WATER application as a control tool and
net of Things). Alat ini menggunakan sensor ultra- where the results of the water level measurement are
sonik sebagai meteran permukaan air, NodeMCU displayed. This tool consists of several parts that are
ESP 8266 sebagai mikrokontroler, dan aplikasi MY interconnected. Starting from the ultrasonic sensor
WATER sebagai alat kontrol dan di mana hasil pen- measuring the water level and then sending it to the
gukuran tingkat air ditampilkan. Alat ini terdiri dari microcontroller after it is processed, then sent to the
beberapa bagian yang saling berhubungan. Mulai Blynk web server so that it can be accessed and dis-
dari sensor ultrasonik yang mengukur ketinggian played by the control application. In addition, the mi-
air dan kemudian mengirimkannya ke mikrokontr- crocontroller is connected to a relay that functions as
oler setelah diproses, kemudian dikirim ke server a switch from the water pump that can be controlled
through the application.
120
web Blynk sehingga dapat diakses dan ditampilkan The results of this study are that the tool can mon-
oleh aplikasi kontrol. Selain itu, mikrokontroler ter- itor the water stock and control the water stock
hubung ke relay yang berfungsi sebagai saklar dari that we have more flexibly and efficiently, and
pompa air yang dapat dikontrol melalui aplikasi. there is a reminder before the dry season and also
the weather forecast so that residents can pre-
Hasil penelitian ini adalah bahwa alat ini dapat me- pare ahead of time to collect rainwater.
mantau stok air dan mengendalikan stok air yang
kita miliki lebih fleksibel dan efisien, dan ada peng-
ingat sebelum musim kemarau dan juga ramalan
cuaca sehingga warga dapat mempersiapkan se-
belumnya untuk mengumpulkan air hujan.
Additional evidence link: https://youtu.be/9MHmAEtw6vU
121 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021 Based on the 6 aspects / indicators that have
been mentioned, the Energy and Climate Change
research team proposed an infrastructure procurement
program related to energy use and energy effi-
Berdasarkan 6 aspek/indikator yang telah dise- ciency analysis at THE ITTELKOM Jakarta campus.
butkan, maka dari tim Energi dan Perubahan Iklim The exterior of this program which is a Phase 1
mengusulkan program pengadaan infrastrukutur program is expected to be an advanced research
yang berkaitan dengan penggunaan energi dan or support of the energy and climate change team
analisis efisensi energi di kampus ITTELKOM Ja- program in the next stage, which is related to IoT-
karta. Luaran dari program ini yang merupakan based smart building.
program Tahap 1 diharapkan bisa menjadi peneli-
tian lanjutan atau pendukung program tim energi The 1st Phase program focuses on surveying, pro-
dan perubahan iklim pada Tahap selanjutnya yaitu curing and analyzing the use of electrical energy
yang berkaitan dengan smart building berbasis IOT. at Campus A ITTELKOM Jakarta located in Daan
Mogot and Campus B ITTELKOM Jakarta located
Program Tahap 1 berfokus pada survey, pengadaan in Halimun. The main focus procurement is on
dan analisis penggunaan energi listrik pada Kampus space lamps using LEDs, and air conditioners that
A ITTELKOM Jakarta yang berada di Daan Mogot are not yet energy efficient (using inverters), as
dan Kampus B ITTELKOM Jakarta yang berada di well as sensor lights in certain space spaces. The
Halimun. Pengadaan fokus utama adalah pada lam- results of the analysis will be the value to meet the
pu-lampu ruang menggunakan LED, dan AC/Pendin- Green campus energy efficiency indicator based
gin yang belum hemat energi (menggunakan Invert- on the Green Metric UI assessment questionnaire
er), serta lampu sensor di ruang ruang tertentu.
Hasil analisis nantinya akan menjadi nilai untuk me- 1. Procurement of Energy-Efficient LED Lights
menuhi indikator efisiensi energi Green campus for ITTELKOM Jakarta Campus
berdasarkan kuisioner penilaian UI Green Metric
Research was conducted to optimize the use of
1. Pengadaan Lampu LED Hemat Energi untuk energy-efficient lamps and sensor lights and con-
Kampus ITTELKOM Jakarta duct energy efficiency analysis. Thus, some prob-
lems in green metric assessment indicators such
Penelitian dilakukan untuk mengoptimalkan penggu- as energy savings and utilization of renewable
naan Lampu hemat energi dan lampu sensor serta energy, energy efficiency analysis, and the appli-
melakukan analisis efisensi energi. Sehingga, beber- cation of smart building in the ITTelkom Jakarta
apa permasalahan dalam indikator penilaian Green campus environment can be realized.
Metric seperti penghematan energi dan pemanfaata-
an energi terbarukan, analisis Efisiensi Energi, serta Planning and Surveying
penerapan smart building di lingkungan kampus IT-
Telkom Jakarta dapat diwujudkan. Planning and surveying is based on data that has
been obtained from the Logistics team of ITTel-
Perencanaan dan Survey kom Jakarta Campus. In terms of light data that
has been installed there are still some light points
Perencanaan dan survey dilakukan berdasarkan data that have not used LED lights or sensor lights,
yang telah di peroleh dari tim Logistik Kampus IT- both on Campus A and Campus B.
Telkom Jakarta. Dari segi data lampu yang telah ter-
pasang masih ada beberapa titik lampu yang belum
menggunakan Lampu LED atau lampu sensor, baik di
Kampus A dan Kampus B.
122
Tabel data lampu Kampus A dan B
dari tabel tersebut, maka dibutuhkan sebagai acuan from the table, it is needed as a reference for the
pengadaan Lampu LED 6 watt dan lampu otomatis procurement of 6 watt LED lights and 13 Watt mo-
sensor gerak 13 Watt tion sensor automatic lights.
Analisis Analysis
Acuan analisis berdasarkan indikator penilaian UI Reference analysis based on ui green metric as-
Green Metric yang mengacu pada efisiensi energi sessment indicator that refers to energy efficien-
adalah pada gambar berikut cy is in the following image
123 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
2. Pengadaan Solar Panel Pada Atap Gedung 2. Procurement of Solar Panels on the Roof of
Security Sebagai Alternatif Energi Kampus Security Building as An Energy Alternative to IT-
ITTELKOM Jakarta TELKOM Jakarta Campus
Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan Electrical energy is one of the most important
masarakat yang sangat penting kekurangan energi needs of the electricity shortage is very disturbing
listrik sangat lah menggangu aktifitas manusia begi- human activities as well as the ITTelkom Jakarta
tu juga kampus ITTelkom Jakarta sangat tergantung campus is very dependent on electricity supply
dengan pasokan listrik dari PLN, karena kampus ini from PLN, because this campus conducts morning
melakukan kegiatan belajar- mengajar pagi sampai to night teaching activities, energy that exists to-
dimalam hari, Energi yang ada saat ini sebagian be- day is largely fulfilled by fossil fuel energy such as
sar terpenuhi oleh energy bahan bakar fosil seperti petroleum, Coal and natural gas but the supply of
minyak bumi, Batu Bara dan gas alam namun perse- energy is decreasing, PLN which as the provision
dian energy ini semakin berkurang ,PLN yang sebagai of electricity energy is very dependent on fossil
penyediaan energy listrik sangat lah tergantung den- fuels so PLN.
gan bahan bakar fosil sehingga PLN.
