1
PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena
dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
“E-modul Sistem Koloid Berbasis Problem Solving Terintegrasi
Etnokimia”. Penulisan e-modul ini bertujuan untuk membantu peserta
didik belajar secara mandiri, memperoleh pengalaman belajar yang
menyenangkan dan dapat membekali peserta didik untuk berpikir dan
berkomunikasi secara kritis. E-modul ini dapat digunakan untuk peserta
didik kelas XI dengan peminatan MIPA.
E-modul disajikan materi sistem koloid berbasis problem solving
yang terintegrasi etnokimia dalam proses pembuatan es cincau, lontong
tuyuhan, batik tulis Lasem, dan kue dumbeg. Selain materi
pembelajaran di dalam e-modul juga disajikan tujuan pembelajaran,
peta konsep, lembar kerja peserta didik, rangkuman, evaluasi akhir
pembelajaran, kunci jawaban, glosarium, dan daftar pustaka.
Penyusunan e-modul ini membutuhkan waktu dan pemikiran
yang mendalam. Oleh karena itu, masukan dan saran yang membangun
dari berbagai pihak akan sangat bermanfaat supaya e-modul ini menjadi
lebih baik. Apresiasi dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya
penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah turut
berpartisipasi dalam penyusunan dan penyempurnaan e-modul ini.
Rembang, April 2022
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ....................................................................................i
Prakata ................................................................................................ii
Daftar Isi .............................................................................................iii
Petunjuk Penggunaan E-modul ..........................................................iv
Pendahuluan .......................................................................................1
A. Latar Belakang ..........................................................................1
B. Deskripsi Materi ........................................................................2
C. Tujuan Pembelajaran.................................................................2
D. Peta Konsep ...............................................................................4
Aktivitas Pembelajaran 1 Jenis-Jenis Koloid.....................................6
A. Indikator Keberhasilan Pembelajaran .......................................6
B. Uraian Materi ............................................................................6
C. Lembar Kerja Peserta Didik......................................................21
D. Rangkuman................................................................................24
Aktivitas Pembelajaran 2 Sifat-Sifat Koloid......................................25
A. Indikator Keberhasilan Pembelajaran .......................................25
B. Uraian Materi ............................................................................25
C. Lembar Kerja Peserta Didik......................................................39
D. Rangkuman................................................................................41
Aktivitas Pembelajaran 3 Pembuatan & Kegunaan Koloid...............42
A. Indikator Keberhasilan Pembelajaran .......................................42
B. Uraian Materi ............................................................................42
C. Lembar Kerja Peserta Didik......................................................50
D. Rangkuman................................................................................53
Penutup ...............................................................................................54
A. Evaluasi Akhir Pembelajaran ....................................................54
B. Kunci Jawaban ..........................................................................54
C. Umpan Balik..............................................................................55
Glosarium ...........................................................................................56
Daftar Pustaka ....................................................................................58
iii
PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL
1. Bacalah terlebih dahulu latar belakang supaya mengerti maksud
dan tujuan dari e-modul yang dipelajari.
2. E-modul ini berisi materi sitem koloid yang terintegrasi dengan
kearifan lokal proses pembuatan es cincau, lontong tuyuhan, kue
dumbeg, dan batik tulis Lasem, tujuan pembelajaran, peta konsep,
uraian materi, lembar kerja peserta didik, rangkuman, evaluasi
akhir pembelajaran, kunci jawaban, umpan balik, glosarium, dan
daftar pustaka.
3. Pahami setiap materi konsep dasar yang akan menunjang
penguasaan pengetahuan dengan membaca dan memahaminya jika
ada kesulitan tanyakan kepada guru atau teman.
4. Pahami contoh soal yang menerapkan strategi problem solving
supaya kalian terbiasa dengan proses berpikir dan komunikasi
secara kritis.
5. Kerjakan lembar kerja peserta didik yang tersedia.
6. Kerjakan soal evaluasi akhir pembelajaran yang tersedia
7. Catatlah kesulitan yang ditemui ketika membaca dan memahami
e-modul ini kemudian tanyakan kepada teman atau guru dan
carilah informasi dari sumber lain.
iv
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kemajuan teknologi telah membawa perubahan dalam segala
bidang termasuk pendidikan. Perkembangan teknologi ini dapat
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran sehingga mempermudah
peserta didik dalam belajar. Adanya e-modul yang sesuai dan tepat
sangat menunjang keberhasilan belajar peserta didik. Selama ini e-
modul yang ada belum banyak mengkaitkan kearifan lokal di sekitar
tempat tinggal peserta didik. Pembelajaran tersebut biasa disebut
dengan pembelajaran etnokimia yaitu suatu pendekatan dalam
pembelajaran yang mengkaitkan materi pembelajaran dengan budaya
yang ada di lingkungan sekitar. Etnokimia merupakan pengetahuan asli
dalam bentuk bahasa, adat istiadat, budaya, moral, serta teknologi yang
diciptakan oleh masyarkat atau orang tertentu yang mengandung
pengetahuan ilmiah (Sudarmin et al., 2017). Adanya kaitan materi
dengan karifan lokal yang ada di lingkungan sekitar membantu peserta
didik berpikir dan berkomunikasi secara kritis. Oleh karena itu maka
hadirnya e-modul berbasis problem solving yang diintegrasikan
etnokimia akan menciptakan pembelajaran lebih bermakna yang
merupakan persepsi pengetahuan masyarakat terhadap fenomena alam
tertentu (Sudarmin, 2014). Harapan dengan adanya e-modul ini dapat
membantu peserta didik belajar secara mandiri, memperoleh
pengalaman belajar yang menyenangkan, dan dapat membekali peserta
didik untuk berpikir dan berkomunikasi secara kritis.
1
B. DESKRIPSI MATERI
Materi kimia yang dikembangkan dalam e-modul pembelajaran
ini adalah sistem koloid. Materi sistem koloid membahas tentang suatu
bentuk campuran dua atau lebih zat yang bersifat heterogen, namun
memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar sehingga
menyebabkan suatu campuran tersebut sulit dipisahkan. E-modul
pembelajaran ini didalamnya mencakup tentang komponen penyusun
koloid, jenis-jenis koloid, sifat-sifat koloid, cara pembuatan koloid
serta penerapan koloid dalam kehidupan sehari-hari. Mempelajari
sistem koloid dapat dilakukan dengan mengamati peristiwa di sekitar
kehidupan kita. Fenomena di sekitar kita yang dapat dijadikan bahan
belajar sistem kolid adalah proses pembuatan es cincau, pembuatan
lontong tuyuhan, pembuatan kue dumbeg, dan pembuatan batik tulis
Lasem. Fenomena tersebut melibatkan berbagai konsep kimia dari awal
pembuatan hingga pada tahap penyelesaian.
