Lorong-Lorong Kehidupan Dwi Putri Septiani, S.Pd.
Buku antologi puisi berjudul Lorong-lorong Kehidupan ini Lorong-Lorong Kehidupan Kumpulan Puisi
merupakan kumpulan puisi yang diperuntukkan bagi siapa
saja yang memerlukannya untuk menambah khasanah
wawasan dan khasanah dalam puisi.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
hingga buku ini dapat selesai dan diterbitkan. Dengan
buku ini kami berharap para pembaca dapat menciptakan
karya-karya yang lebih baik di masa depan.
Penerbit Pustaka Egaliter PustakaEgaliter Jalan
@pustaka_egaliter
Glagah Sari, Gg Anyelir 101B
warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta +6287885800018
Kumpulan Puisi
Lorong-Lorong
Kehidupan
Dwi Putri Septiani, S.Pd.
Dwi Putri Septiani, S.Pd.
Lorong-Lorong Kehidupan
Kumpulan Puisi
Lorong-Lorong Kehidupan; Kumpulan Puisi
Penulis: Dwi Putri Septiani, S.Pd.
Editor: Taufik A
Layout: Rina RJ
Desain Cover: Wildan
Diterbitkan oleh:
PUSTAKA EGALITER
Klebengan Jl. Apokat CT 8 Blok E, No. 2A Karanggayam,
Depok, Sleman, Yogyakarta
Cetakan Pertama, Maret 2021
ISBN -
Hak cipta dilindungi undang-undang
All right reserved
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk
dan dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit
Isi di luar tanggung jawab percetakan
Kata Pengantar
Alhamdulillah puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah
SWT. Berkat rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kami telah
menyelesaikan buku antologi puisi berjudul “Lorong-Lorong
Kehidupan”. Buku ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
bahan bacaan dalam perpustakaan sekolah.
Buku antologi puisi berjudul “Lorong-lorong Kehidupan” ini
merupakan kumpulan puisi yang diperuntukkan bagi siapa saja
yang memerlukannya untuk menambah khasanah wawasan dan
khasanah dalam puisi.
Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
hingga buku ini dapat selesai dan diterbitkan. Dengan buku ini
kami berharap para pembaca dapat menciptakan karya-karya
yang lebih baik di masa depan.
Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi acuan bagi para
pembaca. Kepada Allahlah kami serahkan segalanya dan
semoga karya ini mendapat ridho dari Allah SWT.
Cilacap, Maret 2021
Penulis
Lorong-Lorong Kehidupan | iii
Daftar Isi
Halaman Judul_______________________________________ i
Kata Pengantar _____________________________________ iii
Daftar Isi __________________________________________ v
Rindu 2
Harapan 3
Kisahku 5
Titip Rindu Pada Malam 7
Ayah 9
Pulang 11
Anakku 13
Sekolahku 15
Gadisku 17
Perjuangan Ibumu 19
Janji Mentari 21
Kejora Semangatku 23
Guruku 25
Met Ulang Tahun 27
Penantian Yang Sirna 29
Perjalanan 31
Terhempas 33
Kerikil-Kerikil Tajam 35
Lilin Kecil 37
Gunung Slamet 39
Negeriku 41
Kampung Halaman 43
Lorong-Lorong Kehidupan | iv
Pantai 45
Proses Kehidupan 47
Lembah Rembulan 49
Sepenggal Cerita Usang 51
Tak Seindah Pelangi 53
Coklat Tua Coklat Muda 55
Merah Putih 57
Kemerdekaan 59
Teruntuk Anak Laki-Lakiku 61
Pesan Ibu Saat Tiada 63
Soeharto 65
Pahlawan Kemerdekaan 67
Fatamorgana 69
Guru Aspirasiku 71
Lelah Jiwa Ini 73
Puisi Tuk Bapak 75
Hari Yang Ceria 77
Nafas Cinta 79
Taman Bunga 81
Baktiku Untuk Negeriku 83
Perjuangan Adalah Ibadah 85
Covid 19 87
Tentang Penulis_____________________________________ 8
v | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
RINDU
Lorong-Lorong Kehidupan | 1
Sudah lama kita tak berjumpa
Ada rindu yang kurasa
Canda ….
Tawa ….
Manja ….
