KAMPUNG
HALAMANKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 43
Kampung kuterletak dikaki gunung slamet
Kecil mungil nam indah
Sepanjang mata memandang hamparan sawah hijau
Sungai yang jernih berkelok-kelok
Kerbau yang kuat tuk membajak sawah
Petani dengan tetesan keringat berjujuran
Menamti butiran-butiran padi menguning
Untuk sesuap nasi
Kampungku yang kecil
Yang selalu kurindu
Mesti badan ini jauh darimu
Tapi hati ini tak bisa berpaling
44 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PANTAI
Lorong-Lorong Kehidupan | 45
Kala mentari mulai memancarkan sinarnya
Sinarnya menembus butiran-butiran pasir
Deburan-deburan ombak datang silir berganti
Burung-burung camar berterbangan
Mengais ikanmenyambut datangnya pagi
Angina bertiup pelan tapi pasti
Menambah hangatnya suasana kala itu
Mengiringi nelayan pulang dari mencari ikan
Untuk memghitung hasil tanggakapnya malam tadi
Alangkah indahnya pantaiku
46 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PROSES
KEHIDUPAN
Lorong-Lorong Kehidupan | 47
Tuhan tak pernah janjikan langit selalu biru
Terkadang ada kalanya gelap dan kehitam-hitaman
Malam pun tak selalu cerah penuh dengan bintang
Bunga pun tak selalu mekar memberikan keindahan
Dan mentari pun tak selalu bersinar
Tapi dibalik semua itu
Kita belajar memahami kehidupan yangtak selalu
mulus
Kadang ada kalanya kita di bawah
Dan pada saat kita ada pada titik terbawah
Kita dituntut tuk sabar dan berusaha
Karena kehidupan ini proses
Dari yang tak bisa menjadi bisa
Dan akhirnya kita menemukan titik keberhasikan
Dan pada saat itu pelangi memberikan warna
kehidupan
Air mata bahagian pun berderaih
Berkah disetiap cobaan dan jawaban dari setiap doa
48 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
LEMBAH
REMBULAN
Lorong-Lorong Kehidupan | 49
Angin dingin menusuk tulang
Kabut putih menghalangi mentari
Tegak cahaya terhalang kabut
Pahatan lembah memecah kesunyian
Berselimut awan beralasan zambrud
Tinggi dan tajam
Sejak waktu tidak berjalan
Sunyi senyap cermin kehidupan pengunungan
Orang-orang yang polos
Bercekrama dengan kesunyian
Yang tak using dimakm zaman
Pepohonan tinggi menjulang
Sayuran tertata rapih bak lautan hijau
Membuat mata ini jadi segar
Lembah rembulan … kebanggaan guci
50 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
SEPENGGAL
CERITA USANG
Lorong-Lorong Kehidupan | 51
Tadi malam dia datang dalam mimpiku
Setelah sekian tahun hilang dalam ingatan
Kenapa mesti datang dalam alam sadarku
Kedatangan yang tak pernah kuharap
Kedatangan yang menguak luka lama
Terasa perih dan berdarah lagi
Kisah yang pernah singgah di kalbu
Menyayat hati nan damai
Ingin kuberlari … berlari dari bayangan lalu
Telah kucoba pendam dalam-dalam
Luka ini … Tak terasa menetes buliran-buliran air
mata
Kalua memang dia bukan yang terbaik dalm hidup
ku
Jauhkan jangan pernah ada dalam alam sadarku
Tuhan tolong biarkan hati ini damai dalam
keabadian
Karena aku tak ingin dia ada dalam hidupku
Cukup sekali dia singgah
52 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
TAK SEINDAH
PELANGI
Lorong-Lorong Kehidupan | 53
Jalan ini berkelok-kelok
Menikung tajam dan curam
Kuberjalan mengarungi lautan berdebu
Penuh kerikil-kerikil tajam
Kucoba berlahan-lahan turun
Tertatih-tatih oleh kejamnya cerita lalu
Kutawarkan indahnya cerita
Tapi … Yang kudapat pahitnya kisah yang
menggores asa
Kucoba tuk bertahan karna cinta
Tapi … tak kuasa karana ada hati lain di sana
Indahnya pelangi yang pernah kau tawarkan
Kini berganti dengan gerimis berkepanjangan
Akhirnya ku berlari menjauh
Karena kutakut luka itu semangakin lara
Ternyata pelangi tak selalu mempesona
Meninggalkan kisah indah
54 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
COKLAT TUA
COKLAT MUDA
Lorong-Lorong Kehidupan | 55
Pertama kita kenal di kampus merah putih
Tempat mencurahkan ilmu kita
