The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Laporan RTLPP ini merupakan rangkaian tugas akhir dalam Diklat Calon Pengawas Sekolah di Kabupaten Lumajang pada Tahun 2021. Semoga menginspirasi. Terima kasih untuk lagu latarnya kepada : https://www.youtube.com/channel/UCDewa-cKyD_HSvmF2VoEfSw

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by wahyupurwanto1986, 2021-12-06 22:23:28

RTLPP - Wahyu Purwanto, S.Pd., M.Pd. - Kab. Lumajang

E-Laporan RTLPP ini merupakan rangkaian tugas akhir dalam Diklat Calon Pengawas Sekolah di Kabupaten Lumajang pada Tahun 2021. Semoga menginspirasi. Terima kasih untuk lagu latarnya kepada : https://www.youtube.com/channel/UCDewa-cKyD_HSvmF2VoEfSw

Keywords: RLPP

| 39

Tabel 3.10 Hasil PKKS

No Penilaian Hasil Penilaian Proporsi Nilai

1. Atasan (Pengawas Sekolah) 93,00 70% 65,10

2. Rerata Kuesioner Guru 93,75 10% 9,38

3. Rerata Kuesioner Siswa 89,58 10% 8,96

4. Rerata Kuesioner Orang Tua 81,25 10% 8,13

Nilai PKKS 100% 91,56

Ketidak Hadiran Tanpa Keterangan 2,92 Hari

Persentase Nilai PKKS dari Kehadiran 99,47%

Nilai Akhir PKKS 91,07

Sebutan Nilai Persentase Kinerja 125% Amat Baik

Angka Kredit Per Tahun 37,19

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai akhir dari Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
SMP Negeri 1 Lumajang yaitu Bapak Mohamad Ismantoro, S.Pd. sebesar 91,07. Nilai
tersebut dikategorikan kinerja Amat Baik. Secara rinci hasil PKKS dapat dillihat pada
lampiran (Lampiran 3.5:188).
b. Menganalisis Hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang Dilakukan oleh Kepala

Sekolah
Analisis hasil PKG di SMP Negeri 1 Lumajang berdasarkan data penilaian

kinerja guru tahun sebelumnya yaitu tahun 2020. Hal ini terjadi karena untuk PKG
tahun 2021 belum dilakukan ketika program pengawasan ini dilakukan. Pelaksanaan
analisis hasil PKG dilakukan selama tiga hari yaitu hari senin dan selasa, 17, 18 dan 19
November 2021. Adapun hasilnya sebagai berikut.

Tabel 3.11 Hasil Analisis PKG

No Nama Guru Skor Nilai Predikat Temuan Rekomendasi

1 TRI MARHAENI 46 82,14 Baik Perlu meningkatkan Mengikuti

PRIHATINI, S.Pd. kemampuan dalam Bimtek

menyusun penilaian Evaluasi

dan evaluasi Pendidikan

2 Drs. SUMARJI, 50 89,29 Baik Perlu meningkatkan Mengikuti

M.Pd. pengembangan diri workshop atau

melalui PKB MGMP

3 EKO PINUJI 50 89,29 Baik - Meningkatkan
pengembangan
ANDAYANI, S.Pd. diri
berkelanjutan

| 40

4 Dra. SITI 50 89,29 Baik Perlu meningkatkan Mengikuti
Baik kemampuan dalam Bimtek
MAHMUDAH Baik menyusun penilaian Evaluasi
Baik dan evaluasi Pendidikan
5 SRI WIGATI, 50 89,29 Perlu meningkatkan Mengikuti
M.Pd. Baik kemampuan dalam Bimtek
Baik menyusun penilaian Evaluasi
6 ABDUL GHONI, 50 89,29 dan evaluasi Pendidikan
M.Pd. Baik Perlu meningkatkan Mengikuti
kemampuan dalam Bimtek
7 EKO 49 87,50 Baik menyusun penilaian Evaluasi
PURWANTORO, dan evaluasi Pendidikan
M.Pd. Baik Perlu meningkatkan Mengikuti
Baik kemampuan dalam Bimtek atau
8 Drs. 49 87,50 Baik menyusun penilaian workshop
SAHRUWARDI Baik dan evaluasi serta Evaluasi
Baik meningkatkan PKB Pendidikan
9 CHUSNUL 47 83,93 Perlu meningkatkan Mengikuti
kemampuan dalam Bimtek
CHOTIMAH, S.Pd. menyusun penilaian Evaluasi
dan evaluasi Pendidikan
10 DIDIK SYAMSUL 49 87,50 Perlu meningkatkan Mengikuti
HADI, S.Pd. kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
11 TUG 46 82,14 dan evaluasi serta Evaluasi
KHAIRIYAH, meningkatkan PKB Pendidikan
S.Pd. Perlu meningkatkan Menambah
kompetensi dalam tugas tambahan
12 ENY YUSWIDHA, 48 85,71 berkomunikasi dengan sebagai
S.Pd. peserta didik pembina
ekstrakurikuler
13 Drs. R. MAIZIR 47 83,93 Perlu meningkatkan Mengikuti
ACHMADDYN'S kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
14 NURUL 48 85,71 dan evaluasi serta Evaluasi
HIDAYATI, S.Pd. meningkatkan PKB Pendidikan
Perlu meningkatkan Mengikuti
15 MUHAMMAD 45 80,36 pengembangan diri workshop atau
SAFAK, S.Si. melalui PKB MGMP
Perlu meningkatkan Mengikuti
16 ADI WINARTO, 47 83,93 pengembangan diri workshop atau
S.Pd. melalui PKB MGMP
Perlu meningkatkan Mengikuti
pengembangan diri workshop atau
melalui PKB MGMP
Perlu meningkatkan Mengikuti
pengembangan diri workshop atau
melalui PKB MGMP
Perlu meningkatkan Mengikuti
kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop

| 41

17 SITI NUR 'AINI, 47 83,93 Baik dan evaluasi serta Evaluasi
S.Kom. Baik meningkatkan PKB Pendidikan
Baik Perlu meningkatkan Mengikuti
18 Drs. GANGSAR 48 85,71 Baik kemampuan dalam Bimtek atau
WAHYUDI Baik menyusun penilaian workshop
Baik dan evaluasi serta Evaluasi
19 WAHYU 49 87,50 Baik meningkatkan PKB Pendidikan
PURWANTO, 47 83,93 Baik Perlu meningkatkan Mengikuti
S.Pd., M.Pd. Baik pengembangan diri workshop atau
Baik melalui PKB MGMP
20 KHUSNAINI, Perlu meningkatkan Mengikuti
S.Pd. Baik pengembangan diri workshop atau
melalui PKB MGMP
21 VIVIN NUR 50 89,29 Perlu meningkatkan Mengikuti
kemampuan dalam Bimtek atau
AFIDAH, M.Pd. menyusun penilaian workshop
dan evaluasi serta Evaluasi
22 EMI CHUSNAINI, 46 82,14 meningkatkan PKB Pendidikan
M.Pd. - Meningkatkan
pengembangan
23 MUSTHOFAH, 46 82,14 Perlu meningkatkan diri
S.Ag. pengembangan diri berkelanjutan
melalui Profesionalitas Mengikuti
24 IWAN HADI 46 82,14 Keprofesionalan workshop atau
Berkelanjutan MGMP
SANTOSO, S.Pd. Perlu meningkatkan
kemampuan dalam Mengikuti
25 DJAINURI, S.Pd. 44 78,57 menyusun penilaian Bimtek atau
dan evaluasi serta workshop
26 SUNARYO, S.Pd. 45 80,36 meningkatkan PKB Evaluasi
Perlu meningkatkan Pendidikan
kemampuan dalam Mengikuti
menyusun penilaian Bimtek atau
dan evaluasi serta workshop
meningkatkan PKB Evaluasi
Perlu meningkatkan Pendidikan
kemampuan dalam Mengikuti
menyusun penilaian Bimtek atau
dan evaluasi serta workshop
meningkatkan PKB Evaluasi
Perlu meningkatkan Pendidikan
kemampuan dalam Mengikuti
menyusun penilaian Bimtek atau
dan evaluasi serta workshop
meningkatkan PKB Evaluasi
Pendidikan

27 OCTA DYATNA 43 76,79 Perlu meningkatkan Mengikuti
PURI RAHAYU, kemampuan dalam Bimtek atau
S.Pd. menyusun penilaian workshop

| 42

28 VIVIN 43 76,79 Baik dan evaluasi serta Evaluasi
Baik meningkatkan PKB Pendidikan
ERFANIYAH, S.S. Baik Perlu meningkatkan Mengikuti
Baik kemampuan dalam Bimtek atau
29 INDIKA 43 76,79 Baik menyusun penilaian workshop
LIDIASTUTIK, Baik dan evaluasi serta Evaluasi
S.Pd. Baik meningkatkan PKB Pendidikan
Baik Perlu meningkatkan Mengikuti
30 FUAD AGUNG 43 76,79 Baik kemampuan dalam Bimtek atau
SETIAWAN, S.Pd. menyusun penilaian workshop
dan evaluasi serta Evaluasi
31 DIAN YUNITA 43 76,79 meningkatkan PKB Pendidikan
KARTIKASARI, Perlu meningkatkan Mengikuti
S.Pd. kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
32 AFDUK 43 76,79 dan evaluasi serta Evaluasi
ZAMZAMI, S.Pd. meningkatkan PKB Pendidikan
Perlu meningkatkan Mengikuti
33 APRILIA 43 76,79 kemampuan dalam Bimtek atau
NINGRUM, S.Pd. menyusun penilaian workshop
dan evaluasi serta Evaluasi
34 IKA ILMA 43 76,79 meningkatkan PKB Pendidikan
Perlu meningkatkan Mengikuti
NURJANNAH, kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
S.Pd. dan evaluasi serta Evaluasi
meningkatkan PKB Pendidikan
35 LISA ROSALINA, 43 76,79 Perlu meningkatkan Mengikuti
S.Pd. kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
36 PRIMA ALTHUR 43 76,79 dan evaluasi serta Evaluasi
ANGGUNNIA meningkatkan PKB Pendidikan
SARI, S.Pd.I. Perlu meningkatkan Mengikuti
kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
dan evaluasi serta Evaluasi
meningkatkan PKB Pendidikan
Perlu meningkatkan Mengikuti
kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
dan evaluasi serta Evaluasi
meningkatkan PKB Pendidikan
Perlu meningkatkan Mengikuti
kemampuan dalam Bimtek atau
menyusun penilaian workshop
dan evaluasi serta Evaluasi
meningkatkan PKB Pendidikan

| 43

Berdasarkan data pada tabel 3.11 di atas, rata-rata perolehan nilai PKG di SMP Negeri

1 Lumajang yaitu dengan skor 46 dengan nilai 83 atau dikategorikan Baik. Apabila

dianalisis berdasarkan indikator setiap kompetensi diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 3.12 Hasil PKG Setiap Kompetensi

No Kompetensi Rata-Rata Skor

1. Pedagogik 3,32

2. Kepribadian 3,99

3. Sosial 3.58

4. Profesional 2,72

Hasil analisis PKG setiap kompetensi menggambarkan bahwa kompetensi tertinggi
yang dicapai guru di SMP Negeri 1 Lumajang yaitu kompetensi kepribadian dengan
skor sebesar 3,99. Sedangkan kompetensi terendah yaitu kompetensi profesional
sebesar 2,72. Data penunjang lain terkait pelaksanaan PKG di SMP Negeri 1 Lumajang
dapat dilihat dengan adanya SK Tim PKG dan Jadwal pelaksanaannya (Lampiran
4.1:230), serta Laporan PKG.
6. Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil PKKS di SMP Negeri 1 Lumajang, maka tindak lanjutnya
adalah sebagai berikut.
a) Kegiatan PKKS sangat perlu ditingkatkan pelaksanaannya dengan menggunakan

instrumen yang sesuai aturan dan berstandar nasional.
b) Kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi terendah yang dicapai yaitu

kompetensi pengembangan kewirausahaan di sekolah.
c) Kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi terendah dari unsur orang tua

siswa.
Berdasarkan analisis hasil PKG di SMP Negeri 1 Lumajang, diperoleh data

kompetensi terendah yaitu pada sub indikator lima (5) tentang guru melakukan
penelitian, mengembangkan karya inovasi, dengan perolehan skor terendah yaitu
0,667. Oleh karenanya dapat dirumuskan tindak lanjut sebagai berikut.
a) Mengadakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang berupa workshop.
b) Mengadakan in house training tentang penyusunan penelitian.

| 44

c) Mengadakan kegiatan ilmiah tentang karya inovasi pembelajaran.
7. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data PKKS diperoleh data bahwa Kepala SMP
Negeri 1 Lumajang berkinerja amat baik. Hal tersebut berdasarkan hasil penilaian
dengan berdasarkan data dan fakta dari dokumen yang telah diperiksa dan dinilai
dengan acuan instrumen PKKS. Ketercapaian pelaksanaan program pengawasan
berupa penilaian kinerja kepala sekolah ini dapat dilihat pada tabel 3.13 berikut.

