The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Cinta dan Persahabatan (Kumpulan Cerita Anak)_Uung Ulfah_NONFIKSI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by UUNG ULFAH, 2025-03-16 22:31:38

Cinta dan Persahabatan (Kumpulan Cerita Anak)_Uung Ulfah_NONFIKSI

Cinta dan Persahabatan (Kumpulan Cerita Anak)_Uung Ulfah_NONFIKSI

Cinta dan Persahabatan | 43 “Teteh sedang apa? Kok nggak bantuin Nyai?” tanya Lia, sambil mendekat. “Ini sedang masukin air kelapa ke botol, kamu mau?” “Maulah! Mang, Lia mau, dong!” pintanya. “Ambil sendiri, tuh, udah banyak di botol,” kata Mamang. Setelah meneguk air kelapa, Lia menyampaikan sesuatu. “Oh iya, Teh. Lia ke sini di suruh Ema. Teteh disuruh pulang sebentar,” kata Lia. “Ada apa, sih?” tanya Fitri sedikit kesal. “Nggak boleh begitu, Fitri.” Nasihat Mamang. ”Udah, sana. Pulang dulu, kali emamu perlu. Orang tua harus dihormati, kalau melawan nanti kualat,” lanjut Mamang. “Iya, ya. Fitri pulang dulu, Mang. Jangan lupa botolnya dipenuhin, ya, Mang.” ”Fitri mengingatkan mamangnya.” “Beres!” jawab Mamang. “Lia mau lagi nggak?” tanya Mamang. “Udah kenyang, Mang. Lia pulang dulu, ya, Mang. Ada PR,” ujarnya.


44 | Uung Ulfah “Ya, jangan lupa botolnya dibawa, buat di rumah,” atur Mamang. “Siiip, makasih, Mang. Lia pulang dulu. Assalamualaikum.” “Waalaikum salam,” jawab Mamang. Sesampainya di rumah–sekitar lima menit saja– rumah Nyai di samping rumah Ema. Hanya melewati parit kecil. Nyai adalah ibu Ema, sedangkan Mamang adalah adik Ema. Nyai sayang dengan semua anak Ema dan Abah, cucu-cucu Nyai. Sementara itu, Mamang belum menikah. Mamang yang menemani Nyai setelah Bape meninggal. Bape adalah suami Nyai. Ketika cucucucunya akan nginep, mereka tinggal datang saja, Nyai pasti seneng sekali karena ada yang menemani dan mengajaknya ngobrol. Nyai senang bercerita tentang desa ini. Kalau sudah bercerita, Nyai sangat semangat. Seringkali Nyai mengulang cerita yang sama. Kami terkadang bosan, tapi tetap berusaha mendengarkan. Sejak Bape meninggal, Nyai selalu nanen padi sendirian. Sawah Nyai letaknya di belakang rumah. Dua petak sawah yang cukup luas. Kami kerap


Cinta dan Persahabatan | 45 membantu menanam padi. Sebuah kegiatan yang menyenangkan. Jarak menanam padi adalah satu jengkal tangan. Tidak boleh terlalu dekat sehingga ketika tumbuh tidak berdempetan. Nyai sangat cekatan melakukannya. Meski sudah ada supermarket, Nyai lebih senang makan nasi dari beras yang ditumbuk sendiri. Nasinya sangat pulen, kami semua juga makan dari beras yang diberi Nyai. Ema, anak perempuan Nyai satu-satunya dan memiliki adik laki-laki satu-satunya yang tinggal di rumah Nyai. Ema sengaja pindah ke desa ini untuk menemani Nyai. Setelah tamat menuntut ilmu di Jakarta dan diangkat sebagai pegawai negeri. Walaupun sudah ada Mamang yang menemani Nyai, Ema juga ingin dekat dengan Nyai apalagi setelah Bape meninggal. Nyai mengajar di desa ini sekaligus mendapatkan jodoh Abah, yang juga mengajar di tempat yang sama sebagai pegawai negeri. Sampai menghasilkan lima orang anak, Ema dan Abah masih mengajar di tempat yang sama. Sekolah dasar tempat Lia menjadi muridnya. Semua anak Ema


46 | Uung Ulfah dan Abah adalah murid mereka. Hal ini karena sekolah tersebut adalah satu-satunya sekolah dasar di desa mereka dan masih terus berdiri sampai sekarang, yaitu SD Kemiri. Sementara itu, letak SMP dan SMA agak ke depan mendekati jalan raya. Di sanalah Iman, Rani, dan Fitri bersekolah. Mereka bertiga selalu berangkat sekolah bersama-sama. Jarak tempuh ke sekolah hanya sekitar 2 kilometer dengan berjalan kaki. Selain untuk olah raga agar ketiganya terlihat sangat sehat. Semua anak Ema dan Abah selalu terlihat sehat, cantik dan tampan. Iman, Rani, Fitri, dan Lia, alhamdulillah semuanya berprestasi. Iman yang pendiam, selalu mendapat peringkat pertama sejak sekolah dasar. Rani yang manis dan pandai menyanyi memiliki suara yang sangat merdu. Rani kerap diminta menyanyi di saat acara penting di sekolah. Fitri yang cantik dan smart, berprestasi di bidang olah raga dan seni. Dia juga pandai menggambar dan menguasai beberapa cabang olah raga. Sementara Lia juga jago menyanyi dan menari. Dia kerap menari untuk menyambut tamu dari sekolah lain. Semua berkat didikan Abah dan Ema.


Cinta dan Persahabatan | 47 Keluarga mereka adalah keluarga utuh dan sangat bahagia. Banyak orang merasa iri melihat keharmonisan keluarga mereka. Banyak juga yang memuji dan senang melihat mereka rukun dan tidak pernah bermasalah. Ekonomi yang lumayan, tidak berlebihan, tetapi juga tidak kekurangan. Cukup untuk membiayai lima orang anak Abah dan Ema. Keluarga kami juga sangat rajin beribadah. Musala yang letaknya berdekat dengan pesantren Bape, cukup besar. Abah dan Iman sering melaksanakan salatnya di musala itu. Para santri juga melaksanakan salat berjamaah di musala itu. Mamang yang mengelola pesantren sejak Bape tiada. Kebanyakan anak-anak yatim piatu yang menjadi santri di pesantren. (*)


