The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ajar ini sebagai panduan dalam melaksanakan pembelajaran mata pelajaran DDPTO selama satu fase.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by november.cheria, 2024-02-16 07:01:16

MODUL AJAR DDPTO FASE E

Modul ajar ini sebagai panduan dalam melaksanakan pembelajaran mata pelajaran DDPTO selama satu fase.

d. Dengan memodifikasi tampilan kendaraan Jawaban: b. Dengan mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah besar 6. Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan rotasi ban dan mengapa penting selama layanan berkala? a. Mengganti ban secara berkala untuk estetika b. Memutar posisi ban untuk memastikan pemakaian yang merata c. Membersihkan ban dari kotoran d. Menyesuaikan tekanan udara dalam ban Jawaban: b. Memutar posisi ban untuk memastikan pemakaian yang merata 7. Pertanyaan: Apa fungsi dari pemeriksaan sistem rem selama layanan berkala? a. Meningkatkan kecepatan maksimum kendaraan b. Memperbaiki sistem audio c. Memastikan kinerja rem optimal dan keamanan pengemudi d. Menurunkan suhu mesin Jawaban: c. Memastikan kinerja rem optimal dan keamanan pengemudi 8. Pertanyaan: Mengapa penting untuk memeriksa tingkat cairan pendingin selama layanan berkala? a. Untuk membuat mesin terlihat bersih b. Mencegah kelebihan suhu mesin c. Menjaga keindahan tampilan kendaraan d. Menjaga tekanan ban Jawaban: b. Mencegah kelebihan suhu mesin 9. Pertanyaan: Apa yang perlu diperiksa terkait sistem suspensi selama layanan berkala? a. Kapasitas tangki bahan bakar b. Ketinggian kendaraan c. Keausan ban d. Kondisi per kejut dan komponen suspensi lainnya Jawaban: d. Kondisi per kejut dan komponen suspensi lainnya 10. Pertanyaan: Mengapa perawatan yang teratur setiap 1.000 km dapat membantu memperpanjang umur kendaraan? a. Hanya untuk meningkatkan performa akselerasi b. Dengan mengurangi bobot kendaraan c. Dengan mencegah kerusakan berlarut-larut dan memperbaiki masalah sejak dini d. Hanya untuk meningkatkan tampilan luar kendaraan Jawaban: c. Dengan mencegah kerusakan berlarut-larut dan memperbaiki masalah sejak dini E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik 2. Pengayaan dan Remedial 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 4


4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Memahami langkah – langkah perawatan Berkala 1.000 KM, 10.000 KM dan Pre Delivery Service (PDS). 2 Mengetahui cara pembongkaran komponen dalam perawatan Berkala 1.000 KM, 10.000 KM dan Pre Delivery Service (PDS). 3 Mengetahui cara pemeriksaan komponen dalam perawatan Berkala 1.000 KM, 10.000 KM dan Pre Delivery Service (PDS). 4 Mengetahui cara perakitan komponen dalam perawatan Berkala 1.000 KM, 10.000 KM dan Pre Delivery Service (PDS). Profil Pelajar Pancasila No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Mulai Berkemb ang Sedang Berkem bang Berkemb ang Sesuai Harapan Sangat Berkem bang 1 Mandiri, Bernalar kritis, dan Bergotong-royong Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 5


Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 6


BAHAN BACAAN 1. Tujuan Layanan Berkala: Deskripsi: Mengapa layanan berkala perlu dilakukan secara teratur. Isi: Memastikan kinerja optimal kendaraan. Mencegah kerusakan dan pemakaian tidak merata. Menjaga keamanan dan keandalan kendaraan. 2. Komponen yang Diperiksa Selama Layanan Berkala: Deskripsi: Informasi mengenai apa saja yang diperiksa selama layanan berkala. Isi: Oli mesin dan filter. Sistem pendingin dan cairan pendingin. Sistem rem. Sistem suspensi. Ban dan rotasi ban. Sistem kelistrikan dan aki. 3. Frekuensi dan Jarak Tempuh: Deskripsi: Kapan sebaiknya layanan berkala dilakukan dan berapa jarak tempuh yang disarankan. Isi: Umumnya setiap 1.000 km atau sesuai panduan pabrikan. Penjelasan mengapa frekuensi ini penting untuk mencegah kerusakan. 4. Peran Pemilik Kendaraan: Deskripsi: Tanggung jawab pemilik kendaraan dalam menjaga layanan berkala. Isi: Pemantauan indikator layanan kendaraan. Pentingnya laporan dan perbaikan segera jika ada masalah. 5. Manfaat Layanan Berkala Teratur: Deskripsi: Apa manfaat yang diperoleh dari layanan berkala yang teratur. Isi: Peningkatan umur kendaraan. Efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Keamanan dan kenyamanan pengemudi. 6. Panduan Perawatan Mandiri: Deskripsi: Langkah-langkah atau pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan pemilik kendaraan sendiri. Isi: Pengecekan tingkat oli dan cairan lainnya. Pengecekan tekanan ban. Pemeriksaan lampu dan sistem kelistrikan dasar. 7. Biaya Layanan Berkala: Deskripsi: Rincian mengenai biaya yang mungkin terkait dengan layanan berkala. Isi:


Perbandingan antara biaya perawatan dan potensi biaya perbaikan besar. 8. Rekomendasi Pabrikan: Deskripsi: Apa yang disarankan oleh pabrikan kendaraan. Isi: Panduan pengguna kendaraan. Informasi layanan berkala dalam buku manual. 9. Teknologi Terkini dalam Perawatan Kendaraan: Deskripsi: Pengenalan teknologi atau inovasi terkini dalam layanan berkala. Isi: Sistem pemantauan kendaraan berbasis sensor. Perangkat lunak manajemen layanan kendaraan. 10. Studi Kasus atau Cerita Sukses: Deskripsi: Cerita pengalaman positif dari pemilik kendaraan yang rutin melakukan layanan berkala. Isi: Bagaimana layanan berkala telah mencegah kerusakan besar. Peningkatan kinerja dan efisiensi yang dicapai. Bahan bacaan seperti ini dapat membantu pemilik kendaraan memahami pentingnya layanan berkala dan memberikan panduan untuk menjaga kendaraan dalam kondisi optimal.


YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR DASAR-DASAR TEKNIK OTOMOTIF TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Nama Penyusun : Dian Sabit Purnomo, S.Pd. Fase/ Kelas : .E/X Semester : Gasal Alokasi Waktu : 540 menit ( 1 pertemuan @12 x 45menit) Elemen : Teknik dasar pemeliharaan dan perbaikan yang terkait dengan seluruh proses bidang otomotif Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik peserta didik mampu memahami teknik dasar bidang otomotif melalui pengenalan dan praktik singkat penggunaan alat ukur, pemeliharaan, perbaikan, pembentukan body kendaraan, perakitan, serta pengenalan alat berat, dump-truck, dan sejenisnya. II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Melaksanakan praktik kerja bangku B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Mengetahui atal-alat kerja bangku 2. Memahami fungsi dari alat-alat kerja bangku 3. Mengahami prosedur penggunaan alat-alat kerja bangku 4. Membuat projek / hasil karya menggunakan alat-alat kerja bangku C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Melakukan pemanasan sebelum memulai pembelajaran - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Melakukan 3S di ruang kelas Guru melakukan presensi dengan cara menanyakan berapa jumlah sholat wajib yang kemarin 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 1


KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu dilaksanakan (muslim), untuk non muslim ditanya sesuai ibadahnya Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang kerja bangku? 2. Sebutkan peralatan kerja bangku yang kalian ketahui! Apersepsi Guru memberikan apersepsi tentang materi kerja bangku Motivasi Setelah mempelajari materi, maka peserta didik dapat memiliki pemahaman tentang kerja bangku Kegiatan Inti 1. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat yang diberikan guru melalui tayangan video pada link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=nO-Vmkp6Hx4 2. Peserta didik diminta untuk memberikan pendapat terkait video yang disimak. 3. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik 4. Guru mengarahkan peserta didik untuk browsing materi tentang kerja bangku dengan menggunakan HP masing-masing. 5. Peserta didik berdiskusi tentang alat kerja bangku beserta fungsinya 6. Peserta didik melatih kemampuan basic mentality ( peserta didik berdiskusi ataupun secara lisan berpendapat dan mempresentasikan di depan kelas) 480 menit Penutup Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi terkait materi kerja bangku Guru menanyakan penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan praktek service berkala Guru memberikan motivasi kepada peserta didik agar selalu semangat belajar dan tetap menjaga kesehatan. Guru menutup pertemuan dengan berdoa dan salam. 30 menit D. Asesmen Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 2