In the space / building security ITTelkom Jakarta
Pada Bagian ruang/gedung security ITTelkom Jakarta Campus A Daan Mogot There are several elec-
Kampus A Daan Mogot Terdapat beberapa perangkat tronic devices that must work 24 hours, such as
elektronik yang harus bekerja 24 jam, seperti layar CCTV screens and CCTV Controllers, angina fans,
CCTV dan Kontroler CCTV , kipas angin, lampu, dan lights, and computers, so that the campus can al-
Komputer, agar kampus dapat selalu terpantau. Dari ways be monitored. From this, the Energy and Cli-
Hal tersebut, maka Tim Energi dan iklim sesuai salah mate Team in accordance with one of the Green
satu Indikator UI Green Metric akan melakukan pro- Metric UI Indicators will conduct a solar panel
gram pengadaan perangkat Solar Panel di atap ge- procurement program on the roof of the security
dung security sebagai energy Alternatif dan hemat building as an alternative and energy saving en-
energy . ergy.
Perencanaan dan Survey Planning and Surveying
Pada Perancangan Solar panel akan dilkukan di ge- Solar panels will be displayed in the campus build-
dung kampus A ITTelkom Jakarta Jakarta yang dile- ing A ITTelkom Jakarta Jakarta which is placed on
takkan di atas gedung security seperti Gambar 2.1. top of security buildings such as Figure 2.1. Next
Selanjutnya akan di kalukan Perancangan kurang leb- will be in the planning of more or less as follows
ih sebagai berikut seperti gambar 2.2 : as a picture 2.2:
Gambar 2.1 Gedung Security Kmpus A ITTelkom Jakarta Gambar 2.2 Perancngan Instalasi Solar Panel
124
WASTE
https://greenmetric.ittelkom-jkt.ac.id/indicators/waste-ws/
Tim Penyusun : Waste treatment atau pengolahan dan daur ulang
Reza Ramadani Firman S.Ds., M.Ds. limbah adalah faktor utama dalam menciptakan
Muhammad Royhan, S.T., MT lingkungan yang berkelanjutan. Berbagai aktivitas
Dwina Satrinia S.Kom., M.T. sehari-hari yang dilakukan pegawai serta maha-
Nurul Ilmi S.Kom., M.T. siswa akan menghasilkan banyak limbah. Oleh kare-
Siti Zahrotul Fajriyah S.Kom., M.Kom. na itu, beberapa program waste treatment harus
menjadi perhatian universitas. Indikator ini meliputi
program daur ulang, pengolahan limbah organik,
pengolahan limbah anorganik, daur ulang limbah
beracun, pembuangan limbah, serta kebijakan un-
tuk mengurangi penggunaan kertas dan plastik di
kampus.
Waste treatment and waste recycling are major factors in creating a sustainable environment. Various daily
activities carried out by employees and students will produce a lot of waste. Therefore, some waste treatment
programs should be of concern to the university. These indicators include recycling programs, organic waste
treatment, inorganic waste treatment, toxic waste recycling, waste disposal, as well as policies to reduce the use
of paper and plastics on campus.
125 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
questionaire
3.1. Recycling program for university’s waste (WS.1)
3.2. Program to reduce the use of paper and plastic on campus (WS.2)
3.3. Organic waste treatment (WS.3)
3.4. Inorganic waste treatment (WS.4)
3.5. Toxic waste treatment (WS.5)
3.6. Sewage disposal (WS.6)
126
evidence and indicator
[3.1] Recycling Program for ITTelkom Jakarta
Campaign Recycling Program #PilahPilih Sampah (Kampus ITTelkom Jakarta)
Recycling Program for ITTelkom Jakarta
Dalam program daur ulang, kami memulai kampa- In the recycling program, we initiated an action
nye aksi yang bertujuan untuk mendidik dan men- campaign that aims to educate and change the
gubah kebiasaan mengklasifikasikan limbah menja- habit of classifying waste into several parts. #Pi-
di beberapa bagian. #PilahPilihSampah merupakan lahPilihSampah is the campaign activity that we
kegiatan kampanye yang kami pilih untuk mening- chose to increase brand awareness of the Aca-
katkan brand awareness civitas akademika Kampus demic Community of the ITTelkom Jakarta Cam-
ITTelkom Jakarta. Dalam program Kampanye ini pus. In this Campaign program we distribute
kami mendistribusikan empat kategori sampah, yai- four categories of waste, namely #PlasticWaste,
127 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
tu #PlasticWaste, #PaperWaste, MetalWaste, dan #PaperWaste, MetalWaste, and #GlassWaste,
#GlassWaste, selain itu, program ini memungkink- in addition, this program allows all types of re-
an semua jenis barang daur ulang (plastik, kertas, cycled goods (plastic, paper, glass, aluminum) to
kaca, aluminium) ditempatkan dalam wadah yang be placed in the same container, so that makes it
sama, sehingga memudahkan pengguna. Kami easier for users. We get this distribution from the
mendapatkan distribusi ini dari masalah yang ada problems that exist in the campus environment,
di lingkungan kampus, di mana masih ada kuran- where there is still a lack of information regarding
gnya informasi mengenai pemilahan limbah yang the proper sorting of waste in its place. The #Pi-
tepat di tempatnya. Program #PilahPilihSampah lahPilihSampah program will also make it easier
juga akan memudahkan program Waste Station for the Waste Station program that is held to be
yang diadakan untuk langsung ditimbang ke Bank directly weighed into the Waste Bank and pro-
Sampah dan diolah kembali menjadi pekerjaan cessed again into work or can be recycled again.
atau dapat didaur ulang kembali.
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file): https://
greenmetric.ittelkom-jkt.ac.id/indicators/waste-ws/
https://youtu.be/dSl91-lkquA
3.2 Program to Reduce the Use of Paper and Plastic on Campus
1. Institut Teknologi Telkom Jakarta tidak men- 1. Telkom Institute of Technology Jakarta supports
dukung hari plastik untuk mengurangi plastik di no plastic day to reduce plastic in the campus en-
lingkungan kampus. No Plastic Days adalah acara vironment. No Plastic Days is the event where the
di mana komunitas kampus di Institut Teknologi campus community in Telkom Institute of Tech-
Telkom Jakarta tidak diperbolehkan menggunakan nology Jakarta is not allowed to use single-use
plastik sekali pakai seperti keranjang plastik, plas- plastics such as plastic baskets, transparent plas-
tik transparan, atau lainnya pada hari yang diten- tics, or others on the appointed day. If there is a
tukan. Jika ada pelanggaran, maka akan dikenakan violation, it will be subject to sanctions in the form
sanksi berupa denda sebesar Rp 1000,-. Acara ini of a fine of Rp. 1000,-. The event needs to be held
harus diadakan 2 hari seminggu, pada hari Senin 2 days a week, on Monday and Friday. With this
dan Jumat. Dengan program ini, Telkom Institute program, Telkom Institute of Technology Jakarta
of Technology Jakarta dapat mengurangi emisi can reduce CO2 emissions and save the world.
