The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by diandwijayanti124, 2021-08-14 20:55:52

MODUL SEMESTER GANJIL

MODUL SEMESTER GANJIL

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat
yang diberikan sehingga penyusunan modul Bahasa Indonesia kelas XI semester ganjil dapat
diselesaikan dengan baik. Pada modul ini penulis memfokuskan pada materi mengenai teks
prosedur, teks eksplanasi, teks ceramah, buku fiksi, dan non fiksi.

Modul ini berisikan tentang konsep-konsep materi Bahasa Indonesia kelas XI
semester ganjil. Tujuan dibuatnya modul ini adalah untuk menunjang proses pembelajaran
yang cocok sesuai kebutuhan peserta didik sehingga penyusunan modul ini dikembangkan
melalui sumber-sumber yang terpercaya kebenarannya.

Dalam penyusunan modul ini pastinya mempunyai keterbatasan mengingat luasnya
cakupan materi yang seharusnya dimasukkan. Bahan ajar ini telah diupayakan sesuai dengan
apa yang menjadi kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajaran sesuai dengan
kurikulum 2013.Oleh karena itu, diharapkan peserta didik tidak hanya menggunakan sumber
bahan ajar ini saja, tetapi dapat mengakses berbagai sumber pendukung lainnya seperti buku
paket, internet, dan buku ajar lainnya.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam
penyusunan bahan ajar ini. Kerja keras dan sumbangsih dalam penyelesaian bahan ajar ini
merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas peserta didik dalam proses
pembelajaran agar apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Penulis
juga merasa bahan ajar ini jauh dari sempurna, oleh karena itu segala masukan baik berupa
saran maupun kritik yang membangun sangat diharapkan.

Negara , Juli 2020

Penulis

iii

DAFTAR ISI

PENGESAHAN.................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iv
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1

A. Identitas Modul ....................................................................................................... 1
B. Kompetensi Dasar .................................................................................................. 1
C. Deskripsi Singkat Materi ........................................................................................ 2
D. Petunjuk Penggunaan Modul ................................................................................. 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 TEKS PROSEDUR .................................................. 4
A. Uraian Materi ......................................................................................................... 5
B. Forum Diskusi........................................................................................................ 12
C. Rangkuman ............................................................................................................ 12
D. Tes Formatif........................................................................................................... 13
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 TEKS ESKPLANASI................................................ 18
A. Uraian Materi .......................................................................................................... 19
B. Forum Diskusi......................................................................................................... 26
C. Rangkuman ............................................................................................................. 28
D. Tes Formatif............................................................................................................ 28
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 TEKS CERAMAH .................................................... 32
A. Uraian Materi .......................................................................................................... 33
B. Forum Diskusi......................................................................................................... 42
C. Rangkuman ............................................................................................................. 43
D. Tes Formatif............................................................................................................ 44
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 BUKU FIKSI DAN NONFIKSI................................ 48
A. Uraian Materi .......................................................................................................... 49
B. Forum Diskusi......................................................................................................... 57
C. Rangkuman ............................................................................................................. 58
D. Tes Formatif............................................................................................................ 59
LATIHAN SOAL.................................................................................................................. 63
GLOSARIUM..................................................................................................................... 71
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 72

iv

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : XI

Semester Genap : Ganjil

B. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan

3.19 Menganalisis informasi berupa 4.19 Merancang pernyataan umum dan

pernyataan-pernyataan umum dan tahapan- tahapan-tahapan dalam teks prosedur

tahapan dalam teks prosedur berkaitan berkaitan bidang pekerjaan dengan

dengan bidang pekerjaan. organisasi yang tepat secara lisan dan tulis

3.20 Menganalisis struktur dan kebahasaan 4.20 Mengembangkan teks prosedur

teks prosedur berkaitan dengan bidang berkaitan bidang pekerjaan dengan

pekerjaan memerhatikan hasil analisis terhadap isi,

struktur, dan kebahasaan

3.21 Menganalisis informasi (pengetahuan 4.21 Mengkonstruksi informasi

dan urutan kejadian) dalam teks ekplanasi (pengetahuan dan urutan kejadian) dalam

berkaitan dengan bidang pekerjaan lisan dan teks eksplanasi berkaitan dengan bidang

tulis pekerjaan secara lisan dan tulis

3.22 Menganalisis struktur dan kebahasaan 4.22 Memproduksi teks eksplanasi berkaitan

teks eksplanasi berkaitan dengan bidang dengan bidang pekerjaan secara lisan atau

pekerjaan tulis dengan memerhatikan struktur dan

kebahasaan

3.23 Menganalisis informasi berupa 4.23 Menyusun bagian-bagian penting dari

permasalahan aktual yang disajikan dalam permasalahan aktual sebagai bahan untuk

ceramah berkaitan dengan bidang pekerjaan disajikan dalam ceramah berkaitan dengan

bidang pekerjaan

1

3.24 Menganalisis isi, struktur, dan 4.24 Mengonstruksi ceramah berkaitan

kebahasaan dalam ceramah berkaitan bidang pekerjaan dengan memerhatikan

dengan bidang pekerjaan aspek kebahasaan dan menggunakan

struktur yang tepat

3.25 Mendeskripsikan butir-butir penting 4.25 Menyajikan butir-butir penting dari

dari satu buku pengayaan (nonfiksi) satu buku pengayaan (nonfiksi) berkaitan

berkaitan dengan bidang pekerjaan yang dengan bidang pekerjaan

dibaca

3.26 Menemukan butir-butir penting dari 4.26 Menyajikan persamaan dan perbedaan

dua buku pengayaan berkaitan dengan isi dua buku pengayaan berkaitan dengan

bidang pekerjaan (nonfiksi) yang dibaca bidang pekerjaan (nonfiksi) yang dibaca

3.27 Menganalisis pesan dari satu buku fiksi 4.27 Menyusun ulasan terhadap pesan dari

yang dibaca satu buku fiksi yang dibaca

C. Deskripsi Singkat

Pada Kurikulum 2013 pembelajaran berorientasi pada peserta didik dengan
mengembangkan berbagai metode dan model pembelajaran yang sesuai, mengajak siswa
untuk berpikir tingkat tinggi atau High Order Thingking Skill yang tentunya dikaitkan dengan
fakta empiris yang ada sehingga dapat mengasah keterampilan serta kreativitas dalam
pemecahan masalah. Serangkaian aktivitas pembelajaran peserta didik juga harus didukung
oleh modul yang memfasilitasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada modul ini akan
menjelaskan mengenai beberapa jenis teks yang terdapat pada materi bahasa indonesia kelas XI SMK
semester ganjil yang akan dijelaskan pada kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013.
Dengan adanya modul ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencari referensi
sumber belajar dan bahan untuk diskusi bersama guru dan peserta didik lainnya.

D. Petunjuk Belajar

Agar modul dapat digunakan secara maksimal. Maka diharapkan kalian melakukan
langkah-langkah sebagai berikut.

1. Pelajari dan pahami kompetensi dasar yang terdapat dalam modul!
2. Cermati setiap masalah yang terdapat dalam setiap kegiatan pembelajaran!
3. Pelajari uraian materi secara sistematis dan mendalam dalam setiap kegiatan

pembelajaran!

2

4. Apabila ada materi yang kurang jelas, maka peserta didik dapat bertanya kepada guru
yang memegang mata peajaran Bahasa Indonesia

5. Lakukan review materi secara umum dengan cara membaca kembali rangkuman
materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada
kegiatan belajar ini!

6. Berdiskusilah dengan teman mengenai tugas yang terdapat pada forum diskusi!
7. Cobalah untuk mengerjakan soal latihan yang terdapat pada setiap kegiatan

pembelajaran!

3

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

TEKS PROSEDUR

PBL PERHATIKANLAH GAMBAR
DI BAWAH INI

Apa perbedaanya?

4

AYO KITA PAHAMI
MENGENAI TEKS
PROSEDUR

1. Uraian Materi
A. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur dapat diartikan sebagai teks yang berisi tata
cara untuk membuat atau melakukan sesuatu hal secara berurutan
dengan terstruktur langkah demi langkah untuk menghasilkan suatu
tujuan yang diinginkan. Teks prosedur bertujuan untuk
memudahkan pembaca maupun pendengar agar dapat mengikuti
langkah atau perintah dari isi teks yang tujuan akhirnya bisa sesuai
keinginan pembaca.
Pengertian teks prosedur adalah teks yang menjelaskan urutan kegiatan klerikal,
biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk
menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang,
Mulyadi (2001).
Menurut Ida Nuraida (2008:35), ―Prosedur adalah urutan langkah-langkah (atau
pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan), di mana pekerjaan tersebut dilakukan, berhubungan
dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana melakukannya, di mana
melakukannya, dan siapa yang melakukannya
Dari pengertian prosedur di atas dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah prosedur
pastinya akan tercantum cara bagaimana setiap tugas dilakukan, berhubungan dengan
apa, bilamana tugas tersebut dilakukan dan oleh siapa saja tugas harus diselesaikan. Hal
ini tentu sangat wajar dilakukan karena sebuah prosedur yang dibuat memiliki tujuan
untuk mempermudah kita dalam melaksanakan suatu kegiatan.
Pengertian Prosedur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan
yaitu tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas dan metode langkah demi
langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah.

5

B. MENGANALISIS INFORMASI
PROSEDUR

Tentunya, dalam membuat teks prosedur, kita tidak dapat membuatnya secara
sembarangan terutama pertama kita wajib tahu pengertian dan isi teks prosedur
secara benar. Lalu pahami ketentuan dalam membuat teks prosedur supaya dapat
menghasilkan teks prosedur yang baik dan mudah dimengerti oleh pembaca. Salah
satu hal yang harus diperhatikan adalah struktur teks yang baik. Dengan membuat
struktur yang bagus tentunya akan memudahkan orang yang membaca teks prosedur
tersebut untuk mengetahui urutan kegiatan yang mestinya dilaksanakan. Apa sajakah
struktur yang terdapat dalam teks prosedur? Silahkan simak penjelasan di bawah ini.

Struktur teks prosedur terdiri atas tujuan, langkah-langkah, dan penegesan

ulang.

1) Tujuan merupakan pengantar tentang topik yang akan dijelaskan dalam teks.