C. TUJUAN PEMBALAJARAN
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.14 Mengelompokkan 3.14.1 Menjelaskan perbedaan antara
berbagai tipe sistem larutan, koloid dan suspensi
koloid dan menjelaskan pada fenomena ilmiah maupun
kegunaan koloid dalam etnokimia.
kehidupan beserta sifat- 3.14.2 Mengelompokkan jenis koloid
sifatnya. berdasarkan fase terdispersi
dan medium pendispersi.
3.14.3 Menganalisis sifat-sifat koloid
pada fenomena ilmiah maupun
etnokimia.
2
4.14 Membuat makanan atau 3.14.4 Menjelaskan proses pembuatan
produk lain yang berupa koloid dengan cara dispersi
koloid atau melibatkan dan kondensasi.
prinsip koloid.
3.14.5 Menjelaskan kegunaan koloid
dalam kehidupan sehari-hari.
4.14.1 Melakukan percobaan
perbedaan antara larutan,
koloid, dan suspensi.
4.14.2 Mengobservasi video
percobaan efek tyndall.
4.14.3 Melakukan percobaan
pembuatan sistem koloid.
4.14.4 Menganalisis data hasil
percobaan dan menyimpulkan.
4.14.5 Melaporkan dan menyajikan
hasil percobaan.
4.14.6 Menyebutkan produk kearifan
lokal yang melibatkan prinsip
koloid.
3
D. PETA KONSEP
Jenis Koloid Sol
Aerosol
Emulsi
Buih /Busa
LARUTAN Efek Adsorpsi
Tyndall Koagulasi
Sifat Elektroforesis
Koloid Gerak
Brown
CAMPURAN KOLOID
Muatan
Koloid
Koloid
Pelindung
SUSPENSI Dialisis
Cara Dispersi
Pembuatan
Koloid Cara Kondensasi
Penerapan
Koloid
4
PENTINGNYA KIMIA KOLOID
Pada umumnya zat yang ditemukan pada
kehidupan sehari-hari berada dalam keadaan
koloid, sehingga semua cabang ilmu kimia sangat
berkepentingan dengan kimia koloid, diantaranya
adalah:
Semua jaringan bersifat koloid
Tanah terdiri dari bagian-bagian yang
bersifat koloid, sehingga ilmu tanah,
pertanian, dan sebagaianya harus mencakup
penerapan kimia koloid pada tanah.
Pengetahuan tentang koloid sangat diperlukan
dalam industri makanan, farmasi, tekstil,
kosmetik dan lain-lain.
5
AKTIVITAS PEMBELAJARAN 1
JENIS-JENIS KOLOID
A. Indikator Keberhasilan Pembelajaran
Menjelaskan perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi pada
fenomena ilmiah maupun etnokimia.
Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan
medium pendispersi
B. Uraian Materi
ES CINCAU, KOLID MENYEHATKAN
Gambar 1. Proses Pembuatan Cincau & Es Cincau
Sumber: Dokumen Pribadi
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki beragam jenis
tumbuhan yang harus dimanfaatkan dan dilestarikan. Salah satu
tanaman yang sampai saat ini masih dilestarikan dan dimanfaatkan oleh
masyarakat adalah tanaman cincau yang dapat diolah menjadi
minuman. Cincau merupakan salah satu tanaman berkhasiat yang
banyak dijumpai di Indonesia. Cincau dapat dikonsumsi secara
langsung dengan mengekstrak daun cincau menjadi jelly cincau segar
yang dapat dihidangkan dengan kuah santan dan gula jawa sebagai es
cincau. Es cincau merupakan minuman tradisional Indonesia yang
sudah terkenal di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu
6
masyarakat yang melakukan pembuatan es cincau adalah Ibu Isah,
seorang penjual legendaris di pasar Pamotan Kabupaten Rembang.
Mungkin sekilas pandang kita tidak pernah memperhatikan dan
tidak terfikir tentang apa sebenarnya cincau, air gula dan santan.
Cincau, air gula, dan santan yang sering kita dengar namanya dan yang
sering kita minum dalam es cincau merupakan suatu campuran yang
sulit dipisahkan. Mengapa disebut campuran? Cincau disebut
campuran karena terdiri dari dua zat yaitu kandungan daun cincau dan
juga air. Air gula disebut campuran karena terdiri dari dua zat yaitu gula
dan air. Begitupun santan, santan merupakan campuran antara air dan
kandungan daging kelapa. Campuran-campuran tersebut ketika diaduk
dan disaring ternyata tidak ada residu. Apakah campuran-campuran
tersebut memiliki karakteristik yang sama atau berbeda? Bagaimana
dengan campuran air kopi? Apakah memiliki karakterisitk yang sama
atau berbeda? Termasuk jenis campuran apakah campuran tersebut?
YUK KLIK AKU UNTUK
LEBIH MENGENAL SISTEM KOLOID
DALAM ES CINCAU
AYO KLIK DAN TONTON
7
AYO CARI
TAHU
Setelah membaca ilustrasi es cincau, koloid yang menyehatkan,
identifikasi hal-hal berikut secara kritis:
1. Jenis campuran apa yang terdapat dalam larutan gula?
Jawaban: ..................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
2. Jenis campuran apa terjadi dalam santan dan cincau?
Jawaban: ..................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
3. Mengapa campuran yang terjadi dalam santan dan air sulit
dipisahkan dengan penyaringan?
Jawaban: ..................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
4. Apakah campuran air dan kopi memiliki karakteristik yang
samadengan santan ataupun larutan gula?
Jawaban: ................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
8
Mari Kumpulkan
Data
Bersama anggota kelompokmu, Carilah refrensi
dari berbagai buku dan informasi terkait sistem
dispersi melalui internet. Jawablah pertanyaan-
pertanyaan ayo cari tahu secara kritis
Mari
Verifikasikan
Komunikasikan informasi yang kamu peroleh
secara kritis dan percaya diri.
SISTEM DISPERSI
Komposisi utama es cincau adalah jelly cincau. Jelly cincau
terbentuk karena kita mencampurkan suatu zat (ekstrak daun cincau)
dengan zat cair (air), maka akan terjadi penyebaran secara merata dari
suatu zat tersebut ke dalam zat cair. Hal inilah yang disebut sebagai
sistem dispersi. Dispersi terdiri dari dua fase yaitu fase yang
didispersikan dan fase pendispersi. Pada umumnya, fase yang
jumlahnya lebih sedikit disebut sebagai fase terdispersi, sedangkan
fase yang jumlahnya lebih banyak disebut sebagai medium
9
pendispersi. Jadi sistem dispersi adalah pencampuran antara fase
terdispersi dengan medium pendispersi yang bercampur secara merata.