CO2 dan menyelamatkan dunia.
128
2. Institut Teknologi Telkom Jakarta memiliki kebi- 2. Telkom Institute of Technology Jakarta has pol-
jakan untuk mengurangi plastik di mana komunitas icies to reduce plastic where the campus commu-
kampus diharuskan menggunakan tumbler dan set nity is required to use tumbler and cutlery sets
alat makan dalam setiap kesempatan, seperti di ru- in every occasion, such as in the meeting room,
ang rapat, kantor, atau di kelas. Untuk mendukung office, or in class. To support the policies, a water
kebijakan tersebut, disediakan dispenser air agar dispenser is provided so the campus community
masyarakat kampus dapat mengisi ulang tumbler. can refill the tumbler.
3. Setiap acara yang menyelenggarakan pemba- 3. Every event that organizes the distribution of
gian oleh-oleh, dianjurkan untuk menyediakan souvenirs, is encouraged to provide souvenirs
oleh-oleh yang dapat mendukung pengurangan that can support the reduction of the use of plas-
penggunaan plastik dan kertas, seperti tumbler, tic and paper, such as tumblers, shopping bags,
tas belanja, set alat makan, kotak makan siang, cutlery sets, lunch boxes, or other souvenirs that
atau souvenir lainnya yang dapat digunakan be- can be used repeatedly.
rulang kali.
4. Telkom Institute of Technology Jakarta has a
4. Telkom Institute of Technology Jakarta memiliki policy of “Reduce paper in Final Project where
kebijakan "Kurangi kertas dalam Proyek Akhir di- writing the Final Project / Thesis uses alternating
mana penulisan Proyek Akhir/Tesis menggunakan pages and for guidance final project via online
halaman bergantian dan untuk panduan proyek use paperless, while offline guidance final project
akhir melalui penggunaan online paperless, se- uses used paper.
dangkan offline guidance final project menggu-
nakan kertas bekas.
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):https://
greenmetric.ittelkom-jkt.ac.id/indicators/waste-ws/
129 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
[3.3] Organic Waste Treatment
Use of Incinerator in Kampus A Telkom Institute of Technology Jakarta
Sampah organik di Telkom Institute of Technology Organic waste in Telkom Institute of Technology
Jakarta sebagian besar berasal dari sisa makanan Jakarta is mostly coming from leftovers and/or
dan/atau dedaunan/ranting. Dalam pekerjaan se- foliage/twigs. In the previous work, this waste is
belumnya, limbah ini dikeringkan dan kemudian drained and then burned in the open space. This
dibakar di ruang terbuka. Metode ini telah menye- method has been causing other problems, i.e.,
babkan masalah lain, yaitu polusi udara. Selain itu, air pollution. Furthermore, the remainder of the
sisa pembakaran dapat membuat lingkungan kotor combustion can make the environment dirty and
dan tidak sehat. Dan itu juga melanggar aturan pe- unhealthy. And it is also breaking the government
merintah. rules.
Untuk itu, tahun lalu kami bekerja sama dengan Tel- For that reason, last year we cooperated with Tel-
kom University untuk mengembangkan insinerator kom University to develop an incinerator for or-
pengolahan sampah organik di Telkom Institute of ganic waste treatment in Telkom Institute of Tech-
Technology Jakarta melalui program PEKERTI YPT nology Jakarta through the PEKERTI YPT program
(No. KWR.0100/PNLT3/PPM-LIT/2020). Program ini (No. KWR.0100/PNLT3/PPM-LIT/2020). This pro-
melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua belah gram involves lecturers and students from both
pihak. Tahun ini, kami telah menerapkan Insiner- parties. This year, we have already implemented
ator untuk mengolah sampah organik, dan kami an Incinerator to treat organic waste, and we hope
berharap mesin ini akan berdampak baik pada
130
lingkungan kami sambil mengolah limbah. Insin- this machine will have a good impact on our envi-
erator memiliki dua tahap utama, sentrifugal dan ronment while treating waste. The Incinerator has
penyemprotan air. Tahap-tahap itu adalah untuk two main stages, centrifuge and spraying water.
meminimalkan asap sehingga menjadi tanpa asap. Those stages are to minimize the smoke so it be-
Penyaringan air dilengkapi dengan sistem. Ini akan comes smokeless. Water filtration is equipped to
membuat air dari proses penyemprotan dapat di- the system. It will make the water from the spray-
gunakan kembali, sehingga menghemat penggu- ing process reusable, so it saves water usage. For
naan air. Untuk memantau kualitas udara sebelum monitoring air quality before and after treatment,
dan sesudah perawatan, kami menerapkan sistem we deployed an air quality monitoring system to
pemantauan kualitas udara untuk mengevaluasi evaluate the air quality in indoor and outdoor due
kualitas udara di dalam dan luar ruangan karena to waste burning.
pembakaran limbah.
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):
https://greenmetric.ittelkom-jkt.ac.id/indicators/waste-ws/
https://youtu.be/0J7iUJYrVmw
[3.4] Inorganic Waste Treatment
Recycle Waste Treatment Weight scaling of inorganic recycling waste
Pengolahan sampah anorganik di Institut Teknolo- Inorganic waste processing in Institut Teknologi
gi Telkom Jakarta dikembangkan melalui program Telkom Jakarta was developed through the Waste
pengadaan Stasiun Sampah bekerja sama dengan Station procurement program in collaboration
Bank Sampah Induk (BSI) Satu Hati Jakarta Barat. with Bank Sampah Induk (BSI) Satu Hati Jakarta
Ruang lingkup utama Dari Stasiun Limbah adalah Barat. The main scope of the Waste Station is to
untuk mengurangi dan mendaur ulang limbah. reduce and recycle waste. Recycled waste is col-
Sampah daur ulang dikumpulkan setiap hari Senin lected every Monday with the entire ITTJ academ-
dengan seluruh civitas akademika ITTJ. Sampah ic community. The recycled waste is transported
daur ulang diangkut oleh BSI untuk didaur ulang by BSI to be recycled by vendors who cooperate
oleh vendor yang bekerja sama dengan BSI. with BSI.
