Peranan Koloid Dalam Kehidupan
Sistem koloid banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal
ini disebabkan karena sifat karakteristik koloid yang penting yaitu
dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling
melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi dalam
skala besar. Dalam hal industri kimia koloid banyak dimanfaatkan pada
pembuatan berbagai produk, baik dalam produk bidang industri
makanan, farmasi, kosmetik, tekstil, dan lain-lain. Dengan
memperhatikan sifat sifat koloid banyak hal yang dapat dimanfaatkan
antara lain adalah:
1. Bidang Kosmetik
Berbagai bahan kosmetik
berupa cairan biasanya dibuat
berupa koloid untuk menjaga
kestabilan. Dalam bidang kosmetik
kita sering menemukan berbagai
macam produk dalam bentuk
koloid seperti pembersih muka,
pewangi badan berbentuk spray,
semprot rambut, jell untuk rambut, Gambar 20. Pemanfaatan Koloid
dalam Kosmetik
dan produk kosmetik lainnya.
Sumber: sindonews.com
2. Bidang Farmasi
Banyak obat-obatan yang dikemas dalam bentuk koloid agar
stabil dan tidak mudah rusak. Contoh obat dalam bentuk sirup atau
suntikan.
47
Penyembuhan sakit perut yang disebabkan oleh bakteri
Apabila kita sakit perut yang
disebabkan oleh bakteri maka kita dianjurkan
untuk minum oralit atau norit seperti pada
gambar 21. Oralit atau norit dapat
menyembuhkan sakit perut karena dalam
usus dapat membentuk sistem koloid yang
mampu mengadopsi bakteri sehingga
bakteri tersebut mati. Gambar 21. Oralit, pemanfaatan
koloid dalam farmasi
Sumber : tokopedia.com
Menghilangkan bau badan
Untuk menghilangkan bau badan
digunakan aluminium stearat. Aluminium
stearat digosokkan pada ketiak, bila ketiak
mengeluarkan keringat maka aluminium
stearat akan membentuk koloid Al(OH)3
yang mengadopsi bau badan.
Pemanfaatan alumunium stearate dapat Gambar 22. Deodoran, pemanfaatan
kita jumpai pada deoderan seperti pada koloid dalam farmasi
gambar 22. Sumber : cekresi.com
3. Bidang Bahan Makan
Untuk menjaga kestabilan bahan
makanan bahan perlu dibuat dalam
bentuk koloid. Keju merupakan salah
satu contoh pemanfaatan koloid pada Gambar 23. Keju, pemanfaatan
bidang bahan makan seperti pada koloid dalam bahan makan
gambar 23. Contoh lain seperti mentega, Sumber: lazada.com
es krim, jelly, dan lain-lain.
48
4. Bidang Bahan Pencuci
Prinsip koloid juga digunakan
dalam proses pencucian dengan
sabun dan deterjen seperti pada
gambar 24. Dalam pencucian dengan
sabun atau deterjen berfungsi
sebagai emulgator. Sabun atau
detergen akan mengemulsikan Gambar 24. Sabun, pemanfaatan
minyak dalam air sehingga kotoran-
koloid dalam bahan pencuci
kotoran dapat dihilangkan dengan cara Sumber: mafiaol.com
membilasnya dengan air.
5. Bidang Tekstil
Pada bidang tekstil, koloid
digunakan pada proses pencelupan
bahan pewarna pakaian.koloid
membuat zat warna menjadi memiliki
daya serap tinggi dan melekat pada
kain, seperti pada gambar 25 proses
pewarnaan kain batik.
Gambar 25. Pewarna batik,
pemanfaatan koloid dalam tekstil
Sumber: Dokumen pribadi
49
C. Lembar Kerja Peserta DIdik
PEMBUATAN KOLOID
A. Tujuan Percobaan:
Dapat membuat koloid dari bahan yang ada disekitar kita
B. Alat dan Bahan
1. Tabung reaksi 6. Senter
2. Rak tabung 7. Air
3. Kompor 8. Sabun / detergen
4. Spritus 9. Minyak goreng
5. Pengaduk 10. Agar-agar
C. Prosedur Kerja
1. Pembuatan emulsi air dengan minyak
Masukkan air ke dalam 2 tabung reaksi, tambahkan 0,5 mL minyak
goreng, kocok dengan kuat. Amati perubahan yang terjadi!
Tambahkan 0,5 mL larutan sabun dalam tabung reaksi 1, kocok
kuat, dan diamkan. Amati perubahan yang terjadi dan lakukan efek
tyndall. Bandingkan antara tabung reaksi 1 dan 2.
2. Pembuatan Sol (gel) agar-agar
Masukkan satu sendok teh agar-agar kedalam tabung reaksi.