Berdasarkan ukuran partikelnya, sistem dispersi dibedakan
menjadi 3 yaitu:
1. Larutan sejati atau dispersi molekuler.
Ketika kita membuat larutan gula
yang akan kita gunakan dalam es cincau,
ternyata gula larut dalam air dan diperoleh
larutan gula. Dalam larutan zat terlarut
tersebar dalam bentuk partikel yang sangat
kecil sehingga tidak dapat dibedakan lagi
mediumnya walaupun menggunakan
mikroskop ultra. Jenis larutan tersebut
disebut larutan sejati. Larutan sejati Gambar 2. Air Gula
adalah campuran antara zat padat atau zat Sumber: honestdocs.com
cair sebagai fase terdispersi dengan zat cair sebagai medium
pendispersi. Pada larutan sejati, fase terdispersi tersebar sempurna
dengan medium pendispersi sehingga dihasilkan campuran yang
homogen, antara fase terdispersi dengan medium pendispersinya tidak
dapat dibedakan lagi. Molekul-molekul fase terdispersi tersebar secara
merata ke dalam komponen medium pendispersi, sehingga larutan
disebut juga dispersi molekuler.
2. Koloid atau dispersi halus.
Gambar 3. Santan Jika kita campurkan santan dalam
Sumber: opmama.com air, ternyata santan tercampur merata
dengan air dan kita sulit membedakannya.
Jika kita diamkan campuran itu tidak
memisah dan juga tidak dapat dipisahkan
dengan penyaringan (hasil penyaringan
tetap keruh). Campuran seperti ini yang
disebut koloid. Koloid adalah suatu
10
campuran antara fase terdispersi dengan medium pendispersi tetapi
fase terdispersinya bukan dalam bentuk molekuler melainkan
gabungan dari beberapa molekul. Secara visual, bentuk fisik koloid
sama seperti bentuk larutan tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra,
campuran ini bersifat heterogen.
3. Suspensi atau dispersi kasar.
Ketika kita mencampurkan kopi
dalam air, ternyata kopi tidak larut dalam
air. Walaupun campuran ini diaduk,
lambat laun kopi akan memisah
(mengalami sedimentasi). Campuran
seperti ini disebut suspensi. Suspensi
adalah campuran heterogen antara fase
terdispersi dengan medium pendispersi Gambar 4. Kopi
dimana fase terdispersinya tidak dapat Sumber: wikepedia.com
bercampur secara merata ke dalam
medium pendispersinya. Pada umumnya, fase terdispersinya berupa
padatan sedangkan medium pendispersinya berupa cairan. Dalam
suspensi, antara fase terdispersi dengan medium pendispersinya dapat
dibedakan dengan jelas. Perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi
dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Perbandingan antara Sifat Larutan, Koloid dan Suspensi.
No Aspek Larutan Koloid Suspensi
1 Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran
partikel partikelnya < 1 partikelnya antara partikelnya >
nm 1 – 100 nm 100 nm
2 Jumlah Fase Terdiri dari 1 Terdiri dari 2 fase Terdiri dari 2
fase fase
3 Kestabilan Stabil (tidak Pada umumnya Tidak stabil
mengendap) stabil (mudah
mengendap)
11
4 Pemisahan Tidak dapat Dapat disaring Dapat disaring
disaring dengan penyaring
ultra
5 Pengamatan Homogen Secara Heterogen
Mikroskop (tidak dapat makroskopis
dibedakan bersifat homogen
walaupun tetapi jika diamati
menggunakan dengan mikroskop
mikroskop ultra, bersifat
ultra) heterogen
6 Sistem Molekular Padatan halus Padatan
dispersi kasar
7 Contoh larutan gula, santan, cincau, air kopi, air
udara bersih adonan dumbeg sungai yang
kotor .
REMEMBER
!!!
Campuran Homogen adalah campuran
antara dua zat atau lebih yang
partikel-partikel penyusunnya tidak
dapat dibedakan lagi. Campuran
homogen juga disebut dengan
larutan
Campuran Heterogen adalah
campuran antara dua zat atau lebih
yang masih nampak batas pemisah
antara zat-zat yang bercampur
12
KOLOM DISKUSI
Es cincau merupakan minuman tradisional Indonesia yang diolah
berasal dari daun cincau. Komposisi es cincau terdiri dari cincau, air
gula, dan juga santan. Semua komposisi tersebut terdiri dari dua
campuran zat yang menyatu dan sulit dipisahkan. Cincau terbuat dari
daun cincau dan air, air gula terbuat dari gula dan air, dan juga santan
terbuat dari daging buah kelapa dan air. Komposisi es cincau dapat
dilihat pada gambar 5.
Gambar 5. Komposisi es cincau
Sumber: Dokumen Pribadi
Berdasarkan wacana tersebut, identifikasilah jenis sistem dispersi
dari campuran yang terjadi pada komposisi es cincau!
Ayo Klik Aku untuk
Koreksi Jawaban
13
Lontong Tuyuhan
Kuliner Khas Rembang
Gambar 6. Lontong Tuyuhan
Sumber: Dokumen Pribadi
Lontong tuyuhan merupakan makanan khas yang berasal dari
Rembang. Disebut dengan lontong tuyuhan karena awal mula muncul
berasal dari desa Tuyuhan sehingga dinamakan lontong tuyuhan.
Makanan khas Rembang itu dihidangkan dalam satu porsi yang terdiri
lontong, kuah opor ayam dan ditaburi dengan bawang goreng. Kuah
opor ayam atau yang biasa disebut dengan kuah santan yang dimasak
dengan rempah-rempah khas kuah opor lontong tuyuhan. Perpaduan
santan dan rempah-rempah khas menciptakan cita rasa lontong tuyuhan
yang gurih, lezat dan nikmat.
Mungkin sekilas pandang kita tidak pernah memperhatikan dan
tidak terfikir tentang apa sebenarnya santan. Santan yang berwarna
putih seperti susu itu sebenarnya merupakan suatu campuran. Santan
merupakan campuran antara fase terdispersi kandungan buah kelapa
(cair) dan medium pendispersi air (cair). Campuran tersebut merupakan
salah satu jenis koloid. Jenis koloid apakah yang terjadi pada santan?
Berdarkan fase terdispersi dan medium pendispersinya ada berapakah
jenis koloid? Apa saja koloid yang terdapat dalam lingkungan sekitar
kita?
14
YUK KLIK AKU UNTUK
LEBIH MENGENAL SISTEM KOLOID
DALAM LONTONG TUYUHAN
AYO KLIK DAN TONTON
AYO CARI
TAHU
Berdasarkan ilustrasi lontong tuyuhan kuliner khas Rembang,
identifikasikan hal-hal berikut ini secara kritis!
1. Mengapa santan kuah opor lontong tuyuhan termasuk jenis
koloid?