1. Asesmen Awal a. Apa yang kalian ketahui tentang kerja bangku? b. Sebutkan peralatan kerja bangku yang kalian ketahui! 2. Asesmen Formatif Memantau perkembangan peserta didik dalam memahami kerja bangku 3. Asesmen akhir (sumatif) 1. Pertanyaan: Apa fungsi utama dari bangku kerja? a. Tempat duduk saja b. Menyimpan barang c. Menyediakan area kerja yang nyaman d. Hanya sebagai elemen dekoratif Jawaban: c. Menyediakan area kerja yang nyaman 2. Pertanyaan: Mengapa ergonomi penting dalam desain bangku kerja? a. Untuk membuat bangku terlihat modern b. Untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna c. Hanya untuk tujuan estetika d. Agar bangku lebih tahan lama Jawaban: b. Untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna 3. Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan kursi ergonomis? a. Kursi yang mahal b. Kursi dengan desain yang menyesuaikan dengan bentuk tubuh dan memberikan dukungan yang baik c. Kursi yang hanya diperuntukkan bagi pekerja kantor d. Kursi dengan warna-warna cerah Jawaban: b. Kursi dengan desain yang menyesuaikan dengan bentuk tubuh dan memberikan dukungan yang baik 4. Pertanyaan: Fungsi dari bantalan lumbal pada bangku kerja adalah untuk: a. Menyimpan barang kecil b. Memberikan dukungan pada bagian bawah punggung c. Menjaga bangku tetap bersih d. Meningkatkan ketinggian bangku Jawaban: b. Memberikan dukungan pada bagian bawah punggung 5. Pertanyaan: Mengapa penting untuk mengatur ketinggian bangku sesuai dengan meja kerja? a. Hanya untuk alasan estetika b. Untuk menyesuaikan dengan warna ruangan c. Agar pengguna bangku dapat bekerja dengan postur tubuh yang benar d. Hanya untuk kenyamanan visual Jawaban: c. Agar pengguna bangku dapat bekerja dengan postur tubuh yang benar E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik 2. Pengayaan dan Remedial 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 3


4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Mengetahui atal-alat kerja bangku 2 Memahami fungsi dari alat-alat kerja bangku 3 Mengahami prosedur penggunaan alat-alat kerja bangku 4 Membuat projek / hasil karya menggunakan alatalat kerja bangku Profil Pelajar Pancasila No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Mulai Berkemb ang Sedang Berkem bang Berkemb ang Sesuai Harapan Sangat Berkem bang 1 Mandiri, Bernalar kritis, dan Bergotong-royong Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 4


BAHAN BACAAN Kerja Bangku Kerja Bangku Adalah pekerjaan perkakas tangan yang di gunakan untuk melakukan pembentukan, perbaikan dan perakitan yang sesuai dengan masing-masing fungsi peralatan tangan dengan mesin dan semua pekerjaan dilakukan di atas meja kerja (work bench). Kerja bangku meliputi pekerjaan yang bisa atau dapat dilakukan diatas meja. Contohnya: Mengikir, mengetap, menggeerinda, melukis ,menandai, menggergaji, menekuk, mengebor dan pekrjaan merakit serta finishing. Sebelum pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas terlebih dahulu mengetahui dan memahami tentang alat ukur. Seperti contohnya: mistar baja ,jangka sorong, rolmeter, mikrometer dan juga harus mengetahui tentang peralatan-peralatan tangan yang standar, itulah yang disebut kerja Pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksi geometris yang sesuai dengan perintah kerja. Kerja bangku tidak hanya menitik beratkan pada pencapaian hasil kerja, tetapi juga pada prosesnya. Dimana pada proses tersebut lebih menitik beratkan pada etos kerja yang meliputi ketekunan, disiplin, ketahanan, serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang menggunakan mesin - mesin produksi. Kunci kesuksesan dari kerja bangku ini adalah kesabaran dan ketelitian dalam bekerja. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan pasti akan menyita waktu yang lama bila dibandingkan dengan alat yang menggunakan mesin pada waktu sekarang Pada bengkel kerja bangku peralatan ukur yang digunakan harus benar-benar presisi, maka peralatan ukur, cara memegang alat ukur, cara melakukan pengukuran, dan kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam pengukuran harus benar-benar diketahui secara baik. Peralatan Kerja Bangku Berikut adalah macam-macam peralatan kerja bangku 1. Kikir Kikir adalah salah satu alat yang paling penting dalam pekerjan kerja bangku. Kikir memiliki batang baja yang mempunyai gigi-gigi pemarut yang bahan dasarnya dibuat dari bahan baja karbon tinggi. Adapun fungsi utama dari kikir adalah untuk meratakan dan menghaluskan suatu bidang, membuat rata dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.membuat rata dan sejajar, membuat bidang-bidang berbentuk dan sebagainya.. Ukuran panjang sebuah kikir adalah panjang badan ditambah dengan tangkainya. Penampang kikir ada yang dibuat bermacam-macam bentuk, ada yang bulat, segitiga, persegi, tembareng, segi empat panjang, dan bentuk pipih. Kegunaan dari macam jenis penampang ini adalah untuk mengikir celah atau lubang bentuk bujursangkar dan sebagainya 2. Ragum Ragum adalah alat untuk menjepit benda kerja. Untuk membuka rahang ragum dilakukan dengan cara memutar tangkai/tuas pemutar ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) sehingga batang berulir akan menarik landasan tidak tetap pada rahang tersebut, demikian pula sebaliknya untuk pekerjaan pengikatan benda kerja tangkai pemutar diputar ke arah kanan (searah jarum jam). Untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu, teknik pengaturan tinggi ragum yang sesuai dapat dilakukan dengan aturan tersendiri. Tinggi ragum harus disesuaikan dengan bentuk dari benda yang akan dikerjakan dan dengan ketinggian orang yang menggunakan. Untuk pengikiran yang menggunakan tenaga yang besar, ragum harus di pasang lebih rendah. Untuk orang yang tinggi, biasanya ketinggian ragum diatur oleh alas yang rata, sedangkan untuk orang yang pendek, tinggi yang sesuai dapat diatur oleh alas kayu/jeruji di atas


lantai. Untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu, teknik pengaturan tinggi ragum yang sesuai dapat dilakukan dengan aturan tersendiri. Ragum berfungsi untuk menjepit benda kerja secara kuat dan benar, artinya penjepitan oleh ragum tidak boleh merusak benda kerja. Biasa digunakan untuk menjepit benda kerja pada waktu pekerjaan mengikir, memahat dan yang lainnya. umumnya terbuat dari besi tuang atau baja tempa. Berdasarkan kapasitasnya untuk mencekam dengan kuat atau memberikan tekanan tetap, ragum dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam produksi di bengkel-bengkel kecil dimana umumnya memerlukan penyesuaian peralatan dan teknik/metode untuk pekerjaan-pekerjaan secara manual dengan tangan. Operasi-operasi di bengkel besar akan memerlukan jig atau alat tekan yang dapat digabung dengan ragum tertentu atau alat lain dari ragum biasa. Bagian- bagian pada ragum 3. Jangka Jangka adalah suatu alat yang terdiri dari dua buah plat logam yang dapat bergeser pada salah satu ujungnya dengan suatu engsel 4. Meja Perata Meja Perata ini berfungsi untuk menguji kerataan permukaan. Selain itu meja datar di gunakan untuk meletakkan benda kerja serta alat-alat menggambar. Biasanya meja perata (surface table) terbuat dari besi tuang, keramik atau batu granit. Alat ini dipergunakan sebagai landasan untuk memukul atau meratakan benda kerja yang bengkok. Harus diusahakan agar permukaan meja datar ini tidak rusak atau cacat, dan hasil lukisan atau pekerjaan yang dikerjakan tetap baik. 5. Penitik Penitikan adalah suatu proses penandaan dengan jalan menekan pada bagian yang diinginkan di benda kerja. Penekanan ini dilakukan terhadap benda kerja yang lebih lunak dibanding dengan kekerasan dari penitik itu sendiri. 6. Penggores Penggrores adalah suatu alat yang sederhana dan digunakan sebagai alat tulis untuk melukis benda-benda keras. Alat ini dibuat dengan ujung yang runcing dan tajam, serta lebih keras dari benda kerja yang digores (dilukis) Ujung penggores umunya mempunyai sudut 20o – 25o. 7. Mistar Baja Kegunaan Mistar Baja 1. Untuk mengukur benda krja 2. Mengukur panjang, lebar,tingi 3. Pengukuran dengan satuan millimeter,centimeter,inchi Bagian Mistar Baja 1. Bagian muka 2. Bagian belakang 8. High Gauge Pengukur tinggi ( High gauge ) adalah suatu alat digunakan untuk mengukur ketinggian atau memeriksa ukuran tinggi benda kerja dan sekaligus dapat difungsikan untuk penanda atau pelukis pada bagian benda yang diukur atau garis gambar. alat ini terbuat dari baja perkakas 9. Gergaji Gergaji adalah sejenis alat yang digunakan untuk memotong sesuatu. Mata gergaji berbentuk gerigi, dan bentuk gigi gergaji tergantung pada bahan yang dipotong, misalnya kayu atau logam. Ada


