48
Pusat Ekonomi Baru dan sekitarnya. Dapat kita bayangkan bahwa
Dari sisi letak geografis, Terminal orang akan pergi keluar rumah, lalu pergi ke
terminal dengan menumpang kendaraan umum
Tirtonadi letaknya sangat strategis, sebab seperti angkot feeder atau Batik Solo Trans,
berada di tengah kota, sementara mayoritas turun di terminal orang akan naik ke lantai atas
terminal di Indonesia ini terletak di pinggir kota. untuk berbelanja, kemudian pulang ke rumah
Dengan lokasi yang strategis ini, Terminal atau malah melanjutkan perjalanan dengan bus
Tirtonadi sedang mengembangkan diri untuk AKAP/AKDP atau melalui skybridge menuju
menjadi pusat perekonomian baru. Stasiun Solo-Balapan untuk naik kereta api.
Rencananya, Terminal Tirtonadi akan dibangun Dapat pula kita bayangkan orang dari Jakarta
setinggi lima lantai. Aktivitas transportasi, pergi ke Solo naik bus AKAP untuk urusan
pelayanan tiket, dan keberangkatan serta bisnis selama beberapa hari, lalu turun di
kedatangan bus dilaksanakan pada lantai Terminal Tirtonadi, kemudian dia akan naik ke
dasar. Lantai dasar didesain senyaman lantai atas untuk membuka kamar selama
mungkin, acuannya adalah bandara. Kemudian beberapa hari selama dia menyelesaikan
pada lantai-lantai di atasnya akan urusan bisnisnya di Solo; dia tidak harus ke
dikembangkan suatu pasar modern atau mall mana-mana sebab segala kebutuhannya sudah
dan tempat penginapan. Tempat penginapan disediakan di Terminal Tirtonadi.
yang terintegrasi stasiun ini mengacu pada
Stasiun Gambir. Djoko Setijowarno menjelaskan lebih
lanjut, dengan sistem yang integral seperti itu,
Di sekitar Terminal Tirtonadi juga selain menjawab kebutuhan masyarakat dan
bermunculan obyek-obyek pariwisata. Taman mendorong mereka untuk menggunakan
Air Tirtonadi sedang direnovasi kembali, seiring transportasi umum, terminal juga dapat
dengan pembangunan jembatan ganda dan menghidupi dirinya sendiri. Bentuknya adalah
patung keris. di sebelah utara terminal. Obyek KPBU, Kerjasama Pemerintah dan Badan
pariwisata ini akan diintegrasikan dengan Usaha (Public Private Partnership).
Terminal Tirtonadi. Segi transportasi, segi
ekonomi, dan segi pariwisata akan dijadikan Lapangan pekerjaan juga akan terbuka.
satu kesatuan integral di Terminal Tirtonadi. Orang bisa bekerja di sana dengan jaminan
hidup yang standard, sehingga tidak perlu harus
Dengan integrasi segi transportasi, segi menjadi ASN (PNS). Terminal akan semakin
ekonomi, dan segi pariwisata, diharapkan mandiri, sehingga meringankan negara dalam
Terminal Tirtonadi dapat menjawab kebutuhan dalam hal pembiayaan operasionalnya.
masyarakat, khususnya masyarakat Kota Solo
49
Terminal Ideal Menurut Djoko Setijowarno desain Terminal
Djoko Setijowarno memiliki gambaran Tirtonadi sudah dibuat nyaman, mengacu kepada
desain bandara. Ke depan, Terminal Tirtonadi akan
terminal ideal yakni sebuah terminal yang berhasil mengembangkan pusat perbelanjaan (pasar
mengintegrasikan semua kebutuhan traveler. modern/mall) dan penginapan di lantai atas, serta
Acuannya memang adalah pelayanan yang ada akan mengintegrasikan obyek-obyek wisata di
bandara. Menurutnya orang berada di terminal sekitarnya. Dengan demikian, Terminal Tirtonadi
harus merasakan kenyamanan seperti yang akan menjadi terminal impian yang dapat menjawab
disediakan di bandara. Djoko Setijowarno kebutuhan traveling manusia modern.
