The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Gabungan Fase E Elemen 4 Teknologi Dasar Kefarmasian (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Liana Theresia, 2023-08-23 20:24:34

Gabungan Fase E Elemen 4 Teknologi Dasar Kefarmasian (1)

Gabungan Fase E Elemen 4 Teknologi Dasar Kefarmasian (1)

BAB I PRAKTIK LABORATORIUM YANG BAIK Gambar 1.1 Lambang Farmasi Sumber : Jati, 2022 Pertanyaan Pemantik : Perhatikan gambar 1.1. Apa saja yang kamu lihat pada gambar tersebut ? Menurut kamu, apa makna lambang farmasi tersebut ? Tujuan Pembelajaran : Setelah melakukan aktivitas pada bab ini, kamu diharapkan memahami sejarah kefarmasian, ketentuan umum Farmakope Indonesia, singkatansingkatan latin dalam resep dokter, dan macam-macam alat peracikan yang ada di laboratorium farmasi, kegunaan dan cara menggunakannya.


Peta Konsep : Kata Kunci : Kelarutan, suhu, penandaan, singkatan latin, alat peracikan dan prinsip kerja Praktik Laboratorium yang Baik Sejarah Kefarmasian Ketentuan Umum Farmakope Indonesia Kelarutan Wadah Suhu Penyimpanan Persentase Singkatan Latin Alat Peracikan di Laboratorium Prinsip Praktek Laboratorium yang Baik (GLP)


A. Sejarah Kefarmasian Gambar 1.2 Sejarah Kefarmasian Sumber : Nasrul Wathoni, 2016 Farmasi terpisah dari kedokteran sejak tahun 1240 setelah Masehi. Ilmu farmasi menjadi ilmu pengetahuan yang sesungguhnya pada abad ke XVII di Prancis. Tahun 1797 berdiri sekolah farmasi pertama di Prancis. Di Amerika sekolah farmasi pertama berdiri tahun 1821 di Philadelphia. Pertanyaan Pemantik : Tuliskan perkembangan farmasi di Indonesia menurut kamu !


B. Ketentuan Umum Farmakope Indonesia Farmakope berasal dari kata “Pharmacon” yang berarti racun/obat dan “pole” yang berarti membuat. Hal-hal umum yang perlu diketahui pada Farmakope, diantaranya : 1. Kelarutan Gambar 1.3 Cairan A Gambar 1.4 Cairan B Sumber : Abdillah, 2023 Sumber : Ayat, 2012 Pertanyaan Pemantik : Kelarutan berasal dari kata apa ? apa makna dari kata tersebut ? Aktivitas 1.1 Aktivitas Individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menuliskan ciri-ciri dari kedua sediaan cairan. Ciri-ciri Cairan A Ciri-ciri Cairan B Petunjuk pengerjaan aktivitas 1.1. Aktivitas individu Kamu perhatikan kedua gambar di atas (gambar 1.3 dan 1.4), tuliskan ciri-ciri sediaan tersebut pada tabel aktivitas di atas.


Istilah kelarutan zat yang tercantum dalam Farmakope Indonesia dinyatakan sebagai berikut : Istilah kelarutan Jumlah bagian pelarut yang diperlukan untuk melarutkan satu bagian zat. Sangat mudah larut Mudah larut Larut Agak sukar larut Sukar larut Sangat sukar larut Praktis tidak larut Kurang dari 1 1 sampai 10 10 sampai 30 30 sampai 100 100 sampai 1000 1000 sampai 10.000 lebih dari 10.000 Tabel 1.1 Istilah Kelarutan Sumber : Farmakope Indonesia Edisi III, tahun 1979 Aktivitas 1.2 Aktivitas Kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa cara melarutkan suatu zat menggunakan pelarut yang sudah ditentukan. Petunjuk aktivitas kelompok : a. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. b. Gali informasi lebih dalam mengenai kelarutan berbagai macam zat yang dapat dilihat pada Farmakope Indonesia atau sumber lainnya. c. Diskusikanlah contoh zat yang termasuk dalam istilah-istilah kelarutan di atas. Apabila hendak melarutkan 2,5 gram zat tersebut, berapa jumlah pelarut yang dibutuhkan dan rangkumlah data yang kalian peroleh pada tabel aktivitas di bawah ini. No. Istilah Kelarutan Contoh Zat Jumlah Pelarut yang Digunakan Untuk Melarutkan 2,5 gram Zat (ml) 1. Sangat mudah larut 2. Mudah larut 3. Larut


4. Agak sukar larut 5. Sukar larut 6. Sangat sukar larut 7. Praktis tidak larut d. Presentasikanlah hasil diskusi kalian per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 2. Wadah Gambar 1.5 Macam-macam Wadah Sediaan Obat Sumber : Indrak, 2023 Macam-macam wadah penyimpanan sediaan farmasi menurut Farmakope Indonesia : a. Wadah tertutup baik b. Wadah tertutup rapat c. Wadah tertutup kedap d. Wadah satuan tunggal e. Wadah dosis tunggal f. Wadah dosis satuan g. Wadah satuan ganda h. Wadah dosis ganda


Aktivitas 1.3 Aktivitas Individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menuliskan definisi macam-macam wadah penyimpanan sediaan farmasi. No. Jenis Wadah Definisi 1. Wadah tertutup baik 2. Wadah tertutup rapat 3. Wadah tertutup kedap 4. Wadah satuan tunggal 5. Wadah dosis tunggal 6. Wadah dosis satuan 7. Wadah satuan ganda 8. Wadah dosis ganda


Petunjuk pengerjaan aktivitas 1.3 Aktivitas Individu Kamu tuliskan definisi pada tabel di atas berdasarkan Farmakope Indonesia atau sumber lainnya. Aktivitas 1.4 Aktivitas Kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mencari sebanyak-banyaknya contoh sediaan farmasi yang dikemas dalam wadah-wadah tersebut. No. Jenis Wadah Contoh Sediaan Farmasi 1. Wadah tertutup baik 2. Wadah tertutup rapat 3. Wadah tertutup kedap 4. Wadah satuan tunggal 5. Wadah dosis tunggal 6. Wadah dosis satuan 7. Wadah satuan ganda 8. Wadah dosis ganda


