Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, lintas minatnya harus diluar peminatan
yang dipilihnya. Sedangkan peserta didik yang mengambil Peminatan Bahasa
dan Budaya, dapat mengambil mata pelajaran lintas minat: (1) di luar; (2) di
dalam; atau (3) sebagian di dalam dan sebagian di luar, peminatan yang
dipilihnya. Mata pelajaran lintas minat yang dipilih sebaiknya tetap dari Kelas
X sampai dengan XII. Dalam hal penentuan mata pelajaran lintas minat bagi
peserta didik, SMAN 56 Jakarta memiliki kebijakan untuk menententukan
pilihannya sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas
belajar) yang dimiliki SMAN 56 Jakarta.
Mata pelajaran pilihan lintas minat ditentukan berdasarkan :
a. Analisis ketersediaan guru mata pelajaran
b. Jumlah jam tatap muka guru yang ada
b. Isian format pilihan lintas minat dari peserta didik
5. Pendalaman Minat
Pendalaman Minat sebagai suatu wujud kerjasama antara institusi sekolah
dengan perguruan tinggi belum dapat telaksana di SMA Negeri 56 Jakarta.
F. KETUNTASAN BELAJAR
Ketuntasan belajar setiap peserta didik didasarkan pada ketuntasan
setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar.
1. Ketuntasan minimal kompetensi sikap spiritual dan sosial
Pencapaian kompetensi sikap dinyatakan dalam deskripsi kualitas
tertentu. Ketuntasan kompetensi sikap minimal nilai adalah Baik (B) yang
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 92
ditunjukkan dengan deskripsi dari tiap-tiap mata pelajaran, kecuali untuk
pelajaran Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Penilaian sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2) karena untuk
setiap Kompetensi Dasar (KD) tiap peserta didik diasumsikan harus dinilai
pada semua mata pelajaran menggunakan berbagai teknik (observasi, jurnal,
penilaian diri, dan penilaian antarteman) oleh semua pendidik. Penanaman
sikap diintegrasikan pada setiap pembelajaran KD dari KI-3 dan KI-4.Selain
itu, dapat dilakukan penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman
(peer assessment) dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter peserta
didik, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data untuk konfirmasi
hasil penilaian sikap oleh pendidik. Hasil penilaian sikap selama periode satu
semester ditulis dalam bentuk deskripsi yang menggambarkan perilaku
peserta didik.
2. Ketuntasan minimal kompetensi pengetahuan
Pencapaian kompetensi pengetahuan dinyatakan dalam skor tertentu
untuk kemampuan berpikir dan dimensi pengetahuannya,dinyatakan dalam
deskripsi kemahiran dan/atau skor tertentuyang berkisar antara 0-100.
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur
kemampuan peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai
tinggi. Penilaian ini berkaitan dengan ketercapaian Kompetensi Dasar pada
KI-3 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 93
3. Ketuntasan minimal kompetensi ketrampilan
Pencapaian kompetensi keterampilan dinyatakan dalam deskripsi
kemahiran dan/atau skor tertentuyang berkisar antara 0-100 untuk
kompetensi pengetahuan dan ketrampilan. Penilaian keterampilan adalah
penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap
kompetensi dasar pada KI-4. Penilaian keterampilan menuntut peserta didik
mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu. Penilaian ini dimaksudkan
untuk mengetahui apakah pengetahuan yang sudah dikuasai peserta didik
dapat digunakan untuk mengenal dan menyelesaikan masalah dalam
kehidupan sesungguhnya (real life). Ketuntasan belajar untuk keterampilan
ditentukan oleh satuan pendidikan, secara bertahap satuan pendidikan terus
meningkatkan kriteria ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan potensi
dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan sebagai bentuk
peningkatan kualitas hasil belajar.
Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator adalah 75.
Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai Target
Pencapaian Kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat
kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya
pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap
dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan
belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Pihak yang terlibat dalam penentuan KKM, yaitu:
- Guru kelas/mata pelajaran Page 94
- Kepala sekolah
- Peserta didik
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
- Orangtua peserta didik
- Komite sekolah
Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah dengan
mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik,
kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung
meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan
pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria
ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan
ideal.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah sebagai
berikut:
1. Menghitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap
kelas.
2. Menentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen, sesuaikan
dengan kemampuan masing-masing aspek:
a. Aspek Kompleksitas:
Semakin komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah tetapi
semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi.
b. Aspek Sumber Daya Pendukung (pendidik dan sarana)
Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin
tinggi.
c. Aspek intake
Semakin tinggi kemampuan awal peserta didik (intake) maka
nilainya semakin tinggi. Page 95
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
d. Jumlahkan nilai setiap komponen, selanjutnya dibagi 3 untuk
menentukan KKM setiap KD
e. Jumlahkan seluruh KKM KD, selanjutnya dibagi dengan jumlah KD
untuk menentukan KKM mata pelajaran.
f. KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung
pada kompleksitas KD, daya dukung, dan potensi peserta didik.
Penentuan KKM setiap mata pelajaran adalah oleh semua guru mata
pelajaran dalam kegiatan MGMPS, dengan menganalisis setiap indikator
yang terangkum dalam bentuk analisis indikator.
Tabel 3 11 Daftar KKM pengetahuan dan ketrampilan tiap mata pelajaran
NO MATA X X XI XI XII XII XII
PELAJARAN MIPA IPS MIPA IPS MIPA IPS IBB
1 Pendidikan Agama 75 75 75 75 75 75 75
2 PKn 75 75 75 75 75 75 75
3 Bahasa Indonesia 75 75 75 75 75 75 75
4 Bahasa Inggris 75 75 75 75 75 75 75
5 Matematika Wajib 75 75 75 75 75 75 75
6 Sejarah Indonesia 75 75 75 75 75 75 75
7 Seni Budaya 75 75 75 75 75 75 75
8 Penjaskes (PJOK) 75 75 75 75 75 75 75
9 PKWU 75 75 75 75 75 75 75
Matematika
10 Peminatan 75 75 75
11 Biologi 75 75 75 75
12 Fisika 75 75 75 75 75
13 Kimia 75 75 75 75
14 Ekonomi 75 75 75 75 75
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 96
15 Geografi 75 75 75
16 Sosiologi 75 75 75
17 Sejarah Peminatan 75 75 75
Bahasa dan Sastra 75
18 Indonesia
Bahasa dan Sastra 75 75
19 Inggris
20 Bahasa Jepang 75 75 75
21 Anropologi 75
22 Bahasa Arab 75 75
Untuk mencapai KKM ideal, hal-hal yang dilakukan guru adalah
sebagai berikut:
1) Menganalisis hasil evaluasi.
2) Memberikan layanan perbaikan/pengulangan (remedial) bagi peserta
didik yang belum mencapai ketuntasan.
3) Pengulangan konsep, jika secara klasikal belum mencapai KKM.
4) memberi layanan pengayaan bagi peserta didik yang sudah mencapai
lebih dari KKM.
5) Pembinaan terhadap peserta didik yang secara umum profil sikapnya
belum berkategori Baik (B) yang dilakukan secara holistik (paling tidak
oleh guru matapelajaran, guru BK, dan orang tua).
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan peserta didik yang mencapai
KKM menjadi 100 persen. Upaya sekolah dalam rangka meningkatkan KKM
untuk mencapai KKM nasional ( 100% ) 75 adalah:
a. Melengkapi media pembelajaran untuk menunjang proses
pembelajaran Page 97
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
b. Meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran dan
penggunaan media pembelajaran berbasis IT
c. Meningkatkan guru dalam menyiapkan bahan ajar berbasis IT dan
Internet.
Semua kompetensi perlu dinilai dengan menggunakan acuan patokan
berdasarkan pada indikator hasil belajar untuk kelas X, XI dan XII yang
menggunakan Kurikulum 2013 yang direvisi dan sesuai dengan kondisi
khusus pada masa pandemi covid-19, sekolah menetapkan acuan patokan
sesuai dengan berbasis kompetensi, kondisi dan kebutuhannya dan kenaikan
kelas otomatis.
1) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan belum
tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila
menunjukkan indikator nilai < 75 dari hasil tes formatif.
2) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan sudah
tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila
menunjukkan indikator nilai ≥ 75 dari hasil tes formatif.
3) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan seorang peserta didik
dilakukan dengan memperhatikan aspek sikap pada KI-1 dan KI-2 untuk
seluruh mata pelajaran, yakni jika profil sikap peserta didik secara
umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan
satuan pendidikan yang bersangkutan. Implikasi dari ketuntasan belajar
tersebut adalah sebagai berikut : (1) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4:
diberikan remedial individual sesuai dengan kebutuhan kepada peserta
didik yang memperoleh nilai kurang dari 75; (2) Untuk KD pada KI-3
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 98
dan KI-4: diberikan kesempatan untuk melanjutkan pelajarannya ke KD
berikutnya kepada peserta didik yang memperoleh nilai 75 atau lebih
dari 75; (3) Untuk KD pada KI-3 dan KI-4: diadakan remedial klasikal
sesuai dengan kebutuhan apabila lebih dari 75% peserta didik
memperoleh nilai kurang dari 75, (4) Untuk KD pada KI-1 dan KI-2,
pembinaan terhadap peserta didik yang secara umum profil sikapnya
belum berkategori baik dilakukan secara holistik (paling tidak oleh guru
matapelajaran, guru BK, dan orang tua).
