|1
LAPORAN PELAKSANAAN
RENCANA TINDAK LANJUT PROGRAM PENGAWASAN
DIKLAT CALON PENGAWAS SEKOLAH
Disusun sebagai Laporan Akhir Kegiatan Diklat Calon Pengawas Sekolah
Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur
Periode: 03 November s.d 10 Desember 2021
Nama Oleh:
NIP : Wahyu Purwanto, S.Pd., M.Pd.
Unit Kerja : 19860720 201001 1 019
: SMP Negeri 1 Lumajang
PPPPTK TK dan PLB BANDUNG
PROGRAM PENYIAPAN CALON PENGAWAS SEKOLAH
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR
2021
|i
HALAMAN COVER
L APORAN PELAKSANAAN
RENCANA TINDAK LANJUT PROGRAM PENGAWASAN
DIKLAT CALON PENGAWAS SEKOLAH
Disusun sebagai Laporan Akhir Kegiatan Diklat Calon Pengawas Sekolah
Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur
Periode: 03 November s.d 10 Desember 2021
Nama Oleh:
NIP : Wahyu Purwanto, S.Pd., M.Pd.
Unit Kerja : 19860720 201001 1 019
: SMP Negeri 1 Lumajang
BANDUNG
PROGRAM PENYIAPAN CALON PENGAWAS SEKOLAH
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR
2021
| ii
PENGESAHAN
Pada Hari Jumat Tanggal Sepuluh Desember Tahun Dua Ribu Dua Puluh Satu
Telah Disahkan Laporan Akhir Pelaksanaan Diklat Calon Pengawas Sekolah
dengan Identitas sebagai Berikut.
Nama : WAHYU PURWANTO, S.Pd., M.Pd.
NIP. : 19860720 201001 1 019
Unit Kerja : SMP NEGERI 1 LUMAJANG
Lumajang, 10 Desember 2021
Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Lumajang
Drs. AGUS SALIM, M.Pd.
NIP. 19640606 198903 1 015
| ii
| iii
KATA PENGANTAR
Rasa syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayahnya sehingga Laporan Pelaksanaan RTLPP ini dapat
terselesaikan. Laporan Akhir ini merupakan salah satu syarat pemenuhan tugas
dalam Diklat Calon Pengawas Sekolah di Kabupaten Lumajang pada tahun 2021.
Laporan Akhir ini juga merupakan aktualisasi untuk pemecahan permasalahan
pembelajaran yang terjadi di salah satu sekolah binaan, yaitu sekolah magang 1 di
SMP Negeri 1 Lumajang, dan sekolah magang 2 di SMP Negeri 5 Lumajang.
Tahapan dalam pelaksanaan dan penyusunan Laporan ini, penulis banyak
menerima bantuan, bimbingan, dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
dengan segala kerendahan hati, penulis menyampaikan terima kasih kepada.
1. Bapak Drs. Agus Salim, M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Lumajang, yang mendukung sepenuhnya dan juga berkenan membuka
kegiatan Bimlat pada kegiatan program pengawasan.
2. Bapak Dr. Rizqi, M.Pd., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan
(LPMP) Provinsi Jawa Timur.
3. Bapak Dr. Toto Basuki, M.Pd., selaku Pengajar Diklat yang telah memberikan
seluruh ilmu, bimbingan, dan benar-benar sebagai Sang Tulodho.
4. Bapak Drs. Eko Widodo, M.Pd., selaku Mentor yang telah membimbing kami
secara sabar dan semakin membuka cakrawala tentang kepengawasan.
5. Bapak Herwanto, S.Pd., selaku Plt. Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan
kabupaten Lumajang yang telah memberi kepercayaan mengikuti seleksi tes
kegiatan ini.
6. Bapak Drs. Suryadi, M.Pd., selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas
Pendidikan Kabupaten Lumajang yang telah berkenan memberikan testimoni
dan motivasi selalu.
7. Ibu Dra. Ghoniyul Khusnah, M.Si., selaku Pengawas Sekolah SMP Negeri 1
Lumajang yang telah memberikan kepercayaan dan rekomendasinya.
| iii
| iv
8. Bapak Drs. Yuddo Suswanto, M.Pd., selaku pengawas pembina sekolah
magang 2, yang telah memberikan wawasan dan pengetahuan sehingga dapat
meningkatkan kompetensi tentang pengawasan.
9. Bapak Mohamad Ismantoro, S.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 1 Lumajang
yang telah memberikan dukungan penuh baik moril maupun materiil dalam
semua tahapan Diklat ini.
10. Ibu Hj. Isnentin, M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 5 Lumajang, dimana tempat
sekolah magang 2 berada yang mendukung sepenuhnya.
11. Ibu dan Bapak Dewan Guru serta seluruh Karyawan Tata Administrasi Sekolah
di SMP Negeri 1 Lumajang, yang dengan sepenuhnya membantu dan
mendukung sepenuh hati dalam kegiatan.
12. Anak-anak generasi emas Indonesia di Spensalu (SMP Negeri 1 Lumajang),
sebagai sumber inspirasi.
13. Ibu/Bapak Pengurus APKS dan PSLCC PGRI Kabupaten Lumajang yang
selalu menginspirasi.
14. Ibunda tercinta Yustina Widartiningsih beserta kakak Dr. Eny Wahyuning
Purwanti, S.P., M.P., dan Danang Ispurdianto, S.Sos., yang selalu memberikan
dukungan dan doanya.
15. Istri tersayang Ariska Dewi Wulandari, S.Pd., serta malaikat kecilku Nararya
Abhivandya Alkhalifi (8 tahun) dan Atreya Arkatama Achazia (23 Bulan) yang
menjadi cambuk semangat dan penghapus rasa penat.
16. Serta teman-teman dan Insan Pendidikan yang telah membantu penyusunan
laporan ini yang tidak dapat penulis sebut satu persatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan dalam
laporan ini. Oleh karenanya, sebuah masukan sangat diharapkan demi semakin
baiknya laporan ini. Selain itu, harapannya juga dapat memberikan inspirasi serta
motivasi kepada seluruh elemen pendidikan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas
pendidikan menuju Lumajang Hebat dan Bermartabat.
Lumajang, 10 Desember 2021
| iv
|v
DAFTAR ISI
HALAMAN COVER................................................................................................i
PENGESAHAN ...................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................v
DAFTAR TABEL...................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ vii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ viii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................................1
B. Dasar Hukum ................................................................................................................3
C. Tujuan...........................................................................................................................4
D. Hasil yang Diharapkan..................................................................................................4
E. Ruang Lingkup Pelaksanaan RTLPP ............................................................................5
F. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan ..............................................................................6
G. Sasaran Pengawasan .....................................................................................................6
BAB II DESKRIPSI KONDISI SEKOLAH............................................................9
A. Kondisi Sekolah Tempat Calon Pengawas Sekolah Bertugas (Sekolah Sendiri)...........9
B. Kondisi Sekolah Tempat Calon Pengawas Sekolah Magang (Sekolah Lain) ..............20
BAB III PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT PROGRAM
PENGAWASAN....................................................................................................25
A. Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Guru melalui Supervisi Akademik ........................27
B. Pelaksanaan Penilaian Kinerja ....................................................................................36
C. Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Profesional Guru Sesuai dengan Masalah
Utama Pembelajaran yang Telah Disusun........................................................................46
D. Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)..........................................61
E. Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas Sekolah Berdasarkan Hasil AKPK ..........80
BAB IV PENUTUP ...............................................................................................85
A. Simpulan.....................................................................................................................85
B. Saran dan Rekomendasi ..............................................................................................88
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................90
DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................91
|v
| vi
DAFTAR TABEL
1 Tabel 2.1 Daftar Kepala SMPN 1 Lumajang dari Tahun 1983 – 11
Sekarang .................................................................................
2 Tabel 2.2 Capaian Delapan SNP di SMPN 1 Lumajang ........................ 16
3 Tabel 2.3 Jabatan Kepala Sekolah Sejak 2002 Sampai Sekarang .......... 21
4 Tabel 2.4 Capaian 8 Standar Nasional Pendidikan SMPN 5 Lumajang 24
Tiga Tahun Terakhir ...............................................................
5 Tabel 3.1 Pelaksanaan Supervisi Akademik .......................................... 27
6 Tabel 3.2 Daftar Guru yang Disupervisi ................................................ 28
7 Tabel 3.3 Hasil Pra Observasi ................................................................ 30
8 Tabel 3.4 Hasil Observasi ....................................................................... 32
9 Tabel 3.5 Hasil Pasca Observasi ............................................................. 33
10 Tabel 3.6 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program 35
Pembinaan ..............................................................................
11 Tabel 3.7 Rincian Kegiatan Pelaksanaan PKKS dan Analisis PKG ...... 37
12 Tabel 3.8 Profil Sasaran Penilaian Kinerja ............................................ 37
13 Tabel 3.9 Hasil PKKS Kompetensi Manajerial, Kewirausahaan, 40
Supervisi .................................................................................
14 Tabel 3.10 Hasil PKKS ............................................................................. 41
15 Tabel 3.11 Hasil Analisis PKG ................................................................. 41
16 Tabel 3.12 Hasil PKG Setiap Kompetensi ............................................... 43
17 Tabel 3.13 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program 44
PKKS ......................................................................................
18 Tabel 3.14 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program 45
Analisis Hasil PKG ................................................................
19 Tabel 3.15 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ................................................. 48
20 Tabel 3.16 Sasaran Bimlat ........................................................................ 49
21 Tabel 3.17 Prinsip Pendekatan Andragogi ............................................... 49
22 Tabel 3.18 Rangkaian Workshop Pembelajaran Paradigma Baru ............ 50
23 Tabel 3.19 Pemantauan Implementasi Edu Games dalam Pembelajaran . 55
24 Tabel 3.20 Ketercapaian Pembelajaran Integrasi Edu Games .................. 55
25 Tabel 3.21 Pencapaian Wellbeing Student (Kebahagiaan Murid) ............ 56
26 Tabel 3.22 Hasil Data Refleksi Kegiatan Workshop ................................ 59
27 Tabel 3.23 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Bimlat ............ 60
28 Tabel 3.24 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Penyusunan 61
Proposal PTS ..........................................................................
29 Tabel 3.25 Profil Pengawas Pembina Sekolah Magang 2 ........................ 80
30 Tabel 3.26 Hasil Wawancara Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas 80
31 Tabel 3.27 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program 82
Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas Sekolah
Berdasarkan Hasil AKPK .......................................................
