UNTUK SMK KELAS X
1 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI FASE E KELAS X INFORMASI UMUM B. KOMPETENSI AWAL Mata Pelajaran : Dasar – Dasar Teknik Konstruksi Elemen : Ukur Tanah Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu memahami K3LH dalam pekerjaan ukur tanah. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA Profil Pelajar Pancasila : Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif D. SARANA DAN PRASARANA Alat Pembelajaran : Laptop, LCD Projector, Smartphone (kondosional) Bahan Pembelajaran : Modul ajar, Video pembelajaran Sumber Belajar : Modul, buku, internet (YouTube) E. TARGET SISWA Target Peserta Didik : Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar peserta didik reguler/tipikal (umum), tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. Jumlah Peserta Didik : 34 peserta didik x 2 rombongan belajar A. IDENTITAS MODUL Penyusun : Rizky Erindra Aditya NIM : 18050534022 Nama Sekolah : SMK NEGERI 2 Surabaya Program Keahlian : TKP Kelas / Semester : X / Semester 1 (Fase E)
2 F. MODEL PEMBELAJARAN Moda Pembelajaran : Pembelajaran Tatap Muka Model Pembelajaran : Project Based Learning Metode Pembelajaran : 1. Ceramah; 2. Diskusi; 3. Tanya Jawab; 4. Praktik; 5. Tugas Individu KOMPONEN INTI A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu memahami pengertian K3LH dan mengidentifikasi berbagai macam jenis peralatan K3. Peserta didik mampu menyebutkan peralatan K3 untuk pekerjaan Ukur Tanah. B. PEMAHAMAN BERMAKNA Setiap peserta didik dapat memahami, mengidentifikasi, serta menerapkan K3LH dalam pekerjaan Ukur Tanah. C. PERTANYAAN PEMANTIK Apa yang anda ketahui mengenai K3LH ? Apakah K3LH diperlukan dalam setiap pekerjaan ? Coba jelaskan mengenai pentingnya K3LH dalam pekerjaan Ukur Tanah ?
3 D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Belajar 1 Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Deskripsi Langkah – Langah Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pendahuluan Kegiatan Inti 1. Guru memberi salam, lalu menanyakan kabar serta mengkondisikan peserta didik untuk belajar. 2. Guru memberi instruksi pada ketua kelas untuk memimpin berdoa sebelum memulai pelajaran. 3. Guru mengecek kehadiran peserta didik. 4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang akan disampaikan serta pertanyaan pemantik. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 1. Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5 – 7 orang. 2. Guru menampilkan materi serta video tutorial dengan bantuan jaringan internet menggunakan laptop dan proyektor. 3. Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya apabila ada rangkaian materi yang belum dipahaminya dalam forum diskusi tersebut. 10 Menit 160 Menit
4 Kegiatan Penutup 4. Guru memberikan lembar kerja peserta didik yang dikerjakan secara berkelompok. 5. Guru mempersilahkan perwakilan tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil lembar kerja yang telah selesai dikerjakan. 1. Guru mengapresiasi tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik. 2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran mengenai materi pembelajaran pada pertemuan ini. 3. Guru memberikan informasi mengenai kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. 4. Guru menutup pelajaran dan memberi instruksi pada ketua kelas untuk memimpin berdoa setelah pembelajaran selesai. 10 Menit E. Asesmen 1. Sikap ( Profil Pelajar Pancasila ) Jenis Tes : Non test Bentuk : Lembar pengamatan Instrumen : No Aspek yang dinilai A B C D E Keterangan 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran A = 5 B = 4
5 2. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia C = 3 D = 2 E = 1 3. Menyelesaikan lembar kerja secara mandiri. 4. Berfikir kritis terhadap penyelesaian lembar kerja 5. Kreatif dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan 6. Toleran terhadap pendapat yang berbeda 7. Tanggung Jawab dalam penyelesaian tugas individu Nilai Akhir Rubrik Penilaian : 1) Terlibat aktif dalam pembelajaran : A : Sangat aktif B : Aktif C : Mulai aktif D : Kurang aktif E : Sangat kurang aktif
6 2) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia : A : Sangat baik B : Baik C : Cukup baik D : Kurang baik E : Tidak baik 3) Menyelesaikan lembar kerja secara mandiri : A : Sangat baik B : Baik C : Cukup baik D : Kurang baik E : Tidak baik 4) Berfikir kritis terhadap penyelesaian lembar kerja : A : Sangat kritis B : Kritis C : Cukup kritis D : Kurang kritis E : Tidak kritis 5) Kreatif dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan : A : Sangat kreatif B : kreatif C : Cukup kreatif D : Kurang kreatif E : Tidak kreatif
7 6) Toleran terhadap pendapat yang berbeda : A : Sangat toleran B : Toleran C : Mulai Toleran D : Kurang toleran E : Tidak toleran 7) Tanggung Jawab dalam kegiatan diskusi : A : Sangat bertanggung jawab B : Bertanggung jawab C : Mulai bertanggung jawab D : Kurang bertanggung jawab E : Tidak bertanggung jawab 2. Asesmen Akhir Proses Pembelajaran ( Sumatif) Jawablah pertanyaan di bawah berikut ini dengan baik dan benar ! 1. K3LH merupkan singkatan dari .... a. Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Langkah Hidup b. Kecelakaan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup c. Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup d. Kesuksesan, Keselamatan Kerja dan Langkah Hidup e. Kesempurnaan, Keselamatan Kerja dan Langkah Hidup 2. Syarat – syarat helm untuk alat pelindung diri ialah .... a. Tahan bising, mudah memuai, bahan elastis b. Tahan benturan, meredam benturan, tidak mudah terbakar, mudah disesuaikan c. Tidak meredam kejutan, mudah disesuaikan d. Bahan mudah pecah, sulit disesuaikan e. Kuat, kokoh, mudah terbakar