banyak jenis gergaji. Antaranya merupakan peralatan tangan yang bekerja dengan kekuatan otot. Beberapa gergaji memiliki sumber energi lain seperti uap, air atau listrik dan lebih kuat dari gergaji tangan. Gergaji biasanya menimbulkan suara bising. Menggunakan gergaji untuk memotong bahan agak berbahaya karena tepinya yang tajam. Bagian suatu benda yang dipotong gergaji bisa terbang tanpa disadari dan berbahaya buat pernapasan, mata dan kulit. Gergaji banyak digunakan untuk memotong berlian / intan, besi, kayu atau sesuatu bahan keras lainnya. * Gergaji yang paling sering digunakan adalah untuk memotong bahan keras. Gergaji digunakan secara ekstensif dalam kehutanan, konstruksi, pembongkaran, kedokteran, dan berburu. * Gergaji Musik digunakan sebagai instrumen untuk membuat musik. * Produksi Kayu / papan, panjang kayu persegi untuk digunakan dalam konstruksi, dimulai dengan penebangan pohon dan pengangkutan kayu untuk penggergajian. Plainsawing : adalah untuk menggergaji Kayu untuk pemakaian struktural biasanya plainsawn (juga disebut flatsawn), metode membagi log yang menghasilkan hasil maksimum potongan berguna dan karena ekonomi terbesar. Menggergaji Triwulan: Metode menggergaji menghasilkan tepi-butir atau kayu vertikal keuntungan, di mana cincin pertumbuhan tahunan berjalan lebih konsisten tegak lurus terhadap wajah potongan 'yang lebih luas. Bagian-bagian gergaji: 1. Bingkai Terbuat dari pipa baja yang kuat dan kuku agar hasilnya lurus dan kuat bingkai yang dapat diatur terbuat dari pipa baja yang oval. Bingkai ini dapat di pakai untuk macam macam gergaji 2. Tangkai Biasanya terbuat dari bahan yang logam yang lunak 3. Pasak daun gergaji Pasak ini dipasang pada kedua bingkainya 4. Mur kupu – kupu Digunakan untuk mengngencangkan daun gergaji, pada pemasangan mata gergaji perlu diperhatikan arah matanya. 10. Cap (Stamp) Stempel terbuat dari baja paduan yang tidak dikeraskan karena sifatnya harus ulet (tought) dan cukup keras bisa mengalahkan benda yang distempel. Stampel adalah alat yang digunakan untuk mencetak angka – angka atau huruf pada benda kerja. Stempel digunakan untuk menandai/memberi identitas suatu produk/benda kerja yang terbuat dari logam. Stampel ini juga dapat digunakan sebagai tanda kepemilikan masing – masing siswa. Biasanya digunakan nomor induk atau nomor absen siswa yang bersangkutan 11. Pahat Pahat, adalah peralatan yang sangat penting dalam kerja bangku. Peralatan tersebut merupakan peralatan pokok untuk membuat celah sambungan, melubangi dan membentuk benda kerja. Pahat untuk membuat celah dan melubangi harus dipukul dengan palu. Bentuk ujung pahat disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan cara penggunaannya 12. Penyiku Penyiku adalah siku-siku yang digunakan untuk menyiku benda kerja. Siku-siku geser digunakan untuk mengetahui kesikuan atau pembanding kesikuan sudut yang tidak membentuk 90 derajat sedangkan siku-siku dipergunakan untuk mengetahui sudut yang dibentuk adalah tepat 90 derajat. 13. Tap


Merupakan alat yang digunakan dalam kerja bangku sebagai peralatan produksi yang berfungsi sebagai pembuat ulir dalam/ drat.Dalam praktikum yang dilakukan tap yang digunakan adalah tap tangan yang terbuat dari bahan baja kerbon yang dikeraskan 14. Snai Snai adalah alat yang berfungsi untuk membuat alur pada benda hasil pengeboran atau membuat ulir skrup luar. 15. Gunting Plat Merupakan peralatan manual yang berfungsi sebagai alat pemotong plat yang berukuran pendek atau yang sulit di jangkau oleh mesin pemotong serta untuk memotong plat yang berbentuk radius atau lingkaran. 16. Palu Palu dipergunakan untuk memukul benda kerja pada pekerjaan memahat, mengeling, memb engkok, dan sebagainya. Menurut bentuknya palu dibedakan dalam beberapa jenis yaitu palu penm ukanya bulat dan bentuk kepalanya lancip, palu konde bentuk muka bulat dan puncaknya seperti bola, p alu penmuka segi empat dan puncaknya lancip serta palu tembaga . 17. Jangka Sorong Vernier caliver atau jangka sorong adalah alat ukur presisi,sehingga ia dapat digunakan untuk mengukur benda kerja yang secara presisi atau benda kerja dengan tingkat kepresisian 1/100 milimeter ketelitian dari alat ukur ini biasanya 5/100 milimeter. 18. Mesin Bor Mesin bor adalah alat untuk melubangi benda kerja dengan tenaga mesin. Mesin bor yang digunakan pada kerja bangku ada dua jenis yaitu mesin bor bangku untuk pekerjaan-pekerjaan yang kecil sampai sedang dan mesin bor tiang untuk pekerjaan yang lebih besar


YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR DASAR-DASAR TEKNIK OTOMOTIF TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Nama Penyusun : Dian Sabit Purnomo, S.Pd. Fase/ Kelas : .E/X Semester : Gasal Alokasi Waktu : 540 menit ( 1 pertemuan @12 x 45menit) Elemen : Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur- prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Menyiapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Membuat prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2. Mengetahui syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Melakukan pemanasan sebelum memulai pembelajaran - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Melakukan 3S di ruang kelas Guru melakukan presensi dengan cara menanyakan berapa jumlah sholat wajib yang kemarin dilaksanakan (muslim), untuk non muslim ditanya sesuai ibadahnya 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 1


KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang keselamatan? 2. Apa yang kalian ketahui tentang kesehatan? 3. Sebutkan alat keselamatan ketika menggunakan sepeda motor! Apersepsi Guru memberikan apersepsi tentang materi Dojo fundamental Motivasi Setelah mempelajari materi, maka peserta didik dapat memiliki pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kegiatan Inti 1. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat yang diberikan guru melalui tayangan video pada link berikut : https://youtu.be/6ZhBPy_5el0?si=Cm-UhqT_CT0- 6U4f 2. Peserta didik diminta untuk memberikan pendapat terkait video yang disimak. 3. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik 4. Guru mengarahkan peserta didik untuk browsing materi tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja dengan menggunakan HP masing-masing. 5. Peserta didik berdiskusi tentang alat pelindung diri dan fungsinya 6. Peserta didik melatih kemampuan basic mentality ( peserta didik berdiskusi ataupun secara lisan berpendapat dan mempresentasikan di depan kelas) 480 menit Penutup Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi terkait materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Guru menanyakan penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan presentasi penggunaan alat pelindung diri Guru memberikan motivasi kepada peserta didik agar selalu semangat belajar dan tetap menjaga kesehatan. Guru menutup pertemuan dengan berdoa dan salam. 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 2