Tabel 3.13 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program PKKS

Aspek yang Diamati Skor
Obsv. 1 Rata-Rata

Saya mendapatkan unsur kebaharuan dalam pelaksanaan PKKS 4 4,00

berdasarkan informasi calon pengawas sekolah

Calon pengawas sekolah melaksanakan penilaian secara 4 4,00

obyektif

Calon pengawas sekolah memberikan masukan dan bimbingan 4 4,00

terhadap dokumen yang kurang

Calon pengawas sekolah menginformasikan hasil PKKS 4 4,00

Calon pengawas sekolah memberikan motivasi dan semangat 4 4,00

kepada kepala sekolah yang dinilai

Jumlah Skor 20 20,00

Nilai 100 100

Kategori Sangat Sangat

Baik Baik

Rekapitulasi hasil monev pada tabel 3.13 di atas, menunjukkan bahwa pencapaian
pelaksanaan program PKKS di SMP Negeri 1 Lumajang dapat dikategorikan Sangat
Baik yaitu pada skor 100. Kepala sekolah merasa senang setelah di nilai, karena dapat
mengetahui kelebihan dan kekurangan ketika melaksanakan tugasnya.

Berdasarkan hasil analisis data hasil PKG diperoleh data bahwa guru SMP
Negeri 1 Lumajang rata-rata berkinerja baik. Hal tersebut berdasarkan hasil penilaian
PKG yang telah dilakukan oleh kepala sekolah. Ketercapaian pelaksanaan program
pengawasan berupa analisis hasil PKG yang telah dilakukan kepala sekolah ini dapat
dilihat pada tabel 3.14 berikut.

| 45

Tabel 3.14 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program Analisis Hasil PKG

Aspek yang Diamati Skor
Obsv. 1 Rata-Rata

Saya mendapatkan unsur kebaharuan dalam pelaksanaan PKG 4 4,00

berdasarkan informasi calon pengawas sekolah

Hasil laporan PKG telah dilakukan analisis oleh calon 4 4,00

pengawas sekolah

Hasil laporan PKG mendapatkan temuan permasalahan dari 4 4,00

calon pengawas sekolah

Hasil laporan PKG telah dilakukan rekomendasi oleh calon 3 3,00

pengawas sekolah

Calon pengawas sekolah memberikan masukan terhadap hasil 4 4,00

pelaksanaan PKG di sekolah

Jumlah Skor 19 19,00

Nilai 95 95,00

Kategori Sangat Sangat

Baik Baik

Rekapitulasi hasil monev pada tabel 3.14 di atas, menunjukkan bahwa pencapaian
pelaksanaan program analisis hasil PKG di SMP Negeri 1 Lumajang dapat
dikategorikan Sangat Baik pada skor 95. Tim PKG merasa senang setelah di nilai,
karena dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan ketika melaksanakan tugasnya.
8. Rekomendasi

Berdasarkan tindak lanjut dan simpulan sebagaimana telah diuraikan di atas,
maka rekomendasi dari program ini sebagai berikut.
a) Digitalisasi data dan dokumen pendukung PKKS perlu dilakukan oleh sekolah,

sehingga akan semakin mempermudah penilaian.
b) Kepala sekolah untuk melengkapi dokumen pelaksanaan PKG dalam bentuk foto

atau video kegiatan penilaian.
c) Perlu mengikutsertakan Tim Penilai PKG dalam Bimtek Penilaian Kinerja Guru.
d) Perlu menerbitkan surat tugas disamping SK Tim PKG untuk menjalankan tugas

penilaian.

| 46

C. Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) Profesional Guru Sesuai dengan
Masalah Utama Pembelajaran yang Telah Disusun

1. Deskripsi Pelaksanaan Bimlat
Program pengawasan berupa Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat)

profesional guru sesuai dengan masalah utama pembelajaran melalui workshop
direncanakan dilakukan pada OJT 2 pada hari ke 18, 20, 21, dan 22. Latar belakang
pelaksanaan bimlat berdasarkan analisis rapor mutu. Masalah utamanya yaitu peserta
didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan pengamatan terhadap
pembelajaran seluruh mata pelajaran, hanya 40% siswa yang aktif dalam pembelajaran.
Indikator keaktifan tersebut yaitu bertanya atau menjawab pada saat pembelajaran,
menyampaikan pendapat, dan pengumpulan tugas tepat pada waktunya. Hal tersebut
terjadi secara berkelanjutan sejak pembelajaran secara dalam jaringan melalui tatap
muka maya dengan microsoft teams, sampai saat ini dengan pembelajaran tatap muka
terbatas (PTMT).

Terkait dengan hal di atas, data hasil analisis raport mutu sekolah menyatakan
bahwa di SMP Negeri 1 Lumajang memiliki kekuatan yaitu yang pertama tersedianya
sarana IT, salah satunya tersedianya 250 tablet yang dapat dipinjam oleh siswa.
Keterbatasan guru dalam penggunaan media IT. Yang kedua, 98% guru sudah mampu
mengoperasikan komputer/laptop. Yang ketiga, 100% guru memiliki android. Dan
yang keempat, hanya 3,40% atau 26 siswa dari 765 yang meminjam tablet ke sekolah
karena tidak mempunyai gawai.

Terkait Bimlat yang dilakukan yaitu melalui Workshop the Power of Edu
Games (Peningkatan Pemanfaatan Media IT dalam Pembelajaran). Workshop the
power of edu games adalah bimbingan pelatihan yang dilakukan oleh pengawas
sekolah sebagai alternatif untuk mengatasi permasahan pembelajaran yang terjadi
melalui workshop selama 31 JP dengan moda luring in-on-in. Sedangkan yang
dimaksud keterampilan pemanfaatan media IT adalah kompetensi yang dimiliki oleh
guru untuk memiliki kemampuan lebih memanfaatkan IT dalam pembelajaran dengan
berbagai variasi.

| 47

2. Waktu dan Tempat
Pelaksanaan Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) melalui Workshop the

Power of Edu Games dilaksanakan sesuai rencana pada jadwal pelaksanaan RTLPP
yaitu pada OJT 2 hari ke 18, 20, 21, dan 22. Tepatnya yaitu hari Sabtu, Senin, Selasa,
dan Rabu pada 20, 22, 23, dan 24 November 2021. Akan tetapi, ada tambahan
pelaksanaan yaitu pada hari Rabu, 10 November 2021 yaitu pembukaan workshop oleh
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, yaitu Bpk. Drs. Agus Salim, M.Pd.
Berikut adalah alur pelaksanaan kegiatan ini.

Gambar 3.1 Alur Pelaksanaan kegiatan Pembimbingan dan Pelatihan

Adapun tempat pelaksanaan kegiatan secara in 1 dan in 2 dilakukan di ruang
Laboratorium Matematika di SMP Negeri 1 Lumajang, dan kegiatan on dilakukan di
kelas guru masing-masing di SMP Negeri 1 Lumajang sesuai jadwal mengajar di
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ataupun secara daring melalui Microsoft
Teams sebagai Learning Management System. Secara rinci waktu dan tempat
pelaksanaan Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) melalui Workshop the Power of
Edu Games (Peningkatan Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) sebagai berikut.

| 48

Tabel 3.15 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Bimlat melalui Workshop tentang The Power of Edu Games

No. Hari/ Waktu Kegiatan Penjab Tempat
Pelaksanaan
Tanggal 09.30 – 10.00 • Regristasi Peserta • Staf Tata Ruang
1. Hari 1 Laboratorium
Matematika
Pembukaan Usaha SMP Negeri 1
10.00 – 10.15 • Pembukaan • MC Lumajang

• Menyanyikan Lagu Ruang Kelas
SMP Negeri 1
Indonesia Raya Lumajang

• Do’a • Petugas Doa Ruang Kelas
SMP Negeri 1
• Pembukaan Kepala • Drs. Agus Lumajang

Dinas Pendidikan Salim, M.Pd. Ruang
Laboratorium
kabupaten Lumajang Matematika
SMP Negeri 1
10.15 – 10.45 • Kebijakan Umum • Drs. Agus Lumajang

2. Hari 2 Salim, M.Pd.
10.00 – 10.30 • Konsep the Power of • Wahyu

In Service 10.30 – 11.30 Edu Games Purwanto,
1 • Pemanfaatan S.Pd., M.Pd.
(In 1)
Aplikasi Quizziz

dalam

Pembelajaran

11.30 – 12.00 Ishoma
12.00 – 13.00 • Pemanfaatan

Aplikasi Live Work

Sheet dalam

Pembelajaran
13.00 – 14.00 • Pemanfaatan

Aplikasi Wordwall

dalam

Pembelajaran

14.00 – 15.00 • Pemanfaatan

Aplikasi

Quizwhizzer dalam

Pembelajaran

3. Hari 3 dan On 1 (Jam • Pengembangan the

4 Pembelajaran) Power of Edu

On Service Games

1 • Praktik
(On 1) Implementasi

Pengembangan the

Power of Edu

Games dalam

4. Hari 5 Pembelajaran
10. 00 – 12.30 • Diseminasi Praktik • Wahyu

In Service Baik Implementasi Purwanto,

2 Pengembangan the S.Pd., M.Pd.

(In 2) Power of Edu

Games dalam

Pembelajaran

• Refleksi

| 49

3. Sasaran Bimlat
Sasaran pada program Bimlat profesional guru sesuai dengan masalah utama

pembelajaran ini adalah guru di SMP Negeri 1 Lumajang sejumlah 38 orang. Secara
rinci sebagai berikut.

Tabel 3.16 Sasaran Bimlat

No Guru Laki-Laki Perempuan Jumlah
1. Mata Pelajaran 16 19 35
2. Bimbingan Konseling 1 2 3
17 21 38
Jumlah

4. Pendekatan dan Metode

Pendekatan dalam program Bimlat profesional guru sesuai dengan masalah

utama pembelajaran melalui workshop yaitu keterampilan proses dan

andragogi.pendekatan proses dan andragogi adalah pendekatan dengan jalan pemikiran

dan prinsip pembelajaran orang dewasa (Kemendikbud Ristek, 2021). Menurut

Knowles (1980), mengatakan bahwa prinsip pendekatan andragogi sebagai berikut.

