5. Untuk pemakaian luar (Medicamentum ad usum externum) 6 Bekerja lokal 7. Bekerja sistemik Petunjuk aktivitas kelompok : a. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. b. Gali informasi lebih dalam mengenai penggolongan obat. c. Diskusikanlah arti dari penggolongan obat berdasarkan kegunaan, penggunaan dan cara kerja obat serta menuliskan sebanyak-banyaknya contoh sediaan obat tersebut. d. Presentasikanlah hasil diskusi kalian per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. Aktivitas 3.3 Aktivitas Individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mencari pasangan yang paling tepat (menjodohkan) penggolongan obat berdasarkan kegunaan, cara penggunaan dan cara kerja obat. Prophylactic Bekerja sistemik Bekerja lokal Medicamentum ad usum internum Etiket putih Salep, Cream Vitamin Etiket biru Tablet, Kapsul
Petunjuk pengerjaan aktivitas 3.2. Aktivitas Individu Kamu tarik garis pada kata yang terdapat di sisi kiri ke sisi kanan dengan pilihan yang paling tepat. C. Sumber Obat Gambar 3.6 Sumber Obat dari Gambar 3.7 Sumber Obat dari Tumbuhan Hewan Sumber : gMedFarms, 2020 Sumber : Maulida Yulia Ra hmi, 2014 Gambar 3.8 Sumber Obat dari Mineral Gambar 3.9 Sumber Obat Sintetis Sumber : Valentina Ruiz Leotaud, 2017 Sumber : Ardhy Dinata Sitepu, 2015
Gambar 3.10 : Sumber Obat dari Mikroorganisme Sumber : Dyah Ayu Widyastuti, 2019 Obat yang digunakan dalam pembuatan sediaan farmasi berasal dari berbagai sumber, antara lain : 1. Tumbuhan (flora, nabati) 2. Hewan (fauna, hayati) 3. Mineral (pertambangan) 4. Sintetis (tiruan/buatan) 5. Mikroorganisme (mikroba) Aktivitas 3.4 Aktivitas Kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan berdiskusi dan mencari sebanyak-banyaknya contoh sediaan obat yang berasal dari berbagai sumber tersebut. No. Sumber Contoh Gambar/Foto 1. Tumbuhan (flora, nabati) 2. Hewan (fauna, hayati)
3. Mineral (pertambangan) 4. Sintetis (tiruan/buatan) 5. Mikroorganisme (mikroba) Petunjuk aktivitas kelompok : a. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. b. Gali informasi lebih dalam mengenai sumber-sumber obat. c. Diskusikanlah sumber-sumber obat dengan menuliskan sebanyakbanyaknya contoh sediaan obat tersebut beserta gambar/foto. d. Presentasikanlah hasil diskusi kalian per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya.
Uji Kompetensi Soal Pilihan Ganda : Pilihlah jawaban yang paling tepat. Teks untuk menjawab soal nomor 1 dan 2 Seorang pasien yang sedang menunggu obatnya yang sedang diracik oleh tenaga teknis kefarmasian, bertanya kepada kasir tentang vitamin apa yang bagus untuk anaknya yang berusia 8 tahun, karena anaknya ini mudah sekali terserang flu, batuk dan pilek. Kasir lalu merekomendasikan sediaan sirup mengandung vitamin C, karena vitamin C baik untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit seperti yang sering diderita oleh anak dari pasien tersebut. 1. Dari bacaan di atas, usaha yang dilakukan oleh pasien tersebut untuk anaknya disebut … a. local b. sistemic c. diagnostic d. therapeutic e. prophylactic 2. Apabila anak dari pasien tersebut sudah mengalami flu, batuk dan pilek, maka usaha dari pasien tersebut disebut … a. local b. sistemic c. diagnostic d. therapeutic e. prophylactic Teks bacaan untuk menjawab soal nomor 3 dan 4 Obat yang ditunggu oleh pasien pada bacaan pertama di atas sudah selesai dibuat oleh tenaga teknis kefarmasian dan siap untuk diserahkan kepada pasien tersebut setelah dilakukan pemeriksaan ulang oleh apoteker. Saat menyerahkan obat kepada pasien, tenaga teknis kefarmasianpun memberikan informasi tentang cara pemakaian obat tersebut. Obat yang diberikan berupa racikan sediaan salep dan kapsul. Untuk sediaan salep, informasi yang diberikan adalah dioleskan tipis-tipis setelah selesai mandi pagi dan sore, sedangkan untuk sediaan kapsul diminum tiga kali sehari satu kapsul sesudah makan.
3. Sediaan salep yang diberikan menggunakan etiket berwarna biru. Hal ini disebabkan karena sediaan salep merupakan obat yang digunakan untuk … a. Pemakaian dalam b. Pemakaian luar c. Mendiagnosa d. Mencegah e. Mengobati 4. Sediaan kapsul yang diberikan menggunakan etiket berwarna putih. Hal ini disebabkan karena sediaan kapsul merupakan obat yang digunakan untuk … a. Pemakaian dalam b. Pemakaian luar c. Mendiagnosa d. Mencegah e. Mengobati 5. Macam-macam contoh obat-obatan di bawah ini : 1. Betadine® gargle 2. Enervon® C sirup 3. Mylanta® tablet 4. Garamycin® cream 5. Cendo Xitrol® eye drop Dari data di atas, dalam penyerahan kepada pasien menggunakan etiket berwarna putih adalah ... a.1, 2 b. 2, 3 c. 1, 2, 3 d. 1, 4, 5 e.2, 4, 5 6. Dari data pada nomer 7, dalam penyerahan kepada pasien menggunakan etiket berwarna biru adalah ... a. 1, 2 b. 2, 3 c. 1, 2, 3 d. 1, 4, 5 e. 2, 4, 5
7. Antibiotik Penicillium merupakan contoh sediaan farmasi yang berasal dari … a. Hewan (fauna, hayati) b. Sintetis (tiruan/buatan) c. Mineral (pertambangan) d. Tumbuhan (flora, nabati) e. Mikroorganisme (mikroba) 8. Scott’s emulsion® merupakan nama dagang sediaan farmasi yang berasal dari … a. Hewan (fauna, hayati) b. Sintetis (tiruan/buatan) c. Mineral (pertambangan) d. Tumbuhan (flora, nabati) e. Mikroorganisme (mikroba) 9. Ingatkah kalian tentang slogan pada iklan televisi “Orang Pintar Minum Tolak Angin” ? Tolak angin® cair merupakan salah satu contoh sediaan farmasi yang berasal dari … a. Hewan (fauna, hayati) b. Sintetis (tiruan/buatan) c. Tumbuhan (flora, nabati) d. Mineral (pertambangan) e. Mikroorganisme (mikroba) 10. Bahan obat di bawah ini yang merupakan salah satu contoh bahan berasal dari hewan untuk pembuatan sediaan salep adalah … a. Emulgide b. Adeps lanae c. Vaselin album d. Vaselin flavum e. Paraffin solidum
SOAL URAIAN : Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar. 1. Tuliskan penjelasan penggolongan obat menurut kegunaannya. 2. Tuliskan penjelasan penggolongan obat menurut cara penggunaannya. 3. Tuliskan penjelasan penggolongan obat menurut cara kerjanya. 4. Tuliskan contoh zat aktif yang digunakan dalam pembuatan sediaan farmasi dan berasal dari mineral. 5. Tuliskan contoh bahan obat yang digunakan dalam pembuatan sediaan farmasi dan berasal dari tumbuhan.