D. Asesmen 1. Asesmen Awal a. Apa yang kalian ketahui tentang keselamatan? b. Apa yang kalian ketahui tentang kesehatan? c. Sebutkan alat keselamatan ketika menggunakan sepeda motor! 2. Asesmen Formatif Memantau perkembangan peserta didik dalam memahami kerja bangku 3. Asesmen akhir (sumatif) 1. Apa tujuan utama dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)? a. Meningkatkan produktivitas b. Menjaga kesejahteraan pekerja c. Mengurangi biaya perusahaan d. Semua jawaban benar 2. Apa yang dimaksud dengan MSDS dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja? a. Manajemen Sistem Dokumen Sekuritas b. Material Safety Data Sheet c. Manajemen Sistem Distribusi Surat d. Manajemen Sistem Data Karyawan 3. Peralatan pelindung diri (APD) digunakan untuk: a. Mempercantik penampilan pekerja b. Menghindari risiko cedera dan penyakit c. Menyembunyikan identitas pekerja d. Semua jawaban benar 4. Apa yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan kerja? a. Diam dan tidak memberi tahu atasan b. Melaporkan kecelakaan segera kepada atasan c. Menutupi kejadian agar tidak merugikan reputasi perusahaan d. Menyelesaikan masalah secara pribadi 5. Pemeriksaan rutin peralatan kerja dilakukan untuk: a. Menambah beban pekerjaan b. Memastikan peralatan berfungsi dengan baik c. Menurunkan efisiensi produksi d. Menghindari tanggung jawab perusahaan 6. Apa yang dimaksud dengan "ergonomi" dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja? a. Studi tentang perilaku manusia b. Desain tempat kerja yang sesuai dengan karakteristik fisik manusia c. Manajemen risiko d. Manajemen konflik di tempat kerja 7. Faktor apa yang dapat menyebabkan kelelahan di tempat kerja? a. Istirahat yang cukup b. Pekerjaan yang monoton dan tidak ergonomis c. Pengakuan kinerja yang baik d. Semua jawaban benar 8. Apa yang harus dilakukan saat bekerja di lingkungan berisiko tinggi? a. Mengabaikan prosedur keselamatan b. Menggunakan peralatan tanpa pelatihan c. Mengikuti prosedur keselamatan dan mengenakan APD yang sesuai d. Menunjukkan sikap sembrono 9. Mengapa penting untuk melibatkan pekerja dalam program Keselamatan dan Kesehatan Kerja? a. Hanya untuk memenuhi persyaratan hukum b. Pekerja lebih mengerti risiko di tempat kerja c. Meningkatkan biaya operasional perusahaan d. Menunjukkan otoritas atasan 10. Bagaimana cara mencegah kebakaran di tempat kerja? a. Tidak perlu ada tindakan preventif b. Menyimpan bahan mudah terbakar di tempat yang tidak aman c. Memastikan peralatan listrik berfungsi dengan baik d. Mengabaikan pelatihan pemadam kebakaran Jawaban 1. b. Menjaga kesejahteraan pekerja 2. b. Material Safety Data Sheet 3. b. Menghindari risiko cedera dan penyakit 4. b. Melaporkan kecelakaan segera kepada atasan 5. b. Memastikan peralatan berfungsi dengan baik 6. b. Desain tempat kerja yang sesuai dengan karakteristik fisik manusia 7. b. Pekerjaan yang monoton dan tidak ergonomis 8. c. Mengikuti prosedur keselamatan dan mengenakan APD yang sesuai 9. b. Pekerja lebih mengerti risiko di tempat kerja 10. c. Memastikan peralatan listrik berfungsi dengan baik Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 3


E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik 2. Pengayaan dan Remedial 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Membuat prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2 Mengetahui syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Profil Pelajar Pancasila No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Mulai Berkemb ang Sedang Berkem bang Berkemb ang Sesuai Harapan Sangat Berkem bang 1 Mandiri, Bernalar kritis, dan Bergotong-royong Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 4


BAHAN BACAAN 1. Buku ajar K3: https://staffnew.uny.ac.id/upload/198812242014042002/pendidikan/Buku%20K3%20FT %20UNY.pdf Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja /penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja. Menurut UU Pokok Kesehatan RI No. 9 Th. 1960 Bab I Pasal II ,Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi Kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat Kesehatan setinggitingginya, baik jasmani ,rohani maupun social, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan Kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum. Menurut H. W Heinrich dalam Notoadmodjo (2007), penyebab keselamatan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88 % dan kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedual hal tersebut terjadi secara bersamaan. Tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagai pengelola aset negara tak luput dari ancaman kecelakaan kerja, baik tugas di lapangan maupun di kantor, prosedurprosedur pengamanan harus selalu dipatuhi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja, sebagai contoh bidang penilaian KPKNL Cirebon ketika melakukan penilaian aset Pertamina dimana protokol K3 harus dijalankan Ketika berada di Oil Well / Sumur Pompa yang termasuk Objek Vital Nasional. Penggunaan Alat Pelindung Diri menjadi sebuah keharusan saat memasuki Objek Aset Pertamina tersebut. Berdasarkan Moekijat (2004), Program keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dilaksanakan karena tiga faktor penting, yaitu : a. Berdasarkan perikemanusiaan. Pertama -tama para manajer akan mengadakan pencegahan kecelakaan kerja atas dasar perikemanusiaan yang sesungguhnya. Mereka melakukan demikian untuk mengurangi sebanyak-banyaknya rasa sakit dari pekerjaan yang diderita luka serta efek terhadap keluarga. b. Berdasarkan Undang-Undang. Ada juga alasan mengadakan program keselamatan dan Kesehatan kerja berdasarkan Undang -undang , bagi Sebagian mereka yang melanggarnya akan dijatuhi hukuman denda. c. Berdasarkan Alasan ekonomi untuk sadar keselamatan kerja karena biaya kecelakaan dampaknya sangat besar bagi perusahaan. Tujuan Keselamatan Kerja Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja , bahwa tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja, memberikan


perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efiensi dan produktivitas. Hal ini tentu sangat penting mengingat apabila Kesehatan pegawai buruk mengakibatkan turunnya capaian/output serta demotivasi kerja. Penyebab Kecelakaan Kerja Setiap pegawai tentu mempunyai cara cara tersendiri dalam proteksi diri terhadap ancaman kecelakaan kerja/ penyakit dalam menunjang pekerjaannya, misal dengan memakai masker Ketika sedang flu, menunda bepergian Ketika sedang pandemi, maupun dengan menjaga kebersihan/ kenyamanan ruangan kerja. Menurut Budiono dkk (2003), faktor yang mempengaruhi Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah a. Beban Kerja. Beban kerja merupakan beban fisik, mental dan sosial, sehingga penempatan pegawai sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan b. Kapasitas Kerja. Kapasitas Kerja yang bergantung pada tingkat Pendidikan, keterampilan, kebugaran jasmani, ukuran tubuh ideal, keadaan gizi dsb c. Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja yang berupa faktor fisik, kimia, biologi,ergonomic ataupun psikososial. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kecelakaan Kerja dapat dicegah dengan metode HIRARC, HIRARC terdiri dari hazard identification, risk assessment, dan risk control a. Identifikasi Bahaya (hazard identification). Menurut Suardi, kategori bahaya adalah bahaya fisik, bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kimia, bahaya ergonomi, bahaya kebiasaan, bahaya lingkungan bahaya biologi dan bahaya psikologi. b. Penilaian Risiko (Risk Assestment). Adalah proses penilaian untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi yang bertujuan untuk control risiko dari proses dan operasi. Penilaian dalam risk assestment yaitu likehood dan severity. Likehood menunjukkan seberapa mungkin kecelakaan terjadi, severity menunjukkan seberapa parah dampat kecelakaan tersebut, Nilai dari likehood dan severity akan digunakan untuk menentukan risk rating, dimana risk rating adalah nilai tingkat resiko , bisa rendah ,menengah, tinggi atau ekstrem (AS/NZS).


YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR DASAR-DASAR TEKNIK OTOMOTIF TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Nama Penyusun : Dian Sabit Purnomo, S.Pd. Fase/ Kelas : .E/X Semester : Gasal Alokasi Waktu : 540 menit ( 1 pertemuan @12 x 45menit) Elemen : Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur- prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Melaksanakan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Melaksanakan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2. Memahami potensi bahaya di tempat kerja C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Melakukan pemanasan sebelum memulai pembelajaran - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Melakukan 3S di ruang kelas Guru melakukan presensi dengan cara menanyakan berapa jumlah sholat wajib yang kemarin dilaksanakan (muslim), untuk non muslim ditanya sesuai ibadahnya 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 1


KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang keselamatan? 2. Apa yang kalian ketahui tentang kesehatan? 3. Sebutkan alat keselamatan ketika menggunakan sepeda motor! Apersepsi Guru memberikan apersepsi tentang materi Dojo fundamental Motivasi Setelah mempelajari materi, maka peserta didik dapat memiliki pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kegiatan Inti 1. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat yang diberikan guru melalui tayangan video pada link berikut : https://youtu.be/6ZhBPy_5el0?si=Cm-UhqT_CT0- 6U4f 2. Peserta didik diminta untuk memberikan pendapat terkait video yang disimak. 3. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik 4. Guru mengarahkan peserta didik untuk browsing materi tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja dengan menggunakan HP masing-masing. 5. Peserta didik berdiskusi tentang alat pelindung diri dan fungsinya 6. Peserta didik melatih kemampuan basic mentality ( peserta didik berdiskusi ataupun secara lisan berpendapat dan mempresentasikan di depan kelas) 480 menit Penutup Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi terkait materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Guru menanyakan penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan presentasi penggunaan alat pelindung diri Guru memberikan motivasi kepada peserta didik agar selalu semangat belajar dan tetap menjaga kesehatan. Guru menutup pertemuan dengan berdoa dan salam. 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 2


D. Asesmen 1. Asesmen Awal a. Apa yang kalian ketahui tentang keselamatan? b. Apa yang kalian ketahui tentang kesehatan? c. Sebutkan alat keselamatan ketika menggunakan sepeda motor! 2. Asesmen Formatif Memantau perkembangan peserta didik dalam memahami kerja bangku 3. Asesmen akhir (sumatif) 1. Apa tujuan utama dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)? a. Meningkatkan produktivitas b. Menjaga kesejahteraan pekerja c. Mengurangi biaya perusahaan d. Semua jawaban benar 2. Apa yang dimaksud dengan MSDS dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja? a. Manajemen Sistem Dokumen Sekuritas b. Material Safety Data Sheet c. Manajemen Sistem Distribusi Surat d. Manajemen Sistem Data Karyawan 3. Peralatan pelindung diri (APD) digunakan untuk: a. Mempercantik penampilan pekerja b. Menghindari risiko cedera dan penyakit c. Menyembunyikan identitas pekerja d. Semua jawaban benar 4. Apa yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan kerja? a. Diam dan tidak memberi tahu atasan b. Melaporkan kecelakaan segera kepada atasan c. Menutupi kejadian agar tidak merugikan reputasi perusahaan d. Menyelesaikan masalah secara pribadi 5. Pemeriksaan rutin peralatan kerja dilakukan untuk: a. Menambah beban pekerjaan b. Memastikan peralatan berfungsi dengan baik c. Menurunkan efisiensi produksi d. Menghindari tanggung jawab perusahaan 6. Apa yang dimaksud dengan "ergonomi" dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja? a. Studi tentang perilaku manusia b. Desain tempat kerja yang sesuai dengan karakteristik fisik manusia c. Manajemen risiko d. Manajemen konflik di tempat kerja 7. Faktor apa yang dapat menyebabkan kelelahan di tempat kerja? a. Istirahat yang cukup b. Pekerjaan yang monoton dan tidak ergonomis c. Pengakuan kinerja yang baik d. Semua jawaban benar 8. Apa yang harus dilakukan saat bekerja di lingkungan berisiko tinggi? a. Mengabaikan prosedur keselamatan b. Menggunakan peralatan tanpa pelatihan c. Mengikuti prosedur keselamatan dan mengenakan APD yang sesuai d. Menunjukkan sikap sembrono 9. Mengapa penting untuk melibatkan pekerja dalam program Keselamatan dan Kesehatan Kerja? a. Hanya untuk memenuhi persyaratan hukum b. Pekerja lebih mengerti risiko di tempat kerja c. Meningkatkan biaya operasional perusahaan d. Menunjukkan otoritas atasan 10. Bagaimana cara mencegah kebakaran di tempat kerja? a. Tidak perlu ada tindakan preventif b. Menyimpan bahan mudah terbakar di tempat yang tidak aman c. Memastikan peralatan listrik berfungsi dengan baik d. Mengabaikan pelatihan pemadam kebakaran Jawaban 1. b. Menjaga kesejahteraan pekerja 2. b. Material Safety Data Sheet 3. b. Menghindari risiko cedera dan penyakit 4. b. Melaporkan kecelakaan segera kepada atasan 5. b. Memastikan peralatan berfungsi dengan baik 6. b. Desain tempat kerja yang sesuai dengan karakteristik fisik manusia 7. b. Pekerjaan yang monoton dan tidak ergonomis 8. c. Mengikuti prosedur keselamatan dan mengenakan APD yang sesuai 9. b. Pekerja lebih mengerti risiko di tempat kerja 10. c. Memastikan peralatan listrik berfungsi dengan baik Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 3


E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik 2. Pengayaan dan Remedial 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Melaksanakan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2 Memahami potensi bahaya di tempat kerja Profil Pelajar Pancasila No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Mulai Berkemb ang Sedang Berkem bang Berkemb ang Sesuai Harapan Sangat Berkem bang 1 Mandiri, Bernalar kritis, dan Bergotong-royong Dian Sabit Purnomo, S.Pd../DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 4


BAHAN BACAAN Buku ajar K3: https://staffnew.uny.ac.id/upload/198812242014042002/pendidikan/Buku%20K3%20FT %20UNY.pdf Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja /penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja. Menurut UU Pokok Kesehatan RI No. 9 Th. 1960 Bab I Pasal II ,Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi Kesehatan yang bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat Kesehatan setinggitingginya, baik jasmani ,rohani maupun social, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan Kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum. Menurut H. W Heinrich dalam Notoadmodjo (2007), penyebab keselamatan kerja yang sering ditemui adalah perilaku yang tidak aman sebesar 88 % dan kondisi lingkungan yang tidak aman sebesar 10%, atau kedual hal tersebut terjadi secara bersamaan. Tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagai pengelola aset negara tak luput dari ancaman kecelakaan kerja, baik tugas di lapangan maupun di kantor, prosedurprosedur pengamanan harus selalu dipatuhi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja, sebagai contoh bidang penilaian KPKNL Cirebon ketika melakukan penilaian aset Pertamina dimana protokol K3 harus dijalankan Ketika berada di Oil Well / Sumur Pompa yang termasuk Objek Vital Nasional. Penggunaan Alat Pelindung Diri menjadi sebuah keharusan saat memasuki Objek Aset Pertamina tersebut. Berdasarkan Moekijat (2004), Program keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dilaksanakan karena tiga faktor penting, yaitu : a. Berdasarkan perikemanusiaan. Pertama -tama para manajer akan mengadakan pencegahan kecelakaan kerja atas dasar perikemanusiaan yang sesungguhnya. Mereka melakukan demikian untuk mengurangi sebanyak-banyaknya rasa sakit dari pekerjaan yang diderita luka serta efek terhadap keluarga. b. Berdasarkan Undang-Undang. Ada juga alasan mengadakan program keselamatan dan Kesehatan kerja berdasarkan Undang -undang , bagi Sebagian mereka yang melanggarnya akan dijatuhi hukuman denda. c. Berdasarkan Alasan ekonomi untuk sadar keselamatan kerja karena biaya kecelakaan dampaknya sangat besar bagi perusahaan. Tujuan Keselamatan Kerja Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja , bahwa tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja, memberikan


perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efiensi dan produktivitas. Hal ini tentu sangat penting mengingat apabila Kesehatan pegawai buruk mengakibatkan turunnya capaian/output serta demotivasi kerja. Penyebab Kecelakaan Kerja Setiap pegawai tentu mempunyai cara cara tersendiri dalam proteksi diri terhadap ancaman kecelakaan kerja/ penyakit dalam menunjang pekerjaannya, misal dengan memakai masker Ketika sedang flu, menunda bepergian Ketika sedang pandemi, maupun dengan menjaga kebersihan/ kenyamanan ruangan kerja. Menurut Budiono dkk (2003), faktor yang mempengaruhi Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah a. Beban Kerja. Beban kerja merupakan beban fisik, mental dan sosial, sehingga penempatan pegawai sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan b. Kapasitas Kerja. Kapasitas Kerja yang bergantung pada tingkat Pendidikan, keterampilan, kebugaran jasmani, ukuran tubuh ideal, keadaan gizi dsb c. Lingkungan Kerja. Lingkungan Kerja yang berupa faktor fisik, kimia, biologi,ergonomic ataupun psikososial. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kecelakaan Kerja dapat dicegah dengan metode HIRARC, HIRARC terdiri dari hazard identification, risk assessment, dan risk control a. Identifikasi Bahaya (hazard identification). Menurut Suardi, kategori bahaya adalah bahaya fisik, bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kimia, bahaya ergonomi, bahaya kebiasaan, bahaya lingkungan bahaya biologi dan bahaya psikologi. b. Penilaian Risiko (Risk Assestment). Adalah proses penilaian untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi yang bertujuan untuk control risiko dari proses dan operasi. Penilaian dalam risk assestment yaitu likehood dan severity. Likehood menunjukkan seberapa mungkin kecelakaan terjadi, severity menunjukkan seberapa parah dampat kecelakaan tersebut, Nilai dari likehood dan severity akan digunakan untuk menentukan risk rating, dimana risk rating adalah nilai tingkat resiko , bisa rendah ,menengah, tinggi atau ekstrem (AS/NZS).


YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR DASAR-DASAR TEKNIK OTOMOTIF TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Nama Penyusun : Dian Sabit Purnomo, S.Pd. Fase/ Kelas : .E/X Semester : Gasal Alokasi Waktu : 540 menit ( 1 pertemuan @12 x 45menit) Elemen : Gambar Teknik Otomotif Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menggambar teknik dasar, termasuk pengenalan macam-macam peralatan gambar, standarisasi dalam pembuatan gambar, serta praktik menggambar dan membaca gambar teknik, dan menentukan letak dan posisi komponen otomotif berdasarkan gambar buku manual. II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Menyiapkan gambar Teknik (Perlengkapan dan Kelengkapan Gambar Teknik, Konstruksi Geometri, Sketsa 2D 3D, Gambar Potongan, Penunjukan Ukuran) B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Menyiapkan gambar Teknik (Perlengkapan dan Kelengkapan Gambar Teknik, 2. Mengetahui Konstruksi Geometri, 3. Membuat Sketsa 2D 3D, Gambar Potongan, 4. Mengetahui Penunjukan Ukuran C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Melakukan 3S di ruang kelas - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto Guru melakukan presensi dengan menanyakan jumlah sholat yang dilakukan pada hari kemarin. Guru memberikan pertanyaan pemantik sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 1


KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu 1. Apa pengertian gambar teknik dalam konteks otomotif? 2. Apa saja fungsi gambar teknik dalam industri otomotif? 3. Bagaimana proses mengidentifikasi simbol dan kode pada gambar teknik otomotif? 4. Apa peran etiket gambar dalam gambar teknik otomotif? Kegiatan Inti 1. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat di layar proyektor / HP (media pembelajaran) tentang bagaimana cara menulis huruf dan angka, sambil sesekali memberikan tanggapan dan guru memberikan penguatan. 2. Berikut link tayangan cara membuat huruf dan angka dalam bidang gambar teknik otomotif: LINK YOUTUBE HURUF DAN ANGKA 3. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 2 peserta didik 4. Guru mengarahkan peserta didik untuk browsing materi tentang pengertian gambar, fungsi gambar, bentuk-bentuk huruf dan angka dengan menggunakan HP masing-masing. 5. Guru memberikan LKPD gambar huruf dan angka 6. Peserta didik berdiskusi dan mulai menggambar huruf dan angka. 7. Peserta didik melatih kemampuan basic mentality ( peserta didik berdiskusi ataupun secara lisan berpendapat dan mempresentasikan di depan kelas) 480 menit Penutup Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi terkait materi gambar teknik tentang huruf, angka dan bangun 2 dimensi Guru menanyakan penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencari informasi terkait jenis konversi energi apa saja yang ada di lingkungan sekitar Guru memberikan motivasi kepada peserta didik agar selalu semangat belajar dan tetap menjaga kesehatan. Guru menutup pertemuan dengan berdoa dan salam. 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 2


D. Asesmen a. Asesmen Awal 1. Apa fungsi gambar teknik di dunia otomotif? 2. Berapa ukuran huruf yang sering dipakai di gambar teknik otomotif? b. Asesmen Formatif Memantau perkembangan peserta didik dalam memahami gambar teknik otomotif c. Asesmen akhir (sumatif) Penilaian produk (portofolio), dengan kriteria penilaian : kesesuaian gambar, waktu pengerjaan gambar E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik 2. Pengayaan dan Remedial 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Menyiapkan gambar Teknik (Perlengkapan dan Kelengkapan Gambar Teknik, 2 Mengetahui Konstruksi Geometri, 3 Membuat Sketsa 2D 3D, Gambar Potongan, 4 Mengetahui Penunjukan Ukuran Profil Pelajar Pancasila Mulai Sedang Berkemb Sangat Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 3


No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Berkemb ang Berkem bang ang Sesuai Harapan Berkem bang 1 Mandiri, Bernalar kritis, dan Bergotong-royong Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 4


BAHAN BACAAN GAMBAR TEKNIK OTOMOTIF Gambar teknik otomotif adalah bahasa visual yang digunakan untuk menyampaikan ide dan informasi tentang desain dan fungsi kendaraan. Dalam konteks ini, kita akan membahas tentang pelajaran gambar teknik otomotif untuk siswa kelas X SMK Teknik Otomotif. 1. Tujuan dan Sasaran Pembelajaran Tujuan dari pelajaran ini adalah untuk membantu siswa memahami dan menguasai konsep-konsep dasar gambar teknik otomotif, termasuk cara membaca dan membuat gambar teknik otomotif. Sasaran pembelajaran ini adalah agar siswa dapat: Memahami prinsip-prinsip dasar gambar teknik otomotif. Mengidentifikasi dan menggunakan alat-alat gambar teknik. Membaca dan membuat gambar teknik otomotif dengan akurat. Menginterpretasikan gambar teknik otomotif dalam konteks otomotif. 2. Deskripsi Singkat tentang Materi yang Akan Diajarkan Materi yang akan diajarkan dalam pelajaran ini mencakup berbagai topik, mulai dari pengenalan alat dan teknik gambar, hingga interpretasi dan penciptaan gambar teknik yang kompleks. Beberapa topik yang akan dibahas antara lain: Pengenalan alat dan teknik gambar: Memahami dan mengidentifikasi alat-alat yang digunakan dalam gambar teknik, seperti mesin gambar, mistar, dan busur. Pengenalan standar gambar teknik: Memahami standar internasional (ISO) dan etiket gambar. Pembuatan dan interpretasi gambar teknik: Praktek membuat dan membaca gambar teknik otomotif, termasuk diagram wiring dan gambar komponen otomotif. Dengan memahami materi ini, siswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang desain dan fungsi kendaraan, serta dapat membuat dan membaca gambar teknik otomotif dengan lebih baik. Selamat belajar! Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 5


3. Identifikasi Gambar Teknik Otomotif Gambar teknik otomotif, sebuah disiplin yang menggabungkan seni dan sains, kreativitas dan logika, imajinasi dan realitas. Di sini, kita akan mempelajari bagaimana menginterpretasikan dan menciptakan gambar teknik yang akurat dan informatif, alat komunikasi universal yang digunakan oleh insinyur, teknisi, dan mekanik di seluruh dunia. Gambar teknik otomotif adalah bahasa visual yang digunakan untuk menyampaikan ide dan informasi tentang desain dan fungsi kendaraan. Dengan mempelajari dan memahami bahasa ini, kita dapat membaca dan membuat gambar teknik yang dapat digunakan untuk membangun, memperbaiki, dan memodifikasi berbagai jenis kendaraan. Buku ini dirancang khusus untuk siswa kelas 10 SMK Teknik Otomotif, dengan tujuan memberikan pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip dasar gambar teknik otomotif. Materi yang disajikan di sini mencakup berbagai topik, mulai dari pengenalan alat dan teknik gambar, hingga interpretasi dan penciptaan gambar teknik yang kompleks. Dengan mempelajari materi ini, Anda akan mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk sukses di bidang otomotif. Jadi, mari kita mulai perjalanan ini bersama, menjelajahi dunia gambar teknik otomotif, dan membuka pintu ke masa depan yang menarik dan penuh peluang. a. Peralatan Gambar Teknik Otomotif Ukuran Kertas Gambar: Dalam gambar teknik otomotif, ukuran kertas yang sering digunakan adalah ukuran Aseries. Misalnya, ukuran kertas A4 adalah 297 x 210 mm, ukuran kertas A3 adalah 420 x 297 mm, dan ukuran kertas A2 adalah 594 x 420 mm. Ukuran Ukuran Garis tepi Lebar Panjang Sisi Kiri Sisi kanan, bawah dan atas A 0 841 mm 1189 mm 20 mm 10 mm A 1 594 mm 841 mm 20 mm 10 mm A 2 420 mm 594 mm 20 mm 10 mm A 3 297 mm 420 mm 20 mm 10 mm A 4 210 mm 297 mm 20 mm 5 mm A 5 148 mm 210 mm 20 mm 5 mm Pensil Teknik Pensil teknik adalah alat yang digunakan untuk menggambar sketsa dan detail-detail dalam gambar teknik otomotif. Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 6 Gambar 1 Ukuran kertas gambar