G. Kriteria Kenaikan Kelas, Pindah Peminatan Dan Kelulusan
Peserta Didik
Penilaian Capaian Kompetensi dalam Pendidikan
Merupakan proses pengumpulan informasi/data tentang capaian
pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek
keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, untuk
memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui
penugasan dan evaluasi hasil belajar.
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup
penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan yang terdiri atas:
1) Penilaian Harian (PH) merupakan kegiatan yang dilakukan secara
periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan
satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih dapat berupa Penilaian harian,
tugas protofolio, tugas presentasi, dan lain lain.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 99
2) Penilaian Tengah Semester (PTS) merupakan kegiatan yang dilakukan
oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
setelah melaksanakan pembelajaran selama tengah semester pada
semester ganjil atau genap
3) Penilaian Akhir Semester (PAS) merupakan kegiatan yang dilakukan
oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
setelah melaksanakan pembelajaran selama satu semester pada semester
ganjil
4) Penilaian Akhir Tahun (PAT) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di
akhir semester genap untuk menentukan kenaikan kelas.
Pengolahan nilai dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
1) Objektif, berartipenilaian berbasis pada standardantidak dipengaruhi
faktor subjektivitas penilai.
2) Terpadu,berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana,
menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
3) Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan,
pelaksanaan,dan pelaporannya.
4) Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
5) Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 100
internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan
hasilnya.
6) Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah Penilaian Acuan Kriteria
(PAK). PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang
didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan
kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan
pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar
yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.
Ruang Lingkup, Teknik dan Instrumen Penilaian, Pelaporan Hasil
Belajar dan Pelaksanaan Program Remedial dan Pengayaan
1) Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang
sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta
didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian
merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata
pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.
2) Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:
a. Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaiankompetensi sikap melalui observasi,
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 101
penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta
didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi,
penilaian diri, dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau
skala penilaian (ratingscale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal
berupa catatan pendidik.
1) Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang
berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
2) Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta
didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam
konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa
lembar penilaian diri.
3) Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara
meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian
kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar
peserta didik.
4) Jurnal merupakan catatan pendidik didalam dan diluar kelas yang berisi
informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta
didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes
lisan, dan penugasan.
1) Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda,isian,jawaban singkat,
benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 102
pedoman penskoran.
2) Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3) Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang
dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik
tugas.
c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilaikompetensi keterampilan melalui penilaian
kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan
suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek,
dan penilaian portofolio.Instrumen yang digunakan berupa daftar cek
atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapirubrik.
1) Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan
melakukan suatu aktivitasatau perilaku sesuai dengan tuntutan
kompetensi.
2) Projek adalah tugas-tugas belajar (learningtaPaket Kurikulum revisi
2013 ) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan
pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
3) Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara
menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu
yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat,
perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas pesertadidik dalam kurun
waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang
mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 103
Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan:
1) substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;
2) konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk
instrumen yang digunakan; dan
3) penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan
tingkat perkembangan peserta didik.
Mekanisme dan Prosedur Penilaian
Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara
berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar
peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Proses penilaian diawali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam
membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah
menetapkan kriteria penilaian, pendidik memilih teknik penilaian sesuai
dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman
penyekoran sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih.
b. Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan
penelusuran dan diakhiri dengan tes dan/atau nontes. Penelusuran
dilakukan dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi
pengalaman belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan
peserta didik.
c. Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui
kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 104
disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan)
yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan
pembelajaran.
d. Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua
pendidik selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan
dalam bentuk deskripsi kompetensi oleh wali kelas/guru kelas.
Pelaporan Hasil Belajar
Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:
a) nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil
penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan
b) deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan
sikap sosial.
c) Laporan hasil penilaian oleh pendidik disampaikan kepada kepala
sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru
Bimbingan dan Konseling, dan orangtua/wali) pada periode yang
ditentukan.
Pelaksanaan program remedial dan pengayaan
Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan
kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga
mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Pembelajaran remedial dapat
diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain:
a. Memberikan tambahan penjelasan atau contoh
b. Menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya
c. Mengkaji ulang pembelajaran yang lalu.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 105
d. Menggunakan berbagai jenis media
Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain:
a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang
berbeda,jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%
b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan
perorangan,jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial
maksimal 20%;
c. Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti
remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%;
d. Pemanfaatan tutor sebaya.
Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang. Pembelajaran
remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka. Pembelajaran
pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki
kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk
membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.
Untuk membuat program pembelajaran remedial dan program
pengayaan, langkah yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis hasil
Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester atau Penilaian Akhir
Semester. Ada 3 jenis pembelajaran pengayaan, yaitu :
1) Kegiatan ekploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk
disajikan kepada peserta didik. Sajian dimksud berupa peristiwa
sejarah,buku,tokoh masyarakat dsb,yang secara regular tidak tercakup
dalam kurikulum
2) Ketrampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik dalam
melakukan pendalaman dan invewstigasi terhadap topik yang diminati
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 106
dalam bentuk pembelajaran mandiri.
3) Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang
mempunyai kemampuan lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata
dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau
pendekatan investigasi/penelitian ilmiah.
Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan
antara lain melalui :
1) Belajar kelompok
Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan
pembelajaran bersama-sama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa,
sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti remedial karena
belum mencapai ketuntasan.
2) Belajar Mandiri
Secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
3) Pembelajaran Berbasis Tema
Memadukan kurikulum di dibasah tema besar sehingga peserta didik
dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
4) Pemadatan Kurikulum
Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi /materi yang belum
diketahui oleh peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi
baru,atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas
maupun kapabilitas masing-masing.
1. Kenaikan Kelas Page 107
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
Kenaikan kelas untuk satuan pendidikan yang menggunakan kurikulum
2013 pada masa pendemi covid-19 mengacu pada SE Mendikbud nomor 4
tahun 2020 dan SK Kadisdik nomor 468 tahun 2020:
1. Kriteria Kenaikan kelas dalam Kurikulum 2013 Pada Masa Pandemi
Covid-19 berdasarkan Ketuntasan hasil belajar pada setiap mata pelajaran
baik sikap, pengetahuan maupun ketrampilan. Ketuntasan belajar pada
kenaikan kelas adalah dalam kurun waktu 1 (satu) tahun . Jika terdapat aspek
pengetahuan dan ketrampilan mata pelajaran yang tidak mencapai KKM pada
semester ganjil dan genap, maka :
a. Dihitung rerata nilai berdasarkan aspek mata pelajaran semester ganjil
dan genap.
b. Nilai rerata setiap aspek dibandingkan dengan KKM pada mata pelajaran
tersebut. Jika hasil pada nilai rerata lebih dari nilai KKM, maka aspek mata
pelajaran tersebut dinyatakan TUNTAS, dan sebaliknya jika nilai rerata
kurang dari KKM maka aspek mata pelajaran tersebut dinyatakan BELUM
TUNTAS. Selanjutnya jika aspek kedua mata pelajaran tuntas dan nilai sikap
baik maka mata pelajaran tersebut dinyatakan TUNTAS, dan sebaliknya
minimal satu aspek tidak tuntas maka mata pelajaran tersebut dinyatakan
BELUM TUNTAS.
2. Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam 2(dua) semester
pada tahun pelajaran yang diikuti.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 108
b. Predikat sikap minimal BAIK(B) yaitu memenuhi indikator kompetensi
sesuai dengan kreteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
c. Predikat kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramuka minimal
BAIK (B) sesuai dengan kreteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
d. Tidak memiliki lebih dari 2 mata pelajaran pada kompetensi
pengetahuan, ketrampilan dan.atau sikap yang belum tuntas/belum baik.
Apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai KKM pada semester
ganjil dan / atau genap, maka ketuntasan mata pelajaran diambil dari rata-
rata nilai setiap aspek mata pelajaran pada semester ganjil dan genap.
e. Kehadiran peserta didik minimal 80 % hari efektif belajar
3. Keputusan Kenaikan Kelas bagi peserta didik dilakukan berdasarkan
hasil rapat pleno dewan guru dengan mempertimbangkan kebijakan
satuan pendidikan, seperti minimal kehadiran, tata tertib dan peraturan
lainnya yang berlaku disatuan pendidikan tersebut.
2. Pindah Peminatan
Berdasarkan Permendikbud N0. 64 Tahun 2014 Pasal 7 yang telah diubah
menjadi Permendikbud 36 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 Tentang
Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
bahwa Peserta didik masih mungkin pindah peminatan paling lambat pada
awal semester kedua di Kelas X sepanjang daya tampung peminatan baru
masih tersedia, berdasarkan hasil pembelajaran berjalan pada semester
pertama dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling, peserta didik
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 109
yang pindah peminatan wajib mengikuti dan tuntas matrikulasi mata
pelajaran yang belum dipelajari sebelum pembelajaran pada peminatan
baru dimulai dan ketersediaan tempat duduk di peminatan yang dituju.