Jawaban: ...............................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
2. Jenis koloid apa yang terjadi pada santan?
Jawaban: ................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
3. Ada berapakah jenis koloid? Sebutkan!
Jawaban: ................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
15
4. Sebutkan contoh koloid apa saja yang ada disekitar kita!
Jawaban: ...............................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
Mari Kumpulkan
Data
Bersama anggota kelompokmu, Carilah refrensi
dari berbagai buku dan informasi terkait jenis-
jenis koloid melalui internet. Identifikasikan
pertanyaan-pertanyaan ayo cari tahu secara kritis
Mari
Verifikasikan
Komunikasikan informasi yang kamu peroleh
secara kritis dan percaya diri.
SISTEM KOLOID
Koloid berasal dari bahasa Yunani, dari kata “ kola” dan “ oid”.
Kolla berarti lem, sedangkan oid berarti seperti/mirip. Istilah koloid
diperkenalkan pertama kali oleh Thomas Graham pada tahun 1861
16
berdasarkan pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan Kristal
tetapi sukar mengalami difusi, padahal umumnya kristal mudah
mengalami difusi.
Berdasarkan wujud dari komponen-komponennya maka terdapat
beberapa sistem koloid seperti pada tabel 2.
Tabel 2. Jenis-jenis Sistem Koloid
No Fase Medium Nama Contoh
Terdispersi Pendispersi Koloid
1 Padat Padat Sol Gelas berwarna,
Padat paduan logam.
2 Cair Sol Tinta, cat, lem cair,
pati dalam air, cincau.
3 Gas Aerosol Asap, debu di udara,
Padat buangan knalpot.
4 Cair Padat Emulsi Jeli, mutiara, keju,
Padat mentega, selai, nasi,
(Gel) agar-agar.
5 Cair Emulsi Susu, santan, minyak
ikan, es krim,
mayones.
6 Gas Aerosol Kabut, awan, obat
Cair semprot, hair spray.
7 Gas Padat Buih / Karet busa, batu
busa apung, stirofoam,
Padat biskuit.
8 Cair Buih / Busa sabun, krim
busa kopi, pasta, ombak.
17
AEROSOL
Sistem koloid dari partikel padat
atau cair yang terdispersi dalam gas
disebut aerosol. Aerosol adalah
butiran zat cair atau padat yang sangat
ringan, sehingga dapat mengambang
di udara atau gas lain. Jika zat yang
terdispersi berupa zat padat disebut
aerosol padat, contoh asap dan debu
dalam udara. Asap pembakaran kayu Gambar 7. Asap Pembakaran
bakar lontong tuyuhan merupakan Kayu Lontong Tuyuhan
salah satu jenis aerosol padat seperti Sumber: Dokumen Pribadi
gambar 7. Jika zat yang terdispersi berupa zat cair disebut aerosol cair
contoh kabut dan awan.
SOL
Sistem koloid di mana fase terdispersinya
berupa zat padat, sedangkan medium
pendispersinya berupa zat cair atau zat padat
disebut Sol. Jika medium pendispersinya zat
padat disebut sol padat, contoh kaca berwarna
yang terdiri fase terdispersi silika dan medium
pendispersi zat warna. Jika medium
pendispersinya zat cair disebut sol cair, Gambar 8. Cincau
contoh pada gambar 8 cincau yang terdiri fase Sumber: Dokumen Pribadi
terdispersi kandungan daun cincau dan medium pendispersi air.
EMULSI
Sistem Koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut
emulsi. Syarat terjadinya emulsi adalah dua jenis zat cair itu tidak
saling melarutkan. Emulsi dapat digolongkan ke dalam dua bagian
yaitu emulsi minyak dalam air dan emulsi air dalam minyak. Contoh
18
emulsi minyak dalam air adalah santan,
susu, pembersih wajah, dan lateks.
Contoh emulsi air dalam minyak
adalah mentega, mayones, minyak
bumi, dan minyak ikan. Emulsi
terbentuk karena pengaruh suatu
pengemulsi atau emulgator. Contohnya Gambar 9. Kuah Opor
adalah sabun yang dapat Lontong Tuyuhan
mengemulsikan minyak ke dalam air. Sumber: Dokumen Pribadi
Jika campuran minyak dengan air
dikocok maka akan diperoleh suatu campuran yang segera memisah
jika didiamkan, akan tetapi jika sebelum dikocok ditambahkan sabun
atau deterjen maka diperoleh campuran yang stabil yang kita sebut
emulsi. Contoh lainnya adalah protein dalam santan seperti pada
gambar 9 santan dalam kuah opor lontong tuyuhan.
BUIH / BUSA
Sistem Koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair disebut
buih. Seperti hanya dengan emulsi untuk
menstabilkan buih diperlukan zat
pembuih, misalnya: sabun, detergen, dan
protein. Buih dapat dibuat dengan
mengalirkan suatu gas ke dalam zat cair
yang mengandung pembuih. Buih
digunakan pada berbagai proses misalnya Gambar 10. Buih Detergen
buih detergen pada proses pencucian kain Sumber: Dokumen Pribadi
batik, buih sabun pada pengolahan bijih
logam, pada alat pemadam kebakaran, dan lain-lain.
19
Remember
!!!
Fase terdipersi gas dan medium
pendispersi gas tidak membentuk
sistem koloid. Hal ini disebabkan
gas dan gas akan menghasilkan
campuran yang homogen (larutan
sejati) sehingga tidak membentuk
sistem koloid.
20
C. Lembar Kerja Peserta Didik
SISTEM KOLOID
A. Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui perbedaan larutan, koloid, dan suspensi
B. Alat dan Bahan
1. 5 buah tabung reaksi 6. Kecap
2. 1 rak tabung 7. Gula pasir
3. Kertas saring 8. Gula jawa
4. Corong 9. Santan
5. Air 10. Kopi
C. Prosedur Kerja
1. Masukkan air kedalam masing-masing tabung reaksi
2. Berilah tabel pada masing-masing tabung reaksi.
3. Pada tabung 1 tambahkan kecap, tabung 2 tambahkan gula
pasir, tabung 3 tambahkan gula jawa, tabung 4 tambahkan
santan, dan pada tabung 5 tambahkan kopi
4. Aduk campuran dalam tiap tabung dan diamkan
5. Amati perubahan yang terjadi
6. Saringlah campuran tersebut menggunakan kertas saring
7. Amati perubahan yang terjadi.
D. Hasil Pengamatan
No. Campuran Stabil Larut Pengendapan
21
E. Kesimpulan
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
...................................................................................................
F. Pertanyaan
1. Berdasarkan hasil pengamatan kelompokkan campuran
berdasarkan kestabilan, kelarutan, dan pengendapan
2. Berdasarkan hasil percobaan, apa yang disebut dengan larutan
sejati, koloid dan suspensi?