membayangkan bahwa orang transit ke terminal
sudah dapat semuanya yang dia butuhkan. Mungkin Perkembangan Terminal Tirtonadi hingga
orang akan tetap ingin keliling-keliling kota, tetapi saat ini cukup menggembirakan, sejumlah fasilitas
karena dia pasti terbatas waktu, terminal terintegrasi ditambahkan, seperti penambahan luasan terminal
bisa menjadi solusi keinginannya itu. Di masa depan, ke sisi timur dan sisi barat, serta penambahan
orang akan menjadi semakin mobile. Jika fasilitas masjid. Penataan kawasan terminal, juga
mengandalkan kendaraan pribadi, kemacetan tak dilaksanakan pada saat Jokowi-Rudy menjadi
terelakkan. Jalan Slamet Riyadi yang memiliki empat Walikota dan Wakil Walikota. Penataan kawasan Jl
lajur itu pun tidak akan sanggup lagi menampung, Tagore, Jl A Yani yang berhadapan langsung dengan
apalagi jalan-jalan lain yang lebih sempit. Terminal Tirtonadi juga ditata sedemikian rupa.
Bahkan saat ini pemerintah kota juga menambahkan
Solusinya adalah transportasi umum. Jembatan Keris dan Taman Air serta Embung dan
Namun orang masih enggan menggunakan Bendungan Karet untuk sektor pariwisata.
transportasi umum sebab orang berpikir bahwa itu
kurang praktis dan juga tidak dapat menjangkau Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi
setiap tempat. Ojek online bukan merupakan suatu Te r m i n a l Ti r t o n a d i k a r e n a h a r u s m a m p u
solusi yang efektif, dan bahkan malah menimbulkan memberikan pelayanan prima kepada pengunjung,
konflik sosial baru. Maka, transportasi umum harus baik yang hanya sekedar melintas di terminal,
dibuat integral. Keluar rumah, orang sudah bisa naik maupun memang ingin menikmati terminal sebagai
angkot feeder, kemudian berganti bus trans (bus bagian dari berwisata di Gilimanuk (Gilingan,
kota), atau langsung bus yang membawa ke luar Manahan, Nusukan).
kota dengan AKDP atau AKAP.
50
51
Terminal Tir tonadi di Mata pengusaha Otobus
Mbah Roso
Terminal tirtonadi, siapa yang tidak mengenal lokasi ini. lokasi pemberhetian bus kebanggaan Wong Solo ini
memiliki sejarah panjang sebelum semaju sekarang. Sebelum dipindah ke lokasi yang berada di ruas jalan
Ahmad Yani pada tahun 1975 silam, terminal di Solo berada dikawasan Gemblegan. Namanya adalah
Terminal Bus Harjodaksino, namun sebutan Stanplat Gemblegan lebih populer.
52
Meski sudah lewat berpuluh-puluh tahun silam, di Stanplat Gemblegan sendiri berhenti beroperasi
benak Yustinus Soeroso hiruk pikuk Stanplat sekitar pukul 20.00 malam setiap harinya. Sementara,
Gemblegan seperti masih lekat dan sering terngiang- bus pertama datang sekitar pukul 01.00. Hal itu membuat
ngiang. Sebagian besar usia pria yang akrab dipanggil calon penumpang banyak yang harus menginap agar
Mbah Roso ini memang dihabiskan di tempat tersebut. tidak terlambat dan ketinggalan bus. “Jangan
Kala itu, dia belum lah pemilik otobus. Bahkan mungkin membayangkan mereka menginap di losmen yang
mimpi pun belum karena baru menjadi seorang nyaman atau hotel mewah. Para penumpang yang
kondektur di salah satu perusahaan otobus (PO) yang . kehabisan bus tidur menumpuk di ruang tunggu
penumpang, padahal luasnya tidak seberapa,”ujarnya.