Persyaratan Pindah peminatan sebagai berikut:
a. Membuat surat permohonan pindah peminatan yang ditandatangai
oleh orang tua/wali dan peserta didik dengan membubuhkan matere
Rp.10.000.
d. Mengikuti test peminatan
e. Yang diterima didasarkan peringkat tertinggi dan sejumlah kursi yang
tersedia.
3. Kelulusan Peserta Didik
Mengacu pada Permendikbud No. 23 Tahun 2016 , SK Kepala Dinas
nomor 131 tahun 2021 tentang petunjuk teknis tentang penyelenggaraan
ujian sekolah dan penentuan kriteria kelulusan peserta didik dari satuan
pendidikan pada tahun pelajaran 2020-2021 dan Pedoman Penilaian
Direktorat PSMA Tahun 2017 tentang kriteria kelulusan, persyaratan
pencapaian minimal untuk dinyatakan lulus adalah:
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Hal ini berarti peserta
didik telah mengikuti program pembelajaran seluruh mata pelajaran
dari kelas X dan XI sampai dengan kelas XII;
2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian sikap untuk seluruh
mata pelajaran yang ditetapkan oleh satuan pendidikan;
3. Lulus Ujian Sekolah (US);
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 110
a. Kelulusan ujian sekolah ditetapkan oleh satuan pendidikan
berdasarkan perolehan nilai sekolah untuk semua matapelajaran
yang diperoleh dari Nilai Ujian Sekolah minimal kelulusan untuk
setiap mata pelajaran serendah-rendahnya 60,0 dengan nilai rata-rata
untuk semua mata pelajaran minimal 65,0.
b. Nilai Ujian Sekolah diperoleh dari 50% Nilai Ujian Praktik dan 50%
Nilai Ujian Tulis. Untuk Mata Pelajaran yang tidak diujikan praktik,
maka Nilai Ujian Sekolah diperoleh dari 100% Nilai Ujian Tulis.
4. Melalui Rapat Dewan Guru SMAN 56 Jakarta.
5. Pengumuman Kelulusan melalui Wabsite Sekolah
Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian Ujian Sekolah
Penilaian hasil belajar oleh satuan Pendidikan dilakukan melalui Penilaian
Ujian Sekolah dengan memperhatikan hal-hal berikut.
1) Penilaian hasil belajar dalam bentuk Ujian Sekolah didukung oleh suatu
sistem yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan
yang aman, jujur, dan adil.
2) Penilaian hasil belajar Ujian Sekolah (US) digunakan untuk:
a. Salah satu pertimbangan dalam menentukan hasil kelulusan
b. pemetaan mutu; dan
c. pembinaan untuk peningkatan mutu.
3) Dalam rangka standarisasi Ujian Sekolah diperlukan acuan berupa kisi-
kisi ujian sekolah yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan melalui
Musyarah Guru Mata Pelajaran, sedangkan soalnya disusun oleh satuan
pendidikan dengan komposisi tertentu yang ditentukan oleh Dinas
Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 111
4) Dalam rangka penggunaan hasil US untuk pemetaan mutu program
dan/atau satuan pendidikan. Pemerintah menganalisis dan membuat
peta daya serap US dan menyampaikan hasilnya kepada pihak yang
berkepentingan.
LAPORAN HASIL UJIAN SEKOLAH 2018 - 2020 PEMINATAN IPS UNTUK
ENAM (6) MATA PELAJARAN
Tabel 3 12 Laporan hasil ujian Sekolah 2018-2020 peminatan IPS untuk
enam matapelajaran
TAHUN
MATA 2018/2019 2019/2020 2020/2021
PELAJARAN
RATA- RATA- RATA-
KATEGORI KATEGORI KATEGORI
RATA RATA RATA
BAHASA B 83.78 A 86.67 A 85.18
INDONESIA
BAHASA B 72.59 B 82.86 B 81.93
INGGRIS
MATEMATIKA C 60.44 C 64.72 B 78.24
EKONOMI B 70.81 B 79.28 A 89.14
SOSIOLOGI B 78.40 B 80.78 B 78.86
GEOGRAFI B 79.26 B 80.29 B 77.21
LAPORAN HASIL UJIAN SEKOLAH 2018 - 2020 PEMINATAN MIPA
UNTUK ENAM (6) MATA PELAJARAN
Tabel 3. 13 Laporan Hasil Ujian Sekolah 2018-2020 Pemintan MIPA Untuk
enam mapel
TAHUN
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 112
2018/2019 2019/2020 2020/2021
RATA- RATA-
MATA KATEGORI RATA-
PELAJARAN RATA KATEGORI KATEGORI
RATA RATA
BAHASA
INDONESIA B 81.75 A 85.76 B 87.22
BAHASA
INGGRIS B 84.23 B 84.92 B 82.10
MATEMATIKA B 72.03 C 63.60 B 76.94
FISIKA C 67.05 C 68.79 B 82.23
KIMIA B 69.12 B 75.21 B 82.09
B 77.99 B 71.40 B 82.01
BIOLOGI
LAPORAN HASIL UJIAN SEKOLAH 2018 - 2020 PEMINATAN IBB
UNTUK ENAM (6) MATA PELAJARAN
Tabel 3 14 Laporan Hasil ujian Sekolah 2018-2020 Pemintan IBBUntuk 6
Mapel
TAHUN
MATA 2018/2019 2019/2020 2020/2021
PELAJARAN RATA- RATA- RATA-
KATEGORI KATEGORI KATEGORI
RATA RATA RATA
BAHASA
INDONESIA B 83.78 A 86.67 A 86.83
BAHASA
INGGRIS B 72.59 B 82.86 B 81.69
MATEMATIKA C 60.44 C 64.72 B 72.00
B 70.81 B 79.28 B 80.56
BAHASA DAN
SASTRA
INDONESIA
ATROPOLOGI B 78.40 B 80.78 B 82.44
BAHASA ASING B 79.26 B 80.29 B 76.42
Upaya Peningkatan Nilai Ujian: Page 113
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
SMA Negeri 56 telah membuat target hasil nilai Ujian Sekolah tahun 2021
lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk itulah melalui rapat kerja
dibuat program peningkatan ujian Sekolah yang akan dilaksanakan sejak awal
semester dan menjadi tanggungjawab seluruh warga sekolah. Adapun program
peningkatan hasil ujian sekolah adalah:
Guru menganalisis kisi-kisi soal US tiga tahun terakhir untuk pemetaan
tingkat kesukaran tiap soal.
Peserta didik mengumpulkan soal US tiga tahun terakhir sejak awal
pembelajaran di kelas XII.
Setiap peserta didik wajib untuk dapat menyelesaikan masing-masing dua
soal Ujian Sekolah untuk SKL yang dipahami setiap hari sehinggga
diharapkan seluruh soal selesai dalam waktu satu semester.
Setiap peserta didik membuat target nilai US dan target PTN yang ingin
dicapai sesuai kemampuan dan di tempel dikelas masing masing.
Klinik akademis setiap hari Jum’at pulang sekolah bagi peserta didik.
Pelaksanaan try out per KD dilaksanakan setiap akhir bulan dan soal dibuat
oleh guru mata pelajaran.
Pelaksanaan try out sekolah dilaksanakan bulan sejak bulan Oktober 2020
sampai dengan Februari 2021.
Melaporkan setiap hasil tryout kepada orang tua dan guru sebagai bahan
tindak lanjut oleh guru bidang studi.
Program Pasca Ujian Sekolah Page 114
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
Program pasca ujian sekolah adalah memberikan informasi kepada peserta
didik mengenai mekanisme Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK ) bagi para
peserta didik yang berminat melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. Semua
informasi berpusat di sekolah berdasarkan informasi dari dinas dan Panitia
penyelenggara SBMPTN. Selain itu program ujian masuk ke Perguruan Tinggi
melalui jalur umum, ujian mandiri, ikatan dinas, dan lain-lain yang dikelola oleh
kurikulum dibantu oleh Tim IT dan BK SMA N 56 Jakarta.
H. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Dan Global Dan
Pendidikan Kewirausahaan
1. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Dan Global
1.1. Keunggulan Lokal
Keunggulan lokal secara non akademik yang dimiliki SMA Negeri 56 Jakarta
antara lain meliputi :
1) Paduan Suara
Kegiatan dibidang seni yang mampu mengaktifkan peserta didik dalam
bentuk kreatifitas sehingga dengan eksitensi dan keberadaannya sangat
mengangkat SMA Negeri 56 Jakarta dalam membantu instansi
pemerintah atau swasta mulai tingkat wilayah, Daerah dan Nasional
dalam pelaksanaan upacara.
Pada pelaksanaan upacara kelompok paduan suara SMA Negeri 56
Jakarta tampil sebagai kelompok paduan suara dalam menyanyikan
lagu kebangsaan maupun lagu wajib nasional.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 115
2) Tari Tradisional
Kegiatan dibidang seni yang mampu membangkitkan peserta didik
dalam kecintaan terhadap seni tari daerah sehingga dengan eksitensi
dan keberadaannya mampu memfasilitasi peserta didik untuk berkreasi
dan sangat bermafaat bagi SMA Negeri 56 Jakarta dalam membantu
instansi pemerintah atau swasta mulai tingkat wilayah, Daerah dan
Nasional dalam berbagai kegiatan.