Terkadang juga rasa kesal
Namum dibalik semua itu ada rasa yang
tersembunyi
Kapan keadaan ini akan berakhir
Akankah ini tuk selamanya ….
Rindukan kapan terobati
Ku … menginginkan generasi ini akan menjadi hebat
Mesti kita tak pernah berjumpa
Salam rindu ku anak-anak hebat
Kutitipkan bangsa ini di pundakmu
2 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
HARAPAN
Lorong-Lorong Kehidupan | 3
Jarum jam masih berdentang
Kuterdiam tak sanggup bergeming
Duduk termenung ….
Tatapan kosong terpancar dari sorot mataku
Jarum jam masih berdentang
Aku masih diam terbaring
Tak berdaya ….
Meratapi nasib yang tak berpihak
Mengggulung semua harapan semu
Jarum jam masih berdetang
Aku memberanikan diri tuk bangkit ….
Kucoba … dan terus kucoba ….
Mengejar mentari yang tak pernah ingkar janji
4 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
KISAHKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 5
Sejak awal kumengenal dunia
Sejak itu juga ku mengenal arti kehidupan
Banyak kisah telah kujalani
Demi mengejar asa
Semua kisah ini selalu tersimpan di memoriku
Tentang perjuangan hidup tuk meraih mimpiku
Rasa sakit … bahagia
Yang mewarnai jalanku
Namun bukan tuk menyerah dan terkulai
Karena hidup mesti diperjuangakan
Pengorbanan mesti dilalui
Jangan pernah ada kata menyerah
Tuk meraih hari
6 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
TITIP RINDU
PADA MALAM
Lorong-Lorong Kehidupan | 7
Malam berselimut sunyi ….
Dingin mengayut hati
Cahya bulan terpancar
Nuasa misteri menyelimuti kalbu
Lenyap dalam pandang
Bayangan itu selalu ada
Semakin hari semakin tersiksa
Membuang cakrawala waktu
Melenyapkan asa ….
Pada malam kutitipkan rindu ini
Adakah kau rasa ….
Sepertiku yang selalu setia
Menunggu mentari esok pagi
8 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
AYAH
Lorong-Lorong Kehidupan | 9
Ayah ….
Kini tingggal kenangan
Saat kurindu tak pernah kau datang
Saat kusakit tak pernah kurasakan pelukmu
Saat hati ini letih, rapuh tak ada tempatku mengadu
Ayah ….
Andai kau ada disini
Kau tak akan membiarkan tangan-tangan kecil ini
tergores
Terluka dan berdarah
Ayah ….
Aku rindu ….
Hanya lantunan doa-doaku
Yang mampu kubisikan pelan dan lirih
Mewakili hati ini yang rapuh
Ayah ….
Kurindu dipelukmu
6 14| Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PULANG
Lorong-Lorong Kehidupan | 15
Pulang … pulang ….
Kata itu selalu terngiang-ngiang diingatkanku
Kata itu yang membuat air mataku meleleh
Deras … tak terbendungkan
Andai kau ada disini …. Mungkin ….
Hati ini tak kosong
Rapuh tanpa ada peganggan tuk mengadu
Pulang ….
Dan akhirnya Rabu, 24 maret 2021
Kau pergi … dan pulang
Keinginanmu udah terkabul ….
Tapi ada rasa sesak di dada
Kau …. Pergi dan tak pernah kembali
Tuk kedua kalinya kuterluka dan terpuruk
Doaku untukmu tak pernah putus
Damailah dalam tidur panjangmu
17 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
ANAKKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 18
Selagi masih ada waktu ….
Tuk menatap dunia ini
Janganlah kau menyerah dan putus harapan
Karna disana ada tangan-tangan besar
Yang akan mengapaimu
Dan ….
Saat kau takut, lelah, sedih bahkan marah
Jangan pernah kau lepas tangan itu
Tangan yang akan memberimu kedamaian
Ingat ….
Tak ada sesuatu yang mudah kau gapai
Tanpa jerih payah ….
Tapi ….
Jangan pernah putus harapan
Ibu bersertamu
17 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
SEKOLAHKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 18
Hari ini seperti hari-hari kemarin
Sepi … sunyi dan senyap
Sejak kau ada ….
Kau kecil bahkan maya dalam pandangan
Namun ….
Mampu memporak- porandakan semuanya
Kini ….