Bagian ini merupakan bagian pertama dalam teks prosedur. Pada bagian ini disajikan

tujuan dibuatnya teks prosedur tersebut sehingga pembaca dapat mengetahui untuk

apa teks tersebut dibuat.

2) Langkah-langkah berupa perincian petunjuk yang disarankan kepada pembaca

terkait dengan topik yang ditentukan. Bagian ini berisi cara, proses, urutan kerja,

tahap demi tahap, atau langkah-langkah mengerjakan sesuatu. Langkah-langkah

tersebut harus tersusun secara sistematis dari awal sampai akhir, bersifat logis, dan

mudah dipahami oleh pembaca.

3) Penegasan ulang berupa harapan ataupun manfaat apabila petunjukpetunjuk itu

dijalankan dengan baik.

Contoh prosedur Cara Mencuci Tangan dengan
Baik dan Benar

Setiap orang harus memperhatikan dan menjaga kebersihan, baik kebersihan
lingkungan maupun kebersihan diri sendiri. Menjaga kebersihan diri tidaklah sulit.
Kita bisa melakukannya dengan kegiatan sederhana seperti mencuci tangan. Apakah
kamu sudah mengetahui cara mencuci tangan yang baik dan benar? Berikut adalah
cara mencuci tangan yang baik dan benar.

6

1. Basahilah tangan hingga pergelangan dengan air yang mengalir, kemudian
tuangkan sabun ke telapak tangan, dua sampai tiga tetes.

2. Gosoklah telapak tangan secara perlalan dengan gerakan memutar empat ruas
jari tangan yang lain hingga sabun berbusa dan lakukan secara bergantian.

3. Gosoklah punggung tangan dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan
kanan, begitu juga sebaliknya secara perlahan.

4. Gosoklak telapak tangan dan sela-sela jari dengan menyelipkan jari di
masing-masing ruas jari.

5. Pasangkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan di atas hingga jari-jari
tangan dalam keadaan saling mengunci, lalu gosoklah secara perlahan dan
ulangi gerakan tersebut dengan posisi tangan kiri di atas.

6. Gosoklah ibu jari tangan sebelah kiri dengan gerakan memutar dalam
genggaman tangan kanan dan lakukan gerakan serupa pada ibu jari tangan
sebelah kanan.

7. Gosoklah telapak tangan kiri dengan gerakan memutar ujung jari-jari tangan
kanan begitu juga sebaliknya dengan telapak tangan kanan.

8. Bilaslah kedua tangan dengan air yang mengalir hingga busa hilang.

Dengan sedikit peduli mencuci tangan secara benar kita akan terhindar dari
penyakit. Selamat menyongsong hidup sehat!

NO ISI KALIMAT SINGKAT

1 Tujuan Setiap orang harus memperhatikan dan menjaga

kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun

kebersihan diri sendiri. Salah satu contoh menjaga

kebersihan diri, yaitu mencuci tangan.

2 Langkah-langkah 1. Basahilah tangan hingga pergelangan dengan air
3 Penutup yang mengalir, kemudian tuangkan sabun ke
telapak tangan, dua sampai tiga tetes.

2. …..
Dst.

Dengan sedikit peduli mencuci tangan secara benar

kita akan terhindar dari penyakit. Selamat menyongsong

hidup sehat!

7

C. MERANCANG PROSEDUR

Dalam setiap kegiatan prosedur menjadi pengingat bagi setiap orang untuk
mematuhi tahapan agar kegiatan dapat dilaksanakan dengan benar. Dengan
mematuhi tahapan melakukan suatu kegiatan maka kemungkinan keberhasilan
melakukan kegiatan tersebut lebih besar. Berikut disajikan langkah-langkah
merancang teks prosedur
1. Menentukan macam atau jenis teks prosedur yang akan dirancang
Terdapat tiga kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur kompleks.
a. Teks yang menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau instruksi secara manual.
Teks ini berisi berisi cara-cara menggunakan alat, benda, ataupun perangkat lain
yang sejenis. Misalnya, cara menggunakan komputer atau cara mengendarai mobil
secara otomatis (matic).
b. Teks yang menginformasikan aktivitas tertentu dengan peraturannya. Teks ini
berisi cara-cara melakukan suatu aktivitas. Misalnya, cara-cara melamar pekerjaan,
cara membaca buku secara efektif, atau cara-cara berolahraga untuk penderita sakit
jantung.
c. Teks prosedur yang berhubungan dengan sifat atau kebiasaan manusia. Teks ini
berisi kebiasaan-kebiasaan atau sifat-sifat tertentu. Misalnya, cara-cara menikmati
hidup atau cara-cara melepaskan kebosanan.
2. Menentukan topik teks prosedur
Pilihlah topik yang kita kuasai dan bermanfaat untuk pembaca. Dibandingkan
dengan topik-topik tentang politik, hukum, dan kriminal, topik tentang pendidikan
tentu lebih kita kuasai karena hampir setiap hari kita berada di lingkungan
pendidikan. Topik tentang kehidupan remaja dapat pula kita pilih karena kita sendiri
masih berusia remaja.
3. Menyusun rancangan pernyataan umum, langkah-langkah atau tahapan-
tahapan, dan penutup.

8

D. KEBAHASAAN PROSEDUR

Penggunaan bahasa yang tepat dalam berkomunikasi akan menjadikan

informasi yang disampaikan mudah diterima oleh lawan bicara kita. Agar dapat

menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, Anda harus memiliki

pengetahuan yang memadai tentang unsur-unsur kebahasaan pada jenis-jenis teks.

Setiap teks umumnya memiliki unsur kebahasaan yang berbeda. Hal itu dapat menjadi

ciri khusus suatu teks. Adapun unsur kebahasaan yang perlu dipahami saat menyusun

teks prosedur kompleks, sebagai berikut.

1) Banyak menggunakan kata-kata kerja perintah (imperatif). Kata kerja imperatif
dibentuk oleh akhiran –kan, -i, dan partikel –lah.

Bentuk dasar Imbuhan/Partikel Bentukan Kata

hidup -kan hidupkan

nyala -kan nyalakan

paham -i pahami

taruh -lah taruhlah

2) Banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang

dibahasnya. Apabila teks tersebut berkenaan dengan masalah komputer, akan

digunakan istilah-istilah komputer pula, misalnya keyboard, printer, monitor, CPU,

dsb.

3) Banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna penambahan seperti,

dan, serta, selanjutnya, lagi pula, di samping itu, dsb.

4) Banyak menggunakan konjungsi temporal

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang mengacu pada urutan waktu sekaligus

menjadi sarana kohesi teks. Contoh: kemudian, setelah itu, lalu, dsb

5) Banyak menggunakan pernyataan persuasif

6)Apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan

gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah,

dan warna.

9

E. MENGEMBANGKAN TEKS
PROSEDUR

Mengembangkan teks prosedur haruslah memperhatikan isi, struktur, dan
kaidah kebahasaannya. Teks prosedur berisi langkah-langkah melakukan suatu
kegiatan agar berjalan dan berhasil dengan baik. Struktur teks prosedur dibentuk oleh
tujuan, langkah-langkah, dan penegasan kembali. Sementara, kaidah teks prosedur
dibangun oleh kalimat-kalimat perintah (kata kerja imperatif). Terkadang pula
konjungsi-konjungsi yang bersifat penambahan (kronologis), penggunaan kata-kata
teknis, dan yang lainnya.
Langkah-langkah menyusun teks prosedur ialah sebagai berikut.

1. Menginventarisasi macam-macam kegiatan yang pernah atau dapat dilakukan.
2. Menentukan tema kegiatan.
3. Membuat kerangka dalam bentuk topik-topik kegiatan secara garis besar.
4. Mensistematisasikan kerangka dengan benar dan mudah dipahami pembaca.
5. Mengumpulkan bahan-bahan.
6. Mengembangkan kerangka menjadi sebuah petunjuk yang jelas dan lengkap.
7. Banyak tersenyum secara tulus
8. Senyum membawa kebahagiaan

Contoh pengembangan kerangka teks menjadi teks prosedur.

Menjadi Pribadi Penuh Percaya
Diri

Untuk menjadi pribadi yang percaya diri, Anda harus menerima diri apa
adanya. Ini sangatlah penting karena begitu Anda menerima diri Anda apa adanya,
Anda merasa senang dengan diri Anda sendiri. Artinya, Anda menerima apa pun
kelebihan dan kekurangan yang melekat pada diri Anda selama ini. Tentunya, yang
dimaksud dengan menerima kekurangan disini bukan sama sekali membiarkan
kekurangan diri Anda begitu saja. Sebaliknya, Anda terdorong untuk memperbaiki

10

kekurangan dengan sepenuh hati, tanpa putus asa.
Langkah pertama dengan menanyakan kepada diri Anda tentang hal-hal berikut
dan jawablah sejujurnya.

1. Apa saja kekurangan diri saya selama ini yang harus saya perbaiki, demi
mencapai impian mulia saya?

2. Hal apakah dari diri saya yang kurang disukai orang lain atau teman saya?
Adapun yang dimaksud dengan kelebihan disini adalah hal-hal positif diri Anda
yang patut Anda syukuri dan maksimalkan. Cara mengenali kelebihan diri Anda
ini sangatlah mudah. Untuk mengenali kelebihan Anda, jawablah pertanyaan
berikut.

1. Hal positif apa sajakah yang teman saya sukai dari diri saya?
2. Apa yang saya sukai dari diri saya selama ini?
3. Apa yang orang lain rindukan dari diri saya?

Langkah kedua, yakinlah pada diri Anda sendiri. Keyakinan adalah fondasi
kehidupan. Sekali kita yakin kepada diri sendiri, sejak itulah kita lebih mudah
melangkah dalam meraih impian.
Langkah ketiga, bersyukurlah atas apa pun yang Anda dapatkan. Bersyukur
adalah bukti kebahagiaan seseorang. Semakin kita pandai bersyukur, semakin
tinggi kebahagiaan yang kita dapatkan. Dengan bersyukur, kita telah mengakui
setiap kebaikan yang kita dapatkan serta menikmati setiap kebaikan yang kita
lakukan.
Langkah keempat, tersenyumlah dengan tulus kepada setiap orang, termasuk
orang yang pernah menyakiti diri Anda. Senyum adalah doa. Setiap doa adalah
kebaikan. Setiap kebaikan adalah awal dari kebahagiaan. Itulah sebabnya semakin
sering kita tersenyum dengan tulus, semakin bahagialah diri kita. Semakin kita
bahagia, semakin percaya dirilah diri kita.
Selamat menjadi pribadi yang percaya diri dan penuh bahagia! (Sumber: Ainy
Fauziyah dalam Kompas).

