RANCANGAN AKSI PERUBAHAN KINERJA ORGANISASI
PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR
ANGKATAN IV TAHUN 2022
SITALASARI
SIANTAR BELAJAR TANPA KERTAS DAN MANDIRI
Oleh:
NAMA : LUSAMTI SIMAMORA, M.Si
NIP : 19791231 200604 1 010
PANGKAT/GOL. : PEMBINA / (IV/a)
JABATAN : KEPALA BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIT KERJA PENDIDIKAN DASAR
: DINAS PENDIDIKAN KOTA PEMATANGSIANTAR
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIAPROVINSI SUMATERA UTARA
TAHUN 2022
Lembar Pengesahan
Rancangan Aksi Perubahan
Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Rancangan Aksi
Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Tahun 2022 :
Nama : Lusamti Simamora, M. Si
NDH/Angkatan : 16/ PKA-Agkatan IV
Jabatan : Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar
Instansi : Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar
Judul Aksi : Siantar Belajar Tanpa Kertas dan Mandiri
(SITALASARI)
Dinyatakan LAYAK untuk diajukan dalam Seminar Rancangan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Administrator, pada hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022 yang
diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Sumatera Utara.
Medan, 2 Juli 2022
Mentor Coach
KUSDIANTO, SH Dr. HIRONYMUS GHODANG, S.Pd, M.Pd
NIP.19630903 1999203 1 010 NIP. 19700706 199810 1 001
i
Lembar Persetujuan
Rancangan Aksi Perubahan
Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Rancangan Aksi
Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Tahun 2022 :
Nama : Lusamti Simamora, M. Si
NDH/Angkatan : 16/ PKA-Agkatan IV
Jabatan : Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar
Instansi : Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar
Judul Aksi : Siantar Belajar Tanpa Kertas dan Mandiri
(SITALASARI)
Dinyatakan LAYAK untuk diajukan dalam Seminar Rancangan Aksi Perubahan
Pelatihan Kepemimpinan Administrator, pada hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022 yang
diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Sumatera Utara.
Medan, 2 Juli 2022
Mentor Coach
KUSDIANTO, SH Dr. HIRONYMUS GHODANG, S.Pd, M.Pd
NIP.19630903 1999203 1 010 NIP. 19700706 199810 1 001
Lembar Pengesahan
Rancangan Aksi Perubahan
ii
Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Rancangan Aksi
Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Tahun 2022 :
Nama : Lusamti Simamora, M. Si
NDH/Angkatan : 16/ PKA-Agkatan IV
Jabatan : Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Dasar
Instansi : Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar
Judul Aksi : Siantar Belajar Tanpa Kertas dan Mandiri
(SITALASARI)
Telah diujikan pada seminar laporan aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan
Administrator, pada hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022 yang diselenggarakan oleh Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara.
Medan, 2 Juli 2022
Mentor Coach Penguji
KUSDIANTO, SH Dr. HIRONYMUS GHODANG, S.Pd, M.Pd
NIP.19630903 1999203 1 010 NIP. 19700706 199810 1 001 NIP.
Mengetahui:
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Proviinsi Sumatera Utara
Dr. Arsen Nasution….
NIP.
iii
iv
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan serta kesempatan dalam penyusunan Rancangan Aksi
Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV Tahun
2022 pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara
sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembelajaran Pelatihan
Kepemimpinan dimaksud.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
rancangan aksi perubahan ini:
1. Lembaga Administrasi Negara RI sebagai instansi Pembina pada
penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas;
2. Dr. H. Asren Nasution, MA selaku Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara yang telah
memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis untuk mengikuti
pelatihan ini;
3. Kusdianto, SH (Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar)
sebagai mentor penulis yang telah memberikan dukungan dan motivasi
kepada penulis dalam pelaksanaan penyusunan rancangan aksi
perubahan ini;
4. Dr. Hironymus Ghodang, S.Pd, M.Pd yang sangat menginspirasi
penulis dalam memberikan arahan dan masukan pada pelaksanaan
pelatihan kepemimpinan ini khususnya dalam menyelesaikan
penyusunan Rancangan Aksi Perubahan;
5. Penguji/narasumber yang memberikan masukan dan arahan terhadap
kesempurnaan penyusunan rancangan aksi perubahan ini;
6. Tim Penceramah dan Pengajar (Widyaiswara) dari Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara yang
telah memberikan ilmu pengetahuan dan informasi yang sangat
bermanfaat bagi penulis dalam menyelesaikan Pelatihan
Kepemimpinan ini;
vi
7. Para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV
Tahun 2022 pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Utara yang sangat luar biasa dan saling
menyemangati dalam melaksanakan pembelajaran pada pelaksanaan
Pelatihan ini;
8. Tim Efektif, para pelaksana pada Bidang Pengembangan Kompetensi
Manajerial dan Tim IT yang telah membantu penulis dalam
merencanakan dan menyusun rancangan aksi perubahan ini;
9. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis yang belum
disebutkan satu persatu dalam rancangan aksi perubahan ini;
Sesungguhnya laporan rancangan aksi perubahan ini masih
belum sempurna, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik, saran dan
masukan untuk penyempurnaan laporan rancangan aksi perubahan ini.
Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan laporan ini.
Semoga gagasan inovasi yang dituangkan dalam laporan ini dapat
menambah wawasan dan pengetahuan bagi semua pembacanya dan pada
akhirnya dapat berjalan dan diimplementasikan pada dengan baik sesuai
dengan hasil yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan kinerja
pelayanan pada Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar di masa yang
akan datang.
