The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nasyaudrey, 2021-06-11 10:44:17

Portofolio Akhir Biologi kelas 11 Nasya Audrey Nafisha XI IPA 3

Portofolio Akhir Biologi kelas 11

pembentukan hormon angiotensin yang selanjutnya memicu
pelepasan hormon aldosteron.
6) Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum
tulang dengan melepaskan hormon eritropoietin.
7) Pengendalian konsentrasi nutrisi darah, seperti glukosa dan
asam amino.
8) Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif

II. Struktur Ginjal
Bagian-bagian ginjal yaitu :
a) Lobus ginjal, merupakan bagian yang menyusun ginjal.
Setiap lobus terdiri atas satu piramida ginjal, kolumna yang
berdekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya.
b) Hilus (hilum), merupakan cekungan pada sisi medial yang
membentuk bukaan pada ginjal sebagai tempat keluar
masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter.
c) Sinus ginjal, merupakan rongga yang berisi lemak yang
membuka pada hilus
d) Parenkim ginjal, merupakan jaringan yang menyelubungi
struktur sinus ginjal. Jaringan ini terbagi menjadi dua
bagian, yaitu korteks (bagian luar) dan medula (bagian
dalam).
(1) Korteks, tersusun dari nefron-nefron. Nefron
merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari
ginjal yang membentuk urine. Disetiap ginjal normal
terdapat sekitar 800.000 – 1,5 juta nefron yg
disatukan oleh jaringan ikat. Nefron tersusun dari dua
komponen, yaitu :
 Komponen vaskuler (pembuluh), terdiri atas
arteriola aferen, glomerulus (gabungan kapiler
berbentuk bundar), arteriola eferen, dan kapiler
peritubular.
 Komponen tubuler (tabung), terdiri atas :
1. Kapsul Bowman(berbentuk cangkir)

170

2. Tubulus kontortus proksimal merupakan
saluran berliku-liku yang terletak di dekat kapsul
Bowman.
3. Lengkung Henle merupakan saluran
penghubung antara tubulus kontortus proksimal
dan tubulus kontortus distal. Lengkung henle ada
dua yaitu Lengkung Henle naik (asenden) dan
Lengkung Henle turun (desenden).
4. Tubulus kontortus distal merupakan saluran
berlikuliku yang letaknya menjauhi kapsul
Bowman.
5. Duktus kolektivus

(2) Medula, terdiri atas 15-16 massa triangular (tiga sisi)
yg disebut piramida ginjal yang tersusun dari sistem
tubulus berukuran mikroskopis. Sistem tubulus ini
meliputi lengkung Henle desenden dan asenden, duktus
kolektivus, dan duktus papilaris Bellini. Ujung dri tiap
piramida disebut papilla ginjal, yang permukaannya
seperti saringan karena terdapat bnyk lubang kecil yg
dilewati oleh tetesan urine. Papilla menuju ke kaliks
minor yg berhubungan dengan saluran pengumpul
urine.

e) Pelvis ginjal (pelvis renalis), merupakan rongga perluasan
ujung proksimal (bagian atas) ureter. Ujung ini bercabang
menjadi dua/tiga kaliks major (yg disetiap major ada 8-18
kaliks minor). Kaliks minor berfungsi menampung urine yang
terus-menerus keluar dari papilla. Dari kaliks minor ini, urine
masuk ke kaliks major, selanjutnya ke pelvis renalis

III. Struktur nefron
1. Komponen Vaskuler (pembuluh)
1) Arteri aferen, berfungsi untuk membawa darah ke
Glomerulus
2) Glomerulus, berfungsi untuk menyaring plasma darah
bebas protein ke dalam kapsul Bowman
3) Arteri eferen, membawa darah dari glomerulus

171

4) Kapiler peritubular, berfungsi memberikan darah untuk
jaringan ginjal ; berperan dalam pertukaran cairan di lumen
(bagian dalam) tubulus

2. Komponen tubuler(tabung)
1)Kapsul Bowman berfungsi mengumpulkan filtrat glomerulus
2)Tubulus kontortus proksimal berfungsi sebagai reabsorpsi
urine primer dan sekresi tidak terkontrol zat-zat tertentu
3)Lengkung Henle berfungsi untu mengatur tingkat osmotik
darah dan hipertonik/hipotonik urine
4)Tubulus kontortus distal dan ductus kolektivus berfungsi
sebagai reabsorpsi terkontol Na+ dan H2O ; sekresi K+ dan H+
; cairan yang meninggalkan ductus kolektivus adalah urine
yang masuk ke pelvis ginjal

IV. Proses pembentukan Urine
a. Filtrasi glomerulus

Pembentukan urine dimulai dari darah mengalir melalui
arteri aferen ginjal, masuk ke dalam glomerulus yang
tersusun atas kapiler-kapiler darah.
Saat darah masuk ke glomerulus, tekanan darah pun
menjadi tinggi sehingga mendorong air dan zat-zat
yang memiliki ukuran kecil akan keluar melalui pori-
pori kapiler,dan menghasilkan filtrat.
Penyaringan filtrate itu, tersusun atas :
Urobilin, urea, glukosa, air, asam amino, dan ion-ion
seperti natrium, kalium, kalsium, dan klor
Filtrat selanjutnya disimpan sementara di dalam kapsula
bowman dan disebut urine primer.
Sementara itu, darah dan protein tetaptinggaldi dalam
kapiler darah karena tidak dapat menembus pori-
pori glomerulus.
b. Reabsorpsi tubulus

Urine primer yang sudah terbentuk tadi masuk ke
tubulus kontortus proksimal.

172

Di dalamnya terjadi proses penyerapan kembali zat-zat
yang masih diperlukan oleh tubuh
Glukosa, asam amino, ion kalium, dan zat lainnya yang
masih diperlukan tubuh juga diangkut ke dalam sel,
kemudian ke dalam kapiler darah yang ada didalam
ginjal.
Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorpsi ini disebut
urine sekunder
Urine sekunder yang terbentuk dari proses
reabsorpsi selanjutnya mengalir ke lengkung henle,
kemudian menuju tubulus distal.
c. Augmentasi
Adalah transport aktif yang memindahkan zat-zat tertentu
dari darah dalam kapiler peritubular, keluar melewati
sel-sel tubuler menuju ke cairan tubuler, dan masuk ke
dalam urine.
Cairan urine yang terjadi ditahap ini disebut urine
sesungguhnya
Augmentasi terjadi di tubulus kontortus proksimal,
tubulus kontortus distal dan diktus kolektivus
Augmentasi meliputi ion hidrogen, ammonia, kreatinin,
asam hipurat, obat-obatan tertentu, dan sekresi ion
kalium yang dikontrol oleh hormone aldosteron

V. Penyimpanan sementara urine dan berkemih
urine dari duktus kolektivus menuju ke pelvis renalis,
selanjutnya mengalir melaluiureter, dan masuk ke
vesika urinaria (kandung kemih). Kontraksi peristaltic
otot polos dinding ureter mendorong urine dari ginjal
ke kandung kemih.
Dinding kandung kemih berlipat-lipat dengan struktur
otot yang dapat meregang untuk meningkatkan
kapasitas penyimpanan urine, sehingga tidak harus
terus-menerus membuang urine.

173

Dari kandung kemih, urine akan mengalir ke uretra,
selanjutnya melalui lubang luar dibuang ke luar tubuh.
Keinginan membuang air kecil disebabkan oleh
penambahan tekanan di dalam kandung kemih akibat
isi urine di dalamnya sudah mencapai 170-230 mL.
Peristiwa pembuangan urine disebut mikturisi yang
merupakan gerak refleks yang dapat ditahan atau
dikendalikan oleh saraf pusat di otak.

VI. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembentukan
urine
a. Faktor internal
1) Hormon ADH
Dihasilkan oleh hipotalamus dalam otak, disimpan
dan dibebaskan oleh kelenjar pituitary yang terletak
di bawah hipotalamus.
2) Hormon insulin
Dihasilkan oleh sel β pada pankreas. Insulin berfungsi
untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan cara
menginisiasi penyerapan glukosa oleh sel untuk
diubah menjadi energy atau disimpan, dan
menghambat pembebasan glukosa ke dalam darah
oleh hati. Jika kita kekurangan insulin, kadar glukosa
dalam darah tinggi, reabsorpsi glukosa terganggu,
sehingga terdapat banyak glukosa dalam urine
(kencing manis)
3) Sistem renin-angiotensin-aldosteron
Dihasilkan olehaparatus jukstra glomerulus untuk
merespons tekanan darah rendah, konsentrasi
natrium rendah, dan kehilangan air.
b. Faktor eksternal
1) Suhu lingkungan
Jika suhu lingkungan panas, akan banyak

174

mengeluarkan keringat, osmolaritas darah
meningkat, sekresi ADH meningkat, reabsorpsi air
banyak, dan jumlah urine menjadi sedikit. 2) Jumlah
air ya
2) Jumlah air yang diminum
Jika banyak minum air, osmolaritar darah menurun,
sekresi ADH menurun, reabsorpsi air sedikit, dan
jumlah urine menjadi banyak.
3) Alkohol
Dapat menghambat pembebasan ADH sehingga
menyebabkan kandungan air dalam urine berkurang,
tubuh mengalami dehidrasi, dan rasa sakit.

