The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dasar - Dasar Teknik Konstruksi dan Properti

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rizky erindra, 2023-08-20 11:26:15

Modul Ajar Kelas X Fase E

Dasar - Dasar Teknik Konstruksi dan Properti

50 2. Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda di atas atau di bawah suatu bidang yang berpedoman pada bidang permukaan air laut tenang. 3. Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah beserta luasnya. 4. Menentukan panjang arah, dan posisi dari suatu garis yang terdapat di atas permukaan bumi yang merupakan batas dari suatu area tertentu. c) Ukur Tanah untuk Pekerjaan Konstruksi dengan Menggunakan Alat Sederhana Alat ukur sederhana berarti alat yang digunakan memiliki desain yang simpel serta penggunaannya yang mudah. Alat jenis ini hanya dapat untuk mengatur satu macam ukuran saja. Berikut contoh alat ukur sederhana : 1) Meteran Alat ukur untuk mengukur panjang suatu bidang, meteran sendiri berfunsi untuk mengukur panjang dan jarak. Gambar 2.4 Meteran (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) 2) Kompas Kompas memiliki fungsi untuk menentukan arah sesuai mata angin. Cara penggunaannya mudah, tempatkan pada


51 bidang datar maka jarum kompas akan menunjuk arah utara dan selatan. Gambar 2.5 Kompas (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023) 3) Klinometer Alat ukur tanah sederhana untuk mengukur sudut elevasi antara garis datar dengan garis yang menghubungkan sebuah titik yang terdapat garis datar dengan titik puncak sebuah objek. Penggunaannya alangkah baiknya dilakukan oleh dua orang. Orang pertama menjadi pemegang alat dan membidik objek yang diukur, sedangkan orang kedua membacasudut dan hasil pengamatan dari klinometer. Gambar 2.6 Klinometer (sumber: Google, diakses 25 Mei 2023)


52 Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai dasar – dasar teknik pengukuran tanah, dapat diakses melalui QR Code di bawah ini. Gambar 2.7 Video Pembelajaran Dasar – Dasar Teknik Ukur Tanah (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=KUhavwgd1Hk) Nama channel : Titi Sari Judul Video : Kuliah 1 _ Konsep Dasar Ilmu Ukur Tanah Part 1 2. Klasifikasi dan Syarat – Syarat pada Peta a. Klasifikasi Peta Peta merupakan alat yang diperluan untuk kegiatan pembangunan di berbagai bidang karena peta dapat memberikan data atau informasi, seperti informasi tentang posisi, jarak, bentuk muka bumi, atau informasi geografis lainnya. Perilaku teliti, kerja keras, dan profesional sangat diperlukan dalam pembuatan peta. Hal itu penting karena kualitas peta yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap kualitas data atau informasi yang digunakan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan. Peta dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu peta dasar dan peta tematik.


53 1) Peta Dasar Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta berikutnya. Peta dasar yang digunakan ialah peta topografi yang menggambarkan keadaan bentuk muka bumi (bentang alam). Peta ini disebut juga peta umum, yaitu peta yang menggambarkan seluruh kenampakan yang ada di suatu daerah, misalnya sungai, sawah, pemukiman, jalan raya, dan jalan kereta api. 2) Peta Tematik atau Peta Khusus Peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Berikut beberapa contoh peta tematik. a) Peta kepadatan penduduk: peta yang memperlihatkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah. b) Peta lokasi: peta yang menggambarkan letak suatu tempat. c) Peta tanah: peta yang menggambarkan jenis tanah pada daerah tertentu. d) Peta irigasi: peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk, saluran, irigasi, bendungan, dan sebagainya. e) Peta arkeologi: peta yang menggambarkan persebaran benda-benda purbakala. f) Peta Kriminalitas : peta yang menggambarkan persebaran tingkat maupun jenis kejahatan di suatu daerah. g) Peta Geologi : peta yang menggambarkan struktur dan jenis batuan pada suatu wilayah. h) Peta transportasi : peta yang menggambarkan jalur – jalur lalu lintas, baik di darat, air, maupun di udara. i) Peta air tanah : peta yang menggambarkan lokasi sebaran air tanah di suatu daerah. j) Peta Isohiet : peta yang menggambarkan banyaknya curah hujan di suatu daerah.


54 Jenis peta berdasaarkan skala dibagi menjadi lima, yaitu : peta kadaster. Peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, dan peta skala geografis. a) Peta Kadaster Peta kadaster adalah jenis peta yang memiliki skala antara 1 : 100 hingga 1: 5.000. Biasanya, peta ini digunakan untuk menggambarkan luas tanah maupun sertifikat tanah. b) Peta Skala Besar Jenis peta ini adalah peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000 hingga 1 : 250.000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang sempit, misalnya peta kelurahan, peta desa, peta kecamatan, dan peta kota. c) Peta Skala Sedang Peta skala sedang memiliki skala antara 1:250.001 sampai dengan 1:500.000. Cakupan wilayah yang digambar dalam peta ini termasuk provinsi, pulau, dan sebagainya. d) Peta Skala Kecil Peta jenis ini memiliki skala antara 1:500.001 sampai dengan 1:1.000.000. Daerah yang digambar pun cukup luas, misalnya satu negara. e) Peta Skala Geografis Jenis peta yang terakhir ini memiliki skala yang lebih kecil dari 1:1.000.000. Karena skalanya yang kecil, wilayah yang termasuk ke dalam peta pun lebih luas. Peta yang memiliki skala sekecil ini biasanya adalah peta benua dan peta dunia. 2. Persyaratan pada Peta Menurut International Cartographic Association (ICA), Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam


55 pembuatan peta, termasuk pengertian- pengertian peta sebagai suatu dokumen yang bersifat ilmiah maupun peta sebagai karya seni. Sebuah peta yang menggambarkan fenomena geografikal tidak hanya sekedar pengecilan suatu fenomena saja, tetapi peta dibuat dan didesain dengan baik, akan merupakan alat yang baik untuk kepentingan; melaporkan (recording), memperagakan (displaying), menganalisa (analysing), serta saling berhubungan (interrelation) dari benda (obyek) secara keruangan (spatial-relationship). Peta memiliki variasi ukuran dan metode pembuatan, tetapi secara umum peta mempunyai tujuan dasar pelayanan yang sama yaitu sebagai suatu interpretasi terhadap lingkungan geografikal (geographical millieu). Setelah memahami hakekat dari peta, tidaklah sulit untuk kemudian menelaah apa yang sebenarnya diperlukan sebagai syarat dari peta yang baik. Syarat peta yang baik adalah: a. Peta harus dengan mudah dapat dimengerti atau ditangkap maknanya oleh si pemakai . b. Peta harus memberikan gambaran yang sebenarnya. Ini berarti peta itu harus cukup teliti sesuai dengan tujuannya. c. Karena peta itu dinilai melalui penglihatan (oleh mata), maka tampilan peta hendaknya sedap dipandang (menarik, rapih dan bersih). d. Ekuivalen, yaitu perbandingan luas daerah pada peta harus sama atau sesuai dengan luas daerah yang sebenarnya. e. Ekuidistan, yaitu perbandingan jarak pada peta harus sama atau sesuai dengan jarak yang sebenarnya. f. Konform, yaitu bentuk dari semua sudut yang digambarkan harus sama atau sesuai dengan bentuk yang sebenarnya. 3. Unsur – Unsur Peta dalam Memahami Lokasi Geografis Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen- komponen peta, agar peta mudah dibaca, ditafsirkan dan tidak membingungkan. Peta terdiri dari beberapa unsur yang berfungsi


56 memberi informasi tertentu agar pembaca mudah memahaminya. Unsur-unsur peta tersebut antara lain: a. Judul Peta Judul peta harus mencerminkan isi peta. Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakkan dari keseluruhan peta. Dari judul peta dapat segera diketahui data daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut. Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. Selain itu, judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta. b. Garis Astronomis Garis astronomis berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat. Biasanya garis astronomis hanya dibuat tanda di tepi atau pada garis tepi dengan menunjukkan angka derajat, menit, dan detiknya tanpa membuat garis bujur atau lintang. c. Skala Peta Ukuran peta dalam hubungannya dengan bumi disebut dengan skala. Biasanya dinyatakan dengan pecahan atau rasio atau perbandingan. Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama. Pembilang, yang terletak di bagian atas pecahan merupakan satuan unit peta dan penyebut yang terletak di bagian bawah pecahan merupakan angka dalam unit yang sama yang menunjukan jarak yang sebenarnya di lapangan/bumi. Jika penyebut makin besar atau pecahan makin kecil maka semakin luas permukaan bumi yang dapat ditunjukkan dalam peta tunggal. Oleh karena itu, peta berskala kecil akan menunjukkan bagian bumi yang lebih luas dan peta berskala besar relatif menunjukkan bagian bumi yang lebih kecil.


57 Sebagai contoh, bila ingin menyajikan data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5000. Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan, digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1000.000. Contoh: skala 1 : 500.000 artinya 1 bagian di peta sama dengan 500.000 jarak yang sebenarnya, apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 500.000 cm (5 km) jarak sebenarnya di permukaan bumi. d. Legenda atau Keterangan Legenda adalah penjelasan simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Gunanya agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi peta. Jika detail peta kelihatan tidak familiar, mempelajari legenda peta akan sangat membantu sebelum melanjutkan proses lebih jauh. Legenda itu harus dipahami oleh si pembaca peta, agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. Gambar 2.7 Legenda / Keterangan pada Peta (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023)


58 e. Tanda Arah atau Tanda Orientasi Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. Arah utara lazimnya mengarah pada bagian atas peta. Kemudian berbagai tata letak tulisan mengikuti arah tadi, sehingga peta nyaman dibaca dengan tidak membolak-balik peta. Tanda arah atau tanda orientasi penting artinya pada suatu peta. Gunanya untuk menunjukkan arah utara, Selatan, Timur dan Barat. Tanda arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah Utara. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakan peta. Gambar 2.8 Tanda Orientasi pada Peta yang Sering Digunakan (sumber : Pengantar Survey & Pemetaan, Akhmad Syaripudin) f. Simbol dan Warna Agar pembuatan peta dapat dilakukan dengan baik, ada dua hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu simbol dan warna. Bentuk simbol dapat bermacam- macam seperti; titik, garis, batang, lingkaran, dan pola. Simbol titik biasanya dipergunakan untuk menunjukan tanda misalnya letak sebuah kota dan menyatakan kuantitas misalnya satu titik sama dengan 100 orang, dan sebagainya. Simbol garis digunakan untuk menunjukan tanda seperti jalan, sungai, rel KA dan lainnya, dengan demikian timbul istilah-istilah: 1) Isohyet yaitu garis dengan jumlah curah hujan sama 2) Isobar yaitu garis dengan tekanan udara sama


59 3) Isogon yaitu garis dengan deklinasi magnet yang sama 4) Isoterm yaitu garis dengan angka suhu sama 5) Isopleth yaitu garis yang menunjukan angka kuantitas yang bersamaan. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai dasar – dasar teknik pengukuran tanah, dapat diakses melalui QR Code di bawah ini. Gambar 2.9 Video Pembelajaran Konsep Dasar Peta (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=rd9iUZpVh0g) Nama channel : Sahabat Geo Judul Video : Dasar-Dasar Pemetaan I Bab 2 Pengetahuan Dasar Peta I Kelas 10 Semester1