Medan, 2 Juli 2022
Lusamti Simamora, M.Si
NDH: 16
vii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKSI PERUBAHAN ...................... i
LEMBAR PERSETUJUAN RANCANGAN AKSI PERUBAHAN ..................... ii
FORM PERSETUJUAN ATASAN/MENTOR...................................................... iii
LEMBAR KOORDINASI MENTOR RANCANGAN AKSI PERUBAHAN ...... iv
LEMBAR KONSULTASI COACH RANCANGAN AKSI PERUBAHAN......... v
KATA PENGANTAR ............................................................................................ vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................... viii
DAFTA TABEL...................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. x
BAB I Kata PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG ...................................................................................... 1
B. TUJUAN ........................................................................................................... 10
1. Tujuan Jangka Pendek................................................................................. 10
2. Tujuan Jangka Panjang ............................................................................... 10
C. MANFAAT ....................................................................................................... 11
1. Manfaat Eksternal ....................................................................................... 11
2. Manfaat Internal .......................................................................................... 12
BAB II PROFIL KINERJA PELAYANAN ........................................................... 13
BAB III ANALISIS MASALAH............................................................................ 19
A. ANALISIS PERMASALAHAN ORGANISASI ............................................. 19
B. ANALISIS STAKEHOLDER .......................................................................... 25
BAB IV RENCANA AKSI PERUBAHAN
UNTUK PENYELESAIAN MASALAH................................................. 27
A. TEROBOSAN/INOVASI ................................................................................. 27
B. TAHAPAN RENCANA AKSIPERUBAHAN................................................. 27
C. SUMBER DAYA.............................................................................................. 32
D. MANAJEMEN MUTU ..................................................................................... 38
BAB V PENUTUP.................................................................................................. 42
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 43
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Data Satuan Pendidikan, jumlah peserta didik dan tenaga pendidik ...... 8
Tabel 2. Penetapan Prioritas Masalah ................................................................... 20
Tabel 3. Output Kunci yang Dihasilkan............................................................... 27
Tabel 4. Rencana Tahapan Aksi Perubahan.......................................................... 29
Tabel 5. Urgensi dan Peran Tim Efektif ............................................................... 34
Tabel 6. Identifikasi Risiko................................................................................... 40
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar. 1 Jumlah Guru SD Negeri Kota Pematangsiantar.................................. 4
Gambar. 2 Keadaan Ruang Kelas ......................................................................... 5
Gambar. 3 Rasio Siswa Per Status Sekolah .......................................................... 6
Gambar. 4 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar ............ 14
Gambar 5. Analisis SWOT Perlunya sarana belajar mengajar digital .................. 22
Gambar 6. Analisis Permasalahan Organisasi ...................................................... 22
Gambar 7. Milestone Rencana Aksi Perubahan.................................................... 23
Gambar 8. Analisis Stakeholder............................................................................ 25
Gambar 9. Pengelompokan Gambar .................................................................... 26
Gambar 10. Tim Efektif Aksi Perubahan.............................................................. 32
x
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar merupakan perangkat daerah
yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang pendidikan dan
kebudayaan. Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana sistem pendidikan telah atur secara
keseluruhan mulai kelembagaan sampai dengan standar pendidikan yang harus
dipenuhi. Pengelolaan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar menjadi
urusan wajib daerah dalam hal ini Kota Pematangsiantar. Demikian juga sesuai
dengan Peraturan Daerah Kota Pematangsiantar nomor 1 tahun 2017 tentang
Pembentukan Perangkat Daerah. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Kota Pematangsiantar tahun 2022-2025 dengan ditetapkannya visi
Kota Pematangsiantar “Terwujudnya Kota Pematangsiantar Sehat, Sejahtera dan
Berkualitas” dan pada penjelasan visi Bekualitas yaitu Meningkatkan potensi
sumberdaya manusia (SDM) yang maju dan unggul serta berdaya saing melalui
peningkatan SDM dan pengelolaan sumber daya alam yang ada, melalui tata
kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, responsif serta konsisten dalam
melayani, implementasi regulasi dan kebijakan pembangunan menurut skala
prioritas, sebagai kota transit, serta mewujudkan daya tarik sebagai Subpusat
Perdagangan Regional Sumatera Utara bagi hinterland. Untuk mewujudkan
peningkatan kualitas SDM di Kota Pematangsiantar Dinas Pendidikan memiliki
tugas sebagai berikut:
1. Dinas Pendidikan memiliki mempunyai tugas membantu walikota
melaksanakan urusan pemerintahan bidang pendidikan dan
1
2
kebudayaan;
2. Menerjemahkan visi dan misi Walikota ke dalam tujuan dan sasaran
peningkatan Pendidikan di Kota Pematansiantar dalam rangka
pembangunan sumber daya manusia sesuia dengan tugas pokok dan
fungsi Dinas Pendidikan;
3. Menetapkan berbagai program dan kegiatan yang menjadi prioritas
disertai dengan kemampuan anggaran dan target indiator kinerja yang
akan dilaksanakan secara rutin dan berkala.
Peningkatan kualitas Pendidikan dapat dicapai dengan mamacu
peningkatan layanan pendidikan, hal ini diwujudkan dengan berbagai program
yang dilaksanakan di jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar dan
sekolah menengah pertama. Permasalahan pendidikan dari waktu ke waktu
selalu mengalami perubahan, Kota Pematangsiantar tentu juga tidak terlepas dari
permasalahan pendidikan, terdapat beberapa permasalah yang dihadapi dalam
pengelolaan pendidikan diantaranya:
1. Kurangnya sumber daya manusia yakni tenaga pendidik baik
secara kuantitas maupun kualitas. Pada saat ini ketersediaan
ketenagaan masih kurang sesuai kebutuhan yang di perlukan. Hal
ini juga disebabkan penerimaan pegawai negeri sipil untuk
formasi guru sangat terbatas, ditambah kebijakan moratorium
penerimaan PNS yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Kekurangan tenaga pengajar ini diatasi dengan memanfaatkan
guru tenaga honor yang bersumber dari pembiayaan APBD Kota
Pematangsiantar dan sumber dana Bantuan Operasional Sekolah.
Angka guru yang pensiun dengan jumlah penerimaan tenaga
3
pengajar tidak sebanding sehingga Kota Pematangsiantar
mengalami defisit tenaga pengajar. Kemudian minimnya
pendidikan dan pelatihan guna meningkatakan kapasitas
kemampuan guru juga sangat terbatas sehingga berpengaruh
kepada kualitas pengajar dalam melaksanakan tugas sehari-hari,
hal inik sangat berdampak pada pembelajaran di masa pandemic
covid-19 yang lalu, tenaga penagajar sangat kewalahan untuk
melakukan penyesuaian cara belajar yang lebih banyak
mengandalkan teknologi informasi.
Selain itu Kota Pematang siantar juga mengalami kekurangan
tenaga yang memenuhi persyaratan untuk menjadi kepala sekolah
untuk jenjang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, sesuai
dengan Peratuaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 6 Tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai
kepala sekolah yang diubah dengan Peraturan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nomor 40 tahun
2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, dimana
calon kepala sekolah untuk diangkat menjadi kepala sekolah salah
satu syarat utama yakni harus memiliki sertifikat calon kepala
sekolah atau sudah di tetapkan menjadi guru penggerak. Tenaga
pengawas sekolah untuk jenjang SD dan SMP juga mengalami
kekurangan dimana jumlah pengawas SD sebanyak 4 orang dan
SMP 12 orang, hal ini sangat berpengaruh kepada kinerja Dinas
Pendidikan Kota Pematangsiantar dalam melaksanakan
monitoring dan evaluasi satuan pendidikan.