PENGAYAAN Klasifikasi obat merupakan pengetahuan yang sangat luas dan bersifat umum. Kamu dapat mempelajari dan memahaminya dengan baik. Untuk memperkuat pengetahuanmu, kamu dapat memindai barcode atau klik tautan berikut ini : https://dianns11.blogspot.com/2012/11/penggolongan-obat-menurutsumbernya.html REFLEKSI Kamu telah menyelesaikan pembelajaran Bab III ini dengan baik. Pembelajaran mengenai klasifikasi obat merupakan pembelajaran yang akan membantu kamu lebih memahami tentang dunia farmasi. Dimulai dari definisi obat secara umum, penggolongan obat sampai kepada sumbersumber obat. Hal ini akan membuat kamu semakin memahami betapa luasnya bidang farmasi terutama yang ada di sekitar kita, yang bisa kamu amati dalam kehidupan sehari-hari. Setelah kamu mempelajari keseluruhan materi ini : a Apakah ada yang tidak menyenangkan dalam pembelajaran bab ini? b. Adakah sesuatu yang belum dipahami dalam pembelajaran bab ini? c. Apakah ada yang menghambat pembelajaran bab ini? d. Perubahan apa yang kamu rasakan setelah mempelajari bab ini? e. Apa yang kamu ketahui tentang teman-teman kamu? Samakah K dengan teman-teman? f. Ayo kita hormati teman, walau kita berbe
BAB IV JENIS-JENIS BENTUK SEDIAAN OBAT Gambar 4.1. Jenis-jenis bentuk sediaan obat Sumber : Administrator syaf unica Indonesia, 2022, Gazali Solahuddin, 2022, Fidhia Kemala, 2022, Yirdoc Infro, 2022, Alodokter, 2023, Efran Syah, 2023 Pertanyaan pemantik : Bagaimana kamu membedakan bentuk sediaan obat tersebut? Tujuan Pembelajaran : Setelah melakukan aktivitas pada bab ini, kamu diharapkan mampu memahami jenis dan definisi setiap bentuk sediaan obat, selain itu juga kamu diharapkan mampu mengidentifikasi bentuk sediaan obat yang ada di pasaran
dan mampu memilih kriteria bentuk sediaan obat yang dapat diubah menjadi sediaan obat racikan. Peta konsep/Materi : Jenis-jenis Bentuk Sediaan Obat Sediaan Padat Sediaan Semi Padat Sediaan Cair Sediaan Bentuk Khusus Kapsul Tablet Kaplet Pil Troches Serbuk Salep Krim Pasta Cerata Gel Larutan/Solutiones Suspensi Emulsi Implan Aerosol Supositoria
Kata Kunci : Bentuk sediaan obat, Sediaan Padat, Sediaan Semi Padat, Sediaan Cair, Sediaan Bentuk Khusus Seringkali kamu melihat bentuk sediaan obat yang dikonsumsi berbeda-beda oleh setiap individu, antara lain : kapsul, tablet, sirup, puyer, krim dan bentuk sediaan lainnya. Seorang Farmasis dituntut untuk dapat mengenali dan mengidentifikasi setiap bentuk sediaan obat yang diresepkan oleh dokter, terutama saat seorang Farmasis akan meracik sediaan obat jadi, menjadi bentuk sediaan obat racikan. Bagaimana kamu membedakan jenis bentuk sediaan obat tersebut? Bagaimana Farmasis memilih kriteria bentuk sediaan obat yang dapat diubah menjadi sediaan obat racikan yang akan diberikan kepadamu? Pendahuluan : Alasan yang paling mendasar supaya individu yang sedang dalam pengobatan/perawatan mendapatkan bentuk sediaan obat yang sesuai dengan keadaan individu tersebut, tanpa mengurangi khasiat obat yang telah diubah bentuk sediaannya menjadi racikan. Pada bab ini kamu akan mempelajari beberapa jenis bentuk sediaan obat. Dalam mempelajari bab ini kamu perlu menjadi sosok pelajar Pancasila yang mandiri, kreatif dan bernalar kritis, agar dapat bekerja secara profesional dalam bidang farmasi. Sebelum menjadi bentuk sediaan obat tertentu, campuran obat tersebut berasal dari beberapa bahan obat. Bahan obat adalah unsur/zat aktif secara fisiologis digunakan dalam diagnosis, pencegahan, pengobatan atau penyembuhan penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Bahan obat dapat berasal dari alam (seperti dari sumber mineral, tumbuhtumbuhan, hewan) dan biosintesis atau sintesis kimia organik. Sediaan obat dibuat dengan berbagai jenis bentuk sediaan obat, agar kamu dapat memilih obat dengan cara yang aman dan baik untuk digunakan sebagai obat dalam dosis yang tepat. Alasan obat dibuat dengan berbagai jenis bentuk sediaan obat adalah :
a. Melindungi obat dari pengaruh luar seperti udara, kelembaban dan cahaya b. Melindungi obat dari kerusakan akibat pengaruh asam lambung setelah pemberian oral (tablet salut) c. Menutupi rasa pahit, asin atau tidak mengenakkan dari obat d. Menyiapkan bentuk sediaan yang membuat obat lebih stabil e. Mencapai kerja obat yang lebih optimal; cara pemberian dan rute pemberian obat Secara umum, bentuk sediaan obat dibedakan menjadi tiga, antara lain : a. Bentuk sediaan padat (Solid), seperti kapsul, tablet, kaplet, pil, pastilles, lozenges, serbuk (pulvis/pulveres). b. Bentuk sediaan semi/setengah padat (Semi solid), seperti salep, krim, gel, pasta, sabun/sapo. c. Bentuk sediaan cair (Liquid), seperti solutiones (larutan), suspensi, emulsi. Ear drops (tetes telinga), Eye drops (tetes mata), injeksi (obat suntik). d. Bentuk sediaan khusus, seperti implant, aerosol, suppositoria. Faktor yang menentukan pemilihan bentuk sediaan obat dalam penulisan resep adalah : a. Sifat – sifat Kimia bahan obat 1) Bahan obat yang higroskopis, 2) Bahan obat tidak larut air 3) Bahan obat yang rusak oleh asam lambung b. Hubungan aktivitas/struktur kimia obat, distribusi obat dalam tubuh dan proses interaksi obat dipengaruhi oleh sifat fisika kimianya sehingga dapat mempengaruhi aktivitas biologis obat. c. Biofarmasetika dan farmakokinetika bahan obat, Obat yang mengalami “first pass effect” pada hati kurang efektif bila diberikan dalam salah satu bentuk sediaan oral karena mengurangi bioavaibilitas obat. d. Bentuk sediaan yang paling stabil. e. Obat untuk efek sistemik, sedapat mungkin diberikan peroral.