8 3. Dibawah ini yang bukan termasuk manfaat K3LH bagi kehidupan di dunia kerja yaitu ... a. Mencegah kecelakaan dijalan raya b. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya c. Menjamin keselamatan dari setiap orang lain yang berada di lokasi kerja d. Menjaga tubuh tetap sehat e. Memelihara sumber produksi secara aman dan efisien 4. Berikut ini yang termasuk tujuan dari adanya K3LH , kecuali .... a. Mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja b. Menambah resiko saat bekerja c. Mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja d. Memelihara kebersihan, kedisiplinan dan ketertiban e. Mencegah borosnya penggunaan alat dan sumber modal produksi 5. Dibawah ini adalah sarung tangan khusus dalam K3 diantara yang bukan yaitu .... a. Sarung tangan plastik b. Sarung tangan karet c. Sarung tangan asbes d. Sarung tangan sintetis e. Sarung tangan aluminium 6. Suatu kondisi dimana atau kapan munculnya sumber bahaya telah dapat dikendalikan tingkat memadai yang merupakan lawan dari bahaya (danger) merupakan definisi dari .... a. Keamanan b. Kesehatan c. Kecelakaan d. K3 e. APD 7. Salah satu alat K3 atau APD yang berfungsi untuk melindungi telinga dari kebisingan adalah .... a. Hand Gloves b. Safety Shoes
9 c. Ear Plugg d. Body Harness e. Earphone 8. Berikut ini yang bukan merupakan penyebab terjadinya kecelakaan kerja karena unsafe condition yaitu .... a. Kondisi peralatan rusak b. Peralatan keselamatan kurang memadai c. Prosedur kerja belum sesuai SOP d. Bergurau saat bekerja e. Storage penyimpanan bahan tidak aman 9. Yang tidak termasuk pihak – pihak yang bertanggung jawab terhadap K3 di perusahaan, proyek atau instasi ialah .... a. Divisi keamanan b. Direktur c. Orang tua d. Pengawas K3 e. Supervisor 10. Ciri – ciri K3LH dibawah ini yang benar ialah ... a. Memberikan fasilitas kerja b. Menerapkan K3LH dalam sistem kerja c. Memasang atribut K3LH pada perusahaan, proyek,instansi d. Salah semua e. Benar semua 11. Sikap penolong yang salah dalam memberikan pertolongan pertama adalah.. a. Tidak panic b.Melihat pernapasan korban jika perlu berikan pernapasan buatan c. Jangan terburu-buru memindahkan korban d. Perhatikan tanda-tanda shock e. Melihat dan mengambil foto kejadian 12. Mencegah maut dan mempertahankan hidup merupakan salah satu tujuan dari.. a. keselamatan
10 b.P3K c. kesehatan d. kehidupan e. kesejahteraan 13. Beberapa faktor umum yang menghambat tingkat produktifitasan di tempat kerja,kecuali...... a. Pengoperasian peralatan yang cacat b. Kurangnya peralatan keselamatan c. Pekerjaan berabahaya d.Perbaharuanmesindanperalatan e. Jadwal pekerjaan yang pada 14. Berikut ini adalah cara mendokumentasi pengamatan K3 di lapangan, kecuali ... a. Mendaftar tertulis b. Mendokumentasikan peralatan c. Pengukuran dan pendenahan d. Membersihkan e. Mengelompokkan data 15. Rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka melaksanakan suatu bidang pekerjaan merupakan pengertian dari........ a. Prosedur kerja b. Keamanan c. Keselamatan d. Kesehatan e. Keampuhan
11 F. REFLEKSI PEMBELAJARAN 1. Refleksi Peserta Didik Refleksi peserta didik merupakan penilaian mandiri peserta didik terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan mulai dari Kegiatan awal pembelajaran, Kegiatan inti, hingga penutup atau akhir dari proses pembelajaran kegiatan pembelajaran ini. Refleksi peserta didik ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh para peserta didik setelah diajar dan diberi materi pembelajaran dan kemudian dijadikan bahan evaluasi oleh guru untuk pembelajaran berikutnya. Agar pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna bagi kalian, ayo sejenak berefleksi tentang kegiatan belajar hari ini,. Isilah penilaian diri ini dengan jujur, dan sebenar – banarnya sesuai dengan perasaan kalian membaca, mempelajari, menyimak penjelasan, dan mengerjakan suplemen materi ini! Berilah tanda (√) pada salah satu gambar di bawah ini yang dapat mewakilkan perasaaan kalian setelah mempelajari materi tadi ! 2. Refleksi Pendidik Refleksi guru merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru itu sendiri berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan mulai dari selama mempersiapkan, melaksanakan, hingga mengevaluasi kegiatan belajar 1 yang dilakukan selama satu kali pertemuan. Refleksi guru ini bertujuan untuk menilai kekurangan dan kelebihan dari kegiatan pembelajaran 1 yang kemudian dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya.
12 No Pertanyaan Jawaban 1. Apakah pemilihan media pembelajaran telah mencerminkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai? 2. Apakah gaya penyampaian materi mampu ditangkap oleh pemahaman peserta didik? 3. Apakah keseluruhan pembelajaran dapat memberikan makna pembelajaran yang hendak dicapai? 4. Apakah pemilihan metode pembelajaran sudah efektif untuk menerjemahkan tujuan pembelajaran? 5. Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak keluar dari norma-norma? 6. Apakah pelaksanan pembelajaran hari ini dapat memberikan semangat kepada peserta didik untuk lebih antusias dalam pembelajaran selanjutnya?
13 LAMPIRAN 1.1 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Kelompok : Kelas : Nama Anggota : Kelompok Jawablah pertanyaan berikut ini dengan baik dan benar ! 1. Sebutkan apa saja APD yang dikenakan dalam pekerjaan surveying ? 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan JSA ? 3. Sebutkan langkah – langkah dalam menyusun JSA ! 4. Buatlah JSA pada pekerjaan survey dan pemetaan ! 5. Jelaskan menurut bahasa kalian sendiri mengenai apa itu K3LH serta tujuan dan manfaatnya dalam dunia kerja !
