2. Guru memilih metode yang memungkinkan pencapaian tujuan
pembelajaran pada kondisi darurat.
3. Guru secara kreatif mengembangkan metode pembelajaran aktif yang
disesuaikan dengan karakteristik materi/tema dan karaktersituasi yang
dihadapi Sekolah pada kondisi darurat.
4. Aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah
dilaksanakan bervariasi antar peserta didik, sesuai minat dan kondisi
masing-masing, termasuk mempertimbang kankesenjangan
akses/ketersediaan fasilitas belajar di rumah.
5. Pemberian tugas pembelajaran dilaksanakan dengan
mempertimbangkan konsep belajar dari rumah, yaitu sebagai usaha
memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka beban tugas yang
diberikan kepada peserta didik dipastikan dapat diselesaikan tanpa keluar
rumah dan tetap terjaga kesehatan, serta cuku pnya waktu istirahat untuk
menunjang daya imunitas peserta didik
c. Media dan Sumber Belajar.
Guru menggunakan media yang ada di sekitar lingkungan, dapat berupa
benda-benda yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran
sederhana. Pemilihan media disesuaikan dengan materi/temayang
diajarkan dan tagihan dengan tetap mempertimbangkan kondisi
kedaruratan. Selain itu guru dan peserta didik dapat menggunakan media
dan sumberbelajarantara lain:bukusekolahelektronik (
https://bse.kmendikbud.go.id), sumberbahan ajar pesertadidik, Guru
berbagi (E-Learning Sekolah), aplikasi e -learning Sekolah
(https://elearning.kemendikbud.go.id/), web Rumah Belajar oleh
Pusdatin Kemendikbud(https://belajar.kemdikbud.go.id),
TVRI, TV edukasi Kemendikbud (https:tve.kemendikbud.go.id/live/),
Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC, Kemendikbud
(http://rumahbelajar.id), Tatap muka daring program sapa duta rumah
belajar Pusdatin Kemendikbud (pusdatin.webex.com), Aplikasi daring
untukpaket A,B,C.( http://setara.kemdikbud.go.id/), Guru berbagi (
http://guruberbagi.kemdikbud.go), Membaca digital
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 42
(http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital/), Video
pembelajaran ( Video pembelajaran), Radio edukasi Kemendikbud (
https://radioedukasi.kemdikbud), Ruang guru PAUD Kemendikbud
(http://anggunpaud.kemdikbud), Mobile edukasi - Bahan ajar
multimedia ( https://medukasi.kemdikbud.go.id/meduka), Modul
Pendidikan Kesetaraan (https://emodul.kemdikbud.go.id/), Kursus
daring untuk Guru dari SEAMOLEC (http://mooc.seamolec.org/),
6. Langkah-Langkah Pengelolaan Pembelajaran Masa Darurat
a. Langkah- Langkah Penyiapan sarana pendukung pembelajaran kurikulum
darurat yang dilakukan oleh Sekolah:
1. Melakukan pemetaan/ skrining zona tempat tinggal peserta didik,
pendidik dan tenaga kependidikan untuk menentukan model
pengelolaan pembelajaran dan mengajukan rekomendasi apabila
termasuk pada zona hijau
2. Menetapkan model pengelolaan pembelajaran selama masa darurat
3. Memastikan system pembelajaran yang terjangkau bagi semua peserta
didik termasuk pesertadidik penyandang disabilitas
4. Membuat program pengasuhan untuk mendukung orang tua/wali
dalam mendampingi peserta didik belajar, minimal satu kali dalam
satu minggu melalui materi pengasuhan pada laman
https://sahabatkeluarga. kemdikbud.go.id/laman/.
5. Membentuk tim siaga darurat untuk penanganan COVID-19 di
Sekolah terdiri dari unsur guru, tenaga kependidikan, komite Sekolah,
dan memberikan pembekalan mengenai tugas dan tanggungjawab
kepada tim, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan / gugus tugas
penanganan COVID-19 setempat.
6. Memberikan laporan secara berkala kepada Dinas Pendidikan
Provinsi DKI Jakarta melalui pengawas Sekolah tentang kondisi
kesehatan warga Sekolah, metode pembelajaran yang digunakan (
kelas nyata, daring/luring atau kombinasi), kendala pelaksanaan dan
praktik pelaksanaannya serta capaian hasil belajar peserta didik.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 43
b. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran kurikulum darurat
yang dilakukan oleh guru:
1. Menyiapkan Perencanakan Pembelajaran
a) Sebelum melakukan aktifitas pembelajaran, guru menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun secara
simple/sederhana, mudah dilaksanakan, serta memuat hal-hal
pokok saja namun tetap berpedoman pada permendikbud Nomor
37 tahun 2018.
b) Dalam menyusun RPP, guru merujuk pada SKL, KI-KD dari
materi esensi dan dan Indikator Pencapaian yang diturunkan dari
KD.
c) Guru membuat pemetaan KD dan memilih materi esensi yang
akan di ajarkan kepada peserta didik pada masa darurat.
d) Dalam setiap menyusun RPP, terdapat 3 (tiga) ranah yang perlu
dicapai dan perlu diperhatikan pada setiap akhir pembelajaran,
yaitu dimensi sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.
e) Dimensi sikap mencakup nilai-nilai spiritual sebagai wujud
iman dan takwa kepada Allah Swt, mengamalkan akhlak yang
terpuji dan menjadi teladan bagi keluarga masyarakat dan bangsa,
yaitu sikap peserta didik yang jujur, disipilin, tanggung jawab,
peduli, santun, mandiri, dan percaya diri dan berkemauan kuat
untuk mengimplementasikan hasil pembelajarannya di tengah
kehidupan dirinya dan masyarakatnya dalam rangka mewujudkan
kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
yang lebih baik.
f) Dimensi pengetahuan yaitu memiliki dan mengembangkan
pengetahuan secara konseptual, faktual, prosedural dan
metakognitif secara teknis dan spesifik dari tingkat sederhana,
kongkrit sampai abstrak, komplek berkenaaan dengan
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
masyarakat sekitar, lingkungan alam, bangsa, negara dan kawasan
regional, nasional maupun internasional.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 44
g) Dimensi keterampilan yaitu memiliki keterampilan berpikir
tingkat tinggi dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, dan komunikatif serta mampu bersaing di era global
dengan kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang
dimiliki.
h) Setelah penyusunan RPP selesai dan disahkan oleh kepala
Sekolah, RPP tersebut dapat juga dibagikan kepada orang tua
peserta didik agar orang tua mengetahui kegiatan pembelajaran,
tugas dan target capaian kompetensi yang harus dilakukan
anaknya pada masa darurat.
2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran ( opsi dipilih atau
dimodivikasi sesuai dengan kondisi Sekolah)
a. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Kelas Nyata (tatap
muka)
1) Kegiatan Pendahuluan.
a) Guru menyiapkan kondisi pisik dan psikhis peserta didik
b) Mengucapkan salam dan doa bersama sebelum
mulaipembelajaran
c) Guru menyapa dengan menanyakan kondisi peserta didik
dan keluarganya
d) Guru melakukan Pretest secara lisan.
e) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
f) Guru menyampaikan lingkup materi pelajaran.
2) Kegiatan Inti.
a) Guru mengorganisir pesertadidik dalam pembelajaran.
b) Guru menyampaikan materi pelajaran dan mendiskusikan
bersama pesertadidik.
c) Pesertadidik melakukan kegiatansaintifik yang meliputi:
mengamati, menanya, mencari informasi, menalar/
mengasosiasi, dan mengomunikasikan/ menyajikan/
mempresentasikan.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 45
d) Guru menggunakan media ataualat peraga yang sesuai
dengan karakteristik materi di masa darurat.
e) Hasil pekerjaan peserta didik dapat berupa video, animasi,
portofolio, proyek, produk, gambar, keterampilan, puisi,
cerpen dan lain sebagainya yang memungkinkan
dilaksanakan pesertadidik di masa darurat.
f) Guru member apresiasi terhadap hasil karya peserta didik.
g) Guru melaksanakan penilaian sikap selama aktivitas
peserta didik belajar melalui pengamatan dan/atau
menanyakan kepada orang tua sisiwa.
3) Kegiatan Penutup.
a) Post test, dapatdilakukan dengan tes dan non tes.
b) Guru dan peserta didik melakukan refleksi dengan
mengevaluasi seluruh aktivitas pembelajaran serta
menyimpulkan manfaat hasil pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
c) Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan
informasi kepada peserta didik tentang
materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya dan memberikan pesan moral serta
informasi pandemic covid 19.
d) Penugasan, atau pekerjaan rumah dapatdilakukan secara
individu maupun kelompok dan diberikan secara
memadai sehingga tidak menyita banyakwaktu, tenaga
dan biaya.
e) Doa penutup dan salam
b. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Daring
1) Kegiatan pra pembelajaran
a) Guru menyiapkan nomor telepon pesertadidik atau orang
tua/wali peserta didik dan membuat grup WhatsApp
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 46
(atau aplikasi komunikasi lainnya) sebagai media
interaksi dan komunikasi
b) Guru melakukan diskusi dengan orang tua/ wali dan
peserta didik untuk memastikan orang tua/wali peserta
didik atau peserta didik mendukung proses pembelajaran
daring
c) Memberikan penjelasan tentang materi, media/ aplikasi
yang akan dipakai pembelajaran daring
d) Guru menyiapkan RPP yang sesuai dengan kondisi dan
akses pembelajaran daring.