Faktor – faktor penderita yang menentukan pemilihan bentuk sediaan obat : a. Umur penderita 1) Anak balita 2) Dewasa 3) Geriatri, dalam hal kesulitan b. Lokasi/bagian tubuh dimana obat harus bekerja 1) Efek lokal, 2) Penyerapan atau penetrasi obat melalui kulit, dapat diberikan bentuk injeksi, krim, salep, liniment dengan vehikulum tertentu 3) Efek sistemik,dapat diberikan bentuk injeksi atau sediaan peroral atau rektal c. Kecepatan atau lamanya kerja obat yang dikehendaki 1) Obat bentuk injeksi lebih cepat diabsorbsi daripada bentuk sediaan per oral atau per rektal 2) Obat yang “sustained release” bekerja lebih lama daripada bentuk biasa d. Keadaan umum penderita 1) Penderita tidak sadar 2) Penderita tidak dapat menelan e. Bentuk teurapetik obat yang optimal dan efek samping yang minimal bagi penderita f. Bentuk sediaan yang paling cocok dengan penderita A. Bentuk Sediaan Padat (Solid) Apa perbedaan bentuk sediaan padat (solid) pada gambar dibawah ini? Gambar 4.2. Bentuk sediaan padat (solid) Sumber : Ririn, 2020, Asprilla Dwi Adha, 2023
Terdapat beberapa sediaan padat (solid) yang perlu kamu ketahui, yaitu : 1) Kapsul Gambar 4.3. Kapsul Sumber : https://fin.co.id/, Ake Ngiamsanguan, 2019 Gambar 4.3. merupakan salah satu sediaan padat (solid), yang dikenal dengan nama Kapsul. Kapsul adalah bentuk sediaan padat yang terbungkus dalam suatu cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin, tetapi dapat juga dibuat dari pati atau bahan lain yang sesuai. a. Macam – Macam sediaan kapsul : 1) Kapsul cangkang keras (Capsulae durae, hard capsul) terdiri atas bagian wadah dan tutup (capsulae overculateae) yang terbuat dari metilselulosa, gelatin, pati, atau bahan lain yang sesuai. Ukuran cangkang kapsul keras bervariasi dari nomor paling kecil 5 sampai nomor paling besar 000, kecuali cangkang untuk hewan. Umumnya ukuran terbesar 000 merupakan ukuran yang dapat diberikan kepada pasien. Ada juga ukuran 0 yang bentuknya memanjang (dikenal sebagai ukuran OE) yang memberikan kapasitas lebih besar tanpa Gambar 4.4. Kapsul cangkang keras Sumber : arah.com
peningkatan diameter dan biasanya mengandung air 10-15%. Biasanya cangkang kapsul ini diisi dengan bahan padat atau serbuk, butiran atau granul. Campuran serbuk yang cenderung meleleh dapat diisikan kedalam kapsul cangkang keras jika digunakan absorben seperti MgCO3 atau silicon dioksida. Kapsul cangkang keras ini hanya mempunyai satu bentuk dan dipakai untuk pemakaian per oral. Pabrik yang terkenal memproduksi cangkang kapsul di Indonesia adalah “Parke Davis”. Penutupan cangkang kapsul gelatin keras dapat dilakukan dengan cara memberikan lekukan khas pada bagian tutup dan induk atau dengan pemanasan langsung atau penggunaan energy ultrasonic. Penutupan cangkang kapsul pati keras dilakukan dengan cara pelekatan dengan mengoleskan cairan campuran air, alkohol, kemudian dikeringkan. Membersihkan cangkang kapsul gelatin keras dapat dilakukan dengan dengan cara meletakkan kapsul di antara sepotong kain (linen, wool), kemudian digosok-gosokkan. 2) Kapsul cangkang lunak (capsulae molles, soft capsul) merupakan satu kesatuan berbentuk bulat atau silindris (pearl) atau bulat telur (globula) yang dibuat dari gelatin (kadang disebut gel lunak) atau bahan lain yang sesuai; biasanya lebih tebal dibandingkan dengan cangkang keras dan dapat diplastisasi dengan penambahan senyawa poliol, seperti sorbitol atau gliserin. Kapsul ini biasanya mengandung air 6-13%, umumnya diisi dengan bahan cairan bukan air seperti PEG, berbobot molekul rendah, dan dapat juga diisi dengan bahan padat atau serbuk atau zat padat kering. Kapsul cangkang lunak mempunyai bermacammacam bentuk dan biasanya dapat dipakai untuk rute oral, Gambar 4.5. Kapsul cangkang lunak Sumber : Alodokter, 2023
vaginal, rektal, atau topical. Ditinjau dari segi formulasi, teknologi, dan biofarmasi, kapsul berisi cairan dari jenis kapsul apa saja lebih seragam dibandingkan kapsul berisis serbuk kering dari jenis cangkang yang sama. Sediaan tablet berbentuk kapsul disebut kapsitab atau kaplet. b. Cara Penyimpanan Kapsul Saat kamu melihat cangkang kapsul, cangkang tersebut kelihatannya keras, tetapi sebenarnya masih mengandung air dengan kadar 10-15% (FI ed IV) dan 12 -16% menurut literatur lain. Jika disimpan di tempat yang lembap, kapsul akan menjadi lunak dan melengket satu sama lain serta sukar dibuka karena kapsul itu dapat menyerap air dari udara yang lembap. Sebaliknya jika disimpan ditempat yang terlalu kering, kapsul itu akan kehilangan airnya sehingga menjadi rapuh dan mudah pecah. Oleh karena itu, penyimpanan kapsul sebaiknya disimpan dalam tempat atau ruangan yang ; 1) Tidak terlalu lembap atau dingin dan kering 2) Terbuat dari botol gelas, tertutup rapat, dan diberi bahan pengering (silika gel) 3) Terbuat dari wadah botol-plastik, tertutup rapat yang juga diberi bahan pengering 4) Terbuat dari aluminium-foil dalam blister atau strip
Aktivitas 4.1. Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisis keuntungan dan kerugian bentuk sediaan kapsul : No Pernyataan Keuntungan Kerugian 1. Bentuknya menarik dan praktis. ………………………………….. ……………………………………….. 2. Tidak bisa untuk zat-zat yang mudah menguap karena pori-pori kapsul tidak dapat menahan penguapan. ………………………………….. ……………………………………….. 3. Tidak bisa untuk zat-zat yang higroskopis (menyerap lembap) ………………………………….. ……………………………………….. 4. Cangkang kapsul tidak berasa sehingga dapat menutupi obat yang berasa dan berbau tidak enak. ………………………………….. ……………………………………….. 5. Tidak bisa untuk zat-zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul ………………………………….. ……………………………………….. 6. Tidak bisa untuk balita ………………………………….. ……………………………………….. 7. Mudah ditelan dan cepat hancur atau larut dalam perut sehingga obat cepat diabsorbsi ………………………………….. ……………………………………….. 8. Tidak bisa dibagi-bagi ………………………………….. ……………………………………….. 9. Dokter dapat mengombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasien. ………………………………….. ……………………………………….. 10. Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan bahan zat tambahan atau penolong ………………………………….. ………………………………………..