Tabel 3.17 Prinsip Pendekatan Andragogi

Prinsip Penjelasan

Keterlibatan Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan

penilaian pada saat pembelajaran

Pengalaman Pengalaman (termasuk kesalahan) menjadi dasar pada

aktivitas pembelajaran

Relevansi dan Dampak Orang dewasa paling tertarik untuk mempelajari pembelajaran

Bagi Kehidupan yang memiliki relevansi dan dampak secara langsung pada

pekerjaan atau kehidupan pribadi mereka

Berpusat pada Masalah Pembelajaran orang dewasa lebih berpusat pada masalah

daripada berorientasi pada konten

Metode dalam pelaksanaan program Bimlat profesional guru sesuai dengan
masalah utama pembelajaran ini yaitu workshop. Adapun workshop sebagai gagasan
inovatif dalam kegiatan Pembimbingan dan Pelatihan yang dilakukan di SMP Negeri
1 Lumajang yaitu Bimlat melalui Workshop the Power of Edu Games (Peningkatan
Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran).

| 50

5. Target Keberhasilan
Target keberhasilan dalam Bimlat melalui Workshop the Power of Edu Games

(Peningkatan Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) sebagai berikut.
a) Terlaksananya Workshop the Power of Edu Games (Peningkatan Pemanfaatan IT

dalam Pembelajaran).
b) Terlaksananya pemanfaatan IT sebagai media dalam pembelajaran di kelas.
c) Keterlaksanaan Bimlat melalui Workshop the Power of Edu Games (Peningkatan

Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) minimal 80%.
6. Hasil Pelaksanaan Bimlat
a) Pembukaan

Kegiatan Bimlat melalui Workshop the Power of Edu Games (Peningkatan
Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) dimulai pada hari Rabu, 10 November 2021 yang
dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, yaitu
Bapak Drs. Agus Salim, M.Pd., mulai pukul 09.30 s.d 10.45 WIB. Pembukaan ini
sebagai bentuk kolaborasi dengan peserta Calon Kepala Sekolah yang juga mengikuti
Diklat dan melaksanakan workshop dengan teman yang berbeda. Berikut adalah data
workshop di SMP Negeri 1 Lumajang yang dikemas dalam tajuk Pembelajaran
Paradigma Baru.

Tabel 3.18 Rangkaian Workshop Pembelajaran Paradigma Baru

No Kegiatan Pelaksana Waktu Narasumber

1. Workshop the Power of Edu Wahyu Pembukaan: 10 • Drs. Agus Salim,

Games (Peningkatan Purwanto, S.Pd., November 2021 M.Pd.

Pemanfaatan IT dalam M.Pd. In 1: 20 • Wahyu Purwanto,
Pembelajaran)
November 2021 S.Pd., M.Pd.

On 1: 22 dan 23

November 2021

In 2: 24

November 2021

2. Peningkatan Kemampuan Guru Rofi’a Indahwati, 10 dan 11 • Muhammad Safak,

dalam Melaksanakan M.Psi. November 2021 S.Si.

Pembelajaran Berbasis HOTS

3. Pembuatan Lembar Kerja Didik Syamsul 15 dan 16 • Sochif Prasetya,

Peserta Didik (LKPD) Digital Hadi, S.Pd. November 2021 S.Pd., M.Si..

untuk Meningkatkan

Kompetensi Guru

| 51

b) Pelaksanaan In-1
Pelaksanaan In 1 kegiatan Bimlat melalui Workshop the Power of Edu Games

(Peningkatan Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) dimulai pada hari Sabtu, 20
November 2021 mulai pukul 10.30 s.d 15.30 WIB. Peserta pada pertemuan ini hadir
38 guru yang terdiri atas 36 guru mata pelajaran dan 2 guru bimbingan konseling.
Tempat pelaksanaan kegiatan ini yaitu di Ruang Laboratorium Matematika SMP
Negeri 1 Lumajang.

Perangkat pelaksanaan workshop yang sudah dipersiapkan dalam bentuk
undangan, buku panduan, lembar kerja, dan materi dapat di akses pada QR Code
berikut.

Gambar 3.2 QR Code Hyperlink Perangkat Pelaksanaan Workshop

Perangkat pelaksanaan kegiatan Bimlat melalui Workshop the Power of Edu Games
(Peningkatan Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) dikemas dari media PowerPoint
yang di integrasikan ddengan hyperlink material yang sudah tersimpan dalam google
drive. Langkah berikutnya yaitu menyimpan dokumen PowerPoint dalam bentuk pdf.
Berikut adalah gambar perangkat pelaksanaan sebagaimana QR Code pada gambar 3.2
.

| 52

Gambar 3.3 Tampilan Hyperlink Perangkat Pelaksanaan Workshop

Awal pertemuan In 1, peserta sudah terbagi menjadi delapan kelompok sesuai
dengan rumpun mata pelajaran. Materi pada pertemuan ini, dibahas tentang konsep the
power of edu games dalam pembelajaran. Sebelum materi dimulai narasumber
melakukan apersepsi dengan memberikan sebuah video tayangan yang memotivasi
peserta untuk melakukan inovasi. Langkah berikutnya mengkaitkan kondisi
pembelajaran yang idel dan hasil survei yang telah dilakukan dalam pembelajaran di
SMP Negeri 1 Lumajang berdasarkan pesepsi siswa. Materi berikutnya yaitu
pemanfaatan aplikasi Quizziz dalam pembelajaran, pemanfaatan aplikasi Wordwall
dalam pembelajaran, pemanfaatan aplikasi Live Work Sheet dalam pembelajaran, dan
pemanfaatan aplikasi Quizwhizzer dalam pembelajaran.

Pada kegiatan ini, peserta diajak untuk secara langsung praktik menerapkan
edu games sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing. Peserta
mencoba secara langsung aplikasi edu games online yaitu Quizziz, Wordwall, Live
Works Sheet, dan Quizwhizzer. Penerapan edu games dapat dilakukan pada tahap

| 53

apersepsi, kegiatan inti, penutup ataupun penilaian. Materi dalam workshop ini dapat
di akses pada QR Code berikut.

Gambar 3.4 QR Code Materi Workshop the Power of Edu Games

Pada pertemuan ini, peserta dituntut untuk mengimplementasikan materi Workshop the
Power of Edu Games (Peningkatan Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran).
Implementasi Edu Games dalam pembelajaran diterapkan pada kegiatan On Service 1
(On 1) pada jam mengajar masing-masing peserta.
c) Pelaksanaan On-1

Pelaksanaan kegiatan On Service 1 (On 1) dilakukan pada hari Senin dan
Selasa, 22 dan 23 November 2021. Pelaksanaan kegiatan pada jam mengajar Ibu/Bapak
guru masing-masing pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), dan setiap
pertemuan selama 40 menit. Pembelajaran di SMP Negeri 1 Lumajang dilaksanakan
secara blended learning dengan memanfaatkan Learning Management System
menggunakan media Microsoft Office 365.

Pada kegiatan ini calon pengawas sekolah melaksanakan pembimbingan dan
pemantauan pelaksanaan melalui kunjungan kelas. Pembimbingan dilaksanakan pada
waktu luang di luar jam mengajar. Oleh karena itu, inovasi yang juga dilakukan oleh
calon pengawas sekolah yaitu ngantor di sekolah. Calon pengawas sekolah dapat

| 54

melaksanakan pembimbingan secara penuh terhadap kendala atau permasalahan yang
dialami oleh peserta. Berdasarkan perencanaan, pembimbingan bagi guru dilakukan
secara tatap muka langsung selama dua hari yaitu pada hari Senin dan Selasa atau 22
dan 23 November 2021 sesuai jadwal di On 2. Akan tetapi, dikarenakan pada hari
Selasa, 23 November juga dijadwalkan OJT-2 Pembimbingan Tahap 2 oleh Pengajar
Diklat, maka pembimbingan dilakukan secara daring melalui media Whatsapp. Berikut
sebagi contoh bimbingan secara online.

Gambar 3.5 Tangkapan Layar Pembimbingan Secara Online

Selain pembimbingan, pada saat kegiatan On-2 juga dilakukan pemantauan
kelas untuk melihat sejauh mana penerapan peserta akan materi workshop. Pemantauan

| 55

kelas dilakukan kepada tiga guru berdasarkan kesepakatan pada In-1. Adapun tiga guru
tersebut sebagai berikut.

Tabel 3.19 Pemantauan Implementasi Edu Games dalam Pembelajaran

No Nama Guru Mata Pelajaran Kelas Waktu
PPKn VII F 07.00 – 07.50 WIB
1. Eko Pinuji, S.Pd. IX F 09.00 – 09.40 WIB
2. Siti Nur’aini, S.Kom. Informatika VIII B 09.45 – 10.25 WIB
IPA
3. Emi Chusnaini, M.Pd.

Berdasarkan hasil pemantauan dan observasi ketercapaian pembelajaran
integrasi Edu Games di kelas, diperoleh data sebagai berikut.

Tabel 3.20 Ketercapaian Pembelajaran Integrasi Edu Games

No Kegiatan Uraian Guru 1 Guru 2 Guru 3 Rata-
Rata
1. Persiapan Di isi dengan rincian kegiatan yang dilakukan di persiapan
1,00
1. Guru menyusun RPP 111 1,00

2. RPP telah dilegalisasi KS 111 1,00

3. RPP memuat edu games 3,00
(Quizziz, Live Worksheet, 1 1 1 3,00
wordwall, quizzzwhizzer) 100,00

Jumlah Skor Persiapan 333 1,00

Jumlah Skor Maksimal 333 1,00

Nilai (1) 100 100 100 1,00

2. Pelaksanaan Di isi dengan rincian kegiatan yang dilakukan di persiapan 1,00

1. Kegiatan dilaksanakan sesuai 1 1 1 0,00
dengan jadwal 4,00
5,00
2. Pembelajaran dilaksanakan 1 1 1 80,00
sesuai perencanaan

3. Edu games dilaksanakan 1 1 1
pada proses pembelajaran

4. Guru membimbing 1 1 1
pelaksanaan edu games

5. Guru memberikan arahan 0 0 0
pentingnya bijak ber-IT

Jumlah Skor Persiapan 444
Jumlah Skor Maksimal 555
80 80 80
Nilai (2)

| 56

No Kegiatan Uraian Guru 1 Guru 2 Guru 3 Rata-
3. Hasil Rata

Di isi dengan rincian kegiatan yang dilakukan di persiapan

1. RPP 434 3,67
2. Edu Games 443 3,67
877 7,33
Jumlah Skor Persiapan 888 8,00
Jumlah Skor Maksimal 100 87,5 87,5 91,67

Nilai (3) 280 267,5 267,5 271,67
Jumlah
93,33 89,17 89,17 90,56
Nilai Perolehan (1) + (2) + (3)
Total Nilai Perolehan (nilai Sangat Sangat Sangat Sangat
perolehan: jumlah kegiatan Baik Baik Baik Baik

(3)

Kriteria

Berdasarkan data di atas, dilihat dari perspektif persiapan, pelaksanaan dan
hasil pembelajaran oleh guru telah sangat baik dalam menerapkan edu games.
Pemantauan dari tiga guru menunjukkan rata-rata 90,56 dengan kategori sangat baik.
Selain data dari perspektif pelaksanaan pembelajaran, juga diperoleh data dari
ketercapaian pelaksanaan pembelajaran sebagai pencapaian wellbeing student. Data
diperoleh dari 10 responden (Lampiran 5.15:306) yang mengikuti pembelajaran
integrasi edu games. Berikut adalah hasil pengolahan datanya.