4
Gambar. 1
Jumlah Guru SD Negeri Kota Pematangsiantar
Kondisi Keadaan Guru
SD Negeri Kota Pematangsiantar
700 Agama Agama PJOK
600 Kristen Khatolik
500 32
400 64 10 95
300 63
200 93 36
100
29 26
0
Guru Kelas Agama Islam
Ada 466 37
Kebutuhan 627 90
Kurang 161 53
2. Rapor Pendidikan yang di rilis oleh Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tanggal 1 April 2022 yang
merupakan hasil dari assesmen nasional tahun 2021, menunjukkan
angka literasi di Kota Pematangsiantar sudah cukup baik yakni
untuk jenjang SD 1.81 dengan rata-rata nasional 1.65, untuk SMP
1.78 dan rata-rata nasional 1.7 namun untuk rapor numerasi angka
menunjukkan untuk SD 1.68 dengan rata-rata nasional 1.54
sementara untuk SMP 1.65 dengan rata-rata nasional 1.64 namun
bila dibandingkan dengan capaian kota yang karakteristik serupa
dengan Kota Pematangsiantar rata-rata kota yang serupa adalah
1.68 yang artinya Kota Pematangsiantar masih tertinggal dalam
hal numerasi dengan kota yang serupa dengan Kota
Pematangsiantar.
3. Ketersedian sarana dan prasarana juga masih kurang guna
5
mendukung proses belajar mengajar. Hal ini terjadi di jenjang SD
dan SMP dimana ketersediaan sarana dan prasaran tidak tersebar
merata di seluruh satuan pendidikan sesuai Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar
Saranan dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah
(SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrsah Tsanawiyah
(SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrsah Aliyah
(SMA/MA).
Gambar. 2
Keadaan Ruang Kelas
100 % Rasio Kondisi Ruang Kelas
50 %
0% 77 %80 %78 %
13 %12 %13 % 8% 6% 7% 3% 1% 2%
Rasio RK R. Berat
Rasio RK Baik Rasio RK R. Ringan Rasio RK R. Sedang
SD SMP Dikdas
4. Akses untuk mendapatkan layanan pendidikan SMP juga
mengalami permasalahan dimana persebaran SMP Negeri dikota
Pematangsiantar tidak merata sehingga peserta didik yang berasal
dari beberpa kelurahan tidak dapat akses masuk ke SMP Negeri
dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan
Kenbudayaan Nomor 1 tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta
Didik Baru yang mengutamakan zonasi siswa sebagai kriteria
peneriaan peserta didik.
6
Gambar. 3
Rasio Siswa Per Status Sekolah
Rasio Siswa Per Status Sekolah
60 % SD SMP Dikdas
50 % 52 % 57 % 54 %
40 %
30 % 48 % 43 % 46 %
20 %
10 %
0%
Rasio PD Sek. Negeri
Rasio PD Sek. Swasta
Rasio PD Sek. Negeri Rasio PD Sek. Swasta
5. Layanan Pendidikan Inklusi masih menjadi kendala bagi
pengelolaan pendidikan di Kota Pematangsiantar, hal ini
disebabkan belum adanya sekolah penyelenggara pendidikan
iklusi yang berimplikasi kepada sulitnaya akses layanan
pendidikan bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus.
6. Kebutuhan layanan pendidikan tentu harus tetap menyesuaikan
perkembangan yang ada, dimana dinamika pendidikan yang terus
berubah sesuai kondisi yang ada. Pandemi covid-19 yang melanda
secara global sejak awal tahun 2020, memaksa terjadinya
perubahan secara mendasar dalam dunia pendidikan, dimana pola
pembelajaran berubah total yang seharusnya pembelajaran
dilaksanakan di ruang kelas harus berpindah dan dilaksanakan
dengan pola pembelajaran jarak jauh. Tantangan pandemi Covid-
19 memaksa dunia pendidikan harus berinovasi agar tetap dapat
memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik,
7
pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan berbagai upaya sesuai
dengan kemampuan dan karakteristik masing-masing satuan
pendidikan. Pada awal dilakukannya pembelajaran jarak jauh
sesuai dengan SKB 4 Menteri, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri
Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/2020, Nomor
516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Nomor
440-882 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada
Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di
Masa pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), proses
pembelajaran dilakukan dari rumah. Sehingga sangat diperlukan
sebuah metode agar proses belajar dan mengajar tetap dapat
dilaksanakan tanpa sekat. Ketidaksiapan tenaga pendidik dan
peserta didik dalam menghadapi situasi tersebut diatas
menyebabkan lumpuhnya proses belajar mengajar, dimana
keselamatan kesehatan menjadi prioritas dibandingkan dengan
ketuntasan kurikulum. Seiring berjalannya proses pembelajaran di
masa pandemi covid-19, dibutuhkan sistem yang dapat mengatasi
jarak antara pendidik dan peserta didik yang terintegrasi sehingga
proses pembelajaran tetap berjalan. Tenaga pendidik dituntut
dapat menjawab tantangan dengan membuat materi pembelajaran
dan mendistribusikannya kepada peserta didik, hal ini harus
dipastikan untuk menjamin keberlangsungan proses belajar
mengajar.
8
Tabel 1.
Data Satuan Pendidikan, jumlah peserta didik dan tenaga pendidik
Jenjang Satuan Pendidikan Jumlah Jumlah Peserta Didik Tenaga Pendidik
Paud 138 4320 554
Sekolah Dasar 115 26594 1715
Sekolah Menengah Pertama 43 17301 1157
Dari data diatas, Dinas Pendidikan dalam melaksakan tugasnya
memberikan akses pendidikan kepada semua peserta didik yang berada di Kota
Pematangsiantar untuk memenuhi 8 (delapan) standar sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yaitu:
1. Standar Kompetensi lulusan
2. Standar Isi
3. Standar Proses
4. Standar Penilaian Pendidikan
5. Standar Tenaga Kependidikan
6. Standar Sarana dan Prasarana
7. Standar Pengelolaan
8. Standar Pembiayaan
Di dalam Standar Isi terdapat kerangka dasar dan struktur kurikulum,
beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan
Pemenuhan standar nasional pendidikan terutama standar isi,proses, penilaian
menjadi sangat penting, dimana pada standar ini memuat kurikulum. Sementara
pada Standar Proses Dalam pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan
dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menantang, dan memotivasi peserta
didik untuk aktif berpartisipasi. Proses belajar-mengajar ini juga memberikan
ruang bagi kreativitas, prakarsa, dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat,
dan perkembangan psikologis/ fisik para peserta didik. Berdasarkan hal ini maka
9
perlu ditingkatkan layanan Pendidikan berupa digitalisasi pembelajaran guna
memberikan akses kepada seluruh peserta didik secara gratis dan dapat diakses
kapan dan dimana saja.