11

2. Forum Diskusi

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Bagaimana upaya-upaya yang dapat kamu lakukan sehubungan dengan masalah-masalah
yang terdapat dalam teks di bawah ini?
1) Ketika mendapatkan mata pelajaran kewirausahaan Andi sulit membuat kerajinan yang
memanfaatkan barang bekas.
2) Rina ditunjuk oleh anggota kelas untuk mengikuti loma memasak dalam kegiatan tengah
semester, namun Rina bingung masak apa yang harus dia dilakukan.
b. Melalui kegiatan berdiskusi, ungkapkan upaya-upaya tersebut ke dalam sebuah tulisan
yang berbentuk teks prosedur!

3. Rangkuman

Teks prosedur dapat diartikan sebagai teks yang berisi tata cara untuk membuat atau
melakukan sesuatu hal secara berurutan dengan terstruktur langkah demi langkah untuk
menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Teks prosedur bertujuan untuk memudahkan
pembaca maupun pendengar agar dapat mengikuti langkah atau perintah dari isi teks yang
tujuan akhirnya bisa sesuai keinginan pembaca.

Struktur teks prosedur terdiri dari tujuan (pengantar tentang topik yang akan
dijelaskan dalam teks, langkah-langkah berupa perincian petunjuk yang disarankan kepada
pembaca terkait topik yang ditentukan, penegasan ulang berupa harapan atau manfaat apabila
petunjuk-petunjuk itu dijalankan dengan baik.

Kebahasaan teks prosedur yaitu banyak menggunakan kata kerja perintah atau
imperatif (partikel -i,kan,-lah), banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan
topik yang dibahasnya, banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna
penambahan, banyak menggunakan pernyataan persuasif, apabila prosedur itu berupa resep
dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat
yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.

12

4. Tes Formatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Cermatilah kutipan teks berikut!

Cara Membuat Infused Water
Belakangan ini, infused water sedang naik daun lantaran dianggap sebagai salah satu
minuman pelengkap gaya hidup sehat yang kaya manfaat. Beberapa orang memanfaatkan
infused water untuk dijual dalam kemasan. Harganya pun lumayan menguras kantong.
Padahal, infused water hanyalah air mineral yang dicampur dengan berbagai macam
potongan buah segar, sayuran, herbal, atau rempah-rempah. Namun, jangan salah, infused
water mengandung banyak manfaat, lho. Manfaat infused water antara lain dapat
menurunkan berat badan, mencegah penuaan kulit, detoks alias membuang racun dalam
tubuh, hidrasi tubuh pengganti air putih biasa, cara sehat minum vitamin, dan membantu
melancarkan sistem pencernaan.
Walaupun tertarik dengan manfaat infused water, tetap saja saying kalau harus
membuang-buang uang. Nah, kalau begitu, marilah kita buat sendiri saja infused water!
Tidak slit, kok. Selain dapat menghemat biaya, kita juga bias membuatnya sesuai selera.
Informasi yang disampaikan pada pernyataan umum teks prosedur tersebut
adalah….
A. mengajak pembaca untuk mengonsumsi infused water setiap hari
B. mengajak pembaca menghemat uang
C. mengajak pembaca membeli infused water
D. mengajak pembaca menjual infused water
E. mengajak pembaca membuat infused water
2. Bacalah secara saksama kutipan teks berikut!

Batang pisang dikerap cukup dalam, kemudian batang pisang dirobohkan pelan-
pelan. Caranya, salah satu pelepah daunnya ditarik sampai hampir roboh. Tandanya pisang
jangan sampai membentur tanah agar tidak trusak. Sebelum tandan dekat ke tanah, ujung
tandan dipegang dengan tangan atau disangga dengan alat yang telah disediakan.
Informasi yang disampaikan pada kutipan teks prosedur tersebut adalah….

A. cara memanen buah pisanG
B. cara memanfaatkan buah pisang

13

C. tanda-tanda buah pisang siap panen
D. buah pisang sebagai bahan keripik pisang
E. manfaat buah pisang selain sebagai buah meja
3. Bacalah secara saksama kutipan teks berikut!

Daun cincau disiapkan di ember, lalu siram dengan air mendidih. Selama penyiraman
dengan air mendidih daun diaduk-aduk dengan alat agar terjadi proses pelayuan yang
merata. Air mendidih ini akan membuat daun yang semula keras dan kaku menjadi lemas
dan tidak mengkilat. Air panas juga membantu proses penguapan, sehingga mengurangi
aroma daun cincau.
Kutipan tersebut menjelaskan tentang ….

A. pemilihan bahan pembuatan cincau
B. bahan-bahan pembuatan cincau
C. salah satu langkah pembuatan cincau
D. perlengkapan untuk pembuatan cincau
E. manfaat ekonomis pembuatan cincau
4. Baca cermat langkah-langkah pembuatan keripik pisang berikut!
(1) Perendaman.
(2) Pemilihan bahan.
(3) Pengupasan.
(4) Penggorengan.
(5) Perajangan/ Pemotongan.
Urutan langkah yang tepat adalah ….
A. (1), (2), (3), (5), (4)
B. (2), (1), (3), (4), (5)
C. (2), (3), (5), (1), (4)
D. (5), (1), (2), (3), (4)
E. (2), (3), (1), (4), (5)
5. Baca cermat langkah-langkah memasak mi berikut!
1) Panaskan satu gelas air sampai menggolak.
2) Buka bungkus mi, lalu pisahkan bumbu dan minya.
3) Masukkan mi ke dalam air yang telah menggolak.
4) …….
5) Setelah itu, didihkan satu gelas air, masukkan telur, dan sayur mayur yang telah

disiapkan.

14

6) Lalu masukkan mi yang ditiriskan ke dalam mangkok yang ada bumbu, tuang
sayuran, lalu aduk hingga merata.

7) Mi siap disajikan. Tambahkan tburan abon atau cabai sesuai selera.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang teks tersebut adalah…
A. Merebus mi dengan telur dan sayuran.
B. Setelah tiga menit, angkat mi dan tiriskan.
C. Merebus mi ;ebih lezat bila ditaburi abon dan cabai.
D. Siapkan alat dan bahan yan dibutuhkan.
E. Matikan kompor.
Perhatikan kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 7 dan 7.
Setelah dibakar, hiaslah. Dalam pengilapan, benda tersebut disalut (dilapisi) dengan cairan
yang disebut dengan glastur, lalu dibakar lagi. Glastur meleleh menjadi lapisan kaca yang
membuat benda itu tampak mengilap dan kedap air. Tembikar dengan gambar-gambar
sebelum atau sesudah pengglasturan.

6. Teks tersebut merupakan struktur prosedur bagian ….
A. pernyataan umum
B. pengertian umum
C. pembuka sebuah prosedur
D. langkah-langkah
E. penutup sebuah teks

7. Agar menjadi prosedur yang lengkap, informasi yang paling tepat untuk mengawali teks
tersebut adalah ….

A. sejarah asal muasal tembikar
B. proses pembuatan tembikar
C. penjelasan negara asal tembikar
D. definsi umum tentang tembikar
E. bahan-bahan untuk memproduksi tembikar
8. Baca dengan cermat penggalan teks prosedur berikut!
Rebuslah air bersih secukupnya sampai mendidih! Setelah itu, celupkan daun jeruk
purut beberapa saat agar daun itu menjadi lunak! Lalu, angkatlah daun jeruk purut itu dan
tiriskan! Tumbuk selembar daun pandan dan diberi air matang! Setelah itu, peraslah
untuk diambil airnya!
Kata-kata kerja imperatif pada teks di atas adalah…

15

A. rebuslah, celupkan, tumbuk, peraslah
B. secukupnya, beberapa, menjadi, mendidih
C. rebuslah, beberapa, menjadi, diberi
D. tiriskan, menjadi, beberapa, selembar
E. selembar, pandan, peraslah, beberapa
9. Bacalah penggalan teks prosedur berikut!
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab
pelajaran, biasanya selalu diberikan soal – soal latihan. Tanpa perlu menunggu intruksi
dari guru, cobalah untuk menjawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana
kemampuan anda. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, Anda bisa bertanya kepada
guru. Setelah anda mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung
tutup buku, tapi cobalah berpikir kritis ala imuwan. Anda dapat membuat beberapa
pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan, kemudian minta tolong kepada
guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, carilah jawabannya pada buku refrensi lain
atau internet. Cara ini mengajak Anda untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
Pernyataan persuasif pada teks di atas adalah….
A. Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita.
B. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal – soal latihan.
C. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, Anda bisa bertanya kepada guru.
D. Anda selalu berpikir ke depan dan kritis.
E. Anda berpikir kritis ala imuwan.
10. Bacalah penggalan teks prosedur berikut!
Cara Membuat Channel Youtube
Pada zaman milenial ini, youtube menjadi salah satu media sosial yang digemari banyak
lapisan masyarakat. Mulai dari konten anak muda, konten agama hingga konten
teknologi yang memiliki penonton dari berbagai usia. Adanya channel-channel youtube
yang bermanfaat sangat berguna bagi banyak masyarakat. Selain itu, para pembuat
konten youtube juga bisa mendapatkan keuntungan dari konten-konten yang diupload di
media youtube. Youtube akan memberikan royalti dari iklan yang dipasang jika konten
yang diupload memiliki banyak viewers. Tertarik untuk membuat channel youtube?
Berikut langkah-langkah dalam membuat channel youtube.
1. Buka browser dan masuk ke laman http://youtube.com
2. Klik tombol Login pada halaman utama http://youtube.com

16

3. Jika sudah memiliki akun google, lanjutkan login dengan menggunakan email dan
password yang sudah ada. Jika belum memiliki akun google, klik ‗Opsi lainnya‘ lalu
buat akun

4. Isi data-data yang dibutuhkan dan ikuti keseluruhan langkah hingga akun google
selesai dibuat

5. Jika akun google telah siap, maka lakukan proses login youtube
6. Setelah berhasil login, klik pada akun di kanan atas lalu lanjutkan dengan klik

‗Channel saya‘
7. Channel pribadi telah selesai dibuat, sesuaikan pengaturan lainnya berdasarkan

kebutuhan.
Kata-kata teknis pada teks prosedur di atas adalah…
A. jika, selain itu, dan, hingga
B. chanel, google, akun, proses
C. akun, password, konten, viewers
D. data, browser, laman, masyarakat
E. login, klik, opsi, pribadi

17

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

TEKS EKSPLANASI

PBL PERHATIKANLAH GAMBAR
DI BAWAH INI

Apa perbedaanya?