VII. Karakteristik urine
a. Sifat fisik urine
1. Volume urine yang dihasilkan orang dewasa yang sehat
sekitar 800.000-2.500 mL/hari
2. Berwarna kuning pucat sampai dengan kuning tua
3. Berat jenis urine 1,003-1,035 g/cm3, bersifat agak asam
dengan pH rata-rata 6, atau sekitar 4,7-8
4. Berbau khas, cenderung berbau ammonia setelah
didiamkan, ini juga tergantung dari jenis makanan yang
dikonsumsi. Pada penderita diabetes, urine
mengandung aseton yg menimbulkan bau manis.
b. Komposisi urine
1. Zat-zat yang terkandung dalam urine normal itu ada
 Zat buangan nitrogen
 Benda keton (hasil metabolisme lemak)
 Asam hipurat dari pencernaan sayur dan buah
 Toksin, zat kimia asing, pigmen, enzim,
vitamin, dan hormone
 Elektrolit, meliputi ion natrium, klorin, kalium,

175

ammonium, sulfat, fosfat, kalsium, magnesium
2. Zat-zat yang terkandung dalam urine abnormal itu

ada
 Albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur,
batu ginjal (kalkuli), dan badan keton yang
jumlahnya melebihi normal.

B. Hati

I. Struktur :

Hati merupakan kelenjar terbesar didalam rongga perut
sebelah kanan. Tepatnya diatas lambung dan dibawah
diafragma.Hati dilindungi oleh tulang rusuk. Hati memiliki berat
sekitar 1,5-2 kg. Hati terdiri atas 2 lobus yaitu lobus kanan dan
lobus kiri yang dibatasi oleh jaringan ikat ligamen falsiformis.

 Ligamen falsiformis adalah salah satu ligamen yang menjadi
penyangga hati agar bisa tetap berada pada tempatnya karena
terhubung ke dinding perut bagian depan.

 Ligamen koroner berada dibagian atas hati dan berlanjut hingga
ke bagian bawah diafragma serta berfungsi sebagai penyangga
bagian atas hati

 Lobus kiri berukuran lebih kecil dan lebih pipih dibanding lobus
kanan

 Lobus kanan berukuran 6 kali lebih besar dibandingkan lobus kiri
 Lobus kuadatus terletak dibelakang lobus kanan dan menyelimuti

maupun mengelilingi vena cava inferior.
 Lobus kuadratus terletak dibawah lobus kuadatus dan mengelilingi

kantung empedu.

Hati dibungkus oleh jaringan ikat padat bernama kapsula hepatika.
Setiap lobus terdiri atas sejumlah lobulus(unit hepar) yang berbentuk
poligonal(limas segi lima atau segi enam) yang dipisahkan oleh
percabangan dari kapsul hepatika yang disebut kapsul glison. Setiap
lobulus terdiri dari pembuluh darah pusat yang dikelilingi oleh pembuluh

176

darah vena hepatik dan arteri hepatik. Pembuluh darah ini dihubungkan
oleh banyak saluran pembuluh darah kecil yang berliku-liku atau biasa
disebut sinusoid. Setiap sinusoid memiliki 2 jenis sel utama yaitu sel
kupffer dan sel hepatosit.

Saluran empedu

Saluran empedu merupakan saluran penghubung hati dan kantong
empedu, yaitu tempat penyimpanan empedu.

Sekitar 80% volume hati tersusun dari sel-sel parenkimal (hepatosit).
Sisanya merupakan sel-sel nonparenkim sekitar 6,5%,sel intrahepatik
(sel oval),hepatosit duktular dan sel-sel imun.

II. Fungsi :

Sebagai kelenjar,hati berfungsi menghasilkan antara lain :

1) Empedu, berupa cairan berwarna hijau, terasa pahit, berjumlah
sekitar 0,5 liter setiap hari, berasal dari perombakan hemoglobin
sel-sel darah merah yang sudah tua yang disimpan didalam
kantong empedu atau disekresikan ke duodenum. Sekresi empedu
berfungsi untuk membantu pencernaan lemak dengan cara
mengemulsikan lemak, mengaktifkan lipase, membantu absorpsi
lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak dapat larut di dalam
air menjadi larut . Empedu mengandung kolesterol, garam empedu,
lesitin, serta pigmen bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau
kebiruan. Di dalam usus, pigmen tersebut akan mengalami
oksidasi menjadi urobilin yang menyebabkan warna feses dan
urin menjadi kekuningan. Apabila saluran empedu ke usus halus
tersumbat oleh batu empedu, warna feses menjadi putih keabu-
abuan. Namun apabila saluran empedu di hati yang tersumbat, zat
empedu akan masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita
Menjadi kekuningan.

2) Trombopoietin, yaitu hormon glikoprotein yang mengendalikan
produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang

3) Albumin yang merupakan komponen plasma darah

177

4) Angiotensinogen, hormon yang akan diaktifkan oleh enzim renin
ginjal dan berperan dalam peningkatan tekanan darah

5) Enzim arginase yang mengubah arginin menjadi ornitin dan urea
6) Enzim glutamat- oksaloasetat transferase, glutamat- piruvat

transferase dan laktat dehidrogenase

Fungsi hati lainnya yaitu :

1) Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin
A D dan B12

2) Mengaktifkan vitamin D, yang dilakukan bersama-sama dengan
ginjal

3) Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel kupffer
4) Degradasi hormon insulin dan beberapa hormon lainnya
5) Pemrosesan amonia beracun menjadi urea yang diekskresikan

bersama urin.
6) Mengekskresikan substansi beracun hasil pemecahan sel darah

merah yaitu bilirubin

III. Aktivitas di hati
A. Mekanisme perombakan Eritrosit :

Perombakan eritrosit terjadi di limpa dan hati

1) Diawali dengan fagosit eritrosit rusak dan mati oleh
makrofag

2) Hemoglobin didalam eritrosit dirombak dan dipecah menjadi
heme,globin dan ion fe 2+

3) Heme diubah menjadi bilirubin dan biliverdin
4) Bilirubin dioksidasi menjadi urobilin yang digunakan untuk

mewarnai feses dan urine menjadi warna kuning
5) Sedangkan biliverdin sebagai zat warna empedu lalu

disalurkan ke kantung empedu
6) Globin dimanfaatkan untuk pembentukan hemoglobin baru
7) Ion fe 2+ digunakan sebagai bahan untuk pembentukkan

eritrosit baru

178

B. Siklus urea atau siklus ornitin
Terjadi di mitokondria dan sitosol sel hepatosit
Apabila pada sel tubuh terdapat kelebihan asam amino,maka asam
amino tsb akan mengalami deaminasi. Deaminasi mengakibatkan
terkumpulnya amonia yang bersifat racun.
1) Ornitin mengikat amoniak dan karbon dioksida membentuk
sitrulin
2) Selanjutnya sitrulin bereaksi dengan sisa amoniak untuk
kembali menghasilkan arginin
3) Dengan bantuan enzim arginase akan mengubah arginin
menjadi ornitin dan urea
4) Urea ditransfer ke ginjal untuk selanjutnya diekskresikan
bersama urin.
5) Siklus akan berulang

IV. Gangguan pada hati :
1. Penyakit kuning
2. Kolestasis
3. Sirosis
4. Hepatitis A
5. Hepatitis B
6. Hepatitis C
7. Perlemakan hati (fatty liver)
8. Kanker hati

C. KULIT

Kulit merupakan organ terluar yang menutupi area tubuh seluas
sekitar 1,67 m2 dan memiliki berat sekitar 4,5 kg pada laki-laki
dengan berat badan 75 kg.

179

I. Fungsi Kulit
 Ekskresi, berbicara ekskresi berarti kulit bisa membantu
mengeluarkan lemak, kotoran, senyawa mineral berlebih keluar
melalui keringat yang mengandung air, garam, urea, serta ion-
ion seperti Na+ agar kita terhindar dari zat-zat yg dapat
meracuni tubuh. Keringat biasanya keluar ketika kita
melakukan aktivitas, seperti berolahraga atau berjemur di
bawah sinar matahari.
 Perlindungan, melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi
sinar matahari, iritasi kimia, dan gangguan mekanik.
 Pengaturan suhu badan, kelenjar keringat dan pembuluh darah
berfungsi mengatur dan mempertahankan suhu badan
 Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar
matahari dan menyimpan lemak sebagai sumber energi
cadangan.
 Komunikasi, stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit,
misalnya perubahan suhu, sentuhan, dan tekanan. Kulit
merupakan media ekspresi wajah yang penting untuk
komunikasi.