2) Kegiatan saat pembelajaran
a) Guru memeriksa kehadiran pesertadidik dan pastikan
peserta didik dalam kondisi sehat dan siap mengikuti
pembelajaran
b) Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum
pembelajaran
c) Guru menyampaikan materi sesuai dengan metode yang
direncanakan
d) Guru memberikan kesempatan kepada pesertadidik
untuk bertanya, mengemukakan pendapat dan/atau
melakukan refleksi
3) Kegiatan pasca pembelajaran
a) Setiap peserta didik mengisi lembar aktivitas sebagai
bahan pemantauan belajar harian.
b) Mengingatkan orang tua/wali pesertadidik atau
pesertadidik untuk mengumpukan foto aktifitas/lembar
tugas atau file penugasan
c) Memberikan umpan balik terhadap hasil karya/tugas
pesertadidik/lembar refleksi pengalaman belajar
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 47
d) Kegiatan penutup diakhiri dengan membaca doa, guru
memberikan informasi kepada peserta didik tentang
materi/kompetensi yang akandipelajari pada pertemuan
berikutnya dan memberikan pesan moral serta
informasi tentang pandemic covid 19
c. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara Luring
1. Kegiatan Pra Pembelajaran
a) Guru menyiapkan RPP, bahan ajar, jadwal dan
penugasan
b) Jadwal pembelajaran dan penugasan belajar dikirim
melalui kurir atau diambil oleh orangtua/wali
pesertadidik sekali seminggu di akhir minggu dan atau
disebarkan melalui media komunikasi yang tersedia.
c) Guru memastikan semua peserta didik telah
mendapatkan bahan ajar, lembar jadwal dan penugasan.
d) Guru dan orangtua/wali peserta didik yang bertemu
untuk menyerahkan jadwal dan penugasan diwajibkan
melakukan prosedur keselamatan pencegahan COVID-
19.
2. Saat Pembelajaran
a) Pembelajaran luring dibantu orang tua/wali pesertadidik
sesuai dengan jadwal dan penugasan yang telah
diberikan.
b) Guru dapat melakukan kunjungan kerumah peserta didik
untuk melakukan pengecekan dan pendampingan belajar
dengan wajib melakukan prosedur pencegahan
penyebaran COVID19.
c) Berdoa Bersama sebelum dan sesudah belajar.
3. Pasca Pembelajaran Page 48
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
a) Setiap peserta didik mengisi lembar aktivitas sebagai
bahan pemantauan belajar harian.
b) Orang tua/wali peserta didik memberikan tandatangan
pada tiap sesi belajar yang telah tuntas di lembar
pemantauan harian
c) Memberikan tambahan muatan penugasan yaitu
Pendidikan kecakapan hidup, antara lain mengenai
pandemic COVID-19. Selain itu, menambahkan konten
rekreasional dan ajakan melakukan olahraga/ kegiatan
fisik dalam upaya menjaga kesehatan mental dan fisik
peserta didik selamamasa belajar dari rumah.
d) Hasil penugasan dan lembar pemantauan aktivitas harian
dikumpulkan setiap akhir minggu sekaligus mengambil
jadwal dan penugasan untuk minggu berikutnya yang
dilakukan pengirimannya dapat juga melalui alat
komunikasi atau kurir.
3. Pengelolaan Kelas Masa Darurat (pilihan opsi dapat dipilih
sesuaikan dengan rekomendasi dan kondisi serta melakukan
modifikasi sesuai kondisi Sekolah masing-masing)
a. Pedoman Pengelolaan Kelas pada Sekolah yang berada pada
zona hijau
Kegiatan pembelajaran berbentuk kelas nyata ataut atap muka
dilaksanakan berdasarkan rekomendasi dari pemerintah daerah
setempat atau kemendikbud, dengan alasan bahwa semua
pesertadidik, pendidik dan tenaga kependidikan bertempat tinggal
di zona hijau, namun pelaksanaan proses pembelajaran tetap
mengikuti kepada protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh
pemerintah baik dari segi sarana prasarana, metode pembelajaran
maupun jumlah peserta didik dalam satu kelas, Bila ruangan kelas
tidak mencukupi, maka proses pembelajaran dilaksanakan secara
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 49
sift pagi dan siang sesuai dengan kondisi kedaruratan. Atau
pembelajaran dapat dilakukan dengan membagi menjadi dua
kelompok masing-masing kelompok secara bergiliran dengan
cara melakukan pembelajaran 2 hari tatap muka dan 3 hari secara
daring pada masing-masing kelompok secara bergantian.
Kegiatan pembelajaran kelas nyata/PTM terbatas dimulai sesuai
dengan kondisi dan intruksi Dinas Pendidikan
b. Pedoman Pengelolaan Kelas pada Sekolah yang berada pada
zona merah
1) Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh atau
kelas virtual Dalam Jaringan (Daring) yaitu bagi peserta
didik yang terpenuhi fasilitasnya berupa laptop Hp android
maupun jaringan internet, Sekolah dan guru menggunakan
aplikasi pembelajaran digital dengan menyediakan
menu/pengaturan kelas virtual antara lain Elearning Sekolah
atau GCR, dan/atau aplikasi lain yang sejenis. Pada proses
pembelajaran Daring tatap muka virtual juga dilakukan
melalui video conference, teleconference, dan/atau diskusi
dalam group di media social atau aplikasi pesan, hal tersebut
dilakukan untuk memastikan adanya interaksi/ komunikasi
dua arah antara guru dengan peserta didik.
2) Untuk pembelajaran jarak jauh Luar Jaringan (Luring)
dilaksanakan bagi peserta didik yang belum terpenuhi
fasilitasnya berupa laptop, Hp android maupun jaringan
internet, guru dan peserta didik menggunakan vasilitas melalui
media buku, modul, dan bahan ajar dari lingkungan
sekitar. Selain itu, para peserta didik juga dapat menggunakan
media televisi dan radio atau pengiriman bahan ajar
menggunakan kurir.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 50
3) Dalam pelaksanaan Kegiatan pembelajaran jarak jauh baik
Daring maupun Luring, jadwal kelas diatur secara
proporsional, yaitu dalam sehari hanya ada satu atau dua
kelas virtual atau 30% JP kelas virtual dalam satu mata
pelajaran, hal tersebut dilakukan agar peserta didik tidak
berada di depan komputer/laptop/HP seharian penuh.
Disamping itu juga untuk menghemat penggunaan paket data
internet.
7. Penilaian Hasil Belajar Pada Masa Pandemi
Penilaian hasil belajar pada masa darurat memperhatikan hal-hal sebagai
berikut;
a. Penilaian hasil belajar mengacu pada regulasi/ juknis penilaian hasil
belajar dari Kemendikbud dengan penyesuaian masa darurat.
b. Penilaian hasil belajar mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan dan
aspek keterampilan.
c. Penilaian hasil belajar berbentuk antara laian portofolio, penugasan,
proyek, praktek, tulis dan bentuk lainnya, yang diperoleh melalui tes
daring, dan/atau bentuk asesmen lainnya yang memungkinkan ditempuh
secara jarak jauh dan tetap memperhatikan protocol kesehatan dan/atau
keamanan.
d. Penilaian meliputi penilaian harian (PH), Penilaian Tengah Semester
(PTS), penilaian akhir semester(PAS) dan penilaian akhir tahun (PAT).
e. Penilaian dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna,
dan tidak dipaksakan untuk mengukur ketuntasan capaian kurikulum
secara menyeluruh;
f. Pemberian tugas kepada peserta didik dan penilaian hasil belajar pada
masa Belajar dari Rumah dilaksanakan bervariasi antar peserta didik,
sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan
kesenjangan akses/ketersediaan fasilitas belajar di rumah. Pemberian
tugas diberikan secara proporsional atau tidak berlebihan dengan tujuan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 51
perlindungan kesehatan, keamanan, dan motivasi peserta didik selama
masa darurat tetap terjaga.
g. Hasil belajar peserta didik dikirim ke guru antara lain berupa foto, gambar,
video, animasi, karyaseni dan bentuk lain tergantung jenis kegiatannya
dan yang memungkinkan diwujudkan di masa darurat.
h. Terkait penugasan yang diberikan oleh guru, waktu pembelajaran dan
pengerjaan tugas disesuaikan dengan jadwal ayang/siaran dan waktu
pengumpulan tugas setiap akhir minggu atau disesuaikan dengan kondisi
peserta didik dan ketersediaan waktu peserta didik dan orangtua/wali
i. Dari hasil belajar tersebut, guru melakukan penilaian baik dengan teknik
skala capaian perkembangan, maupun hasil karya.
j. Guru melakukan analisis untuk melihat ketercapaian kompetensi dasar
yang muncul lalu dilakukan skoring.
B. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
Dalam upaya mencapai Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Menengah Atas
Negeri 56 Jakarta mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada kondisi khusus
pandemi Covid-19 dalam proses Kegiatan Belajar Mengajarnya (KBM) mulai dari
kelas X, XI dan XII. Kurikulum 2013 pada kondisi khusus pandemi Covid-19
adalah kurikulum nasional yang telah disederhanakan sesuai dengan kondisi khusus
pada masa pandemi Covid-19 berbasis kompetensi namun tidak mengharuskan
pencapaian target kurikulum. Kurikulum berbasis kompetensi adalah outcomes-
based-curriculum dan oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada
pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Demikian pula penialain hasil
belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan
kurikulum diartikan pencapaian kompetensi yang dirancang dalam dokumen
kurikulum oleh seluruh peserta didik.