Tabel 3.21 Pencapaian Wellbeing Student (Kebahagiaan Murid) Rata-Rata
No Indikator 3,90
1 Kegiatan Pembelajaran dengan edu games membuat saya tertantang untuk
3,80
mencari hal-hal baru 3,30
2 Kegiatan ini membuat saya menjadi bersemangat setiap pembelajaran 3,70
3,40
3 Kegiatan ini membuat saya lebih bebas beraktifitas 3,70

4 Hubungan saya dengan guru menjadi lebih akrab 3,20
5 Pembelajaran yang disajikan guru benar-benar

membuat saya lebih cepat memahami materi pelajaran
6 Pembelajaran yang disajikan guru membuat saya senang dan nyaman

7 Variasi metode pembelajaran yang disajikan guru saat pembelajaran membuat
kebutuhan belajar saya terpenuhi sesuai dengan gaya belajar

| 57

8 Saya selalu merindukan suasana pembelajaran yang seperti ini, membuat saya 3,70
bahagia dan mudah menaklukkan soal-soal yang terbilang sulit 3,70
3,50
9 Kegiatan pembelajaran ini membuat saya lebih bebas berekspresi
3,80
10 Kegiatan ini membuat saya lebih disiplin dalam mengelola 2,90
waktu dan kegiatan belajar di sekolah dan rumah 4,00
4,00
11 Kegiatan pembelajaran dengan edu games membuat saya lebih senang dalam 50,60
belajar 56,00
90,36
12 Dengan kegiatan edu games saya tidak merasakan bahwa itu mengerjakan soal SB
13 Pembelajaran dengan edu games mengajarkan kepada saya akan dampak

positif penggunaan HP
14 Saya merindukan pembelajaran pertemuan berikutnya dengan game yang baru

Jumlah Skor

Total Jumlah Skor

Hasil (Skor diperoleh : 56 (Skor maksimal) x100)

Kriteria

Berdasarkan data di atas, tingkat wellbeing student (kebahagiaan murid) pasca
dilaksanakan pembelajaran dengan integrasi edu games mendapatkan rata-rata 90,36
atau mendapatkan respon yang Sangat Baik. Siswa merasakan dengan pembelajaran
edu games, mengajarkan kepada mereka akan dampak positif penggunaan handphone.
Selain itu, siswa rata-rata merasakan pembelajaran yang menyenangkan dan
merindukan pembelajaran pertemuan berikutnya dengan edu games yang baru. Akan
tetapi, yang tetap perlu dilakukan oleh guru dalam mengintegrasikan pembelajaran
dengan edu games, guru harus selalu memberikan pendidikan akan bijak ber-IT. Selain
itu, juga memberikan bimbingan bagaimana menggunakan handphone sebagai sarana
belajar, bukan sarana bermain-main saja.

Setelah kegiatan pemantauan kelas dilakukan, calon pengawas sekolah
bersama guru melakukan refleksi secara kolaboratif atas pelaksanaan pembelajaran.
Guru juga merasakan senang ketika mendapatkan solusi atas kelemahan-kelemahan
yang terjadi dalam pembelajaran integrasi edu games.
d) Pelaksanaan In-2

Kegiatan In-2 dalam Workshop the Power of Edu Games (Peningkatan
Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) dilaksanakan pada hari Rabu, 24 November
2021. Kegiatan dilaksanakan di ruang Laboratorium Matematika SMP Negeri 1

| 58

Lumajang pada pukul 10.00 s.d 12.30 WIB. Materi dalam kegiatan in-2 diawali dengan
mengecek kantong tugas yang terkumpul. Berikutnya yaitu, motivasi oleh narasumber
dengan tayangan video tentang teori Friedrich Leopold Goltz tentang “Katak Rebus”,
yang mengajak para peserta untuk selalu berinovasi dan lepas dari zona nyaman.

Kegiatan selanjutnya yaitu presentasi dan diskusi tentang praktik baik
implementasi integrasi edu games dalam pembelajaran. Sebagai perwakilan peserta
pertama yaitu Ibu Eny Yuswidha, S.Pd. Menurut Ibu Eny, siswa sangat antusias ketika
mengikuti pembelajaran dengan edu games. Pada kelasnya mengimplementasikan edu
games dengan aplikasi Quizwhizzer. Adapun tautan yang dapat di ikuti yaitu
https://app.quizwhizzer.com/play?code=17314. Tantangan yang dialami yaitu
persiapan pembelajaran yang membutuhkan waktu. Akan tetapi, persiapan untuk
pembelajaran terbayar rasa lelahnya, ketika para siswa merasa senang ketika belajar
IPS.

Perwakilan peserta berikutnya yaitu Ibu Eko Pinuji Andayani, S.Pd.,
berdasarkan hasil presentasi praktik baik pada pembelajaran PPKn, siswa mengalami
rasa senang dan pembelajaran tidak menjadi monoton. Akan tetapi kendala yang
dialami pada saat pembelajaran yaitu ada siswa yang tidak membawa handphone,
adapula yang tidak mempunyai paket data. Permasalahan tersebut mendapatkan solusi,
bahwa untuk yang tidak membawa handphone dapat meminjam tablet yang ada di
sekolah dan bagi yang tidak mempunyai paket data, dapat mengaktifkan wifi kelas yang
sudah tersedia. Edu games yang dipakai yaitu Live Work Sheet. Adapun tautan yang
dapat diikuti yaitu https://www.liveworksheets.com/xp2650298fs.

Kegiatan yang terakhir pada In-2 ini yaitu refleksi pelaksanaan workshop.
Refleksi digunakan untuk mengukur sejauh mana ketercapaian peserta terhadap
pemahaman dan pengaplikasian materi. Refleksi dilakukan menggunakan bantuan
media google form. Adapun alamat tautan refleksi pelaksanaan Bimbingan Latihan
(Bimlat) melalui Workshop the Power of Edu Games ini yaitu
https://bit.ly/REFLEKSI-TPOEG. Berikut adalah hasilnya.

| 59

Tabel 3.22 Hasil Data Refleksi Kegiatan Workshop Rata-Rata
Uraian 97,37%

Workshop dilaksanakan 5 hari mulai pembukaan pada 10 November, In 1 pada 20 92,63%
November, on 2 pada 22 dan 23 November, dan in 2 pada 24 November 2021 97,37%
Saya dapat memahami materi yang disampaikan
Saya merasakan ada sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi pembelajaran saya di 92,11%
kelas 95,79%
Saya menerapkan edu games hasil workshop dalam pembelajaran
Setelah saya menerapkan edu games, siswa merasakan pembelajaran menjadi 96,84%
menyenangkan
Saya akan mempelajari dan mengembangkan lebih lanjut sebagai bentuk keterampilan 97,89%
memanfaatkan IT dalam pembelajaran
Workshop ini penting bagi saya dalam mengajar dengan menyesuaikan dengan kodrat 98,42%
zaman 94,74%
IT merupakan sebuah tuntutan sesuai kodrat zaman
Edu games dalam penilaian mempermudah tugas saya dalam melakukan analisis hasil 38,95%
penilaian 96,84%
Saya merasa kesulitan dalam mengaplikasikan hasil workshop
Calon pengawas sekolah melakukan pembimbingan dan pendampingan baik langsung 90,81%
maupun online

Rata-Rata

Berdasarkan data pada tabel 3.22 di atas, peserta workshop sejumlah 90,81% telah
sangat baik dalam mengikuti kegiatan ini. Akan tetapi masih terdapat 38,95% yang
masih mengalami kesulitan.
7. Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil pelaksanaan dan refleksi Bimlat melalui Workshop the
Power of Edu Games, maka tindak lanjutnya adalah sebagai berikut.
a) Bagi guru yang masih mengalami kesulitan dalam menerapkan integrasi edu

games dalam pembelajaran, dapat melakukan diskusi bersama dengan teman
sejawat atau tutor sebaya.
b) Guru dapat mengembangkan lebih lanjut berbagai aplikasi edu games lain yang
tersedia secara online.
8. Simpulan

Berdasarkan hasil refleksi, bahwa peserta 90,81% telah dapat
mengaplikasikan workshop the Power of Edu Games sebagai peningkatan keterampilan
memanfaatkan IT dalam pembelajaran. Ketercapaian pelaksanaan program Bimlat

| 60

melalui Workshop the Power of Edu Games (Peningkatan Media IT dalam
Pembelajaran) sebagai berikut.

Tabel 3.23 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Bimlat

No Indikator Observer Rata-Rata
123

1. Workshop dilaksanakan 5 hari mulai pembukaan pada 10

November, In 1 pada 20 November, on 2 pada 22 dan 23 4 4 4 4,00

November, dan in 2 pada 24 November 2021

2. Saya mendapatkan sesuatu yang baru dalam workshop 4 4 4 4,00
ini

3. Workshop ini penting bagi saya dalam mengajar dengan 4 4 4 4,00
menyesuaikan dengan kodrat zaman

4. Workshop ini sangat saya rasakan kebermanfaatan dalam 4 4 4 4,00
pembelajaran

5. Saya merasa kesulitan dalam mengaplikasikan hasil 4 4 3 3,67
workshop

6. Calon pengawas sekolah melakukan pembimbingan dan 4 4 3 3,67
pendampingan

7. Sosok pengawas yang saya rindukan kehadirannya 443 3,67

Jumlah Skor 28 28 25 27,00

Total Jumlah Skor 28 28 28 28,00

Hasil (Skor diperoleh: 56 (Skor maksimal) x100) 100 100 89 96,43

Kriteria SB SB SB SB

Berdasarkan hasil monev sebagaimana tabel 3.23 yang diperoleh dari tiga
observer yang menjadi peserta kegiatan, bahwa ketercapaian pelaksanaan Bimlat rata-
ratanya sebesar 96,43 atau dalam kategori sangat baik.
9. Rekomendasi

Berdasarkan tindak lanjut dan simpulan sebagaimana telah diuraikan di atas,
maka rekomendasi dari program ini sebagai berikut.
a) Integrasi edu games terbukti dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan

bagi siswa, oleh karenanya guru dapat merekomendasikan dalam pembelajaran
selanjutnya.
b) Pengembangan lebih lanjut terkait integrasi edu games dalam pembelajaran dapat
dilakukan melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah (MGMPS) di SMP
Negeri 1 Lumajang.

| 61

D. Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)
Penyusunan proposal penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam RTLPP ini

berjudul “Peningkatan Keterampilan Guru Memanfaatkan Media IT dalam
Pembelajaran melalui Workshop the Power of Edu Games di SMP Negeri 1
Lumajang”. Ketercapaian pelaksanaan penyusunan proposal PTS diperoleh
berdasarkan hasil monev, observer dalam monev ini yaitu pengawas sekolah binaan
dan Kepala SMP Negeri 1 Lumajang. Secara rinci sebagai berikut.

Tabel 3.24 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Penyusunan Proposal PTS

No Indikator Observer Observer Rata-Rata
1 2

1 Calon pengawas sekolah telah menyusun 4 4 4,00

proposal tindakan sekolah

2 Calon pengawas sekolah menyusun proposal

tindakan sekolah berdasarkan permasalahan di 4 4 4,00

sekolah

3 Proposal tindakan sekolah disusun berdasarkan

sistematika pendahuluan (latar belakang, 4 4 4,00

rumusan maslaah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian)

4 Proposal tindakan sekolah disusun berdasarkan

sistematika Kajian Pustaka (kajian teori dan 4 4 4,00
hasil penelitian yang relevan, penyelesaian

masalah)

5 Proposal tindakan sekolah disusun berdasarkan

sistematika Metode Penelitian (subyek, lokasi, 4 4 4,00
waktu, prosedur penelitian, teknik

pengumpulan data, teknik analisis data)

6 Proposal tindakan sekolah disusun berdasarkan

sistematika Daftar Pustaka (sitasi, referensi 5 3 3 3,00

tahun terbaru)

Jumlah Skor 23 23 23,00

Total Jumlah Skor 24 24 24,00

Hasil (Skor diperoleh : 56 (Skor maksimal) 96 96 95,83
x100)

Kriteria SB SB SB

Berdasarkan data monev di atas, ketercapaian dalam pelaksanaan penyusunan PTS
sudah sangat baik dengan skor 95,83.

| 62

Proposal dengan judul “Peningkatan Keterampilan Guru Memanfaatkan
Media IT dalam Pembelajaran melalui Workshop the Power of Edu Games di SMP
Negeri 1 Lumajang ini, terdiri atas tiga bab. Secara rinci sebagai berikut.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi di masa globalisasi ini dan era industri 4.0 sangat

mempengaruhi dunia pendidikan. Pergeseran ini membawa dampak pembelajaran yang
mulanya berorientasi pada penyajian informasi menjadi mencari tahu, pemecahan
masalah, literasi dan kreativitas. Permendiknas RI Nomor 16 (2017) tentang standar
kualifikasi dan kompetensi guru menyatakan bahwa indikator kompetensi pedagogik
yang harus dikuasai oleh guru ada sepuluh komponen, salah satunya yaitu
memanfaatkan IT untuk kepentingan pembelajaran. Kompetensi ini menggambarkan
bahwasannya IT sangat penting untuk dikuasai oleh guru dalam mengajar siswa
generasi digital. Generasi yang hidup dengan IT sebagai sebuah kebutuhan tuntutan
kodrat zaman.