22
Format Laporan Praktikum
Susunlah laporan hasil praktikum sesuai format berikut ini:
1. Judul praktikum
2. Tujuan
3. Rumusan masalah
4. Hipotesis
5. Dasar teori
6. Alat dan bahan
7. Langkah kerja
8. Data pengamatan
9. Analisis dan pembahasan
10. Kesimpulan
11. Jawaban pertanyaan
12. Daftar pustaka
13. Lampiran
23
D. RANGKUMAN
1. Larutan adalah campuran antara zat padat atau zat cair sebagai fase
terdispersi dengan zat cair sebagai medium pendispersi.
2. Koloid adalah campuran dengan ukuran partikel berkisar antara 1
mm 100 mm jadi koloid tergolong campuran heterogen dan
merupakan sistem dua fase yaitu fase pendispersi (pelarut) dan fase
terdispersi (terlarut).
3. Suspensi adalah campuran kasar (campuran heterogen) dan
komponen-komponen penyusunya masih dapat dibedakan dan
dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa.
4. Sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 8 kelompok
berdasarkan pada jenis fase terdispersi dan fase pendispersi nya
yaitu aerosol, sol, sol padat, aerosol, emulsi, emulsi padat, buih, dan
buih padat.
24
AKTIVITAS PEMBELAJARAN 2
SIFAT-SIFAT KOLOID
A. Indikator Keberhasilan Pembelajaran
Menganalisis sifat-sifat koloid pada fenomena ilmiah maupun
etnokimia.
B. Uraian Materi
KOLOID DALAM BATIK TULIS LASEM
Gambar 11. Batik Tulis Lasem
Sumber: Dokumen Pribadi
Batik tulis Lasem merupakan hasil karya anak bangsa Indonesia
yang berasal dari Lasem. Batik Lasem adalah salah satu jenis kain batik
pesisiran yang merupakan hasil silang budaya dari batik lokal yang
diakulturusikan dengan budaya Tiongkok atau Pecinan. Batik tulis
Lasem terkenal dengan karakter orang Lasem yaitu pesisiran dengan
memiliki motif pesisiran, ramai (motif full) dan warna yang terang.
Proses pembuatan batik Lasem dimulai dari membentuk pola,
nyanting, isen-isen, nerusi, nyolet, ngeblok, nglorot, pencucian, dan
yang terakhir penjemuran. Hal utama dalam pembuatan batik adalah
25
proses pewarnaan. Pewarna yang baik menghasilkan batik yang
memiliki warna cerah, tidak luntur dan tahan lama. Pewarna
merupakan salah satu koloid dengan fase terdispersi padat dan medium
pendispersi cair. Pada proses pewarnaan kita dapat melihat adanya
penyerapan warna pada kain. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Sifat
koloid apa yang terjadi pada pewarnaan batik? Bagaimana dengan
sifat-sifat koloid yang lain?
YUK KLIK AKU UNTUK
LEBIH MENGENAL SISTEM KOLOID
DALAM BATIK TULIS LASEM
AYO KLIK DAN TONTON
AYO CARI
TAHU
Berdasarkan ilustrasi koloid dalam batik tulis Lasem, identifikasikan
hal-hal berikut ini secara kritis!
1. Jenis koloid apa yang terjadi pada pewarna batik?
Jawaban: ................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
2. Sifat koloid apa yang terjadi pada proses pewarnaan batik?
Jawaban: ...............................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
26
3. Sebutkan sifat-sifat koloid yang dapat terjadi pada pewarna batik!
Jawaban: ................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
Mari Kumpulkan
Data
Bersama anggota kelompokmu, Carilah
refrensi dari berbagai buku dan informasi
terkait sifat-sifat koloid melalui internet.
Identifikasikan pertanyaan-pertanyaan ayo
cari tahu secara kritis
Mari
Verifikasikan
Komunikasikan informasi yang kamu peroleh
secara kritis dan percaya diri.
27
Suatu campuran digolongkan kedalam sistem koloid apabila
memiliki sifat-sifat yang berbeda dari larutan sejati. Beberapa sifat
fisik yang membedakan sistem koloid dari larutan sejati seperti
berikut ini:
1. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek
penghamburan cahaya yang disebabkan
oleh partikel-partikel koloid. Pertama
kali dikemukakan oleh John Tyndall
(1820-1893), seorang fisikawan Inggris;
setelah mengamati seberkas cahaya
putih yang dilewatkan pada sistem
koloid. Gambar 12. John Tyndall
Apabila seberkas cahaya Sumber: wikepedia.com
dilewatkan pada 3 gelas yang masing-
masing berisi suatu dispersi, koloid dan larutan, maka jika dilihat secara
tegak lurus dari arah datangnya cahaya, akan jelas terlihat bahwa
cahaya yang melewati dispersi dan koloid mengalami peristiwa
penghamburan dan pemantulan. Sedangkan berkas cahaya yang
melewati larutan tidak akan mengalami peristiwa penghamburan dan
pemantulan (berkas cahaya diteruskan). Peristiwa efek tyndall dapat
dilihat pada gambar 13 dan ilustrasi video 1.
Gambar 13. Peristiwa Efek Tyndall Pada Koloid
Sumber: kemaridulu.com
28
Contoh peristiwa efek Tyndall:
a. Sorot lampu mobil pada malam hari yang berdebu, berasap, atau
berkabut akan tampak jelas.
b. Berkas sinar matahari yang melalui celah daun pada pagi hari yang
berkabut, akan tampak jelas.
c. Terjadinya warna biru di langit pada siang hari dan warna jingga
atau merah di langit pada saat matahari terbenam.
KLIK AKU UNTUK
LEBIH MEMAHAMI
EFEK TYNDALL
KOLOID
Video 1. Peristiwa Efek Tyndall pada Koloid
Sumber: YouTobe.com
2. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak atau
gerak zig-zag yang dilakukan oleh partikel-
partikel koloid. Pertama kali disampaikan
oleh Robert Brown (1827), seorang ahli
biologi dari Inggris. Dia mengamati
pergerakan tepung sari yang terus-menerus di
dalam air melalui mikroskop ultra.
Gerakan ini dapat terjadi karena Gambar 14. Robert Brown
disebabkan oleh adanya tumbukan antara Sumber : wikipedia.com
partikel-partikel pendispersi terhadap partikel-partikel zat terdispersi,
sehingga partikel-partikel zat terdispersi akan terlontar. Lontaran
tersebut akan mengakibatkan partikel terdispersi menumbuk partikel
terdispersi yang lain dan akibatnya partikel yang tertumbuk akan
29
terlontar juga. Peristiwa tersebut akan terus berulang dan hal itu dapat
terjadi karena ukuran partikel terdispersi yang relatif lebih besar
dibandingkan dengan ukuran partikel pendispersinya. Peristiwa gerak
brown dapat dilihat pada gambar 15 dan ilustrasi video 2.