II. Struktur
Kulit terdiri atas beberapa lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan

hipodermis (subkutaneus).
a. Epidermis

Merupakan lapisan kulit paling luar yang tersusun dari sel-
sel epitel pipih berlapis banyak dengan susunan yang sangat

180

rapat, dan mengalami keratinisasi (pendewasaan). Epidermis
terdiri atas lima lapisan, antara lain:
 Stratum korneum, lapisan epidermis paling atas, terdiri dari

25-30 lapisan sisik dari sel-sel yang tidak hidup. Merupakan
lapisan kulit mati dan selalu mengelupas. Lapisan terluar kulit
ini berfungsi untuk menyerap air dan melindungi lapisan kulit
yang lebih dalam.
 Stratum lusidum, merupakan lapisan tipis, jernih, dan
transparan yang hanya terdapat pada kulit tebal di telapak
tangan dan kaki, terdiri atas 4-7 lapisan sel-sel pipih tidak
berinti yang mati atau hampir mati. Lapisan ini berfungsi
meredam gesekan antara lapisan epidermis.
 Stratum granulosum, terdiri atas 3-5 lapisan sel-sel bergranula
keratohialin yang merupakan precursor dalam pembentukan
keratin. Lapisan ini berfungsi untuk membentuk sel-sel
pelindung kulit.
 Stratum spinosum, keratinosit yang terbentuk kemudian
berikatan dengan sambungan intraseluler yang disebut
desmosom.
 Stratum basalis (germinativum), merupakan lapisan terdalam di
epidermis yang aktif membentuk sel kulit. Pada lapisan ini
terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yaitu
sel pembentuk warna kulit (pigmen) yang berfungsi melindungi
kulit dari radiasi.

181

b. Dermis
Dipisahkan oleh membran dasar yang tersusun dari dua lapisan
jaringan ikat
 Lapisan papilar, jaringan ikat areolar renggang dengan
fibroblast, mast cell, dan makrofag. Papila kulit mengandung
banyak pembuluh darah dan reseptor sensor taktil (sentuhan).
 Lapisan retikuler, tersusun dari jaringan ikat ireguler yang
rapat, kolagen, dan serat elastik.

c. Hipodermis
Berada di bawah lapisan dermis dan berfungsi melekatkan

kulit dengan otot atau tulang, menyuplai pembuluh darah, dan
mempersaraf kulit. Lapisan ini berfungsi menjaga suhu tubuh
karena tersusun atas jaringan lemak.
1. Kelenjar pada Kulit
a. Kelenjar keringat (sudorifera)
 Ekrin, kelenjar sederhana dan tersebar meluas ke seluruh

tubuh terutama pada dahi, telapak tangan, dan kaki. Sekresi
keringat dari kelenjar ini mengandung air yang membantu
pendinginan melalui penguapan untuk mempertahankan suhu
tubuh
 Apokrin, kelenjar besar dan bercabang dengan penyebaran
terbatas pada bagian tubuh tertentu. Sekresi dari kelenjar ini
pada awalnya tidak berbau, yang kemudian akan berbau
karena bakteri
b. Kelenjar sebaseus
Mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut.
Sebum adalah campuran lemak, kelenjar lilin, minyak, dan pecahan-

182

pecahan sel serta berfungsi sebagai pelembut kulit, bakterisida,
dan sebagai pertahanan terhadap evaporasi.

III. Aktivitas di organ tersebut
Kulit sebagai Pengatur Panas (Termoregulasi)

Panas tubuh dihasilkan dari aktivitas metabolisme dan pergerakan
otot. Panas yang dikeluarkan oleh kulit dapat melalui beberapa cara,
yaitu:

a. Pemancaran, panas dilepas ke udara di sekitarnya.
b. Pengaliran (konveksi), mengalirnya udara yang telah panas

karena menyentuh permukaan tubuh, kemudian digantikan oleh
udara yang lebih dingin.
c. Konduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit,
misalnya pakaian.
d. Penguapan (evaporasi), panas dikeluarkan bersama keringat
kemudian keringat menguap.

Kontrol Pengeluaran Keringat
 Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak.
 Ketika tubuh banyak bergerak, tubuh akan bekerja keras untuk

menghasilkan energi. Proses menghasilkan energi ini akan
membuat suhu tubuh naik dan memberi rangsangan kepada
hipotalamus.
 Jika darah yang melewati hipotalamus melebihi batas normal
(panas), rangsangan tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke
kulit.

183

 Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi
konduksi panas, dan panas terbuang.

184

BAB IX
SISTEM

Jurnal BelajarKOORDINASI
23 Maret 2021

8Pada meet kali ini,Bu Puspa memberitahu bagi siswa yang belum mengumpulkan tugas. Ada anak yang belum mengirim tugas

diclassroom. Tadi barusan kami mendapatkan nilai hasil ulangan bab sistem eksresi. Ada beberapa anak yang masih dibawah kkm.

3 3Hanya
orang yang remedial ulangan. Nanti tugas mereka yaitu ada diclassroom. Bu Puspa memberi semangat kepada orang

3 100yang remedial agar bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi karena di Ipa sendiri banyak yang dapat .

3Bu Puspa mengomentari kelas saya yaitu ipa karena setiap dikasih pemberitahuan di grup,tidak ada satu pun yang respon. Mulai

dari diberitahukannya jadwal ulangan,hanya Restu yang menjawab. Pada saat diberi token ulangan juga tidak ada yang respon.

Pas dikirimin nilai ulangan juga sepi aja grup wa. Padahal kalau dikelas lain kata Bu Puspa banyak sekali anak-anak yang respon .

Mohon Maaf bu,kelas kami memang terlalu pasif. Bu Puspa awalnya ragu untuk membuka meet bagi kelas kita karena tidak ada

respon. Namun pada akhirnya Bu Puspa tetap meet namun waktunya mundur. Mohon maaf bu,saya kira ibu lupa kalau ada jadwal

3 5 5belajar di ipa . Bu Puspa bercerita kalau dikelas ipa ,absennya bersih selalu hadir. Bu Puspa memberi jempol kepada ipa . Bu

Puspa hapal anak-anak yang sering remed dan jarang kumpul tugas. Pasti itu-itu aja anaknya. Yaa itu juga saya heran. Bu Puspa

selalu menghargai apapun tugas yang kami kumpul.

Pada saat Bu Puspa berbicara,tiba-tiba Baskoro angkat-angkat tangan,gatau dia ngapain. Lalu Baskoro ternyata terlihat tidak

menggunakan dasi. Haduh bas,sama saya juga tidak pakai. Saya mau pakai dasi tapi keburu panik ada link meet jadi saya tutupin

pakai jilbab saja bu. Heheheh Mohon Maaf ya bu. Jadi kesimpulannya jika ada guru yang mengirim apapun digrup,kami harus

respon karena itu adalah salah satu etika. Takutnya nanti kalau guru sudah murka,beliau kesal karena tidak ada yang respon lalu

beliau tidak mau mengirim apa apa lagi digrup. Hayooo kayak apa sudah itu,bisa nda diajar kita. Jadi gak belajar dong kita. Saya

pernah dengar kata-kata mutiara "Hargai gurumu agar ilmu yang kalian dapatkan menjadi berkah dan bermanfaat" .

Bu Puspa mengecek Retno apakah dia sudah ada di meet. Namun ternyata Retno tidak ada di meet. Padahal Retno tuh udah tanda

tangan diatas materai dan janji agar tidak telat masuk/alpha lagi. Eh tapi kok sekarang dia gak ada di meet. Jangan selalu

menyalahkan Jaringan dan kuota jika tidak bisa ikut meet. Bu Puspa juga menanyakan kemana Iqbal. Namun ternyata Iqbal juga

10tidak ada di meet. Bu Puspa melihat iqbal ini menurun dari kelas ,Bu Puspa curiga iqbal ni pacaran hahahahaha. Karena kalau

pacaran itu biasanya suka mempengaruhi konsentrasi belajar,apalagi kalau lagi galau. Ibu Puspa juga memanggil Daiva namun

ternyata Daiva tidak ada juga di meet.

3Pertemuan kali ini kita hanya sekilas melihat ppt sistem koordinasi yang disharescreen kan oleh Marcella. Ada hal yang kita

2pelajari pada bab ini yaitu sistem saraf,hormon dan indra. Sistem saraf ada yaitu sistem saraf pusat dan tepi. Nanti pada saat

bab reproduksi,yang banyak menjelaskan yaitu Bu Puspa karena kalau kita yang menjelaskan pasti bakal ketawa ketawa heheh

iya juga si. Saya dari sd kalau sudah bahas sistem reproduksi selalu geli aja gitu. Jadi bawaannya pengen cekikikan mulu.