Penampilan seni tari tradisional SMA Negeri 56 Jakarta pada kegiatan
yang diadakan dalam menyambut tamu atau pembukaan acara-acara
resmi yang diadakan oleh instansi pemerintah maupun swasta.
3) Paskibra ( Pasukan Pengibar Bendera )
Paskibra SMA Negeri 56 Jakarta merupakan kegiatan ekstrakurikuler
yang banyak membawa prestasi peserta didik non akademik terutama
dibidang tata upacara dan baris berbaris.
Berbagai aktifitas dan prestasi kegiatan ini telah mampu membawa
SMA Negeri 56 Jakarta untuk meraih yang terbaik mulai tingkat
wilayah, Daerah dan Nasional serta keterlibatan peserta didik dalam
menyelenggarakan upacara baik di sekolah maupun di luar sekolah,
baik upacara rutin maupun upacara hari-hari besar nasional yang
diselenggarakan oleh instansi pemerintah mulai tingkat kecamatan,
wali kota, provinsi maupun nasional.
4) Marawis
Marawis SMA Negeri 56 Jakarta merupakan kegiatan ekstrakurikuler
yang telah membawa prestasi peserta didik non akademik terutama
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 116
dalam menjuarai Lomba Marawis dengan target sebagai Tiga Besar di
Tingkat Provinsi.
5) Bimbingan Baca Qur’an ( BBQ )
Bimbingan Baca Qur’an ( BBQ ) SMA Negeri 56 Jakarta merupakan
kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat wajib bagi seluruh peserta didik
kelas X dan XI dan XI. Bertujuan untuk mensyi’arkan pemahaman
agama Islam kepada peserta didik muslim dan meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an dan mentadaburi
ayat-ayat Allah SWT.
1.2. Keunggulan Global
Keunggulan global yang dimiliki dan dikembangkan oleh SMA Negeri 56
Jakarta seiring dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh
masyarakat adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Keunggulan Global Dalam Bidang Pengembangan TIK
a) Standar Materi
1. Keterampilan kerja dengan computer
2. Word processing
3. spread shet
4. Data Base
5. Grafik
6. Program Presentasi
7. Perancangan Sistem
8. Pemprograman
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 117
9. Pengetahuan Jaringan
a. menjalankan log in
b. e-mail
c. mentransfer file ke PC
d. Browsing Web
10. Dasar-dasar pemanfaatan internet
a. Menjalankan internet
b. mengakses sumber dari internet
c. mendonw loud
d. meng-up loud
11. Mentainence dan troublem shotting
b) Kemitraan dan Out Sourcing
1. ada jalinan kerja sama dengan pihak lain dalam rangka saling
menunjang kelancaran program pembelajaran TIK
2. hadirnya instruktur dari luar untuk pelatihan tertentu yang
dibutuhkan sekolah.
3. adanya kegiatan pelatihan yang disediakan pihak lain yang
tidak dapat dilakukan sekolah
4. adanya kerja sama dalam rangka ujian sertifikasi kompetensi
TIK bersertifikasi
c) Fasilitas Yang Diperlukan Page 118
1. Meja Komputer
2. Listrik
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
3. Telpon
4. Ac
5. Komputer Client
6. Komputer Server
7. Printer
8. Internet
9. LAN
10. Fasilitas Jaringan, UPS. Kabel, Hub, Conector, Modem,
Ethernet Card
2. Pendidikan Kewirausahaan
2.1. Konsep Pendidikan Kewirausahaan
Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh
(holistik), sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan
sebagai wirausaha. Pada dasarnya, pendidikan kewirausahaan dapat
diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah.
Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru,
tenaga kependidikan (konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai
suatu komunitas pendidikan. Pendidikan kewirausahaan diterapkan ke dalam
kurikulum dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat
merealisasikan pendidikan kewirausahaan dan direalisasikan peserta didik dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, program pendidikan kewirausahaan di
sekolah dapat diinternalisasikan melalui berbagai aspek.
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dapat digolongkan ke dalam
pengetahuan -transcience-knowledge, yaitu mengembangkan pengetahuan dan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 119
melatih keterampilan kecakapan hidup berbasis seni dan teknologi berbasis
ekonomis. Pembelajaran ini berawal dengan melatih kemampuan ekspresi-kreatif
untuk menuangkan ide dan gagasan agar menyenangkan orang lain, dan
dirasionalisasikan secara teknologis sehingga keterampilan tersebut bermuara
apresiasi teknologi terbarukan, hasil ergonomis dan aplikatif dalam memanfaatkan
lingkungan sekitar dengan memperhatikan dampak ekosistem, manajemen dan
ekonomis.Analisis pendidikan kewirausahaan.
2.2. Analisis pendidikan kewirausahaan.
Lingkup materi pelajaran Prakarya dan kewirausahaan(PKWU) di SMA 56
Jakarta disesuaikan dengan potensi sekolah, daerah setempat, karena sifat mata
pelajaran ini menyesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada dan dilaksanakan
berdasarkan kebutuhan utama daerah tersebut, agar membekali secara keteknikan
maupun wawasan ide yang berasal dari teknologi kearifan lokal. Dasar teknologi
dan estetika lokal ini mempunyai nilai etnik dan nilai keterjualan, oleh karenanya
dikembangkan berdasarkan sistem teknologi terbarukan sehingga memperoleh
efektivitas dan efisiensi.
Pelajaran Prakarya dan kewirausahaan (PKWU) di SMA Negeri 56 Jakarta
berangkat dari pemikiran ekonomis, budaya dan sosiologis. Ekonomis, karena pada
tingkat usia remaja sudah harus dibekali dengan prinsip kewirausahaan agar tidak
tertinggalkan konsep kemandirian pasca sekolah. Budaya, karena prakarya
sebenarnya adalah pengembangan materi kearifan lokal yang telah dapat
diidentifikasi dalam sejarah arkeologis mampu mengangkat nama Indonesia ke
dunia internasional. Sosiologis, karena teknologi tradisi ternyata mempunyai nilai-
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 120
nilai kecerdasan kolektif bangsa Indonesia. Secara keseluruhan tujuan Prakarya dan
Kewirausahaan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Memfasilitasi peserta didik mampu berekspresi kreatif melalui keterampilan
teknik berkarya ergonomis, teknologi dan ekonomis.
Melatih keterampilan mencipta karya berbasis estetis, artistik, ekosistem dan
teknologis
2. Melatih memanfaatkan media dan bahan berkarya seni dan teknologi melalui
prinsip ergonomis, hygienis, tepat-cekat-cepat, ekosistemik dan metakognitif.
3. Menghasilkan karya jadi maupun apresiatif yang siap dimanfaatkan dalam
kehidupan, maupun berisfat wawasan dan landasan pengembangan
apropriatif terhadap teknologi terbarukan dan teknologi kearifan lokal.
4. Menumbuh kembangkan jiwa wirausaha melalui melatih dan mengelola
penciptaan karya (produksi), mengemas, dan usaha menjual berdasarkan
prinsip ekonomis, ekosistemik dan ergonomis
2.3. Implementasi pendidikan kewirausahaan
Dalam kehidupan dan berkehidupan, manusia membutuhkan keterampilan
tangan untuk memenuhi standar minimal dan kehidupan sehari-hari sebagai
kecakapan hidup. Keterampilan harus menghasilkan karya yang menyenangkan
bagi dirinya maupun orang lain serta mempunyai nilai kemanfaatan yang
sesungguhnya, untuk itu pelatihan berkarya dengan menyenangkan harus dimulai
dengan memahami estetika (keindahan) sebagai dasar penciptaan karya
selanjutnya. Dalam rangkaian menemukan karya yang bermanfaat dilatihkan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 121
mencipta, memproduksi dan memelihara yang ada kemudian memperoleh nilai
kebaruan (novelty) sehingga bermanfaat untuk kehidupan selanjutnya.
Prinsip mencipta, yaitu memproduksi dan mereproduksi diharapkan
meningkatkan nilai sensibilitas terhadap kemajuan jaman sekaligus mengapresiasi
teknologi kearifan lokal yang telah mampun mengantarkan manusia Indonesia
mengalami kejayaan pada masa lalu. Oleh karenanya, pembelajaran Prakarya di
SMA N 56 Jakarta didahului dengan wawasan keteknologian hasil kearifan lokal
menuju teknologi terbarukan. Pelatihan dimulai dengan memahami fakta, prosedur,
konsep maupun dalil yang ada melalui studi perorangan, kelompok maupun
projektif agar memberi dampak kepada pendidikan karakter yang berupa
kecerdasan kolektif. Hasil pembelajaran melalui eksplorasi alami maupun artifisial
ini akan memanfaatkan sebagai media sekaligus bahan pelajaran, sehingga
berdasarkan nilai ekosistem dan keberlajutan materialnya. Berdasarkan hal tersebut
maka bentuk pendidikan prakarya adalah:
Kerajinan Tangan
Kerajinan tangan dikaitkan dengan nilai pendidikan diwujudkan dalam
prosedur pembuatan. Kerajinan tangan yang diproduksi maupun direproduksi
dikemasulang dengan sistem teknologi dan ekosistem agar efektif dan efisien
berdasarkan potensi lingkungan yang ada. SMAN 56 Jakarta telah membuat
kerajinan tangan dengan menggunakan bahan lunak yang terbuat dari sampah
koran/majalah/plastik/botol minuman yang diolah menjadi bahan yang bernilai
seni dan memiliki daya jual seperti lukisan, Bantal, Bunga plastik, lampu hias
gantungan kunci, maket tiga dimensi.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 122
Budidaya
Budidaya berpangkal pada cultivation, yaitu suatu kerja yang berusaha untuk
menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk agar lebih
besar (tumbuh), dan berkembang (banyak). Kinerja ini membutuhkan perasaan
seolah dirinya (pembudidaya) hidup, tumbuh dan berkembang. Prinsip pembinaan
rasa dalam kinerja budidaya ini akan memberikan hidup pada tumbuhan atau
hewan, namun dalam bekerja dibutuhkan sistem yang berjalan rutinitas, seperti
kebiasaan hidup orang: makan, minum dan bergerak. Untuk itu SMAN 56 Jakarta
melaksanakan budidaya anggrek dan juga tanaman sayur dengan memanfaatkan
green house dan lahan apotik hidup yang tersedia di sekolah. Melalui kegiatan ini
peserta didik mampu memahami kartakter tumbuhan dibudidayakan. Konsep
cultivation tampak pada penyatuan diri dengan alam dan pemahaman tumbuhan.