Menciptakan anak-anak hebat
Di situlah kita kenal coklat tua dan coklat muda
Tempat kita merenda tawa dan canda
Tak terasa timbul benih-benih asa
Yang tak pernah kita sadari
Saat coklat tua coklat muda semangkin manis terasa
Di sana kita gantungkan semua harapan hidup
bersama
Tapi egois melanda menghancurkan semua
Dibelenggu rasa gengsi yang tinggi
Saat ini rasa itu datang kembali
Mengisi lorong-lorong waktu
Menembus cakrawala kehidupan
Mengejar asa yang tak pernah tergapai
Namun, semuanya berbeda dari rasa terlampaui
Karna disana ada sepenggal nama
Yang mengisi lorong-lorong hati
Yang memisahkan segores cerita lalu
Mesti tak dapat kita pungkiri
Kini tertutup rapat
Coklat tua coklat muda tinggal kenangan
Terkubur di sanubari terdalam
Biar hanya kita yang tahu kisah ini
68 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
MERAH PUTIH
Lorong-Lorong Kehidupan | 69
Tak terasa buliran-buliran kecil menetes di pipi
Saat sang dwi warna berkibar
Dan lagu kebangsaan berkumandang
Berkibarnya sang dwi warna
Terasa sesak didada menahan rasa bangga
Bisa berkibar dan berkumandang
Di arena olimpiade Tokyo
Greysia dan Apriyani
Tekadmu tuk meraih emas sungguh mulia
keringat bercucuran membasahi bumi
Teriakan bangsamu membakar semangat berkobar
Doa bangsamu terus berdatangan
Memberikan dukungan dua srikandi Indonesia
Terima kasih Greysia dan Apriyani kau telah
berjuang
Namamu selalu terukir di bangsa ini sampai kapan
pun
72 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
KEMERDEKAAN
Lorong-Lorong Kehidupan | 71
76 tahun yang lalu
Kita berjuang merebut kemerdekan dari tanggan
penjajah
Nyawa, harta, dan benda
Kita korbankan tuk bangsa ini
Tak sedikit darah bercucuran membasahi bumi
Keringat dingin selalu berderai
Saat terdengar bunyi tembakan
Kemerdekan saat itu benar-benar berjuang
Lepas dari penjajah
Tapi saat ini kita dijajah kembali
Oleh virus yang merampas kemerdekan
Merampas kemerdekan berkelompok
Kemerdekaan tuk ibadah
Kemerdekaan tuk belajar
Ini yang membuat generasi muda terbelennggu
Terbelenggu karna kemerdekaan terampas
Kapan semua ini akan terlepas
Belenggu yang menghimpit kemerdekaan berkarya
Hai anak muda tulang punggu bangsa
Jangan pernah ada kata menyerah
Berjuang … berjuang terus
Tak mengenal letih tuk Indonesia merdeka
Karena harapan nan elok ada di depan mata
Seindah sinar mentari di pagi hari
Seelok pelangi dengan warna-warnanya
Seayu rembulan saat malam tiba
Harapan ini tak pernah mati
Karena Indonesia ku tetap tegak dan merdeka
74 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
TERUNTUK ANAK
LAKI-LAKIKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 73
Dengarkan pesan ibumu
Jaga ibadahmu sayang
Siapkan pundakmu untuk beban masa depanmu
Beban yang luar biasa tuk laki-laki
Jangan pernah menyakiti wanita
Karena ibumu juga wanita
Karena laki-laki sejati tidak pernah tega melihat air
mata
Air mata ibu dan istri kelak
Cinta ibu akan menenangkan setiap langkah-
langkahmu
Karena disetiap keluhanmu ada uluran tangan ibu
Semuanya akan baik-baik
Anak laki-laki ibu
Tetep tegak berjalan melihat kedepan
Jangan sekali-kali tengok kebelakang
Karena hidup ini tuk masa depan
Dan masa lalu sebagai cermin
Saat kau jatuh terluka
Jangan pernah menyerah
Tetaplah berjalan mesti tertatih-tatih
Jadilah punggung yang kuat
Seteguh tulang punggung ayahmu
Ayahmu adalah contoh nyata
Laki-laki hebat pahlawan keluarga
Jadilah seperti dia
76 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PESAN IBU
SAAT TIADA
Lorong-Lorong Kehidupan | 77
Anak-anaku
Kaka dan dede
Hari dimana ayah dan Ibu mu telah menjadi sebuah
nama
Jangan letak kan ayah dan ibu dalam tangisan
Namun letakan kami dalam lisan ayat-ayat suci Al-
Quran
Agar kami mudah tuk berjalan
Menuju peristirahatan terakhir
Dan menunggu kalian datang dalam pangkuan kami
Anak-anakku ….