14 le 1.2. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK Kegiatan Belajar I “ Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) pada Pekerjaan Pengukuran Tanah“ A. Tujuan Pembelajaran Mengenali keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan pengukuran tanah. Perlengkapan K3 (Alat Pelindung Diri) . Pelaksanaan K3 pada pekerjaan pengukuran tanah. B. Uraian Materi 1. Pengertian K3LH K3LH merupakan singkatan dari kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan hidup. Pada perusahaan yang memiliki banyak karyawan dan pekerja, program K3LH merupakan suatu upaya untuk melindungi tenaga kerja atau karyawan agar para tenaga kerja senantiasa bekerja dalam keadaan dan situasi kondusif, sehat, selamat dan aman. Keselamatan disini bukan terpaku pada tempat kerja saja, melainkan dalam semua proses pekerjaan terutama proses produksi. Terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, bersih dan nyaman tentu saja berpengaruh terhadap suatu produk yang dihasilkan dalam sebuah pekerjaan tersebut. Selain menciptakan keamanan, kebersihan, kenyamanan tumbuhnya semangat dan etos kerja juga meningkat seiring bersih dan sehatnya lingkungan kerja tersebut. Secara keilmuan, K3LH merupakan ilmu pengetahuan dan dan penerapan yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan. K3 juga dapat didefinisikan sebagai bidang yang berhuungan dengan kesehatan dan kesejahteraan seseorang yang bekerja pada sebuah perusahaan, proyek maupun instansi. Secara filosofis K3LH merupakan pemikiran atau upaya untuk menjamin kemampuan dan keutuhan jasmani serta rohani seseorang pada saat
15 bekerja. Upaya tersebut sangat baik sehingga menghasilkan sebuah produk, karya yang bermutu dan berkualitas. 2. Dasar Hukum K3 di Bidang Konstruksi Upaya kesehatan dan keselamatan kerja sangat perlu dilaksanakan, dikarenakan pada tempat kerja terdapat begitu banyak faktor – faktor resiko bahaya. Bahaya tersebut merupakan bahaya yang menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK). Sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat 1 Undang – Undang No. 1 Tahun 1970, bahwa pengurus dan manajemen perusahaan wajib melakukan syarat – syarat keselamatan kerja, yang dimana terdapat lebih dari 50 % merupakan syarat – syarat kesehatan kerja. Berikut merupakan dasar – dasar hukum dalam bidang konstruksi : a) Dasar Hukum Pembangunan Jalan Undang – Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang – Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi. Peraturan Menteri Perhubungan No. 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas. b) Dasar Hukum K3 di Bidang Konstruksi UU No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggara Jasa Konstruksi. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam pekerjaan pada ketinggian. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentan Alat Pelindung Diri.
16 3. Peralatan K3LH Bagi seorang pekerja dan perusahaan, keselamatan kerja menjadi hal yang wajib diperhatikan. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) ini sudah ditetapkan dalam undang – undang ketenagakerjaan. Perusahaan beserta pekerja wajib mengetahui dan melaksanakan mengenai keselamatan kerja sesuai dengan standar yang berlaku, salah satu caranya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah sesuai standar SOP. APD merupakan alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang berfungsi untuk mengisolasi sebagian atau seluruh bagian tubuh dari potensi bahaya pada tempat kerja. APD ini terdiri dari kelengkapan wajib yang digunakan oleh tenaga kerja sesuai dengan jenis bahaya dan resiko kerja yang dikenakan untuk menjaga keselamatan tenaga pekerja sekaligus orang disekitarnya dan sekelilingnya. Kewajiban ini tertera di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentan Alat Pelindung Diri. Maka dari itu pihak perusahaan, proyek, institusi wajib menyediakan APD sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi para tenaga kerjanya. Berikut ini merupakan beberapa macam jenis APD : a) Safety Helmet Gambar 1.1 Safety Helmet (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023 ) Safety helmet atau helm keselamatan ini berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, pukulan, atau kejatuhan benda tajam dan berat yang melayang atau meluncur dari dan di udara.
17 Helm ini juga bisa melindungi kepala dari radasi panas api, percikan bahan kimia pun juga suhu yang ekstrim. Untuk beberapa pekerjaan dengan resiko yang relatif lebih rendah bisa menggunakan topi atau penutup kepala sebagai pelindung. b) Sabuk dan tali keselamatan Gambar 1.2 Body Harness (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023 ) Sabuk keselamatan (safety belt/body harness) ini berfungsi untuk membatasi gerak pekerja agar tidak jatuh atau terlepas dari posisi yang diinginkan. Beberapa pekerjaan mengharuskan pekerja untuk berada pada posisi yang cukup berbahaya seperti pada posisi miring, tergantung atau memasuki rongga sempit. Sabuk keselamatan ini tediri dari harness, lanyard, safety rope,dan sabuk lainnya yang digunakan bersamaan dengan beberapa alat lainnya seperti karabiner, rope clamp, decender, dan lainnya.
18 c) Sepatu Boot Gambar 1.3 Sepatu boot (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023 ) Sepatu boot ini memiliki fungsi untuk meng-cover bagian aki dari benturan atau tertimpa benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap panas, bahan kimia berbahaya, dan juga permukaan licin. Bedanya dengan safety shoes umumnya terdapat pada perlindungan yang lebih maksimal dikarenakan model dan desainnya yang tinggi maka dapat melindungi hingga ke betis dan tulang kering. d) Safety Shoes Gambar 1.4 Safety Shoes (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023 ) Hampir sama fungsinya seperti sepatu boot. Safety shoes berkualitas juga memiliki tingkat keawetan yang baiksehingga
19 bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu. Berbagai jenis tersedia sesuai dengan kebutuhan di lapangan, ada yang anti slip, anti panas, anti bahan kimia, anti tegangan listrik, dan lainnya. e) Masker Gambar 1.5 Masker (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) Masker pernafasan ini memiliki fungsi untuk melindungi organ pernafasan dengan cara menyaring cemaran uap bahan kimia, mikroorganisme, partikel debu, aerosol, uap, asap, ataupun gas. Sehingga udara yang dihirup masuk ke dalam tubuh adalah udara yang bersih dan sehat. Masker sendiri terdiri atas berbagai jenis, seperti respirator, katrit, kanister, tangki selam dan regulator, dan alat bantu pernafasan. f) Penutup Telinga Gambar 1.6 Penutup Telinga (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023)
20 Penutup telinga ini terdiri atas sumbat telinga (ear plugg) atau penutup telinga (ear muff), yang berfungsi untuk melindungi telinga dari kebisingan atau tekanan pada telinga. g) Kacamata Pengaman Gambar 1.7 Kacamata Pengaman (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) Kacamata pengaman ini digunakan sebagai alat pelindung diri yang berfungsi untuk melindungi mata dari paparan partikel yang melayang di udara maupun air, percikan benda kecil, benda panas, ataupun uap panas. Selain itu kacamata pengaman juga berfungsi untuk menghalangi pancaran cahaya yang langsung tepat mengenai mata, benturan serta pukulan benda keras dan tajam. Jenis kacamata pengaman ini bisa berupa spectacles atau googgles.