Manfaat edukatif budidaya ini adalah pembinaan perasaan, pembinaan
kemampuan memahami pertumbuhan dan menyatukan dengan alam (ekosistem)
menjadi anak dan tenaga kerja yang berpikir sistematis namun manusiawi dan
kesabaran. Hasil budidaya tidak akan dapat dipetik dalam waktu singkat melainkan
membutuhkan waktu dan harus diawasi dengan penuh kesabaran.
Pengolahan
Pengolahan artinya membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda
produk jadi agar dapat dimanfaatkan. Pada prinsipnya kerja pengolahan adalah
mengubah benda mentah menjadi produk matang dengan mencampur,
memodifikasi bahan tersebut. Oleh karenanya kerja pengolahan menggunakan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 123
desain sistem, yaitu mengubah masukan menjadi keluaran sesuai dengan rancangan
yang dibuat. Sebagai contoh: membuat makanan atau memasak makanan; kinerja
ini membutuhkan desain secara tepat akan tetapi juga membutuhkan perasaan
terutama rasa lidah dan bau-bauan agar sedap. SMAN 56 Jakarta melatih peserta
didik untuk praktek membuat makanan tradisional khas Betawi dan juga makanan
nasional dari berbagai daerah yang banyak digemari masyarakat di Ibukota. Kerja
ini akan melatih rasa, dan kesabaran maupun berpikirapraktis serta tepat. Kognisi
untuk menghafalkan rasa bumbu, serta racikan yang akan membutuhkan ketelitian
dan kesabaran.
Manfaat pendidikan teknologi pengolahan bagi pengembangan kepribadian
peserta didik adalah: pelatihan rasa yang dapat dikorelasikan dalam kehidupan
sehari-hari.
I. Aturan Mutasi Peserta Didik
1. Ketentuan Mutasi
Mutasi peserta didik berpedoman pada Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun
2012 dan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta
nomor 38/SE/2021 tentang Tata Cara Perpindahan Peserta Didik;
Mutasi peserta didik dapat dilakukan apabila rasio kelas pada sekola
h yang dituju belum memenuhi rasio kelas maksimal; Mutasi peserta
didik dapat dilaksanakan :
a) antar sekolah/madrasah negeri yang sederajat.
b) dari sekolah negeri ke sekolah swasta atau sebaliknya dari sekolah
swasta ke sekolah negeri yang sederajat.
c) dari madrasah ke sekolah negeri/swasta atau sebaliknya dari sekol
ah negeri/swasta ke madrasah negeri/swasta yang sederajat.
d) dari dan ke satuan pendidikan asing sesuai ketentuan yang berlaku.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 124
2. Mutasi Keluar :
Mekanisme mutasi keluar
a) Permohonan pindah sekolah dari orang tua / wali bermeterai Rp.
10.000. disampaikan kepada sekolah/madrasah.
b) Sekolah membuat surat keterangan pindah yang di tanda
tandangani oleh kepala sekolah dan di ketahui oleh pengawas
sekolahdan Pendidikan/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, untuk
mutasi di wilayah DKI Jakarta, untuk memvalidasi NISN; dan
Dinas Pendidikan untuk mutasi ke luar Wilayah DKI Jakarta dan
mutasi ke
sekolah asing,setelah divalisidasi NISN oleh Suku Dinas;
Sekolah menyerahkan :
(1) Surat keterangan pindah dari sekolah;
(2) Laporan hasilbelajar/rapor asli lengkap;
(3) Fotocopy daftar peserta didik (8355) yang
dilegalisasi oleh kepala sekolah;
(4) Fotocopy sertifikat akreditasi sekolah;
3. Mutasi Masuk:
Persyaratan mutasi masuk adalah sebagai berikut :
Adanya surat permohonan untuk menjadi peserta didik
di sekolah tujuan di sekolah tujuan peserta didik di sekolah tujuan dari
orang tua / wali bermaterai Rp. 10.000, dengan melampirkan :
a) Surat keterangan pindah dari sekolah asal;
b) Untuk peserta didik dari madrasah, memiliki surat keterangan pindah
dari madrasah asal yang diketahui oleh Kantor Kementerian Agama
Kota/Kabupaten;
c) Rapor (Asli dan Fotocopy) lengkap dari sekolah/madrasah asal;
d) Ijazah, SKHUN, SKYBS dari jenjang pendidikan sebelumnya;
e) Nomor Induk Peserta didik Nasional (NISN) yang sudah divalidasi
oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota;
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 125
f) Fotocopy sertifikat akreditasi dari sekolah/madrasah asal;
g) Fotocopy surat ijin penyelenggaraan sekolah/madrasah Bagi peserta
didik yang berasal dari sekolah/madrasah swasta;
h) Bagi peserta didik yang berasal dari sekolah asing harus
mendapatkan/membawa rekomendasi dari Kementerian Pendidikan
Nasional.
4. Mekanisme mutasi masuk :
a. Sekolah mengumumkan adanya tempat/kursi kosong melalui Web
sekolah.
b. Sekolah menerima dan melakukan seleksi berkas usulan mutasi
peserta didik sesuai dengan persyaratan;
c. Sekolah melaksanakan seleksi tes akademik dan tes wawancara
d. Sekolah mengumumkan peserta didik yang diterima;
e. Sekolah/madrasah membuat surat laporan mutasi yang ditanda
tandangan oleh kepala sekolah dan di sahkan oleh pengawas
sekolah dan : Suku Dinas Pendidikan/Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota untuk mutasi di wilayah DKI Jakarta untuk
memvalidasi NISN; dan Dinas Pendidikan, untuk mutasi dari luar
Wilayah DKI Jakarta dan mutasi dan sekolah asing.
5. Pelaksanaan mutasi masuk dilakukan dengan ketentuan:
a. Untuk kelas X dan XI mutasi dilakukan di akhir semester ganjil
maupun di akhir semester genap jika ada kuota bangku kosong.
b. Mutasi peserta didik pada SMA Negeri 56 Jakarta, memperhatikan
ketentuan dari dinas dan Sudin pedidikan Jakarta Barat
c. Pelaksanaan mutasi sesuai dengan surat edaran dari dinas dan
Sudin pedidikan Jakarta Barat
d. Pelaksanaan proses mutasi dilaksanakan dengan obyektif, tra
nsparan, akuntabel, adil dan tidak dikenakan biaya;
e. Proses pelaksanaan mutasi terdiri dari: (1) pendaftaran, (2) tes
seleksi, apabila diperlukan, (3) pengumuman
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 126
Dalam pelaksanaan mutasi peserta didik, Pihak sekolah :
a. Membentuk panitia mutasi;
b. Mengumumkan Surat Edaran Dinas dan jumlah bangku kosong
yang tersedia di papan pengumuman yang dapat dilihat langsung
oleh masyarakat atau di website sekolah;
c. Menyusun jadwal pelaksanan mutasi;
d. Melaporkan hasil pelaksanaan mutasi setelah diperiksa/diketa
hui oleh Pengawas ke Suku Dinas dan Dinas Pendidikan untuk
dientri pada basis
(SIMDIK) Provinsi DKI Jakarta, dan mengumum kepada
masyarakat;
BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN
A. Pengaturan Waktu Efektif
Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh
sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu
belajar mengacu pada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah,
karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 127
ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Pengaturan waktu untuk
kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun adalah sebagai berikut
:
1. Pengaturan Permulaan Tahun Pelajaran
a. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir
pada bulan Juni tahun berikutnya.
b. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait
dengan hari raya keagamaan, kepala daerah tingkat kabupaten/kota, dan
atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur
khusus.
c. Pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota dapat menetapkan hari libur
serentak untuk satuan-satuan pendidikan.
d. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh
masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu
sebagaimana tersebut pada dokumen standar isi ini dengan memerhatikan
ketentuan dari pemerintah/ pemerintah daerah.
e. Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk
kegiatan pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kurikulum.
f. Jumlah hari belajar efektif dalam 1 tahun pelajaran 230 hari belajar yang
digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan kurikulum yang
berlaku.
g. Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan untuk
proses pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. Jumlah jam belajar
efektif setiap minggu untuk kelas X adalah 42 jam pelajaran dan kelas
XI, XII adalah 44 jam pelajaran, dengan alokasi waktu 45 menit per jam
pelajaran. Jumlah jam belajar efektif selama satu tahun untuk kelas X,
XI, dan XII masing-masing 1.512- 1.760 jam pelajaran.
h. Sesuai acuan penetapan kalender pendidikan, SMA Negeri 56 Jakarta
berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi DKI
Jakarta.