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):
https://greenmetric.ittelkom-jkt.ac.id/indicators/waste-ws/
https://youtu.be/A7e4C07Nyjg
131 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
[3.5] Toxic Waste Treatment Electronic waste (e-waste) is classified into haz-
ardous and toxic waste (B3) and refers to Indone-
Limbah elektronik (e-waste) diklasifikasikan menja- sia Government Regulation number 101 of 2014
di limbah berbahaya dan beracun (B3) dan men- concerning Management of Toxic and Hazardous
gacu pada Peraturan Pemerintah Indonesia nomor Waste due to the content in it
101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Be-
racun dan Berbahaya karena kandungan di dalam- Electronic waste management is included in the
nya. category of B3 waste management which must
comply with standardized management methods
Pengelolaan sampah elektronik termasuk dalam of applicable laws, liquid waste is not directly dis-
kategori pengelolaan limbah B3 yang harus ses- charged above the ground surface or is disposed
uai dengan metode pengelolaan standar hukum of directly into drainage channels because it caus-
yang berlaku, limbah cair tidak langsung dibuang es changes in soil fertility conditions and contam-
di atas permukaan tanah atau dibuang langsung ke ination of shallow groundwater (phreatic) which
saluran drainase karena menyebabkan perubahan most of the people still consume groundwater.
kondisi kesuburan tanah dan kontaminasi air tanah
dangkal (freatik) yang sebagian besar orang masih Electronic waste management consists of sever-
mengkonsumsi air tanah. al stages, including literature study, data collec-
tion, e-waste collection and storage, equipment
Pengelolaan sampah elektronik terdiri dari beber- preparation, and e-waste recycling.
apa tahap, termasuk studi literatur, pengumpulan
data, pengumpulan dan penyimpanan limbah elek- 1. We researched to find out how to recycle
tronik, persiapan peralatan, dan daur ulang limbah e-waste
elektronik.
2. We provide containers to store e-waste and
1. Kami meneliti untuk mengetahui cara mendaur collect existing e-waste
ulang limbah elektronik
3. We have prepared tools and materials to recy-
2. Kami menyediakan wadah untuk menyimpan cle e-waste
limbah elektronik dan mengumpulkan limbah elek-
tronik yang ada 4. We recycle e-waste into decorative items
3. Kami telah menyiapkan alat dan bahan untuk
mendaur ulang limbah elektronik
4. Kami mendaur ulang limbah elektronik menjadi
barang-barang dekoratif
2. E-waste collection
1. E-waste storage
3. Tools Preparation
132
4. E-waste recycling
Additional evidence link (i.e., for videos, more images, or other files that are not included in this file):
https://greenmetric.ittelkom-jkt.ac.id/indicators/waste-ws/
https://youtu.be/18x-npX3yxA
133 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
[3.6] Sewage Disposal
Downcycling waste water from hand washing facilities Wastewater from hand washing facilities in ITTel-
kom Jakarta is not channeled into ditches or rivers
Air limbah dari fasilitas cuci tangan di ITTelkom but is downcycling so it could be used to water
Jakarta tidak disalurkan ke selokan atau sungai plants. Sewage disposal is treated by filtering the
tetapi sedang downcycling sehingga bisa digu- wastewater from the sink and then storing it in
nakan untuk menyiram tanaman. Pembuangan the big bucket. In that bucket, we accommodate
limbah diperlakukan dengan menyaring air limbah wastewater and use palm fiber and active carbon
dari wastafel dan kemudian menyimpannya dalam to filter the wastewater. There is a water tower to
ember besar. Dalam ember itu, kami menampung store the filtered clean water. Water from the big
air limbah dan menggunakan serat sawit dan kar- bucket that is already filtered is supplied to the
bon aktif untuk menyaring air limbah. Ada menara water tower using an electric water pump. Clean
air untuk menyimpan air bersih yang disaring. Air water is ready to be used for watering flowers,
dari ember besar yang sudah disaring dipasok ke grass, and plants on the Institut Teknologi Telkom
menara air menggunakan pompa air listrik. Air Jakarta campus.
bersih siap digunakan untuk menyiram bunga,
rumput, dan tanaman di kampus Institut Teknolo-
gi Telkom Jakarta.
Additional evidence link (i.e., for videos, more im-
ages, or other files that are not included in this
file): https://youtu.be/IPfc7jvsVzw
134
research
1. Pengelolaan Limbah Elektronik (e-waste) di Kam- 1. E-waste management on campus
pus
2. Bank Sampah ITTJ 2. ITTJ Garbage Bank
3. Pembuatan Briket Arang dari Limbah Organik di
Kampus ITTJ 3. Manufacture of Charcoal Briquettes from Or-
ganic Waste at ITTJ Campus
4. Kampanye #PilahPilihSampah
4. #PilahPilihSampah campaign
1. Pengelolaan Limbah Elektronik (e-waste) di
Kampus 1. E-waste management on campus
Pengelolaan limbah elektronik (e-waste) di Institut Te-
knologi Telkom Jakarta belum ada. Sumber sampah E-waste management at Telkom Jakarta Institute
elektronik ini bisa berasal dari aktifitas praktikum di of Technology does not yet exist. This source
laboratorium dan juga bisa berasal dari aktifitas di luar of electronic waste can come from practicum
pembelajaran. Pengelolaan elektronik ini perlu dilaku- activities in the laboratory and can also come
kan dengan baik, karena termasuk ke dalam sampah from activities outside of learning. This electron-
B3 yang berpotensi merusak lingkungan kampus dan ic management needs to be done well, because
sekitarnya. Proses pengelolaan ini dimulai dari studi it is included in B3 waste that has the potential
literatur,pengumpulan data, pewadahan dan peng- to damage the campus environment and its sur-
umpulan limbah elektronik, persiapan alat dan bahan, roundings. This management process starts from
melakukan daur ulang, serta membuat laporan. literature studies, data collection, e-waste collec-
tion and collection, preparation of tools and ma-
Di Indonesia, limbah elektronik (e-waste) digolong- terials, recycling, and making reports.
kan kedalam limbah bahan berbahaya dan beracun
(B3) dan mengacu pada Peraturan Pemerintah no- In Indonesia, e-waste is classified into hazardous
mor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah and toxic waste materials (B3) and refers to Gov-
Bahan Beracun dan Berbahaya karena kandungan ernment Regulation number 101 of 2014 on The
yang ada didalamnya. Namun peraturan ini hanya Management of Toxic and Hazardous Materials
mengatur secara umum dan tidak mengatur secara Waste due to the content contained in it. How-
spesifik definisi, kriteria maupun alur pengelolaan ever, this regulation only regulates in general and
limbah elektronik. Penggolongan ini dikarenakan does not regulate the specific definition, criteria
kandungan dalam sampah elektronik contohnya be- or flow of electronic waste management. This
rupa logam berat seperti kadmium, kromium, timbal, classification is due to the content in electronic
merkuri, nikel, selenium, dan logam berat lainnya. waste such as heavy metals such as cadmium,
Logam berat dan senyawa-senyawa yang ada dida- chromium, lead, mercury, nickel, selenium, and
lam sampah elektronik dapat membahayakan kes- other heavy metals. Heavy metals and com-
ehatan karena bersifat racun, karsinogenik (menye- pounds present in electronic waste can be harm-
babkan kanker) dan mutagenic (menyebabkan cacat ful to health because they are toxic, carcinogenic
bawaan). Kesadaran masyarakat akan permasalahan (cause cancer) and mutagenic (causing congenital
sampah elektronik (e-waste) masih sangat kurang. defects). Public awareness of the problem of elec-
tronic waste (e-waste) is still very lacking.