Tambahkan 20 mL air, aduk dan panaskan sampai mendidih
kemudian dinginkan. Amati perubahan yang terjadi setiap
prosedur dan lakukan efek tyndall.
D. Hasil Pengamatan
No. Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan
Sebelum Sesudah
50
E. Kesimpulan
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................
...........................................................................................................
F. Pertanyaan
1. Berdasarkan hasil pengamatan, cara pembuatan koloid apa yang
terjadi pada praktikum pertama dan kedua?
2. Bagaimana sabun dapat mengemulsikan minyak dalam air?
3. Apa jenis dan nama koloid dari kedua percobaan diatas?
Tentukan fase terdispersi dan fase pendispersinya.
4. Sebutkan produk kearifan lokal disekitar kita yang melibatkan
prinsip koloid!
51
Format Laporan Praktikum
Susunlah laporan hasil praktikum sesuai format berikut ini:
1. Judul praktikum
2. Tujuan
3. Rumuusan masalah
4. Hipotesis
5. Dasar teori
6. Alat dan bahan
7. Langkah kerja
8. Data pengamatan
9. Analisis dan pembahasan
10. Kesimpulan
11. Jawaban pertanyaan
12. Daftar pustaka
13. Lampiran
52
D. RANGKUMAN
1. Pembuatan koloid dengan cara kondensasi yaitu partikel larutan
sejati molekul atau ion bergabung menjadi partikel koloid.
2. Pembuatan koloid dengan cara dispersi yaitu partikel besar dipecah
menjadi partikel koloid.
3. Koloid dapat dimanfaatkan dalam segala bidang, termasuk bidang
kosmetik, farmasi, makanan, tekstil, dan lain-lain.
53
PENUTUP
A. Evaluasi Akhir Pembelajaran
ONLINE TESTING
Kerjakan soal-soal berikut ini dengan cermat, rinci, dan jelas!
Ayo Kerjakan
Soal-soal berikut
dengan klik aku
KLIK AKU
B. Kunci Jawaban
Klik tombol berikut untuk menuju kunci jawaban evaluasi akhir
MARI LIHAT
JAWABANNYA
54
C. UMPAN BALIK
Ayo nilai pekerjaan sendiri! Cocokkanlah jawaban kamu dengan
kunci jawaban evaluasi akhir. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui nilai kamu.
NILAI AKHIR
= X 100
Skala Penilaian Evaluasi Akhir
Skor Kriteria
90 < Nilai < 100 Sangat Baik
80 < Nilai < 90
70 < Nilai < 80 Baik
Cukup
Nilai < 70 Kurang
Jika nilaimu 70 atau lebih kamu telah memahami semua materi
dibab ini. Jika masih kurang dari 70 kamu harus mengulang materi pada
aktivitas pembelajaran ini khususnya pada beberapa bagian yang belum
kamu kuasai.
55
GLOSARIUM
Adsorpsi : Proses penyerapan partikel atau ion pada permukaan
Aerosol cair koloid sehingga koloid dapat bermuatan.
Aerosol padat : Sistem koloid dari fase terdispersi cair pada medium
Buih pendispersi gas.
Busur Bredig : Sistem koloid dari fase terdispersi cair pada medium
Dialisis pendispersi padat.
Dispersi : Sistem koloid dari fase terdispersi gas pada medium
Efek tyndall pendispersi cair.
: Cara pembuatan koloid dengan menggunakan loncatan
Elektroforesis listrik.
Emulsi : Proses penghilangan ion-ion pengganggu
Emulsi padat menggunakan suatu selaput semipermiabel.
Gel : Proses menghaluskan partikel suspensi menjadi partikel
koloid.
Gerak brown : Gejala tampaknya jalan suatu berkas cahaya yang
Heterogen mengandung partikel-partikel koloidal akibat
terhamburnya cahaya oleh partikel-partikel koloid.
: Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik.
: Sistem koloid dari fase terdispersi cair pada medium
pendispersi cair.
: Sistem koloid dari fase terdispersi cair pada medium
pendispersi padat.
: Sistem koloid yang terbentuk dari suatu sol yang zat
terdispersinya mengadsorpsi medium pendispersinya.
Contoh: agar-agar, kanji.
: Gerak acak partikel dalam medium pendispersinya,
bergerak terus-menerus untuk mencegah pengendapan.
: Campuran yang terdiri dari dua bahan atau lebih yang
memiliki fasa yang berbeda.
56
Homogen : campuran yang terdiri dari dua bahan atau lebih yang
Homogenisasi memiliki fasa yang sama.
Koagulasi : Cara yang digunakan untuk membuat suatu zat menjadi
homogen dan berukuran partikel koloid
Koloid : Peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid
Koloid liofil sehingga fase terdispersi terpisah dari medium
pendispersinya.
Koloid liofob : Campuran yang memiliki sifat larut, homogen, stabil,
tidak meninggalkan residu, dan menghamburkan cahaya.