32 Tabel 4.1 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan RTLPP ........... 87
| vi
| vii
DAFTAR GAMBAR
1 Gambar 2.1 SMP Negeri 1 Lumajang 9
2 Gambar 2.2 Logo SMP Negeri 1 Lumajang 12
3 Gambar 2.3 Lokasi SMP Negeri 5 Lumajang dari Google Maps 22
4 Gambar 2.4 Logo SMP Negeri 5 Lumajang 22
5 Gambar 3.1 Alur Pelaksanaan kegiatan Pembimbingan dan Pelatihan 47
6 Gambar 3.2 QR Code Hyperlink Perangkat Pelaksanaan Workshop 51
7 Gambar 3.3 Tampilan Hyperlink Perangkat Pelaksanaan Workshop 52
8 Gambar 3.4 QR Code Materi Workshop the Power of Edu Games 53
9 Gambar 3.5 Tangkapan Layar Pembimbingan Secara Online 55
| vii
| viii
DAFTAR LAMPIRAN
No Lampiran Hlm
1. Lampiran 1 Pelaksanaan Tahap Persiapan 91
Lampiran 1.1 Jadwal RTLPP 92
Lampiran 1.2 Foto Sosialisasi Awal RTLPP Kepada KS Magang 1 93
Lampiran 1.3 Foto Sosialisasi Awal Kepada Kepala Sekolah 94
Magang 2
Lampiran 1.4 Berita Acara Sosialisasi RTLPP di Sekolah Magang 95
2
Lampiran 1.5 Foto Kegiatan Menyusun Perangkat Pendukung 96
RTLPP
Lampiran 1.6 Proposal Kegiatan RTLPP 97
Lampiran 1.7 Undangan Sosialisasi RTLPP Kepada Seluruh 115
Warga Sekolah
Lampiran 1.8 Bahan Tayang Sosialisasi RTLPP Ke Seluruh Warga 116
Sekolah
Lampiran 1.9 Daftar Hadir Sosialisasi RTLPP Kepada Seluruh 123
Warga Sekolah
Lampiran 1.10 Notulen Sosialisasi RTLPP Kepada Seluruh Warga 125
Sekolah
Lampiran 1.11 Foto Dokumentasi Sosialisasi RTLPP Ke Warga 126
Sekolah
Lampiran 1.12 Undangan Koordinasi dengan Teman Sejawat 127
Lampiran 1.13 Daftar Hadir Koordinasi dengan Teman Sejawat 128
Lampiran 1.14 Notulen Koordinasi dengan Teman Sejawat 129
Lampiran 1.15 Foto Dokumentasi Kegiatan Koordinasi Teman 130
Sejawat
2. Lampiran 2 Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Guru melalui 131
Kegiatan Supervisi Akademik
Lampiran 2.1 Rencana Pengawasan Akademik (RPA) 132
Lampiran 2.2 Instrumen Tahap Pra Observasi 134
Lampiran 2.3 Instrumen Tahap Observasi 136
Lampiran 2.4 Instrumen Tahap Pasca Observasi 141
Lampiran 2.5 Hasil Tahap Pra Observasi 143
Lampiran 2.6 RPP Tahap Pra Observasi 145
Lampiran 2.7 RPP Perbaikan 151
Lampiran 2.8 Hasil Tahap Observasi 157
Lampiran 2.9 Hasil Tahap Pasca Observasi 167
Lampiran 2.10 Daftar Hadir Tahap Pra Observasi 170
Lampiran 2.11 Daftar Hadir Tahap Observasi 171
Lampiran 2.12 Daftar Hadir Tahap Pasca Observasi 173
Lampiran 2.13 Hasil Monev Ketercapaian Program Pembinaan 174
Observer 1
| viii
| ix
Lampiran 2.14 Hasil Monev Ketercapaian Program Pembinaan 175
Observer 2
Lampiran 2.15 Hasil Rekapitulasi Monev Ketercapaian Program 176
Pembinaan
Lampiran 2.16 Foto Kegiatan Pembinaan Tahap Pra Observas 177
Lampiran 2.17 Foto Kegiatan Pembinaan Tahap Observasi 179
Lampiran 2.18 Foto Kegiatan Pembinaan Tahap Pasca Observasi 181
3. Lampiran 3 Pelaksanaan Kegiatan Penilaian Kinerja Kepala 183
Sekolah
Lampiran 3.1 Daftar Hadir PKKS Unsur Orang Tua Siswa 184
Lampiran 3.2 Daftar Hadir PKKS Unsur Guru 185
Lampiran 3.3 Daftar Hadir PKKS Unsur Siswa 186
Lampiran 3.4 Daftar Hadir PKKS Unsur Dunia Usaha 187
Lampiran 3.5 Hasil PKKS 188
Lampiran 3.6 Hasil Monev Ketercapaian Pelaksanaan PKKS 222
Lampiran 3.7 Hasil Rekapitulasi Monev Pelaksanaan PKKS 223
Lampiran 3.8 Foto Dokumentasi Pelaksanaan PKKS 224
Lampiran 3.9 Foto Dokumentasi PKKS Unsur Orang Tua Siswa 225
Lampiran 3.10 Foto Dokumentasi Pelaksanaan PKKS Unsur Guru 226
Lampiran 3.11 Foto Dokumentasi PKKS Unsur Siswa 227
Lampiran 3.12 Foto Dokumentasi PKKS Unsur Dunia Usaha 228
4. Lampiran 4 Pelaksanaan Kegiatan Menganalisis Hasil PKG 229
Lampiran 4.1 SK Tim Penilai Kinerja Guru 230
Lampiran 4.2 Aplikasi PKG 235
Lampiran 4.3 Contoh Hasil PKG a.n Tri Marhaeni, S.Pd. 236
Lampiran 4.4 Hasil PKG SMP Negeri 1 Lumajang 266
Lampiran 4.5 Hasil Rekapitulasi PKG SMP Negeri 1 Lumajang 268
Lampiran 4.6 Hasil Analisis Hasil PKG yang Telah Dilakukan KS 270
Lampiran 4.7 Hasil Monev Program Analisis Hasil PKG 274
Lampiran 4.8 Hasil Rekapitulasi Monev Analisis Hasil PKG 275
Lampiran 4.9 Foto AnalisisPKG yang Telah Dilakukan KS 276
5. Lampiran 5 Pelaksanaan Kegiatan Bimlat Profesional Guru 277
sesuai dengan Masalah Utama Pembelajaran
Lampiran 5.1 Surat Undangan Bimlat 278
Lampiran 5.2 Banner Pembukaan Kegiatan Bimlat 281
Lampiran 5.3 Banner Kegiatan Bimlat 282
Lampiran 5.4 Buku Pedoman Workshop the Power of Edu Games 283
Lampiran 5.5 Hyperlink Perangkat Workshop 284
Lampiran 5.6 Bahan Tayang Workshop Tahap In-1 285
Lampiran 5.7 Bahan Tayang Workshop Tahap In-2 286
Lampiran 5.8 QR Code Refleksi Workshop 287
Lampiran 5.9 Contoh Sertifikat Workshop 288
Lampiran 5.10 Daftar Hadir Workshop Tahap Pembukaan 290
Lampiran 5.11 Daftar Hadir Workshop Tahap In-1 292
Lampiran 5.12 Daftar Hadir Workshop Tahap In-2 294
| ix
|x
Lampiran 5.13 Contoh RPP Hasil Integrasi Edu Games 296
Lampiran 5.14 Hasil Pemantauan Ketercapaian Materi Workshop 300
Lampiran 5.15 Hasil Wellbeing Student 306
Lampiran 5.16 Contoh Pengumpulan Hasil Produk Workshop 309
Lampiran 5.17 Screenshot Hasil Produk Workshop 312
Lampiran 5.18 Hasil Monev Ketercapaian Workshop 313
Lampiran 5.19 Rekapitulasi Hasil Monev Ketercapaian Workshop 316
Lampiran 5.21 Foto Kegiatan Pembukaan Workshop 317
Lampiran 5.22 Foto Kegiatan In-1 Workshop 418
Lampiran 5.23 Foto Kegiatan On-1 Pemantauan & Bimbingan 319
Lampiran 5.24 Foto Kegiatan In-2 Workshop 321
6. Lampiran 6 Pelaksanaan Kegiatan Menganalisis Hasil PKG 322
Lampiran 6.1 Hasil Monev Ketercapaian Proposal PTS 323
Lampiran 6.2 Rekapitulasi Hasil Monev Proposal PTS 325
Lampiran 6.3 Judul Proposal PTS 327
Lampiran 6.4 Foto Kegiatan Penyusunan Proposal PTS 328
7. Lampiran 7 Pelaksanaan Peningkatan Calon Pengawas 329
Sekolah Berdasarkan Hasil AKPK
Lampiran 7.1 Instrumen Pedoman Wawancara 330
Lampiran 7.2 Berita Acara Pelaksanaan Kegiatan Hari Pertama 331
Lampiran 7.3 Berita Acara Pelaksanaan Kegiatan Hari Kedua 332
Lampiran 7.4 Hasil Wawancara 333
Lampiran 7.5 Hasil Monev Ketercapaian Pelaksanaan Program 337
Peningkatan Kompetensi CPS Berdasarkan Hasil AKPK
Lampiran 7.6 Foto Kegiatan Pelaksanaan Program Peningkatan 339
Kompetensi CPS Berdasarkan Hasil AKPK
8. Lampiran 8 Pendampingan OJT oleh Mentor 340
Lampiran 8. 1 Foto Pendampingan OJT 2 Oleh Mentor 341
9. Lampiran 9 Pendampingan OJT 2 342
Lampiran 9.1 Foto Pendampingan Pembimbingan OJT 2 343
10. Lampiran 10 Riwayat Singkat Calon Pengawas Sekolah 344
Lampiran 10.1 Riwayat Singkat Calon Pengawas Sekolah 345 345
|x
| xi
| xi
|1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebuah transformasi diri perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu sekolah
dan mengembangkan hasil belajar peserta didik secara holistik sesuai dengan kodrat
zaman. Salah satu program Kemendikbud untuk menjawab tantangan zaman yaitu
merdeka belajar. Tujuan utamanya adalah mewujudkan peserta didik yang memiliki
profil pelajar Pancasila. Akan tetapi, kontradiksi yang terjadi di sekolah yaitu adanya
disparitas antara guru sebagai produk digital immigrants dan siswa sebagai produk
digital natives. Oleh karenanya, hal ini perlu diminimalisir dengan mind set dan
pembelajaran yang sudah seharusnya sesuai dengan kodrat zaman. Upaya itu dapat
dilakukan apabila kepala sekolah dan guru mempunyai kapasitas, meningkatkan dan
mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan IPTEK.
Sebagaimana kewajiban guru dalam Permenpan RB No. 16 (2009).
Pengawas sekolah merupakan salah satu komponen penggerak yang
mempunyai peranan sangat strategis dalam mewujudkan peningkatan kualitas mutu
pendidikan di sekolah (Dindik Pemprov Jatim, 2020). Oleh karenanya seorang
pengawas sekolah harus menguasai kompetensi kepribadian, supervisi manajerial,
supervisi akademik, evaluasi pendidikan, bimbingan dan latihan, serta sosial
(Permendiknas RI Nomor 12, 2007). Inovasi, layanan bimbingan, karakter
berlandaskan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, merupakan keharusan yang
dimiliki oleh pengawas sekolah untuk memecahkan permasalahan yang sedang terjadi.
Hal ini sejalan dengan Permendikbud No. 15 (2018), bahwasannya pengawas sekolah
harus berupaya meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan inovasi untuk menjalankan
tugas dan fungsinya.
Oleh karena itu, sebuah inovasi dalam program pengawasan ini muncul
sebagai alternatif untuk memecahkan permasalahan yang terjadi. Tugas pokok
|2
pengawas sekolah adalah melaksanakan kepengawasan akademik dan manajerial pada
satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan
pembinaan, pemantauan pelaksanaan delapan SNP, penilaian, pembimbingan dan
pelatihan profesional guru, dan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
(Permenpan RB No. 14, 2016).
Permasalahan pembelajaran yang terjadi di SMP Negeri 1 Lumajang
berdasarkan hasil analisis raport mutu pada tahun 2020 yaitu peserta didik kurang aktif
dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan pengamatan terhadap pembelajaran
seluruh mata pelajaran, hanya 40% siswa yang aktif dalam pembelajaran. Indikator
keaktifan tersebut yaitu bertanya atau menjawab pada saat pembelajaran,
menyampaikan pendapat, dan pengumpulan tugas tepat pada waktunya. Hal tersebut
terjadi secara berkelanjutan sejak pembelajaran secara dalam jaringan melalui tatap
muka maya dengan microsoft teams, sampai saat ini dengan pembelajaran tatap muka
terbatas (PTMT). Hal demikian juga didukung masih terbatasnya guru dalam
penggunaan media IT .
