45 5. Mengamati Reaksi Reduksi-Oksidasi A. Tujuan Mengamati dan menentukan reaksi yang termasuk reaksi redoks. B. Alat dan Bahan 1. Tabung reaksi besar 2. Gelas kimia 250 ml 3. Pembakar spirtus 4. Tang penjepit 5. Pita magnesium 6. Larutan bromin 7. Larutan NaOH 8. Larutan CuSO4 9. Gelas ukur 10.Pipet tetes 11.Amplas C. Cara Kerja 1. Potong pita magnesium sepanjang 4 cm, lalu amplas hingga bersih. 2. Jepit ujung pita magnesium menggunakan tang penjepit, lalu bakar di atas pembakar spirtus dengan hati-hati. (Perhatian, jangan menatap langsung pita Mg yang terbakar). Amati perubahan yang terjadi dan catat dalam tabel pengamatan. 3. Masukkan 10 ml larutan bromin ke dalam tabung reaksi I, kemudian masukkan 1 cm pita magnesium yang sudah diamplas. Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya. 4. Masukkan 10 ml larutan CuSO4 ke dalam tabung reaksi II, kemudian masukkan 1 cm pita magnesium yang sudah diamplas. Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya. 5. Masukkan 10 ml larutan NaOH ke dalam tabung reaksi III, lalu tambahkan 5 ml larutan CuSO4. Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya. D. Data Pengamatan No Percobaan Perubahan Sebelum Reaksi Sesudah Reaksi 1 Pembakaran magnesium 2 Larutan bromin + Magnesium 3 Larutan CuSO4 + Magnesium 4 Larutan NaOH + Larutan CuSO4 E. Pertanyaan 1. Mengapa pita magnesium yang akan digunakan harus diamplas terlebih dahulu? 2. Tuliskan persamaan reaksi percobaan 1 – 4!
46 3. Reaksi manakah yang termasuk reaksi redoks dan bukan redoks? 4. Jelaskan perubahan bilangan oksidasi pada tiap-tiap atom dalam reaksi redoks yang terjadi, lalu tentukan zat yang mengalami oksidasi dan reduksi! 5. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!
47 6. Menyelidiki Perbandingan Massa Zat Untuk Membentuk Senyawa A. Tujuan Mengetahui perbandingan massa tembaga (Cu) dan belerang (S) untuk membentuk senyawa CuS. B. Alat dan Bahan 1. Neraca analitik 2. Kaca arloji 3. Tabung reaksi 3 buah 4. Pembakar spirtus 5. Penjepit tabung reaksi 6. Serbuk belerang 7. Serbuk tembaga 8. Spatula C. Cara Kerja 1. Beri label tabung I, II, dan III, lalu timbanglah masing-masing dan catat massanya. 2. Timbang 8 gram serbuk tembaga dan 4 gram serbuk belerang. Masukkan pada tabung I. 3. Timbang 31,75 gram serbuk tembaga dan 16 gram serbuk belerang. Masukkan pada tabung II. 4. Timbang 63,5 gram serbuk tembaga dan 32 gram serbuk belerang. Masukkan pada tabung III. 5. Panaskan masing-masing tabung secara bergantian menggunakan penjepit tabung sampai bereaksi. Amati perubahan yang terjadi. Catat hasil dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan Tabung I Perlakuan Massa (gram) Massa tabung kosong Massa tenbaga (Cu) 8 Massa belerang (S) 4 Massa tabung + massa tembaga + massa belerang (sebelum reaksi) Massa tabung + Massa CuS (setelah reaksi) Massa CuS Buatlah tabel yang sama untuk tabung II dan tabung III. Kemudian isilah tabel berikut. Percobaan Massa Tembaga (gram) Massa Belerang (gram) Massa CuS setelah reaksi (gram) Tabung I Tabung II Tabung III
48 E. Pertanyaan 1. Berapakah perbandingan massa Cu dan massa S pada tabung I? 2. Berapakah perbandingan massa Cu dan massa S pada tabung II? 3. Berapakah perbandingan massa Cu dan massa S pada tabung III? 4. Bandingkan massa zat sebelum reaksi dengan sesudah reaksi pada masing-masing tabung! 5. Jelaskan hukum-hukum dasar kimia yang terkait dengan percobaan tersebut! 6. Jelaskan kesimpulan dari percobaan ini!
49 7. Hukum Kekekalan Massa A. Tujuan Mengamati hubungan massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. B. Alat dan Bahan: 1. neraca 2. gelas kimia 500 mL 3. tabung reaksi 4. tabung erlenmeyer 5. silinder ukur 10 mL 6. pipet 7. NaOH (natrium hidroksida) 0,1 M 8. KI (kalium iodida) 0,1 M 9. Pb(NO3)2 (timbal (II) nitrat) 0,1 M 10. CuSO4 (tembaga(II) sulfat) 0,1 M 11. Gelas ukur C. Cara Kerja: Reaksi Pb(NO3)2 dan KI: 1. Ambil larutan Pb(NO3)2 sebanyak 3 ml menggunakan gelas ukur. 2. Masukkan larutan Pb(NO3)2 sebanyak 3 ml yang telah ditakar ke dalam tabung reaksi kemudian timbang massa larutan dan catat hasilnya. 3. Cuci gelas ukur. 4. Ambil larutan KI sebanyak 3 ml menggunakan gelas ukur. 5. Masukkan larutan KI sebanyak 3 ml yang telah ditakar ke dalam tabung reaksi kemudian timbang massa larutan dan catat hasilnya. 6. Mengambil zat dari tabung reaksi dan masukkan cairan dalam tabung reaksi ke dalam labu Erlenmeyer. 7. Catat hasil campuran kedua zat Pb(NO3)2 + KI. 8. Timbang massa larutan dan catat hasilnya. Reaksi NaOH dan CuSO4 : 9. Ulangi langkah seperti pada reaksi Pb(NO3)2 dan KI dengan menggunakan campuran larutan kedua yaitu NaOH + CuSO4. D. Data Pengamatan Zat Massa Sebelum Direaksikan Massa Sesudah Direaksikan Pb(NO3)2 KI NaOH CuSO4
50 E. Pertanyaan 1. Bagaimana massa reaksi sebelum dan sesudah reaksi pada percobaan 1 dan 2? 2. Kesimpulan apa yang dapat ditarik dari percobaan 1 dan 2?
51 8. Mengidentifikasi Unsur C, H, Dan O Dalam Senyawa A. Tujuan Menguji atau mengidentifikasi keberadaan unsur-unsur C,H, dan O dalam senyawa karbon. B. Alat dan Bahan Alat 1. Tabung Reaksi 2. Pembakar spiritus 3. Pipa penghubung 4. Penjepit tabung reaksi 5. Gelas Kimia 6. Labu Erlenmeyer 7. Batang pengaduk 8. Spatula 9. Statif 10. Kapas 11. Korek api 12. Penyumbat gabus 13. Kertas saring Bahan 1. Gula (C6H12O6) 2. Glukosa 3. Air Kapur (Ca(OH)2) 4. Larutan Kobalt (II) klorida (CoCl2) 5. Tembaga (II) Oksida (CuO) C. Cara Kerja Percobaan I : Pemanasan Gula 1) Siapkan alat dan bahan.
52 2) Masukkan 1 sendok gula pasir ke dalam tabung reaksi.Tutup tabung reaksi dengan kapas 3) Panaskan perlahan-lahan tabung reaksi diatas pembakar spiritus yang telah dinyalakan dengan menggunakan korek api sampai zat cair mengembun pada dinding tabung. 4) Setelah terbentuk uap air di dinding tabung reaksi, keluarkan kapas,uji zat cair(embun) pada dinding tabung dengan memasukkan kertas saring yang telah di celupkan ke dalam larutan CoCl2 dan telah di keringkan. 5) Amati perubahan warna yang terjadi pada kertas saring 6) Lanjutkan pemanasannya, amati apakah zat padat berubah warna. Percobaan II : Pemanasan Glukosa 1) Ulangi kegiatan 1-3 dengan menggunakan glukosa. 2) Campur 1 sendok glukosa dengan ½ sendok CuO ke dalam labu erlemeyer. Siapkan air kapur di dalam gelas kimia,serta sebuah pipa penghubung. 3) Tutup ujung labu erlenmeyer yang telah berisi campuran tersebut dengan menggunakan penyumbat gabus. 4) Panaskan labu erlenmeyer diatas pembakar spiritus 5) Alirkan gas yang terbentuk ke dalam air kapur dengan pipa penghubung. 6) Amati apa yang terjadi!