Kegiatan yang dilakukan di laboratorium ITTelkom Ja-
karta dapat menghasilkan sampah elektronik. Sampah Activities carried out in ITTelkom Jakarta labora-
elektronik ini dapat berupa kabel, aluminium, plastik tory can produce electronic waste. This electron-
baterei dan komponen elektronik lainnya. Sampah ini ic waste can be cables, aluminum, battery plastic
bisa dihasilkan oleh kegiatan praktikum atau pun ke- and other electronic components. This waste can
giatan di luar pembelajaran. Saat ini belum ada data be generated by practicum activities or activities
outside of learning. Currently there is no data on
135 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021 the type, rate of onset and characteristics of elec-
tronic waste produced by ITTelkom Jakarta. There
tentang jenis, laju timbulan dan karakteristik sampah is currently no
elektronik yang dihasilkan ITTelkom Jakarta. Saat ini
juga belum ada This research has the goal in knowing the data
on the rate of e-waste and to be able to manage
Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengetahui data electronic waste at the ITTelkom Jakarta campus.
laju timbulan sampah elektronik serta untuk dapat Where after conducting this research is expected
mengelola sampah elektronik yang ada di kampus to produce a clean and healthy campus environ-
ITTelkom Jakarta. Dimana setelah melakukan peneli- ment, as well as provide information to the cam-
tian ini diharapkkan dapat menghasilkan lingkungan pus community ITTelkom Jakarta about electronic
kampus yang bersih dan sehat, serta memberikan in- waste management
formasi kepada masyarakat kampus ITTelkom Jakarta
tentang pengelolaan sampah elektronik Hazardous and Toxic Waste Materials (B3)
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Based on Government Regulation of the Republic
of Indonesia No. 101 of 2014 on Waste Manage-
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indo- ment of Hazardous and Toxic Materials, Hazard-
nesia Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan ous and Toxic Materials hereinafter abbreviated
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Bahan Berba- as B3 are substances, energy, and/or other com-
haya dan Beracun yang selanjutnya disingkat B3 ada- ponents that due to their nature, concentration,
lah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena and/or amount, either directly or indirectly, can
sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara pollute and/or damage the environment, and/or
langsung maupun tidak langsung, dapat mencemar- harm the environment, health, as well as the sur-
kan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau vival of humans and other living things. B3 waste
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta requires strict control in the process of handling,
kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. transporting, processing and disposal. The char-
Limbah B3 membutuhkan kontrol ketat dalam pros- acteristics of B3 waste itself are 6, namely: explo-
es penanganan, transportasi, pengolahan dan pem- sive, flammable, reactive, infectious, corrosive,
buangan. Karakteristik dari limbah B3 sendiri ada 6, and/or toxic.
yaitu: mudah meledak, mudah menyala, reaktif, in- Everyone who produces Waste B3 is obliged to
feksius, korosif, dan/atau beracun. do the B3 Waste Management that it produces.
Setiap Orang yang menghasilkan Limbah B3 wajib Having dangerous characteristic properties, han-
melakukan Pengelolaan Limbah B3 yang dihasilkan- dling for B3 waste has special management so as
nya. Memiliki sifat karakteristik yang berbahaya, not to further harm the environment. B3 Waste
penanganan untuk limbah B3 memiliki pengelolaan Management includes reduction, storage, collec-
secara khusus agar tidak semakin membahayakan tion, transportation, utilization, processing, and/
lingkungan. Pengelolaan Limbah B3 meliputi pengu- or hoarding.
rangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan,
pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbunan. Electronic Waste (e-waste)
Electronic waste in general means in the form of
Limbah Elektronik (e-waste) all electronic devices that can not produce bene-
Limbah elektronik secara umum dimaknai berupa fits. According to the Basel Action Network, are
semua alat elektronik yang sudah tidak dapat meng- all objects included in a wide variety of electron-
hasilkan manfaat.Berdasarkan Basel Action Network, ic devices and their development ranging from
adalah semua benda yang termasuk dalam berbagai large household electronic appliances, to unused
macam perangkat elektronik dan pengembangannya
mulai dari peralatan elektronik rumah tangga yang
136
besar, sampai computer yang tidak terpakai (Gaidajis, computers (Gaidajis, 2010). Rapid technological
2010). Kemajuan teknologi yang pesat mengakibat- advances resulted in the lifetime of electronic
kan masa pakai alat elektronik yang digunakan saat devices used today is getting shorter. The short-
ini semakin pendek. Masa pakai perangkat elektronik er life of electronic devices has an impact on the
yang semakin pendek berdampak pada munculnya emergence of electronic waste (e-waste).
limbah elektronik (e-waste).
Various hazardous content contained in electron-
Berbagai kandungan berbahaya yang terdapat pada ic waste can be categorized as hazardous and tox-
limbah elektronik dapat dikategorikan sebagai bahan ic materials (B3). The content of these hazardous
berbahaya dan beracun (B3). Kandungan bahan ber- and toxic materials can be heavy metals, PVC, PcB,
bahaya dan beracun tersebut dapat berupa logam mercury, arsenic, cadmium, bromium. [1]. Here is
berat, PVC, PcB, merkuri, arsenic, cadmium, bromi- the table of the impact of electronic components.
um. [1]. Berikut table dampak komponen elektronik.
Electronic waste management falls into the cate-
Pengelolaan limbah elektronik masuk dalam kategori gory of B3 waste management that must be in ac-
pengelolaan limbah B3 yang harus sesuai dengan cordance with the standard management meth-
metode pengelolaan yang terstandar undang-undang ods of applicable law, liquid waste is not directly
yang berlaku, limbah cair tidak langsung dibuang dia- disposed of above ground level or discharged di-
tas permukaan tanah atau dibuang langsung ke salu- rectly into drainage channels because it causes
ran drainase karena menyebabkan perubahan kondisi changes in soil fertility conditions and shallow
kesuburan tanah dan terkontaminasinya air tanah groundwater contamination (phreatic) that most
dangkal (freatik) yang sebagian besar masyarakat ma- people still consume groundwater. B3 waste man-
sih mengkonsumsi air tanah tersebut. Pengelolaan agement includes activities that are in accordance
limbah B3 meliputi kegiatan yang sesuai standar yai- with standards, namely the process of collection,
tu adanya proses pengumpulan, pengangkutan, pe- transportation, utilization, processing and hoard-
ing must be adjusted to the characteristics of ex-
plosive, flammable, reactive, toxic, infectious and
corrosive criteria.
Tabel dampak komponen elektronik.