Terkait dengan hal di atas, data hasil analisis raport mutu sekolah menyatakan
bahwa di SMP Negeri 1 Lumajang memiliki kekuatan yaitu yang pertama tersedianya
sarana IT, salah satunya tersedianya 250 tablet yang dapat dipinjam oleh siswa. Yang
kedua, 98% guru sudah mampu mengoperasikan komputer/laptop. Yang ketiga, 100%
guru memiliki android. Dan yang keempat, hanya 3,40% atau 26 siswa dari 765 yang
meminjam tablet ke sekolah karena tidak mempunyai gawai atau artinya 96,60% siswa
mempunyai gawai.
Berdasarkan permasalahan di atas, pengawas sekolah perlu dasar untuk
mengambil tindakan dalam sebuah program pengawasan. Program pengawasan yang
perlu dilakukan yaitu, supervisi akademik, penilaian kepala sekolah, analisis hasil
PKG, penyusunan proposal PTS berdasarkan masalah utama, peningkatan kompetensi
calon penagawas berdasarkan hasil AKPK, dan Bimlat melalui workshop the power of
edu game untuk meningkatkan keterampilan pemanfaatan media IT oleh guru di SMP
Negeri 1 Lumajang.
|3
B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional tahun 2005-2025;
3. Undang-undang RI Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 39 tahun 2000;
5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 tahun 1999 tentang Kewenangan Pemerintah
dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil;
7. Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua dari
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
8. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2017 tentang Peubahan Atas Peraturan
Pemerintah RI Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru;
9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah
dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2016
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas
Sekolah dan Angka Kreditnya;
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 tahun 2014 tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka
Kreditnya (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1677);
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007
tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah;
|4
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15
tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas
Sekolah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36
tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengembangan dan
Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah;
14. Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 3815 tahun
2020 tentang Petunjuk Teknis Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon
Pengawas Sekolah dan Pelatihan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah.
C. Tujuan
Berdasarkan uraian permasalahan pada latar belakang di atas, maka tujuan
dalam laporan ini sebagai berikut.
1. Memecahkan masalah utama pembelajaran melalui praktik tugas-tugas
pengawasan yaitu:
a. Pembinaan guru melalui kegiatan supervisi akademik.
b. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan analisis hasil Penilaian Kinerja Guru
yang dilakukan oleh kepala sekolah.
c. Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) profesional guru dan/atau kepala
sekolah sesuai dengan masalah utama pembelajaran.
d. Penyusunan proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).
e. Peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah berdasarkan hasil Analisis
Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK).
2. Meningkatkan kompetensi calon pengawas sekolah sesuai dalam Permendiknas
Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah/madrasah.
D. Hasil yang Diharapkan
Adapun hasil yang diharapkan yaitu calon pengawas sekolah memiliki
kemampuan untuk:
|5
1. Terselesaikannya masalah utama pembelajaran melalui praktik tugas-tugas
pengawasan, yaitu:
a. Pembinaan guru melalui kegiatan supervisi akademik.
b. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan analisis hasil Penilaian Kinerja Guru
yang dilakukan oleh kepala sekolah.
c. Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) profesional guru dan/atau kepala
sekolah sesuai dengan masalah utama pembelajaran.
d. Penyusunan proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).
2. Meningkatnya kompetensi calon pengawas sekolah berdsarkan hasil Analisis
Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) yaitu kompetensi supervisi
manajerial.
E. Ruang Lingkup Pelaksanaan RTLPP
Ruang lingkup dalam pelaksanaan Rencana Tindak lanjut Program
Pengawasan (RTLPP) mencakup lima kegiatan, sebagai berikut.
a. Pembinaan guru melalui kegiatan supervisi akademik kepada dua guru di SMP
Negeri 1 Lumajang.
b. Penilaian Kinerja:
a. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) SMP Negeri 1 Lumajang.
b. Menganalisis hasil Penilaian Kinerja Guru yang dilakukan oleh Kepala SMP
Negeri 1 Lumajang.
c. Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) profesional guru dan/atau kepala sekolah
sesuai dengan masalah utama pembelajaran dalam bentuk workshop the power of
edu games.
d. Penyusunan proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).
e. Peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah berdasarkan hasil Analisis
Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) di sekolah magang dua yaitu
SMP Negeri 5 Lumajang.
|6
F. Visi, Misi, dan Tujuan Pengawasan
a. Visi
Mewujudkan sistem kepengawasan yang mendorong meningkatnya
profesionalitas guru dan kualitas pembelajaran dengan pelayanan berlandaskan filosofi
pendidikan Ki Hajar Dewantara.
b. Misi
Untuk mencapai visi tersebut, perlu dirumuskan misi sebagai berikut.
1) Meningkatkan kemampuan dan layanan pengawas sekolah yang profesional
berkarakter sesuai kodrat zaman dengan peran sebagai pembimbing berdasarkan
asas ing ngarso sung tulodho.
2) Mengembangkan program pengawasan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan
berdasarkan asas ing madya mangun karso.
3) Memberdayakan proses pembelajaran inovatif dan sesuai dengan perkembangan
teknologi pada setiap satuan pendidikan yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah
lain berdasarkan asas tut wuri handayani.
c. Tujuan Pengawasan
1) Melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah dengan mengutamakan
peran layanan sebagai pembimbing baik secara manual maupun digital.
2) Melaksanakan pembimbingan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah sesuai
kebutuhan dengan menghasilkan produk karya inovasi hasil pengalaman terbaik
guru dan kepala sekolah sebagai inspirasi satuan pendidikan yang lain.
3) Melaksanakan pembinaan kepada guru dan kepala sekolah untuk pencapaian
kualitas pendidikan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
G. Sasaran Pengawasan
1. Sasaran
a. Guru SMP Negeri 1 Lumajang
b. Tenaga Kependidikan SMP Negeri 1 Lumajang
c. Kepala SMP Negeri 1 Lumajang
|7
d. Kepala SMP Negeri 5 Lumajang
e. Pengawas Sekolah Binaan SMP Negeri 5 Lumajang
2. Bidang Akademik
a. Pencapaian pembelajaran yang efektif dan inovatif berdasarkan standar isi,
standar kompetensi lulusan, standar proses, dan standar penilaian diantaranya
adalah peningkatan kompetensi dalam metode dan strategi pembelajaran,
peningkatan sistem administrasi pembelajaran, dan peningkatan kompetensi
guru dalam pengembangan media pembelajaran dan penilaian proses, serta
hasil belajar siswa.
b. Pengembangan media pembelajaran untuk setiap mata pelajaran.
c. Pengembangan prestasi akademik dan non akademik.
d. Pengembangan sarana dan jaringan teknologi informasi dan komunikasi untuk
kegiatan pembelajaran, administrasi sekolah dan komunikasi internal/eksternal.
e. Pengembangan perpustakaan yang representatif menuju electronic library.
f. Penciptaan suasana belajar yang kondusif.
3. Bidang Manajerial.
a. Penilaian kinerja yang akan dilakukan terhadap:
1) Kepala sekolah.
2) Guru.
3) Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, laboran, pustakawan).
b. Pembinaan yang akan dilakukan terhadap:
1) Organisasi sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah.
2) Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.
3) Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses
pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku.
4) Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, laboran, pustakawan)
dalam pelaksanaan tugas pokoknya masing-masing.
5) Penerapan berbagai inovasi pendidikan/pembelajaran.
c. Pemantauan yang akan dilakukan terhadap:
|8
1) Pengelolaan dan administrasi sekolah.
2) Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan.
3) Lingkungan sekolah
|9
BAB II
DESKRIPSI KONDISI SEKOLAH
A. Kondisi Sekolah Tempat Calon Pengawas Sekolah Bertugas (Sekolah
Sendiri)
1. Sejarah Berdirinya SMPN 1 Lumajang
Gambar 2.1 SMP Negeri 1 Lumajang
Gagasan berdirinya SMP Negeri 1 Lumajang terjadi pada bulan Nopember
1945. Ketika Bapak Poeger Kepala PP dan K Karesidenan Malang berkunjung ke
Kabupaten Lumajang. Tokoh-tokoh pendidikan Kabupaten Lumajang kemudian
mengusulkan supaya didirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten
Lumajang. Tokoh-tokoh tersebut antara lain, Bapak Abubakar Kartowinoto Bupati
Lumajang, Pejabat School Opsiner Erste Ressort Bapak Admin Siswoprawirjo, dan
Pejabat School Opsiner Twede Ressort Bapak Budijitno.
Ternyata usul ini diterima, karena adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP)
penting sekali, mengingat di Kabupaten Lumajang pada waktu itu hanya ada sekolah
pertukangan saja. Setelah terbentuk panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh tersebut di
atas, dan sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah sekolah, maka dipilihlah
| 10
gedung bekas sekolah Belanda Europesche Lagere School (ELS), yang terletak di
sebelah barat Alun-alun sebagai gedung SMP. Tenaga Guru berasal dari Surabaya yang
mengungsi ke Lumajang (ketika Surabaya pada waktu itu tidak aman karena serangan
penjajah).
Setelah gedung telah tersedia, tenaga guru telah siap, dan murid telah terdaftar,
maka panitia mengirimkan utusan ke Malang untuk menghadap Bapak Poeger Kepala
PP dan K Karesidenan Malang. Dan hasilnya sangat memuaskan. Beliau merestui,
segala kebutuhan SMP, misalnya buku-buku dan sebagainya akan dicukupi. SMP 1
Lumajang resmi berdiri pada tanggal 17 Februari 1946 yang pada waktu itu mendapat
dua macam sebutan, yaitu: Sekolah Menengah Pertama Karesidenan, karena
pendirinya didukung oleh PP dan K Karesidenan Malang. Sekolah Menengah
Pengungsian, karena guru-gurunya diambil dari tenaga pengungsi.
Dalam perkembangannya pada tahun 1947, SMP 1 Lumajang telah
diresmikan menjadi SMP Negeri. Pada tahun 1948, waktu Lumajang dikuasai Belanda,
sekolah mengalami peningkatan kelas, yaitu sampai tingkatan kelas IV. Para pelajar
pada waktu itu bukan saja sebagai murid yang sibuk dengan mata pelajaran, tetapi juga
turun tangan membantu perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan.
SMP dipakai sebagai tempat penyelinapan anggota TRIP yang mencari informasi di
kota, sehingga tidak sedikit pelajar SMP Lumajang ditangkap oleh penjajah dan
dijebloskan ke penjara. Bahkan ada yang gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai
nara hubung. Oleh karenanya di waktu itu, SMP Negeri 1 Lumajang juga disebut
sebagai SMP Perjuangan.