Bu Puspa memberi tahu jika pada saat beliau mengecek jurnal,beliau itu senang karena bisa mendengar keluh kesah yang kami

10tuangkan kedalam jurnal belajar ini . Jurnal ini dapat diarsipkan dan dibaca tahun kemudian . Siapa tau nanti anak cucu saya

bisa baca tulisan saya sewaktu masih SMA hahaha.

Karena Tidak ada ada pertanyaa maka meet nya disudahi. Kesan saya pada pertemuan ini yaitu saya
belajar tentang etika yang baik dalam membalas pesan digrup. Semoga kita selalu diberi kesehatan oleh

tuhan yang maha esa agar terhindar dari virus cinta eh salah maksudnya virus corona.

185

JJUURRNNAALL BBEELLAAJJAARR
29 MARET 2021

4Awal meet kali ini Bu Puspa mengingatkan masih ada orang yang belum ngumpul tugas sistem eksresi. Bu Puspa

juga memberitahu bahwa email yang digunakan yaitu yang sma belajar akun dari kementrian . Lanjut ke

pelajaran,Bu Puspa bertanya kepada siti aziizah tentang materi kemaren sudah sampai mana?. Lalu siti

menjawab baru melihat-lihat slide bab sistem koordinasi karena kemaren waktunya sudah mau habis untuk jam

biologi. Bu Puspa bilang bahwa siti dan vira ini mirip. Iya sih mirip kacamata dan postur muka nya. Jangan-jangan

mereka berdua saudara?? saudara beda orang tua maksudnya. Kita akan membahas sistem saraf,hormon dan

indra. Bukan Indra bekti ya gais hehehe. Kita membahas tentang fungsi saraf dulu. Yohanes berpendapat bahwa

fungsi saraf yaitu untuk menyampaikan rangsangan. Wah agak ambigu nih rangsangan yang seperti apa nih yo. Bu

Puspa menjelaskan bahwa rangsangan dari dalam dan luar tubuh yang disebut impuls. Saraf tidak bisa berdiri

sendiri. Pati ada korelasi antara sistem saraf-hormon-sistem indra.

Bu Puspa menyuruh anak cowo yang wajib bicara. Lalu Iqbal lah yang berbicara tentang neuron. Iqbal menjelaskan
struktur,fungsi,dan pengelompokkan neuron. Pada saat Iqbal menjelaskan,mungkin jaringan di iqbal jelek jadi saya teh
tidak terlalu mendengar dengan jelas,suaranya putus-putus. Marcella menunjukkan ppt gambar satu unit sel
saraf/neuron. Ada badan sel,ada juluran yang pendek dinamakan dendrit dan diujung ujungnya ada percabangan yang
fungsinya menerima impuls saraf yang dibawa dari sel saraf yang lain/indra. Lalu ada juluran yang panjang dinamakan
akson/neurit. Ada Nodus Ranvier,selubung mielin,sel schwann,sinapsis dan masih banyak lagi.

4Selanjutnya Baskoro mengajukan diri untuk menjelaskan tentang sel neuroglia. Ada jenis sel neuroglia. Lalu

sekarang giliran yohanes untuk menjelaskan tentang sinapsis. Sinapsis adalah hubungan antara neuron satu

dengan neuron lainnya. Bu Puspa bertanya kepada yohanes "Letak sinapsis ada dimana?" lalu yohanes menjawab

mendekati akson. Lalu Naufal menjawab diujung akson. Bu Puspa tertangkap kamera beberapa kali menguap,sama

bu saya juga ngantuk sebenarnya. Tapi saya berusaha fokus.

186

Sekarang giliran Daiva yang disuruh menjelaskan tentang impuls saraf,gerak sadar dan gerak refleks. Gerak sadar itu

perjalanannya dari impuls-reseptor/indra-saraf sensori-otak-saraf motor-efektor/otot. Contoh gerak sadar yaitu

ketika kita bermain hp dan memegang buku. Untuk gerak refleks perjalanannya yaitu dari impuls-reseptor/indra-saraf

sensori-sumsum tulang belakang-saraf motor-efektor/otot. Contoh gerak refleks yaitu ketika saya tidak sengaja

memegang ketel air yang panas,dan tangan saya langsung menjauhi sumber panas tersebut secara spontan. Bu Puspa

bertanya kepada daiva,perbedaan alur gerak sadar dan gerak refleks itu apa? lalu daiva menjawab kalau gerak sadar

yang mengolah adalah otak sedangkan gerak refleks yang mengolah adalah sumsum tulang belakang. Bu Puspa

bertanya dimana pera n konektor ? Lalu arva menjawab konektor tuh yang menghubungkan neuron satu dengan neuron

lainnya.

Karsten menjelaskan tentang mekanisme penghantaran impuls.Bu Puspa menjelaskan bahwa ada ion yang

3berperan dalam mekanisme sistem saraf yaitu ion Na+ dan k+. Ada tahap peghantaran impuls yang dijelaskan

oleh Febryan yaitu tahap polarisasi(istirahat),tahap depolarisasi,dan tahap repolarisasi. Bu Puspa bercerita

tentang masa lalu beliau. Ketika beliau menurunkan kaki dari tempat tidur itu susah lalu besoknya pas mau

ngangkat kaki pun susah. Lalu Bu Puspa berkonsultasi ke dokter,Bu Puspa ternyata kekurangan kalium. Maka dari

itu Bu Puspa disuruh makan pisang oleh dokter. Jadi kita mulai dari sekarang harus makan pisang. Aduh saya kalau

makan pisang masih pilih-pilih,kalau bukan pisang susu,saya gak mau makan. Pembelajaran kali ini sampai di sini

saja. Minggu depan lanjut sistem saraf pusat dan lain lain.

Kesan pembelajaran kali ini yaitu jujur untuk sistem koordinasi menurut saya agak ribet untuk dipahami namun jika

saya belajar pelan-pelan insyaallah pasti bisa kok. Dengan membuat jurnal ini sebenarnya sudah termasuk belajar
karena saya mendengarkan kembali rekaman meet dan menuliskannya dijurnal ini. Ya hitung-hitung sebagai catatan lah

3ya. Pesan saya yaitu selalu jaga kesehatan dan ingat M(Makan,Menunaikan ibadah,Mandi). Ketika keluar rumah jangan

lupa pake masker. Terima kasih teman-teman dan Bu Puspa atas ilmu yang kalian berikan pada hari ini.

Potret kegiatan hari ini Yok Semangat
belajarnya,bentar lagi

mau naik semester

187

JURNAL BELAJAR 2021
30 Maret

Hari ini tidak ada meet karena Bu Puspa
ada kegiatan workshop. Maka dari itu kita
diberi tugas di Classroom. Yang pertama
kali saya lihat adalah deadline tugasnya
yang sangat cepat. Jam 4 sudah harus
dikumpul. Astagfirullah singkat banget
waktunya. Sesingkat saya pacaran dengan
mantan saya

TUGASNYA ADALAH....

MppmsmAeeuaulennsmlhnggapaageatiamelnirdoadjumlamalpikjneisoaanlimknglsskaeiahrsnsjtsesaesettkmecertalanuenrgskrsaaaktahruredajraaaf,fnrf,r3sgiuitensebgatpuwjsneiatiam..m.lsaSauSdarbDapayaiyaunafoann
mepet deadline.

Saysaupfaoykaustimdeankgetrejlaaktankutmupguals.aja

Setelah mengerjakan
tugas,sayapun lelah dan tepar.

Akhirnya saya istirahat.

188

JURNAL BELAJAR
5 April 2021

Hari Ini meet dan yang pertama kali dibahas adalah anak-anak yang belum
mengumpulkan tugas. Bu Puspa bertanya kepada yang merasa belum ngumpul tugas
menganalisis sistem koordinasi. Febryan menjawab bahwa ia sudah mengirimkan tugas
tersebut. Namun di google classroom bu puspa tidak ada tugasnya febryan. Mungkin saja
Febryan salah tempat ngirim. Dan ternyata setelah dicek oleh febryan,dia pun salah
tempat buat ngirim tugas. Bu Puspa menegaskan bahwa akun google classroom yang
digunakan yaitu yang dari kementrian yang sma belajar. Karena kalau pakai akun dari
kementrian lebih banyak keuntungannya daripada akun pribadi. Yang pertama yaitu
guru bisa mengaktifkan sistem plagiarisme,jadi bagi teman-teman yang suka copas tugas
teman bakal terdeteksi oleh sistem dan ketahuan oleh Bu Puspa. Wah serem juga.
Keuntungan kedua yaitu bisa buat meet langsung serta bisa mengundang orang tua
masuk di meet dan memantau pembelajaran kita. Keuntungan lainnya yaitu
penyimpanan file bisa banyak dan mengupload file sekaligus banyak juga bisa.Waduh
semakin canggih google classroom,semakin takut saya. Sebenarnya kita juga punya aku
sch.id . Namun Bu Puspa pakainya yang sma belajar. Bu Puspa menyuruh kami untuk
segera mengaktifkan akun sma belajar sebelum tanggal 30 juni.