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 128
Permulaan tahun pelajaran di SMA Negeri 56 Jakarta dimulai pada hari
Senin, tanggal 12 Juli 2021 sesuai dengan kalender pendidikan. Hari pertama
masuk sekolah untuk kelas X dimulai hari Sabtu, 10 Juli 2021 yaitu kegiatan Pra
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan MPLS dilaksanakan selama 3
hari.
Kelas X hari pertama belajar tanggal 10 Juli 2021;
Kelas XI hari pertama belajar tanggal 12 Juli 2021;
Kelas XII hari pertama belajar tanggal 12 Juli 2021.
2. Jumlah Minggu Efektif
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu
efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya. Waktu pembelajaran
efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam
pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah
jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri Permulaan tahun pelajaran adalah
waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap
satuan pendidikan
Tabel 4 1 Jumlah Minggu Efektif
Bulan Jumlah Minggu Minggu Keterangan
Juli 2021 Minggu Efektif
Tidak
5 Efektif
Libur Akhir Tahun
Pelajaran, pelaksanaan
23
MPLS, dan Libur Awal
Ramadhan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 129
Agustus 2021 4 04
September 2021
Oktober 2021 5 1 4 Penilaian Harian 1/
November 2021 perkiraan AN(AKM)
Desember 2021
Januari 2022 4 0 4 PTS
Pebruari 2022
Maret 2022 4 04
April 2022 Penilaian Akhir
5 41
Mei 2022
Semester
Juni 2022
4 04
Jumlah
4 0 4 Perkiraan Ujian Praktik
5 2 3 Perkiraan Ujian Sekolah
Utama
Perkiraan Ujian Sekolah
4 2 2 Utama, libur awal
ramadhan
Penilaian Kenaikan
4 2 2 Kelas, Libur Idul Fitri
Penilaian Kenaikan
5 2 3 Kelas, Pengisian LCK
dan Libur Akhir
Semester
53 15 38
3. Waktu Pembelajaran Efektif
Perhitungan jumlah jam pelajaran efektif mengacu pada tabel 5.2 dengan 1
minggu sebanyak 42-44 jam pelajaran, yang dijabarkan ke dalam tabel 5.3 sebagai
berikut :
Tabel 4 2 Jumlah Jam Belajar Efektif selama kondisi khusus
pandemi covid-19
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 130
Semester Bulan Jumlah Hari Jumlah Jumlah JP
Belajar Minggu Belajar
Juli Efektif Efektif Efektif
Agustus 14 126-132
September 24 3 168-176
1 26 4 168-176
Oktober 25 4 168-176
November 26 4 168-176
Desember 9 4 84-88
Januari 25 2 168-176
Februari 19 4 168-176
Maret 17 4 126-132
2 16 3 84-88
April 15 2 126-132
Mei 14 3 84-88
Juni 230 2
Jumlah 38 1638-1716
B. Pengaturan Waktu Libur
Hari libur sekolah adalah hari libur yang ditetapkan oleh sekolah,
pemerintah pusat,provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses
pembelajaran disekolah.
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan
kegiatan pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri
Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, kepala daerah
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 131
tingkat kabupaten/kota, dan atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat
menempatkan hari libur khusus.
Sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih
panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif. Bagi sekolah
yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu secara
khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif.
Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap
jenjang dan jenis pendidikan disesuaikan denga peraturan pemerintah
pusat/provinsi/ kabupaten/kota.
Tabel 4 3 Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan
No. Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
1. Minggu efektif 37 minggu Kegiatan pembelajaran per
belajar semester
2. Jeda antar semester 2 minggu Antara semester I dan II.
3. Libur akhir tahun 3 minggu Raker Guru
pelajaran
2 minggu Idul Adha , Idul Fitri
4. Hari libur keagamaan
2 minggu Sesuai ketentuan pemerintah.
5. Hari libur umum/
nasional 2 minggu Tambahan setelah idul fitri
2 minggu Pesantren Latihan Ramadhan
6. Hari libur khusus
7. Kegiatan khusus
sekolah/madrasah
Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan sebagai berikut :
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Mentri Agama dalam hal
yang terkait dengan hari raya keagamaan.
Peraturan Pemerintah Pusat /Provinsi/Kabupatan/Kota dalam hal penentuan
KTSPhaSrMi AliNbu56r Juamkaurtma |/TnaahusnioPnealaljaaratanu20p21e/n20e2t2apan hari serentak untuk setPiaagpe j1e3n2jang
Sekolah mengambil kebijakan hari libur sebagai berikut :
Hari libur yang ditentukan oleh Pemerintah DKI Jakarta:
· Libur Semester 1: 20 Desember 2021 – 31 Desember 2021
· Libur Semester 2: 27 Juni 2022 – 8 Juli 2022
Perkiraan Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara lain:
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 133
KALENDER PENDIDIKAN SMAN 56 JAKARTA TP. 2021/2022
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 134
KALENDER PENDIDIKAN SMA NEGERI 56 JAKARTA
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021/2022
KALENDER 2021 TGL KEGIATAN PJ
HBE = 14 Hari
12 - 30 Hari Belajar Efektif di Bulan Juli 2021 Kurikulum
Juli 12 - 30 Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Lanjutan Kurikulum
M SN SL RB KM JM ST 12 - 23 Pengump ulan Perangkat Pembelajaran Guru TP. 2021-2022 Kurikulum
1 23 10 Kegiatan Pra M PLS 2021 Kelas X (sesuai kondisi PSBB/PPKM ) dan Demo ekskul Kesiswaan
4 5 6 7 8 9 10 12 Awal KBM TP. 2021/2022 (Hari p ertama belajar efektif), Perkenalan Kurikulum
11 12 13 14 15 16 17 12 - 14 Walas dan Pembentukan Perangkat Kelas Kesiswaan
18 19 20 21 22 23 24 14, 15, 16 Kegiatan M PLS Kelas X TP. 2021/2022 Kurikulum
Pertemuan dengan Orang Tua kelas X, XI, XII (Sekaligus sosialisasi Asessmen Nasional untuk Orang Tua
25 26 27 28 29 30 31 15 - 16 Kelas XI) Kurikulum
Pertemuan dengan Siswa kelas XI (sekaligus sosialisasi Asessmen
12 Juli : Hari Pertama Efektif Belajar 16, 23, 31 Nasional) dan XII Kesiswaan, Sarp ras
20 - 21 Jum'at Rohani Kesiswaan,Sarp ras
20 Juli : Idul Adha 1442 Hijriah
HBE = 20 Hari 2 - 31 Pelaksanaan Idul Adha 1442 H Kurikulum
2 - 31 Kurikulum
Agustus 9 - 13 Hari Belajar Efektif di Bulan Agustus 2021 Kurikulum
2 - 31 Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Lanjutan Kurikulum
M SN SL RB KM JM ST Jadwal Sup ervisi dan Kunjungan Belajar Oleh Pengawas Kesiswaan
11 Pengump ulan Soft File p erangkat p embelajaran kelas X, XI dan XII Kesiswaan
12 34 56 7 13 Pekan M uharam
89 10 11 12 13 Awal Kegiatan Ekstrakurikuler
15 16 17 18 19 20 14
21
22 23 24 25 26 27 28 17 Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-76/Dies Natalies SM AN 56 Jakarta Kesiswaan
29 30 31 6, 13, 20, 27 Jum'at Rohani Kesiswaan,Sarp ras
Kurikulum
9 - 20 Penilaian Harian I Oleh M asing-M asing Guru M ap el
Kurikulum
23 - 25 Foto Kelas X Kesiswaan
10/11 Agustus : Tahun Baru 1443 H 23 - 27 Prediksi Pelaksanaan Simulasi Assesmen Nasional 2021 Kurikulum
Kurikulum
17 Agustus : Hari Kemerdekaan RI 23 - 31 Seleksi Peserta KSN, O2SN dan FLS2N TP. 2021-2022 Kurikulum
HBE = 22 Hari Kesiswaan,Sarp ras
Kurikulum
Se pte mbe r 1 - 30 Hari Belajar Efektif di Bulan Sep tember 2021 Kesiswaan
1 - 30 Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Lanjutan Kesiswaan,
M SN SL RB KM JM ST 1 - 30 Jadwal Sup ervisi Akademik Guru dan Tindak Lanjut Sup ervisi Sarp ras
Kurikulum
1 2 34 3 Pemberian M otivasi Peserta Didik Kelas X, XI, XII
Kurikulum
5 6 7 8 9 10 11 6 - 10 Jadwal Sup ervisi dan Kunjungan Belajar Oleh Pengawas
Kesiswaan
12 13 14 15 16 17 18 9 - 10 LDKS OSIS Kesiswaan
Kurikulum
19 20 21 22 23 24 25 3, 10, 17, 24 Pembinaan KSN, O2SN dan FLS2N dan Kegiatan Ekskur
Kurikulum
26 27 28 29 30 1 - 17 Peny usunan Kisi-kisi dan Naskah Soal Penilaian Tengah Semester Ganjil (PTS) Kurikulum
13 - 16 Kurikulum
16 - 17 Prediksi Pelaksanaan Asessmen Nasional (AKM, S urvey Karakter dan S urvey Lingkungan Kesiswaan