Kompetensi untuk kurikulum 2013 darurat masa pandemi Covid-19
dirancang sebagai berikut:
1. Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk
Kompetensi Inti (KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasr
(KD) mata pelajaran.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 52
2. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan (kognitif dan
psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah,
kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti ini adalah kualitas yang harus
dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran KD
yang dioeganisasikan dalam proses pembelajaran peserta didik aktif.
3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik
untuk mata pelajaran di kelas tertentu di SMA/MA.
4. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dijenjang pendidikan dasar diutamakan
pada ranah sikap sedangkan pada jenjang menengah pada kemampuan
intelektual (kemampuan kognitif tinggi).
5. Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements)
Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan
untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti.
6. Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif,
saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata
pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
7. Silabus dikembangkan sebagai rrancangan belajar untuk satu kelas dan satu
mata pelajaran (SMA/MA). Dalam silabus tercantum seluruh KD untuk tema
atau mata pelajaran di kelas tersebut.
8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap KD yang untuk
mata pelajaran dan kelas tersebut.
Proses pembelajaran kurikulum 2013 terdiri atas pembelajaran intra-
kurikuler dan pembelajaran ekstra-kurikuler.
Pembelajaran intra kurikuler didasarkan pada prinsip berikut:
a. Proses pembelajaran intra-kurikuler adalah proses pembelajaran yang
berkenaan dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan
di kelas, sekolah dan masyarakat.
b. Proses pembelajaran di SMA/MA berdasarkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran yang dikembangkan guru.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 53
c. Proses pembelajaran didasarkan atas prinsip pembelajaran peserta didik
aktif untuk menguasai Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti pada
tingkat yang menuaskan (excepted).
d. Proses pembelajaran dikembangkan atas dasar karakteristik konten
kompetensi yaitu pengetahuan yang merupakan konten yang bersifat
mastery dan diajarkan secara langsung (direct teaching), keterampilan
kognitif dan psikomotor adalah konten yang bersifat developmental yang
dapat dilatih (trainable) dan diajarkan secara langsung (direct teaching),
sedangkan sikap adalah konten developmental dan dikembangkan melalui
proses pendidikan yang tidak langsung (indirect teaching).
e. Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat developmental
dilaksanakan berkesinambungan antara satu pertemuan dengan pertemuan
lainnya, dan saling memperkuat antara satu mata pelajaran dengan mata
pelajaran lainnya.
f. Proses pembelajaran tidak langsung (indirect) terjadi pada setiap kegiatan
belajar yanng terjadi di kelas, sekolah, rumah dan masyarakat. Proses
pembelajaran tidak langsung bukan kurikulum tersembunyi (hidden
curriculum) karena sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran
tidak langsung harus tercantum dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru.
g. Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran peserta
didik aktif melalui kegiatan mengamati (melihat, membaca, mendengar,
menyimak), menanya (lisan, tulisan), menganalisis (menghubungkan,
menentukan keterkaitan, membangun cerita/konsep), mengkomunikasikan
(lisan, tulisan, gambar, grafik, tabel, chart dan lain-lain).
h. Pembelajaran remedial dilaksanakan untuk membantu peserta didik
menguasai kompetensi yang masih kurang. Pembelajaran remedial
dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kelemahan yang ditemukan
berdasarkan analisis hasil tes, ulangan dan tugas setiap peserta didik.
Pembelajaran remedial dirancang untuk individu, kelompok atau kelas
sesuai dangan hasil analisis jawaban peserta didik.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 54
i. Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat
formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk
memastiksn penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan.
Pembelajaran ekstra-kurikuler
Pembelajaran ekstra-kurikuler adalah kegiatan yang dilakukan untuk aktivitas
yang dirancang sebagai kegiatan di luar kegiatan pembelajaran terjadwal secara
rutin setiap minggu. Kegiatan ekstra-kurikuler terdiri atas kegiatan wajib dan
pilihan. Misalkan, pramuka adalah kegiatan ekstra-kurikuler wajib. Kegiatan
ekstra-kurikuler adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kurikulum. Kegiatan
ekstra-kurikuler berfungsi untuk:
a. Mengembangkan minat peserta didik terhadap kegiatan tertentu yang tidak
dapat dilaksanakan melalui pembelajaran kelas biasa,
b. Mengembangkan kemampuan yang terutama berfokus pada kepemimpinan,
hubungan sosial dan kemanusiaan, serta berbagai keterampilan hidup.
c. Kegiatan ekstra-kurikuler dilakukan di lingkungan:
1) Sekolah
2) Masyarakat
3) Alam
Kegiatan ekstra-kurikuler wajib dinilai yang hasilnya digunakan sebagai
unsur pendudung kegiatan intra-kurikuler.
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam
bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi
konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata
pelajaran dan beban belajar per Minggu untuk setiap peserta didik . Struktur
kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam
sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.
Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum
yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban
belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.
Struktur kurikulum SMA Negeri 56 Jakarta meliputi subtansi pembelajaran
yang ditempuh dalam jenjang pendidikan selama tiga tahun, meliputi kelas X dan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 55
XI sampai dengan kelas XII. Struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Isi ,
Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Kompetensi Lulusan.
Standar Kompetensi Lulusan sebagai berikut:
Tabel 3 1 . Dimensi Standar Kompetensi Lulusan
No. Dimensi Kompetensi
1. Sikap
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:
1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
2. berkarakter, jujur, dan peduli,
3. bertanggungjawab,
4. pembelajar sejati sepanjang hayat, dan
5. sehat jasmani dan rohani
sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, kawasan regional, dan internasional.
2. Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks berkenaan dengan:
1. ilmu pengetahuan,
2. teknologi,
3. seni,
4. budaya, dan
5. humaniora.
Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri
sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam
sekitar, bangsa, negara, serta kawasan regional
dan internasional.
Faktual
Pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam
sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 56
No. Dimensi Kompetensi
3. Keterampilan
Konseptual
Terminologi/
istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi,
teori,model, dan struktur yang digunakan terkait dengan
pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks
berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait
dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, kawasan regional, dan internasional.
Prosedural
Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan
yang terkait dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma,
metode, dan kriteria untuk menentukan prosedur yang
sesuai berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
dan budaya, terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam
sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan internasional.
Metakognitif
Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri
dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan
teknis, detail, spesifik, kompleks, kontekstual dan
kondisional berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait
dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, kawasan regional, dan internasional.
Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:
1. kreatif,
2. produktif,
3. kritis,
4. mandiri,
5. kolaboratif, dan
6. komunikatif
melalui pendekatan ilmiah sebagai pengembangan dari yang
dipelajari di satuan pendidikan dan sumber lain secara
mandiri
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 57
1. Struktur Kurikulum Kelas X
Mata Pelajaran dan alokasi waktu kelas X peminatan Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai
berikut:
Tabel 3 2 Struktur Kurikulum Kelas X (Masa Pandemi Covid-19)
MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER KET
MINGGU
KELAS
X.MIPA X.IPS
Kelompok A (Umum) Awal Plus Penyes Awal Plus Penyes
uaian uaian
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 33 33
2. Pendidikan Pancasila dan 2 22 2
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 44 4
4 44 4
4. Matematika 2 22 2
2 22 2
5. Sejarah Indonesia
6. Bahasa Inggris
Kelompok B (Umum)
7. Seni Budaya 2 22 2
8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, & 3 33 3
Kesehatan
9. Prakarya dan Kewirausahaan 2 22 2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B 24 24 24 24
per minggu
Kelompok C (Peminatan)
I. Peminatan Matematika dan IPA
10. Matematika 33
33
11. Biologi 33
33
12. Fisika
33
13. Kimia 33
II. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
14. Geografi
15. Sejarah
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 58
16. Sosialogi 3 3
3 3
17 Ekonomi 66
6
18. Lintas Minat dan / atau Pendalaman 6 3
Minat 3
3
1. Peminatan Matematika dan IPA 3
1). Ekonomi
2). Bahasa Jepang
2. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial 33
1). Fisika 33
2).Bahasa Arab
19 Bimbingan Karier (BK ) 11 11
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per 42 1 43 42 1 43
Minggu
2. Struktur Kurikulum Kelas XI
Mata Pelajaran dan alokasi waktu kelas XI peminatan Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam (MIPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai berikut:
Tabel 3 3 Struktur Kurikulum Kelas XI (Masa Pandemi Covid-19)
MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER KET
MINGGU
KELAS
XI MIPA XI IPS
Kelompok A (Umum) Awal Plus Penye Awal Plus Penyes
suaian uaian
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 33 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 22 2
3. Bahasa Indonesia 4 44 4
4. Matematika 4 44 4
5. Sejarah Indonesia 2 22 2
6. Bahasa Inggris 2 22 2
Kelompok B (Umum)
7. Seni Budaya 2 22 2
3 33 3
8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, & 2 22 2
Kesehatan 24 24 24 24
9. Prakarya dan Kewirausahaan
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per
minggu
Kelompok C (Peminatan)
I. Peminatan Matematika dan IPA
10. Matematika 44
44
11. Biologi 44
44
12. Fisika
44
13. Kimia 44
44
II. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial 44
14. Geografi
15. Sejarah
16. Sosialogi
17 Ekonomi
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 59
18. Lintas Minat dan / atau Pendalaman
Minat
1. Peminatan Matematika dan IPA
1). Bahasa dan Sastra Inggris 4 4
2. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial 44
1). Kimia
19 Bimbingan Karier (BK ) 11 11
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per 44 1 45 44 1 45
Minggu
3. Struktur Kurikulum Kelas XII
Mata Pelajaran dan alokasi waktu kelas XII peminatan Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) , Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Ilmu
Budaya dan Bahasa (IBB) adalah sebagai berikut.