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang menentukan dan
penting mempengaruhi siswa dalam aktivitas pembelajaran. Pendapat ini diperkuat
oleh Rohwati (2012), bahwa upaya yang ditempuh oleh guru untuk mewujudkan
peningkatan aktivitas belajar yaitu dengan penggunaan media pembelajaran yang
menarik dan menyenangkan namun tetap edukatif, salah satunya media pembelajaran
education game atau edugame. Hal ini diperkuat oleh pendapat Alincak (2016) bahwa
game dari perspektif pedagogi merupakan alat yang paling efektif dan penting untuk
pendidikan.

Edugame adalah sebuah permainan edukatif yang menyenangkan yang
menjadi alat pendidikan yang bersifat mendidik (Rohwati, 2016). Adapun salah satu
cara implementasinya yaitu dengan aplikasi berbasis teknologi dan smartphone. Media

| 63

pembelajaran berbasis smartphone mempunyai kelebihan yaitu mudah untuk akses
dimana dan kapan saja (Mohammad, Fayyoumi, dan Al-Shathry, 2015). Oleh
karenanya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di SMP Negeri 1 Lumajang
dengan pertimbangan aspek keunggulan baik dari perspektif guru dan siswa, perlu
dilakukan sebuah alternatif pemecahan masalah.

Sebuah transformasi diri perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu sekolah
dan mengembangkan hasil belajar peserta didik secara holistik sesuai dengan kodrat
zaman. Salah satu program Kemendikbud untuk menjawab tantangan zaman yaitu
merdeka belajar. Tujuan utamanya adalah mewujudkan peserta didik yang memiliki
profil pelajar Pancasila. Akan tetapi, kontradiksi yang terjadi di sekolah yaitu adanya
disparitas antara guru sebagai produk digital immigrants dan siswa sebagai produk
digital natives. Oleh karenanya, hal ini perlu diminimalisir dengan mind set dan
pembelajaran yang sudah seharusnya sesuai dengan kodrat zaman. Upaya itu dapat
dilakukan apabila kepala sekolah dan guru mempunyai kapasitas, meningkatkan dan
mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan IPTEK.
Sebagaimana kewajiban guru dalam Permenpan RB No. 16 (2009).

Menurut Kemendikbud Ristek (2021) salah satu cara cara efektif yang dapat
dilakukan yaitu dengan bimbingan dan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah.
Bimbingan dan pelatihan sangat relevan dengan salah satu tugas utama pengawas
sekolah. Tugas pokok pengawas sekolah adalah melaksanakan kepengawasan
akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program
pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan delapan SNP,
penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, dan evaluasi hasil
pelaksanaan program pengawasan (Permenpan RB No. 14, 2016). Pengawas sekolah
merupakan salah satu komponen penggerak yang mempunyai peranan sangat strategis
dalam mewujudkan peningkatan kualitas mutu pendidikan di sekolah (Dindik Pemprov
Jatim, 2020).

Permasalahan pembelajaran yang terjadi di SMP Negeri 1 Lumajang
berdasarkan hasil analisis raport mutu pada tahun 2020 yaitu peserta didik kurang aktif

| 64

dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan pengamatan terhadap pembelajaran
seluruh mata pelajaran, hanya 40% siswa yang aktif dalam pembelajaran. Indikator
keaktifan tersebut yaitu bertanya atau menjawab pada saat pembelajaran,
menyampaikan pendapat, dan pengumpulan tugas tepat pada waktunya. Hal tersebut
terjadi secara berkelanjutan sejak pembelajaran secara dalam jaringan melalui tatap
muka maya dengan microsoft teams, sampai saat ini dengan pembelajaran tatap muka
terbatas (PTMT).

Terkait dengan hal di atas, data hasil analisis sekolah menyatakan bahwa di
SMP Negeri 1 Lumajang memiliki kekuatan yaitu yang pertama tersedianya sarana IT,
salah satunya tersedianya 250 tablet yang dapat dipinjam oleh siswa. Keterbatasan
guru dalam penggunaan media IT. Yang kedua, 98% guru sudah mampu
mengoperasikan komputer/laptop. Yang ketiga, 100% guru memiliki android. Dan
yang keempat, hanya 3,40% atau 26 siswa dari 765 yang meminjam tablet ke sekolah
karena tidak mempunyai gawai.

Berdasarkan hasil analisis kondisi mutu pendidikan di SMP Negeri 1
Lumajang pada tahun sebelumnya didapatkan hasil, bahwasannya pemilihan dan
penggunaan media yang dilakukan oleh guru kurang bervariasi. Indikatornya adalah
keterbatasan guru dalam penggunaan media IT. Guru dalam mengajar secara daring
dan PTMT sudah menggunakan PowerPoint sebagai media mengajar, tetapi hanya
terbatas untuk handout. Pada akhirnya guru dalam mengajar terjebak mengajar dengan
pendekatan teacher center learning. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan alternatif
pemecahan masalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan
media IT dalam pembelajaran. Oleh karenanya untuk memecahkan permasalahan
pembelajaran yang terjadi maka dilakukan alternatif yaitu melaksanakan Bimlat
melalui workshop the power of edu game untuk meningkatkan keterampilan
pemanfaatan media IT oleh guru di SMP Negeri 1 Lumajang.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian permasalahan pada latar belakang di atas, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini sebagai berikut.

| 65

1. Bagaimanakah penerapan workshop the power of edu games untuk meningkatkan
keterampilan guru memanfaatkan IT dalam pembelajaran di SMPN 1 Lumajang?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut.

1. Mengetahui penerapan workshop the power of edu games untuk meningkatkan
keterampilan guru memanfaatkan IT dalam pembelajaran di SMPN 1 Lumajang.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini, diharapkan juga dapat memberikan manfaat secara teoritis

dan praktis sebagai berikut.
1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi tentang pemanfaatan
media IT, khususnya dalam penerapan edu games. Selain itu juga untuk menambah
wawasan terkait dengan alternatif penggunaan media di tengah tantangan tuntutan
zaman dan kekinian.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi guru

Melalui workshop the power of edu games diharapkan dapat meningkatkan
keterampilan guru memanfaatkan media IT dalam pembelajaran sehingga tercipta well-
being student.
b. Bagi kepala sekolah

Sebagai referensi kepala sekolah untuk menentukan kebijakan yang terkait
dengan pengembangan pembelajaran, khususnya yang terkait dengan peningkatan
pemanfaatan media IT oleh guru. Selain itu juga sebagai dasar untuk menentukan
rencana kebutuhan sekolah pada tahun berikutnya. Kolaborasi antara kepala sekolah
dan pengawas sekolah binaan sangat dibutuhkan.
c. Bagi siswa

Penerapan edu games dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan
wellbeing students. Selain itu, melalui workshop the power of edu games siswa semakin

| 66

memahami pembelajaran dan mengetahui dampak positif handphone serta penggunaan
media digital secara bijak.
d. Bagi sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan
kajian bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sehingga sekolah
mempunyai berbagai alternatif pemecahan permasalahan pembelajaran yang terjadi
sesuai dengan kondisi sekolah.
e. Bagi peneliti selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu
bahan kajian untuk mengembangkan pemanfaatan media IT maupun penerapan media
pembelajaran berbasis edu games yang lainnya.
f. Bagi pemangku kepentingan

Bagi pemangku kepentingan antara lain, Pemerintah Daerah melalui Dinas
Pendidikan Kabupaten Lumajang, LPMP Provinsi Jawa Timur, PPPPTK PKn dan IPS,
serta Dunia Usaha dapat dijadikan sumber referensi terkait dengan pemetaan kebijakan
yang akan direncanakan.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan
1. Keterampilan Guru

Perkembangan teknologi di masa globalisasi ini dan era industri 4.0 sangat
mempengaruhi dunia pendidikan. Pergeseran ini membawa dampak pembelajaran yang
mulanya berorientasi pada penyajian informasi menjadi mencari tahu, pemecahan
masalah, literasi dan kreativitas. Permendiknas RI Nomor 16 (2017) tentang standar
kualifikasi dan kompetensi guru menyatakan bahwa indikator kompetensi pedagogik
yang harus dikuasai oleh guru ada sepuluh komponen, salah satunya yaitu
memanfaatkan IT untuk kepentingan pembelajaran. Kompetensi ini menggambarkan
bahwasannya IT sangat penting untuk dikuasai oleh guru dalam mengajar siswa

| 67

generasi digital. Generasi yang hidup dengan IT sebagai sebuah kebutuhan tuntutan
kodrat zaman.

2. Media Berbasis IT
Dunia pendidikan selalu berkembang seiring dengan berkembangnya dunia.

Begitu juga dengan sarana dan prasarana pendidikan semakin memadai dan semakin
lengkap. Jika dulu sekolah-sekolah menggunakan sarana yang seadanya, saat ini dapat
menggunakan sarana dengan berbagai pilihan, sehingga pembelajaran dapat terlaksana
dengan maksimal. Demikian juga media yang dipakai dalam proses belajar mengajar
semakin banyak.

Media merupakan salah satu cara untuk mempermudah meyampaikan pesan
atau informasi. Terkait terminologi media dalam konteks pembelajaran, Smaldino, dkk.
(2011:7) berpendapat bahwa, "media, bentuk jamak dari perantara (medium),
merupakan sarana komunikasi". Makna dari pengertian tersebut, bahwa media merujuk
pada apa saja yang dapat membawa informasi dan memudahkan menyampaikan pesan
dalam proses belajar.

Pemanfaatan media dalam proses pembelajaran, tentu akan membawa dampak
yang sangat positif terhadap proses kegiatan belajar itu sendiri. Pernyataan tersebut
berdasar pada argumen dari fungsi yang dimiliki media. Media memiliki fungsi antara
lain: (1) mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran, (2) menghindari terjadinya
verbalisme, (3) mengaktifkan siswa, (4) membangkitkan minat belajar siswa, dan (5)
dapat menarik perhatian siswa dalam proses belajar (Ibrahim, dkk., 2006:6).
Penggunaan media dan teknologi dalam proses pembelajaran mengakibatkan potensi
indera pebelajar dapat diakomodasi, sehingga hasil belajar akan meningkat.

Penggunaan media dan model pembelajaran yang menarik dan menantang,
sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses kegiatan
belajar. Hal ini sejalan dengan teori Cone of Experience oleh Dale (1965) sebagai
berikut.

| 68

Gambar 2.1 Kerucut Pengalaman Dale
(Sumber: Dale, 1965:43)

Berdasarkan teori Cone of Experience, semakin konkret atau nyata siswa belajar maka
semakin banyak pengalaman yang diperoleh siswa. Sebaliknya, semakin abstrak siswa
memperoleh pengalaman, maka semakin sedikit pula pengalaman yang diperoleh oleh
siswa.