Petunjuk aktivitas kelompok : a. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. b. Gali informasi lebih dalam mengenai wadah penyimpanan sediaan farmasi. c. Diskusikanlah contoh-contoh bentuk sediaan farmasi yang dikemas dalam wadah-wadah tersebut. d. Presentasikanlah hasil diskusi kalian per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 3. Suhu penyimpanan Penyimpanan obat tidak boleh sembarangan karena dapat mempengaruhi kestabilan dan efektivitas obat tersebut. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah suhu penyimpanan. Farmakope Indonesia memuat beberapa suhu penyimpanan sesuai dengan karakteristik obat tersebut, yaitu : a. Lemari pembeku b. Lemari pendingin c. Dingin d. Sejuk e. Suhu ruang kerja f. Suhu ruang terkendali g. Hangat h. Panas berlebih Aktivitas 1.5 Aktivitas Individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mengisi tabel aktivitas yang masih kosong di bawah ini : No. Ruang Penyimpanan Suhu Penyimpanan ( 0C) 1. Hangat 2. 8 dan 15 3. Panas berlebih 4. 2 dan 8 5. Lemari pembeku 6. 20 dan 25 7. Suhu ruang 8. Tidak lebih dari 8


4. Persen Menurut Farmakope Indonesia, persentase kadar dinyatakan sebagai berikut : a. Persen bobot per bobot (b/b) b. Persen bobot per volume (b/v) c. Persen volume per volume (v/v) Aktivitas 1.5 Aktivitas Kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menuliskan makna dari macam-macam persentase kadar menurut Farmakope Indonesia Petunjuk aktivitas kelompok : a. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. b. Gali informasi lebih dalam mengenai persentase kadar yang terdapat pada Farmakope Indonesia c.Diskusikanlah makna dari macam-macam persentase menurut Farmakope Indonesia di atas dan tuliskan pada tabel aktivitas di bawah ini ! No. Persentase Makna 1. bobot per bobot (b/b) 2. bobot per volume (b/v) 3. volume per volume (v/v) d. Untuk tabel aktivitas di bawah ini, kalian pilih satu jawaban yang tepat dan berikan alasannya.


No. Campuran Persentase (Pilih yang Tepat) Alasan Pemilihan 1. Zat padat dalam zat padat b/b, b/v, v/v 2. Zat padat dalam zat setengah padat b/b, b/v, v/v 3. Zat padat dalam zat cair b/b, b/v, v/v 4. Zat cair dalam zat cair b/b, b/v, v/v e. Presentasikanlah hasil diskusi kalian per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. C. Singkatan Latin Bahasa latin merupakan bahasa standar yang digunakan dalam resep secara umum. Berikut adalah singkatan latin yang harus diketahui oleh seorang tenaga kefarmasian : No. Singkatan Kepanjangan Arti 1. Aa Ana masing-masing 2. a.c ante coenam sebelum makan 3. a.d auris dextrae telinga kanan 4. a.l auris laevae telinga kiri 5. Ad Ad sampai 6. ad libit ad libitum sesukanya 7. ad us.ext. ad usum externum untuk pemakaian luar 8. ad us.in. ad usum internum untuk pemakaian dalam 9. ad us.prop. ad usum proprium untuk pemakaian sendiri 10. add. Adde tambahkan 11. agit. Agitatio kocok 12. alb. alba , albus putih 13. ampl. Ampulla ampul 14. aq.bidest. aqua bidestillata air suling dua kali 15. aq.bull. aqua bulliens air mendidih 16. aq.dest. aqua destillata air suling 17. aq.ferv. aqua fervida air panas


18. aur. Auris telinga 19. aurist. Auristillae obat tetes telinga 20. b.d.d. bis de die dua kali sehari 21. bol. Boli pil besar 22. c. Cum dengan 23. C., cochl. Cochlear sendok makan 24. C.th. cochlear thea sendok teh 25. caps. Capsulae Kapsul 26. cer. Cera malam, lilin 27. Cito Cito Segera 28. clysm. Clysma klisma / obat pompa 29. collut. Collutio obat cuci mulut 30. collyr. Collyrium obat cuci mata 31. conc. Concentratus Pekat 32. d.in dim da in dimidio berikan setengahnya 33. d.c. durante coenam pada waktu makan 34. d.t.d. da tales doses berikan dalam dosis demikian 35. det. Detur Diberikan 36. dext. Dexter Kanan 37. dulc. Dulcis Manis 38. dup., dupl., dx. Duplex dua kali 39. e.c. enteric coated bersalut enterik 40. elaeos. Elaeosaccharum gula berminyak 41. emet. Emeticum obat muntah 42. emuls. Emulsum Emulsi 43. enem. Enema lavemen/klisma/obat pompa 44. epith. Epithema obat kompres 45. f.l.a. fac lege artis buatlah sesuai aturan 46. garg. Gargarisma obat kumur 47. gtt. Guttae Tetes 48. gutt.aur. guttae auriculares tetes telinga 49. haust. Haustus diminum sekaligus 50. i.m. intra muskular kedalam jaringan otot 51. i.m.m. in manum medici berikan pada dokter / di tangan dokter