60 C. Rangkuman Pekerjaan survei dan pemetaan memiliki ruang lingkup yang sangat luas, beberapa memliki fungsi untuk menetapkan batas suatu tanah. Kegunaan pekerjaan ukur tanah (surveying) antara lain untuk : pembuatan peta, mencari luas tanah, perencanaan bangunan, pengukuran elevasi. Alat ukur sederhana sendiri memiliki arti bahwa alat yang digunakan simpel, praktis, dan untuk mengatur satu macam jenis ukuran saja. Dapat diambil contoh seperti : meteran, rol, kompas, klinometer. Peta menurut ICA (International Cartographic Association) peta adalah suatu gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi, yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Peta secara umum merupakan gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi D. GLOSARIUM Ilmu Ukur Tanah merupakan cabang dari ilmu Geodesi yang khusus mempelajari sebagian kecil dari permukaan bumi dengan cara melakukan pengukuran – pengukuran untuk menyusun peta. Geodesi Cabang ilmu geosains yang mempelajari tentang pemetaan bumi, Geodesi adalah salah satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan bumi Ilmiah Segala sesuatu yang bersifat keilmuan, didasarkan pada ilmu pengetahuan, atau memenuhi syarat dan kaidah ilmu pengetahuan. Surveying Ilmu, seni dan teknologi dalam pengukuran dan pemetaan posisi relatif di atas, pada atau di bawah permukaan tanah, atau membangun posisi – posisi tersebut dari perencanaan teknis atau dari deskripsi permukaan tanah. Pengukuran


61 Penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan ukur. Pemetaan adalah pengelompokkan suatu kumpulan wilayah yang berkaitan dengan beberapa letak geografis wilayah yang meliputi dataran tinggi, pegunungan, sumber daya dan potensi penduduk yang berpengaruh terhadap sosial kultural yang memilki ciri khas khusus dalam penggunaan skala yang tepat. Peta Gambaran permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Irigasi Pengairan merupakan upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mengairi lahan pertanian. Transmigrasi Suatu program yang disusun pemerintah untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah padat penduduk ke daerah lain. Elevasi Posisi ketinggian suatu objek dari satu titik tertentu. Kartografi Sebuah seni dan studi membuat dan mempelajari peta. Topografi Studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami, dan asteroid. Geografis Adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan, persamaan, dan perbedaan antar ruang dan bumi. Astronomi Ilmu yang mempelajari benda langit dan fenomena alam yang yang terjadi di luar bumi, termasuk fenomena di atmosfer atas bumi yang berasal dari luar angkasa.


62 E. Kunci Jawaban Asesmen Sumatif Kegiatan Belajar 2 1. B 2. E 3. C 4. D 5. E 6. A 7. C 8. E 9. D 10. A 11. B 12. B 13. C 14. B 15. E


63 F. DAFTAR PUSTAKA Antara, Prayogi Puja. 2022. Modul Ajar Kurikulum Merdeka 2022. Sumenep Author. 2020. Keselematan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) pada Pekerjaan Ukur Tanah. Basuki, S., 2012, Ilmu Ukur Tanah (Edisi Revisi), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Calon Guru (PPPK). Modul Belajar Mandiri Geografi. Fuadhii, Ahmad Anwar, dkk. 2021. Modul Mata Pelajaran Dasar – Dasar Konstruksi Bangunan. Universitas Negeri Semarang. Diakses 22 Mei 2023. https://anyflip.com/sqviq/axlp/basic Google. Diakses 20 – 27 Mei 2023. Hanafi, Arif Noor Imam. Modul Ajar Alat Ukur Sederhana. Diakses 23 Mei 2023. https://fliphtml5.com/bzpar/xipi/basic Hosang, Merci F.,. 2018. Modul Laboratorium Ukur Tanah I. Politeknik Negeri Manado. Kusumawati, Yuli. 2021. Catatan Kuliah Ilmu Ukur Tanah. Universitas Bina Darma. Pelembang. Purwaamijaya, Iskandar Muda. 2008. Teknik Survei dan Pemetaan Jilid I. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Rohadianto, Dwi. 2016. Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Pelajaran 2015/2016. Yogyakarta.


64 Sulangi, Charles H.L.,. 2018. Modul Laboratorium Ukur Tanah II. Politeknik Negeri Manado. Sutrisno Ais. 2020. Dasar Hukum K3 di Bidang Konstruksi. Diakses 22 Mei 2023. https://www.antonsutrisno.com/2020/04/dasar-hukum-k3-di- bidang-konstruksi.html Syaripudin, Akhmad. Pengantar Survey dan Pengukuran. Diakses 25 Mei 2023. Vebrianingtyas, Arum Fajar. 2020. Teknik Pengukuran Tanah (C2) Kelas X. Malang : PT.Kuantum Buku Sejahtera. https://app.bitly.com/Bn672tYfBtR/qrcodes/ https://www.youtube.com/watch?v=RRjTAdJ2-yo&t=20s


65 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI FASE E KELAS X INFORMASI UMUM pengoperasian, pelaksanaan survey dan pemetaan alat ukur sederhana dan professional (manual/digital) Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif (kondosional) Bahan Pembelajaran : Modul ajar, Video pembelajaran Sumber Belajar : Modul, buku, internet (YouTube) untuk mengajar peserta didik reguler/tipikal A. IDENTITAS MODUL Penyusun : Rizky Erindra Aditya NIM : 18050534022 Nama Sekolah : SMK NEGERI 2 Surabaya Program Keahlian : TKP Kelas / Semester : X / Semester 1 (Fase E) B. KOMPETENSI AWAL Mata Pelajaran : Dasar – Dasar Teknik Konstruksi Elemen : Ukur Tanah Capaian Pembelajaran : Memahami jenis alat survei, C. PROFIL PELAJAR PANCASILA Profil Pelajar Pancasila : Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang D. SARANA DAN PRASARANA Alat Pembelajaran : Laptop, LCD Projector, Smartphone E. TARGET SISWA Target Peserta Didik : Perangkat ajar ini dapat digunakan guru