21 h) Sarung Tangan Gambar 1.8 Sarung Tangan (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) Sarung tangan ini berfungsi untuk melindungi jari – jari tangan dari api, suhu panas, suhu dingin, radiasi, arus listrk, bahan kimia, benturan, pukulan, tergores benda tajam ataupun infeksi dari zat patogen seperti virus dan bakteri. Sarung tangan ini terbuat dari material yang beragam, dan penggunannya juga sesuai kebutuhan. Ada yang terbuat dari logam , kulit, kanvas, kain, karet dan sarung tangan safety yang tahan terhadap bahan kimia. i) Pelindung Wajah Gambar 1.9 Pelindung Wajah (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023)
22 Pelindung wajah atau face shield ini merupakan alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi wajah dari paparan bahan kimia berbahaya, partikel yang melayang di udara atau air,percikan benda kecil, debu, uap panas, benturan dan hantaman benda kerasa tajam, serta pancaran cahaya. j) Rompi Gambar 1.10 Rompi (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) Rompi ini merupakan salah satu APD yang berfungsi untuk keselamatan para pekerja saat di dalam area proyek. Berikut berbagai macam fungsi rompi: dapat terlihat dalam kondisi gelap karena terdapat pita reflector yang memantulkan cahaya sehingga terlihat dengan mudah saat bekerja di malam hari atau kondisi gelap, membuat orang lain menjadi waspada, alat pelindung yang nyaman dan simpel, dengan adanya berbagai macam warna dapat juga memberikan identifikasi pekerja. Rompi safety merah untuk petugas koordinasi safety, rompi kuning untuk pekerja yang bertanggung jawab dan menangani masalah kelistikan, dan sebagainya.
23 k) Cattlepack Gambar 1.11 Cattlepack (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) Merupakan pakaian safety, yang berfungsi untuk melindungi tubuh, perlindungan dari suhu, meningkatkan visibilitas, sebagai seragam kerja dan dapat juga untuk identitas pekerja. 4. Penerapan K3 pada Pekerjaan Pengukuran Tanah Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat memberikan kepastian bahwa kinerjanya akan terus memenuhi persyaratan hukum dan kebijakan yang berlaku serta untuk membantu pencapaian nihil kecelakaan dan kerugian nihil yang sangat menentukan keberhasilan proyek konstruksi. Keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan melalui pelaksanaan K3 dalam hal manusia sebagai tenagakerja serta peralatan dan mesin. a) Tenaga kerja ( manusia ) Semua tenaga kerja yang bekerja di proyek konstruksi harus memahami mengenai K3. Selain pemahaman, pada faktor ini juga dibutuhkan sumber daya yang kompeten dan terlatih dalam proses penyelenggaraan K3 dalam proyek konstruksi. Seperti yang tertera dalam Kepdirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. KEP
24 20/DJPPK/VI/2004 mengenai Sertifikasi Kompetensi K3 Bidang Konstruksi Bangunan. b) Mesin dan peralatan yang digunakan Semua mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses pekerjaan konstruksi perlu diuji terlebih dahulu oleh dinas terkait atau lembaga personal lain yang sesuai dengan ketentuan perundang – undangan. Untuk mesin atau peralatan berat seperti crane, passanger hoist atau peralatan besar lain memerlukan periksa uji terlebih dahulu dan dibutuhkan pemeriksaan kelayakan secara berkala seperti yang tertera dalam Pemennaker Nomor 05 Tahun 1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut. Menurut Sutrisno dan Ruswandi 2007, prinsip – prinsip yang harusdijalankan dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintah dalam menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah : 1. Adanya APD di tempat kerja 2. Adanya buku petunjuk penggunaan alat atau isyarat bahaya 3. Adanya peraturan pembagian tugas dan tanggung jawab 4. Adanya tempat kerja yang aman sesuai standar SSLK (Syarat – Syarat Lingkungan Kerja), antara lain tempat kerja steril dari debu, kotoran, asap rokok, uap gas, radiasi, getaran mesin dan peralatan, kebisingan, tempat kerja yang aman dari arus listrik, lampu penerangan memadai, ventilasi dan sirkulasi udara seimbang. 5. Adanya penunjang kesehatan jasmani dan rohani di tempat kerja. 6. Adanya sarana dan prasarana lengkap ditempat kerja. 7. Adanya kesadaran dalam menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). 8. Adanya pendidikan dan pelatihan tentang kesadaran K3.