Kondisi pada saat ini, layanan pendidikan berupa digitalisasi
pembelajaran ataupun e-learning belum tersedia secara keseluruhan di masing-
masing satuan Pendidikan hal ini masih menimbulkan beberapa masalah antara
lain:
1. Timbulnya biaya yang besar terutama pada belanja buku sumber
dana BOS;
2. Satuan pendidikan memiliki media/aplikasi pembelajaran digital
yang berbayar sehingga keberlanjutannya tidak pasti;
3. Untuk proses penilaian peserta didik masih bersifat manual
menyebabkan beban kerja guru tinggi, dan tidak fokus kepada
persiapan materi pembelajaran;
4. Absensi guru dan peserta didik yang masih manual, menyulitkan
kendali dari kepala satuan Pendidikan;
5. Peserta didik yang berhalangan masuk kelas, tidak dapat megakses
pembelajaran;
6. Materi pembelajaran yang dibuat guru belum terinvetarisir dengan
baik;
7. Perpustakaan yang masih analog mengurangi minat baca peserta
didik;
Dari uraian penjelasan di atas, reformer melihat perlunya aplikasi
digitalisasi atau pembelajaran elektronik di lingkungan Dinas Pendidikan Kota
Pematangsiantar yang dapat diakses seluruh warga sekolah secara gratis, yang
10
disebut dengan:
SIANTAR BELAJAR TANPA KERTAS DAN MANDIRI
(SITALASARI)
Sehingga dari pelaksanaan rancangan aksi perubahan ini
diharapkan dapat melakukan penerapan teknologi informasi dalam layanan
proses belajar menngajar sehingga dapat meminimalisasi masalah yang
timbul dan pada akhirnya akan meningkatkan mutu layanana pendidikan di
lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar.
B. TUJUAN
Adapun tujuan dari Rancangan Aksi Perubahan mengenai Siantar
Belajar Tanpa Kertas dan Mandiri dibagi menjadi 3 tahapan yaitu sebagai berikut:
1. Tujuan Jangka Pendek
Tujuan jangka pendek yang akan dicapai dalam waktu 2 (dua) bulan yaitu
mulai bulan Juni s/d Agustus 2022 yaitu sebagai berikut :
a. Pembentukan tim efektif aksi perubahan;
b. Sosialisasi kegiatan rencana aksi perubahan;
c. Diskusi dengan tim IT dalam merancang aplikasi;
d. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan dan
pemanfaaatan layanan SITALASRI;
e. Sosialisasi dan uji coba aplikasi;
f. Evaluasi hasil output aplikasi dengan tim penjamin mutu;
g. Evaluasi hasil pelaksanaan aksi perubahan.
2. Tujuan Jangka Menengah
Tujuan jangka menengah yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 (satu)
11
tahun, yaitu mulai bulan Juni 2022 s.d Mei 2023, yaitu sebagai berikut :
a. Penggunaan aplikasi SITALASRI untuk layanan proses belajar
mengajar di seluruh jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah
pertama di Kota Pematangsiantar;
b. Membuat modul pelajaran dan video pembelajaran seluruh tema
kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka Belajar.
3. Tujuan Jangka Panjang
Tujuan jangka Panjang yang akan dicapai dalam jangka waktu 36 (tiga
puluh enam) bulan yaitu mulai bulan Juni 2022 s.d Mei 2025 adalah
melakukan evaluasi terhadap sistem aplikasi dimaksud dan melakukan
pengembangan aplikasi sesuai dengan kebutuhan.
C. MANFAAT
Adapun beberapa manfaat dari dibangunnya Siantar Belajar Tanpa Kertas
dan Mandiri yaitu sebagai berikut :
1. Pihak Eksternal (Bagi Peserta Didik)
Manfaat yang diterima bagi pihak eksternal antara lain yaitu:
a. Membuat proses belajar mengajar lebih menarik dengan adanya
interaktif;
b. Dengan didukung teknologi tinggi, SITALASARI memudahkan
pengajar untuk mendistribusikan raport dan materi belajar bentuk
dokumen hingga video. Bahkan manfaat SITALASARI yang sangat
mendukung proses belajar mengajar adalah karena adanya fitur chat
room. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi serta menjadi
forum diskusi antar siswa
12
c. Pihak sekolah dan pengajar SITALASARI dapat dibagikan kepada
siswa, pengajar lainnya hingga tim administrasi sekolah, Selain fitur
kalender SITALASARI juga mendukung guru untuk membuat laporan;
d. Akses layanan pendidikan berupa bahan ajar, sumber belajar, dan dapat
melakukan evaluasi pembelajaran melalui aplikasi yang berbasis web
dan android, sehingga dapat dilihat kapanpun dengan menggunakan
fasilitas jaringan internet;
2. Pihak Internal (Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar)
Manfaat yang diterima bagi pihak internal antara lain sebagai berikut :
a. Dapat mengevaluasi perkembangan dengan mudah, dinas pendidikan
saat melakukan pemantauan atau monitoring terhadap perkembangan
para guru dapat memudahkan melakukan evaluasi pendidikan;
b. Dapat mengelola data secara terpusat dalam menyimpan serta
mengelola berbagai data berupa laporan bulalan sekolah;
c. Meningkatkan kinerja pelayanan publik khususnya layanan publik pada
Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Dinas
Pendidikan Kota Pematangsiantar.