66 (umum), tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. Jumlah Peserta Didik : 34 peserta didik x 2 rombongan belajar Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu memahami jenis alat survei pada pengukuran tanah serta pengoperasiannya. Peserta didik mampu memahami pelaksanaan survey dan pemetaan alat ukur sederhana serta digital. Apa yang anda ketahui mengenai alat survei pemetaan pada teknik pengukuran tanah ? Ada beberapa jenis alat ukur tanah, coba jelaskan ! Sebutkan semua alat ukur serta bagaimana cara mengoperasikannya ? Sebutkan perbedaaan pada penggunaan alat ukur sederhana dan digital ! F. MODEL PEMBELAJARAN Moda Pembelajaran : Pembelajaran Tatap Muka Model Pembelajaran : Project Based Learning Metode Pembelajaran : 1. Ceramah; 2. Diskusi; 3. Tanya Jawab; 4. Praktik; 5. Tugas Individu KOMPONEN INTI G. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN H. PEMAHAMAN BERMAKNA Setiap peserta didik dapat memahami jenis alat survei serta dapat memahami pengoperasian alat serta pelaksanaan survey dan pemetaan alat ukur. I. PERTANYAAN PEMANTIK


67 Kegiatan Belajar 3 Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran Langkah Pembelajaran Deskripsi Langkah – Langah Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pendahuluan Kegiatan Inti 1. Guru memberi salam, lalu menanyakan kabar serta mengkondisikan peserta didik untuk belajar. 2. Guru memberi instruksi pada ketua kelas untuk memimpin berdoa sebelum memulai pelajaran. 3. Guru mengecek kehadiran peserta didik. 4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang akan disampaikan serta pertanyaan pemantik. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 1. Peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5 – 7 orang. 2. Guru menampilkan materi serta video tutorial dengan bantuan jaringan internet menggunakan laptop dan proyektor. 3. Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya apabila ada rangkaian materi yang belum dipahaminya dalam forum diskusi tersebut. 4. Guru memberikan lembar kerja peserta didik yang dikerjakan secara berkelompok. 10 Menit 160 Menit


68 Kegiatan Penutup 5. Guru mempersilahkan perwakilan tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil lembar kerja yang telah selesai dikerjakan. 1. Guru mengapresiasi tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik. 2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran mengenai materi pembelajaran pada pertemuan ini. 3. Guru memberikan informasi mengenai kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. 4. Guru menutup pelajaran dan memberi instruksi pada ketua kelas untuk memimpin berdoa setelah pembelajaran selesai. 10 Menit N. Asesmen 1. Sikap ( Profil Pelajar Pancasila ) Jenis Tes : Non test Bentuk : Lembar pengamatan Instrumen : No Aspek yang dinilai A B C D E Keterangan 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran A = 5 B = 4 C = 3 D = 2 E = 1 2. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia


69 3. Menyelesaikan lembar kerja secara mandiri. 4. Berfikir kritis terhadap penyelesaian lembar kerja 5. Kreatif dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan 6. Toleran terhadap pendapat yang berbeda 7. Tanggung Jawab dalam penyelesaian tugas individu Nilai Akhir Rubrik Penilaian : 1) Terlibat aktif dalam pembelajaran : A : Sangat aktif B : Aktif C : Mulai aktif D : Kurang aktif E : Sangat kurang aktif 2) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia : A : Sangat baik B : Baik


70 C : Cukup baik D : Kurang baik E : Tidak baik 3) Menyelesaikan lembar kerja secara mandiri : A : Sangat baik B : Baik C : Cukup baik D : Kurang baik E : Tidak baik 4) Berfikir kritis terhadap penyelesaian lembar kerja : A : Sangat kritis B : Kritis C : Cukup kritis D : Kurang kritis E : Tidak kritis 5) Kreatif dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan : A : Sangat kreatif B : kreatif C : Cukup kreatif D : Kurang kreatif E : Tidak kreatif 6) Toleran terhadap pendapat yang berbeda : A : Sangat toleran B : Toleran C : Mulai Toleran


71 D : Kurang toleran E : Tidak toleran 7) Tanggung Jawab dalam kegiatan diskusi : A : Sangat bertanggung jawab B : Bertanggung jawab C : Mulai bertanggung jawab D : Kurang bertanggung jawab E : Tidak bertanggung jawab 2. Asesmen Akhir Proses Pembelajaran ( Sumatif) Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cermat dan teliti ! 1. Alat ukur menyipat datar dengan teropong yang dilengkapi dengan nivo dan sumbu mekanis tegak, sehingga teropong dapat berputar ke arah horizontal merupakan pengertian dari .... a. Klinometer b. Nivo c. Teropong d. Theodolite e. Waterpass 2. Alat ukur berbentuk bulat yang terdiri dari jarum dan magnet, merupakan pengertian dari alat ukur .... a. GPS b. Kompas c. Meteran d. Theodolite e. Waterpass 3. Pada pekerjaan survei dan pemetaan, alat pengukuran yang termasuk alat ukur sederhana adalah .... a. GPS b. Klinometer