52. i.o.d in oculo dextro pada mata kanan 53. i.o.s. in oculo sinistro pada mata kiri 54. inj. Injectio suntikan 55. iter. Iteretur untuk diulang 56. i.v. intra vena kedalam pembuluh darah 57. l.a. lege artis menurut aturan 58. lin. Linimentum obat gosok 59. liq. Liquor cairan 60. lot. Lotio obat cuci / pembasuh 61. m.et v. mane et vespere pagi dan sore 62. m.d.s. misce da signa campurkan, berikan tanda 63. m.f. misce fac campur dan buat 64. m.f.pulv. misce fac pulveres campurkan, buat powder 65. man. Mane pagi hari 66. mixt. Mixtura campuran 67. n. Nocte malam hari 68. n.dt., ndt., ne det. ne detur tidak diberikan 69. narist. Naristillae obat tetes hidung 70. o.d. oculus dexter mata kanan 71. o.d.s. oculus dexter et sinister mata kanan dan kiri 72. o.n. omni nocte tiap malam 73. o.s. oculus sinister mata kiri 74. oculent. Oculentum salep mata 75. ol.vol. olea volatilia minyak menguap/minyak atsiri 76. os., oris Oris mulut 77. p.r.n. pro re nata bila diperlukan 78. p.c. post coenam setelah makan 79. per.in.mor. / PIM periculum in mora bahaya bila tertunda 80. pil. Pilula pil 81. p.o. per os / per oral melalui mulut 82. pot. Potio obat minum


83. pulv. Pulvis serbuk 84. pulv.adsp. pulvis adspersorius serbuk tabur 85. q.s. quantum satis / sufficit secukupnya 86. R., Rp., Rcp. Recipe ambil 87. rec.par. recenter paratus dibuat pada saat itu juga 88. s. Signa tandai / tulis 89. s.d.d. semel de die sekali sehari 90. s.n.s. si necesse sit bila diperlukan 91. s.o.s. si opus sit bila diperlukan 92. s.c. sub cutan dibawah kulit 93. sol., solut. Solutio larutan 94. t.d.d. ter de die tiga kali sehari 95. troch. Trochiscus tablet hisap 96. tuss. Tussis batuk 97. u.c. usus cognitus cara pakai diketahui 98. u.e. usus externus untuk obat luar 99. u.i. usus internus untuk obat dalam 100. u.n. usus notus cara pakai diketahui 101. u.p. usus propius / usum propium untuk dipakai sendiri 102. ungt. Unguentum salep 103. vesp. Vespere sore Aktivitas 1.6 Aktivitas Individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menuliskan jawaban pada tabel aktivitas yang masih kosong di bawah ini : No. Singkatan Kepanjangan Arti 1. u.p. 2. tiga kali sehari 3. C., cochl. 4. secukupnya 5. o.d.s 6. setelah makan 7. u.c. 8. air suling


9. PIM 10. untuk obat luar 11. i.m.m. 12. bila diperlukan 13. o.d.s. 14. pada waktu makan 15. m.f.pulv. 16. serbuk tabur 17. gutt.aur. 18. salep mata 19. collyr. 20. pagi dan sore D. Alat Peracikan di Laboratorium Gambar.1.6 Timbangan Obat Sumber : Abner D Nero, 2012 Keterangan gambar : 1. Papan landasan timbangan 2. Tombol pengatur tegak berdirinya timbangan 3. Anting penunjuk tegak berdirinya timbangan dan alas anting penunjuk tegaknya timbangan (waterpass) 4. Jarum timbangan 5. Skala 6. Tuas penyangga timbangan 7. Pisau tengah atau pisau pusat


8. Pisau tangan 9. Tangan timbangan 10. Tombol/mur pengatur keseimbangan 11. Piring timbangan Timbangan obat ada 3 jenis, yaitu : Jenis Timbangan Daya Beban dan Kepekaan Timbangan gram kasar Daya beban 250 gram sampai 1000 gram, kepekaan 200 mg Timbangan gram halus Daya beban 100 gram sampai 250 gram, kepekaan 50 mg Timbangan miligram Daya beban 10 gram sampai 50 gram, kepekaan 5 mg Tabel 1.2 Macam-macam Timbangan Obat Sumber : Farmakope Indonesia Edisi III, tahun 1979 Aktivitas 1.7 Aktivitas Kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mengetahui alat-alat yang digunakan dalam laboratorium farmasi serta kegunaan alat-alat tersebut. Petunjuk aktivitas kelompok : a. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 8 orang. b. Gali informasi lebih dalam mengenai alat-alat yang digunakan dalam laboratorium farmasi dari berbagai sumber. c. Tempelkan foto/print out alat-alat laboratorium farmasi pada tabel aktivitas di bawah ini serta tuliskan kegunaan alat-alat tersebut.


No. Nama Alat Foto/Print out Kegunaan 1. Timbangan gram halus 2. Timbangan miligram 3. Anak timbangan gram 4. Anak timbangan milligram 5. Gelas ukur 6. Gelas piala / Beaker glass


7. Erlemeyer / Kolf 8. Lumpang dan Alu / Mortir & Stamper 9. Sendok tanduk 10. Sendok porselein 11. Spatula 12. Pipet tetes 13. Batang pengaduk 14. Sudip


15. Cawan penguap 16. Gelas / kaca arloji 17. Botol timbang 18. Corong 19. Pengayak 20. Penangas air / Water bath 21. Capsul filler / Pengisi kapsul


22. Papan pil / Pillen plank 23. Panci infusa e. Presentasikanlah hasil diskusi kalian per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. E. Prinsip Praktek Laboratorium yang Baik (Good Laboratory Practice/GLP) 1. Dalam keadaan sehat fisik dan mental. 2. Mematuhi tata tertib praktikum dan berdisiplin dalam keseluruhan kegiatan praktikum. 3. Menjaga kebersihan baik ruangan maupun alat - alat selama praktikum. 4. Meneliti jumlah dan keadaan alat-alat praktikum sebelum dan sesudah praktikum selesai. 5. Dalam penimbangan, pengerjaan dan penulisan laporan harus sistematik, cermat dan teliti. 6. Jujur dalam semua tindakan , mulai dari pembuatan sampai penyerahan hasil praktikum. 7. Kreatif, misalnya sebelum memulai praktikum telah mempersiapkan komponen –komponen pelengkap seperti menyiapkan wadah, tutup botol dll. 8. Selama praktek bicara seperlunya supaya suasana tenang. 9. Tunjukkan sikap dan penampilan percaya diri , tidak bingung dan tidak ragu-ragu sehingga mampu bekerja dengan tenang. 10. Tidak ceroboh dalam menempatkan alat-alat laboratorium, sehingga menimbulkan kecelakaan kerja seperti : ketumpahan air panas atau memecahkan alat laboratorium.