48 | Uung Ulfah Iman Kuliah ebentar lagi Iman lulus SMA. Guru BK-nya sudah mendaftarkan Iman melalui jalur undangan. Iman yang selalu juara kelas dengan mudah diterima. Hal ini karena nilainya memenuhi syarat yang ditetapkan. Iman diterima di UI melalui jalur undangan dan prestasi. Semua bangga atas keberhasilan Aa Iman. Abah dan Ema memeluk erat Iman diikuti adikadiknya. Dede yang berusia empat tahun, selalu dekat dengan Iman. Seolah memahami akan ditinggal aanya, air matanya menetes tak dapat ditahan, dia sesenggukan. Iman kemudian menggendongnya dan berbisik kalau Aa pasti pulang tiap bulan. “Nanti siapa yang ngajarin aku ngaji lagi?” isak Dede. Semua memandang haru. “Nanti belajar dengan Teteh Rani dan Teteh Fitri,” kata Aa Iman. S


Cinta dan Persahabatan | 49 Tahun depan, giliran Rani yang akan kuliah. Abah dan Ema siap-siap menabung untuk kebutuhan sekolah anak-anak mereka. “Bismillah, nggak usah mikir biaya. Allah sudah menyiapkan rejeki buat kalian semua,” kata Abah. ”Aamiin ....” Semua mengaminkan. ”Semoga Allah mengijabah doa kita.” Keberangkatan Iman ke Jakarta sudah dipersiapkan. Seluruh keluarga turut mengatar Aa, ke tempat barunya di Jakarta. Perjalanan ke Jakarta memakan waktu 3 jam dari desa. Rombongan menuju tempat indekos Aa di Kota Depok yang sudah disewa Ema minggu lalu. Tempat kos-nya cukup asri. Persis di belakang kos adalah gedung tempat Aa kuliah. Ema sudah membayar sekaligus untuk tiga bulan. Sebelum meninggalkan Kota Depok, Abah dan Ema memberi wejangan kepada Aa Iman. “Jangan tinggalkan shalat lima waktu,” pesan Abah. Ema menambahkan, “Hati hati mencari teman, bergaul dengan yang baik-baik dan bersikap baik kepada semua orang,” kata Ema sambil memeluk Aa.


50 | Uung Ulfah ”Ngaji juga jangan lupa,” kata Abah lagi. “Semua masalahmu akan ringan kalau mengaji setiap hari.” Aa Iman mendengarkan sambil berurai air mata. “Iya, Abah Ema, terima kasih atas semuanya,” ucap Iman. Seluruh keluarga yang mengantar, pamit pulang kembali ke Desa Kemiri. Desa yang masih asri dengan pemandangan yang indah. Beberapa gedung bertingkat sudah berdiri megah di desa. Namun, masyarakat tetap rukun dan tetap melestarikan budaya gotong royong. Pesantren yang berdiri di sana telah banyak menghasilkan santri dan menambah kental kehidupan beragama di sana. Semoga Desa Kemiri terus berkembang, walaupun sudah banyak yang tidak asli karena perubahan modernisasi dan globalisasi. Jumlah pepohonan sudah mulai berkurang. Buah-buahan tidak lagi sebanyak ketika belum ada supermarket. Masyarakatnya kini sudah mulai berbelanja buah dan sayur di supermarket. Untunglah, Desa Kemiri letaknya di dekat jalan raya. Suasananya juga masih sejuk karena masih


Cinta dan Persahabatan | 51 ditumbuhi pepohonan di kanan kiri jalan. Warga tidak lagi membiarkan ada penebangan pohon yang telah berdiri sejak lama. Semoga selalu kompak, untuk menjaga keasrian Desa Kemiri.(*)


52 | Uung Ulfah Bu Guru Ulfah osok kecil tampan berseragam SD sedang mengintai di depan pagar sekolah tempatku mengajar, di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah. Pesuruh sekolah menghampiri anak itu dan menanyakan keperluannya. Katanya, ia ingin bertemu dengan Bu Guru Ulfah. Saya yang sedang berdiri di depan anak-anak memimpin olah raga pagi, sempat mendengar suara itu. Pesuruh sekolah kemudian menghampiriku dan berbisik, “Ada murid SD yang ingin bertemu.” Ah, siapa? pikirku. “Anak SD?” Aku melanjutkan senam yang menyisakan gerakan terakhir. Setelah itu, aku bergegas ke depan pagar. Aku membuka pagar sekolah dan kulihat ada seorang anak yang masih berdiri sambil bersandar di tembok sekolah. Setelah melihat kehadiranku, anak tersebut langsung menghampiriku dan mengambil tanganku untuk disalaminya. Dia mencium tanganku cukup lama. Aku terharu, hampir saja aku meneteskan air mata. S


Cinta dan Persahabatan | 53 "Loh, Septian kok belum masuk sekolah?" “Masuk siang, Bu Guru,” jawabnya. "Selamat, ya, Tian. Sekarang sudah SD, rajin belajar, ya, Nak,” lanjutku lagi. “Iya, Bu Guru.” "Tapi Ibu ngga bisa lama, Nak, kan harus ngajar.” “Iya, Bu Guru. Tian pamit, ya,” jawabnya. Di usianya yang masih tergolong kecil, tetapi sikapnya begitu dewasa. Setelah kejadian itu, aku terus teringat dengannya. Mengapa dia datang khusus hanya untuk menyalamiku begitu hormatnya. Aku sempat bertanya dengan pembantu sekolah. “Apa Tian datang lagi ke sekolah?" “Nggak, Nak,” jawab Bu Indun. “Sebelumnya, sih, setiap pagi dia berdiri di pagar, katanya cuma mau lihat wajahmu.” "Masa, sih?" “Iya!” jawab Bu Indun menegaskan. “Setelah lihat wajah Nak Ulfah, dia langsung pergi.” “Ya Allah, segitunya,” gumamku lirih. Aku mencoba flashback ketika Tian menjadi muridku di TK. Seingatku, anak itu jarang membawa makanan ke sekolah. Padahal, setiap pagi ada sesi


54 | Uung Ulfah makan bersama. Oleh karena itu, aku selalu mengingatkan anak-anak untuk berbagi kepada sesama teman. "Siapa yang sayang dengan teman?" “Siapa yang mau disayang Allah?" “Ayo, berikan sedikit kepada yang tidak bawa makanan hari ini.” Biasanya, anak-anak langsung menghampiri teman mereka yang tidak membawa makanan. Setelah itu, baru kupimpin anak-anak membaca doa sebelum makan. Hanya itu saja ingatanku tentang Tian. “Anak anak, sebelum kita makan, cuci tangan terlebih dahulu.” Anak-anak antre untuk mencuci tangan. Guru membimbing anak-anak mencuci tangan. Sebelum makan dan sesudah makan, anak-anak sudah terbiasa berdoa dulu dipimpin Bu Guru. Berdoa setiap mengawali kegiatan bertujuan melatih disiplin yang diterapkan sejak Taman Kanak-Kanak. Rupanya, sangat menyentuh hatinya. Ya Allah, semoga anak-anak didikku menjadi anak yang saleh dan salihah. Semoga kelak menjadi insan yang