18

AYO KITA PAHAMI
MENGENAI TEKS
EKSPLANASI

1. Uraian Materi

A. Pengertian Teks Eksplanasi
Kosasih (2014:178)
Bila dikaitkan dengan genre teks, pengertian teks eksplanasi adalah
suatu teks yang menjelaskan tentang suatu proses atau peristiwa
mengenai asal-usul, proses, atau perkembangan suatu fenomena,
mungkin berupa peristiwa alam,sosial, ataupun budaya

Eksplanasi berasal dari gabungan dua kata yakni teks dan eksplanasi. Teks artinya
tulisan panjang, dan eksplanasi berasal dari kata bahasa Inggris ―explain‖ yang berarti
menjelaskan.Sehingga makna teks ini secara keseluruhan yakni sebuah teks yang
fungsinya untuk memperjelas sesuatu yang bisa berupa apa saja.

Ada beberapa argumen mengenai definisi teks eksplanasi menurut beberapa
ahli misalnya Restuti 2013:85 , Restuti mengatakan jika pengertian Teks Eksplanasi
merupakan sebuah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau
fenomena alam maupun sosial.

Sedangkan menurut Mahsun ( 2013: 189 ), Teks Eksplanasi adalah disusun
dengan struktur yang terdiri atas bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum
(pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup. Baik pernyataan pertama
maupun kedua sama-sama benar dan saling melengkapi satu sama lain.Selain kedua ahli
tersebut tentu masih terdapat berbagai argumen terkait teks eksplanasi dari berbagai
sumber dan ahli, namun di artikel ini cukup dua ahli yang penulis sebutkan sebagai
pembanding.

19

B. MENGANALISIS INFORMASI
TEKS EKSPLANASI

Terdapat beberapa yang harus dipenuhi apabila kamu hendak menganalisis
informasi teks eksplanasi. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup
2. Memuat informasi berdasarkan fakta
3. Biasanya memuat informasi keilmiahan
4. Makna mudah dipahami
5. Pesan yang disampaikan efektif
Selanjutnya, dalam menganalisis informasi teks eksplanasi, perlu dilakukan analisis
informasi untuk mendapatkan analisis yang efektif. Kriteria yang diperlukan dalam
analisis tersebut adalah
1. fungsi teks eksplanasi (Mendeskripsikan Kejadian; sebab akibat; dan perihal lain

yang sejenis)
2. kelengkapan struktur teks eksplanasi
Utuh atau tidaknya teks eksplanasi berdasarkan strukturnya. Jika semua unsur tidak
terpenuhi atau tidak lengkap, teks eksplanasi itu digolongkan ke dalam teks eksplanasi
sederhana.Teks eksplanasi dikontruksi dari beberapa informasi baik lisan maupun
tulisan. Ciri teks eksplanasi berbeda dengan teks yang lain. Ciri informasi tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Informasi yang digunakan merupakan pernyataan umum, urutan sebab akibat,

dan interpretasi.
2. Informasi yang faktual (berdasarkan fakta)
3. Informasi yang digunakan bersifat ilmiah/keilmuan

20

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, langkah-langkah mengontruksi teks eksplanasi adalah
sebagai berikut:

1. Pernyataan umum berisi topik yang akan dijelaskan seperti proses
keberadaan, proses terjadinya, dan proses terbentuknya sesuatu dipaparkan.
Harus ringkas, menarik, dan jelas agar teks dapat diteliti

2. Pernyataan proses berisikan penjelasan yang terperinci tentang keberadaan
dan proses terjadinya sesuatu

3. Penutup berisi simpulan atau pernyataan tentang topik/proses yang
dijelaskan. Informasi yang digunakan bersifat ilmiah/keilmuan.

C. STRUKTUR TEKS
EKSPLANASI

Teks eksplanasi memiliki struktur baku sebagaimana halnya jenis teks lainnya.
Sesuai dengan karakteristik umum dari isinya, teks eksplanasi dibentuk oleh bagian-
bagian berikut.
1. Identifikasi fenomena

Mengidentifikasi sesuatu yang akan diterangkan. Hal itu bisa terkait dengan
fenomena alam, sosial, budaya, dan fenomena-fenomena lainnya.

2. Penggambaran rangkaian kejadian
Memerinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan
sebagai pertanyaan atas bagaimana atau mengapa.
a. Rincian yang berpola atas pertanyaan ‗bagaimana‘ akan melahirkan uraian
yang tersusun secara kronologis ataupun gradual. Dalam hal ini fase-fase
kejadiannya disusun berdasarkan urutan waktu

21

b. Rincian yang berpola atas pertanyaan ‗mengapa‘ akan melahirkan uraian
yang tersusun secara kausalitas. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun
berdasarkan hubungan sebab akibat.

3. Ulasan (review), berupa komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas
kejadian yang dipaparkan sebelumnya.

D. KEBAHASAAN TEKS
ESKPALANSI

Ciri kebahasaan teks eksplanasi adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan kata yang bermakna denotasi.
2. Menggunakan banyak konjungsi kausalitas maupun kronologis. Konjungsi

kausalitas, misalnya sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, sehingga, dan
lain-lain. Konjungsi kronologis (hubungan waktu), misalnya kemudia, lalu,
setelah itu, pada akhirnya, lain-lain.
3. Menggunakan kata ganti untuk fenomena kata benda, baik konkret maupun
abstrak, dan bukan kata ganti orang.
4. Fokus pada hal umum (generic) bukan partisipan manusia (non-human
participants), misalnya, gunung merapi, salju, pelangi, dan yang lainnya.
5. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah atau banyak kata teknis sesuai dengan
topik yang dibahas.
6. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional (kata
kerja aktif)
a. Kata kerja material adalah kata kerja yang mengacu pada tindakan fisik atau

peristiwa. Kata kerja material dalam teks eksplanasi digunakan untuk
menjelaskan proses terjadinya sesuatu.

22

b. Kata kerja relasional adalah kata kerja yang penghubung yang berfungsi
menghubungkan subjek dengan pelengkap, misalnya adalah, ada, menjadi,
merupakan, dan memiliki.

7. Menggunakan kalimat pasif. Kalimat pasif yang banyak digunakan dalam teks
eksplanasi, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai
penderita atau dikenai tindakan atau pekerjaan. Kalimat pasif ditandai oleh
predikat yang berawalan di-atau ter-. Khusus untuk kalimat pasif dengan subjek
(dalam bentuk aktif) berupa aku, saya, kami, kita, engkau, kamu, Anda, beliau,
atau, mereka, harus langsung diikuti kata kerja yang berimbuhan me-.

8. Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan
secara kausal itu benar adanya.

D. MEMPRODUKSI TEKS
EKSPLANASI

Teks eksplanasi adalah teks yang memaparkan suatu proses peristiwa dengan sedetail
mungkin dengan menggunakan fakta-fakta yang mendukung.
Langkah-langkah menyusun teks eksplanasi kompleks adalah sebagai berikut:
1. menentukan suatu kejadian yang akan dipaparkan
2. mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi teks eksplanasi
3. menyusun kerangka karangan dengan struktur baku dari teks eksplanasi dengan

susunan paragraf secara kausalitas atau kronologis
4. mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksplanasi yang

lengkap dan utuh dengan memperhatikan struktur bakunya yaitu identifkasi
fenomena, proses kejadian, dan ulasan.

23

5. menyunting teks eksplanasi, terutama yang berhubungan dengan:
a. Ketepatan jenis teks
b. Struktur teks
c. Keterpaduan teks
d. Kaidah-kadiah kebahasaan
e. Ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca

Sebagaimana yang telah dipaparkan terdahulu bahwa teks eksplanasi adalah teks
yang memaparkan suatu proses peristiwa dengan sejelas- jelasnya. Oleh karena itu, jenis
teks tersebut lebih sering menggunakan fakta. Adapun langkah-langkah penyusunannya
adalah sebagai berikut.

1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi teks eksplanasi.
Contoh:
a. Paling depan para siswi.
b. Memainkan mayoret.
c. Melakukan koreografi.
d. Para penonton berjubel.
e. Diikuti marching band.
f. Pelajar menempelkan tulisan hak-hak remaja.

2. Menyusun kerangka teks, yakni dengan menomori topik-topik itu sesuai dengan struktur
baku dari teks ekspalanasi, yang paragraf-paragrafnya dapat disusun secara kausalitas
atau kronologis. Dalam tahap ini, dapat saja membuat topik yang kita anggap tidak
sesuai atau menggantinya dengan topik yang lain.

Adapun pengembangan paragrafnya, kita dapat menyusun kerangka seperti berikut.
Contoh:

a. Paling depan para siswi yang cantik.
b. Memainkan mayoret, melakukan koreografi.
c. Diikuti marching band.
d. Pelajar menempelkan tulisan hak-hak remaja.
e. Pelajar berselimut spanduk berisi tanda tangan pelajar.
3. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksplanasi yang lengkap
dan utuh, dengan memperhatikan struktur bakunya: identifikasi fenomena, proses

24

kejadian, dan ulasan. Dalam tahap ini kita harus menjadikan topik-topik itu menjadi
kalimat yang jelas. Kita pun dapat saja membuat kalimat yang fungsinya sebagai
pengikat, seperti konjungsi-konjungsi yang biasa digunakan dalam teks eksplanasi
sehingga kalimat-kalimat itu terjalin secara lebih kompak dan padu.
Berikut contoh pengembangan paragraf untuk teks eksplanasi.