Maafkan kami
Tidak bisa membuat mulia dihadapan manusia
Namum … kami mengharapkan kalian berharga
dihadapan Allah … Anak-anakku ….
Ingatlah pesan kami
Cintailah Tuhanmu
Laksanakan perintah-Nya dan jauhilah larangan-
Nya
Karena itu akan membuat kalian berjalan lurus
Untuk tuk mengapai kebahagian yang sempurna
Karena doa kami selalu ada
Saling menyayangi dianatara kalian
Jagalah akhlak kalian
Saling membantu tuk hadapi kesulitan
Jangan pernah ada pertengkaran di anatara kalian
Maka kami akan tenang saat menutup mata
Cinta kami selalu ada dihati kalian
78 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
SOEHARTO
Lorong-Lorong Kehidupan | 79
Sosok prajurit sejati
Selalu tegar dan tegap
Selama 32 tahun berkuasa
Kau curahkan semua tenaga tuk bangsa ini
Tekadmu tuk memakmurkan rakyatmu
Meski di akhir jabatanmu
Kau dihujat ….
Kau dicaci maki
Tampak ampun
Namun kau tetap pahlawan bangsa
Yang membawa perubahan
Yang membawa warna bangsa ini
Rakyatmu kini merindukanmu
Rakyat ingin kau ada
Tuk memberikan kekutan
Mesti kau kini jauh di alam yang berbeda
Tapi senyum dan kepolosanmu
Tetap abadi di hati rakyatmu
Selama tinggal kau bapak pembangunan
Kau selalu ada di hati bangsa ini
Smoga kau tenang di alam keabadian
84 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PAHLAWAN
KEMERDEKAAN
Lorong-Lorong Kehidupan | 83
Demi bangsa ini
Engkau korbankan ragamu
Engaku korbankan hartamu
Kau tinggalkan keluargamu
Kau angkat bambu runcing di pundak mu
Kau kobarkan semangat juang
Tuk negeri ini
Saat darah bercucuran tercambur dengan keringat
Kau tetap kuat dan beringas menghembas asa
Kini semua berjuangan mu tak sia-sia
Negara ini telah merdeka
Bebas daripenjajah
Bebas dari kebodohan
Bebas berkarya
Tapi kini kemerdekaan Ini sedang terpasung
Karena covid
Semua terbelengggu
Mengikat kebebasan
Memnghempaskan asa dan cita yang tergantung
Akankah kemerdekaan ini terpasung lagi?
Jawabannya entelah ….
84 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
FATAMORGANA
Lorong-Lorong Kehidupan | 83
Gemerlapnya malam
Menatap cahaya bintang bertaburan
Tergesa mendatangi
Kala itu
Kilat ….
Bagaikan cahaya terang yang mengelegar
Terbentang di malam yang kelam
Desiran angin malam kian menusuk kalbu
Menabus sang dewi malam
Terang ….
Mengingatkan sengatan cahya
Yang dibutuhkan diri dahaga
Uapan setetes embun penawar dahaga
Tersirat keringat bercucuran membasahi sukujur
badan
Mendatangi kilapan-kilapan air
Karena hidup butuh keteduhan
Tetapi … Disana hanya ada
Hanya fatamorgana
Hanya angan-angan
Yang selalu kuraih
Akankah ini menjadi nyata
Cahaya kehidupan yang abadi
Kumenanti di ujung lorong-lorong waktu
Mungkinkan sampai menua
Penantian ini
86 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
GURU ASPIRASIKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 85
Suara guruku
Tak bosan-bosan berkata
Belajar… belajar … belajar …
Penannya pun tak bosan-bosan
Menari-nari di lembaran putih
Menuliskan banyak warna dijiwa ini
Membaca ….