Cinta dan Persahabatan | 55 berguna dan sukses dalam kehidupan, doa seorang guru yang mencintai anak-anak bangsa. Setelah kejadian itu, dia menyalamiku. Dia tak lagi pernah kulihat muncul di depan pagar karena aku tak lagi mengajar di sana. Aku sudah menjadi guru PNS di sebuah SMA di Jakarta. Kisah nyata seorang guru Taman Kanak-Kanak, yang sangat disayangi murid-muridnya. Guru yang mengajarkan anak-anak untuk saling membantu dan memberikan kasih sayang kepada semua temantemannya, terutama yang membutuhkan. Septian, hanya satu contoh yang diceritakan. Dia begitu terkesan dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan gurunya. Begitulah seharusnya sebagai seorang guru Taman Kanak-Kanak. Di tangannyalah pondasi yang baik akan tertanam kepada anak didiknya, sejak dini. Mengajarkan pengenalan terhadap Tuhan-Nya. Keimanan yang harus selalu dipupuk. Kasih sayang yang harus ada di dalam hati anak-anak sehingga bisa berempati kepada sesama yang perlu pertolongan.(*)


56 | Uung Ulfah Imam sang Juara mam adalah murid SD 2 Rempoa. Sekarang sudah duduk di kelas 6. Imam anak yang sangat rajin dan pandai. Dia juga serba bisa. Beberapa jenis olah raga dikuasainya, seperti badminton, sepak bola, basket, renang dan voli. Imam juga termasuk anak yang saleh. Setiap Subuh dan Magrib, selalu shalat di masjid dekat rumah. Papanya yang selalu menemani Imam pergi ke masjid. Imam pandai mengaji, mama dan papanya memanggilkan guru ngaji ke rumah setiap hari Jumat dan Sabtu. Namun, ada satu kebiasaan Imam yang selalu membuat orang tuanya khawatir. Imam kerap ceroboh dan kurang hati-hati. Beberapa kali dia celaka setiap melakukan kegiatan olah raga. Imam mempunyai seorang adik, bernama Fitri. Fitri juga termasuk anak yang pandai, selalu juara kelas, sama seperti Imam. Fitri senang olah raga renang dan futsal. Dia jago bermain futsal, padahal dia seorang perempuan. Fitri selalu diikutkan dalam pertandingan futsal dan selalu dapat juara. I


Cinta dan Persahabatan | 57 Imam sangat sayang dengan adiknya. Mereka selalu berangkat sekolah bersama karena mereka bersekolah di sekolah yang sama, yaitu SD 2 Rempoa. Siang itu, Imam dan Fitri pulang sekolah. Imam berjalan pincang dan dituntun adiknya. “Kenapa Bang Imam, Dek?” tanya Mama kepada Fitri. “Abang Imam abis main basket, Ma. Waktu mau masukkan bola ke ring basket, ada batu dekat ringnya. Abang Imam loncat, pas turun kakinya kena batu. Kakinya ketiklek, Ma.” Fitri menjelaskan kepada Ema. ”Kata Pak Guru, Bang Imam disuruh urut.” Imam meringis kesakitan. Tapak kakinya agak bengkak. Ini kecelakaan yang ketiga kalinya. Imam kurang berhati-hati dalam bermain sehingga kadang mencelakai diri sendiri. Walaupun beberapa olah raga dikuasainya, Imam jarang diberi izin mamanya untuk ikut pertandingan. Seringkali setelah mengikuti pertandingan pasti ada yang terluka. Sebelumnya, dengkulnya menghantam ubin lapangan akibat lompat bermain basket. Engsel lututnya bergeser dari tempatnya. Imam harus menginap di rumah tukang urut di Cimande.


58 | Uung Ulfah Mama memanggil tukang urut ke rumah, Ece sangat ahli untuk mengurut anggota tubuh yang terkilir. Sekali urut, Imam sudah merasa lebih baik. Kakinya sudah tidak bengkak lagi. “Kata Ece, jangan lupa kakinya dikompres pakai air hangat, supaya bengkaknya cepat kempes.” “Iya,” balas Imam. “Jangan lompat-lompat dulu, ya. Kakinya belum begitu kuat.” Ece memberi saran. Imam diminta beristirahat tiga hari untuk menyembuhkan kakinya. Mama mendekati Imam sambil mengelus kepalanya. “Nak, Mama nggak melarang Imam olah raga, tapi pilih yang tidak membahayakan diri sendiri. Walaupun beberapa kali mendapat piala dari olah raga basket. Tapi, Imam harus membayarnya dengan kaki yang selalu celaka. Mama yakin, Allah kasih Imam banyak kelebihan, supaya Imam lebih bersyukur dan menggunakannya dengan baik. Mungkin olah raga bukan pilihan yang tepat buat Imam. Jadi, Mama lebih mengarahkan Imam ke bidang akademik. Ujian kelas 6 sudah di ambang pintu. Imam harus lebih giat belajar agar mendapat nilai yang bagus dan


Cinta dan Persahabatan | 59 bisa masuk ke SMP Negeri. Bimbingan belajar dari sekolah dan memanggil guru les ke rumah, menambah bekal untuk Imam menghadapi Ujian. Imam tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan orang tuanya. Mama dan Papa begitu perhatian kepadanya juga kepada adiknya, Fitri. Selain bidang akademik, ternyata Imam juga pandai berkesenian. Pak guru seninya memilih Imam untuk tampil pada saat acara kelulusan nanti. Bermain drama, bernyanyi, juga bisa Imam lakukan. Mama tidak mengetahui suara Imam ternyata bagus dan merdu. Tak biasanya, Imam bernyanyi di kamar mandi. Mama tak sengaja mendengarkan. Ternyata, Imam sedang latihan mandiri untuk acara pelepasan kelas 6. Mama bersyukur anak-anaknya diberi banyak kelebihan oleh Allah. Semoga bisa bermanfaat kelak. Sore itu, Mama dan Papa sedang duduk di teras. Imam datang mendekat. “Mah, Pah. Imam minta doa agar besok Imam bisa mengerjakan soal ujian dengan baik. Kata Pak Guru agama, doa orangtua pasti dikabulkan,” lanjut Imam.