Kembali ke laptop,eh maksud saya kembali ke pelajaran. Pertama kita membahas
tentang sistem saraf pusat. Bu Puspa meminta anak anak yang belum ngumpulin tugas
untuk menjelaskan kepada teman-temannya tentang ssp. Lalu Yohanes mulai
menjelaskan tentang ssp secara garis besar dan juga yo membahas tentang meninges.
Meninges mempunyai 3 lapisan yaitu pia meter,araknoid,dura mater. Lalu otak dan
sumsum tulang belakang juga punya susbtansi putih dan abu-abu. Bu Puspa bertanya
kepada kita kalau meningitis itu penyakit yang menyerang apa,namun tidak ada yang
menjawab dan Bu Puspa meberi tahu bahwa penyakit meningitis yaitu peradangan
selaput otak yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Setelah itu Bu Puspa minta tolong
dijelaskan tentang bedanya ketiga lapisan meninges. Tapi kok gada yang mau ngomong.
Terus Bu Puspa membuat peraturan kalau sampai jam 12 gak ada yang ngomong berarti
nilainya 0. Lalu Matthew menjelaskan bahwa perbedaannya yaitu dari fungsinya Namun
menurut pendapat saya pribadi perbedaanya ya terlihat dari letaknya. Bu Puspa
bertanya tadi yang ngomong siapa ya,soalnya gak ada mukanya matthew. Gak keliatan
mukanya hahaha Matthew gak oncam. Bu Puspa memberitahu dengan jujur bahwa anak
yang selalu oncam akan mendapatkan tambahan nilai. Asiik...

189

Selanjutnya Daiva menjelaskan tentang substansi abu-abu dan putih. Bu Puspa bertanya
lagi didalam substansi itu ada apa aja. Lalu febryan menjelaskan secara rinci.
Pembelajaran kali ini cukup sampai disini. Besok kita membahas tentang otak mulai dari
bagian-bagian otak,fungsi dan pengelompokkannya. Karena tidak ada pertanyaan tentang
materi ini. Namun ternyata Ridho memberi laporan bahwa tidak ada notifikasi tugas di
classroom jadi dia belum mengerjakan. Mungkin di hp nya kadang masuk notifikasi tugas
namun juga terkadangt tidak ada notifikasi. Alhamdulillah saya selalu dapat notifikasi.
Jika pun tidak ada notifikasi,saya bertanya kepada teman tentang ada tugas apa aja.
Kesan pada pertemuan kali ini yaitu saya senang sekali bisa bertemu dan belajar kembali
dengan bu puspa serta teman-teman lainnya dalam keadaan sehat walaupun hanya bisa
melihat dari layar laptop. Pesan saya yaitu jangan lupa untuk jaga kesehatan dan jangan
lupa mengerjakan tugas-tugas secara tepat waktu.Tidak usah keluar rumah jika tidak
terlalu penting. Karena sebentar lagi mau puasa jadi benar-benar jaga kesehatan kalian
yaa.. Ingat 5M (Makan,Menunaikan ibadah,Mandi,Membersihkan rumah,Dan Menjalani
kehidupan dengan ikhlas serta sabar).

Potret Kegiatan Hari Ini

190

Hari ini tidak meet karena
Bu Puspa diundang Mas
Mentri Nadiem Makarim
untuk berdialog seputar

pendidikan di hotel grand
senyiur. Wah semangat

Bu,Saya mendoakan semoga
lancar dan sukses selalu ya

Bu. Jujur saya bangga
banget pas liat ibu ada di
instagramnya Mas Mentri.

Seperti Biasa,Bu Puspa
memberi kami tugas
digclass tentang
menganalisis sistem

hormon. Yaah seperti
biasa,deadlinennya cepat
banget yaallah jam 4 harus

sudah dikumpul. Tapi
Bismillah semangat

mengerjakan,pasti bisa
selesai tepat waktu kok.

JURNAL BELAJAR

6 APRIL 2021

191

Selamat
Berpuasa

Bagi yang menunaikan ibadah puasa

Tanggal 12-14 April
meetnya libur dulu ya...

192

26 April 2021

Jurnal Belajar

Pertemuan kali ini yaitu membahas tentang sistem
saraf tepi dan sistem hormon. Bu Puspa menyuruh
siapa yang berani untuk berbicara dan menjelaskan

tentang sst dahulu. Lalu Yohanes yang berani
berbicara duluan

Yohanes menjelaskan tentang sst yang meliputi saraf kranial dan saraf spinal.
Saraf krinal terdiri atas 12 pasang saraf. Selanjutnya giliran Karsten
menjelaskan saraf spinal yang terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari
segmen-segmen medula spinalis dan diberi nama sesuai nama ruas tulang
belakang.

Karsten juga menjelaskan tentang sistem saraf simpatis,sistem saraf parasimpatis serta perbedaan

kedua sistem saraf tersebut. Selanjutnya Bu Puspa menyuruh kami melihat bagan sistem saraf pusat

dan tepi di buku halaman 369. Bu Puspa menyuruh siti aziizah untuk menjelaskan bagan tersebut.

Setelah siti menjelaskan,bu puspa mempertegas penjelasannya siti. Selanjutnya kita masuk ke

materi sistem hormon. Kali ini giliran vira yang disuruh Bu Puspa untuk menjelakan tentang sistem

hormon karena mukanya vira ini mirip dengan siti aziizah. Iya sih kalau diliat liat juga mirip,sama-

sama menggunakan kacamata. Vira menjelaskan pengertian sistem hormon secara

umum,karakteristik kelenjar endokrin,serta kelenjar endokrin dan sekresi hormon.

Vira menjelaskan bahwa kelenjar endokrin pada manusia meliputi

/hipofisis pituitari,tiroid,paratiroid,adrenal,pankreas,pineal dan timus. Kelenjar Hipofisis terbagi

menjadi 3 bagian yaitu lobus anterior,intermedia,dan posterior. Hipofisis lobus anterior

menghasilkan hormon pertumbuhan,hormon perangsang tiroid,hormon ACTH,FSH,LH,dan hormon

prolaktin. Selanjutnya giliran Daiva yang ditunjuk untuk menjelaskan hormon gonad. Setelah Daiva

menjelaskan,Bu Puspa bertanya kepada kami,kira-kira FSH dan LH termasuk kedalam kelenjar apa?

Lalu saya menjawab termasuk dalam kelenjar hipofisis anterior.

Selanjutnya Retno dipanggil untuk menjelaskan tentang kelenjar
selanjutnya,namun ternyata retno tidak bisa mengaktifkan kamera dan
mic nya dikarenakan kuota nya sisa sedikit. Hmmm,kuotanya retno nih
cepat habis ya?apa hanya perasaan saya saja setiap meet dan dia tidak
ada di meet alasannya yaitu kuota nya habis...

baiklah kalau gitu saya saja yang

memberanikan diri untuk menjelaskan

tentang kelenjar selanjutnya, yaitu kelenjar

tiroid,paratiroid,dan adrenal.

193

Tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi meningkatkan laju metabolisme
sel,menstimulasi konsumsi oksigen,meningkatkan pengeluaran energi panas,serta mengatur
pertumbuhan dan perkembangan normal tulang,gigi,jaringan ikat dan saraf. Jika kekurangan iodin
dalam jangka waktu lama,tiroid akan membengkak dan dapat menyebabkan penyakit gondok. Iodin
terdapat di garam,jadi kita sebaiknya mengonsumsi garam secukupnya. Jika terlalu banyak
mengonsumsi garam maka akan menyebabkan hipertensi namun jika kekurangan garam akan
menyebabkan penyakit gondok. Selanjutnya saya membahas tentang abnormalitas sekresi tiroid.

Selanjutnya saya menjelaskan tentang kelenjar paratiroid. Paratiroid menyekresi hormon
parathormon yang berfungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh. Lalu
saya menjelaskan kelenjar adrenal.Kelenjar adrenal bagian medula menghasilkan hormon
adrenalin dan noradrenalin. Sedangkan kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan hormon
aldosteron,glukokortikoid,dan gonadokortikoid.

Pembelajaran pada siang ini sampai disini saja,kita lanjut besok. Bu Puspa bilang kita ngejar materi
karena kemaren banyak liburnya. Minggu depan rencananya ulangan harian biologi bab 9.
Bismillah semoga gak haus pas kerjain ulangannya. Kesan pada pertemuan kali ini yaitu saya
senang bisa bertemu dengan teman-teman serta bu puspa walaupun hanya melalui google meet.
Karena ini meetnya pada saat bulan puasa,jadi terasa agak haus ya. Apalagi tadi pas saya
menjelaskan 3 hormon. Tapi yok tetap semangat,bentar lagi mau semester 5 yaallah kenapa waktu
berjalan dengan cepat. Pesan saya jangan lupa jaga kesehatan selalu ya semuanyaa....