53 D. Data Pengamatan Sampel Perubahan Warna Kertas Kobalt (II) Air Kapur Gula Glukosa E.Pertanyaan dan Diskusi 5. Apakah senyawa yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada air kapur dan kertas kobalt (II)? 6. Tuliskan reaksi yang terjadi pada praktikum tersebut! 7. Apa fungsi serbuk CuO pada praktikum tersebut? 8. Apa kesimpulan dari praktikum ini?
54 9. Menentukan Jenis Reaksi Endoterm Dan Eksoterm A. Tujuan Menentukan reaksi endoterm dan eksoterm B. Alat dan Bahan 1. Spatula 2. Termometer 3. Gelas beaker 50 ml 4. Gelas ukur 5. Aquades 6. Larutan asam sitrat (C6H8O7) 7. Serbuk natrium bikarbonat (NaHCO3) 8. Serbuk ammonium nitrat (NH4NO3) 9. Larutan Ba(OH) 10.Pipet C. Cara Kerja 1. Ambil 20 ml larutan asam sitrat, lalu masukkan ke dalam gelas beaker. Ukur suhu larutan dan catat hasilnya. 2. Timbang 1 gram serbuk natrium bikarbonat, lalu masukkan ke dalam gelas beaker yang berisi 20 ml asam sitrat. Aduk campuran hingga seluruh serbuk natrium bikarbonat larut, ukur suhu dan catat hasilnya. 3. Ambil 20 ml larutan Ba(OH)2 , lalu masukkan ke dalam gelas beaker. Ukur suhu larutan dan catat hasilnya. 4. Timbang 1 gram serbuk ammonium nitrat dengan spatula, lalu masukkan ke dalam gelas beaker yang berisi 20 ml larutan Ba(OH)2. Aduk hingga larut, ukur suhunya dan catat hasilnya. D. Data Pengamatan No Pereaksi Suhu (oC) 1 Larutan asam sitrat 2 Larutan asam sitrat + NaHCO3 3 Larutan Ba(OH)2 4 Larutan Ba(OH)2 + NH4NO3 E. Pertanyaan 1. Percobaan manakah yang termasuk reaksi eksoterm? Jelaskan! 2. Percobaan manakah yang termasuk reaksi endoterm? Jelaskan! 3. Tuliskan persamaan reaksi untuk tiap-tiap percobaan! 4. Apa kesimpulan hasil praktikum ini?
55 10. Menentukan Perubahan Entalpi Reaksi Kimia Mengunakan Kalorimeter Sederhana A. Tujuan Menentukan ∆H reaksi antara larutan HCl dengan NaOH menggunakan kalorimeter sederhana. B. Alat dan Bahan 1. Kalorimeter sederhana 2. Termometer 3. Gelas ukur 100 ml 4. Gelas beaker 5. Larutan HCl 0,1 M 6. Larutan NaOH 0,1 M 7. Pipet C. Cara Kerja 1. Masukkan 25 ml larutan HCl 0,1 M ke dalam kalorimeter, lalu tutup rapat kalorimeter dan ukur suhunya. Catat hasilnya. 2. Masukkan 25 ml larutan NaOH 0,1 M ke dalam gelas beaker, lalu ukur suhunya dan catat hasilnya. 3. Tentukan suhu awal dengan menghitung suhu rata-rata dari larutan HCl 0,1 M dan NaOH 0,1 M. 4. Tuangkan larutan NaOH 0,1 M ke dalam kalorimeter yang berisi larutan HCl 0,1 M dan segera tutup kalorimeter. 5. Aduk kedua campuran larutan dalam kalorimeter, lalu catat suhu tertinggi saat stabil sebagai suhu akhir. D. Data Pengamatan No Zat yang Diamati Suhu (oC) 1 Larutan HCl 0,1 M 2 Larutan NaOH 0,1 M 3 Campuran larutan E. Pertanyaan 1. Berapakah perubahan suhu yang terjadi pada campuran kedua larutan dalam kalorimeter sederhana? 2. Hitunglah perubahan entalpi reaksi tersebut! Asumsikan kalor jenis campuran sama dengan kalor jenis air (4,2 J g-1oC -1 ) dan massa jenisnya sama dengan massa jenis air (0,98 g ml-1 ). 3. Tuliskan persamaan termokimia dari reaksi tersebut!
56 4. Apa jenis reaksi antara campuran larutan HCl 0,1 M dan NaOH 0,1 M? Berilah alasannya? 5. Gambarkan diagram tingkat energinya! 6. Buat kesimpulan dari praktikum ini!
57 11. Membandingkan Kalor Pembakaran Minyak Tanah Dan Solar A. Tujuan Membandingkan perubahan entalpi reaksi pembakaran minyak tanah dan solar B. Alat dan Bahan 1. Gelas beaker 250 ml 2. Pembakar spirtus 2 buah 3. Neraca Ohaus 4. Kaki tiga 5. Kawat kasa 6. Termometer 7. Batang pengaduk 8. Korek api 9. Solar (C12H26, Mr= 167 g/mol) 10. Minyak tanah (C14H30, Mr= 198 g/mol) 11. Air 12. Gelas ukur 13. Pipet C. Cara kerja 1. Timbanglah 100 ml air, lalu masukkan ke dalam gelas beaker. Ukur dan catat suhu air. 2. Timbang pembakar spirtus kosong. 3. Isilah pembakar spirtus dengan minyak tanah 50 ml. 4. Timbang dan catat massa pembakar spirtus dan minyak tanah. 5. Letakkan gelas beaker di atas kaki tiga dan kawat kasa. 6. Nyalakan pembakar spirtus yang berisi minyak tanah dan letakkan di bawah kaki tiga. 7. Panaskan air sambil diaduk menggunakan batang pengaduk. 8. Hentikan pembakaran dengan mematikan pembakar tepat sebelum air mendidih atau suhu mendekati 100oC. Ukur dan catat suhu air. 9. Timbang pembakar spirtus dan sisa minyak tanah. 10. Ulangi percobaan dengan mengganti minyak tanah dengan solar. Volume solar sama dengan volume minyak tanah. Volume air juga sama seperti pada minyak tanah yaitu 100 ml. Catat semua data pada tabel pengamatan. D. Data Pengamatan a. Bahan bakar minyak tanah No Pengamatan Hasil Pengamatan 1 Massa air (m) ……… g 2 Massa pembakar spirtus ……… g 3 Suhu air mula-mula (T1) ……… oC 4 Massa minyak tanah dalam pembakar spirtus ……… g
58 mula-mula 5 Massa minyak tanah dalam pembakar spirtus setelah pemanasan ……… g 6 Suhu air setelah dipanaskan ………. oC b. Bahan bakar solar No Pengamatan Hasil Pengamatan 1 Massa air (m) ……… g 2 Massa pembakar spirtus ……… g 3 Suhu air mula-mula (T1) ……… oC 4 Massa solar dalam pembakar spirtus mula-mula ……… g 5 Massa solar dalam pembakar spirtus setelah pemanasan ……… g 6 Suhu air setelah dipanaskan ………. oC E. Pertanyaan 1. Hitunglah kalor pembakaran minyak tanah dan solar, lalu bandingkan! 2. Tentukan perubahan entalpi yang dialami saat pembakaran dengan minyak tanah dan solar! 3. Berikan kesimpulan dari praktikum ini!
59 12. Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi A. Tujuan Menyelidiki pengaruh konsentrasi terhadap laju reaski. B. Alat dan Bahan 1. Tiga tabung reaksi 2. Stopwatch 3. Gunting 4. Pita magnesium 5. Larutan HCl 1 M 6. Larutan HCl 0,5 M 7. Larutan HCl 0,1 M 8. Gelas ukur 9. Pipet C. Cara Kerja 1. Potonglah pita magnesium sepanjang 15 cm, lalu guntinglah menjadi potongan kecilkecil sepanjang 1 cm. 2. Siapkan 3 buah tabung reaksi dan beri label I, II, dan III. 3. Ambil 10 ml larutan HCl 1 M, HCl 0,5 M dan HCl 0,1 M menggunakan pipet tetes, maasing-masing masukkan ke dalam tabung reaksi I, II, dan III. 4. Masukkan 5 potong pita magnesium ke dalam tiap-tiap tabung reaksi secara bersamaan. 5. Amati dan catatlah waktu saat pita magnesium tepat bereaksi dengan larutan HCl hingga ketiganya habis bereaksi. 6. Catatlah hasil pengamatan dalam data pengamatan. D. Data Pengamatan Percobaan Zat yang Direaksikan Waktu (s) 1 Pita magnesium + Larutan HCl 1 M 2 Pita magnesium + Larutan HCl 0,5 M 3 Pita magnesium + Larutan HCl 0,1M E. Pertanyaan 1. Bagaimana hasil pengamatan dari percobaan pada tabung reaksi I, II, dan III? 2. Reaksi pada percobaan manakah yang berlangsung paling cepat? Mengapa? 3. Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan tersebut! 4. Apa kesimpulan dari percobaan ini?