11. Pada penyerahan hasil praktikum perhatikan hal-hal dibawah ini : a. Wadah b. Etiket c. Signatura d. Label Tata Tertib Laboratorium Resep Secara umum tata tertib yang diberlakukan di tiap sekolah kurang lebih sama yaitu : 1. Praktikan harus hadir paling lambat 10 menit sebelum praktikum dimulai. 2. Praktikan yang terlambat hanya boleh mengikuti praktikum atas izin pengawas praktikum. 3. Praktikan harus menggunakan seragam laboratorium (jas laboratorium) selama praktikum berlangsung. 4. Praktikan harus siap dengan peralatan dasar untuk praktikum (gunting, lem, wadah, serbet, dan lain – lain). 5. Wajib memelihara ketenangan selama praktikum berlangsung. 6. Keluar masuk ruangan harus seizin pengawas praktikum. 7. Dilarang makan atau minum atau membawa makanan atau minuman dalam laboratorium. 8. Hanya boleh menggunakan meja praktikum sesuai dengan tempat yang telah ditentukan untuk setiap praktikan. 9. Setelah selesai digunakan , semua bahan praktikum harus dikembalikan pada tempatnya semula dalam keadaan rapi dan bersih. 10. Semua bahan dan peralatan praktikum harus digunakan dan diperlakukan dengan baik dengan penuh tanggung jawab. 11. Praktikan hanya boleh meninggalkan laboratorium dengan seizin pengawas setelah semua bahan dan peralatan praktikum dibersihkan / dibereskan sebagaimana mestinya. 12. Setiap kelompok praktikan harus menyusun jadwal piket untuk memelihara kebersihan laboratorium.


Uji Kompetensi Soal Pilihan Ganda : Pilihlah jawaban yang paling tepat. Teks untuk menjawab soal nomor 1-3 Hari ini, saya dan kawan-kawan mendapatkan materi pembelajaran tentang kelarutan suatu zat. Materi tersebut mempelajari tentang macammacam jenis zat yang akan dilarutkan. Ternyata kelarutan suatu zat berbedabeda, ada yang sangat mudah larut, mudah larut, larut, agak sukar larut, sukar larut, sangat sukar larut bahkan praktis tidak larut. Kelarutan zat yang berbeda-beda tersebut juga mempengaruhi banyaknya pelarut yang dibutuhkan. Ibu Santi memberikan tugas kepada kami, jika kami hendak melarutkan beberapa macam zat berapa mililiter maksimal pelarut yang dibutuhkan ? 1. 1,5 gram Luminal yang sukar larut dalam air … a. 1,5 b. 15 c. 150 d. 1500 e. 15000 2. 0,5 gram Chlorpheniramini Maleas yang mudah larut dalam air … a. 0,5 b. 5 c. 15 d. 50 e. 500 3. 6 gram Calcium Hydroksida yang agak sukar larut dalam air … a. 6000 b. 1800 c. 600 d. 180 e. 60


Teks untuk menjawab soal nomor 4 dan 5 Perusahaan farmasi “Pharma Jaya” memproduksi berbagai sediaan farmasi, seperti tablet, kapsul, pil, sirup, suppositoria serta sediaan injeksi. Hasil produksi dimasukkan ke dalam wadah yang sesuai. Wadah yang digunakan harus memenuhi persyaratan sesuai tercantum pada Farmakope. 4. Sediaan injeksi berisi obat serbuk dapat disimpan pada wadah di bawah ini … a. b. c. d. e. 5. Menurut Farmakope Indonesia, wadah di atas (no. 4 ) termasuk dalam … a. Wadah dosis ganda b. Wadah satuan ganda c. Wadah tertutup rapat d. Wadah dosis tunggal


e. Wadah satuan tunggal 6. Seorang ATK (Asisten Tenaga Kefarmasian) sebuah rumah sakit swasta di Jawa Barat mendapatkan tugas di gudang farmasi. Suatu hari ATK tersebut menerima sediaan suppositoria dari bagian pembelian untuk disimpan di tempat yang sudah ditentukan. Penyimpanan yang baik untuk sediaan farmasi selain berdasarkan bentuk sediaan, golongan obat, alfabetis juga harus memperhatikan suhu tempat penyimpanan. Pada suhu bagaimanakah sediaan suppositoria tersebut sebaiknya disimpan agar tidak terjadi kerusakan pada saat penyimpanan? a. 20 – 250 C b. 15 – 300 C c. 8 – 150 C d. 2 – 8 0 C e. (-20) – (-10)0 C Teks untuk menjawab soal nomor 7 dan 8 Seorang pasien datang ke apotek dengan membawa selembar resep. Pasien tersebut menuju ruang penerimaan resep dan segera menyerahkan resep tersebut kepada petugas di ruang itu. Setelah diberikan informasi biaya resep, pasien menuju bagian kasir untuk membayar biaya obat tersebut. Resep tersebut dibawa masuk oleh petugas lain untuk disiapkan obatnya dan dituliskan cara pemakaiannya. Pada resep tersebut tercantum kata “iter” dan penandaan pada resep tersebut berupa singkatan latin “u.c”. 7. Kata “iter” pada resep tersebut berarti : a. Untuk diulang b. Menurut aturan c. Diminum sekaligus d. Bahaya bila tertunda e. Berikan setengahnya 8. Singkatan latin “u.c” mempunyai arti : a. Bila diperlukan b. Untuk obat luar c. Cara pakai diketahui d. Buatlah sesuai aturan e. Untuk pemakaian sendiri


Teks untuk menjawab soal nomor 9 dan 10 Siswa siswi SMK kompetensi keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas sedang melaksanakan kegiatan praktikum pembuatan sediaan unguenta. Setelah menyiapkan alat yang akan digunakan, mereka membuat jurnal kerja, lalu melakukan penimbangan bahan obat yang dibutuhkan. 9. Saat penimbangan terdapat bahan obat setengah padat yang akan ditimbang. Alat yang digunakan untuk mengambil bahan obat setengah padat tersebut menggunakan … a. b. c. d.