60 | Uung Ulfah Mama dan Papa sangat terharu mendengar Imam meminta doa mereka, orangtuanya. Imam keliatan seperti orang dewasa, padahal baru berusia 12 tahun. Setiap saat, Mama dan Papa berdoa untuk anakanaknya. ”Agar kalian berdua diberi kecerdasan, ilmu yang bermanfaat, akhlaq yang baik, dan semoga saleh dan salihah.” “Jangan lupa, selain doa orang tua, Imam harus meminta kepada Allah di setiap shalat, agar Imam diberi kemudahan dalam mengerjakan soal ujian,” nasihat Mama. “Iya Mah, Pah. Insya Allah.” Imam pun masuk ke kamarnya dan kembali belajar untuk menghadapi Ujian Nasional besok hari. Ujian dilaksanakan di sekolah asal. Imam sudah siap sejak pagi untuk berangkat sekolah diantar Papa. Biasanya, abang ojek yang mengantar. Namun, Papa menyediakan waktu khusus untuk memberikan semangat kepada Imam saat ujian. Tiga hari pelaksanaan Ujian Nasional, alhamdulillah dilalui dengan baik. Tinggal menunggu waktu pengumuman. Semoga Imam lulus dengan nilai yang memuaskan.


Cinta dan Persahabatan | 61 Hari ini, SD Rempoa mengadakan pentas seni untuk melepas murid kelas 6. Bersamaan dengan pengumuman kelulusan setelah acara pentas. Semua wali murid kelas 6 diundang, untuk menyaksikan acara pentas seni. Acara dilaksanakan di lapangan sekolah. Mama hadir pada acara pentas seni itu mewakili Papa yang berhalangan hadir. “Mamaaahh.” Imam memanggil. “Ada apa, Nak? Kok teriak?” Rupanya Imam mencari peci untuk dipakainya dalam pentas seni nanti. “Ini kekurangan Imam, kecil-kecil suka lupa meletakkan barang.” “Coba pelan-pelan mencarinya. Imam urutkan pagi ini Imam ngapain aja,” saran Mama. “Kapan Imam membawa peci?” tanya Mama. “Duh, nanti aku telat, Mah,” rengek Imam. “Coba diingat, pagi ini Imam sudah pegang peci belum?” “Fitri yang mendengar keributan, akhirnya keluar kamar.” Peci Abang ada di atas TV, Mah,” teriak Fitri. ”Tadi malam, Abang yang tarok.”


62 | Uung Ulfah Dengan segera, Imam lari ke ruang keluarga untuk mengambil pecinya. Imam hampir jatuh karena kesandung kabel colokan. ”Astagfirullah,” ucap Imam. “Jangan buru buru, Nak. Sabaar,” kata Mama. ”Dah siap semua?” tanya Mama memastikan. “Udah, Mah. Yuk berangkat,” ajak Imam tak sabar. Mama menyiapkan motor bebeknya dan Imam membonceng di belakang. “Baca bismillah, Nak,” kata Mama mengingatkan. “Bismillahirrohmaanirrohiim.” Mama dan Imam siap berangkat ke SD 2 Rempoa. Panggung yang sederhana, tetapi cukup astistik. Guru seni yang hebat. Imam akan tampil bermain drama pada acara perpisahan ini. Mama duduk di barisan depan, sejajar dengan para kepala sekolah dan pejabat kelurahan. Ibu sudah tak sabar lagi ingin menyaksikan acara pentas seni anak-anak. Musik berkumandang mengiringi pentas drama yang akan menampilkan Imam. Imam berperan sebagai kepala desa. Dengan baju koko dan pecinya, Imam terlihat berwibawa. Dialognya begitu lancar diucapkan. Nasihat yang diucapkan oleh kepala desa kepada bawahannya yang melakukan pelanggaran.


Cinta dan Persahabatan | 63 Mama terharu menyaksikan penampilan Imam. Intonasi, mimik penampilan Imam sangat meyakinkan. Bakat dari siapa, ya? Dalam hati mama bergumam. Tidak hanya berdramatisasi, Imam juga menyumbangkan sebuah lagu untuk sang guru. “Trima kasihku kuucapkan, pada guruku yang tulus. Ilmu yang berguna, selalu dilimpahkan. Trima kasihku, guruku.” Sedih, terharu, tak sengaja. Mama menangis. Lagunya sangat sendu. Begitu pun, para guru yang menyaksikan Imam menyanyi. Terhanyut. Tepuk tangan pun riuh terdengar setelah selesai Imam menyanyikan lagunya. Saat penutupan acara, sang MC mengumumkan para juara kelas. Kelas 6 terdiri dari dua kelas, yaitu kelas 6A dan Kelas 6B. Imam, menjadi juara umum dengan nilai yang tertinggi. Orang tua murid, dipanggil ke depan, untuk mendampingi putra putrinya yang mendapatkan prestasi di sekolahnya. Mama terharu maju ke atas panggung, untuk mendampingi dan mengucapkan selamat kepada putranya tercinta.


64 | Uung Ulfah “Selamat, Sayang. Mama bangga sama kamu,” ucap Mama, sambil mengecup kening Imam. “Imam juga mengucapkan terima kasih kepada mamanya dengan menyalami tangan mamanya. ”Terima kasih Mama sudah mendidik Imam dengan penuh kasih sayang.(*)


Cinta dan Persahabatan | 65 Semua Sayang Mayra Gambar Koleksi Pribadi ayra, bayi cantik, putih bersih berusia 5 bulan, cucu Oma semata wayang, selalu menjadi rebutan keluarga. Semua ingin menggendong dan mengajaknya bermain kalau Mayra datang dari Karawang. Tempat tidur Mayra selalu dikelilingi anggota keluarga yang ingin mengajaknya bercanda. Mayra M


66 | Uung Ulfah sudah bisa bicara, walaupun baru bisa bilang ‘mama, papa’ membuat gemas yang mendengarnya. Hari ini Mayra datang bersama Muya dan Buya. Fitri, Nurul, dan Ikhsan menyambut dengan senang. Oma yang sibuk di belakang juga berlari ke depan untuk menyambut Mayra. Kompor pun lupa dimatikan. Fitri mengingatkan Oma kalau kompornya masih menyala. Masya Allah, saking senangnya dikunjungi Mayra. Mayra cantik, sangat ramah dengan siapa saja. Selalu tersenyum kalau disapa. Pagi ini, Oma mengajak Marya jalan-jalan di depan rumah. Mayra sangat senang melihat pemandangan di sekitar rumah. Tangan mungilnya seakan ingin menggapai apa yang dilihatnya. Sangat lucu dan menggemaskan. Selesai jalan-jalan, waktunya Mayra mandi pada pukul 7 pagi. Muya sudah menyiapkan air di bak mandi, air hangat khusus untuk mandi Mayra. Cepakcepuk, senangnya Mayra dimandikan Muya. Sambil berenang di bak mandi yang cukup besar untuk ukuran Mayra. Setelah mandi, Muya membuatkan Mayra susu.