Gambar 15. Gerak Brown
Sumber : tatangsma.com
Gerak Brown dipengaruhi oleh ukuran partikel dan suhu.
a. Semakin kecil ukuran partikel-partikel koloid, gerak Brown akan
semakin cepat, dan sebaliknya.
b. Semakin tinggi suhu koloid, gerak Brown akan semakin cepat; dan
sebaliknya.
Gerak Brown merupakan salah 1 faktor yang menyebabkan koloid
menjadi stabil. Oleh karena bergerak terus-menerus, maka partikel
koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi, sehingga tidak mengalami
sedimentasi (pengendapan).
KLIK AKU UNTUK
LEBIH MEMAHAMI
GERAK BROWN
KOLOID
Video 2. Gerak Brown pada Koloid
Sumber: YouTobe.com
30
3. Muatan Koloid
Partikel-partikel koloid bermuatan listrik, ada yang positif dan ada
yang negatif. Adanya muatan listrik pada partikel-partikel koloid
tersebut dapat dijelaskan dengan beberapa peristiwa yaitu:
a. Elektroforesis
Elektroforesis adalah pergerakan partikel-partikel koloid karena
pengaruh medan listrik. Jika ke dalam sistem koloid dimasukkan 2
batang elektrode kemudian dihubungkan dengan sumber arus searah,
maka partikel koloid akan bergerak ke salah 1 elektrode; bergantung
pada jenis muatannya. Koloid bermuatan negatif akan bergerak ke
anode (elektrode positif) sedangkan koloid yang bermuatan positif
akan bergerak ke katode (elektrode negatif). Perisitiwa elektroforesis
dapat dilihat pada gambar 16 dan ilustrasi video 3.
Gambar 16. Peristiwa Elektroforesis
Sumber: YouTobe.com
KLIK AKU UNTUK
LEBIH MEMAHAMI
ELEKTROFORESIS
KOLOID
Video 3. Elektroforesis pada Koloid
Sumber: YouTobe.com
31
Jadi, elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis
muatan koloid. Contoh penggunaan metode ini adalah:
a) Untuk identifikasi DNA
b) Penyaring debu pada cerobong asap pabrik (disebut pesawat
Cottrel).
b. Adsorpsi
Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan spesi (muatan listrik atau
ion dan molekul netral) oleh permukaan partikel koloid. Peristiwa ini
terjadi karena adanya gaya tarik molekul, atom atau ion pada
permukaan adsorben (koloid). Kemampuan menarik/ menyerap ini
disebabkan juga karena adanya tegangan permukaan koloid yang
cukup tinggi, sehingga jika ada partikel/spesi yang menempel akan
cenderung dipertahankan pada permukaannya. Spesi yang diserap
disebut fase terserap, sedangkan spesi yang menyerap disebut
adsorben. Jika partikel koloid (awalnya netral) mengadsorpsi ion
yang bermuatan positif (kation), maka koloid tersebut akan menjadi
bermuatan positif juga, dan sebaliknya. Peristiwa adsorpsi koloid
dapat dilihat pada gambar 17 dan ilustrasi video 4.
Gambar 17. Peristiwa Adsorpsi Koloid
Sumber: YouTobe.com
Contoh penggunaan sifat adsorpsi dari koloid:
a) Pemutihan gula tebu.
Gula yang masih berwarna dilarutkan dalam air, kemudian
dialirkan melalui tanah diatomae dan arang tulang. Zat warna
dalam gula akan diadsorpsi sehingga dihasilkan gula yang lebih
putih.
32
b) Pewarnaan tekstil.
Pencelupan serat wol, kapas atau sutera (sebelum diwarnai)
menggunakan larutan Al2(SO4)3 atau larutan basa.
c) Penjernihan air.
Penjernihan air menggunakan tawas atau Al2(SO4)3. Di dalam air,
Al2(SO4)3 akan terhidrolisis membentuk Al(OH)3 yang berupa
koloid. Koloid ini akan mengadsorpsi zat-zat warna atau zat
pencemar dalam air.
KLIK AKU UNTUK
LEBIH MEMAHAMI
ADSOPSI KOLOID
Video 4. Perstiwa Adsorpsi Koloid
Sumber: YouTobe.com
c. Koagulasi
Koagulasi atau disebut juga dengan istilah penggumpalan.
Koagulasi adalah peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid
sehingga fase terdispersi terpisah dari medium pendispersinya.
Koagulasi terjadi karena hilangnya kestabilan untuk mempertahankan
partikel-partikel koloid agar tetap tersebar di dalam medium
pendispersinya. Hilangnya kestabilan koloid ini disebabkan karena
adanya penetralan muatan/pelucutan muatan partikel koloid yang
mengakibatkan terjadinya penggabungan partikel-partikel koloid
menjadi suatu kelompok/agregat yang lebih besar. Penggabungan ini
terjadi karena adanya gaya kohesi antar partikel koloid. Jika ukuran
agregat partikel koloid sudah mencapai ukuran partikel suspensi, maka
terjadilah koagulasi.
33
Koloid yang bermuatan negatif akan digumpalkan di anode
(elektrode positif), sedangkan koloid yang bermuatan positif akan
digumpalkan di katode (elektrode negatif). Peristiwa koagulasi dapat
dilihat pada ilustrasi video 5.
Pada proses koagulasi terjadi hal-hal sebagai berikut:
a) Kestabilan koloid disebabkan karena adanya muatan listrik pada
permukaan partikel koloid dan adanya fase terdispersi yang
afinitasnya lebih tinggi daripada medium pendispersi.
b) Koagulasi dapat dilakukan dengan cara mekanik dan kimiawi.
Cara mekanik: pemanasan, pendinginan dan pengadukan.
Cara kimiawi: penetralan silang atau menghilangkan muatan dan
penambahan elektrolit.
KLIK AKU UNTUK
LEBIH MEMAHAMI
KOAGULASI
KOLOID
Video 5. Peristiwa Koagulasi Koloid
Sumber: YouTobe.com
Contoh proses-proses yang memanfaatkan sifat koagulasi dari koloid:
a) Proses penjernihan air dengan menambahkan tawas.
Tawas aluminium sulfat (mengandung ion Al3+) dapat digunakan
untuk menggumpalkan lumpur koloid atau sol tanah liat dalam air
(yang bermuatan negatif).
b) Proses terbentuknya delta di muara sungai.
Terjadi karena koloid tanah liat dalam air sungai mengalami
koagulasi ketika bercampur dengan elektrolit dalam air laut.