Deru knalpot bus lengkap dengan kebulan pekat
asapnya bercampur dengan teriakan kondektur yang Meski semrawut dan kondisi kurang nyaman, namun
mencari penumpang serta aneka suara menjadi menu keberadaan Stanplat Gemblegan memberikan dampak
keseharian Mbah Roso. Dia ingat betul, jumlah bus positif terhadap geliat ekonomi Kota Solo. Roda
yang mampu tertampung di Stanplat Gemblegan tak perekonomian dirasakan berjalan lancar. Banyaknya
pernah lebih dari selusin. Bus yang belum dapat penumpang yang menunggu bus hingga berjam-jam
kesempatan masuk terminal, terpaksa memarkir di luar. membawa berkah bagi pedagang utamanya yang
“Stanplat Gemblegan sangat sempit, itu pun memiliki kios di sekitar terminal. Pemilik kios di Stanplat
harusharus berbagi dengan kantor terminal dan ruang Gemblegan, kata Mbah Roso pasti kaya dan makmur.
tunggu penumpang, dan sebagainya,” kenang dia.
Ketika bus semakin menjamur dan Stanplat
Semrawut, kata itu berulang kali terlontar dari mulut Gemblegan tidak mampu menampung membuat
Soeroso saat menggambarkan Stanplat Gemblegan. kemacetan tidak terhindarkan, terminal itu diboyong ke
Kondisi tersebut semrawut karena penumpang mau Tirtonadi. Dalam pandangan Mbah Roso pilihan lokasi
tidak mau memang harus transit di stanplat untuk bisa terminal yang baru di Tirtonadi cukup strategis. Karena
melanjutkan perjalanannya. Sementara fasilitas kurang berada di kawasan pinggiran kota tapi dekat pinggir jalan
memadai. Bahkan jalur keluar masuk bus masih antar provinsi. Terminal bis baru itu diberi nama Terminal
menjadi satu. Induk Bis Tirtonadi. Terminal Bis Tirtonadi yang resmi
beroperasi pada tanggal 1 Juli 1976.
Menurut Mbah Roso, waktu itu tidak mudah mudah
bagi penumpang untuk menemukan bus yang hendak Pada masa awal-awal terminal pindah ke
membawa ke tujuan mereka. Selain belum dilakukan Tirtonadi, kondisinya masih cukup rawan karena banyak
pembagian zona, jumlah armadanya juga sedikit. preman. Pencopetan seperti pemandangan sehar-hari
Mereka mereka harus menunggu lama hingga berjam- bagi para sopir dan kondektur. Mereka naik dari terminal,
jam untuk mendapatkan bus yang dicari. Apalagi bus kemudian turun di pinggir jalan. Meski mengetahui
yang ditunggu adalah bus dengan tujuan luar kota namun kru bus tidak mampu berbuat banyak. Umumnya
seperti Semarang, Jogjakarta, Surabaya serta Jakarta. para sopir dan kondektur tidak mau berurusan dengan
53
54
preman penguasa terminal. Mbah Roso Perlahan pemerintah mulai memperbaiki
mengingat beberapa preman terminal yang keadaan terminal. Pihak-pihak yang merugikan
ditakuti, salah satunya yang paling ditakuti ditertibkan. Sistem diubah agar kenyamanan dan
adalah Ngoho. keamanan bisa dirasakan penumpang. Semua
ditata dengan aturan yang jelas. Perbaikan pun
Di awal terminal bus pindah ke Tirtonadi, kini makin terasa dan bila dibandingkan dengan
pengelolaan di dalam terminal juga belum rapi. masa lalu sudah 180 derajat. Bahkan Soeroso
Mbah Roso masih ingat bagaimana antar menilai sangat layak jika Terminal Tirtonadi
kondektur berebut calon penumpang. Hal itu sekarang dijadikan terminal percontohan.
terjadi lantaran PO mulai menjamur sedangkan
penumpang tidak selalu ramai. Mbah Roso yang kini menjadi pemilik PO
menilai beberapa terminal Tipe A di daerah lain
Keberadaan mandor yang merupakan perkembangannya tak sebagus Terminal
tangan kanan pemilik PO untuk mengawasi bus Tirtonadi. Namun untuk perkembangan kedepan,
mereka di lapangan juga sering kali memang harus ada gebrakan. Pola fikir harus
mengundang masalah. Petugas terminal bahkan diubah, terminal tidak bisa hanya sekadar
tunduk dengan aturan jam berangkat bus yang menjadi tempat pemberhentian bus untuk
dibuat mandor. menurunkan dam menaikkan penumpang saja.