BAB II
PROFIL KINERJA PELAYANAN
Sesuai dengan Peraturan Walikota Pematangsiantar Nomor 4 Tahun 2017
Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja
Dinas-Dinas Daerah Kota Pematangsiantar, Dinas Pendidikan Kota
Pematangsiantar dipimpin Kepala dinas mempunyai tugas sebagai berikut:
1. Dinas Pendidikan mempunyai tugas membantu walikota
melaksanakan urusan pemerintahan bidang Pendidikan dan
kebudayaan;
2. Menerjemahkan visi dan misi walikota ke dalam tujuan dan sasaran
peningkatan pendidikan di Kota Pematangsiantar dalam rangka
pembanguna sumber daya manusia sesuai denagn tugas pokok dan
fungsi Dinas Pendidikan;
3. Menetapkan berbagai program dan kegiatan yang menjadi prioritas
disertai dengan kemampuan anggaran dan target indicator kinerja
yang akan dilaksanakan secara rutin dan berkala;
Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Dinas Pendidikan Kota
Pematangsiantar mempunyai fungsi :
1. perumusan kebijakan pendidikan;
2. pelaksanaan kebijakan pendidikan;
3. pelaksanaan evaluasi, laporan pelaksanaan, dan kebijakan
pendidikan;
4. penyelenggaraan satuan pendidikan formal TK negeri;
13
14
5. penyelenggaraan satuan pendidikan formal SD dan SMP negeri;
6. penyelenggaraan satuan pendidikan non formal
Sanggar Kegiatan Belajar (SKB);
7. pembinaan penyelenggaraan pendidikan oleh masyarakat/yayasan;
8. pelaksanaan pengembangan kurikulum;
9. penetapan SPM pengelolaan pendidikan; dan
10. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai bidang
tugas dan fungsinya.
Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar telah
mengacu pada Peraturan Walikota Pematangsiantar Nomor 4 Tahun 2017
Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja
Dinas-Dinas Daerah Kota Pematangsiantar dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar. 4
Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar
Sumber : Peraturan Walikota Pematangsiantar No.4 Tahun 2017
15
Kepala Dinas dalam menyelenggarakan tupoksinya dibantu oleh
Sekretariat dan Bidang, yaitu :
1. Sekretariat dinas merupakan unsur staf yang dipimpin oleh seorang
sekretaris dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
kepala dinas dan bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan
administrasi perkantoran, surat menyurat, keuangan, kepegawaian,
perlengkapan perkantoran, kerumahtanggaan dan barang inventaris lainnya
dan mengkoordinasikan program/ kegiatan yang diselenggarakan bidang-
bidang.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, sekretaris menyelenggarakan
fungsi sebagai berikut :
a. perumusan, perencanaan, evaluasi serta pelaporan program/kegiatan
dan anggaran di lingkungan dinas;
b. pelaksanaan pengelolaan administrasi surat menyurat, ketatausahaan,
arsip, urusan rumah tangga dan pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan
aset, serta pengelolaan administrasi kepegawaian dan pembinaan
pegawai dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) di lingkungan dinas;
c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan dinas;
d. pelaksanaan koordinasi program/kegiatan yang diselenggarakan
bidang-bidang lingkungan dinas;
e. penyelenggaraan pengelolaan barang milik negara dan layanan
pengadaan barang/jasa; dan
f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan kepala dinas.
2. Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar
16
Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar merupakan unsur
pelaksana yang dipimpin seorang kepala bidang yang dalam melaksanakan
tugasnya berkoordinasi dengan sekretaris dinas serta berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada kepala dinas. Bidang Pendidikan Anak Usia
Dini Pendidikan Dasar mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas
kepala dinas di bidang Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Bidang Pendidikan Anak Usia
Dini dan Pendidikan Dasar memiliki fungsi sebagai berikut:
a. melakukan pembinaan pendataan Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Dasar;
b. mengadakan sarana dan prasarana pendidikan Pendidikan Anak Usia
Dini Pendidikan Dasar;
c. melakukan pembinaan kurikulum dan kesiswaan Pendidikan Anak Usia
Dini dan pendidikan dasar;
d. memberikan izin, mengusulkan akreditasi, dan pendokumentasian
Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan dasar;
e. mengkoordinir pengelolaan satuan pendidikan dasar negeri; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai bidang
tugas dan fungsinya.
3. Bidang Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan
Bidang Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan merupakan unsur
pelaksana yang dipimpin seorang kepala bidang yang dalam melaksanakan
tugasnya berkoordinasi dengan sekretaris dinas serta berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada kepala dinas. Bidang Pendidikan Non Formal
17
dan kebudayaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala
dinas di bidang Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Kepala Bidang
Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan memiliki fungsi :
a. melakukan pembinaan kursus dan pelatihan;
b. melakukan pembinaan pendidikan kesetaraan;
c. melakukan pembinaan pendidikan keaksaraan;
d. melakukan pembinaan pendidikan dan pelatihan masyarakat;
e. memberikan izin, mengusulkan akreditasi dan pendokumentasian
pendidikan non formal dan kebudayaan;
f. melakukan pendataan pendidikan non formal;
g. melakukan pendataan pendidikan kebudayaan; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai bidang
tugas dan fungsinya.
4. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, merupakan unsur pelaksana
yang dipimpin seorang kepala bidang yang dalam melaksanakan tugasnya
berkoordinasi dengan sekretaris dinas serta berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada kepala dinas. Bidang Pendidik dan Tenaga
Kependidikan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala
dinas di bidang pendidik dan tenaga kependidikan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Bidang Pendidik dan Tenaga
Kependidikan memiliki fungsi:
a. melakukan pendataan guru dan tenaga kependidikan;
18
b. melakukan pembinaan guru dan tenaga kependidikan;
c. melakukan pembinaan pamong praja;
d. melakukan pembinaan penilik pendidikan non formal;
e. melakukan pembinaan pengawas sekolah; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas
sesuai bidang tugas dan fungsinya.
BAB III
ANALISIS MASALAH
A. ANALISIS PERMASALAHAN ORGANISASI
Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar merupakan
bidang yang melaksanakan tugas pembinaan kurikulum dan kesiswaan
pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar. Dalam pelaksanaan pembinaan
tersebut, diperlukan akses layanan pembelajaran yang dapat memudahkan proses
belajar mengajar disatuan pendidikan untuk pencapaian ketuntasan kurikulum.
Proses pembelajaran pada saat ini masih bersifat konvensional,
pembelajaran tatap muka kerap sekali tidak maksimal mengingat tidak
tersedianya waktu yang cukup untuk guru dalam memberikan pemahaman materi
ajar kepada setiap peserta didik. Disamping pelaksanaan pembelajaran
berdifrensial, dimana potensi dan kemampuan individiu peserta didik berbeda-
beda guru harus menyesuaikan sesuai kemampuan masing-masing peserta didik.