Cinta dan Persahabatan | 67 Waktunya Mayra tidur. Oma yang menemani Mayra bobok, sambil menyanyikan lagu Nina Bobo. Tangan Oma yang satu memegangi botol susu Mayra. “Marya bobo, oh Mayra Bobo. Kalau tidak bobo digigit nyamuk. Bobolah bobo, Mayra kusayang. Kalau tidak bobo digigit nyamuk.” Mayra pun tertidur. Oma sangat senang. Sambil memandangi wajah Mayra yang sangat cantik dan polos, Mayra tersenyum dalam tidurnya. Pasti malaikat sedang menjaga Mayra. Bayi yang lucu itu, boboknya hanya sebentar karena suara gaduh dari TV. Mayra menangis. Oma yang berada di samping Mayra, langsung menggendongnya. Sambil ditepuk-tepuk Oma menyanyikan lagu untuk Mayra. “Tidurlah Mayra, tidurlah cucuku, Sayang. Hari telah siang, pejamkanlah mata. Tidurlah Mayra, tidurlah buah hati Oma, sore nanti kita bermain kembali.” Oma teringat ketika Buya masih bayi dan selalu dinyanyikan lagu itu. Mayra pun terlelap lagi. Aunty Fitri dan aunty Nurul, mulai mengganggu Mayra. Kok Mayra tidurnya lama? Sudah pengen gendong dan main ciluk ba dengan Mayra.


68 | Uung Ulfah “Sabar, nanti Mayra rewel kalau bangun masih ngantuk,” kata Oma yang terbaring di samping Mayra. Saat terbangun hari sudah sore. Tangan Mayra refleks, nyentuh pipi Oma. Ternyata, sudah pukul 4 sore, waktunya Mayra mandi sore. Mayra cantik akan paham dengan suasana hati yang menggendongnya. Kalau Oma terasa capek, Mayra menjadi rewel. Sudah banyak yang antre untuk menggendong Mayra. Ada Fitri, Nurul, dan Ikhsan. Mayra kembali tertawa dengan riang saat diajak bercanda oleh Tante dan Om tersayang. Usia bayi yang baru lima bulan, diajarkan disiplin oleh Muya dan Buya. Kapan saja harus minum susu. Jam berapa harus mandi pagi dan sore. Jam berapa Mayra diajak jalan-jalan untuk melihat lingkungan sekitar. Semua anggota keluarga sangat sayang dengan Mayra. Selain cantik, lincah, juga ramah. Mayra bisa tersenyum kepada siapa saja yang menegurnya. “Mayra cantik.” Oma gemas ingin selalu deket Mayra dan tidak mau melepas gendongannya. Mayra hanya dua hari saja di rumah Oma karena harus kembali lagi ke Karawang. Muya dan Buya harus bekerja keesokan harinya. Padahal, Oma masih ingin


Cinta dan Persahabatan | 69 berlama-lama dengan Mayra. Ingin menggendong lebih lama. Memandikan di bak yang hanya cukup untuk Mayra. Ingin membuatkan susu botol buat Mayra. Ingin mengajak jalan-jalan di sekeliling rumah. Rasanya senang tak terkira. Semoga Mayra menjadi anak salihah. Penyejuk hati Buya dan Muya. Selalu diberi kesehatan, perlindungan dari Allah Yang Mahaagung. Kelak menjadi orang yang sukses dan berbakti kepada orang tua, serta selamat dunia akhirat. Begitu panjang doa Oma untuk cucu tercinta, serta kesayangan semua anggota keluarga.(*) Gambar Koleksi Pribadi


70 | Uung Ulfah Sekolahku Gambar Koleksi Pribadi ekolahku letaknya di daerah Bintaro. Gedungnya megah dengan 18 kelas berjajar dari Lantai 1 sampai Lantai 3. Dua lapangan yang cukup luas dipakai untuk olah raga dan upacara bendera setiap hari Senin dan hari besar nasional. Sekolah dilengkapi fasilitas yang semuanya untuk membantu proses belajar mengajar, seperti perpustakaan, berbagai laboratorium untuk pelajaran IPA dan IPS, laboratorium komputer, gazebo untuk S


Cinta dan Persahabatan | 71 siswa belajar di luar gedung. Selain ada kantin yang berjajar rapi dengan aneka menu pilihan yang sehat, ruang UKS yang mewah seperti ruangr inap. Ruang olah raga untuk senam dan gym, ruang band untuk ekskul band, dan ruang OSIS, untuk ruang kerja pengurus OSIS. Ruang gurunya juga luas dan mewah yang dilengkapi dengan TV, kulkas, proyektor serta laptop, supaya para guru bisa bekerja di ruangannya. WC dengan jumlah yang cukup di masing-masing lantai, disediakan juga kamar mandi untuk siswa maupun siswi. Tempat cuci tangan yang terletak di depan setiap kelas agar siswa bisa selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangannya setiap akan masuk ke kelas masing-masing. Para guru yang profesional berjumlah 50 orang dengan keahliannya masing-masing. Kegiatan ekstra kurikuler dikelola dengan baik. Ada pembina dan pelatihnya. Kegiatan lomba yang sudah sampai taraf nasional, untuk berbagai macam kategori lomba, seperti lomba di bidang kebahasaan, kesenian, olah raga, keagamaan, IT, dan akademik.


72 | Uung Ulfah Semua dikelola oleh para pembina ekskul yang bekerja sama dengan pelatihnya. Para peserta sangat disiplin setiap melatih diri. Hampir 500 buah piala terpajang di ruang kepala sekolah, di depan ruang guru, dan di depan ruang UKS. Semua berjajar rapi dan sangat terawat. Terdapat caraka bertugas untuk membersihkan semua peralatan sekolah dan membersihkan halaman sekolah setiap harinya. Di depan, samping, dan belakang sekolah banyak ditanami tanaman hias, buah buahan, dan berbagai jenis tanaman yang juga terawat rapi. Semua itu berkat tangan-tangan caraka yang terampil sehingga halaman sekolah terlihat indah, bersih, dan menawan. Setiap acara hari nasional, seperti 17 Agustus (Hari Kemerdekaan), 21 April (Hari Kartini), Bulan Bahasa (28 Oktober). Sementara hari besar agama, seperti Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj. Peringatan hari ulang tahun sekolah yang jatuh setiap bulan November, selalu diisi dengan berbagai jenis lomba. Lomba diadakan antarkelas, sehingga selain bisa melihat para talenta peserta didik, juga


Cinta dan Persahabatan | 73 menjalin kerukunan antarwarga sekolah serta mencari bakat baru yang dijaring melalui ajang lomba. Setiap kegiatan berbeda jenis lomba yang dilombakan, misalnya pada peringatan bulan bahasa, hanya melombakan yang berhubungan dengan kebahasaan, seperti lomba baca puisi, lomba menulis puisi, lomba menulis cerita, debat bahasa baik Indonesia maupun Inggris, membuat mading kelas dan lomba cerdas cermat. Juri diminta dari para guru yang mengajar bahasa. Pada perlombaan 17 Agustus, biasanya diisi berbagai jenis kegiatan permainan tradisional, seperti lomba makan kerupuk, lomba tarik tambang, lomba balap karung, lomba nangkap belut, lomba joget balon, dan lain sebagainya. Semua kegiatan dilakukan di sekolah. Setiap kegiatan berlangsung sangat meriah. Lomba keagamaan, biasanya yang berbau tentang agama, seperti lomba ceramah (da’i), lomba baca Al-Qur’an, lomba marawis. Semua bisa menambah keimanan para pesertanya. Lomba dalam rangka Hari Kartini, biasanya lomba peragaan busana nasional, lomba membuat tumpeng.