seperti pada pembuatab pil maupun tablet. Petunjuk pengerjaan aktivitas 4.1. Aktivitas individu Kamu dapat memindahkan pernyataan yang tepat sesuai dengan jawaban yang benar pada kolom keuntungan atau kerugian yang terdapat pada tabel aktivitas diatas. Aktivitas 4.2. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri, kreatif dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mengidentifikasi cara pengisian, cara penutupan dan cara membersihkan kapsul. Petunjuk aktivitas kelompok : e. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. f. Gali informasi lebih dalam mengenai tahapan cara pengisian, cara penutupan dan cara membersihkan kapsul dari berbagai sumber. g. Diskusikanlah cara pengisian, cara penutupan dan cara membersihkan kapsul yang kalian telah peroleh, dan rangkumlah teknik cara pengisian, cara penutupan dan cara membersihkan kapsul yang kalian peroleh pada tabel dibawah ini : No Cara pengisian Kapsul Cara penutupan Kapsul Cara membersihkan kapsul
h. Presentasikanlah cara pengisian, cara penutupan dan cara membersihkan kapsul per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 2) Tablet Gambar 4.6. Tablet Sumber : Sri Gustina Hasan, 2022 Gambar 4.6 merupakan salah satu sediaan padat (solid), yang dikenal dengan nama Tablet. Tablet (compressi) adalah sediaaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Bolus adalah tablet besar yang digunakan untuk obat hewan besar. a. Penggolongan Tablet, dibagi berdasarkan : 1) Berdasarkan metode pembuatan a) Tablet cetak Tablet ini dibuat dari bahan obat dan bahan pengisi yang umumnya mengandung laktosa dan serbuk sukrosa dalam berbagai perbandingan. Tablet cetak agak rapuh sehingga harus hati-hati dalam pengemasan dan pengindustrian. Kepadatan tablet tergantung pada ikatan kristal yang terbentuk selama proses pengeringan selanjutnya dan tidak tergantung pada kekuatan tekanan yang diberikan. b) Tablet kempa Tablet ini dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja. Umumnya tablet kempa mengandung zat aktif, bahan pengisi, bahan pengikat, desintegran dan lubrikan, dapat juga mengandung
bahan pewarna dan lak yang diizinkan, bahan pengaroma dan bahan pemanis. 2) Berdasarkan distribusi obat dalam tubuh a) Bekerja lokal : tablet hisap untuk pengobatan pada rongga mulut. Ovula atau tablet vaginal pengobatan pada infeksi di vagina. b) Bekerja sistematik : per oral. Tablet yang bekerja sistematik dapat dibedakan menjadi : i) Yang bekerja short acting (jangka pendek) : dalam satu hari memerlukan beberapa kali menelan tablet. ii) Yang bekerja long acting (jangka panjang) : dalam satu hari cukup menelan satu tablet. 3) Berdasarkan jenis bahan penyalut a) Tablet salut biasa/ salut gula (dragee) : disalut dengan gula dari suspensi dalam air mengandung serbuk yang tidak larut seperti pati, kalsium karbonat, talk, titanium dioksida yang disuspensikan dengan gom akasia atau gelatin. Kelemahan salut gula adalah lamanya waktu penyalutan, dan perlunya penyalut yang tahan air. Hal ini akan memperlambat disolusi dan memperbesar bobot tablet. b) Tablet salut selaput (film coated tablet/fct) : disalut dengan hidroksipropil metilselulosa, metil selulosa, hidroksipropil selulosa, Na-CMC dan campuran selulosa asetat ftalat dengan P.E.G. yang tidak mengandung air atau mengandung air. c) Tablet salut kempa: tablet yang disalut secara kempa cetak dengan masa granulat yang terdiri dari laktosa, kalsium fosfat, dan zat lain yang cocok. Mula- mula dibuat tablet inti, kemudian dicetak kembali bersama granulat kelompok lain sehingga terbentuk tablet berlapis (multi layer tablet). Tablet ini sering digunakan untuk pengobatan secara repeat action. d) Tablet salut enterik (enteric coated tablet) : disebut juga tablet lepastunda jika obat dapatrusak dan inaktif karena cairan lambung atau dapat mengiritasi mukosa lambung, diperlukan penyalut enterik yang bertujuan untuk menunda pelepasan obat sampai tablet melewati lambung.
e) Tablet lepas-lambat (sustained release): efek diperpanjang, efek pengulangan, dan lepas lambat dibuat sedemikian rupa sehingga zat aktif akan tersedia selama jangka waktu tertentu setelah obat diberikan. b. Komponen Tablet Komponen-komponen dalam formulasi tablet terdiri atas zat aktif, bahan pengisi, bahan pengikat, desintegran dan lubrikan. Selain itu, tablet dapat juga mengandung bahan pengawarna dan lak (bahan warna yang diabsorpsikan pada alumunium hidroksida yang tidak larut) yang diizinkan, bahan pengaroma, dan bahan pemanis. 1) Bahan pengisi ditambahkan jika zat aktifnya edikit atau sulit dikempa. Contohnya, laktosa, pati, kalsium fosfat dwibasa dan selulosa mikrokristal. 2) Bahan pengikat memberikan daya adhesi pada serbuk sewaktu granulasi serta menambah daya kohesi pada bahan pengisi. Misalnya, gom akasia, gelatin, sukrosa, povidon, metilselulosa, karboksimetilselusa (CMC), pasta pati terhidrolisis dan selulosa mikrokristal. 3) Bahan penghancur (desintegran) membantu tablet agar hancur ditelan. Contohnya pati, pati dan selulosa yang dimodifikasi secara kimia, asam alginat, selulosa mikrokristal, dan povidon sambung-silang. 4) Bahan lubrikan mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet melekat pada cetakan. Misalnya, campuran senyawa asam stearat dengan logam, asam stearat, minyak nabati terhidrogenasi, dan talk. Umumnya, lubrikan bersifat hidrofobik sehingga dapat menurunkan kecepatan desintegran dan disolusi tablet. Oleh karena itu, kadar lubrikan yang berlebihan harus dihindari. PEG dan garam lauril sulfat dapat digunakan, tetapi kurang memberikan daya lubrikasi yang optimal dan diperlukan dalam kadar yang lebih tinggi. 5) Glidan adalah bahan yang dapat meningkatkan kemampuan mengalirnya serbuk, umumnya digunakan dalam kempa langsung tanpa proses granulasi: misalnya silika pirogenik. 6) Bahan pewarna dan lak ditambahkan untuk meningkatkan nilai estetika atau untuk memberi identitas produk.
Aktivitas 4.3. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa cara pembuatan tablet Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai cara pembuatan tablet dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah cara pembuatan tablet yang kalian telah peroleh, dan rangkumlah teknik cara pembuatan tablet yang kalian peroleh pada tabel dibawah ini : No Cara pembuatan tablet 4. Presentasikanlah cara pembuatan tablet per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya.