Menulis ….
Berhitung ….
Bekalku tuk menatap dunia
Pena guru yang hebat
Merangkai tugas-tugas
Walau kadang panas kepanasan
Dan saat hujan kedinginan
Namum pena ini ….
Telah mengukir sejumlah nama
Yang mampu menatap dunia dengan senyum
Semua gambaran hidup ini
Telah kau ajarkan
Dengan penuh kesabaran
Sepenuh hati kau curahkan
Tentang esok penuh harapan
Arti dari sebuah keikhlasan
Arti dari sebuah perjuangan
Arti dari sebuah ketulusan
Arti dari sebuah harapan
Kau berikan semua
Tampa ada keterpaksaan
Guru hebat kau penaku
Dan kau sumber aspirasiku
88 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
LELAH JIWA INI
Lorong-Lorong Kehidupan | 87
Rasa jenuh ….
Rasa bosan ….
Rasa galau ….
Sering singgah dan bertata di kalbu
Semangkin kurasa melilit jiwa ini
Lelah ini sering melanda
Memaksaku untuk diam ….
Pada keramaian yang ada
Mencoba menepis sebentar
Meski ….
Ada rasa sesak di dada
Perlahan mulai muncul rasa kecewa hingga…
Akhirnya merasa ingin menyerah
Tapi ….
Perjalanan ini masih panjang
Masih banyak yang harus kulakukan
Akankah kumenyerah karena keadaan?
Tuhan andai kudapat mengulang kembali
Tapi hidup ini bukan tuk menengok ke belakang
Beri aku setitip harapan ….
Tuk esok yang lebih baik
90 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PUISI TUK BAPAK
Lorong-Lorong Kehidupan | 89
Pahlawan sejati
Kuat dan tegar pahlawanku
Tugasmu takkan selesai sampai kau tergulung tanah
Dalam membela putra-putrimu
Sebab pahlawam sejati tak pernah menyerah karena
keadaan ….
Berpegang teguh pada sumpahmu
Keringat bercucuran semangkin jelas di wajah mu
Kau korbankan jiwa raga
Hanya tuk masa depan penerusmu
Kini … kau telah tiada
Tergulung oleh tanah
Tapi … kau selalu hidup
Dalam sanubari putra-putrimu
Bapak ….
Semoga semua jerih payahmu
Mendapatkan balasan yang setimpal
Putra-putrimu kini sedang berjuang
Tuk generasi penerusmu
92 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
HARI YANG CERIA
Lorong-Lorong Kehidupan | 91
Hari ini, hari pertamaku sekolah
Pagi-pagi aku sudah bangun
Ibuku telah menyiapkan sarapan pagi
Hatiku seneng dan riang
Baju coklat orange kupakai dengan riang
Sepatu baru ku dapat dari uti
Ikut menghantar ku ke sekolah
Langakah demi langkahku ayunkan
Dengan penuh harapan …
Karena tuk pertama kaliku punya banyak teman
Senyum bu guru tersungging manis
Di sudut sekolah
Menantiku dan teman-teman
Betapa gembiranya aku saat pertama kali
angan ini beramain pena ….
