KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu semul a) (e) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula. f) Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak ayunan lengan kedua lengan ditarik ke dada dan didorong ke depan Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap awal Berdiri tegak, langkahkan kaki kiri, dan kedua lengan lurus ke depan. (2) Gerakannya (a) Hitungan 1: Kedua lengan diluruskan di depan dada. (b) Hitungan 2: Kedua lengan ditarik di depan dada. (c) Hitungan 3: Kedua lengan didorong ke depan (sikaula) (d) Setiap ayunan diikuti dorongan panggul. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula Penutup 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 25 menit DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 8
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya, kemandiriannya dan gotong royongnya selama pembelajaran aktivitas hasil rancangan keterampilan aktivitas gerak berirama. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama, hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahulua n Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Melakukan 3S di ruang kelas 30 menit DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 9
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan olahraga aktivitas gerak berirama: misalnya bahwa aktivitas gerak berirama adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani, penanaman karakter dan pengembangan karier dalam aktivitas gerak berirama. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama. 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas keterampilan hasil rancangan keterampilan aktivitas gerak berirama, baik kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: menunjukkan hasil rancangan keterampilan gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama, menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan aktivitas keterampilan gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan musik DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 10
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama, dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game antara lain: a) Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok (peserta didik putera dan puteri dibagi sama banyak). Kalau jumlah peserta didik 36 orang, maka satu kelompok terdiri dari 9 peserta didik. b) Cara bermain: (1) Setiap kelompok peserta didik saling memegang pundak teman satu kelompoknya membentuk ular (2) peserta didik yang paling depan bertugas menangkap ekor (peserta didik paling belakang) kelompok lain (3) apabila ekor tertangkap maka dia akan bergabung ke kelompok penangkapnya selama permainan ular tidak diperbolehkan terputus (4) Kelompok dengan tangkapan terbanyak sebagai pemenang. c) Berdasarkan pengamatan guru pada game, dipilih sejumlah peserta didik yang dianggap cukup mampu untuk menjadi tutor bagi temannya dalam aktivitas berikutnya. Mereka akan mendapat anggota kelompok dari peserta didik yang tersisa dengan cara berhitung sampai angka sejumlah peserta didik yang terpilih (misalnya 9 orang). Maka jika terdapat 36 peserta didik, setiap kelompok akan memiliki anggota 9 orang. d) Dalam pembelajaran ini disamping dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Mengapa peserta didik perlu menunjukkan kemampuan dalam DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 11
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu mempraktikkan hasil rancangan keterampilan aktivitas gerak berirama? 2. Jika peserta didik memiliki keterampilan aktivitas gerak berirama yang handal apa saja yang bisa diperolehnya? Apersepsi Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari aktivitas senam: misalnya bahwa aktivitas senam adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi cabang olahraga senam. Motivasi Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 12
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Inti Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak pola langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 2 merancang keterampilan gerak rangkaian gerak ayunan lengan dan pola langkah kaki aktivitas gerak berirama. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur keterampilan gerak rangkaian pola langkah kaki dan ayunan lengan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Bentuk-bentuk aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak rangkaian aktivitas gerak berirama, antara lain sebagai berikut: a) Aktivitas pembelajaran keterampilan rangkaian gerak pertama Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap permulaan Sikap berdiri tegak, kaki kiri ditekuk sedikit, kedua lengan direntangkan kesamping, dan arah pandangan ke depan. (2) Pelaksanaan (a) Hitungan 1-2: Angkat kedua lengan ke atas lurus sambil memindahkan berat badan. (b) Hitungan 3-4: Pindahkan berat badan ke kanan lurus dan lengan kanan ke atas serta lengan kiri kearah samping sejajar dengan bahu. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula. b) Aktivitas pembelajaran keterampilan rangkaian gerak kedua Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap permulaan Sikap berdiri tegak, kedua lengan di samping dan pandangan ke depan. 80 menit DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 13 Aktivitas 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu (2) Pelaksanaan (a) Hitungan 1-2 : Ayunkan lengan kanan kearah kiri dan ayunkan lengan kanan kearah kanan, tumpuan berat badan tetap pada kaki kiri. (b) Hitungan 3-4 : Ayunkan lengan kiri kearah kanan dengan tumpuan berat badan pada kaki kanan, ayunkan kembali lengan kiri dan berat badan tetap pada kaki kanan. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula. c) Aktivitas pembelajaran keterampilan rangkaian gerak ketiga Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap permulaan Sikap berdiri tegak, kaki kiri ditekuk, kedua lengan direntangkan kesamping dan pandangan ke depan. (2) Pelaksanaan (a) Hitungan 1-2: Ayunkan kedua lengan kebelakang badan sambil memindahkan berat badan ke kiri dan liukkan badan kebelakang. (b) Hitungan 3-4: Kembali ke sikap hitungan 1. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula. d) Aktivitas pembelajaran keterampilan rangkaian gerak keempat Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap permulaan DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 14
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Sikap berdiri tegak, langkahkan kaki kiri ke kiri dan rentangkan kedua tangan kearah samping sejajar dengan bahu. (2) Pelaksanaan (a) Hitungan 1-2: Ayunkan kedua lengan kearah samping sejajar dengan bahu yang disertai gerakan mengeper. (b) Hitungan 3-4: Ayunkan kembali kedua lengan lurus ke depan dengan disertai gerakan mengeper. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula. e) Aktivitas pembelajaran keterampilan rangkaian gerak kelima Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap permulaan Sikap berdiri tegak, kedua tungkai lurus, kedua lengan disamping badan, dan pandangan ke depan. (2) Pelaksanaan (a) Hitungan 1 : Angkat kedua lengan lurus ke atas dengan cara diayunkan diikuti dengan melangkahkan kaki kanan ke depan. (b) Hitungan 2 : Kembali ke sikap semula. (c) Hitungan 3 : Angkat kembali kedua lengan ke atas disertai melangkahkan kaki kiri ke depan. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula. DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 15
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu f) Aktivitas pembelajaran keterampilan rangkaian gerak keenam Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap permulaan Sikap berdiri tegak, tungkai lurus, kedua lengan disilang di depan dada, dan pandangan lurus ke depan. (2) Pelaksanaan (a) Hitungan 1: Rentangkan kedua lengan kesamping sejajar bahu dengan diikuti tendangan tungkai kanan ke depan. (b) Hitungan 2: Kembali ke sikap hitungan 1. (c) Hitungan 3: Lakukan seperti pada hitungan 1, tetapi kaki kiri yang ditendangkan ke depan. (3) Sikap akhir Kembali ke sikap semula. a. Guru mengamati seluruh gerakan peserta didik secara individu maupun kelompok. b. Seluruh aktivitas hasil rancangan keterampilan rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan. c. Peserta didik secara individu dan dan kelompok melakukan aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak sesuai dengan DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 16
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 2 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Penutup 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya, kemandiriannya dan gotong royongnya selama pembelajaran aktivitas hasil rancangan keterampilan aktivitas gerak berirama. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) tanpa/ dengan musik sebagai pembentuk gerak pemanasan dalam aktivitas gerak berirama, hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula. 25 menit D. Asesmen a. Asesmen Awal Non Kognitif : memberikan pertanyaan kepada siswa tentang dukungan yang diperlukan supaya dapat berkembang dalam tahap capaian pembelajaran ini. b. Asesmen Formatif Memantau perkembangan siswa dalam mengerjakan tugas Observasi diskusi sesuai LKPD 1 dan LKPD 2 c. Asesmen akhir (sumatif) Membuat portofolio yang berisikan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur dalam melakukan evaluasi aktivitas Senam. E. LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik 2. Pengayaan dan Remedial DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 17
3. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik 4. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik RUBRIK PENILAIAN 1. Asesmen Proses No Kelompok Keterbaca an Materi Karya berupa Peta Konsep Kreativitas Laporan Diskusi Presentasi Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. b. Rubrik Asesmen Sikap No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya membuat target penilaian yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan. 2. Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi. 3. Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar. 4. Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. 5. Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan. 6. Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. 7. Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya. 8. Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. 9. Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif. 10. Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 18
kekurangannya dapat saling membantu. 11. Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 12. Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat. 13. Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. 14. Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat. Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” 2. Asesmen Pengetahuan Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Penilaian Tes Tulis Pilihan ganda dengan 4 opsi 1) Senam ritmik merupakan senam yang dilakukan untuk menyalurkan rasa seni atau rasa keindahan atau untuk membina dan meningkatkan seni gerak. Secara prinsip antara senam biasa dengan senam ritmik tidak ada perbedaan, hanya saja pada senam irama ditambahkan irama (ritme). Tekanan yang harus diberikan pada senam ritmik adalah…. a. irama, kelentukan tubuh dan kontinuitas gerakan b. irama, kelentukan tubuh dan keindahan gerakan c. irama, kontinuitas gerakan dan keindahan gerakan d. kelentukan tubuh, keindahan gerakan dan daya tahan e. kelentukan tubuh, kontinuitas gerakan, keutuhan gerakan Kunci: A irama, kelentukan tubuh dan kontinuitas gerakan Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. Uraian tertutup 1. Ativitas gerak berirama hendaknya mengikuti ketentuan, yaitu tidak lepas dari sistematika latihan yang biasa ditemui dalam kegiatan olehraga Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 19
lainya. Aktivitas pembelajaran terdiri dari .... Kunci: a) Pemanasan (warming up). b) Gerakan inti. c) Pendinginan (cooling down). dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. 3. Penilaian Keterampilan a. Tes kinerja aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak rangkaian pola langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama 1) Butir Tes Lakukan aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak pola langkah kaki aktivitas gerak berirama. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan hasil rancangan keterampilan gerak yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama: ___________________________ Kelas: __________ No Indikator Esensial Uraian Gerak Ya (1) Tidak (0) 1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 3. Posisi dan Sikap a. Kaki DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 20
Akhir b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 4) Pedoman penskoran a) Penskoran Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. (1) Sikap awalan melakukan gerakan (a) Berdiri tegap dengan kaki rileks (b) tangan berada di samping badan, (c) pandangan mata ke arah depan. (2) Sikap pelaksanaan melakukan gerakan (a) langkahkan kaki ke arah tujuan, (b) pandangan ke arah depan, (c) ayunan lengan mengikuti gerakan, (d) perpindahan gerak ayunan lengan dan pola langkah kaki sesuai dengan irama. (3) Sikap akhir melakukan gerakan (a) Posisi kaki kembali ke sikap semula, (b) pandangan ke arah depan, (c) lengan berada di samping badan. b) Pengolahan skor Skor maksimum: 10 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10. c) Lembar pengamatan penilaian keterampilan gerak rangkaian pola langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama. (1) Penilaian hasil keterampilan gerak Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk keterampilan gerak rangkaian pola langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama dengan cara: (a)Mula-mula peserta didik berdiri dengan sikap siap. (b)Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta didik mulai melakukan keterampilan gerak rangkaian pola langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama. (c) Petugas menilai keserasian gerak dengan irama, dan banyaknya variasi gerakan. a) Konversi ketepatan gerak No. Jenis Gerakan Kriteria Pengskoran 1. Gerakan melangkah 2 2. Gerakan keseimbangan 3 3. Gerakan perpindahan arah 3 DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 21
4. Gerakan flexibility 2 5. Keserasian Gerakan 2 Jumlah Skor Maksimal 12 Pengayaan dan Remedial 1. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan. 2. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Refleksi Peserta Didik Pada setiap 2 topik dan di akhir aktivitas pembelajaran peserta didik ditanya tentang: a. Apa yang sudah dipelajari. b. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai. c. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama. d. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama. e. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama. Contoh Format Refleksi. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitankesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. No Aktivitas Pembelajaran Hasil Refleksi Tercapai Belum Tercapai 1. Aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama *) 2. Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen mandiri dan gotong DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 22
royong dalam proses aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama. *) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan. 2. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: a. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? b. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan aktivitas gerak berirama. c. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan aktivitas gerak berirama tersebut. d. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan aktivitas gerak berirama tersebut. Lembar Kerja Peserta Didik Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Peserta didik : ................................................................. Fase/Kelas : E / X 1. Panduan umum a. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. b. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera. c. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. d. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. 2. Panduan aktivitas pembelajaran a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok yang teridiri dari 6-9 orang. DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 23 Catatan: Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama yang ditentukan oleh guru, maka diminta remidial. Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama yang ditentukan oleh guru, maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang
b. Lakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama dengan temanmu satu kelompok. c. Perhatikan penjelasan berikut ini: Cara melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak aktivitas gerak berirama antara lain: 1) Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak ayunan satu lengan ke belakang dan ke depan, ayunan dua tangan ke belakang dan ke depan, ayunan lengan silang dan rentang di muka badan, ayunan lengan melingkar di atas kepala, ayunan lengan satu lengan horizontal ke kiri dan ke kanan, ayunan lengan kedua lengan ditarik ke dada dan didorong ke depan. 2) Aktivitas pembelajaran keterampilan rangkaian gerak pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, dan keenam. d. Lakukan refleksi setelah aktivitas pembelajaran dengan mengisikan di bawah ini! Bentuk Pembelajaran Kesulitan yang sering dialami Kesalahan yang sering dilakukan Cara memperbaiki kesalahan tersebut Aktivitas keterampilan gerak ayunan lengan Aktivitas keterampilan gerak langkah kaki Aktivitas keterampilan gerak rangkaian 2. Asesmen Akhir Nama Siswa: No KKTP KETERCAPAIAN Kurang kompeten (71-80) Cukup Kompeten (81-90) Sangat Kompeten (91-100) 1 Mempraktikkan keterampilan gerak dalam aktivitas gerak berirama. 2 Mempraktikkan hasil rancangan sesuai ragam pola yang ada berupa penerapan keterampilan DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 24
gerak aktivitas gerak berirama. 3 Mempraktikkan hasil rancangan sesuai ragam pola yang ada berupa penerapan keterampilan gerak aktivitas rangkaian gerak berirama. Profil Pelajar Pancasila No Dimensi Kreatif-Sub Elemen Mulai Berkemb ang Sedang Berkem bang Berkemb ang Sesuai Harapan Sangat Berkem bang 1 Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi diri dan lingkungannya 2 Menghasilkan gagasan yang beragam untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya, menilai gagasannya, serta memikirkan segala risikonya dengan mempertimbangkan banyak perspektif seperti etika dan nilai kemanusiaan ketika gagasannya direalisasikan DIAS /PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 25