Menurut Mbah Roso, di tangan mandor Budaya bepergian kini bergeser karena
bus masuk dan keluar terminal di tentukan. Uang banyak warga yang memiliki kendaraan pribadi
setoran dari kru bus juga masuk harus melalui sehingga minat menggunakan kendaraan umum
mandor tersebut sebelum diserahkan ke pemilik pun turun. Apakah terminal akan mati? Menurut
PO. Orang yang ingin bekerja di suatu PO juga Mbah Roso belum tentu karena tergantung
harus melewati mandor. Terkadang, mandor pengelolaannya mampu tidak mengubah terminal
memungut biaya agar orang bisa bekerja di PO. menjadi lebih fleksibel dan berwarna.
“Petugas terminal tidak mampu berbuat banyak
karena mandor ini nekat-nekat. Bahkan pemilik Pria ini mengusulkan agar ada pusat
PO pun kalah. Uang yang disetorkan ke pemilik hiburan di terminal. Sebab di tengah kesibukan
hanya sebagian kecil saja, lebih banyak yang sehari-hari masyarakat butuh refreshing. Hiburan
masuk dompet mandor. Di PO, mandor justru dan wahana wisata menjadi tujuan utama.
orang paling kaya karena semua pemasukan Barulah nanti bisa dikembangkan menjadi pusat
masuk kepadanya,” kata Mbah Roso. busana, kuliner dan sebagainya.
55
Keris Tilamsari
JEMBATAN TIRTONADI
photo via instagram/@jelajahsolo & @joeluluk Ikon Kota Solo yang berupa tugu besar
berbentuk keris, dan berlapis tembaga
dengan tinggi 25M berdiri berdekatan
dan menghiasi Tirtonadi
56
57
Bendungan Karet Taman Air Tirtonadi,
Penahan Banjir
Bendung Karet Tirtonadi Solo menjadi ikon baru di Kota Batik. Bukan sekadar berfungsi
sebagai bendungan biasa, melainkan sekaligus tempat wisata baru bagi masyarakatnya.
Penataan dilakukan dengan sangat cantik. Bendungan ini juga dilengkapi dengan fasilitas
umum yang bisa dipakai siapa saja. photo via instagram/@setyobudisan, @mlampahsolo & @joeluluk
58
Bendungan Karet Taman Air Tirtonadi, di waktu malam
59
SKYBRIDGE TIRTONADI - BALAPAN
PEMBANGUSNOALNOTAHUN 2016
Desain Sky Bridge Terminal Tirtonadi-Solo Balapan tampak atas. 60
(Dishubkominfo Solo)
STASIUN
SOLO BALAPAN
KOTA SURAKARTA
480 METER
TERMINAL
TIRTONADI
KOTA SURAKARTA
61
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo
menyusuri jembatan integrasi Sky Brigde di Terminal Tirtonadi Tahun 2017
62
Menyabet Terminal
Terbaik
_Kiat menyabet terminal terbaik
Tidak ada kiat khusus, tetapi kita selalu tekankan kepada setiap personel
kita di Terminal Tirtonadi untuk bekerja ikhlas dalam memberikan
pelayanan. Orientasinya bukan profit, tetapi kepuasan masyarakat
terhadap pelayanan yang dilberikan. Terlebih dalam menghadapi WBK pada
tahun ini, semua petugas harus mengerti dan paham betul situasi yang ada di
Terminal. Sebab apa, SDM menjadi salah satu kunci dalam suksesnya WBK.