Kondensasi : Koloid di mana terdapat gaya tarik-menarik yang cukup
Larutan Sejati besar antara fase terdispersi dan medium pendispersi
Peptisasi (suka cairan).
: Koloid di mana terdapat gaya tarik-menarik yang lemah
Sol atau bahkan tidak ada sama sekali antara fase terdispersi
Sol padat dan medium pendispersinya (tidak suka cairan).
Suspensi : Proses menggabungkan ukuran partikel-partikel larutan
sejati menjadi ukuran partikel koloid.
: Campuran yang memiliki sifat larut, homogen, stabil,
tidak meninggalkan residu, dan meneruskan cahaya.
: Proses pembuatan koloid dengan memecah molekul
molekul besar dari suspensi menjadi molekul yang lebih
kecil dengan menambahkan zat elektrolit yang
mengandung ion sejenis.
: Sistem koloid dari fase terdispersi padat pada medium
pendispersi cair.
: Sistem koloid dari fase terdispersi padat pada medium
pendispersi padat.
: Campuran yang memiliki sifat tidak larut, heterogen,
tidak stabil, dan meninggalkan residu.
57
DAFTAR PUSTAKA
Chang, R. (2004). Kimia Dasar. Konsep-konsep Inti Jilid 2. Jakarta:
Erlangga.
Petrucci, R. H. (1992). kimia dasar. Prinsip dan terapan Modern Edisi
keempat. Alih bahasa Suminar Achmadi. Jakarta: Erlangga.
Raharjo, S. B. (2014). Kimia Berbasis Experimen SMA/MA Kelas XI. Solo:
Tiga Serangkai.
Sudarmin. (2014). Pendidikan Karakter. Etnosains dan Kearifan Lokal
(Konsep dan Penerapannya dalam Penelitian dan Pembelajaran
Sians). Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Sudarmin, Febu, R., Nuswowati, M., & Sumarni, W. (2017). Development
of Ethnoscience Approach in The Module Theme Substance Additives
to Improve the Cognitive Learning Outcome and Student’s
entrepreneurship. Journal of Physics: Conference Series, 1–15.
Awe, B. 2017, 24 November. Tyndall Effect Experiment (Sifat Koloid-
Percobaan Efek Tyndal). [Video]. Youtobe,
https://www.youtube.com/watch?v=uNm9rA_js8s.
Oikawi, H. 2013, 18 Desember. Sifat Koloid Koagulasi. [Video]. Yotobe,
https://www.youtube.com/watch?v=J44wh7muLC4
Rebiaz, C, S. 2019, April 20. Application of Adsorption in Colloidal System.
[Video]. Youtobe,
https://www.youtube.com/watch?v=5mTxiQk9WBE&t=47s
Rebiaz, C, S. 2019, 9 Maret. Animation of the Tyndall Effect on Colloids.
[Video]. Youtobe, https://www.youtube.com/watch?v=0ZxJWn2PpeE
Rebiaz, C, S. 2019, 13 Maret. Animation of Brownian Motion on the
Colloidal System. [Video]. Youtobe,
https://www.youtube.com/watch?v=crPqLCoKvJ8
Rebiaz, C, S. 2019, 27 April. Electrophoresis Animation on Colloids.
[Video]. Youtobe, https://www.youtube.com/watch?v=pjMMSZ0yp3I
Rebiaz, C, S. 2019, 11 Mei. Animasi Penerapan Dialisis pada Koloid
(Hemodialisis)
58
Zahro, A. 2022, 18 Mei. Sistem koloid Tdalam Kue Dumbeg. [Video]
Youtobe, https://www.youtube.com/watch?v=H2mC_Ajemew&t=22s
Zahro, A. 2022, 23 Mei. Sistem Koloid pada Batik Tulis Lasem. [Video].
Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=rqnbS49851U&t=160s
Zahro, A. 2022, 28 Mei. Sistem Koloid pada Es Cincau. [Video]. Youtube,
https://www.youtube.com/watch?v=0-O1IwzheHM
Zahro, A. 2022, 31 Mei. Sistem Koloid pada Lontong Tuyuhan. [Video].
Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=U5yV3eD-9K0
59
TENTANG PENULIS
Alvin Nur Zahro’ S.Si lahir di Rembang
Indonesia pada tanggal 3 Desember
1997. Saat ini penulis sedang
menyelesaikan pendidikan magister pada
progam studi pendidikan kimia di
Universitas Negeri Semarang. Adapun
pendidikan sarjana diselesaikan pada
tahun 2020 dari progam studi kimia di
Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan
yang sering diikuti adalah kegiatan yang berhubungan dengan
pembelajaran baik formal maupun non formal dan kegiatan yang
berhubungan dengan pengabdian masyarakat.
60
61