72 c. Theodolite d. Total station e. Waterpass 4. Alat ukur tanah yang digunakan untuk mengukur perbedaan tinggi antara dua titik atau lebih yang sangat berdekatan ialah .... a. Jalon b. Penta prisma c. Theodolite d. Total station e. Waterpass 5. Penyangga alat ukur tanah, agar posisi alat ukur stabil saat digunakan merupakan definisi dari .... a. Bak ukur b. Jalon c. Payung d. Tripod e. Penta prisma 6. Perhatikan gambar dibawah ini. Nama alat ukur jarak diatas adalah …. A. Klinometer


73 B. Curvimeter C. Odometer D. Pedometer E. Footmeter 7. Yang BUKAN termasuk alat ukur sudut tegak/beda tinggi ialah …. A. Klinometer B. Waterpas C. Slang Plastik D. Pesawat Theodolit E. Kompas 8. suatu opeasi untuk menentukan beda tinggi antara dua titik di permukaan tanah, pengertian dari : a. pengukuran beda tinggi b. sipat datar(levelling) c. menentukan elevasi d. datum e. pengukuran tanah 9. Membuat garis lurus di lapangan dengan yalon, dapat dikerjakan oleh …. A. Minimal 1 orang. B. Minimal 2 orang. C. Minimal 3 orang. D. Minimal 4 orang. E. Minimal 5 orang.


74 10. . Gambar apakah di bawah ini ! a. Theodholite b. Penyipat datar c. Water pass d. T0 e. T1 11. Yang bukan termasuk alat ukur jarak adalah ... a. Odometer b. Pita ukur baja c. Pita ukur kain d. Prisma pentagonal e. Meteran rol 12. Fungsi nivo pada alat ukur waterpass adalah ... a. Untuk mengetahui kedataran alat b. Untuk memantulkan bayangan c. menentukan elevasi d. Untuk memfokuskan obyek bidikan e. pengukuran tanah


75 13. Kepanjangan dari GPS adalah ... a. Global Positioning System b. Global Poisoning System c. Sistem Posisi Global d. Globe Per Second e. Google Maps 14. Fungsi Jalon dalam proses pengukuran ukur tanah adalah ... a. Membidik rambu ukur b. membantu dalam pengukuran di lapangan sebagai pelurusan dalam mengukur. c. Mengetahui lebar jarak d. Menemukan besar sudut e. Untuk membersihkan lahan 15. Alat yang berguna untuk mendirikan alat ukur yang trdiri dari bidang level. Sekrup pengunci, tali pembawa, dan kaki adalah ... a. Jalon b. Rol c. Odometer d. Klinometer e. Statif


76 F. REFLEKSI PEMBELAJARAN 1. Refleksi Peserta Didik Refleksi peserta didik merupakan penilaian mandiri peserta didik terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan mulai dari Kegiatan awal pembelajaran, Kegiatan inti, hingga penutup atau akhir dari proses pembelajaran kegiatan pembelajaran ini. Refleksi peserta didik ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh para peserta didik setelah diajar dan diberi materi pembelajaran dan kemudian dijadikan bahan evaluasi oleh guru untuk pembelajaran berikutnya. Agar pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna bagi kalian, ayo sejenak berefleksi tentang kegiatan belajar hari ini,. Isilah penilaian diri ini dengan jujur, dan sebenar – banarnya sesuai dengan perasaan kalian membaca, mempelajari, menyimak penjelasan, dan mengerjakan suplemen materi ini! Berilah tanda (√) pada salah satu gambar di bawah ini yang dapat mewakilkan perasaaan kalian setelah mempelajari materi tadi ! 2. Refleksi Pendidik Refleksi guru merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru itu sendiri berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan mulai dari selama mempersiapkan, melaksanakan, hingga mengevaluasi kegiatan belajar 1 yang dilakukan selama satu kali pertemuan. Refleksi guru ini bertujuan untuk menilai kekurangan dan kelebihan dari kegiatan pembelajaran 1 yang kemudian dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran berikutnya.


77 No Pertanyaan Jawaban 1. Apakah pemilihan media pembelajaran telah mencerminkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai? 2. Apakah gaya penyampaian materi mampu ditangkap oleh pemahaman peserta didik? 3. Apakah keseluruhan pembelajaran dapat memberikan makna pembelajaran yang hendak dicapai? 4. Apakah pemilihan metode pembelajaran sudah efektif untuk menerjemahkan tujuan pembelajaran? 5. Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak keluar dari norma-norma? 6. Apakah pelaksanan pembelajaran hari ini dapat memberikan semangat kepada peserta didik untuk lebih antusias dalam pembelajaran selanjutnya?


78 LAMPIRAN 3.1 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Kelompok : Kelas : Nama Anggota : Kelompok Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar ! 1. Simpulkan apa yang anda ketahui dan pahami mengenai gambar berikut beserta makna – maknanya ! 2. Simpulkan apa yang anda ketahui dan pahami mengenai gambar berikut beserta makna – maknanya !


79 3. Tariklah garis agar sesuai antara nama alat dengan gambar berikut ini ! Pentagonal Prisma Waterpass Rol Ukur GPS Jalon Theodolite Statif


80 3.2 BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK Kegiatan Belajar 3 “Jenis - Jenis Alat Survei, Pengoperasian, Pelaksanaan Survey dan Pemetaan” A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu memahami jenis alat survei pada pengukuran tanah serta pengoperasiannya. Peserta didik mampu memahami pelaksanaan survey dan pemetaan alat ukur sederhana serta digital. B. Uraian Materi Pekerjaan survey dan pemetaan merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian yang cukup tinggi sehingga dibutuhkan peralatan yang menunjang keberhasilan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu pekerjaan utama dalam ukur tanah adalah mengukur jarak dan sudut dan berdasarkan ini pula, maka alat-alat ukur tanah adalah alat-alat yang dipersiapkan untuk mengukur jarak dan atau sudut. Alat-alat yang digunakan ada yang tergolong sederhana dan ada yang tergolong modern. Sederhana atau modernnya alat ini dapat dilihat dari sederhana cara menggunakannya dan sederhana komponen alatnya. Alat- alat ini ada yang tergolong alat-alat pekerjaan kantor dan alat pekerjaan lapangan. Alat kantor umumya berkaitan dengan alat tulis, gambar dan hitung, sementara alat lapangan berkaitan dengan alat-alat ukur. Alat-alat ini beragam bentuk dan fungsinya, umumnya merupakan peralatan optik dari yang konvensional sampai modern. Untuk lebih jelas, selanjutnya diuraikan mengenai peralatan yang digunakan dan fungsinya saat melakukan pengukuran. Alat ukur sendiri dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :


81 1. Alat Ukur Jarak a) Meteran (Pita Ukur) Meteran atau disebut pita ukur karena umumnya bendanya berbentuk pita dengan panjang tertentu. Sering juga disebut rol meter karena umumnya pita ukur ini pada keadaan tidak dipakai atau disimpan dalam bentuk gulungan atau rol, seperti terlihat pada Gambar 3.1. Gambar 3.1 Meteran (Pita Ukur) (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) Satuan ukuran yang digunakan Ada 2 satuan ukuran yang biasa digunakan, yaitu satuan Inggris ( inch, feet, yard) dan satuan metrik ( mm, cm, m). Satuan terkecil yang digunakan mm atau cm , inch atau feet Penyajian angka nol. Angka atau bacaan nol pada meteran ada yang dinyatakan tepat di ujung awal meteran dan ada pula yang dinyatakan pada jarak tertentu dari ujung awal meteran. Cara menggunakan alat ini relatif sederhana, cukup dengan merentangkan meteran ini dari ujung satu ke ujung lain dari objek yang diukur. Namun demikian untuk hasil yang lebih akurat cara menggunkan alat ini sebaiknya dilakukan sebagai berikut: Lakukan oleh 2 orang Seorang memegang ujung awal dan meletakan angka nol meteran di titik yang pertama.


82 Seorang lagi memegang rol meter menuju ke titik pengukuran lainnya, tarik meteran selurus mungkin dan letakan meteran di titik yang dituju dan baca angka meteran yang tepat di titik tersebut. b) Mistar Mistar adalah alat ukur panjang yang memiliki skala terkecil 1 mm. Mistar ini memiliki ketelitian 0,5 mm yaitu setengah skala terkecil. Umumnya panjang yang digunakan sekitar 50 cm – 100 cm. Ketelitian adalah nilai terkecil yang masih dapat diukur oleh alat ukur. Gambar 3.2 Mistar (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) Mistar banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari, sebagai misal digunakan untuk mengukur panjang suatu meja, kain, buku, ruangan kelas dan lain lain c) Rambu Ukur Rambu ukur adalah alat yang terbuat dari kayu atau campuran alumunium yang diberi skala pembacaan. Alat ini berbentuk mistar ukur yang besar, mistar ini mempunyai panjang 3, 4 bahkan ada yang 5 meter. Skala rambu ini dibuat dalam cm, tiap-tiap blok merah, putih atau hitam menyatakan 1 cm, setiap 5 blok tersebut berbentuk huruf E yang menyatakan 5 cm, tiap 2 buah E menyatakan 1 dm. Tiap- tiap meter diberi warna yang berlainan, merah-putih, hitam- putih, dll. Kesemuanya ini dimaksudkan agar memudahkan


83 dalam pembacaan rambu.. Contoh rambu ukur dapat dilihat pada gambar 3.3 . Gambar 3.3 Rambu Ukur (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) Fungsi yang utama dari rambu ukur ini adalah untuk mempermudah/membantu mengukur beda tinggi antara garis bidik dengan permukaan tanah. Hal yang perlu diperhatikan dari rambu adalah : Skala rambu dalam cm atau mm atau interval jarak pada garis-garis dalam rambu tersebut setiap berapa cm atau berapa mm. Skala dari rambu, terutama pada daerah sambungan rambu harus benar. Cara menggunakan rambu ukur : 1) Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya sesuai dengan kebutuhan, kemudian kunci. 2) Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengah-tengah patok (titik) yang akan dibidik. 3) Usahakan rambu ukur tersebut tidak miring/condong (depan, belakang, kiri dan kanan), karena bisa mempengaruhi hasil pembacaan.


84 Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara membaca rambu ukur, dapat diakses melalui QR Code di bawah ini. Gambar 3.4 Video Pembelajaran Cara Membaca Rambu Ukur (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=_mjFAcFG_b8) Nama channel : CHANNEL PAKDHE HOHO (PH) Judul Video : APA ITU RAMBU UKUR DAN BAGAIMANA CARA MEMBACA RAMBU UKUR SECARA MUDAH BAGI PEMULA d) Odometer Odometer adalah alat pengukuran di lapangan yang berupa roda dengan keliling tertentu yang dipasang pada suatu tangkai sebagai pegangan. Pada tangkai tersebut dipasang alat hitungan putaran roda berupa bunyi atau angka. Gambar 3.5 Odometer (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023)


85 2. Alat Ukur Sudut a) Kompas Kompas adalah sebuah alat dengan komponen utamanya jarum dan lingkaran berskala. Salah satu ujung jarumnya dibuat dari besi berani atau magnit yang ditengahnya terpasang pada suatu sumbu, sehinngga dalam keadaan mendatar jarum magnit dapat bergerak bebas ke arah horizontal atau mendatar menuju arah utara atau selatan. Kompas yang lebih baik dilengkapi dengan nivo, cairan untuk menstabilkan gerakan jarum dan alat pembidik atau visir. Kompas ini bergam jenis dan bentuknya. Gambar 3.6 Kompas (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) Fungsi utama dari kompas adalah untuk menentukan arah mata angin terutama arah utara atau selatan sesuai dengan magnit yang digunakan. Kegunaan lain yang juga didasarkan pada penunjukkan arah utara atau selatan adalah (1) penentuan arah dari satu titik/tempat ke titik/tempat lain, yang ditunjukkan oleh besarnya sudut azimut, yaitu besarnya sudut yang dimulai dari arah utara atau selatan, bergerak searah jarum jam sampai di arah yang dimaksud,