Petugas yang berdedikasi terhadap pekerjaannya. Wilayah Bebas dari Korupsi
yang rencananya akan disematkan ke Terminal Tirtonadi ini bukan semata-mata
korupsi dalam bentuk uang, tetapi bias juga korupsi waktu, penyalahgunaan
wewenang. Makanya dedikasi petugas sangat diperlukan, supaya tidak terjadi
korupsi.
63
// Ramcek
yang dilakukan setiap hari
Petugas melaksanakan Ramcek mulai dari pemeriksaan lampu, klakson, hingga ban
64
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memantau pelaksanaan ramcek di Terminal Tirtonadi Tahun 2017
65
PELMBaAnNtGaUiN2AN
66
Pengawasan dan peninjauan proses pembangunan lantai dua
67
68
Mimpi Koordinator Terminal Tirtonadi, Joko Sutriyanto agar Terminal Tirtonadi segera
memiliki bangunan di lantai dua terminalnya akhirnya menjadi kenyataan. The truth of
the dream itu dibawa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke
Terminal Tipe A Tirtonadi medio Juni 2020 silam.
Dalam kesempatan itu, Menteri Budi Karya menyatakan dirinya sudah memiliki desain
untuk lantai atas Terminal Tirtonadi. “Kita sudah mendesain satu desain yang baik
bagi Tirtonadi. Di situ nanti ada hall yang berkapasitas 2.000 orang, ada tempat
olahraga, basket, lari dan sebagainya. Jadi seperti youth center”, ujar Menhub Budi.
Menteri Budi Karya mengatakan hall yang dibangun di lantai dua tersebut bisa
dipergunakan untuk pertunjukan musik, pertandingan dan lainnya. Sehingga
diharapkan akan menjadi tempat yang serbaguna.
“Kita harapkan Tirtonadi selain sebagai terminal, juga memiliki fungsi yang lain dan
sebagai pusat kegiatan anak muda,” papar Menhub.
Menhub menilai TTA Tirtonadi tersebut mempunyai keistimewaan karena sangat dekat dan
berintegrasi dengan Stasiun Solo Balapan. Sehingga layak dikembangkan dengan fasilitas
sperti youth center.
Joko Sutriyanto memang memiliki mimpi untuk bisa mengembangkan TTA Tirtonadi
dengan konsep yang lebih modern dan menampung banyak kegiatan masyarakat. Joko
telah mengawalinya dengan menggelar berbagai macam event baik berskala kota maupun
provinsi bahkan sebelum pembangunan lantai atas TTA Tirtonadi mendapat kepastian.
“Kami pernah menggelar Porprov Tinju, kemudian lomba menggambar, lomba mewarnai
untuk TK dan SD, dan kegiatan, lain yang ada di lantai 2 Terminal. Setelah selesai
pembangunan nanti, semoga segera bisa kita operasionalkan, dan kami membuka pintu
seluas-luasnya untuk kegiatan masyarakat”, katanya
69
Kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
saat meninjau pembangunan lantai 2 di Tirtonadi
70
Pembangunan Lantai 2 Tirtonadi
Foodcourt & Convention Hall
71
72
Mas Walikota Gibran Rakabuming mengapresiasi pembangunan lantai 2 di Tirtonadi
sebagai wahana pengembangan potensi bagi anak muda Kota Surakarta.
Hal ini diwujudkan dengan adanya sport center sebagai tempat latihan olahraga,
foodcourt sebagai tempat berbisnis dan nongkrong anak muda.
73
74
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Mas Walikota Gibran Rakabuming dan Kepala BPTD
X Jateng DIY Eko Agus Susanto saat meninjau kelanjutan pembangunan lantai 2 di Tirtonadi.
Mas Walikota Gibran Rakabuming mengusulkan pengoptimalan potensi wisata dan transportasi yang
menghubungkan Terminal Tirtonadi, Jembatan Keris, Galeri Sungai dan Taman Balekambang dengan
pembangunan Sky Bridge.