Pada tahun 1976 SMP Negeri 1 Lumajang berhasil membangun sebuah
laboratorium dan 2 buah kamar mandi untuk siswa. Pada tahun 1976, siswa kelas I, II,
dan III berjumlah 16 kelas. Karena ruangan belum ada, sehingga terpaksa yang empat
kelas (kelas I) masuk sore. Atas kebijakan pemerintah, dibangunlah kelas jauh SMP
Negeri 1 Lumajang di Jalan Pelita II, Kecamatan Sukodono pada tahun 1976. Pada
tahun 1977 kelas-kelas jauh SMP di Jalan Pelita II Lumajang mulai dipergunakan
(sekarang menjadi SMP Negeri 1 Sukodono). Pada tahun 1978 walaupun sudah
| 11
diadakan penambahan kelas jauh, yaitu terdiri atas 10 ruangan, terpaksa masih ada
murid yang masuk sore, karena SMP Negeri 1 Lumajang menerima pelimpahan murid
dari SKKP yang diintegrasikan menjadi SMP. Pada tahun ajaran 1981/1982 dengan
dibukanya sekolah unit baru, maka SMP Negeri 1 Lumajang dibebani tugas untuk
mengelola SMP Senduro dan SMP Tekung. Menjelang tahun ajaran 1983/1984 SMP-
SMP yang dikelola tersebut, harus dilepas dan ditetapkan untuk berdiri sendiri dengan
pimpinan sekolah yang baru. Sedangkan SMP kelas jauh (filial) Jalan Pelita II
Lumajang dimanunggalkan menjadi SMP 3 Lumajang (SMPN 1 Sukodono saat ini).
Perkembangan lebih lanjut pada tahun 1985/1986 SMP Negeri 1 Lumajang
ditunjuk untuk mengelola sekolah baru yaitu SMP Negeri 2 Sukodono dengan jumlah
kelas 3 ruang dengan jumlah siswa 120 siswa. Sebelum bangunan selesai sementara
kegiatan PBM khusus untuk SMP 2 Sukodono berlangsung siang/sore hari bertempat
di SMP Negeri 1 Lumajang. Tenaga pengajarnya serta kebutuhan lain dicukupi oleh
SMP Negeri 1 Lumajang. Setelah bangunan selesai seluruh kegiatan KBM diserahkan
sepenuhnya kepada SMP Negeri 2 Sukodono. Sesuai perkembangan lebih lanjut SMP
Negeri 1 Lumajang mengalami perkembangan yang pesat dan pergantian pimpinan
sebagaimana tabel berikut (www.smpn1lumajang.sch.id., 2021)
Tabel 2.1 Daftar Kepala SMPN 1 Lumajang dari Tahun 1983 – Sekarang
No Nama Kepala Sekolah Masa Jabatan
1. Kandar, B.A. 1983 – 1993
2. Drs. Suhar 1993 – 1995
3. Drs. Istijono 1995 – 1999
4. Drs. Suwarno 1999 – 2000
5. Sukri 2000 – 2003
6. Drs. Marsahid Suharjo, M.M. 2003 – 2005
7. Drs. Agus Salim, M.Pd. 2005 – 2017
8. Yusuf Wijanarko, S.Pd., M.M. 2017 – 2018
9. Sujanar, S.Pd., M.M. 2018 – 2020
10. Mohamad Ismantoro, S.Pd.
2020 – sekarang
2. Letak Geografis SMPN 1 Lumajang
SMP Negeri 1 Lumajang mempunyai NPSN yaitu 20521417, dan NSS yaitu
201052101001 dengan akreditasi A. Sekolah ini terletak di Jalan H.O.S Cokroaminoto
| 12
Nomor 157, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang,
Provinsi Jawa Timur, dengan kode pos 67311. Nomor telepon atau fax yang dapat
dihubungi yaitu (0334) 881847. Secara koordinat terletak pada -8.125897,113.219231.
Alamat secara elektronik yaitu [email protected] dan dapat dikunjungi
secara virtual pada laman https://smpn1lumajang.sch.id/.
SMP Negeri 1 Lumajang berlokasi di wilayah dahulunya kompleks Sekolah
Unggulan Terpadu (SUT) yang terdiri atas SMA Negeri 2 Lumajang, SMK Negeri 1
Lumajang, SMP Negeri 1 Lumajang, dan SD Negeri Tompokersan 03. Jarak sekolah
ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang sekitar 5,79 Km. Sekolah ini juga memiliki
fasilitas masjid yang dapat menampung lebih dari 1000 jamaah, yaitu Masjid Al-Azhar.
3. Visi, Misi dan Tujuan SMPN 1 Lumajang
Gambar 2.2 Logo SMP Negeri 1 Lumajang
SMP Negeri 1 Lumajang mempunyai visi yaitu “mengembangkan sekolah
kehidupan, mencetak insan cerdas komprehensif dan insan kompetitif”. Adapun
misi dari SMP Negeri 1 Lumajang yaitu sebagai berikut.
a. Mewujudkan penerapan kurikulum 2013 secara ideal yang mengacu standar
nasional pendidikan.
b. Menciptakan peserta didik sebagai pemikir kritis, pemecah masalah, komunikator
efektif, pekerja kolaboratif, pembelajar mandiri dan berorientasi global.
| 13
c. Menumbuhkembangkan semangat keunggulan yang berdaya saing nasional dan
internasional bagi seluruh warga sekolah.
d. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama dan budaya
bangsa sehingga terbangun siswa yang berakhlak mulia.
e. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan yang berkualitas, efektif dan
relevan sehingga siswa memiliki kecakapan hidup yang dikembangkan
berdasarkan multi intelegensi mereka.
f. Melaksanakan dan mengembangkan pembelajaran dan bimbingan secara efektif
sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang
dimiliki.
g. Menerapkan dan mengembangkan sistem yang mendukung dan menjamin kualitas
pendidikan.
h. Menyelenggarakan manajemen berbasis sekolah dan peningkatan mutu
kelembagaan melalui kepemimpinan sekolah dan budaya organisasi sekolah.
i. Menerapkan manajemen partisipatif yang melibatkan seluruh warga sekolah dan
stakeholder melalui penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratik.
j. Menciptakan dan mengembangkan sumber belajar dan lingkungan pembelajaran
yang kondusif dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.
k. Menciptakan dan mengembangkan iklim akademik sekolah yang kondusif dan
culture sekolah yang mendorong terlaksananya kedisiplinan dan tanggung jawab
yang tinggi.
l. Meningkatkan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang didukung
dengan pelatihan dan pengembangan profesionalisme.
m. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam
mengelola seluruh sumber daya.
n. Menciptakan dan melestarikan lingkungan yang berwawasan adi wiyata.
o. Mewujudkan penerapan kurikulum 2013 secara ideal yang mengacu standar
nasional pendidikan.
SMP Negeri 1 Lumajang, memiliki tujuan sebagai berikut.
| 14
a. Terwujudnya penerapan kurikulum 2013 secara ideal yang mengacu standar
nasional pendidikan.
b. Mengembangkan metode, media pembelajaran, sumber belajar dan bahan ajar
bertaraf nasional dan internasional.
c. Tercapainya siswa-siswa yang memiliki kompetensi dan kecerdasan yang mampu
berprestasi dan bersaing dalam bidang akademik maupun non-akademik.
d. Mengembangkan guru dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik dengan standar nasional dan
internasional.
e. Menerapkan strategi mengajar, remedial, pengayaan dan kegiatan belajar
mengajar yang bervariasi untuk mengakomodasikan gaya belajar yang berbeda-
beda dengan berbasis ICT.
f. Optimalisasi pengembangan, inovasi dan implementasi metode pembelajaran,
bahan ajar, sumber belajar, media pembelajaran dan manajemen kelas.
g. Memahami perkembangan belajar siswa, sehingga dapat menyediakan
kesempatan belajar yang mendukung pengembangan intelektual, sosial, dan
kepribadian siswa.
h. Terwujudnya life skills siswa dengan memberdayakan multiple intelligence siswa
melalui proses pembelajaran secara kontekstual.
i. Terintegrasikannya life skills dan terakomodasikannya perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni dalam proses pendidikan sesuai dengan
kebutuhan siswa untuk hidup di dalam masyarakat.
j. Mengembangkan sarana prasarana sekolah yang bertaraf internasional secara
bertahap dan berkelanjutan.
k. Mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara aktif baik lisan maupun
tertulis, dan berinteraksi dalam kelas.
l. Terwujudnya penataan tugas dan tanggung jawab bagi seluruh warga sekolah
dengan didukung kepemimpinan dan manajerial yang kuat.
| 15
m. Terjalinnya kerjasama dan terbangunnya jaringan yang luas dengan berbagai
pihak.
n. Terciptanya penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan
sekolah menuju pencapaian penyelenggaraan pendidikan.
o. Terjaganya iklim yang kondusif untuk proses belajar mengajar sehingga tercipta
lingkungan belajar yang mendorong interaksi sosial yang positif, terlibat secara
aktif dalam pembelajaran dan motivasi diri.
p. Menjamin adanya budaya sekolah yang berbasis kepercayaan, profesionalisme,
harapan yang tinggi terhadap siswa, dan usaha perbaikan sekolah yang
berkesinambungan.
q. Mengembangkan kemitraan antar sekolah, keluarga dan masyarakat, dunia usaha
dan seluruh komponen stakeholder lain dalam lingkungan sekolah untuk
mendukung pembelajaran dan proses pendidikan.
r. Mengembangkan sumber dana dan pendapatan sekolah bekerjasama dengan
komite dan pemerintah daerah/provinsi.
s. Terlaksananya berbagai teknik evaluasi pembelajaran dan menggunakannya
sebagai bahan refleksi untuk perbaikan proses belajar mengajar dan mendukung
pengembangan keberlanjutan siswa.
t. Tercipta dan terlaksanananya pelestarian lingkungan yang berwawasan adi wiyata.
4. Capaian Delapan Standar Nasional Pendidikan di SMPN 1 Lumajang
Berikut adalah capaian delapan SNP di SMP Negeri 1 Lumajang sebagaimana
pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Capaian Delapan SNP di SMPN 1 Lumajang
Standar Indikator Kondisi Analisis Hal yang Perlu Akar
SKL Saat Ini SWOT Diperbaiki Permasalahan
(Permasalahan) 1. RPP belum
menunjukkan
Lulusan Lulusan 1. Kekuatan: • Pembelajaran pembelajaran
PAKEM
memiliki masih lulusan sudah PAKEM yang
kompetensi kurang memiliki medukung
memiliki pengetahuan budaya belajar
| 16
pada dimensi pengetahuan faktual, peserta didik 2. RPP belum
pengetahuan metakognitif prosedural, masih jarang menunjukkan
konseptual diterapkan oleh pemanfaatan
2. Kelemahan: guru (76,3%) media
• Peserta • Pembelajaran pembelajaran
didik yang dilakukan yang aktif,
kurang kurang kreatif, efektif
menunjukk memfasilitasi dan
an pengetahuan menyenangkan
kemampuan metakognitif 3. Proses
mengemban peserta didik pembelajaran
gkan kurang efektif
budaya yang
belajar berdampak
untuk pada peserta
pengemban didik kurang
gan diri aktif dalam
• pengetahua mengikuti
n proses
metakogniti pembelajaran
f kurang )*
dimiliki
oleh lulusan
3. Peluang:
96% Peserta
didik memiliki
android
sebagai sarana
belajar,
sekolah
mempunyai
250 android
yang
mendukung
pembelajaran
4. Ancaman: -
Isi Perangkat Perangkat 1. Kekuatan : - Inovasi dan - Kurangnya
pembelajaran pembelajara perangkat kreatifitas guru inovasi dan
sesuai n (hand out, pembelajar dalam membuat/ kreatifitas guru
rumusan alat evaluasi an sudah menggunakan - PAT, PAK dibuat
kompetensi dan buku sesuai handout masih oleh dinas
lulusan: nilai) masih dengan KI, kurang pendidikan
- ada yang KD - Kurangnya sehingga guru
Menyesuai kurang 2. Kelemahan: kreatifitas guru tidak dapat
kan tingkat meyesuaika - Tidak untuk menambah membuat alat
kompetensi n dengan semua guru referensi alat evaluasi sendiri
siswa tingkat membuat/ evaluasi yang - Kurangnya
- kompetensi menggunak bertaraf regional referensi alat
Menyesuai siswa dan an handout maupun evaluasi dalam
kan ruang ruang - Alat internasional lingkup regional
lingkup lingkup evaluasi dan internasional
| 17
Proses pembelajar pembelajara PAT, PAS Inovasi dan Keterbatasan guru
an n (regional dibuat oleh dalam penggunaan
Penilaia dan dinas kreatifitas guru IT
n Sekolah internasiona pendidikan
merencanaka l) (MGMP) dalam
n proses 3. Peluang: -
pembelajaran Pemilihan 4. Ancaman: - penggunaan IT
sesuai dan 1. Kekuatan :
ketentuan penggunaan sarana IT dan pemilihan
metode dan tersedia
Pengawasan media 2. Kelemahan: metode dan media
dan penilaian kurang
otentik bervariasi Pemanfaata pembelajaran
dilakukan n IT untuk
dalam proses Pemantauan mendapatk masih kurang
pembelajaran , supervise, an referensi
dan evaluasi metode dan - Pemantauan/ Keterbatasan
Penilaian proses media
dilakukan pembelajara masih pengawasan waktu yang
mengikuti n kurang kurang
prosedur spesifik dan maksimal proses dimiliki pengawas
- Penentuan hanya sekali 3. Peluang:
kelulusan dalam 1 98% guru pembelajarannya maupun kepala
semester mampu
mengoperasik hanya sekali sekolah
Kriteria an
Kelulusan komputer/Lapt dalam 1 semester
memuat op
unsur KD 4. Ancaman: - Belum ada Penilaian untuk
sikap, 1. Kekuatan : kriteria kelulusan
pengetahuan sarana cctv penambahan yang sesuai
tersedia dengan karakter
2. Kelemahan: kriteria kelulusan sekolah belum
dibuat.