86 (2) mengukur sudut horizontal dan (3) membuat sudut siku – siku. Cara menggunakan kompas untuk menentukan arah ke suatu tujuan : Pegang Alat dengan kuat di atas titik pengamatan Atur agar alat dalam keadaan mendatar agar jarum dapat bergerak dengan bebas. Kalau alat ini dilengkapi dengan nivo atur gelembung nivo ada di tengah Baca angka skala lingkaran yang menuju arah/titik yang dimaksud Gambar 3.7 Cara Menggunakan Kompas (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) b) Penta Prisma Penta prisma merupakan alat yang terbuat dari logamkaca, hampir sama dengan prisma bauernfiend, hanya bentuknya berpenampang segilima.


87 Gambar 3.8 Pentagonal Prisma (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) 3. Alat Penunjang a) Statif (Tripod) Merupakan piranti untuk mendirikan alat di lapangan yang terdiri dari kepala statip dan kaki tiga yag dapat di stel ketinggiannya. Statip terbuat dari kayu atau dari metal alumunium sehingga lebih ringan.Kegunaan tripod adalah untuk menunjang theodolit. Cara penggunaan Ketinggian statif dapat diatur, disesuaikan dengan ketinggian si pengamat dan pemutaran baut statif jangan terlalu keras agar tidak cepat rusak kepala statif ada yang datar, melengkung (sferis), ada pula yang menyerupai bonggol (Kern) dengan sambungan alat sentering tongkat teleskopis sekaligus untuk mengukur tinggi alat.


88 Gambar 3.9 Statif (Tripod) (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) 4. Alat Ukur Optik a) Waterpass Alat ukur optis untuk mengukur beda tinggi antara dua titik atau lebih dan penggunaanya sangat luas seperti pekerjaan sipil, pemetaan, pertanahan dan lain-lainnya. Syarat-syarat pemakaian waterpass: 1) Syarat dinamis : Sumbu 1 vertikal 2) Syarat statis Garis mendatar diafragma sejajar sumbu 1 Garis arah nivo tegak lurus sumbu 1 Garis bidik teropong sejajar garis dengan garis arah nivo Alat waterpass mempunyai beberapa bagian utama bagian-bagian alat :


89 Gambar 3.10 Bagian – Bagian Waterpass (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) Fungsi bagian alat pada waterpass : Cermin nivo : untuk memantulkan bayangan nivo Nivo : untuk mengetahui kedataran alat Teropong. visir bidikan : untuk mengarahkan arah bidikan Sekrup fokus benang : untuk memfokuskan benang bidikan Lensa bidik : untuk melihat bidikan Sekrup penggerak horisontal : untuk menggerakan secara halus arah bidikan horisontal teropong Sekrup leveling : untuk me-level-kan (mendatarkan) alat. Plat dasar : untuk landasan alat ke tripot Body teropong : badan teropong Sekrup fokus obyek : untuk memfokuskan obyek bidikan Rumah lensa depan : untuk tempat lensa depan Skala gerakan sudut horisontal : untuk mengetahui besar gerakan sudut horizontal No seri alat : nomor seri untuk identifikasi alat


90 Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara mengatur nivo pada alat sipat datar (waterpass), dapat diakses melalui QR Code di bawah ini. Gambar 3.11 Video Pembelajaran Cara Menyetel Nivo (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=rYQE7DDgd6k&t=1s) Nama channel : Tri Pancayana Judul Video : Menyetel nivo kotak b) Theodolite Elektro Optis Dari konstruksi mekanis sistem susunan lingkaran sudutnya antara theodolite optis dengan theodolite elektro optis sama. Akan tetapi mikroskop pada pembacaan skala lingkaran tidak menggunakan system lensa dan prisma lagi, melainkan menggunkan system sensor. Sensor ini bekerja sebagai elektro optis model (alat penerima gelombang elektromagnetis). Hasil pertama system analog dan kemudian harus ditransfer ke system angka digital. Proses penghitungan secara otomatis akan ditampilkan pada layer (LCD) dalam angka decimal.


91 Gambar 3.12 Theodolite Elektro Optis (sumber : Google, diakses 25 Mei 2023) Berikut ini merupakan langkah -langkah dalam mengoperasikan Theodolite Elektro Optis : 1) Kendurkan sekrup pengunci perpanjangan 2) Tinggikan setinggi dada 3) Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan 4) Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi 5) Kuatkan (injak) pedal kaki statif 6) Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar 7) Letakkan theodolite di tribar plat 8) Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite 9) Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar tegak / vertical dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut. 10) Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar mendatar dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut. 11) Posisikan theodolite dengan mengendurkan sekrup pengunci centering kemudian geser kekiri atau kekanan sehingga tepat pada tengah-tengah titi ikat (BM), dilihat dari centering optic. 12) Lakukan pengujian kedudukan garis bidik dengan bantuan tanda T pada dinding. 13) Periksa kembali ketepatan nilai index pada system skala lingkaran dengan melakukan pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa untuk mengetahui indeks kesalahan tersebut.