Rombongan ini terbagi menjadi beberapa kelompok. Paling depan, deretan
siswi-siswi imut. Mereka asyik memainkan mayoret, melakukan koreografi
menggunakan benderanya masing-masing. Kelompok mayoret ini diikuti
dengan marching band, disusul dengan sejumlah pelajar yang menempeli tubuh
mereka dengan papan yang bertuliskan hak-hak yang patut dituntut remaja.
Rombongan diakhiri dengan sekelompok pelajar yang berbaris di dalam
―selimut‖ berbentuk spanduk yang diisi petisi berupa tanda tangan pelajar dari
sejumlah sekolah di Bandung.
4. Menyunting teks eksplanasi yang ditulis teman. Tujuannya untuk mengoreksi
kesalahan-kesalahan yang mungkin ada dalam teks itu, misalnya berkenaan dengan:
a. isi teks,
b. struktur,
c. kaidah kebahasaan, dan
d. ejaan/tanda bacanya

25

2. FORUM DISKUSI

1. Bacalah teks eksplanasi berikut!
2. Tentukanlah struktur yang terkandung dalam teks tersebut!
3. Temukanlah kaidah kebahasaan yang terkandung dalam teks eksplanasi!

KEMISKINAN

Kemiskinan adalah tingkat masyarakat dengan pendapatan yang rendah.
Dengan pendapatan yang rendah masyarakat tidak mempu untuk mencukupi
kebutuhan pokok seperti makan, minum, pakaian, tempat berlindung, dan pendidikan.
Biasaya masyarakat miskin cenderung bertempat tinggal dibantaran kali, bawah
jembatan, dan tempat-tempat yang justru bukan tempat layak mendirikan bangunan.
Terkadang justru mereka membangun tempat tinggal di atas tanah milik negara.

Kemiskinan tidak hnaya menjadi fenomena yang terjadi di Indonesia, tetapi
juga menjadi fenomena yang terjadi hampir di seluruh dunia. Banyak negara
berkembang yang juga memiliki permasalah yang sama tentang kemiskinan seperti
negara Indonesia. Banyak faktor terjadinya kemiskinan atau seseorang menjadi
miskin. Faktor keterbatasan alat kelengkapan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan
sehari-hari. Selain itu, seperti bangkrut, musibah, prilaku pribadi, perbudakan, dan
struktur sosial. Faktor perilaku dan struktur sosial yang lebih banyak mendominasi
terjadi kemiskinan secara menglobal.

Perilaku manusia yang konsumtif, mementingkan gengsi daripada kebutuhan,
dan penggunaan keuangan yang tidak sesuai dengan pemasukan yang diterima.
Jumlah keluarga juga dapat mempengaruhi jika pemasukan tidak sebanding dengan
kebutuhan untuk semua keluarga. Faktor struktur sosial lebih mengarah pada turun
temurun kemiskinan itu sendiri.

26

Orangtua yang miskin akan besar kemungkinan untuk tidak dapat membiayai
pendidikan anak-anak mereka sehingga anak-anak mereka pun akan sulit menjamah
pendidikan. Dengan demikian, generasi kebodohan dan kemiskinan akan mudah saja
menjadi turun kegenerasi dalam keluara miskin. Faktor gengsi adalah faktor yang juga
termasuk ke dalam faktor perilaku pribadi. Masyarakat lebih cenderung
mementingkan keinginan daripada kebutuhan pokok.

Rokok, Hp, pakaian bermerk, dan jalan-jalan merupakan contoh kesenangan
sesaat yang dapat menghabiskan uang yang didapat selama bekerja. Sehingga, uang
yang masuk tidak akan cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun,
banyak juga yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk
menanggulangi fenomena kemiskinan ini. Mulai dari pemerintah menaikan upah
minimum pekerja, menyediakan lapangan kerja yang sesuai, memberikan pendidikan
gratis, menyediakan tempat tinggal dengan harga terjangkau, dan secara pribadi
masyarkat diminta untuk dapat berperilaku sewajarnya.

Tidak menghambur-hamburkan uang, mencari pekerjaan yang sesuai,
menghilangkan sedikit gengsi dengan menabung, dan bantuan dari masyarakat sekitar.
Kerja sama antara penduduk kalangan sedang atau menengah dan kalangan ekonomi
atas terhadap masyarakat kalangan bawah sangatlah penting.Saling mengingatkan,
membantu, tetapi juga masyarakat dengan ekonomi rendah tidak lah boleh hanya
brpangku tangan saja menerima smeua bantuan yang diberikan. Seharusnya,
kemiskinan tidak perlu menjadi fenomena yang besar di Indonesia maupun dunia.
Jika, kita secara pribadi mau menerima dan mensyukuri apa yang kita miliki tanpa
membandingkan dan ada perasaan isi di dalamnya.

Selain itu, adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sekitar tentang
penanggulangan atau memberantas kemiskinan, diharapkan negara kita akan terbebas
dari fenomena kemiskinan yang makin lama semakin bertambah.

27

3. Rangkuman

Eksplanasi berasal dari gabungan dua kata yakni teks dan eksplanasi. Teks artinya
tulisan panjang, dan eksplanasi berasal dari kata bahasa Inggris ―explain‖ yang berarti
menjelaskan.Sehingga makna teks ini secara keseluruhan yakni sebuah teks yang fungsinya
untuk memperjelas sesuatu yang bisa berupa apa saja.

Langkah-langkah mengontruksi teks eksplanasi adalah Pernyataan umum berisi topik
yang akan dijelaskan seperti proses keberadaan, proses terjadinya, dan proses terbentuknya
sesuatu dipaparkan, pernyataan proses berisikan penjelasan yang terperinci tentang
keberadaan dan proses terjadinya sesuatu, dan penutup berisi simpulan atau pernyataan
tentang topik/proses yang dijelaskan. Informasi yang digunakan bersifat ilmiah/keilmuan.

Struktur teks eksplanasi adalah identifikasi fenomena (latar belakang kejadian), proses
kejadian (kornologis, penyebab), dan ulasan (mengomentari konsekuensi). Kebahasaan teks
eksplanasi adalah meggunakan makna denotasi, konjungsi kausalitas (sebab, karena, oleh
sebab itu, oleh karena itu, sehingga), konjungsi kronologis (kemudian, lalu, setelah itu, pada
akhirny) kata kerja material, kata kerja relasional, dan kalimat pasif.

Memproduksi teks eksplanasi harus terdapat beberapa hal yang harus dilakukan
adalah menentukan suatu kejadian yang akan dipaparkan, mendaftar topic-topik, menyusun
kerangka, mengembangkan kerangka, dan menyunting kerangka teks eksplanasi dengan
menentukan ketepatan jenis teks, struktur teks, keterpaduan teks, kaidah-kaidah kebahasaan,
dan ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca.

4. Tes Formatif

Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-4.
Secara alami, hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan proses
biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh
aktivitas manusia, seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor, dan
pabrik pengolahan pertanian (terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini
dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi

28

asam dan terdeposit ke tanah.
1. Tanggapan yang tepat untuk mengomentari kekurangan eksplanasi tersebut adalah ….

A. Teks tersebut tidak dilengkapi bagian pengertian umum tentang hujan asam.
B. Teks tersebut mudah dipahami apabila didahului dengan definisi hujan asam.
C. sebaiknya, teks tersebut didahului dengan pernyataan umum
D. Agar sempurna sebagai eksplanasi, teks tersebut sebaiknya didahului dengan

pengertian umum
E. Teks tersebut tidak dilengkapi penjelasan akibat hujan asam.
2. Paragraf tersebut termasuk struktur eksplanasi bagian
A. pernyataan umum
B. pengertian umum
C. deret penjelas
D. interpretasi
E. orientasi
3. Bukti paragraf tersebut merupakan bagian eksplanasi adalah ….
A. Berisi penjelasan proses terjadinya hujan asam.
B. Berisi penjelasan fenomena alam.
C. Memaparkan tentang hujan asam.
D. Menjelaskan akibat semburan gunung berapi.
E. Menguraikan letusan gunung berapi.
4. Bukti kausalitas pada teks tersebut tidak terdapat pada ....
A. Hujan asam disebabkan oleh semburan gunung berapi.
B. Proses biologis adalah penyebab hujan asam.
C. Aktivitas manusia marupakan penyebab terjadinya hujan asam.
D. Hujan asam disebabkan asap kendaraan bermotor.
E. Tanah dan laut adalah penyebab terjadinya hujan asam.
Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 5-8.
Abrasi terjadi karena faktor alam berupa angin yang bertiup di atas lautan dan
menimbulkan gelombang beserta arus laut sehingga mempunyai kekuatan untuk
mengikis daerah pantai. Selain faktor alam, abrasi juga disebabkan oleh faktor manusia,
misalnya penambangan pasir. Penambangan pasir sangat berperan banyak terhadap
abrasi pantai, baik di daerah tempat penambangan pasir maupun di daerah sekitarnya
karena terkurasnya pasir laut yang berpengaruh terhadap kecepatan dan arah arus laut
yang menghantam pantai. Dengan demikian, abrasi dapat terjadi karena faktor alam dan
faktor manusia.

29

5. Topik yang dijelaskan pada teks tersebut adalah ….
A. abrasi
B. faktor penyebab abrasi
C. akibat-akibat abrasi
D. mencegah abrasi
E. abrasi pantai

6. Bukti teks tersebut merupakan bagian struktur deret penjelas adalah ….
A. Teks berisi penjelasan proses terjadinya abrasi.
B. Teks berisi penjelasan fenomena alam.
C. Teks memaparkan tentang abrasi.
D. Abrasi disebabkan dua faktor.
E. Menguraikan abrasi.

7. Simpulan yang tepat untuk teks tersebut adalah ….
A. Manusia merupakan penyebab utama terjadinya abrasi.
B. Abrasi terjadi karena terkikisnya pantai.
C. Abrasi disebabkan oleh faktor alam dan manusia.
D. Abrasi memengaruhi kondisi alam dan manusia.
E. Abrasi disebabkan oleh aktivitas penambangan pasir.