Ternyata … Sekolah itu menyenangkan
Terima kasih ibu telah memasukan aku ke sekolah
Kini hari-hari ku jadi ceria
Hp yang jadi teman bermain kutersingkir sudah
Karena teman membuatku lebih berwarna
Mereka bisa buat ku tertawa, tersenyum, dan
menangis
Tapi aku menyukai mereka
Ini awal cita-cita yang kugapai
Baju loreng idamku
Tuk menjaga bunda pertiwi
94 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
NAFAS CINTA
Lorong-Lorong Kehidupan | 93
Mencintai angin
Harus menjadi suit
Mencintai air
Harus menjadi gemercik
Mencintai gunung
Harus menjadi terjal
Mencintai api
Harus menjadi bara
Mencintai bulan
Harus menjadi malam
Mencintai laut
Harus menjadi ombak
Mencintaimu harus menjadi aku
104 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
TAMAN BUNGA
Lorong-Lorong Kehidupan | 105
Warna-warni bunga di taman depan rumahku
Harumnya bertebaran kesana kemari
Membuat siapapun tak bisa lari darinya
Tumbuh subur dan menarik hati
Kupu-kupu dan kumbang banyak yang
mendekatinya
Untuk menghisap nektarnya
Semakin hari semakin indah tamanku
Dengan berbagai jenis bunga yang tertanam
Bunga ibarat badan kita
Jika tak dirawat maka akan rusaklah dia
Gunakan sela waktumu untuk memanjakannya
Bungaku hiburanku
Tamanku warna-warni sumber inspirasiku
104 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
BAKTIKU UNTUK
NEGERIKU
Lorong-Lorong Kehidupan | 105
Tiap pagi kulangkahkan kaki ini
Menuju kelasku tercinta
Ada puluhan anak menungguku disana
Dengan semangat menggelora
Perhatianku kucurahkan pada mereka
Selama pembelajaran siswa antusias
Kritis adalah ciri khusus dari siswaku
Karena selain sebagai pengajar
Mereka kuanggap sebagai sahabat
Keluh dan kesah mereka akupun tahu
Solusi terbaik selalu kuutarakan kepada mereka
Perilaku disiplin selalu kutanamkan
Agar mereka menjadi pribadi tahan banting
Berani dan tak mudah menyerah
Tantangan globalisasi di depan mata
Pribadi mandiri dan mantap adalah sasarannya
Kuatkan hati dan satukan tekad
Untuk meraih yang terbaik
Demi kelangsungan hidup dan kesejahteraan
Di masa yang akan datang
104 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PERJUANGAN
ADALAH IBADAH
Lorong-Lorong Kehidupan | 105
Tak ada orang tua di dunia ini
Yang tidak ingin anaknya sukses
Pendidikan awal dalam keluarga
Adalah penanaman karakter
Disiplin, tanggungjawab dan komiten
Menjadi cambukan awal bagi pendidikan anaknya
Orang tua yang peduli dan tegas
Akan menghasilkan didikan yang sesuai
Diusia anak masuk sekolah
Sudah menjadi kewajiban guru
Untuk mendidik siswanya
Menjadi mandiri dan percaya diri
Tidak cuma materi pelajaran
Akhlak menjadi didikan utama
Sebagai bekal pendewasaan
104 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
COVID 19
Lorong-Lorong Kehidupan | 105
Namamu menjadi tren di tahun 2020
Ancaman mematikan adalah tujuanmu
Kau adalah virus yang berasal Wuhan
Sudah ratusan ribu bahkan jutaan manusia
Menjadi korbanmu selama beberapa bulan ini
Berbagai upaya dilakukan pemerintah
Dokter-dokter ahli dan tenaga medis dikerahkan
Tak sedikit dari mereka juga terpapar karenamu
Social distancing dan physical distancing diterapkan
Cuci tangan dengan sabun selalu
Wajib memakai masker ketika bepergian
Demi menghambat penyebaranmu
Semua orang dibuat takut oleh kehadiranmu
Semoga wabah covid 19 segera berlalu dari muka
bumi ini
Agar kita leluasa berjabat tangan
Dan sholat berjamaah di masjid
Ya Allah Ya Tuhanku
Musnahkanlah virus corona bumi ini
104 | Dwi Putri Septiani, S.Pd.
PROFIL PENULIS
Dwi Putri Septiani, S.Pd. Lahir di
Cilacap, 15 September 1987.
Bertempat tinggal di Desa Tritih
Kulon Rt. 04/07 Kecamatan Cilacap
Utara Kabupaten Cilacap Jawa
Tengah. Menikah dengan Febriyono
Jakariya, S.T. bekerja sebagai
seorang Karyawan Swasta. Dari
pernikahannya
dikaruniai 2 orang anak. Pendidikan terakhirnya yaitu S1
Pendidikan Guru SD di Universitas Terbuka (UT) di Kota
Purwokerto Provinsi Jawa Tengah. Riwayat pekerjaan
mengawali karier dengan menjadi Guru Wiyata Bhakti di
SD Negeri Tritih Wetan 01 Kecamatan Jeruklegi Kabupaten
Cilacap. Kemudian di awal bulan Desember tahun 2020
diangkat menjadi CPNS di SD Negeri Ujungalang 03. Dan
sekarang menjadi guru kelas di SD Negeri Ujungalang 03
yang beralamat di Jalan PGRi No. 63 Dusun Mutean, Desa
Ujungalang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap.
Lorong-Lorong Kehidupan | 105