Tabel 3 4 . Struktur Kurikulum Kelas XII (Masa Pandemi Covid-19)
ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU
MATA PELAJARAN KELAS KET
XII MIPA XII IPS XII IBB
Penye Peny Penye
Kelompok A (Umum) Awal Plus suaia Awal Plus esuai Awal Plus suaia
n an n
1. Pendidikan Agama dan Budi 3 33 33 3
Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan 2 22 22 2
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 44 44 4
4. Matematika 4 44 44 4
5. Sejarah Indonesia 2 22 22 2
6. Bahasa Inggris 2 22 22 2
Kelompok B (Umum)
7. Seni Budaya 2 2 2 22 2
3
8. Pendidikan Jasmani, Olah 3 3 3 33 2
Raga, & Kesehatan 2 2 2 22 24
24 24 24 24 24
9. Prakarya dan Kewirausahaan Page 60
Jumlah Jam Pelajaran
Kelompok A dan B per minggu
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
Kelompok C (Peminatan) 16 16 16 16 16 16
I. Peminatan Matematika dan 4
4
Sains 4
4
10 Matematika 4
. 4
4
11 Biologi 4
.
12 Fisika
.
13 Kimia
.
II. Peminatan Sosial
14 Geografi 44
. 44
44
15 Sejarah
.
16 Sosialogi
.
17 Ekonomi 4 4
III. Peminatan Ilmu Bahasa dan 44 4
Budaya 4 4
4
18 Bhs dan Sastra Indonesia 4 4 4
44 4
19 Bhs dan Sastra Inggris 4
4 4
20 Bhs Jepang
4
21 Antropologi
Lintas Minat dan / atau 4
4
Pendalaman Minat
22 1. Peminatan Matematika
dan IPA
1). Ekonomi
2. Peminatan Sosial
1). Biologi
3. Peminatan IBB 44
1). Bahasa Arab 11
23 Bimbingan Karier (BK ) 11 11
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus 44 1 45 44 1 45 44 1 45
Ditempuh per Minggu
Sistem pembelajaran yang dilaksanakan di SMAN 56 Jakarta menggunakan
Sistem Paket kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan kondisi khusus pada saat
pandemi covid-19 untuk seluruh jenjang, mulai kelas X, XI dan XII.
Adapun beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang
dibutuhkan oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran dengan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 61
sistem tatap muka daring adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses
interaksi antara peserta didik dan fasilitator/guru. Beban belajar tatap muka danring
setiap jam pelajaran adalah 30 menit untuk penugasan terstruktur dan kegiatan tidak
terstruktur maksimal 60% dari jumlah tatap muka pada mata pelajaran tersebut.
Pertimbangan lainnya pada beban belajar perlunya penambahan jam belajar dari 42
menjadi 43 jam untuk kelas X, sedangkan untuk kelas XI dan XII dari 44 jam
menjadi 45 jam perminggu. Penambahan 1 jam pelajaran BK di setiap jenjang.
Untuk Pelaksanaan Kurikulum pada masa pandemi Covid-19 ini, kami
memberikan beban belajar kepada peserta didik adalah sebagai berikut:
1. Peserta didik mendapatkan materi pembelajaran setiap harinya sebanyak
banyaknya tiga mata pelajaran per hari.
2. Setiap jam pelajaran dengan durasi waktu 30 menit.
3. Tidak menuntut pencapaian target kurikulum pada setiap Kompetensi Dasar.
4. Belajar Tuntas dan menyenangkan
5. Tidak membebani peserta didik dengan tugas tugas yang membuat mereka
berkumpul.
4. Muatan Kurikulum
Muatan kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan
kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan.
Disamping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke
dalam muatan kurikulum SMA Negeri 56 Jakarta.
Muatan Kurikulum SMA Negeri 56 Jakarta terdiri atas mata pelajaran umum
kelompok A, mata pelajaran umum kelompok B, dan mata pelajaran peminatan
akademik kelompok C serta lintas minat. Page 62
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
4.1. Mata pelajaran umum kelompok A merupakan program kurikuler yang
bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan
kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar penguatan kemampuan
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
4.2. Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler yang
bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan
kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang
sosial, budaya, dan seni.
Tabel 3 5 Alokasi Waktu Mata Pelajaran Umum (Masa Pandemi Covid-19)
MATA PELAJARAN Jumlah Jam
Kelompok A (Umum)
3
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 4
3 Bahasa Indonesia 4
4 Matematika 2
5 Sejarah Indonesia 2
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Umum) 2
7 Seni Budaya (termasuk muatan lokal) * 3
8 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
2
(termasuk muatan lokal)
9 Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan 24
lokal)
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu
4.3. Mata pelajaran peminatan akademik kelompok C merupakan program
kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi
pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sesuai dengan minat,
bakat dan/atau kemampuan akademik dalam sekelompok mata pelajaran
keilmuan.Pemilihan peminatan dilakukan peserta didik saat mendaftar pada
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 63
Pendaftaran Online atau PPDB Online. Selain mengikuti mata pelajaran di
peminatan yang dipilihnya.
Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan :
untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan
minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat
keilmuannya di perguruan tinggi,
untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau
keterampilan tertentu.
Dengan menimbang sumber daya, sarana dan prasarana di SMA Negeri 56
Jakarta, struktur mata pelajaran peminatan akademik kelompok C yang
diterapkan dalam kurikulum SMA Negeri 56 Jakarta dikelompokkan menjadi
mata pelajaran Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ,
mata pelajaran Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Peminatan Ilmu
Bahasa dan Budaya (IBB).
Tabel 3 6 Alokasi Waktu Mata Pelajaran Peminatan
MATA PELAJARAN Kelas XII
X XI 24
Kelompok A dan B (Umum) 24 24 4
4
C. Kelompok Peminatan 4
4
Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
4
I 1 Matematika 34 4
4
2 Biologi 34 4
3 Fisika 34 4
4
4 Kimia 34
Page 64
Peminatan Sosial
II 1 Geografi 34
2 Sejarah 34
3 Sosiologi 34
4 Ekonomi 34
Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya
III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia
2 Bahasa dan Sastra Inggris
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
3 Bahasa Jepang 4
4 Antropologi 4
Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman
Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman
Minat 644
Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 12 16 16
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per 42 44 44
minggu
4.4. Lintas minat, struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan
pilihan dalam bentuk pilihan peminatan dan pilihan mata pelajaran lintas
minat dan/atau pendalaman minat.
Mata pelajaran pilihan lintas minat ditentukan berdasarkan :
1. Analisis ketersediaan guru mata pelajaran
2. Jumlah jam tatap muka guru yang ada
3. Isian format pilihan lintas minat dari peserta didik
Setiap peserta didik harus mengikuti mata pelajaran tertentu untuk lintas
minat, maka peserta didik tersebut dapat mengambil mata pelajaran lintas
minat sebanyak 6 jam pelajaran (2 mata pelajaran) pada kelas X dan 4 jam
pelajaran (1 mata pelajaran) pada kelas XI dan XII.
Dua mata pelajaran di Kelompok Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat
yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan.
Kelas X, Untuk Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman
Minat jam pelajaran pilihannya per minggu berdurasi 6 jam
pelajaran yang dapat diambil dengan 2 mata pelajaran pilihan
sebagai berikut:
Program MIPA : Ekonomi dan Bahasa Jepang
Program IPS : Fisika dan Bahasa Arab
Kelas XI, Untuk Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau
Pendalaman Minat jam pelajaran pilihannya per minggu
berdurasi 4 jam pelajaran yang dapat diambil dengan 1 pilihan
sebagai berikut:
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 65
Program MIPA : Bahasa dan Sastra Inggris
Program IPS : Kimia
Kelas XII, Untuk Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau
Pendalaman Minat jam pelajaran pilihannya per minggu berdurasi
4 jam pelajaran yang dapat diambil dengan 1 pilihan sebagai berikut:
Program MIPA : Ekonomi
Program IPS : Biologi
Program IBB : Bahasa Arab
Tabel 3 7 . Alokasi Waktu Lintas Minat Kelas X, XI dan XII
KELAS
NO MAPEL LINTAS
MINAT
X X XI XI XII XII XII
MIPA IPS MIPA IPS MIPA IPS IBB
1 Biologi - - - - - 4-
2 Fisika - 3 - - - --
3 Bahasa Arab 3 - - - -4
4 Ekonomi 3 - - - 4 --
5 Bahasa Jepang 3 - - - - --
6 Bahasa dan Sastra Inggris - - 4 - - - -
7 Kimia - - - 4 - --
Penambahan 1 jam mata pelajaran Bimbingan Konseling sehingga total untuk
kelas X menjadi 43 jam/ minggu sedangkan kelas XI dan XII menjadi 45
jam/minggu.
C. Muatan Lokal
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang
dikembangkan dari kurikulum tahun 2004 dan KTSP 2006 untuk merespon
berbagai tantangan internal dan eksternal bangsa.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 66
Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, maka titik tekan
pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata
kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses
pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian
antara yang sekolah inginkan dengan yang hasilkan. Pengembangan kurikulum
perlu disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya
serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di
masa depan.