8. Skema yang tepat untuk menggambarkan urutan kejadian pada teks tersebut adalah ….
A. abrasi --> tiupan angin --> gelombang —> pengikisan pantai
B. abrasi penambangan pasir --> abrasi pantai
C. tiupan angin --> gelombang air --> mengikis pantai —> abrasi
D. faktor alam —> faktor manusia --> abrasi
E. penambangan —> pasir abrasi --> pengikisan
Perhatikan teks berikut untuk menijawab soal nomor 9 dan 10.
Kata tsunami berasal dari bahasa jepang tsu yang berarti ‗pelabuhan' dan nami
yang berarti ‗gelombang‘. Tsunami adalah gelombang pasang yang dahsyat karena
gempa bumi dan letusan gunung api di dasar laut.
Gempa bumi yang tejadi di dasar laut sangat berpotensi menimbulkan tsunami.
Patahan dasar laut menyebabkan ekuilibrium air menjadi terganggu. Semakin besar
daerah patahan yang terjadi, semakin besar pula tenaga gelombang yang dihasilkan.
Gelombang besar yang mengalir deras ke daratan inilah yang sangat berbahaya bagi
manusia.
Tsunami berpotensi membawa kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan yang
terbesar disebabkan oleh gelombang besar yang membanjiri daratan. Gelombang ini akan
menyeret apa saja yang dilaluinya. Kadang, korban jiwa yang terjadi bukanlah karena
disebabkan oleh ombak besar tsunami yang mengalir, melainkan karena benturan dengan
benda-benda yang dibawa gelombang tsunami. Selain itu, lumpur yang ikut terseret
gelombang tsunami menyebabkan manusia menjadi sulit untuk menyelamatkan diri
dengan cepat.

9. Informasi yang terdapat pada bagian pernyataan umum adalah ….
A. etimologi kata tsunami
B. penyebab tsunami
C. penyebab gempa
D. potensi tsunami
E. akibat tsunami

10. Skema yang tepat menggambarkan isi teks tersebut adalah ….
A. Tsunami

30

gempa bumi di dasar laut
letusan gunung api di dasar laut
B. Tsunami

gempa bumi di dasar laut
gelombang pasang naik ke

darat
kerusakan
C. gempa di dasar laut
tsunami
letusan gunung di dasar laut
D. gempa di dasar laut
tsunami
letusan gunung di permukaan

laut
E. gempa di dasar laut

korban jiwa
kerusakan bangunan

tsunami

31

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

TEKS CERAMAH

PBL

PERHATIKANLAH
PENGGALAN DI BAWAH INI

Apa perbedaanya?

32

AYO KITA PAHAMI
MATERI TEKS CERAMAH

1. Uraian Materi

A. Pengertian Ceramah
Ceramah adalah pembicaraan di depan umum yang

berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dan
sebagainya. Yang menyampaikan adalah orang-orang yang
menguasai di bidangnya dan yang mendengarkan biasanya
melibatkan banyak orang. Medianya bisa langsung ataupun
melalui sarana komunikasi, seperti televisi, radio, dan media
lainnya. Selain itu, ada pula yang disebut dengan pidato dan
khotbah. Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang
cenderung bersifat persuasif, yakni berisi ajakan ataupun
dorongan pada khalayak untuk berbuat sesuatu. Khotbah
adalah pembicaaraan di depan umum yang berisi penyampaian
pengetahuan keagamaan atau praktik modulberibadah dan
ajakan-ajakan untuk memperkuat keimanan.

Ceramah merupakan teks yang berfungsi untuk menyampaikan informasi
(edukatif) yang berupa pengetahuan kepada khalayak juga untuk mengajak atau
meyakinkan. Menurut Dimyati metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi
belajar mengajar yang dilakukan melalui penuturan dan penjelasan secara lisan oleh
seorang guru terhadap sekelompok anak didiknya. Fakta bahwa ceramah itu sangat
dipengaruhi oleh kepribadian dan kemampuan guru yang didapatkan dari
pengalaman-pengalaman hidupnya serta bakat yang dimiliki dan penguasaan materi.
Seorang guru atau penceramah harus memiliki keterampilan yang baik dalam
mengemas sebuah informasi dalam sebuah ceramah lisan dengan menggunakan
bahasa yang mudah dipahami.

33

B. Menganalisis Informasi
Teks Ceramah

Ceramah biasanya dilakukan oleh seseorang yang ahli di bidangnya.
Informasi yang disampaikan pun erat dengan pengetahuan penceramahnya.
Selain itu, informasi yang disampaikan dalam ceramah dapat berupa nasihat dan
permasalahan aktual yang terjadi di lingkungan masyarakat. Seperti yang kalian
simak teks ceramah sebelumnya, yaitu Pidato Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019.
Informasi dan permasalahan aktual yang kalian dapat dari pidato menteri
tersebut, di antaranya:

Tugas seorang guru sangat mulia karena membentuk masa depan bangsa.
Namun, tugas tersebut banyak rintangan dan hambatannya, yaitu seringnya
diberikan aturan dibandingkan pertolongan. Banyak waktu habis untuk
mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas, terpaksa mengejar
angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan, kurikulum terlalu padat
sehingga menutup pintu petualangan. Akhirnya, guru pun frustasi karena tidak
dapat mewujudkan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh siswa-siswanya. Guru
mengetahui bahwa setiap siswa memliki kebutuhan dan kemampuan yang
berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip
dasar birokrasi. Seolah-olah guru tidak dipercaya untuk berinovasi. Dengan
demikian, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam kesempatan pada
hari guru nasional, menyampaikan bahwa perubahan itu tidak mudah, tetapi
beliau akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Perubahan itu pun
dapat dimulai dari guru dan berakhir pada guru pula. Apa pun perubahan kecil
itu, jika semua guru berbarengan melakukannya , maka Pendidikan Indonesia
pun akan berubah menjadi lebih baik.

Dari uraian tersebut, kalian dapat simpulkan bahwa ceramah merupakan
kegiatan menyampaikan informasi, pengetahuan, nasihat, dan lain-lain di depan
khalayak. Orang yang menyampaikan ceramah harus memiliki pengetahuan yang
lebih dibandingkan audiens atau pendengarnya. Dengan demikian, isi informasi
yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pendengar.

34

Pada dasarnya, informasi merupakan pemberitahuan, atau kabar tentang
sesuatu. Pokok-pokok isi informasi bisa didapatkan dengan memerhatikanunsurunsur
5W+1H, yaitu apa, siapa, kapan, di mana, mengapa+bagaimana. informasi yang
bersumber dari berbagai media akan terus menerus mengalami perubahan sesuai
kondisi. Dalam bentuk penyajiannya, informasi yang disampaikan media harus
relevan dan memiliki manfaat bagi pembacanya. Sedangkan permasalahan aktual
berarti sebuah peristiwa atau hal yang benarbenar sedang terjadi pada masa terkini.
Ketika informasi disajikan dalm bentuk sebuah media harian atau mingguan, hal yang
diinformasikan harus bersifat aktual.

Begitu juga dengan informasi yang terdapat dalam ceramah, informasi yang
disampaikan umumnya berkaitan dengan permasalahan, nasihat, bahkan petunjuk
yang ditawarkan sebagai solusi dari suatu permasalahan. Jenis-jenis informasi,
termasuk informasi dalam ceramah dapat dibedakan menjadi beberapa bagian.
1. Informasi Berdasarkan Fungsinya

Informasi ini dibedakan menjadi tiga. Pertama, informasi yang bersifat
edukatif yang akan memberikan pengetahuan baru. Kedua, informasi bersifat
persuasif yang berisi pesan ajakan bagi penerima pesan. Ketiga, informasi bersifat
rekreatif yang sifatnya menghibur semata.
2. Informasi Berdasarkan Format Penyajiannya

Informasi ini dibedakan menjadi informasi yang hanya berbentuk teks (tulisan
saja), gambar atau foto, ilustrasi atau karikatur. Selain, itu informasi juga bisa
berbentuk feature, resensi, dan kolom khusus yang disajikan dalam media cetak.
3. Informasi Berdasarkan Lokasi

Jenis ini berdasarkan lokasi peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung,
misalnya, informasi dari tiap daerah kota, kabupaten, nasional, maupun manca
negara. Informasi Berdasarkan Bidang Kehidupan Jenis informasi ini berisi hal-hal
yang berdasarkan pada kehidupan sehari-hari yang ada dan terjadi di masyarakat,
misalnya, informasi tentang dunia pendidikan, sosial, budaya, dan gaya hidup.
4. Informasi Berdasarkan Bidang Kepentingan, yaitu dapat dibedakan menjadi
empat jenis: 1) Informasi yang menyangkut keselamatan 2) Informasi yang
menyangkut perubahan dan berpengaruh pada kehidupan pembaca 3) Informasi
tentang cara atau kiat baru dan praktis bagi pembaca untuk meningkatkan kualitas
hidupnya 4) Informasi tentang peluang bagi pembaca untuk memperoleh sesuatu.

35

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk memahami informasi dalam ceramah
sebagai berikut: 1) menyimak ceramah yang didengar/dibaca dengan saksama secara
menyeluruh, 2) mencatat informasi yang menarik dalam ceramah 3) menyusun
informasi yang telah dicatat menjadi kalimat-kalimat atau paragraf sederhana yang
padat dan efektif.

C. STRUKTUR CERAMAH

Seperti teks lainnya, teks ceramah memiliki struktur yang membangun teks ini melalui
beberapa bagian pembangunnya. Bagian-bagian pembangun struktur teks ceramah meliputi:
pembuka/pendahuluan, isi, penutup. Berikut adalah struktur teks ceramah yang dikemukakan
oleh Tim Kemdikbud (2017, hlm. 92).
1. Pembukaan

Berisi pengenalan isu, masalah, pengetahuan hingga pandangan penceramah
mengenai topik yang akan dibahas. Bagian ini sama dengan tesis dalam teks eksposisi.

Contoh:

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa pendidikan karakter adalah
bentuk kegiatan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk
kepribadian para peserta didik agar menjadi lebih baik. Dengan
pendidikan karakter, anak-anak kita akan dituntun untuk
mengembangkan kepribadiannya supaya anak-anak kita menjadi lebih
baik. Khusus di negara kita, pendidikan karakter akan menuntun anak-
anak kita untuk mempunyai lima karakter dasar yang mesti dipunyai
seorang siswa atau peserta didik, yaitu religius, nasionalis, mandiri,
gotong royong, dan integritas. Dengan mempunyai karakter-karakter
tersebut, diharapkan anak-anak kita bertumbuh menjadi generasi emas
yang tangguh, cerdas, dan berkarakter”.