60 13. Pengaruh Luas Permukaan Bidang Sentuh Terhadap Laju Reaksi A. Tujuan Menyelidiki pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi. B. Alat dan Bahan 1. Stopwatch 2. Neraca 3. Gelas beaker 4. Bongkahan kecil dan serbuk pualam (CaCO3) 5. Larutan HCl 0,5 M 6. Gelas ukur 7. Pipet C. Cara Kerja 1. Timbanglah bongkahan kecil dan serbuk pualam masing-masing 0,5 gram. 2. Masukkan 20 ml larutan HCl 0,5 M ke dalam gelas beaker lalu masukkan bongkahan kecil pualam. 3. Catatlah waktu mulai dari dimasukkannya bongkahan kecil CaCO3 ke dalam larutan HCl samapi CaCO3 habis bereaksi menggunakan stopwatch. 4. Ulangi langkah ke-2 dan ke-3 dengan menggunakan serbuk pualam 0,5 gram. 5. Catat hasil percobaan dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan Percobaan Zat yang Direaksikan Waktu (s) 1 0,5 gram bongkahan kecil CaCO3 + larutan HCl 0,5 M 2 0,5 gram serbuk CaCO3 + larutan HCl 0,5 M E. Pertanyaan 1. Percobaan manakah yang lebih cepat reaksinya? Mengapa? 2. Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan tersebut! 3. Kesimpulan apa yang dapat diambil dari percobaan ini?
61 14. Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi A. Tujuan Menyelidiki pengaruh suhu terhadap laju reaksi. B. Alat dan Bahan 1. Gelas beaker 2. Pembakar spirtus 3. Termometer 4. Kaki tiga dan kasa 5. Kertas putih 6. Spidol hitam 7. Stopwatch 8. Larutan HCl 0,3 M 9. Larutan Na2S2O3 0,1 M 10. Gelas ukur 11. Pipet C. Cara kerja 1. Buatlah tanda silang pada kertas putih menggunakan spidol hitam. 2. Masukkan 50 ml larutan Na2S2O3 0,1 M ke dalam gelas beaker. Letakkan gelas beaker tersebut di atas kertas dengan tanda silang, lalu ukur suhunya. 3. Tambahkan 10 ml HCl 0,3 M ke dalam gelas beaker yang berisi larutan Na2S2O3 0,1 M tersebut. Catat waktu sejak penambahan larutan HCl 0,3 M sampai tanda silang tidak terlihat jika diamati dari atas gelas beaker menggunakan stopwatch. 4. Ulangi langkah ke-2 dan ke-3, tetapi panaskan terlebih dahulu larutan Na2S2O3 0,1 M hingga 10oC lebih panas dari suhu larutan. 5. Catat hasil percobaan dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan Percobaan Zat yang Direaksikan Waktu (s) 1 Larutan Na2S2O3 0,1 M + Larutan HCl 0,3 M 2 Larutan Na2S2O3 0,1 M (dipanaskan) + Larutan HCl 0,3 M E. Pertanyaan 1. Di antara kedua reaksi tersebut, reaksi manakah yang lebih cepat terjadi? Jelaskan alasannya! 2. Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan tersebut! 3. Apa kesimpulan percobaan ini?
62 15. Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi A. Tujuan Mengamati pengaruh katalis terhadap laju reaksi. B. Alat dan Bahan 1. Tabung reaksi 2. Pipet tetes 3. Stopwatch 4. Larutan H2O2 3% 5. Larutan NaCl 1 M 6. Larutan FeCl3 1 M C. Cara Kerja 1. Siapkan tiga tabung reaksi, lalu masukkan larutan H2O2 3% masing-masing sebanyak dua tetes. 2. Gunakan tabung reaksi I sebagai kontrol (tidak ditambah apapun). 3. Tambahkan 2 tetes larutan NaCl 1 M ke dalam tabung reaksi II. Amati kecepatan timbulnya gelembung gas. 4. Tambahkan 2 tetes larutan FeCl3 1 M dalam tabung reaksi III. Amati kecepatan timbulnya gelembung gas. 5. Catat hasil pengamatan dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan Percobaan Zat yang direaksikan Hasil Pengamatan 1 Larutan H2O2 3% 2 Larutan H2O2 3% + Larutan NaCl 1 M 3 Larutan H2O2 3% + Larutan FeCl3 1 M E. Pertanyaan 1. Bandingkan jumlah gas yang terbentuk pada percobaan 1, 2, dan 3! 2. Apa zat yang berperan sebagai katalis dalam penguraian H2O2? 3. Apa kesimpulan dari percobaan ini?
63 16. Pengaruh Konsentrasi Terhadap Kesetimbangan A. Tujuan Mengamati pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan. B. Alat dan Bahan 1. Gelas kimia 25 ml dan 250 ml 2. Tabung reaksi 3. Rak tabung reaksi 4. Pipet tetes 5. Larutan FeCl3 1 M 6. Larutan KSCN 1 M 7. Kristal Na2HPO4 8. Aquades 9. Spatula 10. Gelas ukur C. Cara Kerja 1. Masukkan 25 ml aquades ke dalam gelas kimia, lalu tambahkan 2 tetes FeCl3 1 M dan 2 tetes KSCN 1 M ke dalamnya. 2. Bagi larutan tersebut ke dalam 5 tabung reaksi, lalu beri label a, b, c, d, dan e. gunakan tabung a sebagai pembanding warna, letakkan di rak tabung reaksi. 3. Tambahkan 1 tetes KSCN 1 M ke dalam tabung reaksi b, amati dan catat perubahan warnanya. 4. Tambahkan 1 tetes FeCl3 1 M ke dalam tabung reaksi c, amati dan catat perubahan warnanya. 5. Tambahkan seujung spatula kristal Na2HPO4 ke dalam tabung reaksi d, amati dan catat perubahan warnanya. 6. Tambahkan 2 ml aquades ke dalam tabung reaksi e, amati dan catat perubahan warnanya. 7. Catat semua hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan Tabung Reaksi Perlakuan Hasil Pengamatan Warna a Aquades + 2 tetes FeCl3 + 2 tetes KSCN b Aquades + 2 tetes FeCl3 + 2 tetes KSCN + 1 tetes KSCN c Aquades + 2 tetes FeCl3 + 2 tetes KSCN + 1 tetes FeCl3 d Aquades + 2 tetes FeCl3 + 2 tetes KSCN + Kristal Na2HPO4 e Aquades + 2 tetes FeCl3 + 2 tetes KSCN + 2 ml aquades
64 E. Pertanyaan 1. Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan di atas! 2. Bergeser ke mana arah kesetimbangan pada tabung reaksi b? 3. Mengapa pada tabung reaksi c warna larutan menjadi lebih tua? 4. Mengapa pada tabung reaksi d warna larutan menjadi lebih muda? 5. Bergeser ke mana arah kesetimbangan pada tabung reaksi e? 6. Kesimpulan apa yang bisa diambil dari praktikum ini?
65 17. Pengaruh Suhu Terhadap Kesetimbangan A. Tujuan Mengamati pengaruh perubahan suhu terhadap pergeseran kesetimbangan. B. Alat dan Bahan 1. Gelas kimia 100 ml 2. Pembakar spirtus 3. Kasa dan kaki tiga 4. Mangkuk 5. Larutan Co(NO3)2.6H2O 0,1 M 6. Larutan NaCl 1 M 7. Es C. Cara Kerja 1. Siapkan 3 buah gelas kimia, mangkuk, pembakar spirtus, kasa, kaki tiga, dan es. 2. Ke dalam 3 gelas kimia tersebut, masukkan masing-masing 25 ml larutan Co(NO3)2.6H2O 0,1 M dan 50 ml larutan NaCl 1 M. 3. Nyalakan pembakar spirtus dan isi mangkuk dengan es. 4. Letakkan gelas kimia pertama dalam suhu ruang. 5. Panaskan gelas kimia kedua di atas pembakar spirtus yang telah dilapisi kasa dan kaki tiga, sedangkan gelas kimia ketiga letakkan dalam mangkuk berisi es. 6. Amati warna larutan pada ketiga gelas kimia tersebut, gunakan gelas kimia pertama sebagai pembanding. 7. Catat hasil pengamatan dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan No Perlakuan Reaktan Hasil Pengamatan 1 Lar. Co(NO3)2.6H2O 0,1 M + Lar. NaCl 1 M 2 Lar. Co(NO3)2.6H2O 0,1 M + Lar. NaCl 1 M dipanaskan. 3 Lar. Co(NO3)2.6H2O 0,1 M + Lar. NaCl 1 M didinginkan E. Pertanyaan 1. Tuliskan persamaan reaksipada percobaan tersebut! 2. Bagaimana warna larutan dalam ketiga gelas kimia tersebut? 3. Apa yang menyebabkan perubahan warna pada larutan kedua dan ketiga? 4. Apa kesimpulan dari percobaan ini?