75
Penghapusan Zona Merah
Ojek Pangkalan menjadi anggota Angkutan Berbasis Daring
foto peresmian bawah
76
Launching Penghapusan Zona Merah
77
78
Inovasi Terminal Menuju Mixed Use (Fasilitas Multifungsi)
Tirtonadi Fight Juli 2019
79
3X3 Basketball Tournament tahun 2019
Lomba Menggambar dan Mewarnai diikuti 350 siswa SD se-Soloraya di sepanjang Skybridge, 18 Agustus 2019.
80
Senam Sehat Bersama Komunitas dan Masyarakat Sekitar
Skateboard kompetisi 2019
81
Festival dan Bazar Durian
Februari 2019
Pengunjung memadati lantai 2 Terminal Tirtonadi dalam acara Bazar Durian 2019
Puluhan penjual durian menggelar dagangannya
di lantai 2 Terminal Tirtonadi dalam acara Bazar Durian 2019
82
Koordinator Terminal Tirtonadi Joko Sutriyanto membagikan durian secara gratis kepada pengunjung
83
Tempat Istirahat Copet
Sebagai bentuk peringatan kepada komplotan copet untuk tidak melakukan aksinya di Terminal Tirtonadi
84
Spot Selfie
85
Terminal Ramah Anak
86
Sinau Tirtonadi
- Terminal Menjadi Sarana Edukasi -
Belajar tentang transportasi umum di Terminal
87
Penyekatan Arus Mudik pada masa KLB Covid-19
Kunjungan dari Muspika Surakarta pada awal 2020 untuk memastikan Terminal Tirtonadi menjalankan
protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran dan surat keputusan Walikota Surakarta.
88
89
90
KLMBASACoAWviAdL-19
Kota Surakarta
Indonesia geger saat Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya pasien Covid-19 di Indonesia pada
Pada 2 Maret 2020. Sebelas hari kemudian, Kota Bengawan mengumumkan kondisi Kejadian Luar
Biasa (KLB) Covid-19. Keputusan penetapan KLB itu mendapatkan reaksi beragam dari masyarakat,
ada yang setuju, tapi banyak juga yang tidak. Kendati begitu, suasana awal penetapan KLB oleh
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo tak ayal menyebabkan kondisi kampung-kampung dan jalan menjadi
lengang, karena masyarakat enggan beraktivitas diluar rumah
Terminal Tipe A (TTA) Tirtonadi, yang secara merupakan salah satu pintu gerbang kedatangan,
lokasi berada di Kota Bengawan, turut baik mereka yang berasal dari Jawa Barat, Jawa
terdampak pula dengan penetapan KLB itu. Timur, Jawa Tengah, dan kota-kota penyangga lain
Kondisi Terminal kebanggan wong Solo itu secara di sekitar Solo.
ekonomi menjadi lesu darah. Orang-orang takut
bepergian. “Kami mengusulkan, Terminal Tirtonadi
menjadi salah satu posko penyekatan, supaya
Joko Sutriyanto, selaku Korsatpel TTA masyarakat juga mendapatkan jaminan rasa aman
Tirtonadi bergerak sigap berkoordinasi dengan secara kesehatan," ujarnya .
Pemkot Solo, untuk penanganan pencegahan
penularan Covid-19. Langkah nyata salah satunya Posko yang berada di Hall TTA Tirtonadi itu
adalah dengan pembentukan Gugus Tugas dilengkapi dengan pendeteksi panas tubuh (thermo
Penanganan Covid-19, yang di komandoi langsung gun), pencatatan penumpang dari luar kota untuk
oleh Walikota yang bermarkas di gedung Graha mempermudah pelacakan (tracing), dan 6 unit bus
Wisata Niaga, komplek Sriwedari. Gugus Tugas ini yang digunakan untuk mengangkut penumpang dari
juga mendirikan posko-posko penyekatan dan luar Solo untuk karantina.
pembatasan akses keluar masuk Kota Solo.