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang menentukan dan
penting mempengaruhi siswa dalam aktivitas pembelajaran. Pendapat ini diperkuat
oleh Rohwati (2012), bahwa upaya yang ditempuh oleh guru untuk mewujudkan
peningkatan aktivitas belajar yaitu dengan penggunaan media pembelajaran yang
menarik dan menyenangkan namun tetap edukatif, salah satunya media pembelajaran
education game atau edu game. Hal ini diperkuat oleh pendapat Alincak (2016) bahwa
game dari perspektif pedagogi merupakan alat yang paling efektif dan penting untuk
pendidikan.
3. Edu Games

Edu game adalah sebuah permainan edukatif yang menyenangkan yang
menjadi alat pendidikan yang bersifat mendidik (Rohwati, 2016). Adapun salah satu

| 69

cara implementasinya yaitu dengan aplikasi berbasis teknologi dan smartphone. Media
pembelajaran berbasis smartphone mempunyai kelebihan yaitu mudah untuk akses
dimana dan kapan saja (Mohammad, Fayyoumi, dan Al-Shathry, 2015). Oleh
karenanya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di SMP Negeri 1 Lumajang
dengan pertimbangan aspek keunggulan baik dari perspektif guru dan siswa, perlu
dilakukan sebuah alternatif pemecahan masalah.
4. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan kombinasi meliputi unsur-unsur manusiawi,
material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai
tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan terencana. Menurut Hamalik
(2004:27) “belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman
(learning is defined as the modification or strengthening of behaviour through
experiencing)”. Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan
dan bukan suatu hasil atau tujuan.

Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni
mengalami. Slameto (2003:2) mengatakan bahwa “belajar ialah suatu proses usaha
yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya”. Sistem pembelajaran mempunyai tiga ciri utama, yaitu memiliki
rencana khusus, kesaling tergantungan antara unsur-unsurnya, dan tujuan yang hendak
dicapai. Tujuan utama dari sistem pembelajaran adalah agar siswa belajar. Dalam
sistem pembelajaran unsur-unsur yang harus ada adalah siswa, tujuan dan prosedur,
sedangkan fungsi guru dapat dialihkan kepada media pengganti. Unsur dinamis
pembelajaran pada diri guru terdiri dari motivasi membelajarkan siswa dan kondisi
guru siap membelajarkan siswa (Hamalik, 1994:70).
5. Penelitian yang Relevan

Berikut adalah beberapa hasil penelitian yang relevan dengan kajian
permasalahan dalam penelitian ini.

| 70

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan

No Nama Peneliti, Tahun, Variabel Populasi dan Teknik Hasil Penelitian

Judul Sampel Analisis

1. Rohwati. 2012. Educatio Siswa kelas Penelitian Pembelajaran

Penggunaan Education n Game, VII B SMPN Tindakan menggunakan education

Game untuk Hasil 1 Wonosobo game dapat

Meningkatkan Hasil Belajar meningkatkan hasil

Belajar IPA Bilogi belajar, keaktifan siswa

Konsep Klasifikasi dalam pembelajaran,

Makhluk Hidup. penguasaan bahasa serta

penggunaan ICT dalam

pembelajaran

2. Suriyanti, dan Pemanfa Guru IPS Penelitian Kemampuan guru dalam

Thoharudin. 2019. atan Kabupaten Tindakan meilih dan menentukan

Pemanfaatan Media Media Sintang media pembelajaran

Pembelajaran IPS untuk Pembela yang tepat sesuai materi

Meningkatkan jaran, ajar, memanfaatkan

Keterampilan Guru IPS Keteram sumber-sumber yang ada

Terpadu. pilan untuk membuat media

Guru pembelajaran dan inovasi

media pembelajaran

meningkat.

3. Rahmaniati. 2015. Keteram Mahasiswa Kualitatif Pembelajaran dengan

Keterampilan Calon pilan Calon Guru menggunakan media

Guru SD dalam Guru, SD pembelajaran berbasis IT

Menerapkan Media Media mampu meningkatkan

Pembelajaran IPA Berbasis hasil belajar siswa

Berbasis IT terhadap IT, Hasil

Hasil Belajar Siswa Belajar

SDN 5 Panarung

Palangka Raya

B. Pemecahan Masalah
Salah satu cara cara efektif yang dapat dilakukan yaitu dengan bimbingan dan

pelatihan kepada guru dan kepala sekolah (Kemendikbud Ristek, 2021). Bimbingan
dan pelatihan sangat relevan dengan salah satu tugas utama pengawas sekolah. Lebih
lanjut dijelaskan dalam Permenpan RB No. 14 (2016), bahwasannya tugas pokok
pengawas sekolah adalah melaksanakan kepengawasan akademik dan manajerial pada
satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan
pembinaan, pemantauan pelaksanaan delapan SNP, penilaian, pembimbingan dan
pelatihan profesional guru, dan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan.

| 71

Pengawas sekolah merupakan salah satu komponen penggerak yang mempunyai
peranan sangat strategis dalam mewujudkan peningkatan kualitas mutu pendidikan di
sekolah (Dindik Pemprov Jatim, 2020).

Cara sebagai alternatif pemecahan masalah yang dilakukan dalam penelitian
tindakan sekolah ini yaitu menerapkan workshop the power of edu games. Dengan
pemecahan masalah ini, harapannya keterampilan guru dalam memanfaatkan media IT
dan well-being student dapat meningkat. Berikut merupakan struktur program dalam
workshop the power of edugames.

Tabel 2.2 Struktur Program Workshop WAKTU (JP)

NO MATERI 1 JP

A. PROGRAM UMUM 1 JP
1. Kebijakan Umum 2 JP
B. PROGRAM POKOK 2 JP
1. Konsep the Power of Edu Games 2 JP
2. Pemanfaatan Aplikasi Quizziz dalam Pembelajaran 2 JP
3. Pemanfaatan Aplikasi Wordwall dalam Pembelajaran 8 JP
4. Pemanfaatan Aplikasi Live Worksheet dalam Pembelajaran 8 JP
5. Pemanfaatan Aplikasi Quizwhizzer dalam Pembelajaran
6. Pengembangan the Power of Edu Games dalam Pembelajaran 4 JP
7. Praktik Implementasi Pengembangan the Power of Edu Games dalam
1 JP
Pembelajaran 31 JP
8. Diseminasi Praktik Baik Implementasi Pengembangan the Power of Edu

Games dalam Pembelajaran
9. Refleksi

Jumlah Total

Adapun narasumber dalam kegiatan pelaksanaan Workshop tentang The
Power of Edu Games (Peningkatan Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran) ini secara
rinci sebagai berikut.

| 72

Tabel 2.3 Daftar Narasumber Workshop

No Narasumber Unit Kerja Keterangan

1. Drs. Agus Salim, M.Pd. Dinas Pendidikan • Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten

Lumajang

2. Wahyu Purwanto, S.Pd., M.Pd. SMPN 1 Lumajang • Calon Pengawas Peserta

Diklat Calon Pengawas

Sekolah Kab. Lumajang

Tahun 2021

Sedangkan perencanaan jadwal workshop secara rinci sebagai berikut.

Tabel 2.4 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Bimlat melalui Workshop tentang The Power of Edu Games

No. Hari/ Waktu Kegiatan Penjab

Tanggal 09.30 – 10.00 • Regristasi Peserta • Staf Tata
1. Hari 1

10.00 – 10.15 • Pembukaan Usaha
• MC

• Menyanyikan Lagu Indonesia

Raya • Petugas Doa
• Do’a

• Pembukaan Kepala Dinas • Drs. Agus
Pendidikan kabupaten Salim, M.Pd.

10.15 – 10.45 Lumajang • Drs. Agus
• Kebijakan Umum

2. Hari 2 10.00 – 10.30 • Konsep the Power of Edu Salim, M.Pd.
• Wahyu

10.30 – 11.30 Games Purwanto,
• Pemanfaatan Aplikasi S.Pd., M.Pd.

11.30 – 12.00 Quizziz dalam Pembelajaran
12.00 – 13.00 Ishoma
• Pemanfaatan Aplikasi Live

Work Sheet dalam

13.00 – 14.00 Pembelajaran
• Pemanfaatan Aplikasi

Wordwall dalam

14.00 – 15.00 Pembelajaran
• Pemanfaatan Aplikasi

Quizwhizzer dalam

Pembelajaran

3. Hari 3 dan 4 On 1 (Jam • Pengembangan the Power of

Pembelajaran) Edu Games dalam

Pembelajaran

• Praktik Implementasi

Pengembangan the Power of

| 73

4. Hari 5 10. 00 – 12.30 Edu Games dalam • Wahyu
Pembelajaran Purwanto,
• Diseminasi Praktik Baik S.Pd., M.Pd.
Implementasi Pengembangan
the Power of Edu Games
dalam Pembelajaran
• Refleksi

Adapun batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Subyek penelitian ini adalah guru di SMP Negeri Lumajang pada tahun ajaran

2021/2022.
2. Penelitian ini menggunakan workshop the power of edu games.
3. Materi yang diberikan pada guru dalam penelitian ini adalah edu games berupa

Quizziz, Live Work Sheet, WordWall, dan Quizwhizzer.
4. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menggunakan media

IT berbasis edugame.
Beberapa istilah yang perlu dijelaskan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut.
1. Workshop the power of edu games adalah bimbingan pelatihan yang dilakukan oleh
pengawas sekolah sebagai alternatif untuk mengatasi permasahan pembelajaran yang
terjadi melalui workshop selama 31 JP dengan moda luring in-on-in.
2. Keterampilan pemanfaatan media IT adalah kompetensi yang dimiliki oleh guru
untuk memiliki kemampuan lebih memanfaatkan IT dalam pembelajaran dengan
berbagai variasi.

| 74

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Subyek, Lokasi, dan Waktu Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah 38 guru SMP Negeri 1 Lumajang pada

tahun ajaran 2021/2022. Secara rinci sebagai berikut.

Tabel 3.1 Jumlah Guru di SMP Negeri 1 Lumajang

No Guru Laki-Laki Perempuan Jumlah
1. Mata Pelajaran 16 19 35
2. Bimbingan Konseling 1 2 3
17 21 38
Jumlah

Tempat penelitian ini yaitu di SMP Negeri 1 Lumajang. Sekolah ini
beralamatkan di Jalan H.O.S Cokroaminoto No. 159 Kelurahan Tompokersan
Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran
2021/2022. Berikut adalah rencana program pelaksanaan tahapan penelitian.

Tabel 3.2 Tahapan Rencana Penelitian

No Kegiatan Rencana Pelaksanaan
1. Analisis Masalah November 2021
2. Penyusunan Proposal November 2021
3. Pelaksanaan Penelitian Januari 2022
4. Pengolahan Data
5. Pelaporan Hasil Penelitian Februari - Maret 2022
April 2022

B. Prosedur Penelitian
Secara garis besar terdapat tiga tahapan dalam penelitian tindakan sekolah,

yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan pengamatan, (3) observasi, serta

(4) refleksi. Adapun siklus untuk masing-masing tahap seperti pada gambar 3.3.

| 75

Gambar 3.1 Alur PTS
Sumber: Diadopsi dari Arikunto (2011:16)

Apabila pada siklus I sudah mencapai kriteria maka tidak perlu dilanjutkan ke
siklus II. Tetapi apabila hasil refleksi tindakan siklus I belum mencapai kriteria, maka
dilanjutkan pada siklus II dan seterusnya. Pada satu siklus terdiri dari empat pertemuan.
Adapun urutan siklus sebagai berikut.
1. Tahap perencanaan yang meliputi:

a. Melakukan observasi permasalahan pembelajaran.
b. Membuat perencanaan pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan edu

games.
c. Membuat sarana dan prasarana pembelajaran seperti menyiapkan materi,

media, lembar kerja Peserta Didik (LKPD), dan alat lainnya yang mendukung
pembelajaran.
d. Membuat lembar observasi yang digunakan untuk mengamati keterlaksanaan
pembelajaran.
e. Membuat instrumen untuk mengukur peningkatan keterampilan guru
penggunaan media IT

| 76

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan
Pelaksanaan tindakan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan pelaksanaan

pembelajaran yang telah dibuat berdasarkan workshop the power of edu games.
Adapun kolabolatornya adalah kepala sekolah.
3. Tahap Observasi

Tahap observasi dilakukan setelah tahap pelaksanaan dan pengamatan.
Adapun tahap ini dilakukan observasi terkait dengan pelaksanaan tindakan.
4. Tahap Refleksi

Tahap refleksi dilakukan setelah semua tahapan terselesaikan untuk mencari
kelemahan ataupun kelebihan dalam penelitian tibdakan sekolah ini.
C. Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian tindakan sekolah, peneliti berperan sebagai instrumen utama
penelitian. Peneliti dapat melakukan adaptasi aktif terhadap situasi-situasi yang terjadi
saat mengumpulkan data. Pelaksanaan penelitian ini, peneliti dibantu satu observer
yaitu kepala sekolah.

Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi: 1) keterlaksanaan
pembelajaran dengan penerapan media IT berbasis edu games, 2) data tentang respon
siswa, dan 3) data produk media IT berbasis edu games. Paparan mengenai data,
sumber data, teknik pengumpulan data dan alat pengumpul data disajikan dalam tabel
3.3. sebagai berikut.

Tabel 3.3 Data, Sumber Data, Teknik Pengumpulan Data, dan Alat Pengumpul Data

Data Sumber data Teknik Alat
Guru dan siswa Pengumpul Data
Keterlaksanaan 1. Observasi Pengumpul Data
pembelajaran 2. Dokumentasi
1. Lembar observasi RPP

2. Lembar observasi

keterlaksanaan pembelajaran

3. Lembar observasi well-being

students

4. Kamera

Peningkatan Guru 1. Observasi 1. Lembar observasi
keterampilan 2. Dokumentasi
pemanfaatan media IT Keterlaksanaan Workshop the
berbasis edu games
power of edu games

2. Produk

| 77

D. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yang

diperlukan adalah sebagai berikut.
1. Pengamatan/Observasi
2. Produk Edu Games
3. Angket
4. Dokumentasi

Keberhasilan tindakan dalam penelitian ini berdasarkan kriteria yang telah
ditetapkan, yakni tercapainya indikator tindakan. Adapun indikator ketercapaian
tindakan yang digunakan pada siklus I dan seterusnya adalah sebagai berikut.
a. Respon siswa (well-being students) terhadap pengggunaan media IT berbasis edu

games jika hasil analisis menunjukkan kriteria sangat baik dengan nilai rata-rata
minimal 81%.
b. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru menggunakan media IT berbasis edu
games jika hasil analisis menunjukkan kriteria sangat baik dengan nilai rata-rata
minimal 81%.
c. Hasil produk media IT berbasis edu games yang dibuat oleh guru 100%.

Untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan
oleh guru dan respon siswa (well-being students), peneliti menggunakan rumus sebagai
berikut.

Presentase Keberhasilan = jumlah skor yang diperoleh x 100%

jumlah skor maksimum

Sumber: Arikunto (2012:272)

Penguasaan keterlaksanaan kegiatan pembelajaran ditentukan pada persentase
keberhasilan proses yang telah dihitung. Penentuan taraf penguasaan keterlaksanaan
kegiatan pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 3.4.

| 78

Tabel 3.4 Kriteria Keberhasilan Keterlaksanaan Kegiatan Pembelajaran

Nilai rata-rata (%) Kriteria

81-100 Sangat Baik
Baik
61 – 80 Sedang
41 – 60 Buruk
Buruk Sekali
21 – 40
00 – 20

Sumber: Diadopsi dari Riduwan (2015:13)

Sedangkan keterlaksanaan peningkatan keterampilan pemanfaatan media IT
oleh guru, ditentukan berdasarkan produk yang terkumpulkan oleh masing-masing
guru. Adapun pengumpulan produk dilakukan melalui media google form yang
mencakup RPP integrasi edu games, foto/video penerapan, dan link edu games.

DAFTAR PUSTAKA

Alincak. 2016. Evaluation of Opinions of Primary School Teachers on the Method of
Education with Game. European Journal of Physical Education and Sport
Science, 2(3): 81-96.

Arikunto, S. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi.
Jakarta: PT Rineka Cipta.

Dale, E. 1965. Audio-Visual Methods in Teaching (Revised Edition). New York: Holt,
Rinehart and Winston, Ing.

Dindik Pemprov Jatim. 2020. Panduan Kerja Pengawas Sekolah di Era New Normal.
Surabaya: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Hamalik, O. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Adtya Bakti.

Hamalik. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Ibrahim, dkk. 2006. Media Pembelajaran. Malang: Laboratorium Teknologi
Pendidikan UM.

Kemendikbud Ristek. 2021. Buku Panduan Pelaksanaan Pelatihan Implementasi
Pembelajaran di Satuan Pendidikan (In House Training). Jakarta: Dirjen
GTK Kemendikbud Ristek.

| 79

Mohammad, H., Fayyoumi, A., dan Al-Shathry. 2015. Do We have to Prohibit the Use
of Mobile Phones in Classrooms?. International journal of Interactive Mobile
Technologies, 9(2): 54-74.

Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya.

Permendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi
Guru.

Rahmaniati, R. 2015. Keterampilan Calon Guru SD dalam Menerapkan Media
Pembelajaran IPA Berbasis IT terhadap Hasil Belajar Siswa SD-5 Panarung
Palangka Raya. Anterior Jurnal, 15(1): 62-69.

Riduwan. 2015. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandumg: Alfabeta.

Rohmawati. 2021. Penggunaan Education Game untuk Meningkatkan Hasil Belajar
IPA Bilogi Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup. Jurnal Pendidikan IPA
Indonesia, 1(1): 75-81.

Slameto. 2003. Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi (Edisi Revisi). Jakarta:
Rineka Cipta.

Smaldino, dkk. 2011. Instructional Technology and Media for Learning. Terjemahan:
Arif Rahman. Jakarta: Kencana.

Suriyanti, Y., dan Thoharudin, M. 2019. Pemanfaatan Media Pembelajaran IPS untuk
Meningkatkan Keterampilan Guru IPS Terpadu. Jurnal Pengabdian dan
Pemberdayaan Masyarakat, 3(1): 117-121.

| 80

E. Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas Sekolah Berdasarkan Hasil
AKPK
Kompetensi yang ditingkatkan yaitu kompetensi supervisi manajerial.

Indikator kompetensi yang ditingkatkan sebagai berikut.
a) Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka

meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
b) Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas

pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah yang sejenis.
c) Menyusun laporan hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan

program berikutnya.
d) Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi di satuan

pendidikan.
e) Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di

sekolah menengah yang sejenis.

1. Persiapan
Tahap persiapan program peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah

berdasarkan hasil AKPK dilakukan di sekolah magang 2 yaitu SMP Negeri 5
Lumajang. Langkah awal, sebagaimana dijelaskan pada tahap sosialisasi awal kepada
Kepala SMP Negeri 5 Lumajanag pada hari Kamis, 4 November 2021 pada pukul 09.00
s.d 11.30 WIB. Adapun dokumen yang dipersiapkan untuk pelaksanaan yaitu
menyusun pedoman wawancara terkait kompetensi supervisi akademik yang akan
ditingkatkan dan instrumen monitoring ketercapaian pelaksanaan program.
Narasumber utama dalam kegiatan ini yaitu pengawas pembina sekolah magang 2,
yaitu Bapak Drs. Yuddo Suswanto, M.Pd. Persiapan selanjutnya, membuat
kesepakatan kepada pengawas sekolah binaan untuk dilakukan wawancara.
2. Pelaksanaan

Pelaksanaan program peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah
berdasarkan hasil AKPK dilakukan spada OJT 2 hari ke 23 dan 24 selama dua hari.

| 81

Tepatnya dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat, 25 dan 26 November 2021. Sebagai
narasumber utama yaitu pengawas sekolah binaan sekolah magang 2 yaitu Bapak Drs.
Yuddo Suswanto, M.Pd. Berikut adalah profil singkatnya.

Tabel 3.25 Profil Pengawas Pembina Sekolah Magang 2

Profil

No Nama NIP Jabatan, Jabatan
Pangkat/Gol.
Pengawas
1. Drs. Yuddo Suswanto, 19610414 198111 1 001 Pembina Utama Sekolah
Madya
M.Pd. Madya/IVd

Wawancara dilakukan di ruang kepala SMP Negeri 5 Lumajang pada pukul 07.30 s.d
10.00 WIB.

Pada hari pertama bahasan utama dalam peningkatan kompetensi calon
pengawas sekolah berdasarkan hasil AKPK yaitu menggali secara mendalam tentang;
tugas pokok pengawas sekolah, pelaksanaan supervisi di sekolah magang 2, dan profil
sekolah magang 2. Pada hari kedua, bahasan utamanya adalah indikator dalam
kompetensi supervisi manajerial yang akan ditingkatkan.
3. Hasil

Berdasarkan wawancara terhadap peningkatan kompetensi calon pengawas
sekolah berdasarkan hasil AKPK, diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 3.26 Hasil Wawancara Peningkatan Kompetensi Calon Pengawas

No Daftar Pertanyaan Jawaban Inti Narasumber

1. Bagaimana menurut Bapak Konsep umum supervisi manajerial pada dasarnya

konsep umum supervisi melaksanakan supervisi 8 Standar Nasional Pendidikan.

manajerial yang benar? Salah satu di dalamnya ada kompetensi manajerial. Secara

teknis pada Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014. Begitu

juga dapat melihat Buku Pedoman Kerja Pengawas Sekolah

yang dikeluarkan oleh Kemendikbud pada Tahun 2017

2. Bagaimana cara melakukan Metode kaitannya dengan supervisi manajerial lebih dari

supervisi manajerial dengan satu, kita dapat menggunakan metode dokumentasi.

metode, teknik dan prinsip Misalnya dengan melihat dokumentasi sarana dan

yang tepat? prasarana, ada 17 administrasi yang harus dilakukan

sekolah. Yang kedua yaitu metode observasi. Misalnya,

tentang pengembangan lingkungan, pengawas sekolah

dapat melakukan pengamatan akan program sekolah

| 82

seperti pojok baca atau literasi. Baik teknik dan metode

menggunakan pendekatan konstruktivistik profesional.

Karena dunia pendidikan terus berkembang sesuai dengan

kebutuhan. Prinsip-prinsip yang digunakan antara lain,

keterbukaan.

3. Bagaimana cara penyusunan Di dalam menyusun laporan supervisi, setiap pengawas

laporan program pengawasan boleh membuat laporan seperti yang diinginkan, tetapi tetap

manajerial, berikut dokumen- sesuai dengan rambu-rambu yang ada. Pengawas sekolah

dokumen yang menjadi dapat menyusun melalui aplikasi yang dikembangkan. Saya

lampiran laporan, seperti yang pertama kali mengembangkan aplikasi yang saat ini

format instrumen supervisi banyak dipakai oleh pengawas lain ataupun oleh APSI.

manajerial, instrumen Aplikasi yang dihasilkan juga dapat sebagai pengembangan

supervisi manajerial yang telah karir pengawas sebagai penunjang angka kredit kenaikan

diisi, hasil analisis serta pangkat

rekomendasinya?

4. Bagaimana cara penyusunan Dalam program kerja, akan menjelaskan terlebih dahulu

program tindak lanjut hasil tahun sebelumnya yang akan dijadikan program. Hasil

pengawasan sekolah supervisi di sebuah sekolah, kepala sekolah harus tahu,

berdasarkan rekomendasi dari sehingga pada program yang akan datang kepala sekolah

hasil evaluasi pelaksanaan akan tahu melalui sosialisasi program oleh pengawas

program kerja pengawasan sekolah. Di program aplikasi saya, sudah otomatis RTL dan

sekolah sebagai perbaikan evaluasinya dapat keluar berdasarkan angka kuantitatif

program kepengawasan tahun yang telah dimasukkan.

yang akan datang?