Pengembangan Kurikulum 2013 berdasarkan enam prinsip utama, yaitu:
Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan.
Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui
kompetensi inti yang bebas mata pelajaran.
Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai.
Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti.
Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran,
dan penilaian.
Penerapan kurikulum dikembangkan sejalan dengan perubahan yang terus
berjalan baik pada lingkungan internal dan eksternal sekolah dalam menghadapi
globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan.
Berdasarkan peraturan Gubernur nomor 89/2018 tentang Kurikulum
muatan lokal pada jenjang SMA/SMALB/MA/SMK terintegrasi pada mata
pelajaran:
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 67
1. Seni Budaya;
2. Prakarya dan Kewirausahaan; atau
3. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler dan suplemen untuk
mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam
mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
Muatan lokal di SMAN 56 Jakarta tidak berdiri sendiri melainkan terintegrasi ke
dalam mata pelajaran Seni Budaya , Prakarya Kewirausahaan, dan PJOK.
Muatan lokal yang dimaksud terintegrasi dalam mata pelajaran Prakarya
Kewirausahaan ,Seni Budaya dan ekstrakurikuler adalah budaya betawi termasuk
didalamnya adalah lingkungan hidup yang diintegrasikan dalam struktur kelompok
mata pelajaran umum kelompok A, kelompok B dan peminatan kelompok C. Sesuai
dengan kerangka dasar pengembangan kurikulum 2013, maka mata pelajaran
muatan lokal yang diajarkan mengikuti ketentuan sepenuhnya baik mengenai
kompetensi inti, kompetensi dasar, proses pembelajaran, maupun proses
penilaiannya. Secara khusus pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan yang
dikaitkan dengan potensi daerah betawi,antara lain sebagai berikut :
Kerajinan: daur ulang limbah plastik dan pakaian
Pengolahan: Makanan / Minuman Khas Betawi dan nasional
Pada mata pelajaran Penjasorkes adalah melalui mengapresiasi dan
mengekspresikan budaya Betawi jenis pencak silat secara perorangan dan
berkelompok dengan menggunakan unsur-unsur budaya Betawi (gendang,
gerak/jurus pencak silat, cerita, kostum. Page 68
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
Selain itu pada mata pelajaran Seni Budaya , yaitu: Seni musik meliputi lagu
Daerah Betawi, Alat musik Angklung, batik betawi, busana betawi.
Tabel 3 8 Contoh pengintegrasian muatan lokal ke dalam mata pelajaran
PraKarya dan KWH( pengolahan makanan) Kelas X
KD 3.5./KD 4.5 Potensi Daerah Jenis Muatan Lokal
12 3
3.5. Menganalisis struktur dan cara hidup bakteri serta • Banyak air kelapa terbuang di • Mengembangkan budidaya pembuatan Nata De
perannya dalam berbagai aspek kehidupan pasar-pasar tradisional Coco
masyarakat
4.5 Menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran bakteri
dalam kehidupan berdasarkan hasil studi literatur
dalam bentuk laporan tertulis
Kimia Kelas X
KD 3.9/KD 4.9 Potensi Daerah Jenis Muatan Lokal
3.9 Materi Pembelajaran: Jenis muatan lokalnya:
Menentukan bilangan oksidasi unsur untuk mengidentifikasi Di BukuKimia karangan Unggul Sudarmo penerbit Erlangga halaman 154, Siswa dibekali dengan materi pentingnya
reaksi reduksi dan oksidasi serta penamaan senyawa tercantum materi keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan dari reaksi pencegahan perkaratan sebagai akibat
reduksi dan oksidasi yaitu pengolahan logam dan perkaratan besi. negatif reaksi redoks.
Potensi Daerah:
Jakarta termasuk kota dengan tingkat polusi udara yang tinggi, sehingga
menghasilkan hujan asam. Hujan asam berpotensi untuk mempercepat
terjadinya perkaratan
D. Pengembangan Diri Page 69
Konsep
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri
sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi
sekolah.
Program
Kegiatan pengembangan diri dapat difasilitasi dan/atau dibimbing oleh
konselor, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, atau tenaga profesional lain yang
dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. SMA Negeri 56 Jakarta
sangat perlu memberikan kesempatan seluas-luasya bahwa setiap peserta didik
memiliki minat, bakat, dan kemampuan non akademik yang dapat dikembangkan
melalui program Pengembangan Diri.
Pelaksanaan
Kegiatan pengembangan diri di SMA Negeri 56 Jakarta adalah melalui
kegiatan ekstrakurikuler (termasuk Kepramukaan Wajib) dan layanan Bimbingan
Konseling. Kegiatan ekstrakurikuler diterapkan di kelas X dan XI terdiri dari (1)
Ekstrakurikuler Wajib, (2) Ekstrakurikuler Pilihan.
Ekstrakurikuler Wajib adalah Pramuka sedangkan Ekstrakurikuler Pilihan
adalah (1) OSIS, (2) KIR, (3) PMR, dll. Peserta didik didalam mengikuti
ekstrakurikuler wajib harus memiliki nilai memuaskan. Ekstrakurikuler wajib
merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik,
terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya
untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Ekstrakurikuler pilihan
merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai
dengan bakat dan minatnya masing-masing.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 70
Kegiatan pengembangan diri yang berkaitan dengan pengekspresian diri
berupa pengembangan bakat dan minat dilaksanakan dalam bentuk bimbingan
konseling, bimbingan teknologi informasi komputer dan ekstrakurikuler. SMA
Negeri 56 Jakarta memiliki ektstrakurikuler wajib untuk seluruh peserta didik yaitu
pramuka dan ekstrakurikuler pilihan.
1. Ekstrakurikuler Kepramukaan
Kegiatan Pramuka di SMA Negeri 56 Jakarta mulai dirintis keberadaannya
sejak tahun 2014. Saat ini sudah terbentuk Gugus Depan Penegak di SMAN 56
Jakarta dengan Nomor Gudep Putra 06.039 dan Putri 06.040 dengan Majelis
pembimbing Gugus depan (Mabigus) diketuai oleh Kepala Sekolah SMAN 56
Jakarta yang terdiri dari Pembina Harian yaitu Wakil Kepala Sekolah, Pembina
Pramuka Putra, Pembina Pramuka Putri, dan Asisten Pembina Putra dan Putri.
Nama Ambalan SMA Negeri 56 Jakarta untuk Putra : Pandu Dewanata dan Putri:
Dewi Kunti. Motto Pramuka SMA Negeri 56 Jakarta adalah Primus Inter Pares
(First Among Quality).
Kegiatan Kepramukaan di SMAN 56 Jakarta dilaksanakan dengan model
blok, Aktualisasi (reguler) dan sukarela. Model reguler (aktualisasi) dilaksanakan
rutin setiap hari Rabu setelah selesai jadwal kegiatan belajar mengajar yang
terintegrasi dalam mata pelajaran tertentu. Sedangkan model sukarela dilaksanakan
setiap hari Sabtu, dan telah berhasil membentuk Tutor Sebaya, yaitu kelompok kecil
diluar pramuka wajib yang dilatih untuk menjadi tutor sebaya untuk materi scouting
skill dan menjadi fasilitator sebaya dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi
kepramukaan. Untuk pembinaan, SMA Negeri 56 Jakarta bekerja sama dengan
Asisten Pelatih dengan kualifikasi Lulusan KMD .
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 71
2. Kegiatan Ekstrakurikuler
Pengembangan diri di SMA Negeri 56 Jakarta bertujuan memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri
sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, bakat, minat peserta didik dan kondisi
sekolah. Bentuk kegiatan berupa Ekstra Kurikuler yaitu pengembangan kreatifitas
dan kepribadian peserta didik yang dilaksanakan secara terprogram dan rutin yang
dialksanakan pada waktu yang telah ditentukan sesuai dengan program yang telah
disusun. Penilaian dilakukan secara kualitatif (Deskripsi) yang difokuskan pada
perubahan sikap dan perlembangan perilaku peserta didik setelah mengikuti
kegiatan tersebut.Kegiatan pengembangan diri difasilitasi oleh sekolah dan
dibimbing oleh guru atau pelatih yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Program kegiatan Ekskul disusun secara sistematis dan komprehensif sebagai
bagian dari program kerja sekolah atau program kerja OSIS. Oleh sebab itu cabang-
cabang Ekskul yang ada di SMA Negeri 56 ditentukan berdasarkan hasil
kesepakatan bersama antar pelaksana penyelenggara pendidikan yaitu guru, orang
tua, BK, dan Komite Sekolah disamping berdasarkan hasil angket yang disebarkan
kepada peserta didik .