Keterbatasa yang sesuai
n waktu
untuk dengan karakter
pengawasa
n dan sekolah
penilaian
proses
pembelajar
an
3. Peluang: -
4. Ancaman: -
1. Kekuatan :
Kriteria
Kelulusan
sudah
sesuai
dengan
| 18
Pendidik siswa , dan panduan - Belum adanya - Laboran
& berdasarkan ketrampilan penilaian tenaga laboran merupakan guru
pertimbanga 2. Kelemahan: yang sesuai yang tidak pernah
Tenaga n yang sesuai Kualifikasi - kriteria kualifikasi mengikuti bimtek
Kependi Kapala dan kelulusan - Belum adanya laboran
Ketersediaan tenaga belum bimtek laboran
dikan dan Laboran memuat yang dikoordinir - Tenaga
kompetensi belum kriteria dinas pendidikan pustakawan bukan
laboran sesuai tambahan kab lulusan jurusan
sesuai yang sesuai arsip dan
ketentuan Kualifikasi dengan - Belum adanya kepustakaan
Kapala karakter tenaga
Ketersediaan Tenaga sekolah pustakawan yang
dan pustakawan 3. Peluang: - sesuai kualifikasi
kompetensi belum 4. Ancaman: - - Belum adanya
pustakawan sesuai 1. Kekuatan : bimtek
sesuai Guru IPA pustakawan yang
ketentuan sebabagai dikoordinir Dinas
Laboran Pendidikan
2. Kelemahan: Kabupaten
Laboran Lumajang
belum
punya
sertifikat
sebagai
laboran
3. Peluang: -
4. Ancaman: -
1. Kekuatan :
Perpustaka
an
memiliki
tenaga
pustakawan
dan
perpustaka
an
didukung
dengan IT
2. Kelemahan:
Kepala
pustakawan
belum
punya
sertifikat
sebagai
pustakawan
3. Peluang: -
4. Ancaman: -
| 19
Sarana Sekolah Laboratoriu 1. Kekuatan : - Peralatan - Keterbatasan
& memiliki m IPA, Perpustaka dana untuk
sarana dan perpustakaa an Laboratorium IPA pembelian
Prasara prasarana n dan didukung peralatan lab IPA
na pembelajaran lapangan dengan IT perlu diperbarui - Keterbatasan
yang lengkap kurang lahan sekolah
Pengelol dan layak memenuhi 2. Kelemahan: - Keterbatasan
aan standart Lab IPA dan - Lahan kurang
Sekolah lapangan lahan untuk - Keterbatasan
memiliki Ruang guru, kurang dana
sarana dan jamban, standar lapangan bermain
prasarana gudang,
pendukung ruang 3. Peluang: - - Keterbatasan
yang lengkap organisasi 4. Ancaman: - lahan
dan layak kesiswaan 1. Kekuatan : - Keterbatasan
dan ruang dana untuk
Kepala konseling Ruang guru swadana
sekolah masih didukung pembangunan
berkinerja kurang dengan IT
baik dalam memenuhi dan - Kepala sekolah - Kepala sekolah
melaksanaka standart beberapa dalam memimpin
n tugas komputer masih kurang masih baru
kepemimpina Jiwa 2. Kelemahan: memahami sudut
n kepemimpin ruang guru, pandang guru dan beberapa bulan
an masih jamban, karyawan
kurang gudang, - Karakteristik memimpin
efektif ruang guru dan
dalam organisasi karyawan yang
memimpin kesiswaan beragam
keberagama dan ruang
n konseling
karakteristik masih
guru dan kurang
karyawan. memenuhi
standart
3. Peluang: -
4. Ancaman: -
1. Kekuatan :
Pola pikir
Kepala
sekolah
terbuka
(open
minded)
2. Kelemahan:
Kepala
sekolah
masih baru
beberapa
bulan
memimpin
3. Peluang: -
4. Ancaman: -
| 20
Pembiay Sekolah Pengaturan 1. Kekuatan : Ada beberapa Kurang
aan melakukan alokasi dana Bendahara kegiatan komunikasi
pengelolaan kurang untuk kesiswaan kesiswaan dengan
dana dengan efektif APBD dan isidental yang bendahara
baik APBN memerlukan biaya
sudah besar namun
terpisah belum masuk di
RKA
2. Kelemahan:
Ada
beberapa
kegiatan
yang tidak
masuk di
RKA
3. Peluang: -
4. Ancaman: -
B. Kondisi Sekolah Tempat Calon Pengawas Sekolah Magang (Sekolah Lain)
1. Sejarah Berdirinya SMPN 5 Lumajang
SMP Negeri 5 Lumajang berada di Jalan Sastrodikoro No. 128 Lumajang
Kelurahan Citrodiwangsan Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang di Jawa Timur.
Sekolah SMP Negeri 5 letaknya sangat strategis karena dilewati oleh angkutan umum
dengan arah ke barat menuju daerah wisata Senduro sampai ke B29, ke arah timur
menuju arah ke Klakah menuju Probolinggo, ke arah selatan menuju ke daerah
Yosowilangun ke arah Jember dan ke arah selatan daerah Kunir. Keberadaan SMP
Negeri 5 di kawasan jalan protokol menyebabkan transportasi ke SMP ini mudah
didapat dari berbagai penjuru. Animo dari masyarakat untuk sekolah di SMP Negeri
Lumajang sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat setiap pelaksanaan PPDB, SMP
Negeri 5 Lumajang menyeleksi ratusan siswa untuk diterima masuk ke SMP Negeri 5
Lumajang. Adapun kepala sekolah yang menjabat mulai tahun 2000 sampai sekarang
yaitu sebagai berikut.
Tabel 2.3 Jabatan Kepala Sekolah Sejak 2002 Sampai Sekarang
No Nama Kepala Sekolah Periode
1 Drs. Samsul Hadi, M.M. 2002 – 2004
2 Drs. Sampun, M.Pd. 2004 – 2014
| 21
3 Drs. Sugeng Pribadi N., M.Pd. 2014 – 2016
4 Dra. Siti Ratnawati, M.Pd. 2016 – 2018
5 Isnentin, M.Pd. 2018 – Sekarang
SMP Negeri 5 Lumajang mulai didirikan tanggal 14 Oktober 2002, SMP
Negeri 5 lumajang menempati area lahan yang tidak begitu luas dan lahan yang
digunakan adalah Gedung SMEA Negeri Lama, dan dulu merupakan sekolah filial dari
SMP Negeri 1 Sukodono. Luas bangunan keseluruhannya adalah luas 1672 2 lahan
sangat terbatas, oleh karenanya lahan dikembangkan dengan gedung bertingkat sampai
3 lantai. Lahan diperuntukkan sebagai area fasilitas gedung, kelas, taman, lapangan
upacara, kantin dan lahan parkir. Sedangkan untuk sarana olahraga, memanfaatkan
fasilitas di sekitar lingkungan sekolah seperti Gedung Olahraga (GOR) dan Kolam
Renang Veteran.
2. Letak Geografis SMPN 5 Lumajang
SMP Negeri 5 Lumajang secara geografis terletak di Jalan Sastrodikoro
Nomor 128 Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang
Provinsi Jawa Timur, dengan kode pos 67316. Nomor telepon yang dapat dihubungi
yaitu (0334) 891462. Secara virtual sekolah ini dapat dikunjungi di laman
https://smpn5lumajang.sch.id/. Secara geografis, SMP Negeri 5 Lumajang dapat dilihat
pada gambar berikut.
| 22
Gambar 2.3 Lokasi SMP Negeri 5 Lumajang dari Google Maps
3. Visi, Misi dan Tujuan SMPN 5 Lumajang
Gambar 2.4 Logo SMP Negeri 5 Lumajang
SMP Negeri 5 Lumajang mempunyai visi yaitu “Tercapainya prestasi insan
yang Kreatif, Inovatif, Cerdas, Kompetitif, berwawasan Iptek, Imtaq dan budaya
lingkungan,serta terwujudnya Profil Pelajar Pancasila”. Untuk mewujudkan
tujuan pendidikan, khususnya SMP Negeri 5 Lumajang diperlukan misi yang diuraikan
sebagai berikut.
1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan memiliki daya kompetitif tinggi.
2. Mewujudkan mutu pendidikan dengan lulusan yang cerdas beriman dan bertaqwa.
| 23
3. Mewujudkan kualitas proses pembelajaran sesuai SNP.
4. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas.
5. Mewujudkan penggalangan biaya pendidikan dari berbagai sumber.
6. Mewujudkan kualitas sistem penilaian berbasis IT.
7. Membangun kultur budaya sekolah berkarakter religius.
8. Mengembangkan kebutuhan sarana prasarana sekolah ramah anak dan sekolah
model.
9. Memfasilitasi integritas personal di dalam sistem sekolah yang informatif.
10. Meningkatkan kualitas personal yang maju, mandiri dan sejahtera.
11. Meningkatkan proses operasional dan kurikulum sekolah secara efektif dan
efisien.
12. Mensosialisasikan prestasi hasil pendidikan menjadi milik publik.
13. Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Adapun tujuan satuan pendidikan di SMP Negeri 5 Lumajang yaitu:
1. Terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan memiliki daya kompetitif tinggi.
2. Terwujudnya mutu pendidikan dengan lulusan yang cerdas beriman dan bertaqwa.
3. Terwujudnya kualitas proses pembelajaran sesuai SNP.
4. Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas.
5. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan dari berbagai sumber.