66 18. Pengaruh Katalis Terhadap Kesetimbangan A. Tujuan Mengamati pengaruh katalis terhadap pergerseran kesetimbangan. B. Alat dan Bahan 1. Tabung reaksi 2. Statif dan klem 3. Lidi dan korek api 4. Larutan hidrogen peroksida (H2O2) 5. Serbuk MnO2 6. Gelas ukur 7. Pipet tetes C. Cara Kerja 1. Pasang dua tabung reaksi pada klem dan statif, lalu beri label 1 dan 2. 2. Masukkan masing-masing 10 ml larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi 1 dan 2. 3. Masukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi 1, amati yang terjadi. 4. Masukkan serbuk MnO2 ke dalam tabung reaksi 2. Selanjutnya masukkan lidi membara ke dalam tabung reaksi ini, amati perubahan yang terjadi. 5. Catat semua hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan Percobaan Reaktan + Perlakuan Hasil Pengamatan 1 larutan H2O2 + bara lidi 2 larutan H2O2 + serbuk MnO2 + bara lidi E. Pertanyaan 1. Apa yang terjadi saat bara lidi dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi larutan H2O2? 2. Apa yang terjadi saat bara lidi dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi campuran larutan H2O2 + serbuk MnO2? 3. Apa penyebab terjadinya perbedaan pada kedua bara lidi tersebut? 4. Apa kesimpulan dari percobaan tersebut?
67 19. Uji Asam-Basa A. Tujuan Membedakan asam, basa, dan netral. B. Alat dan Bahan 1. Plat tetes 2. Mortar dan alu 3. Pipet tetes 4. Indikator Phenolftalein 5. Indikator Metil Merah 6. Indikator Brom Timol Biru 7. Indikator alami (bunga mawar merah, kunyit) 8. Lakmus merah dan biru 9. Aquades 10. Larutan A 11. Larutan B 12. Larutan C 13. Larutan D 14. Larutan E C. Cara Kerja 1. Masukkan potongan lakmus merah ke dalam plat tetes sebanyak 6 lubang. Tambahkan masing-masing 5 tetes aquades ke dalam lubang I, larutan A pada lubang II, larutan B pada lubang III, dan seterusnya sampai lubang VI ditambah larutan E. Amati warna lakmus. Catat hasilnya pada tabel pengamatan. 2. Ulangi perlakuan yang sama untuk lakmus biru. Amati perubahan warna kertas lakmus biru. Catat dalam tabel pengamatan. 3. Masukkan 3 tetes indikator phenolftalein pada 6 lubang plat tetes. 4. Tambahkan lubang I dengan 3 tetes aquades. Amati perubahan warna indikatornya,catat hasilnya. 5. Tambahkan lubang II dengan 3 tetes larutan A. Amati perubahan warnanya. 6. Dengan cara yang sama lakukan untuk lubang III dan seterusnya. Catat hasil pengamatan. 7. Ulangi kerja 3-kerja 6 untuk indikator metil merah maupun brom timol biru. Catat semua hasil dalam tabel pengamatan. 8. Haluskan bunga mawar dengan menggunakan mortar dan alu.Tambahkan sedikit aquades ke dalam motar. Ambil air bunga yang sudah dihaluskan dengan menggunakan pipet tetes, lalu teteskan sebanyak 3 tetes pada 6 lubang plat tetes. 9. Tambahkan lubang I dengan aquades. Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya. 10. Masukkan 3 tetes larutan A pada lubang II, 3 tetes larutan B pada lubang III dan seterusnya. Catat semua hasilnya. 11. Ulangi kerja 8- kerja 10 untuk kunyit. Catat hasilnya.
68 D. Data Pengamatan Catat perubahan warna indikator awal dan setelah ditambah zat. Zat Lakmus Indikator Buatan Indikator Alami Merah Biru PP MM BTB Mawar Kunyit Aquades Larutan A Larutan B Larutan C Larutan D Larutan E E. Pertanyaan 1. Zat mana saja yang termasuk asam? 2. Zat mana saja yang termasuk basa? 3. Zat mana saja yang termasuk netral? 4. Kesimpulan apa yang bisa diambil dari percobaan ini?
69 20. Membedakan Kekuatan Asam-Basa A. Tujuan Membedakan asam lemah dengan asam kuat, serta basa lemah dengan basa kuat. B. Alat dan Bahan 1. Gelas ukur 2. Gelas kimia 3. Pipet tetes 4. Indikator universal 5. Aquades 6. Larutan A 7. Larutan B 8. Larutan C 9. Larutan D 10. Larutan E 11. Larutan F C. Cara Kerja 1. Masukkan masing-masing 10 ml larutan A, larutan B, dan larutan C ke dalam gelas kimia yang berbeda. 2. Celupkan indikator universal ke dalam tiap-tiap larutan dalam gelas kimia. 3. Amati masing-masing perubahan warna kertas indikator dan cocokkan dengan kotak kemasannya, lalu catat hasilnya. 4. Ulangi langkah 1-3, dengan menggunakan larutan D, larutan E, dan larutan F. D. Data Pengamatan Larutan pH A B C D E F E. Pertanyaan 1. Larutan mana sajakah yang termasuk asam kuat, dan termasuk asam lemah? 2. Apa perbedaan asam lemah dan asam kuat? 3. Larutan mana sajakah yang termasuk basa kuat, dan termasuk basa lemah? 4. Bagaimana pH basa lemah dan basa kuat? Jelaskan! 5. Apa kesimpulan praktikum ini?
70 21. Uji Sifat Asam-Basa Berbagai Larutan Garam A. Tujuan Menentukan sifat dan pH larutan garam yang terhidrolisis. B. Alat dan Bahan 1. Pipet tetes 2. Gelas kimia 3. Indikator universal 4. Larutan KCl 0,1 M 5. Larutan AlCl3 0,1 M 6. Larutan NH4NO3 0,1 M 7. Larutan NaF 0,1 M 8. Larutan K2CO3 0,1 M 9. Larutan CH3COONH4 0,1 M 10. Larutan Na3PO4 0,1 M C. Cara Kerja 1. Masukkan masing-masing larutan sebanyak 20 ml ke dalam gelas kimia yang berbeda. 2. Celupkan kertas indikator universal ke dalam masing-masing larutan. 3. Amati perubahan warna indikator universal dan cocokkan warnanya dengan warna pada kotak kemasannya. Catat hasilnya dalam tabel pengamatan. D. Data Pengamatan No Larutan Garam (0,1 M) pH Larutan Sifat Garam 1 KCl 2 AlCl3 3 NH4NO3 4 NaF 5 K2CO3 6 CH3COONH4 7 Na3PO4 E. Pertanyaan 1. Sebutkan garam-garam yang bersifat asam, basa, dan netral dari data percobaan! 2. Sebutkan senyawa asam-basa pembentuk garam-garam tersebut beserta jenisnya! 3. Garam apa saja yang mengalami hidrolisis? Sebutkan jenis hidrolisisnya! 4. Bagaimana sifat garam yang terhidrolisis? 5. Apa kesimpulan dari praktikum ini?
71 22. Membuat Larutan Penyangga A. Tujuan Membuat larutan penyangga dengan pH 4 dan 5. B. Alat dan Bahan 1. Gelas kimia 100 ml 2. Erlenmeyer 3. pH meter 4. Pipet ukur 10 ml 5. Karet pengisap 6. Pipet tetes 7. Larutan CH3COOH 0,1 M 8. Larutan CH3COONa 0,1 M 9. Larutan NaOH 0,1 M 10. Pengaduk C. Cara Kerja 1. Pembuatan larutan penyangga secara langsung a. Tentukan volume larutan CH3COOH 0,1 M (Ka = 1,8 x 10-5 ) dan CH3COONa 0,1 M untuk membentuk larutan dengan pH 4. Lakukan perhitungan secara cermat dan teliti. b. Ambil larutan CH3COOH 0,1 M sesuai dengan perhitungan menggunakan pipet ukur 25 ml dan masukkan ke dalam Erlenmeyer. c. Tambahkan larutan CH3COONa 0,1 M sesuai dengan perhitungan menggunakan pipet ukur 10 ml ke dalam Erlenmeyer yang telah berisi larutan CH3COOH 0,1 M. d. Goyang-goyangkan Erlenmeyer dengan memegang bagian lehernya secara perlahan. e. Tuangkan campuran larutan ke dalam gelas kimia dan ukur pH menggunakan pH meter yang telah dikalibrasi sebelumnya. f. Tambahkan 10 tetes larutan NaOH 0,1 M ke dalam gelas kimia tersebut. g. Aduk campuran larutan hingga homogen dan ukur pHnya menggunakan pHmeter. h. Lakukan cara kerja yang sama untuk pembuatan larutan penyangga dengan pH 5. 2. Pembuatan larutan penyangga secara tidak langsung a. Tentukan volume larutan CH3COOH 0,1 M (Ka = 1,8 x 10-5 ) dan NaOH 0,1 M untuk membentuk larutan dengan pH 4.lakukan perhitungan secara cermat dan teliti. b. Ambil larutan CH3COOH 0,1 M sesuai dengan perhitungan menggunakan pipet ukur 25 ml dan masukkan ke dalam Erlenmeyer. c. Tambahkan larutan NaOH 0,1 M sesuai dengan perhitungan menggunakan pipet ukur 10 ml ke dalam Erlenmeyer yang berisi larutan CH3COOH 0,1 M. d. Goyang-goyangkan Erlenmeyer dengan memegang bagian lehernya secara perlahan. e. Tuangkan campuran larutan ke dalam gelas kimia 100 ml dan ukur pHnya menggunakan pHmeter yang telah dikalibrasi sebelumnya. f. Tambahkan 10 tetes larutan NaOH 0,1 M ke dalam gelas kimia tersebut. g. Aduk campuran larutan hingga homogen dan ukur pHnya menggunakan pHmeter.