Yang kulihat hanya kesenyapan
Hiruk-pikuk dan teriakan canda tawa itu
Lenyap … tak berbekas
Karna kau ….
Kapan kau akan pergi
Aku kangen ….
Tuk mendampingimu meraih asa
17 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
GADISKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 18
Kau cerminku
Kau harapanku
Kau cintaku
Kau mentariku
Hadirmu membawa warna dalam keluarga
Kau satu-satunya
Yang jadi harapan
Dalam perjalan panjangku
Disetiap langkah-langkahku
Selalu ada bayanganmu
Gerak-gerikmu hampir sama
Doaku selalu menyertaimu
Andai suatu hari nanti
Aku pergi dan tak kembali lagi
Aku bangga ada generasi penerusku
Yang aka nada di dunia ini
18 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PERJUANGAN
IBUMU
Lorong-Lorong Kehidupan | 19
Bersusah payah merenda asa
Meniti perih di atas luka
Ibumu mengandung dan melahirkanmu
Jerit tangismu mengema memecah-belah dunia
Dan hilanglah rasa sakit yang Ibu rasakan
Tergantikan kehadiran
Kini malam ganti siang
Siang terlewatkan tanpa beban
Dalam lemah kau selalu jadi yang utama
Susunya jadi ikatan batin
Yang tak penah pupus termakan waktu
Demi anaknya yang tercinta
Oranag tuamu hanya kau tahu
Tak pernah hilang cintanya termakan waktu
Andai suatu hari kau dewasa kenangan dia
Sebagai penyemangatmu
20 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
JANJI
MENTARI
Lorong-Lorong Kehidupan | 21
Bila mendung lebih dulu menyapa pagi
Kucukup sabar menanti mentari berikan senyum…
Andai akhirnya turun rintik-rintik hujan
Aku tetap bersabar ….
Aku berusaha mengerti saat kau tak muncul tuk beri
kehangatan ….
Mentari ….
Bila tak kau jabat tanganku
Aku tetap menunggumu
Entah sampai kapan
Karena aku nyakin ….
Kau tak pernah ingkar janji
Dan ….
Kau akan datang tetap waktu saat fajar dan senja
tiba
22 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
KEJORA
SEMANGATKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 23
Sejuta angan dan impian
Meresakan batin ini
Malam yang sunyi
Kutengadahkan sayu mata ini tuk memandang mu
Aku yang selalu rindu
Mengikis asa yang tak kunjung tiba
Andai kau tahu ….
Gemuruhnya suara hati ini
Kau tak akan mampu berkata
Hanya sepenggal harapan nan sirna
Rapuh ditelan malam
Kejora … hanya engkau teman malamku
Jangan pernah hilang dari pandangku
Kutitipkan semua pengharapan pada mu
24 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
GURUKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 25
Sesosok wanita duduk di pojok kelas
Sorot matanya tajam bagaikan sorot mata elang
Yang siap menerkam mangsanya
Kau tegas ….
Kau galak ….
Tapi dibalik semua itu
Kau wanita hebat
Yang tak ingin siswa-siswi mu terlantar
Oleh kejamnya dunia
Kau memang galak tapi demi kebaikan kami
Kau jarang tersenyum tapi…ada rasa sayang disetiap
langkahmu
Saat kuterjatuh kau gapai tanggganku
Kau rangkul tubuhku
Kau ….
Cahaya ilmuku
Diujung pengharapaku
Ku lantunkan doaa teruntukmu
Guru penyemangat hidupku
26 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
MET
ULANG
TAHUN
Lorong-Lorong Kehidupan | 27
Emapat tahun yang lalu
Terlahir sesok anak kecil mungil
Lucu … dan sipit
Jagoanku ….
Lentera hidup kami ….