Proses Pembelajaran yang masih menggunakan buku juga menimbulkan biaya
yang besar dalam pengadaan buku-buku pelajaran sehingga angka belanja buku
bersumber dari dana bantuan operasional siswa juga cukup besar, disamping
pengadaaan buku-buku perpustakaan yang masih kurang memadai tidak merata
diseluruh satuan Pendidikan. Sistem pembelajaran seharusnya terintegrasi antara
proses belajar dan mengajar dengan ketersiadaan materi ajar, pengolahan hasil
belajar serta terpusatnya data siswa dimasa yang akan dating.
Berdasarkan hal tersebut, beberapa issue yang masih menjadi
permasalahan dari proses belajar mengajar antara lain sebagai berikut :
1. Belum tersedianya sarana belajar mengajar digital;
19
20
2. Proses belajar mengajar yang berisfat konvensional membutuhkan biaya
yang besar dalam pengadaan buku;
3. Belum terintegrasinya proses belajar mengajar dengan administrasi
pendidikan;
4. Minat siswa membaca kurang di perpustakaan sekolah.
Selanjutnya terhadap beberapa issue tersebut dilakukan diagnosa untuk
mengetahui urutan prioritas masalah yang harus segera diselesaikan dengan
teknik analisis urgensi (U), seriousness (S) dan growth (G). Dengan teknik USG
ini, terhadap permasalahan yang ada ditentukan tingkat urgensi, keseriusan dan
perkembangan isu dengan menentukan skala likert 1-5, dimana isu yang
mempunyai total skor tertinggi merupakan masalah prioritas.
Tabel 2. Penetapan Prioritas Masalah
No Masalah US G Total Ranking
15 I
1 Belum tersedianya sarana belajar mengajar 5 5 5 13 III
digital 12 IV
2 Proses belajar mengajar yang berisfat 44 5 14 II
konvensional membuthkan biaya yang besar
dalam pengadaan buku
3 Belum terintegrasinya proses belajar 44 4
mengajar dengan administrasi Pendidikan
4 Minat siswa membaca kurang di 5 5 4
perpustakaan sekolah
Keterangan :
Nilai 1 : Sangat Rendah
Nilai 2: Rendah
Nilai 3 : Sedang Nilai 4 : Tinggi
Nilai 5 : Sangat Tinggi
Metode USG merupakan salah satu instrumen untuk menyusun urutan
prioritas permasalahan yang harus diselesaikan dengan membandingkan skala
nilai pada tingkat urgensi (U), keseriusan (S) dan pertumbuhan masalah (G).
21
Semakin tinggi urgensi, serius dan pertumbuhan masalah, maka semaki tinggi
skor untuk masing-masing undur tersebut. Dari hasil nilai USG di atas, maka isu
aktual yang menjadi masalah penting adalah belum adanya saran belajar
mengajar digital.
Selanjutnya untuk melakukan analisis terhadap kinerja pelayanan, maka
digunakan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah analisa yang didasarkan pada
logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang
(Opportunity), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan
(Weakness) dan ancaman (Threats). Analisa SWOT merupakan salah satu
instrumen analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi yang didasarkan
pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan meminimalkan kelemahan
dan ancaman.
Menurut Rangkuti (2013), analisis SWOT adalah sebuah metode
perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (Strength),
kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat) yang
terjadi dalam proyek atau di sebuah usaha bisnis, atau mengevaluasi lini-lini
produk sendiri maupun pesaing
Secara umum, Analisa SWOT dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu
factor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kekuatan (Strength)
dan kelemahan (Weakness), sedangkan faktor eksternal meliputi peluang
(Opportunity) dan ancaman (Threats). Analisis SWOT digunakan sebagai alat
untuk menganalisis perlunya sarana belajar mengajar digital, diantaranya yaitu
sebagai berikut :
22
Gambar 5. Analisis SWOT
Perlunya sarana belajar mengajar digital
Melihat dari analisis SWOT yang telah dilaksanakan, maka dapat dilihat
pada gambar tersebut beberapa faktor yang menjadi kekuatan dan peluang akan
digunakan untuk mengatasi kelemahan dan ancaman yang muncul dari
lingkungan, berdasarkan analisis SWOT tersebut, selanjutnya dilakukan analisis
permasalahan organisasi dimana masih terdapat beberapa kendala dalam
pelaksanaan pembelajaran digital yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 6. Analisis Permasalahan Organisasi
23
Gambar 7. Milestone Rencana Aksi Perubahan
1. Kondisi Saat Ini dan Faktor Penyebabnya
Dalam proses pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan, kondisi
yang terjadi saat ini antara lain sebagai berikut :
a. Belum adanya sarana pembelajaran digital sebagai sarana pembelajaran
digital. Sehingga pembelajaran hanya dapat dilakukan secara
konvensional atau tatap muka. Hal ini menyebabkan pembelajaran
hanya dapat dilaksanakan pada jam pelajaran disekolah. Akses layanan
Pendidikan diluar jam sekolah sama sekali belum bisa dilayani;
b. Penggunaan buku sebagai satu-satunya sumber belajar, menimbulkan
pembiayaan yang besar bersumber dari dana bantuan operasional
sekolah, hal ini menyebabkan pemamfaatan dana BOS yang tidak
efisien;
c. Administrasi Pendidikan yang belum terintegrasi dalam sebuah
aplikasi, menyebabkan kurang optimalnya pelaksanaan layanan
pendidikan, hal ini terlihat dari absensi peserta didik yang masih
menggunakan buku daftar hadir, laporan prestasi juga masih
24
menggunakan media kertas serta buku penghubung orangtua;
d. Evaluasi yang dilakukan guru masih berbasis ujian tulis, dan evaluasi
hasil belajar juga masih menyita waktu yang menambah beban guru;
e. Literasi guru maupun peserta didik rendah diakibatkan kurang
menariknya membaca buku diperpustakaan.
Ada beberapa dampak yang timbul jika kondisi tersebut tidak diselesaikan,
antara lain adalah sebagai berikut :
a. Pembelajaran yang dilakukan secara konvensional, maka proses belajar
mengajar hanya dapat dilakukan di sekolah dan hanya pada jam belajar;
b. Terjadi pemborosan pembelian buku-buku pelajaran maupun koleksi
perpustakaan yang bersumber dari dana BOS, yang seharusnya dapat
dianggarkan untiuk kebutuhan lain termasuk peningkatan kompetensi
guru;
c. Guru akan banyak menghabiskan waktu dalam menyelesaikan tugas-
tugas administrasi pendidikan yang bukan merupakan substansi utama;
d. Evaluasi hasil belajar tidak maksimal;
e. Tingkat numerasi rendah.