Belajar) Kelas XI Kesiswaan
LDK Rohis Kurikulum
23 - 24 LDK Rokris BK
Kesiswaan
20 - 28 Penilaian Tengah Semester Ganjil (PTS) Kesiswaan
Kesiswaan
HBE = 20 Hari Kurikulum
Kesiswaan,Sarp ras
Oktobe r 1 - 30 Hari Belajar Efektif di Bulan Oktober 2021
1 - 30 Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Lanjutan PJ
M SN SL RB KM JM ST 1 - 30 Penilaian Kinerja Guru (PKG)
Kurikulum
12 7-8 Pemilihan Ketua OSIS dan M PK Kurikulum
Kurikulum
3 4 5 6 7 8 9 8, 15, 22, 29 Pembinaan KSN, O2SN dan FLS2N dan Kegiatan Ekskur Kurikulum
Kesiswaan
10 11 12 13 14 15 16 11 - 13 Pelaksanaan Try Out I Kelas XII dan Penilaian Harian II Kurikulum
17 18 19 20 21 22 23 14 - 15 Pelaksanaan EDU FAIR PTN/PTS untuk Kelas XII Kurikulum
24 25 26 27 28 29 30 18 - 28 Festu Texa CUP Kurikulum
Kurikulum
31 19 Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW M anajemen
Kurikulum
22 - 23 Perjusa Reguler
Kurikulum
29 Pembagian Hasil Evaluasi Belajar Tengah Semester Ganjil Kurikulum, TU
19/20 Oktober:Maulid Nabi Muhammad 29 - 30 Puncak Bulan Bahasa Kurikulum
KALENDER 2021 TGL KEGIATAN Kesiswaan
HBE = 22 Hari Kurikulum
1 - 30 Hari Belajar Efektif di Bulan November 2021 Kesiswaan
Nov e mbe r 1 - 30 Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Lanjutan Kurikulum
1 - 30 Penilaian Kinerja Guru (PKG) Lanjutan dan tindak lanjut Kesiswaan
M SN SL RB KM JM ST 1 - 19 Pendalaman M ateri Kelas XII Kurikulum
12 3 4 56 5, 12, 19 Pembinaan KSN, O2SN dan FLS2N dan Kegiatan Ekskur Kurikulum
8 - 24 Prediksi p elaksanaan Simulasi AKM 2022 Kurikulum
7 8 9 10 11 12 13 Peny usunan Kisi-kisi dan Naskah Soal Penilaian UKBM Bersama Akhir Kurikulum
14 15 16 17 18 19 20 1 - 19 Semester Ganjil (PAS) TP. 2021/2022
21 22 23 24 25 26 27 Kep utrian Akbar Sekolah
20 Kesiswaan
28 29 30 Kesiswaan
25 November : Hari Guru 22 - 23 Pelaksanaan Try Out II XII
HBE = 13 Hari 8 - 30 Prediksi Pelaksanaan PKKS 2021
24 - 30 Penilaian Akhir Semester Ganjil (PAS) TP.2021/2022 dan mulai pengentrian nilai E-Rapor
De se mbe r
1 - 16 Hari Belajar Efektif di Bulan Desember 2021
M SN SL RB KM JM ST 1 - 16 Pelap oran Program Induksi dan PKG 2021
Penilaian Akhir Semester Ganjil (PAS) TP.
1 2 34 1-3 2021/2022 dan mulai pengentrian nilai E-Rapor
5 6 7 8 9 10 11 Perjusa Blok
12 13 14 15 16 17 18 3-4 Pengentrian Nilai E-Rap or Semester Ganjil TP. 2021/2022
19 20 21 22 23 24 25 1-9 p embekalan OSIS dan M PK
26 27 28 29 30 31 Remedial
5 Clasmiting Semester I (bersifat fleksibel, disesuaikan dengan kondisi PSBB Transisi)
6-8
8- 10
10 Download dan Cetak legger Rap or Semester Ganjil
13 Verifikasi Nilai Rap or dan Rap at Pleno Dewan Guru
14 - 15 Cetak dan Tanda tangan Rap or
17 Desember : Pembagian Laporan Hasil 17 Pembagian Laporan Hasil Belajar Akhir Semester Ganjil (Rapor)
B2e4l Desember : Cuti Bersama 20 - 31 Libur Semester Ganjil TP. 2021/2022
25 Desember : Natal Peray aan Natal
24 TC Paskibra
30 - 31
Tabel 4 4 Kalender Pendidikan SMAN 56 Jakarta Semester ganjil dan Genap
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 135
KALENDER PENDIDIKAN SMA NEGERI 56 JAKARTA
SEMESTER GANAP TAHUN PELAJARAN 2021/2022
KALENDER 2022 TGL KEGIATAN PJ
HBE = 21 Hari
3 - 30 Hari Belajar Efektif di Bulan Januari 2022 Kurikulum
Januari 3 Awal KBM Semester Genap TP. 2021/2022 Kurikulum
Pengumpulan Perangkat Pembelajaran Guru Semester Genap Kurikulum
M SN SL RB KM JM ST 3 - 14 Campus Go To School(CGTS) Kesiswaan
1 7-8 Perkiraan mulai pengentrian PDSS SNM PTN 2022 Kesiswaan
10 - 31 Pendalaman M ateri US Kelas XII Kurikulum
2 34 5 6 7 8 10 - 28 Supervisi Akademik Guru dan Tindak Lanjut Supervisi Kurikulum
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22 10 - 31 Pemberian motivasi peserta didik menjelang Ujian Sekolah dan Kurikulum
Sosialisasi Persiapan Ujian Sekolah dan SNMPTN ke Orangtua
23 24 25 26 27 28 29 21 Batas waktu pengumpulan Perangkat administrasi soal Ujian Praktik Kurikulum
30 31 21 Pekan Penilaian Harian I Kelas X, XI dan Prediksi Pelaksanaan Try Kurikulum
24 - 31
1 Januari : Tahun Baru Masehi Hari Belajar Efektif di Bulan Februari 2022 Kurikulum
HBE = 19 Hari 1 - 28 Perkiraan lanjutan pengentrian PDSS SNM PTN 2022 Kurikulum
1-4 Kegiatan Ujian Praktik Kelas XII Kurikulum
Fe bruari 2 - 11 Penyusunan perangkat administrasi soal PAT dan US Kelas XII dan PTS Kurikulum
Genap Kelas X dan XI
M SN SL RB KM JM ST 2 - 16 Jadwal Khusus Kelas XII Persiapan PAT 2022 Kurikulum
Pendaftaran SNM PTN 2021 Kurikulum
12 3 4 5 14 - 18 Perkiraan Pelaksanaan Try Out US Gunadarma 2022 Kurikulum
14 - 25 Pelaksanaan PAT Kelas XII dan Penilaian Tengah Semester Genap Kelas Kurikulum
6 7 8 9 10 11 12 14- 18 X, XI (PTS) TP. 2021/2022
13 14 15 16 17 18 19 Kurikulum
20 21 22 23 24 25 26 21 - 28 Kurikulum
27 28
Kurikulum
1 Februari : Tahun Baru Imlek 2 - 31 Hari Belajar Efektif di Bulan M aret 2022 Kurikulum
HBE = 22 Hari 2-4 Pelaksanaan PAT Kelas XII dan Penilaian Tengah Semester Genap Kurikulum
Kelas X dan XI (PTS) TP. 2021/2022
M are t 2 - 11 Penyusunan perangkat administrasi soal Ujian Sekolah Kelas XII Kurikulum
7 - 12 Kurikulum
M SN SL RB KM JM ST 7 - 18 Prediksi pelaksanaan Try Out US Gunadarma 2022 Kurikulum
21- 25
12 3 4 5 Jadwal Intensif US Kelas XII dan Pekan Penilaian Harian II Kelas X Kurikulum
21 dan XI
6 7 8 9 10 11 12 22 Prediksi Pengumuman Penerimaan SNMPTN 2021 Kurikulum
23 - 31 Kurikulum
13 14 15 16 17 18 19 Pelaksanaan M otivasi dan Do'a Bersama M enjelang US 2022
20 21 22 23 24 25 26 Sarp ras
27 28 29 30 31 Pembagian Laporan Hasil Belajar Tengah Semester Genap TP. Kurikulum
2021/2022 Kelas X dan XI Kurikulum
11 Maret : Isra Mi'raj 1443 H Perkiraan Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tulis Tahun 2022 Kesiswaan
Kesiswaan
HBE = 10 Hari 1 - 30 Hari Belajar Efektif di Bulan April 2021 Kurikulum
1 Perkiraan Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tulis Tahun 2022 Kurikulum
April 1 Tarhib Ramadhan 1443 H
Perkiraan Libur Awal Puasa Ramadhan 1443 H Kurikulum
M SN SL RB KM JM ST 4-6 Perkiraan Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tulis Susulan 2022 Kurikulum
12 7 - 14 Perjusa Reguler Kurikulum
Peringatan Hari Kartini Kurikulum
3 45 6 7 8 9 8-9 Penilaian Harian III Kelas X dan XI
10 11 12 13 14 15 16 21 Libur Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Kurikulum
17 18 19 20 21 22 23 Kurikulum
24 25 26 27 28 29 30 18 - 27
15 April : Wafat Isa Almasih 28 - 29 Kurikulum
HBE = 10 Hari Kesiswaan
2 - 31 Hari Belajar Efektif di Bulan M ei 2022 Kurikulum
Mei 2 - 11 Libur Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Kurikulum
3-4 Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Kurikulum
M SN SL RB KM JM ST 12 - 20 Kesiswaan
1 23 4 5 6 7 Prediksi Pengumuman Kelulusan Kelas XII dan Pembagian SKL serta Kurikulum
12 - 31 Rapor Semester Genap Kelas XII TP. 2021/2022 Kurikulum
8 9 10 11 12 13 14 23 - 27 Prediksi Penulisan Ijazah Kelas XII Kurikulum
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28 Prediksi Kegiatan Pelepasan Kelas XII oleh Sekolah Kurikulum
29 30 31
1 Mei : Hari Buruh Sedunia 2 - 17 Hari Belajar Efektif di Bulan Juni 2021 Sekolah
3-4 Mei : Idul Fitri 1443 H 6 - 30 Perkiraan Pelaksanaan PPDB TP. 2021/2022
26 Mei : Kenaikan Isa Almasih 2 - 10 Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) Kls X dan XI Page 136
HBE = 5 Hari 2 - 16
13 - 15 Pengentrian Nilai E Rapor Semester Genap
Juni 15 - 17 Remedial
M SN SL RB KM JM ST 17 Clasmeeting
1 2 34 20
21 - 23 Download dan Cetak Legger Rapor Semester Genap Kls X, XI
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18 24 Verifikasi Nilai Rapor dan Rapat Pleno Dewan Guru
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 27 - 30 Cetak dan Tandatangan Rapor Semester Genap Kelas X, XI oleh