72 h. Lakukan cara kerja yang sama untuk pembuatan larutan penyangga dengan pH 5. D. Data Pengamatan 1. Pembuatan secara langsung Volume CH3COOH 0,1 M Volume CH3COONa 0,1 M pH secara Teoritis pH Hasil Pengamatan pH Sesudah Penambahan NaOH 0,1 M 4 5 2. Pembuatan secara tidak langsung Volume CH3COOH 0,1 M Volume NaOH 0,1 M pH secara Teoritis pH Hasil Pengamatan pH Sesudah Penambahan NaOH 0,1 M 4 5 E. Pertanyaan 1. Mengapa larutan CH3COOH dimasukkan terlebih dahulu sebelum larutan CH3COONa dan NaOH? 2. Bandingkan pH larutan secara teoritis dengan pH hasil pengamatan. Samakah kedua pH tersebut? Jika berbeda, jelaskan penyebabnya! 3. Bandingkan pH hasil pengamatan dengan pH setelah penambahan NaOH 0,1 M. Apakah terbentuk larutan penyangga? Jika terbentuk, bagaimana cara mengetahuinya? 4. Apa kesimpulan dari praktikum ini?
73 23. Menentukan Kadar Cuka Dengan Metode Titrasi Asam-Basa A. Tujuan Menetukan konsentrasi/ kadar cuka makan dengan metode titrasi asam-basa. B. Alat dan Bahan 1. Buret 50 ml 2 buah 2. Statif dan klem 3. Labu Erlenmeyer 250 ml 4. Labu ukur 100 ml 5. Pipet volume 10 ml 6. Pipet volume 25 ml 7. Pipet tetes 8. Corong 9. Botol semprot 10. Larutan asam oksalat 0,1 N 11. Larutan NaOH 12. Aquades 13. Indikator fenolftalein C. Cara Kerja 1. Bersihkan dahulu buret yang akan digunakan dengan aquades. Bilas buret pertama dengan larutan NaOH, buret kedua dengan larutan asam oksalat. 2. Pasang kedua buret menggunakan statif dan klem. 3. Masukkan larutan NaOH pada buret pertama dan larutan asam oksalat pada buret kedua menggunakan corong masing-masing hingga melebihi skala nol. Setelah itu atur volume larutan dalam buret tepat pada skala nol dengan membuka kran buret dan menampung kelebihan larutan. 4. Ambil 25 ml larutan NaOH dengan pipet volume, lalu masukkan ke dalam Erlenmeyer. Tambahkan 2-3 tetes indikator phenolftalein ke dalam larutan tersebut. 5. Lakukan titrasi terhadap larutan NaOH menggunakan larutan asam oksalat sampai terjadi perubahan warna. 6. Catat volume asam oksalat yang dibutuhkan dengan menghitung selisih volume larutan asam oksalat semula dengan volume akhir. 7. Ulangi langkah titrasi sekali lagi, lalu tentukan konsentrasi larutan NaOH menggunakan volume rata-rata asam oksalat yang dibutuhkan. 8. Buatlah larutan cuka makan encer dengan mengambil 1 ml cuka makan, lalu memasukkannya ke dalam labu ukur 100 ml. Tambahkan aquades dengan bantuan botol semprot hingga tanda batas labu ukur, kemudian kocok perlahan. 9. Ambil 25 ml larutan cuka encer, kemudian masukkan ke dalam labu Erlenmeyer. Tambahkan 2-3 tetes indikator phenolftalein. 10. Lakukan titrasi terhadap larutan cuka makan tersebut menggunakan larutan NaOH hingga terjadi perubahan warna. Catat volume NaOH yang dibutuhkan dalam titrasi.
74 11. Ulangi langkah percobaan titrasi cuka makan sekali lagi, kemudian tentukan konsentrasi larutan cuka makan menggunakan volume rata-rata NaOH yang dibutuhkan. D. Data Pengamatan Percobaan 1 Percobaan Volume NaOH (ml) Volume H2C2O4 0,1M 1 25 ml 2 25 ml Rata-rata Percobaan 2 Percobaan Volume Asam Cuka (ml) Volume NaOH 1 25 ml 2 25 ml Rata-rata E. Pertanyaan 1. Mengapa perlu dilakukan titrasi terhadap larutan NaOH menggunakan larutan asam oksalat? 2. Berapakah konsentrasi NaOH yang digunakan dalam titrasi? 3. Berapakah konsentrasi cuka makan berdasarkan hasil titrasi? 4. Jika massa jenis cuka 0,98 g ml-1 dan pada botol kemasan cuka tercantum volume 50 ml, berapa kadar cuka dalam botol? 5. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!
75 24. Memisahkan Campuran Kation A. Tujuan Memisahkan campuran kation dalam larutan. B. Alat dan Bahan 1. Rak tabung 2. Tabung reaksi 3. Gelas ukur 4. Pipet tetes 5. Kawat nikrom 6. Pembakar spirtus 7. Aquades 8. Larutan sampel (larutan yang mengandung ion Ag+ , Cu2+, dan Na+ ) 9. H2SO4 pekat 10. Larutan HCl 1 M 11. Larutan H2S 1 M C. Cara Kerja 1. Masukkan 5 ml larutan sampel ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 10 tetes larutan HCl 1 M. Saring campuran tersebut. Amati perubahan yang terjadi dan catat hasil pengamatan. 2. Tambahkan 10 tetes larutan H2S 1 M ke dalam filtrat yang diperoleh pada cara kerja 1. Kemudian saring campuran tersebut. Amati perubahan yang terjadi dan catat hasil pengamatan. 3. Celupkan kawat nikrom ke dalam larutan H2SO4 pekat, kemudian bakar di atas pembakar spirtus dengan hati-hati. Lakukan beberapa kali hingga nyala api tidak berwarna. 4. Celupkan kawat nikrom ke dalam filtrat yang diperoleh pada cara kerja 2,kemudian bakar di atas pembakar spirtus. Amati dan catat hasil pengamatan. D. Data Pengamatan Perlakuan Pengamatan Larutan sampel + Larutan HCl (campuran I) Campuran I disaring Filtrat I + larutan H2S (campuran II) Campuran II disaring Uji nyala filtrat II E. Pertanyaan 1. Tuliskan reaksi yang terjadi dalam percobaan tersebut! 2. Pereaksi manakah yang paling efektif untuk memisahkan ion Ag+ dari larutan sampel? 3. Jelaskan tujuan dilakukan uji nyala! 4. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!
76 25. Mengamati Sifat-Sifat Koloid A. Tujuan Mengamati beberapa sifat koloid. B. Alat dan Bahan 1. Kotak karton ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm, diberi 4 lubang pada 4 sisi 2. Lampu senter 3. Gelas kimia 4. Botol kaca bening 5. Corong 6. Mangkuk plastik 7. Pengaduk 8. Pipet volume 25 ml 9. Santan encer 10. Sirop 11. Larutan cuka makan 12. Campuran air dan bubuk kopi 13. Air 14. Minyak goring 15. Detergen cair 16. Susu cair 17. Campuran tinta dan air C. Cara kerja 1. Efek Tyndall a. Siapkan kotak karton yang sudah diberi lubang. b. Isilah gelas kimia dengan larutan cuka makan. c. Tempatkan gelas kima di dalam kotak karton tepat di titik pertemuan jika ditarik garis lurus dari lubang senter dan lubang pengamatan. d. Arahkan senter ke larutan cuka makan tersebut melalui lubang karton dan nyalakan. Amati yang terjadi pada larutan dalam gelas kimia melalui lubang pengamatan. e. Ulangi langkah b, c, dan d dengan mengganti larutan cuka makan dengan santan encer, sirop, campuran air dan bubuk kopi, serta campuran tinta dan air. 2. Koloid Pelindung a. Masukkan air ke dalam botol kaca hingga seperempat tinggi botol. b. Tambahkan 50 ml minyak goreng, kemudian tutup botol dengan rapat. Selanjutnya kocok botol dengan kuat dan diamkan kurang lebih 5 menit. Amati yang terjadi. c. Tambahkan detergen cair ke dalam botol secukupnya, kemudian tutup botol dengan rapat. d. Kocok botol dengan kuat, dan amati yang terjadi. 3. Koagulasi a. Tuangkan 100 ml susu cair ke dalam mangkuk plastik.