74 | Uung Ulfah Lomba dalam rangka olah raga dan seni. Biasanya setiap lomba menyanyi solo atau vocal group. Lomba olah raga seperti, badminton, tenis meja secara individu, lomba basket, voli dan Futsal, untuk group. Lomba Tari Saman dan tari tradisional. Setelah selesai kegiatan, biasanya dirayakan dengan acara penutupan untuk menampilkan para pemenang lomba dan pemberian hadiah. Sangat meriah, menyenangkan, dan menambah keakraban semua anggota sekolah. Khusus untuk ulang tahun sekolah, biasanya, mengudang beberapa sekolah untuk ikut serta dalam ajang lomba antarsekolah. Jenis yang dilombakan biasanya seni dan olah raga, seperti basket, voli, dan futsal. Untuk seni, biasanya Lomba Tari Saman dan lomba paduan suara. Pada akhir acara, panggung yang megah dengan mengundang para artis dan band terkenal dari Indonesia. Sekaligus pengumuman para pemenang lomba. Kegiatan bisa dilaksanakan dengan tertib karena bekerja sama dengan pengamanan dari kepolisian.


Cinta dan Persahabatan | 75 Berbagai jenis lomba akademik pun diselenggarakan, seperti OSN dan F2SN. Para pelatih biasanya diambil dari bimbingan belajar. Sudah banyak siswa-siswi dari sekolahku yang sudah mendapatkan kemenangan pada bidang tertentu itu. Itulah sekelumit tentang sekolahku, aku bangga dengan sekolahku. Semoga sekolahku menjadi sekolah favorit di DKI Jakarta.(*)


76 | Uung Ulfah Nana yang Baik Hati osok yang kecil mungil, hitam manis, rambutnya ikal, ramah dan senang menolong, itulah dia yang bernama Nana. Dia tinggal bersama orang tuanya dengan satu kakak kandung di Kota Cilegon. Semua orang yang melihatnya akan bertanya: mengapa sosok tubuhnya tidak pernah berkembang? Dengan usianya yang sudah 13 tahun, ternyata Nana memang memiliki kelainan sejak lahir. Menurut dokter, dia mengidap Talasemia. Kelainan darah bawaan yang ditandai oleh jumlah hemoglobin dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Setiap bulan Nana harus menjalani pengobatan dan salah satunya adalah transfusi darah di RSCM. Jadi, dia harus ke Jakarta sebulan sekali. Bolak-balik Jakarta–Cilegon dijalani Nana dengan sabar. Banyak orang di sekitarnya merasa kasihan melihat dirinya. Apalagi dokter menyatakan Nana tidak akan berumur panjang. S


Cinta dan Persahabatan | 77 “Bibi cerita ke Mama tentang kondisi Nana. Kata dokter umur Nana nggak akan panjang,” kata Bibi sambil menangis sesenggukan. “Itu cuma prediksi dokter, semua Allah yang beri keputusan,” ujar Mama menghibur Bibi. “Yang penting, jaga perasaan Nana, supaya dia nggak sedih,” lanjut Mama. “Ya, Teh,” jawab Bibi, ”trima kasih.” Keseharian Nana berjalan seperti biasa. Dia sudah duduk di bangku SMP, saat itu. Nana tidak mendapatkan kesulitan dalam belajar, bahkan cenderung cerdas. Namun kadang, dia merasa minder karena dia mempunyai tubuh yang berbeda dengan teman lainnya. Sebagian dari temannya tidak mempermasalahkan keadaan Nana, tetapi ada saja orang yang tidak suka dengan keberadaannya. Tidak semuanya baik dan mengerti. Di usianya yang ke-13 tahun, Nana seperti anak 9 tahun. Namun, Nana tetap ceria dan ramah kepada siapa saja. Dia tak segan menegur orang yang melintas di depan rumahnya dengan sangat sopan. Nana juga tak segan menolong siapa saja yang mengalami kesulitan. Terutama menolong orang-


78 | Uung Ulfah orang di sekitarnya. Setiap lebaran tiba, Nana selalu membeli mukena dari uang tabungannya untuk dibagikan kepada yang memerlukan. Nana juga suka membantu orang tuanya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring dan menyapu halaman. Setiap tamu yang datang ke rumahnya dengan sigap dia melayani untuk menyuguhkan minuman dan makanan. Sungguh sangat cekatan. Dia begitu bahagia melakukannya, tak pernah mengeluh tentang penyakitnya. Suatu hari Nana mampir ke rumahku di Jakarta. Sepulang dari transfusi darah. Dengan alat yang menempel di perut, dia begitu tegar menjalani, tanpa mengeluh sedikit pun, walaupun sepertinya sakit sekali. Sampai di rumah, dia merebahkan badannya di sofa ruang tamu. Kami saudara sepupu, jadi sudah terbiasa Nana mampir ke rumahku. Paman dan Bibiku yang selalu mengantar Nana setiap kali berobat. Hari itu tak seperti biasanya, Nana ingin berlamalama di rumahku. Kebetulan Mama masak enak dan banyak. Bakso adalah makanan kesukaannya. ”Na, kamu nginep aja kalau capek,” saranku.


Cinta dan Persahabatan | 79 “Iyah, pengennya nginep aja,” katanya, “tapi Abah sama Mamah maunya cepet pulang,” sambungnya lagi. “Nggak papa, biarin aja Mama Abah pulang, kan Nana bisa dianter nanti.” Kebetulan hari Sabtu ada arisan keluarga di Cilegon. Kami anak-anaknya biasa ikut, sekalian menghabiskan waktu libur di kampung halaman. “Oh, iya. Mau, deh. Nggak papa, ya, Teh,” katanya. Akhirnya, Nana menginap dan tidur di kamarku. Semalaman kami tidak tidur karena Nana banyak bercerita. Dia sangat kasihan dengan abah dan mamanya karena harus repot setiap bulan mengantar ke rumah sakit. Dia juga merasa sudah banyak menghabiskan uang orang tuanya untuk berobat. Walaupun pihak RSCM menyediakan subsidi khusus untuk penderita Leukimia dan Talasemia. “Teh, Nana merasa terus nyusahin Abah dan Mama,” katanya. “Harus bulak-balik ke rumah sakit, beli alat untuk transfusi darah, belum lagi kalau tiba-tiba Nana mendadak sakit dan kejang kejang. Nana nggak tega lihat Mama dan Abah sedih,” katanya.