3) Kaplet Gambar 4.7. Kaplet Sumber : shutterstock.com Gambar 4.7 merupakan salah satu sediaan padat (solid), yang dikenal dengan nama Kaplet. Kaplet adalah tablet berbentuk kapsul (Depkes, 1995 : 4), dan Sebagian besar tablet dibuat dengan cara pengempaan dan merupakan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan. Jadi secara umum, dapat didefinisikan bahwa kaplet adalah sediaan padat kempa yang bentuknya seperti kapsul dengan permukaan yang rata, cembung, mengandung satu jenis obat, atau tanpa zat tambahan. Sediaaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Bolus adalah tablet besar yang digunakan untuk obat hewan besar. Aktivitas 4.4. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa perbedaan kaplet, bolus, tablet dan kapsul Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai perbedaan kaplet, bolus, tablet dan kapsul dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah perbedaan yang kalian peroleh, dan isilah pada tabel dibawah ini :
No Jenis Perbedaan Kaplet Bolus Tablet Kapsul 1 Bentuk 2 Ukuran 3 Komposisi 4 Cara Pembuatan 4. Presentasikanlah perbedaan dari sediaan yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 4) Pil Gambar 4.8. Pil Sumber : alodokter.com Gambar 4.8. merupakan salah satu sediaan padat (solid), yang dikenal dengan nama Pil (Pilulae). Pil adalah suatu sediaan yang memiliki bentuk bulat atau lonjong mengandung satu atau lebih zat aktif. Berat pil memiliki berat 100 mg-500 mg. Beberapa jenis obat dari bahan alam telah tersedia dalam bentuk pil, antara lain pil majakan, pil kina, dan pil bahan alam lain. Dibandingkan dengan bentuk tablet, bentuk pil lebih
sederhana dan tidak memerlukan banyak bahan tambahan. Selain itu, bentuk pil lebih efisien dan praktis untuk dibawa kemana-mana. Oleh karena itu, akan lebih mudah apabila ekstrak temu kunci tersedia dalam bentuk pil. Aktivitas 4.5. Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menggali informasi perbedaan cara pembuatan tablet dan pil dari berbagai sumber. Isilah hasil perbedaan cara pembuatan tablet dan pil yang kamu temukan pada tabel dibawah ini. No Cara Pembuatan Pil Tablet 5) Troches Gambar 4.9. Troches Sumber : alodokter.com
Gambar 4.9. merupakan salah satu sediaan padat (solid), yang dikenal dengan nama Troches (Tablet hisap). Selain Troches, tablet hisap seringkali disebut dengan istilah lozenges dan pastilles (cough drops). Troches biasanya dibuat dengan menggabungkan obat dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik (Gunsel and Kanig, 1976). Troches dimaksudkan untuk memberikan efek lokal pada mulut atau kerongkongan, biasanya mengandung anastetik lokal, berbagai antiseptik dan antibakteri, demulsen, dan antitusif. Aktivitas 4.6. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa perbedaan cara pembuatan Troches, Lozenges dan Pastilles. Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai perbedaan cara pembuatan Troches, Lozenges dan Pastilles dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah perbedaan yang kalian peroleh, dan isilah pada tabel dibawah ini : No Cara Pembuatan Troches Lozenges Pastilles
4. Presentasikanlah perbedaan dari cara pembuatan yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 6) Serbuk (pulvis/pulveres). Gambar 4.10. Serbuk (pulvis/pulveres) Sumber : anonym, 2012, Herman Zakharia, 2022 Gambar 4.10. merupakan salah satu sediaan padat (solid), yang dikenal dengan nama Serbuk (Pulvis/Pulveres). Serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Karena mempunyai luas permukaan yang luas, serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut dari pada bentuk sediaan yang dipadatkan. Anak-anak dan orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet lebih mudah menggunakan obat dalam bentuk serbuk. Biasanya serbuk oral dapat dicampur dengan air minum. Serbuk oral dapat diserahkan dalam bentuk terbagi (pulveres) atau tidak terbagi (pulvis). Serbuk oral tidak terbagi terbatas pada obat yang relatif tidak poten seperti laksansia, antasida, makanan diet dan beberapa jenis analgetik tertentu, pasien dapat menakar secara aman dengan sendok teh atau penakar yang lain. Serbuk tidak terbagi lainnya adalah serbuk gigi dan serbuk tabur, keduanya untuk pemakaian luar.
Aktivitas 4.7. Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menggali informasi kelemahan dan kelebihan pulvis dan pulveres dari berbagai sumber. Isilah hasil informasi yang kamu temukan pada tabel dibawah ini. No Perbedaan Kelebihan Kelemahan 1. Pulvis 2. Pulveres Aktivitas 4.8. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa perbedaan cara pembuatan Troches, Lozenges dan Pastilles.
Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai perbedaan cara pembuatan Troches, Lozenges dan Pastilles dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah perbedaan yang kalian peroleh, dan isilah pada tabel dibawah ini : No Cara Pembuatan Troches Lozenges Pastilles 4. Presentasikanlah perbedaan dari cara pembuatan yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. B. Bentuk sediaan semi/setengah padat (Semi solid) Apa perbedaan bentuk sediaan semi padat (semi solid) pada gambar dibawah ini? Gambar 4.11. Bentuk sediaan semi padat (semi solid) Sumber : Envato Elements, 2021, istockphoto, 2023
Gambar 4.11 merupakan sediaan semi padat (semi solid). Sediaan semi padat yang baik seharusnya stabil secara kimia, lembut dan rata, tidak berbutir-butir atau bergumpal-gumpal, mudah dipergunakan, agak mencair atau lembek pada suhu tubuh dan menghasilkan pengobatan yang sempurna dan seragam. Terdapat beberapa penggolongan sediaan semi padat (semi solid) yang perlu kamu ketahui, yaitu : a. Menurut konsistensinya sediaan semi padat dibagi menjadi : 1) Salep : adalah salep yang mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa tetapi mudah dioleskan tanpa memakai tenaga. 2) Krim : adalah salep yang banyak mengandung air, mudah diserap kulit. Suatu tipe yang dapat dicuci dengan air. 3) Pasta : adalah suatu salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk). Suatu salep tebal karena merupakan penutup atau pelindung bagian kulit yang diberi. 4) Cerata : adalah suatu salep berlemak yang mengandung persentase tinggi lilin (waxes), sehingga konsistensinya lebih keras. 5) Gel : adalah suatu salep yang lebih halus. Umumnya cair dan mengandung sedikit atau tanpa lilin digunakan terutama pada membran mukosa sebagai pelicin atau basis. Biasanya terdiri dari campuran sederhana
minyak dan lemak dengan titik lebur yang rendah. b. Menurut Efek Terapinya, salep dibagi menjadi : 1) Salep Epidermic (Salep Penutup) Digunakan pada permukaan kulit yang berfungsi hanya untuk melindungi kulit dan menghasilkan efek lokal, karena bahan obat tidak diabsorbsi. Kadang-kadang ditambahkan antiseptik, astringen untuk meredakan rangsangan. Dasar salep yang terbaik adalah senyawa hidrokarbon (vaselin). 2) Salep Endodermic Salep dimana bahan obatnya menembus ke dalam tetapi tidak melalui kulit dan terabsorbsi sebagian. Untuk melunakkan kulit atau selaput lendir diberi lokal iritan. Dasar salep yang baik adalah minyak lemak. 3) Salep Diadermic (Salep Serap) Salep dimana bahan obatnya menembus ke dalam melalui kulit dan mencapai efek yang diinginkan karena diabsorbsi seluruhnya, misalnya pada salep yang mengandung senyawa Mercuri, Iodida, Belladonnae. Dasar salep yang baik adalah adeps lanae dan oleum cacao. c. Menurut Dasar Salepnya, salep dibagi menjadi : 1) Salep hydrophobic Salep-salep dengan bahan dasar berlemak, misalnya: campuran dari lemak-lemak, minyak lemak, malam yang tak tercuci dengan air. 2) Salep hydrophillic Salep yang kuat menarik air, biasanya dasar salep tipe o/w atau seperti dasar hydrophobic tetapi konsistensinya lebih lembek, kemungkinan juga tipe w/o antara lain campuran sterol dan petrolatum.