36

2. Isi (Rangkaian argumen)

Berupa rangkaian argumen-argumen penceramah yang berkaitan dengan topik yang
dibicarakan pada pembuka atau tesis. Bagian ini biasanya mengemukakan pula berbagai fakta
dan data yang memperkuat argumen-argumen penceramah.

Contoh :

―Pendidikan karakter begitu penting dan mesti diterapkan di sekolah-
sekolah saat ini khususnya di sekolah kita, agar nantinya anak-anak kita bisa
menjadi generasi yang lebih baik dari kita. Adapun metode atau cara agar kita dapat
mengaplikasikan pendidikan karakter di sekolah kita adalah dengan menjadikan diri
kita sebagai teladan baik bagi anak-anak kita. Selain itu, pengajaran tentang
keagamaan dan kewarganegaraan mesti kita ajarkan dengan metode dua arah, yakni
dengan melibatkan anak-anak kita dalam setiap pembelajaran materi pembelajaran
tersebut, entah itu dengan bertanya atau menyatakan pengalaman empirik mereka
yang berhubungan dengan keagaamaan dan kewarganegaraan‖.

3. Penutup (Penegasan kembali)
Merupakan penegasan kembali mengenai apa yang disampaikan dalam ceramah. Hal

ini bertujuan untuk memastikan ceramah tidak memberikan pemahaman yang keliru dari
yang dimaksudkan, hingga agar diingat oleh pendengarnya. Selain itu, agar ceramah
terkenang dan pendengarnya terpengaruh untuk melakukan sesuatu, bagian ini juga biasa diisi
oleh rekomendasi atau saran mengenai topik yang disampaikan.

Contoh :

―Sekali lagi saya katakan, bahwa pendidikan karakter mesti diaplikasikan ke
tiap- tiap sekolah, termasuk sekolah kita. Sebab, dengan pendidikan karakter, anak-
anak kita akan bertumbuh menjadi generasi yang cerdas, religius, dan mempunyai
karakter yang kuat‖.

―Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini.
Mohon dimaafkan bila ada kesalahan atau kekurangan dalam penyampaian pidato
saya ini. Semoga rahmat dan ridho-Nya senantiasa selalu ada bersama kita. Amin.

Wassalamualaikum wr, wb‖.

37

d. KEBAHASAAN TEKS
CERAMAH

Kalimat majemuk bertingkat terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain sebagai
berikut.
1. Kalimat majemuk hubungan akibat, ditandai oleh kata penghubung sehingga,

sampai-sampai, maka.
Contoh:
a. Ia terlalu bekerja keras sehingga jatuh sakit.
b. Penjelasan diberikan seminggu sekali sehingga anak-anak dapat mengerjakan

tugas-tugas mereka dengan teratur.
2. Kalimat majemuk hubungan cara, ditandai oleh kata penghubung dengan.

Contoh:
a. Kejelasan PSMS Medan berhasil mempertahankan kemenangannya dengan
memperkokoh pertahanan mereka.
b. Dengan cara menggendongnya, anak itu ia bawa ke rumah orang tuanya.
c. Pemburu itu menunggu di atas bukit dengan jari telunjuknya melekat pada
pelatuk senjatanya.
3. Kalimat majemuk hubungan sangkalan, ditandai oleh konjungsi seolaholah,
seakan-akan.
Contoh:
a. Keadaan di dalam kota kelihatan tenang, seolah-olah tidak ada suatu apa pun
yang terjadi.
b. Dia diam saja seakan-akan dia tidak mengetahui persoalan yang terjadi.
c. Ia pun menghapus wajahnya seakan mau melenyapkan pikirannya yang risau
itu.
4. Kalimat majemuk hubungan kenyataan, ditandai oleh konjungsi padahal,
sedangkan.
Contoh:
a. Pura-pura tidak tahu padahal dia tahu banyak.
b. Para tamu sudah siap, sedangkan kita belum siap.

38

5. Kalimat majemuk hasil, ditandai oleh konjungsi makanya.
Contoh:

a. Tempat ini licin, makanya Anda jatuh.
b. Yang datang berwajah seram, makanya saya lari ketakutan.
6. Kalimat majemuk hubungan penjelasan, ditandai oleh kata penghubung bahwa,
yaitu.
Contoh:
a. Berkas riwayat hidupnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang pelajar
teladan.
b. Kebun ini telah dibersihkan ayah, yaitu dengan memangkas dan menebang
belukar yang tumbuh di sekitarnya.
c. Peristiwa tersebut menggambarkan bahwa ada dua kelompok siswa yang
memiliki sikap berbahasa yang berbeda di sekolah tersebut.
7. Kalimat majemuk hubungan atributif, ditandai oleh konjungsi yang.
Contoh:
a. Pamannya yang tinggal di Bogor itu, sedang dirawat di rumah sakit.
b. Istrinya yang datang bersama dia itu, seorang insinyur.
c. Laki-laki yang berbaju putih itu adalah kakekku dari Ibu.
d. Kelompok pertama adalah mereka yang kurang memiliki keperdulian terhadap
penggunaan bahasa yang baik dan benar.
e. Hal ini tampak pada ragam bahasa yang mereka gunakan yang menurut sindiran
siswa kelompok kedua sebagai ragam bahasa Kampung Rambutan.

39

E. Langkah Menulis Teks
Ceramah

Langkah-langkah penyusunan teks ceramah menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm.96)
adalah sebagai berikut ini.
1. Menentukan Topik

Menentukan topik tentunya menjadi hal pertama yang harus ditentukan.
Tentunya, terkadang topik ceramah juga dapat didapatkan dengan tidak sengaja
misalnya saat kita membaca teks berita dan mendapatkan kabar yang sedang hangat
dibicarakan. Namun, topik tersebut harus tetap ditentukan dan diolah melalui langkah
selanjutnya, tidak hanya asal mengambil tren terbaru saja.Topik yang diambil dapat
meliputi: keterampilan, keahlian, pengalaman pribadi, hobi, pelajaran, pendapat
pribadi, minat khalayak, biografi tokoh terkenal, dsb.
2. Merumuskan Tujuan Ceramah

Selanjutnya, tujuan adalah hal yang harus diperhatikan ketika sudah
menemukan topik yang akan dibawakan. Untuk apa kita memberikan ceramah?
Apakah untuk berbagi ilmu? Mengajak pendengar untuk melakukan sesuatu? Dsb.
Namun, dalam gambaran luasnya, tujuan ceramah meliputi:

1. Tujuan umum, yang meliputi: ceramah informatif, ceramah persuasif, ceramah
rekreatif (hiburan)

2. Tujuan khusus, yang merupakan rincian dari tujuan umum, tujuan ini meliputi:
kebahasaan Indonesia untuk tujuan umum pelajaran, cara melukis untuk tujuan
umum keahlian atau hobi, biografi Soekarno untuk tujuan umum biografi tokoh.
3. Menyusun Kerangka Ceramah
Kerangka teks ceramah adalah rencana yang memuat pokok-pokok bahasan
struktur teks ceramah. Setiap bagian struktur yaitu: pembuka, isi, dan penutup dibuat
kalimat pokok atau ide pokoknya terlebih dahulu tanpa penjelasan detail.

40

4. Menyusun Ceramah Berdasarkan Kerangka
Setelah kerangka telah selesai dibuat, maka kembangkan setiap kalimat

pokok menjadi paragraf-paragraf yang diberi kalimat penjelas, baik secara deduktif
(kalimat pokok di awal paragraf) maupun induktif (kalimat pokok di akhir
paragrap) Bersamaan dengan itu, penulisan teks ceramah juga harus dibarengi
dengan penghayatan terhadap bahan-bahan yang akan disampaikan. Caranya adalah
sebagai berikut:

a. Mengkaji bahan secara kritis
b. Meninjau kelayakan materi terhadap khalayak ramai atau pendengar ceramah
c. Meninjau kembali berbagai bahan yang kemungkinan mendapatkan pro kontra
d. Menyusun sistematika bahan teks ceramah
e. Menguasai materi ceramah berdasarkan jalan pikiran yang logis
5. Menyunting Teks Ceramah

Setelah menyelesaikan ceramah, tahap selanjutnya adalah untuk
menyunting teks tersebut. Penyuntingan bertujuan untuk menyempurnakan atau
untuk mengurangi kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi dalam suatu teks.
Oleh karena itu, seorang penyunting setidaknya harus mengetahui bagaimana cara
penulisan teks yang baik,benar-benar memahami topik yang akan dibahas dalam
teks tersebut, serta memahami aturan-aturan kebahasaan, seperti masalah ejaan dan
tanda baca.

Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan dengan langkah-langkah yaitu
mengonstruksi, menyusun, atau menulis teks ceramah yang akan disunting,
penyediaan bahan-bahan pemandu penyuntingan, seperti pedoman Ejaan Bahasa
Indonesia (PUEBI) dan kamus. Keduanya dapat ditemukan secara daring. Selain
itu, bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan teks yang akan disunting
(dalam kesempatan ini: teks ceramah).Memperhatikan bahan suntingan secara
cermat, baik itu berkenaan dengan cara penyajian isi maupun kaidah Memperbaiki
kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman
pada sumber-sumber yang dapat dipercaya (PUEBI dan KBBI).

41

3. Forum Diskusi

1. Bacalah teks ceramah di bawah ini!
2. Temukanlah informasi yang didapatkan!
3. Tentukanlah struktur yang terkandung dalam teks ceramah tersebut!
4. Temukanlah kaidah kebahasaan yang terkandung dalam teks ceramah tersebut!

Selamat pagi guru-guru dan seluruh pelajar. Sungguh kesempatan yang
berbahagia kita bisa sama-sama memperingati Hari Guru di tahun 2020 ini.

Di momen Hari Guru ini, mari kita ingat kembali Ki Hadjar
Dewantara, tokoh yang berpengaruh dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Beliau pernah mengatakan, pendidikan dan pengajaran di dalam Republik
Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa
Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir.

Saya setuju dengan apa yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara.
Indonesia begitu beragam. Mulai dari adat, kebudayaan, dan kebiasaan
masyarakat, semua berbeda-beda di tiap wilayah. Kita tidak bisa
memaksakan standar pendidikan ibu kota ke daerah-daerah. Saya yakin
setiap daerah memiliki potensi masing-masing. Setiap guru dan pelajar di
daerah tidak bisa dipaksakan dengan sistem yang tidak berpihak pada
kebahagiaan batin atau keselamatan hidup mereka. Harus ada kompromi
dalam menjalankan proses belajar mengajar. Karena pelajar bersekolah
bukan untuk menjadi robot atau menjadi calon-calon buruh. Maka baiknya
kita tinggalkan istilah terbelakang, terasing, atau tertinggal. Sebaliknya, mari
kenali potensi tiap daerah.