77 b. Tambahkan 15 ml cuka makan ke dalam mangkuk yang berisi susu, kemudian aduk hingga rata. Amati perubahan yang terjadi. D. Data Pengamatan 1. Efek Tyndall No Isi Gelas Kimia Hasil Pengamatan (Berkas Sinar) 1 Larutan cuka makan 2 Santan cair 3 Sirop 4 Campuran air dan bubuk kopi 5 Campuran tinta dan air 2. Koloid Pelindung No Isi Botol Hasil Pengamatan 1 Air + minyak goreng 2 Air + minyak goreng + detergen cair 3. Koagulasi Isi Mangkuk Hasil Pengamatan Susu cair + larutan cuka makan E. Pertanyaan 1. Pada percobaan ke-1, larutan atau campuran apa saja yang mampu menunjukkan efek Tyndall? 2. Apakah fungsi detergen cair pada percobaan ke-2? 3. Mengapa susu pada percobaan ke-3, mengalami penggumpalan ketika diberi larutan cuka makan?
78 26. Pembuatan Koloid A. Tujuan Membuat koloid dengan cara kondensasi dan dispersi. B. Alat dan Bahan 1. Pembakar spirtus 2. Kaki tiga dan kasa 3. Gelas kimia 50 ml 4. Gelas ukur 5. Pengaduk 6. Aquades 7. Kertas saring 8. Corong 9. Mortar dan alu 10. Pipet tetes 11. Larutan AlCl3 jenuh 12. Amilum 13. Larutan iodin C. Cara Kerja 1. Cara Kondensasi a. Masukkan 50 ml aquades ke dalam gelas kimia, kemudian panaskan di atas kaki tiga dan kasa dengan pembakar spirtus. Tunggu hingga mendidih. b. Tambahkan 25 ml larutan AlCl3 jenuh ke dalam aquades mendidih sedikit demi sedikit menggunakan pipet tetes. c. Aduk sambil dipanaskan hingga terbentuk sol Al(OH)3. 2. Cara Dispersi a. Masukkan satu sendok amilum ke dalam gelas kimia 50 ml yang telah berisi 10 ml aquades. b. Aduklah campuran air dan amilum, kemudian saring dan ambil filtratnya. c. Ambil satu sendok amilum, kemudian gerus dalam mortar menggunakan alu hingga halus. d. Tambahkan 10 ml aquades sambil diaduk, kemudian saring dan amati filtratnya. Bandingkan filtrat tersebut dengan filtrat amilum yang tidak digerus. e. Tambahkan beberapa tetes larutan I2 (iodin) ke dalam setiap filtrat dan amati perubahan yang terjadi. D. Data Pengamatan 1. Cara Kondensasi Percobaan Hasil Pengamatan Aquades mendidih + Larutan AlCl3 jenuh
79 2. Cara Dispersi Percobaan Hasil Pengamatan pada Amilum Sebelum ditambah iodin Setelah ditambah iodin Amilum tidak digerus + aquades Amilum digerus + aquades E. Pertanyaan 1. Apa yang terjadi ketika larutan AlCl3 ditambahkan ke dalam air mendidih dan terus dipanaskan? 2. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada percobaan pembuatan koloid dengan cara kondensasi! 3. Apakah fungsi penambahan iodin? 4. Mengapa penambahan iodin ke dalam amilum yang tidak digerus dan yang digerus menghasilkan warna yang berbeda? 5. Manakah di antara amilum yang tidak digerus dengan yang digerus menghasilkan koloid secara optimal?
80 27. Kenaikan Titik Didih Larutan A. Tujuan Mengamati kenaikan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit. B. Alat dan Bahan 1. Pembakar spirtus 2. Kaki tiga dan kasa 3. Gelas kimia 4. Gelas ukur 5. Tabung reaksi 6. Termometer 7. Aquades 8. Larutan urea 0,1 M 9. Larutan urea 0,5 M 10. Larutan KCl 0,1 M 11. Larutan KCl 0,5 M 12. Pipet tetes C. Cara Kerja 1. Masukkan 400 ml aquades ke dalam gelas kimia dan panaskan di atas kaki tiga dan kasa dengan pembakar spirtus hingga mendidih. 2. Masukkan 10 ml aquades ke dalam tabung reaksi. 3. Tabung reaksi yang berisi aquades 10 ml, dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air mendidih. 4. Amati dan catat perubahan suhu aquades dalam tabung reaksi setiap15 detik sampai diperoleh suhu tetap. 5. Ulangi langkah 1-4 untuk larutan urea 0,1 M dan 0,5 M, serta larutan KCl 0,1 M dan 0,5 M. Catat semua hasil pengamatan. D. Data Pengamatan No Larutan Titik Didih (0C) 1 Aquades 2 Urea 0,1 M 3 Urea 0,5 M 4 KCl 0,1 M 5 KCl 0,5 M E. Pertanyaan 1. Hitunglah kenaikan titik didih keempat larutan tersebut! 2. Bagaimana kenaikan titik didih larutan urea dibandingkan larutan KCl? 3. Berilah penjelasan mengenai hasil tiap-tiap larutan! 4. Berdasarkan percobaan, bandingkan sifat koligatif larutan non elektrolit dengan larutan elektrolit!
81 28. Penurunan Titik Beku Larutan A. Tujuan Mengamati penurunan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit. B. Alat dan Bahan 1. Gelas kimia 600 ml 2. Tabung reaksi 3. Rak tabung 4. Termometer 5. Batang pengaduk 6. Gelas ukur 7. Pipet tetes 8. Es batu 9. Garam kasar 10. Aquades 11. Larutan urea 0,1 M 12. Larutan urea 0,5 M 13. Larutan KCl 0,1 M 14. Larutan KCl 0,5 M C. Cara Kerja 1. Masukkan campuran es batu yang sudah dihancurkan kecil-kecil dan garam kasar dengan perbandingan 2 : 1 ke dalam gelas kimia sampai dua pertiga bagian. Campur menjadi rata. 2. Masukkan masing-masing 10 ml ke dalam tabung reaksi dan beri label mulai aquades, larutan urea 0,1 M, larutan urea 0,5 M, larutan KCl 0,1 M, dan larutan KCl 0,5 M. 3. Masukkan secara perlahan kelima tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang berisi campuran es batu dan garam kasar. 4. Aduk naik turun kelima larutan menggunakan batang pengaduk kaca perlahan-lahan. Jika hampir membeku ganti pengaduknya menggunakan termometer. Amati dan catat saat larutan sudah membeku. D. Data Pengamatan No Larutan Titik Beku (0C) 1 Aquades 2 Urea 0,1 M 3 Urea 0,5 M 4 KCl 0,1 M 5 KCl 0,5 M E. Pertanyaan 1. Hitunglah penurunan titik beku keempat larutan tersebut!
82 2. Bagaimana penurunan titik beku larutan urea dibandingkan larutan KCl? 3. Berilah penjelasan mengenai hasil tiap-tiap larutan! 4. Berdasarkan percobaan, bandingkan sifat koligatif larutan non elektrolit dengan larutan elektrolit!
83 29. Menentukan Daya Reduksi Logam A. Tujuan Menyelidiki urutan daya reduksi beberapa logam. B. Alat dan Bahan 1. Rak tabung reaksi 2. Tabung reaksi 3. Gelas ukur 4. Pipet tetes 5. Amplas halus 6. Paku besi 7. Lempeng tembaga 8. Pita magnesium 9. Lempeng seng 10. Larutan CuSO4 0,1 M 11. Larutan FeSO4 0,1 M 12. Larutan MgSO4 0,1 M 13. Larutan ZnSO4 0,1M C. Cara kerja 1. Beri label pada tabung reaksi dengan tanda A, B, C, dan D. 2. Isi tabung reaksi masing-masing 10 ml larutan CuSO4 0,1 M, larutan FeSO4 0,1 M, larutan MgSO4 0,1 M, dan larutan ZnSO4 0,1 M. 3. Ambillah empat potong lempeng tembaga dan amplaslah hingga bersih. 4. Masukkan masing-masing satu potong lempeng tembaga ke dalam empat tabung reaksi. Amati dan catat perubahan yang terjadi. 5. Ulangi langkah 3-4, gantilah lempeng tembaga dengan pita magnesium, paku besi dan lempeng seng. D. Data Pengamatan Larutan Ditambah lempeng Cu Ditambah pita Mg Ditambah paku Fe Ditambah lempeng Zn CuSO4 0,1 M FeSO4 0,1 M MgSO4 0,1 M ZnSO4 0,1M E. Pertanyaan 1. Reaksi manakah yang dapat berlangsung? 2. Bagaimana urutan daya reduksi logam dari yang paling kuat? 3. Kesimpulan apa yang bisa diambil dari percobaan ini?