34
c) Asap atau debu pabrik dapat digumpalkan dengan alat koagulasi
listrik (pesawat Cottrel). Metode ini dikembangkan oleh Frederick
Cottrel (1877 - 1948).
d) Proses yang dilakukan oleh ion Al3+ atau Fe3+ pada penetralan
partikel albuminoid yang terdapat dalam darah, mengakibatkan
terjadinya koagulasi sehingga dapat menutupi luka.
4. Koloid Pelindung
Koloid pelindung adalah koloid yang bersifat melindungi koloid
lain agar tidak mengalami koagulasi. Koloid pelindung akan
membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid yang lain. Lapisan ini
akan melindungi muatan koloid tersebut sehingga partikel koloid tidak
mudah mengendap atau terpisah dari medium pendispersinya.
Contohnya:
a. Pada pembuatan es krim digunakan gelatin untuk mencegah
pembentukan kristal besar es atau gula.
b. Zat-zat pengemulsi (sabun dan detergen).
c. Partikel-partikel karbon dalam tinta dilindungi dengan larutan gom.
d. Pada industri susu, kasein digunakan untuk melindungi partikel-
partikel minyak atau lemak dalam medium cair.
5. Dialisis
Kestabilan suatu koloid dapat dipertahankan dengan
menambahkan sedikit elektrolit dengan konsentrasi yang tepat dalam
koloid. Jika konsentrasi elektrolit tidak tepat, justru akan terbentuk ion-
ion yang mengganggu kestabilan koloid. Untuk mencegah adanya ion-
ion pengganggu, dilakukan dengan cara dialisis menggunakan alat
yang disebut dialisator.
Pada proses ini, sistem koloid dimasukkan ke dalam wadah terbuat
dari selaput semipermeabel (kantong koloid) dan dicelupkan dalam air
yang mengalir terus-menerus. Selaput semipermeabel adalah selaput
35
yang dapat melewatkan partikel-partikel kecil (ion-ion atau molekul
sederhana), tetapi mampu menahan partikel koloid. Peristiwa dialisis
dapat dilihat pada gambar 18 dan video 6.
Gambar 18. Peristiwa Dialisis
Sumber: slideshare.com
Contohnya:
a) Untuk memurnikan protein dari partikel-partikel lain yang
ukurannya lebih kecil.
b) Untuk memisahkan tepung tapioka dari ion-ion sianida.
c) Untuk proses cuci darah bagi penderita gagal ginjal (blood dialisis).
d) Proses pemisahan hasil metabolisme dari darah oleh ginjal manusia.
KLIK AKU UNTUK
LEBIH MEMAHAMI
DIALISIS KOLOID
Video 6. Peristiwa Dialisis Koloid
Sumber: YouTobe.com
Koloid Liofil / Liofob
Koloid yang medium pendispersinya cair, dibedakan atas koloid
liofil dan koloid liofob.
36
a. Koloid liofil adalah suatu koloid yang fase terdispersinya dapat
menarik medium pendispersi yang berupa cairan akibat adanya gaya
Van der Waals atau ikatan hidrogen. Liofil artinya “cinta cairan”
(Bahasa Yunani; lio=cairan dan philia=cinta). Sol liofil yang setengah
padat disebut gel. Contoh gel antara lain selai dan gelatin.
Jika medium pendispersinya berupa air, maka disebut koloid
hidrofil. Koloid hidrofil mempunyai gugus ionik atau gugus polar di
permukaannya, sehingga mempunyai interaksi yang baik dengan air.
Butir-butir koloid liofil/hidrofil dapat mengadsorpsi molekul
mediumnya sehingga membentuk suatu selubung (disebut
solvatasi/hidratasi). Akibatnya butir-butir koloid terhindar dari
agregasi/ pengelompokan. Sol hidrofil tidak menggumpal pada saat
penambahan sedikit elektrolit. Zat terdispersinya dapat dipisahkan
melalui proses pengendapan atau penguapan.
b. Koloid liofob adalah suatu koloid yang fase terdispersinya tidak dapat
mengikat atau menarik medium pendispersinya. Liofob berarti takut
cairan. (phobia=takut). Jika medium pendispersinya berupa air, maka
disebut koloid hidrofob. Koloid ini biasanya berasal dari senyawa
anorganik.
Koloid hidrofob bersifat irreversibel, artinya tidak dapat kembali
ke keadaan semula, misal sol emas. Jika medium pendispersinya
diambil, sol emas membentuk emas padat. Setelah emas padat
terbentuk tidak dapat berubah menjadi sol emas kembali, meskipun
ditambah dengan medium pendispersinya.
Koloid hidrofob tidak akan stabil dalam medium polar (misalnya
air) tanpa adanya zat pengemulsi atau koloid pelindung. Zat
pengemulsi membungkus partikel-partikel koloid hidrofob, sehingga
terhindar dari koagulasi. Susu (emulsi lemak dalam air) distabilkan
oleh sejenis protein susu yaitu kasein. Adapun perbedaan koloid
hidrofil dan hidrofob dapat diuraikan pada tabel 3.
37
Tabel 3. Perbedaan Sifat Koloid Hidrofil dan Koloid Hidrofob
No Koloid Hidrofil Koloid Hidrofob
1 Stabil Kurang stabil
2 Terdiri atas zat organik Terdiri atas zat anorganik
3 Kekentalannya tinggi Kekentalannya rendah
4 Sukar diendapkan dengan Mudah diendapkan oleh zat
penambahan zat elektrolit elektrolit
5 Kurang menunjukkan gerak Gerak brown sangat jelas
Brown
6 Kurang menunjukkan efek Efek tyndall sangat jelas
tyndall
7 Dapat dibuat gel Hanya beberapa yang dapat
dibuat gel
8 Umumnya dibuat dengan Hanya dapat dibuat dengan
cara dispersi cara kondensasi
9 Partikel terdispersi Patikel terdispersi
mengadsorpsi molekul mengadsorpsi ion
10 Reversibel Ireversibel
11 Mengadsorpsi mediumnya Tidak mengadsorspi
mediumnya
12 Contoh : sabun, agar-agar, Contoh : sol belerang, sol
kanji, detergen, gelatin logam, sol AgCl
38
C. Lembar Kerja Peserta Didik
PRAKTIKUM EFEK TYNDALL
Tahukah kalian? Jika kita hendak mengamati suatu campuran termasuk
larutan, koloid atau suspensi, kita bisa menggunakan salah satu sifat
koloid yaitu efek tyndall. Coba kalian lakukan praktikum virtual
dengan mengobservasi video berikut ini!
Memahami Masalah
Tuliskan informasi yang kalian peroleh setelah mengobservasi video
diatas!
Data yang diketahui
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
Data yang ditanyakan
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
39
Merencanakan Penyelesaian
Bagaimana cara kalian menyelesaikan permasalahan yang terdapat
dalam video? Tulisakn langkah-langkahnya secara urut!