6. Terwujudnya kualitas sistem penilaian berbasis IT.
7. Terwujudnya kultur budaya sekolah berkarakter religius.
8. Terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana sekolah ramah anak dan sekolah model.
9. Terwujudnya integritas personal di dalam sistem sekolah yang informatif.
10. Terwujudnya kualitas personal yang maju, mandiri dan sejahtera.
11. Terwujudnya peningkatan proses operasional dan kurikulum sekolah secara efektif
dan efisien.
12. Terlaksananya sosialisasi prestasi hasil pendidikan menjadi milik publik.
| 24
4. Capaian Delapan Standar Nasional Pendidikan di SMPN 5 Lumajang
Berdasarkan Rapor Mutu tiga tahun terakhir, capaian 8 (delapan) Standar
Nasional Pendidikan (SNP) adalah sebagai berikut.
Tabel 2.4 Capaian 8 Standar Nasional Pendidikan SMPN 5 Lumajang Tiga Tahun Terakhir
No SNP 2018 2019 2020
1 Standar Kompetensi lulusan 6,96 6,99 6,75
6,92 6,99 6,07
2 Standar Isi 6,79 6,99 6,13
6,78 6,99 6,14
3 Standar proses 3,75 6,12 6,74
4 Standar Penilaian Pendidikan 3,71 6,05 5,20
5 Standar Pendidik dan Tenaga 6,42 6,92 6,32
Kependidikan 6,05 6,99 6,12
6 Standar Sarana dan Prasarana
Pendidikan
7 Standar Pengelolaan
Pendidikan
8 Standar Pembiayaan
Berdasarkan tabel di atas, bahwa nilai tertinggi yaitu pada standar kompetensi
lulusan yaitu 6,75. Sedangkan yang terendah yaitu standar sarana dan prasarana yaitu
5,20. Berdasarkan penilaian raport mutu pada tahun 2020, SMP Negeri 5 Lumajang
mendapat nilai rata-rata 6,18 atau berpredikat menuju SNP.
| 25
BAB III
PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT PROGRAM PENGAWASAN
Pelaksanaan RTLPP terdiri atas tiga bagian, yang pertama persiapan, yang
kedua pelaksanaan, dan yang ketiga pelaporan. Pelaksanaan RTLPP dimulai pada
tanggal 3 sampai dengan 9 November 2021. Kegiatan pada tahap persiapan ini sebagai
berikut.
1. Sosialisasi di Sekolah Sendiri dan Sekolah Magang
Koordinasi dan sosialisasi awal kepada Kepala SMP Negeri 1 Lumajang pada
hari Rabu, 3 November 2021 pada pukul 12.00 s.d 13.30 WIB. Pertemuan dilaksanakan
di ruang kepala sekolah dan diterima secara terbuka serta mendapat dukungan penuh
dari kepala sekolah yaitu Bapak Ismantoro, S.Pd. Dalam pertemuan tersebut,
disampaikan rencana jangka dekat untuk pelaksanaan RTLPP, yaitu: menyusun
perangkat pendukung pelaksanaan RTLPP, sosialisasi program kepada seluruh warga
sekolah, sosialisasi program kepada kepala sekolah magang 2 di SMP Negeri 5
Lumajang, dan koordinasi dengan teman sejawat. Dokumentasi kegiatan dapat di akses
pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=8gfAl9ZIG4o. Sedangkan foto
kegiatan terlampir dalam laporan ini (Lampiran 1.2:93).
Koordinasi dan sosialisasi awal kepada sekolah magang 2, dilakukan pada
OJT 2 hari kedua yaitu pada Hari Kamis, 3 November 2021. Sosialisasi awal di sekolah
magang 2 ditemui oleh kepala SMP Negeri 5 Lumajang, yaitu Ibu Hj. Isnentin, M.Pd.
Pertemuan ini selain membahas rencana pelaksanaan program peningkatan kompetensi
calon pengawas berdasarkan analisis hasil AKPK, juga menggali profil sekolah
magang 2. Selain bertemu dengan kepala sekolah, juga berkesempatan bertemu dengan
manajemen di SMP Negeri 5 Lumajang. Dokumentasi kegiatan dapat di akses pada
tautan https://youtu.be/zQfEKzxbpXc. Sedangkan foto kegiatan terlampir dalam
laporan ini (Lampiran 1.3:94).
| 26
Kegiatan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah dilakukan pada hari Senin,
8 November 2021 sesuai rencana yang telah disusun. Kegiatan dilaksanakan di ruang
multimedia SMP Negeri 1 Lumajang. Acara sosialisasi berkolaborasi dengan dua
peserta Diklat Calon Kepala Sekolah di SMP Negeri 1 Lumajang, yaitu Bapak Didik
Syamsul Hadi, S.Pd. dan Ibu Rofi’a Indahwati, M.Psi. Acara dimulai tepat pukul 10.00
WIB dengan susunan acara; pembukaan oleh kepala sekolah, sosialisasi program
kepengawasan dan sosialisasi RTK oleh calon kepala sekolah.
Pada kegiatan sosialisasi ini, disampaikan tentang tujuan pelaksanaan,
program kepengawasan yang akan dilakukan, dan pembentukan kepanitian. Program
kepengawasan yang akan dilakukan terdiri atas; 1) pembinaan guru melalui supervisi
akademik, 2) penilaian kinerja kepala sekolah dan analisis hasil PKG, 3) bimbingan
latihan melalui workshop, 4) penyusunan proposal PTS, dan 5) peningkatan
kompetensi calon pengawas berdasarkan hasil AKPK. Dokumentasi kegiatan dapat di
akses pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=DQZMXxBk93Y. Sedangkan
foto kegiatan terlampir dalam laporan ini (Lampiran 1.11:126).
2. Menyusun Perangkat Pendukung Pelaksanaan RTLPP
Kegiatan yang kedua dalam tahap perencanaan yaitu menyusun perangkat
pendukung pelaksanaan RTLPP. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari yaitu hari
Jumat s.d Minggu, tanggal 5 s.d 7 November 2021. Perangkat pendukung yang
dipersiapkan yaitu, bahan tayang sosialisasi, instrumen pendukung Bimlat melalui
workshop, instrumen pembinaan guru, dan pedoman wawancara kegiatan peningkatan
kompetensi calon pengawas berdasarkan hasil AKPK.
3. Koordinasi dengan Teman Sejawat
Pelaksanaan kegiatan koordinasi dengan teman sejawat dilaksanakan pada
hari ke 7 OJT 2 atau tepatnya pada hari Selasa, 9 November 2021. Koordinasi
dilaksanakan berdasarkan undangan nomor 005/230/427.41.10.22/2021. Acara dimulai
pada pukul 10.00 WIB dengan susunan acara; 1) pembukaan, 2) paparan rencana
pelaksanaan, 3) paparan ketua panitia, 4) diskusi, dan 5) penutup. Paparan ketua panitia
dilaksanakan oleh Ibu Vivin Nur Afidah, M.Pd. Salah satu rencana besar panitia yaitu
| 27
mengundang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, yaitu Bapak Drs. Agus
Salim, M.Pd., untuk hadir membuka workshop. Dokumentasi kegiatan koordinasi
teman sejawat ini dapat di akses pada tautan
https://www.youtube.com/watch?v=q0DLQmJcoQU. Sedangkan foto kegiatan
terlampir dalam laporan ini (Lampiran 1.15:130)
Kegiatan pada tahap persiapan telah dilakukan dengan baik dan sesuai jadwal
perencanaan. Pada tahap berikutnya adalah pelaksanaan. Berikut pelaksanaan kegiatan
program pengawasan secara rinci.
A. Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Guru melalui Supervisi Akademik
1. Deskripsi Persiapan Pembinaan Guru
Program pengawasan pembinaan guru melalui supervisi akademik
dilaksanakan pada OJT 2 hari ke 8 sampai dengan 11. Tahap persiapan yaitu; 1)
menyiapkan instrumen pra observasi, 2) menyiapkan instrumen observasi, 3)
menyiapkan instrumen pasca observasi, 4) menyiapkan instrumen keterlaksanaan
wellbeing student, dan 5) menyiapkan instrumen monitoring keterlaksanaan supervisi
akademik. Tahap pelaksanaan dalam kegiatan ini terdiri atas tiga, yaitu; 1) pra
observasi, 2) observasi melalui kunjungan kelas, dan 3) pasca observasi.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan yaitu pada hari Rabu, 10 November sampai dengan hari
Sabtu, 13 November 2021. Secara rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.1 Pelaksanaan Supervisi Akademik
No Kegiatan Pelaksanaan
Guru 1 Guru 2
1. Pra Observasi Rabu, 10 November 2021 Kamis, 11 November 2021
2. Observasi Kamis, 11 November 2021 Jumat, 12 November 2021
3. Pasca Observasi Kamis, 11 November 2021 Jumat, 12 November 2021
Pada hari Sabtu, 13 November dilakukan pengolahan data sebagai laporan. Sedangkan
tempat pelaksanaan kegiatan pembinaan guru melalui supervisi akademik, dilakukan
di sekolah magang 1 yaitu SMP Negeri 1 Lumajang.
| 28
3. Sasaran Pembinaan
Sasaran pembinaan guru melalui kegiatan supervisi akademik ini yaitu dua
guru berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya oleh calon pengawas sekolah. Berikut
adalah profil singkat guru yang disupervisi.
Tabel 3.2 Daftar Guru yang Disupervisi
Profil
No Nama NIP Jabatan, Pangkat/Gol. Guru
Mapel
1. Muhammad Safak, S.Si. 19850114 200903 1 003 Guru Muda, Penata/IIIc Matematika
2. Eny Yuswidha, S.Pd. 19750521 200604 2 020 Guru Muda, Penata IPS
TK.I/IIIc
Supervisi pertama dilakukan kepada guru ke-1, Bapak Muhammad Safak, S.Si.,
pengajar mata pelajaran matematika kelas VIII. Sedangkan supervisi yang kedua
dilakukan kepada Ibu Eny Yuswidha, S.Pd., pengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) kelas VII.
4. Pendekatan dan Metode
Pendekatan yang dilakukan dalam pembinaan guru melalui supervisi
akademik ini yaitu pendekatan kolaboratif. Pendekatan kolaboratif merupakan
perpaduan cara direktif dan non-direktif dengan kesepakatan bersama antara supervisor
dan guru terkait dengan penetapan struktur, proses, kriteria dalam melaksanakan proses
percakapan terhadap masalah yang dihadapi guru (Dirjen GTK Kemendikbud, 2020).
Dalam pendekatan ini supervisor melakukan kegiatan menyajikan, menjelaskan,
mendengarkan, memecahkan masalah, dan negoisasi.
Metode yang digunakan dalam kegiatan pembinaan melalui supervisi
akademik ini yaitu; wawancara, studi dokumen, dan kuesioner. Wawancara dilakukan
oleh supervisor kepada guru pada tahap pra observasi dan pasca observasi. Studi
dokumentasi dilakukan pada semua tahapan. Sedangkan kuesioner dipakai untuk
mengukur wellbeing student yang dirasakan siswa setelah pembelajaran, dan untuk
monitoring ketercapaian pembinaan yang di isi oleh guru yang disupervisi. Instrumen
| 29
metode dalam supervisi akademik ini dapat dilihat secara rinci dalam lampiran pada
laporan RTLPP ini.
Teknik yang dipakai dalam supervisi akademik yaitu teknik individu. Teknik
individu adalah supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai
masalah khusus dan bersifat perseorangan (Dirjen GTK Kemendikbud, 2020).