84 30. Menyelidiki Harga Potensial Sel Volta A. Tujuan Menentukan harga potensial sel Volta. B. Alat dan Bahan 1. Voltmeter 2. Penjepit buaya 3. Pipa U 4. Gelas kimia 5. Gelas ukur 6. Amplas 7. Pita Mg 8. Lempeng Cu 9. Lempeng Zn 10. Paku besi 11. Larutan MgSO4 0,5 M 12. Larutan CuSO4 0,5 M 13. Larutan ZnSO4 0,5 M 14. Larutan FeCl3 0,5 M 15. Aquades 16. Serbuk agar-agar 17. Serbuk NaCl 18. Tissue C. Cara Kerja 1. Buatlah jembatan garam dari agar-agar dengan cara sebagai berikut. a. Didihkan aquades, kemudian tambahkan serbuk agar-agar dan serbuk NaCl. b. Masukkan agar-agar yang masih panas ke dalam pipa U. 2. Masukkan 20 ml larutan MgSO4 ke dalam gelas kimia I dan 20 ml larutan CuSO4 ke dalam gelas kimia II. 3. Masukkan jembatan garam di antara dua gelas kimia. 4. Amplas pita Mg dan Cu hingga bersih. 5. Gunakan pita Mg sebagai elektroda larutan MgSO4 dan lempeng Cu sebagai elektroda larutan CuSO4, kemudian hubungkan kedua elektroda dengan voltmeter menggunakan penjepit buaya. 6. Amati dan catatlah angka yang ditunjukkan oleh voltmeter. Apabila jarum voltmeter bergerak ke kiri, tukar kedua penjepit buaya yang terhubung pada voltmeter. 7. Ulangi langkah 2-6 dengan larutan seperti yang tertera pada tabel pengamatan.
85 D. Data Pengamatan Percobaan Gelas Kimia I Gelas Kimia II Potensial Sel (E0 ) Larutan Elektrode Larutan Elektrode 1 MgSO4 Mg CuSO4 Cu 2 MgSO4 Mg ZnSO4 Zn 3 MgSO4 Mg FeCl3 Fe 4 CuSO4 Cu ZnSO4 Zn 5 CuSO4 Cu FeCl3 Fe 6 ZnSO4 Zn FeCl3 Fe E. Pertanyaan 1. Bagaimanakah reaksi yang terjadi dalam sel Volta tersebut? 2. Tuliskan notasi sel dari sel Volta tersebut!
86 31. Mengamati Proses Penyepuhan Logam A. Tujuan Mengamati proses penyepuhan pada suatu logam dengan cara elektrolisis. B. Alat dan Bahan 1. Neraca elektrik 2. Power supply 3. Dua buah kabel listrik 4. Gelas kimia 100 ml 5. Gelas ukur 6. Logam Cu dengan ukuran 1 cm x 5 cm 7. Logam Ag dengan ukuran 1 cm x 5 cm 8. Larutan CuSO4 C. Cara Kerja 1. Timbanglah logam Ag dan Cu, catat massanya. 2. Isilah gelas kimia dengan 60 ml larutan CuSO4. 3. Hubungkan salah satu ujung kabel listrik dengan logam Cu dan ujung lainnya dengan kutub positif power supply. Selanjutnya hubungkan salah satu ujung kabel listrik lainnya dengan logam Ag dan ujung lainnya dengan kutub negatif power supply. 4. Hidupkan power supply pada tegangan 10 volt, kemudian amati reaksi yang terjadi pada gelas kimia selama 15 menit. 5. Timbanglah logam Ag dan Cu, kemudian catat hasil pengamatan. D. Data Pengamatan Logam Pengamatan Massa sebelum disepuh Massa sesudah disepuh Tembaga Perak E. Pertanyaan 1. Apakah fungsi larutan CuSO4 pada percobaan ini? 2. Pada proses penyepuhan tersebut, manakah yang berfungsi sebagai anode dan katode? 3. Berapakah ketebalan lapisan hasil elektrolisis yang dihasilkan?
87 32. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Korosi A. Tujuan Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi. B. Alat dan Bahan 1. Rak tabung reaksi 2. Tabung reaksi 3. Sumbat karet 4. Pipet tetes 5. Gelas ukur 6. Air 7. Kapas 8. Paku besi 9. Larutan NaCl 10. Kalsium klorida anhidrat C. Cara kerja 1. Ambillah empat buah tabung reaksi, kemudian lakukan tindakan berikut. a. Masukkan 10 ml air ke dalam tabung reaksi pertama. b. Masukkan 2 gram kristal kalsium klorida anhidrat dan kapas kering ke dalam tabung reaksi kedua. c. Masukkan air yang sudah dididihkan kedalam tabung reaksi ketiga sampai penuh. d. Masukkan 10 ml larutan NaCl ke dalam tabung reaksi keempat. 2. Amplaslah empat paku besi hingga bersih. 3. Masukkan masing-masing satu buah paku besi ke dalam empat tabung reaksi. 4. Tutup tabung reaksi kedua dan ketiga dengan sumbat karet sampai rapat. 5. Letakkan tabung reaksi ke dalam rak tabung reaksi dan simpan selama 5 hari. 6. Amati perubahan yang terjadi dan catat hasilnya. D. Data Pengamatan Tabung reaksi Perubahan yang Terjadi pada Paku (hari ke-) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 E. Pertanyaan 1. Pada tabung reaksi nomor berapa paku mengalami korosi? 2. Pada tabung reaksi nomor berapa paku mengalami korosi paling cepat? 3. Pada tabung reaksi nomor berapa paku mengalami korosi paling lambat? 4. Berdasarkan percobaan, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya korosi?
88 33. Uji Nyala Unsur Alkali Dan Alkali Tanah A. Tujuan Mengamati nyala api dari logam alkali dan alkali tanah B. Alat dan Bahan 1. Pembakar spirtus 2. Kawat nikrom 3. Korek api 4. Gelas kimia 5. Kaca arloji 6. Larutan HCl 1 M 7. Kristal NaCl 1 g 8. Kristal KCl 1 g 9. Kristal CaCl2 1 g 10. Kristal SrCl2 1 g 11. Kristal BaCl2 1 g C. Cara Kerja 1. Tuangkan larutan HCl ke dalam gelas kimia. 2. Nyalakan pembakar spirtus. 3. Celupkan kawat nikrom ke dalam larutan HCl dalam gelas kimia. Bakar kawat nikrom pada nyala api pembakar spirtus. Jika masih menghasilkan warna nyalanya, celupkan lagi ke dalam larutan HCl dan bakar lagi. Bisa diulang sampai benar-benar tidak menghasilkan warna nyala. 4. Masukkan ujung kawat nikrom ke dalam kristal NaCl pada kaca arloji sehingga ada Kristal yang menempel pada kawat nikrom. Selanjutnya bakar kawat di atas nyala api. Amati warna nyala yang terjadi secara teliti. Catat hasil pengamatan. 5. Ulangi langkah 3-4 untuk kristal KCl, CaCl2, SrCl2, dan BaCl2. Catat semua hasil pengamatan. D. Data Pengamatan Unsur Warna Nyala Na K Ca Sr Ba E. Pertanyaan 1. Mengapa warna nyala dapat digunakan untuk uji adanya unsur tertentu dalam senyawa? 2. Bagaimana terjadinya spektrum nyala yang khas pada unsur-unsur alkali dan alkali tanah?