Foto Kegiatan

Kolak pisang sudah menunggu.

Sabar Nas,bentar lagi buka

194 puasa kok

Jurnal Belajar

27 April 2021

Pertemuan kali ini membahas tentang alat indra. Bu Puspa bertanya peran indra itu apa.
Lalu Arva menjawab sebagai reseptor. Bu Puspa menegaskan tentang skema yang kita
bahas kemarin. Bu Puspa menyuruh 5 anak menjelaskan 5 alat indra. Boleh sambil baca
kok. Aman aja. Yang penting pada saat berbicara atau menjelaskan itu on camera hehehe.
Bu Puspa bercerita tentang beliau yang lagi menyuarakan merdeka belajar. Bu Puspa juga
sedang belajar,sama halnya dengan kita. Tugasnya Bu Puspa itu yang biasa ada di
channel youtube beliau. Wah keren sekali,Semangat Bu Puspaa. Bu Puspa menyuruh kami
membuat jurnal ini dengan tujuan kita bisa menghasilkan sebuah buku. Jadi nanti di daftar
riwayat hidup semasa sma,kita mengarang sebuah buku jurnal belajar biologi selama 1
tahun. Nanti kalau saya punya cucu,saya akan ngasih liat jurnal saya dengan bangga dan
bilang "cu,ini lo jurnal belajar nenek pas dulu belajar biologi bersama Ibu Puspa,ini isinya
adalah rangkuman biologi,keluh kesah seorang pelajar dan kesan pesan nenek"

Oke kembali ke materi pelajaran. Denisa mengajukan diri untuk presentasi tentang indra
penglihatan (mata). Bagian mata ada aksesori mata dan struktur mata. Aksesori mata
terdiri dari alis,orbita,kelopak mata,otot mata dan air mata. Struktur mata terdiri dari
lapisan luar bola mata,lapisan tengah bola mata,lensa,rongga mata dan retina. Denisa
juga menjelaskan tentang mekanisme melihat,Adaptasi terhadap gelap terang,serta
kelainan mata. Setelah Denisa menjelaskan,Bu Puspa menegaskan kembali pernyataan
Denisa tadi. Bagian mata yang berperan dalam menghantarkan impuls ini adalah
kornea,pupil,iris,dan retina. Selanjutnya Bu Puspa memanggil Daiva,Retno dan Taqy.
Namun dari mereka bertiga gak ada di meet. Bu Puspa memanggil Nuh untuk menjelaskan
Hidung. Mulai dari bagian bagian hidung,mekanisme menghidu dan gangguan di hidung.
Bu Puspa menegaskan bahwa hidung adalah organ yang sensitif jadi jangan sentuh
sentuh hidung dengan keadaan tangan kotor. Mekansime menghirup sangat simpel,gak
ruwet dan cepat.

Lanjut,Bu Puspa menunjuk Talitha untuk menjelaskan lidah. Talitha menjelaskan struktur,4
macam papila lidah,dan area kepekaan rasa pada lidah. Bu puspa menyarankan kita
membersihkan lidah dengan pembersih lidah atau pakai sendok. Bu Puspa memberitahu
bahwa pangkal lidah untuk merasakan pahit, Tapi tidak untuk merasakan pahitnya hidup
ini. Selanjutnya Sintikhe ingin menjelaskan tentang kulit. Sintikhe menjelaskan dengan
lantang dan jelas. Selanjutnya Febryan menjelaskan tentang mekanisme mendengar
yang dilakukan oleh telinga. Bahasa dan gaya penyampaian febryan ni enak banget
didengar.

195

Manusia hanya bisa mendengar bunyi audiosonik dengan frekuensi 20-20.000 Hz. Bu
Puspa merasa bahwa mekanisme mendengar ini lebih ribet. Bunyi di interpretasikan itu
maksudnya bunyi diolah di otak lalu akan kita dengar. Bu Puspa menjelaskan bahwa tuna
rungu dibedakan menjadi 2 yaitu tuli konduktif dan tuli saraf. Orang tuli sering bawaan
dari lahir. Bu Puspa bercerita dulu ada siswa sma 1 yang mengalami disabilitas.
Hari ini kita tidak sempat membahas tentang NAPZA. Bu Puspa menyuruh kita untuk
membaca. Napza ada 3 golongan yaitu stimulan,depresan,dan halusinogen. Hari senin
depan kita ulangan bab 9. Jangan lupa persiapkan diri untuk menghadapi cobaan eh
maksudnya ulangan harian ini agar hasilnya memuaskan.
Kesan saya pada pertemuan kali ini yaitu saya senang bisa bertemu dengan teman-
teman dan bu puspa dalam keadaan sehat walafiat walaupun hanya bisa melihat dari
layar laptop. Semoga kita selalu sehat jasmani dan rohani. Jangan lup 3M
(Makan,Menunaikan ibadah,Mandi). Untuk yang berpuasa,semangat puasanya. Buka
puasa 6 jam lagi yok tahan godaan yok.

Foto Hari ini

196

B. Tugas-Tugas
Sistem Koordinasi

Nama : Nasya Audrey Nafisha
Kelas : XI IPA

PEMERINTAH PROVIN1I KALIMANTAN TIMUR
DINA1 PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1MA NEGERI BALIKPAPAN
TAHUN

197

1. Fungsi

Fungsinya sebagai penghantar informasi berupa rangsangan
atau impuls. Dengan adanya sel-sel saraf ini, baik organ maupun
sistem gerak bisa memberikan respons sebagaimana mestinya.

2. Struktur Neuron

• Badan sel(Perikarion)
Berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.
Badan sel memiliki nukleus di tengah dan nukleolus yang
menonjol. Nukleus tidak memiliki sentriol dan tidak dapat
bereplikasi. Sitoplasma mengandung badan nissl, berupa
tumpukan retikulum endoplasma granular dan ribosom yang
berfungsi untuk sintesis protein. Organel lain pada badan sel
adalah badan golgi,mitokondria dan neurofibril.

• Dendrit
Merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek,bercabang-
cabang dan berfungsi untuk menerima impuls dari sel lain untuk
dikirimkan ke badan sel. Neurofibril dan badan Nissl dari badan
sel memanjang ke dalam dendrit

• Akson
Merupakan juluran sitoplasma yang panjang berkisar 1 mm
sampai 1 m atau cabang tunggal berbentuk silindris yang
berasal dari badan sel. Ujung akson bercabang-cabang seperti
ranting, berfungsi mengirimkan impuls ke sel neuron lainnya.
Pada umumnya, dibungkus oleh substansi lemak berwarna putih
kekuningan yang disebut selubung mielin. Bagian tertentu dari
Akson tidak diselubungi mielin, disebut nodus ranvier. Nodus
Ranvier berfungsi mempercepat jalannya impuls. Selubung
mielin ditutupi oleh rangkaian sel sel schwann yang yang berinti
gepeng, disebut selubung schwann. Akson berasal bagian hillock
akson dari badan sel, yaitu bagian yang tidak mengandung
badan nissl.

198

Struktur Neuron
3. Pengelompokkan Sel Saraf

➢ Berdasarkan Fungsinya :
a) Neuron Sensor (Aferen)
Sel saraf Sensor berfungsi menghantar impuls dari
reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum
tulang belakang . Ujung akson dari saraf sensokrik

berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

b) Neuron Motor (Eferen)
Sel saraf Motor berfungsi mengirim impuls dari sistem
saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa
tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf
motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya yang
panjang berhubungan dengan akson saraf asosiasi,
sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.

199

c) Neuron Konektor (Interneuron)
Sel saraf Intermediete/Sel Saraf Konektor disebut juga
sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan didalam sistem
saraf pusat. Fungsi Sel saraf Intermediete/Sel Saraf
Konektor adalah berfungsi menghubungkan sel saraf
motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan
dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf
pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari
reseptor sensorik atau sel saraf asosiasi lainnya.

➢ Berdasarkan Strukturnya (Juluran Sitoplasma)
a) Neuron Multipolar
Memiliki satu akson dan dua dendrit atau
lebih. Contohnya neuron motor yang terdapat di otak
dan medula spinalis (Sumsum tulang belakang)
b) Neuron Bipolar
Memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson.
Contohnya neuron pada organ indera seperti mata
hidung dan telinga.
c) Neuron Unipolar (Pseudounipolar)
Merupakan neuron bipolar yang tampak hanya memiliki
satu juluran dari badan sel karena akson dan dendrit nya
berfusi. Contohnya neuron pada embrio dan
fotoreseptor mata.