Pengawas sekolah hanya berhadapan dengan seorang guru yang dipandang memiliki
persoalan tertentu. Teknik supervisi individual yang dilakukan yaitu kunjungan kelas
dan pertemuan individual.
5. Capaian Target Keberhasilan
Pelaksanaan kegiatan supervisi akademik tercapai dengan target keberhasilan
sebagai berikut.
a) Terlaksana dua guru yang disupervisi.
b) Guru mampu memotivasi peserta didik.
c) Guru mampu memfasilitasi pembelajaran aktif.
Menurut rencana yang tertuang dalam matrik RTLPP, target supervisi
akademik yaitu 2 orang guru yaitu; Bapak Muhammad Safak, S.Si., dan Ibu Eny
Yuswidha, S.Pd. Capaian target keberhasilan dari kegiatan supervisi akademik ini
dapat diketahui dari foto dan video wawancara pra observasi, observasi pelaksanaan
pembelajaran dan wawancara pasca observasi sebagaimana di lampiran.
6. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru
Tujuan pelaksanaan pembinaan guru melalui supervisi akademik ini yaitu
meningkatkan kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran aktif dan
menyenangkan bagi peserta didik. Adapun hasil supervisi akademik terdiri atas tiga
tahapan, sebagai berikut (Lampiran 2.16, 2.17, 2.18:177-181).
a) Pra Observasi
Tahap pra observasi untuk guru yang pertama yaitu Bapak Muhammad Safak,
S.Si., dilaksanakan pada hari Rabu pada tanggal 10 November 2021. Pelaksanaan pra
observasi sesuai kesepakatan awal yang telah terjalin. Kegiatan Pra Observasi
dilakukan setelah jam kerja yaitu pukul 12.30 s.d 13.00, bertempat di ruang guru.
| 30
Sedangkan tahap pra observasi untuk guru yang kedua yaitu Ibu Eny Yuswidha, S.Pd.,
dilaksanakan pada hari Kamis pada tanggal 11 November 2021 sesuai kesepakatan
sebelumnya.
Hasil yang dicapai pada tahap pra observasi ini berdasarkan hasil wawancara
dan pengamatan terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah
didiskusikan dengan calon pengawas sekolah. (RPP pada tahap pra observasi
terlampir). Berikut adalah rangkuman hasil pra observasi guru ke-1 dan guru ke-2.
Pertanyaan Tabel 3.3 Hasil Pra Observasi Jawaban Guru ke-2
Materi apa yang Jawaban Guru ke-1
akan saudara Untuk materi pembelajaran pertemuan besuk Masa Praaksara
sajikan? yaitu persamaan garis lurus
berdasarkan arkeologisnya
Metode apa Metode pembelajaran yang saya gunakan yaitu Metode yang saya gunakan
yang akan saintifik yaitu pembelajaran saintifik.
saudara gunakan Dengan pembelajaran ini,
dalam Sumber belajar yang saya siapkan yaitu video siswa dapat secara
pembelajaran? yang sudah saya unggah di YouTube dengan kontekstual untuk
Apa alasan alamat memahami masa praaksara
saudara memilih https://www.youtube.com/watch?v=lt74tnAmjxg. berdasarkan arkeologisnya
metode Dalam PTMT ini, waktu sangat terbatas, jadi
tersebut? peserta didik dapat menggali informasi awal Saya menyediakan media
Alat dan bahan pembelajaran dengan melihat video yang sudah yang mungkin unik yaitu
(sumber belajar) saya unggah cobek. Cobek merupakan
apakah yang Pembelajaran dimulai dari apersepsi dan sebuah keberlanjutan
saudara memberikan motivasi, setelah itu masuk ke teknologi masyarakat
siapkan? kegiatan inti yang dimulai mengamati, menanya, praaksara yang bisa kita
Jelaskan mencoba dan mengasosiasi, dan nikmati sampai sekarang.
alasannya! mengomunikasikan.
Persiapan tertulis yaitu instrumen penilaian Tahapan dalam
Ceritakan sikap dan keterampilan
tahapan pembelajaran tatap muka
pembelajaran Materi yang sulit dalam matematika yaitu
yang akan menghubungkan materi dengan kebutuhan terbatas ini dimulai dari
saudara sajikan!
Persiapan pendahuluan, kegiatan inti
tertulis apa saja
yang saudara dan penutup.
buat?
Persiapan yang saya buat
Materi apa yang
dianggap sulit yaitu, mengunggah materi
yang akan dibahas pada
pertemuan besuk di LMS
sekolah yaitu Microsoft
teams.
Materi yang sulit menurut
saya yaitu pembabakan
| 31
oleh siswa dalam kehidupan nyata, sehingga matematika masa praaksaranya. Karena
berdasarkan dapat menjadi menarik bagi peserta didik disini seringkali siswa
perkiraan terjebak pada hafalan.
saudara? Jika Peserta didik diharapkan mampu emahami Dengan memberikan contoh
ada, materi apa? bentuk dan menggambar grafik persamaan garis secara konstekstual, saya
Jelaskan alasan lurus dan memecahkan masalah kotekstual yang berharap siswa tidak lagi
saudara! berkaitan dengan grafik persamaan garis lurus menghafal tapi memahami
secara langsung
Kompetensi apa Membimbing siswa secara individu dengan Siswa diharapkan dapat
yang bisa tingkat kemampuan amsing-masing memahami keberlanjutan
dimiliki siswa kehidupan manusia sejak
setelah zaman praaksara sampai
mengikuti saat ini.
pembelajaran
sesuai dengan Yang perlu mendapat
harapan perhatian khusus yaitu
saudara? menjaga protokol kesehatan
Apa yang perlu
mendapat
perhatian
khusus pada
pembelajaran
kali ini?
Catatan dan saran yang diberikan oleh supervisor berdasarkan diskusi bersama
kepada guru ke-1 yaitu RPP telah disusun sangat baik, tetapi dalam kegiatan apersepsi
perlu mencatumkan aktivitas yang dapat mengkoneksi materi saat ini dengan
sebelumnya. Bagi guru yang ke-2 yaitu modul ajar yang dibuat mohon dilengkapi
dengan instrumen penilaian baik pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
b) Observasi
Kegiatan observasi dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.
Kegiatan ini berupa kunjungan kelas oleh supervisor. Observasi kepada guru ke-1,
yaitu Bapak Muhammad Safak, S.Si., dilakukan pada hari Kamis, 11 November 2021.
Adapun tempat pelaksanaannya yaitu di kelas 8F jam pelajaran ke 2 pukul 07.50 s.d
08.30 WIB pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Sedangkan observasi
kepada guru ke-2, yaitu Ibu Eny Yuswidha, S.Pd., dilakukan pada hari Jumat, 12
November 2021. Adapun tempat pelaksanaannya yaitu di kelas 7H jam pelajaran ke 1
pukul 06.45 s.d 07.30 WIB. Berikut adalah hasil supervisi kunjungan kelas berdasarkan
observasi yang dilakukan.
| 32
Tabel 3.4 Hasil Observasi Guru 1 Skor
16 Guru 2 Rata-Rata
Aspek yang Diamati 12
20 16 16
Kegiatan Pendahuluan 20 12 12
Guru Menguasai Materi yang Diajarkan 16 16 18
Guru Menerapkan Strategi Pembelajaran yang Mendidik 20 20
Guru Menerapkan Pendekatan Saintifik 8 16 16
Guru Melakukan Motivasi Kepada Peserta Didik dalam 20
Pembelajaran 46
Guru Melaksanakan Penilaian Autentik 20 20 20
Guru Memanfaatkan Sumber Belajar/Media dalam
Pembelajaran 12 20 20
Guru Memicu dan/atau Memelihara Keterlibatan Peserta Didik
dalam Pembelajaran 4 12 12
Guru Menggunakan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam 148
Pembelajaran 93 02
Guru Mengakhiri Pembelajaran dengan Efektif Baik 136 142
Sekali 85 89
Jumlah Skor Baik Baik Sekali
Nilai
Kategori
Hasil observasi melalui kunjungan kelas secara umum rata-rata ke dua guru
yang disupervisi mendapatkan skor 89 pada kategori sangat baik. Keterbatasan waktu
dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) merupakan sebuah tantangan bagi
guru untuk mengemas pembelajaran yang menarik bagi siswa. Solusi yang diambil
oleh guru yaitu menerapkan blended learning dengan tetap memanfaatkan Learning
Management System yaitu kelas virtual melalui Microsoft Teams.
Ketercapaian wellbeing student tergambar dengan jelas dari tanggapan siswa
pasca mengikuti pembelajaran. Data ini berdasarkan testimoni siswa yang direkam
dalam bentuk video. Tanggapan siswa dalam pembelajaran guru ke-1, “setelah
mendapatkan pembelajarannya Pak Safak, saya menjadi mengerti penerapan
matematika dalam kehidupan sehari-hari”. Sedangkan tanggapan siswa dalam
pembelajaran guru ke-2, “pembelajaran bu eny menyenangkan, dan materi yang
diajarkan lengkap, materi yang diajarkan tidak membosankan”.
c) Pasca Observasi
| 33
Kegiatan pasca observasi dilaksanakan setelah tahapan observasi selesai
dilakukan. Adapun metode yang dipakai adalah wawancara dengan santai di taman
sekolah yang disepakati. Berikut adalah rangkuman hasil wawancara pasca observasi.
Tabel 3.5 Hasil Pasca Observasi
Pertanyaan Jawaban Guru 1 Jawaban Guru 2
Bagaimana pendapat Saya merasa senang dapat Saya sangat senang, karena anak-
saudara setelah memberikan pembelajaran anak sangat terlihat antusias
menyajikan pelajaran ini? matematika dengan mengkaitkan mengikuti pembelajaran hari ini.
pada permasalahan kehidupan
Apakah proses Menurut saya, sesuai dengan Proses pembelajaran menurut saya
pembelajaran sudah perencanaan sudah sesuai dengan apa yang saya
sesuai dengan yang rencanakan
direncanakan?
Dapatkah saudara Siswa dapat mengikuti dengan Siswa antusias megikuti
menceritakan hal-hal baik pembelajaran pembelajaran dengan aktif bertanya
yang dirasakan atau menjawab
memuaskan dalam proses
pembelajaran tadi?
Bagaimana perkiraan Tujuan pembelajaran dapat Menurut saya dalam pembelajaran
tercapai, mengingat peserta pertemuan ini tujuan pembelajaran
saudara mengenai didik dapat megikuti dengan dapat tercapai
baik tahapan pembelajaran
ketercapaian tujuan Kesulitan yang dialami siswa Kesulitan siswa yang dirasakan
yaitu keterbatasan ruang gerak yaitu belum semuanya mengakses
pembelajaran? untuk mendemonstrasikan hasil materi yang telah di unggah dalam
belajarnya LMS
Apa yang menjadi Salah satu yang menjadi Kesulitan saya yaitu adanya
tantangan saya adalah keterbatasan ruang gerak dalam
kesulitan siswa? mengkaitkan matematika dengan PTMT ini
berbagai elemen kehidupan
Apa yang menjadi sehingga materi lebih Alternatifnya siswa dapat
kesulitan saudara? kontekstual mengamati dari jauh dengan tetap
- mempertimbangkan jaga jarak
Adakah alternatif lain Hal yang sudah baik antara lain,
Pembelajaran sudah sangat dengan contoh yang lebih
untuk saudara mengatasi baik, melibatkan peserta didik kontekstual menjadikan siswa
baik aktivitas dan penggunaan antusias mengikuti pembelajaran.
kesulitan saudara? media IT. Yang perlu Yang perlu ditingkatkan yaitu
ditingkatkan salah satunya dokumentasi penilaian dan
Mari bersama-sama kita penggunaan alat pelajaran yang manajemen waktu
sesuai dengan kebutuhan siswa Pada pertemuan selanjutnya saya
identifikasi hal yang Selalu menanyakan hambatan akan lebih memperhatikan
atau kesulitan kepada peserta manajemen waktu
sudah baik dan hal yang didik dalam pembelajaran
perlu peningkatan,
berdasarkan kegiatan
yang baru saja dilakukan
dan pengamatan saya?