e. 10. Bahan obat setengah padat yang ditimbang mempunyai bobot 13,5 gram. Timbangan yang umumnya mereka gunakan adalah … a. b. c.


d. e. SOAL URAIAN : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar. 1. Tuliskan istilah-istilah kelarutan zat yang terdapat pada Farmakope Indonesia. 2. Tuliskan makna dari istilah-istilah kelarutan zat yang sudah kamu tulis pada soal nomor 1. 3. Bermacam-macam wadah penyimpanan yang dapat digunakan untuk menyimpan sediaan obat dan semua wadah tersebut harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh Farmakope. Tuliskan wadah apa saja yang dapat digunakan untuk menyimpan sediaan obat dan memungkinkan digunakan isinya berulang-ulang. 4. Tuliskan pula arti dari wadah yang digunakan tersebut pada nomor 3. 5. Tuliskan kepanjangan dan arti dari singkatan latin di bawah ini : a. ad us.ext. b. aq.dest. c. d.t.d. d. t.d.d. e. u.p.


PENGAYAAN Pada dasarnya praktik laboratorium yang baik merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat luas. Kamu dapat pelajari, pahami dan praktikkan dengan baik. Di awal kamu mempelajarinya, mungkin kamu akan merasa kesulitan, tetapi seiring berjalannya waktu kamu akan semakin dapat beradaptasi. Untuk memperkuat pengetahuanmu, kamu dapat memindai barcode atau klik tautan berikut ini : https://www.bing.com/search?q=sejarah+farmasi&cvid=4e284acf81aa42f4a 824b854e7496009&aqs=edge.0.0l6j69i60l3.4461j0j4&FORM=ANAB01&PC= U531 REFLEKSI Kamu telah menyelesaikan pembelajaran Bab I ini dengan baik. Pembelajaran mengenai praktik laboratorium yang baik merupakan langkah awal pembelajaran yang akan membantu kamu dalam memahami tentang dunia farmasi. Dimulai dari sejarah kefarmasian di dunia maupun di Indonesia, ketentuan umum Farmakope Indonesia, singkatan latin dan artinya, alat-alat peracikan sediaan farmasi. Semua ini akan membuat kamu semakin memahami bagaimana bidang farmasi. Setelah kamu mempelajari keseluruhan materi ini : a Apakah ada yang tidak menyenangkan dalam pembelajaran bab ini? b. Adakah sesuatu yang belum dipahami dalam pembelajaran bab ini? c. Apakah ada yang menghambat pembelajaran bab ini? d. Perubahan apa yang kamu rasakan setelah mempelajari bab ini? e. Apa yang kamu ketahui tentang teman-teman kamu? Samakah Kamu dengan teman-teman? f. Ayo kita hormati teman, walau kita berbeda


BAB II PRAKTIK DASAR PEMILIHAN OBAT Gambar 2.1. praktik dasar pemilihan obat Sumber : lifestyle.sindonews.com,tirto.id 2022, Alodokter, 2022, Pertanyaan pemantik : Mengapa obat yang diminum oleh anak-anak dan orang dewasa berbeda bentuk dan takarannya? Tujuan pembelajaran : Setelah melakukan aktivitas pada bab ini, kamu diharapkan mampu memahami dosis sediaan obat, kemudian diharapkan kamu mampu menghitung dosis sediaan obat, dan mampu mamilih kriteria sediaan obat berdasarkan takaran obat dalam tubuh secara baik.


Peta konsep / Materi Kata kunci : dosis maksimum, berdasarkan takaran, berdasarkan umur, dosis lazim, rumus DILING, rumus FRIED rumus YOUNG, dosis maksimum gabungan, dosis untuk larutan Kita semua tahu bahwa takaran obat yang diminum oleh setiap individu mempunyai takaran yang berbeda beda berdasarkan usia dan berat badan pasien. Seorang farmasis dituntut untuk dapat mengidentifikasi dosis pemakaian yang tepat untuk pasien berdasarkan resep dokter, sebelum meracik obat seorang farmasis harus menghitung dosis yang diberikan kepada pasien agar tepat dosis dan tujuan terapi tercapai. Bagaimana caranya menghitung dosis obat? Bagaimana farmasis menentukan bahhwa obat yang diberikan sudah tepat dosis? Pendahuluan Praktik Dasar pemilihan obat (berdasarkan dosis obat) Berdasarkan takaran Dosis terapi Dosis pemeliharaan Macam macam dosis Dosis lazim Dosis maksimal Dosis awal L.D 100 L.D 50 Dosisi toxic Dosis maksimum gabungan Berdasarkan umur dan berat badan Dosis untuk larutan Rumus YOUNG Rumus DILLING Rumus FRIED Rumus Termic h Rumus CLARK Perhitungan pengambilan bahan


Bayi dan anak tergolong dalam individu yang sangat beresiko terhadap obat karena sistem dalam tubuhnya yang belum sempurna untuk merespon obat Pada pasien bayi dan anak, dokter sering melakukan penyesuaian dosis dan meresepkan obat racikan. Oleh karena itu, informasi dosis dalam peresepan obat sangatlah penting dalam pengobatan. berbeda dengan orang dewasa yang tubuhnya lebih sudah merespon obat. Di Indonesia bentuk obat racikan biasanya dibuat dalam bentuk puyer yang diresepkan oleh dokter dengan tujuan untuk menyesuaikan dosis dengan usia dan berat badan pasien bayi dan anak . Pemilihan obat yang tidak tepat merupakan masalah yang cukup serius dalam pelayanan kesehatan dan dapat menimbulkan masalah seperti overdosis atau under dose yang menyebabakan tujuan pengobatan tidak tercapai . Pengertian obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Dalam menggunakan obat harus sesuai dosis literatur yang telah ditetapkan apabila salah dalam menggunakan dosis obat akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan. Seperti menggunakan obat dalam dosis berlebih akan menyebabkan obat akan menjadi racun pada tubuh, dan apabila kurang dari dosis yang telah ditetapkan maka obat tidak akan menimbulkan efek terapi. Oleh karena itu penggunaan obat harus tepat sesuai dosis yang telah ditetapkan. (UU RI No. 36 tahun 2009) A. Pengertian dosis Dosis atau jumlah takaran obat adalah banyaknya suatu obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita, baik untuk obat dalam ataupun obat luar. Kecuali dinyatakan lain, dosis adalah dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutan, dan rektal. Selain itu dikenal juga dengan istilah dosis lazim. Dalam Farmakope