Demikian ceramah yang dapat saya sampaikan. Semoga pendidikan di
Indonesia semakin berkembang dan sesuai dengan yang dicita-citakan Ki
Hadjar Dewantara. Terima kasih dan selamat pagi.

42

4. Rangkuman

Ceramah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian suatu
informasi, pengetahuan, dan sebagainya. Yang menyampaikan adalah orang-orang yang
menguasai di bidangnya dan yang mendengarkan biasanya melibatkan banyak orang.
Medianya bisa langsung ataupun melalui sarana komunikasi, seperti televisi, radio, dan media
lainnya. Jenis-jenis informasi, termasuk informasi dalam ceramah dapat dibedakan menjadi
beberapa bagian yaitu Informasi Berdasarkan Fungsinya , Informasi Berdasarkan Format
Penyajiannya , Informasi Berdasarkan Lokasi , Informasi Berdasarkan Bidang Kepentingan

Struktur teks ceramah adalah pembuka (Berisi pengenalan isu, masalah, pengetahuan
hingga pandangan penceramah mengenai topik yang akan dibahas), isi (Berupa rangkaian
argumen-argumen penceramah yang berkaitan dengan topik), penutup (penegasan kembali
mengenai apa yang disampaikan dalam ceramah).

Kebahasaan teks ceramah yaitu Kalimat majemuk hubungan akibat, Kalimat majemuk
hubungan cara, Kalimat majemuk hubungan sangkalan, Kalimat majemuk hubungan
kenyataan, Kalimat majemuk hasil, Kalimat majemuk hubungan penjelasan, Kalimat
majemuk hubungan atributif. Langkah dalam menyusun teks ceramah adalah menentukan
topik, merumuskan tujuan ceramah, menyusun kerangka ceramah, menyusun ceramah
berdasrkan ceramah, dan menyunting teks ceramah.

43

5. Tes Formatif

Suatu bangsa akan lebih dihormati dan bisa lebih maju tidak hanya dengan
teknologinya yang maju atau ekonominya yang semakin meningkat. Akan tetapi, pendidikan
moralnya juga harus lebih baik. Moral yang baik bisa terlihat dari tingkah laku yang
dilakukan dalam keseharian. Sebagai orang tua, kita harus bisa bertanggung jawab dalam
memantau perkembangan moral anak-anak kita. Pendidikan moral penting bagi anak-anak
kita agar terhindari dari pengaruh buruk yang merusak moral. Berikan nasihat dan pendidikan
moral kepada mereka agar senantiasa ingat kepada moral yang sejalan dengan bangsa ini.
Bentengi mereka dengan keimanan agar terhindar dari moral yang tidak bertanggung jawab.

1. Paragraf tersebut termasuk jenis informasi... .
A. Mengajari pembaca
B. Menyenangkan pembaca
C. Menambah pengetahuan pembaca
D. Menyangkut keselamatan pembaca
E. Memberi pengaruh terhadap pembaca

2. Perhatikan kutipan berikut!
Pemilihan kata-kata oleh masyarakat akhir-akhir ini cenderung semakin menurun

kesantunannya dibandingkan dengan zaman saya dahulu ketika kanak-kanak. Hal
tersebut tampak pada ungkapan-ungkapan banyak kalangan dalam menyatakan pendapat
dan perasaan-perasaannya, seperti ketika berdemonstrasi ataupun rapat-rapat umum.
Kata-kata mereka kasar (sarkastis), menyerang, dan tentu saja hal itu sangat menggores
hati yang menerimanya.
Kutipan tersebut termasuk bagian… .
A. pembukaan
B. penutup
C. salam pembuka
D. salam penutup

44

E. isi
3. Kalimat yang tepat untuk mempersilakan seseorang memberikan ceramah adalah ….

A. Hadirin, acara kedua adalah sambutan dari Bapak Firman. Bapak Firman, waktu dan
tempat dipersilakan.

B. Hadirin sekalian, acara kedua adalah sambutan dari Bapak Joko. Waktu dan tempat
kami persilakan.

C. Hadirin sekalian, acara kedua sambutan dari Bapak Lurah. Yang terhormat Bapak
Lurah, kami persilakan.

D. Hadirin, acara kedua adalah sambutan dari Bapak Firman. Yang terhormat Bapak
Firman, kami persilakan.

E. Hadirin, acara kedua sambutan dari Bapak Joko. Yang terhormat Bapak Joko kami
persilakan dengan hormat.

4. Pada rapat karang taruna di kelurahan, Pak Lurah akan rnernberikan pengarahan agar
acara yang diseienggarakan dapat menghasilkan keputusan yang terbaik. Sebagai
pembawa acara, Ruli rnempersilakan Pak Lurah untuk berbicara.
Kalimat yang tepat untuk mempersilakan pembicara sesuai ilustasi tersebut adalah ….
A. Kepada Bapak Lurah yang terhormat, waktu dipersilakan untuk memberikan
sambutan.
B. Bapak Lurah yang terhormat, dengan ini kami persilakan memberikan sambutannya.
C. Kepada Bapak Lurah, waktu dan tempat kami persilakan dengan segala hormat.
D. Acara selanjutnya adalah pengarahan dari Bapak Lurah. Bapak lurah, saya persilakan.
E. Berikutnya adalah sambutan Bapak Lurah. Kepada Pak Lurah, dengan segala hormat,
saya persilakan.

Cermatilah kutipan teks berikut untuk menjawab soal nomor 5 dan 6.
"Di satu sisi, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang tertuang dalam pasal 31
UUD ‗45. Di sisi lain, kenyataan menunjukkan bahwa sekolah yang bermutu hanya dapat
dinikmati anak-anak orang berduit. Masyarakat bawah hanya bisa sabar dan menunggu
keajaiban. Mereka hanya dapat memandang langit dan menunggu perubahan."
5. Permasalahan yang disampaikan pada ceramah tersebut adalah ….

A. perbedaan sekolah negeri dan swasta di Indonesia
B. perbedaan mutu sekolah
C. tuntutan mutu pendidikan
D. sekolah bermutu hanya dinikmati anak orang kaya
E. tuntutan masyarakat akan kualitas sekolah

45

6. Tanggapan yang tepat untuk isi ceramah tersebut adalah ….
A. Semua rakyat berhak mendapat pendidikan yang layak.
B. Pendidikan yang bermutu harus diusahakan oleh negara untuk rakyat.
C. Sekolah yang bermutu merupakan hak orang yang mampu.
D. Setiap anak berhak mendapat sekolah yang bermutu.
E. Negara harus menyediakan pendidikan bagi seluruh rakyat.

7. "Hadirin yang berbahagia. Kehidupan akhirat, tak terkecuali neraka, merupakan hal gaib.
Tirainya tak dapat disingkap meski oleh orang yang berhati dan berakal tajam sekalipun.
Juga tak : mudah memperoleh pengetahuan tentangnya, kecuali lewat informasi dari
Tuhan. Lantas, bagaimana penjelasan Kitab Suci sendiri tentang neraka? Siapa saja
penghuninya? Bagaimana mereka di sana?" Isi pokok penggalan ceramah tersebut adalah
….
A. Kehidupan akhirat merupakan hal yang gaib.
B. Neraka adalah hal yang gaib.
C. Tirai neraka tak dapat disingkap.
D. Informasi tentang neraka hanya ada di Kitab Suci.
E. Neraka ada penghuninya.

8. Pernyataan yang termasuk kalimat majemuk bertingkat hubungan ‗sangkalan‘ adalah...
A. Lili pura-pura bahagia, padahal hidupnya penuh dengan masalah.
B. Oman mengatakan bahwa lomba pidato akan diadakan di aula sekolah.
C. Saat ini biaya produksi kripik pisang meningkat sehingga harga jualnya naik.
D. Penyakit tulang yang diderita Rita seakan-akan membuat tubuhnya mati rasa.
E. Anak yang tinggal di depan rumahku,bulan depan mengikuti lomba olimpiade
Fisika.

9. Perhatikan kalimat berikut!
Meskipun mengalami cobaan hidup yang berat, Karlina tetap sabar menghadapinya
Kalimat tersebut termasuk kalimat mejemuk bertingkat hubungan....
A. ‗akibat‘
B. ‗kenyataan‘
C. ‗cara‘
D. ‗atributif‘
E. ‗syarat‘

46

10. Rekan-rekan yang berbahagia,
Akhir-akhir ini, kita semua mendengar berita dari radio ataupun menyaksikan

tayangan televisi tentang tertangkapnya beberapa pengedar dan pecandu narkoba.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Surakarta, sembilan dari sepuluh orang yang
mencoba-coba menjadi pengguna narkoba akhirnya menjadi kecanduan dan mempunyai
tingkat ketergantungan yang tinggi.

Orang yang menggunakan narkoba mengalami euforia dan halusinasi yang dalam
istilah para pemakai disebut on. Kondisi on ini akan berbeda pada setiap jenis narkoba
dari mulai ekstasi, mortin, sampai heroin. Beberapa indikasi atau ciri-ciri siswa dan
remaja yang mengonsumsi narkoba antara lain suka membolos, suka mencuri,
berbohong, dan prestasi akademisnya semakin menurun.
Rekan-rekan yang berbahagia.

Kita perlu waspada terhadap teman-teman kita yang mempunyai gejala seperti
itu. Nasihatilah mereka agar tidak terjerumus dalam narkoba. Sebelum masa depan
teman kita hancur, marilah kita arahkan ke pergaulan yang benar sehingga terwujud
generasi muda yang sehat.
Kalimat persuasif yang tepat untuk melengkapi teks ceramah tersebut adalah
A. Mulai hari ini, marilah kita perangi narkoba.
B. Jangan biarkan diri kita diperbudak narkoba.
C. Ingat, masa depan kita lebih berharga dari segalanya.
D. Marilah kita nyatakan perang bersama narkoba.
E. Narkoba? Amit-amit, deh!

47


Click to View FlipBook Version