Walas/Kepala Sekolah
1 Juni : Hari Lahirnya Pancasila Pembagian Laporan Hasil Belajar Akhir Semester Genap (Rapor) TP.
2021/2022
Libur Semester Genap TP. 2021/2022
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
BAB V
PENUTUP
Kurikulum SMAN 56 Jakarta tahun pelajaran 2021/2022 merupakan
penerapan Kurikulum 2013 yang telah direvisi dan disederhanakan sesuai dengan
kondisi khusus pandemi covid-19 untuk seluruh jenjang mulai kelas X, XI dan XII.
Dengan telah selesainya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) SMA Negeri 56 Jakarta sebelum memasuki tahun pelajaran 2021/2022,
maka salah satu pedoman dan acuan dalam kegiatan belajar mengajar telah dimiliki
oleh SMA Negeri 56 Jakarta.
Sangat besar harapan kami, semoga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) SMA Negeri 56 Jakarta ini memenuhi syarat sehingga rencana kami
mengembangkan SMA Negeri 56 Jakarta dapat berhasil dengan baik. Kami juga
sangat mengharap dukungan dari semua pihak, Ibu Patra Patiah, M.Biomed sebagai
Pengawas Paket, ketua komite, khususnya guru, karyawan, orang tua maupun para
peserta didik serta masyarakat yang sebagian besar terwakili oleh orang tua peserta
didik .
Banyak bantuan yang sudah diberikan kepada kami dari berbagai pihak,
kami mengucapkan banyak terima kasih. Kepada pemerintah yang memberi
kesempatan kepada kami untuk menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP), semoga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA Negeri 56
Jakarta ini mampu menjadi sarana bagi sekolah untuk ikut mencerdaskan generasi
muda harapan bangsa.
Jakarta, 2 September 2021
Kepala SMA Negeri 56 Jakarta
Hirziah, M.Pd.
NIP. 196601081989032010
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 137
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. ”Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta.
Depdiknas. 2006. ”Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta.
–––– . 2006. ”Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta.
–––– . 2006. ”Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas
Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
–––– . 2006. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta.
Kepmendikbud nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada satuan
pendidikan dalam kondisi khusus
Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang
Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19;
SK KabalitbangBu nomor 018/H/KR/2020, tentang KI dan KD pelajaran pada kurikulum
2013 pada PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah untuk kondisi Khusus.
Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19;
Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial
Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi
Daerah Khusus lbukota Jakarta;
Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. 43 Tahun 2020 tentang
Perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pada Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar
di Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta;
Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. 50 Tahun 2020 tentang Kegiatan
Satuan Pendidikan Pada Masa Transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar di Provinsi DKI
Jakarta;
. Page 138
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Tim Pengembang Kurikulum SMA Negeri 56 Jakarta Tahun
Pelajaran 2021/2022
DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
SMA NEGERI 56 JAKARTA
Nomor :
KEPUTUSAN PLT. KEPALA SMA NEGERI 56 JAKARTA
TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM SMA NEGERI 56 JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Plt. KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 56 JAKARTA
Menimbang :
1. Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan proses belajar di SMA Negeri 56
Jakarta perlu menetapkan mengangkat Tim Pengembang Kurikulum
2. Bahwa dipandang perlu mengangkat Tim Tim Pengembang Kurikulum yang
memenuhi kriteria prestasi kerja, loyalitas, tanggung jawab, ketaatan, kerjasama dan
prakarsa yang telah dilaksanakan terhadap SMA Negeri 56 Jakarta.
3. Bahwa berdasarkan pertimbangan dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
keputusan Tim Pengembang Kurikulum .
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal
38 Ayat 2 dan Pasal 51 Ayat 1;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Pasal 17 Ayat 2, dan Pasal 49 Ayat 1;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang perubahan
kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 139
5. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama,
Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384
Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/202l, Nomor 440-717 Tahun
2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Di Masa Pandemi
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19);
6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor
719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan
Dalam Kondisi Khusus;
7. Permendikbud No. 20/2016 tentang Standar Kompetensi Kelulusan;
8. Permendikbud No. 21/2016 tentang Standar Proses;
9. Permendikbud No. 22/2016 tentang Standar Isi;
10. Permendikbud No. 23/2016 tentang Standar Penilaian;
11. Permendikbud No. 24/2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar;
12. Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan mengangkat sebagai Tim Pengembang Tahun Pelajaran 2021/2022
KESATU : mengangkat sebagai Tim Pengembang Kurikulum, pada tahun
pelajaran
2021/2022 seperti tersebut pada Lampiran I Keputusan ini.
KEDUA : Masing-masing Tim Pengembang Kurikulum melaporkan pelaksanaan
tugasnya secara tertulis dan berkala Kepada Kepala Sekolah.
KETIGA : Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan tugas ini, dibebankan pada
anggaran yang sesuai.
KEEMPAT : Masing-masing Tim Pengembang Kurikulum agar melaksanakan
keputusan ini dengan penuh tanggungjawab.
KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan
bulan Juli 2021.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal, 9 Juli 2021
Plt. Kepala SMA Negeri 56 Jakarta
Noviolaleni, S.Pd
NIP. 196311081985122002
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Page 140
Lampiran 2. Susunan Dan Deskripsi Tugas Tim Pengembang Kurikulum Sma
Negeri 56 Jakartatahun Pelajaran 2021-2022
SUSUNAN DAN DESKRIPSI TUGAS TIM PENGEMBANG KURIKULUM
SMA NEGERI 56 JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2021-2022
No Nama Jabatan Dalam Tugas dan Tanggung Jawab
TIM Memberi pengarahan kepada Tim
1 Patra Patiah, M.Biomed Pengembang Kurikulum terkait
( Pengawas Paket) Pengarah dengan Pedoman Penyusunan
Kurikulum sekolah
2 Noviolaleni, S.Pd Penanggung Memberi pengarahan pada kegiatan
( Kepala Sekolah) Jawab persiapan, pelaksanaan sampai
pengesahan Kurikulum SMAN 56
3 Mas’udi, S.Pd.,M.M Ketua Jakarta hasil pengembangan dan
Reviu
( Wakil Bidang Kurikulum) Memverifikasi dan memvalidasi
kurikulum hasil Pengembangan
KTSP SMAN 56 Jakarta |Tahun Pelajaran 2021/2022 Menyusun Tim Pengembang
Kurikulum (TPK) Tahun Pelajaran
2021/2022
Menentukan tugas masing-masing
anggota tim untuk efektifitas dan
efisiensi kerja
Bertanggung jawab pada kegiatan
pengembangan Kurikulum SMAN 56
Jakarta tahun pelajaran 2021/2022
Menentukan prosedur penyusunan
Pengembangan KTSP tahun pelajaran
2021/2022 sesuai rencana.
Menandatangani Kurikulum SMAN
56 Jakarta Hasil pengembangan.
Mengkoordinir Tim Pengembang
Kurikulum dalam menentukan
Page 141