BAHAN BACAAN 3. Bahan Bacaan Guru a. Senam irama https://www.gramedia.com/literasi/senam-irama/ Glosarium Aktivitas gerak berirama merupakan aktivitas gerak yang dilakukan dengan merangkai gerak ayunan lengan dan pola langkah kaki yang diiringi dengan music, lagu, ketukan atau hitungan dengan memperhatikan keserasian. Untuk melakukan gerakan-gerakan aktivitas gerak berirama secara baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Dengan kondisi fisik yang baik akan memudahkan melakukan gerakan-gerakan yang lebih sulit (kompleks). Pola langkah adalah gerak melangkahkan kaki ke arah depanbelakang, kanan-kiri atau mengangkat kaki dalam gerak berirama. Ayunan lengan adalah gerakan yang dilakukan dengan ayunan bahu dengan berbagai macam gerakan dalam aktivitas gerak berirama. Irama adalah ritme yang digunakan untuk melakukan gerakan dapat berupa ketukan, hitungan, music atau lagu. Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Teknik dalam aktivitas gerak berirama dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan Dias Dwi /PJOK/Fase E/TP 2023_2024 - 26
yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Referensi Muhajir. 2017. Buku Peserta didik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: PT. Erlangga. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: PT. Erlangga. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Aktivitas Gerak Berirama. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim penyusunan Bahan Ajar. 2010. Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Bogor: PPPPTK Penjas & BK. Dias Dwi /PJOK/Fase E/TP 2023_2024 - 27
YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA KESEHATAN TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Modul Nama Penyusun : Syaiful Dwi Jatmiko, S.Pd. Nama Sekolah : SMK Kesehatan Kesatrian 2 Purwokerto Tahun Penyusunan : 2023 Jenjang Sekolah : Sekolah Menengah Kejuruan Alokasi Waktu : 135 menit ( 1 pertemuan 3 x 45menit) Elemen : Elemen Pemanfaatan Gerak Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E peserta didik dapat mengevaluasi fakta,konsep, prinsip, dan prosedur dan mempraktikkan latihan pengembangan kebugaran jasmani terkait kesehatan (physicsl fittness related health) dan kebugaran jasmani terkait keterampilan (physical fittness related skills), berdasarkan prinsip latihan (Frequency, Intensity, Time, Type/FITT) untuk mendapatkan kebugaran dengan status baik. Peserta didik juga dapat menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan pola perilaku hidup sehat berupa penerapan konsep dan prinsip pergaulan sehat antar remaja dan orang lain di sekitarnya. B. Kompetensi Awal Peserta didik telah memeiliki pengetahuan awal tentang : 1. Memahami konsep dan prinsip pergaulan yang sehat antar remaja dan menjaga diri dari kehamilan pada usia sekolah. 2. Mempresentasikan konsep dan prinsip pergaulan yang sehat antar remaja dan menjaga diri dari kehamilan pada usia sekolah. C. Profil Pelajar Pancasila Peserta didik melalui pembelajaran diskusi dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan pergaulan sehat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat melalui pergaulan sehat dalam kehidupan sehari-hari. D. Sarana & Prasarana Sarana & Prasarana yang dibutuhkan pada saat belajar dengan modul ini antara lain : 1. Laptop/ PC/ Handphone 2. Jaringan internet yang baik 3. Alat tulis & buku 4. LK 5. Lembar bimbingan/ Konsultasi 6. LCD Proyektor 7. Ruang Kelas
E. Target Peserta Didik 1. Peserta didik reguler : ....% 2. Peserta didik dengan kesulitan belajar : ....% 3. Peserta didik dengan pencapaian tinggi : ....% F. Model Pembelajaran 4. Discovery Learning 5. Tatap Muka Terbatas II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran, Peserta didik mampu : 1. Memiliki kesadaran tentang arti penting menjaga kesehatan sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Memiliki disiplin dan rasa ingin tahu untuk mempelajari konsep pergaulan sehat sebagai upaya menjaga kesehatan. 3. Memahami konsep dan prinsip pergaulan sehat antar remaja sebagai upaya menjaga kehamilan pada usia sekolah. 4. Mempresentasikan konsep dan prinsip pergaulan sehat antar remaja sebagai upaya menjaga kehamilan pada usia sekolah. B. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas pergaulan sehat terhadap kesehatan tubuh dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: 1. Memilih pergaulan yang tepat. 2. Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. C. Pertanyaan Pemantik 1. Mengapa peserta didik perlu memahami dan mempraktikkan pergaulan sehat terhadap kesehatan tubuh sesuai dengan pola perilaku hidup sehat? 2. Bagaiamana perasaan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran pergaulan sehat? 3. Mengapa ada pergaulan bebas jika ada pergaulan sehat? 4. Adakah pengaruh positif dari pergaulan sehat? 5. Bagaimana tips bergaul secara sehat? D. Persiapan Pembelajaran 1. Sebelum pembelajaran dilakukan pengecekan. 2. Mempersiapkan perangkat gawai yang akan digunakan. 3. Memperhatikan informasi yang telah dibagikan guru. 4. Mempersiapkan alat tulis. 5. Pastikan memiliki paket data/wifi dan jaringan yang baik. 6. Menyebar link angket untuk mengatahui gaya belajar Peserta didik (asesmen diagnostik nonkognitif) E. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahuluan Orientasi Peserta didik duduk ditempat dan mengucapkan salam, dan guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat. 15 menit
Guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan peserta didik menjawab salam dari guru Salah satu peserta didik memimpin kegiatan berdoa sebelum pembelajaran dimulai (P3 Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME) Guru mengecek kehadiran peserta didik dengan cara memanggil Apersepsi Guru memberikan apersepsi dengan menggali pengetahuan awal peserta didik terkait materi awal tentang Pergaulan Sehat Motivasi Guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi yang akan dipelajari Pemberian Acuan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung Kegiatan Inti Fase 1 : Reflection M = ( Mulai Diri ) Menggunakan pertanyaan pemantik untuk dikerjakan yaitu : Mengapa perlu memahami dan mempraktikkan pergaulan sehat Bagaimana perasaan peserta didik mengikuti pembelajaran tersebut ? Jika ada hal yang tidak kamu sukai terjadi, apakah yang akan kamu lakukan ? Mengapa ada pergaulan bebas jika ada pergaulan sehat yang mengarah ke arah yang positif dalam hidup? (P3 bernalar kritis) E = (Eksplorasi Konsep ) Peserta didik menyimak video pembelajaran dengan durasi 10 menit. Video tersebut juga berisi penjelasan singkat tentang Pergaulan Sehat. Fase 2 : Research R = ( Ruang Kolaborasi ) Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok akan berdiskusi tentang permasalahan dalam LKPD 1 (P3 Gotong Royong) Peserta didik melakukan hasil analisis aktivitas Pergaulan Sehat R = ( Refleksi Terbimbing ) Peserta didik mengerjakan tugas mandiri untuk lebih memahami tentang materi Pergaulan Sehat Peserta didik memaparkan/mempresentasikan materi Pergaulan Sehat D = ( Demonstrasi Kontekstual ) Peserta didik menerima umpan balik dari guru tentang bahaya Pergaulan Sehat Peserta didik melakukan pengulangan materi pembelajaran sesuai umpan balik yang diberikan 105 menit
Peserta didik memaparkan hasil pembelajaran Pergaulan Sehat secara sederhana E = ( Elaborasi Pemahaman ) Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang Pergaulan Sehat, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lebar tugas yang diberikan oleh guru. Guru mengamati seluruh aktivitas peserta didik dalam melakukan pembelajaran Pergaulan Sehat terhadap kesehatan tubuh sesuai dengan pola perilaku hidup sehat secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran. Penutup K = ( Koneksi Antar Materi Peserta Didik bersama ) Peserta didik dapat menanyakan hal-hal yang belum dipahami melalui forum Peserta didik mengerjakan assesmen sumatif Guru memberikan tugas mencari contoh lain yang ada di sekitar yang berkaitan dengan materi A = ( Aksi Nyata ) Guru memberikan motivasi Guru menutup dan memberikan salam 15 menit F. Asesmen Penilaian ada dua ragam: 1) penilaian tentang belajar; dan 2) penilaian hasil belajar. Penilaian tentang belajar adalah penilaian proses siswa belajar. Penilaian jenis ini dilakukan saat guru melakukan pembelajaran. Penilaian hasil belajar berupa penilaian sikap, pengetahuan, keterampilan dan dampak belajar terhadap aspek-aspek Proil Pelajar Pancasila. Penilaian hasil dapat dilakukan secara terpisah atau digabung dalam satu kesempatan penilaian dari jenis penilaian berikut: 1. Penilaian Sikap (Penilaian diri sendiri oleh siswa dan diisi dengan jujur) a. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam. pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan secara jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari krteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. b. Tabel 2.2.1 Rubrik Penilaian Sikap: No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya berusaha belajar dengan sungguh- sungguh. 2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian. 3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu. 4. Saya berperan aktif dalam kelompok.