137 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021
2. Bank Sampah ITTJ Waste management and processing on campus
has been done independently. It is supported by
Pengelolaan dan pengolahan sampah di kampus su- the availability of colored trash cans to distinguish
dah dilakukan secara mandiri. Hal itu didukung oleh organic and inorganic trash cans. But in practice,
tersedianya tempat sampah berwarna untuk mem- the garbage collected in each trash can is still
bedakan tempat sampah organik dan anorganik. mixed between the types of organic and inorgan-
Namun dalam praktiknya, sampah yang terkumpul ic waste. Lack of knowledge, awareness and mo-
pada masing-masing tempat sampah masih bercam- tivation of campus community towards the types
pur antara jenis-jenis sampah organik dan anorganik. of garbage and its sorting is a major factor in the
Kurangnya pengetahuan, kesadaran dan motivasi ci- failure of the waste separation program. The
vitas kampus terhadap jenis-jenis sampah dan pemi- need to create an environment that becomes a
lahannya menjadi faktor utama gagalnya program catalyst of awareness to its people in waste man-
pemisahan sampah tersebut. Perlunya menciptakan agement. Garbage banks in some regions are able
lingkungan yang menjadi katalis kesadaran kepada to actively involve the community as customers.
masyarakatnya dalam pengelolaan sampah. Bank The establishment of the ITTJ waste bank is ex-
sampah di beberapa wilayah mampu melibatkan pected to be an effort to create the environment.
masyarakat secara aktif sebagai nasabah. Pendirian
bank sampah ITTJ diharapkan dapat menjadi suatu Waste management and treatment has increased
upaya untuk menciptakan lingkungan tersebut. in the last decade. Various sustainable solutions
in waste management such as composting and
Pengelolaan dan pengolahan limbah mengalami waste banks began to be widely initiated in var-
peningkatan pada dekade terakhir. Berbagai solusi ious regions. Some areas make garbage banks as
berkelanjutan dalam pengelolaan limbah sampah environmental programs. Some cities have hun-
seperti pengkomposan dan bank sampah mulai ban- dreds of garbage banks enrolled in local govern-
yak diinisiasi di berbagai wilayah. Sebagian wilayah ment programs.
menjadikan bank sampah sebagai program Dinas
Lingkungan Hidup. Beberapa kota memiliki ratusan Waste processing consists of several stages in
bank sampah yang terdaftar dalam program pemer- general, starting from the sorting of waste. Then
intah daerah. each type of garbage is processed based on the
type of garbage. The type of waste that can be
Pengolahan sampah terdiri dari beberapa tahap se- recycled can be sorted to enter the chain of recy-
cara umum, dimulai dari pemilahan sampah. Kemu- cling process. This type of organic waste can be
dian masing-masing jenis sampah diproses berdasar- processed through several innovations in com-
kan jenis sampahnya. Jenis sampah yang bisa didaur posting and black fly soldier (BSF) cultivation.
ulang dapat dipilah untuk masuk ke rantai proses The type of waste that cannot be processed into
daur ulang. Jenis sampah organik bisa diolah melalui
beberapa inovasi pembuatan kompos maupun budi
Survey
Rencana Lokasi : Bekas Kantin
Masalah : Masih banyak barang yg perlu dibersihkan.
Potensial : Banyak bekas Rak buku dan Rak dokumen yang bisa diman-
faatkan.
Ruangannya lebih tertutup sehingga lebih cocok dibandingkan sebelah
mesin incenerator
138
daya black fly soldier (BSF). Adapun jenis sampah crafts and environmentally friendly products can
yang tidak dapat diproses menjadi kerajinan dan pro- enter the process of destroying waste using incin-
duk ramah lingkungan dapat masuk kedalam proses erators.
pemusnahan sampah menggunakan incinerator.
Waste management and processing on campus
Pengelolaan dan pengolahan sampah di kampus su- has been done independently. It is supported by
dah dilakukan secara mandiri. Hal itu didukung oleh the availability of colored trash cans to distinguish
tersedianya tempat sampah berwarna untuk mem- organic and inorganic trash cans. But in practice,
bedakan tempat sampah organik dan anorganik. the garbage collected in each trash can is still
Namun dalam praktiknya, sampah yang terkumpul mixed between the types of organic and inor-
pada masing-masing tempat sampah masih bercam- ganic waste. Lack of knowledge about the type of
pur antara jenis-jenis sampah organik dan anorgan- garbage becomes an obstacle in the implementa-
ik. Kurangnya pengetahuan mengenai jenis sampah tion of the garbage can separation program. Lack
menjadi kendala dalam pelaksanaan program pemi- of awareness of the importance of knowledge in
sahan tempat sampah. Kurangnya kesadaran akan sorting and processing waste becomes a factor
pentingnya pengetahuan dalam memilah dan men- in the lack of campus community to understand
golah sampah menjadi faktor abainya para civitas the separation of types of garbage. In addition
kampus untuk memahami pemisahan jenis sampah. to the lack of awareness about the importance
Selain kurangnya kesadaran mengenai pentingnya of waste sorting, the absence of campaigns, in-
pemilahan sampah, tidak adanya kampanye, edu- tegrated education, compensation and support
kasi terpadu, kompensasi maupun dukungan dalam in waste management activities causes a lack of
kegiatan penanggulangan sampah ini menyebabkan motivation to increase awareness and knowledge
kurangnya motivasi untuk meningkatkan kesadaran in waste management. As for increasing aware-
dan pengetahuan dalam penanggulangan sampah. ness, motivation and participation of campus
Adapun untuk meningkatkan kesadaran, motivasi dan community in waste handling, this research aims
partisipasi civitas kampus dalam penanganan sampah to establish an ITTJ garbage bank and develop the
maka penelitian ini bertujuan untuk mendirikan bank waste bank application. Based on these problems,
sampah ITTJ dan mengembangkan aplikasi bank this research aims to establish a waste bank and
sampah tersebut. Berdasarkan permasalahan terse- develop the ITTJ waste bank application, as well
but, Penelitian ini bertujuan untuk mendirikan bank as develop a campaign strategy to increase public
sampah dan mengembangkan aplikasi bank sampah awareness about waste management.
ITTJ, serta mengembangkan strategi campaign untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penge- Research Stage
lolaan sampah.
Tahapan Penelitian This research was conducted in three method
approaches to maximize the integration of waste
countermeasures and processing in ITTJ. The es-
Penelitian ini dilakukan dalam tiga pendekatan metode tablishment of a garbage bank to distribute recy-
untuk memaksimalkan integrasi penanggulangan dan cled waste can also be an integrated educational
pengolahan sampah di ITTJ. Pendirian bank sampah tool. Waste bank customers directly gain basic
untuk menyalurkan sampah-sampah daur ulang juga knowledge about the types of waste and the in-
dapat menjadi sarana edukasi terintegrasi. Nasabah troduction of environmentally friendly behaviors.
bank sampah secara langsung mendapatkan penge- The second method is the development of waste
tahuan dasar mengenai jenis-jenis sampah dan pen- bank applications aimed at handling the admin-
genalan perilaku-perilaku ramah lingkungan. Metode istration of waste banks, in addition to being a
kedua yaitu pengembangan aplikasi bank sampah di- means of users getting education about waste and
tujukan untuk menangani administrasi bank sampah, information notification to customers. The third
selain itu juga sebagai sarana pengguna mendapat- method is an open campaign on a social-based
kan edukasi seputar sampah dan pemberitahuan junk bank application so that users and members
139 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021 can actively participate in open education cam-
paigns. These three methods are implemented
informasi kepada nasabah. Metode ketiga adalah deliberatively and support each other with other
campaign terbuka pada aplikasi bank sampah yang methods are closely related.