Indonesia edisi III tercantum dosis lazim untuk dewasa dan bayi atau anak yang merupakan takaran petunjuk yang tidak mengikat. B. Macam macam dosis Berdasarkan takaran penggunaanya dosis dibagi menjadi berbagai macam dosis penggunaan. Untuk mempelajari apa saja macam macam dosis tersebut carilah informasi di buku atau internet mengenai macam mcam dosis berdasarkan takaran. Kemudian diskusikan hasil yang kamu dapat dengan teman dan bapak/ibu guru. Aktivitas 2.1. aktivitas individu Ditinjau dari takaran yang dipakai, dosis dapat dibagi menjadi beberapa macam, untuk mengetahui itu coba galilah informasi mengenai macam macam dosis dan lengkapi bagan berikut : ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ............................. Dosis terapi Dosis (takaran ) terbesar yang dapat diberikan kepada orang dewasa untuk pemakaian sekali dan sehari tanpa membahayakan. .................... .. Dosis toxic ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ............................. LD 50 ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ............................. ................. Adalah dosis ( takaran ) yang menyebabkan kematian pada 1005 hewan percobaan Dosis yang harus diberikan selanjutnya setelah tercapai kejenuhan untuk memelihara kerja serta konsentrasi jaringan yang sudah berusia lanjut, maka diberikan dosis yang lebih kecil dari dosis dewasa .................... ..


C. Dosis berdasarkan umur dan berat badan Pemberian obat untuk setiap individu tentunya berbeda, dosis yang diberikan hendaknya dihitung sedemikian rupa agar tujuan terapi dapat tercapai untuk menentikan dosis pada setiap individu harus memperhatikan faktor2 tertentu seperti: umur, berat badan, jenis kelamin sifat penyakit, sensitifitas pasien terhadap obat, dan kondisi tubuh pasien. Menentukan dosis maksimal untuk pasien dapat dilakukan dengan menggunakan berat badan pasien Menghitung dosis berdasarkan berat badan dapat dilakukan dengan rumus berikut ini : Rumus CLARK (Amerika) : ( ) 150 Rumus Thermich ( Jerman ) : () 70 Secara umum dosis obat ditentukan berdasarkan umur pasien umur pasien tersebutt dikelompokkan berdasarkan usia yaitu usia bayi 0-12 bulan, usia anak 1-8 tahun, usia 8-20 tahun, dan dosis dewasa. Hal tersebut dikarenakan respon tubuh bayi, anak dan orang dewasa berbeda dalam hal menerima dan memproses obat di dalam tubuh. Untuk itu carilah rumus perhitungan dosis maksimal berdasarkan umur pasien Aktivitas 2.2. aktivitas inividu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisis rumus perhitungan dosis berdasarkan usia pasien Dosis inisiasi / Dosis awal ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... .............................


No Nama Rumus Rumus Penggunaan untuk usia 1 YOUNG 2 DILLING 3 FRIED Setelah mengetahui rumus perhitungan dosis berdasarkan umur pasien lanjutkan mengerjakan aktivitas 2.3 berikut untuk berlatih menghitung dosis dalam resep Aktivitas 2.3. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap gotong royng, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan melakukan perhitungan dosis berdasarkan resep dokter Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi 5 kelompok. Masing masing kelompok mengerjakan satu resep. 2. Carilah literatur mengenai dosis maksimum obat di Farmakope Indonesia. 3. Diskusikanlah pemilihan obat yang berDM, rumus DM yang dipakai menurut umur pasien, hitumg DM sesuai umur pasien yang ada dalam resep. Hal yang perlu diperhatikan dalam menghtung dosis sesuai resep dokter adatah tanda dtd apabila terdapat dtd maka dosis pemakaian satu kali pakai adalah jumlah yang terdapat dalam resep apabila tidak terdapat dtd maka jumlah yang tertera di resep dibagi dengan numero. Untuk dosis pakai satu hari adalah dosis pemakaian sekali dikali dengan signa.Rangkumlah hasil diskusi kalian dalam tabel dibawah ini.


Resep 1 Resep 2 No Nama obat berDM Dosis Maksimal Dosis Pemakaian Persentase Kesimpulan (over dosis/ tidak) DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 SIP No. 2000 IDI No. 15/20022 R / Coffein 20 mg Vit B1 20 mg SL qs M f pulv dtd no XX S t dd p 1 pc Pro : Tn Bima Umur : 30 th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / Luminal 10 mg Vit B6 5 mg SL qs M f pulv dtd no XX S 2 dd p 1 Pro : an. arjuna Umur : 10 bulan


Resep 3 Resep 4 Resep 5 Resep 5 DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 SIP No. 2000 IDI No. 15/20022 R / acetosal 80 mg SL qs M f pulv dtd no XX S t dd p 1 pc Pro : an nakula Umur : 5 th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/20022 R / papaverin 100 mg Vit B1 20 mg SL qs M f pulv dtd no XX S t dd p 1 pc Pro : sdr yudhistira Umur : 16 th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/20022 R / codein 10 mg Vit C 50 mg SL qs M f pulv dtd no XX S t dd p 1 pc Pro : an nakula Umur : 8 th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/20022 R / coffein 100 mg aminophyllin 100 mg SL qs M f pulv dtd no XX S t dd p 1 pc Pro : an krisna Umur : 10 th