92 Gambar 3.13 Sketsa Theodolite SOKKIA TM20E (sumber : Pengantar Survei & Pemetaan, Akhmad Syaripudin) Keterangan : 1) Tombol micrometer 2) Sekrup penggerak halus vertical 3) Sekrup pengunci penggerak vertical 4) Sekrup pengunci penggerak horizontal 5) Sekrup penggerak halus horizontal 6) Sekrup pendatar Nivo 7) Plat dasar 8) Pengunci limbus 9) Sekrup pengunci nonius 10) Sekrup penggerak halus nonius 11) Ring pengatur posisi horizontal 12) Nivo tabung 13) Sekrup koreksi Nivo tabung 14) Reflektor cahaya 15) Tanda ketinggian alat 16) Slot penjepit 17) Sekrup pengunci Nivo Tabung Telescop 18) Nivo Tabung Telescop


93 19) Pemantul cahaya penglihatan Nivo 20) Visir Collimator 21) Lensa micrometer 22) Ring focus benang diafragma 23) Lensa okuler 24) Ring focus okuler Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara dan mekanisme penggunaan waterpass dalam pengukuran beda tinggi (levelling), dapat diakses melalui QR Code di bawah ini. Gambar 3.11 Video Pembelajaran Pengukuran Beda Tinggi (sumber: https://www.youtube.com/watch?v=nLqJA3U0utA) Nama channel : helik susilo Judul Video : Pengukuran Beda Tinggi Menggunakan Alat Waterpass Auto Level/Autoatic Level, Jalur Tertutup


94 C. Rangkuman Pekerjaan survei dan pemetaan memiliki ruang lingkup yang sangat luas, beberapa berfungsi untuk menetapkan batas-batas dari suatu tanah milik, baik bersifat perorangan maupun tanah milik atau batas suatu tanah milik negara atau pemerintahan setempat. Alat ukur sederhana, artinya alat yang digunakan memiliki desain yang tidak terlalu rumit serta penggunaannya mudah. Alat jenis sederhana ini hanya dapat untuk mengukur satu macam ukuran saja. Alat ukur sederhana meliputi meteran/rol meter, kompas, dan klinometer. Alat ukur mekanik dibagi menjadi dua macam, sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Alat-alat tersebut adalah alat ukur optik, disebut sebagai alat ukur optik karena pada alat ukur tanah ini dilengkapi dengan perlengkapan optik, sehingga diperoleh data yang lebih akurat dibandingkan alat ukur sederhana, yang pertama adalah theodolith dan waterpass. Sedang yang kedua adalah alat ukur tanah digital atau elektronik yaitu berfungsi untuk pengukur tanah yang menggunakan sistem elektronik, yaitu GPS (Global Positioning System) dan Total station. D. GLOSARIUM Alat ukur sederhana Alat ukur yang mudah, praktis, dan efisien untuk pekerjaan tertentu. Alat ukur digital Alat ukur yang menggunakan bantuan teknologi terkini untuk mempermudah pengukuran yang dilakukan. Optik Suatu alat yang bekerja dengan prinsip cahaya. Alat optik dapat membantu dan memudahkan hidup manusia dalam melihat atau mengabadikan tiap


95 momen – momen yang terjadi begitu juga dalam hal observasi serta pekerjaan. Lensa Okuler Jenis lensa yang dipakai dan dipasang pada berbagai perangkat optik seperti teleskop dan mikroskop. Nivo Tabung kaca yang diisi dengan zat cair dan kedua ujungnya tertutup. E. Kunci Jawaban Asesmen Sumatif Kegiatan Belajar 3 1. E 2. B 3. B 4. E 5. D 6. C 7. C 8. B 9. B 10. C 11. D 12. A 13. A 14. B 15. E


96 F. DAFTAR PUSTAKA Antara, Prayogi Puja. 2022. Modul Ajar Kurikulum Merdeka 2022. Sumenep Author. 2020. Keselematan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) pada Pekerjaan Ukur Tanah. Basuki, S., 2012, Ilmu Ukur Tanah (Edisi Revisi), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Calon Guru (PPPK). Modul Belajar Mandiri Geografi. Fuadhii, Ahmad Anwar, dkk. 2021. Modul Mata Pelajaran Dasar – Dasar Konstruksi Bangunan. Universitas Negeri Semarang. Diakses 22 Mei 2023. https://anyflip.com/sqviq/axlp/basic Google. Diakses 20 – 27 Mei 2023. Hanafi, Arif Noor Imam. Modul Ajar Alat Ukur Sederhana. Diakses 23 Mei 2023. https://fliphtml5.com/bzpar/xipi/basic Hosang, Merci F.,. 2018. Modul Laboratorium Ukur Tanah I. Politeknik Negeri Manado. Kusumawati, Yuli. 2021. Catatan Kuliah Ilmu Ukur Tanah. Universitas Bina Darma. Pelembang. Purwaamijaya, Iskandar Muda. 2008. Teknik Survei dan Pemetaan Jilid I. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.


97 Rohadianto, Dwi. 2016. Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Pelajaran 2015/2016. Yogyakarta. Sulangi, Charles H.L.,. 2018. Modul Laboratorium Ukur Tanah II. Politeknik Negeri Manado. Sutrisno Ais. 2020. Dasar Hukum K3 di Bidang Konstruksi. Diakses 22 Mei 2023. https://www.antonsutrisno.com/2020/04/dasar-hukum-k3-di- bidang-konstruksi.html Syaripudin, Akhmad. Pengantar Survey dan Pengukuran. Diakses 25 Mei 2023. Vebrianingtyas, Arum Fajar. 2020. Teknik Pengukuran Tanah (C2) Kelas X. Malang : PT.Kuantum Buku Sejahtera. https://app.bitly.com/Bn672tYfBtR/qrcodes/ https://www.youtube.com/watch?v=RRjTAdJ2-yo&t=20s


Click to View FlipBook Version