80 | Uung Ulfah “Nana semangat, ya. Semoga Allah cepat mengangkat penyakit Nana,” hiburku. “Nana pasti kuat.” Aku meyakinkannya. “Iya, terima kasih, ya, Teh,” ucapnya. “Yang penting, Nana terus berdoa minta kesembuhan,” nasihatku. Kami pun akhirnya terlelap. Malam menunjukkan pukul 2 malam. Dengkuran napasnya cukup keras terdengar. Seminggu setelah Nana menginap di rumahku, Bibi menelepon ke Mama mengabarkan, bahwa Nana sudah tidak ada lagi. Baru saja dia menghembuskan napas terakhirnya. Aku terpana, tak terasa air mata mengalir dengan derasnya. Seperti baru kemarin Nana bercerita dan mengobrol denganku sampai malam. Hari ini dia sudah tiada. Nana yang baik hati, yang selalu menerima kondisinya dan tak pernah mengeluh. Namun, Allah mengambilnya dengan cepat. Istirahat yang tenang di sisi-Nya, sepupuku. Allah lebih menyayangimu. Surga sudah menantimu.(*)


Cinta dan Persahabatan | 81 Desaku Gambar: https://medan.tribunnews.com/ Desaku yang kucinta, Pujaan hatiku, Tempat Ayah dan Bunda, Dan handai taulanku Tak mudah kulupakan Tak mudah bercerai Selalu kurindukan Desaku yang permai


82 | Uung Ulfah agu itu yang biasa kunyanyikan saat duduk di bangku SD, ciptaan L. Malik. Lagu sederhana, sesederhana desaku yang tak kulupakan, walau kini sudah tinggal di kota besar, Jakarta. Suasananya, tanahnya yang subur, banyak ditumbuhi buah-buahan dan sayuran. Masyarakatnya yang gotong royong, sangat kekeluargaan. Desaku bernama Desa Kemiri. Tanahnya seperti tanah pasir, tetapi lembut. Letaknya di dalam setelah Desa Kerenceng, dipenuhi pepohonan di kiri kanan jalan. Bermacam-macam buah seperti mangga dermayu, golek, harum manis, jambu, pisang, singkong, delima, tebu, durian, kelapa, rambutan, dan sebagainya. Ada juga sayur-sayuran, seperti timun, kacang panjang, umbi-umbian, singkong, ubi, uwi, bawang merah, jahe, lengkuas, kunyit, cabai, tomat, dan sebagainya. Semuanya tumbuh subur di desaku. Sawahnya yang luas, menghijau rapi tumbuh di belakang rumah nenekku. Udaranya sejuk, walau bukan di pegunungan. Meskipun terik matahari, desaku tak pernah terasa kepanasan. Mungkin karena L


Cinta dan Persahabatan | 83 banyak pepohonan, atau mungkin karena tanahnya yang membawa kesejukan. Kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat desaku menjelang magrib, hampir semua rumah menyalakan lampu petromak. Petromak digantungkan di depan pintu sehingga suasananya menjadi terang benderang. Saat itulah, selesai shalat Magrib, biasanya anak-anak mengaji di langgar desa. Setelah itu, ada yang main petak umpet atau pulang ke rumah masing-masing. Kegiatan menjelang Idul Fitri atau Idul Adha, ibuibu desa semua berkumpul untuk membuat kue lebaran. Dengan membagi kelompok, ada ibu yang membuat di rumah Bu Lurah, ada juga yang buat di rumah nenekku. Kue yang dibuat adalah kue ciri khas desaku. Ada gemblong (sejenis uli) yang dibuat dari beras ketan, dicampur kelapa dan kemudian ditumbuk, di lumbung padi dengan alas daun pisang. Ada gembleng, kue botok, dan banyak lagi. Setelah itu, kue dibagi-bagi, sesuai dengan yang membuat. Lebaran yang sangat meriah. Anak-anak berkeliling desa untuk bersalaman ke semua rumah yang ada di desa. Setiap rumah akan memberikan


84 | Uung Ulfah uang (ampau) sebagai hadiah lebaran. Begitulah kemeriahan lebaran di desaku. Namun, kini desaku sudah tidak ada lagi. Seluruh penduduk satu desa pindah ke desa baru. Desaku telah dibeli oleh Pabrik Krakatau Steel yang sekarang menjadi pabrik baja terbesar di Indonesia. Seluruh penduduk desa pindah ke Desa Temu Putih. Satu desa berkumpul di tempat yang sama, walau tidak berdekatan, tetapi masih dalam satu desa. Namun, suasananya tidak sama dengan desaku yang dulu. Desa yang subur dan indah. Banyak pepohonan, buah-buahan, dan sayuran. Kini tidak lagi kulihat keasrian desaku karena sudah banyak bermunculan gedung-gedung bertingkat, juga banyaknya mal. Desaku, aku rindu kampung halamanku, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan dulu. Oh, ibuku, hatiku pilu. Seorang diri Bila kuingat, masa yang telah silam Ku dibesarkan oleh ibuku di kampung halamanku Tapi kini hanya, kenangan yang kualami


Cinta dan Persahabatan | 85 Kini kududuk seorang diri di malam sunyi Terdengar olehku suara gitar mengalun Kuteringat ayah bundaku yang telah tiada kini Kampung halamanku yang juga sudah punah Selamat tinggal kenanganku yang abadi. Desaku sudah tiada lagi Kini berdiri gedung-gedung megah Yang membuat desaku tak asri lagi Tak ada pemandangan yang indah Tak ada buah-buahan dan sayuran yang tumbuh Tak ada sawah yang membentang hijau Tak ada tanah yang lembut dan sejuk Semua tinggal kenangan Desaku, kau yang terindah dalam kenanganku.(*)


86 | Uung Ulfah Ikhsan dan Laptop Barunya Gambar Koleksi Pribadi khsan baru saja masuk ke sekolah baru. Usianya yang 14 tahun, kini sudah duduk di SMA kelas X. Pada masa pandemi, Ikhsan harus belajar dari rumah. Semuanya dilakukan dengan sistem online. Oleh karenanya, Ikhsan harus memiliki laptop untuk mengikuti proses pembelajaran. I