2. Kondisi yang Diharapkan
Kondisi yang diharapkan saat ini adalah terciptanya suatu aplikasi Siantar
Belajar Tanpa Kertas dan Mandiri (SITALASARI) yang dilakukan
dengan menggunakan aplikasi berbasis web maupaun android. Sehingga
dengan adanya sistem ini diharapkan layanan Pendidikan dapat dilakukan
dimana saja dan kapan saja sehingga seluruh peserta didik dapat melakukan
akses untuk layanan pendidikan yang berkualitas dan gratis atau tanpa
25
biaya.
B. ANALISIS STAKEHOLDER
Analisis stakeholder diperoleh melalui identifikasi para stakeholder
yang terlibat dan terkena dampak dari aksi perubahan baik secara langsung
maupun tidak langsung. Analisis stakeholder baik internal maupun eksternal
memiliki pengaruh pada aksi perubahan. Yang merupakan stakeholder internal
pada aksi perubahan ini adalah Kepala Dinas, pejabat struktural,pejabat
funsional, pengawas sekolah, tim informasi teknologi dan seluruh staf pelaksana
pada Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar. Sedangkan stakeholder eksternal
antara lain meliputi Walikota Pematangsiantar, Satuan Pendidikan, Kementerian
Pendidikan,Kebudayaan,Riset dan teknologi, DPRD Kota Pematangsiantar
(komisi 2), Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, OPD di lingkungan
Pemerintah Kota Pematangsiantar, Organisasi profesi Guru, Kelompok Kerja
Kepala Sekolah, Musyawarah kerja Kepala Sekolah/ Musyawarah Guru Mata
Pelajaran Kota Pematangsiantar, Kelompok Kerja Guru Kota Pematangsiantar
dan Tanoto Foundation sebagai berikut :
Gambar 8. Analisis Stakeholder
Berdasarkan analisis stakeholder di atas, dilakukan pemetaan terhadap stakeholder
26
tersebut dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu
sebagai berikut :
1. Promotors (High Influence, High Interest)
Kelompok yang memiliki kepentingan besar terhadap upaya dan juga
kekuatan untuk membantu keberhasilan aksi perubahan ini.
2. Defender (Low Influence, High Interest)
Kelompok yang memiliki kepentingan pribadi dan dapat menyuarakan
dukungannya dalam komunitas, tetapi kekuatannya kecil untuk
mempengaruhi upaya mewujudkan aksi perubahan ini.
3. Latens (High Influence, Low Interest)
Kelompok yang memiliki kepentingan khusus maupun terlibat dalam upaya
melaksanakan aksi perubahan ini tetapi memiliki kekuatan besar untuk
mempengaruhi aksi perubahan ini jika mereka tertarik
4. Apathetics (High Influence, Low Interest)
Kelompok yang kurang memiliki kepentingan maupun kekuatan bahkan
mungkin tidak mengetahui adanya upaya aksi perubahan ini.
Gambar 9. Pengelompokan Stakeholder
BAB IV
RENCANA AKSI PERUBAHAN UNTUK PENYELESAIAN MASALAH
A. TEROBOSAN / INOVASI
Peningkatan layanan Pendidikan dilakukan dengan melakukan
terobosan/inovasi aksi perubahan ini adalah Siantar Belajar Tanpa Kertas dan
Mandiri (SITALASARI). Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat
mempermudah akses layanan pendidikan yang dilaksanakan pada Dinas
Pendidikan Kota Pematangsiantar.
B. TAHAPAN RENCANA AKSI PERUBAHAN
Proses tahapan untuk aksi perubahan Siantar Belajar Tanpa Kertas dan
Gratis di bagi melalui 3 tahapan yaitu jangka pendek, jangka menengah dan
jangka panjang yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. Output Kunci yang Dihasilkan
TARGET DESKRIPSI
A. Jangka Pendek :
1. Pembentukan tim efektif aksi 1. Terlaksananya pembentukan tim efektif
perubahan aksi perubahan
2. Sosialisasi kegiatan rencana 2. Terlaksananya sosialisasi rencana aksi
aksi perubahan perubahan dengan stakeholder
3. Melaksanakan diskusi dengan 3. Terlaksananya diskusi dengan tim IT
Tim IT dalam merancang untuk menghasilkan rancang bangun
aplikasi aplikasi
4. Sosialisasi dan Uji Coba 4. Terlaksananya sosialisasi dan uji coba
Aplikasi aplikasi
5. Evaluasi output aplikasi 5. Terlaksananya evaluasi output aplikasi
dengan tim penjamin mutu dengan tim penjamin mutu
6. Evaluasi hasil pelaksanaan 6. Terlaksananya evaluasi hasil aksi
aksi perubahan perubahan
B. Jangka Menengah :
1. Penggunaan aplikasi Siantar 1. Terlaksananya penggunaan aplikasi
Belajar Tanpa Kertas dan dalam proses pembelajaran di jenjang
Mandiri Sekolah Menengah Pertama
27
28
C. Jangka Panjang : Terlaksananya evaluasi dan pengembangan
Melakukan evaluasi dan terhadap system aplikasiSiantar Belajar
pengembangan Tanpa Kertas dan Gratis sesuai dengan
terhadap system aplikasi Siantar kebutuhan
Belajar Tanpa Kertas dan Gratis
Tahapan kegiatan pada Rancangan Aksi Perubahan dimulai dari output
rancangan aksi perubahan. Untuk menilai capaian indikator dari keberhasilan dan
kekurangan atau kegagalan dari Rancangan Aksi Perubahan dapat dilihat dari
output jangka pendek. Sedangkan output jangka panjang dan menengah
merupakan tindaklanjut dari kesinambungan program yang terintegrasi dengan
output jangka pendek, dengan tahapan kegiatan seperti pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4. Rencana Tahap
TAHAPAN DAN WAKTU HAS
N KEGIATAN KEGIATAN
O
JANGKA PEND
1 Pembentukan tim efektif aksi perubahan
a. Koordinasi dengan mentor Minggu kedua - Notu