Berdasarkan hasil angket yang dilakukan secara random maka SMA Negeri
56 Jakarta menetapkan bahwa pengembangan diri atau ekskul yang diminati adalah
sebagai berikut :
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 72
a. Ekstrakurikuler Pilihan Akademik
1) OSN Matematika
2) OSN Fisika
3) OSN Kimia
4) OSN Biologi
5) OSN Ekonomi
6) OSN Komputer
7) OSN Astronomi
8) OSN Geografi dan Kebumian
b. Ekstrakurikuler Pilihan Non Akademik
Tabel 3 9 Ekstrakurikuler Pilihan Non Akademik
No. Jenis Tujuan Indikator Pencapaian
Ekstrakurikuler
1 Pramuka Siswa mempunyai * Siswa dapat mengetahui
keterampilan dalam sejarah kepramukaan
bidang kepramukaan * Siswa dapat mengetahui
dan memahami dasa
dharma pramuka
* Siswa dapat mengetahui
Pramuka tingkat Penegak
* Siswa dapat melakukan
ilmu kepramukaan dengan
baik
2 Paskibra Meningkatkan * Siswa dapat mengerti
Ketaqwaan terhadap tentang Peraturan Baris
Tuhan Yang Maha Berbaris
Esa serta * Siswa dapat melakukan
meningkatkan Gerakan dasar ditempat
disiplin dan prestasi * Siswa dapat melakukan
gerakan berjalan
* Siswa dapat melakukan
sikap sempurna dalam PBB
3 Kelompok Karya Meningkatkan * Siswa dapat mengerti
Ilmiah Remaja kemampuan tentang penelitian
(KIR) intelektual siswa * Siswa dapat mengerti
yang tercermin tentang tahapan
dalam sikap dan penelitian,tujuan penelitian
tindakannya yang dan tujuan penelitian
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 73
No. Jenis Tujuan Indikator Pencapaian
Ekstrakurikuler
berdasar pada proses
berpikir
Ilmiah dan
penelitian dalam
meningkatkan
prestasi
4 Palang Merah Siswa mempunyai * Siswa dapat melakukan
Remaja (PMR) keterampilan dalam P3K dengan baik
bidang Usaha * Siswa dapat memahami
Kesehatan Sekolah anatomi tubuh manusia
* Siswa dapat memahami
sistem pernapasan dan
sirkulasi
* Siswa dapat mengenali dan
mengatasi perdarahan
* Siswa dapat mengenali cara
pertolongan jika terjadi
cedera di kepala dan leher
5 Rohani Islam Menjadi manusia * Siswa dapat membaca Al
yang berakhlak Qur’an dengan baik
mulia, berbudi * Siswa dapat memahami
pekerti luhur dan tentang definisi Al Qur’an
bertaqwa kepada * Mengetahui dan memahami
Allah SWT tentang pengertian, karakter
dan hakekat iman
* Memahami keuntungan
orang yang beriman
* Memahami tentang rukun
iman
* Memahami dan mengetahui
tentang akhlak Rasululloh
6 Rohani Kristen Meningkatkan * Siswa dapat meningkatkan
keimanan Kristiani pendalaman ayat-ayat
alkitab
* Siswa dapat melakukan
ibadah lilin penerangan dan
pemeriksaan diri
7 Rohani Katolik Meningkatkan * Siswa dapat meningkatkan
keimanan Kristiani pendalaman ayat-ayat
alkitab
* Siswa dapat melakukan
ibadah lilin penerangan dan
pemeriksaan diri
8 Rohani Budha Meningkatkan * Siswa dapat meningkatkan
keimanan pendalaman ayat-ayat
alkitab
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 74
No. Jenis Tujuan Indikator Pencapaian
Ekstrakurikuler
* Siswa dapat melakukan
9 Bimbingan Baca Siswa mampu ibadah lilin penerangan dan
pemeriksaan diri
Qur’an(BBQ) membaca Qur’an
* Siswa dapat membaca Al-
dengan Benar Qur’an sesuai dengan
makhroj huruf nya dengan
10 Futsal Siswa mempunyai benar
keterampilan dalam
olah raga futsal * Siswa dapat menghapal Juz
30
11 Bola Basket Siswa dapat
melaksanakan * Siswa dapat mengetahui
permainan bola sejarah permainan futsal
basket dengan baik
* Siswa dapat mendribel bola
12 Bulu Tangkis Siswa mempunyai dengan baik
keterampilan dalam
olah raga bulu * Siswa dapat melakukan
tangkis permainan futsal dalam
team dengan baik
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
* Siswa dapat menjuarai
untuk tingkat kota
administrasi Jakarta Barat
dan tingkat Jabodetabek
* Siswa dapat melakukan
gerakan dasar olah raga
basket dengan baik
* Siswa dalam melaksanakan
olah raga basket dalam
team dengan baik
* Siswa dapat melakukan
pertandingan basket dengan
baik
* Siswa dapat menjuarai
untuk tingkat kota
administrasi Jakarta Barat
dan tingkat Jabodetabek
* Siswa dapat melakukan
gerakan dasar olah raga
bulu tangkis dengan baik
* Siswa dalam melaksanakan
olah raga bulu tangkis
dalam team dengan baik
* Siswa dapat melakukan
pertandingan bulu tangkis
dengan baik
* Siswa dapat menjuarai
untuk tingkat kota
administrasi Jakarta Barat
dan tingkat Jabodetabek
Page 75
No. Jenis Tujuan Indikator Pencapaian
Ekstrakurikuler
* Siswa dapat melakukan
13 Bola Volly Siswa dapat gerakan dasar olah raga
volly dengan baik
melaksanakan
* Siswa dalam melaksanakan
permainan bola olah raga volly dalam team
dengan baik
volly dengan baik
* Siswa dapat melakukan
14 Karate Siswa mempunyai pertandingan volly dengan
keterampilan dalam baik
olah raga karate
* Siswa dapat menjuarai
15 Majalah Dinding Siswa mempunyai untuk tingkat kota
keterampilan dasar administrasi Jakarta Barat
dalam bidang dan tingkat Jabodetabek
jurnalistik
* Siswa mengetahui
16 Seni Teater/ Siswa mempunyai perkembangan sejarah olah
Drama keterampilan dalam raga karate
melakukan seni
teater/drama * Siswa dapat mengeta-hui
gerakan dasar olah raga
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 karate
* Siswa dapat melaksanakan
pertandingan karate
dengan baik
* Siswa dapat mengikuti
pertandingan karate
dengan baik
* Siswa dapat melaksanakan
ujian kenaikan tingkat
dengan baik.
* Siswa dapat menjuarai
untuk tingkat kotamadya
Jakarta Barat dan tingkat
Jabodetabek
Siswa dapat membuat
tulisan artikel dengan baik
Siswa dapat melakukan
editing tulisan dengan baik
Siswa dapat membuat
majalah dinding dengan
baik
Siswa dapat membuat dan
menerbitkan majalah
sekolah
* Siswa dapat mengerti dan
memahami dasar dasar seni
teater/ drama
Page 76
No. Jenis Tujuan Indikator Pencapaian
Ekstrakurikuler
* Siswa dapat memahami
17 Seni Tari Siswa mempunyai tentang mimik gerak dan
action dalam seni teater/
Tradisional keterampilan dalam drama
bidang tari * Siswa dapat
memfragmenkan tokoh
tradisional dalam pertunjukan seni
teater/drama
18 Seni Tari Modern Siswa mempunyai
keterampilan dalam * Siswa dapat mengerti
bidang tari modern gerakan dasar dalam tari
/tradisional
19 Marawis Siswa mempunyai
keterampilan dalam * Siswa dapat melaksanakan
bidang marawis tari tradisional dengan baik
20 Hadroh Siswa mempunyai * Siswa dapat mengikuti
keterampilan dalam perlombaan tari tradisional
bidang hadroh
* Siswa dapat mengerti
gerakan dasar dalam tari
modern
* Siswa dapat melaksanakan
tari modern dengan baik
* Siswa dapat mengikuti
perlombaan tari modern
* Siswa dapat mengerti dan
memahami dasar-dasar
teknik vokal dan
menggunakan alat marawis
dengan baik
* Siswa dalam melaksanakan
kegiatan marawis dalam
kelompok dengan baik
* Siswa dapat melakukan
perlombaan marawis
dengan baik
* Siswa dapat menjuarai
untuk tingkat kota
administrasi Jakarta Barat
dan tingkat Jabodetabek
* Siswa dapat mengerti dan
memahami dasar-dasar
teknik vokal dan
menggunakan alat hadroh
dengan baik
* Siswa dalam melaksanakan
kegiatan hadroh dalam
kelompok dengan baik
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 77
No. Jenis Tujuan Indikator Pencapaian
Ekstrakurikuler
* Siswa dapat melakukan
perlombaan hadroh dengan
baik
* Siswa dapat menjuarai
untuk tingkat kota
administrasi Jakarta Barat
dan tingkat Jabodetabek
21 Paduan Suara Siswa mempunyai * Siswa dapat mengerti dan
keterampilan dalam memahami dasar-dasar
bidang paduan suara teknik vocal dengan baik
* Siswa dalam melaksanakan
kegiatan paduan suara
dalam kelompok dengan
baik
* Siswa dapat melakukan
perlombaan paduan suara
dengan baik
* Siswa dapat menjuarai
untuk tingkat kota
administrasi Jakarta Barat
dan tingkat Jabodetabek
22 English Club Siswa mampu * Siswa dapat berbahasa
berbicara dalam inggris dengan baik
bahasa inggris
3. Penelusuran Minat Bakat melalui Bimbingan Konseling (BK)
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang dipandang sebagai suatu
sistem sekurang-kurangnya terdiri dari tiga sub sistem, yaitu pengajaran,
pelatihan, dan bimbingan. Sebagai suatu sub sistem di sekolah, Bimbingan dan
Konseling. BK merupakan salah satu unsur penting bagi terwujudnya
pencapaian tujuan pendidikan secara optimal bagi setiap peserta didik nya.