Dengan demikian, apa
yang akan saudara
lakukan untuk pertemuan
berikutnya?
| 34
Kesan Umum: Dengan adanya supervisi Pembelajaran sangat baik, terima
Saran: kunjungan kelas ini menjadikan kasih atas sarannya untuk
saya untuk menampilkan lebih menyiapkan media kontekstual
dari biasanya. dalam pembelajaran
7. Tindak Lanjut
Catatan oleh calon pengawas sekolah sebagai tindak lanjut dilakukan baik
kepada guru ke-1 atau guru ke-2 yang disupervisi. Kepada guru ke-1, Bapak
Muhammad Safak, S.Si., yaitu “Pembelajaran sudah berlangsung sangat baik. Guru
melibatkan peran peserta didik dalam menggunakan media belajar yang
memanfaatkan teknologi. Akan tetapi guru juga harus perlu menyiapkan alternatif
ketika terjadi sebuah permasalahan”. Catatan kepada guru ke-2, Ibu Eny Yuswidha,
S.Pd., yaitu “pembelajaran sudah berlangsung dengan baik, hanya saja perlu
memperhatikan manajemen waktu. Sehingga pembelajaran dapat berlangsung utuh”.
Catatan ini berdasarkan hasil pengamatan dan analisis observasi yang dilakukan calon
pengawas sekolah. Harapannya pembelajaran yang sudah sangat baik dapat
dipertahakan menjadi lebih sempurna lagi.
8. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data pada tahapan pra observasi, observasi dan
pasca observasi dapat disimpulkan bahwa guru telah berhasil untuk menerapkan
pembelajaran yang memotivasi siswa. Hal ini berdasarkan hasil wawancara atau
testimoni siswa setelah mengikuti pembelajaran. Selain itu, guru juga telah berhasil
memfasilitasi pembelajaran aktif, hal ini dapat dilihat pada partisipasi siswa dalam
pembelajaran pada saat kunjungan kelas. Siswa antusias mengikuti pembelajaran dan
bersemangat untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Ketercapaian pelaksanaan
program pengawasan berupa pembinaan guru melalui supervisi akademik ini dapat
dilihat pada tabel 3.6 berikut.
Tabel 3.6 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program Pembinaan
Aspek yang Diamati Skor
Obsv. 1 Obsv. 2 Rata-Rata
| 35
Calon pengawas sekolah melaksanakan pembinaan dengan 4 4 4
humanis
Calon pengawas sekolah melaksankan dengan tahapan pra 4 3 3,5
observasi, observasi dan pasca observasi
Saya mendapatkan masukan yang menjadi pembaharuan dalam 4 3 3,5
keterampilan mengajar
Saya merasa senang setelah mendapatkan pembinaan dari calon 4 4 4
pengawas sekolah
Saya merasa termotivasi setelah mendapat pembinaan dari 4 4 4
calon pengawas sekolah
20 18 19
Jumlah Skor 100 90 95
Nilai Sangat Sangat Sangat
Baik Baik Baik
Kategori
Berdasarkan rekapitulasi hasil monev pada tabel 3.6 di atas, dapat
disimpulkan bahwa pencapaian pelaksanaan program pembinaan melalui supervisi
akademik di SMP Negeri 1 Lumajang dapat dikategorikan Sangat Baik atau pada skor
rata-rata yaitu 95. Guru merasa senang setelah disupervisi, karena dapat mengetahui
kelebihan dan kekurangan ketika melaksanakan pembelajaran.
9. Rekomendasi
Berdasarkan tindak lanjut dan simpulan sebagaimana telah diuraikan di atas,
maka rekomendasi dari program ini sebagai berikut.
a) Pembinaan guru melalui supervisi akademik sangat penting untuk dilakukan
secara konsisten dan kontinyu baik oleh kepala sekolah maupun pengawas
sekolah. Karena, telah terbukti dapat meningkatkan profesionalitas guru terutama
dalam keterampilan dasar mengajar. Supervisi secara administrasi pembelajaran
penting, tetapi supervisi penerapan atau pelaksanaan dari sebuah perencanaan
pembelajaran jauh lebih penting.
b) Penerapan pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa sangat penting untuk
terus dikembangkan, karena dapat menumbuhkan wellbeing student. Dengan rasa
bahagia, maka harapannya siswa lebih termotivasi dari dalam untuk selalu belajar,
sehingga hasil belajar dapat meningkat.
| 36
c) Penggunaan media pembelajaran yang kontekstual dan pemanfaatan IT dalam
pembelajaran sangat penting dilakukan oleh guru untuk menciptakan
pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
B. Pelaksanaan Penilaian Kinerja
1. Deskripsi Persiapan Pembinaan Guru
Program pengawasan penilaian kinerja dilaksanakan pada OJT 2 hari ke 13
sampai dengan hari ke 17. Pada program penilaian kinerja terdiri atas pelaksanaan
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) dan pelaksanaan analisis hasil Penilaian
Kinerja Guru (PKG) yang telah dilakukan oleh kepala sekolah. Adapun persiapan yang
dilakukan yaitu koordinasi dengan kepala sekolah terkait waktu pelaksanaan,
mempersiapkan instrumen penilaian, dan koordinasi dengan sekretaris Tim PKG dan
PKB. Pelaksanaan analisis hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang telah dilakukan
oleh kepala sekolah dengan melakukan wawancara kepada Ibu Eko Pinuji, S.Pd.,
selaku Sekretaris Tim PKG dan PKB SMP Negeri 1 Lumajang.
2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tempat pelaksanaan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)
kepada kepala sekolah magang 1 yaitu Bapak Mohamad Ismantoro, S.Pd., dilakukan
di Ruang Kepala Sekolah dan Ruang Teacher Learning Center (TLC) SMP Negeri 1
Lumajang. Waktu pelaksanaan selama dua hari yaitu pada hari Senin dan Selasa, 15
dan 16 November 2021 mulai pukul 10.30 s.d 13.00. Sedangkan pelaksanaan analisis
hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) dilakukan selama tiga hari yaitu hari Rabu, Kamis,
dan Jumat, 17, 18, dan 19 November 2021. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 3.7 di
bawah ini.
Tabel 3.7 Rincian Kegiatan Pelaksanaan PKKS dan Analisis PKG
No Kegiatan Pelaksanaan
Hari/Tanggal Tempat
1. PKKS dari Atasan Senin, 15 November 2021 Ruang Kepala Sekolah dan
Langsung Teacher Learning Center
(TLC)
| 37
2. PKKS Unsur Orang Tua Senin, 15 November 2021 Lobi SMP Negeri 1
Lumajang
Siswa Ruang Guru
Ruang Kelas
3. PKKS Unsur Guru Selasa, 16 November 2021 Lobi SMP Negeri 1
Lumajang
4. PKKS Unsur Siswa Selasa, 16 November 2021 Ruang Tamu SMP Negeri 1
Lumajang
5. PKKS Unsur Dunia Selasa, 16 November 2021 -
-
Usaha
6. Wawancara dengan Rabu, 17 November 2021
Sekretaris PKG
7. Pengolahan Data Kamis, 18 November 2021
8. Analisis Hasil PKG Jumat, 19 November 2021
3. Sasaran Penilaian Kinerja
Sasaran penilaian kinerja ini terdiri atas dua kegiatan, pertama adalah
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) yaitu Bapak Mohamad Ismantoro, S.Pd.
Kegiatan yang kedua yaitu menganalisis hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang telah
dilakukan oleh kepala sekolah, dalam hal ini sebagai narasumber Kepala SMP Negeri
1 Lumajang dan Sekretaris Tim PKG dan PKB. Sekretaris dipilih mengingat Ketua
Tim PKG dan PKB merupakan Calon Pengawas Sekolah. Berikut adalah profil singkat
tentang sasaran penilaian kinerja.
Tabel 3.8 Profil Sasaran Penilaian Kinerja
No Nama NIP Jabatan, Pangkat/Gol.
1. Mohamad Ismantoro, 19660210 198702 1 003 Pembina TK.I/IVb
S.Pd.
2. Eko Pinuji, S.Pd. 19740729 199802 2 001 Pembina TK.I/IVb
4. Pendekatan dan Metode
Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan penilaian kinerja ini yaitu
kolaboratif. Pada pendekatan ini baik supervisor (calon pengawas sekolah) maupun
kepala sekolah bersama-sama, bersepakat untuk menetapkan proses, waktu, prosedur
penyajian dokumen yang diperlukan dan instrumen PKKS dalam melaksanakan proses
penilaian kinerja kepala sekolah. Perilaku supervisor (calon pengawas sekolah) adalah
menginformasikan dan menjelaskan tujuan dan kriteria PKKS, mendengarkan
masukan dari kepala sekolah, menilai kinerja kepala sekolah dan melakukan negosiasi.
Adapun metode yang digunakan yaitu wawancara, studi dokumen, dan kuesioner.
| 38
Prinsip dalam pelaksanaan PKKS dan PKG ini yaitu obyektif, terukur, akuntabel,
partisipatif, dan transparan.
Untuk menilai kinerja kepala sekolah pada kompetensi keprbadian dan sosial,
calon pengawas menggunakan metode wawancara dan pengamatan baik secara
langsung maupun secara tidak langsung. Untuk menilai kinerja kepala sekolah pada
kompetensi Manajerial, Pengembangan Kewirausahaan, dan Supervisi Guru dan
Tendik, calon pengawas menggunakan metode dokumentasi dan wawancara.
Sedangkan untuk menilai kinerja kepala sekolah pada kompetensi Kewirausahaan,
calon pengawas menggunakan metode dokumentasi, wawancara dan kuesioner.
5. Hasil Penilaian Kinerja
a. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) merupakan serangkaian proses
pengumpulan fakta, pengolahan, analisis dan interpretasi data sebagai unjuk kerja
kompetensi seorang kepala sekolah (Dirjen GTK Kemendikbud, 2020). Pelaksanaan
PKKS dilakukan selama dua hari yaitu hari senin dan selasa, 15 dan 16 November
2021. Adapun hasil penilaiannya sebagai berikut.
Tabel 3.9 Hasil PKKS Kompetensi Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi
No Kompetensi Kepala Sekolah Kode PKKS Skor Rata-Rata
1. Manajerial PKKS 1 3,72
2. Kewirausahaan PKKS 2 3,44
3. Supervisi Guru dan Tenaga PKKS 3 4,00
Kependidikan
Total 11,16
NKKS = (Total Skor/12) x 100 93,00
Berdasarkan tabel di atas, nilai kinerja kompetensi kepala sekolah dari unsur
manajerial, kewirausahaan dan supervisi yaitu 93,00. Langkah berikutnya yaitu
menggabungkan hasil nilai di atas dengan perolehan nilai sosial dan kepribadian dari
unsur guru, siswa dan orang tua. Sebagaimana hasil pada tabel 3.10 berikut.