4. Dosis maksimum gabungan Bila dalam resep terdapat lebih dari satu macam obat yang mempunyai kerja bersamaan/searah, maka harus dibuat dosis maksimum gabungan. Dosis maksimum gabungan dinyatakan tidak lampau bila : pemakaian 1 kali zat A + pemakaian 1 kali zat B, hasilnya kurang dari 100 %, demikian pula pemakaian 1 harinya. Contoh obat yang memiliki DM gabungan : Atropin Sulfas dengan Extractum Belladonnae, Pulvis Opii dengan Pulvis Doveri, Coffein dengan Aminophyllin, Arsen Trioxyda dengan Natrii Arsenas dan lainlain. Aktivitas 2.5. aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisis dan menghitung dosis gabungan dari resep dibawah ini: Kemudian tuliskan hasil perhitunganmu pada tabel Tabel hasil perhitungan No Nama obat berDM Dosis Maksimal Dosis Pemakaian Persentase Kesimpulan (over dosis/ tidak)


5. Perhitungan dosis sediaan larutan Sediaan larutan khususnya sediaan cair untuk diminum perlu dihitung dosisnya, yang harus diperhatikan dalam menghitung dosis obat larutan adalah jumlah sirup yang terkandung di dalam obat apabila jumlah sirup lebih dari 16.67% maka BJ larutan akan berubah dari 1 menjadi 1,3 . Sehingga berat larutan tidak akan sama dengan voume larutan. cara menghitung persentase sirup adalah : 100% Selain volume sirup volume takaran sendok yang dipakai juga perlu diperhatikan. Langkah langkah menghitumg dosis sediaan larutan 1) Menghitung dosis maksimal 2) Menghitung dosis pemakaian dengan rumus 3) Menghitung prosentase dan memberi kesimpulan ( over dosis / tidak) Aktivitas 2.6 Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mengidentifikasi jenis sendok dan volume sendok takar obat Petunjuk aktivitas Lengkapi tabel dibawah ini dengan mencari volume dan bahasa latin sendok yang sering digunakan untuk takaran obat Sendok makan Volume : ..................... Ss Singkatan bagasa latin :............. Bahasa latin :...............


Sendok Bubur Volume : ..................... Singkatan bahas latin:......................... Aktivitas 2.7. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap gotong royng, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan melakukan perhitungan dosis berdasarkan resep dokter Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi 4 kelompok. Masing masing kelompok mengerjakan satu resep. 2. Carilah literatur mengenai dosis maksimum obat di Farmakope Indonesia. 3. Diskusikanlah pemilihan obat yang berDM, rumus DM yang dipakai menurut umur pasien, hitumg DM sesuai umur pasien yang ada dalam resep.hal yng perlu diperhatikan dalam mengerjakan resep ini apabila terdapat resep yang ver dosis maka buatlah kesimulan (dikendaki / penurunan dosis. Rangkumlah hasil diskusi kalian dan tuangkan dalam flow chart dibawah ini: Sendok Teh Volume : ..................... Singkatan bahas latin:......................... Bahasa latin :...............


Perhitungan dosis maksimal Nama bahan = ..................... DM Sesuai literatur =.................................. Perhitungan DM 1XP = ....................... Perhitungan DM I hari =........................... Perhitungan persentase Perhitungan persentase 1XP = ....................... Perhitungan persentase I hari =........................... Kesimpulan = ober dosis / tidak over dosis


Contoh soal resep sediaan larutan Resep 1 Resep 2 Resep 3 Resep 4 DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / Luminal 60 mg Vit B6 5 mg Aqua ad 100 ml M f potio S prn cth 1 (max 3 dd1) Pro : an. arjuna Umur : 5Th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / coffein 650 mg As. citrat 650 mg SL qs M f potio S 2 dd C 1 Pro :. Bima Umur : 38 th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / GG 1,5 CTM 40 mg Aqua ad 100 M f potio S 3 dd cth II Pro : Janaka Umur : 18 th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / Papaverin HCL 900 mg paracetamol 2,5 aua ad 60 M f potio S 2 dd C 1 Pro : an. arjuna Umur : 10 bulan


6. Perhitungan pengambilan bahan Dalam meracik obat sesuai resep dokter selain dosis,, penimbangan bahan juga harus diperhatikan sebagai seoorang farmasis harus mampu membaca perintah pengambilan bahan di dalam resep, hal hal yang perlu diperhatikan antaara lain: a. Satuan yang digunakan contoh : gram, miligram, mililiter (apabila tidak dituliskan lain maka satuan yang digunakan adalah satuan gram) untuk satuan gram dan miligram hendaknya bahan tersebut ditimbang diatas timbangan. Untuk satuan mililiter hendaknya bahan tersebut diukur menggunakan gelas ukur, atau bila jumlahnya sedikit (kurang dari 1 ml ) maka diganti dengan tetesan. Lihat kesetaraan penetesan di Farmakope ed III b. Ada tidaknya dtd. Apabila terdapat tanda dtd dalam resep maka perhitungan dosis sekali pakainya melihat jumlah bahan di dalam resep. Apabila tidak terdapat dtd maka jumlah bahan dalam resep dibagi dengan jumlah numero. Aktivitas 2.8. aktivitas mandiri Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisis dengan mengidentifikasi perbedaan antara dua resep dibawah ini kemudian tuliskan hasil analisa dalam bentuk tabel


Resep 1 Resep 2 Tabel identifikasi tanda dtd Perhitungan pengambilan bahan Resep 1 Resep 2 DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / paracetamol 1,5 luminal 90 mg Lactosa qs M f pulv no x S 3 dd p 1 Pro : Janaka Umur : 6 th DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / paracetamol 125 mg luminal 90 mg Aqua ad 100 M f pulv dtd no X S 3 dd cth II Pro : Bima Umur : 5 th


UJI KOMPETENSI Soal uraian 1. Seorang pasien datang ke apotek dengan membawa resep dokter seperti resep diatas, untuk anaknya yang sedang sakit batuk dan demam sebagai seorang farmasis yang bertugas di apotek kamu harus melayani resep tersebut. Hitung pengambilan bahan dan dosis maksimum dari resep tersebut ! DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / codein 10 mg CTM 2 mg Paracetamol 250 mg M f pulv dtd no XV S 3 dd p 1 Pro : putri Umur : 12 th