Fungsi dan peranan BK di sekolah berada pada posisi yang strategis, oleh karena
itu diperlukan sebuah rencana dalam bentuk program kerja yang sistematis
sehingga proses maupun hasil dari pelaksanaan program BK dapat
dipertanggung jawabkan.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 78
a. Tujuan Umum Program BK
Adapun yang menjadi tujuan umum program BK di SMA Negeri 56 Jakarta
adalah:
Membantu peserta didik memahami, menerima, mengarahkan dan
mengembangkan minat, bakat, kemampuan atau karakteristik
kepribadiannya seoptimal mungkin.
Membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga,
sekolah dan masyarakat.
Membantu peserta didik merencanakan kehidupan masa depannya yang
sesuai dengan kemajuan zaman.
b. Tujuan Khusus Program BK
Secara khusus layanan BK bertujuan membantu peserta didik mencapai
tujuan dan perkembangannya baik aspek perkembangan sosial, pribadi,
belajar maupun karir, yaitu :
Aspek perkembangan sosial pribadi, meliputi:
Memiliki kesadaran diri
Dapat mengembangkan sikap positif
Membuat pilihan yang sehat
Mampu menghargai orang
Memiliki rasa tanggung jawab
Aspek perkembangan belajar
Dapat melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif
Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan
Mampu belajar secara efektif
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 79
Memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi ujian
Aspek perkembangan karier
Mampu membentuk identitas karir, dengan mengenali ciri-ciri
pekerjaan di lingkungan kerja
Mampu merencanakan masa depan
Dapat membentuk pola-pola karir/kecenderungan arah karir
Mengenal keterampilan, bakat dan minat.
Layanan BK meliputi tujuh fungsi, yaitu :
Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta
didik agar memiliki pemahaman terhadap potensi dirinya dan
lingkungan.
Fungsi prefentif, yaitu fungsi yang senantiasa mengantisifasi
berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk
mencegahnya supaya tidak dialami peserta didik.
Fungsi perbaikan, yaitu fungsi ini berkaitan erat dengan upaya
pemberian bantuan kepada peserta didik yang telah mengalami
masalah baik dalam aspek sosial pribadi, belajar dan karier.
Fungsi pengembangan, fungsi dimana pembimbing senantiasa
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi
perkembangan peserta didiknya.
Fungsi penyaluran,yaitu fungsi fungsi yang membantu peserta didik
memilih kegiatan ekstrakurikuler, penjurusan, memantapkan pilihan
karier, penyaluran bakat minat.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 80
Fungsi penyesuaian, fungsi yang membantu peserta didik
menyesuiakan diri dengan program pendidikan, peraturan sekolah,
norma etika dan adat istiadat.
4. Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dan Penguatan Pendidikan
Karakter (PPK)
a. Strategi Pelaksanaan PKH
Pendidikan Kecakapan Hidup (life skills) lebih luas dari sekedar
ketrampilan manual. Pendidikan kecakapan hidup merupakan konsep
pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar
memililki keberanian dan kemauan menghadapi masalah hidup dan
kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan kemudian secara kreatif
menemukan solusi serta mampu mengatasinya.
Indikator-indikator yang terkandung dalam life skills tersebut secara
konseptual dikelompokkan :
1) Kecakapan mengenai diri (self awarness) atau sering juga disebut
kemampuan personal ( personal skills)
2) Kecakapan berpikir rasional (thinking skills) atau kecakapan akademik
(academic skills )
3) Kecakapan sosial (social skills)
4) Kecakapan vocasional (vocational skills) sering juga disebut dengan
ketrampilan kejuruan artinya ketrampilan yang dikaitkan dengan bidang
pekerjaan tertentu dan bersifat spesifik ( spesific skills) atau ketrampilan
teknis (technical skills).
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 81
Ciri-ciri dari pembelajaaran pendidikan kecakapan hidup menurut
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yaitu sebagai berikut :
1) Terjadi proses identifikasi kebutuhan belajar
2) Terjadi proses penyadaran untuk belajar bersama
3) Terjadi proses kesadaran kegiatan belajar untuk mengembangkan
diri,belajar usaha mandiri dan usaha bersama
4) Terjadi proses penguasaan kecakapan personal,sosial vokalisional,
akademik, menajerial dan kewirausahaan
5) Terjadi proses pemberian pengalaman dalam melakukan pekerjaan
dengan benar,sehingga menghasilkan produk bermutu.
6) Terjadi proses interiaksi saling belajara dari para ahli
7) Terjadi proses penilaian kompetensi
8) Terjadi pendampingan teknis untuk bekerja atau membentuk usaha
bersama.
Apabila dihubungkan dengan pekerjaan tertentu, life skills dalam
lingkup pendidikan nonformal ditujukan pada penguasaan vokasional
skills yang intinnya terletak pada penguasaan ketrampilan secara khusus
(spesifik). Apabila dipahami dengan baik,maka dapat dikatakan life skills
dalam konteks kepemilikan ketrampilan secara khusus sesungguhnya
diperlukan oleh setiap orang. Ini berarti bahwa program life skills dalam
pemaknaan program pendidikan nonformal diharapkan dapat menolong
meraka untuk memiliki harga diri mencari nafkah dalam kontek peluang
yang ada di lingkungannya.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 82
Kaitannya dengan hal di atas, pendidikan life skills di SMA Negeri
56 Jakarta diintegrasikan pada setiap matapelajaran sesuai denga SK dan
KD yang sesuai. Kecakapan hidup yang dikembangkan adalah kecakapan
akademik, kecakapa personal, dan kecakapan sosial. Dengan demikian
maka setiap peserta didik diharapkan memiliki kemampuan untuk
mengimplementasikan life skills dalam kehidupan sehari-hari baik
dilingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Kecakapan akademik lebih ditekankan pada kompetensi
matapelajaaran sehingga memiliki keunggulan dari kedalaman isinya.
Kecakapan personal dikembangkan supaya menjadi peserta didik yang
mandiri, pemikir kritis, dan pemecah masalah yang dilaksanakan melalui
pembelajaran berbasis ICT. Kecakapan sosial dikembangkan melalui
kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa dalam pembelajaran di
sekolah.
Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah
merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran.
Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik
melalui kegiatan pembelajaran sehari – hari yang diemban oleh mata
pelajaran yang bersangkutan. Materi Pendidikan Kecakapan Hidup yang
akan diterapkan di SMA Negeri 56 JakartaTahun Pelajaran 2021/2022
antara lain;
1. Pendidikan Agama; Baca Al-Qur’an , praktek Penyelenggaraan shalat
jenazah dan Ceramah agama, berdoa, sholat dhuha,
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 83
2. Bahasa Indonesia; Penulisan puisi, Penulisan cerpen, Penulisan Naskah
Drama, dan literasi pagi.
3. Matematika; Menyajikan cara menggunakan alat bantu matematika
dalam kehidupan sehari-hari, dan Menyajikan rumus perhitungan aplikatif
dalam kegiatan sehari-hari.
4. Kimia; Pengolahan Limbah / sampah organik.
5. Fisika; Melaksanakan reparasi alat listrik rumah tangga, dan Membuat
rangkaian alat listrik rumah tangga.
6. Biologi; Budidaya tanaman hias, dan Kebun apotek hidup.
7. Bahasa Inggris; Kemampuan berkomunikasi lisan dalam bahasa
Inggris, dan Kemampuan berkomunikasi tulis dalam bahasa Inggris.
8. Ekonomi; Membuat analisa untuk rugi/laba industri rumah tangga,
Menghitung biaya modal rumah tangga, dan Membuat usaha (koperasi
siswa).
9. Keterampilan dan Kewirausahaan; dapat membuat berbagai macam
kerajinan, dapat mengolah berbagai makanan, dan Mengolah obat obatan
tradisional(jamu).
10. Seni dan Budaya; dapat menghasilkan berbagai macam karya seni
musik dan dapat menghasilkan berbagai macam karya seni tari.
Disamping PKH yang terintegrasi didalam mata pelajaran, SMAN
56 juga melaksanakan kegiatan pembiasaan karakter baik dalam rangka
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). SMAN 56 Jakarta menempatkan
pendidikan karakter sebagai dimensi terdalam atau inti pendidikan
nasional sehingga pendidikan karakter menjadi poros pelaksanaan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 84
pendidikan dasar dan menengah. Lebih lanjut, PPK perlu
mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus
menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang
sudah dilaksanakan sampai sekarang.
Penerapan penguatan pendidikan karakter akan berjalan dengan baik
bila kepala sekolah sebagai pemimpin mampu menjadi pemimpin yang
dapat dipercaya dan visioner. Menjadi orang yang dapat dipercaya berarti
Kepala Sekolah merupakan sosok berintegritas, mampu menjadi manajer
yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui
pembentukan karakter. Visioner berarti kepala sekolah memiliki visi jauh
ke depan tentang kekhasan, keunikan, dan kualitas sekolah
(schoolbranding) yang akan ia bangun. Kemampuan manajerial kepala
sekolah untuk menggali potensi lingkungan sebagai sumber belajar dan
mengembangkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan
dalam ekosistem pendidikan yang ada untuk mendukung program sekolah
sangat diperlukan.