Cinta dan Persahabatan | 87 Akhirnya, Mama membelikan Ikhsan sebuah laptop sebagai hadiah Ikhsan diterima di sekolah negeri. Selain itu, kebetulan Ikhsan berulang tahun. Sebelumnya Ikhsan menggunakan ponsel untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Namun, Mama merasa kasihan karena tidak semua pelajaran bisa menggunakan HP. Terutama kalau Ikhsan harus mengumpulkan tugas yang diketik menggunakan word. “Terima kasih laptopnya, Mama,” ucap Ikhsan kepada Mama. “Ya, Sayang. Dirawat dengan baik, ya. Dan belajar yang rajin,” pesan Mama. “Ikhsan suka laptopnya?” tanya Mama. “Suka banget, Mah. Insya Allah, aku bakal rawat laptopnya,” janji Ikhsan. Mama mengelus kepala Ikhsan dan berdoa untuk kesuksesan putranya. Dengan hormat Ikhsan pun menyalami Mama dan mencium tangannya. Setiap hari Senin sampai dengan Jumat, Ikhsan menggunakan laptopnya untuk mengikuti pembelajaran online dari rumah. Semua diikuti dengan seksama tanpa ada yang terlewati. Bahkan, kadang sampai larut malam.


88 | Uung Ulfah “Ikhsan, istirahat dulu, udah malam. Besok dilanjutkan lagi,” perintah Mama. “Iya, Ma. Tanggung, nih, bentar lagi,” jawab Ikhsan. “Jangan capek-capek, istirahat. Besok belajar lagi,” ujar Mama. “Oh, ya. Udah Isya belum?” tanya Mama. “Kalau belum, shalat dulu baru tidur,” nasihat mama. “Laptop-nya juga perlu istirahat, Nak. Kasian seharian panas. Nanti cepat rusak.” Mama mengingatkan Ikhsan. “Iya, Ma.” Ikhsan menyudahi ketikannya dan menutup laptopnya. Mama mendekati kamar Ikhsan untuk memastikan apakah Ikhsan sudah tidur apa belum. Ikhsan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan beranjak ke ke tempat tidur. ”Doa dulu, Nak,” kata Mama. Setelah berdoa, Ikhsan pun tidur dengan nyenyak. Keesokan harinya, Ikhsan sudah mengenakan seragamnya dengan rapi. Dia sudah siap di depan laptop, untuk melaksanakan tadarus bersama-sama di kelasnya. Mama Ikhsan juga melakukan hal yang


Cinta dan Persahabatan | 89 sama, yaitu memimpin anak-anak didiknya untuk tadarus bersama. Terkadang lupa menyiapkan sarapan untuk Ikhsan dan yang lainnya. Akhirnya, Mama pesan makanan siap antar, go food. Mama tidak ingin anak-anaknya masuk angin karena tidak sarapan pagi. Walaupun pengeluaran bertambah, tetapi anak-anak sehat semua. Alhamdulillah. Semoga Allah tambahkan rezeki. Setiap selesai melakukan kegiatan belajarnya, Ikhsan selalu merapikan laptopnya, dan meletakkannya di tempat yang baik, yaitu meja belajar Ikhsan. Kita harus merawat dan menyayangi barang-barang yang kita miliki agar awet dan tidak cepat rusak. Begitu Mama mengajarkan kepada anakanaknya, termasuk Ikhsan. Laptop Ikhsan baru berusia dua bulan, tetapi kelihatan masih baru dan mengkilat. Ikhsan tidak pernah lupa, membersihkan laptopnya selesai dipakai dan memasukkannya ke dalam tas laptopnya. Pembelajaran dari rumah masih terus dilakukan. Berdasarkan jadwal sekolah, pembelajaran dari rumah dilakukan sampai akhir Desember. Hal ini berarti, Ikhsan akan terus menggunakan laptopnya, untuk empat bulan ke depan.


90 | Uung Ulfah Laptop sangat berguna karena bisa memperlancar proses pembelajaran. Terdapat aplikasi Zoom Meeting, Google Meet, dan Google Classroom. Semuanya bisa dilakukan dengan menggunakan gawai. Semoga Ikhsan terus semangat belajar dan terus mengembangkan diri, kreatif dalam menjawab tugastugas yang diberikan oleh para guru. Disiplin untuk mengikuti semua proses pembelajaran yang dilakukan dari rumah. Trima kasih Allah yang sudah beri mama rejeki, sehingga bisa membelikan Ikhsan Laptop baru. Ikhsan bisa mengembangkan diri, dengan laptop yang dimilikinya. Sangat membantu untuk melakukan semua kegiatan pembelajaran. Semoga semuanya sehat, sampai pandemic ini berlalu, dan Ikhsan bisa belajar di sekolah tahun depan.(*)


Cinta dan Persahabatan | 91 Eha yang Rajin Menabung Gambar Koleksi Pribadi ang!” panggil Eha, kepada tukang celengan keliling. “Ya, Neng. Mau beli celengan?” tanya si abang. “Iya, Bang. Beli yang itu.” Eha menunjuk sebuah celengan berbentuk ayam. “Yang ini?” tunjuk si abang penjual. ”Mau yang warna apa, Neng?” tanyanya lagi. “Warna biru, Bang,” pinta Eha. ”Yang ini berapa harganya, Bang?” tanyanya lagi. “B


92 | Uung Ulfah “Sepuluh ribu aja, Neng,” jawab Abang penjual. “Beli satu aja, Bang,” kata Eha sambil memberikan uang sepuluh ribuan ke penjualnya. “Makasih, ya, Neng. Moga duitnya banyak.” Doa si abang untuk Eha. “Aamiin. Makasih, Bang,” jawabnya sambil berlari ke dalam rumah. Eha senang sekali karena sudah bisa membeli celengan yang baru. Celengan yang lama sudah penuh. Eha memang terkenal rajin menabung di keluarganya. Setiap Ibu memberinya uang jajan, Eha menabungnya separuh. Kadang-kadang semuanya ditabung, kalau tidak jajan di sekolah. Hal ini karena Ibu sudah menyiapkan bekal makanan untuk dibawa ke sekolah. Celengan yang sudah penuh, biasanya dibobok, lalu dibelikan sesuatu yang sangat diinginkan Eha. “Ibu, Ibuuu,” panggil Eha. “Ada apa, Nak? Kok teriak-teriak?” tanya Ibu. “Celenganku hilang, Bu,” ungkap Eha. “Lhooo, emang taro di mana? Kok bisa ilang?” tanya Ibu. “Itu apa, yang di atas lemari bajumu?” tanya Ibu.


Click to View FlipBook Version