200

Gambar Neuron berdasarkan strukturnya

Terdiri atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula
spinalis). Keduanya dilapisi jaringan ikat yang disebut meninges, yang terdiri
atas:

• Pia meter, lapisan paling dalam dan mengandung pembuluh darah serta
melekat pada otak atau medula spinalis.

• Araknoid, lapisan tengah dan mengandung sedikit pembuluh darah.
Araknoid memiliki ruang subaraknoid yang berisi cairan
serebrospinalis, pembuluh darah, dan selaput jaringan penghubung
yang mempertahankan posisi araknoid terhadap pia mater di
bawahnya. Cairan serebrospinalis berfungsi sebagai bantalan serta
media pertukaran nutrien dan zat sisa antara darah dengan otak
maupun medula spinalis.

• Dura meter, lapisan terluar yang terdiri atas dua lapisan. Lapisan
terluar melekat pada kranium.

• Substansi abu-abu, Membentuk bagian luar otak dan bagian dalam
medula spinalis. substansi abu-abu mengandung badan sel neuron,
serabut bermielin dan tidak bermielin, astrosit protoplasma,
oligodendrosit dan mikroglia.

• Substansi putih, Membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula
spinalis. Substansi putih didominasi oleh serabut bermielin maupun
tidak bermielin, mengandung oligodendrosit, astrosit fibrosa dan
mikroglia.

201

1. Fungsi Sistem Saraf Pusat

Untuk menerima informasi atau rangsangan dari semua bagian
tubuh, kemudian mengontrol dan mengendalikan informasi tersebut
untuk menghasilkan respons tubuh.

2. Struktur/Bagian dari Sistem Saraf Pusat

1) Otak
Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis
membentuk anyaman kompleks. Neuron di otak berkomunikasi
satu sama lain secara kimiawi atau berupa muatan listrik yang
memungkinkan kita dapat mengalami emosi, berpikir dan
mengingat, mengetahui dan mengatur keadaan tubuh sendiri
dan lingkungannya serta secara sadar mengontrol gerakan
tubuh. Bagian-bagian otak antara lain :
a) Serebrum (Otak besar)
Serebrum mengisi bagian depan dan
atas rongga tengkorak. Bagian luarnya
tersusun dari substansi abu-abu yang
disebut korteks serebral, sedangkan
bagian dalamnya tersusun dari substansi
putih yang disebut nukleus basal. Area Fungsional korteks
serebral :
1. Area motor primer, Bagian lobus frontal (dahi) dari
girus presentral,mengendalikan kontraksi volunter (di
bawah kesadaran) otot rangka. Di sisi anterior girus
presentral, mengendalikan aktivitas motor yang
terlatih dan berulang, misalnya kemampuan mengetik.
Area Broca (lobus frontal bagian girus frontalis
superior) mengendalikan kemampuan bicara.
2. Area Sensor Korteks,meliputi :
• Area sensor primer, terdapat pada girus
postsentral, berfungsi menerima informasi nyeri,
tekanan, subu, dan sentuhan.
• Area visual primer, terdapat di lobus oksipital
(kepala belakang),berfungsi menerima informasi
dari retina mata.
• Area auditori primer, terdapat pada tepi atas
lobus temporal (pelipis), berfungsi menerima
impuls pendengaran (suara).

202

• Area olfaktori primer, terdapat pada permukaan
medial lobus temporal, berkaitan dengan indra
penciuman.

• Area pengecap primer (gustatori), terdapat di
lobus parieral (ubun-ubun), di dekat bagian
inferior girus postsentral. Area ini berfungsi
untuk persepsi rasa seperti manis, asin, asam, dan
pahit.

3. Area Asosiasi, dipetakan menurut klasifikasi
Brodmann sebagai berikut :
• Area asosiasi frontal, terdapat pada lobus
frontal, berfungsi sebagai pusat intelektual dan
fisik.
• Area asosiasi somatik, terdapat pada lobus
parietal, berfungsi sebagai pusat interpretasi
(penafsiran) bentuk dan tekstur suatu objek.
• Area asosiasi visual (pada lobus oksipital) dan
area asosiasi auditorik (pada lobus temporal),
berfungsi sebagai pusat interpretasi visual
dan auditori.
• Area wicara Wernicke, terdapat pada bagian
superior lobus temporal, berfungsi sebagai
pusat bahasa dan wicara.

Nukleus basal merupakan pusat untuk koordinasi motor.
Jika bagian ini rusak, seseorang akan menjadi pasif dan
tidak mampu bergerak karena nukleus basal tidak mampu
lagi mengirimkan impuls motor ke otot, contohnya
penyakit Parkinson.

b) Diensefalon. Terletak di antara serebrum dan otak
tengah. Terdiri atas:

• Talamus, berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke
korteks otak besar, serta berperan dalam sistem
kesadaran dan kontrol motor.

• Hipotalamus, berfungsi mengendalikan sistem saraf
otonom, pusat pengaturan emosi, dan memengaruhi
sistem endokrin.

• Epitalamus, berperan dalam dorongan emosi.

c) Sistem limbik, yaitu cincin struktur otak depan yang
mengelilingi otak dan berfungsi dalam pengaturan emosi,
mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku
sosioseksual, motivasi, dan belajar.

203

d) Mesensefalon (otak tengah), menghubungkan pons dan
serebelum (otak kecil) dengan otak besar, berfungsi
sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta
meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran.

e) Pons Varolii (jembatan varol), mengatur frekuensi dan
kekuatan bernapas.

f) Serebelum (otak kecil), mempertahankan keseimbangan,
kontrol gerakan mata, meningkatkan kontraksi otot,
serta koordinasi gerakan sadar yang berkaitan dengan
keterampilan.

g) Medula oblongata, berfungsi dalam pengendalian
ferkuensi denyut jantung, tekanan darah, pernapasan,
gerakan alat pencernaan makanan, menelan, muntah,
sekresi kelenjar pencernaan, dan mengatur gerak refleks.

h) Formasi retikuler, berfungsi memicu dan
mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.

Struktur otak

2) Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
• Berfungsi mengendalikan aktivitas refleks, komunikasi
antara otak dengan semua bagian tubuh, serta
menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan
sendi ke serebelum.

204

• Substansi abu-abu mengisi struktur dalam dan substansi
putih mengisi struktur bagian luar.

Struktur sumsum tulang belakang

Sistem ini meliputi saraf kranial yang berasal dari otak dan saraf
spinal yang berasal dari medula spinalis. Pada sistem saraf tepi, terdapat
Ganglion yaitu struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel
glia yang ditunjang oleh jaringan ikat.

1. Fungsi Sistem Saraf Tepi

Secara garis besar, fungsi saraf tepi adalah menghubungkan
respon sistem saraf pusat ke organ tubuh dan bagian lainnya di
tubuh Anda. Saraf ini meluas dari saraf pusat ke area terluar tubuh
sebagai jalur penerimaan dan pengiriman rangsangan dari dan ke
otak.

2. Struktur Sistem Saraf Tepi

a) Saraf Kranial
Terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar terususun dari
serabut sensori dan motor Tetapi beberapa saraf hanya
tersusun dari serabut sensori.

205

b) Saraf Spinal
• Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-
segmen medula spinalis dan diberi nama sesuai nama ruas
tulang belakang.
• Berdasarkan arah impuls, SST dibagi menjadi divisi aferen
(membawa informasi dari reseptor ke SSP dan divisi
eferen (membawa instruksi dari SSP ke organ efektor.
• Sistem saraf otonom: sistem saraf simpatis dan sistem
saraf parasimpatis.

perbedaan saraf simpatis dan parasimpatis

206

Sistem
Hormon

Nama : Nasya Audrey Nafisha
Kelas : XI IPA
Guru Mapel : Puspani, M.Pd

PEMERINTAH PROVIN1I KALIMANTAN TIMUR
DINA1 PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1MA NEGERI BALIKPAPAN
TAH2U0N7

()

A.Karakteristik Kelenjar Endokrin







B.Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon

208







o
o






209









210





211

PERBEDAAN SISTEM SARAF DENGAN SISTEM ENDOKRIN
212

BAB X SISTEM REPRODUKSI

JURNAL
BELAJAR 3 Mei 2021

Pembelajaran kali ini menggunakan google meet. Sebelum memulai pembelajaran,Bu
Puspa mengingatkan kembali tentang tugas-tugas yang belum dikumpulkan di
google classroom dan tolong secepatnya dikumpulkan. Setelah itu Bu Puspa memulai
materi bab 10 tentang sistem reproduksi. Marcella membantu kami dan Bu Puspa
dalam membagikan layar presentasi powerpoint. Pertama kami membahas tentang
alat reproduksi yang dimiliki oleh pria. Bu Puspa yang menjelaskan secara ringkas
dan cepat tentang organ reproduksi laki-laki yag terdiri dari skrotum,testis,saluran
reproduksi,kelenjar aksesori,dan penis. Marcella menampilkan presentasi gambar
dari alat reproduksi laki-laki dan Bu Puspa menjelaskan secara rinci bagian-bagian
tersebut. Bu Puspa juga menjelaskan vesikula seminalis,kelenjar prostat,dan
kelenjar cowper. Tentu nama-nama ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita karena
kita sudah pernah belajar di smp. Bu Puspa juga menjelaskan tentang fungsi penis
yaitu sebagai alat kopulasi serta pengeluaran urin dan sperma. Selanjutnya Bu
Puspa juga menjelaskan tentang hormon kelamin laki-laki. Dan Bu Puspa juga
menjelaskan tentang spermatogenesis secara singkat,padat dan jelas.