PPK di SMA Negeri 56 Jakarta berfokus tiga struktur, yaitu:
Pertama, Struktur Program, antara lain jenjang dan kelas, ekosistem
sekolah, penguatan kapasitas guru; Kedua, Struktur Kurikulum, antara
lain kegiatan pembentukan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran
(intrakurikuler), kokurikuler, dan ekstrakurikuler; Ketiga, Struktur
Kegiatan, antara lain berbagai program dan kegiatan yang mampu
mensinergikan empat dimensi pengolahan karakter dari Ki Hadjar
Dewantara (olah raga, olah pikir, olah rasa, dan olah hati).
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 85
Pelaksanaan PPK yang dilaksanakan di SMA Negeri 56 Jakarta, melalui
tiga cara, yaitu:
a. Mengintegrasikan pada mata pelajaran yang ada di dalam struktur
kurikulum dan mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui kegiatan
intrakurikuler dan kokurikuler. Sebagai kegiatan intrakurikuler dan
kokurikuler, setiap guru menyusun dokumen perencanaan pembelajaran
berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai mata
pelajarannya masing-masing. Nilai-nilai utama PPK yaitu Religius,
Nasionalisme, Kemandirian, Gotong royong, dan Integritas
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sesuai Kompetensi Dasar dan nilai
PPK yang akan dikembangkan/dikuatkan pada sesi pembelajaran tersebut
dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.
b. Mengimplementasikan PPK melalui kegiatan ekstrakurikuler yang
ditetapkan oleh SMA Negeri 56 Jakarta yaitu melakukan penguatan
kembali nilai-nilai karakter melalui berbagai kegiatan. Kegiatan ekskul
dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak
lain/lembaga yang relevan, seperti Perguruan Tinggi, kepolisian, TNI,
PMI ( Puskesmas), museum dan Alumni yang sesuai dengan kebutuhan
dan kreativitas peserta didik yang akan dikembangkan.
c. Kegiatan pembiasaan melalui budaya sekolah dibentuk dalam
proses kegiatan rutin, spontan, pengkondisian, dan keteladanan warga
sekolah. Kegiatan-kegiatan dilakukan di luar jam pembelajaran untuk
memperkuat pembentukan karakter sesuai dengan situasi, kondisi,
ketersediaan sarana dan prasarana di SMA Negeri 56 Jakarta.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 86
Program pembiasan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan
karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan
keteladanan dalam program iklim dan kultur sekolah yang santun dan
berbudaya.
Tabel 3 10 Program Pembiasaan Peserta didik
Rutin Spontan Keteladanan
Upacara Membiasakan antri, tertib Berpakaian rapi
Berbaris dan bersalam-salaman Tertib Disiplin
sebelum masuk kelas Memberi salam Memberikan pujian
Tadarus, sholat Dhuha , sholat Membiasakan kegiatan positif Memberi motivasi
Dzuhur berjama’ah, Kegiatan Menumbuhkan rasa Semangat berjuang
Keagamaan dan Berdo’a nasionalisme
Membiasakan hidup sehat, Sehat Jasmani dan
Membaca buku / Literasi saling berbagi, bugar dan Rohani
bahagia
Menyanyikan lagu kebangsaan
dan nasional
Jum’at Bersih, Jum’at Berbagi,
Jum’at Sehat(senam),
Keputrian
Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah. Seluruh
guru ditugaskan untuk membina program pembiasaan yang telah ditetapkan
oleh sekolah. Adapun penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat
kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologi peserta didik
merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian.
5. Pengembangan Literasi SMA Negeri 56 Jakarta
Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat
dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan
memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Berdasarkan hal itulah,
SMA Negeri 56 Jakarta mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 87
SMA Negeri 56 Jakarta merupakan sebuah upaya menjadikan SMA Negeri 56
Jakarta sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat
melalui pelibatan publik.
SMA Negeri 56 Jakarta memiliki peran yang amat penting dalam
menanamkan budaya literat pada peserta didik. Untuk itu, di SMA Negeri 56
Jakarta dengan budaya literasi yang tinggi, peserta didik akan cenderung lebih
berhasil dan guru lebih bersemangat mengajar. Perlu dipahami bahwa program
membaca seperti membaca dalam hati dan membaca nyaring hanyalah bagian dari
kerangka besar untuk membangun budaya literasi sekolah. Agar sekolah mampu
menjadi garis depan dalam pengembangan budaya literat, Beers, dkk. (2009) dalam
buku A Principal’s Guide to Literacy Instruction menyampaikan beberapa strategi
untuk menciptakan budaya literasi yang positif di sekolah.
Mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi
Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan
interaksi yang literat
Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat.
Program GLS dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan
kesiapan SMA Negeri 56 Jakarta. Kesiapan ini mencakup kesiapan kapasitas
sekolah (ketersediaan fasilitas, bahan bacaan, sarana, prasarana literasi), kesiapan
warga sekolah, dan kesiapan sistem pendukung lainnya partisipasi publik,
dukungan kelembagaan, dan perangkat kebijakan yang relevan). Berikut adalah
pembiasaan yaitu dengan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum
pembelajaran dimulai. Dan Hasil kegiatan membaca dituliskan ke dalam jurnal
harian GLS, selanjutnya pengembangan literasi SMA Negeri 56 Jakarta adalah
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 88
kegiatan menanggapi buku pengayaan, Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
Memberikan tanggapan dalam bentuk komentar, resensi, esai terhadap buku yang
telah selesai dibaca ke dalam Jurnal Membaca Tahap Pengembangan. Bentuk
kegiatannya Bedah buku, Reading contest, dan Menulis cerpen. Untuk memastikan
keberlangsungannya dalam jangka panjang, GLS dilaksanakan oleh SMA Negeri
56 Jakarta dengan tahap (1) pembiasaan, (2) pengembangan, dan (3) pembelajaran.
Strategi Literasi dalam Pembelajaran
Sebelum "membaca" membuat prediksi . mengidentifikasi tujuan membaca
Ketika "membaca" mengidentifikasi informasi yang relevan memvisualisasi
(jika teks bukan merupakan bentuk visual) membuat informasi membuat
keterkaitan
Setelah "membaca" membuat ringkasan mengevaluasi teks mengonfirmasi,
merevisi, atau menolak prediksi
E. Peminatan
1. Tata Cara Pemilihan peminatan
Berdasarkan peraturan Gubernur nomor 32 tahun 2021 tentang petunjuk
Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru, calon peserta didik baru dapat
memilih program peminatan pada sekolah yang dipilihnya langsung pada saat
proses PPDB secara online. berdasarkan pilihan tersebut selanjutnya akan di
seleksi nilai dari seluruh peminat secara sistematis melalui aplikasi PPDB
online sesuai dengan tahapan , jalur dan kuotanya.
2. Ketentuan Peserta didik memilih peminatan. Page 89
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
Kurikulum SMA/MA dirancang untuk memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk belajar berdasarkan minat mereka. Peserta didik
diperkenankan memilih Mata Pelajaran sesuai Minatnya. Pemilihan
peminatan dilakukan peserta didik saat mendaftar pada SMA/MA
berdasarkan nilai rapor Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
(SMP/MTs) atau yang sederajat, Tahapan ,Jalur seleksi dan kuota sekolah
yang dituju pada saat calon Peserta didik Baru ketika mendaftar di SMA/MA
secara online. Sehingga Untuk pemilihan peminatan para calon peserta didik
sebaiknya memperhatikan hal hal berikut:
a. sesuai dengan minat dan bakatnya
b. mendapatkan arahan dan rekomendasi dari para guru BP sekolah asal
sebelumnya.
c. memperhatikan hasil capaian nilai sekolah sebelumnya(rapor)
d. ketersediaan kuota pada sekolah tujuan
3. Batas waktu Pindah Peminatan
Berdasarkan Permendikbud N0. 64 Tahun 2014 Pasal 7 yang telah
diubah menjadi Permendikbud 36 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014
Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
bahwa Peserta didik masih mungkin pindah peminatan paling lambat pada
awal semester kedua di Kelas X sepanjang daya tampung peminatan baru
masih tersedia, berdasarkan hasil pembelajaran berjalan pada semester
pertama dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling, peserta didik yang
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 90
pindah peminatan wajib mengikuti dan tuntas matrikulasi mata pelajaran
yang belum dipelajari sebelum pembelajaran pada peminatan baru dimulai
dan ketersediaan tempat duduk di peminatan yang dituju. Persyaratan Pindah
peminatan sebagai berikut:
a. Membuat surat permohonan pindah peminatan yang ditandatangai oleh
orang tua/wali dan peserta didik dengan membubuhkan matere
Rp.10.000.
b. Mengikuti test peminatan
c. Yang diterima didasarkan peringkat tertinggi dan sejumlah kursi yang
tersedia.
4. Lintas Minat
Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat yaitu mata pelajaran yang dapat
diambil oleh peserta didik di luar Kelompok Mata Pelajaran Peminatan yang
dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Misalnya bagi
peserta didik yang memilih Kelompok Peminatan MIPA dapat memilih mata
pelajaran dari Kelompok Peminatan Sosial dan/atau Kelompok Peminatan
Bahasa.
Setiap peserta didik harus mengikuti mata pelajaran tertentu untuk lintas
minat. Bila peserta didik mengambil 4 mata pelajaran dari peminatan yang
dipilihnya, maka peserta didik tersebut mendapatkakn mata pelajaran lintas
minat sebanyak 6 jam pelajaran (2 mata pelajaran) di Kelas X atau sebanyak
4 jam pelajaran (1 mata pelajaran) di Kelas XI dan XII. Peserta didik yang
mengambil Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 91