25 Gambar 1.12 APD pada Pekerjaan Konstruksi (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai K3LH serta APD dapat diakses melalui QR Code di bawah berikut ini. Gambar 1.13 Video Pembelajaran K3LH (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=CCkd18koTgI) Nama channel : Annisa SMK MTI Pontianak Judul Video : Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
26 C. Rangkuman K3LH merupakan singkatan dari kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan hidup. Secara keilmuan, K3LH merupakan ilmu pengetahuan dan dan penerapan yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan. K3 juga dapat didefinisikan sebagai bidang yang berhubungan dengan kesehatan dan kesejahteraan seseorang yang bekerja pada sebuah perusahaan, proyek maupun instansi. Secara filosofis K3LH merupakan pemikiran atau upaya untuk menjamin kemampuan dan keutuhan jasmani serta rohani seseorang pada saat bekerja. Upaya tersebut sangat baik sehingga menghasilkan sebuah produk, karya yang bermutu dan berkualitas. APD yang digunakan dalam pekerjaan pengukuran tanah, seperti: safety helmet,safety googgles, masker, penutup telinga, sarung tangan, rompi, cattlepack, sepatu safety. D. GLOSARIUM K3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3LH Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Lingkungan Hidup PAK Penyakit Akibat Kerja APD Alat Pelindung Diri SOP Standar Operasional Prosedur, merupakan panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar. Safety
27 Keselamatan (Kata Benda), Safety adalah upaya yang dilakukan saat melakukan aktivitas pekerjaan untuk menghindari segala macam bahaya yang mungkin terjadi, sehingga keselamatan diri dan orang lain tetap aman dan terjaga. JSA JSA ( Job Safety Analysis) adalah teknik manajemen keselamatan yang fokusnya pada identifikasi bahaya yang berhubungan dengan rangkaian pekerjaan atau tugas yang dilakukan. JSA berfokus pada hubungan antar pekerja, tugas/pekerjaan, lingkungan kerja dan peralatan. Bahaya (hazard) ialah semua sumber, situasi ataupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan cedera (kecelakaan kerja) dan atau penyakit akibat kerja (PAK) Konstruksi pembangunan sarana maupun prasarana. Selain itu kontruksi juga dapat diartikan sebagai bangunan maupun satuan prasarana dalam satu atau beberapa area. Kontruksi juda merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana dalam sebuah bidang arsitektur atau teknik sipil. Resiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Sistem Manajemen K3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)adalah bagian dari sistem manajamen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif (PP No. 50 Tahun 2012). Tenaga Kerja Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau produk serta jasa baik untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun masyarakat
28 E. Kunci Jawaban Asesmen Sumatif 1. C 2. B 3. A 4. B 5. A 6. A 7. C 8. D 9. C 10. E 11. E 12. B 13. D 14. D 15. A
29 F. DAFTAR PUSTAKA Antara, Prayogi Puja. 2022. Modul Ajar Kurikulum Merdeka 2022. Sumenep Author. 2020. Keselematan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) pada Pekerjaan Ukur Tanah. Basuki, S., 2012, Ilmu Ukur Tanah (Edisi Revisi), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Calon Guru (PPPK). Modul Belajar Mandiri Geografi. Fuadhii, Ahmad Anwar, dkk. 2021. Modul Mata Pelajaran Dasar – Dasar Konstruksi Bangunan. Universitas Negeri Semarang. Diakses 22 Mei 2023. https://anyflip.com/sqviq/axlp/basic Google. Diakses 20 – 27 Mei 2023. Hanafi, Arif Noor Imam. Modul Ajar Alat Ukur Sederhana. Diakses 23 Mei 2023. https://fliphtml5.com/bzpar/xipi/basic Hosang, Merci F.,. 2018. Modul Laboratorium Ukur Tanah I. Politeknik Negeri Manado. Kusumawati, Yuli. 2021. Catatan Kuliah Ilmu Ukur Tanah. Universitas Bina Darma. Pelembang. Purwaamijaya, Iskandar Muda. 2008. Teknik Survei dan Pemetaan Jilid I. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Rohadianto, Dwi. 2016. Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Pelajaran 2015/2016. Yogyakarta. Sulangi, Charles H.L.,. 2018. Modul Laboratorium Ukur Tanah II. Politeknik Negeri Manado.
30 Sutrisno Ais. 2020. Dasar Hukum K3 di Bidang Konstruksi. Diakses 22 Mei 2023. https://www.antonsutrisno.com/2020/04/dasar-hukum-k3-di- bidang-konstruksi.html Syaripudin, Akhmad. Pengantar Survey dan Pengukuran. Diakses 25 Mei 2023. Vebrianingtyas, Arum Fajar. 2020. Teknik Pengukuran Tanah (C2) Kelas X. Malang : PT.Kuantum Buku Sejahtera. https://app.bitly.com/Bn672tYfBtR/qrcodes/ https://www.youtube.com/watch?v=RRjTAdJ2-yo&t=20s
31 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI FASE E KELAS X INFORMASI UMUM B. KOMPETENSI AWAL Mata Pelajaran : Dasar – Dasar Teknik Konstruksi Elemen : Ukur Tanah Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu memahami teknik pengukuran tanah (pengertian, jenis pengukuran, macam macam peta, syarat peta, skala) C. PROFIL PELAJAR PANCASILA Profil Pelajar Pancasila : Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif D. SARANA DAN PRASARANA Alat Pembelajaran : Laptop, LCD Projector, Smartphone (kondosional) Bahan Pembelajaran : Modul ajar, Video pembelajaran Sumber Belajar : Modul, buku, internet (YouTube) E. TARGET SISWA Target Peserta Didik : Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar peserta didik reguler/tipikal A. IDENTITAS MODUL Penyusun : Rizky Erindra Aditya NIM : 18050534022 Nama Sekolah : SMK NEGERI 2 Surabaya Program Keahlian : TKP Kelas / Semester : X / Semester 1 (Fase E)
32 (umum), tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. Jumlah Peserta Didik : 34 peserta didik x 2 rombongan belajar F. MODEL PEMBELAJARAN Moda Pembelajaran : Pembelajaran Tatap Muka Model Pembelajaran : Project Based Learning Metode Pembelajaran : 1. Ceramah; 2. Diskusi; 3. Tanya Jawab; 4. Praktik; 5. Tugas Individu KOMPONEN INTI G. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu memahami pengertian teknik pengukuran tanah serta macam jenis pengukuran. Peserta didik mampu menyebutkan macam jenis peta, syarat pada peta, dan juga skala. H. PEMAHAMAN BERMAKNA Setiap peserta didik dapat memahami teknik pengukuran tanah (pengertian, jenis pengukuran, macam macam peta, syarat peta, skala) I. PERTANYAAN PEMANTIK Apa yang anda ketahui mengenai teknik ukur tanah ? Ada beberapa jenis pengukuran ukur tanah, coba jelaskan ! Apa yang dimaksud dengan peta serta ada apa saja yang ada didalamnya ? Jelaskan apa yang dimaksud dengan skala beserta fungsinya !