Memenuhi sepasang permata hati
Yang akan menjadi penurus kami di duni fana ini
Empat tahun lalu
Kau masih bayi merah
Kini … kau tubuh dengan lincah
5 agustus menjelang hari kemerdekaan
Semoga Tuhan melindungi setiap langkahmu
Serta tercapai semua cita-citamu
Mudah-mudahan diberi umur panjang, sehat, dan
sentosa
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun jagoanku
28 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PENANTIAN
YANG SIRNA
Lorong-Lorong Kehidupan | 29
Kucoba tuk bertahan
Mesti sering terasa sesak
Dan perih merasuk jiwa
Tapi kubisa apa
Ketika kucoba tuk berkata
Hanya sengak yang kudapat
Kucoba tuk berlari
Jauh dari tangan-tangan mu
Dan berdiri tegak tuk hadapi dunia
Sekarang aku sadar
Bahwa payung hanya di butuhkan kala hujan
Dan digenggam erat saat hujan
Setelah reda akan ditutup pula
30 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PERJALANAN
Lorong-Lorong Kehidupan | 31
Aku berlari ditengah-tengah padang pasir
Sepanjang mata memandang hanya lautan pasir
Terbentang luas ….
Panas terik mentari membakar tubuh ini
Dahaga menyesak dada membuat kerik tengorokan
ini
Tak ada satu pun rumput tuk pegangan
Ku lari … jauh mengapai asa yang tergantung
Tinggi menjulang langit biru
Oase yang kuharapakan tak kunjun ada
Hanya fotormaga yang kuraih ….
Tak mampu tuk hapus dahaga ini
Aku berlari dan terus berlari
Tampak lelah
32 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
TERHEMPAS
Lorong-Lorong Kehidupan | 33
Aku … Pernah diberi sayap
Untuk terbang dan akhirnya dipatahkan
Aku ….
Pernah diistiwewakan
Tapi ….
Sekarang tidak sedikit pun diprioritaskan
Sekarang ….
Aku mengerti ternyata tidak selamanya
Menjadi yang berharga…
Dalam hidup ini ada kalanya berarti dan dicari
Terkadang tak berarti dan tidak cari lagi
Terkadang air mata lebih jujur daripada senyum
Karna air mata jatuh saat kita tersentuh
Sekarang ….
Senyum mu menjadi dukaku
Dan kuberharap tak akan berada lagi
34 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
KERIKIL-KERIKIL
TAJAM
Lorong-Lorong Kehidupan | 35
Gelap terasa hari ini
Jalan yang kulalui terasa terjal
Penuh dengan batu dan licin
Kucoba jalan mesti tertatih-tatih
Merangkan mencari pegangan
Kucari dan kucari
Tapi tak satupun lentera di sana
Terasa dingni membeku sukmaku
Gelap … dingin membuat kutakut
Takut … tapi tak bisa kuberlari dari rasa ini
Aku harus bangkit ….
Semangat mesti tertatih-tatih
Ku lihat lihat sayup-sayup lentera di ujung sana
Kucoba tuk mendekat dan akhirnya kutemukan
Setitik harapan
36 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
LILIN KECIL
Lorong-Lorong Kehidupan | 37
Ketika gelap gulita
Kau dibutuhkan
Cahyamu menerangi malam yang gulita
Cahyamu nemberikan arti kehidupan
Mesti kecil namun penuh arti
Namun ….
Saat lampu menyala
Kau langsung dicampakan
Begitu tragis nasibmu
Di campakan begitu saja
Tapi tak ada rasa dendam dalam dirimu
Kau lilin kecil pelita hati, penerang dikala gelap
Nasib tragis tapi tak pernah dendam
38 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
GUNUNG SLAMET
Lorong-Lorong Kehidupan | 39
Jauh di puncak pegunungan
Kabut tipis menyelimuti puncaknya
Menjulang tinggi mencakar langit…
Tirun awan dingin
Terlihat putih keperak-perakan
Gunung yang menjadi ikon Jawa Tengah
Anugerah dari yang kuasa
Tempat kita belajar tuk mendaki
Selamanya menjadi kebanggaan
Gunung tinggi penuh misteri
Tempat bersemayang berbagi makhluk yang kasat
mata
Tetap indah di pandang
Gunung Slamet pujaan hatiku
40 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
NEGERIKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 41
Negeriku yang dulu indah
Laut terbentang luas membiru
Gunung tinggi menjulang ke angkasa
Gugusan pulau-pulaunya yang berkelok-kelok
Indah luasa mata memandang
Tapi kini ….
Kau berdarah
Merintih … Mengerang….
Menahan perih yang terobati
Negeriku … bangkit … bangkit….
Lawan virus itu
Jangan kau diam tak berdaya…
Ayo … bangkitlah dari keterpurukan ini
Kau pasti bisa
Demi anak-anak penerus bangsa
Demi negeri yang gemilang
42 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.