Aktivitas 4.12. Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menggali informasi pembagian dasar salep, contoh dasar salep dan kualitas dasar salep yang baik dari berbagai sumber. Isilah hasil pembagian dasar salep, contoh dasar salep dan kualitas dasar salep yang baik yang kamu temukan pada tabel dibawah ini. No Pembagian dasar salep Contoh dasar salep Kualitas dasar salep yang baik Aktivitas 4.13. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa ketentuan umum cara pembuatan salep, bahan yang ditambahkan terakhir pada suatu massa salep dan pembuatan salep dengan cara meleburkan. Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai ketentuan umum cara pembuatan salep, bahan yang ditambahkan terakhir pada suatu massa salep dan pembuatan salep dengan cara meleburkan dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah ketentuan umum cara pembuatan salep, bahan yang ditambahkan terakhir pada suatu massa salep dan pembuatan salep dengan cara meleburkan pada tabel dibawah ini :
No Ketentuan umum cara pembuatan salep Bahan yang ditambahkan terakhir pada suatu massa salep Pembuatan salep dengan cara meleburkan 4. Presentasikanlah ketentuan umum cara pembuatan salep, bahan yang ditambahkan terakhir pada suatu massa salep dan pembuatan salep dengan cara meleburkan yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 1) Salep Gambar 4.12. Salep Sumber : Rhandy Verizarie, 2021 Gambar 4.12. merupakan salah satu sediaan semi padat (semi solid), yang dikenal dengan nama Salep (Unguenta). Menurut FI. V, salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep tidak boleh berbau tengik. Menurut FI.III, Kecuali dinyatakan lain dan untuk salep yang mengandung obat keras atau narkotika, kadar bahan obat adalah 10 %. Persyaratan Salep (FI III) 1. Pemerian : tidak boleh berbau tengik 2. Kadar : kecuali dinyatakan lain dan untuk salep yang mengandung obat keras atau
obat narkotik, kadar bahan obat adalah 10%. A. Dasar salep (ds) : kecuali dinyatakan lain, sebagai bahan dasar salep (basis salep) digunakan vaselin putih (vaselin album). Tergantung dari sifat bahan obat dan tujuan pemakaian salep, dapat dipilih beberapa bahan dasar salep sebagai berikut: a. Ds. Senyawa hdrokarbon : vaselin putih, vaselin kuning (vaselin flavum), malam putih (cera album), malam kuning (cera flavum), atau campurannya. b. Ds. Serap : lemak bulu domba (adeps lanae), campuran 3 bagian kolesterol, 3 bagian steril-alkohol, 8 bagian malam putih dan 86 bagian vaselin putih, campuran 30 bagian malam kuning dan 70 bagian minyak wijen. c. Ds. Yang dapat disuse dengan air atau Ds. Emulsi, misalnya emulsi minyak dalam air (M/A) d. Ds. yang dapat larut dalam air, misalnyaPEG atau campurannya. B. Homogenitas : jika dioleskan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok, harus menunjukkan susunan yang homogeny. C. Penandaan : pada etiket harus tertera “obat luar”. 2) Krim Gambar 4.13. Krim Sumber : Shutterstock, 2021 Gambar 4.13. merupakan salah satu sediaan semi padat (semi solid), yang dikenal dengan nama Krim (Cremores). Menurut FI. V, krim adalah bentuk sediaan setengah padat, mengandung satu atau lebih
bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk sediaan setengah padat yang mempunyai konsistensi relatif cair diformulasi sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Krim terdiri dari emulsi minyak dalam air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau alohol berantai panjang dalam air, yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk pemakaian kosmetika dan estetika. Krim dapat juga digunakan untuk pemberian obat melalui vaginal. Ada 2 type krim yaitu krim type minyak air (m/a) dan krim type air minyak (a/m). Pemilihan zat pengemulsi harus disesuaikan dengan jenis dan sifat krim yang dikehendaki. Untuk krim type a/m digunakan sabun polivalen, span, adeps lanae, koleterol dan cera. Sedangkan untuk krim type m/a digunakan sabun monovalen seperti trietanolamin, natrium stearat, kalium stearat dan ammonium stearat. Selain itu dapat juga dipakai tween, natrium laurylsulfat, kuning telur, gelatinum, caseinum, CMC dan emulgidum. Kestabilan krim akan terganggu/rusak jika sistem campurannya terganggu, terutama disebabkan oleh perubahan suhu dan perubahan komposisi yang disebabkan perubahan salah satu fase secara berlebihan atau zat pengemulsinya tidak tercampurkan satu sama lain. Aktivitas 4.14. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa cara pengenceran, penyimpanan dan pembuatan krim.
Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai cara pengenceran, penyimpanan dan pembuatan krim dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah cara pengenceran, penyimpanan dan pembuatan krim pada tabel dibawah ini : No Cara pengenceran Cara penyimpanan Cara Pembuatan 4. Presentasikanlah cara pengenceran, penyimpanan dan pembuatan krim, yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 3) Gel Gambar 4.14. Gel Sumber : Hellosehat.com, 2021 Gambar 4.14. merupakan salah satu sediaan semi padat (semi solid), yang dikenal dengan nama Gel (Jell). Gel merupakan semi padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik kecil atau molekul organik besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Penggolongan gel, berdasarkan jenis fase terdispersi :
a. Gel fase tunggal Gel fase tunggal terdiri dari makromolekul organik yang tersebar serba sama dalam suatu cairan sedemikian hingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul makro yang terdispersi dan cairan. Gel fase tunggal dapat dibuat dari makromolekul sintetik (karbomer) atau dari gom alam (tragakan). Walaupun gel-gel ini umumnya mengandung air, etanol dan minyak dapat juga digunakan sebagai pembawa. Contohnya minyak mineral dapat dikombinasi dengan resin polietilena untuk membentuk dasar salep berminyak b. Gel sistem dua fase Terbentuk Jika massa gel terdiri dari jaringan partikel kecil yang terpisah,. Dalam system dua fase, jika ukuran partikel dari fase terdispersi relatif besar disebut Magma (misalnya Magma Bentonit). Baik gel maupun magma dapat berupa tiksotropik, membentuk semipadat jika dibiarkan dan menjadi cair pada pengocokan. Jadi sediaan harus dikocok dahulu sebelum digunakan untuk menjamin homogenitas dan hal ini tertera pada etiket. Misalnya, gel Aluminium Hidroksida Gel dapat digunakan untuk obat yang diberikan secara topical atau dimasukkan dalam lubang tubuh, contoh Voltaren Gel, Bioplacenton. Penyimpanan dalam wadah tertutup baik, dalam bermulut lebar terlindung dari cahaya dan ditempat sejuk. 4) Pasta Gambar 4.15. Pasta Sumber : Wikipedia.org, 2016
Gambar 4.15. merupakan salah satu sediaan semi padat (semi solid), yang dikenal dengan nama Pasta. Pasta adalah sediaan semi padat yang mengadung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal. Pasta sama dengan salep yang dimaksudkan untuk pemakaian luar pada kulit, tetapi kandungan bahan padat pasta lebih besar. Pasta adalah salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk), suatu salep tebal, karena merupakan penutup atau pelindung bagian kulit yang diolesi. 5) Sapo/sabun Gambar 4.16. Sapo/sabun Sumber : iStockphoto.com, 2023 Gambar 4.16. merupakan salah satu sediaan semi padat (semi solid), yang dikenal dengan nama Sapo/sabun. Sabun merupakan campuran minyak atau lemak (nabati, seperti minyak zaitun atau hewani, seperti lemak kambing) dengan alkali atau basa (seperti natrium atau kalium hidroksida) melalui suatu proses yang disebut dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan seperti arang kayu. Sabun adalah produk yang digunakan sebagai pembersih dengan media air. Secara umum berbentuk padatan (batang) dan ada juga yang cair. Masing-masing bentuk tentunya mempunyai keuntungan tersendiri di berbagai sarana publik. Jika diterapkan pada suatu
permukaan, air bersabun secara efektif dapat mengikat partikel dalam suspensi yang mudah dibawa oleh air bersih. Di era milenial ini, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu untuk mencuci atau membersihkan. C. Bentuk sediaan cair (Liquid) Apa perbedaan bentuk sediaan cair (liquid) pada gambar dibawah ini? Gambar 4.17. Bentuk sediaan cair (liquid) Sumber : Tribungorontalo.com 2022, hellosehat.com, 2023, Ian Bogost, 2023, Getty Images, 2023 Terdapat beberapa sediaan cair (liquid) yang perlu kamu ketahui, yaitu : 1) Larutan (solutiones) Gambar 4.18. Larutan (solutiones) Sumber : HO-Sutterstock, 2022 Gambar 4.18. merupakan salah satu sediaan cair (liquid), yang dikenal dengan nama Larutan (solutiones). Menurut FI IV, larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlalut. Larutan terjadi jika sebuah bahan padat tercampur atau terlarut secara kimia maupun fisika ke dalam bahan cair.
Larutan dapat digolongkan menjadi larutan langsung dan larutan tidak langsung. Larutan langsung adalah larutan yang terjadi karena semata mata peristiwa fisika, bukan peristiwa kimia. Misalnya, NaCl dilarutkan kedalam air atau KBr dilarutkan kedalam air, jika pelarutnya (ari) diuapkan, maka NaCl atau KBr akan diperoleh Kembali. Larutan tidak langsung adalah larutan yang terjadi semata mata karena peristiwa kimia, bukan peristiwa fisika. Misalnya jika Zn ditambahkan H2SO4 maka akan terjadi reaksi kimia menjadi laruta ZnSO4 yang tidak dapat kembali Zn dan H2SO4. Suatu larutan dapat pula digolongkan menjadi larutan mikromolekuler, miseler, dan Makromolekuler. Larutan mikromolekuler adalah suatu larutan yang secara keseluruhan mengandunhg mikrounit yang terdiri dari molekul atau ion, seperti alkohol, gliserin , ion natrium, dan ion klorida dengan 1-10Å. Larutan miseler adalah suatu larutan yang mengandung bahan padat terlarut berupa agregat (misel) baik dalam bentuk molekul atau ion. Jadi, larutan miseler dapat dianggap sebagai larutan perserikatan koloid. Larutan makromolekuler adalah larutan yang mengandung bahan padat terlarut berupa larutan mikromolekuler, tetapi ukuran molekulnya yang lebih besar dari mikromolekuler; misalnya larutan PGA, larutan CMC, Larutan albumin, dan larutan polivinil pirolidon. Jika suatu zat A dilarutkan ke dalam air atau pelarut lain akan terjadi bermacam-macam tipe larutan yang sebagai berikut. a) Larutan encer, yaitu jumlah zat A yang terlarut kecil. b) Larutan pekat, yaitu larutan yang mengandung fraksi zat A yang lebih besar. c) Larutan jenuh (saturated), adalah larutan yang mengandung sejumlah maksimum zat A yang dapat larut dalam air pada suhu dan tekanan tertentu. d) Larutan lewat jenuh (supersaturated), adalah larutan yang mengandung sejumlah zat A yang terlarut melebihi batas maksimum kelarutannya di dalam air pada suhu dan tekanan tertentu (FI IV: semua pengukuran dilakukan pada suhu 25OC)
Aktivitas 4.15. Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menggali informasi keuntungan dan kerugian bentuk sediaan larutan (solutiones) dan 5 contoh obat berbentuk larutan dari berbagai sumber. Isilah keuntungan dan kerugian bentuk sediaan larutan (solutiones) dan 5 contoh obat berbentuk larutan yang kamu temukan pada tabel dibawah ini. No Keuntungan Kerugian Contoh obat berbentuk larutan Aktivitas 4.16. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mengidentifikasi penggolongan larutan berdasarkan cara pemberian dan berdasarkan sistem pelarut & zat terlarut. Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai penggolongan larutan berdasarkan cara pemberian dan berdasarkan sistem pelarut & zat terlarut dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah penggolongan larutan berdasarkan cara pemberian dan berdasarkan sistem pelarut & zat terlarut pada tabel dibawah ini :
No Penggolongan larutan berdasarkan cara pemberian Penggolongan larutan berdasarkan sistem pelarut & zat terlarut 4. Presentasikanlah penggolongan larutan berdasarkan cara pemberian dan berdasarkan sistem pelarut & zat terlarut yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 2) Emulsi Gambar 4.19. Emulsi Sumber : mytiffanydiary.com, 2022 Gambar 4.19. merupakan salah satu sediaan cair (liquid), yang dikenal dengan nama Emulsi. Menurut FI IV, Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok. Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak tercampur, biasanya air dan minyak, dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Dispersi ini tidak stabil, butir-butir uni bergabung (koalesan) membentuk dua lapisan air dan minyak yang terpisah.