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
Melaksanakan Rencana Penyelesaian
Selesaikan permasalah yang terdapat delam video dengan cara yang
sudah kalian rencanakan sebelumnya. Tuliskan hasilnya
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
..........................................................................................................
Memeriksa Hasil
Setelah permasalahan yang ada kalian selesaikan, presentasikan hasil
tersebut didepan kelas!
40
D. RANGKUMAN
1. Macam-macam sifat koloid adalah efek tyndall, gerak brown,
muatan koloid, koloid pelindung, dan dialisis.
2. Efek tyndall adalah penghamburan berkas cahaya ya oleh partikel-
partikel koloid.
2. Gerak brown adalah gerak partikel yang terus-menerus dan
gerakan patah-patah (gerak zig-zag).
3. Elektroforesis adalah pergerakan partikel koloid dalam medan
listrik.
4. Adorpsi adalah salah satu sifat koloid, yaitu kemampuan mengikat
materi di permukaanya.
5. Koagolasi adalah penggumpalan artikel koloid.
6. Koloid pelindung terjadi apabila ada penambahan koloid lain
untuk menstabilkan suatu koloid.
7. Dialisis adalah penghilangan muatan koloid dengan cara
memasukan koloid kedalam membran semipermeabel, kemudian
dimasukan kedalam aliran zat.
8. Koloid liofil terjadi apabila terdapat gaya tarik-menarik yang
cukup besar antara zat terdispersi dengan mediumnya.
9. Koloid liofob terjadi apabila gaya tarik menarik antara zat
terdispersi dengan medium pendispersinya cukup lemah.
41
AKTIVITAS PEMBELAJARAN 3
PEMBUATAN & KEGUNAAN KOLOID
A. Indikator Keberhasilan Pembelajaran
Menjelaskan proses pembuatan koloid dengan cara dispersi
dan kondensasi
Menjelaskan kegunaan koloid dalam bidang industri,
kosmetik, bahan makanan dan lain-lain.
B. Uraian Materi
KUE DUMBEG YANG MANIS DAN KENYAL
Gambar 19. Kue Dumbeg
Sumber: Dokumen Pribadi
Dumbeg merupakan makanan tradisional asal Rembang, Jawa
Tengah yang berbentuk seperti spiral atau terompet. Makanan ini
banyak dijual di pasar-pasar tradisional yang ada di Rembang. Dumbeg
sudah ada sejak ratusan tahun lalu rasanya gurih, manis, dan kenyal.
Makanan yang rasanya gurih itu, biasanya disajikan pada acara tertentu
seperti sedekah bumi, sedekah laut, pernikahan dan lain-lain. Dumbeg
terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, gula merah dan
santan yang dibalut dengan daun lontar dari pohon siwalan. Akan tetapi
tidak semua pembuat dumbeg menggunakan santan. Salah satunya
42
adalah bu Tutik, pembuat dumbeg legendaris asal desa Polandak. Kue
dumbeg merupakan salah satu penerapan koloid dalam industri
makanan. Pada proses pembuatan dumbeg kita dapat melihat adanya
cara pembuatan koloid. Cara pembuatan koloid apa yang digunakan
dalam pembuatan kue dumbeg? Ada berapa cara yang digunakan dalam
pembuatan koloid?
YUK KLIK AKU UNTUK
LEBIH MENGENAL SISTEM KOLOID
DALAM KUE DUMBEG
AYO KLIK DAN TONTON
AYO CARI
TAHU
Berdasarkan ilustrasi kue dumbeg yang manis dan kenyal,
identifikasikan hal-hal berikut ini secara kritis!
1. Cara pembuatan koloid apa yang terjadi pada pembuatan kue
dumbeg?
Jawaban: ................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
43
2. Bedakan pembuatan koloid menurut cara dispersi dengan cara
kondensasi! Berikan contoh disekitar anda!
Jawaban: ...............................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
3. Pembuatan koloid dengan cara kondensasi sering disebut cara
kimia, sedangkan cara dispersi sering disebut cara fisika. Jelaskan
hal tersebut!
Jawaban: ................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
Mari Kumpulkan
Data
Bersama anggota kelompokmu, Carilah refrensi
dari berbagai buku dan informasi terkait cara
pembuatan koloid dan penerapan koloid melalui
internet. Identifikasikan pertanyaan-pertanyaan
ayo cari tahu secara kritis
44
Mari
Verifikasikan
Komunikasikan informasi yang kamu peroleh
secara kritis dan percaya diri.
Prinsip pembuatan larutan berbeda dengan pembuatan koloid.
Pada pembuatan larutan, didasarkan kepada pembentukan campuran
homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut, sedangkan koloid
terdapat dua cara dalam pembuatannya, yaitu cara dispersi dan
kondensasi.
1. Cara Dispersi
Dispersi adalah cara pembuatan koloid dengan mengubah partikel
berukuran suspensi menjadi partikel berukuran koloid. Dispersi dapat
dilakukan dengan cara-cara berikut:
a. Cara mekanik, dilakukan dengan menggerus partikel besar
kemudian mendispersikan dengan mediumnya sampai diperoleh
ukuran koloid. Contohnya: pembuatan cincau dilakukan dengan
meremas/menghancurkan daun cincau dalam air.
b. Busur bredig dilakukan dengan mengalirkan arus tegangan tinggi
melalui dua buah elektroda logam yang akan dibuat koloid dan
mencelupkannya ke dalam pelarut. Contohnya; sol-sol emas, platina
dan perak dibuat dengan mencelupkan kedua elektroda dari logam-
logam tersebut yang sebelumnya diberi tegangan tinggi ke dalam
air.
45
c. Cara peptisasi, dilakukan dengan menambah zat pemeptisasi
(pemecah) ke dalam butiran-butiran kasar sehingga memecahkan
gumpalan-gumpalan endapan menjadi partikel-partikel koloid.
2. Cara Kondensasi
Cara kondensasi adalah pembuatan koloid dengan cara mengubah
partikel partikel larutan sejati menjadi partikel koloid. Cara kondensasi
ini terdiri dari:
a. Reaksi hidrolisis
Reaksi hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Contoh: Sol Fe(OH)3, dibuat dengan menambahkan FeCl3, ke dalam air
panas.
FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(sol) + 3HCl(aq)
b. Reaksi oksidasi
Reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan
oksidasi. Sol belerang dibuat dengan mengalirkan gas H2S kedalam
larutan SO₂
2H₂S(g) + SO₂(aq) → 3S(sol) + 2H₂O(l)
c. Reaksi reduksi
Reaksi reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan
oksidasi. Reaksi reduksi dapat ditemukan dalam pembuatan sol emas
dengan cara mereduksi larutan AuCl3, dengan timah (II) klorida.
2AuCl3(aq) + 3SnCl₂(aq) → SnCl4(aq) + 2Au(sol)
46