5. Saya menghormati dan menghargai orang tua dan guru. 6. Saya menghormati dan menghargai teman. 7. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami. 8. Saya merasa menguasai dan dapat mengikuti pelajaran. 9. Saya menyerahkan tugas tepat waktu. 10. Saya selalu membuat catatan hal-hal yang saya pelajari. Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 4 pernyataan terisi “Ya” 2. Tabel 2.2.2 Penilaian Pengetahuan Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Pe- nilaian Tes Tulis Pilihan ganda dengan 4 opsi 1. Dibawah ini yang tidak termasuk bentuk pergaulan sehat adalah .... a. kelompok belajar b. kelompok karang taruna c. kelompok pengedar d. kelompok sosial masyarakat Kunci : C. kelompok pengedar 2. Ciri-ciri pergaulan tidak sehat .... a. berkahklak mulia b. pemaaf c. perubahan emosi d. memiliki sifat malu Kunci : C. perubahan emosi 3. Ciri-ciri pergaulan sehat adalah .... a. perubahan emosi b. perubahan pikiran c. rasa ingin mencoba dan merasakan d. memiliki rasa malu Kunci : D. memiliki rasa malu 4. Dampak pergaulan tidak sehat/bebas adalah .... a. pergaulan bebas b. lebih mengenal nilai dan norma sosial c. lebih mengenal kepribadian d. mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi Kunci : A. pergaulan bebas Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0
5. Dibawah ini yang bukan termasuk faktor pencegahan pergaulan tidak sehat remaja : a. kelompok pengedar b. keluarga c. sekolah d. lingkungan dan teman Kunci : A. kelompok pengedar Uraian tertutup 1. Sebutkan analisis penyebab pergaulan tiak sehat pada remaja : Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah Kunci jawaban: a) Agama dan Iman b) Perubahan zaman c) Kesenjangan d) Kurang kontrol 3. Penilaian Keterampilan a. Tes Kinerja Bahaya NAPZA 1) Butir tes Diskusi materi Pergaulan Sehat bersama teman. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan mempresentasikan materi Pergaulan Sehat (penilaian proses) dan ketepatan melakukan presentasi (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap siswa menunjukkan atau menampilkan teknik dasar spesiik yang diharapkan. 3) Tabel 2.2.3 Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap siswa satu lembar penilaian). Nama : __________________ Kelas: ___________ Penilaian Presentasi/Diskusi Skor Akhir Keterangan Penilaian Proses Penilaian Produk (Berdiskusi) Persiapan awal menyiapkan materi diskusi (Skor 3) Sikap pelaksanaan melakukan diskusi (Skor 4) Menyimpulkan hasil diskusi (Skor 3)
4) Pedoman penskoran diskusi (a) Pedoman penskoran (1) Persiapan awal Skor 3 jika: mempersiapkan bahan diskusi. melengkapi materi materi diskusi. sistimatika penyusunan materi diskusi. Skor 2 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. (2) Pelaksanaan diskusi. Skor 4 jika: membuka diskusi menyampaikan materi dengan sistimatis. ketepatan menyampaikan materi dengan runtun. ketepatan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan runtun. Skor 3 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 2 jika: hanya dua sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. (3) Presentasi. Skor 3 jika: menyimpulkan hasil diskusi. menyusun laporan secara sistimatis. kelengkapan laporan hasil diskusi. Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. (b) Pengolahan skor Skor maksimum: 10. Skor perolehan peserta didik: SP. Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10. 4. Pegamatan Perilaku Kemandirian, Perilaku Gotong Royong dan Perilaku Tanggung jawab dalam materi Pergaulan Sehat 1) Faktor yang diamati: Lakukan pengamatan terhadap perilaku dan interaksi siswa selama mengikuti pelajaran dari awal sampai akhir pelajaran, apakah mengandung perilaku yang mencerminkan “kemandirian dan gotong royong,” tanggung jawab pribadi, tanggung jawab sosial, kepemimpinan, dsb. Penekanan penilaian diarahkan pada ’apakah aspek tersebut ditampilkan atau tidak ditampilkan’ dari komponen-komponen perilaku mandiri, gotong royong, dan tanggungjawab. 2) petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap siswa menunjukkan atau menampilkan komponen perilaku mandiri dan gotong royong yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Perilaku
Contoh lembar penilaian perilaku untuk perorangan (setiap siswa satu lembar penilaian). Nama : ___________ Kelas : ______________ No Indikator Pengamatan Uraian pengamatan Ya (1) Tidak (0) 1. Perilaku Kemandirian a) Perilaku mengenali diri b) Perilaku inisiatif diri c) Perilaku regulasi diri d) Perilaku releksi diri 2. Perilaku Go- tong Royong a) Perilaku berbagi alat b) Perilaku kerjasama bermain c) Perilaku peduli teman 3. Perilaku Tanggungjawab a. Perilaku mengakui teman b. Perilaku memelihara alat c. Perilaku membantu teman kesulitan gerak Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 4) Pedoman penskoran a) Penskoran (1) Skor 1 jika: Ya. (2) Skor 0 jika: Tidak (3) Perolehan skor maksimum adalah skor akhir yang diperoleh dari: Jumlah nilai “ya” yang diperoleh dikali 100%. (a) Perilaku Kemandirian (1) Siswa menunjukkan perilaku mengenali kemampuan diri dalam situasi gerak dan permainan. (2) Siswa menunjukkan kemampuan memotivasi diri, berpartisipasi dan melibatkan diri dalam situasi gerak dan permainan. (3) Siswa menunjukkan kemampuan meregulasi diri, berkreasi, dan menata diri dalam menampilkan gerak dan permainan. (4) Siswa senantiasa mereleksi diri sebelum menampilkan gerak dan permainan. (b) Perilaku Gotong Royong (1) Siswa menunjukkan perilaku berbagi alat. (2) Siswa menunjukkan perilaku kerjasama dalam situasi gerak dan permainan. (3) Siswa menunjukkan kepedulian pada teman yang menampilkan kesalahan gerak atau kesulitan menampilkan tugas gerak. (4) Siswa menunjukkan perilaku menghargai dan menghormati teman bermain. (c) Perilaku Bertanggungjawab (1) Siswa menunjukkan perilaku adanya teman bermain. (2) Siswa menunjukkan memelihara alat dan mengembalikan alat yang digunakan atau dipinjamnya. (3) Siswa menunjukkan perilaku menghargai dan menghormati teman dalam satu regu permainannya. b) Pengolahan skor Skor maksimum: 10
Skor perolehan siswa: SP Nilai keterampilan yang diperoleh siswa: SP/10. c) Tabel 2.2.6 Konversi skor perolehan ke dalam katgegori dan angka Skor Perolehan Kategori Angka 80% - 100% Sangat Baik 8 - 10 60% - 80 % Baik 6 - 8 40% - 60 % Cukup 4 - 6 0% - 40 % Kurang 0 - 4 5. Altenatif Penilaian. Manakala guru tidak dapat menggunakan penilaian-penilaian di atas, Guru dapat melakukan penilaian fortofolio proses setiap siswa belajar di sepanjang pembelajaran semester berjalan tentang perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan karakter moral yang diperlihatkan siswa. Penilaian kemajuan belajar adalah penilaian proses perkembangan siswa belajar. G. Pengayaan & Remidial 1. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan atau keluasan materi pembahasan. 2. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran. H. Metode I. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Refleksi Peserta Didik Pada setiap akhir pertemuan dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang: Apa yang sudah dipelajari. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran Pergaulan Sehat. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran Pergaulan Sehat. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran Pergaulan Sehat. 2. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik,
apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran Pergaulan Sehat. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran Pergaulan Sehat tersebut. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran Pergaualn Sehat tersebut. Lampiran 1 Lembar Kerja Siswa Lembar kegitan siswa adalah lembar kegiatan belajar yang dibuat simpel memandu siswa melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu : Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Siswa : ................................................................. Fase/Kelas : E / X 1. Panduan umum Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. a. Ikuti prosedur dalam melakukan presentasi/diskusi pembelajaran Pergaulan Sehat dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru. b. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. c. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. 2. Panduan aktivitas pembelajaran a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang. b. Lakukan aktivitas pembelajaran Pergaulan Sehat secara berkelompok. c. Perhatikan penjelasan berikut ini: Buatlah mind mapping dari pembelajaran yang sudah kita lakukan : 1) Buatlah kelompok kerja dengan beranggotakan 4-7 orang. 2) Pilihlah 1 tema dari materi Pergaulan Sehat. 3) Siapkan kertas karton atau manila juga spidol. 4) Diskusikan apa saja yang dibahas dari tema yang dipilih. 5) Buatlah mind mapping atau pemetaan materi dari tema tersebut. 6) Presentasikan mind mapping tersebut di depan kelas sesuai kemampuan kalian selama maksimal selama 5 menit 3. Bahan Bacaan Peserta Didik a. Peraturan pertandingan lari sambung/estafet yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. b. Materi Pergaulan Sehat. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. 4. Bahan Bacaan Guru a. Manfaat, konsep, tips dan bentuk-bentuk pergaulan sehat dan cara menghindarinya dari pergaulan tidak sehat. b. Cara menghindarinya.