berbasis sosial sehingga pengguna dan anggota dapat
berpartisipasi aktif dalam kampanye edukasi terbuka. Establishment of a Garbage Bank
Ketiga metode ini diimplementasikan secara delibera-
tif dan saling mendukung antara satu metode dengan The establishment of a waste bank unit on the
metode lainnya mempunyai keterkaitan erat. ITTJ campus was carried out to update recycling
waste management through collaboration with
Pendirian Bank Sampah outsiders both in the field of environment, aca-
demia, and related regional bureaucracy. This
Pendirian unit bank sampah di kampus ITTJ dilakukan waste management update is also part of the
untuk memperbarui pengelolaan sampah daur ulang educational tools for the academic community at
melalui kolaborasi dengan pihak luar kampus baik di ITTJ. The stages in the procurement of ITTJ waste
bidang lingkungan hidup, akademisi, maupun birokra- banks are as follows:
si wilayah terkait. Pembaruan pengelolaan sampah ini 1. The planning stage is in the side of analysis and
juga merupakan bagian dari perangkat edukasi bagi identification of the needs of the establishment of
civitas akademik di ITTJ. Adapun tahapan dalam pen- a garbage bank, as well as the submission of pro-
gadaan bank sampah ITTJ adalah sebagai berikut: curement proposals. Analysis and identification
1. Tahap perencanaan bersisi analisis dan identifikasi will be conducted based on the results of surveys
kebutuhan pendirian bank sampah, serta pengajuan in the campus environment.
proposal pengadaan. Analisis dan identifikasi akan 2. The implementation stage is the stage of pre-
dilakukan berdasarkan hasil survey di lingkungan paring related procedures and policies, as well as
kampus. the procurement of waste banks on-site at the
2. Tahap pelaksanaan merupakan tahap penyusunan ITTJ campus.
prosedur dan kebijakan terkait, serta pengadaan bank 3. The stage of socialization and collaboration is
sampah secara on-site di kampus ITTJ. an internal effort to build an environmentally con-
3. Tahap sosialisasi dan kolaborasi merupakan upa- scious environment, as well as external efforts to
ya secara internal untuk membangun environment distribute recyclable waste.
sadar lingkungan hidup, serta upaya eksternal untuk
menyalurkan limbah yang bisa didaur ulang. Application Development
Pengembangan Aplikasi The development of waste bank applications aims
to facilitate the accessibility of users and cus-
Pengembangan aplikasi bank sampah bertujuan tomers in saving waste and participating in open
memudahkan aksesibilitas pengguna dan nasa- campaigns to increase public awareness. The de-
bah dalam menabung sampah maupun turut serta velopment of this waste bank application begins
melakukan kampanye terbuka untuk meningkatkan the analysis of application needs, determining ap-
awareness masyarakat. Pengembangan aplikasi bank plication design, implementation, testing, deploy-
sampah ini dimulai analisis kebutuhan aplikasi, me- ment and repair (maintenance).
nentukan desain aplikasi, implementasi, pengujian,
perilisan (deployment) dan perbaikan (maintenance). Campaign Strategy
Campaign Strategy Social campaigns are one of the ways that lately
Kampanye sosial menjadi salah satu cara yang be-
140
3. Pembuatan Briket Arang dari Limbah Organik di 3. Manufacture of Charcoal Briquettes from Or-
Kampus ITTJ ganic Waste at ITTJ Campus
Setiap harinya limbah yang berupa sampah or- Every day waste in the form of organic and inor-
ganik maupun anorganik dihasilkan dari berbagai ganic waste is generated from various environ-
lingkungan mulai dari rumah tangga, industri bahkan ments ranging from households, industry and
lingkungan kampus sekalipun. Hal ini menyebabkan even campus environments. This causes a buildup
penumpukan sampah yang jika tidak diolah akan of waste that if not processed will cause problems
menyebabkan masalah seperti masalah Kesehatan, such as health problems, pollute the environment
mencemari lingkungan serta mengganggu keinda- and interfere with beauty. Most of the organic
han. Sebagian besar limbah organik yang dihasilkan di waste produced in the campus environment of
lingkungan kampus Institut Teknologi Telkom Jakarta Telkom Jakarta Institute of Technology (ITTJ) is in
(ITTJ) berupa daun kering dan ranting pohon. Daun the form of dried leaves and tree branches. Dried
kering dan ranting jika dalam jumlah banyak dapat leaves and twigs if in large quantities can be bio-
menjadi biomassa yang dapat dimanfaatkan menjadi mass that can be used into charcoal briquettes as
briket arang sebagai pengganti bahan bakar misalnya a substitute for fuel such as kerosene.
minyak tanah.
Using charcoal briquettes as fuel has the advan-
Menggunakan briket arang sebagai bahan bakar tage of being able to produce high heat, longer
memiliki kelebihan yaitu mampu menghasilkan panas lasting and less smoke produced. In addition, the
yang tinggi, lebih tahan lama serta asap yang dihasil- manufacture of charcoal briquettes is relative-
kan sedikit. Selain itu pembuatan briket arang rela- ly easy and simple and can be one of the solu-
tive cukup mudah dan sederhana serta dapat menjadi tions in the processing of organic waste. There-
salah satu solusi dalam pengolahan limbah organik. fore, the utilization of organic waste into charcoal
Oleh karena itu, pemanfaatan limbah organik menjadi briquettes is expected to be an alternative fuel
briket arang diharapkan mampu menjadi sumber ba- source, can reduce the buildup of organic waste,
han bakar alternatif, dapat mengurangi penumpukan especially in the ITTJ campus environment and is
sampah organik terutama dilingkungan kampus ITTJ expected to form a more environmentally friend-
serta diharapkan dapat membentuk lingkungan kam- ly campus environment.
pus yang lebih ramah lingkungan.
Most of the organic waste produced in Telkom
Sebagian besar limbah organik yang dihasilkan di Jakarta's IT campus environment is dried leaves
lingkungan kampus ITTelkom Jakarta merupakan and tree branches. To reduce the accumulation
daun kering dan ranting pohon. Untuk mengurangi of garbage, the leaves and branches of the dried
penumpukan sampah, daun dan ranting pohon ker- tree are usually only burned. Even though dry leaf
ing tersebut biasanya hanya dibakar. Padahal limbah waste and tree branches can be utilized and pro-
daun kering dan ranting pohon dapat dimanfaatkan cessed into charcoal briquettes so that it can be a
dan diolah menjadi briket arang sehingga dapat men- source of energy for kerosene substitutes.
jadi sumber energi bahan bakar pengganti minyak
tanah. In order to increase the value of the organic waste
treatment indicator at UI Greenmetric, the waste
Dalam rangka meningkatkan nilai dari indicator or- team will process organic waste in the form of
ganic waste treatment pada UI Greenmetric, tim dried leaves and twigs into charcoal briquettes
waste akan mengolah limbah organic yang berupa that can be used as a substitute fuel for kerosene.
daun dan ranting kering menjadi briket arang yang In the future, organic waste can also be made
dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar penggan- into activated charcoal that can be used for water
ti minyak tanah. Untuk kedepannya, limbah organic waste filtration.
tersebut juga dapat dibuat menjadi arang aktif yang
dapat digunakan untuk penyaringan limbah air.
141 ANNUAL REPORT 2021
LAPORAN TAHUNAN 2021 The general purpose of this research is to add val-
ue to the organic waste treatment indicator on
Tujuan umum dilakukannya penelitian ini adalah un- the Greenmetric UI. While the main goal is: imple-
tuk menambah nilai dari indicator organic waste menting the utilization of dry leaf waste and twigs
treatment pada UI Greenmetric. Sedangkan tujuan into charcoal briquettes.
khususnya yaitu: mengimplementasikan peman-
faatan limbah daun kering dan ranting menjadi briket Understanding Charcoal Briquettes
arang.