33 Kegiatan Belajar 2 Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Deskripsi Langkah – Langah Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pendahuluan Kegiatan Inti 1. Guru memberi salam, lalu menanyakan kabar serta mengkondisikan peserta didik untuk belajar. 2. Guru memberi instruksi pada ketua kelas untuk memimpin berdoa sebelum memulai pelajaran. 3. Guru mengecek kehadiran peserta didik. 4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang akan disampaikan serta pertanyaan pemantik. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 1. Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5 – 7 orang. 2. Guru menampilkan materi serta video tutorial dengan bantuan jaringan internet menggunakan laptop dan proyektor. 3. Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya apabila ada rangkaian materi yang belum dipahaminya dalam forum diskusi tersebut. 4. Guru memberikan lembar kerja peserta didik yang dikerjakan secara berkelompok. 10 Menit 160 Menit
34 Kegiatan Penutup 5. Guru mempersilahkan perwakilan tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil lembar kerja yang telah selesai dikerjakan. 1. Guru mengapresiasi tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik. 2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran mengenai materi pembelajaran pada pertemuan ini. 3. Guru memberikan informasi mengenai kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. 4. Guru menutup pelajaran dan memberi instruksi pada ketua kelas untuk memimpin berdoa setelah pembelajaran selesai. 10 Menit J. Asesmen 1. Sikap ( Profil Pelajar Pancasila ) Jenis Tes : Non test Bentuk : Lembar pengamatan Instrumen : No Aspek yang dinilai A B C D E Keterangan 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran A = 5 B = 4 C = 3 D = 2 E = 1 2. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
35 3. Menyelesaikan lembar kerja secara mandiri. 4. Berfikir kritis terhadap penyelesaian lembar kerja 5. Kreatif dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan 6. Toleran terhadap pendapat yang berbeda 7. Tanggung Jawab dalam penyelesaian tugas individu Nilai Akhir Rubrik Penilaian : 1) Terlibat aktif dalam pembelajaran : A : Sangat aktif B : Aktif C : Mulai aktif D : Kurang aktif E : Sangat kurang aktif 2) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia : A : Sangat baik B : Baik
36 C : Cukup baik D : Kurang baik E : Tidak baik 3) Menyelesaikan lembar kerja secara mandiri : A : Sangat baik B : Baik C : Cukup baik D : Kurang baik E : Tidak baik 4) Berfikir kritis terhadap penyelesaian lembar kerja : A : Sangat kritis B : Kritis C : Cukup kritis D : Kurang kritis E : Tidak kritis 5) Kreatif dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan : A : Sangat kreatif B : kreatif C : Cukup kreatif D : Kurang kreatif E : Tidak kreatif 6) Toleran terhadap pendapat yang berbeda : A : Sangat toleran B : Toleran C : Mulai Toleran
37 D : Kurang toleran E : Tidak toleran 7) Tanggung Jawab dalam kegiatan diskusi : A : Sangat bertanggung jawab B : Bertanggung jawab C : Mulai bertanggung jawab D : Kurang bertanggung jawab E : Tidak bertanggung jawab 2. Asesmen Akhir Proses Pembelajaran ( Sumatif) Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cermat dan teliti ! 1. Berikut ini yang bukan kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang surveyor , terutama kompetensi yang membantu seluruh aspek pekerjaan di lapangan adalah .... a. akademik b. badan kekar c. keterampilan teknis d. Karakter yang baik e. Pengetahuan teknis 2. Yang tidak termasuk fungsi dari pekerjaan ukur tanah (surveying) adalah ... a. Mencari luas tanah b. Merencanakan bangunan c. Mengetahuiperbedaan tinggi tanah d. Pembuatan peta e. Pengadukan tanah 3. Pada pekerjaan survei dan pemetaan, survei yang baik adalah ... a. Survei yang sesuai antara dana, tujuan,dan waktu b. Survei yang menggunakan alat canggih c. Survei yang sesuai kebutuhan
38 d. Survei yang teliti e. Survei yang lama tapi pasti 4. Merupakan ilmu seni, dan teknologi untuk manyajikan bentuk permukaan bumi baik unsur alam maupun unsur buatan manusia pada bidang yang dianggap datar, bisa disebut juga sebagai .... a. Geodetic Surveying b. Hard Surveying c. Geomansi d. Plane Surveying e. Geodesi 5. Pernyataan dibawah ini yang SALAH adalah ... a. Survei dan pemetaan adalah sebagian kecil dari geodesi. b. Maksud ilmiah ilmu geodesi yaitu menentukan bentuk permukaan bumi. c. Maksud praktis ilmu geodesi yaitu mempelajari penggambaran sebagian besar dan kesil dari permukaan bumi yang disebut peta. d. Alat ukur sederhana merupakan alat ukur yang mudah dan praktis. e. Ilmu ukur tanah atau survei dan pemetaan bukan termasuk ilmu geodesi 6. Apa yang dimaksud dengan peta? A. Peta adalah sajian secara grafis (gambar) dari data2 yang diketahui tentang bumi yang dilukiskan di atas bidang datar (kertas) dengan skala tertentu. B. Peta adalah sajian secara grafis (gambar) dari data2 yang diketahui tentang bumi yang dilukiskan di atas bidang datar (kertas) dengan skala lebih dari 1 : 100.000. C. Peta adalah sajian secara grafis (gambar) dari data2 yang diketahui tentang bumi yang dilukiskan di atas bidang datar (kertas). D. Peta adalah sajian secara grafis (gambar) dari legenda yang diketahui tentang bumi yang dilukiskan di atas bidang datar (kertas) dengan skala tertentu.