89 34. Mengamati Daya Oksidasi Halogen Dan Daya Reduksi Ion Halida A. Tujuan Mengamati daya oksidasi unsur-unsur halogen dan daya reduksi ion halida. B. Alat dan Bahan 1. Tabung reaksi 2. Pipet tetes 3. Larutan FeSO4 0,1 M 4. Larutan Fe2(SO4)3 0,1 M 5. Larutan KSCN 0,1 M 6. Larutan KCl 0,1 M 7. Larutan NaBr 0,1 M 8. Larutan KI 0,1 M 9. Larutan Cl2 10. Larutan Br2 11. Larutan I2 C. Cara Kerja 1. Membedakan ion Fe2+ dengan ion Fe3+ a. Siapkan dua buah tabung reaksi. b. Masukkan 10 tetes larutan FeSO4 0,1 M ke dalam tabung reaksi pertama dan 10 tetes larutan Fe2(SO4)3 0,1 M ke dalam tabung reaksi kedua. c. Tambahkan satu tetes larutan KSCN 0,1 M ke dalam tiap-tiap tabung reaksi. Amati dan catat perubahan yang terjadi. 2. Membandingkan daya oksidasi halogen a. Siapkan tiga buah tabung reaksi dan masukkan: 1) Sepuluh tetes larutan klorin ke dalam tabung reaksi 1 2) Sepuluh tetes larutan bromin ke dalam tabung reaksi 2 3) Sepuluh tetes larutan iodin ke dalam tabung reaksi 3 b. Tambahkan 10 tetes larutan FeSO4 0,1 M ke dalam tiap-tiap tabung reaksi. c. Tambahkan pula satu tetes larutan KSCN 0,1 M dalam tiap-tiap tabung reaksi. Amati perubahan yang terjadi. 3. Membandingkan daya reduksi ion halida a. Siapkan tiga buah tabung reaksi dan masukkan: 1) Sepuluh tetes larutan KCl ke dalam tabung reaksi 1 2) Sepuluh tetes larutan NaBr ke dalam tabung reaksi 2 3) Sepuluh tetes larutan KI ke dalam tabung reaksi 3 b. Tambahkan 10 tetes larutan Fe2(SO4)3 0,1 M ke dalam tiap-tiap tabung reaksi. c. Tambahkan pula satu tetes larutan KSCN 0,1 M ke dalam tiap-tiap tabung reaksi. Amati dan catat perubahan yang terjadi.
90 D. Data Pengamatan 1. Membedakan ion Fe2+ dengan ion Fe3+ Larutan Yang Diuji Perubahan Warna Setelah Penambahan KSCN FeSO4 Fe2(SO4)3 2. Membandingkan daya oksidasi halogen Halogen Perubahan Warna Setelah Penambahan Larutan FeSO4 Larutan KSCN Larutan klorin Larutan bromin Larutan iodin 3. Membandingkan daya reduksi ion halida Halida Perubahan Warna Setelah Penambahan Larutan Fe2(SO4)3 Larutan KSCN Larutan KCl Larutan NaBr Larutan KI E. Pertanyaan 1. Bagaimanakah KSCN bisa membedakan ion Fe2+ dengan ion Fe3+? 2. Bagaimana hubungan antara daya oksidasi halogen dengan data perubahan warna pada percobaan kedua? 3. Bagaimana hubungan antara daya reduksi ion halida dengan data perubahan warna pada percobaan ketiga?
91 35. Mengamati Sifat Amfoter Aluminium A. Tujuan Mengamati sifat amfoter aluminium. B. Alat dan Bahan 1. Rak tabung reaksi 2. Tabung reaksi 3. Pipet tetes 4. Padatan Al2O3 5. Larutan HCl encer 6. Larutan NaOH 7. Larutan Al3+ (AlCl3) 8. Larutan Mg2+ (MgCl2) 9. pH-meter atau kertas indikator universal C. Cara Kerja 1. Masukkan 0,1 gram Al2O3 ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 3 ml air. Ukur dan catat pH larutan. 2. Masukkan 0,1 gram Al2O3 ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 3 ml larutan HCl encer. Ukur dan catat pH larutan. 3. Masukkan 0,1 gram Al2O3 ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 3 ml larutan NaOH. Ukur dan catat pH larutan. 4. Masukkan 3 ml larutan Al3+ ke dalam tabung reaksi, kemudian ukur dan catat pHnya. Tambahkan larutan encer NaOH hingga endapan larut semua. Ukur pH larutan yang terbentuk dan catat. 5. Masukkan 3 ml larutan Mg2+ ke dalam tabung reaksi, kemudian ukur dan catat pHnya. Tambahkan larutan encer NaOH hingga endapan larut semua. Ukur pH larutan yang terbentuk dan catat. D. Data Pengamatan Perlakuan Hasil Percobaan Al2O3 + air Al2O3 + HCl encer Al2O3 + NaOH Larutan Al3+ + NaOH encer Larutan Mg2+ + NaOH encer E. Pertanyaan 1. Berapa pH larutan yang terbentuk saat Al2O3 ditambah air, HCl encer, dan NaOH? Bagaimana sifat aluminium berdasarkan hasil pH tersebut? 2. Apa perbedaan pH larutan Al3+ sebelum dan sesudah ditambah NaOH? 3. Apa perbedaan pH larutan Mg2+ sebelum dan sesudah ditambah NaOH?
92 36. Mengidentifikasi Alkohol Primer, Sekunder, Dan Tersier A. Tujuan Mengidentifikasi sifat alkohol primer, sekunder, dan tersier. B. Alat dan Bahan 1. Rak tabung reaksi 2. Tabung reaksi 3. Pembakar spirtus 4. Gelas ukur 10 ml 5. Pipet tetes 6. 2-propanol 7. Etanol 8. 2-metil 2-propanol 9. Larutan ZnCl2 0,1 M 10. Larutan asam klorida pekat 11. Penjepit tabung reaksi C. Cara Kerja 1. Siapkan tiga tabung reaksi, beri label yang berbeda. 2. Masukkan masing-masing 2 ml etanol, 2-propanol, dan 2-metil 2-propanol ke dalam ketiga tabung reaksi yang berbeda. Tambahkan masing-masing satu tetes larutan asam klorida pekat ke dalam tiga tabung reaksi tersebut dengan hati-hati. 3. Tambahkan tiga tetes larutan ZnCl2 0,1 M ke dalam masing-masing tabung reaksi, kemudian kocok. Jika belum terjadi perubahan, panaskan tabung reaksi menggunakan pembakar spirtus. 4. Amati perubahan yang terjadi, bisa dari warna maupun baunya (tidak boleh langsung didekatkan hidung, tetapi dengan mengibaskan dekat hidung). Catat hasil pengamatan. D. Data Pengamatan No Percobaan Hasil Pengamatan 1 Etanol + asam klorida + ZnCl2 2 2-propanol + asam klorida + ZnCl2 3 2-metil 3-propanol + asam klorida + ZnCl2 E. Pertanyaan 1. Bagaimana perubahan yang terjadi pada ketiga tabung reaksi tersebut? Jelaskan! 2. Apakah fungsi larutan ZnCl2 dan larutan asam klorida pekat?
93 37. Membedakan Alkohol Dan Eter A. Tujuan Membedakan sifat alkohol dan eter. B. Alat dan Bahan 1. Gelas ukur 2. Tabung reaksi 3. Penjepit tabung reaksi 4. Pipet tetes 5. Pinset 6. Etanol 7. Dietil eter 8. Logam Na 9. Cutter C. Cara Kerja 1. Masukkan 2 ml etanol dan 2 ml dietil eter ke dalam tabung reaksi yang berbeda. 2. Ambillah logam Na menggunakan pinset, potong kecil dan masukkan ke dalam masingmasing tabung dengan hati-hati. 3. Amati perubahan yang terjadi, kemudian catat hasil pengamatan. D. Data Pengamatan No Percobaan Hasil Pengamatan 1 Etanol + logam Na 2 Dietil eter + logam Na E. Pertanyaan 1. Bagaimanakah perubahan yang terjadi pada etanol dan dietil eter? Jelaskan! 2. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada kedua tabung reaksi tersebut!
94 38. Membedakan Aldehid Dan Keton A. Tujuan Membedakan sifat aldehid dan keton. B. Alat dan Bahan 1. Tabung reaksi 2. Kompor listrik 3. Kawat kasa 4. Termometer 5. Pipet tetes 6. Penjepit tabung 7. Gelas ukur 10 ml 8. Gelas kimia 50 ml 9. Asetaldehid 10. Pereaksi Tollens 11. Propanon 12. Aquades C. Cara kerja 1. Siapkan dua tabung reaksi yang bersih dan kering. Masukkan masing-masing 2 ml asetaldehid dan propanon ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 5 tetes pereaksi Tollens ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut. 2. Panaskan tabung reaksi dalam gelas kimia berisi air sampai suhu 900C di atas kompor listrik dengan hati-hati. Gunakan termometer untuk mengukur suhu air. 3. Amati perubahan yang terjadi, dan catat hasilnya. D. Data Pengamatan No Percobaan Hasil Pengamatan 1 Asetaldehid + Pereaksi Tollens 2 Propanon + Pereaksi Tollens E. Pertanyaan 1. Bagaimanakah perubahan yang terjadi pada asetaldehid dan propanon? Jelaskan! 2. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada kedua tabung reaksi tersebut!