Waste is interpreted as an object that is no longer
Pengertian Briket Arang used from the results of a process and is general-
ly undesirable and will cause disruption to health
Sampah diartikan sebagai suatu benda yang tidak and the environment. The more densely popu-
dipergunakan lagi dari hasil suatu proses dan umumn- lated in Indonesia, the more waste is produced.
ya tidak diinginkan dan akan menimbulkan gangguan Waste processing and utilization are needed to
terhadap Kesehatan dan lingkungan. Semakin padat avoid piles of garbage that can be detrimental
penduduk di Indonesia maka semakin banyak pula to health. One of the waste processing, especial-
sampah yang dihasilkan. Pengolahan sampah dan pe- ly organic waste in the form of leaves and dried
manfaatannya diperlukan agar menghindari tumpu- twigs, is made into a biomass.
kan sampah yang dapat merugikan bagi Kesehatan. Biomass is solid waste that usually comes from
Salah satu pengolahan sampah terutama sampah or- cultivated plants, algae, and or organic waste that
ganic yang berbentuk daun dan ranting kering yaitu can be used as a source of fuel. Biomass can be an
dibuat menjadi suatu biomassa. alternative energy source because in addition to
Biomassa merupakan limbah padat yang biasanya be- being used as a fuel source, it is also environmen-
rasal dari tanaman budidaya, alga, dan atau sampah tally friendly because it does not cause air pol-
organik yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber lution. Biomass for example from organic waste
bahan bakar. Biomassa dapat menjadi sumber energi such as leaves and dried twigs can be processed
alternatif karena selain dapat dimanfaatkan menjadi into charcoal briquettes.
sumber bahan bakar, juga ramah lingkungan karena
tidak menyebabkan polusi udara. Biomassa misalnya Charcoal briquettes are solid fuels in the form of
dari sampah organic seperti daun dan ranting kering carbon solids, can produce coals and light for a
dapat diolah menjadi briket arang. long time and have a high heat value. Charcoal bri-
Briket arang merupakan bahan bakar yang berben- quettes can be used as a substitute for kerosene
tuk padat berupa padatan karbon, dapat menghasil- fuel, cheaper and more environmentally friend-
kan bara dan menyala dalam waktu yang lama serta ly because the smoke produced is not much. In
memiliki nilai kalor yang tinggi. Briket Arang dapat addition, the manufacture of charcoal briquettes
digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak that are relatively easy is our reason in the utiliza-
tanah, lebih murah dan lebih ramah lingkungan kare- tion of organic waste.
na asap yang dihasilkan tidak banyak. Selain itu, pem-
buatan briket arang yang relatif mudah menjadi ala- Principles of Making Briquettes from Organic
san kami dalam pemanfaatan sampah organik. Waste
Prinsip Pembuatan Briket dari Sampah Organik The first stage in making briquettes from organ-
ic waste is the process of making charcoal or
Tahap pertama dalam membuat briket dari sampah authoring. Raw materials in the form of organic
organik yaitu proses membuat arang atau pengaran- waste are made of charcoal by burning in a closed
gan. Bahan baku yang berupa sampah organik dibuat tube until it becomes charcoal. Then the charcoal
arang dengan cara dibakar dalam tabung tertutup
hingga menjadi arang. Kemudian arang hasil penga-
142
rangan, digiling atau ditumbuk hingga berbentuk bu- is used, ground or pounded until it is in the form
buk arang. of charcoal powder.
Selanjutnya, bubuk arang tersebut dicampur dengan Next, the charcoal powder is mixed with adhesive
perekat dengan perbandingan 1:10. Misalnya satu ki- with a ratio of 1: 10. For example one kilogram of
logram adonan perekat, dicampur dengan sepuluh ki- adhesive dough, mixed with ten kilograms of char-
logram bubuk arang. Tahap selanjutnya adalah pence- coal powder. The next stage is printing or ironing.
takan atau pembriketan. Bubuk arang yang sudah Charcoal powder that has been mixed with adhe-
dicampur dengan perekat dicetak kemudian dipress sive is printed then pressed so that the briquette
agar briket menjadi padat. Semakin padat briket, ma- becomes solid. The denser the briquette, the
kin semakin tinggi daya nyala apinya. Setelah proses higher the flame power. After the printing process
pencetakan selesai, briket perlu dikeringkan secara is complete, briquettes need to be dried natural-
alami dengan cara dijemur selama kurang lebih 2 ly by drying for approximately 2 days or can also
hari atau dapat juga dikeringkan menggunakan oven. be dried using an oven. Once dry, the briquette is
Setelah kering, briket pun siap digunakan ready to use.
Kriteria Briket Arang yang Baik Criteria for Good Charcoal Briquettes
Briket arang dapat dibentuk macam – macam seper- Charcoal briquettes can be shaped as such as
ti berbentuk tabung, kotak atau oval. Kualitas briket tube, box or oval shaped. The good quality of bri-
yang baik tergantung pada saat proses pembriketan quettes depends on the time of the grinding pro-
yaitu tahap proses penggerusan, pencampuran den- cess, namely the stage of the grinding process,
gan perekat serta pencetakannya. Berikut ini adalah mixing with adhesives and printing. The following
syarat yang memiliki kualitas yang baik, yaitu [4]: are the conditions that have good quality, namely
● Permukaannya halus dan tidak meninggalkan bekas [4]:
hitam ditangan ● The surface is smooth and leaves no black
● Mudah dinyalakan marks on the hands
● Tidak mengeluarkan asap ● Easy to turn on
● Emisi gas yang dihasilkan tidak beracun ● Does not emit smoke
● Menunjukkan upaya laju pembakaran yang baik ● The resulting gas emissions are non-toxic
● Tidak mudah pecah, keras dan aman ● Demonstrate good rate of combustion effort
● Not easily broken, hard and safe
Prosedur Penelitian
Research Procedure
1. Perencanaan
● Membuat skenario pembuatan briket arang agar 1. Planning
selesai sesuai target, yaitu 10 Oktober 2021. Dalam ● Create a charcoal briquette manufacturing sce-
menyusun scenario ini dilakukan diskusi bersama nario to be completed on target, which is October
dengan seluruh anggota tim Waste terkait program 10, 2021. In compiling this scenario, discussions
pengolahan limbah organic. were conducted together with all members of the
● Melakukan riset cara membuat briket arang dari Waste team related to the organic waste treat-
daun dan ranting kering serta mengumpulkan data ment program.
seperti harga alat dan bahan yang dibutuhkan, bera- ● Do research on how to make charcoal briquettes
pa lama waktu yang dibutuhkan disetiap tahap pem- from dried leaves and twigs and collect data such
buatan briket. Selain itu mengajukan pendanaan agar as the price of tools and materials needed, how
program ini dapat berjalan. long it takes at each stage of briquette manufac-
143 ANNUAL REPORT 2021