b. Pembentukan tim bulan Juli 2022 - Doku
c. Membangun komitmen tim - Kom
d. Identifikasi kebutuhan - Dafta
e. Distribusi tugas anggota tim - Desk
f. Penerbitan SK tim kerja - SK T
- Abse
2 Sosialisasi Kegiatan Rencana Aksi Perubahan
a. Pelaksanaan kegiatan Minggu keempat - Notu
sosialisasi rencana aksi bulan Juli 2022 - Dafta
perubahan - Kese
b. Komitmen bersama atas perub
rencana aksi perubahan
c. Dukungan atas rencana aksi
perubahan
3 Diskusi dengan Tim IT dalam Merancang Aplikasi
29
pan Aksi Perubahan
SIL KEGIATAN / STAKEHOLDER PERAN TEAM LEADER
OUTPUT YANG TERLIBAT
DEK (JUNI s.d. AGUSTUS 2022)
ulen Rapat Internal - Mengidentifikasi kebutuhan
umentasi dan mengusulkan calon tim
mitmen tim efektif kepada pimpinan
ar kebutuhan
kripsi tugas - Mendiskusikan rencana kerja tim
Tim Kerja efektif
ensi
Internal Mengevaluasi hasil
ulen Rapat
ar Hadir
epakatan aksi
bahan
a. Melakukan rapat untuk Minggu pertama - Ranc
aplikasi yang akan dibuat bulan Agustus Aplik
b. Membuat rancang bangun 2022 SITA
(desain) aplikasi yang
diinginkan
4 Menyusun SOP Proses Pembelajaran Digital
a. Menyusun draft SOP Minggu kedua - Dafta
b. Melakukan konsultasi bulan Agustus - Doku
kepada pimpinan terkait draft 2022 - Notu
SOP - Draft
c. Melakukan perbaikan - SOP
d. Menyusun SOP dalam draft
final
5 Sosialisasi dan Uji Coba Aplikasi
a. Sosialisasi ke pengguna Minggu ketiga - Dafta
(admin,kepala dan ketiga bulan - Notu
sekolah,guru,peserta didik) Agustus 2022 - Doku
b. Uji coba aplikasi - Aplik
SITA
6 Evaluasi Hasil Output Aplikasi dengan Tim Penjamin Mu
a. Rapat dengan tim penjamin Minggu keempat - Dafta
mutu bulan Agustus - Notu
2022 - Doku
7 Evaluasi Hasil Pelaksanaan Aksi Perubahan
a. Menghimpun permasalahan Minggu pertama - Lapo
dan solusi dan pertama bulan Perub
b. Menyiapkan laporan September 2022
evaluasi kepada pimpinan
30
cang Bangun Internal Mengevaluasi hasil
kasi
ALASARI Internal Mengevaluasi hasil
ar hadir rapat Internal Mengevaluasi hasil
umentasi
ulen Rapat Internal Mengevaluasi hasil
t SOP
Final Internal Mengevaluasi hasil
ar hadir
ulen
umentasi
kasi
ALASARI
utu
ar hadir
ulen
umentasi
oran Aksi
bahan
JANGKA MENENGAH (JULI 2022 s.d. JUNI 2023)
1 Penggunaan Aplikasi SITALASARI dalam proses belajar
a. Aplikasi digunakan Bulan Juni s.d Pembe
dalam proses belajar Desember 2022 pad
mengajar jenjang sekolah dasar
dan sekolah menengah pertama
JANGKA PANJANG (JUNI 2023 s/d JULI 2025)
1 Melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap sistem a
a. Melakukan evaluasi terhadap Juni 2023 s.d
pengembangan aplikasi Juni 2025
b. Menyiapkan rancangan anggaran
dan biaya untuk kebutuhan
pengembangan terhadap system
aplikasi
31
mengajar Internal Mengevaluasi hasil
elajaran DIGITAL
da tingkat satuan
pendidikan
aplikasi SITALASARI sesuai dengan kebutuhan
- Data Evaluasi Internal Mengevaluasi hasil
- RAB untuk
pengembangan aplikasi
32
C. SUMBER DAYA
Dalam melaksanakan aksi perubahan ini, reformer didukung sumber
daya organisasi yaitu tim kerja dan jejaring kerja, yaitu sebagai berikut :
1. Tim Kerja dan Jejaring Kerja
Tim terdiri dari unit kerja yang ada pada Dinas Pendidikan Kota
Pematangsiantar dan Tim IT. Berikut diagram yang menggambarkan
bentuk hubungan antara tim efektif dalam aksi perubahan yaitu sebagai
berikut :
Gambar 10. Tim Efektif Aksi Perubahan
Tim dibentuk untuk mengimplementasikan rancangan aksi perubahan dan
membangun aplikasi yang nantinya akan digunakan sebagai pembelajaran
digital. Mekanisme kerja tim disusun sebagai berikut :
a. Tim bekerja dengan memperhatikan tugas dan kewenangan yang
dimiliki sebagaimana dijabarkan dalam Surat Keputusan
Pembentukan Tim;
b. Tim bekerja dengan memperhatikan arajan dan petunjuk project
33
leader;
c. Tim bekerjs mengacu kepada time schedule yang sudah
dikonsolidasikan dan disepakati Bersama;
d. Tim bekerja dengan mengacu kepada milestone dan kegiatan dalam
setiap milestone;
e. Tim bekerja dengan memperhatikan etika kerja dan profesi
sebagaiman yang telah ada.
No Tim Kerja Tab
1 Mentor Nama : Kusdianto, SH
: Kepala Dinas Pendi
Jabatan : Sangat penting dala
Urgensi : 1. Membimbing tea
2. Mendukung team
Peran 3. Memberikan ara
4. Memberikan per
2 Coach Nama aksi perubahan
Jabatan
Urgensi : Dr. Hironymus Gho
: Widyaiswara Ahli U
: Sangat penting dalam
melaksanakan aksi
34
bel 5. Urgensi dan Peran Tim Efektif
Keterangan
idikan Kota Pematangsiantar
am rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan aksi perubahan
am leader dalam melaksanakan aksi perubahan
m leader dalam melaksanakan aksi perubahan
ahan dan petunjuk dalam setiap pelaksanaan aksi perubahan
rsetujuan dalam setiap milestone
odang, S.Pd, M.Pd
Utama
m rangka memberikan arahan dan bimbingan serta dukungan dalam
perubahan
Peran : 1. Memberikan mo
melaksanakan ak
3 Team Leader Nama
Jabatan 2. Melakukan mon
Urgensi 3. Memberikan m
Peran
pelaksanaan aks
4. Memberikan lap
perubahan team
: Lusamti Simamora
: Kepala Bidang Pend
: Sangat penting dala
aksi perubahan
: 1. Mempersiapkan
2. Menjalin komuni
dan kesepakatan