( Ringkasan Materi) 1. Konsep Pergaulan Sehat Remaja Pergaulan berasal dari kata gaul yang diartikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai hidup berteman (bersahabat). Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu lain, atau dapat juga antara individu dengan kelompok, yang artinya manusia sebagai makhluk sosial tak akan pernah lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerja sama antarindividu atau kelompok guna melakukan hal–hal yang positif. Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem, yakni terlalu sensitif (menutup diri) atau terlalu bebas. Konsep pergaulan semestinya lebih ditekankan kepada hal-hal positif, seperti mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah wawasan yang bermanfaat. Gambar 1. Himbauan menjauhi free sex sebagai bentuk dari pergaulan sehat 2. Mengidentifikasi konsep pergaulan sehat pada remaja a. Ciri-ciri pergaulan sehat : 1) Berahlak Mulia 2) Senantiasa berprasangka baik 3) Pemaaf 4) Jauh dari rasa iri dengki 5) Memiliki sifar malu 6) Berusaha menepati janji 7) Selalu mengingat pada kebaikan 8) Membantu teman 9) Memberi nasehat yang baik 10) Tidak membicarakan aib teman Gambar 2. Ciri-ciri pergaulan sehat b. Bentuk – bentuk pergaulan sehat : 1) Kelompok bermain teman sebaya
2) Kelompok belajar 3) Kegiatan pengembangan diri 4) Kegiatan keagamaan 5) Kegiatan karang taruna 6) Kegiatan pencinta alam 7) Kegiatan social kemasyarakatan Gambar 3. Aktifitas yang harus dihindari oleh remaja c. Pengaruh positif pergaulan sehat 1) Lebih mengenal nilai nilai dan norma social yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu. 2) Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang perlu dihargai. 3) Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri. 4) Mampu membentuk kepribadian yang baik sehingga bisa diterima diberbagai lapisan masyarakat. d. Tips bergaul secara sehat 1) Adanya kesadaran beragama bagi remaja. Bagi anak remaja, sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran agama agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan tidak sehat. 2) Memiliki rasa setia kawan rasa setia kawan. Hal ini dibutuhkan agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, rasa setia kawan dalam hal-hal yang positif dan bukan sebaliknya. 3) Memilih teman. Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, teman yang pergaulannya buruk tidak harus kita asingkan, melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat/akrab dengan orang yang memiliki sifat yang tidak baik/sehat. 4) Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. Misalnya diarahkan untuk mengembangkan keterampilan atau penyaluran bakat olahraga, memperdalam kajian agama, menulis cerpen, menggambar, atau lainnya. 5) Laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu. Remaja harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya sesuai dengan norma agama dan norma sosial di Indonesia. Misalnya menyapa teman lawan jenis dengan sapaan yang baik, bersahabat dan berteman dengan lawan jenis dengan saling menghormati dan menghargai, memakai pakaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi serta tidak mempertontonkan aurat. 6) Menstabilkan emosi. Kita harus mampu mengendalikan emosi diri kita, jangan sampai emosi yang menguasai diri kita. Sabar adalah salah satu kunci penguasaan emosi. Cobalah melatih diri dalam menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan dengan amarah atau emosi.
3. Mengidentifikasi pergaulan tidak sehat pada remaja Pergaulan tidak sehat atau biasa disebut pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang. “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. a. Ciri-ciri pergaulan tidak sehat 1) Suka menghamburkan harta untuk hal yang tidak baik 2) Sering menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji. 3) Munafik ( Kalau berkata dusta; Kalau berjanji ingkar ; Kalau diberiamanat Khianat; Kalau bersumpah palsu) 4) Rasa ingin mencoba dan merasakan 5) Perubahan emosi 6) Perubahan pikiran 7) Perubahan lingkungan pergaulan 8) Perubahan tanggung jawab 9) Mudah mengalami kegelisahan,tidak sabar . 10) Emosional, selalu ingin melawan 11) Rasa malas, perubahan dalam keinginan, ingin menunjukkan eksistensi dan kebanggaan diri 12) Selalu ingin mencoba hal negatif b. Bentuk-bentuk perilaku menyimpang / pergaulan tidak sehat Jenis penyimpangan sosial yang terjadi ditengah masyarakat antara lain: 1) Penyimpangan seksual. Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak seharusnya dilakukan. Misalnya, perzinahan, suka sesama jenis, kumpul kebo, pemerkosaan. 2) Penyalahgunaan narkotika Zat yang seharusnya diberikan kepada orang sakit untuk mengurangi rasa sakit justru dikonsumsi orang sehat. Obat penenang yang seharusnya untuk pasien jiwa, justru digunakan orang sehat. 3) Perkelahian pelajar Perkelahian menjadi suatu masalah yang serius karena peserta tawuran cenderung mengabaikan norma yang ada dan merusak apa saja yang ada di sekitarnya. 4) Alkohol Minuman alkohol memiliki efek negatif terhadap saraf. Selain membuat mabuk, juga berdampak pada otak tidak bisa berpikir secara normal. Akibatnya tidak bisa mengendalikan fisik, sosial, maupun psikologis. 5) Tindakan kriminal Suatu bentuk pelanggaran norma hukum yang menyangkut pidana dan perdata, serta merugikan orang lain. 6) Penyimpangan dalam gaya hidup Sikap arogansi merupakan kesombongan terhadap sesuatu yang dimiliki. Sikap ini masuk dalam penyimpangan sosial. Sikap arogansi biasanya dilakukan untuk menutupi kekurangan yang dimiliki. 7) Sikap eksentrik merupakan perbuatan yang menyimpang dari biasanya sehingga dianggap aneh. c. Dampak penyimpangan social/pergaulan tidak sehat terhadap diri pribadi adalah: 1) Pergaulan bebas 2) Bentuk perbuatan dosa yang dapat mencelakakan dirinya sendiri Merusak akal sehat 3) Ketergantungan obat 4) Menurunnya derajat kesehatan 5) Menyebarkan penyakit 6) Menurunnya prestasi d. Dampak penyimpangan social/pergaulan tidak sehat terhadap keluarga adalah: 1) Menghancurkan masa depannya sendiri dan keluarga 2) Merenggangkan hubungan keluarga 3) Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi keluarga
e. Dampak penyimpangan social/pergaulan tidak sehat terhadap masyarakat adalah: 1) Dikucilkan dalam kehidupan masyarakat 2) Dijauhi oleh pergaulan Mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan sosial 3) Meningkatkan kriminalitas 4) Merusak tatanan nilai, norma, dan moral masyarakat bangsa. Gambar 4. penyimpangan pada remaja f. Analisis Penyebab Pergaulan Tidak Sehat Pada Remaja 1) Agama dan Iman Agama dan keimanan merupakan landasan hidup seorang individu. Tanpa agama, hidup mereka akan kacau karena mereka tidak mempunyai landasan hidup. Agama dan keimanan dapat membentuk kepribadian individu. Dengan agama, individu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Remaja yang ikut ke dalam pergaulan tidak sehat ini biasanya tidak mengetahui mana yang baik dan tidak baik. 2) Perubahan zaman Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan pun ikut berkembang atau yang lebih sering dikenal dengan globalisasi. Remaja biasanya lebih tertarik untuk meniru kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita, sehingga memicu mereka untuk bergaul seperti orang barat yang lebih bebas. 3) Kesenjangan Kesenjangan ekonomi dan pertunjukan kemewahan di media masa memungkinkan seseorang terpicu untuk ikut bermewah mewahan tanpa melihat kemampuan ekonominya. Akibatnya, tidak jarang yang menempuh jalan sesat guna memenuhi kehidupan mewahnya. Kesenjangan pendapat antara orang tua dan remaja mengandung arti bahwa sebagian remaja Indonesia masih memiliki pandangan bahwa orang tua mereka ketinggalan zaman dalam urusan orang muda. Remaja cenderung meninggalkan orang tua dalam menentukan bagaimana mereka akan bergaul. 