39 E. Peta adalah sajian secara grafis (gambar) dari simbol yang diketahui tentang bumi yang dilukiskan di atas bidang datar (kertas) dengan skala tertentu. 7. Apa yang dimaksud dengan skala peta ? A. Skala adalah perbandingan antara suatu jarak di atas peta dengan suatu jarak yang sama di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam garis. B. Skala adalah perbandingan antara suatu jarak di atas peta dengan suatu jarak yang sama di atas permukaan bumi. C. Skala adalah perbandingan antara suatu jarak di atas peta dengan suatu jarak yang sama di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam meter. D. Skala adalah penjumlahan antara suatu jarak di atas peta dengan suatu jarak yang sama di atas permukaan bumi. E. Skala adalah pengurangan antara suatu jarak di atas peta dengan suatu jarak yang sama di atas permukaan bumi 8. Pembagian peta menurut skalanya adalah …. A. peta teknis, peta non teknisi. B. peta geografi, dan peta non geografi. C. peta teknis, peta topogafi, dan peta geografi. D. peta topografi, dan peta non topografi. E. peta teknis, peta topogafi, dan peta geografi serta hidrografi. 9. Simbol atau tanda gambar sebagai legenda pada peta dibagi menjadi …. A. unsur kebudayaan, unsur perairan, unsur ketinggian. B. unsur kebudayaan, unsur perairan, unsur tumbuh- tumbuhan. C. unsur, unsur perairan, unsur ketinggian, unsur tumbuh- tumbuhan. D. unsur kebudayaan, unsur perairan, unsur ketinggian, unsur tumbuh-tumbuhan. E. unsur kebudayaan, unsur perairan, unsur ketinggian, unsur tumbuh-tumbuhan dan unsur sosial.
40 10. Simbol warna dalam legenda peta yang SALAH dalam pernyataan dibawah ini : A. unsur kebudayaan, warna hitam dan merah. B. unsur perairan, warna biru. C. unsur ketinggian, warna coklat. D. unsur tumbuh-tumbuhan, warna hijau. E. unsur sosial, warna kuning . 11. Suatu peta tertulis skala 1 : 500.000. Hal tersebut berarti …. A. setiap 1 cm di peta sama dengan 500.000 km di lapangan B. setiap 1 cm di peta sama dengan 500.000 cm di lapangan C. setiap 500.000 cm di peta sama dengan 1 cm di lapangan D. setiap 500.000 cm di peta sama dengan 1 km di lapangan E. setiap 1 cm di peta sama dengan 500 km di lapangan 12. Ilmu yang mempelajari tentang peta adalah …. A. map science B. cartography C. cartographer D. petrologi E. geomorfologi 13. Jarak antara kota A dengan kota B di peta adalah 5 cm. Peta tersebut mempunyai skala 1 : 100.000. Jarak sebenarnya di lapangan antara kota A dengan kota B adalah …. A. 10 km B. 2,5 km C. 5 km D. 50 km E. 0,5 km 14. Peta yang menggambarkan ketampakan-ketampakan tertentu di permukaan bumi disebut ….
41 A. peta umum B. peta tematik C. peta chorografi D. globe E. peta kadaster 15. Pada dasarnya setiap peta mencantumkan hal-hal sebagai berikut seperti di bawah ini, kecuali …. A. legenda B. skala peta C. petunjuk arah D. tahun pembuatan E. ukuran luas peta
42 F. REFLEKSI PEMBELAJARAN 1. Refleksi Peserta Didik Refleksi peserta didik merupakan penilaian mandiri peserta didik terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan mulai dari Kegiatan awal pembelajaran, Kegiatan inti, hingga penutup atau akhir dari proses pembelajaran kegiatan pembelajaran ini. Refleksi peserta didik ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh para peserta didik setelah diajar dan diberi materi pembelajaran dan kemudian dijadikan bahan evaluasi oleh guru untuk pembelajaran berikutnya. Agar pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna bagi kalian, ayo sejenak berefleksi tentang kegiatan belajar hari ini,. Isilah penilaian diri ini dengan jujur, dan sebenar – banarnya sesuai dengan perasaan kalian membaca, mempelajari, menyimak penjelasan, dan mengerjakan suplemen materi ini! Berilah tanda (√) pada salah satu gambar di bawah ini yang dapat mewakilkan perasaaan kalian setelah mempelajari materi tadi ! 2. Refleksi Pendidik Refleksi guru merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru itu sendiri berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan mulai dari selama mempersiapkan, melaksanakan, hingga mengevaluasi kegiatan belajar 1 yang dilakukan selama satu kali pertemuan. Refleksi guru ini bertujuan untuk menilai kekurangan dan kelebihan dari kegiatan pembelajaran 1 yang kemudian dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya.
43 No Pertanyaan Jawaban 1. Apakah pemilihan media pembelajaran telah mencerminkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai? 2. Apakah gaya penyampaian materi mampu ditangkap oleh pemahaman peserta didik? 3. Apakah keseluruhan pembelajaran dapat memberikan makna pembelajaran yang hendak dicapai? 4. Apakah pemilihan metode pembelajaran sudah efektif untuk menerjemahkan tujuan pembelajaran? 5. Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak keluar dari norma-norma? 6. Apakah pelaksanan pembelajaran hari ini dapat memberikan semangat kepada peserta didik untuk lebih antusias dalam pembelajaran selanjutnya?
44 LAMPIRAN 2.1 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Kelompok : Kelas : Nama Anggota : Kelompok Jawablah pertanyaan berikut di bawah ini dengan baik dan benar ! 1. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang peta ! 2. Sebutkan macam – macam jenis peta beserta syarat – syaratnya ! 3. Apa yang dimaksud dengan skala ? jelaskan juga perbandingan skala pada peta dengan aslinya ! 4. Ceritakan secara singkat, padat, dan jelas apa itu teknik pengukuran tanah menurut versi anda dan apa kaitannya dengan peta beserta isinya ? 5. Sebutkan apa saja yang terdapat dalam legenda serta gambarkan !
45 2.2 BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK Kegiatan Belajar 2 “ Prinsip – Prinsip Teknik Pengukuran Tanah“ A. Tujuan Pembelajaran Memahami pengertian teknik ukur tanah, macam jenis pengukuran. Memahami macam jenis peta, syarat pada peta serta skala. B. Uraian Materi Ilmu ukur tanah merupakan cabang dari ilmu Geodesi yang khusus mempelajari sebagian kecil dari permukaan bumi dengan cara melakukan pengukuran – pengukuran untuk menyusun peta. Ilmu Geodesi sendiri memilii dua maksud, yaitu : Maksud ilmiah : menentukan bentuk permukaan bumi: Maksud praktis : membuat bayangan yang dinamakan peta dari sebagian besar atau sebagian kecil permukaan bumi. Pada maksud kedua inilah yang sering disebut dengan istilah pemetaan. Pengukuran dan pemetaan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu : Geodetic Surveying Merupakan suatu pengukuran untuk menggambarkan permukaan bumi pada bidang melengkung/ellipsida/bola. Geodetic surveying adalah ilmu seni, teknologi untuk menyajikan informasi bentuk kelengkungan bumi atau pada kelengkungan bola. Plane Surveying Merupakan ilmu seni, dan teknologi untuk manyajikan bentuk permukaan bumi baik unsur alam maupun unsur buatan manusia pada bidang yang dianggap datar.