"Kalau ada pnumpang yang turun dari
Atas usulan Joko, TTA Tirtonadi menjadi kawasan zona merah, seperti jakarta, dan ada
salah satu lokasi pendirian posko Gugus Tugas indikasi terpapar Covid-19, maka secara aktif
Covid-19. Hal ini dilakukan, sebab Tirtonadi petugas akan membawa mereka ke posko karantina
di Graha Wisata Niaga," imbuhnya.
91
Penanganan Mudik Lebaran 2020
Pemerintah Kota Solo benar-benar serius Pemudik tidak lolos screening, dibawa petugas
dalam menghadapi Covid-19. Hal ini dinyatakan dengan bus untuk dikarantina selama dua pekan.
langsung oleh FX Hadi Rudyatmo selaku Walikota.
Terlebih dalam menghadapi datangnya pemudik “Gugus Tugas Covid-19 sudah memutuskan
menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Imbauan untuk mengambil tindakan seperti itu (karantina
untuk tidak melakukan mudik dan bepergian selama pemudik), karenanya kita siapkan petugas di
musim libur tahunan itu diserukan oleh Pemerintah Terminal Tirtonadi, untuk bisa mendukung hal itu,"
Pusat. Pemudik yang nekat harus dikarantina papar Joko.
selama dua pekan.
Pengelola TTA Tirtonadi juga melaksanakan
Kebijakan Pemerintah Kota Surakarta protokol kesehatan sesuai dengan arahan dari
direspon pengelola TTA Tirtonadi dengan Kementerian Perhubungan. Secara berkala
menerjunkan tim yang bertugas untuk mengawasi dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruang
pergerakan pemudik. Setiap bus yang datang dan tunggu penumpang, ruang laktasi, ruang hall,
terdapat kedapatan membawa pemudik langsung hingga kantin-kantin pedagang yang berlokasi di
menjalani screening. Mereka diperiksa kondisi TTA Tirtonadi. “Di setiap akses ke luar atau masuk
tubuhnya mulai dari suhu badan, riwayat kesehatan terminal disediakan fasilitas untuk cuci tangan.
sampai pendataan asal dan tujuan pemudik. Siapapun tanpa kecuali, yang mau masuk wajib cuci
tangan demikian pula sebaliknya,”tandas Joko.
92
"Protokol kesehatan secara ketat kita laksanakan, supaya petugas kita aman, penumpang
juga aman, semua nyaman beraktifitas di terminal." Ujarnya.
Penetapan status KLB ini tentu saja berdampak pada kedatangan penumpang. Joko
menngungkapkan, usai penetapan KLB Corona di Solo, jumlah bus yang melalui Terminal Tirtonadi
menurun hingga 50 persen. Penumpang yang turun di Terminal Tirtonadi dari Jabodetabek tetap
masih ada, tetapi jumlahnya sangat kecil. “Hanya satu dua orang saja tiap bus yang turun di Solo
dari Jabodetabek,” kata dia.
Dalam 24 jam, kata dia, hanya 10 bus saja yang berasal dari Jabodetabek. Menurutnya,
setiap perusahaan bus hanya memberangkatkan dua atau tiga bus saja ke Ibu Kota usai
mewabahnya Virus Corona. Namun demikian, semua bus yang datang dari Jabodetabek di
Terminal Tirtonadi harus disemprot dengan disinfektan. Hal itu dilakukan sebagai upaya
pencegahan penularan Virus Corona. Joko menambahkan jumlah pemudik turun dikarenakan
adanya kecenderungan penggunaan mobil pribadi. Selain itu ada trend penggunaan mobil carteran,
sehingga hal itu cukup menyulitkan petugas dalam melaksanakan pantauan pembatasan pemudik.
93
Dasar Hukum Pelaksanaan Penanganan Mudik Lebaran 2020 dan
Percepatan Penanganan Covid19
94
95
Kunjungan Menteri Perhubungan
Penerapan Protokol Kesehatan di Terminal Tirtonadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan cemical camber, wastafel,
thermogun sebagai bagian dari protokol kesehatan tahun 2020.
96
97