35
otivasi dan bimbingan kepada team leader dalam menyusun dan
ksi perubahan
nitoring kegiatan team leader selama menyusun aksi perubahan
masukan, arahan dan petunjuk terhadap laporan perkembangan
si perubahan team leader
poran kepada penyelenggara tentang tingkat kemajuan pelaksanaan aksi
leader
didikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar
am melaksanakan dan menjalankan setiap tahapan/milestone dalam
dan merencanakan pelaksanaan aksi perubahan
ikasi yang baik dengan mentor dan coach serta mendapatkan dukungan
n dengan internal dan eksternal stakeholder
4 Tim Urgensi 3. Melaksanakan
mendayagunaka
Penyusu Peran
4. Berdiskusi dan
n dan kepada mentor d
Pelaksana 5. Menjadikan tah
mentor dan coac
5 Tim IT Urgensi
6. Menggerakkan
pelaksanaan per
7. Menyusun lapor
: Sangat penting untu
: 1. Menyusun dan m
2. Mempersiapkan
3. Menyusun dan m
4. Mengolah data d
: Sangat penting dala
perubahan
36
keseluruhan tahapan/milestone yang telah dirancang dengan
an seluruh sumber daya yang dimiliki
menyampaikan tentang perkembangan pelaksanaan aksi perubahan
dan coach
hapan/milestone sebagai dasar pelaksanaan aksi perubahan kepada
ch
seluruh stakeholder terkait dalam mendukung keberhasilan tahapan
rubahan
ran aksi perubahan beserta dokumen pendukungnya secara utuh.
uk membantu kelancaran aksi perubahan
merencanakan setiap program kegiatan
n SK Pembentukan tim efektif
merancang draft SOP Pembelajaran
dan menindaklanjuti segala masukan yang diberikan oleh pengguna
am keberhasilan pembuatan aplikasi yang diajukan dalam aksi
Peran : 1. Membuat rancang
2. Melakukan uji c
6 Tim Urgensi 3. Melakukan peng
Monitoring : Sangat penting dalam
dalam aksi perubah
dan Evaluasi
Peran
37
gan aplikasi SITALASRI
coba terhadap aplikasi
gembangan aplikasi sesuai dengan kebutuhan
m memberikan masukan untuk pengembangan aplikasi yang diajukan
han
: 1. Melakukan evaluasi hasil uji coba aplikasi
2. Memastikan aplikasi berjalan dengan baik
38
2. Pemanfaatan dan Pengelolaan Stakeholder
Dalam pemanfaatan pengelolaan stakeholder, hal yang harus menjadi
perhatian agar stakeholder selalu memberikan dukungan sekaligus
melibatkan diri dalam peningkatan kinerja pelayanan Dinas Pendidikan
Kota Pematangsiantar yaitu dengan membangun komitmen bersama untuk
saling bersinergi sesuai dengan peran dan tugas pokok fungsi masing-
masing. Cara lainnya adalah dengan membangun forum koordinasi dan
komunikasi agar stakeholder daoat memberi masukan yang sangat berguna
bagi pengembangan dan perbaikan penyelenggaraan pembelajaran digital
diligkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar. Dengan komunikasi dan
koordinasi yang dibangun dan dijalin secara simultan dan
berkesinambungan dapat membawa manfaat yang positif bagi kedua belah
pihak.
D. MANAJEMEN MUTU
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan
konsumen atau pengguna, oleh karena itu manajemen mutu adalah proses
manajemen yang bertujuan menjaga mutu dari suatu layanan yang diberikan
organisasi. Peningkatan kualitas mutu pada setiap prosep pembelajaran untuk
meningkatkan mutu pendidikan.
Atas dasar hal tersebut, maka manajemen mutu menjadi aspek penting
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui proses belajar mengajar yang
lebih mudah, kreatif, dan dapat diakses dimana saja serta berorientasi pada
perbaikan berkelanjutan. Demikian hal nya pada inovasi yang diangkat dalam
39
rancangan aksi perubahan, Inovasi yang direncanakan harus dapat memberikan
jaminan mutu agar dapat digunakan secara berkelanjutan Merujuk pada Hensler
dan Brunel, 4 prinsip utama dalam Total Quality Management (TQM) bahwa
untuk menjamin mutu / kualitas implementasi pada inovasi SITALASARI maka
beberapan unsur yang sangat dipertimbangkan untuk dipenuhi yaitu :
1. Kepuasan pelanggan : Sistem pembelajaran yang dapat melayani proses
belajar mengajar serta menjadi pusat administrasi pendidikan. Dan aplikasi
ini akan di backup oleh petugas yang memahami teknologi informasi
sehingga jika ada kendala yang muncul dalam menjalankan aplikasi ini akan
segera di atasi oleh tim IT.