Sumber : https://www.diskonaja.com/ Jangka: Jangka adalah alat gambar yang berfungsi untuk membuat lingkaran. Penggaris Siku: Penggaris siku atau penggaris segitiga siku-siku berfungsi untuk membuat garis tegak Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 7 Gambar 2 Pensil Gambar 3 Pensil Mekanik Gambar 4 Jangka


lurus. Gambar 5 Penggaris Mal Busur Mal busur digunakan untuk menggambar busur atau lingkaran dengan radius yang berbeda. Mal busur biasanya terbuat dari plastik transparan dan memiliki berbagai ukuran busur yang berbeda. Gambar 5.1 mal dan busur Peralatan Gambar Teknik Otomotif Modern: Dalam era modern ini, peralatan gambar teknik otomotif tidak hanya terbatas pada alatalat fisik. Ada berbagai perangkat lunak komputer yang digunakan untuk membuat gambar teknik otomotif, seperti AutoCAD, SolidWorks, dan CATIA. Perangkat lunak ini memungkinkan desainer untuk membuat model 3D dari komponen otomotif dan melakukan simulasi untuk menguji kinerja komponen tersebut. b. Standar Gambar Teknik Standar gambar teknik otomotif sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang yang melihat gambar tersebut dapat memahaminya dengan cara yang sama. Berikut adalah beberapa standar yang digunakan dalam gambar teknik otomotif: Bahasa Teknik: Gambar teknik otomotif sering disebut sebagai bahasa teknik karena mereka menggunakan simbol dan notasi khusus untuk menyampaikan informasi. Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 8


Skala: Skala digunakan untuk menunjukkan ukuran sebenarnya dari objek yang digambarkan. Misalnya, skala 1:3 berarti bahwa setiap 1 cm pada gambar mewakili 3 cm pada objek nyata. Etiket Gambar: Etiket gambar biasanya mencakup informasi seperti nama yang membuat gambar, nama gambar, nama sekolah, dan skala gambar. Beberapa bagian yang terdapat pada etiket gambar (kepala gambar) adalah sebagai berikut : i. Nama pembuat ii. Judul gambar iii. Nama instansi pembuat iv. Tanggal membuat v. Tanggal persetujuan vi. Ukuran kertas vii. Skala gambar (perbandingan gambar dengan bentuk aslinya) viii. Jenis proyeksi ix. Satuan ukuran x. Keterangan atau hal yang di perlukan di dalam gambar. Contoh pembuatan etiket gambar dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 6 Etiket Sumber : https://www.sekolahkami.com/2019/10/kepalagambar-atau-etiket-gambar- teknik.html Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 9


o ISO (International Organization for Standardization): Standar gambar teknik dapat dibuat dalam satu instansi/perusahaan, satu negara atau bahkan tingkat internasional. Berikut beberapa standar gambar teknik : o Japanese Industrial Standart (JIS) o Nederland Normalisatie Instituut (NNI) o Deutsche Industrie Normen (DIN) o American National Standard Institute (ANSI) o Standar Nasional Indonesia (SNI) o International Organization for Standardization (ISO) ISO (Internasional Standardization for organization) mempunyai tujuan untuk menyatukan pemahaman tentang teknik secara internasional dengan aturan standar yang dibuat untuk memudahkan hubungan perdagangan nasional dan internasional, memudahkan komunikasi dan sebagai petunjuk praktis dalam bidang teknik. ISO adalah organisasi internasional yang mengembangkan dan menerbitkan standar internasional, termasuk standar untuk gambar teknik. Contoh standar yang sering di gunakan dalam menggambar teknik Jenis-Jenis GarisGaris gambar memiliki maksud dan tujuan tertentu sehingga penggunaannya ditetapkan standart seperti tabel di bawah ini : Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 10 Table 1 Jenis-jenis Garis dan Penggunaannya


Huruf dan Angka Huruf dan angka harus ditulis dengan jelas sehingga dapat dibaca, penulisan huruf dan angka diatur dalam standart ISO 3098/11974, di mana huruf dan angka ditulis tegak dan miring 750 . perhatikan gambar berikut : Keterangan : a : Jarak antar huruf satu dengan huruf lainya b : Jarak antara tinggi huru ditambah jarak huruf di atasnya c : Tinggi huruf kecil d : Tebal huruf atau angka e : Jarak spasi antar kata f : ketinggian huruf atau angka Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 11 Gambar 7 Penulisan Huruf Dan Angka


Proyeksi Gambar Teknik Otomotif Proyeksi gambar teknik otomotif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan objek tiga dimensi dalam dua dimensi. Ada dua jenis proyeksi yang umum digunakan dalam gambar teknik otomotif, yaitu proyeksi ortogonal dan proyeksi perspektif. Proyeksi ortogonal adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan objek dari beberapa pandangan berbeda, biasanya dari depan, atas, dan samping. Sementara itu, proyeksi perspektif digunakan untuk menggambarkan objek seperti yang dilihat oleh mata manusia, dengan garis paralel yang tampak bertemu di titik fuga. Proyeksi Piktorial Proyeksi piktorial yaitu proyeksi yang menampilkan gambar dari suatu benda mendekati bentuk dan ukuran aslinya benda secara tiga dimensi dan menggunakan pandangan tunggal. Proyeksi Aksonometri Proyeksi aksonometri merupakan proyeksi gambar dengan memiringkan benda terhadap bidang proyeksi, yaitu muka benda tersebut terlihat seperti bentuk aslinya. Sumber : https://www.etsworlds.id/2019/07/pengertian-danjenis-proyeksi-pada.html Proyeksi Isometri Merupakan proyeksi dengan menyajikan benda dengan jelas, tidak ada garis sumbu yang diperpendek atau dikecilkan, sehingga semua panjang sumbunya menggambarkan ukuran asli dari benda yang di gambar pada sumbu (X:Y:Z) dengan jarak sumbu 1200 (derajat) Gambar 9 Isometri Normal Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 12 Gambar 8 Aksono Metri


Proyeksi Ortogonal Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi dengan cara memproyeksikan setiap sisi dari benda secara tegak lurus terhadap bidang proyeksinya. Gambar proyeksi ortogonal digunakan untuk memberikan informasi yang lengkap dan tepat dari suatu benda tiga dimensi. Proyeksi ortogonal pada umumnya tidak memberikan gambaran lengkap dari benda hanya dengan satu proyeksi saja. Oleh karena itu diambil beberapa bidang proyeksi secara tegak lurus, dan dapat ditambah dengan bidang bantu di mana diperlukan. Dengan menggabungkan gambar- gambar proyeksi tersebut dapatlah diperoleh gambaran jelas dari benda yang dimaksud. Proyeksi ortogonal terbagi menjadi dua yaitu : 1) Proyeksi Eropa (Proyeksi Kuadran I) Merupakan proyeksi yang letaknya terbalik terhadap arah pandangannya. Sumber : https://www.sekolahkami.com/2019/10/proyeksiorthogonal.html Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 13 Gambar 10 Proyeksi Eropa


2) Proyeksi Amerika (Proyeksi Kuadran II) Merupakan proyeksi sudut ketiga yang letak dari bidang benda sama dengan arah pandangannya Sumber : https://www.sekolahkami.com/2019/10/proyeksiorthogonal.html Petunjuk dan Ukuran Gambar Teknik Otomotif Dalam gambar teknik otomotif, ada beberapa petunjuk dan ukuran yang harus diperhatikan. Pertama, gambar harus dibuat dengan skala yang tepat. Skala adalah perbandingan antara ukuran gambar dengan ukuran objek aslinya. Kedua, gambar harus dibuat dengan detail yang cukup. Detail ini mencakup semua fitur penting dari objek, seperti bentuk, ukuran, dan posisi. Ketiga, gambar harus dibuat dengan pencahayaan yang baik. Pencahayaan yang baik akan membantu menonjolkan detail dan memberikan kedalaman pada gambar. Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 14 Gambar 11 Proyeksi Amerika


Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 15


Satuan ukuran ditulis dengan angka dalam satuan yang sama misal milimeter atau sentimeter Garis bantu penunjukan ukuran, biasanya di gambar tegak lurus dengan pada bagian yang diberi nilai ukuran. Garis penunjuk ukuran menggunakan garis tipis dengan di akhiri tanda anak panah. Sumber : https://suryaputra2009.wordpress.com/2012/01/30/penunjukkanukuran/ Terkadang dalam memberikan penunjukan tanda panah, garis bantu dan ukuran sering kurang tepat seperti pada gambar di bawah ini : Sumber : https://suryaputra2009.wordpress.com/2012/01/30/penunjukkan- ukuran/ Gambar 12 Penunjuk Ukuran dan Tanda Panah Gambar 13 Penunjukan Ukuran Kurang Tepat


Simbol dan Kode Gambar Teknik Otomotif Simbol dan kode dalam gambar teknik otomotif digunakan untuk menyampaikan informasi tertentu tentang objek yang digambarkan. Misalnya, simbol dapat digunakan untuk menunjukkan jenis material, proses pembuatan, atau toleransi ukuran.


Lembar Kerja Peserta Didik TUGAS I 1. Persiapkan alat gambar seperti pensil, kertas, penggaris, jangka dan lain sebagainya untuk keperluan menggambar. 2. Buatlah garis tepi pada kertas gambar sesuai dengan kaidah gambar teknik. 3. Buatlah etiket gambar sesuai standar di sekolah anda 4. Buatlah huruf dan angka seperti gambar di bawah ini dengan versi tegak dan miring.


TUGAS II 1. Persiapkan alat gambar seperti pensil, kertas, penggaris dan lain sebagainya untuk menggambar. 2. Buatlah garis tepi pada kertas gambar sesuai dengan kaidah gambar teknik yang benar. 3. Buatlah etiket gambar sesuai standar di sekolah kalian 4. Buatlah gambar garis seperti gambar di bawah ini dengan benar.


Tugas 3 Buatlah gambar segi lima beraturan dan gambar oval seperti di bawah ini. Cara menggambar segi lima beraturan : 1. Bagi garis B 0 menjadi 2 bagian yang sama, didapat titik C. 2. Buat R2 = C D dan memotong A 0 di titik E. 3. Buat R3 = D E dan memotong lingkaran di F. DF adalah panjang sisi segi lima beraturan. Cara menggambar oval : 1. Buatlah garis AB CD (panjangnya ditentukan). 2. Buat lingkaran dengan diameter AB dan CD, m sebagai titik pusat. 3. Bagilah busur lingkaran AE menjadi beberapa bagian sama besar, dan tarik garis dari titik 1, 2 dan seterusnya melalui pusat lingkaran. 4. Proyeksi titik 1 dan 1, hingga berpotongan di a, begitu seterusnya. 5. Hubungkan A dengan a, b dan D dengan mal kurva, sisi Ellip terbentuk. Lanjutkan pada titik yang lain.


Tugas 4 Buatkah Gambar di bawah ini 1. Gambarkan dengan menggunakan kertas A4 atau A3 dengan menggunakan proyeksi Amerika atau Eropa 2. Lengkapi dengan penunjuk ukuran dalam satuan milimeter 3. Buatlah gambar benda kerja lain dengan langkah yang sam


Daftar Pustaka : Firdaus, H. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Kompetensi Gambar Teknik Otomotif di SMK Negeri 4 Kota Serang. Asprilla, D. (2017). IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TKR. Meidy. (2021). PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK KELAS X DPIB SMK N 1 REMBANG. Sri Agung Guruh Budiawan, S.Pd. (2022). Modul Ajar Kurikulum Merdeka Gambar Teknik Otomotif Kelas X Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Rustianah, S.Pd. (2022). Modul Ajar Dasar-Dasar Otomotif Kelas X Elemen: Gambar Teknik. Suci Putri. (n.d.). Gambar Teknik Otomotif. BS EN ISO 7083:2021. Dokumentasi produk teknis. Simbol yang digunakan dalam dokumentasi produk teknis. Proporsi dan dimensi. ISO 129-1:2004. Gambar teknis - Indikasi dimensi dan toleransi - Bagian 1: Prinsip umum.


YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR DASAR-DASAR TEKNIK OTOMOTIF TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK Kesatrian Purwokerto Nama Penyusun : Dian Sabit Purnomo, S.Pd. Fase/ Kelas : .E/X Semester : Gasal Alokasi Waktu : 540 menit ( 1 pertemuan @12 x 45menit) Elemen : Gambar Teknik Otomotif Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu menggambar teknik dasar, termasuk pengenalan macam-macam peralatan gambar, standarisasi dalam pembuatan gambar, serta praktik menggambar dan membaca gambar teknik, dan menentukan letak dan posisi komponen otomotif berdasarkan gambar buku manual. II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Menyiapkan gambar Teknik (Perlengkapan dan Kelengkapan Gambar Teknik, Konstruksi Geometri, Sketsa 2D 3D, Gambar Potongan, Penunjukan Ukuran) B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Membaca gambar teknik. 2. Membuat gambar teknik suatu komponen kendaraan 4. Mengetahui Penunjukan Ukuran C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Melakukan 3S di ruang kelas - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto Guru melakukan presensi dengan menanyakan jumlah sholat yang dilakukan pada hari kemarin. Guru memberikan pertanyaan pemantik sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Apa pengertian gambar teknik dalam konteks otomotif? 30 menit Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 1


KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu 2. Apa saja fungsi gambar teknik dalam industri otomotif? 3. Bagaimana proses mengidentifikasi simbol dan kode pada gambar teknik otomotif? 4. Apa peran etiket gambar dalam gambar teknik otomotif? Kegiatan Inti 1. Peserta didik memperhatikan tayangan singkat di layar proyektor / HP (media pembelajaran) tentang bagaimana cara menulis huruf dan angka, sambil sesekali memberikan tanggapan dan guru memberikan penguatan. 2. Berikut link tayangan cara membuat huruf dan angka dalam bidang gambar teknik otomotif: LINK VIDEO CARA MEMBACA GAMBAR TEKNIK 3. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 2 peserta didik 4. Guru mengarahkan peserta didik untuk browsing materi tentang pengertian gambar, fungsi gambar, bentuk-bentuk huruf dan angka dengan menggunakan HP masing-masing. 5. Guru memberikan LKPD gambar huruf dan angka 6. Peserta didik berdiskusi dan mulai menggambar huruf dan angka. 7. Peserta didik melatih kemampuan basic mentality ( peserta didik berdiskusi ataupun secara lisan berpendapat dan mempresentasikan di depan kelas) 480 menit Penutup Peserta didik diminta menyimpulkan keseluruhan materi terkait materi cara membaca gambar teknik Guru menanyakan penyampaian materi apakah menyenangkan, materi yang dibahas apakah sudah dipahami, apakah semua peserta didik paham, siapa saja yang belum paham, adakah materi yang susah dipahami, materi mana yang perlu diperbaiki ? Guru memberikan motivasi kepada peserta didik agar selalu semangat belajar dan tetap menjaga kesehatan. Guru menutup pertemuan dengan berdoa dan salam. 30 menit D. Asesmen Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 2


a. Asesmen Awal 1. Apa fungsi gambar teknik di dunia otomotif? 2. Berapa ukuran huruf yang sering dipakai di gambar teknik otomotif? b. Asesmen Formatif Memantau perkembangan peserta didik dalam membaca gambar teknik otomotif c. Asesmen akhir (sumatif) Penilaian produk (portofolio), dengan kriteria penilaian : kesesuaian gambar, waktu pengerjaan gambar E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik 2. Pengayaan dan Remedial 3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Membaca gambar teknik 2 membuat gambar teknik suatu komponen kendaraan Profil Pelajar Pancasila Dian Sabit Purnomo, S.Pd./DDTO/Fase E/TP 2023_2024 - 3


Click to View FlipBook Version