46 Pekerjaan dasar survei adalah pekerjaan yang dilakukan untuk menentukan kedudukan titik-titik atau penggambaran keadaan fisik yang terdapat di permukaan bumi. Manfaat dari pekerjaan survei sangat banyak, beberapa manfaatnya adalah untuk menentukan batas-batas tanah dan area sebagai perencanaan pekerjaan konstruksi dalam pembuatan jembatan, pembangunan gedung, pembuatan saluran irigasi, dan lain-lain. Gambar 2.1 Macam Pengukuran dan Pemetaan (sumber: Teknik Pengukuran Tanah Kelas X Jilid 1, Iskandar M.P) Di dalam Ilmu Ukur Tanah yang dipelajari adalah maksud yang kedua yaitu maksud praktis, jadi maksud untuk membuat peta ataupun cara-cara pengukuran di bumi untuk berbagai keperluan seperti halnya pemetaan, penentuan posisi relatif dan sebagainya yang dilakukan pada daerah yang relatif sempit sehingga untuk kelengkungan permukaan bumi dapat diabaikan. Maksud ini dicapai dengan melakukan pengukuran-pengukuran di atas permukaan bumi yang mempunyai bentuk tidak beraturan, karena adanya gunung- gunung yang tinggi dan lembah-lembah yang curam. Pengukuran- pengukuran dibagi dalam pengukuran yang mendatar untuk mendapat hubungan hubungan mendatar titik-titik yang diukur di atas permukaan bumi dan pengukuran-pengukuran tegak guna mendapat hubungan tegak antara titik-titik yang diukur. Pekerjaan dasar survei adalah pekerjaan yang dilakukan untuk menentukan kedudukan titik-titik atau penggambaran keadaan fisik yang terdapat di permukaan bumi. Manfaat dari pekerjaan survei sangat banyak, beberapa manfaatnya adalah untuk menentukan
47 batas-batas tanah dan area sebagai perencanaan pekerjaan konstruksi dalam pembuatan jembatan, pembangunan gedung, pembuatan saluran irigasi, dan lain-lain. 1. Prinsip – Prinsip Pengukuran Tanah untuk Pekerjaan Konstruksi dengan Menggunakan Alat Sederhana. Pekerjaan survei dan pemetaan memiliki ruang lingkup yang sangat luas, beberapa memiliki fungsi untuk menetapkan batas – batas dari suatu tanah milik, baik bersifat perorangan maupun tanah milik atau batas suatu tanah milik negara, atau pemerintahan setempat. Selain itu pekerjaan survei juga bermanfaat untuk menentukan konsep perancangan baik itu menyangkut pekerjaan teknik sipil atau bangunan, bahkan pembuatan sebuah jembatan, jalan, pengolahan tanah milik, perencanaan tata pernanaman, pengawetan tanah dan air (konservasi), pembaharuan dan lain – lain. a) Kegunaan Pekerjaan Ukur Tanah (Surveying) 1. Pembuatan Peta Pembuatan peta dibuat melalui proses surveying atau pemetaan, pekerjaan ini dilaksanakan oleh seorang surveyor. Peta meupakan representasi grafis atau lebih sederhananya merupakan penuangan sebuah gambar dari dunia nyata dan dari suatu ruang hidup. Pemetaan ruang yang dimaksud adalah permukaan bumi yang meliputi komponen wilayah serta ojek – objek yang berada di atas , bawah permukaan bumi. Jadi pemetaan adalah proses untuk menghasilkan suatu peta yang secara umum disebut peta topografi dan tematik.
48 Gambar 2.2 Peta dunia (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) 2. Mencari Luas Tanah Luas tanah sangat diperlukan untuk keperluan jual beli, penentuan pajak, perencanaan pengembangan daerah, rencana jalan, irigasi, dan rencana transmigrasi. Luas suatu daerah adalah proyeksi luas di atas permukaan bumi pada bidang mendatar yang dikelilingi oleh garis batas. Alasan penting mengapa sebidang tanah dihitung luasnya adalah karena ukuran luas dalam satuan acre (hektare), kaki persegi dimasukkan dalam akta tentang hak milik atas tanah. 3. Merencanakan Bangunan Apabila akan mendirikan bangunan, terlebih dahulu harus ada ijin bangunan dari dinas pertahanan atau dinas pekerjaan umum (DPU). Pada setiap perencanaan pembangunan daerah, pembangunan jalan dan irigasi, terlebih dahulu tanah yang akan dibangun harus diukur dan disahkan oleh pemerintah daerah.
49 Tahapan pekerjaan untuk pengukuran yang berfungsi dalam perencanaan bangunan meliputi : a) Pemeriksaan dan pematokan batas lahan. b) Pemeriksaan level dan kontur tanah eksisting. c) Gambar situasi dan potongan. d) Pengamatan kondisi lapangan. 4. Mengetahui Perbedaan Tinggi Tanah Mengukur perbedaan tinggi antara dua buah titik adalah mengukur jarak antara sebuah titik terhadap sebuah bidang horizontal yang melewati titik yang lain sebagai bidang acuan. Ada sebuah bidang yang melewati kedua titik tersebut dan tegak lurus bidang horizontal (bidang acuan). Terhadap garis hasil perpotongan kedua bidang inilah perbedaan tinggi kedua tiitk ditentukan. Terhadap garis itu juga, sudut elevasi yang menunjukkan perbedaan tinggi dapat diukur. Gambar 2.3 Elevasi atau Perbedaan Tinggi (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) b) Tujuan Pekerjaan Survei 1. Menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda di atas permukaan bumi.