4) Kurang Kontrol Berkurangnya kontrol terhadap remaja dapat mengakibatkan lepas kontrol sehingga tidak jarang sesuatu sudah terlambat. Remaja menganggap bahwa masalah pergaulan adalah urusan anak-anak muda, nanti orang tua akan campur tangan ketika telah terjadi sesuatu. Padahal, ketika sesuatu itu telah terjadi, segala sesuatu sudah terlambat. g. Analisis Pencegahan Pergaulan Tidak Sehat Pada Remaja Untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya pergaulan tidak sehat, remaja perlu diberi pendidikan mengenai dampak pergaulan tidak sehat dan memberi pendidikan kerokhanian agar mereka sadar tentang apa akibat yang akan ditimbulkan dari pergaulan tidak sehat, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan. Pembentuk jati diri yang utama adalah lingkungan. Lingkungan yang sehat akan melahirkan remaja yang sehat pula, tetapi sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan membentuk pribadi remaja yang kurang sehat. Lingkungan yang kurang baik juga bisa menjerumuskan remaja kepada pergaulan tidak sehat. Remaja yang sudah masuk ke dalam lingkungan yang salah akan sulit sekali untuk kembali ke dalam lingkungan yang baik karena anak usia remaja memilki jiwa dan pikiran yang masih labil. Untuk itu, peran orang tua dan
lingkungan terdekat sangat diperlukan dalam menciptakan remaja yang baik dan memiliki pergaulan yang sehat. Berikut ini adalah faktor faktor pencegahan pergaulan tidak sehat pada remaja: 1) Keluarga Kepribadian seseorang mulai terbentuk dengan baik jika lahir dan tumbuh berkembang dengan lingkungan keluarga yang baik, begitu sebaliknya. 2) Sekolah Faktor sekolah adalah tempat menimba ilmu yang memberikan pendidikan moral selain dari pendidikan umum. 3) Lingkungan dan teman Faktor lingkungan dan teman adalah tempat yang sangat memengaruhi watak seseorang. Hal ini karena dalam pergaulan, dituntut agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan 4) Informasi Setiap orang harus dapat membedakan informasi yang bersifat baik dan tidak untuk menghindari arus penyimpangan sosial. 4. Prinsip Pergaulan Sehat Remaja a. Menyadari adanya perkembangan diri bertumbuh, sehingga melahirkan kebutuhan untuk berelasi dengan teman sejenis maupun dengan lawan jenis. b. Relasi yang dibangun hendaknya memberi nilai positif pada kedua belah pihak. Relasi yang dibangun hendaknya sama-sama menyenangkan, menciptakan rasa aman, mengatasi masalah yang mungkin muncul, dan membangun simpati sehingga memberi makna bagi remaja dalam bergaul tetap di tingkatan yang wajar. c. Mau belajar untuk mengerti, menghargai, serta bersikap dengan tepat terhadap sahabat, khususnya lawan jenis. Hak ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan. d. Tidak berprasangka bahwa bersahabat dengan lawan jenis pasti akan memunculkan masalah “perasaan suka”. Persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak harus menjadikan mereka “saling suka”. Mereka tetap dapat berteman dengan baik dan wajar. e. Apabila dalam persahabatan antar lawan jenis timbul “perasaan suka”, hal itu wajar saja dan seharusnya tidak mengurangi arti persahabatan. f. Persahabatan antara lawan jenis sering berlanjut pada proses pacaran. Apabila demikian, diantara keduanya harus ada komitmen untuk saling terbuka, menghormati kelebihan dan kekurangan, dan membuat kesepakatan-kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. DAFTAR PUSTAKA Mukholid, Agus. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.Surakarta: Yudhistira. Wiradihardja, Sudrajat dan Syarifudin. 2014. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan: buku guru/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://pjoksmk.blogspot.com/2017/12/pergaulan-sehat-untuk-remaja.html https://portalmadura.com/6- prinsip-dasar-pergaulan-sehat-remaja-43314/ https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/31/200000669/pergaulansehat?page=all. https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/09/190000869/teori-penyimpangansosial-dan-bentukperilakunya?page=all https://kbbi.web.id/konsep https://www.penjaskes.co.id https://www.gurupendidikan.co.id/category/sma/ https://www.youtube.com/watch?v=vdV-KRgm0i4&pbjreload=101 https://umar-danny.blogspot.com/2017/11/contoh-soal-penjas-kelas-x-semester1_60.html https://www.yuksinau.id/pergaulan-bebas/ (Diunduh pada tanggal 27 Oktober 2020) https://www.youtube.com/watch?v=mZVb0Kg5LFg. (Diunduh pada tanggal 27 Oktober 2020) https://www.yuksinau.id/pergaulan-bebas/. (Diunduh pada tanggal 27 Oktober 2020) https://hermo.co.id/penyimpangan-sosial-bersifat-adaptif-menyesuaikan/. (Diunduh pada tanggal 27 Oktober 2020)
YAYASAN PEGURUAN ISLAM REPUBLIK INDONESIA SMK KESATRIAN PURWOKERTO TERAKREDITASI “A” Jl. Kesatrian No. 62 Telp/fax (0281) 636122 Purwokerto 53115 Website: smkkesatrianpwt.sch.id, Email: [email protected] TEKNIK AUDIO VIDEO●TEKNIK KENDARAAN RINGAN● DESAIN KOMUNIKASI VISUAL● TEKNIK SEPEDA MOTOR● TEKNIK JARINGAN KOMPUTER DAN TELEKOMUNIKASI MODUL AJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA KESEHATAN TAHUN PELAJARAN 2023/2024 I. INFORMASI UMUM : A. Identitas Penulis Modul Nama Sekolah : SMK KESATRIAN PURWOKERTO Nama Penyusun : DIAS DWI SURYAHING PRAJA S.Pd Fase/ Kelas : E / X Semester : GASAL Alokasi Waktu : 270 menit ( 2 pertemuan 6 x 45menit) Elemen : Keterampilan Gerak Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan hasil evaluasi penerapan keterampilan gerak berupa permainan dan olahraga, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan olahraga air (kondisional) secara matang pada permainan, aktivitas jasmani lainnya, dan kehidupan nyata sehari-hari. II. KOMPONEN INTI : A. Tujuan Pembelajaran Mendapatkan kebugaran dengan status baik. Peserta didik juga dapat menunjukkan kemampuan dalam menerapkan konsep, prinsip, dan prosedur menjaga kesehatan tubuh. B. Indikator Tujuan Pembelajaran 1. Merancang program latihan kebugaran 2. Menerepakan prinsip dan prosedur hidup sehat C. Kegiatan Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahulua n Guru memberikan salam Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK 30 menit DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 1
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Kesatrian Purwokerto - Melakukan 3S di ruang kelas 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan olahraga aktivitas kebugaran terkait keterampilan: misalnya bahwa aktivitas kebugaran terkait keterampilan adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani, penanaman karakter dan pendukung utama dalam keterampilan berolahraga. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas kebugaran terkait keterampilan. 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas kebugaran terkait keterampilan, baik kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: menunjukkan hasil rancangan aktivitas kebugaran terkait keterampilan, menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan aktivitas kebugaran terkait keterampilan, dalam bentuk yang sederhana dengan menekankan pada pengembangan nilainilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game antara lain: a) Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok (peserta didik putera dan puteri dibagi sama banyak). Kalau jumlah peserta didik 36 orang, maka satu kelompok terdiri dari 9 peserta didik. b) Cara bermain: (1) Setiap kelompok peserta didik dipilih satu peserta didik sebagai pelempar cone berbentuk piring (2) peserta didik pemegang cone akan berusaha mengejar dan melempar cone tersebut ke arah peserta didik lain (3) apabila lemparan tersebut mengenai peserta didik yang lain maka mereka akan berganti peran. Simulasinya game tersebut dapat dilihat di: https://youtu.be/vodo9_6zrcQ c) Berdasarkan pengamatan guru pada game, dipilih sejumlah peserta didik yang dianggap cukup mampu untuk menjadi tutor bagi temannya dalam aktivitas berikutnya. Mereka akan mendapat anggota kelompok dari peserta didik yang tersisa dengan cara berhitung sampai angka sejumlah peserta didik yang terpilih (misalnya 9 orang). Maka jika terdapat 36 peserta didik, setiap kelompok akan memiliki anggota 9 orang. d) Dalam pembelajaran ini disamping dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Mengapa peserta didik perlu menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan hasil rancangan keterampilan aktivitas kebugaran terkait keterampilan? 2. Jika peserta didik memiliki keterampilan aktivitas latihan kebugaran yang handal apa saja yang bisa diperolehnya? Apersepsi Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 3