Zat pengemulsi (emulgator) merupakan komponen yang peling penting agar memperoleh emulsi yang stabil. Semua emulgator bekerja dengan membentuk lapisan disekeliling butir-butir tetesan yang terdispersi danlapisan ini berfungsi agar mencegah terjadinya koalesan dan terpisahnya cairan dispers sebagai fase terpisah. Terbentuk dua macam tipe emulsi yaitu emulsi M/A dimana tetes minyak terdispersi dalam fase air dan tipe A/M dimana fase intern adalah air dan fase ekstern adalah minyak. Zat pengemulsi antara lain adalah PGA, tragacantha, gelatin, sapo, senyawa amonium kwarterner. Kolesterol, surfaktan seperti tween dan Span. Untuk menjaga kestabilan emulsi perlu ditambahkan pengawet yang cocok. Tipe emulsi ditentukan oleh sifat emulgator, yaitu bila emulgator yang digunakan larut dalam air atau suka air (hidrofil) maka akan diperoleh emulsi tipe M/A tetapi apabila emulgator larut dalam minyak atau suka minyak (lipofil0 maka akan terbentuk tipe emulsi A/M. Emulgator yang membentuk emulsi tipe M/A antara lain adalah : PGA, tragacantha, pulvis gummosus, agar-agar, vitellum ovi, gelatina, sabun monovalen, tween, natrium laurylsulfat dan sebagainya. Emulgator yang membentuk emulsi tipe A/M anatara lain adalah kolesterol, span, sabun polivalen. Aktivitas 4.17. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa cara pembuatan sediaan emulsi dan 5 contoh obat sediaan emulsi. Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai cara pembuatan sediaan emulsi dan 5 contoh obat sediaan emulsi dari berbagai sumber. 3. Diskusikanlah cara pembuatan sediaan emulsi dan 5 contoh obat sediaan emulsi pada tabel dibawah ini :
No Cara pembuatan sediaan emulsi Contoh obat sediaan emulsi 4. Presentasikanlah cara pembuatan sediaan emulsi dan 5 contoh sediaan emulsi yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. 3) Suspensi Gambar 4.20. Suspensi Sumber : halodoc.com, 2023 Gambar 4.20. merupakan salah satu sediaan cair (liquid), yang dikenal dengan nama Suspensi. Menurut FI IV, Suspensi adalah sedian cair yang mengandung partikel tidak larut dalam bentuk halus yang terdispersi ke dalam fase cair. Suspensi oral adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus yang terdispersi dalam fase cair dengan bahan pengaroma yang sesuai yang ditujukan untuk penggunaan oral. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai susu atau magma termasuk dalam kategori ini. Beberapa suspensi dapat langsung digunakan, sedangkan yang lain berupa campuran padat dalam bentuk halus yang harus dikonstitusikan terlebih dahulu dengan
pembawa yang sesuai, segera sebelum digunakan. Sediaan ini disebut “Untuk Suspensi Oral”. Suspensi topikal adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit. Losion eksternal harus mudah menyebar di daerah pemakaian, tidak mudah mengalir dari daerah pemakaian, dan cepat kering membentuk lapisan film pelindung. Beberapa suspensi yang diberi etiket sebagai “Lotio” termasuk dalam kategori ini. Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair mengandung partikel-partikel halus yang ditujukan untuk diteteskan pada telinga bagian luar. Suspensi oftalmik adalah sediaan cair steril yang mengandung partikel-partikel sangat halus yang terdispersi dalam cairan pembawa untuk pemakaian pada mata. Obat dalam suspensi harus dalam bentuk termikronisasi agar tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea. Suspensi obat mata tidak boleh digunakan jika terdapat massa yang mengeras atau terjadi penggumpalan. Suspensi untuk injeksi adalah sediaan cair steril berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak boleh menyumbat jarum suntiknya (syringe ability) serta tidak disuntikkan secara intravena atau ke dalam larutan spinal. Suspensi untuk injeksi terkonstitusi adalah sediaan padat kering dengan bahan pembawa yang sesuai untuk membentuk larutan yang memenuhi semua persyaratan untuk suspensi steril setelah penambahan bahan pembawa yang sesuai. Aktivitas 4.18. Aktivitas kelompok Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi, cara pembuatan suspensi dan 5 contoh obat sediaan suspensi. Petunjuk aktivitas kelompok : 1. Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4 orang. 2. Gali informasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi, cara pembuatan suspensi dan 5 contoh obat sediaan suspensi dari berbagai sumber.
3. Diskusikanlah faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi, cara pembuatan suspensi dan 5 contoh obat sediaan suspensi pada tabel dibawah ini : No Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi Cara pembuatan suspensi Contoh obat sediaan suspensi 4. Presentasikanlah faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas suspensi, cara pembuatan suspensi dan 5 contoh obat sediaan suspensi yang didiskusikan per kelompok, dan tanya jawab dari kelompok lainnya. D. Bentuk sediaan khusus Apa perbedaan bentuk sediaan pada gambar dibawah ini? Gambar 4.21. Bentuk sediaan khusus Sumber : The Mirror 2020, Pharos.co.id, 2022, alodokter.com, 2023
Terdapat beberapa sediaan khusus yang perlu kamu ketahui, yaitu : 1) Implan Gambar 4.22. Impan Sumber : hellosehat.com, 2023 Gambar 4.22. merupakan salah satu sediaan khusus, yang dikenal dengan nama Impan. Impan adalah suatu peralatan medis yang dibuat untuk menggantikan struktur dan fungsi suatu bagian biologis. Permukaan implan yang kontak dengan tubuh bisa terbuat dari bahan biomedis seperti titanium, silikon, atau apatit ataupun bahan lain tergantung pada fungsinya. Pada kasus tertentu implan mengandung perangkat elektronik seperti jantung buatan. Beberapa implan bersifat bioaktif, seperti perangkat transfer obat dalam bentuk pil yang dapat diimplan. Pada bedah ortopedi, implan adalah perangkat yang ditempatkan sebagai pengganti tulang untuk menyangga fraktur. Dalam konteks ini, implan dapat ditempatkan di dalam tubuh (internal) ataupun di luar tubuh (eksternal). Implan dental adalah salah satu contoh perangkat medis yang melanggar batasan implan internal atau eksternal. Aktivitas 4.19. Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dalam diri peserta didik dengan menggali 5 contoh obat implan dari berbagai sumber. Isilah 5 contoh obat implan yang kamu temukan pada tabel dibawah ini.
No Contoh obat Impan 1 2 3 4 5 2) Aerosol Gambar 4.23. Aerosol Sumber : onemedstore.co.id, 2023 Gambar 4.23. merupakan salah satu sediaan khusus, yang dikenal dengan nama Aerosol. Aerosol adalah zat atau partikel kecil yang berada di udara, bisa berbentuk cair, padat, maupun gas. Aerosol singkatan dari kata aerosolution secara teknis merujuk pada partikel padat yang ada di udara (juga disebut abu atau partikulat) maupun tetesan cair. Beberapa contoh produk aerosol adalah hair spray, face mist, insektisida, dan lain sebagainya. Berbagai jenis aerosol diklasifikasikan menurut bentuk fisik dan bagaimana mereka dihasilkan, yang meliputi debu, kabut, asap, dan uap logam (fume).
Produk aerosol memiliki keunggulan karena dapat diaplikasikan dengan mudah. Kamu hanya perlu menyemprotkan produk aerosol sesuai dengan instruksi pemakaiannya. Aktivitas 4.20. Aktivitas individu Aktivitas ini akan menumbuhkan sikap mandiri dan bernalar kritis dalam diri peserta didik dengan mengidentifikasi proses pembentukan Aerosol dan mencari 5 contoh Aerosol dari berbagai sumber. Isilah proses pembentukan Aerosol dan 5 contoh aerosol yang kamu temukan pada tabel dibawah ini. No Proses pembentukan Aerosol Contoh Aerosol 3) Supositoria Gambar 4.24. Supositoria Sumber : hellosehat.com, 2023