5. Bagaimana cara mengevaluasi

pelaksanaan program

pengawasan sekolah secara

komprehensif?

6. Bagaimana cara melakukan Sekolah akan memprogramkan sesuai dengan kebutuhan

pembinaan dan pembimbingan dan hasil supervisi oleh pengawas sekolah yang akan

pengelolaan dan administrasi disesuaikan dengan kondisi keuangan sekolah. Sekolah

pembiayaan pendidikan di apakah akan menggunakan pembiayaan berdasarkan

masing-masing sekolah binaan kebutuhan atau berdasarkan budgeting. Sekolah juga dapat

berdasarkan mengembangkan kompetensi kewirausahaan, contohnya

permasalahan/kebutuhan adalah salah satu sekolah binaan saya yaitu SMP Pelangi

sekolah? Kasih Pasirian yang telah memproduksi tas. Tugas

pengawas berkewajiban memantau 8 standar termasuk

pembiayaan. Pengawas sekolah seharusnya dilibatkan

dalam penyusunan RKAS sekolah. Kegiatan pengawas

seperti pengembangan profesi, disini sekolah bisa

menganggarkan kegiatan seperti workshop atau diklat

pengembangan profesi tentang penelitian tindakan sekolah.

7. Bagaimana cara melakukan Dapat dilakukan dengan memasukan Bimbingan Konseling

pembinaan dan pembimbingan pada struktur kurikulum tatap muka di kelas setiap

terhadap ke enam hal di bawah minggunya. Guru BK dapat berjumpa siswa setiap kelasnya

ini: per minggu. Untuk penyusunan program, pelaksanaan

• cara memasyarakatkan program, mengadministrasi, cara menilai dan tindak lanjut

pelayanan bimbingan dan berdasarkan buku pedoman Bimbingan Konseling.

konseling (BK) kepada

peserta didik,

| 83

• penyusunan program BK

kepada peserta didik,

• cara melaksanakan

program BK,

• cara mengadministrasikan

kegiatan BK,

• cara menilai program BK,

dan

• cara mengadakan tindak

lanjut dari penilaian

tersebut.

Setelah melaksanakan kegiatan ini, pengetahuan dan wawaasan yang saya
dapatkan meningkat terkait dengan supervisi manajerial. Sehingga harapannya dapat
meningkatkan kompetensi, wawasan dan solusi alternatif terhadap permasalahan yang
mungkin terjadi ketika bertugas melakukan supervisi manajerial sebagai pengawas
sekolah.

Ketercapaian pelaksanaan peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah
berdasarkan hasil AKPK, didasarkan pada hasil monev yang dilakukan oleh pengawas
pembina sekolah magang 2. Adapun hasilnya sebagai berikut.

Tabel 3.27 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi
Calon Pengawas Sekolah Berdasarkan Hasil AKPK

Aspek yang Diamati Skor
Ketercapaian

Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka 4,00
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah 4,00
Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi, misi, tujuan dan 4,00
program pendidikan di sekolah
Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk 4,00
melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah 4,00
yang sejenis 3,00
Menyusun laporan hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk 4,00
perbaikan program berikutnya
Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi di satuan
Pendidikan
Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan
konseling di sekolah menengah yang sejenis
Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil
yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam
melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah yang sejenis

| 84

Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan 4,00
hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan
akreditasi sekolah menengah yang sejenis 31
96,87
Jumlah Skor Sangat Baik
Nilai

Kategori

Berdasarkan hasil monev pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa
ketercapaian pelaksanaan peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah
berdasarkan hasil AKPK yang telah dilakukan oleh calon pengawas sekolah dengan
kategori sangat baik atau mendapatkan skor 96,87.

| 85

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Rencana Tindak Lanjut Program Pengawasan (RTLPP) telah dilaksanakan

dengan baik. Indikatornya yaitu, seluruh rangkaian kegiatan yang menjadi program
pengawasan telah dilakukan sesuai program perencanaan. Berikut adalah simpulan dari
setiap program RTLPP yang telah dilaksanakan.
1) Pembinaan guru melalui kegiatan supervisi akademik dilaksanakan pada OJT 2

hari ke 8 sampai dengan 11, Waktu pelaksanaan yaitu pada hari Rabu, 10
November sampai dengan hari Sabtu, 13 November 2021. Pencapaian pelaksanaan
program pembinaan melalui supervisi akademik di SMP Negeri 1 Lumajang dapat
dikategorikan Sangat Baik atau pada skor rata-rata yaitu 95. Guru merasa senang
setelah disupervisi, karena dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan ketika
melaksanakan pembelajaran.
2) Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan analisis hasil Penilaian Kinerja Guru yang
dilakukan oleh Kepala Sekolah. Program pengawasan penilaian kinerja
dilaksanakan pada OJT 2 hari ke 13 sampai dengan hari ke 17. Waktu pelaksanaan
selama dua hari yaitu pada hari Senin dan Selasa, 15 dan 16 November 2021 mulai
pukul 10.30 s.d 13.00. Sedangkan pelaksanaan analisis hasil Penilaian Kinerja
Guru (PKG) dilakukan selama tiga hari yaitu hari Rabu, Kamis, dan Jumat, 17, 18,
dan 19 November 2021. Pencapaian pelaksanaan program PKKS di SMP Negeri
1 Lumajang dapat dikategorikan Sangat Baik yaitu pada skor 100. Kepala sekolah
merasa senang setelah di nilai, karena dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan
ketika melaksanakan tugasnya. pelaksanaan program analisis hasil PKG di SMP
Negeri 1 Lumajang dapat dikategorikan Sangat Baik pada skor 95. Tim PKG
merasa senang setelah di nilai, karena dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan
ketika melaksanakan tugasnya.

| 86

3) Pembimbingan dan Pelatihan (Bimlat) profesional guru dan/atau kepala sekolah
sesuai dengan masalah utama pembelajaran. Pelaksanaan Pembimbingan dan
Pelatihan (Bimlat) melalui Workshop the Power of Edu Games dilaksanakan
sesuai rencana pada jadwal pelaksanaan RTLPP yaitu pada OJT 2 hari ke 18, 20,
21, dan 22. Tepatnya yaitu hari Sabtu, Senin, Selasa, dan Rabu pada 20, 22, 23,
dan 24 November 2021. Akan tetapi, ada tambahan pelaksanaan yaitu pada hari
Rabu, 10 November 2021 yaitu pembukaan workshop oleh Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten Lumajang, yaitu Bpk. Drs. Agus Salim, M.Pd. Berdasarkan
hasil refleksi, bahwa peserta 90,81% telah dapat mengaplikasikan workshop the
Power of Edu Games sebagai peningkatan keterampilan memanfaatkan IT dalam
pembelajaran. Ketercapaian pelaksanaan program Bimlat melalui Workshop the
Power of Edu Games (Peningkatan Media IT dalam Pembelajaran) rata-ratanya
sebesar 96,43 atau dalam kategori sangat baik.

4) Penyusunan proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Berdasarkan hasil
analisis kondisi mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Lumajang pada tahun
sebelumnya didapatkan hasil, bahwasannya pemilihan dan penggunaan media
yang dilakukan oleh guru kurang bervariasi. Indikatornya adalah keterbatasan guru
dalam penggunaan media IT. Berdasarkan permasalahan utama tersebut disusun
proposal peneltian tidandakan sekolah. Penyusunan proposal penelitian tindakan
sekolah (PTS) dalam RTLPP ini berjudul “Peningkatan Keterampilan Guru
Memanfaatkan Media IT dalam Pembelajaran melalui Workshop the Power of Edu
Games di SMP Negeri 1 Lumajang.

5) Peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah berdasarkan hasil Analisis
Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK). Pelaksanaan program
peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah berdasarkan hasil AKPK
dilakukan spada OJT 2 hari ke 23 dan 24 selama dua hari. Tepatnya dilaksanakan
pada hari Kamis dan Jumat, 25 dan 26 November 2021. Sebagai narasumber utama
yaitu pengawas sekolah binaan sekolah magang 2 yaitu Bapak Drs. Yuddo
Suswanto, M.Pd. Hasil monev pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa

| 87

ketercapaian pelaksanaan peningkatan kompetensi calon pengawas sekolah
berdasarkan hasil AKPK yang telah dilakukan oleh calon pengawas sekolah
dengan kategori sangat baik atau mendapatkan skor 96,87

Keterlaksanaan setiap kegiatan RTLPP dapat diperoleh dari hasil monev
keterlaksanaan. Monev dilakukan kepada pengawas sekolah binaan, kepala sekolah,
unsur guru, dan unsur tenaga administrasi sekolah. Berikut adalah hasil rekapitulasi
monev ketercapaian program RTLPP.

Tabel 4.1 Rekap Hasil Monev Pencapaian Pelaksanaan RTLPP

No Kegiatan Uraian Keterlaksanaan Rata-Rata
1. Persiapan KS Guru TAS
Di isi dengan rincian kegiatan yang
dilakukan di persiapan

1. Sosialisasi kegiatan RTLPP 11 1 1
2. Menyusun Tim Kerja 11 1 1
1
3. Menyusun anggaran kegiatan 11 1 1
4. Membuat proposal kegiatan 11 1 1

5. Menentukan sasaran kegiatan 11 1 1
6
6. Menentukan waktu pelaksanaan 6
100
kegiatan 11 1

Jumlah Skor Persiapan 66 6

Jumlah Skor Maksimal 66 6

Nilai (1) 100 100 100

2. Pelaksanaan Di isi dengan rincian kegiatan yang

dilakukan di persiapan

1. Kegiatan dilaksanakan sesuai

dengan jadwal 11 1 1

2. Pelaksanaan kegiatan praktik

pengawasan berjalan sesuai dengan

perencanaan yang dibuat dalam matrik

RTLPP 11 1 1

3. Pelaksanaan kegiatan praktik 1
pengawasan menggunakan pendekatan
dan metode yang sesuai

11 1

| 88

4. Pelaksanaan kegiatan praktik

pengawasan dilaksanakan secara

kolaboratif 11 1 1

5. Pelaksanaan kegiatan praktik
pengawasan dilaksanakan dalam waktu
yang tidak mengganggu tugas pokok
calon pengawas sekolah

No Kegiatan Jumlah Skor Persiapan 11 1 1
3. Hasil Jumlah Skor Maksimal 55 5 5
55 5 5
Nilai (2) 100 100 100 100
Keterangan
Uraian Ketercapaian
KS Guru TAS 4
Di isi dengan rincian kegiatan yang 4
dilakukan di persiapan 44 4 4
44 4 3,67
1. Pembinaan Guru 44 4
2. Penilaian Kinerja 44 3 4
3. Bimbingan dan Latihan 19,67
4. Proposal PTS 44 4
20 20 19 20
5. Peningkatan Kompetensi 20 20 20 98,33
Berdasarkan AKPK 100 100 95 30,67
31 31 30 298,33
Jumlah Skor Persiapan 300 300 295
Jumlah Skor Maksimal

Nilai (3)
Jumlah

Nilai Perolehan (1) + (2) + (3)

Total Nilai Perolehan (nilai 100 100 98 99,44
perolehan: jumlah kegiatan (3)) SB SB SB SB

Kriteria

Berdasarkan hasil monev, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan RTLPP yang
dilakukan berlangsung dengan sangat baik, dengan perolehan nilai berdasarkan monev
yaitu 99,44.
B. Saran dan Rekomendasi

Berdasarkan simpulan yang telah di uraikan di atas, maka saran dan
rekomendasi yang dapat diberikan yaitu:


Click to View FlipBook Version