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu aktivitas kebugaran jasmani. Motivasi Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. Kegiatan Inti Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut: 1) Peserta didik melihat tayangan video, gambar atau model yang diperagakan oleh guru atau peserta didik. 2) Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas keterampilan hasil rancangan keterampilan gerak latihan kecepatan, kelincahan, keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan. Selain itu guru juga menampilkan media sebagai alat bantu pembelajaran. 3) Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak latihan kecepatan, kelincahan, keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan. Secara rinci tugas ajar sebagai berikut: Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur keterampilan aktivitas latihan kebugaran jasmani terkait keterampilan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran sebagai berikut: a) Aktivitas pembelajaran merancang latihan kecepatan Kecepatan adalah kemampuan untuk menggerakkan tubuh dari suatu tempat ke tempat lain dalam waktu sesingkatnyasingkatnya. Kecepatan dapat diketahui dengan menetapkan kapan tugas gerak dimulai dan kapan berakhir. Selang waktu antara mulai dan berakhir disebut waktu jarak. Hal inilah yang menggambarkan kecepatan gerak seseorang. Bentuk-bentuk merancang latihan kecepatan secara sederhana sebagai berikut: 80 menit DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 4 Aktivitas 1
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu (1) Kecepatan sprint (sprinting speed) Kecepatan sprint adalah kemampuan seseorang bergerak ke depan dengan kekuatan dan kecepatan maksimal untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Cara pengembangan kecepatan sprint dapat dilakukan dengan interval running dengan volume beban latihan: 5 - 10 kali giliran lari, jarak: 30 - 80 meter, intensitas Pembelajaran lari: 80% -100%. (2) Kecepatan reaksi (Reaction speed) Kecepatan reaksi adalah kemampuan seseorang untuk menjawab rangsangan secepat mungkin dalam mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Hampir semua cabang olahraga memerlukan kecepatan reaksi di dalam pertandingan. Untuk mengembangkan kecepatan reaksi dapat dilakukan dengan metode pertandingan, untuk mencapai waktu yang secepatcepatnya dalam mereaksi suatu rangsangan. (3) Kecepatan bergerak (Speed of movement) Kecepatan bergerak adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secepat mungkin dalam satu gerakan yang tidak terputus. Seperti gerakan melompat, melempar, salto dan lainlain. Cara mengembangkan peningkatan kemampuan kecepatan bergerak dilakukan dengan metode Weight Training. Volume beban Pembelajaran: 4-6 kali giliran, intensitas: 40% - 60%, recovery : 2-3 menit. Bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan antara lain sebagai berikut: (1) Lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter, (2) Lari dengan mengubah-ubah kecepatan (mulai lambat makin lama makin cepat), (3) Lari naik bukit, (4) Lari menuruni bukit, dan (5) Lari menaiki tangga gedung. Prosedur pelaksanaan: (a) Peserta didik berdiri di belakang garis start dengan sikap berdiri. (b) Apabila ada aba-aba “ya” peserta didik lari ke depan secepat mungkin menempuh jarak yang ditentukan. (c) Pada saat peserta didik menyentuh/melewati garis finish stopwatch dihentikan. DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 5
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu b) Aktivitas merancang latihan kelincahan Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah posisi dan arah secepat mungkin sesuai dengan situasi yang dihadapi dan dikehendaki. Kelincahan sangat penting fungsinya untuk meningkatkan prestasi maksimal dalam cabang olahraga atau meningkatkan kebugaran jasmani seseorang. Bentuk-bentuk latihan kelincahan, antara lain: lari bolakbalik (shuttle-run), lari belak-belok (zig-zag), dan jongkokberdiri (squat thrust). Pembelajaran ini menekankan pada nilainilai pengembangan karakter: mandiri dan gotong royong. Bentuk-bentuk aktivitas merancang latihan data tahan otot dalam meningkatkan kebugaran jasmani antara lain sebagai berikut: (1) Aktivitas latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (shuttle run) Prosedur pelaksanaan: (a)Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin sebanyak 6 – 8 kali (jarak 4 – 5 meter). (b) Setiap kali sampai pada suatu titik sebagai batas, si pelaku harus secepatnya berusaha mengubah arah untuk berlari menuju titik larinya. (c)Perlu diperhatikan bahwa jarak antara kedua titik tidak terlalu jauh serta jumlah ulangan tidak terlampau banyak sehingga menyebabkan kelelahan bagi si pelaku. (d) Dalam latihan ini yang diperhatikan ialah kemampuan mengubah arah dengan cepat pada waktu bergerak. (2) Aktivitas latihan lari bolak belok (zig-zag) Prosedur pelaksanaan: (a)Dalam melakukan latihan ini dimana si pelaku berlari bolakbalik dengan cepat sebanyak 2 – 3 kali di antara beberapa DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 6
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu titik (misalnya 4 – 5 titik). (b)Jarak setiap titik sekitar dua meter. (3) Aktivitas latihan mengubah posisi tubuh jongkok-berdiri (squat-thrust) Prosedur pelaksanaan: (a)Jongkok sambil menumpukan kedua lengan di lantai. (b)Pandangan ke arah depan. (c)Lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan telungkup dalam keadaan terangkat. (d)Kemudian dengan serentak, kedua kaki ditarik ke depan, kemudian kembali ke tempat semula. (e)Latihan ini dilakukan berulang-ulang dengan gerakan yang sama. (4) Aktivitas latihan gerakan bereaksi Prosedur pelaksanaan: (a)Berdiri dengan sikap ancang-ancang. Kedua lengan di samping badan dengan siku bengkok, perhatikan aba-aba peluit. (b)Bunyi peluit pertama, lari ke depan secepat-cepatnya. (c)Bunyi peluit kedua, lari mundur secepat-cepatnya. (d)Bunyi peluit ketiga, lari ke samping kiri secepat-cepatnya . (e)Bunyi peluit keempat, lari kesamping kanan secepatDIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 7
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu cepatnya. (f) Latihan ini dilakukan terus-menerus secara berangkai tanpa berhenti dahulu. Penutup 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya, kemandiriannya dan gotong royongnya selama pembelajaran aktivitas hasil rancangan keterampilan aktivitas kebugaran. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak latihan kecepatan, kelincahan, keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan, hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula. 25 menit KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Pendahulua n Guru memberikan salam 30 menit DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 8
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin berdoa dan melakukan SOP awal pembelajaran berupa: - Membaca 5 ayat Al Quran bagi peserta didik yang beragam Islam, dan membaca Kitab Suci bagi peserta didik yang beragama non muslim (CRT= Cultural Responsible Teaching) - Mengucapkan Safety Commitment dan yel-yel SMK Kesatrian Purwokerto - Melakukan 3S di ruang kelas 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan olahraga aktivitas kebugaran terkait keterampilan: misalnya bahwa aktivitas kebugaran terkait keterampilan adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani, penanaman karakter dan pendukung utama dalam keterampilan berolahraga. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas kebugaran terkait keterampilan. 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas kebugaran terkait keterampilan, baik kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 9