2. Sebagai seorang farmasis yang bekerja di rumah sakit kamu mendapatkan resep dari dokter spesialis anak untuk meracik sediaan sirup sebelum meracik kamu harus menghitung dosis maksimalnya agar kamu dapat mengetahui apakah resep yang diterima oleh anak tersebut over dosis atau tidak. Hitunglah dosis maksimal dari resep dibawah ini : DOKTER HUTAMA HUSADA Alamat Praktek : Jam Praktek : Jl. Sumatera No. 18280713 08.00 – 12.00 WIB SIP No. 2000 IDI No. 15/2002 R / succus liquiritae 100 mg Ammonium chloride 50 mg Paracetamol 120 mg Aqua ad 60 ml M f potio S 3 dd cth I Pro : Bima Umur : 8 th


PENGAYAAN Pemilihan obat berdasarkan dosis merupakan pengetahuan dasar yang penting sebagai seoorang farmasis. Kamu dapat mempelajari dan memahaminya dengan baik. Untuk memperkuat pengetahuanmu, kamu dapat memindai barcode atau klik tautan berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=epIt8egSIMY REFLEKSI Kamu telah menyelesaikan pembelajaran Bab II ini dengan baik. Pembelajaran mengenai pemilihan obat berdasarkan dosis merupakan pembelajaran yang akan membantu kamu lebih memahami tentang dunia farmasi. Hal ini akan membuat kamu semakin memahami betapa luasnya bidang farmasi terutama yang ada di sekitar kita, yang bisa kamu amati dalam kehidupan sehari-hari. Setelah kamu mempelajari keseluruhan materi ini : a Pengalaman apa yang paling berkesan dalam pembelajaran bab ini? b. Adakah sesuatu yang belum dipahami dalam pembelajaran bab ini? c. Apakah ada yang menghambat pembelajaran bab ini? d. Perubahan apa yang kamu rasakan setelah mempelajari bab ini? e. Apa yang kamu ketahui tentang teman-teman kamu? Samakah dengan teman-teman? f. Ayo kita hormati teman, walau kita berbeda


BAB III KLASIFIKASI OBAT Gambar 3.1 Macam-macam Sediaan Obat Sumber : Emir Chairullah, 2020 Pertanyaan Pemantik : Perhatikan gambar 3.1. Sampaikan apa saja yang kalian pikirkan setelah memperhatikan gambar tersebut ? Tujuan Pembelajaran : Setelah melakukan aktivitas pada bab ini, kamu diharapkan memahami definisi obat, penggolongan obat dan sumber obat. Peta Konsep : Klasifikasi Obat Penggolongan Obat Sumber Obat


Kata Kunci : Obat, definisi, penggolongan dan sumber A. Definisi Obat Secara Umum Gambar 3.2 Obat Berasal dari Alam Gambar 3.3 Obat Sintetis Sumber : Ali Mustika Sari, 2017 Sumber : Den Bagoes blog spot, 2012 Obat merupakan bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan Kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Obat-obatan, dalam bentuk tumbuhan, hewan dan mineral, telah ada jauh lebih lama dari manusia. Penyakit pada manusia dan nalurinya untuk mempertahankan hidup setelah bertahun-tahun membawa kepada penemuan-penemuan. Penggunaan obat-obatan, walaupun dalam bentuk yang sederhana tidak diragukan lagi , sudah berlangsung sejak jauh sebelum adanya sejarah yang ditulis, karena naluri orang-orang primitif untuk menghilangkan rasa sakit pada luka dengan merendamnya dalam air dingin atau menempelkan daun segar pada luka tersebut atau menutupinya dengan lumpur, hanya berdasarkan pada kepercayaan. Orang-orang primitif belajar dari pengalaman dan mendapatkan cara pengobatan yang satu lebih efektif dari yang lain, dari dasar permulaan ini pekerjaan terapi dengan obat dimulai.


Aktivitas 3.1 Aktivitas Individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menuliskan cerita pengalaman pribadi siswa yang berhubungan dengan obat. Petunjuk pengerjaan aktivitas 3.1. Aktivitas individu Kamu tuliskan cerita pengalaman kamu yang berhubungan dengan obatobatan pada kolom aktivitas di atas. B. Penggolongan Obat Gambar 3.4 Pemakaian Obat Dalam Gambar 3.5 Pemakaian Obat Luar Sumber : Muhammad Sukardi, 2017 Sumber : Nenti Resna, 2022 Penggolongan obat terbagi dalam beberapa bagian, yaitu : 1. Menurut kegunaannya Berdasarkan kegunaannya, terbagi menjadi tiga bagian, yaitu : a. Untuk menyembuhkan (therapeutic) b. Untuk mencegah (prophylactic) c. Untuk diagnose (diagnostic)


2. Menurut cara penggunaan obat Berdasarkan cara penggunaannya, terbagi menjadi dua bagian, yaitu : a. Untuk pemakaian dalam (Medicamentum ad usum internum) b. Untuk pemakaian luar (Medicamentum ad usum externum) 3. Menurut cara kerjanya Berdasarkan cara kerjanya, terbagi menjadi dua bagian, yaitu : a. Bekerja lokal b. Bekerja sistemik 4. Menurut undang-undang kesehatan (dibahas pada materi pelajaran Undang-undang Kesehatan) Aktivitas 3.2 Aktivitas Kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mencari arti dari penggolongan obat berdasarkan kegunaan, penggunaan dan cara kerja obat serta menuliskan sebanyakbanyaknya contoh sediaan obat tersebut. No. Penggolongan Obat Arti Contoh Sediaan 1. Untuk menyembuhkan (therapeutic) 2. Untuk mencegah (prophylactic) 3. Untuk diagnosa (diagnostic) 4. Untuk pemakaian dalam (Medicamentum ad usum internum)


Click to View FlipBook Version