Selanjutnya Bu Puspa membahas tentang organ reproduksi pada wanita. Organ
Reproduksi pada wanita antara lain ovarium,tuba fallopi,uterus,vulva dan vagina.
Marcella menampilkan gambar alat reproduksi pada wanita. Bu Puspa menjelaskan
bagian bagian pada organ reproduksi wanita. Dari gambar memang terlihat bahwa
organ reproduksi pada wanita lebih kompleks dibandingkan pria. Setelah itu juga Bu
Puspa menjelaskan tentang hormon kelamin wanita yang tidak asing kita dengar
antara lain estrogen,progesteron,LH,FSH,Prostaglandin,oksitosin,dll. Selanjutnya
Bu Puspa menjelaskan proses oogenesis. Bu Puspa menjelaskan tentang ferilisasi
yaitu bertemunya sel sperma dan oosit sekunder membentuk zigot.

213

Selanjutnya Bu Puspa menjelaskan tentang menstruasi. Dulu pemahaman sederhana saya menstruasi itu
adalah sel telur yang tidak dibuahi oleh sel sperma. Bu Puspa bertanya apakah siklus menstruasi yang
normal nya selalu tepat 28 hari? lalu saya menjawab tidak selalu pas 28 hari. Berarti bisa kurang dan bisa
lebih. Ketidakpasan itu dipicu oleh beberapa faktor antara lain stress,pola makan dan gaya hidup. Bu
Puspa juga menjelaskan cara menentukan masa subur namun saya masih tidak paham. Biasanya saya
menggunakan aplikasi untuk menghitung dan mencatat masa masa haid saya. Mulai dari saya pertama
kali haid itu tanggal kapan dan perkiraan selesai tanggal kapan. Lalu juga diberi tau masa ovulasi nya.
Setelah itu Bu Puspa juga membahas tentang kehamilan,kb dan menyusui. Bu Puspa bercerita tentang
anak anaknya yang mendapatkan asi eksklusif. Bu Puspa memberitahu bahwa asi itu harus
dikeluarkan,kalau tidak itu malah jadi sakit dan bengkak. Namun sekarang teknologi sudah canggih jadi
bisa mompa asi dan diletakkan didalam botol jadi sewaktu waktu dimanapun dan kapanpun,si dedek bayi
bisa menikmati asi namun dari dot.
Kesan saya pada pertemuan kali ini yaitu saya berasa kembali belajar dikelas percepatan soalnya 1 bab 1
pertemuan. Tapi tidak apa-apa karena waktu kita memang terbatas. Minggu depan sudah libur persiapan
lebaran dan tanggal 24 udah uas. Pesan saya yaitu jangan lupa tetap jaga kesehatan dan jangan mudik
heheheh. Yokk semangat belajarnya,entar lagi mau naik kelas huhuhuu. Jangan lupa 3M ya gais
(Makan,Mandi,Menunaikan ibadah). Terima kasih atas penjelasan bu puspa hari ini. Semoga ilmu yang
beliau sampaikan dapat berguna bagi masa depan kita,aamiin...

Potret Kegiatan
Hari ini

214

BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH

Jurnal belajar

4 Mei 2021

Pembelajaran kali ini membahas tentang pertahanan tubuh. Ini
adalah bab terakhir di kelas 11 alhamdulillah. .Bu puspa menjelaskan
dari fungsi sistem pertahan tubuh, mekanisme pertahanan tubuh
yang terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Pertahan nonsepisifik (alamiah), yang terdiri dari 4 macam yaitu,
pertahanan fisik, kimia, dan mekanisme terhadap agen infeksi,
fagositosis, inflamasi (peradangan),dan zat antimikroba
nonspesifik yang di produksi tubuh.
2. Pertahanan spesifik (adaptif), yang meliputi dari komponen
respons imunitas spesifik, interaksi antibodi dan antigen, jenis
imunitas (kekebalan tubuh), sel-sel yang terlibat dalam respons
imunitas, mekanisme respons imunitas humoral (diperantarai
antibodi), dan mekanisme respons imunitas seluler (diperantai sel).
Bu Puspa juga menjelaskan sangkut pautnya virus corona dengan
imunitas tubuh kita. Jujur saya masih baru pertama kali mendengar
istilah-istilah pada bab 11 ini. Saya akan memperlajarinya lebih
dalam lagi. Yang dulu saya tau hanya jika berbicara tentang
sistem pertahanan tubuh itu pasti yang berperan adalah sel darah
putih. Maka dari itu sel darah putih disebut sel tentara yang dapat
melindungi tubuh kita dari patogen,virus,dan bakteri. Namun
setelah saya smp mulai menonton anime tentang sel,saya baru
mengenal Sel B,Sel T dan NK.
Pembelajaran dan materi kami pada semester ini sudah selesai dan
tinggal nunggu uas saja.

215

Kesan saya pada pertemuan kali ini yaitu belajar dengan ritme
yang cepat. Namun tidak apa-apa nanti saya akan belajar secara
mandiri untuk memperdalam materi lagi.Pesan saya yaitu tetap
jaga kesehatan dan jangan mudik. Pada Jurnal kali ini saya ingin
berterima kasih kepada Bu Puspa karena sudah mengajari kami
selama 1 tahun bahkan Bu Puspa sudah mengajari saya selama 2
tahun mulai dari kelas 10. Semoga semua ilmu yang beliau berikan
dapat berguna kepada kami dan yang terpenting semoga ilmu yang
beliau berikan berkah. Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Hari
Raya Idul Fitri 1442 H Minal Aidin Wal Faidzin,Mohon Maaf Lahir
dan Batin. Tetap semangat belajar dan jangan sampai stress yaa
teman-teman. Persiapkan diri kalian dalam menghadapi uas.

Foto

Hari ini

216

REFLEKSI

 Peristiwa : Peristiwa apa saja yang terjadi selama pembelajaran?
1. Pembelajaran menyenangkan karena dapat melihat wajah Bapak/Ibu Guru beserta
teman-teman
2. Model belajar yang menyenangkan dan tidak membuat bosan seperti membuat
presentasi,video animasi,menjelaskan secara langsung dan juga selalu ada sesi
tanya jawab
3. Selalu ada foto dokumentasi disetiap KBM
4. Diakhir pembelajaran selalu menulis jurnal belajar dan terkadang diberi tugas
mandiri

 Perasaan : Apa yang muncul saat proses pembelajaran ?
1. Belajar menghargai seseorang yang sedang bicara di meet dengan cara on camera
2. Kesabaran saat jaringan internet sedang tidak stabil
3. Bangga melihat karya-karya kreatif teman saya ketika sedang presentasi
4. Bahagia dapat menjalin komunikasi jarak jauh dengan Bapak/Ibu Guru beserta
Teman-teman
5. Sangat senang karena saya bisa menuangkan ide kreatif saya kedalam jurnal belajar
dan tugas mandiri

 Pembelajaran : Apa saja yang didapatkan saat pembelajaran ?
1. Terjadi komunikasi yang baik antara murid dan guru melalui grup
whatsapp,googleclassroom,dan juga google meet
2. Setiap akhir KBM selalu membuat jurnal belajar yang dapat berguna sebagai
ringkasan materi sekalian belajar dan sarana menyampaikan keluh kesah kami saat
KBM
3. Kami dapat menyampaikan pendapat kami secara bebas saat KBM
4. Bu Puspa memberikan tugas portofolio seperti menganalisis dan membuat laporan
yang nantinya berguna sebagai catatan ringkas kami
5. Pengiriman tugas melalui googleclassroom dapat membuat kami belajar lebih
dalam lagi mengenai IPTEK

 Perubahan : Apa saja strategi yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan?
1. Sebelum memulai pembelajaran biologi, alangkah baiknya jika saya membaca
terlebih dahulu materi yang akan dibahas pada saat meet nanti.
2. Harus lebih aktif lagi pada saat pembelajaran berlangsung
3. Harus menjadi lebih percaya diri lagi dalam menyampaikan pendapat

217


Click to View FlipBook Version