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu menunjukkan hasil rancangan aktivitas kebugaran terkait keterampilan, menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan aktivitas kebugaran terkait keterampilan, dalam bentuk yang sederhana dengan menekankan pada pengembangan nilainilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game antara lain: a) Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok (peserta didik putera dan puteri dibagi sama banyak). Kalau jumlah peserta didik 36 orang, maka satu kelompok terdiri dari 9 peserta didik. b) Cara bermain: (1) Setiap kelompok peserta didik dipilih satu peserta didik sebagai pelempar cone berbentuk piring (2) peserta didik pemegang cone akan berusaha mengejar dan melempar cone tersebut ke arah peserta didik lain (3) apabila lemparan tersebut mengenai peserta didik yang lain maka mereka akan berganti peran. Simulasinya game tersebut dapat dilihat di: https://youtu.be/vodo9_6zrcQ c) Berdasarkan pengamatan guru pada game, dipilih sejumlah peserta didik yang dianggap cukup mampu untuk menjadi tutor bagi temannya dalam aktivitas berikutnya. Mereka akan mendapat anggota kelompok dari peserta didik yang tersisa dengan cara berhitung sampai angka sejumlah peserta didik yang terpilih (misalnya 9 orang). Maka jika terdapat 36 peserta didik, setiap kelompok akan memiliki anggota 9 orang. d) Dalam pembelajaran ini disamping dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Guru sebagai berikut : memberikan pertanyaan pemantik 1. Mengapa peserta didik perlu menunjukkan kemampuan DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 10
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu dalam mempraktikkan hasil rancangan keterampilan aktivitas kebugaran terkait keterampilan? 2. Jika peserta didik memiliki keterampilan aktivitas latihan kebugaran yang handal apa saja yang bisa diperolehnya? Apersepsi Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari aktivitas kebugaran jasmani. Motivasi Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. Kegiatan Inti Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan latihan kecepatan dan latihan kelincahan dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas merancang latihan keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur aktivitas Latihan kebugaran jasmani terkait keterampilan dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Bentuk-bentuk aktivitas hasil rancangan latihan keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan, antara lain sebagai berikut: a) Aktivitas latihan keseimbangan berdiri bangau Prosedur pelaksanaan: (1) Sikap permulaan berdiri tegak rileks. (2) Salah satu kaki diangkat dengan posisi tangan dipegang secara berlawanan (jika yang diangkat kaki kanan tangan kiri yang memegang) di belakang pantat. (3) Tangan kanan diluruskan ke samping. (4) Lakukan latihan ini 8 kali hitungan dan kembali ke seikap awal. 80 menit DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 11
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu b) Aktivitas latihan keseimbangan dalam sikap kapal terbang Prosedur pelaksanaan: (1) Berdiri tegak rileks dengan psosi kaki dirapatkan dan kedua tangan direntangkan lurus ke samping. (2) Kemudian bungkukkan badan sambil meluruskan salah satu kaki kiri atau kanan ke arah belakang. (3) Arah pandangan lurus ke depan dan pertahankan gerakan ini selama 8 kali hitungan. c) Aktivitas latihan keseimbangan dalam berbagai sikap dan gerak Prosedur pelaksanaan: (1) Latihan keseimbangan dari sikap berdiri, dilakukan dengan cara mengangkat salah satu kaki ke samping menggunakan tangan, tangan yang lainnya direntangkan sejajar bahu dan tahan sampai 8 hitungan. Lakukan latihan ini secara bergantian. (2) Latihan keseimbangan berikutnya sama dengan latihan satu, tetapi bagian kaki yang dipegang adalah bagian pergelangannya dan tangan yang lainnya diangkat ke atas. Lakukan latihan secara bergantian. (3) Latihan keseimbangan ketiga prinsipnya sama dengan latihan kedua. Akan tetapi, salah satu kaki diangkat menekuk di depan panggul dan kedua tangan direntangkan ke samping. (4) Lakukan latihan ini secara bergantian. DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 12
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu d) Aktivitas latihan lompat tali perorangan Prosedur pelaksanaan: (1) Berdiri tegak dengan memegang seutas tali. (2) Putar tali dari belakang, atas, depan, bawah, belakang dan seterusnya. (3) Meloncat sebelum tali menyentuh tanah. (4) Lakukan latihan ini berulang-ulang. (5) Kemudian coba tali diputar ke arah belakang. e) Aktivitas latihan lompat tali berteman Prosedur pelaksanaan: (1) Dua orang teman memegang ujung tali. (2) Peserta didik yang lain berbaris di samping. (3) Kemudian tali diputar perlahan-lahan. (4) Peserta didik satu per satu mencoba masuk ke dalam putaran tali itu. (5) Apabila dapat dilakukan dengan baik, cobalah dengan dua atau tiga teman bersama-sama. (6) Semakin lama, putaran tali dipercepat. DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 13
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu f) Aktivitas latihan mengayunkan simpai Prosedur pelaksanaan: (1) Berdiri dengan kaki kanan, kaki kiri berdiri dengan ujung jari di belakang, pegang simpai dengan tangan kanan, di depan badan. (2) Ayunkan simpai di samping kiri badan. (3) Bersamaan dengan kaki kiri diayunkan ke depan. (4) Kembali ke sikap semula. (5) Lakukan latihan ini dengan simpai dipegang tangan kiri, begitu seterusnya latihan secara bergantian. (6) Ulangi latihan ini beberapa kali. 4) Guru mengamati seluruh gerakan peserta didik secara individu maupun kelompok. 5) Seluruh aktivitas hasil rancangan keterampilan latihan kecepatan, kelincahan, keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan. 6) Peserta didik secara individu dan dan kelompok melakukan aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak sesuai dengan koreksi oleh guru. 7) Seluruh aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak peserta didik setelah diberikan umpan balik diamati oleh guru secara individu maupun kelompok. 8) Guru mengamati seluruh aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak peserta didik secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran. 9) Guru meminta peserta didik untuk mempromosikan aktivitas Latihan kebugaran jasmani di media social yang DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 14
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Tahapan Kegiatan Alokasi Waktu dimiliki. Penutup 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya, kemandiriannya dan gotong royongnya selama pembelajaran aktivitas hasil rancangan keterampilan aktivitas kebugaran. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak latihan kecepatan, kelincahan, keseimbangan dan koordinasi dalam aktivitas kebugaran terkait keterampilan, hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula. 25 menit D. Asesmen a. Asesmen Awal Non Kognitif : memberikan pertanyaan kepada siswa tentang dukungan yang diperlukan supaya dapat berkembang dalam tahap capaian pembelajaran ini. b. Asesmen Formatif Memantau perkembangan siswa dalam mengerjakan tugas Observasi diskusi sesuai LKPD 1 dan LKPD 2 c. Asesmen akhir (sumatif) Membuat portofolio yang berisikan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur dalam melakukan evaluasi aktivitas Senam. DIAS/PENJASORKES/Fase E/TP 2023_2024 - 15