2. Respek terhadap setiap orang : Sistem pembelajaran yang dapat diakses
dimana saja oleh peserta didik dan guru.
3. Perbaikan berkesinambungan : Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Dasar akan mengusulkan anggaran untuk pelaksanaan
pengembangan aplikasi SITALASARI sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Hal ini merupakan wujud nyata keberpihakan terhadap peningkatan
kompetensi dan keberlangsungan aksi perubahan, serta jaminan bahwa
sistem ini akan dilakukan dengan menggunakan sistem berbasis layanan
elektronik untuk mendukung program pemerintah dalam melaksanakan e-
government. Sehingga hal ini akan memberikan nilai tambah bagi Dinas
Pendidikan kota Pematangsiantar dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Selanjutnya untuk mengatasi permasalahan / risiko yang mungkin
dihadapi dalam pelaksanaan aksi perubahan ini yang berpotensi
menghalangi hasil maksimal dari aksi perubahan, dilakukan beberapa
identifikasi permasalahan / risiko dan strategi mengatasi permasalahan
40
antara lain sebagai berikut :
Tabel 6. Identifikasi Risiko
No Permasalahan / Risiko Strategi mengatasi permasalahan
1 Pemahaman dan persepsi yang berbeda Menyamakan persepsi diantara
diantara anggota tim aksi perubahan anggota tim dengan melakukan
sehingga capaian hasil target bisa beberapa kali rapat untuk
menyimpang dari yang telah direncanakan brainstorming diantara anggota tim
aksi perubahan
2 Kemampuan SDM dalam menggunakan Memberikan pelatihan, bimbingan
aplikasi berbasis teknologi informasi dan supervisi terhadap pengguna
SITALASARI
3 Padatnya aktivitas rutin yang telah Memantau dengan ketat
dijadwalkan yang mempengaruhi tingkat pelaksanaan setiap tahapan
konsentrasi tim untuk menjalankan kegiatan dan menjalin komunikasi
tahapan agenda aksi perubahan sehingga dengan tim dalam memantau setiap
memungkinkan rencana aksi perubahan progress pelaksanaan kegiatan.
tidak berjalan sebagaimana yang
diharapkan
4 Waktu yang tersedia dalam melaksanakan Meminta komitmen tim IT agar
aksi perubahan dalam jangka pendek bekerja dengan memperhatikan
sangat singkat (kurang lebih sekitar 2 target waktu yang telah disepakati
bulan) sehingga menimbulkan resiko
untuk penyelesaian pembangunan aplikasi
system penjadwalan yang memiliki
41
beberapa fitur. Dikhawatirkan dalam
jangka waktu 2 bulan belum dapat
menyelesaikan pembangunan system
dimaksud sehingga dapat
menyebabkan pengunduran waktu
implementasi SITALASARI.
5 Uji coba SITALASARI dapat berpotensi Melakukan komunikasi dengan tim
mengalami kegagalan dikarenakan IT dan mempersiapkan rencana
kendala jaringan internet cadangan apabila ada permasalahan
jaringan yang mungkin timbul
BAB V
PENUTUP
Pembelajaran digital adalah merupakan salah satu bentuk
pengembangan system pembelajaran yang merupakan tugas pokok dan fungsi
pada Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar.
Dalam peningkatan kualitas Pendidikan di Kota Pematangsiantar, perlu
dilakukan terobosan sistem pembelajaran yang lebih efektif guna mendukung
tercapainya ketuntasan kurikulum. Rancangan aksi perubahan yang digagas
merupakan sebuah inovasi pembelajaran digital berbasis aplikasi.
Aplikasi tentunya akan mempermudah proses pembelajaran dan
pengadministrasian Pendidikan dan dapat diakses dengan mudah oleh para
pengguna sesuai kapasitasnya masing-masing sehingga dapat meningkatkan
mutu layanan pendidikan di Kota Pematangsiantar, yang berimplikasi kepada
peningkatan kinerja Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar.
42
DAFTAR PUSTAKA
Rangkuti, Freddy, Analisis SWOT.Jakarta;Gramedia Pustaka Utama.2013
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional
Pendidikan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar
Saranan dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah
(SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrsah Tsanawiyah
(SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrsah Aliyah (SMA/MA)
Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru
Sebagai Kepala Sekolah
Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta
Didik Baru
Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nomor 40 tahun
2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah
SKB 4 Menteri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri
Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor
01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor
HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Nomor 440-882 Tentang Panduan
Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan
Tahun Akademik 2020/2021
Peraturan Daerah Kota Pematangsiantar nomor 1 tahun 2017 tentang
Pembentukan Perangkat Daerah
Peraturan Walikota Pematangsiantar Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Kedudukan,
Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas-Dinas
Daerah Kota Pematangsiantar
43